Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 6202 | 18 Nov 2024
Klinis : g2p1a0 hamil 10 minggu abortus imminens
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi g2p1a0 hamil 10 minggu abortus imminens:
1. Kode ICD-10:
- Kode: O20.0
- Deskripsi: Ancaman abortus
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 69.01
- Deskripsi: Dilakukan kuretase uterus (kuretase vakum) untuk penanganan ancaman abortus.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 O20.0 (Ancaman abortus) sesuai dengan kondisi g2p1a0 hamil 10 minggu dengan ancaman abortus (abortus imminens). Kondisi ini ditandai dengan perdarahan vagina dan kontraksi uterus yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu, tetapi tanpa dilatasi serviks atau pengeluaran hasil konsepsi.
2. Dalam penanganan ancaman abortus seperti ini, tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah kuretase uterus (kuretase vakum), yang tercakup dalam kode ICD-9-CM 69.01. Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat sisa hasil konsepsi dan menghentikan perdarahan, sehingga dapat mencegah terjadinya abortus.
Catatan: Kode ICD-9-CM digunakan untuk sistem klasifikasi diagnosis dan tindakan medis yang berlaku di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sementara itu, kode ICD-10 merupakan sistem klasifikasi yang lebih mutakhir dan saat ini digunakan secara luas di berbagai negara. -
Article No. 6203 | 18 Nov 2024
Klinis : g2p1a0 hamil 10 minggu abortus imminens
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Berdasarkan kondisi pasien g2p1a0 hamil 10 minggu dengan abortus imminens, maka diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Risiko Gangguan Integritas Jaringan (00047)
Definisi: Rentan terhadap kerusakan, perubahan atau disfungsi selaput lendir, kulit, atau jaringan lain, yang dapat mengganggu kesehatan.
Faktor Terkait: Kehamilan, perdarahan uterus, kontraksi uterus.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Integritas Jaringan: Kerusakan Kulit (1101)
- Indikator:
a. Integritas kulit tetap baik
b. Tidak terjadi perdarahan dari vagina
c. Tidak terjadi kontraksi uterus yang berlebihan
- Target yang diharapkan:
a. Skor Integritas Kulit minimal 4 (dari skala 1-5)
b. Tidak terjadi perdarahan vagina selama 7 hari
c. Tidak terjadi kontraksi uterus berlebihan selama 7 hari
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Abortus (6460)
- Tindakan:
a. Pantau tanda-tanda vital secara berkala
b. Pantau perdarahan dari vagina
c. Pantau kontraksi uterus
d. Berikan dukungan emosional dan informasi kepada pasien
e. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi farmakologis
- Rasional:
a. Untuk mendeteksi secara dini adanya perubahan kondisi pasien
b. Untuk mengidentifikasi dan mencegah perdarahan yang berlebihan
c. Untuk mengidentifikasi dan mencegah kontraksi uterus yang berlebihan
d. Untuk membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya
e. Untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi
2. Manajemen Nyeri (1400)
- Tindakan:
a. Identifikasi penyebab dan karakteristik nyeri
b. Berikan intervensi farmakologis sesuai rekomendasi dokter
c. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri
d. Pantau efektivitas intervensi nyeri
- Rasional:
a. Untuk mengetahui penyebab dan jenis nyeri yang dirasakan pasien
b. Untuk mengurangi nyeri dan mencegah komplikasi
c. Untuk memberikan alternatif penanganan nyeri selain obat-obatan
d. Untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan memodifikasi jika perlu
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Risiko Gangguan Integritas Jaringan" dipilih karena pasien dengan abortus imminens memiliki risiko kerusakan, perubahan, atau disfungsi pada selaput lendir, kulit, atau jaringan lain yang dapat mengganggu kesehatan. Faktor terkait seperti kehamilan, perdarahan uterus, dan kontraksi uterus dapat menyebabkan gangguan pada integritas jaringan.
Luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan adalah Integritas Jaringan: Kerusakan Kulit. Indikator yang diharapkan adalah integritas kulit tetap baik, tidak terjadi perdarahan dari vagina, dan tidak terjadi kontraksi uterus yang berlebihan. Target yang diharapkan adalah skor integritas kulit minimal 4, tidak terjadi perdarahan vagina selama 7 hari, dan tidak terjadi kontraksi uterus berlebihan selama 7 hari.
Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah Manajemen Abortus dan Manajemen Nyeri. Manajemen Abortus bertujuan untuk memantau tanda-tanda vital, perdarahan, dan kontraksi uterus, serta memberikan dukungan emosional dan kolaborasi dengan dokter. Manajemen Nyeri bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan karakteristik nyeri, memberikan intervensi farmakologis dan nonfarmakologis, serta memantau efektivitas intervensi.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan integritas jaringan pasien dapat terjaga, sehingga dapat mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan. -
Article No. 6204 | 18 Nov 2024
Klinis : Hamil 10 Minggu Mual muntah sejak 2 Minggu Lemas, tugor kulit berkurang mata cekung Masalah keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hamil 10 minggu dengan mual muntah sejak 2 minggu, serta keluhan lemas dan tugor kulit berkurang dengan mata cekung.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
2. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin karena kekurangan energi.
Penjelasan SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Penyebab: Mual, muntah, anoreksia, malabsorpsi
- Gejala: Berat badan menurun, turgor kulit berkurang, mata cekung, lemas
2. Intoleransi Aktivitas
- Penyebab: Kelemahan, kelelahan, penurunan energi
- Gejala: Mudah lelah, aktivitas terbatas, peningkatan denyut nadi
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Keseimbangan Nutrisi
- Indikator: Status nutrisi, status hidrasi, berat badan
2. Toleransi Aktivitas
- Indikator: Tingkat aktivitas, kelelahan, denyut nadi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nutrisi
- Intervensi: Pemberian nutrisi enteral/parenteral, monitoring asupan dan output, edukasi gizi
2. Manajemen Aktivitas
- Intervensi: Pengaturan aktivitas, terapi latihan, manajemen kelelahan
Dalam kondisi ini, perawat perlu melakukan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi masalah keseimbangan nutrisi dan toleransi aktivitas, serta memberikan edukasi dan dukungan kepada pasien selama masa kehamilan. -
Article No. 6205 | 18 Nov 2024
Klinis : g2p1a0 hamil 10 minggu emesis gravidarum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Mual dan Muntah (Emesis Gravidarum)
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Mual dan Muntah (Emesis Gravidarum) didefinisikan sebagai pengalaman subyektif dari sensasi tidak nyaman di perut dengan keinginan untuk mengeluarkan isi lambung, yang berhubungan dengan kehamilan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tingkat mual dan muntah berkurang
2. Cairan tubuh terpenuhi
3. Nutrisi terpenuhi
4. Istirahat yang cukup
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Monitoring tanda-tanda vital
2. Berikan antiemetik sesuai indikasi
3. Anjurkan makan sedikit tapi sering
4. Ajarkan teknik relaksasi
5. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (misalnya dokter) untuk penanganan lebih lanjut
Sebagai perawat, saya akan melakukan pengkajian komprehensif, menetapkan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi, dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan untuk mengatasi mual dan muntah (emesis gravidarum) pada pasien hamil 10 minggu ini sesuai dengan standar praktik keperawatan yang berlaku. -
Article No. 6206 | 18 Nov 2024
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 1 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan batuk 1 bulan. Hasil pengkajian denyut nadi: 108 x/menit, frekuensi nafas 29 x/menit, suhu 36,7 °C, BB, 5,4 kg. PB 63 cm, edema pada kaki. Apa tindakan yang dilakukan pada pasien tersebut?
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan untuk kasus yang Anda berikan.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
a. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Karakteristik Definisi: Adanya batuk, produksi sputum, napas cuping hidung, napas dangkal, perubahan suara, dan edema.
b. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak memadai dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.
Karakteristik Definisi: Berat badan di bawah berat badan ideal, edema, perubahan tanda vital (nadi, pernapasan, suhu), dan riwayat asupan nutrisi yang tidak memadai.
2. Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Bersihan Jalan Napas
- Pasien dapat batuk efektif untuk mengeluarkan sekret.
- Pasien memperlihatkan pola napas yang normal.
- Pasien tidak mengalami perubahan suara.
b. Status Nutrisi
- Pasien dapat mempertahankan berat badan sesuai usia.
- Pasien tidak mengalami edema.
- Pasien memiliki tanda vital yang stabil.
3. Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
a. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Monitor tanda-tanda vital secara rutin.
- Lakukan tindakan postural drainage dan percussions untuk membantu mengeluarkan sekret.
- Berikan nebulizer atau terapi uap untuk melembabkan sekresi.
- Ajarkan teknik batuk efektif kepada pasien dan keluarga.
- Berikan minum yang hangat dan lembut untuk membantu melembabkan sekresi.
b. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Lakukan pengkajian status nutrisi secara komprehensif.
- Tentukan kebutuhan nutrisi sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan pasien.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai.
- Berikan makanan yang kaya nutrisi dan mudah dicerna.
- Pantau asupan dan output cairan pasien.
- Edukasi keluarga tentang pentingnya nutrisi yang adekuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memulihkan bersihan jalan napas, mencapai status nutrisi yang optimal, dan mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Peran perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif untuk mencapai hasil yang diharapkan. -
Article No. 6207 | 18 Nov 2024
Klinis : sesak napas
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati, saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi sesak napas.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa keperawatan yang paling sesuai untuk kondisi sesak napas adalah "Pola Napas Tidak Efektif" (Ineffective Breathing Pattern). Diagnosa ini didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk bernapas dengan lancar, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara ventilasi dan kebutuhan oksigen. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit pernapasan, gangguan neuromuskuler, atau kondisi lainnya yang mempengaruhi fungsi pernapasan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pola Napas Efektif: Pasien dapat bernapas dengan irama dan kedalaman yang sesuai, tanpa mengalami sesak napas atau tanda-tanda kesulitan bernapas.
2. Pertukaran Gas Adekuat: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang memadai, dengan kadar oksigen darah yang optimal dan kadar karbondioksida yang normal.
3. Toleransi Aktivitas Meningkat: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, tanpa mengalami sesak napas atau kelelahan yang berlebihan.
4. Kenyamanan Pernapasan Meningkat: Pasien merasa lebih nyaman dan tidak mengalami distres pernapasan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Tanda-Tanda Vital: Melakukan pemantauan berkala terhadap tanda-tanda vital pasien, seperti frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, dan tekanan darah, untuk mengevaluasi kondisi pernapasan.
2. Oksigenasi: Memberikan oksigen tambahan sesuai dengan kebutuhan pasien, melalui alat bantu pernapasan seperti nasal kanula atau masker oksigen, untuk memastikan pertukaran gas yang adekuat.
3. Posisi Tubuh yang Optimal: Membantu pasien untuk mengatur posisi tubuh yang paling nyaman dan memfasilitasi pernapasan, seperti posisi fowler atau semi-fowler.
4. Latihan Pernapasan: Mengajarkan dan memfasilitasi pasien untuk melakukan latihan pernapasan, seperti pernapasan diafragma, untuk meningkatkan kapasitas pernapasan dan mengatasi sesak napas.
5. Manajemen Kenyamanan: Mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk sesak napas, seperti nyeri, kecemasan, atau kondisi lainnya, untuk meningkatkan kenyamanan pernapasan pasien.
6. Edukasi dan Dukungan Psikologis: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab, gejala, dan manajemen sesak napas, serta memberikan dukungan psikologis untuk meningkatkan pemahaman dan koping pasien.
Dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan kondisi sesak napas pada pasien dapat diatasi secara komprehensif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pasien. -
Article No. 6208 | 18 Nov 2024
Klinis : g2p1a0 hamil 10 minggu abortus inkomplet
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebagai perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien g2p1a0 hamil 10 minggu dengan abortus inkomplet.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Vagina
Definisi: Keadaan di mana individu memiliki potensi untuk mengalami perdarahan vagina yang tidak terkendali.
Faktor yang berhubungan: Abortus inkomplet.
2. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial.
Faktor yang berhubungan: Kontraksi uterus, dilatasi serviks.
3. Gangguan Proses Kehamilan
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami perubahan dari proses kehamilan normal.
Faktor yang berhubungan: Abortus inkomplet.
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dialami oleh pasien.
- Dalam kasus ini, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Risiko Perdarahan Vagina, Nyeri Akut, dan Gangguan Proses Kehamilan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Beberapa luaran yang diharapkan dalam kasus ini adalah kontrol perdarahan vagina, pengurangan nyeri, dan pemulihan proses kehamilan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Intervensi yang mungkin dilakukan dalam kasus ini adalah pemantauan tanda-tanda vital, pemberian obat-obatan, manajemen nyeri, edukasi kepada pasien, dan kolaborasi dengan dokter terkait penanganan abortus inkomplet.
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi pasien, sehingga dapat membantu pasien dalam pemulihan dan pencegahan komplikasi yang mungkin terjadi. -
Article No. 6209 | 18 Nov 2024
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 1 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan batuk 1 bulan. Hasil pengkajian denyut nadi: 108 x/menit, frekuensi nafas 29 x/menit, suhu 36,7 °C, BB, 5,4 kg. PB 63 cm, edema pada kaki. Apa edukasi yang diberikan pada pasien tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret.
2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi cairan.
3. Risiko malnutrisi berhubungan dengan asupan nutrisi yang tidak adekuat.
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret:
- Menurut SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), kondisi ini ditandai dengan adanya batuk yang tidak efektif, produksi sekret yang berlebihan, dan suara napas tambahan.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen jalan napas, terapi inhalasi, dan edukasi tentang teknik batuk efektif.
2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi cairan:
- Berdasarkan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), kondisi ini dapat ditandai dengan edema, peningkatan berat badan, dan perubahan tanda-tanda vital.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pembatasan asupan cairan, pemantauan tanda-tanda vital, dan edukasi tentang manajemen cairan.
3. Risiko malnutrisi berhubungan dengan asupan nutrisi yang tidak adekuat:
- Menurut SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor seperti anoreksia, mual, atau kesulitan menelan.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi asesmen status nutrisi, pemberian nutrisi enteral, dan edukasi tentang kebutuhan nutrisi yang tepat.
Edukasi yang dapat diberikan pada pasien:
- Edukasi tentang batuk efektif dan manajemen sekresi jalan napas.
- Edukasi tentang pentingnya asupan cairan dan nutrisi yang adekuat.
- Edukasi tentang tanda-tanda peningkatan cairan atau perburukan kondisi, serta kapan harus segera mencari bantuan medis.
Sebagai perawat, saya akan memberikan edukasi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasien, serta memastikan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pengelolaan kondisi kesehatan anak tersebut. -
Article No. 6210 | 18 Nov 2024
Klinis : Pasien tampak gelisah, mudah tersinggung, intonasi suara tinggi, berteriak-teriak, sering melakukan gerakan bolak balik tanpa tujuan dan marah marah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda deskripsikan, pasien tampaknya mengalami kondisi gangguan jiwa atau gangguan kesehatan mental, yang dalam standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dapat didiagnosis sebagai berikut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perilaku Kekerasan
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Risiko Perilaku Kekerasan: Respon maladaptif terhadap ketegangan internal atau eksternal yang ditandai dengan tingkah laku atau tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Kontrol Perilaku: Kemampuan individu untuk mengontrol perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
- Keamanan Lingkungan: Kondisi lingkungan yang aman bagi individu dan orang lain.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Manajemen Perilaku: Intervensi untuk mengontrol perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
- Terapi Lingkungan: Intervensi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi individu dan orang lain.
Penjelasan singkat:
Pasien tampak menunjukkan gejala-gejala gangguan jiwa atau kesehatan mental, seperti gelisah, mudah tersinggung, suara yang tinggi, perilaku agresif, dan perilaku yang tidak terarah. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Risiko Perilaku Kekerasan, di mana pasien berisiko melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Perilaku dan Terapi Lingkungan untuk membantu pasien mengontrol perilakunya dan menciptakan lingkungan yang aman. -
Article No. 6211 | 18 Nov 2024
Klinis : Pasien dirawat di ruang rsj karena mengamuk dan memecahkan televisi hasil pengkajian Pasien tampak gelisah, mudah tersinggung, intonasi suara tinggi, berteriak-teriak, sering melakukan gerakan bolak balik tanpa tujuan dan marah marah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan adalah:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perilaku Kekerasan
Definisi:
Risiko adanya tindakan yang dapat menyebabkan cidera fisik pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Faktor Terkait:
- Perubahan persepsi realitas
- Ketidakmampuan mengontrol impuls
- Frustasi
Karakteristik Definisi:
- Pasien tampak gelisah, mudah tersinggung
- Intonasi suara tinggi, berteriak-teriak
- Sering melakukan gerakan bolak-balik tanpa tujuan
- Marah-marah
Penjelasan Singkat:
Pasien menunjukkan perilaku yang berisiko menyebabkan cedera fisik pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan, seperti mengamuk dan memecahkan televisi. Hal ini disebabkan oleh perubahan persepsi realitas, ketidakmampuan mengontrol impuls, dan frustasi yang dialami pasien.
Luaran Keperawatan (SLKI):
- Kontrol Perilaku
- Keselamatan Diri
- Integritas Fisik
Intervensi Keperawatan (SIKI):
- Manajemen Perilaku Kekerasan
- Stabilisasi Lingkungan
- Edukasi Perilaku Kekerasan
Dengan pendekatan ini, perawat dapat membantu pasien untuk mengenali dan mengontrol perilaku kekerasan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan pasien.