Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23688 | 16 Jan 2026
Klinis : Nama: Tn. B Umur: 58 tahun Jenis kelamin: laki-laki *Keluhan utama:* lemas selama 3 hari, sesak napas saat berbaring, dan kedua kakinya bengkak *Riwayat penyakit:* GGK stadium 5 (dua tahun lalu) dan sedang menjalani hemodialisis 2x seminggu, hipertensi selama 10 tahun, DM tipe 2 selama 8 tahun. *Data pengkajian subjektif:* merasa lemas, sulit tidur karna sesak, nafsu makan menurun, tidak nyaman karna kaki bengkak *Data pengkajian objektif:* TD 180/110 mmHg, nadi 94x/menit, RR 26x/menit, suhu 36,8 dan edema pitting (+2) di ekstremitas bawah, bb naik 3 kg dalam seminggu terakhir *Hasil laboratorium:* kreatinin 10 mg/dL, ureum 130 mg/dL, GFR < 15 mL/menit, Hb 8 g/dL, kalium 5,7 mmol/L
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau memerlukan peningkatan tekanan pengisian jantung.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, tidak ada dispnea, tidak ada ortopnea, tidak ada edema perifer, tidak ada peningkatan berat badan yang signifikan, bunyi jantung normal, status mental baik, haluaran urine adekuat, kulit hangat dan kering, kapiler refill < 3 detik.
Kode SIKI: I.05180
Deskripsi : Manajemen Penurunan Curah Jantung. Intervensi: Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status hemodinamik; Auskultasi bunyi jantung; Kaji adanya dispnea, ortopnea, batuk, kelelahan; Kaji status edema perifer; Monitor keseimbangan cairan (intake dan output, berat badan harian); Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (seperti diuretik, obat inotropik, antihipertensi); Atur posisi semi-Fowler atau tinggi untuk memfasilitasi pernapasan; Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program terapi; Berikan oksigen tambahan jika diperlukan; Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit, pengobatan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan; Kolaborasi dalam tindakan dialisis untuk mengatasi kelebihan cairan dan uremia.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami peningkatan retensi cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Kriteria hasil: Tidak ada edema, paru bersih, berat badan stabil atau sesuai target, tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, keseimbangan cairan seimbang, elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05190
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Intervensi: Monitor tanda-tanda vital dan status pernapasan; Kaji adanya edema (lokasi, derajat, pitting); Timbang berat badan setiap hari dengan skala dan pakaian yang sama; Monitor keseimbangan cairan (intake dan output yang akurat); Kaji bunyi paru (ronkhi, krekels); Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program terapi (diet renal); Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai indikasi; Atur posisi untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas edema); Lakukan perawatan kulit pada area edema untuk mencegah kerusakan integritas kulit; Kolaborasi dalam pelaksanaan hemodialisis untuk membuang kelebihan cairan dan produk sisa metabolisme; Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan, diet rendah garam, dan pemantauan berat badan harian.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil: Melaporkan peningkatan energi, mampu melakukan aktivitas yang diinginkan sesuai tingkat kemampuan, tanda-tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, tidak mengalami sesak napas atau nyeri dada saat aktivitas.
Kode SIKI: I.05040
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: Kaji faktor penyebab kelelahan (anemia, uremia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit); Monitor respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen); Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas dan mendistribusikan energi; Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas; Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi; Kolaborasi dalam penanganan penyebab dasar (seperti manajemen anemia dengan pemberian eritropoietin, optimalisasi dialisis, koreksi elektrolit); Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0061
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam kuantitas atau kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06061
Deskripsi : Pola tidur membaik. Kriteria hasil: Melaporkan peningkatan kualitas tidur, durasi tidur cukup, bangun tidur merasa segar, tidak mengalami gangguan tidur (sulit memulai tidur, sering terbangun, bangun terlalu awal), fungsi siang hari optimal.
Kode SIKI: I.10030
Deskripsi : Promosi Tidur. Intervensi: Kaji pola dan kebiasaan tidur pasien serta faktor pengganggu (sesak napas, nyeri, kecemasan, lingkungan); Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman); Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur (napas dalam, relaksasi otot progresif); Atur posisi tidur yang nyaman, biasanya semi-Fowler untuk mengurangi sesak; Batasi asupan cairan di malam hari untuk mengurangi frekuensi berkemih; Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab (seperti terapi oksigen untuk hipoksia, obat untuk mengurangi sesak); Edukasi pasien tentang pentingnya sleep hygiene; Bantu mengatur jadwal aktivitas dan istirahat.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit (Hiperkalemia)
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan kadar elektrolit serum yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan elektrolit terjaga. Kriteria hasil: Kadar elektrolit (kalium, natrium, kalsium, fosfat) dalam batas normal atau terkontrol, tidak ada tanda-tanda gangguan akibat ketidakseimbangan elektrolit (seperti kelemahan otot, aritmia, pareste sia), EKG dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05191
Deskripsi : Manajemen Ketidakseimbangan Elektrolit. Intervensi: Monitor kadar elektrolit serum (terutama kalium 5,7 mmol/L yang berbahaya); Monitor tanda-tanda klinis hiperkalemia (kelemahan otot, mual, aritmia); Monitor EKG untuk mendeteksi perubahan yang terkait hiperkalemia (gelombang T tinggi, pelebaran QRS); Kolaborasi pemberian terapi untuk menurunkan kalium (pemberian resin pengikat kalium, kalsium glukonat, insulin dengan glukosa, bikarbonat); Kolaborasi untuk pelaksanaan hemodialisis segera jika diperlukan; Batasi asupan makanan tinggi kalium; Edukasi pasien dan keluarga tentang makanan yang harus dihindari (pisang, jeruk, kentang, coklat, dll) dan pentingnya kepatuhan dialisis; Awasi dengan ketat keseimbangan cairan dan respons terhadap terapi.
-
Article No. 23689 | 16 Jan 2026
Klinis : latihan pernPASAN
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Latihan Pernapasan
Kode ICD-10: Z50.1
Deskripsi Singkat : Kode Z50.1 mengindikasikan "Perawatan lainnya dan rehabilitasi medis" dengan deskripsi spesifik "Terapi fisik lainnya". Dalam konteks latihan pernapasan, kode ini digunakan untuk mencatat kunjungan atau sesi pelatihan di mana pasien menerima instruksi dan terapi fisik yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi sistem pernapasan. Latihan ini biasanya meliputi teknik seperti pernapasan diafragma, pernapasan bibir mengerucut, latihan batuk efektif, dan penggunaan alat bantu seperti spirometer insentif. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot-otot pernapasan, meningkatkan kapasitas paru-paru, membersihkan saluran udara dari sekresi, serta mengelola kondisi seperti sesak napas. Penggunaan kode ini tepat untuk mencatat intervensi rehabilitatif pada pasien pasca-operasi (misalnya bedah toraks atau abdomen), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, fibrosis kistik, atau kondisi lain yang memerlukan pemulihan dan edukasi fungsi pernapasan. Kode ini berada di bawah bab "Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan pelayanan kesehatan", sehingga menekankan bahwa pencatatan ini adalah untuk kontak dengan layanan kesehatan terkait rehabilitasi, bukan untuk diagnosis penyakit aktif itu sendiri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23649 | 15 Jan 2026
Klinis : MECONIUM ASPIRATION SYNDROME (MAS) Riwayat Kasus Bayi perempuan usia 1 jam, lahir aterm 40 minggu. Ketuban pecah spontan dengan warna hijau pekat sejak 4 jam sebelum lahir. Ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan. Saat lahir, bayi tampak tidak menangis kuat, tubuh kebiruan, dan terdapat mekonium tebal di mulut serta hidung bayi. Pemeriksaan Klinis * Frekuensi napas 68×/menit * Retraksi berat * Ronki kasar difus * SpO₂ 86% dengan nasal cannula * Bising napas tidak merata (patchy atelectasis) Penunjang * Foto toraks: hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation * Gas darah: o pH 7,28 o PaO₂ 52 mmHg o PaCO₂ 60 mmHg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Meconium Aspiration Syndrome (MAS)
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan individu yang mengalami penurunan kemampuan paru untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat, yang dapat disebabkan oleh obstruksi jalan napas, ketidakseimbangan ventilasi-perfusi, atau gangguan difusi alveolus-kapiler. Pada bayi dengan MAS, mekonium yang teraspirasi menyebabkan obstruksi jalan napas parsial atau total (menyebabkan atelektasis dan air trapping), iritasi kimia yang mengakibatkan pneumonitis, dan inaktivasi surfaktan, yang kesemuanya mengganggu proses pertukaran gas. Kondisi ini dimanifestasikan secara klinis oleh takipnea, retraksi, sianosis, hipoksemia (SpO₂ rendah, PaO₂ rendah), dan hiperkapnia (PaCO₂ tinggi) seperti yang terlihat pada pasien.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Luaran ini ditandai dengan tercapainya keseimbangan antara ventilasi dan perfusi paru, sehingga nilai analisis gas darah arteri berada dalam rentang normal dan tidak ada tanda distress pernapasan. Secara spesifik untuk bayi dengan MAS, indikator pencapaiannya meliputi: 1) Saturasi oksigen (SpO₂) stabil dalam rentang target (biasanya >94% atau sesuai target terapi), 2) Nilai analisis gas darah (pH, PaO₂, PaCO₂, HCO₃) kembali dalam batas normal untuk usia (pH 7.35-7.45, PaO₂ >80 mmHg, PaCO₂ 35-45 mmHg), 3) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk usia baru lahir (30-60 kali/menit), 4) Tidak ditemukan tanda kerja napas berlebihan seperti retraksi substernal, interkostal, atau cuping hidung, 5) Bunyi napas bersih atau membaik tanpa ronki kasar, dan 6) Warna kulit kemerahan tanpa sianosis. Pencapaian luaran ini memerlukan intervensi seperti oksigenasi, ventilasi mekanik jika diperlukan, fisioterapi dada, dan pemberian surfaktan atau terapi pendukung lainnya untuk mengatasi efek mekonium.
Kode SIKI: I.08138
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat. Pada bayi dengan MAS, intervensi ini sangat kritis karena jalan napas terancam obstruksi oleh mekonium. Tindakan spesifik meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Memonitor terus menerus status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas), saturasi oksigen, dan tanda klinis sianosis atau distress. Memantau hasil analisis gas darah arteri secara berkala untuk mengevaluasi keefektifan terapi. 2) **Pembersihan Jalan Napas**: Melakukan penghisapan mekonium dari orofaring dan nasofaring dengan teknik yang tepat segera setelah lahir (seperti yang seharusnya dilakukan pada kasus ini). Pada bayi yang sudah dirawat, melakukan penghisapan sekresi dari trakea sesuai indikasi dan protokol dengan teknik steril untuk mencegah infeksi. 3) **Posisi**: Menempatkan bayi dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru, biasanya kepala sedikit elevasi. 4) **Terapi Oksigen dan Ventilasi**: Mengelola pemberian oksigen melalui nasal cannula, hood, atau CPAP sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi target. Mempersiapkan dan membantu prosedur intubasi serta pengelolaan ventilasi mekanik jika gagal napas (seperti yang ditunjukkan oleh pH 7.28, PaCO₂ 60 mmHg). Memastikan alat ventilasi berfungsi dengan baik dan parameter setting sesuai. 5) **Fisioterapi Dada**: Melakukan fisioterapi dada dan postural drainage sesuai instruksi untuk membantu mobilisasi sekresi, dengan hati-hati mengingat kondisi paru yang rentan. 6) **Pemberian Obat**: Mengadministrasikan obat-obatan sesuai resep seperti antibiotik (karena risiko tinggi pneumonia), surfaktan, atau bronkodilator, serta memantau efek dan efek sampingnya. 7) **Kenyamanan**: Meminimalkan gangguan dan mengelola nyeri (misalnya dengan pemberian analgesik/sedasi sesuai resep) untuk menurunkan konsumsi oksigen dan stres bayi. 8) **Kolaborasi**: Bekerja sama dengan dokter, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lain untuk mengevaluasi perkembangan dan menyesuaikan rencana terapi. Intervensi ini bertujuan langsung untuk mengatasi masalah gangguan pertukaran gas dengan memastikan jalan napas terbuka, ventilasi adekuat, dan oksigenasi optimal.
-
Article No. 23650 | 15 Jan 2026
Klinis : hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Pneumonia, tidak ditentukan
Kode ICD-10: J18.9
Deskripsi Singkat : Temuan radiologis "hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation" secara klasik mengarah pada diagnosis pneumonia, khususnya pneumonia komunitas yang disebabkan oleh berbagai patogen seperti bakteri, virus, atau atipikal. "Patchy consolidation" menggambarkan area paru yang terisi cairan atau eksudat inflamasi, menggantikan udara, yang merupakan tanda kunci pneumonia. "Bercak infiltrat kasar" menunjukkan proses inflamasi yang menyebar di interstisium dan alveoli. "Hiperinflasi" sering menyertai sebagai respons obstruktif atau kompensasi. Kode ICD-10 J18.9 (Pneumonia, tidak ditentukan) digunakan ketika agen penyebab spesifik belum diidentifikasi melalui pemeriksaan klinis atau laboratorium. Kode ini berada di bawah bab "Penyakit pada sistem pernapasan" dan blok "Pneumonia Influenza". Penggunaan kode ini tepat dalam konteks pelaporan awal berdasarkan temuan radiologis sebelum konfirmasi etiologi. Penting untuk mencatat bahwa kode yang lebih spesifik (seperti J15.9 untuk pneumonia bakteri tidak ditentukan atau J12.9 untuk pneumonia virus) mungkin lebih akurat jika ada informasi klinis pendukung.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23651 | 15 Jan 2026
Klinis : Data Subyektif Pasien mengatakan lemas, tenggorokan sakit dan kering, tangan dan kaki sakit, nyeri seluruh badan RPS: Pasien rujukan dari RS Rajawali Citra dengan keluhan lemas, demam dan sesak nafas sejak 1mnggu SMRS (Senin). Keluhan disertai nyeri kaki, tangan dan persendian. Nyeri kaki dirasakan hingga pasien tidak bisa berjalan. BAB merah kehitaman encer sebanyak 4x sejak 1HSMRS disertai nyeri seluruh perut. Pasien sblmnya sudah periksa ke puskesmas namun keluhan tidak membaik. RPD: HT uncontrolled, asam urat RPO: obat tensi, asam urat, obat nyeri, amoxycillin (PKM) …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Data Obyektif TD 110/75mmhg, N 89x/m, rr 22x/m, S: 36.6C, spo2 100% GCS EVM 4/5/6 (CM) VAS : 6 KU : lemah PF : K/L: CA-/- SI+/+ conjunctiva kemerahaan +/+., Tho: jejas(-), simetris(+/+), retraksi(-/-) , C/ S1,2 reg, bising(-), P/ vesikuler(+/+) rh(++/+) wh(-/-)., Abd: BU(+), distensi(+), NT(+) seluruh perut, hipertimpani Hepatomegaly (+)., Eks: tampak kuning (jaundice), akral hangat, nadi kuat, CRT<2s, edema-/-/-/-, nyeri tekan gastrocnemius+/+., Gen: terpasang DC 200cc kemerahan (15jam) Terpasang HFNC 30 lpm, DC, IV line Lab : Hb 10.5 g/dL, Leukosit 25580/mm3, Hmt ; 28.8%, Eritrosit : 3.45 juta/mm3, Trombosit : 90000/mm3., bilirubin total 24.45 mg/dL, bilirubin indirect 6.81 mg/dL, bilirubin direct 17.64 mg/dL., ureum 192 mg/dL, 2.71 mg/dL., SGOT 163 U/L, SGPT 172 U/L RO : Pulmo tak tampak kelainan, Cardiomegaly, Aortosklerosis, Terpasang HD catether via v subclavia sinistra dengan ujung distal pada paravertebra dextra setinggi DIVTh 6
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien menyatakan nyeri terkontrol. Kriteria hasil utama yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, ekspresi wajah dan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, serta tanda-tanda vital dalam rentang normal. Perawat akan mengevaluasi karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala VAS yang pada pasien ini adalah 6, kualitas, durasi), memantau respons nonverbal (gelisah, menangis, postur tubuh), dan memeriksa tanda fisiologis seperti takikardia atau hipertensi yang mungkin tidak dominan pada pasien ini karena kondisi umum yang lemah. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemberian analgesik sesuai resep, teknik non-farmakologis (reposisi, distraksi, lingkungan tenang), dan edukasi pasien tentang pelaporan nyeri. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, observasi perilaku, dan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Lakukan manajemen nyeri. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan komprehensif. Pertama, lakukan pengkajian nyeri komprehensif dengan PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) dan skala yang valid (VAS). Kedua, kolaborasi pemberian farmakologis (obat nyeri sesuai resep) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Ketiga, terapkan intervensi non-farmakologis seperti terapi dingin/panas (mungkin pada area gastrocnemius yang nyeri), teknik relaksasi napas dalam, dan distraksi. Keempat, kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. Kelima, modifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan. Pada pasien ini, perhatian khusus pada nyeri seluruh badan, tangan, kaki, dan perut serta nyeri tekan pada gastrocnemius. Penting juga mempertimbangkan bahwa nyeri dapat memperburuk kondisi hemodinamik dan meningkatkan stres, sehingga manajemen yang adekuat sangat penting.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme termoregulasi.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil mencakup suhu tubuh aksila 36-37.5°C, tidak ada keluhan perasaan panas, kulit hangat dan kering, serta tanda vital stabil. Meskipun data objektif saat ini suhu 36.6°C normal, riwayat demam sejak 1 minggu SMRS dan leukositosis tinggi (25580/mm3) mengindikasikan proses infeksi/inflamasi yang berpotensi menyebabkan fluktuasi suhu. Perawat akan memantau suhu secara berkala, mengobservasi adanya menggigil atau diaforesis, serta memantau tanda-tanda dehidrasi akibat peningkatan suhu. Intervensi diarahkan untuk mencapai dan mempertahankan suhu normal, mencegah komplikasi seperti kejang atau dehidrasi berat, serta mengidentifikasi penyebab dasar.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Lakukan manajemen hipertermia. Intervensi dimulai dengan pemantauan suhu tubuh setidaknya setiap 4 jam atau sesuai kondisi. Lakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di aksila dan lipatan paha (hindari alkohol), berikan lingkungan yang sejuk dan nyaman, serta atur sirkulasi udara. Anjurkan asupan cairan yang adekuat secara oral atau pantau balance cairan parenteral jika asupan oral kurang. Ganti pakaian atau linen yang basah oleh keringat. Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai resep dan antibiotik (seperti amoxicillin yang telah diberikan) untuk mengatasi sumber infeksi. Pantau tanda-tanda kejang atau penurunan kesadaran akibat suhu tinggi. Dokumentasi trend suhu dan respons terhadap intervensi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09011
<>Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas. Kriteria hasil meliputi kemampuan melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai, tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas (tidak ada takikardi, desaturasi, atau dispnea berlebihan), serta penurunan keluhan lemas dan kelelahan. Dari data, pasien mengeluh lemas, KU lemah, dan nyeri hingga tidak bisa berjalan, menunjukkan intoleransi aktivitas berat. Perawat akan menilai respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, pernapasan, saturasi O2, tekanan darah), tingkat kelemahan otot, dan faktor penghambat seperti nyeri. Tujuannya adalah mencegah kelemahan lebih lanjut, mempertahankan fungsi muskuloskeletal, dan meningkatkan partisipasi dalam perawatan diri secara bertahap.
Kode SIKI: I.09013
Deskripsi : Lakukan manajemen intoleransi aktivitas. Rencanakan dan jadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (ADL) sesuai kebutuhan, dimulai dari rentang gerak pasif/aktif di tempat tidur hingga duduk dan ambulasi bertahap. Pantau respons kardiopulmoner sebelum, selama, dan setelah aktivitas; hentikan aktivitas jika terjadi takikardi, penurunan SpO2, atau distress. Kolaborasi dengan fisioterapi jika diperlukan. Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan (menata barang dalam jangkauan). Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi. Pada pasien ini, keterbatasan akibat nyeri dan kelemahan umum harus menjadi pertimbangan utama dalam menyusun gradasi aktivitas.
Kondisi: Risiko Syok
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya penurunan perfusi jaringan yang tidak adekuat yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03035
Deskripsi : Tidak terjadi syok. Kriteria hasil adalah tanda vital dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien (TD stabil >90/60, nadi kuat dan teratur, CRT <2 detik, produksi urin adekuat >0.5 ml/kg/jam), status mental baik, kulit hangat dan kering, serta tidak ada penurunan kesadaran. Pasien memiliki beberapa faktor risiko serius: riwayat perdarahan GI (BAB hitam), trombositopenia (90.000/mm3), infeksi berat (leukositosis tinggi), dan gangguan fungsi hati/ginjal. Meskipun saat ini TD 110/75 dan CRT <2 detik, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat. Pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi dini tanda syok hipovolemik (dari perdarahan) atau septik.
Kode SIKI: I.03044
Deskripsi : Lakukan pemantauan syok. Intervensi ini meliputi pemantauan ketat tanda vital (TD, N, RR, S, SpO2) setidaknya setiap jam atau lebih sering jika kondisi berubah. Kaji status perfusi perifer (kehangatan akral, CRT, warna kulit, nadi perifer). Pantau balance cairan ketat (input & output), termasuk karakteristik feses dan pengeluaran urin. Observasi tanda perdarahan lebih lanjut (hematemesis, melena, petekie, perdarahan dari tempat injeksi). Kolaborasi pemantauan laboratorium (Hb, Hmt, trombosit, laktat). Pertahankan akses intravena yang paten dan siapkan resusitasi cairan sesuai protokol. Posisikan pasien dengan elevasi kaki jika tidak kontraindikasi untuk meningkatkan aliran balik vena. Laporkan segera setiap penurunan tekanan darah, peningkatan frekuensi nadi, penurunan kesadaran, atau penurunan produksi urin.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat mengancam jiwa dari sirkulasi.
Kode SLKI: L.03023
Deskripsi : Tidak terjadi perdarahan. Kriteria hasil adalah tidak ada tanda perdarahan aktif baru, nilai laboratorium terkait pembekuan (trombosit) stabil atau membaik, tanda vital stabil, dan kulit/membran mukosa tanpa tanda perdarahan. Pasien sudah menunjukkan episode perdarahan (BAB hitam) dan memiliki trombositopenia (90.000/mm3), yang meningkatkan risiko perdarahan spontan atau perdarahan yang diperberat. Perawat akan memantau secara ket
Article No. 23652 | 15 Jan 2026
Klinis : bayi prematur tidak bisa refleks menyusui
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi Prematur dengan Ketidakmampuan Refleks Menyusu
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Pemberian ASI
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Pemberian ASI: Bayi menunjukkan kemampuan menyusu secara efektif.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Pemberian ASI: Membantu ibu untuk memulai dan mempertahankan pemberian ASI.
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakefektifan Pemberian ASI (Kode 0001)
Definisi: Keadaan di mana seorang ibu, bayi, atau anak berisiko mengalami kesulitan dalam proses pemberian ASI, yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan atau gangguan pada proses menyusui. Pada kasus bayi prematur, risiko ini sangat tinggi karena ketidakmatangan neurologis dan fisiologis. Refleks menghisap, menelan, dan bernapas yang terkoordinasi (suck-swallow-breathe reflex) biasanya baru berkembang sempurna sekitar usia kehamilan 32-34 minggu. Bayi prematur yang lahir sebelum usia ini seringkali memiliki refleks menghisap yang lemah, tidak terkoordinasi, atau bahkan belum muncul. Ketidakmampuan ini bukan hanya karena faktor bayi, tetapi merupakan sebuah situasi yang melibatkan dyad (ikatan) ibu dan bayi, di mana proses menyusui menjadi tidak efektif sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi, malnutrisi, hiperbilirubinemia, dan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif. Diagnosis ini tepat karena meskipun masalah utama ada pada bayi (tidak bisa refleks menyusu), fokus intervensi keperawatan adalah pada upaya pencegahan komplikasi dan memfasilitasi keberhasilan menyusui melalui dukungan pada ibu dan teknik pemberian yang adaptif.
Luaran Keperawatan (SLKI): Pemberian ASI: Bayi menunjukkan kemampuan menyusu secara efektif (Kode 0801)
Definisi: Tindakan bayi dalam menghisap dan menelan ASI selama menyusu. Luaran ini menjadi tujuan utama dari intervensi yang dilakukan. "Menyusu secara efektif" diindikasikan dengan beberapa perilaku observabel: bayi mampu melekat dengan baik (latch-on) pada payudara dengan mulut terbuka lebar, bibir terlipat keluar (seperti ikan), lebih banyak areola terlihat di bagian atas mulut daripada di bagian bawah, tidak ada bunyi decak, pipi membulat, pola menghisap dalam dan berirama (suck-pause-suck), serta terdengar suara menelan. Pada bayi prematur, pencapaian luaran ini mungkin bertahap. Tanda efektif bisa dimulai dari kemampuan bayi untuk menyusu dalam waktu singkat (5-10 menit) dengan koordinasi yang baik, tidak menunjukkan tanda stres seperti desaturasi oksigen, apnea, atau perubahan warna menjadi sianosis, serta mampu mempertahankan suhu tubuh stabil selama proses menyusu. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi untuk mengatasi risiko ketidakefektifan telah berhasil.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Pemberian ASI (Kode 1401)
Definisi: Membantu ibu untuk memulai dan mempertahankan pemberian ASI yang tepat untuk bayinya. Intervensi ini sangat komprehensif dan krusial untuk bayi prematur. Aktivitasnya meliputi: (1) Assessment: Menilai kesiapan bayi untuk menyusu langsung (misal: usia gestasi terkini, stabilitas tanda vital, refleks menghisap), menilai produksi ASI ibu, serta pengetahuan dan kepercayaan diri ibu. (2) Edukasi dan Dukungan: Memberikan edukasi tentang pentingnya ASI bagi bayi prematur, teknik memerah dan menyimpan ASI (pompa atau manual) untuk menjaga suplai, serta manajemen laktasi jangka panjang. (3) Intervensi Teknis Langsung: Menerapkan teknik pemberian ASI adaptif seperti kangaroo mother care (KMC) atau perawatan metode kangguru untuk menstabilkan bayi dan merangsang refleks menyusu, membantu posisi menyusui yang nyaman (seperti posisi football hold atau cross-cradle yang lebih terkontrol), dan melatih ibu tentang teknik pelekatan yang benar. (4) Dukungan Nutrisi Alternatif: Ketika menyusu langsung belum memungkinkan, perawat membantu dalam pemberian ASI perah melalui metode lain seperti cup feeding (pemberian dengan cangkir), spoon feeding, atau finger feeding yang lebih aman daripada botol untuk mencegah bingung puting, serta memastikan bayi tetap mendapat nutrisi dari ASI ibunya. (5) Monitoring: Memantau berat badan bayi, frekuensi BAK/BAB, tanda-tanda hidrasi, serta tanda stres selama menyusu. (6) Kolaborasi: Bekerja sama dengan konsultan laktasi, dokter, dan ahli gizi untuk menciptakan rencana pemberian makan yang individual. Inti dari intervensi ini adalah memberdayakan ibu dan keluarga sambil memastikan kebutuhan nutrisi dan keamanan bayi prematur terpenuhi, sehingga secara bertahap dapat mencapai kemampuan menyusu yang efektif.
Article No. 23653 | 15 Jan 2026
Klinis : Batuk, ronchi, demam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Pencapaian dan pemeliharaan bersihan jalan napas. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih dari hambatan, sehingga memungkinkan pertukaran gas yang adekuat. Tujuan ini dicapai melalui serangkaian tindakan seperti memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, suara napas), posisi yang memudahkan drainase sekret (seperti semi-Fowler atau posisi miring), serta pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan. Perawat juga melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret. Suctioning dilakukan dengan teknik steril jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Hidrasi yang adekuat dijaga untuk mengencerkan sekret, dan lingkungan diatur untuk meminimalkan iritan seperti debu atau asap. Edukasi pada pasien dan keluarga tentang teknik batuk efektif dan pentingnya kepatuhan minum obat juga merupakan bagian integral. Evaluasi keberhasilan ditandai dengan bunyi napas yang bersih (atau berkurangnya ronchi/wheezing), tidak adanya sianosis, frekuensi napas dalam rentang normal, serta kemampuan pasien mengeluarkan sekret secara mandiri.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Ini adalah serangkaian tindakan langsung dan spesifik yang dilakukan perawat untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas. Intervensi dimulai dengan pengkajian komprehensif: memonitor dan mendokumentasikan pola pernapasan, frekuensi, kedalaman, dan usaha napas; auskultasi suara napas (seperti ronchi, wheezing) setiap shift atau sesuai kebutuhan; serta mengobservasi warna kulit dan membran mukosa untuk tanda sianosis. Tindakan posisioning seperti kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat (posisi semi-Fowler/Fowler) dilakukan untuk memanfaatkan gravitasi memudahkan ekspansi paru dan pengeluaran sekret. Perawat mendemonstrasikan dan membimbing pasien melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif, mungkin dengan teknik batuk terkontrol atau huffing. Jika diperlukan, dilakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, dan postural drainage) dengan mempertimbangkan kondisi pasien. Tindakan suctioning orofaringeal/nasofaringeal atau melalui jalan napas buatan dilakukan dengan teknik aseptik untuk menghisap sekret, dengan memperhatikan tanda-tanda hipoksia selama prosedur. Pemberian oksigen sesuai order dokter diawasi ketat. Perawat memastikan hidrasi dengan mendorong asupan cairan hangat yang cukup (kecuali kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. Obat-obatan seperti mukolitik, bronkodilator, atau antibiotik diberikan tepat waktu dan dievaluasi efeknya. Lingkungan dijaga kelembaban yang adekuat, bebas dari iritan. Edukasi berkelanjutan diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan tangan, teknik mencegah penularan (etika batuk), serta tanda-tanda distress pernapasan yang harus segera dilaporkan. Seluruh intervensi didokumentasikan secara rinci, termasuk respons pasien terhadap setiap tindakan.
Article No. 23654 | 15 Jan 2026
Klinis : Sesak napas (+) berkurang, batuk (+) KU tampak sakit berat GCS E4V5M6 TD: 127/76 HR: 76 RR: 22 suhu: 36.7 SpO2: 97% dengan O2 NK 6lpm Kepala: normocephal, m. temporalis atrofi -/- Mata : konjungtiva pucat (-/-), sklera icterik (-/-),edema palpebra (-/-), pupil isokor (3 mm/3 mm),refleks cahaya (+/+) Hidung : secret (-/-), lendir tidak ada, darah (-/-) Mulut: mukosa bibir kering (-), oral ulcer (-), faring hiperemis (-/-), lidah kotor (-) Leher : JVP R+3 cm, KGB cervical tidak teraba membesar Thorax : simetris, normochest, retraksi (-), spidernavy (-) Pulmo: I: pengembangan dada kanan = kiri P: fremitus raba dada kanan = kiri P: sonor / sonor A: SDV + / SDV +, RBK -/-, rbh -/-, wheezing +/+, egofoni -/- Abdomen : I : Dinding perut // dinding dada A : Bising usus (+), frekuensi 16 kali per menit. P : timpani (+), pekak alih (-), undulasi (-), nyeri tekan CVA (-/-) P : supel, nyeri tekan (-) hepar dan lien tidak teraba Ext : CRT<2’’, edema extremitas superior et inferior-/-/-/- Hemoglobin 18.49 Eritrosit 5.93 Hematokrit 52 Index Eritrosit MCV 87.7 MCH 31.2 MCHC 35.6 Lekosit 20.81 Trombosit 651 RDW-CV 13.8 MPV 9.58 Hitung Jenis Neutrofil 91.2 Limfosit 5.6 Monosit 1.4 Eosinofil 0.34 Basofil 0.1 Total Lymphosit 1.16 Total Monosit 0.28 Total Eosinofil 1.65 Total Basofil 0.22 Gol. Darah (A B O) Golongan Darah O KIMIA KLINIK Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 142 Fungsi Hati AST (SGOT) 49 ALT (SGPT) 12 Fungsi Ginjal Ureum 11.8 Kreatinin 0.65 AGD 13/1/2026 pH: 7.312 pCO2: 41.4 PO2: 138 B Excess: -5 HCO3: 20.9 TCO2: 22 SO2: 99% Laktat: 1.41 H+: 47.54066986 ΔH/ΔPCO2: 5.386192755 PAO2: 376.05 target PAO2: 245.25 FiO2 koreksi: 0.41654979 AaDO2: 238.05 HS: 230 Kesan: Asidosis metabolik mix asidosis respiratorik dengan hipoksemia sedang (HS 230) Rontgen Toraks 12/1/2026 - Bronchitis dan besar cor normal - Tak tampak proses spesifik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh serta/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveoli-kapiler. Pada pasien ini, kondisi ini ditandai dengan sesak napas, wheezing pada auskultasi, hasil analisis gas darah (AGD) yang menunjukkan asidosis metabolik mixed dengan asidosis respiratorik dan hipoksemia, serta nilai hemoglobin dan hematokrit yang tinggi yang dapat memperburuk viskositas darah dan pertukaran gas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas, ditandai dengan nilai AGD dalam rentang normal untuk usia (pH, PaO2, PaCO2, HCO3, saturasi oksigen) dan tidak adanya gejala distress pernapasan. 2) Pasien mempertahankan jalan napas paten. 3) Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan. 4) Pasien menunjukkan perilaku yang meningkatkan pertukaran gas (batuk efektif, posisi yang tepat). Pada kasus ini, target spesifik adalah perbaikan nilai AGD (pH, pCO2, HCO3, dan koreksi hipoksemia), penurunan atau hilangnya wheezing, serta peningkatan saturasi oksigen (SpO2) dengan dosis oksigen yang lebih rendah atau tanpa bantuan oksigen.
Kode SIKI: I.09006
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu). 2) Memonitor status oksigenasi (warna kulit/mukosa, saturasi oksigen/SpO2). 3) Memonitor bunyi napas. 4) Memonitor hasil analisis gas darah (AGD). 5) Mempertahankan kepala tempat tidur elevasi sesuai toleransi (misalnya, 45-60 derajat) untuk memudahkan ekspansi paru. 6) Memberikan oksigen sesuai program/order dokter (saat ini NK 6 lpm) dan memonitor efektivitasnya. 7) Mengajarkan dan mendorong batuk efektif dan napas dalam. 8) Melakukan fisioterapi dada jika diindikasikan. 9) Mempertahankan asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret, kecuali ada kontraindikasi. 10) Memonitor tanda-tanda kelelahan otot pernapasan. 11) Kolaborasi pemberian terapi inhalasi/bronkodilator sesuai program untuk mengatasi wheezing. 12) Memonitor tanda-tanda komplikasi seperti penurunan kesadaran akibat hipoksia atau hiperkapnia. Intervensi ini ditujukan untuk mengatasi penyebab gangguan pertukaran gas (bronkitis, hipoksemia) dan mempertahankan jalan napas yang paten.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada pasien ini, diagnosis ini didukung oleh adanya batuk (+), wheezing (+), dan hasil rontgen yang menunjukkan bronchitis. Wheezing mengindikasikan penyempitan atau obstruksi saluran napas kecil, sementara batuk merupakan mekanisme untuk membersihkan jalan napas, namun mungkin tidak sepenuhnya efektif. Kondisi ini berkontribusi langsung terhadap gangguan pertukaran gas yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Jalan napas paten, ditandai dengan bunyi napas bersih, tidak ada suara napas tambahan (seperti wheezing atau ronki), dan tidak adanya sianosis. 2) Pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif. 3) Pasien menunjukkan perilaku untuk mempertahankan bersihan jalan napas (batuk efektif, napas dalam). Pada pasien ini, target utamanya adalah hilangnya wheezing, berkurangnya atau hilangnya batuk yang tidak produktif, serta kemampuan pasien untuk mengeluarkan sekret jika ada dengan efektif.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen batuk. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mengkaji karakteristik batuk (produktif/non-produktif, frekuensi, konsistensi dan warna sputum). 2) Meningkatkan kelembaban udara (humidifikasi) terutama dengan pemberian oksigen. 3) Mengajarkan dan mendorong teknik batuk efektif (batuk dalam dengan nafas dalam diawali, batuk terkontrol/huffing). 4) Memberikan posisi yang nyaman untuk batuk, seperti duduk tegak atau posisi semi-Fowler. 5) Memberikan hidrasi yang adekuat per oral atau intravena untuk mengencerkan sekret. 6) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika diindikasikan dan tidak ada kontraindikasi. 7) Memonitor kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret. 8) Kolaborasi pemberian obat mukolitik, ekspektoran, atau bronkodilator sesuai program dokter. 9) Memastikan lingkungan bebas dari iritan yang dapat memicu batuk. Intervensi ini bertujuan untuk mengatasi obstruksi jalan napas, mengurangi resistensi aliran udara (wheezing), dan meningkatkan efisiensi batuk sehingga bersihan jalan napas menjadi efektif.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular yang cepat. Pada pasien ini, risiko meningkat karena adanya peningkatan nilai hemoglobin (18.49 g/dL) dan hematokrit (52%) yang signifikan (polisitemia). Polisitemia meningkatkan viskositas darah secara drastis, yang dapat mengganggu sirkulasi mikro, meningkatkan beban kerja jantung, dan berisiko menyebabkan komplikasi trombotik. Kondisi ini memerlukan pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan dan upaya untuk mengurangi viskositas darah, seperti pemberian cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi gagal jantung) atau tindakan flebotomi sesuai kolaborasi medis.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (TD, HR). 2) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan seimbang. 3) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab. 4) Tidak ada edema perifer atau paru. 5) Nilai laboratorium terkait (hematokrit, elektrolit) mendekati normal. Target spesifik pada pasien ini adalah mencegah peningkatan viskositas darah lebih lanjut, menjaga hidrasi yang adekuat untuk membantu mengencerkan sekret pernapasan tanpa menyebabkan overload cairan, dan memantau tanda-tanda komplikasi seperti dehidrasi atau gagal jantung.
Kode SIKI: I.06010
Deskripsi : Manajemen keseimbangan cairan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR) dan pengisian kapiler (CRT). 2) Memonitor status hidrasi (turgor kulit, mukosa mulut, keluhan haus, produksi urin). 3) Mengukur dan mencatat masukan dan haluaran cairan secara akurat. 4) Memonitor berat badan harian dengan kondisi yang sama. 5) Memonitor tanda-tambah overload cairan (edema, peningkatan JVP, ronki basah di paru). 6) Memberikan cairan intravena atau per oral sesuai program dokter dengan kecepatan yang ditentukan, dengan pertimbangan kondisi polisitemia dan pernapasan. 7) Memonitor hasil laboratorium (hematokrit, elektrolit, ureum/kreatinin). 8) Kolaborasi dengan dokter untuk kemungkinan terapi flebotomi atau medikasi untuk mengatasi polisitemia. 9) Edukasi pasien tentang pentingnya hidrasi yang cukup sesuai anjuran. Intervensi ini bertujuan untuk menjaga volume sirkulasi yang optimal, mengurangi risiko trombosis akibat hemokonsentrasi, dan mendukung fungsi sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Article No. 23655 | 15 Jan 2026
Klinis : Nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain). Pengalaman subjektif ini bersifat multidimensi dan dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengendalikan nyeri yang dialami, ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol; 2) Menunjukkan kemampuan menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri; 3) Mematuhi regimen farmakologis yang diresepkan; 4) Fungsi fisik dan psikologis tetap terjaga; 5) Menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal; 6) Tidak menunjukkan perilaku yang mengindikasikan nyeri (seperti meringis, melindungi area nyeri, gelisah). Hasil ini berfokus pada pencapaian manajemen nyeri yang optimal sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mencakup: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas skala 0-10, faktor pencetus dan pereda); 2) Mengobservasi tanda-tanda nonverbal dan perilaku yang mengindikasikan nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis); 3) Memantau faktor-faktor yang memengaruhi persepsi nyeri (budaya, pengalaman masa lalu, kecemasan, kelelahan); 4) Memberikan analgesik sesuai resep dan memantau efek terapi serta efek sampingnya; 5) Menerapkan teknik nonfarmakologis (distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, terapi musik, masase, kompres hangat/dingin); 6) Mengatur posisi pasien untuk kenyamanan optimal dan mengurangi tekanan pada area nyeri; 7) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang regimen pengobatan nyeri, teknik penilaian nyeri, dan metode penatalaksanaan nyeri di rumah; 8) Mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dan menyesuaikan rencana perawatan berdasarkan respons pasien; 9) Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain jika diperlukan (dokter, fisioterapis, tim paliatif). Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis, serta memberdayakan pasien untuk berpartisipasi aktif dalam manajemen nyerinya sendiri.
Article No. 23656 | 15 Jan 2026
Klinis : pasien mengalami retinopati diabeetik
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Retinopati Diabetik
Kode ICD-10: E11.3
Deskripsi Singkat : Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskuler diabetes melitus yang memengaruhi pembuluh darah kecil di retina, lapisan peka cahaya di belakang mata. Kondisi ini merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa usia kerja. Perkembangannya terkait dengan durasi dan kontrol gula darah yang buruk. Kode ICD-10 E11.3 secara spesifik mengklasifikasikan "Diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi mata," di mana retinopati adalah manifestasi utamanya. Kode ini berada di bawah kategori E11 (Diabetes mellitus tipe 2) dan memerlukan digit tambahan (titik ketiga) untuk mendeskripsikan komplikasi spesifik. Patofisiologinya melibatuti kerusakan dinding pembuluh darah retina, menyebabkan kebocoran cairan (edema makula diabetik) atau penyumbatan yang mengakibatkan iskemia. Tubuh kemudian mencoba membentuk pembuluh darah baru (neovaskularisasi) yang rapuh dan mudah berdarah, berpotensi menyebabkan ablasi retina dan kehilangan penglihatan permanen. Tahapannya berkisar dari retinopati non-proliferatif ringan hingga berat dan retinopati proliferatif. Penatalaksanaan meliputi kontrol glikemik dan tekanan darah yang ketat, pemeriksaan mata rutin, serta terapi laser, suntikan intraokular, atau vitrektomi pada kasus lanjut.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433