Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23313 | 16 Dec 2025
Klinis : perempuan post sc mengeluh sesak nafas, dada terasa ampek dan berdebar-debar, susah tidur selama 2 hari karena pusing dan kepala terasa berat.TD 190/110 mmHg, HR 92 x/m,RR 24-30 x/menit,Suhu 37 derajat,Spo2 98- 100 % on NRBM
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipertensi Emergensi dengan Gagal Jantung Akut
Kode ICD-10: I10
Deskripsi Singkat : Pasien menunjukkan gambaran klinis hipertensi emergensi (tekanan darah 190/110 mmHg) yang disertai gejala dan tanda gagal jantung akut (sesak napas, dada terasa penuh/ampek, berdebar-debar, dan takipnea). Kombinasi hipertensi berat dengan gagal jantung akut ini merupakan kondisi gawat darurat hipertensi yang memerlukan penanganan segera untuk menurunkan tekanan darah secara terkontrol guna mencegah kerusakan organ target lebih lanjut. Gejala susah tidur, pusing, dan kepala berat juga konsisten dengan ensefalopati hipertensif. Kode I10 mewakili diagnosis hipertensi (tekanan darah tinggi) esensial (primer). Dalam konteks kasus akut dan berat ini, kode I10 digunakan sebagai kode utama, meskipun dalam praktik kodifikasi resmi mungkin memerlukan kode tambahan untuk spesifikasi komplikasinya (seperti gagal jantung) berdasarkan pedoman lokal dan konfirmasi dokter. Kode ini mengindikasikan bahwa pasien memiliki kondisi peningkatan tekanan darah sistemik yang persisten, yang dalam keadaan ini telah menyebabkan dekompensasi akut pada jantung dan kemungkinan sistem saraf pusat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23314 | 16 Dec 2025
Klinis : perempuan post sc mengeluh sesak nafas, dada terasa ampek dan berdebar-debar, susah tidur selama 2 hari karena pusing dan kepala terasa berat.TD 190/110 mmHg, HR 92 x/m,RR 24-30 x/menit,Suhu 37 derajat,Spo2 98- 100 % on NRBM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi dengan Gangguan Pernapasan dan Ansietas
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah adalah keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami variasi tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.14026
Deskripsi : SLKI L.14026 berfokus pada pemantauan dan pengendalian tekanan darah untuk mencegah komplikasi. Intervensi keperawatan mencakup pengukuran tekanan darah secara akurat dan berkelanjutan dengan teknik yang tepat, membandingkan hasilnya dengan nilai dasar dan rentang target yang ditetapkan. Perawat mengobservasi dan mendokumentasikan tanda-tanda vital lain yang terkait, seperti nadi, pernapasan, dan saturasi oksigen. Selain itu, perawat menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi stimulasi yang dapat memicu peningkatan tekanan darah, seperti membatasi pengunjung, mengurangi kebisingan, dan mengatur pencahayaan. Posisi pasien diatur untuk memfasilitasi kenyamanan dan sirkulasi yang optimal, biasanya dengan kepala tempat tidur ditinggikan. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi hipertensi, faktor pemicu, pentingnya pengobatan rutin, dan tanda-tanda bahaya yang harus dilaporkan. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan untuk pemberian terapi farmakologis antihipertensi sesuai resep, memantau respons, dan efek sampingnya. Pemantauan ketat terhadap gejala seperti sakit kepala berat, perubahan visus, nyeri dada, atau sesak napas juga merupakan bagian integral dari luaran ini untuk mendeteksi dini komplikasi seperti ensefalopati hipertensif atau gagal jantung.
Kode SIKI: I.14026
Deskripsi : SIKI I.14026 merupakan serangkaian tindakan mandiri perawat untuk mengelola risiko ketidakstabilan tekanan darah. Tindakan dimulai dengan pengkajian komprehensif meliputi riwayat kesehatan, pola pengobatan, faktor risiko (seperti stres, diet, keturunan), dan respons emosional pasien terhadap penyakitnya. Perawat mengukur tekanan darah pada kedua lengan dengan teknik yang benar, menggunakan manset ukuran tepat, dan pada waktu yang konsisten. Hasil dicatat dalam grafik pemantauan untuk mengidentifikasi pola. Untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk hipertensi, perawat menerapkan teknik komunikasi terapeutik, mendengarkan keluhan dengan empati, dan memberikan informasi yang jelas untuk mengurangi ketidakpastian. Teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan panduan imajinasi dapat diajarkan. Manajemen lingkungan fisik dilakukan dengan mengatur suhu ruangan yang nyaman, mengurangi kebisingan, dan menjadwalkan waktu istirahat yang tidak terganggu. Perawat memfasilitasi mobilisasi bertahap sesuai toleransi untuk mencegah hipotensi ortostatik. Asupan dan haluaran cairan dipantau, dan kolaborasi dengan ahli gizi mungkin dilakukan untuk pembatasan natrium. Pendidikan kesehatan diberikan secara individual, menekankan pentingnya kepatuhan minum obat meski gejala membaik, modifikasi gaya hidup (diet DASH, aktivitas fisik ringan, menghindari rokok dan kafein), serta teknik pemantauan tekanan darah di rumah. Perawat juga memberdayakan keluarga untuk mendukung pasien dalam menjalani regimen terapi dan mengenali tanda-tanda darurat seperti tekanan darah yang sangat tinggi (>180/120), nyeri dada, sesak napas berat, kelemahan mendadak, atau kesulitan bicara, yang memerlukan penanganan medis segera.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana terjadi gangguan pada proses difusi oksigen dan/atau karbondioksida antara alveoli dan pembuluh darah kapiler paru.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : SLKI L.04002 bertujuan untuk mempertahankan atau memperbaiki pertukaran gas yang adekuat. Luaran yang diharapkan meliputi saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target (dalam kasus ini dipertahankan >95%), frekuensi pernapasan kembali ke rentang normal, dan penurunan keluhan sesak napas serta penggunaan otot bantu pernapasan. Perawat secara rutin memantau status pernapasan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan, serta mendengarkan bunyi napas untuk mendeteksi adanya abnormalitas seperti ronki atau wheezing. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan (seperti melalui NRBM dalam kasus ini) diawasi untuk memastikan efektivitas dan keamanan. Posisi pasien dioptimalkan untuk memaksimalkan ekspansi paru, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi. Perawat memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti analisis gas darah (jika tersedia) untuk menilai status asam-basa dan pertukaran gas secara objektif. Observasi terhadap tanda-tanda hipoksia seperti sianosis, gelisah, takikardia, dan perubahan status mental dilakukan secara ketat. Selain itu, perawat mengajarkan dan mendorong teknik batuk efektif dan latihan napas dalam untuk membersihkan jalan napas dan meningkatkan ventilasi. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan jika diperlukan terapi nebulizer, fisioterapi dada, atau intervensi lain. Keseimbangan cairan juga dipantau karena kelebihan cairan dapat memperburuk pertukaran gas pada pasien dengan komplikasi jantung.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : SIKI I.04002 mencakup tindakan keperawatan mandiri untuk mengatasi gangguan pertukaran gas. Tindakan diawali dengan pengkajian menyeluruh terhadap pola pernapasan, warna kulit, status mental, dan tanda vital. Perawat memastikan patensi jalan napas dan melakukan suction jika diperlukan. Oksigen diberikan sesuai order dengan alat dan aliran yang tepat, serta kelembaban yang adekuat untuk mencegah mukosa kering. Keefektifan terapi oksigen dievaluasi secara berkala melalui pemantauan SpO2 dan respon klinis pasien. Perawat membantu pasien menemukan posisi yang paling nyaman untuk bernapas, biasanya dengan meninggikan kepala tempat tidur >45 derajat. Teknik pernapasan diafragma dan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) diajarkan dan dipandu untuk mengurangi kerja napas dan meningkatkan ventilasi. Lingkungan dijaga agar memiliki sirkulasi udara yang baik dan bebas dari alergen atau iritan. Asupan cairan yang cukup dianjurkan untuk mengencerkan sekret, namun dengan memperhatikan batasan jika ada indikasi gagal jantung. Aktivitas diatur dengan periode istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan dan hipoksia. Perawat juga mendidik pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan pernapasan yang memburuk, pentingnya terapi oksigen, dan cara melaporkan perubahan kondisi dengan segera. Pemantauan terus-menerus dan dokumentasi yang akurat terhadap semua temuan adalah kunci dalam intervensi ini.
Kondisi: Ansietas
<Kode SDKI: D.0056
<>Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan perasaan gelisah yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI L.09001 bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya, menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardia, pernapasan cepat, gelisah), serta mampu menggunakan strategi koping yang efektif. Perawat menciptakan hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. Tingkat ansietas dinilai menggunakan skala yang valid, baik secara subjektif maupun objektif. Perawat mendorong pasien untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan penyebab atau pemicu kecemasannya, seperti ketakutan akan kondisi kesehatan, prosedur, atau ketidakpastian masa depan. Lingkungan yang menenangkan diupayakan dengan mengurangi stimulasi yang tidak perlu. Teknik relaksasi seperti napas dalam, relaksasi otot progresif, atau distraksi diajarkan dan dipraktikkan bersama pasien. Dukungan emosional diberikan melalui kehadiran aktif, mendengarkan tanpa menghakimi, dan validasi perasaan pasien. Perawat juga melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan, sejauh diinginkan pasien. Jika ansietas sangat berat dan mengganggu, kolaborasi dengan tim medis untuk terapi farmakologis (ansiolitik) dapat dipertimbangkan. Evaluasi terhadap efektivitas strategi koping yang digunakan pasien dilakukan, dan pasien didorong untuk mengembangkan mekanisme adaptif yang sehat.
Kode SIKI: I.09002
Deskripsi : SIKI I.09002 berfokus pada pemberian dukungan untuk mengurangi ansietas. Intervensi dimulai dengan pendekatan yang tenang dan empatik, memperkenalkan diri, dan menjelaskan peran perawat. Perawat mengkaji tingkat ansietas, sumber stres, dan mekanisme koping yang biasa digunakan pasien. Informasi yang jujur, jelas, dan sesuai kebutuhan diberikan mengenai kondisi kesehatan, rencana perawatan, dan prosedur yang akan dijalani untuk mengurangi ketidakpastian dan rasa takut yang tidak diketahui. Komunikasi terapeutik digunakan, termasuk mendengarkan aktif dan memberikan respons yang mendukung. Perawat membantu pasien mengidentifikasi pikiran negatif atau irasional dan menggantinya dengan pemikiran yang lebih realistis dan positif. Aktivitas yang dapat menurunkan ketegangan, seperti mendengarkan musik lembut, membaca, atau aktivitas ringan yang disukai
Article No. 23315 | 16 Dec 2025
Klinis : pasien mengeluhkan nyeri dada dan sesak nafas yang belum membaik KU CM, Lemah Thorax : RBH +/+ Sesak + terasa penuh nyeri dada khas angina (-) TD 155/106 Hr 75 N 75 Rr 18 Sat 99% NRM 10 lpm RBK +/+ RBH +/+ EKG : SR 75 bpm, Normoaxis, Iskemik Anterolateral Lab Kesan Anemia Hb 7 Azotemia Cre 3.88
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan perkiraan akhir yang dapat diantisipasi.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri atau ketidaknyamanan. Penjelasan: Pada pasien ini, fokus SLKI adalah mencapai kontrol nyeri dada yang adekuat meskipun nyeri khas angina tidak ada. Nyeri yang terkait dengan iskemik miokard (dikonfirmasi EKG iskemik anterolateral) merupakan nyeri akut yang serius dan memerlukan manajemen segera. SLKI ini mencakup serangkaian tindakan seperti: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, intensitas, karakter, durasi, faktor pencetus dan pereda), 2) Memberikan terapi farmakologis sesuai instruksi (seperti nitrogliserin, analgesik, antiplatelet), 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis (seperti relaksasi, distraksi, posisi nyaman), 4) Memonitor respons pasien terhadap intervensi yang diberikan (perubahan skala nyeri, tanda vital, ekspresi wajah), dan 5) Menciptakan lingkungan yang tenang untuk mengurangi ansietas yang dapat memperberat persepsi nyeri. Tujuan akhirnya adalah mengurangi intensitas nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, mencegah perluasan area iskemik, dan meningkatkan kenyamanan.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Fasilitasi penghilangan nyeri atau ketidaknyamanan. Penjelasan: Intervensi keperawatan spesifik ini merupakan implementasi konkret dari SLKI Kontrol Nyeri. Pada kasus pasien dengan nyeri dada dan iskemik anterolateral, SIKI Manajemen Nyeri meliputi: a) Administrasi oksigen sesuai order (NRM 10 lpm sudah dilakukan) untuk meningkatkan suplai oksigen ke miokard yang iskemik, b) Memastikan akses intravena paten untuk pemberian obat emergensi jika diperlukan, c) Pemberian obat-obatan seperti nitrogliserin sublingual/menyemprotkan spray sesuai protokol untuk vasodilatasi koroner, morfin atau analgesik lain jika nyeri berat, serta aspirin atau antiplatelet lainnya, d) Memonitor ketat tanda vital (terutama TD dan HR) sebelum dan sesudah pemberian obat vasoaktif, e) Menginstruksikan pasien untuk segera melaporkan jika nyeri muncul, memberitahu untuk beristirahat total (bed rest) untuk mengurangi beban kerja jantung, f) Melakukan EKG serial untuk memantau perubahan iskemik, dan g) Memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. Intervensi ini harus didokumentasikan secara rinci termasuk waktu, respons pasien, dan evaluasi efektivitasnya.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pemeliharaan Jalan Napas: Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas dan membersihkan sekret. Penjelasan: Meskipun saturasi oksigen pasien normal (99% dengan bantuan oksigen), pasien mengeluh sesak napas dan merasa penuh, serta ditemukan RBH dan RBK positif. Ini mengindikasikan adanya kongesti paru dan kemungkinan penumpukan sekret, sehingga pola napas menjadi tidak efektif. SLKI ini bertujuan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan pertukaran gas optimal. Tindakannya meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu), 2) Melakukan auskultasi suara napas secara berkala untuk mendeteksi perubahan (seperti krekles yang menunjukkan edema paru), 3) Memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan, 4) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan memonitor efektivitasnya, 5) Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan (seperti latihan napas dalam, batuk efektif) untuk membersihkan jalan napas, dan 6) Melakukan suction jika ada indikasi sekret yang tidak bisa dikeluarkan pasien. Tujuannya adalah mempertahankan atau meningkatkan pertukaran gas, mengurangi sesak, dan mencegah komplikasi seperti hipoksia.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Memfasilitasi patensi jalan napas. Penjelasan: Implementasi spesifik dari SLKI di atas mencakup: a) Memastikan kanul nasal atau masker oksigen terpasang dengan benar dan aliran oksigen 10 lpm sesuai order, b) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan napas dalam dan perlahan untuk meningkatkan ventilasi alveolar dan mencegah atelektasis, c) Melakukan rotasi dan perubahan posisi secara periodik (dengan tetap memperhatikan kondisi istirahat jantung) untuk mencegah stasis sekret, d) Mempersiapkan alat suction di dekat pasien untuk keadaan darurat, e) Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologis seperti diuretik (untuk mengurangi kongesti paru) dan bronkodilator jika diperlukan, f) Memonitor ketat saturasi oksigen dan tanda-tanda distress pernapasan, serta g) Memberikan edukasi pada pasien untuk segera melaporkan jika sesak memberat. Intervensi ini sangat krusial karena sesak napas dapat memperburuk kondisi iskemik jantung akibat peningkatan kebutuhan oksigen dan beban kerja jantung.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Keterbatasan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan, yang ditandai dengan laporan kelelahan, kelemahan, sesak napas, atau respons fisiologis yang tidak normal terhadap aktivitas.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Penjelasan: Pasien datang dengan kondisi lemah (KU: CM, lemah), anemia (Hb 7), azotemia (Cre 3.88), dan iskemik jantung. Kombinasi faktor-faktor ini sangat menguras energi dan menyebabkan intoleransi aktivitas yang berat. SLKI ini berfokus pada pengaturan aktivitas untuk mencegah kelelahan dan mengurangi beban kerja jantung. Tindakannya meliputi: 1) Mengkaji tingkat kelemahan dan respons fisiologis terhadap aktivitas ringan (seperti perubahan TD, HR, RR, dan saturasi), 2) Merencanakan dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup di antara aktivitas perawatan diri yang terbatas, 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (mandi, berpakaian, eliminasi) sesuai kebutuhan untuk menghemat energi, 4) Menjelaskan pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat kepada pasien dan keluarga, 5) Melakukan latihan rentang gerak pasif atau aktif ringan untuk mencegah komplikasi imobilisasi, dan 6) Secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai toleransi dan kondisi klinis. Tujuannya adalah mencegah memburuknya iskemik jantung akibat aktivitas berlebihan, mengurangi gejala kelemahan, dan mempertahankan fungsi muskuloskeletal.
Kode SIKI: I.09011
Deskripsi : Manajemen Aktivitas: Memberikan bantuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas. Penjelasan: Implementasi dari SLKI Manajemen Energi dilakukan melalui: a) Menetapkan regimen istirahat ketat (bed rest) pada fase akut, b) Membantu pasien dalam semua aktivitas, mendorong untuk segera beristirahat jika muncul gejala nyeri dada, sesak, atau lelah, c) Mengatur lingkungan agar perlengkapan pasien mudah dijangkau, d) Memonitor respons tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas (seperti BAB/BAK dengan pispot/bedpan), e) Kolaborasi dalam manajemen anemia dan azotemia (seperti persiapan transfusi darah jika diperlukan, memonitor balance cairan) untuk memperbaiki penyebab dasar kelemahan, f) Secara bertahap, ketika kondisi stabil, mengajarkan teknik penghematan energi dan merencanakan peningkatan aktivitas bertahap (dari duduk di tepi tempat tidur, berdiri, hingga berjalan jarak pendek), dan g) Memberikan reinforcement positif atas setiap kemajuan yang dicapai pasien. Intervensi ini vital untuk pemulihan fungsi jantung dan mencegah deconditioning.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadeku
Article No. 23316 | 16 Dec 2025
Klinis : DPH-2 pasien baru rujukan RS Ibnu Sina datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 1 hari SMRS. Pasien sebelumnya dirawat di RS Ibnu Sina dengan keluhan panas sejak hari Selasa dan BAB hitam mulai dari hari Rabu terakhir kemarin malam, nafsu makan berkurang. Pasien dirawat sejak tanggal 12 Desember 2025 GDS stick 86 KU lemah, GCS E2V2M4 TD : 97/50 mmhg N : 82 x/mnt R 28 x/mnt S : 36.3 C SpO2 99 % NRM Mata : CA (+/+), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rh (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral pucat (+/+), oedem (-/-), CRT <2 detik Eks. Inferior : akral pucat (+/+), oedem (-/-), CRT <2 detik Lab (15/12/2025) Hb 5.79 Hct 17.1 AE 2.06 AL 7.68 AT 76 GDS 101 Ur 378.8 Cr 3.66
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Syok Hipovolemik Sekunder pada Perdarahan Saluran Cerna
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang ditetapkan; Nadi dalam rentang yang ditetapkan; Tidak ada manifestasi syok (seperti kulit dingin, pucat, penurunan kesadaran, produksi urin menurun); Keseimbangan cairan.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Intervensi: Observasi dan catat tekanan darah, nadi, frekuensi napas, dan suhu sesuai kondisi pasien; Identifikasi faktor yang mempengaruhi tekanan darah; Monitor tanda-tanda vital setiap 15 menit, 30 menit, 1 jam sesuai kondisi; Monitor status hemodinamik; Monitor tanda-tanda syok; Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat sesuai indikasi; Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, ureum, kreatinin); Ajarkan keluarga tanda-tanda penurunan tekanan darah dan syok yang harus dilaporkan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Syok Hipovolemik Sekunder pada Perdarahan Saluran Cerna
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Perfusi perifer adekuat. Kriteria hasil: Denyut nadi perifer teraba kuat dan seimbang; Warna kulit normal; CRT < 2 detik; Kulit hangat; Tidak ada nyeri, kesemutan, atau baal; Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 0806
Deskripsi : Manajemen Perfusi. Intervensi: Monitor status hemodinamik (TD, N, R, suhu); Monitor kualitas dan kesamaan denyut nadi perifer; Monitor warna, kehangatan, dan kelembaban kulit ekstremitas; Monitor capillary refill time (CRT); Posisikan pasien untuk mengoptimalkan aliran darah (misalnya, tinggikan ekstremitas jika tidak kontraindikasi); Hindari tekanan pada pembuluh darah; Lindungi ekstremitas dari cedera; Kolaborasi pemberian terapi oksigen dan cairan intravena; Monitor tanda-tanda syok; Monitor hasil laboratorium terkait perfusi (asam-basa, laktat).
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Syok Hipovolemik Sekunder pada Perdarahan Saluran Cerna
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SLKI: 1403
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Kriteria hasil: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan; Denyut nadi dalam rentang yang diharapkan; Irama jantung reguler; Tidak ada edema paru; Haluaran urin adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam); Status mental baik.
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung. Intervensi: Monitor tanda-tanda vital (TD, N, R) secara berkala; Auskultasi bunyi jantung (BJ I-II reguler, murmur); Monitor status neurologis/kesadaran (GCS); Monitor produksi urin; Monitor adanya edema paru (ronkhi bashal); Monitor kulit terhadap pucat, sianosis, dan diaforesis; Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat inotropik/vasoaktif jika diperlukan; Monitor hasil pemeriksaan penunjang (EKG, foto thoraks, laboratorium).
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Syok Hipovolemik Sekunder pada Perdarahan Saluran Cerna
Kode SDKI: 0034
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: Suara napas vesikuler; Tidak ada suara napas tambahan (mengi, ronkhi, stridor); Frekuensi napas dalam rentang normal; Ekspansi dada simetris; Tidak ada sianosis; GDA dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala agak tinggi jika tidak ada syok, atau posisi recovery jika muntah); Auskultasi suara napas; Monitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan; Monitor status oksigenasi (SpO2, warna kulit); Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan; Kolaborasi pemberian terapi oksigen; Monitor tanda-tanda distress pernapasan; Lakukan fisioterapi dada jika memungkinkan; Ajarkan keluarga tanda-tanda sumbatan jalan napas.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Syok Hipovolemik Sekunder pada Perdarahan Saluran Cerna
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera. Kriteria hasil: Tidak ada tanda-tanda cedera fisik (memar, lecet, jatuh); Lingkungan aman; Pasien kooperatif dengan tindakan pencegahan; Keluarga memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: 6500
Deskripsi : Pencegahan Jatuh. Intervensi: Identifikasi faktor risiko jatuh (penurunan kesadaran/GCS 8, hipotensi, kelemahan); Tempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi; Pasang side rail tempat tidur; Gunakan restrain yang aman jika diperlukan sesuai kebijakan; Pastikan lingkungan aman (penerangan cukup, lantai tidak licin, barang tertata); Instruksikan keluarga untuk selalu mendampingi; Pasang tanda risiko jatuh di tempat tidur pasien; Monitor kondisi pasien secara ketat; Lakukan mobilisasi dengan bantuan sesuai kemampuan.
Article No. 23317 | 16 Dec 2025
Klinis : Tn. B usia 55 tahun dengan diagnosa medis Gagal Napas, Status On Seat Dextra Bilateral Tonic Clonic, Seizure, Stroke Infark (Ischemic Stroke), Serangan Ketiga, Involunter Crurys (D), HT Emergency dan DM tipe 2 dengan masalah keperawatan gangguan ventilasi spontan. Pasien dirawat hari ke 3 dengan produksi secret banyak dan terdengar rochi apex paru kanan dan kiri. Mode Ventilator Control dengan Fio2 40%. Susunlah proses keperawatan pada pasien diatas dan silahkan menambahkan data (semu)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Napas Akut pada Pasien dengan Stroke Iskemik, Kejang, dan Komorbid
Kode ICD-10: J96.00 (Acute respiratory failure, unspecified whether with hypoxia or hypercapnia) sebagai kode utama, disertai I63.9 (Cerebral infarction, unspecified), G40.909 (Epilepsy, unspecified, not intractable, without status epilepticus), I10 (Hypertensive disease), dan E11.9 (Type 2 diabetes mellitus without complications).
Deskripsi Singkat : Kondisi pasien merupakan kegawatan medis kompleks yang berpusat pada Gagal Napas Akut (J96.00), yaitu ketidakmampuan sistem pernapasan mempertahankan pertukaran gas (oksigenasi dan/atau ventilasi) secara adekuat, sehingga memerlukan dukungan ventilator mekanik. Gagal napas ini terjadi sebagai komplikasi atau beriringan dengan beberapa kondisi berat. Penyebab utamanya adalah Stroke Infark Iskemik (I63.9), yaitu gangguan suplai darah ke otak yang menyebabkan kematian jaringan otak, yang dapat mempengaruhi pusat pernapasan atau menimbulkan kelemahan otot pernapasan. Kejang tipe tonik-klonik umum (G40.909) merupakan faktor pencetus atau komplikasi dari stroke yang turut memperburuk kebutuhan oksigen dan berisiko menyebabkan aspirasi. Hipertensi Emergensi (I10) merupakan faktor risiko sekaligus komplikasi yang memperberat beban jantung dan pembuluh darah. Diabetes Melitus Tipe 2 (E11.9) merupakan komorbid yang memperburuk penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Produksi sekret banyak dan ronchi menunjukkan adanya masalah sekresi jalan napas atau kemungkinan infeksi sekunder seperti pneumonia aspirasi. Keseluruhan kondisi ini memerlukan penanganan intensif multidisiplin dengan fokus stabilisasi pernapasan, manajemen neurologis, dan kontrol komorbid.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23318 | 16 Dec 2025
Klinis : Tn. B usia 55 tahun dengan diagnosa medis Gagal Napas, Status On Seat Dextra Bilateral Tonic Clonic, Seizure, Stroke Infark (Ischemic Stroke), Serangan Ketiga, Involunter Crurys (D), HT Emergency dan DM tipe 2 dengan masalah keperawatan gangguan ventilasi spontan. Pasien dirawat hari ke 3 dengan produksi secret banyak dan terdengar rochi apex paru kanan dan kiri. Mode Ventilator Control dengan Fio2 40%. Susunlah proses keperawatan pada pasien diatas dan silahkan menambahkan data (semu)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat. Kriteria hasil: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang yang diharapkan. 2) Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan. 3) Tidak ada tanda-tanda distress pernapasan (seperti takipnea, penggunaan otot bantu napas, sianosis). 4) Suara napas bersih/tidak ada ronkhi atau mengi. 5) Tingkat kesadaran dalam rentang yang diharapkan. 6) Keseimbangan asam-basa dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan pertukaran gas (misalnya, head up 30-45 derajat jika tidak kontraindikasi). 2) Monitor status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 3) Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan seperti ronkhi, mengi. 4) Lakukan fisioterapi dada dan suction untuk membersihkan jalan napas dari sekret. 5) Pantau dan catat karakteristik sputum/sekre. 6) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. 7) Pantau status hemodinamik, termasuk tekanan darah dan denyut nadi. 8) Monitor nilai analisis gas darah arteri dan saturasi oksigen. 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik, atau antibiotik sesuai indikasi. 10) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif jika pasien kooperatif.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Tujuan: Jalan napas pasien tetap paten dan bersih dari sekret. Kriteria hasil: 1) Suara napas vesikuler/tidak ada suara tambahan. 2) Laju dan irama pernapasan dalam rentang normal. 3) Tidak terdapat sekret yang menyumbat jalan napas. 4) Mampu mengeluarkan sekret secara efektif (atau sekret dapat dikeluarkan dengan bantuan). 5) Nilai analisis gas darah dalam batas normal.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. (Tindakan sama seperti di atas, dengan penekanan pada poin 3, 4, 5, dan 10 untuk mencegah dan mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas).
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0023
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi oleh patogen.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Tujuan: Pasien bebas dari tanda dan gejala infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, pus) atau sistemik (demam, leukositosis). 3) Hasil kultur negatif (jika dilakukan). 4) Melakukan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan: 1) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 2) Pertahankan teknik aseptik/steril selama melakukan prosedur invasif (seperti suction, perawatan ventilator). 3) Monitor tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh. 4) Observasi dan catat tanda-tanda infeksi. 5) Lakukan perawatan oral dan kebersihan diri pasien secara teratur. 6) Lakukan rotasi dan perawatan area tekanan secara rutin. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan. 8) Edukasi keluarga/pengunjung tentang pentingnya cuci tangan.
Kondisi: Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer
Kode SDKI: 0029
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami gangguan aliran darah dan pertukaran jaringan pada ekstremitas.
Kode SLKI: 0808
Deskripsi : Status Sirkulasi Perifer. Tujuan: Sirkulasi perifer pasien tetap adekuat. Kriteria hasil: 1) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris. 2) Warna dan kehangatan kulit ekstremitas normal. 3) Waktu pengisian kapiler kurang dari 3 detik. 4) Tidak ada keluhan kesemutan, baal, atau nyeri pada ekstremitas.
Kode SIKI: 4090
Deskripsi : Pemantauan Neurovaskuler. Tindakan: 1) Kaji warna, kehangatan, sensasi, gerak (CMS: Circulation, Motion, Sensation) dan denyut nadi perifer pada ekstremitas, khususnya yang mengalami involunter crurys. 2) Monitor tanda-tanda kompartemen sindrom (nyeri hebat, pucat, parastesia, paralysis, pulselessness). 3) Posisikan ekstremitas untuk meningkatkan aliran darah (hindari tekanan). 4) Lakukan mobilisasi pasif jika pasien tidak sadar atau imobil. 5) Anjurkan dan bantu latihan rentang gerak (ROM) aktif jika memungkinkan. 6) Monitor status hidrasi dan hemodinamik.
Kondisi: Kurang Perawatan Diri: Mandi/Higiene
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/higiene diri sendiri.
Kode SLKI: 0301
<>Deskripsi : Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS): Perawatan Diri. Tujuan: Kebutuhan higiene dan kebersihan diri pasien terpenuhi. Kriteria hasil: 1) Tubuh pasien bersih dan bebas dari bau tidak sedap. 2) Kulit utuh, bersih, dan lembab. 3) Rambut bersih dan tertata rapi. 4) Kuku bersih dan terpangkas. 5) Pasien merasa nyaman.
Kode SIKI: 1801
Deskripsi : Bantuan Perawatan Diri: Mandi/Higiene. Tindakan: 1) Kaji kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri. 2) Bantu pasien mandi secara lengkap di tempat tidur dengan menggunakan teknik yang tepat. 3) Lakukan perawatan mulut dan gigi secara rutin. 4) Lakukan perawatan rambut dan kuku. 5) Ganti pakaian dan linen tempat tidur yang basah atau kotor. 6) Libatkan keluarga dalam perawatan higiene sesuai kemampuan. 7) Pertahankan privasi dan harga diri pasien selama melakukan perawatan.
Article No. 23319 | 16 Dec 2025
Klinis : Seorang laki laki usia 56 tahun datang ke UGD RSPAD dengan keluhan terjadi penurunan kesadaran. menurut keluarga pasien, jam 21.00 pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan semakin lama semakin nyeri, rasa kesemutan pada ekstrimitas kiri. Pasien tidak mau dibawa ke RS menurutnya akan sembuh saat tidur namun pada saat bangun pagi pasien sulit dibangunkan dan segera dibawa ke RS . Pasien memiliki Riwayat hipertensi tidak terkontrol, Diabetes melitus tidak terkontrol, saat dilakukan pengkajian di dapati Nilai GCS E2M3V2, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100x/menit S 37 Pernafasan 24x/menit reflek fisiologis ++/++, Reflek Cahaya +/+ diameter pupil 3/3 nilai motoric 5555 3333 5555 3333 Saat dilakukan auskultasi suara ronchi pada kedua lapang paru slym banyak dan kental terpasang oksigen sungkup 8 liter/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Risiko Komplikasi Neurologis pada Stroke Hemoragik
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Penurunan Kesadaran adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan seseorang untuk berespon terhadap rangsangan dari lingkungannya, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada kasus ini, penurunan kesadaran (GCS E2M3V2=7) diduga kuat disebabkan oleh stroke hemoragik sekunder akibat hipertensi emergensi (TD 190/100 mmHg) dengan riwayat hipertensi dan DM tidak terkontrol. Gejala awal nyeri kepala hebat dan kesemutan ekstremitas kiri mengarah pada gangguan neurologis fokal. Kondisi ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, herniasi batang otak, dan kegagalan sistem pernapasan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Pemantauan Status Neurologis. Tindakan keperawatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini perubahan status neurologis pasien yang dapat mengindikasikan memburuknya kondisi. Implementasinya meliputi pemantauan GCS (Glasgow Coma Scale) secara ketat dan berkelanjutan setiap 30 menit hingga 1 jam, termasuk evaluasi respons mata (E), motorik (M), dan verbal (V). Memeriksa reaksi pupil terhadap cahaya, ukuran, dan kesamaan (isokor/anisokor). Memantau kekuatan motorik secara komparatif kedua sisi tubuh (dalam kasus ini, sisi kanan 5555 menunjukkan kekuatan normal, sedangkan sisi kiri 3333 menunjukkan kelemahan berat/hemiparese), serta memantau adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, dan perubahan pola napas. Pemantauan ini vital untuk menentukan efektivitas intervensi medis dan kebutuhan eskalasi terapi.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : SIKI 3401: Pemantauan Tanda-Tanda Vital. Tindakan keperawatan ini berfokus pada pengukuran dan interpretasi sistematis tanda-tanda vital untuk mengidentifikasi perubahan kondisi pasien. Pada kasus ini, pemantauan meliputi pengukuran tekanan darah non-invasif/invasif secara ketat (setiap 15-30 menit) untuk menilai respons terhadap terapi antihipertensi darurat dan mencegah perdarahan ulang atau iskemia lebih lanjut. Memantau frekuensi, irama, dan kualitas nadi (100x/menit) sebagai indikator curah jantung dan respons terhadap stres. Memantau frekuensi (24x/menit), pola, dan usaha pernapasan, serta suara napas tambahan (ronchi) yang mengindikasikan akumulasi sekret dan risiko aspirasi atau pneumonia. Memantau suhu tubuh (37°C) untuk mendeteksi infeksi atau disfungsi hipotalamus. Data dari SIKI ini terintegrasi dengan data SLKI untuk memberikan gambaran holistik tentang stabilitas hemodinamik dan neurologis pasien, yang sangat krusial dalam penatalaksanaan fase akut stroke dan kegagalan multi-organ.
Article No. 23320 | 16 Dec 2025
Klinis : Seorang laki laki usia 56 tahun datang ke UGD RSPAD dengan keluhan terjadi penurunan kesadaran. menurut keluarga pasien, jam 21.00 pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan semakin lama semakin nyeri, rasa kesemutan pada ekstrimitas kiri. Pasien tidak mau dibawa ke RS menurutnya akan sembuh saat tidur namun pada saat bangun pagi pasien sulit dibangunkan dan segera dibawa ke RS . Pasien memiliki Riwayat hipertensi tidak terkontrol, Diabetes melitus tidak terkontrol, saat dilakukan pengkajian di dapati Nilai GCS E2M3V2, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100x/menit S 37 Pernafasan 24x/menit reflek fisiologis ++/++, Reflek Cahaya +/+ diameter pupil 3/3 nilai motoric 5555 3333 5555 3333 Saat dilakukan auskultasi suara ronchi pada kedua lapang paru slym banyak dan kental terpasang oksigen sungkup 8 liter/menit
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Stroke Hemoragik Intraserebral
Kode ICD-10: I61.9
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki 56 tahun dengan faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus tidak terkontrol, datang dengan penurunan kesadaran mendadak (GCS E2M3V2) yang didahului oleh nyeri kepala hebat progresif dan gejala neurologis fokal (kesemutan ekstremitas kiri). Gambaran klinis yang disertai tekanan darah sangat tinggi (190/100 mmHg) sangat mengarah pada perdarahan intraserebral akut sebagai komplikasi dari krisis hipertensi. Kode I61.9 mengindikasikan perdarahan intraserebral non-traumatik yang tidak dispesifikasikan lokasi anatomisnya di dalam otak. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan neurologis di mana pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan hematom yang menekan jaringan otak sekitarnya, mengakibatkan defisit neurologis fokal dan penurunan kesadaran. Ronkhi basah pada paru dapat terkait dengan aspirasi atau edema paru neurogenik sekunder. Penatalaksanaan darurat meliputi stabilisasi jalan napas, kontrol tekanan darah yang ketat, dan konfirmasi diagnosis dengan pencitraan otak (CT-scan).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23321 | 16 Dec 2025
Klinis : Seorang laki laki usia 56 tahun datang ke UGD RSPAD dengan keluhan terjadi penurunan kesadaran. menurut keluarga pasien, jam 21.00 pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan semakin lama semakin nyeri, rasa kesemutan pada ekstrimitas kiri. Pasien tidak mau dibawa ke RS menurutnya akan sembuh saat tidur namun pada saat bangun pagi pasien sulit dibangunkan dan segera dibawa ke RS . Pasien memiliki Riwayat hipertensi tidak terkontrol, Diabetes melitus tidak terkontrol, saat dilakukan pengkajian di dapati Nilai GCS E2M3V2, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100x/menit S 37 Pernafasan 24x/menit reflek fisiologis ++/++, Reflek Cahaya +/+ diameter pupil 3/3 nilai motoric 5555 3333 5555 3333 Saat dilakukan auskultasi suara ronchi pada kedua lapang paru slym banyak dan kental terpasang oksigen sungkup 8 liter/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Fungsi Serebral) pada Stroke Hemoragik / Kritis Hipertensi dengan Komplikasi Neurologis dan Respiratorik
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan serebral. Diagnosa ini dipilih karena pasien menunjukkan tanda-tanda klinis penurunan kesadaran berat (GCS 7 = E2M3V2) yang merupakan manifestasi langsung dari gangguan perfusi dan fungsi otak. Etiologinya diduga kuat adalah stroke hemoragik (dengan gejala awal nyeri kepala hebat dan defisit neurologis fokal) yang dipicu oleh hipertensi emergensi (TD 190/100 mmHg) yang tidak terkontrol. Kondisi ini diperberat oleh riwayat DM yang juga tidak terkontrol, yang memperburuk kondisi vaskular. Penurunan kesadaran merupakan ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa pasien dan memerlukan intervensi segera.
Kode SLKI: 0401, 0402, 0403
Deskripsi : SLKI 0401: Mempertahankan/meningkatkan perfusi serebral. Tujuan utamanya adalah menstabilkan tekanan darah secara terkendali untuk mencegah perdarahan lebih lanjut sekaligus menjaga tekanan perfusi otak yang adekuat. SLKI 0402: Mempertahankan/meningkatkan tingkat kesadaran. Tujuannya adalah memantau trend GCS secara ketat untuk mendeteksi perburukan atau perbaikan, serta melindungi pasien dari cedera akibat ketidakmampuan merespon lingkungan. SLKI 0403: Mempertahankan fungsi neurologis. Tujuannya adalah memantau status neurologis secara komprehensif termasuk refleks fisiologis, refleks pupil, dan fungsi motorik (dari data menunjukkan kelemahan hemiparese kanan dengan skor motorik 5 di ekstremitas kiri dan 3 di ekstremitas kanan), untuk mengevaluasi perkembangan defisit dan respons terhadap terapi.
Kode SIKI: 0401, 0402, 0403, 0410, 3301
Deskripsi : SIKI 0401: Memantau tanda-tanda neurologis (tingkat kesadaran, ukuran pupil, kekuatan motorik, dll) secara berkala dan teratur. SIKI 0402: Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dengan frekuensi tinggi. SIKI 0403: Memposisikan kepala pasien dalam posisi netral/tinggi (30 derajat) untuk meningkatkan drainase vena dan mengurangi tekanan intrakranial. SIKI 0410: Kolaborasi pemberian terapi untuk menurunkan tekanan darah dan tekanan intrakranial sesuai resep (misal, antihipertensi parenteral, diuretik osmotik seperti manitol). SIKI 3301: Manajemen jalan napas. Intervensi ini sangat kritis karena pasien mengalami penurunan kesadaran berat dan terdapat suara ronchi serta sekret banyak, yang menunjukkan risiko tinggi aspirasi dan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Intervensi meliputi pemantauan pola napas, suara napas, dan upaya batuk; melakukan suction untuk membersihkan sekret; serta memastikan patensi jalan napas dan kesesuaian terapi oksigen (saat ini terpasang sungkup 8 L/menit). Persiapan untuk intubasi endotrakeal harus dilakukan mengingat GCS yang sangat rendah. Semua intervensi ini dilakukan untuk mendukung perfusi otak, mencegah komplikasi sekunder seperti hipoksia atau aspirasi, dan mempertahankan fungsi vital sambil menunggu tindakan diagnostik lebih lanjut (seperti CT scan kepala) dan terapi definitif.
Article No. 23322 | 16 Dec 2025
Klinis : Seorang laki laki usia 56 tahun datang ke UGD RSPAD dengan keluhan terjadi penurunan kesadaran. menurut keluarga pasien, jam 21.00 pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan semakin lama semakin nyeri, rasa kesemutan pada ekstrimitas kiri. Pasien tidak mau dibawa ke RS menurutnya akan sembuh saat tidur namun pada saat bangun pagi pasien sulit dibangunkan dan segera dibawa ke RS . Pasien memiliki Riwayat hipertensi tidak terkontrol, Diabetes melitus tidak terkontrol, saat dilakukan pengkajian di dapati Nilai GCS E2M3V2, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100x/menit S 37 Pernafasan 24x/menit reflek fisiologis ++/++, Reflek Cahaya +/+ diameter pupil 3/3 nilai motoric 5555 3333 5555 3333 Saat dilakukan auskultasi suara ronchi pada kedua lapang paru slym banyak dan kental terpasang oksigen sungkup 8 liter/menit. Hasil pemeriksaan CT Scan Terdapat oklusi/ sumbatan pada arteri brakialis kanan dengan hidrosefalus Thorak foto: terdapat pneumonia di kedua lobus paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Perfusi Jaringan Otak dan Risiko Komplikasi pada Pasien Stroke Iskemik dengan Pneumonia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Penurunan perfusi jaringan otak adalah suatu keadaan dimana aliran darah ke jaringan otak menurun, mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak. Pada kasus ini, kondisi ini disebabkan oleh oklusi/sumbatan pada arteri brakialis kanan yang teridentifikasi melalui CT Scan, yang merupakan penyebab stroke iskemik. Hal ini dimanifestasikan secara klinis dengan penurunan kesadaran (GCS E2M3V2 = 7), nyeri kepala hebat, dan gejala neurologis fokal seperti kesemutan pada ekstremitas kiri. Riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama yang memperberat kondisi ini. Penurunan perfusi ini mengancam viabilitas jaringan otak dan berpotensi menyebabkan defisit neurologis permanen jika tidak segera ditangani.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk mengoptimalkan aliran darah serebral dan mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan tingkat kesadaran menuju GCS 15 (E4M6V5), 2) Tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan untuk mengurangi risiko perdarahan sekunder atau edema serebral, 3) Tanda-tanda neurologis fokal (seperti kesemutan atau kelemahan) tidak memberat atau menunjukkan perbaikan, 4) Tidak terjadi peningkatan tekanan intrakranial yang ditandai dengan tidak memburuknya sakit kepala dan status pupil tetap normal (isokor, reflek cahaya positif), 5) Kebutuhan oksigenasi jaringan otak terpenuhi yang ditunjukkan dengan saturasi oksigen dalam batas normal. Pencapaian SLKI ini memerlukan kolaborasi ketat dalam pemberian terapi trombolitik (jika memenuhi syarat), antihipertensi, dan neuroproteksi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau, mempertahankan, dan meningkatkan aliran darah ke otak. Tindakan spesifik yang harus dilakukan berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena dan mengurangi tekanan intrakranial, dengan memastikan alignment tulang belakang leher netral. 2) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan setiap jam atau sesuai protokol, termasuk GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (dari data: 5555 di kanan, 3333 di kiri menunjukkan hemiparese sisi kiri), dan tanda-tanda peningkatan TIK. 3) Mengelola tekanan darah secara kolaboratif sesuai target terapi (biasanya tidak diturunkan terlalu agresif pada fase akut stroke iskemik) dengan pemberian obat antihipertensi intravena yang terkontrol. 4) Memastikan oksigenasi adekuat dengan mempertahankan patensi jalan napas dan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (saat ini terpasang sungkup 8 L/menit), serta melakukan suction untuk membersihkan sekresi kental yang dapat menyebabkan hipoksia. 5) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah hipovolemia atau hipervolemia yang dapat mempengaruhi perfusi. 6) Memberikan lingkungan yang tenang, mengurangi stimulasi yang tidak perlu, dan menghindari manuver valsava (seperti mengejan) untuk mencegah peningkatan TIK. 7) Berkolaborasi dalam pemberian obat-obatan neuroprotektif dan memantau respons terapi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dan Risiko Gagal Napas pada Pasien dengan Pneumonia Aspirasi
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas. Pada pasien ini, kondisi ini terjadi akibat penurunan kesadaran (GCS 7) yang menyebabkan refleks batuk dan menelan terganggu, sehingga berisiko tinggi terjadi aspirasi sekresi atau makanan/minuman. Hasil pemeriksaan fisik (ronchi di kedua lapang paru, sekresi banyak dan kental) dan thorax foto (pneumonia di kedua lobus paru) mengkonfirmasi adanya akumulasi sekresi yang telah menyebabkan infeksi dan mengganggu pertukaran gas. Kondisi ini diperberat oleh status neurologis yang buruk dan potensi peningkatan produksi sekresi akibat respons inflamasi dari stroke dan infeksi.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Tujuan intervensi adalah untuk mencapai dan mempertahankan kepatenan jalan napas serta mencegah komplikasi pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suara napas vesikuler jelas di semua lapang paru tanpa ronchi atau wheezing, 2) Sekresi jalan napas dapat dikeluarkan dengan efektif (baik secara spontan atau dengan bantuan suction), jumlah dan konsistensi sekresi berkurang, 3) Tidak terdapat tanda-tanda distress pernapasan (takipnea, penggunaan otot bantu napas, sianosis), dengan frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Nilai gas darah arteri atau saturasi oksigen perifer (SpO2) dalam batas normal atau sesuai target, 5) Gambaran radiologis toraks menunjukkan perbaikan infiltrat pneumonia.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup tindakan untuk memastikan patensi, membersihkan sekresi, dan mendukung ventilasi. Tindakan spesifik berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Melakukan auskultasi suara napas secara rutin untuk menilai adanya penumpukan sekresi. 2) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai toleransi dan kondisi neurologis pasien. 3) Melakukan suction endotrakeal atau orofaring secara steril dan tepat indikasi untuk mengangkat sekresi kental yang banyak, dengan pre-oksigenasi untuk mencegah hipoksia. 4) Memberikan terapi nebulizer atau humidifikasi untuk mengencerkan sekresi (mukolitik) dan bronkodilator jika diperlukan. 5) Mempertahankan posisi semi-fowler atau side-lying dengan kepala agak ekstensi (jika aman dari sudut pandang neurologis) untuk memudahkan drainase sekresi dan mencegah aspirasi. 6) Memonitor ketat status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas) dan saturasi oksigen secara terus menerus. 7) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik untuk pneumonia, terapi oksigen, dan persiapan jika diperlukan intubasi serta ventilasi mekanik akibat penurunan kesadaran yang dalam dan kegagalan pernapasan. 8) Memberikan edukasi dan penjelasan kepada keluarga tentang pentingnya posisi dan kondisi pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien dengan Diabetes Mellitus Tidak Terkontrol dan Stres Akut Stroke
Kode SDKI: 0021Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah keadaan dimana seorang individu rentan mengalami variasi kadar glukosa darah di luar rentang normal, yang dapat mengakibatkan komplikasi akut seperti hipoglikemia atau hiperglikemia. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Kondisi stroke akut dan infeksi pneumonia merupakan stresor fisik berat yang memicu respon hormonal (peningkatan hormon kontra-regulasi seperti kortisol dan katekolamin) yang menyebabkan resistensi insulin dan hiperglikemia akut. Hiperglikemia pada fase akut stroke dikaitkan dengan luasan infark yang lebih besar, outcome neurologis yang buruk, dan peningkatan risiko infeksi. Oleh karena itu, manajemen glikemik yang ketat sangat penting dalam tatalaksana pasien ini.
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Kadar glukosa darah terkontrol. Tujuan intervensi adalah untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, biasanya lebih ketat (misalnya 140-180 mg/dL) pada pasien stroke akut di ICU. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Kadar glukosa darah kapiler atau plasma berada dalam rentang target yang ditentukan, 2) Tidak terjadi episode hipoglikemia (glukosa darah <70 mg/dL) yang bergejala atau asimtomatik, 3) Tidak terjadi komplikasi akut hiperglikemia seperti ketoasidosis diabetik atau status hiperglikemik hiperosmolar, 4) Tanda-tanda klinis terkait fluktuasi glukosa (seperti lemas, keringat dingin, penurunan kesadaran lebih lanjut) tidak muncul.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia/Hipoglikemia. Intervensi ini melibatkan pemantauan dan regulasi kadar glukosa darah. Tindakan spesifik berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Memantau kadar glukosa darah kapiler secara berkala (setiap 1-4 jam) sesuai protokol unit stroke atau ICU. 2) Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian insulin intravena drip (infus kontinu) dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pemantauan glukosa, karena merupakan terapi pilihan untuk mengontrol
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433