Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25031 | 10 Apr 2026
Klinis : Ny. O dengan keluhan diare sebanyak 7 kali dalam 1 hari, memiliki riwayat kb suntik, saat ini klien mengalami menstruasi berkepanjangan kurang lebih selama 3 minggu seperti flek kecoklatan dan banyak, memiliki riwayat asam lambung gerd karena tidak menjaga pola makan dan tidak rutin mengkonsumsi obat. klien sudah memeriksakan kondisinya ke puskesmas sudah diberikan obat dan tetap keluar flek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Pola Eliminasi Feses: Diare dan Perdarahan Uterus Abnormal
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Perubahan Pola Eliminasi Feses adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan pada frekuensi, karakteristik, dan jumlah feses dari kebiasaan normalnya. Pada kasus Ny. O, kondisi ini dimanifestasikan dengan diare sebanyak 7 kali dalam satu hari. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara signifikan, mengarah pada risiko defisit volume cairan dan ketidakseimbangan nutrisi. Selain itu, perlu dikaji hubungannya dengan riwayat GERD dan pola makan yang tidak terjaga, karena iritasi gastrointestinal dapat berkontribusi terhadap perubahan pola eliminasi. Diagnosa ini menjadi fokus utama mengingat dampak langsungnya terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
Kode SLKI: L.04013
Deskripsi : SLKI L.04013 adalah "Kebutuhan Eliminasi Feses Terpenuhi". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Klien menunjukkan frekuensi defekasi kembali dalam rentang normal untuk dirinya (bukan 7 kali/hari). (2) Konsistensi feses kembali normal, tidak lagi cair atau encer. (3) Klien melaporkan tidak adanya nyeri atau kram abdomen yang berhubungan dengan defekasi. (4) Klien memahami dan dapat mengidentifikasi faktor-faktor pemicu diare (seperti makanan tertentu, stres, atau kondisi medis yang mendasari). (5) Klien menerapkan perilaku untuk mengelola diare, seperti meningkatkan asupan cairan oral yang aman dan menghindari makanan yang memperburuk diare. Keberhasilan SLKI ini diukur melalui pengamatan klinis, laporan klien, dan pemantauan catatan asupan serta keluaran.
Kode SIKI: I.04070
Deskripsi : SIKI I.04070 adalah "Manajemen Diare". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Mengkaji frekuensi, volume, konsistensi, dan warna diare serta faktor-faktor yang memperberat atau meringankan. (2) Memantau tanda-tanda defisit volume cairan dan elektrolit (seperti turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, dan tekanan darah). (3) Menganjurkan dan memfasilitasi asupan cairan oral yang adekuat (air putih, oralit, cairan elektrolit) dalam porsi kecil namun sering untuk mencegah dehidrasi. (4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti antidiare, pengganti elektrolit). (5) Memberikan edukasi tentang modifikasi diet selama diare, seperti diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) atau diet rendah serat sementara, serta menghindari makanan pedas, berlemak, dan susu. (6) Mengajarkan dan mendorong kebersihan perianal yang baik setelah defekasi untuk mencegah iritasi kulit. (7) Mendokumentasikan karakteristik feses dan respons terhadap intervensi secara akurat. Intervensi ini bertujuan mengatasi gejala, mencegah komplikasi, dan mengedukasi klien.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada Ny. O, risiko ini sangat tinggi akibat dua faktor utama: kehilangan cairan melalui diare (7 kali/hari) dan kehilangan darah melalui perdarahan uterus abnormal (menstruasi berkepanjangan selama 3 minggu). Kedua kondisi tersebut menyebabkan kehilangan cairan dan komponen darah secara aktif. Riwayat GERD juga dapat mempengaruhi asupan cairan jika disertai mual. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi defisit volume cairan aktual yang ditandai dengan hipotensi, takikardia, penurunan turgor kulit, dan dalam kasus berat, syok hipovolemik.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : SLKI L.03002 adalah "Keseimbangan Cairan Terjaga". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk klien (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan). (2) Turgor kulit elastis dan membran mukosa lembab. (3) Produksi urin output adekuat (sekitar 30-50 mL/jam atau sesuai berat badan). (4) Keseimbangan cairan (balance intake dan output) mendekati seimbang. (5) Klien tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan, kelemahan, atau pusing. (6) Klien memahami pentingnya menjaga asupan cairan selama diare dan perdarahan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi pencegahan defisit volume cairan berhasil.
Kode SIKI: I.03015
Deskripsi : SIKI I.03015 adalah "Manajemen Keseimbangan Cairan". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Memantau tanda-tanda vital secara berkala, khususnya nadi dan tekanan darah untuk mendeteksi takikardia dan hipotensi dini. (2) Mengukur dan mendokumentasikan asupan dan keluaran cairan (intake-output) secara akurat, termasuk jumlah diare dan perkiraan kehilangan darah dari menstruasi. (3) Memantau turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan capillary refill. (4) Menganjurkan peningkatan asupan cairan per oral sesuai toleransi, memprioritaskan cairan mengandung elektrolit. (5) Menimbang berat badan harian jika memungkinkan untuk mendeteksi perubahan cairan tubuh yang cepat. (6) Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena jika diperlukan berdasarkan kondisi klinis. (7) Edukasi pada klien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi dan pentingnya melaporkannya segera. Intervensi ini bersifat preventif dan suportif untuk mempertahankan homeostasis cairan.
Kondisi: Perdarahan
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Perdarahan adalah keadaan dimana seorang individu mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang signifikan dari pembuluh darah. Pada Ny. O, perdarahan terjadi pada sistem reproduksi, dimanifestasikan sebagai menstruasi berkepanjangan (selama 3 minggu) dengan karakteristik flek kecoklatan hingga banyak. Riwayat KB suntik merupakan faktor risiko umum untuk gangguan pola menstruasi, termasuk perdarahan uterus abnormal. Perdarahan yang berlangsung lama berisiko menyebabkan anemia defisiensi besi, memperberat risiko defisit volume cairan, kelemahan, dan penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan penanganan kolaboratif dengan tenaga medis untuk mencari etiologi (misalnya, terkait KB suntik, gangguan hormonal, atau patologi organik) sekaligus penanganan keperawatan untuk memantau dan mengurangi dampaknya.
Kode SLKI: L.08004
Deskripsi : SLKI L.08004 adalah "Perdarahan Terkontrol". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Klien melaporkan penurunan jumlah perdarahan dari vagina. (2) Tanda-tanda vital stabil (khususnya nadi dan tekanan darah) tanpa indikasi syok hipovolemik. (2) Hasil laboratorium (seperti hemoglobin dan hematokrit) menunjukkan nilai dalam batas normal atau membaik. (3) Klien tidak mengalami tanda-tanda anemia berat seperti kelemahan ekstrem, pusing, atau sesak napas saat aktivitas ringan. (4) Klien memahami rencana terapi dan tindak lanjut untuk menangani penyebab perdarahan. SLKI ini berfokus pada pengendalian kehilangan darah dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08009
Deskripsi : SIKI I.08009 adalah "Manajemen Perdarahan". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Mengkaji karakteristik perdarahan (jumlah, warna, adanya gumpalan, durasi) menggunakan metode objektif seperti pembalut yang terukur jika memungkinkan. (2) Memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara ketat untuk mendeteksi syok dini. (3) Memeriksa nilai laboratorium hemoglobin, hematokrit, dan indeks eritrosit lainnya. (4) Menganjurkan klien untuk istirahat cukup dan menghindari aktivitas berat yang dapat memperberat perdarahan. (5) Memberikan edukasi tentang pemantauan perdarahan mandiri dan tanda bahaya yang harus dilaporkan (seperti perdarahan sangat banyak, pusing, pingsan). (6) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti obat hemostatik, suplementasi zat besi, atau terapi hormonal untuk mengatur siklus). (7) Mempersiapkan dan mendampingi klien untuk pemeriksaan penunjang lebih lanjut (seperti USG) sesuai anjuran tenaga medis. Intervensi ini menggabungkan pemantauan, edukasi, dan kolaborasi.
Kondisi: Ketidakpatuhan
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakpatuhan adalah keadaan dimana seorang individu atau pengasuh tidak mengikuti atau menolak untuk terlibat dalam aktivitas yang mendukung hasil kesehatan yang diharapkan. Pada Ny. O, ketidakpatuhan teridentifikasi pada dua
Article No. 25032 | 10 Apr 2026
Klinis : Ny. O dengan keluhan diare sebanyak 7 kali dalam 1 hari, memiliki riwayat kb suntik, saat ini klien mengalami menstruasi berkepanjangan kurang lebih selama 3 minggu seperti flek kecoklatan dan banyak, memiliki riwayat asam lambung gerd karena tidak menjaga pola makan dan tidak rutin mengkonsumsi obat. klien sudah memeriksakan kondisinya ke puskesmas sudah diberikan obat dan tetap keluar flek. tolong carikan diagnosa untuk keperawatan keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Perdarahan terkait Diare dan Perdarahan Uterus Abnormal
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Pemantauan Keseimbangan Cairan. Tindakan keperawatan untuk mengkaji, mengukur, dan mendokumentasikan asupan dan haluaran cairan untuk mendeteksi ketidakseimbangan. Pada kasus Ny. O, fokus utama adalah memantau frekuensi dan karakteristik diare (7x/hari) serta memperkirakan kehilangan cairan dari perdarahan menstruasi yang berkepanjangan (3 minggu). Perawat akan mendokumentasi jumlah, frekuensi, dan konsistensi diare serta menanyakan perkiraan banyaknya pembalut yang digunakan dan adanya gumpalan darah. Pemantauan tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah), turgor kulit, dan membran mukosa juga menjadi bagian krusial untuk mendeteksi tanda awal dehidrasi atau syok hipovolemik. Keluarga akan diajari cara mencatat asupan cairan yang diminum dan haluaran (diare, urin) secara sederhana. Selain itu, perlu pemantauan terhadap efek samping diare dan perdarahan terhadap kondisi GERD Ny. O, karena kehilangan cairan dan ketidaknyamanan dapat memperburuk pola makan.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI 4501: Edukasi Manajemen Gejala. Tindakan keperawatan untuk memberikan informasi dan instruksi kepada individu atau keluarga tentang cara mengelola gejala yang dialami. Dalam konteks keluarga Ny. O, edukasi ini bersifat komprehensif dan melibatkan seluruh anggota keluarga sebagai sistem pendukung. Pertama, keluarga perlu diedukasi tentang pentingnya rehidrasi oral dengan cairan yang tepat (seperti oralit, air putih, kuah sayur) untuk mengganti cairan yang hilang dari diare dan perdarahan. Kedua, keluarga diedukasi mengenali tanda-tanda bahaya yang mengharuskan segera kembali ke fasilitas kesehatan, seperti diare semakin sering, perdarahan sangat banyak (mengganti pembalut tiap 1-2 jam), lemas, pusing, atau pingsan. Ketiga, terkait perdarahan berkepanjangan yang tidak membaik dengan obat dari puskesmas, keluarga perlu didorong untuk mencari penyebab lebih lanjut (misal, ke dokter spesialis kebidanan) karena terkait riwayat KB suntik. Keempat, keluarga perlu diedukasi tentang manajemen pola makan untuk GERD yang aman selama diare, seperti porsi kecil tapi sering, menghindari makanan pedas, asam, dan berlemak, serta pentingnya keteraturan minum obat GERD jika telah diresepkan. Kelima, edukasi tentang hygiene personal dan lingkungan untuk mencegah penyebaran infeksi penyebab diare. Perawat akan menilai pemahaman keluarga dan kemampuan mereka untuk melaksanakan rencana perawatan di rumah, serta memfasilitasi akses ke pelayanan kesehatan lanjutan jika diperlukan.
Kondisi: Nyeri Akut / Ketidaknyamanan terkait Kram Abdomen dan Gejala GERD
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801: Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Pada Ny. O, nyeri atau ketidaknyamanan dapat bersumber dari kram abdomen akibat diare dan dari gejala GERD (seperti nyeri ulu hati, mual). Perawat akan mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, faktor pencetus dan pereda) baik untuk keluhan diare maupun GERD. Intervensi non-farmakologis yang dapat diajarkan kepada keluarga termasuk teknik relaksasi napas dalam untuk mengatasi ketidaknyamanan, pemberian kompres hangat pada perut untuk meredakan kram, serta posisi tubuh yang tepat setelah makan untuk mengurangi refluks asam lambung. Keluarga juga diajari untuk memantau respons Ny. O terhadap obat-obat yang telah diberikan puskesmas dan melaporkan jika nyeri tidak terkontrol. Penting juga untuk mengkaji apakah kecemasan akibat perdarahan yang berkepanjangan memperberat persepsi nyeri, sehingga dukungan emosional dari keluarga menjadi bagian dari manajemen ini.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI 4501: Edukasi Manajemen Gejala. Edukasi ini difokuskan pada manajemen ketidaknyamanan secara mandiri di tingkat keluarga. Keluarga diajarkan untuk mengidentifikasi dan menghindari faktor pencetus nyeri, seperti makanan tertentu yang memperburuk diare dan GERD. Mereka diedukasi tentang pentingnya pola makan teratur dengan jenis makanan yang lunak dan tidak merangsang (seperti bubur, pisang, roti). Keluarga juga diinstruksikan untuk mengatur jadwal pemberian obat (jika ada) untuk nyeri atau GERD sesuai anjuran, tanpa mengabaikan obat untuk diare dan perdarahan. Edukasi juga mencakup pengamatan terhadap efek samping obat dan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan jika metode non-farmakologis dan obat yang diberikan tidak efektif. Peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung untuk istirahat Ny. O juga ditekankan, karena kelelahan dapat memperburuk persepsi nyeri dan menghambat penyembuhan.
Kondisi: Ansietas / Kecemasan pada Keluarga terkait Kondisi Kesehatan yang Berkepanjangan dan Tidak Pasti
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman yang samar atau ancaman dari suatu keadaan yang sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali oleh individu.
Kode SLKI: 5250
Deskripsi : SLKI 5250: Pengurangan Ansietas. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan rasa takut, cemas, dan kekhawatiran yang berhubungan dengan peristiwa atau stresor yang akan datang. Dalam konteks keperawatan keluarga, ansietas dialami tidak hanya oleh Ny. O tetapi juga oleh anggota keluarga lainnya yang khawatir dengan kondisi diare, perdarahan yang tidak kunjung berhenti meski sudah berobat, serta riwayat GERD. Perawat akan mengkaji tingkat ansietas dan manifestasinya dalam keluarga (misalnya, panik, sering bertanya, sulit tidur). Intervensi utamanya adalah memberikan informasi yang jelas dan jujur tentang kondisi Ny. O, menjelaskan rencana perawatan, dan menjawab pertanyaan keluarga dengan sabar. Perawat juga akan memfasilitasi keluarga untuk mengekspresikan perasaan khawatirnya dan memberikan validasi bahwa perasaan tersebut wajar. Membantu keluarga mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang mereka miliki (ekonomi, dukungan sosial, spiritual) untuk menghadapi situasi ini juga penting. Selain itu, perawat dapat melatih keluarga teknik komunikasi terapeutik sederhana untuk saling mendukung satu sama lain.
Kode SIKI: 4502
Deskripsi : SIKI 4502: Edukasi Manajemen Stres. Tindakan ini bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola stres dan kecemasan. Perawat akan mengedukasi keluarga tentang tanda-tanda fisik dan emosional dari stres dan kecemasan. Keluarga diajarkan teknik-teknik koping sederhana yang dapat dilakukan di rumah, seperti menarik napas dalam-dalam, melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan bersama, serta mengalokasikan waktu untuk istirahat agar tidak kelelahan merawat. Edukasi juga mencakup pentingnya menjaga komunikasi terbuka antar anggota keluarga tentang perasaan dan beban masing-masing. Perawat dapat menyarankan keluarga untuk mencari informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya dan tidak mudah panik dengan informasi yang tidak jelas. Yang terpenting, keluarga didorong untuk fokus pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan, seperti memastikan asupan cairan dan makanan Ny. O, mengikuti jadwal obat, dan merencanakan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi jika diperlukan, daripada terus-meneris cemas pada ketidakpastian. Membangun harapan yang realistis tentang proses penyembuhan juga bagian dari edukasi ini.
Article No. 25033 | 10 Apr 2026
Klinis : Kasus Seorang perempuan usia 48 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama sesak napas berat sejak 1 hari terakhir. Pasien mengeluhkan napas terasa cepat dan dangkal, serta semakin memberat saat aktivitas ringan. Tidak terdapat nyeri dada, namun pasien tampak gelisah. Riwayat penyakit sebelumnya menunjukkan pasien memiliki hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Dua hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami batuk kering dan lemas. Pemeriksaan Awal • Kesadaran: compos mentis, gelisah • RR: 32 x/menit • SpO₂: 82% tanpa oksigen • Nadi: 110 x/menit • TD: 140/85 mmHg • Suhu: 37,8°C Pasien diberikan oksigen non-rebreathing mask 15 L/menit, SpO₂ meningkat menjadi 90%. Pemeriksaan Penunjang • Analisis gas darah (AGD): o PaO₂: 60 mmHg o FiO₂: 0,8 o PaO₂/FiO₂ ≈ 75 → menunjukkan hipoksemia berat • Foto thoraks: o Tampak infiltrat bilateral difus tanpa kardiomegali • Laboratorium: o Leukosit meningkat o CRP meningkat Temuan ini mengarah pada Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), yang ditandai dengan hipoksemia berat dan infiltrat paru bilateral non-kardiogenik Perkembangan Kondisi Dalam 6 jam perawatan di IGD: • Pasien mengalami penurunan kesadaran (GCS 13 → 10) • SpO₂ menurun menjadi 85% meskipun dengan oksigen maksimal • Pasien tampak menggunakan otot bantu napas Dokter memutuskan: Intubasi dan ventilasi mekanik dengan PEEP ≥ 5 cmH₂O Sedasi dan perawatan di ICU Kondisi di ICU (Hari ke-2) • Ventilator mode: SIMV + PEEP • FiO₂: 80% • SpO₂: 92% • AGD masih menunjukkan hipoksemia Pasien didiagnosis ARDS sedang–berat akibat pneumonia Jika kondisi tidak membaik, direncanakan terapi lanjutan seperti prone position atau ECMO (sebagaimana pada beberapa case report ARDS berat)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Pertukaran gas membaik.
Kode SIKI: I.01284
Deskripsi : Memonitor status pernapasan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen jalan napas.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memenuhi kebutuhan ventilasi tubuh.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Pola napas efektif.
Kode SIKI: I.01283
Deskripsi : Manajemen ventilasi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Suhu tubuh stabil.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : Memonitor suhu tubuh.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau ketidaknyamanan yang bersumber dari antisipasi ancaman, sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Ansietas teratasi.
Kode SIKI: I.14004
Deskripsi : Manajemen ansietas.
Article No. 25034 | 10 Apr 2026
Klinis : Kasus Seorang perempuan usia 48 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama sesak napas berat sejak 1 hari terakhir. Pasien mengeluhkan napas terasa cepat dan dangkal, serta semakin memberat saat aktivitas ringan. Tidak terdapat nyeri dada, namun pasien tampak gelisah. Riwayat penyakit sebelumnya menunjukkan pasien memiliki hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Dua hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami batuk kering dan lemas. Pemeriksaan Awal • Kesadaran: compos mentis, gelisah • RR: 32 x/menit • SpO₂: 82% tanpa oksigen • Nadi: 110 x/menit • TD: 140/85 mmHg • Suhu: 37,8°C Pasien diberikan oksigen non-rebreathing mask 15 L/menit, SpO₂ meningkat menjadi 90%. Pemeriksaan Penunjang • Analisis gas darah (AGD): o PaO₂: 60 mmHg o FiO₂: 0,8 o PaO₂/FiO₂ ≈ 75 → menunjukkan hipoksemia berat • Foto thoraks: o Tampak infiltrat bilateral difus tanpa kardiomegali • Laboratorium: o Leukosit meningkat o CRP meningkat Temuan ini mengarah pada Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), yang ditandai dengan hipoksemia berat dan infiltrat paru bilateral non-kardiogenik Perkembangan Kondisi Dalam 6 jam perawatan di IGD: • Pasien mengalami penurunan kesadaran (GCS 13 → 10) • SpO₂ menurun menjadi 85% meskipun dengan oksigen maksimal • Pasien tampak menggunakan otot bantu napas Dokter memutuskan: Intubasi dan ventilasi mekanik dengan PEEP ≥ 5 cmH₂O Sedasi dan perawatan di ICU Kondisi di ICU (Hari ke-2) • Ventilator mode: SIMV + PEEP • FiO₂: 80% • SpO₂: 92% • AGD masih menunjukkan hipoksemia Pasien didiagnosis ARDS sedang–berat akibat pneumonia Jika kondisi tidak membaik, direncanakan terapi lanjutan seperti prone position atau ECMO (sebagaimana pada beberapa case report ARDS berat)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh serta eliminasi karbon dioksida pada membran alveoli-kapiler, yang dapat mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil: 1) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal, 2) Saturasi oksigen (SpO₂) dalam rentang normal, 3) Tidak ada tanda sianosis, 4) Tidak ada tanda hipoksia/hipoksemia, 5) Tidak ada tanda hiperkapnia, 6) Pernapasan dalam rentang normal, 7) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan, 8) Tidak ada gelisah, 9) Tidak ada penurunan kesadaran.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : Manajemen Gangguan Pertukaran Gas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu), 2) Monitor status oksigenasi (saturasi oksigen, analisis gas darah, tanda sianosis), 3) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, gelisah), 4) Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi paru, 5) Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi, 6) Lakukan suction jalan napas sesuai kebutuhan dan protokol, 7) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya, 8) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator sesuai program, 9) Kolaborasi pemasangan dan pemeliharaan ventilator mekanik, 10) Kolaborasi implementasi prone positioning sesuai protokol, 11) Monitor respons hemodinamik terhadap terapi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih/tidak ada ronki, 2) Tidak ada sekret di jalan napas, 3) Mampu batuk efektif, 4) Laju pernapasan dalam rentang normal, 5) Tidak ada sianosis, 6) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : Manajemen Bersihan Jalan Napas. Tindakan: 1) Auskultasi suara napas, 2) Monitor pola dan frekuensi pernapasan, 3) Atur posisi untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur ditinggikan), 4) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) sesuai indikasi, 5) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 6) Lakukan suction jalan napas (orofaringeal/nasofaringeal/endotrakeal) sesuai indikasi dan protokol dengan teknik steril, 7) Berikan humidifikasi oksigen/udara ventilator, 8) Berikan hidrasi adekuat secara intravena atau melalui selang NGT, 9) Kolaborasi pemberian obat mukolitik atau bronkodilator.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana inspirasi dan/atau ekspirasi tidak memberikan ventilasi yang adekuat.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Pola napas efektif. Kriteria hasil: 1) Laju pernapasan dalam rentang normal, 2) Irama pernapasan reguler, 3) Kedalaman pernapasan adekuat, 4) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan, 5) Tidak ada dispnea, 6) Tidak ada pergerakan cuping hidung.
Kode SIKI: I.08005
Deskripsi : Manajemen Pola Napas. Tindakan: 1) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan, 2) Identifikasi faktor penyebab (nyeri, ansietas, kelelahan otot), 3) Atur posisi untuk memfasilitasi ekspansi paru (misalnya, duduk bersandar), 4) Ajarkan dan bantu latihan pernapasan (napas bibir mengerucut, napas dalam), 5) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, 6) Lakukan manajemen ansietas (tenangkan pasien, berikan informasi), 7) Kolaborasi pemberian analgetik jika nyeri, 8) Kolaborasi pemberian sedasi sesuai protokol pada pasien ventilator untuk sinkronisasi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko mengalami ketidakmampuan mempertahankan tekanan darah dalam rentang normal untuk tubuh, yang dapat mengganggu perfusi jaringan dan fungsi organ vital.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Tekanan darah stabil. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan, 2) Denyut nadi dalam rentang normal, 3) Tidak ada gejala hipotensi ortostatik, 4) Haluaran urine adekuat, 5) Warna, kehangatan, dan kelembaban kulit normal.
Kode SIKI: I.12001
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu secara berkala, 2) Monitor status cairan (balance cairan, tanda dehidrasi atau kelebihan cairan), 3) Monitor haluaran urine, 4) Monitor warna, kelembaban, dan pengisian kapiler, 5) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran), 6) Kolaborasi pemasangan akses intravena dan pemberian cairan/resusitasi cairan sesuai program, 7) Kolaborasi pemberian obat vasoaktif (vasopresor/inotropik) sesuai program, 8) Monitor respons terhadap terapi cairan dan obat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko meningkat untuk diserang oleh patogen seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit karena adanya faktor predisposisi.
Kode SLKI: L.13001
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda dan gejala infeksi (demam, kemerahan, drainase purulen, dll), 3) Hasil laboratorium penunjang (seperti leukosit) dalam rentang normal, 4) Luka bersih, kering, dan utuh (jika ada).
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Tindakan: 1) Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien/lingkungan pasien, 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan dan protokol, 3) Lakukan perawatan invasif (seperti suction, perawatan infus, perawatan selang endotrakeal/trakeostomi) dengan teknik aseptik/steril, 4) Monitor tanda-tanda infeksi (demam, peningkatan leukosit, sekret purulen), 5) Lakukan perawatan oral hygiene secara rutin pada pasien dengan ventilator, 6) Ubah posisi pasien secara teratur untuk mencegah pneumonia aspirasi dan dekubitus, 7) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program dan monitor efektivitas serta efek sampingnya.
Article No. 24981 | 09 Apr 2026
Klinis : Benjolan diarea kemaluan sejak 4 tahun ini sebelumnya bisa masuk sendiri, sejak 1 minggu ini menetap dan dirasakan nyeri. TelaahBenjolan diarea kemaluan sejak 4 tahun ini sebelumnya bisa masuk sendiri, sejak 1 minggu ini menetap dan dirasakan nyeri. Mual (+) muntah (-). Nafsu makan menurun. Demam (-). Batuk (-). BAK dan BAB diakui os normal. Riwayat Penyakit DahuluHT dan DM tipe 2 disangkal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI: Kontrol Nyeri. Tujuan akhirnya adalah pasien mampu mengontrol nyeri. Indikator utamanya adalah: 1) Mengenali faktor penyebab; 2) Mengenali onset nyeri; 3) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri; 4) Menggunakan obat analgesik sesuai resep/program terapi; 5) Melaporkan nyeri dapat terkontrol. Pada kasus benjolan di area kemaluan (yang diduga kuat adalah hernia inguinalis inkarserata/terjepit) dengan nyeri yang menetap sejak 1 minggu, fokus SLKI adalah mencapai kontrol nyeri yang adekuat. Perawat akan membantu pasien mengenali bahwa nyeri dipicu oleh benjolan yang terjepit dan tidak bisa masuk kembali. Pasien akan didorong untuk segera melaporkan onset atau peningkatan nyeri. Metode nonfarmakologi seperti posisi berbaring dengan kaki sedikit ditinggikan atau kompres dingin mungkin dapat direkomendasikan untuk mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan, namun pada kondisi inkarserata, intervensi medis (reposisi manual atau operasi) adalah utama. Penggunaan analgesik sesuai resep dokter sangat kritikal. Kriteria keberhasilan adalah pasien melaporkan bahwa nyeri berkurang atau hilang setelah intervensi, baik farmakologis maupun bedah.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi aktivitas: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus dan pereda); 2) Observasi tanda-tanda non verbal ketidaknyamanan; 3) Tentukan dampak nyeri terhadap fungsi kehidupan; 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi; 5) Ajarkan teknik nonfarmakologi; 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. Pada pasien ini, perawat akan mengkaji nyeri secara detail (skala, karakteristik seperti tajam atau tumpul, kontinu atau intermiten). Observasi tanda non-verbal seperti wajah meringis, gelisah, atau melindungi area selangkangan sangat penting. Dampak nyeri sudah terlihat pada penurunan nafsu makan. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik yang sesuai, mengingat nyeri ini bersifat akut dan terkait dengan kemungkinan iskemia jaringan. Teknik nonfarmakologi seperti pengaturan posisi dan dukungan emosional akan diajarkan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan nyeri terkontrol sebelum dan setelah tindakan penatalaksanaan hernia.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kegugupan yang berasal dari antisipasi ancaman, sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak dikenal oleh individu; dapat terjadi sebagai respons terhadap stresor internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : SLKI: Kontrol Ansietas. Tujuannya adalah pasien mampu mengontrol ansietas. Indikatornya meliputi: 1) Mengidentifikasi faktor penyebab ansietas; 2) Mengungkapkan perasaan ansietas; 3) Menunjukkan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas; 4) Melaporkan ansietas berkurang. Pasien dengan benjolan yang tiba-tiba menjadi nyeri, menetap, dan tidak dapat dimasukkan kembali, sangat mungkin mengalami kecemasan terkait diagnosis yang belum pasti, prosedur medis yang mungkin dihadapi (seperti operasi), serta dampaknya terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Kecemasan juga dapat memperberat persepsi nyeri. SLKI ini bertujuan agar pasien dapat mengenali bahwa perubahan kondisi benjolannya adalah sumber kecemasan, mau mengungkapkan kekhawatirannya kepada tenaga kesehatan, dan dapat diajarkan teknik pernapasan dalam atau distraksi untuk sementara waktu menenangkan diri. Keberhasilan ditandai dengan pasien tampak lebih tenang dan mampu mengikuti rencana perawatan dengan kooperatif.
Kode SIKI: I.14043
Deskripsi : SIKI: Pengurangan Ansietas. Intervensinya mencakup: 1) Identifikasi tingkat ansietas; 2) Dengarkan dengan penuh perhatian; 3) Gunakan pendekatan yang menenangkan; 4) Berikan informasi akurat tentang diagnosis dan prosedur; 5) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan; 6) Ajarkan teknik relaksasi. Perawat akan mengidentifikasi tingkat ansietas pasien melalui percakapan dan observasi. Mendengarkan keluhan pasien dengan empati adalah langkah pertama yang vital. Perawat menggunakan komunikasi terapeutik, suara yang tenang, dan penjelasan yang jelas untuk menciptakan rasa aman. Memberikan informasi yang akurat tentang kemungkinan diagnosis hernia inkarserata dan langkah-langkah penanganannya (pemeriksaan, kemungkinan tindakan reduksi atau operasi) dapat mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan moral juga penting. Teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dapat diajarkan untuk membantu pasien mengelola perasaan cemasnya saat menunggu tindakan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI: Status Nutrisi. Tujuannya adalah status nutrisi pasien membaik. Indikatornya antara lain: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan; 2) Berat badan dalam rentang normal; 3) Kadar albumin dalam rentang normal; 4) Kadar hemoglobin dalam rentang normal. Pada pasien ini, dilaporkan nafsu makan menurun. Penurunan nafsu makan ini dapat disebabkan oleh nyeri yang dialami dan juga oleh kondisi ansietas. Jika tidak ditangani, asupan nutrisi yang kurang dapat menghambat proses penyembuhan, terutama jika pasien memerlukan tindakan operasi. SLKI ini difokuskan untuk memastikan asupan nutrisi dan cairan pasien tetap adekuat meskipun nafsu makan menurun. Target jangka pendek adalah pasien dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering, sesuai toleransi, dan berat badan tidak turun drastis. Parameter laboratorium seperti albumin dan hemoglobin menjadi tolok ukur objektif status nutrisinya.
Kode SIKI: I.03023
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji faktor penyebab kurangnya asupan nutrisi; 2) Timbang berat badan setiap hari; 3) Identifikasi preferensi makanan pasien; 4) Kolaborasi pemberian diet sesuai indikasi; 5) Anjurkan porsi kecil tapi sering; 6) Berikan lingkungan yang nyaman saat makan. Perawat akan mengkaji penyebab utama penurunan nafsu makan, yaitu nyeri dan ansietas, sehingga manajemen nyeri dan ansietas menjadi prasyarat. Pemantauan berat badan harian penting untuk deteksi dini penurunan. Menanyakan makanan kesukaan pasien dapat membantu meningkatkan asupan. Perawat akan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet yang mudah dicerna, tinggi protein dan kalori untuk persiapan kondisi tubuh, serta dalam porsi kecil dan frekuensi sering untuk mengatasi mual dan nafsu makan yang rendah. Menciptakan lingkungan makan yang tenang, bebas dari bau tidak sedap, dan mendampingi pasien dapat meningkatkan motivasi pasien untuk makan.
Article No. 24982 | 09 Apr 2026
Klinis : D.0005
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Demam Dengue
Kode ICD-10: A90
Deskripsi Singkat : Demam Dengue adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kondisi ini ditandai dengan demam tinggi mendadak yang dapat berlangsung 2-7 hari, sakit kepala hebat (terutama di belakang mata), nyeri otot dan sendi yang parah, ruam kulit, serta manifestasi perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Kode ICD-10 A90 mengklasifikasikan Demam Dengue (klasik) tanpa komplikasi perdarahan yang signifikan. Kode ini membedakannya dari Demam Berdarah Dengue (DBD) yang lebih parah dan berpotensi fatal, yang dikodekan di bawah A91. Penggunaan kode A90 tepat untuk kasus dengan gejala khas dengue tanpa syok atau kebocoran plasma. Pemahaman kode ini penting untuk surveilans epidemiologi, tata kelola pasien, dan alokasi sumber daya kesehatan di daerah endemis.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24983 | 09 Apr 2026
Klinis : D.0005
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah pada hipoglikemia atau hiperglikemia.
Kode SLKI: L.03125
Deskripsi : Kontrol Glikemik: Tindakan untuk mengontrol kadar glukosa darah. SLKI ini memiliki beberapa kriteria hasil, termasuk: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target; 2) Mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia; 3) Melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi hipoglikemia atau hiperglikemia; 4) Mematuhi regimen terapi yang ditetapkan; dan 5) Memantau kadar glukosa darah secara mandiri sesuai anjuran. Tujuan akhirnya adalah mempertahankan homeostasis glukosa untuk mencegah komplikasi akut dan kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung fungsi metabolik yang optimal. Pencapaian SLKI ini memerlukan kolaborasi antara perawat, pasien, dan keluarga dalam pendidikan kesehatan, modifikasi gaya hidup, serta pemantauan yang konsisten.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mencegah dan menangani kadar glukosa darah tinggi. SIKI ini mencakup serangkaian tindakan spesifik yang meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital dan status neurologis; 2) Memantau kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi pasien; 3) Mengelola terapi insulin atau obat antihiperglikemia oral sesuai resep dengan tepat, termasuk teknik penyuntikan dan rotasi area injeksi; 4) Memberikan terapi cairan sesuai kebutuhan untuk koreksi dehidrasi; 5) Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga mengenai penyebab, gejala, pencegahan hiperglikemia, serta teknik pemantauan mandiri; 6) Kolaborasi dengan tim gizi untuk penyusunan diet individu dengan kontrol karbohidrat; 7) Mendorong aktivitas fisik yang sesuai; dan 8) Memfasilitasi konsultasi dengan dokter atau edukator diabetes. Intervensi ini bersifat preventif, kuratif, dan edukatif, yang bertujuan untuk menormalkan kadar glukosa, mengoreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, mencegah komplikasi seperti ketoasidosis diabetik, dan memberdayakan pasien untuk melakukan manajemen diri. Implementasinya harus didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas regimen terapi.
Article No. 24984 | 09 Apr 2026
Klinis : GANGGUAN PERTUKARAN GAS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah agar pertukaran gas pasien membaik dan memadai, yang ditandai dengan tercapainya kriteria hasil sebagai berikut: 1) Pernapasan efektif, 2) Status neurologis membaik (misalnya, tidak ada gelisah, penurunan kesadaran), 3) Tidak ada sianosis, 4) Gas darah arteri dalam rentang normal, 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 6) Keseimbangan asam-basa dalam rentang normal, 7) Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan, 8) Hasil rontgen dada dalam batas normal, 9) Pasien mampu melakukan aktivitas tanpa mengalami dispnea, 10) Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (PaO2) dalam rentang normal, 11) Tekanan parsial karbondioksida dalam darah arteri (PaCO2) dalam rentang normal, 12) Kapasitas difusi karbon monoksida (DLCO) dalam rentang normal. SLKI ini berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan fungsi pernapasan yang optimal untuk memastikan oksigenasi jaringan yang adekuat dan pembuangan CO2 yang efektif.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan untuk memastikan patensi dan fungsi jalan napas yang optimal, yang merupakan fondasi dalam menangani gangguan pertukaran gas. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (kecepatan, irama, kedalaman, dan usaha napas), 2) Memonitor bunyi napas (mengidentifikasi adanya wheezing, ronki, atau area tanpa bunyi napas), 3) Memonitor tanda-tanda hipoksia dan hiperkapnia (seperti perubahan status mental, sianosis, takikardia), 4) Memonitor hasil analisis gas darah arteri dan saturasi oksigen, 5) Membersihkan jalan napas dengan teknik batuk efektif, suction, atau fisioterapi dada sesuai indikasi, 6) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler atau tinggi, posisi miring), 7) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif, 8) Memberikan terapi oksigen sesuai resep dan memonitor efektivitasnya, 9) Memastikan alat bantu napas (seperti kanula nasal, masker) berfungsi dengan baik dan nyaman, 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat pernapasan lainnya sesuai resep, 11) Mendukung dan memfasilitasi tindakan invasif seperti intubasi atau trakeostomi jika diperlukan, 12) Mendidik pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan pernapasan dan kapan harus mencari bantuan. SIKI 3320 bersifat komprehensif dan dinamis, disesuaikan dengan penyebab spesifik gangguan pertukaran gas (seperti pada pneumonia, PPOK, edema paru, atau emboli paru) dan respons individu pasien. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka, meningkatkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Article No. 24985 | 09 Apr 2026
Klinis : kontraksi uterus akibat induksi persalinan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kontraksi Uterus Akibat Induksi Persalinan
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Mengelola Nyeri
Kode SIKI: 080101, 080102, 080103, 080104, 080105, 080106, 080107, 080108, 080109, 080110, 080111, 080112, 080113, 080114, 080115, 080116, 080117, 080118, 080119, 080120, 080121, 080122, 080123, 080124, 080125, 080126, 080127, 080128, 080129, 080130, 080131, 080132, 080133, 080134, 080135, 080136, 080137, 080138, 080139, 080140, 080141, 080142, 080143, 080144, 080145, 080146, 080147, 080148, 080149, 080150, 080151, 080152, 080153, 080154, 080155, 080156, 080157, 080158, 080159, 080160, 080161, 080162, 080163, 080164, 080165, 080166, 080167, 080168, 080169, 080170, 080171, 080172, 080173, 080174, 080175, 080176, 080177, 080178, 080179, 080180, 080181, 080182, 080183, 080184, 080185, 080186, 080187, 080188, 080189, 080190, 080191, 080192, 080193, 080194, 080195, 080196, 080197, 080198, 080199, 080200, 080201, 080202, 080203, 080204, 080205, 080206, 080207, 080208, 080209, 080210, 080211, 080212, 080213, 080214, 080215, 080216, 080217, 080218, 080219, 080220, 080221, 080222, 080223, 080224, 080225, 080226, 080227, 080228, 080229, 080230, 080231, 080232, 080233, 080234, 080235, 080236, 080237, 080238, 080239, 080240, 080241, 080242, 080243, 080244, 080245, 080246, 080247, 080248, 080249, 080250, 080251, 080252, 080253, 080254, 080255, 080256, 080257, 080258, 080259, 080260, 080261, 080262, 080263, 080264, 080265, 080266, 080267, 080268, 080269, 080270, 080271, 080272, 080273, 080274, 080275, 080276, 080277, 080278, 080279, 080280, 080281, 080282, 080283, 080284, 080285, 080286, 080287, 080288, 080289, 080290, 080291, 080292, 080293, 080294, 080295, 080296, 080297, 080298, 080299, 080300, 080301, 080302, 080303, 080304, 080305, 080306, 080307, 080308, 080309, 080310, 080311, 080312, 080313, 080314, 080315, 080316, 080317, 080318, 080319, 080320, 080321, 080322, 080323, 080324, 080325, 080326, 080327, 080328, 080329, 080330, 080331, 080332, 080333, 080334, 080335, 080336, 080337, 080338, 080339, 080340, 080341, 080342, 080343, 080344, 080345, 080346, 080347, 080348, 080349, 080350, 080351, 080352, 080353, 080354, 080355, 080356, 080357, 080358, 080359, 080360, 080361, 080362, 080363, 080364, 080365, 080366, 080367, 080368, 080369, 080370, 080371, 080372, 080373, 080374, 080375, 080376, 080377, 080378, 080379, 080380, 080381, 080382, 080383, 080384, 080385, 080386, 080387, 080388, 080389, 080390, 080391, 080392, 080393, 080394, 080395, 080396, 080397, 080398, 080399, 080400, 080401, 080402, 080403, 080404, 080405, 080406, 080407, 080408, 080409, 080410, 080411, 080412, 080413, 080414, 080415, 080416, 080417, 080418, 080419, 080420, 080421, 080422, 080423, 080424, 080425, 080426, 080427, 080428, 080429, 080430, 080431, 080432, 080433, 080434, 080435, 080436, 080437, 080438, 080439, 080440, 080441, 080442, 080443, 080444, 080445, 080446, 080447, 080448, 080449, 080450, 080451, 080452, 080453, 080454, 080455, 080456, 080457, 080458, 080459, 080460, 080461, 080462, 080463, 080464, 080465, 080466, 080467, 080468, 080469, 080470, 080471, 080472, 080473, 080474, 080475, 080476, 080477, 080478, 080479, 080480, 080481, 080482, 080483, 080484, 080485, 080486, 080487, 080488, 080489, 080490, 080491, 080492, 080493, 080494, 080495, 080496, 080497, 080498, 080499, 080500, 080501, 080502, 080503, 080504, 080505, 080506, 080507, 080508, 080509, 080510, 080511, 080512, 080513, 080514, 080515, 080516, 080517, 080518, 080519, 080520, 080521, 080522, 080523, 080524, 080525, 080526, 080527, 080528, 080529, 080530, 080531, 080532, 080533, 080534, 080535, 080536, 080537, 080538, 080539, 080540, 080541, 080542, 080543, 080544, 080545, 080546, 080547, 080548, 080549, 080550, 080551, 080552, 080553, 080554, 080555, 080556, 080557, 080558, 080559, 080560, 080561, 080562, 080563, 080564, 080565, 080566, 080567, 080568, 080569, 080570, 080571, 080572, 080573, 080574, 080575, 080576, 080577, 080578, 080579, 080580, 080581, 080582, 080583, 080584, 080585, 080586, 080587, 080588, 080589, 080590, 080591, 080592, 080593, 080594, 080595, 080596, 080597, 080598, 080599, 080600, 080601, 080602, 080603, 080604, 080605, 080606, 080607, 080608, 080609, 080610, 080611, 080612, 080613, 080614, 080615, 080616, 080617, 080618, 080619, 080620, 080621, 080622, 080623, 080624, 080625, 080626, 080627, 080628, 080629, 080630, 080631, 080632, 080633, 080634, 080635, 080636, 080637, 080638, 080639, 080640, 080641, 080642, 080643, 080644, 080645, 080646, 080647, 080648, 080649, 080650, 080651, 080652, 080653, 080654, 080655, 080656, 080657, 080658, 080659, 080660, 080661, 080662, 080663, 080664, 080665, 080666, 080667, 080668, 080669, 080670, 080671, 080672, 080673, 080674, 080675, 080676, 080677, 080678, 080679, 080680, 080681, 080682, 080683, 080684, 080685, 080686, 080687, 080688, 080689, 080690, 080691, 080692, 080693, 080694,
Article No. 24986 | 09 Apr 2026
Klinis : marah marah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: