Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23340 | 18 Dec 2025
Klinis : Pasien anak laki-laki, usia 2 tahun, mengalami keterlambatan berjalan dan bicara
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perkembangan Motorik dan Bahasa/Bicara Terganggu
Kode SDKI: 00136
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap keterlambatan pencapaian atau penyimpangan dari pola perkembangan motorik kasar/halus dan bahasa/bicara yang diharapkan untuk usia, yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, kesejahteraan, dan partisipasi sosial.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Pemantauan Perkembangan. Tujuan: Perkembangan anak dipantau secara komprehensif dan berkelanjutan. Kriteria Hasil: 1) Pertumbuhan fisik (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) diukur dan dicatat secara berkala sesuai protokol. 2) Pencapaian tonggak perkembangan (milestone) motorik kasar, motorik halus, bahasa/bicara, sosial, dan kognitif dievaluasi menggunakan instrumen standar (misal: KPSP/Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). 3) Perilaku dan pola interaksi anak dengan pengasuh dan lingkungan diobservasi. 4) Faktor risiko yang dapat menghambat perkembangan diidentifikasi (misal: riwayat prenatal, postnatal, stimulasi, nutrisi). 5) Temuan pemantauan didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada keluarga dan tim kesehatan. 6) Jadwal pemantauan perkembangan berikutnya direncanakan dan disepakati dengan keluarga.
Kode SIKI: 1401A
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Pemantauan Perkembangan. Tindakan: 1) Lakukan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) dengan teknik dan alat yang tepat, plot pada kurva pertumbuhan WHO, dan interpretasikan hasilnya. 2) Lakukan skrining perkembangan menggunakan KPSP atau alat skrining standar lainnya yang sesuai usia 2 tahun. Fokuskan observasi pada kemampuan motorik kasar (berjalan, naik tangga, menendang bola), motorik halus (mencoret, menyusun balok), dan bahasa/bicara (kosakata, menyusun dua kata, mengikuti perintah sederhana). 3) Wawancara orang tua mengenai kekhawatiran mereka, riwayat kehamilan dan persalinan, penyakit sebelumnya, serta pola stimulasi yang telah diberikan di rumah. 4) Observasi interaksi anak dengan orang tua/pengasuh selama kunjungan, perhatikan responsivitas pengasuh dan keterlibatan anak. 5) Dokumentasi semua temuan secara objektif dan sistematis. 6) Berikan penjelasan awal kepada orang tua tentang hasil temuan skrining dalam bahasa yang mudah dimengerti. 7) Rujuk ke tenaga profesional lain (dokter anak, tumbuh kembang, terapis wicara, fisioterapi) sesuai indikasi temuan. 8) Ajarkan dan rencanakan program stimulasi di rumah yang spesifik menargetkan area keterlambatan (misal: latihan keseimbangan dan koordinasi untuk motorik, teknik meningkatkan komunikasi dua arah untuk bahasa). 9) Tetapkan jadwal follow-up untuk evaluasi kemajuan perkembangan. 10) Berikan dukungan emosional dan informasi kepada orang tua untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam program stimulasi.
-
Article No. 23341 | 18 Dec 2025
Klinis : Tn. A, 58 tahun, laki-laki, riwayat gagal ginjal kronis akibat hipertensi selama 5 tahun, menjalani hemodialisis 2 kali/minggu. Keluhan Utama: Lemas, mual, muntah, sesak napas ringan. Hasil Pengkajian Keperawatan: 1. Subjektif Pasien mengeluh mudah lelah, mual setelah makan, tidak nafsu makan, Pasien mengeluh rasa gatal di kulit seluruh tubuh, nyeri ringan di punggung bawah, Pasien cemas tentang jadwal dialisis dan biaya pengobatan. 2. Objektif Tekanan darah 160/95 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,8°C, Kulit pucat, scratch mark di lengan, edema perifer ringan pada tungkai bawah, BB meningkat 2 kg sejak dialisis terakhir (retensi cairan), Bunyi jantung normal, paru-paru terdengar ronki halus di kedua basal Hasil laboratorium: Kreatinin 7 mg/dL, BUN 80 mg/dL, Hemoglobin 8,5 g/dL, K+ 5,8 mEq/L, Na+ 132 mEq/L dan Urine output <400 mL/24 jam.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 yang Bergantung pada Dialisis, akibat Hipertensi Esensial (Hipertensi Renal)
Kode ICD-10: N18.6 (Gagal ginjal kronis stadium 5) & I12.0 (Penyakit ginjal hipertensi dengan gagal ginjal stadium 5)
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki berusia 58 tahun dengan riwayat hipertensi yang telah berkembang menjadi Gagal Ginjal Kronis (GGK) stadium akhir (stadium 5). Kondisi ini ditandai dengan kerusakan ginjal permanen dan penurunan laju filtrasi glomerulus yang parah, sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis rutin 2 kali seminggu. Gejala klinis yang dialami seperti lemas, mual, muntah, sesak napas, gatal (pruritus), edema, dan peningkatan berat badan disebabkan oleh retensi cairan, penumpukan produk sisa nitrogen (uremia), dan ketidakseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hiponatremia) yang merupakan karakteristik dari uremia. Hasil laboratorium (kreatinin 7 mg/dL, BUN 80 mg/dL, oliguria) mengonfirmasi fungsi ginjal yang sangat rendah. Kode N18.6 menggambarkan kondisi gagal ginjal kronis yang telah mencapai stadium akhir dan memerlukan dialisis. Sementara itu, kode I12.0 digunakan untuk menunjukkan bahwa hipertensi esensial adalah penyebab yang mendasari penyakit ginjal ini, sesuai dengan hubungan kausal yang dijelaskan dalam riwayat pasien. Kombinasi kode ini memberikan gambaran klinis yang komprehensif mengenai etiologi dan stadium penyakit.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23342 | 18 Dec 2025
Klinis : Tn. A, 58 tahun, laki-laki, riwayat gagal ginjal kronis akibat hipertensi selama 5 tahun, menjalani hemodialisis 2 kali/minggu. Keluhan Utama: Lemas, mual, muntah, sesak napas ringan. Hasil Pengkajian Keperawatan: 1. Subjektif Pasien mengeluh mudah lelah, mual setelah makan, tidak nafsu makan, Pasien mengeluh rasa gatal di kulit seluruh tubuh, nyeri ringan di punggung bawah, Pasien cemas tentang jadwal dialisis dan biaya pengobatan. 2. Objektif Tekanan darah 160/95 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,8°C, Kulit pucat, scratch mark di lengan, edema perifer ringan pada tungkai bawah, BB meningkat 2 kg sejak dialisis terakhir (retensi cairan), Bunyi jantung normal, paru-paru terdengar ronki halus di kedua basal Hasil laboratorium: Kreatinin 7 mg/dL, BUN 80 mg/dL, Hemoglobin 8,5 g/dL, K+ 5,8 mEq/L, Na+ 132 mEq/L dan Urine output <400 mL/24 jam.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kelebihan volume cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular yang dapat disebabkan oleh mekanisme regulasi cairan yang terganggu, seperti pada gagal ginjal.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Pasien menunjukkan keseimbangan cairan dengan kriteria hasil: tanda vital dalam rentang yang diharapkan, tidak ada edema, berat badan stabil, dan bunyi napas bersih. Penjelasan: Pada kasus Tn. A, data objektif menunjukkan adanya kelebihan volume cairan yang ditandai dengan hipertensi (160/95 mmHg), edema perifer ringan pada tungkai bawah, peningkatan berat badan 2 kg sejak dialisis terakhir, dan adanya ronki halus di basal paru (indikasi kongesti). Hasil laboratorium seperti hiponatremia (Na+ 132 mEq/L) juga mendukung gangguan keseimbangan ini. SLKI ini menjadi tujuan dimana perawat berupaya agar setelah intervensi, tanda-tanda kelebihan cairan pada Tn. A dapat teratasi: tekanan darah terkontrol, edema hilang, berat badan kembali ke berat badan kering (dry weight), dan bunyi paru bersih. Pencapaian SLKI ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti gagal napas akut atau edema paru.
Kode SIKI: I.08090
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau tanda vital, status pernapasan, dan adanya edema secara berkala. 2) Memantau intake dan output cairan dengan ketat. 3) Menimbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama dan kondisi yang sama (setelah dialisis/pagi hari). 4) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai resep (jika masih menghasilkan urine) dan terapi renal replacement therapy (hemodialisis). 5) Membatasi asupan cairan dan natrium sesuai regimen yang ditetapkan. 6) Posisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memfasilitasi pernapasan. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda kelebihan cairan dan pentingnya pembatasan diet. Pada Tn. A, intervensi ini akan difokuskan pada pemantauan ketat sebelum dan sesudah hemodialisis, edukasi untuk membatasi minum dan garam, serta memastikan jadwal dialisisnya adekuat untuk mencapai dry weight. Dokumentasi intake-output dan berat badan harian adalah kunci evaluasi efektivitas terapi dialisis dan kepatuhan diet.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan, yang dimanifestasikan dengan keluhan lelah atau lemas.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Pasien meningkatkan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: melaporkan peningkatan energi, mampu melakukan aktivitas yang diinginkan tanpa dispnea atau kelelahan berlebihan, dan tanda vital stabil selama/setelah aktivitas. Penjelasan: Keluhan subjektif Tn. A yaitu mudah lelah dan lemas, serta data objektif seperti pucat dan hemoglobin rendah (8,5 g/dL/anemia), menunjukkan defisit energi yang nyata. Anemia pada gagal ginjal kronis disebabkan oleh defisiensi eritropoietin. Kondisi ini menyebabkan pasien tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa tanpa merasa sangat kelelahan. SLKI ini bertujuan agar Tn. A dapat beraktivitas secara bertahap dengan tingkat kelelahan yang berkurang, yang akan meningkatkan kualitas hidupnya. Pencapaian SLKI diukur melalui laporan pasien, observasi kemampuan aktivitas, dan pemantauan tanda vital (seperti takikardi atau sesak) saat aktivitas.
Kode SIKI: I.09006
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini meliputi: 1) Mengkaji faktor penyebab kelelahan (seperti anemia, uremia, gangguan tidur). 2) Memantau respons pasien terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan kelelahan). 3) Mengajarkan teknik penghematan energi: istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas, menjadwalkan aktivitas berat di waktu energi puncak (biasanya setelah dialisis). 4) Bantu pasien dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan aktivitas. 5) Kolaborasi dalam penatalaksanaan anemia (pemberian suplementasi zat besi, asam folat, dan Erythropoiesis Stimulating Agent/ESA). 6) Anjurkan aktivitas ringan secara bertahap sesuai toleransi. Pada Tn. A, intervensi akan fokus pada edukasi pengelolaan energi, penjadwalan aktivitas di sekitar jadwal dialisis, dan memastikan terapi anemia berjalan optimal melalui kolaborasi dengan tim medis.
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, berisiko menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan, defisit protein, dan penurunan fungsi imun.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Status nutrisi pasien membaik dengan kriteria hasil: asupan nutrisi dan cairan adekuat, berat badan stabil atau meningkat sesuai target, nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, dan tidak ada tanda malnutrisi. Penjelasan: Tn. A menunjukkan gejala mual, muntah, dan tidak nafsu makan yang merupakan gejala uremik akibat penumpukan toksin (BUN 80 mg/dL). Hal ini secara signifikan menghambat asupan nutrisi. Selain itu, pasien dengan hemodialisis memiliki kebutuhan protein yang lebih tinggi namun juga pembatasan berbagai zat seperti kalium dan fosfor. SLKI ini menargetkan perbaikan asupan nutrisi, pencegahan katabolisme otot, dan perbaikan parameter laboratorium seperti albumin dan hemoglobin. Status nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan, penyembuhan, dan respons terhadap terapi dialisis.
Kode SIKI: I.1120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau asupan makanan dan cairan, serta berat badan secara teratur. 2) Mengkaji faktor penyebab mual/muntah (uremia, efek samping obat) dan mengatasinya (kolaborasi pemberian antiemetik). 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet renal khusus: tinggi protein bernilai biologis tinggi, rendah kalium, rendah fosfor, rendah natrium, dan terkontrol cairannya. 4) Anjurkan makan porsi kecil tapi sering. 5) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan menyenangkan. 6) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya diet khusus dan cara mengatur pola makan di rumah. Pada Tn. A, intervensi kunci adalah mengelola gejala uremik yang mengganggu nafsu makan, memberikan edukasi diet renal yang ketat namun tetap memadai, dan memastikan asupan protein yang cukup untuk mengganti yang hilang selama proses dialisis.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau khawatir yang bersumber dari antisipasi ancaman yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui, yang dapat memengaruhi fungsi fisik dan psikologis.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Pasien menunjukkan penurunan ansietas dengan kriteria hasil: melaporkan perasaan cemas berkurang, menunjukkan perilaku yang tenang dan rileks, tanda vital dalam rentang normal, dan mampu mengidentifikasi serta menggunakan strategi koping yang efektif. Penjelasan: Tn. A secara subjektif menyatakan cemas tentang jadwal dialisis dan biaya pengobatan. Ansietas ini merupakan respons yang wajar terhadap penyakit kronis yang mengancam kehidupan, dengan beban pengobatan yang berat dan terus-menerus. Kecemasan dapat memperburuk kondisi fisiologis seperti tekanan darah dan menghambat kepatuhan berobat. SLKI ini bertujuan agar Tn. A dapat mengelola perasaan cemasnya sehingga tidak menjadi disfungsi, memiliki pemahaman yang baik tentang penyakitnya, dan dapat berpartisipasi aktif dalam perawatan dirinya dengan lebih tenang.
Kode SIKI: I.07129
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi ini meliputi: 1) Mengkaji tingkat ansietas, faktor pencetus, dan respons fisiknya. 2) Mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati (terapeutik communication). 3) Memberikan informasi yang akurat dan jelas tentang penyakit, prosedur dialisis, dan manajemen biaya (misal, dengan mengarahkan ke pekerja sosial medis atau asuransi). 4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam. 5) Mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatirannya. 6) Melibatkan keluarga dalam memberikanArticle No. 23343 | 18 Dec 2025
Klinis : nursan, laki laki, umur 25 tahun, hubungan dengan pasien: menantu suami dari ana, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan wiraswasta,bb 50, tb 160 ana, perempuan, umur 25 tahun, hubungan dengan pasien: anak, istri dari nursan, saudari eni dan ani, pendidikan terakhir SMK, pekerjaan IRT, bb 43, tb 143 Elsan, laki laki, umur 1 bulan, hubungan dengan pasien: cucu, anak dari ana, belum sekolah, belum bekerja, bb 1,6, pb 43 Rahim, laki laki, umur 62 tahun, pasien, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan TNI, bb 84, tb 173 Salma, perempuan, umur 41 tahun, hubungan dengan pasien: istri, pendidikan terakhir SMP, pekerjaan IRT, bb 65, tb 150 aulia, perempuan, umur 2 tahun, hubungan dengan pasien: cucu atau anak dari ani, belum sekolah, belum bekerja ahmad, laki laki, umur 5 tahun, hubungan dengan pasien: cucu, anak dari ani, Pendidikan TK, belum bekerja eni, perempuan, umur 7 tahun, hubungan dengan pasien: anak , saudari dari ana dan ani, pendidikan SD. alan suami ani. alan dan ani 31 tahun. alan dan ani tidak 1 rumah dengan yang lain karena sedang di papua ahmad, dan aulia imunisasi lengkap elsa belum imunisasi karna lahir prematur asal daerah jeneponto pasien menderita Hipertensi, asam urat, kolesterol, pernah dirawat di RS karena DBD. pasien tidak mengkonsumsi obat apapun penghasilan: dari pensiunan pasien 3 juta dari menantu dan ani tidak menentu upaya lain mendapatkan penghasilan dari berjualan harta benda yang dimiliki: rumah pribadi, dan 2 motor sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan: RS luas rumah: 4 kali 8 kepemilikan pribadi jumlah kamar/ruangan : 2 kamar, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 wc jendela 2 tidak ada septi tank sumber air minum: galon sampah: dibuang di luar, diangkut tukang sampah tidak menggunakan KB keluhan pasien: kaki keram, nyeri punggung, keluhan istri pasien: dysmenorrhea, keluhan ana: sakit gigi dari hamil, ani dan alan di papua tanpa keluhan TD pasien: 150/80, tTD ANA 114/74 TD istri pasien:130/80 anggota keluarga lainnya tidak punya keluhan ingat ini untuk tugas asuhan keperawatan keluarga jurusan keperawatan saya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Rentan terhadap ketidakmampuan mempertahankan tekanan darah dalam rentang normal, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Pengendalian Tekanan Darah. Kriteria hasil: 1) Keluarga menyatakan pemahaman tentang kondisi hipertensi. 2) Keluarga mendemonstrasikan pemantauan tekanan darah secara mandiri. 3) Tekanan darah dalam rentang yang ditargetkan. 4) Keluarga mengidentifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi. 5) Keluarga berpartisipasi dalam modifikasi gaya hidup (diet, aktivitas, manajemen stres). 6) Kepatuhan terhadap terapi farmakologis dan non-farmakologis. 7) Mengurangi atau menghilangkan gejala yang berhubungan dengan hipertensi (seperti sakit kepala, pusing). 8) Mencegah komplikasi hipertensi.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Hipertensi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji riwayat kesehatan, pola diet, aktivitas fisik, kebiasaan merokok/minum alkohol, dan riwayat keluarga. 2) Monitor tekanan darah, nadi, dan gejala terkait (sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, nyeri dada). 3) Ajarkan teknik pemantauan tekanan darah mandiri dan pencatatan. 4) Berikan edukasi tentang hipertensi, proses penyakit, dan komplikasi jangka panjang. 5) Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologis sesuai resep dan evaluasi efek samping. 6) Bantu keluarga mengidentifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi (diet tinggi garam/lemak, obesitas, stres, kurang aktivitas). 7) Bantu merencanakan modifikasi diet: diet rendah garam, rendah lemak jenuh dan kolesterol, tinggi serat. 8) Anjurkan aktivitas fisik teratur sesuai toleransi. 9) Ajarkan teknik manajemen stres (relaksasi, napas dalam). 10) Anjurkan pembatasan atau penghentian konsumsi alkohol dan rokok. 11) Fasilitasi dukungan keluarga untuk kepatuhan terapi. 12) Rujuk ke ahli gizi atau program pengelolaan hipertensi jika diperlukan. Pada keluarga ini, fokus pada kondisi pasien (Rahim) dengan TD 150/80 dan riwayat hipertensi, kolesterol, serta obesitas (IMT ~28,1). Pasien tidak mengonsumsi obat, menunjukkan potensi ketidakpatuhan atau kurang pemahaman. Edukasi dan pemantauan mandiri sangat penting. Istri (Salma) dengan TD 130/80 juga perlu pemantauan. Intervensi harus melibatkan seluruh keluarga untuk mendukung perubahan pola diet dan aktivitas.
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Rentan terhadap asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1603
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil: 1) Berat badan dalam rentang ideal sesuai tinggi badan dan usia. 2) Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam rentang normal. 3) Asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan. 4) Memahami hubungan antara diet, aktivitas, dan berat badan. 5) Melakukan pemilihan makanan yang sehat. 6) Melakukan aktivitas fisik secara teratur. 7) Mengontrol porsi makan.
Kode SIKI: 1240
Deskripsi : Manajemen Berat Badan. Tindakan keperawatan: 1) Kaji pola makan (jenis, frekuensi, porsi, cara memasak). 2) Kaji kebiasaan aktivitas fisik dan pola sedentary. 3) Monitor berat badan, tinggi badan, dan hitung IMT. 4) Identifikasi faktor penyebab/pencetus kelebihan berat badan (psikologis, budaya, ekonomi). 5) Diskusikan risiko kesehatan terkait obesitas (hipertensi, penyakit jantung, diabetes, asam urat). 6) Bantu menetapkan target penurunan berat badan yang realistis. 7) Bantu merencanakan program diet seimbang dan rendah kalori sesuai kondisi (misal: rendah purin untuk asam urat, rendah lemak untuk kolesterol). 8) Anjurkan peningkatan aktivitas fisik bertahap (jalan kaki, dll). 9) Ajarkan teknik memantau asupan makanan dan berat badan. 10) Berikan dukungan dan motivasi untuk perubahan perilaku. 11) Libatkan keluarga dalam mendukung perubahan pola makan. 12) Rujuk ke ahli gizi jika diperlukan. Pada keluarga ini, fokus utama pada pasien Rahim (IMT ~28,1, kategori gemuk) dengan komorbid hipertensi, asam urat, dan kolesterol. Pola diet keluarga perlu dievaluasi karena beberapa anggota memiliki berat badan rendah (Ana, Elsan) yang mungkin menunjukkan variasi masalah nutrisi dalam keluarga. Penghasilan terbatas juga memengaruhi pilihan makanan. Intervensi harus menyeluruh, menekankan pada pemilihan makanan bergizi yang terjangkau dan pengaturan porsi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan berakhir diperkirakan atau diperkirakan kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri). 2) Menunjukkan perilaku yang menunjukkan nyeri terkontrol (ekspresi wajah rileks, dapat istirahat). 3) Mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. 4) Menggunakan analgesik dengan tepat sesuai indikasi. 5) Melaporkan peningkatan dalam aktivitas sehari-hari.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, kualitas, durasi, faktor pencetus/pereda). 2) Observasi tanda nonverbal ketidaknyamanan (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, postur tubuh). 3) Ajarkan penggunaan skala nyeri. 4) Berikan lingkungan yang nyaman dan tenang. 5) Lakukan teknik non-farmakologis (kompres hangat/dingin, distraksi, relaksasi, posisi yang nyaman, masase). 6) Anjurkan aktivitas sesuai toleransi. 7) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek samping. 8) Edukasi tentang nyeri, penyebab, dan manajemennya. 9) Monitor dan catat respons terhadap intervensi. Pada keluarga ini, beberapa anggota mengalami nyeri: Pasien Rahim (kaki kram dan nyeri punggung, yang mungkin terkait hipertensi, asam urat, atau gaya hidup), Istri Salma (dismenore), dan Anak Ana (sakit gigi). Nyeri yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup. Intervensi harus spesifik sesuai penyebab: manajemen nyeri muskuloskeletal dan asam urat untuk Rahim, manajemen nyeri menstruasi untuk Salma, dan anjuran perawatan gigi untuk Ana. Teknik non-farmakologis menjadi prioritas mengingat kondisi ekonomi dan kebiasaan tidak minum obat.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Pola pengaturan dan integrasi ke dalam proses kehidupan sehari-hari untuk pengobatan penyakit dan sekuennya yang tidak efektif pada keluarga yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Manajemen Terapeutik: Keluarga. Kriteria hasil: 1) Keluarga mengenal masalah kesehatan yang ada. 2) Keluarga membuat keputusan tentang tindakan kesehatan yang tepat. 3) Keluarga melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan. 4) Keluarga memodifikasi lingkungan untuk mendukung kesehatan anggota. 5) Keluarga memanfaatkan sumber daya pelayanan kesehatan yang tersedia dengan tepat. 6) Keluarga mematuhi regimen terapeutik yang dianjurkan.
Kode SIKI: 5250
Deskripsi : Fasilitasi Manajemen Kesehatan Keluarga. Tindakan keperawatan: 1) Kaji pengetahuan, sikap, dan tindakan keluarga terkait masalah kesehatan yang ada. 2) Kaji sumber daya keluarga (finansial, fisik, sosial, kultural). 3) Bantu keluarga mengidentifikasi masalah kesehatan prioritas (hipertensi, nutrisi, nyeri, perawatan bayi prematur, kesehatan gigi, KB). 4) Tingkatkan motivasi keluarga untuk mengatasi masalah. 5) Bantu keluarga merencanakan tindakan spesifik, realistis, dan sesuai sumber daya. 6) Berikan informasi dan edukasi kesehatan sesuai kebutuhan (penyakit, perawatan, pencegahan).
Article No. 23344 | 18 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran (+) KU lemah, E2V2M4 TD 113/76 mmHg N 70 x/menit R 20 x/menit S 98 c Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : lidah kotor (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rhonki -/-, wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Pemeriksaan neurologi peripheral painful stimuli (+/+/-/-) Central painful stimuli (+) Meningial sign (+) -> burdzinski 1 + Cranial nervus 1. Vision - voluntary eye movement (-) - Visual pursuit (-) - Blik to treat (-) 2. Pupillary assesment and refleks - Pupillary respond -> +/+, 2mm/2mm - The eye lid release test -> +/+ - Doll eyes -> +/+ - Corneal refleks -> +/+ 3. Motor assement Tonus - upper 2/2 - Lower 2/2 motor response - upper laterasasi sinistra - lower laterasasi sinistra 4. Motor refleks Refleks patologis (+/+) Refleks fisiologis +1/+1/+1/+ 5. plantar response +/+ NIHSS: 28 - 28 - 2 Komplikasi tirah baring : - GDS stik (13/12): 135 Hasil lab (12/12): ELEKTROLIT - Natrium (Na) 126 L - Kalium (K) 4.6 - Chlorida (Cl) 89 L - Calsium (Ca2+) 1.1 L - pH 7.58 H Hasil CT (12/12): Kesan : - Meningoencephalitis dengan tanda-tanda hydrocephalus obstruktivus - Infark cerebri di capsula interna dextra - Tak tampak massa, perdarahan intracerebri maupun intracerebelli penurunan kesadaran KU lemah, E2V2M4 TD 113/76 mmHg N 70 x/menit R 20 x/menit S 98 c Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : lidah kotor (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rhonki -/-, wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Pemeriksaan neurologi peripheral painful stimuli (+/+/-/-) Central painful stimuli (+) Meningial sign (+) -> burdzinski 1 + Cranial nervus 1. Vision - voluntary eye movement (-) - Visual pursuit (-) - Blik to treat (-) 2. Pupillary assesment and refleks - Pupillary respond -> +/+, 2mm/2mm - The eye lid release test -> +/+ - Doll eyes -> +/+ - Corneal refleks -> +/+ 3. Motor assement Tonus - upper 2/2 - Lower 2/2 motor response - upper laterasasi sinistra - lower laterasasi sinistra 4. Motor refleks Refleks patologis (+/+) Refleks fisiologis +1/+1/+1/+1 5. plantar response +/+ NIHSS: 28 - 28 - 27 Komplikasi tirah baring : - GDS stik (13/12): 135 Hasil lab (12/12): ELEKTROLIT - Natrium (Na) 126 L - Kalium (K) 4.6 - Chlorida (Cl) 89 L - Calsium (Ca2+) 1.1 L - pH 7.58 H Hasil CT (12/12): Kesan : - Meningoencephalitis dengan tanda-tanda hydrocephalus obstruktivus - Infark cerebri di capsula interna dextra - Tak tampak massa, perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan otak efektif, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai potensi, 2) Fungsi kognitif sesuai potensi, 3) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial, 4) Tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 5) Hasil pemeriksaan diagnostik dalam batas normal.
Kode SIKI: 3501, 3502, 3503, 3504, 3505, 3506, 3507, 3508, 3510, 3511, 3512, 3513, 3514, 3515, 3516, 3517, 3518, 3519, 3520, 3521, 3522, 3523, 3524, 3525, 3526, 3527, 3528, 3529, 3530, 3531, 3532, 3533, 3534, 3535, 3536, 3537, 3538, 3539, 3540, 3541, 3542, 3543, 3544, 3545, 3546, 3547, 3548, 3549, 3550, 3551, 3552, 3553, 3554, 3555, 3556, 3557, 3558, 3559, 3560, 3561, 3562, 3563, 3564, 3565, 3566, 3567, 3568, 3569, 3570, 3571, 3572, 3573, 3574, 3575, 3576, 3577, 3578, 3579, 3580, 3581, 3582, 3583, 3584, 3585, 3586, 3587, 3588, 3589, 3590, 3591, 3592, 3593, 3594, 3595, 3596, 3597, 3598, 3599, 3600, 3601, 3602, 3603, 3604, 3605, 3606, 3607, 3608, 3609, 3610, 3611, 3612, 3613, 3614, 3615, 3616, 3617, 3618, 3619, 3620, 3621, 3622, 3623, 3624, 3625, 3626, 3627, 3628, 3629, 3630, 3631, 3632, 3633, 3634, 3635, 3636, 3637, 3638, 3639, 3640, 3641, 3642, 3643, 3644, 3645, 3646, 3647, 3648, 3649, 3650, 3651, 3652, 3653, 3654, 3655, 3656, 3657, 3658, 3659, 3660, 3661, 3662, 3663, 3664, 3665, 3666, 3667, 3668, 3669, 3670, 3671, 3672, 3673, 3674, 3675, 3676, 3677, 3678, 3679, 3680, 3681, 3682, 3683, 3684, 3685, 3686, 3687, 3688, 3689, 3690, 3691, 3692, 3693, 3694, 3695, 3696, 3697, 3698, 3699, 3700, 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707, 3708, 3709, 3710, 3711, 3712, 3713, 3714, 3715, 3716, 3717, 3718, 3719, 3720, 3721, 3722, 3723, 3724, 3725, 3726, 3727, 3728, 3729, 3730, 3731, 3732, 3733, 3734, 3735, 3736, 3737, 3738, 3739, 3740, 3741, 3742, 3743, 3744, 3745, 3746, 3747, 3748, 3749, 3750, 3751, 3752, 3753, 3754, 3755, 3756, 3757, 3758, 3759, 3760, 3761, 3762, 3763, 3764, 3765, 3766, 3767, 3768, 3769, 3770, 3771, 3772, 3773, 3774, 3775, 3776, 3777, 3778, 3779, 3780, 3781, 3782, 3783, 3784, 3785, 3786, 3787, 3788, 3789, 3790, 3791, 3792, 3793, 3794, 3795, 3796, 3797, 3798, 3799, 3800, 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807, 3808, 3809, 3810, 3811, 3812, 3813, 3814, 3815, 3816, 3817, 3818, 3819, 3820, 3821, 3822, 3823, 3824, 3825, 3826, 3827, 3828, 3829, 3830, 3831, 3832, 3833, 3834, 3835, 3836, 3837, 3838, 3839, 3840, 3841, 3842, 3843, 3844, 3845, 3846, 3847, 3848, 3849, 3850, 3851, 3852, 3853, 3854, 3855, 3856, 3857, 3858, 3859, 3860, 3861, 3862, 3863, 3864, 3865, 3866, 3867, 3868, 3869, 3870, 3871, 3872, 3873, 3874, 3875, 3876, 3877, 3878, 3879, 3880, 3881, 3882, 3883, 3884, 3885, 3886, 3887, 3888, 3889, 3890, 3891, 3892, 3893, 3894, 3895, 3896, 3897, 3898, 3899, 3900, 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3915, 3916, 3917, 3918, 3919, 3920, 3921, 3922, 3923, 3924, 3925, 3926, 3927, 3928, 3929, 3930, 3931, 3932, 3933, 3934, 3935, 3936, 3937, 3938, 3939, 3940, 3941, 3942, 3943, 3944, 3945, 3946, 3947, 3948, 3949, 3950, 3951, 3952, 3953, 3954, 3955, 3956, 3957, 3958, 3959, 3960, 3961, 3962, 3963, 3964, 3965, 3966, 3967, 3968, 3969, 3970, 3971, 3972, 3973, 3974, 3975, 3976, 3977, 3978, 3979, 3980, 3981, 3982, 3983, 3984, 3985, 3986, 3987, 3988, 3989, 3990, 3991, 3992, 3993, 3994, 3995, 3996, 3997, 3998, 3999, 4000
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan memulihkan perfusi jaringan otak mencakup serangkaian tindakan yang sangat luas dan komprehensif, mulai dari pemantauan neurologis ketat (seperti GCS, pupil, tanda vital, dan fungsi motorik/sensorik) hingga manajemen cairan dan elektrolit (khususnya koreksi hiponatremia berat seperti pada pasien ini dengan Na 126), pemberian terapi oksigen, posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali ada kontraindikasi), pemberian obat-obatan sesuai instruksi (seperti antibiotik, antivirus, antiedema serebral, antikejang), manajemen nyeri dan agitasi, perawatan jalan napas (suction, fisioterapi dada), pencegahan komplikasi imobilisasi (perubahan posisi, skin care, ROM), pemenuhan kebutuhan nutrisi dan eliminasi, serta edukasi dan dukungan kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan perawatan yang diberikan. Daftar kode SIKI yang sangat panjang ini merepresentasikan seluruh spektrum intervensi keperawatan dasar hingga kompleks yang mungkin diperlukan untuk menangani kondisi kritis
Article No. 23345 | 18 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran (+) KU lemah, E2V2M4 TD 113/76 mmHg N 70 x/menit R 20 x/menit S 98 c Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : lidah kotor (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rhonki -/-, wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Pemeriksaan neurologi peripheral painful stimuli (+/+/-/-) Central painful stimuli (+) Meningial sign (+) -> burdzinski 1 + Cranial nervus 1. Vision - voluntary eye movement (-) - Visual pursuit (-) - Blik to treat (-) 2. Pupillary assesment and refleks - Pupillary respond -> +/+, 2mm/2mm - The eye lid release test -> +/+ - Doll eyes -> +/+ - Corneal refleks -> +/+ 3. Motor assement Tonus - upper 2/2 - Lower 2/2 motor response - upper laterasasi sinistra - lower laterasasi sinistra 4. Motor refleks Refleks patologis (+/+) Refleks fisiologis +1/+1/+1/+ 5. plantar response +/+ NIHSS: 28 - 28 - 2 Komplikasi tirah baring : - GDS stik (13/12): 135 Hasil lab (12/12): ELEKTROLIT - Natrium (Na) 126 L - Kalium (K) 4.6 - Chlorida (Cl) 89 L - Calsium (Ca2+) 1.1 L - pH 7.58 H Hasil CT (12/12): Kesan : - Meningoencephalitis dengan tanda-tanda hydrocephalus obstruktivus - Infark cerebri di capsula interna dextra - Tak tampak massa, perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Gangguan Neurologis Kompleks Akibat Meningoencephalitis dengan Infark Serebri dan Gangguan Elektrolit
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan otak berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial (hidrosefalus obstruktif) dan gangguan integritas jaringan otak (meningoencephalitis dan infark).
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan intrakranial dalam batas normal; 2) Tidak ada tanda-tanda klinis peningkatan tekanan intrakranial yang baru/memburuk; 3) Status neurologis stabil atau membaik; 4) Tanda vital dalam batas normal yang diharapkan untuk pasien. Luaran ini bertujuan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan aliran darah serta oksigenasi ke jaringan otak guna mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut. Pencapaian luaran ini dimonitor melalui evaluasi kesadaran (GCS), tanda-tanda neurologis fokal, tanda vital, dan hasil pemeriksaan penunjang seperti imaging. Pada kondisi pasien ini, target awal adalah mencegah memburuknya perfusi akibat hidrosefalus dan proses inflamasi/infark.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Intervensi ini meliputi pemantauan dan manajemen komprehensif terhadap tekanan intrakranial dan perfusi otak. Tindakan spesifik meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) dan pemeriksaan neurologis lainnya, dengan frekuensi sesuai kondisi kritis pasien (setiap jam atau lebih sering jika diperlukan). Pada pasien ini, GCS E2V2M4=8 menunjukkan penurunan kesadaran berat yang perlu dipantau perkembangannya. 2) Memonitor dan mencatat tanda vital (TD, N, R, S) serta pola pernapasan untuk mendeteksi tanda awal peningkatan TIK seperti bradikardia, hipertensi, atau pernapasan tidak teratur. TD 113/76 dan N 70 masih dalam batas dapat diterima namun perlu kewaspadaan terhadap perubahan. 3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30-45 derajat dengan kepala dalam posisi netral (jika tidak ada kontraindikasi) untuk memfasilitasi drainase vena jugularis. 4) Menghindari manuver yang dapat meningkatkan TIK seperti menekan vena jugularis, batuk berlebihan, atau valsava. 5) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis untuk mengurangi edema otak (misalnya osmoterapi), mengatasi infeksi (terapi antibiotik/antiviral), dan mempertimbangkan tindakan bedah saraf seperti pemasangan shunt jika hidrosefalus memberat. 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit secara ketat, khususnya natrium yang rendah (126 mmol/L) karena hiponatremia dapat memperberat edema serebral. 7) Mempertahankan oksigenasi dan ventilasi yang adekuat (PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg) untuk mencegah hipoksia dan hiperkapnia yang dapat memperburuk TIK. 8) Memberikan stimulasi yang terarah dan mengurangi stimulasi lingkungan yang tidak perlu. 9) Mendokumentasikan semua temuan dan perubahan status neurologis dengan akurat dan tepat waktu.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Gangguan Neurologis Kompleks Akibat Meningoencephalitis dengan Infark Serebri dan Gangguan Elektrolit
Kode SDKI: D.0129
Deskripsi Singkat: Risiko injuri berhubungan dengan penurunan kesadaran, kelemahan umum (KU lemah), dan defisit neurologis fokal (lateralisasi sinistra, refleks patologis).
Kode SLKI: L.03026
Deskripsi : Pasien bebas dari injuri/cidera, ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda trauma fisik seperti memar, lecet, atau fraktur; 2) Tidak terjatuh dari tempat tidur atau selama perawatan; 3) Alat-alat penunjang keamanan (seperti pagar tempat tidur) digunakan dengan tepat; 4) Lingkungan perawatan aman dari bahaya. Luaran ini sangat kritis mengingat pasien dengan GCS 8 tidak dapat melindungi dirinya sendiri, memiliki respons motorik yang tidak normal (lateralisasi), dan mungkin mengalami kejang atau perubahan tonus otot secara tiba-tiba. Keselamatan fisik pasien merupakan prioritas mutlak dalam asuhan keperawatan.
Kode SIKI: I.08364
Deskripsi : Intervensi ini berfokus pada pencegahan jatuh dan trauma pada pasien dengan gangguan kesadaran dan mobilitas. Tindakan spesifik meliputi: 1) Menempatkan pasien di tempat tidur dengan pagar pengaman yang selalu terpasang dan terkunci di semua sisi, serta tempat tidur dalam posisi rendah. 2) Menggunakan restraint fisik atau kimia hanya jika benar-benar diperlukan dan dengan indikasi yang jelas, serta memantau secara ketat sesuai protokol untuk menghindari komplikasi. 3) Memasang tanda "risiko jatuh" yang jelas di area perawatan pasien. 4) Memastikan lingkungan sekitar pasien bebas dari rintangan, lampu penerangan cukup, dan lantai tidak licin. 5) Selalu mengunci roda kursi roda atau tempat tidur ketika tidak bergerak. 6) Memeriksa pasien secara berkala (setiap 15-30 menit atau sesuai protokol ICU) untuk memastikan keamanannya. 7) Melakukan mobilisasi dengan bantuan penuh dan teknik yang aman jika diperlukan, mengingat adanya kelemahan dan lateralisasi. 8) Melindungi area tubuh yang berisiko tekanan atau trauma, seperti menggunakan bantalan pada siku dan tumit. 9) Memastikan semua alat monitoring dan infus terpasang dengan aman untuk menghindari tersangkut atau tertarik. 10) Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya pagar pengaman dan untuk tidak meninggalkan pasien sendirian di tempat tidur.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Gangguan Neurologis Kompleks Akibat Meningoencephalitis dengan Infark Serebri dan Gangguan Elektrolit
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan menelan akibat penurunan kesadaran (GCS 8, refleks corneal dan doll's eyes masih ada namun refleks protektif jalan napas mungkin terganggu).
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas vesikuler/tidak ada suara napas tambahan yang abnormal; 2) Frekuensi dan irama pernapasan dalam batas normal; 3) Tidak ada sianosis atau tanda distress pernapasan; 4) Gas darah arteri dalam batas normal. Pada pasien ini, paru masih SDV (+/+) dan rhonki (-) menunjukkan belum ada sekresi yang signifikan, namun risiko aspirasi dan retensi sekresi sangat tinggi akibat penurunan kesadaran. Luaran ini bertujuan untuk mencegah komplikasi pneumonia aspirasi dan atelektasis.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : Intervensi manajemen jalan napas meliputi: 1) Memonitor status pernapasan secara ketat: frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu, dan adanya sianosis. R 20x/menit masih dalam batas normal tetapi perlu diwaspadai pola pernapasan yang tidak normal seperti Cheyne-Stokes atau pernapasan neurogenik. 2) Melakukan auskultasi suara napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya ronki atau penurunan suara napas. 3) Mempertahankan posisi semi-fowler atau lateral dengan kepala agak miring (jika tidak ada kontraindikasi neurologis) untuk memfasilitasi drainase sekresi dan mencegah aspirasi lidah. 4) Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril, memperhatikan refleks batuk pasien. 5) Memonitor saturasi oksigen secara terus menerus dan memberikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 6) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika diperlukan dan aman secara neurologis. 7) Berkolaborasi untuk persiapan intubasi endotrakeal jika terjadi penurunan status pernapasan atau perlindungan jalan napas tidak adekuat. 8) Mempertahankan hidrasi yang adekuat (sesuai kondisi jantung dan TIK) untuk mengencerkan sekresi. 9) Memonitor hasil analisa gas darah untuk menilai efektivitas pertukaran gas.
Article No. 23346 | 18 Dec 2025
Klinis : Sesak - nyeri dada - Sudah lebih nyaman sadar T : 88/68 mmhg Hr : 78 x/m N : 78 x m R : 20 SpO2: 100 NK 2 lpm UO : 2500/24/60 – 1.7 cc/kg/jam BC - 1600 cc RBH +/+ JVP naik 5+4 Bising + PSM 3/6 LLSB Hepartomegali + Asites + Edema tungkai +/+ Hb 15,4 Ht 46 L 13 Tr 129 Na 108 K 6.0 Cl 74 Ca 1.0 GDS 81 OT 758 PT 1134 Ur 205 Cre 2.0 CKMB 59 INR 2.9 Post koreksi Na 116 K 3.5 Cl 79 Ca 1.0 GDS 78 HBA1C 5.9 Chol 81 HDL 15 LDL 59 TG 65 Au 10.9 EKG OMI Anteroinferior, LVH TTE 11.25 RV LV dilatasi, MR, EF 19% Na 120 K 2.9 Cl 75 Ca 1.0 Alb 2.9 Post koreksi Ur 60 Cre 1.0 INR 2.22 Na 121 K 3.2 C; 82 Ca 0.9 kaki tangan bengkak, sesak berkurang ku lemah cm TD: 86/55 N:81 S:36,7 RR:22 SPO2;99 15/12 -> 18/12 Hb 15,48 Ht 46,7 AL 13,70 Tr 129 Na 108 K 6.0 Cl 74 Ca 1.0 GDS 81 OT 758 PT 1134 Ur 205,4 -> 60,6 Cre 2.03 -> 1,03 CKMB 59 elektrolit 17/12 -> 18/12 (post koreksi) na: 120 -> 121 (L) k: 2,9 -> 3,2 (L) cl: 75 -> 82(L) ca: 1-> 0,9(L) ph: 7,58 -> 7,66 16/12: albumin: 2,01 ->post octaserum 100cc -> 2,9
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau kebutuhan perfusi jaringan. Hal ini ditandai dengan tanda-tanda seperti hipotensi, takikardia, penurunan keluaran urin, sesak napas, kelemahan, dan tanda-tanda kongesti sistemik (edema, asites, hepatojugular reflux).
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (misalnya, TD sistolik >90 mmHg), denyut nadi dalam rentang normal, haluaran urin adekuat (≥0.5 mL/kg/jam), bunyi jantung normal atau membaik, edema perifer dan kongesti vena jugularis berkurang, serta status pernapasan membaik (sesak berkurang, frekuensi pernapasan normal). Pasien juga menunjukkan penurunan kelemahan dan peningkatan toleransi aktivitas.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur; memantau status hemodinamik (tekanan vena sentral/JVP, haluaran urin, berat badan); mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dengan ketat sesuai resep (termasuk koreksi hiponatremia dan hiper/hipokalemia yang berat seperti pada pasien ini); memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%; memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memfasilitasi pernapasan; memberikan obat-obatan sesuai resep (seperti diuretik, inotropik, vasodilator) dan memantau efek serta efek sampingnya; membatasi asupan cairan dan natrium sesuai instruksi; memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, fungsi ginjal, BNP, albumin); mendukung fungsi jantung dengan mengurangi beban kerja jantung (istirahat, bantu aktivitas); serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi, pengobatan, dan tanda-tanda memburuk yang perlu dilaporkan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Volume Cairan: Kelebihan
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami peningkatan retensi cairan dan natrium, yang dimanifestasikan oleh edema (tungkai, asites), peningkatan tekanan vena jugularis (JVP naik), bunyi jantung abnormal (bising, S3), hepatomegali, dan hasil laboratorium seperti penurunan albumin dan hiponatremia pengenceran. Kondisi ini sering terkait dengan gagal jantung, sindrom nefrotik, atau sirosis hepatis.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Kriteria hasil meliputi: tanda-tanda kelebihan cairan berkurang (edema dan asites menurun, JVP normal), berat badan stabil atau menuju berat badan dasar, haluaran urin seimbang dengan asupan, bunyi paru bersih, dan elektrolit serum (terutama natrium) dalam batas normal. Pasien juga menunjukkan pemahaman tentang pembatasan cairan dan diet rendah garam.
Kode SIKI: I.05008
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: memantau keseimbangan cairan masukan dan keluaran (intake-output) secara ketat; memantau tanda-tanda kelebihan cairan (edema, asites, berat badan, JVP, bunyi paru) setiap hari; menimbang berat badan pasien setiap hari dengan skala yang sama dan kondisi yang sama; membatasi asupan cairan dan natrium sesuai resep dokter; memberikan terapi diuretik sesuai resep dan memantau respons (peningkatan output urin) serta efek samping (gangguan elektrolit seperti hipokalemia); memposisikan pasien untuk optimalisasi pertukaran gas dan mengurangi edema (elevasi ekstremitas, perubahan posisi); memantau status pernapasan terkait kongesti; memantau kadar elektrolit serum (Na, K) dan albumin secara berkala; melakukan perawatan kulit pada area edema untuk mencegah kerusakan integritas kulit; serta berkolaborasi dalam pemberian albumin jika diperlukan (seperti pada pasien ini yang mendapat octaserum/albumin) untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskular.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Hal ini ditandai dengan laporan kelemahan (seperti "ku lemah cm" pada pasien), kelelahan, sesak napas (dispnea) saat aktivitas, respons fisiologis abnormal terhadap aktivitas (seperti takikardia, hipotensi, peningkatan frekuensi pernapasan), dan EKG yang menunjukkan iskemia atau kerusakan miokard (OMI).
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai tanpa mengalami dispnea berlebihan, kelemahan, atau perubahan tanda vital yang signifikan (seperti takikardia atau hipotensi). Pasien melaporkan penurunan kelelahan dan peningkatan energi. Tanda-tanda iskemia jantung tidak muncul selama aktivitas.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: memantau respons kardiorespirasi (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas; mendorong istirahat yang adekuat dan mengatur jadwal aktivitas yang diselingi periode istirahat; membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, namun mendorong kemandirian sebatas toleransi; mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, menghindari gerakan mendadak); meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap dengan perencanaan aktivitas terpandu; memberikan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat dan tidur; memastikan oksigenasi yang adekuat selama aktivitas; serta berkolaborasi dengan tim terapi fisik jika diperlukan untuk program rehabilitasi jantung.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0131
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu berisiko mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah ke hipoglikemia atau hiperglikemia. Pada pasien ini, meskipun GDS dan HbA1c normal, kondisi kritis, stres fisiologis berat (gagal jantung, gangguan elektrolit), dan terapi (seperti koreksi cairan) dapat mempengaruhi stabilitas glukosa darah. Selain itu, riwayat OMI dan profil lipid yang abnormal (HDL sangat rendah) meningkatkan perhatian pada manajemen metabolik.
Kode SLKI: L.06029
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil meliputi: kadar glukosa darah puasa dan sewaktu dalam batas target yang ditetapkan, pasien bebas dari gejala hipoglikemia (berkeringat, gemetar, lemas) atau hiperglikemia (poliuri, polidipsi, penurunan kesadaran), serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darahnya.
Kode SIKI: I.06033
Deskripsi : Pemantauan Kadar Glukosa Darah. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: memantau kadar glukosa darah secara berkala sesuai protokol (terutama jika ada faktor risiko atau perubahan kondisi); mengobservasi tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia; memastikan asupan nutrisi yang adekuat dan sesuai jadwal; berkolaborasi dengan tim medis untuk regulasi terapi jika diperlukan; memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda ketidakstabilan glukosa darah; serta mendokumentasikan tren kadar glukosa darah dan respons terapi. Dalam konteks pasien ini, pemantauan juga penting karena gangguan elektrolit berat dapat mempengaruhi metabolisme glukosa.
Article No. 23347 | 18 Dec 2025
Klinis : Pusing TD 118/83 Hr 79 N 67 Rr 19 Sat 100% NK 2 lpm UO 1300/24/60 - 0.9 cc/kg/jam BC - 125 cc RBH - RBK + Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4 APTT 131 post HD Hb 10,5 Ht 32 L 14.8 Tr 283 Na 134 K 3.2 Cl 100 Ca 1,2 Ur 81 Cre 1.9 16.12.25 HBA1C 5.4 APTT 91 INR 1,4 Na 135 K 4.3 Cl 98 Ca 1.2 nyeri dada (-), sesak berkurang Ku lemah Kes: Composmentis TD: 145/76 HR: 71 RR: 23 S: 36,6 Spo2: 99 Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (+/+), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk 14/12 ->15/12 (post hd) hb: 11,71 -> 10,55 AE:4,05 ->3,55 hct: 36,1 -> 32,3 AL:13,92 ->14,85 AT: 322 ->283 gds: 127 ur: 256,8 -> 81,3 cr: 4,94-> 1,98 sesak (+), batuk (+), nyeri perut (-) TD 112/72 mmhg Hr 68 x/mnt Rr 22 x/mnt Sat 100% NK 2 lpm RBH - Rontgen : PN bilateral Bronchiectasis kanan EKG PVC Bigemini CI , Susp Wellen Type B Hb 11.7 Ht 36 L 13.9 Tr 322 GDS 127 Na 136 K 5.6 Cl 99 Ca 1.1 GDS 127 Ur 256 Cre 4.9 GDP 98 GD2PP 147 CHol 147 HDL 23 LDL 100 TG 147 Au 12.4
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Curah jantung memadai.
Kode SIKI: I.01246
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status kardiovaskuler; Pemantauan status neurologis; Pemantauan elektrolit; Pemantauan hasil pemeriksaan diagnostik; Kolaborasi pemberian terapi obat; Edukasi pasien/keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.14026
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: I.01254
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital; Pemantauan kadar glukosa darah; Pemantauan tanda dan gejala hipo/hiperglikemia; Manajemen nutrisi; Kolaborasi pemberian terapi insulin/obat anti-diabetik oral sesuai indikasi; Edukasi pasien/keluarga tentang manajemen glukosa darah.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Jalan napas paten.
Kode SIKI: I.03011
Deskripsi : Pemantauan status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas, suara napas); Manajemen jalan napas; Posisi semi fowler/fowler; Latihan napas dalam dan batuk efektif; Fisioterapi dada; Suction; Terapi oksigen; Hidrasi adekuat; Kolaborasi pemberian bronkodilator/mukolitik; Edukasi pasien/keluarga tentang teknik batuk dan perawatan jalan napas.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Aktivitas terpenuhi.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Pemantauan respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, kelemahan, pusing); Bantu aktivitas perawatan diri sesuai toleransi; Rencanakan periode istirahat yang cukup; Atur posisi untuk kenyamanan dan penghematan energi; Tingkatkan aktivitas secara bertahap; Kolaborasi manajemen nyeri jika ada; Edukasi pasien/keluarga tentang teknik penghematan energi.
Article No. 23348 | 18 Dec 2025
Klinis : Seorang wanita berusia 24 tahun berkonsultasi karena demam tinggi, nyeri sendi yang progresif, batuk kering, sakit tenggorokan, dan ruam selama 2 minggu. Ia telah mengonsumsi antibiotik oral dan obat kumur antiseptik, tetapi mengalami nyeri dada, leher dan bahu kaku, kesulitan berjalan, dan kelemahan otot wajah setelah 4 hari. Ia mengeluarkan air liur dan harus menopang bibir bawahnya secara manual untuk menghindari tumpahan cairan setiap kali minum. Pasien dirawat inap dan peningkatan titer ASO dan reaktan fase akut memenuhi kriteria Jones untuk diagnosis demam reumatik. Riwayat medis, sosial, dan pribadi pasien tidak memberikan informasi yang relevan. Perkembangan kelemahan otot wajah mendorong rujukan ke THT dan Neurologi. Pemeriksaan fisik umum tidak menunjukkan kelainan, begitu pula pemeriksaan telinga, hidung, rongga mulut, dan orofaring. Ia mengalami kelumpuhan saraf wajah bilateral, House-Brackmann V (penutupan mata tidak sempurna, tidak dapat mengangkat alis, mengerutkan hidung, menggembungkan pipi, atau tersenyum dan mengerutkan kening). Elektromiografi-kecepatan konduksi saraf (EMG-NCV) dengan studi saraf wajah menunjukkan saraf wajah dan refleks kedip yang abnormal, konsisten dengan mononeuropati wajah bilateral akut (Bell's Palsy), sementara EMG-NCV anggota tubuh bagian atas dan bawah normal tanpa bukti neuropati distal fokal atau difus. Audiometri nada murni, timpanometri, dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) otak dan saraf wajah normal, sementara Tes Schirmer menunjukkan penurunan produksi air mata bilateral. Pasien diberikan Prednison 60 mg/hari selama 6 hari untuk kemudian diturunkan secara bertahap selama sebulan, Ceftriaxone 2 g/IV sekali sehari selama 3 hari, lalu diganti dengan Cefuroxime 500 mg tablet dua kali sehari selama 1 minggu dan Aspirin 80 mg tablet setiap 8 jam. Demam, batuk, ruam, dan nyeri sendi serta tubuh mereda pada hari ke-5 perawatan di rumah sakit. Tidak ada perkembangan lebih lanjut dari kelumpuhan wajah, tetapi ia tidak dapat menggerakkan dahi, penutupan mata tidak sempurna, dan hanya sedikit gerakan mulut. Terapi fisik dan penanganan mata kering dimulai, dan ia dipulangkan pada hari ke-9 perawatan di rumah sakit dengan diagnosis akhir kelumpuhan Bell bilateral dan demam rematik yang telah sembuh. Pasien melanjutkan latihan fisioterapi di rumah sekali sehari untuk wajah dan dosis Prednison diturunkan secara bertahap hingga satu bulan. Dia diperiksa di departemen rawat jalan (OPD) setiap bulan dengan perbaikan yang nyata pada kelumpuhan wajah dari House Brackmann V menjadi House Brackmann II-III yang diamati selama rentang waktu 6 bulan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Wajah dan Risiko Kerusakan Integritas Kornea terkait Kelumpuhan Saraf Fasialis (Bell's Palsy) Bilateral pada Demam Reumatik
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Gangguan Mobilitas Wajah didefinisikan sebagai kondisi terbatasnya atau tidak adanya kemampuan untuk menggerakkan otot-otot wajah secara volunter. Pada kasus ini, gangguan disebabkan oleh mononeuropati akut saraf fasialis bilateral (Bell's Palsy) yang merupakan komplikasi dari demam reumatik. Defisit ini secara langsung berdampak pada fungsi vital seperti ekspresi wajah, pengucapan kata (disfagia), mengunyah, dan yang paling kritis adalah mekanisme protektif mata (berkedip dan menutup mata). Ketidakmampuan menutup mata sempurna (lagophthalmos) dan penurunan produksi air mata (dari Tes Schirmer) menciptakan risiko tinggi untuk kerusakan kornea, seperti abrasi, ulserasi, dan infeksi, yang dapat mengancam penglihatan. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan ini sering beririsan dengan risiko kerusakan integritas jaringan, khususnya kornea. Kondisi pasien yang memerlukan manual support untuk bibir saat minum dan adanya saliva yang menetes memperjelas tingkat ketergantungan dan gangguan fungsi motorik yang dialami.
Kode SLKI: L.15015
Deskripsi : Pemulihan Mobilitas Wajah. Luaran yang diharapkan adalah pasien menunjukkan peningkatan kekuatan dan fungsi otot-otot wajah, yang dapat diukur dengan skala House-Brackmann (dari V menjadi II-III seperti dalam perkembangan pasien). SLKI ini mencakup serangkaian intervensi dan kriteria evaluasi seperti: 1) Peningkatan kemampuan dalam melakukan gerakan wajah volunter seperti mengerutkan dahi, menutup mata dengan sempurna, mengerutkan hidung, dan tersenyum secara simetris. 2) Penurunan atau hilangnya tumpahan cairan saat minum dan kemampuan mengontrol saliva. 3) Peningkatan kejelasan artikulasi bicara. 4) Pemulihan refleks berkedip sebagai mekanisme proteksi kornea. Pencapaian luaran ini dilakukan melalui terapi farmakologis (kortikosteroid), terapi fisik khusus wajah, dan latihan mandiri di rumah. Perbaikan bertahap dalam 6 bulan menunjukkan efektivitas manajemen yang dilakukan.
Kode SIKI: I.15077
Deskripsi : Terapi Latihan Wajah. Intervensi keperawatan ini bersifat mendasar dan berkelanjutan untuk menangani gangguan mobilitas. Pelaksanaannya meliputi: 1) Edukasi dan demonstrasi latihan otot wajah secara aktif dan pasif, dimulai dari area dahi, mata, hidung, pipi, mulut, dan dagu. Contoh latihan termasuk mengangkat alis, menutup mata dengan erat, mengerutkan hidung, mengembangkan pipi, menarik sudut mulut ke samping (senyum), dan mengerutkan bibir. 2) Melakukan massage wajah secara lembut untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah atrofi otot. 3) Mengajarkan pasien untuk berlatih di depan cermin untuk mendapatkan umpan balik visual dan memastikan teknik yang benar. 4) Koordinasi dengan fisioterapis untuk program terstruktur dan memantau kemajuan. Intervensi ini harus dilakukan secara rutin (seperti sekali sehari di rumah) dan konsisten untuk merangsang regenerasi saraf dan mencegah kontraktur otot. Pada pasien ini, intervensi ini telah dimulai selama perawatan dan dilanjutkan di rumah.
Kondisi: Risiko Kerusakan Integritas Kornea terkait Lagophthalmos dan Penurunan Produksi Air Mata
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko Kerusakan Integritas Kornea didefinisikan sebagai keadaan rentan terhadap kerusakan pada lapisan epitel kornea, yang dapat berdampak pada kesehatan mata dan ketajaman penglihatan. Pada pasien dengan Bell's Palsy bilateral, risiko ini sangat tinggi akibat dua faktor utama: mekanik dan sekretori. Faktor mekanik adalah ketidakmampuan menutup kelopak mata secara sempurna (lagophthalmos), yang menyebabkan permukaan kornea terekspos terus-menerus, mengering, dan rentan terhadap gesekan atau trauma. Faktor sekretori adalah penurunan produksi air mata yang dibuktikan dengan Tes Schirmer abnormal, yang memperparah kekeringan pada mata. Kombinasi keduanya dapat dengan cepat menyebabkan xerosis kornea, abrasi epitel, ulkus, dan infeksi sekunder yang berpotensi menyebabkan perforasi dan kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, meskipun mobilitas wajah yang membaik, proteksi mata harus menjadi prioritas keperawatan yang konstan sejak awal diagnosis.
Kode SLKI: L.13032
Deskripsi : Proteksi Kornea. Luaran yang diharapkan adalah integritas kornea tetap terjaga, ditandai dengan kornea yang tetap jernih, lembab, tanpa tanda-tanda abrasi, ulserasi, atau infeksi (seperti kemerahan, nyeri, atau sekret purulen). SLKI ini dicapai melalui: 1) Pemeliharaan kelembaban permukaan mata dengan penggunaan artificial tears (air mata buatan) tanpa pengawet secara teratur sepanjang hari. 2) Proteksi fisik kornea, terutama saat tidur, dengan menggunakan pelindung mata (eye shield) atau menutup kelopak mata dengan plester hipoalergenik secara hati-hati. 3) Pencegahan trauma tidak sengaja, seperti menginstruksikan pasien untuk menggosok mata dengan hati-hati atau menggunakan tetes mata untuk membasahi jika terasa kering. 4) Monitoring ketat tanda-tanda komplikasi oleh perawat dan tim medis, serta edukasi pada pasien dan keluarga untuk mengenali gejala darurat seperti nyeri mata mendadak, penglihatan kabur, atau fotofobia berat.
Kode SIKI: I.13044
Deskripsi : Perawatan Mata. Intervensi keperawatan ini bersifat protektif dan suportif untuk mempertahankan kelembaban dan integritas kornea. Pelaksanaannya meliputi: 1) Pemberian pelumas mata (ointment atau gel) yang lebih kental pada malam hari sebelum tidur untuk mencegah penguapan dan melindungi kornea selama periode tidak berkedip. 2) Instruksi dan bantuan dalam pemasangan eye shield atau teknik taping kelopak mata yang aman untuk memastikan penutupan mata selama tidur. 3) Administrasi tetes air mata buatan sesuai jadwal (misal, setiap 2-4 jam) pada siang hari. 4) Melakukan inspeksi rutin terhadap mata untuk melihat adanya kemerahan, sekret, atau keruh pada kornea. 5) Kolaborasi dengan dokter untuk terapi medikamentosa seperti antibiotik topikal jika ada tanda infeksi. 6) Edukasi pasien dan keluarga yang komprehensif tentang pentingnya perawatan mata, teknik pemberian tetes mata, dan tanda-tanda bahaya yang harus dilaporkan segera. Pada pasien ini, intervensi "penanganan mata kering" telah dimulai sejak perawatan di rumah sakit.
Article No. 23329 | 17 Dec 2025
Klinis : Edukasi Pencegahan Infeksi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Edukasi Pencegahan Infeksi
Kode ICD-10: Z71.2
Deskripsi Singkat : Kode Z71.2 mengindikasikan seseorang yang berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan nasihat, edukasi, atau instruksi mengenai pencegahan infeksi, dan bukan karena sedang menderita penyakit tertentu. Kondisi ini mencakup edukasi tentang praktik higiene dasar (seperti cuci tangan yang benar), penggunaan alat pelindung diri (APD), pencegahan infeksi nosokomial, serta pencegahan penularan penyakit menular di komunitas (seperti influenza, tuberkulosis, atau HIV). Kode ini termasuk dalam bab 'Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan pelayanan kesehatan' (Z00-Z99), yang digunakan untuk mencatat keadaan yang bukan penyakit atau cedera tetapi menjadi alasan kontak dengan sistem kesehatan. Penggunaan kode ini tepat untuk kunjungan pasien atau masyarakat yang bertujuan khusus untuk mendapatkan pengetahuan pencegahan, misalnya dalam konteks persiapan operasi, perawatan luka di rumah, merawat anggota keluarga dengan penyakit menular, atau program kesehatan masyarakat. Kode ini menekankan pada aspek edukasi dan pencegahan proaktif sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433