Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23330 | 17 Dec 2025
Klinis : Edukasi Pencegahan Infeksi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Edukasi Pencegahan Infeksi
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Defisit pengetahuan tentang pencegahan infeksi berhubungan dengan kurangnya informasi atau kesalahpahaman tentang sumber infeksi, mekanisme penularan, dan perilaku pencegahan.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Pengetahuan tentang pencegahan infeksi. Deskripsi: Pengetahuan klien dan/atau keluarga tentang cara mencegah infeksi meningkat, yang ditandai dengan: 1) Menyebutkan agen penyebab infeksi; 2) Menyebutkan cara penularan infeksi; 3) Menyebutkan tanda dan gejala infeksi; 4) Menjelaskan cara pencegahan infeksi; 5) Mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar; 6) Mendemonstrasikan cara menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan benar bila diperlukan; 7) Menjelaskan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan; 8) Menjelaskan pentingnya imunisasi sesuai usia dan kondisi; 9) Menjelaskan prinsip penggunaan antibiotik yang rasional (jika relevan); 10) Mengidentifikasi kapan harus mencari pertolongan kesehatan jika terjadi tanda infeksi.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Edukasi pencegahan infeksi. Deskripsi: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klien serta keluarga dalam mencegah terjadinya infeksi. Kegiatan ini meliputi: 1) Menilai tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang pencegahan infeksi; 2) Menjelaskan pengertian infeksi, sumber infeksi (mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur), dan cara penularannya (kontak langsung, udara, droplet, vektor, dll); 3) Menjelaskan faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi (misalnya, luka terbuka, daya tahan tubuh rendah, penyakit kronis); 4) Mendemonstrasikan dan meminta klien atau keluarga mendemonstrasikan kembali teknik mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol secara benar (7 langkah); 5) Mendemonstrasikan dan melatih etika batuk dan bersin yang benar (menggunakan tisu atau lengan baju bagian dalam); 6) Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri (mandi, gosok gigi, perawatan kuku) dan kebersihan lingkungan (ventilasi, sampah, kebersihan tempat tidur); 7) Menjelaskan pentingnya imunisasi sesuai jadwal dan rekomendasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh; 8) Memberikan edukasi tentang perawatan luka yang steril untuk mencegah infeksi pada klien dengan luka; 9) Menjelaskan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan jas lab dalam konteks tertentu (merawat orang sakit, di fasilitas kesehatan); 10) Memberikan edukasi tentang pencegahan infeksi menular seksual jika relevan; 11) Menjelaskan pentingnya nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup untuk meningkatkan sistem imun; 12) Memberikan penjelasan tentang bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dan tidak sesuai anjuran; 13) Melibatkan keluarga sebagai pendukung dalam penerapan perilaku pencegahan infeksi di rumah; 14) Memberikan bahan edukasi (leaflet, poster) sebagai pengingat; 15) Mengevaluasi pemahaman klien dan keluarga dengan metode tanya jawab atau demonstrasi ulang.
-
Article No. 23331 | 17 Dec 2025
Klinis : diagnosa bersihan jalan nafas, sputum banyak, sudah terpasang trakeostomi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dengan Sputum Banyak pada Pasien Trakeostomi
Kode ICD-10: J95.01
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan kegagalan atau ketidakefektifan dalam membersihkan sekresi (sputum banyak) dari saluran pernapasan pada pasien yang telah menjalani prosedur trakeostomi. Trakeostomi adalah pembuatan lubang di leher langsung ke trakea untuk membuka jalan napas, sering kali pada pasien dengan gangguan neurologis, kelemahan otot pernapasan, atau obstruksi jalan napas atas. Kode J95.01 secara spesifik mengacu pada "Mekonium dalam sekresi trakeobronkial akibat prosedur medis", yang dalam konteks klinis mencakup komplikasi seperti akumulasi sekresi yang berlebihan dan kental (sputum banyak) yang menghambat jalan napas pasca-pemasangan trakeostomi. Sputum yang banyak dapat disebabkan oleh infeksi, respons inflamasi, atau ketidakmampuan batuk efektif. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan dan medis rutin seperti penghisapan lendir (suction) yang steril, nebulisasi, fisioterapi dada, serta pemantauan untuk mencegah komplikasi serius seperti pneumonia aspirasi, hipoksia, atau obstruksi total kanula trakeostomi. Kode ini termasuk dalam bab "Penyakit pada sistem pernapasan" dan subkategori "Gangguan saluran pernapasan pasca-prosedur, tidak diklasifikasikan di tempat lain", menekankan bahwa masalah ini adalah konsekuensi langsung dari tata laksana medis (trakeostomi).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23334 | 17 Dec 2025
Klinis : klien dengan diagnosa icshialgia mengeluh nyeri pinggang menjalar ke kaki kanan nyeri terasa ditusuk tusuk, skala nyeri 7, nyeri dirasakan hilang timbul, nyeri bertambah ketika berjalan dan berdiri, nyeri berkurang ketika istirahat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu singkat.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Klien mengontrol nyeri dengan tindakan farmakologis dan/atau non-farmakologis. Indikator yang relevan untuk kasus ini meliputi: (1) Melaporkan nyeri berkurang/hilang, (2) Mengenali faktor pencetus nyeri, (3) Menggunakan metode non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, (4) Menggunakan analgesik sesuai resep/prosedur, (5) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan, (6) Tampak rileks, mampu tidur/istirahat, dan (7) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 0846
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Intervensi yang relevan meliputi: (1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala, onset, durasi, frekuensi, faktor pencetus, dan faktor pereda). (2) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan, terutama pada klien yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. (3) Ajarkan penggunaan skala nyeri yang sesuai. (4) Berikan analgetik sesuai indikasi, protokol, atau resep dokter, evaluasi efektivitas dan efek samping. (5) Lakukan tindakan non-farmakologis sebelum, setelah, dan di antara pemberian obat (misal: teknik relaksasi napas dalam, distraksi, terapi musik, posisi yang nyaman, kompres hangat/dingin). (6) Atur posisi untuk kenyamanan dan mengurangi ketegangan pada area nyeri. (7) Minimalkan faktor pencetus nyeri. (8) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. (9) Ajarkan untuk melaporkan nyeri segera ketika muncul. (10) Evaluasi respons klien terhadap intervensi nyeri.
-
Article No. 23336 | 17 Dec 2025
Klinis : Nyeri dada - sesak - lemas -,berdebar - TD 118/83 Hr 79 N 67 Rr 19 Sat 100% NK 2 lpm UO 1300/24/60 - 0.9 cc/kg/jam BC - 125 cc RBH - RBK + Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4 APTT 131 post HD Hb 10,5 Ht 32 L 14.8 Tr 283 Na 134 K 3.2 Cl 100 Ca 1,2 Ur 81 Cre 1.9 16.12.25 HBA1C 5.4 APTT 91 INR 1,4 Na 135 K 4.3 Cl 98 Ca 1.2 Nyeri dada - sesak - lemas + berdebar berkurang TD 121/69 mmhg Hr 61 x/mnt Rr 22 x/mnt Sat 100% NK 2 lpm RBH - Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4 nyeri dada (-), sesak berkurang O : KU : Lemah Kes : CM TD : 141/88 HR : 75 RR : 21 S : 36.4 SpO2 : 99 Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (+/+), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk 14/12 ->15/12 (post hd) hb: 11,71 -> 10,55 AE:4,05 ->3,55 hct: 36,1 -> 32,3 AL:13,92 ->14,85 AT: 322 ->283 gds: 127 ur: 256,8 -> 81,3 cr: 4,94-> 1,98
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Ketidakefektifan Pola Napas terkait Kondisi Kardiovaskular dan Pernapasan
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada pasien ini, nyeri dada merupakan keluhan utama yang disertai gejala kardiovaskular (berdebar, EKG menunjukkan PVC Bigemini dan susp Wellens Type B) dan pernapasan (sesak, bronkiektasis, PN bilateral).
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien mampu mengontrol nyeri melalui metode farmakologis dan non-farmakologis. Indikator pada pasien ini meliputi: melaporkan nyeri berkurang atau hilang (terlihat dari perkembangan "nyeri dada -" dan "nyeri dada (-)"), menunjukkan perilaku nyaman (misalnya, tidak gelisah, tanda vital stabil), menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, dan mematuhi regimen terapi analgesik yang diresepkan. Perkembangan kondisi dari "nyeri dada - sesak - lemas - berdebar" menjadi "nyeri dada (-), sesak berkurang, lemas + berdebar berkurang" menunjukkan progres positif menuju luaran ini.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang sistematis meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda). 2) Memantau tanda-tanda fisiologis dan perilaku respons nyeri (perubahan TD, HR, pola napas, ekspresi wajah). 3) Memberikan tindakan kenyamanan non-farmakologis (posisi nyaman, teknik relaksasi napas dalam, lingkungan tenang). 4) Kolaborasi pemberian farmako-terapi analgesik sesuai indikasi dan memantau efek samping. 5) Mengajarkan pasien dan keluarga tentang metode pelaporan nyeri dan teknik manajemen nyeri mandiri. 6) Memodifikasi intervensi berdasarkan evaluasi respons pasien.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas terkait Gangguan Pertukaran Gas (Bronkiektasis dan Pneumonia)
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Pola Napas adalah kondisi dimana individu mengalami inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat. Hal ini didukung oleh data pasien: keluhan sesak napas, diagnosis bronkiektasis kanan dan pneumonia bilateral, serta temuan fisik RBH (+/+) yang menunjukkan adanya sekret berlebih dan gangguan pertukaran gas meskipun saturasi oksigen normal dengan bantuan oksigen.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Luaran yang diharapkan adalah mempertahankan pola napas yang efektif dan pertukaran gas yang adekuat. Indikatornya meliputi: frekuensi napas dalam rentang normal (19-22x/menit), tidak ada tanda distress pernapasan (retraksi negatif), bunyi napas jernih atau membaik (dari RBK + menjadi RBK -/-), mampu melakukan aktivitas tanpa sesak, dan nilai analisa gas darah dalam batas normal. Perubahan dari "sesak" menjadi "sesak berkurang" dan hilangnya RBK merupakan indikator kemajuan.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas) dan saturasi oksigen secara berkala. 2) Melakukan fisioterapi dada (batuk efektif, latihan napas dalam, postural drainage) untuk mobilisasi sekret. 3) Melakukan suction jalan napas sesuai indikasi. 4) Mempertahankan kepatenan jalan napas dengan posisi semi-fowler atau tinggi. 5) Memberikan terapi oksigen sesuai program (NK 2 lpm) dan memantau keefektifannya. 6) Kolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik, atau antibiotik. 7) Memonitor hasil pemeriksaan penunjang seperti rontgen thoraks.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung terkait Aritmia (PVC Bigemini dan Susp Wellens Type B)
Kode SDKI: 00206
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Curah Jantung adalah keadaan dimana seseorang berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Risiko ini tinggi pada pasien karena temuan EKG: PVC Bigemini (kontraksi ventrikel prematur berpasangan) dan susp Wellens Type B (polanya mengindikasikan iskemia arteri descendens anterior kiri yang signifikan), yang dapat mengganggu irama dan efisiensi pompa jantung, serta ditunjang keluhan lemas dan berdebar.
Kode SLKI: 0404
Deskripsi : Status Sirkulasi: Kardiak. Luaran yang diharapkan adalah mempertahankan curah jantung yang adekuat. Indikatornya meliputi: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima (TD 118/83 hingga 141/88), denyut nadi dalam rentang normal dan ritmis (HR 61-79), tidak ada keluhan berdebar atau lemas yang signifikan, haluaran urin adekuat (>0.5 cc/kg/jam), kulit hangat dan kering, serta status mental baik. Perbaikan keluhan lemas dan berdebar, serta stabilnya tanda vital pasca hemodialisa mendukung luaran ini.
Kode SIKI: 4040
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Memantau tanda vital (TD, HR, Nadi, RR) secara ketat dan berkelanjutan, khususnya mengamati irama dan keteraturan nadi. 2) Memantau status jantung melalui auskultasi bunyi jantung dan pemantauan EKG terus menerus untuk mendeteksi perubahan irama. 3) Mengkaji tanda-tanda penurunan curah jantung (hipotensi, takikardia/bradikardia, penurunan kesadaran, penurunan haluaran urin, kulit dingin). 4) Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, khususnya memantau kadar kalium (K 5.6 -> 3.2 -> 4.3) yang sangat mempengaruhi irama jantung. 5) Kolaborasi pemberian terapi antiaritmia dan manajemen iskemia sesuai instruksi dokter. 6) Membatasi aktivitas untuk mengurangi beban kerja jantung selama fase akut.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh terkait Peningkatan Kebutuhan Metabolik (Infeksi) dan Anemia
Kode SDKI: 00026
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Data yang mendukung: adanya infeksi (pneumonia bilateral) yang meningkatkan kebutuhan metabolik, nilai hemoglobin yang cenderung turun (11.7 -> 10.5) menunjukkan anemia, albumin rendah (3.55), dan mukosa bibir kering. Meski asupan oral (BC) dilaporkan 125 cc, perlu dikaji kecukupan nutrisi secara keseluruhan.
Kode SLKI: 1103
Deskripsi : Status Nutrisi. Luaran yang diharapkan adalah kebutuhan nutrisi terpenuhi. Indikatornya meliputi: asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, berat badan stabil atau meningkat, nilai laboratorium nutrisi dalam batas normal (Hb, Albumin, Limfosit), tidak ada tanda malnutrisi (kelemahan otot, luka sulit sembuh), dan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Peningkatan nilai albumin pasca HD dan perbaikan kondisi umum menjadi target luaran ini.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Mengkaji asupan nutrisi dan cairan per hari (balance cairan). 2) Memantau nilai laboratorium terkait nutrisi (Hb, Ht, Albumin, Elektrolit). 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein yang sesuai, terutama dengan kondisi penyakit ginjal (ureum & kreatinin tinggi). 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan kandungan protein tinggi dan sesuai batasan ginjal. 5) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi untuk penyembuhan. 6) Memantau berat badan secara berkala. 7) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau terapi transfusi PRC jika diperlukan untuk mengatasi anemia.
-
Article No. 23307 | 16 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran lemah, E2V2M1 TD 135/91 mmHg N 92 x/menit R 33 x/menit S 36,4 c Spo0 99 Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : lidah kotor (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rhonki +/+, wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Pemeriksaan neurologi peripheral painful stimuli (+/+/+/+) Central painful stimuli (+) Meningial sign (-) -> Cranial nervus 1. Vision - voluntary eye movement (-) - Visual pursuit (-) - Blik to treat (-) 2. Pupillary assesment and refleks - Pupillary respond -> +/+, 2mm/2mm - The eye lid release test -> +/+ - Doll eyes -> +/+ - Corneal refleks -> +/+ 3. Motor assement Tonus - upper 1/1 - Lower 1/1 motor response - upper laterasasi dextra sinistra - lower laterasasi dextra sinistra 4. Motor refleks Refleks patologis (-/-) Refleks fisiologis +1/+1/+1/+1 5. plantar response +/+ NIHSS: 28 -26 CT scan Kesan : - Infark cerebri di occipitalis bilateral - Kalsifikasi curvilinier di occipitalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli RBK +/+ slrh lapangan paru EKG : Sinus Takikardia Hb 13.2 Ht 40 L 17,5 Tr 40 Na 132 K 4.9 Cl 95 Ca 0.8 GDS 171 Ur 83 Cre 1.77 GDP 149 Chol 154 HDL 22 LDL 97 TG 173 Au 9.1 AGD 7,12 BE -8 CO2 65 O2 174 HCO3 21 Sat 99 Laktat 1,6 --> 7.349 BE -2 CO2 42 O2 25 HCO3 23 Sat 42% laktat 3.7
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) pada Infark Serebri Bilateral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan kesadaran adalah suatu keadaan penurunan kemampuan seseorang untuk menerima dan merespons rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada kasus ini, pasien mengalami penurunan kesadaran berat dengan skor GCS E2V2M1 (total 5) dan respons hanya terhadap rangsang nyeri, baik sentral maupun perifer. Hal ini disebabkan oleh infark serebri bilateral di area oksipital dan atrofi serebri yang mengganggu fungsi kesadaran di batang otak dan sistem aktivasi retikularis ascendens (ARAS). Kondisi ini diperberat oleh adanya asidosis respiratorik (pH 7.12, pCO2 65) yang menunjukkan gagal napas akut hipoventilasi, kemungkinan akibat depresi pusat pernapasan atau inkoordinasi otot pernapasan. Penurunan kesadaran ini mengancam jiwa karena risiko aspirasi, hipoksia, dan kegagalan multi organ.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Tercapainya tingkat kesadaran yang optimal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien menunjukkan peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS) mendekati normal (E4V5M6). 2) Fungsi vital (pernapasan, sirkulasi) dalam batas normal yang mendukung perfusi dan oksigenasi otak. 3) Refleks proteksi jalan napas (batuk, muntah) intact untuk mencegah aspirasi. 4) Tidak terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial lebih lanjut. 5) Fungsi neurologis (refleks fisiologis, tonus) stabil atau membaik. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah stabilisasi GCS, koreksi gangguan asam-basa (asidosis respiratorik), dan pencegahan komplikasi imobilisasi. Pemantauan ketat terhadap perubahan respons neurologis, pola napas, dan gas darah arteri merupakan indikator kemajuan.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesadaran serta mencegah komplikasi. Intervensi utama meliputi: 1) **Pemantauan Neurologis Ketat**: Menilai GCS (E, V, M) setiap jam atau sesuai protokol, memantau ukuran dan reaksi pupil, serta respons motorik terhadap rangsang nyeri. Dokumentasi setiap perubahan. 2) **Manajemen Jalan Napas dan Pernapasan**: Posisikan pasien dalam posisi semi-fowler atau lateral jika memungkinkan untuk memfasilitasi ventilasi. Lakukan penghisapan lendir secara rutin dan hati-hati untuk menjaga jalan napas paten. Pantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman) dan saturasi oksigen secara terus-menerus. Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen dan persiapan ventilasi mekanik jika gagal napas memburuk (berdasarkan analisis AGD). 3) **Pemantauan Hemodinamik**: Pantau tekanan darah, nadi, suhu secara reguler. Tekanan darah 135/91 mmHg perlu dipantau untuk menghindari hipotensi yang memperburuk perfusi otak atau hipertensi yang berlebihan. 4) **Pencegahan Komplikasi Imobilisasi**: Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus, latihan rentang gerak pasif untuk mencegah kontraktur, dan manajemen nutrisi enteral (jika ada indikasi) untuk memenuhi kebutuhan metabolik. 5) **Manajemen Lingkungan**: Kurangi stimulasi yang tidak perlu (suara, cahaya), tetapi berikan stimulasi yang terapeutik seperti berbicara dengan pasien saat melakukan perawatan. 6) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis (antikoagulan/antiplatelet setelah evaluasi, manajemen gula darah, koreksi gangguan elektrolit), serta terapi respiratorik. Intervensi ini bersifat dinamis dan disesuaikan dengan respons pasien terhadap terapi.
-
Article No. 23308 | 16 Dec 2025
Klinis : Ny. R, usia 23 tahun, datang ke puskesmas Dream pada tanggal 29 September 2025. Pasien mengeluhkan nyeri pada telinga kiri sejak 2 hari yang lalu, sehari sebelumnya telinga terasa gatal dan tidak enak sehingga pasien membersihkan telinganya dengan cotton buds. Terdapat cairan yang keluar dari liang telinga sebelah kiri dan adanya pembengkakan pada telinga sebelah kiri. Pasien mengaku sebelumnya kemasukan air saat sedang berenang. Pasien belum pernah berobat untuk mengatasi keluhannya. Tidak ada riwayat hipertensi, penyakit immunokompromise, dan kencing manis. Hasil TTV: TD: 120/70 mmHg, N: 84 x/menit, S: 36,5 C, RR: 20 x/menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Infeksi terkait Otitis Eksterna dan Trauma Mekanik pada Liang Telinga
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus Ny. R, nyeri akut muncul sebagai keluhan utama dengan onset 2 hari yang lalu, dipicu oleh proses inflamasi/infeksi pada liang telinga kiri (otitis eksterna) yang diperburuk oleh trauma mekanik dari penggunaan cotton bud. Nyeri ini bersifat subjektif dan menjadi fokus utama intervensi keperawatan untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (seperti kompres), melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala 7-8 menjadi ≤3 pada skala 0-10), tanda-tanda vital dalam rentang normal (seperti yang sudah terlihat pada TTV pasien, menunjukkan tidak ada respons stres sistemik yang signifikan), ekspresi wajah dan perilaku yang lebih rileks, serta mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa gangguan nyeri yang berarti. Pada kasus otitis eksterna, pengendalian nyeri sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup sementara proses penyembuhan infeksi berlangsung.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Intervensi manajemen nyeri ini meliputi serangkaian tindakan yang sistematis. Pertama, lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi P (provokasi/palliative), Q (quality), R (region/radiation), S (severity scale), dan T (time). Kedua, ajarkan dan bantu pasien untuk melakukan teknik non-farmakologis seperti kompres hangat atau dingin di area sekitar telinga (bukan langsung pada liang telinga) sesuai kenyamanan pasien untuk mengurangi inflamasi dan nyeri. Ketiga, kolaborasi dengan dokter/nakes lain untuk pemberian analgesik atau obat tetes telinga sesuai resep, dan edukasi pasien mengenai cara pemberian serta efek sampingnya. Keempat, ciptakan lingkungan yang tenang untuk mengurangi stimulasi yang dapat memperberat persepsi nyeri. Kelima, monitor efektivitas intervensi yang diberikan dengan mengevaluasi kembali skala nyeri dan respons pasien secara berkala. Intervensi ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan penyebab nyeri, yaitu infeksi dan trauma, sehingga edukasi untuk menghindari manipulasi telinga juga merupakan bagian dari manajemen nyeri jangka panjang.
Kondisi: Risiko Infeksi (Penyebaran) terkait Kerusakan Integritas Kulit Liang Telinga dan Adanya Eksudat
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu rentan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada Ny. R, risiko ini sangat tinggi karena adanya faktor predisposisi: 1) Kerusakan integritas kulit liang telinga akibat trauma mekanik dari cotton bud, yang menghilangkan lapisan protektif kulit dan serumen; 2) Adanya media pertumbuhan yang ideal (lingkungan lembab dan hangat) akibat kemasukan air saat berenang (otitis eksterna tipe 'swimmer's ear'); 3) Adanya eksudat/cairan yang keluar dari liang telinga yang merupakan produk dari proses infeksi awal. Jika tidak dikelola dengan baik, infeksi dapat meluas ke jaringan sekitar (selulitis periaurikular) atau bahkan ke tulang temporal (otitis eksterna maligna), meskipun jarang.
Kode SLKI: L.10031
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi dan mencapai penyembuhan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: luka/inflamasi pada liang telinga menunjukkan tanda-tanda penyembuhan (reduksi edema, pengeringan eksudat, tidak ada eritema yang meluas), tidak adanya demam (suhu tubuh tetap dalam rentang normal, seperti 36.5°C pada pasien), tidak ada keluhan nyeri yang memberat atau munculnya nyeri berdenyut yang hebat, serta pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perilaku perawatan telinga yang benar untuk mencegah infeksi berulang. Hasil lab jika tersedia (seperti swab telinga) menunjukkan berkurangnya jumlah koloni bakteri.
Kode SIKI: I.10029
Deskripsi : Intervensi manajemen infeksi ini berfokus pada pencegahan komplikasi dan edukasi. Pertama, lakukan perawatan luka/area infeksi dengan teknik aseptik jika diperlukan pembersihan oleh tenaga kesehatan. Kedua, edukasi pasien secara komprehensif: a) Larangan keras untuk mengorek, menggaruk, atau memasukkan apapun (termasuk cotton bud) ke dalam liang telinga; b) Cara menjaga telinga tetap kering (misalnya menggunakan penutup telinga atau kapas yang dilapisi vaselin saat mandi, hindari berenang sampai dinyatakan sembuh); c) Teknik membersihkan telinga yang aman, yaitu hanya membersihkan daun telinga bagian luar dengan handuk lembut. Ketiga, monitor tanda-tanda penyebaran infeksi seperti peningkatan suhu tubuh, pembengkakan yang meluas, nyeri yang bertambah hebat, atau munculnya discharge purulen yang berbau. Keempat, kolaborasi ketat untuk pemberian terapi antibiotik topikal (tetes telinga) atau sistemik sesuai resep, dan pastikan kepatuhan pasien. Kelima, anjurkan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun. Intervensi ini bersifat protektif dan edukatif untuk memutus rantai infeksi dan mencegah kekambuhan.
-
Article No. 23309 | 16 Dec 2025
Klinis : Nyeri dada + khas angina (-) sesak - TD 95/61 Hr 47 N 47 Rr 18 Sat 98% NK 2 lpm RBH - NTE + CT scan 7.25 Infark cerebri di capsula interrna dextra TTE 7.25 LV dilatasi Ef 45% DD gr II Hb 11,6 Ht 35 L 7,4 Tr 225 Ur 27 Cre 0.8 Na 141 K 4.5 Cl 107 Ca 1.1 GDS 97 CKMB 37 GDP 105 Chol 158 HDL 41 LDL 99 TG 142 Au 6.8 HBA1C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan curah jantung dengan kriteria hasil: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, nadi perifer dapat diraba, kulit hangat dan kering, haluaran urine adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam), status mental baik, dan tidak ada dispneu atau ortopneu.
Kode SIKI: I.08001 - I.08008 (seleksi)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan curah jantung meliputi: memonitor status hemodinamik termasuk tekanan darah, nadi, tekanan vena sentral, dan saturasi oksigen secara berkala (I.08001). Mempertahankan tirah baring dengan posisi kepala tempat tidur ditinggikan selama fase akut (I.08002). Mengatur keseimbangan cairan dengan memantau asupan dan keluaran, serta mengkaji tanda kelebihan beban cairan (I.08003). Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95% (I.08004). Memantau respons pasien terhadap obat-obatan inotropik, diuretik, atau afterload reducing agents jika diberikan (I.08005). Mengajarkan pasien dan keluarga untuk melaporkan gejala seperti sesak napas, kelelahan, edema, dan peningkatan berat badan secara tiba-tiba (I.08006). Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologis sesuai resep dan mempersiapkan pasien untuk prosedur lebih lanjut jika diperlukan (I.08007). Memberikan dukungan psikologis dan edukasi mengenai pembatasan aktivitas, diet rendah garam, serta pemantauan gejala (I.08008).
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0160
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak.
Kode SLKI: L.16001
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral tetap adekuat dengan kriteria hasil: status neurologis stabil atau membaik (GCS 15), fungsi kognitif dan sensori intact, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, dan tidak terjadi defisit neurologis baru.
Kode SIKI: I.16001 - I.16008 (seleksi)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan perfusi serebral meliputi: memonitor status neurologis secara ketat dan berkala menggunakan skala GCS, ukuran pupil, dan kekuatan motorik (I.16001). Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial (I.16002). Memonitor dan mempertahankan tekanan darah sistolik dalam rentang yang ditargetkan (misalnya 110-150 mmHg) untuk menjamin tekanan perfusi serebral yang adekuat (I.16003). Menghindari manuver valsava, batuk berlebihan, dan mengejan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (I.16004). Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah hipotensi atau hipovolemia yang dapat memperburuk perfusi (I.16005). Kolaborasi dalam pemberian terapi neuroprotektif atau pengendalian tekanan darah sesuai resep (I.16006). Memberikan lingkungan yang tenang, mengurangi stimulasi berlebihan, dan mengatur aktivitas untuk menghemat energi (I.16007). Edukasi keluarga tentang tanda-tanda penurunan neurologis yang harus segera dilaporkan seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak, atau bicara pelo (I.16008).
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa dispneu, nyeri dada, atau kelelahan berlebihan; tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas; serta mampu mengidentifikasi aktivitas yang aman sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09001 - I.09007 (seleksi)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan toleransi aktivitas meliputi: menilai respons fisiologis terhadap aktivitas (nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen, dan kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas (I.09001). Merencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas yang melelahkan (I.09002). Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri secara bertahap sesuai toleransi, dimulai dari aktivitas ringan seperti menyikat gigi di tempat tidur hingga duduk, berdiri, dan berjalan (I.09003). Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil, dan menghindari terburu-buru (I.09004). Kolaborasi dengan tim fisioterapi untuk program latihan bertahap yang aman (I.09005). Memberikan dukungan oksigen selama aktivitas jika diperlukan untuk mencegah hipoksia (I.09006). Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda intoleransi aktivitas (pusing, sesak, nyeri dada, palpitasi, kelelahan ekstrem) yang mengharuskan penghentian aktivitas dan pelaporan kepada perawat (I.09007).
-
Article No. 23310 | 16 Dec 2025
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau menyerupai kerusakan jaringan secara tiba-tiba atau lambat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri. Indikator: 1) Melaporkan nyeri dapat terkontrol; 2) Mengenali faktor penyebab; 3) Mengenali faktor pencetus; 4) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri; 5) Menggunakan terapi farmakologi sesuai resep untuk mengatasi nyeri; 6) Mematuhi terapi farmakologi sesuai resep; 7) Melaporkan efek samping terapi farmakologi; 8) Melaporkan penurunan intensitas nyeri; 9) Melaporkan penurunan frekuensi nyeri; 10) Melaporkan peningkatan periode bebas nyeri.
Kode SIKI: 1601, 1602, 1603, 1604, 1605, 1606, 1607, 1608, 1609, 1610, 1611, 1612, 1613, 1614, 1615, 1616, 1617, 1618, 1619, 1620, 1621, 1622, 1623, 1624, 1625, 1626, 1627, 1628, 1629, 1630, 1631, 1632, 1633, 1634, 1635, 1636, 1637, 1638, 1639, 1640, 1641, 1642, 1643, 1644, 1645, 1646, 1647, 1648, 1649, 1650, 1651, 1652, 1653, 1654, 1655, 1656, 1657, 1658, 1659, 1660, 1661, 1662, 1663, 1664, 1665, 1666, 1667, 1668, 1669, 1670, 1671, 1672, 1673, 1674, 1675, 1676, 1677, 1678, 1679, 1680, 1681, 1682, 1683, 1684, 1685, 1686, 1687, 1688, 1689, 1690, 1691, 1692, 1693, 1694, 1695, 1696, 1697, 1698, 1699, 1700
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk diagnosa Nyeri Akut (0016) sangat komprehensif dan mencakup pendekatan holistik. Intervensi dimulai dengan pengkajian menyeluruh: menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda), respons fisiologis dan perilaku, serta dampaknya pada fungsi dan kualitas hidup. Perawat melakukan manajemen farmakologi dengan tepat: memberikan analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek samping, serta menerapkan prinsip pemberian analgesik tepat waktu (misalnya, sebelum nyeri berat muncul). Secara paralel, intervensi nonfarmakologi menjadi pilar utama. Ini termasuk teknik distraksi seperti mendengarkan musik atau mengobrol, relaksasi napas dalam dan progresif, serta terapi kognitif seperti imajinasi terbimbing. Terapi fisik seperti masase lembut, kompres hangat atau dingin (sesuai indikasi), dan reposisi juga diterapkan. Edukasi pasien dan keluarga adalah komponen kritis. Perawat mengajarkan tentang penyebab nyeri, penggunaan skala nyeri, pentingnya melaporkan nyeri secara dini, cara dan jadwal penggunaan obat, serta teknik nonfarmakologi yang dapat dilakukan mandiri. Perawat juga menciptakan lingkungan yang nyaman (mengatur pencahayaan, kebisingan, suhu) dan memodifikasi aktivitas untuk menghemat energi. Dukungan emosional diberikan melalui pendampingan, validasi perasaan, dan mengurangi kecemasan yang dapat memperberat persepsi nyeri. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penatalaksanaan nyeri yang kompleks juga dilakukan. Seluruh intervensi didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi keberhasilan dan penyesuaian rencana keperawatan, dengan tujuan akhir mencapai SLKI Kontrol Nyeri (1601) dimana pasien melaporkan penurunan intensitas/frekuensi nyeri, peningkatan periode bebas nyeri, dan mampu menggunakan metode farmakologi maupun nonfarmakologi dengan tepat untuk mengelola nyerinya.
-
Article No. 23311 | 16 Dec 2025
Klinis : perempuan post sc mengeluh sesak nafas, dada terasa ampek dan berdebar-debar, susah tidur selama 2 hari karena pusing dan kepala terasa berat.TD 190/110 mmHg, HR 92 x/m,RR 24-30 x/menit,Suhu 37 derajat,Spo2 98- 100 % on NRBM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi dengan Gangguan Pernapasan dan Ansietas
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan
Kode SIKI: 1910
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah
Kondisi: Hipertensi dengan Gangguan Pernapasan dan Ansietas
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: 0110
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif
Kode SIKI: 0110
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas
Kondisi: Hipertensi dengan Gangguan Pernapasan dan Ansietas
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: 1410
Deskripsi : Tingkat ansietas terkontrol
Kode SIKI: 1410
Deskripsi : Penurunan Ansietas
-
Article No. 23312 | 16 Dec 2025
Klinis : Nyeri dada - sesak - lemas + berdebar + TD 118/67 mmhg Hr 64 x/mnt Rr 20 x/mnt Sat 100% NK 2 lpm RBH - Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4 Keluhan pusing, batuk + dahak TD 123/65 Hr 79 N 67 Rr 19 Sat 100% NK 2 lpm UO 2200/24/60 - 1.4 cc/kg/jam BC - 800 cc RBH - RBK + Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4 APTT 131 post HD Hb 10,5 Ht 32 L 14.8 Tr 283 Na 134 K 3.2 Cl 100 Ca 1,2 Ur 81 Cre 1.9 16.12.25 HBA1C 5.4 APTT 91 Na 135 K 4.3 Cl 98 Ca 1.2 nyeri dada (-), sesak berkurang KU Lemah, Kes :CM , sesak nafas TD : 149/95 N : 85 S : 37,1 RR : 23 SPO2 : 97 Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (+/+), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut / Ketidaknyamanan (berkaitan dengan iskemia miokard dan gangguan pernapasan)
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; awitan mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan untuk mengendalikan dan menoleransi pengalaman nyeri fisik. Kriteria hasil: Pasien menyatakan nyeri terkontrol; menunjukkan perilaku untuk mengatasi nyeri; menunjukkan posisi tubuh yang nyaman; tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan. Pada kasus ini, tujuan utamanya adalah mengurangi nyeri dada dan ketidaknyamanan pernapasan hingga tingkat yang dapat ditoleransi, yang ditandai dengan laporan verbal pasien, ekspresi wajah yang rileks, dan stabilitas tanda-tanda vital (TD, HR, RR).
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Identifikasi bersama pasien faktor yang memicu, memperberat, atau meringankan nyeri. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas). Kolaborasi pemberian farmakoterapi dan non-farmakoterapi sesuai indikasi. Monitor dan evaluasi respons pasien terhadap intervensi pengelolaan nyeri. Pada pasien ini, intervensi mencakup: 1) Pengkajian nyeri dada secara berkala (skala, karakter); 2) Memastikan pemberian oksigen (NK 2 lpm) untuk mengurangi hipoksia penyebab nyeri; 3) Memposisikan pasien untuk memudahkan pernapasan (misalnya, semi-Fowler); 4) Mengajarkan teknik pernapasan dalam perlahan untuk mengurangi ansietas dan meningkatkan ventilasi; 5) Kolaborasi dalam pemberian obat antiangina, analgesik, atau bronkodilator sesuai resep; 6) Memonitor EKG secara ketat untuk mendeteksi perubahan iskemia (Susp Wellen Type B menunjukkan iskemia anterior) dan aritmia (PVC Bigemini); 7) Menjaga lingkungan tenang untuk mengurangi stres.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif (berkaitan dengan peningkatan usaha napas dan sekresi jalan napas)
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang ditandai dengan peningkatan usaha bernapas, perubahan karakteristik napas, dan gangguan pertukaran gas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi: Kemampuan untuk menyediakan dan mempertahankan pertukaran udara yang adekuat. Kriteria hasil: Frekuensi pernapasan dalam rentang normal; irama pernapasan reguler; tidak ada dispnea atau orthopnea; bunyi napas bersih; saturasi oksigen dalam rentang normal. Tujuannya adalah mencapai dan mempertahankan pola napas yang efektif dengan RR 16-20x/menit, saturasi O2 >95%, dan reduksi sesak napas serta bunyi napas abnormal (RBH, RBK).
Kode SIKI: I.04029
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Lakukan fisioterapi dada dan latihan napas. Bantu pasien untuk batuk efektif dan latihan napas dalam. Lakukan penghisapan lendir jalan napas jika diperlukan. Berikan oksigen sesuai kebutuhan. Pantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas) dan saturasi oksigen. Auskultasi bunyi napas tiap shift atau sesuai kebutuhan. Pada pasien ini, intervensi spesifik meliputi: 1) Teruskan pemberian oksigen sesuai order dan evaluasi efektivitasnya; 2) Auskultasi bunyi napas secara berkala untuk memantau adanya ronki basis halus (RBH) dan kasar (RBK) akibat pneumonia bilateral dan bronkiektasis; 3) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif serta teknik ekspektorasi untuk mengeluarkan dahak; 4) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau antibiotik; 5) Memonitor hasil analisa gas darah dan rontgen thoraks serial; 6) Memposisikan pasien untuk optimalisasi ekspansi dada dan drainase sekresi.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung (berkaitan dengan gangguan konduksi/iritabilitas miokard dan iskemia)
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Ketidakadekuatan darah yang dialirkan oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang ditandai dengan perubahan preload, afterload, kontraktilitas, atau frekuensi jantung.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Status Sirkulasi: Kemampuan jantung untuk memompa darah dalam volume yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan. Kriteria hasil: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan; denyut nadi dalam rentang normal dan reguler; tidak ada dispnea atau ortopnea; haluaran urine adekuat; kulit hangat dan kering; status mental baik. Tujuannya adalah mempertahankan curah jantung yang adekuat, ditandai dengan TD stabil, irama jantung terkontrol (mengurangi PVC Bigemini), haluaran urine adekuat (UO 1.4 cc/kg/jam), dan tidak ada gejala hipoperfusi (lemah, pusing).
Kode SIKI: I.09014
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung: Pantau tanda-tanda vital (TD, Nadi, pernapasan) dan status hemodinamik. Pantau irama dan frekuensi jantung melalui EKG. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk mendukung kontraktilitas, menurunkan afterload, atau mengontrol irama jantung. Pertahankan keseimbangan cairan. Pantau haluaran urine dan berat badan. Pada pasien ini, intervensi kritis meliputi: 1) Pemantauan ketat EKG kontinu untuk mendeteksi perkembangan PVC Bigemini dan pola Wellen (iskemia anterior); 2) Memonitor tekanan darah dan denyut nadi secara berkala, waspada terhadap hipotensi atau takikardi; 3) Memantau keseimbangan cairan (Balance Cairan -800 cc menunjukkan output > input, perlu evaluasi penyebab dan dampaknya); 4) Memonitor elektrolit serum terutama Kalium (K 5.6 pra HD dan 3.2 post HD) karena ketidakseimbangan dapat memperburuk aritmia; 5) Kolaborasi pemberian obat antiaritmia, nitrat, atau lainnya sesuai kondisi jantung; 6) Memastikan haluaran urine adekuat sebagai indikator perfusi ginjal; 7) Mengkaji tanda perfusi perifer (akral hangat, CRT <2 detik).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (berkaitan dengan riwayat dan hasil laboratorium yang menunjukkan gangguan toleransi glukosa)
Kode SDKI: D.0090
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan. Faktor risiko pada pasien ini: GDS 127, GD2PP 147, dan riwayat kemungkinan diabetes (meskipun HbA1C 5.4 normal).
Kode SLKI: L.06008
Deskripsi : Kontrol Metabolik: Glukosa: Kemampuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal. Kriteria hasil: Kadar glukosa darah dalam rentang target; bebas dari gejala hipo/hiperglikemia; memahami dan melakukan manajemen diet dan terapi. Tujuannya adalah mencegah episode hiperglikemia atau hipoglikemia yang dapat memperburuk kondisi infeksi dan penyembuhan luka.
Kode SIKI: I.06032
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Pantau kadar glukosa darah sesuai protokol. Identifikasi faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar glukosa darah. Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai indikasi. Berikan pendidikan kesehatan mengenai diet, olahraga, dan pengobatan. Pada pasien ini, intervensi meliputi: 1) Pemantauan GDS secara berkala, terutama saat keluhan lemas atau pusing; 2) Kolaborasi dengan tim medis untuk kemungkinan terapi insulin sliding scale sesuai kebutuhan; 3) Memberikan edukasi diet sesuai kondisi (misal, diet DM dengan penyesuaian untuk penyakit ginjal kronik); 4) Memonitor tanda-tanda hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas) atau hipoglikemia; 5) Mengintegrasikan manajemen glukosa dengan kondisi utama (jantung, ginjal, infeksi).
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan (berkaitan dengan kompromi mekanisme regul
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433