Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23968 | 09 Feb 2026
Klinis : Patient Condition : Subjective data: Pasien mengatakan mengalami diare dan buang air besar 8x dalam sehari, sejak rabu, lalu memburuk pada hari jumat dengan frekuensi bab 15x. Pada hari sabtu pasien sudah 1x buang air besar dengan konsistensi feses cair tapi ada sedikit ampas, feses berwarna coklat kekuningan, tidak terdapat darah ataupun lendir. Buang air kecil sudah 2x (-/+ 400ml). Pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit, terakhir kali makan nasi padang. Pasien mengatakan merasa mual sejak hari rabu hingga hari ini, tetapi tidak disertai dengan muntah Pasien mengatakan merasakan nyeri di area perut kanan bawah (RLQ) terasa seperti melilit, dengan skala nyeri 4/0 (A/I), sudah sejak rabu pagi, meningkat kalau rasa ingin BAB, berkurang kalau sedang beristirahat dengan berbaring, nyeri hilang timbul, dan tidak menyebar ke area lain. Pasien mengatakan merasakan pusing Pasien mengatakan merasa lemas Pasien mengatakan merasakan kram otot perut bagian bawah menyebar ke area paha, hilang timbul. Pasien mengeluh merasa dada berdebar debar Riwayat penyakit sebelumnya, tidak ada alergi obat/makanan, tidak ada Pasien mengatakan mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan fast food kebiasaan minum air -/+ 1liter/hari Objective data: Vital Sign Blood Pressure: 90/45 mmHg Pulse: 112x/min, teratur, mudah teraba dan tidak mudah hilang (+2) RR: 22x/min, teratur, kedalaman normal Temperature: pagi 36.0; siang: 36.7 GCS: 15 (E4M6V5) Inspection Wajah tampak sedikit pucat Conjunctiva tidak ada ikterik, dan tidak anemis Mukosa lembab, bibir kering Abdomen tidak terlihat distensi Palpation Akral teraba hangat Crt <2 second Nyeri tekan di abdomen RLQ Turgor kulit elastis Percussion Bunyi timpani di keempat kuadran Auscultation Bising usus: RUQ: 28x/min, LUQ: 27x/min, LLQ: 30x/min, RLQ: 34x/min Kekuatan otot:
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi, intravaskular, atau interstitial.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Terjaga. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal sesuai usia. 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Capillary refill time kurang dari 3 detik. 4) Turgor kulit elastis. 5) Mukosa membran lembab. 6) Produksi urine adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam). 7) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan. 8) Tidak ada rasa haus yang berlebihan. 9) Kadar elektrolit dalam batas normal. 10) Berat badan stabil.
Kode SIKI: I.05239
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda defisit volume cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, capillary refill time, produksi urine, rasa haus). 2) Monitor intake dan output cairan secara akurat. 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 4) Anjurkan peningkatan asupan cairan oral secara bertahap sesuai toleransi (misal: cairan rehidrasi oral, air putih). 5) Atur kecepatan tetesan infus sesuai program. 6) Monitor respons hemodinamik terhadap pemberian cairan. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, BUN). 8) Timbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama. 9) Anjurkan untuk menghindari minuman yang bersifat diuretik (seperti kopi, teh kental). 10) Ajarkan tanda-tanda dehidrasi yang perlu dilaporkan.
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08010
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang/hilang. 2) Skala nyeri menurun. 3) Ekspresi wajah rileks. 4) Dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 6) Tanda vital dalam rentang normal. 7) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.09062
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus, penskalaan). 2) Observasi reaksi non-verbal ketidaknyamanan (ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah). 3) Monitor tanda vital. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi). 6) Bantu posisi yang nyaman (misal: berbaring dengan lutut fleksi). 7) Lakukan pengalihan perhatian melalui percakapan atau aktivitas ringan. 8) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 9) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 10) Ajarkan untuk melaporkan nyeri segera sebelum bertambah berat.
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Aktivitas Sehari-hari Terpenuhi. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi. 2) Dapat melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 3) Tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas. 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. 5) Kebutuhan perawatan diri terpenuhi.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Monitor respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, keluhan lemas, pusing). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Bantu pasien dalam memprioritaskan aktivitas. 5) Anjurkan untuk meminta bantuan jika diperlukan. 6) Bantu memenuhi kebutuhan aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 7) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai peningkatan kondisi. 8) Berikan lingkungan yang aman untuk mencegah risiko jatuh akibat lemas atau pusing. 9) Kolaborasi dalam pemenuhan nutrisi dan cairan untuk mendukung pemulihan energi. 10) Edukasi tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
-
Article No. 23970 | 09 Feb 2026
Klinis : Penurunan Koping Keluarga b.d Orang terdekat terlalu fokus pada kondisi di luar keluarga d.d Klien mengeluh/khawatir tentang respon orang terdekat pada masalah kesehatan, Terbatasnya komunikasi orang terdekat dengan klien (D.0097)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Koping Keluarga
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan dalam mengelola tugas-tugas internal dan eksternal akibat ketidakefektifan atau ketidakadekuatan sumber daya (fisik, psikologis, kognitif, finansial) dalam menghadapi situasi atau krisis yang menekan, termasuk masalah kesehatan anggotanya.
Kode SLKI: L.01208
Deskripsi : Keluarga mampu meningkatkan koping. Indikator: 1) Keluarga mengidentifikasi sumber stres. 2) Keluarga mengungkapkan perasaan tentang situasi stres. 3) Keluarga mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan koping. 4) Keluarga mengidentifikasi sumber dukungan yang tersedia. 5) Keluarga memilih strategi koping yang adaptif. 6) Keluarga melaksanakan strategi koping yang dipilih. 7) Keluarga mengevaluasi efektivitas strategi koping.
Kode SIKI: I.01246
Deskripsi : Fasilitasi koping keluarga. Tindakan: 1) Identifikasi bersama keluarga tentang situasi yang menimbulkan stres. 2) Anjurkan keluarga untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan ketakutan. 3) Diskusikan dengan keluarga dampak situasi stres terhadap anggota keluarga dan hubungan keluarga. 4) Bantu keluarga mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan dalam menghadapi stresor. 5) Bantu keluarga mengidentifikasi sumber dukungan internal (anggota keluarga lain) dan eksternal (teman, tenaga kesehatan, komunitas keagamaan). 6) Diskusikan strategi koping yang adaptif dan maladaptif. 7) Bantu keluarga memilih dan merencanakan penerapan strategi koping yang adaptif. 8) Latih keluarga dalam keterampilan koping spesifik (misal: komunikasi asertif, manajemen waktu, teknik relaksasi). 9) Fasilitasi keluarga untuk mengakses sumber dukungan yang dibutuhkan. 10) Bantu keluarga mengevaluasi efektivitas strategi koping yang digunakan. 11) Berikan penguatan positif atas upaya dan keberhasilan keluarga.
-
Article No. 23971 | 09 Feb 2026
Klinis : Pola Nafas Tidak Efektif b.d Hambatan upaya napas d.d Dispnea (D.0005)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Nafas Tidak Efektif b.d Hambatan upaya napas d.d Dispnea (D.0005)
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Pola Nafas Tidak Efektif adalah keadaan ketika seseorang mengalami perubahan pola pernapasan yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh, yang disebabkan oleh hambatan dalam upaya bernapas, dengan tanda utama berupa dispnea (sesak napas).
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 adalah Status Pernapasan. Tujuan keperawatan untuk diagnosis ini adalah mencapai status pernapasan yang adekuat. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Pola napas reguler dengan frekuensi dalam rentang normal; 2) Tidak ada dispnea atau penggunaan otot bantu napas; 3) Bunyi napas bersih di seluruh lapang paru; 4) Ekspansi dada simetris; 5) Nilai gas darah arteri dalam rentang normal; 6) Pasien melaporkan tidak ada keluhan sesak napas; dan 7) Upaya napas efektif dan tidak tampak lelah. SLKI ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam mengembalikan fungsi pernapasan ke kondisi optimal, dengan memantau parameter subjektif dan objektif dari klien.
Kode SIKI: I.09011
Deskripsi : SIKI I.09011 adalah Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan untuk memastikan patensi dan kebersihan jalan napas, serta memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Tindakannya meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas) secara berkala; 2) Melakukan auskultasi bunyi napas untuk mendeteksi adanya abnormalitas seperti wheezing, ronki, atau penurunan bunyi napas; 3) Memposisikan klien untuk memaksimalkan ekspansi dada (misalnya, posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi); 4) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam serta batuk efektif jika memungkinkan; 5) Melakukan suction jalan napas jika terdapat sekret yang tidak dapat dikeluarkan sendiri oleh klien; 6) Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor efektivitasnya; 7) Memonitor nilai analisis gas darah dan saturasi oksigen; 8) Mengajarkan teknik penghematan energi untuk mengurangi kerja napas; 9) Memberikan dukungan psikologis dan menenangkan klien karena kecemasan dapat memperburuk dispnea; serta 10) Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai indikasi. Intervensi ini bersifat komprehensif, ditujukan untuk mengatasi hambatan fisik dan psikologis, meningkatkan ventilasi, dan mencegah komplikasi seperti hipoksia.
-
Article No. 23972 | 09 Feb 2026
Klinis : luka pada kaki kanan terbuka post operasi debridement diabetic foot, riwayat diabetes meletus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons patogen atau organisme oportunistik yang masuk ke dalam tubuh.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Pasien akan menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dan keluarga dapat menjelaskan tanda dan gejala infeksi. 2) Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan teknik mencuci tangan yang benar. 3) Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan perawatan luka yang benar. 4) Pasien dapat mempertahankan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Luka menunjukkan tanda-tanda penyembuhan (granulasi, tidak ada pus, bau, atau kemerahan yang menyebar). 6) Pasien dapat mengidentifikasi faktor risiko personal yang meningkatkan kerentanan terhadap infeksi (seperti hiperglikemia). 7) Pasien dapat menjelaskan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Monitor tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, setiap 4-8 jam. 2) Lakukan teknik aseptik dan antiseptik ketat selama perawatan luka. 3) Ajarkan dan pantau teknik cuci tangan yang efektif pada pasien, keluarga, dan pengunjung. 4) Lakukan perawatan luka sesuai protokol: membersihkan luka dengan larutan normal saline, membalut dengan kasa steril dan tepat (tidak terlalu ketat), serta memperhatikan kondisi kulit sekitar. 5) Observasi karakteristik luka setiap kali ganti balut: ukuran, kedalaman, adanya jaringan granulasi, nekrotik, eksudat (jumlah, warna, konsistensi, bau). 6) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep dan pantau efek sampingnya. 7) Anjurkan asupan nutrisi tinggi protein dan vitamin C untuk mendukung penyembuhan jaringan. 8) Kolaborasi dengan tim medis untuk kontrol gula darah yang ketat (target gula darah puasa dan 2 jam postprandial). 9) Ajarkan pasien dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri meningkat, nanah, bau tidak sedap). 10) Lakukan reposisi pasien secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah ke area luka. 11) Lindungi luka dari trauma lebih lanjut. 12) Berikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya perawatan kaki diabetik secara rutin setelah pulang.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhirnya.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala 0-3). 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda nyeri berkurang (ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat, tidak gelisah). 3) Pasien dapat mengidentifikasi faktor yang memicu dan meredakan nyeri. 4) Pasien dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. 5) Tanda vital kembali dalam rentang normal (setelah intervensi).
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala 0-10, dan faktor pencetus/pereda). 2) Observasi tanda nonverbal nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, melindungi area kaki). 3) Lakukan teknik non-farmakologis: distraksi (mengobrol, mendengarkan musik), relaksasi napas dalam, dan reposisi posisi kaki yang nyaman (menggunakan bantal penyangga). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep (baik oral maupun injeksi), evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. 5) Lakukan perawatan luka dengan teknik yang lembut untuk meminimalkan trauma dan nyeri. 6) Ajarkan pasien untuk melaporkan nyeri secara dini sebelum menjadi berat. 7) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 8) Edukasi bahwa kontrol gula darah yang baik dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri neuropatik.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: 1102
Deskripsi : Penyembuhan Luka: Tahap 2 (Perbaikan Jaringan). Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Luka menunjukkan pembentukan jaringan granulasi (berwarna merah muda). 2) Ukuran luka menurun (panjang, lebar, kedalaman). 3) Eksudat luka berkurang jumlahnya dan berubah dari purulen menjadi serous. 4) Tidak ada tanda perluasan kerusakan jaringan (nekrosis) di sekitar luka. 5) Kulit sekitar luka utuh, tidak merah, bengkak, atau lembab. 6) Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan perawatan luka yang benar.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji luka setiap hari atau setiap ganti balut: lokasi, ukuran (panjang, lebar, kedalaman), warna jaringan dasar (nekrotik, slough, granulasi), jumlah dan karakter eksudat, serta kondisi kulit sekitar. 2) Lakukan debridement mekanik lembut (jika diperlukan dan sesuai kolaborasi) untuk membersihkan jaringan nekrotik/slough. 3) Pilih balutan yang sesuai dengan kondisi luka (misal: balutan lembab untuk luka bersih, balutan absorben untuk luka banyak eksudat). Prinsipnya adalah menjaga dasar luka lembab dan kulit sekitar kering. 4) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik ketat. 5) Hindari tekanan langsung pada area luka. 6) Anjurkan posisi yang tidak menekan kaki yang luka, dapat menggunakan bantal atau penyangga. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemenuhan nutrisi tinggi protein, zinc, dan vitamin C. 8) Kolaborasi kontrol gula darah secara ketat, karena hiperglikemia menghambat proses penyembuhan. 9) Ajarkan pasien dan keluarga tentang teknik perawatan luka di rumah, termasuk cara membalut, mengenali tanda infeksi, dan pentingnya tidak berjalan tanpa alas kaki atau menekan luka. 10) Rujuk ke perawat perawatan luka jika diperlukan.
-
Article No. 23973 | 09 Feb 2026
Klinis : DX CVD
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 00029
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Curah Jantung: Tekanan darah, nadi, dan pernapasan dalam rentang normal; tidak ada edema; haluaran urine adekuat; kulit hangat dan kering; status mental baik. Penjelasan: Pada pasien dengan penyakit kardiovaskular (CVD) struktural, seperti penyakit katup jantung, kardiomiopati, atau penyakit jantung bawaan, kemampuan jantung untuk memompa darah secara efektif dapat terganggu. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) 0401 menetapkan tujuan akhir dimana curah jantung tetap adekuat meskipun ada kondisi struktural yang mendasarinya. Ini berarti semua parameter hemodinamik—tekanan darah sistolik dan diastolik, denyut nadi, dan laju pernapasan—harus stabil dan berada dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien tersebut. Tidak adanya edema perifer atau paru menunjukkan bahwa jantung mampu mengelola volume cairan tanpa menyebabkan kongesti. Haluaran urine yang adekuat (biasanya >0,5 mL/kg/jam) adalah indikator langsung perfusi ginjal yang baik, yang bergantung pada curah jantung. Kulit yang hangat dan kering menandakan perfusi perifer yang memadai, sementara status mental yang baik (sadar, orientasi baik) mencerminkan perfusi serebral yang cukup. Mencapai luaran ini membutuhkan pemantauan ketat dan intervensi untuk mengoptimalkan preload, afterload, dan kontraktilitas jantung.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Penjelasan: Intervensi keperawatan ini merupakan tindakan komprehensif untuk memantau, mengoptimalkan, dan mendukung fungsi pompa jantung pada pasien dengan risiko atau aktual penurunan curah jantung, seperti pada CVD struktural. Implementasinya meliputi: (1) Pemantauan hemodinamik ketat, termasuk tekanan darah, nadi, tekanan nadi, bunyi jantung, dan tanda-tanda kongesti (edema, crackles paru, distensi vena jugularis). (2) Manajemen beban kerja jantung dengan memastikan tirah baring atau aktivitas terbatas sesuai toleransi, serta membantu dalam aktivitas sehari-hari untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. (3) Manajemen cairan dan elektrolit dengan mencatat balance cairan secara akurat, membatasi asupan natrium dan cairan sesuai resep, serta memberikan diuretik jika diperlukan untuk mengurangi preload. (4) Pemberian terapi obat sesuai resep (seperti inotropik, vasodilator, beta-blocker) dengan memantau efek dan efek sampingnya. (5) Pemberian oksigen tambahan untuk memastikan saturasi oksigen adekuat >95% dan mengurangi kerja pernapasan. (6) Edukasi pasien dan keluarga mengenai kondisi, tanda-tanda memburuk (seperti sesak napas, bengkak, lelah berlebihan), pentingnya diet rendah garam, serta kepatuhan pengobatan. (7) Memfasilitasi pemeriksaan diagnostik (seperti ekokardiografi) dan mempersiapkan pasien untuk intervensi lebih lanjut jika diperlukan. Tujuan SIKI 2610 adalah untuk mencegah dekompensasi jantung, mempertahankan perfusi organ vital, dan meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pendekatan holistik dan kolaboratif dengan tim kesehatan lain.
-
Article No. 23974 | 09 Feb 2026
Klinis : Dx CVD
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI untuk Pasien dengan CVD
Article No. 23975 | 09 Feb 2026Klinis : pasien mengeluh sering pusing dan ada benjolan pada perut bagian pusar tensi 175/80 mmhg nadi 80x menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen serta nutrisi pada tingkat seluler, jaringan, dan sistemik yang berhubungan dengan ketidakmampuan sistem sirkulasi untuk mempertahankan tekanan darah yang adekuat.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang ditetapkan. 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Tidak ada keluhan pusing, sakit kepala, atau penglihatan kabur. 4) Kulit hangat dan kering. 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. 6) Menunjukkan perilaku untuk mengontrol tekanan darah.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Manajemen Hipertensi. Intervensi keperawatan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu secara berkala sesuai kondisi pasien. 2) Observasi tanda dan gejala hipertensi seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah, epistaksis, dan perubahan kesadaran. 3) Kaji faktor risiko hipertensi (riwayat keluarga, diet, aktivitas fisik, kebiasaan merokok/konsumsi alkohol, stres). 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai resep (antihipertensi) dan evaluasi efek serta efek sampingnya. 5) Ajarkan teknik non-farmakologi untuk mengontrol tekanan darah: manajemen stres (relaksasi, napas dalam), aktivitas fisik teratur, dan istirahat yang cukup. 6) Berikan edukasi tentang modifikasi diet: rendah garam, rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan batasi kafein. 7) Anjurkan untuk menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba (mengedan, mengangkat beban berat). 8) Edukasi tentang pentingnya kepatuhan pengobatan dan pemantauan tekanan darah mandiri. 9) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet khusus. 10) Fasilitasi dukungan keluarga dalam mendukung perubahan gaya hidup pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang dengan skala yang dapat diterima. 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks dan postur tubuh nyaman. 3) Tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat beristirahat dan tidur dengan adekuat. 5) Menggunakan metode non-farmakologi untuk mengurangi nyeri. 6) Menunjukkan pengetahuan tentang manajemen nyeri.
Kode SIKI: 2820
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda). 2) Observasi tanda-tanda non-verbal nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis). 3) Monitor tanda vital sebagai respons fisiologis terhadap nyeri. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 5) Ajarkan dan bantu teknik non-farmakologi: distraksi (mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi napas dalam, kompres hangat/dingin pada area tertentu jika tepat, dan reposisi/pengaturan posisi yang nyaman. 6) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 7) Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penatalaksanaannya untuk mengurangi kecemasan. 8) Lakukan pendekatan terapeutik untuk memberikan dukungan emosional. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang penggunaan skala nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain jika diperlukan untuk penanganan penyebab nyeri (misal, benjolan).
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar atau takut yang disertai respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu) sebagai respons terhadap ancaman yang dipersepsikan.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Kriteria hasil: 1) Melaporkan penurunan perasaan cemas atau takut. 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks dan bahasa tubuh yang tenang. 3) Tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat mengidentifikasi penyebab dan tanda-tanda ansietas. 5) Menggunakan strategi koping yang adaptif untuk mengatasi ansietas. 6) Fungsi sosial dan istirahat/tidur tidak terganggu.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi keperawatan: 1) Kaji tingkat ansietas (ringan, sedang, berat, panik) dan manifestasinya (perilaku, fisiologis, kognitif). 2) Dengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian dan empati. 3) Identifikasi sumber ansietas (ketidakpastian diagnosis, ketakutan akan benjolan, dampak hipertensi). 4) Ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan progresif muscle relaxation. 5) Bantu pasien mengidentifikasi dan menggunakan mekanisme koping yang positif. 6) Berikan informasi yang akurat dan jelas tentang kondisi kesehatannya, prosedur, dan rencana perawatan untuk mengurangi ketidakpastian. 7) Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional dan rasa aman. 8) Ciptakan lingkungan yang tenang, aman, dan nyaman. 9) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (ansiolitik) jika diperlukan sesuai resep. 10) Fasilitasi pasien untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatirannya secara terbuka.
Article No. 23976 | 09 Feb 2026
Klinis : batuk berdahak selama 3 hari ada demam mengarah seperti gambaran ispa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas terkait ISPA
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu rentan mengalami invasi dan multiplikasi patogen yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.07120
Deskripsi : SLKI L.07120: Kontrol Infeksi. Tujuan utama adalah agar pasien dapat mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi. Luaran yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang penyebab dan cara penularan ISPA. 2) Pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perilaku pencegahan infeksi seperti menutup mulut saat batuk/bersin dengan tisu atau lengan, serta membuang tisu bekas dengan benar. 3) Pasien dan keluarga mampu melakukan cuci tangan dengan 6 langkah yang benar menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. 4) Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal (suhu tubuh menurun mendekati normal, denyut nadi dan pernapasan stabil). 5) Pasien menunjukkan tidak ada penyebaran infeksi ke orang lain di sekitarnya. 6) Pasien mengonsumsi obat antibiotik (jika diresepkan) secara tepat dan lengkap sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pencapaian luaran ini sangat penting dalam manajemen ISPA untuk membatasi durasi penyakit dan mencegah komplikasi seperti pneumonia, serta mencegah penularan kepada anggota keluarga lain, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI I.08059: Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk mengurangi risiko infeksi dan mengendalikan penyebarannya. Penjelasan tindakan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, secara berkala untuk mengidentifikasi perkembangan demam sebagai indikator respons infeksi. 2) Mengajarkan dan mendemonstrasikan etika batuk yang benar (menggunakan tisu atau menutup dengan lengan atas, bukan telapak tangan) serta teknik pembuangan sekret yang aman. 3) Melakukan edukasi kesehatan tentang pentingnya cuci tangan, baik kepada pasien maupun keluarga, termasuk kapan waktu-waktu kritis untuk mencuci tangan (sebelum makan, setelah batuk/bersin, setelah dari toilet). 4) Menganjurkan dan memastikan asupan cairan yang adekuat untuk membantu mengencerkan dahak, menurunkan suhu tubuh, dan mencegah dehidrasi akibat demam. 5) Mengajarkan cara mengenali tanda-tanda bahaya ISPA yang memerlukan penanganan lebih lanjut (seperti sesak napas, demam sangat tinggi, dahak berwarna kehijauan atau berdarah, penurunan kesadaran). 6) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologis seperti antipiretik (penurun demam), mukolitik (pengencer dahak), atau antibiotik jika dicurigai infeksi bakteri, serta memastikan kepatuhan pengobatan. 7) Menganjurkan istirahat yang cukup untuk mendukung proses penyembuhan dan meningkatkan sistem imun tubuh. 8) Mengatur sirkulasi udara di ruangan pasien agar tetap baik dan menghindari paparan polutan atau asap yang dapat memperberat iritasi jalan napas. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada eliminasi patogen tetapi juga pada pemberdayaan pasien dan keluarga untuk menjadi agen utama dalam pencegahan infeksi di tingkat rumah tangga, yang merupakan langkah krusial dalam pengendalian ISPA di masyarakat.
Article No. 23977 | 09 Feb 2026
Klinis : jari -jari tanggan kanan sering kesemutan dan kebas kolesterol 186 mg/dl gula darah 105 mg/dl tensi normal, keluhan seprti gambaran carpal tunel syndrome
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Sensori Persepsi (Taktil) dan Nyeri Akut berhubungan dengan Kompresi Saraf Medianus (Sindrom Terowongan Karpal)
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan dalam jumlah, pola, atau interpretasi rangsangan yang diterima melalui indera peraba (taktil) pada tangan kanan, khususnya jari-jari, akibat kompresi saraf medianus di terowongan karpal. Kondisi ini ditandai dengan gejala awal seperti kesemutan (parestesia) dan kebas (mati rasa) yang sering muncul, sesuai dengan gambaran klinis yang dijelaskan. Meskipun hasil laboratorium (kolesterol 186 mg/dl dan gula darah 105 mg/dl) berada dalam batas normal tinggi atau borderline, dan tensi normal, mereka dapat menjadi faktor kontribusi terhadap neuropati perifer ringan yang memperberat gejala. Diagnosa ini menekankan pada "risiko" karena gangguan sensori masih bersifat intermiten dan dapat berkembang menjadi defisit yang lebih permanen jika tidak ditangani.
Kode SLKI: 0715
Deskripsi : SLKI 0715 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan fungsi sensori. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Pemantauan dan dokumentasi karakteristik kesemutan/kebas (frekuensi, durasi, pemicu, pola distribusi di jari I, II, III, dan setengah jari IV). (2) Edukasi pasien tentang mekanisme terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu penekanan saraf medianus di pergelangan tangan. (3) Anjuran untuk modifikasi aktivitas, seperti teknik ergonomis dalam penggunaan tangan, menghindari posisi fleksi atau ekstensi pergelangan tangan yang berulang dan lama, serta penggunaan wrist splint (terutama di malam hari) untuk menetralkan posisi pergelangan tangan. (4) Demonstrasi dan anjuran latihan peregangan lembut untuk otot-otot tangan dan pergelangan tangan. (5) Kolaborasi dalam pemberian terapi modalitas seperti kompres hangat untuk relaksasi atau kompres dingin jika ada inflamasi, serta kolaborasi untuk pemberian obat neurotropik jika diperlukan. (6) Edukasi mengenai manajemen faktor risiko sistemik seperti menjaga pola makan untuk mengontrol kadar gula dan kolesterol demi kesehatan saraf. Tujuan akhirnya adalah mengurangi frekuensi dan intensitas gejala sensori abnormal.
Kode SIKI: 3502
Deskripsi : SIKI 3502 mengukur kriteria hasil dari intervensi yang dilakukan. Indikator yang dinilai meliputi: (1) **Pengetahuan**: Pasien dapat menyebutkan penyebab (kompresi saraf), faktor pemicu aktivitas, dan cara pencegahan kekambuhan gejala. (2) **Perilaku**: Pasien melaporkan telah melakukan modifikasi aktivitas dan menggunakan wrist splint sesuai anjuran. Pasien juga melakukan latihan peregangan yang diajarkan secara rutin. (3) **Status Klinis**: Terjadi penurunan yang dapat diukur dalam frekuensi dan durasi episode kesemutan dan kebas. Skala sensasi abnormal (misal, skala 0-10) menunjukkan penurunan. Hasil pemeriksaan tes provokasi seperti Tinel's sign atau Phalen's test menunjukkan perbaikan (berkurangnya positifitas). (4) **Fungsi**: Pasien melaporkan tidak ada atau minimal gangguan dalam Aktivitas Sehari-hari (ADL) dan Instrumental ADL (IADL) yang disebabkan oleh gejala tersebut. Kekuatan genggaman tangan (jika diukur) tidak menunjukkan penurunan signifikan. (5) **Manajemen Faktor Risiko**: Pasien memahami hubungan kadar gula dan kolesterol dengan kesehatan saraf dan bersedia untuk mempertahankan pola hidup sehat. Evaluasi ini dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas intervensi non-bedah awal dan menentukan perlu tidaknya rujukan untuk tindakan lebih lanjut seperti terapi injeksi atau pembedahan.
Article No. 23978 | 09 Feb 2026
Klinis : oasien mengeluh lemas dan agak sesak saat jalan jauh, tampak kuning anemia tensi 188/100 mmhg riwayat cuci darah 3 kali dan pasien tidak melanjutkan program cuci darah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung dan Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh terkait Gagal Ginjal Kronik dengan Non-Kepatuhan Hemodialisis
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit.
Kode SLKI: L.03112
Deskripsi : Curah jantung memadai ditunjukkan dengan: tekanan darah sistolik 90-140 mmHg, tekanan darah diastolik 60-90 mmHg, denyut nadi 60-100 kali/menit dan berirama, tidak ada edema paru, tidak ada ortopnea, tidak ada dispnea saat aktivitas, ekstremitas hangat, pengisian kapiler < 3 detik, dan haluaran urine sesuai berat jenis urine. Berdasarkan kondisi pasien yang memiliki tekanan darah 188/100 mmHg, keluhan sesak saat jalan jauh (dispnea pada aktivitas), dan riwayat gagal ginjal dengan anuria/oliguria, tujuan SLKI ini belum tercapai. Pasien menunjukkan tanda-tanda gangguan curah jantung berupa hipertensi berat dan gejala kongestif (sesak). Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan mengupayakan stabilisasi tanda-tanda vital, mengurangi beban kerja jantung, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti edema paru atau krisis hipertensif.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-4 jam sesuai kondisi pasien. Pada kasus ini, pemantauan ketat tekanan darah dan frekuensi nadi sangat krusial mengingat hipertensi berat (188/100 mmHg) yang merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi jantung dan komplikasi vaskular. Pemantauan pernapasan juga penting untuk mendeteksi dini sesak yang memberat. Selain itu, intervensi ini mencakup memantau status cairan dengan menimbang berat badan harian, mencatat balance cairan (intake dan output), dan mengobservasi tanda kelebihan cairan seperti edema dan distensi vena jugularis. Pada pasien gagal ginjal yang tidak menjalani dialisis, akumulasi cairan dan toksin uremik akan memperberat hipertensi dan sesak. Intervensi ini juga melibatkan kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti antihipertensi, diuretik) dan edukasi kepada pasien serta keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan dan diet rendah garam serta protein untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi. Pemantauan laboratorium seperti ureum, kreatinin, dan elektrolit juga merupakan bagian integral untuk menilai keparahan kondisi dan efektivitas terapi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03064
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi ditunjukkan dengan: mampu menghabiskan porsi makan yang disediakan, tidak ada mual muntah, berat badan dalam rentang normal, nilai albumin dalam batas normal, dan tidak tampak lemah. Pada pasien ini, ditemukan tanda klinis "tampak kuning anemia" dan "lemas" yang mengindikasikan kemungkinan besar SLKI ini belum tercapai. Anemia pada gagal ginjal kronik terutama disebabkan oleh defisiensi produksi eritropoietin dan mungkin diperberat oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat, termasuk zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Kelemahan (lemas) merupakan manifestasi langsung dari anemia dan ketidakseimbangan nutrisi. Tujuan perawatan adalah meningkatkan asupan nutrisi sesuai toleransi dan batasan renal, serta menangani anemia yang mendasarinya untuk memperbaiki kondisi umum dan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: I.04043
Deskripsi : Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral atau enteral sesuai indikasi. Dalam konteks pasien gagal ginjal dengan uremia dan mungkin anoreksia atau mual, intervensi ini sangat relevan. Penjelasannya mencakup pertama-tama melakukan pengkajian menyeluruh status nutrisi, termasuk pola makan, antropometri, dan data biokimia (albumin, hemoglobin, ureum, kreatinin). Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet khusus gagal ginjal (rendah protein, rendah garam, kalori cukup, dan pengaturan kalium/fosfat) adalah langkah kunci. Jika asupan oral tidak mencukupi, perlu dipertimbangkan dukungan nutrisi enteral (melalui selang makanan) atau bahkan parenteral (intravena) untuk memastikan kebutuhan kalori dan protein terpenuhi tanpa membebani fungsi ginjal yang sudah menurun. Intervensi ini juga mencakup pemberian suplementasi zat besi, asam folat, dan eritropoietin (ESA - Erythropoiesis Stimulating Agent) secara kolaboratif untuk menangani anemia. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya diet ketat, pengaturan cairan, dan mengenali gejala malnutrisi juga merupakan bagian penting dari intervensi ini untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik
Kode SDKI: D.0181Deskripsi Singkat: Pola pengaturan dan integrasi terapi penyakit sehari-hari yang tidak memenuhi tujuan kesehatan.
Kode SLKI: L.03185
Deskripsi : Manajemen regimen terapeutik efektif ditunjukkan dengan: menjelaskan regimen terapeutik, menjelaskan cara mengatasi hambatan pelaksanaan regimen terapeutik, mematuhi regimen terapeutik, dan memanfaatkan sistem pendukung. Faktanya, pasien memiliki "riwayat cuci darah 3 kali dan pasien tidak melanjutkan program cuci darah". Ini adalah indikator kuat bahwa SLKI ini belum tercapai. Ketidakpatuhan terhadap regimen terapeutik vital (hemodialisis) merupakan masalah sentral yang menyebabkan memburuknya kondisi klinis pasien (hipertensi berat, sesak, anemia, lemas). Tujuannya adalah untuk memahami faktor penyebab ketidakpatuhan (misalnya: ketidaktahuan, faktor finansial, psikologis seperti penolakan atau ketakutan, masalah transportasi) dan bersama-sama pasien serta keluarga mengembangkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan dan keterlibatan dalam perawatan.
Kode SIKI: I.11321
Deskripsi : Memfasilitasi partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan tentang regimen terapeutik. Intervensi ini sangat penting untuk mengatasi akar masalah ketidakpatuhan. Penjelasannya melibatkan pendekatan komunikasi terapeutik untuk membangun hubungan saling percaya. Perawat perlu mengeksplorasi persepsi, keyakinan, dan pengetahuan pasien tentang penyakit ginjalnya dan manfaat hemodialisis. Faktor penghambat (hambatan) harus diidentifikasi secara spesifik. Kemudian, perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan (dokter, ahli gizi, pekerja sosial) dan keluarga untuk memberikan edukasi yang komprehensif dan sesuai tingkat pemahaman pasien tentang konsekuensi tidak menjalani dialisis dan manfaatnya dalam mengontrol gejala. Perawat dapat memfasilitasi pasien untuk mengekspresikan kekhawatirannya dan bersama-sama mengevaluasi pilihan terapi (misalnya, hemodialisis rutin, CAPD, atau konservatif). Melibatkan pasien dalam menetapkan jadwal yang realistis, menghubungkan dengan kelompok dukungan (support group) pasien ginjal, dan memanfaatkan sumber daya sosial yang tersedia (bantuan finansial, transportasi) adalah tindakan konkret. Tujuannya adalah meningkatkan otonomi dan rasa memiliki pasien terhadap rencana terapinya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan komitmen untuk menjalani pengobatan secara berkelanjutan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433