Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25184 | 19 Apr 2026
Klinis : Pasien laki-laki, 45 tahun, diare 3 hari, BAB 6–7x/hari cair, lemas, turgor kulit menurun, haus, TD 100/60 mmHg, nadi 96x/menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang berisiko menyebabkan dehidrasi, penurunan perfusi jaringan, dan syok hipovolemik.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : SLKI L.03104: Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan tubuh pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (tekanan darah sistolik >90 mmHg, nadi 60-100x/menit dan teraba kuat, laju pernapasan normal), turgor kulit elastis (kembali dalam < 2 detik), membran mukosa bibir dan lidah lembab, produksi urin adekuat (≥ 30 ml/jam), haluaran cairan seimbang dengan asupan, dan tidak ada rasa haus yang berlebihan. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah meningkatkan tekanan darah dari 100/60 mmHg mendekati normal, menurunkan frekuensi nadi dari 96x/menit ke rentang normal, serta memperbaiki turgor kulit dan keluhan haus.
Kode SIKI: I.05241
Deskripsi : SIKI I.05241: Manajemen Defisit Cairan. Intervensi keperawatan ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis untuk mengatasi defisit volume cairan. Penjelasan rinci meliputi: pertama, pemantauan ketat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi kemunduran kondisi. Kedua, melakukan asesmen status hidrasi secara komprehensif, termasuk memantau turgor kulit, kelembaban membran mukosa, produksi urin (balance cairan), serta keluhan subjektif seperti haus dan lemas. Ketiga, melakukan kolaborasi pemberian terapi cairan intravena (seperti cairan kristaloid RL atau NaCl 0.9) sesuai resep dokter dengan kecepatan yang ditentukan, sambil memantau respons hemodinamik dan tanda-tanda kelebihan beban cairan. Keempat, mendorong dan memfasilitasi asupan cairan per oral secara bertahap jika pasien sudah mampu toleran, dengan memberikan cairan rehidrasi oral atau air putih dalam porsi kecil namun sering. Kelima, memantau karakteristik dan frekuensi diare, serta melaksanakan tindakan penyebab seperti pemberian obat antidiare atau antibiotik sesuai kolaborasi. Keenam, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya rehidrasi, tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai, dan cara pencegahan diare di kemudian hari. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara berkesinambungan dan dievaluasi efektivitasnya melalui kemajuan kondisi klinis pasien menuju kriteria hasil yang telah ditetapkan dalam SLKI.
-
Article No. 25185 | 19 Apr 2026
Klinis : penurunan kesadaran KU lemah TD : 104/54 mmHg HR : 156 RR : 27 S : 38.6 SPO2 : 98 Mata :mata cowong -/-, CA+/+, SI -/-, Pupil isokor + Leher:KGB dbn Thorax : Simetris BJ I-II, ireguler, bising (-) Paru : SDV (+/+)menurun,RBK(+/+) , wheezing (-/-) Abdomen :supel, BU (+) NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral dingin -/-, CRT < 2 detik, edema (-/-) Ekstremitas Inferior : akral dingin -/-, CRT < 2 detik, edema (-/-) Laboratorium terlampir 18/4/2026 Glukosa Darah Sewaktu 384 H mg/dL < 200 Glukosa Darah HEMATOLOGI Darah Rutin Hemoglobin 15.06 g/dL 12.2 ~ 18.1 Eritrosit 5.06 juta/µL 4.04 ~ 6.13 Hematokrit 43.4 % 37.7 ~ 53.7 Index Eritrosit MCV 85.9 fL 80 ~ 97 MCH 29.8 pg 27 ~ 31.2 MCHC 34.7 g/dL 31.8 ~ 35.4 Lekosit 12.94 H ribu/µL 4.6 ~ 10.2 Trombosit 209 ribu/µL 150 ~ 450 RDW-CV 12.14 % 11.5 ~ 14.5 MPV 6.65 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis Neutrofil 81.4 H % 37 ~ 80 Limfosit 6.4 L % 19 ~ 48 Monosit 10.4 % 0 ~ 12 Eosinofil 0.05 % 0 ~ 7 Basofil 1.8 % 0 ~ 2.5 Total Neutrofil 10.53 H ribu/µL 1,5 ~ 7 Total Lymphosit 0.83 L ribu/µL 1 ~ 3,7 Total Monosit 1.34 ribu/µL Total Eosinofil 0.01 ribu/µL Total Basofil 0.23 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah A KIMIA KLINIK ELEKTROLIT - Natrium (Na) 134 L mmol/L 135 ~ 150 - Kalium (K) 5.6 H mmol/L 3.5 ~ 5.1 - Chlorida (Cl) 103 mmol/L 98 ~ 109 - Calsium (Ca2+) 1.3 mmol/L 1.1 ~ 1.4 - pH 7.25 L 7.35 ~ 7.45 Fungsi Hati - AST (SGOT) 25 U/l < 37 - ALT (SGPT) 15 U/l < 42 Fungsi Ginjal - Ureum 48.9 mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 0.74
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00083
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini sangat relevan karena pasien menunjukkan penurunan kesadaran dengan gula darah sewaktu sangat tinggi (384 mg/dL), tanda-tanda dehidrasi (KU lemah, TD rendah, takikardia, CRT <2 detik), dan asidosis metabolik (pH 7.25). Kombinasi ini mengarah pada kecurigaan kuat krisis hiperglikemik seperti Diabetic Ketoacidosis (DKA) atau Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS), yang merupakan penyebab langsung penurunan kesadarannya.
Kode SLKI: 4414
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan. Tujuan keperawatan utama adalah menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pasien ke rentang yang lebih aman melalui pemberian insulin dan rehidrasi cairan intravena sesuai protokol. Selain itu, memantau tanda-tanda perbaikan kesadaran, keseimbangan elektrolit (terutama kalium yang tinggi dan natrium yang rendah), serta status hemodinamik (TD, HR, CRT) merupakan bagian integral dari luaran ini. Targetnya adalah resolusi asidosis (pH normal), penurunan gula darah secara bertahap, dan perbaikan status mental.
Kode SIKI: 4414A
Deskripsi : Memantau kadar glukosa darah. Perawat akan melakukan pemantauan glukosa darah secara berkala (setiap 1-2 jam awal) untuk menilai respons terapi insulin dan menghindari penurunan yang terlalu drastis. Memantau tanda-tanda vital (TD, HR, RR, S) dan status neurologis (GCS) secara ketat untuk mendeteksi perubahan kondisi. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium serial seperti gas darah arteri, elektrolit (Na, K), dan keton untuk menilai perbaikan asidosis dan koreksi ketidakseimbangan. Memantau balance cairan (intake-output) untuk mengevaluasi efektivitas rehidrasi. Kolaborasi pemberian terapi intravena (cairan dan insulin) sesuai instruksi dokter. Melakukan perawatan kulit dan mobilisasi bertahap untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga mengenai tanda-tanda darurat hiperglikemia dan pentingnya pengelolaan diabetes jangka panjang.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 00029
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Hal ini didukung oleh data klinis pasien: tekanan darah rendah (104/54 mmHg), denyut jantung sangat cepat (156x/menit) sebagai kompensasi, akral dingin, dan ku lemah. Takikardia yang ekstrem justru dapat mengurangi waktu pengisian ventrikel dan akhirnya menurunkan curah jantung. Kondisi hiperglikemia berat dan dehidrasi menyebabkan gangguan volume cairan intravaskular (hipovolemia) yang memperberat masalah curah jantung ini.
Kode SLKI: 4001
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Tujuan keperawatannya adalah mempertahankan atau meningkatkan curah jantung hingga tanda-tanda vital stabil dalam rentang normal untuk pasien, perfusi perifer membaik, dan status mental pulih. Target luaran meliputi tekanan darah sistolik >90 mmHg, denyut jantung menurun mendekati rentang normal, pengisian kapiler (CRT) normal (<2 detik), kulit hangat dan kering, serta produksi urin yang adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam).
Kode SIKI: 4001A
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik. Perawat akan memantau tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu secara berkelanjutan. Memantau warna, kehangatan, dan pengisian kapiler ekstremitas. Memantau status neurologis (tingkat kesadaran) sebagai indikator perfusi serebral. Memantau balance cairan (intake dan output) ketat, termasuk pemasangan kateter urin untuk mengukur produksi urin per jam. Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena untuk rehidrasi dan koreksi hipovolemia sesuai resep dokter, dengan kecepatan yang dihitung cermat. Memposisikan pasien untuk optimasi sirkulasi (misalnya, kepala datar atau sedikit ditinggikan sesuai toleransi). Meminimalkan konsumsi oksigen miokard dengan memberikan istirahat fisik dan psikologis, serta mengelola nyeri jika ada. Memberikan oksigen tambahan jika diperlukan untuk meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi beban kerja jantung.
Kondisi: Kerusakan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 00030
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Meskipun SpO2 normal (98%), pasien menunjukkan tanda distress pernapasan dengan peningkatan frekuensi napas (27x/menit) sebagai kompensasi terhadap asidosis metabolik (pH 7.25). Tubuh berusaha mengeluarkan lebih banyak CO2 (asam volatil) melalui hiperventilasi untuk mengoreksi asidemia. Selain itu, penurunan kesadaran meningkatkan risiko aspirasi dan ketidakefektifan pola napas, yang dapat memperburuk pertukaran gas. Suara napas yang menurun (SDV +/+ menurun) juga mengindikasikan kemungkinan adanya atelektasis atau gangguan ventilasi.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran gas adekuat. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan pertukaran gas yang optimal dengan kriteria: frekuensi napas dalam rentang normal, tidak ada tanda distress pernapasan, gas darah arteri menunjukkan resolusi asidosis (pH normal, PaCO2 normal), dan saturasi oksigen tetap adekuat. Status neurologis juga diharapkan membaik seiring dengan normalnya keseimbangan asam-basa.
Kode SIKI: 0401A
Deskripsi : Memantau status pernapasan dan oksigenasi. Perawat akan memantau frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. Memantau saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus. Auskultasi suara napas secara berkala untuk mendeteksi perubahan seperti crackles atau penurunan suara napas. Memantau status neurologis dan warna kulit/mukosa. Memantau hasil analisis gas darah arteri serial untuk menilai efektivitas kompensasi pernapasan dan respons terapi. Kolaborasi pemberian oksigen terapi jika diperlukan. Melakukan fisioterapi dada dan perubahan posisi secara teratur untuk meningkatkan ekspansi paru dan mencegah atelektasis, terutama karena pasien dengan penurunan kesadaran. Menjaga jalan napas paten dan bersih dari sekret, serta siap melakukan suction jika diperlukan. Mengajarkan dan membantu pasien (jika kooperatif) untuk melakukan napas dalam efektif.
-
Article No. 25186 | 19 Apr 2026
Klinis : Subjective Keluhan Utama Perut membesar RPS Pasien datang dengan keluhan perut membesar dan nyeri sejak semalam. Keluhan disertai dengan penurunan nafsu makan (+) sejak 1 bulan yang lalu, mual (+), muntah (+) , sulit BAK, sulit BAB sejak 3 hari yang lalu, Kentut (+), BAB terakhir sore ini. Status Generalis Kepala: Normocephal Mata: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-) Hidung: Terpasang NGT (+) produk hijau kecoklatan 200 cc Mulut: mukosa kering (-) Leher : Pembesaran KGB (-) Toraks: Simetris (+), Retraksi (-), SDV (+/+), S1/S2 (+) S3 (-) Abdomen :status lokalis Genital : Terpasang DC (+) produk kuning 150 cc Ekstremitas atas: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Ekstremitas bawah: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Status Lokalis R. Abdomen I: distended (+) A: BU (+) menurun P: hipertimpani (+) P: NT (+), defans muskular (-) RT: TMSA (+), Ampula recti tidak kolaps, Feses (+), STLD (-), Nyeri tekan (-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Feses: Konstipasi
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Suatu keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami statis pada usus besar yang mengakibatkan sulit atau jarangnya defekasi. Kondisi ini ditandai dengan penurunan frekuensi BAB, feses keras dan kering, rasa tidak tuntas setelah BAB, serta ketidaknyamanan abdomen. Pada pasien ini, didukung oleh keluhan sulit BAB sejak 3 hari, perut membesar (distended), dan nyeri. Meski pasien melaporkan BAB terakhir sore ini, adanya keluhan sulit BAB, distensi abdomen, dan nyeri menunjukkan proses eliminasi yang tidak adekuat dan kemungkinan obstipasi parsial.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : Eliminasi feses kembali normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Individu mampu mendeskripsikan faktor penyebab dan metode pencegahan konstipasi; (2) Individu mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mempertahankan eliminasi normal (seperti asupan cairan dan serat adekuat, aktivitas fisik); (3) Individu melaporkan peningkatan frekuensi defekasi; (4) Individu melaporkan hilangnya rasa tidak nyaman pada abdomen; (5) Terpantaunya konsistensi feses yang lunak dan terbentuk; (6) Tereliminasinya feses tanpa bantuan laksatif atau enema. Pada konteks pasien ini, tujuan utamanya adalah mencapai eliminasi feses yang adekuat, mengurangi distensi abdomen, dan menghilangkan nyeri terkait konstipasi.
Kode SIKI: I.05049
Deskripsi : Manajemen Konstipasi. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: (1) Mengkaji pola eliminasi feses sebelumnya dan faktor penyebab (misalnya, penurunan asupan, imobilisasi, efek samping obat); (2) Memantau dan mendokumentasikan frekuensi, konsistensi, jumlah, dan warna feses; (3) Mengauskultasi bising usus, mengobservasi distensi abdomen, dan palpasi untuk mendeteksi massa feses; (4) Menganjurkan peningkatan asupan cairan jika tidak terkontraindikasi (dengan mempertimbangkan status NGT dan output urin); (5) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (laksatif, pelunak feses) sesuai resep; (6) Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya asupan serat, cairan, dan aktivitas untuk merangsang peristaltik; (7) Melakukan mobilisasi pasien sesuai toleransi; (8) Mengajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis untuk ketidaknyamanan abdomen; (9) Kolaborasi dalam pemberian enema jika diperlukan; (10) Mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Intervensi ini disusun berdasarkan data pasien yang menunjukkan tanda-tanda obstipasi dengan distensi, nyeri, dan keluhan sulit BAB.
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Volume Cairan: Risiko Kurang
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Suatu keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Risiko ini ditandai oleh faktor-faktor yang dapat menyebabkan kehilangan cairan berlebihan atau asupan yang tidak adekuat. Pada pasien ini, faktor risikonya sangat jelas: asupan oral yang tidak adekuat dibuktikan dengan penurunan nafsu makan sejak 1 bulan, mual dan muntah, serta pemasangan NGT yang menunjukkan ketergantungan pada nutrisi enteral. Selain itu, adanya distensi abdomen dan keluhan sulit BAB dapat mempengaruhi absorbsi cairan. Meski mukosa mulut dilaporkan kering (-) dan CRT baik, status volume cairan memerlukan pemantauan ketat karena ketidakseimbangan antara intake (NGT) dan output (urine melalui DC, muntah, kemungkinan kehilangan cairan tersembunyi di usus akibat distensi).
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : Keseimbangan volume cairan tetap adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia; (2) Turgor kulit elastis; (3) Membran mukosa lembab; (4) Produksi urine adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam); (5) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang; (6) Berat badan stabil; (7) Tidak ada tanda dehidrasi lebih lanjut seperti rasa haus berlebihan atau kelemahan. Tujuan untuk pasien ini adalah mempertahankan keseimbangan cairan melalui monitoring ketat input-output dan mencegah perkembangan menjadi defisit volume cairan aktual.
Kode SIKI: I.04032
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: (1) Memantau tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) untuk deteksi dini hipovolemia; (2) Mengukur dan mendokumentasikan intake dan output cairan secara akurat (termasuk intake NGT, output urine via DC, muntah, dan drainase NGT); (3) Memantau warna, jumlah, dan berat jenis urine; (4) Memantau tanda klinis status cairan: turgor kulit, membran mukosa, rasa haus, CRT, dan pengisian vena jugularis; (5) Menimbang berat badan harian dengan skala yang sama dan waktu yang konsisten; (6) Mengkolaborasikan pemberian terapi cairan intravena sesuai resep jika diperlukan; (7) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, hematokrit, BUN); (8) Mengatur kecepatan pemberian cairan enteral (NGT) sesuai program; (9) Memposisikan pasien dengan nyaman dan aman terkait distensi abdomen; (10) Memberikan edukasi pada keluarga/pasien tentang pentingnya pencatatan intake-output.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat. Nyeri ini bersifat sementara (<3 bulan) dan dapat diidentifikasi dari perilaku atau laporan verbal. Pada pasien ini, nyeri diabdomen dilaporkan sebagai keluhan utama yang muncul sejak semalam bersama dengan perut membesar. Nyeri tekan (NT +) pada pemeriksaan abdomen memperkuat diagnosis ini. Nyeri ini kemungkinan besar terkait dengan distensi usus akibat gangguan motilitas (konstipasi) atau mungkin adanya proses patologis lain yang mendasari. Nyeri ini mempengaruhi kenyamanan pasien secara signifikan.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Individu melaporkan penurunan intensitas nyeri menggunakan skala nyeri; (2) Individu mendemonstrasikan tanda-tanda nyeri berkurang (wajah rileks, dapat istirahat); (3) Individu mampu mengidentifikasi faktor pencetus dan cara penanganan nyeri; (4) Individu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri; (5) Tanda vital kembali ke baseline. Tujuan untuk pasien ini adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri abdomen yang dialami, yang diukur melalui skala nyeri dan observasi perilaku.
Kode SIKI: I.09046
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: (1) Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda); (2) Mengobservasi respon non-verbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah); (3) Memantau tanda vital sebagai indikator fisiologis nyeri; (4) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman; (5) Melakukan reposisi pasien dengan hati-hati untuk mengurangi ketegangan abdomen; (6) Mengajarkan dan membantu teknik relaksasi napas dalam; (7) Mengkolaborasikan pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, analgetik non-opioid atau opioid dengan mempertimbangkan penyebab nyeri dan status abdomen); (8) Mengevaluasi efektivitas dan efek samping terapi farmakologi yang diberikan; (9) Memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri; (10) Melakukan intervensi untuk mengatasi penyebab nyeri (seperti manajemen konstipasi) secara kolaboratif.
-
Article No. 25187 | 19 Apr 2026
Klinis : Subjective Keluhan Utama Perut membesar dan nyeri RPS Pasien datang dengan keluhan perut membesar dan nyeri sejak tadi sore. Keluhan disertai dengan penurunan nafsu makan (+) sejak 1 bulan yang lalu, mual (+), muntah (+) >5kali, sulit BAK, belum BAB sejak 3 hari yang lalu. Oleh keluarga, pasien dibawa ke IGD RSSP. RPD Riwayat penyakit (+) HT Riwayat operasi (+) Laparatomi Eksplorasi tahun 2025 di RSSP Riwayat trauma (-) Riwayat alergi (-) Tanda Vital KU: Sedang GCS E4V5M6 TD: 158/98 mmHg HR: 110x/menit, RR: 24x/menit T: 36,2 ℃ SpO2 : 95% room air VAS Score : 8 Status Generalis Kepala: Normocephal Mata: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-) Hidung: Terpasang NGT (+) produk kecoklatan 200 cc Mulut: mukosa kering (-) Leher : Pembesaran KGB (-) Toraks: Simetris (+), Retraksi (-), SDV (+/+), S1/S2 (+) S3 (-) Abdomen :status lokalis Genital : Terpasang DC (+) produk kuning 150 cc Ekstremitas atas: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Ekstremitas bawah: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Status Lokalis R. Abdomen I: distended (+) A: BU (+) meningkat P: hipertimpani (+) P: NT (+), defans muskular (-) Lab RSSP 18/04/2026 Hb 14.07 AE 5.39 Hmt 43.6 AL 22.32 (H) AT 443 Goldar A PT10.2 INR 0.93 APTT 32.2 GDS 102 SGOT 22 SGPT 8 Ur 25.7 Cr 0.73 HbsAg (-) HIV NR BNO Abdomen 3 posisi RSSP 18/04/2026 Illeus obstruksi letak tinggi Tak tampak perforasi Ro Thorax PA 18/04/2026 Pulmo dan besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Feses (Konstipasi/Obstipasi) terkait Obstruksi Mekanik Usus
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini merujuk pada keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan frekuensi buang air besar dan/atau kesulitan mengeluarkan feses yang keras dan kering. Pada kasus ini, kondisi disebabkan oleh ileus obstruktif letak tinggi yang bersifat mekanis, sebagaimana dikonfirmasi oleh hasil BNO. Data pendukung utama adalah keluhan utama "perut membesar dan nyeri", belum BAB sejak 3 hari, distensi abdomen, bising usus meningkat, dan nyeri tekan. Konstipasi pada obstruksi usus merupakan masalah serius yang dapat berlanjut menjadi iskemia usus, perforasi, dan sepsis jika tidak tertangani.
Kode SLKI: L.15016
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah Eliminasi Feses Tertata. Kriteria luaran yang ingin dicapai pada pasien ini meliputi: (1) Frekuensi defekasi dalam rentang normal (setelah obstruksi teratasi), (2) Konsistensi feses lunak, (3) Tidak ada distensi abdomen, (4) Tidak ada nyeri atau ketidaknyamanan saat defekasi, dan (5) (5-35 kali/menit). Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan medis terhadap penyebab obstruksi (seperti operasi atau konservatif) serta intervensi keperawatan untuk mempertahankan fungsi usus seoptimal mungkin selama proses penyembuhan. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda perburukan seperti defans muskular dan perforasi juga bagian dari upaya mencapai luaran ini.
Kode SIKI: I.11990
Deskripsi : Intervensi Manajemen Konstipasi. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi konstipasi akibat obstruksi. Pertama, pemantauan status gastrointestinal secara ketat: mengobservasi dan mendokumentasi distensi abdomen, auskultasi bising usus tiap 4-8 jam, memantau keluhan nyeri (VAS 8), serta mengawasi intake-output termasuk drainase NGT dan urin. Kedua, kolaborasi pemberian terapi: menjalankan instruksi NPO, mempertahankan fungsi NGT untuk dekompresi dan DC untuk monitor output urin, serta berkolaborasi dalam pemberian analgesik untuk nyeri dan terapi cairan intravena untuk mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit. Ketiga, manajemen nyeri dengan teknik non-farmakologis seperti reposisi nyaman dan penjelasan prosedur untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk persepsi nyeri. Keempat, edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya dekompresi lambung melalui NGT dan pembatasan oral untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti muntah dan aspirasi. Seluruh intervensi harus didokumentasikan dengan baik dan evaluasi respons pasien dilakukan secara berkala.
Kondisi: Nyeri Akut terkait Distensi Usus dan Obstruksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang baru atau relatif baru. Pada pasien ini, nyeri akut disebabkan oleh distensi usus dan traksi mesenterium akibat obstruksi mekanik ileus letak tinggi. Data pendukung yang kuat adalah keluhan utama nyeri perut dengan skala intensitas (VAS) 8, ditemukannya distensi abdomen, hipertimpani, dan nyeri tekan (NT +) pada pemeriksaan fisik. Nyeri ini bersifat kompleks karena melibatkan komponen visceral yang seringkali sulit dilokalisasi dan dapat disertai respons otonom seperti takikardia (HR 110x/menit).
Kode SLKI: L.15020
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah Kontrol Nyeri. Kriteria luaran yang ditargetkan mencakup: (1) Skala nyeri menurun (dari VAS 8 menjadi ≤3), (2) Tampilan wajah dan tubuh rileks, (3) Tanda vital dalam rentang normal (terutama penurunan HR dan TD menuju normal), (4) Klien mampu menunjukkan teknik untuk mengontrol nyeri, dan (5) Klien melaporkan nyeri terkontrol. Pencapaian luaran ini sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan pasien tetapi juga untuk mengurangi respons stres sistemik yang dapat memperlambat pemulihan. Pengukuran luaran dilakukan dengan reassessment VAS secara berkala setelah intervensi, observasi perilaku nyeri, dan pemantauan tanda vital.
Kode SIKI: I.12010
Deskripsi : Intervensi Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi tindakan mandiri dan kolaboratif. Pertama, penilaian nyeri komprehensif dengan metode PQRST (Provocation, Quality, Region, Severity, Time) dan pemantauan VAS secara rutin. Kedua, kolaborasi pemberian analgesik sesuai instruksi medis, dengan mempertimbangkan jenis dan rute pemberian yang tepat (misalnya, analgesik intravena), serta memantau efek samping dan efektivitasnya. Ketiga, intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang tenang, membantu posisi yang nyaman (misalnya, semi-Fowler), dan teknik distraksi sesuai kondisi pasien. Keempat, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini dan penggunaan skala nyeri. Penting untuk mengevaluasi respons nyeri sebelum dan setelah intervensi, serta mendokumentasikan semua tindakan dan hasil evaluasi.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit terkait Kehilangan Cairan Aktif (Muntah, Drainase NGT) dan Asupan yang Tidak Adekuat
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini mengacu pada keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, risiko tinggi terjadi karena adanya kehilangan cairan aktif melalui muntah >5 kali dan drainase NGT (200cc produk kecoklatan), serta asupan yang tidak adekuat karena status NPO dan penurunan nafsu makan sejak 1 bulan. Meskipun tanda dehidrasi berat seperti mukosa kering dan CRT memanjang belum tampak, data takikardia (HR 110) dan takipnea (RR 24) dapat menjadi indikator awal kompensasi tubuh terhadap penurunan volume intravaskular. Obstruksi usus juga menyebabkan penumpukan cairan di lumen usus (third spacing) yang memperberat risiko defisit volume.
Kode SLKI: L.15005
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah Keseimbangan Cairan. Kriteria luaran yang dituju adalah: (1) Tanda vital dalam rentang normal (TD, HR, RR), (2) Membran mukosa lembab, (3) Pengisian kapiler < 2 detik, (4) Hematokrit dalam rentang normal (saat ini 43.6, perlu dipantau trennya), (5) Balance cairan positif/negatif dalam batas yang ditentukan. Pencapaian luaran ini sangat krusial untuk menjaga perfusi jaringan, fungsi ginjal (output urin 150cc perlu dipantau ketat), dan keseimbangan elektrolit (natrium, kalium) yang dapat terganggu akibat muntah dan drainase gastrointestinal.
Kode SIKI: I.11820
Deskripsi : Intervensi Manajemen Cairan. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: Pertama, pemantauan ketat status cairan dengan mencatat balance cairan akurat setiap 8 jam, termasuk semua intake (IV) dan output (urine, drainase NGT, muntah). Memantau berat badan harian jika memungkinkan. Kedua, pemantauan tanda-tanda klinis dehidrasi atau kelebihan cairan seperti turgor kulit, membran mukosa, CRT, edema, dan tanda vital. Ketiga, kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep, dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan kecepatan tetesan. Keempat, mempertahankan fungsi NGT dengan irigasi sesuai protokol untuk patensi dan memantau karakter serta jumlah drainase. Kelima, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan oral (NPO) dan tujuan pemasangan NGT dalam konteks menjaga keseimbangan cairan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan balance cairan, tren tanda vital, dan hasil pemeriksaan laboratorium (seperti hematokrit dan elektrolit).
-
Article No. 25188 | 19 Apr 2026
Klinis : Subjective Keluhan Utama Perut membesar RPS Pasien datang dengan keluhan perut membesar dan nyeri sejak semalam. Keluhan disertai dengan penurunan nafsu makan (+) sejak 1 bulan yang lalu, mual (+), muntah (+) , sulit BAK, sulit BAB sejak 3 hari yang lalu, Kentut (+), BAB terakhir sore ini. Status Generalis Kepala: Normocephal Mata: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-) Hidung: Terpasang NGT (+) produk hijau kecoklatan 200 cc Mulut: mukosa kering (-) Leher : Pembesaran KGB (-) Toraks: Simetris (+), Retraksi (-), SDV (+/+), S1/S2 (+) S3 (-) Abdomen :status lokalis Genital : Terpasang DC (+) produk kuning 150 cc Ekstremitas atas: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Ekstremitas bawah: Edema (-/-), akral hangat (+/+), crt <2s Status Lokalis R. Abdomen I: distended (+) A: BU (+) menurun P: hipertimpani (+) P: NT (+), defans muskular (-) RT: TMSA (+), Ampula recti tidak kolaps, Feses (+), STLD (-), Nyeri tekan (-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Feses
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan pada frekuensi, konsistensi, atau karakteristik feses yang tidak sesuai dengan kondisi normalnya.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Pasien menunjukkan eliminasi feses yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu mendeskripsikan faktor penyebab dan metode pencegahan konstipasi, 2) Pasien mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mempertahankan eliminasi feses yang normal (seperti asupan cairan dan serat yang adekuat, aktivitas fisik), 3) Pasien melaporkan peningkatan frekuensi dan konsistensi feses menuju normal, 4) Pasien tidak mengalami nyeri atau ketidaknyamanan saat defekasi, 5) Tidak terdapat tanda-tanda impaksi feses (seperti distensi abdomen, nyeri, ketidakmampuan untuk BAB), dan 6) Pola eliminasi feses kembali sesuai normal untuk pasien.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi gangguan eliminasi feses. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Mengkaji riwayat eliminasi, termasuk pola kebiasaan, frekuensi, konsistensi, warna, dan jumlah feses. 2) Memantau dan mencatat frekuensi, konsistensi, jumlah, dan warna feses. 3) Mengauskultasi bising usus, mencatat karakteristik dan frekuensinya. 4) Mengkaji faktor penyebab, seperti mobilitas menurun, asupan cairan dan serat tidak adekuat, efek samping obat, atau kondisi penyakit tertentu. 5) Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi (laksatif, pelunak feses) setelah pengkajian menyeluruh dan berdasarkan resep dokter. 6) Memberikan edukasi tentang pentingnya asupan cairan (minimal 8 gelas/hari jika tidak ada kontraindikasi) dan serat (buah, sayur, sereal) dalam diet. 7) Mendorong aktivitas fisik atau ambulasi sesuai toleransi untuk merangsang motilitas usus. 8) Menciptakan lingkungan yang nyaman dan privasi saat defekasi. 9) Melakukan manajemen NGT dan DC dengan tepat untuk memantau balance cairan dan mencegah distensi lebih lanjut. 10) Mengajarkan dan mendorong teknik manajemen nyeri non-farmakologis untuk mengurangi ketegangan yang dapat memperburuk konstipasi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara mendadak atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun), 2) Pasien mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengatasi nyeri, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 4) Ekspresi wajah rileks dan dapat beristirahat dengan tenang, 5) Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai toleransi tanpa dihambat nyeri, dan 6) Tidak terdapat tanda perilaku akibat nyeri seperti gelisah, merintih, atau postur tubuh melindungi area nyeri.
Kode SIKI: I.08073
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Mengkaji karakteristik nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas menggunakan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda). 2) Memantau tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). 3) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk meningkatkan kenyamanan. 4) Mengajarkan dan mendorong teknik non-farmakologis (seperti napas dalam, distraksi, reposisi) untuk mengurangi persepsi nyeri. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter, mempertimbangkan etiologi nyeri (dalam hal ini kemungkinan terkait distensi abdomen dan obstipasi). 6) Mengevaluasi efektivitas intervensi farmakologis dan non-farmakologis dalam mengurangi nyeri. 7) Memposisikan pasien dengan posisi yang nyaman, mungkin dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk mengurangi tegangan pada abdomen. 8) Melakukan pendekatan terapeutik dengan komunikasi empatik untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperberat persepsi nyeri.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat disebabkan oleh faktor intake yang tidak adekuat, gangguan penyerapan, atau peningkatan kebutuhan.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Status nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien menunjukkan peningkatan berat badan menuju tujuan yang realistis, 2) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal, 3) Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan, 4) Tidak terdapat tanda-tanda malnutrisi yang nyata (seperti kelemahan otot, penurunan massa lemak subkutan), 5) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan, dan 6) Pasien memahami pentingnya nutrisi yang adekuat untuk proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.11265
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Mengkaji status nutrisi secara komprehensif (riwayat diet, antropometri, pemeriksaan biokimia, fisik). 2) Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan pasien secara akurat (termasuk intake dari NGT). 3) Menimbang berat badan secara teratur dengan protokol yang konsisten. 4) Mengkolaborasikan pemberian nutrisi enteral melalui NGT sesuai resep dokter, memastikan formula, jumlah, dan kecepatan pemberian tepat. 5) Memantau toleransi pemberian nutrisi enteral (residual lambung, distensi, mual/muntah, diare). 6) Memberikan perawatan kebersihan mulut secara rutin untuk meningkatkan kenyamanan dan nafsu makan. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi spesifik pasien. 8) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan tujuan pemasangan NGT. 9) Mengatur lingkungan makan yang menyenangkan dan mengurangi faktor yang dapat menurunkan nafsu makan (seperti bau tidak sedap, nyeri).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan), 2) Turgor kulit elastis dan membran mukosa lembab, 3) Balance cairan (intake dan output) seimbang, 4) Berat badan stabil tanpa fluktuasi signifikan, 5) Tidak terdapat tanda dehidrasi (takikardia, hipotensi, oliguria) atau kelebihan cairan (edema, distensi vena leher, crackles paru), dan 6) Elektrolit serum dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05017
Deskripsi : Manajemen Cairan/ Elektrolit. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memantau dan mencatat intake dan output cairan secara ketat (termasuk intake NGT, output urin DC, muntah, dan karakteristik drainase NGT). 2) Memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara berkala. 3) Mengkaji tanda-tanda klinis keseimbangan cairan (turgor kulit, mukosa mulut, adanya edema, CRT). 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, ureum-kreatinin). 5) Mengkolaborasikan pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter. 6) Melakukan perawatan dan pemantauan patensi serta keamanan NGT dan DC untuk mencegah komplikasi. 7) Mengatur posisi pasien untuk memfasilitasi drainase dan kenyamanan pernapasan. 8) Memberikan edukasi tentang pentingnya pemantauan balance cairan. 9) Melakukan pengukuran berat badan harian dengan timbangan yang sama dan kondisi yang sama untuk mendeteksi
Article No. 25189 | 19 Apr 2026
Klinis : pasien baru rujukan dari RS Rizky Amalia datang dengan keluhan anggota Gerak kanan, bicara pelo sulit di ajak komunikasi, gelisah, sesak nafas RPD asma TD: 132/69 mmhg HR: 158x/m RR: 30 x/m SB: 36,0C SpO2: 95% NRM 10-15lpm Mata :mata cowong -/-, CA -/-, SI -/-, Pupil isokor + Leher:KGB dbn Thorax : Simetris BJ I-II, ireguler, bising (-) Paru : SDV (+/+) RBH (+/+) , wheezing (-/-) Abdomen :supel, BU (+) NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral dingin -/-, CRT < 2 detik, edema (-/-) Ekstremitas Inferior : akral dingin -/-, CRT < 2 detik, edema (-/-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana jumlah darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Kardiak output adekuat. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, 2) Denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, 3) Nadi perifer teraba, 4) Kulit hangat dan kering, 5) Status mental dalam rentang normal, 6) Urine output adekuat, 7) Tidak dispnea, 8) Tidak ortopnea, 9) Tidak edema paru.
Kode SIKI: I.14680
Deskripsi : Memantau kardiak output. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut jantung, frekuensi napas) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi pasien, 2) Auskultasi bunyi jantung, catat irama dan adanya bunyi jantung tambahan (gallop), 3) Monitor status hemodinamik (tekanan vena sentral/CVP, tekanan arteri paru/PAP) jika terpasang, 4) Monitor warna, suhu, dan kelembaban kulit, 5) Monitor pengisian kapiler, 6) Monitor status neurologis/tingkat kesadaran, 7) Monitor haluaran urine setiap jam, 8) Auskultasi bunyi napas, amati adanya tanda edema paru (ronki, wheezing), 9) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik (elektrolit, enzim jantung, gas darah arteri), 10) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (inotropik, vasodilator, diuretik), 11) Atur posisi semi-Fowler atau sesuai toleransi untuk memfasilitasi pernapasan, 12) Batasi aktivitas, anjurkan tirah baring, 13) Berikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak sianosis, 3) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 4) Frekuensi napas dalam rentang normal, 5) Irama napas teratur, 6) Tidak dispnea, 7) Tidak batuk tidak efektif, 8) Tidak suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor).
Kode SIKI: I.04067
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas), 2) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam, catat adanya suara tambahan (ronki, wheezing), 3) Monitor saturasi oksigen secara terus menerus, 4) Lakukan fisioterapi dada (batuk efektif, perkusi, vibrasi, postural drainage) jika tidak terkontraindikasi, 5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, 6) Atur posisi semi-Fowler atau high Fowler untuk memudahkan ekspansi paru, 7) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam, 8) Berikan oksigen sesuai kebutuhan dan program terapi, 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik sesuai indikasi, 10) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret, 11) Monitor analisa gas darah jika diperlukan.
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Penurunan, keterlambatan, atau kehilangan kemampuan untuk menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan suatu sistem simbol.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Komunikasi efektif. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan kebutuhan dan pemikiran, 2) Memahami pesan yang disampaikan, 3) Menggunakan metode komunikasi yang sesuai, 4) Memberikan umpan balik yang sesuai, 5) Tidak frustasi saat berkomunikasi.
Kode SIKI: I.09030
Deskripsi : Meningkatkan komunikasi: afasia. Tindakan: 1) Identifikasi kemampuan komunikasi pasien (memahami kata, berbicara, membaca, menulis), 2) Gunakan alat bantu komunikasi (gambar, papan tulis, alat elektronik) sesuai kebutuhan, 3) Gunakan pertanyaan ya/tidak yang sederhana, 4) Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons, jangan terburu-buru, 5) Pertahankan kontak mata dan perhatian penuh saat berkomunikasi, 6) Gunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah untuk memperjelas pesan, 7) Validasi dan konfirmasi pemahaman pasien terhadap pesan, 8) Kurangi gangguan lingkungan (kebisingan) saat berkomunikasi, 9) Libatkan keluarga dalam metode komunikasi yang efektif, 10) Kolaborasi dengan terapis wicara jika diperlukan, 11) Berikan dukungan emosional dan hindari mengoreksi kesalahan berulang yang dapat menurunkan harga diri.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Tekanan darah stabil. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diharapkan, 2) Tidak ada gejala hipotensi (pusing, sinkop) atau hipertensi (sakit kepala, epistaksis), 3) Denyut nadi dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.14695
Deskripsi : Memantau tekanan darah. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi), bandingkan dengan nilai baseline, 2) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi, kekuatan motorik) setiap 2-4 jam, 3) Monitor tanda-tanda syok (akral dingin, pucat, takikardia, penurunan kesadaran), 4) Identifikasi faktor penyebab (nyeri, gelisah, distres pernapasan) yang dapat mempengaruhi tekanan darah, 5) Atur posisi pasien dengan aman, hindari perubahan posisi tiba-tiba, 6) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk mengontrol tekanan darah sesuai indikasi, 7) Monitor respon terhadap terapi yang diberikan, 8) Monitor keseimbangan cairan (intake-output), 9) Berikan edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda yang perlu dilaporkan.
Article No. 25190 | 19 Apr 2026
Klinis : RETERDASI MENTAL
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Retardasi Mental (Gangguan Perkembangan Intelektual)
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Gangguan perkembangan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan signifikan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif yang mencakup keterampangan konseptual, sosial, dan praktis, dengan onset selama periode perkembangan.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Perilaku adaptif meningkat. Perilaku adaptif merujuk pada kumpulan keterampilan konseptual, sosial, dan praktis yang telah dipelajari dan dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan konseptual mencakup bahasa, membaca-menulis, konsep uang, pengarahan diri, dan pemecahan masalah. Keterampilan sosial meliputi kesadaran diri, tanggung jawab sosial, kepatuhan pada aturan, dan kemampuan membina hubungan interpersonal. Keterampilan praktis mencakup aktivitas kehidupan sehari-hari (mandi, makan, toileting, berpakaian), aktivitas instrumental (mengurus rumah tangga, mengelola keuangan, menggunakan telepon), dan keterampilan okupasional. Peningkatan perilaku adaptif pada individu dengan retardasi mental bertujuan untuk memaksimalkan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, dan memungkinkan partisipasi yang lebih bermakna dalam lingkungan sosial sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dimilikinya. Intervensi difokuskan pada pelatihan keterampilan spesifik, pemberian dukungan yang terstruktur, dan modifikasi lingkungan untuk memfasilitasi pembelajaran dan penerapan keterampilan tersebut secara konsisten.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Fasilitasi perkembangan. Intervensi keperawatan ini ditujukan untuk mempromosikan, mendukung, dan mengoptimalkan pencapaian tahapan perkembangan fisik, kognitif, psikososial, dan moral pada individu dengan retardasi mental. Perawat berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan yang stimulatif, aman, dan mendukung sesuai dengan usia perkembangan dan kemampuan individu. Intervensi mencakup: (1) Stimulasi kognitif dan sensori melalui aktivitas bermain, alat peraga edukatif, dan komunikasi yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berpikir, memori, dan persepsi. (2) Pelatihan keterampilan hidup dasar dan sosial secara bertahap dan berulang dengan menggunakan metode modeling, bimbingan fisik, dan reinforcement positif. (3) Dukungan terhadap keluarga dalam memahami tahap perkembangan anak, menetapkan ekspektasi yang realistis, dan melibatkan diri dalam program stimulasi di rumah. (4) Kolaborasi dengan tim multidisiplin (terapis okupasi, fisioterapi, psikolog, guru pendidikan khusus) untuk menyusun program intervensi dini yang terintegrasi dan individual. (5) Modifikasi lingkungan dan penyediaan alat bantu untuk memungkinkan partisipasi dalam aktivitas yang menantang namun achievable, sehingga membangun rasa percaya diri dan kompetensi. (6) Memantau kemajuan perkembangan secara berkala menggunakan alat ukur yang standar dan menyesuaikan intervensi berdasarkan respons dan kebutuhan yang berubah. Tujuan akhirnya adalah membantu individu mencapai potensi perkembangan maksimalnya, meningkatkan kemandirian fungsional, dan mempersiapkan transisi ke tahap kehidupan berikutnya (seperti dari rumah ke sekolah atau dari sekolah ke dunia kerja terampil).
Article No. 25191 | 19 Apr 2026
Klinis : pasien penurunan kesadaran KU sedang TD =106/44 mmHg N= 51 x/menit RR = 17 x/menit S = 36,5 C Spo2 = 99 % Mata : CA -/- SI -/-, reflek cahaya +/+, isokor 3mm/3mm, reflek kornea +/+, DEP +/+ Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV (+/+) rbh -/- rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2s detik, udem -/- Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2s, udem -/- Sensorik : sde Motorik : +4/+4/+4 II +1/+1/ +1 +4/+4/+4 II +1/+1/ +1 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - NIHSS : 30 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 17/04 Darah Rutin Hemoglobin 11.36 Eritrosit 3.79 Hematokrit 34.3 Lekosit 10.08 Trombosit 239 Neutrofil 68.7 Limfosit 18.1 ELEKTROLIT Natrium (Na) 135 Kalium (K) 4.2 Chlorida (Cl) 95 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.54 Glukosa Darah Sewaktu 96 Ureum 30.0 Kreatinin 0.70 NC HCTS di RS amal sehat -> stroke infark
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran pada Stroke Infark
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan gangguan suplai darah otak sekunder akibat stroke infark.
Kode SLKI: L.14045
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam parameter yang ditetapkan; 2) Status neurologis stabil/tidak memburuk; 3) Tanda vital dalam rentang normal; 4) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat; 5) Tingkat kesadaran membaik.
Kode SIKI: I.14039
Deskripsi : 1. Monitor status neurologis secara berkala menggunakan skala GCS/NIHSS. 2. Monitor dan catat tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 3. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat, hindari fleksi/ekstensi leher berlebihan. 4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 5. Monitor balance cairan (intake dan output). 6. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (antiplatelet, neuroprotektor, pengatur tekanan darah). 7. Lakukan suction dengan teknik steril dan hati-hati jika diperlukan. 8. Berikan edukasi pada keluarga tentang pentingnya perubahan posisi dan tanda-tanda memburuknya kondisi neurologis.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan bersihan jalan napas berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan kemampuan menelan akibat penurunan kesadaran.
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih; 2) Tidak ada sianosis; 3) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal; 4) Tidak terdapat sekret yang menyumbat; 5) Pola napas reguler.
Kode SIKI: I.03009
Deskripsi : 1. Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam. 2. Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus atau berkala. 3. Posisikan pasien semi fowler atau lateral sesuai kondisi untuk memudahkan drainase sekret. 4. Lakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan dengan teknik steril. 5. Kolaborasi pemberian oksigenasi sesuai program. 6. Lakukan penghisapan lendir orofaring/nasofaring dengan lembut dan hati-hati. 7. Monitor frekuensi dan irama pernapasan. 8. Ajarkan keluarga tentang tanda distress pernapasan dan pentingnya perubahan posisi.
Kondisi: Risiko Disfungsi Neuromuskuler
Kode SDKI: D.0156
Deskripsi Singkat: Risiko disfungsi neuromuskuler berhubungan dengan imobilisasi fisik sekunder akibat penurunan kesadaran dan defisit neurologis pasca stroke.
Kode SLKI: L.09048
Deskripsi : Fungsi neuromuskuler terjaga, ditandai dengan: 1) Kekuatan otot terjaga atau tidak terjadi atrofi; 2) Rentang gerak sendi penuh; 3) Tidak terjadi kontraktur; 4) Postur tubuh baik.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : 1. Lakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada ekstremitas yang lemah/lumpuh minimal 2x sehari. 2. Posisikan pasien dengan alignment yang benar, gunakan bantal untuk penyangga. 3. Ganti posisi pasien setiap 2 jam (telentang, miring kanan, miring kiri). 4. Gunakan alat bantu seperti footboard, splint, atau bantal untuk mencegah foot drop dan kontraktur. 5. Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi. 6. Evaluasi kekuatan otot dan tonus secara berkala. 7. Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus. 8. Berikan edukasi pada keluarga tentang teknik perawatan posisi dan ROM.
Article No. 25166 | 18 Apr 2026
Klinis : Diagnosa medis bronkopneumonia, terdapat sesak, dan demam 38
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan proses inflamasi dan konsolidasi paru
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler, yang mengakibatkan hipoksemia atau hiperkapnia. Pada pasien bronkopneumonia, kondisi ini terjadi karena proses inflamasi, edema, dan konsolidasi (pengisian alveoli oleh eksudat) yang menghambat difusi oksigen dari alveolus ke kapiler paru. Hal ini secara langsung menjelaskan gejala sesak napas (dispnea) dan demam yang dialami pasien. Demam meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kebutuhan oksigen jaringan meningkat, sementara kemampuan paru untuk memenuhinya justru menurun akibat konsolidasi dan inflamasi. Diagnosa ini menjadi fokus utama karena mengancam fungsi vital tubuh dan merupakan akar dari banyak gejala yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.03105
Deskripsi : SLKI L.03105 adalah "Perbaikan pertukaran gas". Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan pertukaran gas ke tingkat optimal atau mendekati kondisi normal pasien. Indikator keberhasilannya meliputi: saturasi oksigen dalam darah (SpO2) dalam rentang yang ditargetkan (misalnya >94%), frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, tidak adanya sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa), serta penurunan atau hilangnya keluhan sesak napas (dispnea). Selain itu, hasil analisis gas darah (jika tersedia) seperti tekanan parsial oksigen arteri (PaO2) dan tekanan parsial karbon dioksida arteri (PaCO2) menunjukkan perbaikan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil mengatasi hambatan pertukaran gas, mengurangi hipoksia, dan memastikan kecukupan oksigenasi jaringan tubuh pasien.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : SIKI I.05280 adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan komprehensif untuk memastikan patensi (keterbukaan) jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Pada pasien bronkopneumonia, implementasinya meliputi: (1) Memonitor status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu, saturasi oksigen). (2) Melakukan fisioterapi dada seperti postural drainage dan perkusi untuk membantu mobilisasi sekret. (3) Melakukan suction atau penghisapan lendir jika diperlukan untuk membersihkan jalan napas dari sekret yang kental. (4) Pemberian terapi oksigen sesuai program dokter dengan alat dan konsentrasi yang tepat, serta memonitor efektivitasnya. (5) Mengatur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan pernapasan. (6) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam serta batuk efektif. (7) Memastikan hidrasi adekuat (cairan intravena atau minum) untuk mengencerkan sekret. (8) Memonitor tanda-tanda distress pernapasan dan respons terhadap terapi. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan terus-menerus, bertujuan langsung untuk mengatasi penyebab gangguan pertukaran gas dengan menjaga jalan napas tetap terbuka, mengoptimalkan ventilasi, dan meningkatkan oksigenasi.
Article No. 25167 | 18 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes ku lemah,kes.cm, sesak nafas, terpasang MO,DC,NGT,02 TD: 127/89 HR: 114 RR: 23 S: 36.9 Spo2: 97, dgn O2 NRM Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) → (16/4/26) Hb 13.22 → 11.11 Eritrosit 4.70 → 3.95 Hematokrit 39.5 → 33.5 MCV 84.0 → 84.7 MCH 28.1 → 28.1 MCHC 33.4 → 33.2 RDW 11.45 → 12.51 Leukosit 16.55 → 16.74 Neutrofil 90.2 → 88.8 Limfosit 6.1 → 5.3 Monosit 3.2 → 5.2 Eosinofil 0.02 → 0.10 Basofil 0.4 → 0.5 Total Neutrofil 14.93 → 14.87 Total Limfosit 1.02 → 0.89 Total Monosit 0.53 → 0.87 Total Eosinofil 0.00 → 0.02 Total Basofil 0.07 → 0.09 Trombosit 247 → 277 MPV 6.99 → 7.01 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150 (13/4/26 05.00) -> 206 (14/4/26) -> 297 (15/4/26) -> 309 (16/4/26) -> 476 Ro Thorax (13/4/26) Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Diafragma dextra letak tinggi , et causa proses infradiafragma Ro Thorax (17/4/26) Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Diafragma dextra letak tinggi , et causa proses infradiafragma Cek IGRA (14/4/26) → menunggu hasil Cek TCM & Resistensi (14/4/26) → BLM ADA HASILNYA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Ditandai dengan: Tekanan darah dalam rentang normal untuk individu, Denyut nadi dalam rentang normal untuk individu, Keseimbangan antara asupan dan haluaran, Tidak ada edema perifer, Tidak ada dispneu/ortopneu, Tidak ada penurunan kesadaran, Tidak ada pucat/sianosis, Nadi perifer teraba kuat dan simetris, Ekstremitas hangat, Warna kulit normal, Pengisian kapiler < 3 detik.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung. Tindakan: Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 4 jam atau sesuai kondisi pasien, Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer (nadi radialis, pedis), Kaji warna, kehangatan, dan pengisian kapiler ekstremitas, Kaji status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas, bunyi napas tambahan), Kaji status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi), Auskultasi bunyi jantung (irama, kecepatan, gallop), Pantau balance cairan (intake dan output), Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan, Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program, Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan gejala seperti sesak napas, lemas, pusing, jantung berdebar.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: Melaporkan peningkatan energi, Melakukan aktivitas sesuai kemampuan, Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan), Tidak mengalami sesak napas saat aktivitas, Tidak mengalami kelelahan berlebihan, Tidak mengalami pusing/nyeri dada saat aktivitas, Keseimbangan antara asupan nutrisi dan energi yang dibutuhkan.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: Kaji faktor penyebab kelelahan (misal: kondisi penyakit, pengobatan, nyeri, gangguan tidur), Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, sesak napas, kelelahan, pucat), Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas, Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas, Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, hindari gerakan terburu-buru), Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, Atur posisi pasien untuk kenyamanan dan meminimalkan usaha napas, Kolaborasi pemberian oksigen selama aktivitas jika diperlukan, Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, Pantau nilai laboratorium terkait (seperti Hb) dan laporkan jika ada penurunan, Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas yang meningkatkan konsumsi energi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi. Ditandai dengan: Tanda vital dalam rentang normal, Tidak ada kemerahan, edema, nyeri, atau adanya drainase purulen pada area luka/invasif, Tidak ada peningkatan suhu tubuh, Hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal, Tidak ada keluhan disuria, urgency, frequency, Tidak ada batuk produktif dengan sputum purulen, Status mental tidak berubah (pada lansia).
Kode SIKI: I.08346
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan: Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, Pertahankan teknik aseptik/steril saat melakukan prosedur invasif (perawatan MO, DC, NGT), Lakukan perawatan luka/area insersi alat invasif secara rutin dan observasi tanda infeksi, Pantau tanda-tanda infeksi sistemik (suhu, leukositosis, perubahan status mental), Pantau tanda vital secara teratur, Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala infeksi untuk dilaporkan, Berikan perawatan mulut dan kulit untuk menjaga integritas pertahanan pertama, Kelola peralatan medis dengan tepat (penggantian selang, set infus sesuai protokol), Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diresepkan, Batasi pengunjung jika diperlukan, Anjurkan nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Ditandai dengan: Berat badan dalam rentang normal, Asupan makanan dan cairan adekuat sesuai kebutuhan, Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal (albumin, Hb), Tidak ada tanda malnutrisi (rambut kusam, kulit kering, konjungtiva pucat), Memiliki kekuatan dan energi untuk beraktivitas, Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.08223
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: Kaji pola makan dan asupan nutrisi pasien (via NGT), Timbang berat badan secara teratur jika memungkinkan, Kaji faktor yang menghambat asupan (mual, sesak, status mental), Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet, Pastikan pemberian nutrisi melalui NGT sesuai program (jenis, jumlah, kecepatan), Posisikan pasien semi-fowler atau kepala ditinggikan 30-45 derajat selama dan setelah pemberian nutrisi untuk mencegah aspirasi, Kaji toleransi pemberian nutrisi (distensi abdomen, mual, sisa lambung), Pantau nilai laboratorium seperti hemoglobin, albumin, dan elektrolit, Berikan perawatan mulut dan lubang hidung tempat NGT untuk kenyamanan, Ajarkan pada keluarga pentingnya nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan, Pantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan).
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437 2438 2439 2440 2441 2442 2443 2444 2445 2446 2447 2448 2449 2450 2451 2452 2453 2454 2455 2456 2457 2458 2459 2460 2461 2462 2463 2464 2465 2466 2467 2468 2469 2470 2471 2472 2473 2474 2475 2476 2477 2478 2479 2480 2481 2482 2483 2484 2485 2486 2487 2488 2489 2490 2491 2492 2493 2494 2495 2496 2497 2498 2499 2500 2501 2502 2503 2504 2505 2506 2507 2508 2509 2510 2511 2512 2513 2514 2515 2516 2517 2518 2519 2520 2521 2522 2523 2524 2525 2526 2527 2528 2529 2530 2531 2532 2533 2534 2535 2536 2537 2538 2539 2540 2541 2542 2543 2544 2545 2546 2547 2548 2549 2550 2551 2552 2553 2554 2555 2556 2557 2558 2559 2560 2561 2562 2563 2564 2565 2566 2567 2568 2569 2570 2571 2572 2573 2574 2575 2576 2577 2578 2579 2580 2581 2582 2583 2584 2585 2586 2587 2588 2589 2590 2591 2592 2593 2594 2595 2596