Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24028 | 12 Feb 2026
Klinis : pasien disfagia, low intake, riwayat hipertensi, hari rawat ke 5, udah terpasang ngt, nyeri di leher skala 7, bb dan nafsu makan turun, ada ronchi di paru kanan, ada dahak hijau kekuningan tapi bisa batuk efektif, pakai nasal canul 2 lpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan. 2) Berat badan stabil atau dalam rentang normal. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal. 4) Tidak ada tanda tanda malnutrisi (seperti kelemahan, penurunan massa otot, rambut rontok). 5) Menunjukkan pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi. Pada pasien ini, SLKI menjadi tujuan yang ingin dicapai, namun kondisi aktual menunjukkan ketidakcapaian terhadap beberapa kriteria ini, seperti berat badan turun dan intake rendah, sehingga memerlukan intervensi keperawatan.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab intake rendah (disfagia, nyeri). 2) Kolaborasi pemberian nutrisi melalui NGT sesuai program. 3) Monitor toleransi pemberian nutrisi enteral (sisa lambung, distensi, diare). 4) Ukur berat badan secara teratur. 5) Berikan posisi semi fowler atau duduk selama dan setelah pemberian makan/NGT untuk mencegah aspirasi. 6) Lakukan perawatan kebersihan mulut. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan komposisi dan jumlah nutrisi yang diperlukan. 8) Atur lingkungan yang nyaman saat pemberian nutrisi. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan tata laksana NGT. Intervensi ini langsung menjawab masalah disfagia dan low intake dengan memanfaatkan NGT yang sudah terpasang untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan kalori terpenuhi, mencegah penurunan berat badan lebih lanjut, dan mendukung proses penyembuhan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: B.3.1.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau durasi singkat.
Kode SLKI: L.3.1.1
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun). 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Tanda vital dalam batas normal. 4) Dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. 5) Menunjukkan metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri. Pada pasien dengan nyeri leher skala 7, tujuan utamanya adalah menurunkan skala nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi (misalnya ≤3), sehingga pasien lebih nyaman dan dapat berpartisipasi dalam terapi lain seperti latihan batuk efektif.
Kode SIKI: I.3.1.1
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Kaji karakteristik nyeri (P, Q, R, S, T). 2) Ajarkan dan bantu teknik non farmakologis (napas dalam, distraksi, reposisi posisi yang nyaman). 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program (mengingat riwayat hipertensi, pemilihan obat mempertimbangkan efek samping terhadap tekanan darah). 4) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri. 5) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah intervensi. 6) Berikan lingkungan yang tenang. Nyeri yang tidak terkontrol dapat memperburuk stres, meningkatkan tekanan darah, dan menghambat mobilisasi serta intake nutrisi, sehingga penatalaksanaannya sangat penting.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: B.2.2.3
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.2.2.3
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak ada tanda tanda infeksi (demam, kemerahan, pus). 2) Nilai laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal. 3) Melakukan perilaku pencegahan infeksi (cuci tangan, kebersihan diri). 4) Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan. 5) Drainase sekret dari jalan napas efektif. Kondisi pasien menunjukkan adanya ronchi dan dahak hijau kekuningan yang mengindikasikan kemungkinan infeksi saluran pernapasan, sehingga SLKI ini menjadi target untuk mencegah penyebaran atau infeksi sekunder.
Kode SIKI: I.2.2.3
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda tanda infeksi (suhu, karakter sputum, bunyi napas). 2) Lakukan fisioterapi dada dan bantu batuk efektif untuk mengeluarkan sekret. 3) Pertahankan teknik aseptik dalam perawatan NGT dan kanul nasal. 4) Anjurkan intake cairan yang adekuat (melalui NGT) untuk mengencerkan sekret. 5) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai hasil kultur dan sensitivitas jika diperlukan. 6) Ajarkan etika batuk dan cuci tangan. 7) Lakukan suction jika diperlukan. Intervensi ini penting karena pasien dengan NGT dan disfagia memiliki risiko aspirasi dan infeksi paru yang lebih tinggi, ditambah dengan temuan fisik yang sudah mengarah pada kemungkinan infeksi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: B.1.1.2
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.1.1.2
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Bunyi napas vesikuler/tidak ada ronchi/wheezing. 2) Mampu mengeluarkan sekret secara efektif. 3) Tidak dispnea atau sianosis. 4) Nilai gas darah arteri dalam batas normal. 5) Menunjukkan perilaku untuk meningkatkan pengeluaran sekret (batuk efektif, posisi). Meskipun pasien dapat batuk efektif, adanya ronchi dan produksi sputum purulen menunjukkan bahwa bersihan jalan napas masih belum optimal dan memerlukan intervensi untuk mencapai kriteria hasil tersebut.
Kode SIKI: I.1.1.2
Deskripsi : Manajemen Bersihan Jalan Napas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji bunyi napas, frekuensi, dan pola pernapasan. 2) Bantu dan ajarkan teknik batuk efektif serta latihan napas dalam. 3) Berikan posisi semi fowler atau fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 4) Lakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, postural drainage) jika tidak ada kontraindikasi. 5) Kelola oksigenasi dengan kanul nasal sesuai order. 6) Lakukan suction jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret. 7) Dorong/atur peningkatan intake cairan melalui NGT untuk mengencerkan sekret. 8) Monitor warna, konsistensi, dan jumlah sputum. Intervensi ini langsung menangani masalah ronchi dan sputum untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia dan atelektasis.
-
Article No. 24029 | 12 Feb 2026
Klinis : hasil lab normal. menggigil jam 8 smp jam 2 pagi. tdk mau makan krn makana terasa bau. menginjak lantai terasa dingin spt es. tiba2 sedih tanpa henti 3 hr yg lalu. ortu tdk pernah mengapresiasi px pdhl px termasuk berprestasi. px juga magang di praktek bidan. px tdk mau kerumah mbah (dari bapak) krn om pernah memeluk dan mencium pipi px saat duduk dibangku SD kls 4. ada keinginan bunuh diri saat awal masuk MA, px dipaksa masuk MAN pdhl px ingin masuk SMA Tenggarang. nafsu makan menurun mual muntah. tidur terganggu, merasa tidur tp spt melek, pikiran kosong, tdk ingin ketemu org krn ingin istirahat dari dunia sosial. konsentrasi terganggu sejak 3thn yg lalu saat ditolak PTN. rasa bersalah kpd diri sendiri krn masuk MA, putus asa+.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri.
Kode SLKI: 4328
Deskripsi : Pasien terlindungi dari perilaku bunuh diri.
Kode SIKI: 3540, 3541, 3542, 3543, 3544, 3545
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri meliputi: (3540) Menciptakan lingkungan yang aman dengan mengidentifikasi dan menghilangkan benda-benda berbahaya yang berpotensi digunakan untuk melukai diri. (3541) Melakukan observasi ketat dan kontinu, mungkin melalui pengawasan satu lawan satu, terutama pada periode krisis. (3542) Membangun kontrak tertulis atau perjanjian verbal dengan pasien untuk tidak melukai diri sendiri dan segera melaporkan jika ada ide bunuh diri. (3543) Memfasilitasi akses dan kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa profesional seperti psikiater, psikolog, atau perawat spesialis jiwa. (3544) Melibatkan sistem pendukung keluarga (dalam hal ini dengan pendekatan yang hati-hati mengingat dinamika keluarga yang kurang mendukung) untuk meningkatkan pengawasan dan dukungan. (3545) Mengajarkan teknik coping dan strategi distraksi untuk mengelola pikiran dan dorongan untuk bunuh diri. Defisinya adalah pasien memiliki keinginan bunuh diri yang pernah muncul di masa lalu (saat awal masuk MA) dan saat ini menunjukkan banyak gejala depresi berat yang merupakan faktor risiko utama, seperti perasaan putus asa, sedih terus-menerus, perasaan bersalah, dan keinginan untuk menarik diri dari dunia sosial. Riwayat trauma dan kurangnya dukungan keluarga memperburuk kerentanan psikologisnya.
Kondisi: Kesedihan
Kode SDKI: 0031
Deskripsi Singkat: Perasaan duka, nestapa, atau dukacita yang dialami individu.
Kode SLKI: 4400
Deskripsi : Pasien mampu mengekspresikan kesedihan dan menggunakan strategi koping yang adaptif.
Kode SIKI: 4040, 4041, 4042, 4043
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Kesedihan meliputi: (4040) Mendorong ekspresi perasaan sedih, marah, atau kecewa melalui percakapan terapeutik dalam lingkungan yang empatik dan tidak menghakimi. (4041) Membantu pasien mengidentifikasi sumber kesedihan, yang dalam kasus ini multifaktorial: trauma masa kecil (perilaku om), tekanan akademik (ditolak PTN, dipaksa masuk MA), kurangnya apresiasi orang tua, dan perasaan gagal. (4042) Membantu pasien dalam proses berkabung atas harapan dan pilihan hidup yang hilang (seperti tidak masuk SMA pilihan). (4043) Menguatkan mekanisme koping positif yang dimiliki pasien dan mengajarkan teknik relaksasi atau mindfulness untuk mengelola gelombang emosi sedih yang tiba-tiba. Defisinya adalah pasien mengalami episode sedih tanpa henti selama 3 hari, perasaan putus asa, dan rasa bersalah yang mendalam terhadap diri sendiri terkait pilihan pendidikan. Kesedihan ini bersifat patologis karena intensitas, durasi, dan disertai dengan gejala vegetatif lain yang mengganggu fungsi hidupnya.
Kondisi: Harga Diri Rendah
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Penilaian negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.
Kode SLKI: 4300
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan harga diri.
Kode SIKI: 3400, 3401, 3402, 3403, 3404
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Harga Diri Rendah meliputi: (3400) Membantu pasien mengidentifikasi keyakinan dan persepsi negatif tentang diri sendiri (misal: merasa gagal karena ditolak PTN). (3401) Membantu pasien mengidentifikasi kekuatan dan pencapaian pribadi (misal: prestasi di sekolah dan kesanggupan magang di praktik bidan). (3402) Mendorong pasien untuk terlibat dalam aktivitas yang memberikan rasa pencapaian dan menguatkan peran positifnya. (3403) Memberikan umpan balik positif yang realistis dan spesifik terhadap perilaku atau pencapaian pasien, sebagai kontras dari kurangnya apresiasi yang diterima dari orang tua. (3404) Melatih asertivitas dan keterampilan menolak, yang mungkin terkait dengan trauma masa lalu dan ketidakmampuan menolak keinginan orang tua. Defisinya adalah pasien memiliki perasaan bersalah yang berlebihan, menganggap pilihan masuk MA sebagai kesalahan pribadi meskipun ada paksaan, serta kurangnya pengakuan dari orang tua meskipun berprestasi. Pengalaman trauma (dipeluk/dicium om) juga dapat berkontribusi pada perasaan tidak berharga dan gangguan batas diri.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang luar biasa dan berkepanjangan yang mengurangi kapasitas untuk kerja fisik dan mental.
Kode SLKI: 4120
Deskripsi : Pasien melaporkan peningkatan tingkat energi dan ketahanan.
Kode SIKI: 2140, 2141, 2142, 2143
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Kelelahan meliputi: (2140) Memonitor pola tidur-bangun dan mendorong kebersihan tidur yang baik untuk mengatasi gangguan tidur (tidur tapi seperti melek). (2141) Membantu pasien mengidentifikasi faktor penyebab kelelahan, seperti beban psikologis (stres, depresi), gangguan tidur, dan asupan nutrisi yang buruk. (2142) Mendiskusikan manajemen energi, seperti menyeimbangkan aktivitas dengan istirahat dan prioritas tugas. (2143) Mendorong aktivitas fisik ringan dan teratur sesuai toleransi untuk meningkatkan energi. Defisinya adalah pasien mengalami kelelahan mental dan fisik yang ditandai dengan gangguan tidur non-restoratif, keinginan untuk istirahat dari dunia sosial, konsentrasi yang terganggu selama 3 tahun, serta penurunan nafsu makan yang menyebabkan asupan energi rendah. Kelelahan ini lebih bersifat sentral (akibat beban psikis) daripada perifer.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 4220
Deskripsi : Tingkat nyeri pasien terkontrol.
Kode SIKI: 2840, 2841, 2842, 2843
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Nyeri Akut meliputi: (2840) Melakukan penilaian nyeri komprehensif termasuk lokasi, intensitas (skala), karakter (seperti dingin seperti es), dan faktor pencetus. (2841) Memberikan tindakan kenyamanan non-farmakologis seperti memberikan alas kaki atau kaus kaki hangat, memastikan lingkungan tidak dingin, dan teknik distraksi. (2842) Mengkolaborasikan pemberian analgetik jika diperlukan setelah assessment lebih lanjut untuk menyingkirkan penyebab organik. (2843) Memonitor efektivitas intervensi yang diberikan terhadap keluhan nyeri/discomfort. Defisinya adalah pasien melaporkan pengalaman sensorik tidak nyaman yang signifikan, yaitu menginjak lantai terasa dingin seperti es. Meski hasil lab normal, sensasi ini adalah pengalaman subjektif pasien yang menyebabkan distress dan perlu ditangani sebagai nyeri/ketidaknyamanan akut, terutama karena dapat dikaitkan dengan gejala somatik dari kondisi psikologisnya (gangguan konversi atau gejala somatoform).
-
Article No. 24030 | 12 Feb 2026
Klinis : kls 2 SMP at taqwa. px suka sesama jenis sjk kls 6 SD. ketahuan sjk kls 7. kenal dg cewek lewat game bicara "sayang2an". px potong rambut spt cowok.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konflik Identitas Diri dan Peran Berkaitan dengan Orientasi Seksual dan Ekspresi Gender
Kode SDKI: 00182
Deskripsi Singkat: Situasi di mana individu mengalami kebingungan, tekanan, atau ketidaknyamanan yang signifikan terkait dengan perasaan ketertarikan emosional dan/atau seksual (orientasi seksual) serta cara mengekspresikan diri sesuai dengan rasa identitas gender (ekspresi gender), yang dapat menimbulkan distres dan mengganggu fungsi sosial, akademik, serta kesejahteraan psikologis.
Kode SLKI: 4326
Deskripsi : Klien dapat mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan serta konflik terkait identitas diri dan peran. Klien mampu mengembangkan koping yang adaptif dan meningkatkan penerimaan diri. Klien menunjukkan peningkatan dalam fungsi sosial dan akademik. Keluarga/lingkungan terdekat menunjukkan peningkatan pemahaman dan dukungan. Tujuan akhirnya adalah klien mencapai keseimbangan dan kenyamanan dengan identitas dirinya.
Kode SIKI: 4326A
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada penciptaan lingkungan terapeutik yang aman, tidak menghakimi, dan mendukung untuk memfasilitasi eksplorasi diri klien. Perawat membangun hubungan saling percaya (trusting relationship) dengan menunjukkan sikap empati, penerimaan tanpa syarat, dan kerahasiaan. Perawat mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan, harapan, dan pengalamannya secara verbal, termasuk perasaan ketertarikan sejak kelas 6 SD, pengalaman "ketahuan" di kelas 7, dinamika hubungan melalui game, serta ekspresi gender seperti memotong rambut seperti laki-laki. Perawat menggunakan teknik komunikasi terapeutik seperti mendengarkan aktif, refleksi, dan klarifikasi untuk membantu klien mengorganisir pikirannya. Perawat memberikan psikoedukasi tentang perkembangan identitas pada remaja, keragaman orientasi seksual (seperti homoseksualitas, biseksualitas), dan ekspresi gender, dengan bahasa yang sesuai usia (SMP), untuk menormalisasi pengalaman klien dan mengurangi perasaan terisolasi atau "aneh". Perawat membantu klien mengidentifikasi kekuatan diri dan sumber dukungan internal. Perawat juga melakukan asesmen terhadap tingkat stres, kecemasan, dan potensi pikiran untuk menyakiti diri sendiri akibat tekanan internal atau eksternal. Perawat berkolaborasi dengan keluarga (jika memungkinkan dan dengan persetujuan klien) untuk memberikan pendidikan kepada orang tua tentang perkembangan identitas remaja dan pentingnya dukungan keluarga, mengingat konteks lingkungan sekolah berbasis agama ("SMP At Taqwa") yang mungkin menambah tekanan. Perawat mendukung klien dalam mengembangkan strategi koping untuk menghadapi stigma, komentar negatif, atau bullying, serta dalam menetapkan batasan dalam interaksi sosial (termasuk hubungan melalui game). Perawat dapat merujuk klien ke konselor profesional atau psikolog yang kompeten dalam isu LGBTQIA+ remaja jika diperlukan, dengan tetap mempertimbangkan konteks budaya dan nilai-nilai klien. Seluruh intervensi dilakukan dengan prinsip non-judgmental, menghormati otonomi klien, dan bertujuan untuk meningkatkan resiliensi serta kesejahteraan mental klien, bukan untuk mengubah orientasi seksual atau identitas gender klien.
-
Article No. 24031 | 12 Feb 2026
Klinis : Pasien Ny. Sahruni, usia 25 tahun, MR 604798, alamat: Namosain, Pekerjaan : IRT Datang ke igd tgl 11/2-2026 pkl 20.00 wita dengan keluhan utama: nyeri pada perut bagian bawah. Riwayat keluhan: klien datang dengan keluhan keluar flek-flek sejak 1mggu smrs,setiap hari keluar flek kecuali hari senin kemarin (9/2/2026), kemudian hari sabtu sempat keluar sedikit darah segar,muntah 2x hari ini, selama ini merasa mual saat mau makan , riwayat pemeriksaaan di dr Niko, SpOg tanggal 28/01/2026 dikatakan usia kehamilan 6mggu Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran cm, TTV TD 110/70mmhg, N 88x/mnt,SpO2 99%,S:36,RR 20x/mnt. Pemeriksaan pernapasan bunyi napas vesikuler pada kedua lapang , bising usus 16x/m, TFU belum teraba , nyeri tekan abdomen negatif , pada ektremitas CRT < 2 DETIK, TIDAK di temukan edema Penunjang: WBC 14,04 10^3/ul GDS: 175mg/dl PST positif Diagnosa medis abortus iminens, emesis gravidarum ( G1P0A0), usia kehamilan 7-8 minggu Pemberian terapi intravena : Infus RL 20 TPM BEDREST TOTAL Amoxiciline 3x500 mg Asam mefenamet 3x500mg Vit.b com 1x1
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif berhubungan dengan Perdarahan Uterus (Abortus Iminens)
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan nutrisi, oksigen, dan eliminasi produk sisa pada tingkat jaringan kapiler, yang dapat mengancam jiwa, terkait dengan ancaman kehilangan darah dari abortus iminens.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Perfusi perifer membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal untuk individu (TD 110/70 mmHg). 2) Denyut nadi dalam rentang normal untuk individu (N 88x/menit). 3) Pengisian kapiler (CRT) kurang dari 3 detik (CRT < 2 detik). 4) Warna kulit dan suhu ekstremitas normal (tidak pucat, hangat). 5) Tidak ada edema perifer. 6) Haluaran urine adekuat. 7) Tingkat kesadaran compos mentis. Tujuan dari SLKI ini adalah mempertahankan dan memantau parameter perfusi perifer agar tetap stabil, mencegah syok hipovolemik akibat perdarahan yang mungkin memburuk.
Kode SIKI: I.05104
Deskripsi : Pemantauan perfusi perifer, meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (TD, N, S, RR, SpO2) secara berkala sesuai kondisi pasien. 2) Memantau dan mendokumentasikan warna kulit, suhu, dan kelembaban. 3) Memantau dan mendokumentasikan pengisian kapiler. 4) Memantau dan mendokumentasikan adanya nyeri atau kram pada ekstremitas. 5) Memantau dan mendokumentasikan keluaran urine (balance cairan). 6) Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran. 7) Memantau tanda-tanda perdarahan pervaginam (jumlah, warna, konsistensi, adanya gumpalan). 8) Mempertahankan tirah baring total untuk mengurangi aktivitas dan risiko perdarahan. 9) Mempertahankan akses intravena (Infus RL 20 TPM) untuk menjaga keseimbangan cairan dan sebagai jalur darurat jika diperlukan resusitasi. 10) Kolaborasi pemberian terapi medis (antibiotik, analgesik) sesuai indikasi. Intervensi ini bertujuan untuk deteksi dini penurunan perfusi dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Nyeri Akut berhubungan dengan Proses Kram Uterus dan Ancaman Keguguran
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperberat oleh faktor psikologis seperti kecemasan akan kehilangan kehamilan.
Kode SLKI: L.08011
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun). 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (TD, N, RR stabil). 4) Dapat beristirahat dengan tenang. 5) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. 6) Mematuhi terapi analgesik yang diresepkan (Asam Mefenamat). Tujuan SLKI adalah mencapai tingkat kenyamanan pasien, mengurangi stres fisiologis akibat nyeri, dan memungkinkan pasien untuk beristirahat dengan optimal sesuai anjuran tirah baring total.
Kode SIKI: I.09030
Deskripsi : Manajemen Nyeri, meliputi: 1) Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) secara komprehensif. 2) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 3) Memberikan analgesik sesuai program terapi (Asam Mefenamat 3x500 mg) dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 4) Mengajarkan dan mendukung teknik nonfarmakologis seperti relaksasi napas dalam, distraksi, atau posisi yang nyaman. 5) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 6) Memberikan penjelasan tentang penyebab nyeri (kram uterus) dan hubungannya dengan kondisi kehamilan untuk mengurangi kecemasan. 7) Melakukan kolaborasi dan konsultasi jika nyeri tidak terkontrol. Intervensi ini bertujuan untuk memutus siklus nyeri-kecemasan, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung proses penyembuhan.
Kondisi: Risiko Infeksi berhubungan dengan Perdarahan dan Prosedur Invasif (Pemeriksaan Dalam/Pemberian Terapi Intravena)
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen, terkait dengan adanya pintu masuk kuman melalui serviks yang terbuka (pada abortus iminens) dan adanya akses intravena, serta ditunjang oleh hasil laboratorium leukositosis (WBC 14,04 10^3/ul).
Kode SLKI: L.15015
Deskripsi : Kontrol Infeksi, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (tidak ada demam, S:36°C). 2) Hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal. 3) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal pada area akses intravena (tidak merah, bengkak, nyeri, panas). 4) Tidak ada tanda-tanda infeksi sistemik. 5) Luka atau membran mukosa utuh. 6) Melaporkan pemahaman tentang pencegahan infeksi. Tujuan SLKI adalah mencegah terjadinya infeksi yang dapat memperburuk kondisi kehamilan dan menimbulkan komplikasi sepsis.
Kode SIKI: I.15239
Deskripsi : Pencegahan Infeksi, meliputi: 1) Mempertahankan teknik aseptik dan antiseptik selama perawatan, terutama dalam penanganan akses intravena dan area genital. 2) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, secara berkala. 3) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda infeksi lokal dan sistemik. 4) Memantau hasil laboratorium (seperti hitung leukosit). 5) Memberikan terapi antibiotik sesuai program (Amoxicillin 3x500 mg) dan memastikan kepatuhan serta memantau efek samping. 6) Mengajarkan dan mendorong perilaku hidup bersih, termasuk cara membersihkan area genital dengan benar. 7) Mengganti pembalut secara teratur dan mengajarkan cara observasi cairan vagina (bau, warna, jumlah). 8) Melakukan perawatan akses intravena sesuai standar untuk mencegah flebitis dan infeksi aliran darah. Intervensi ini bersifat protektif untuk mengurangi beban patogen dan meningkatkan pertahanan tubuh pasien.
Kondisi: Kecemasan berhubungan dengan Ancaman Kehilangan Kehamilan (Abortus Iminens) dan Perubahan Status Kesehatan
Kode SDKI: D.0046
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau ketidaknyamanan yang berasal dari antisipasi bahaya yang sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali, yang dalam konteks ini adalah ketakutan akan keguguran dan ketidakpastian outcome kehamilan.
Kode SLKI: L.14004
Deskripsi : Kontrol Kecemasan, ditandai dengan: 1) Melaporkan penurunan perasaan cemas. 2) Menunjukkan perilaku dan ekspresi wajah yang tenang. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (TD, N, RR stabil, tidak ada takikardi atau takipnea karena cemas). 4) Dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 5) Mengungkapkan perasaan dan pertanyaan tentang kondisinya. 6) Menggunakan strategi koping yang efektif. 7) Memahami informasi yang diberikan tentang kondisinya. Tujuan SLKI adalah membantu pasien mencapai tingkat kecemasan yang dapat dikelola, sehingga tidak memperburuk kondisi fisiologis dan mendukung kepatuhan terhadap terapi.
Kode SIKI: I.14025
Deskripsi : Manajemen Kecemasan, meliputi: 1) Mengkaji tingkat kecemasan, respons fisiologis, dan faktor pencetusnya. 2) Mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati terhadap keluhan serta ketakutan pasien. 3) Memberikan informasi yang akurat, jelas, dan konsisten tentang diagnosis abortus iminens, rencana perawatan (bedrest total, obat-obatan), dan prognosis. 4) Menjelaskan hubungan antara kecemasan dengan kondisi fisiologis (misalnya, stres dapat mempengaruhi kontraksi uterus). 5) Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan dan pertanyaannya. 6) Melibatkan pasien dalam perencanaan peraw
Article No. 24032 | 12 Feb 2026
Klinis : Pasien Ny. Sahruni, usia 25 tahun, MR 604798, alamat: Namosain, Pekerjaan : IRT Datang ke igd tgl 11/2-2026 pkl 20.00 wita dengan keluhan utama: nyeri pada perut bagian bawah. Riwayat keluhan: klien datang dengan keluhan keluar flek-flek sejak 1mggu smrs,setiap hari keluar flek kecuali hari senin kemarin (9/2/2026), kemudian hari sabtu sempat keluar sedikit darah segar,muntah 2x hari ini, selama ini merasa mual saat mau makan , riwayat pemeriksaaan di dr Niko, SpOg tanggal 28/01/2026 dikatakan usia kehamilan 6mggu Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran cm, TTV TD 110/70mmhg, N 88x/mnt,SpO2 99%,S:36,RR 20x/mnt. Pemeriksaan pernapasan bunyi napas vesikuler pada kedua lapang , bising usus 16x/m, TFU belum teraba , nyeri tekan abdomen negatif , pada ektremitas CRT < 2 DETIK, TIDAK di temukan edema Penunjang: WBC 14,04 10^3/ul GDS: 175mg/dl PST positif Diagnosa medis abortus iminens, emesis gravidarum ( G1P0A0), usia kehamilan 7-8 minggu Pemberian terapi intravena : Infus RL 20 TPM BEDREST TOTAL Amoxiciline 3x500 mg Asam mefenamet 3x500mg Vit.b com 1x1
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Abortus Imminens dan Emesis Gravidarum pada Kehamilan 7-8 Minggu
Kode ICD-10: O20.0
Deskripsi Singkat : Kode O20.0 mengacu pada "Perdarahan pada awal kehamilan" yang mencakup diagnosis abortus iminens (ancaman keguguran). Kondisi ini ditandai dengan perdarahan pervaginam (flek atau darah segar) dan/atau nyeri perut bawah pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, dengan serviks masih tertutup dan janin masih viable. Pada kasus ini, pasien menunjukkan gejala khas berupa keluar flek dan perdarahan segar disertai nyeri perut bawah. Kode ini tepat karena menggambarkan komplikasi kehamilan dini yang utama. Emesis gravidarum (mual muntah berlebihan pada kehamilan) yang juga dialami pasien merupakan diagnosis terkait yang sering menyertai, namun dalam pengkodean ICD-10 untuk episode perawatan ini, O20.0 menjadi kode utama yang mewakili alasan utama penanganan di IGD. Deskripsi kode ini termasuk dalam bab "Kehamilan, Persalinan dan Nifas" (O00-O9A) yang khusus untuk kondisi ibu terkait kehamilan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24033 | 12 Feb 2026
Klinis : hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempromosikan atau memfasilitasi disipasi panas.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengaturan Suhu. Tujuan keperawatan adalah agar suhu tubuh pasien dapat dipertahankan dalam rentang normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C aksila); 2) Kulit teraba hangat, tidak panas atau dingin; 3) Tidak ada keluhan perasaan panas atau menggigil; 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal; 5) Tidak ada perubahan status mental yang terkait dengan fluktuasi suhu (seperti delirium); 6) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga (tanda dehidrasi minimal/tidak ada). Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil mengembalikan dan mempertahankan homeostasis termoregulasi tubuh pasien.
Kode SIKI: 1360
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk membantu menurunkan suhu tubuh tinggi dan mengatasi penyebabnya. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) **Pemantauan**: Memantau suhu tubuh, tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah), dan status neurologis secara berkala. Memantau tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, output urine) dan ketidakseimbangan elektrolit. 2) **Lingkungan Termonetral**: Mengatur suhu ruangan agar sejuk, menggunakan sirkulasi udara (kipas angin/AC) dengan hati-hati untuk memfasilitasi konveksi tanpa menyebabkan menggigil. 3) **Penurunan Panas Secara Fisik**: Memberikan kompres hangat/tepid sponge (bukan air dingin atau es) pada area lipatan pembuluh darah besar (aksila, leher, selangkangan) untuk memfasilitasi konduksi dan evaporasi. Dapat juga menggunakan selimut pendingin sesuai protokol. Mempertimbangkan mandi hangat. Prinsipnya adalah menurunkan suhu secara bertahap untuk menghindari vasokonstriksi dan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas. 4) **Manajemen Pakaian dan Selimut**: Mengganti pakaian atau sprei yang basah oleh keringat dengan yang kering untuk mencegah kehilangan panas secara konduksi yang berlebihan dan meningkatkan kenyamanan. Hindari selimut tebal. 5) **Hidrasi**: Meningkatkan asupan cairan oral (jika sadar dan mampu menelan) atau pemberian cairan intravena sesuai resep untuk mengganti kehilangan cairan melalui evaporasi dan keringat, serta membantu pendinginan sentral. 6) **Pengurangan Produksi Panas**: Mengistirahatkan pasien karena aktivitas meningkatkan metabolisme dan produksi panas. Mengelola nyeri dan kecemasan yang dapat berkontribusi pada peningkatan metabolisme. 7) **Terapi Oksigen** (jika diperlukan): Pemberian oksigen sesuai indikasi, karena metabolisme yang tinggi meningkatkan konsumsi oksigen. 8) **Pemberian Antipiretik**: Melakukan pemberian obat antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep dokter dengan mempertimbangkan penyebab hipertermia. Penting untuk diingat bahwa antipiretik bekerja pada "thermostat" di hipotalamus dan efektif untuk pirogenik fever, tetapi mungkin tidak efektif untuk hipertermia non-infeksi (seperti heat stroke). 9) **Edukasi**: Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab hipertermia, tujuan tindakan yang dilakukan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan. 10) **Kolaborasi**: Bekerja sama dengan dokter untuk investigasi penyebab (seperti kultur darah, pemeriksaan radiologi) dan pemberian terapi spesifik (antibiotik untuk infeksi, dll.). Intervensi ini dilakukan secara holistik, terus menerus, dan dievaluasi efektivitasnya melalui perubahan suhu tubuh dan kondisi umum pasien.
Article No. 24034 | 12 Feb 2026
Klinis : hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme termoregulasi tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Suhu Tubuh: Kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C), mencegah komplikasi akibat panas berlebih, dan memastikan kenyamanan pasien. Kriteria hasil meliputi: suhu tubuh kembali ke rentang normal dalam waktu yang ditentukan, tanda-tanda vital stabil (denyut nadi dan pernapasan dalam batas normal), tidak ada tanda dehidrasi (turgor kulit baik, mukosa lembab, produksi urin adekuat), pasien melaporkan peningkatan kenyamanan, kulit teraba hangat dan kering (tidak ada diaforesis berlebihan atau kulit panas kering yang ekstrem), serta tidak terjadi komplikasi seperti kejang, delirium, atau syok. Pencapaian SLKI ini dinilai melalui pemantauan suhu berkala, observasi tanda klinis, dan laporan subjektif pasien.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Hipertermia: Intervensi sistematis untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat dan mempertahankannya dalam rentang normal. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang didasarkan pada prinsip pendinginan dan pemantauan. Pertama, memantau suhu tubuh, denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah secara teratur (setiap 1-2 jam hingga stabil) untuk menilai perkembangan dan respons terhadap terapi. Kedua, melakukan tindakan pendinginan, yang dibagi menjadi pendinginan eksternal dan internal. Pendinginan eksternal meliputi: memberikan kompres hangat/tepid sponge (bukan air dingin karena dapat menyebabkan vasokonstriksi dan menggigil) pada area lipatan pembuluh darah besar (aksila, leher, selangkangan); meningkatkan sirkulasi udara ruangan; menggunakan selimut pendingin jika tersedia; serta memandikan dengan air hangat. Pendinginan internal difokuskan pada pemberian cairan intravena atau oral sesuai toleransi dan kebutuhan untuk mengatasi dehidrasi dan membantu regulasi suhu dari dalam. Ketiga, mengatur lingkungan yang nyaman, seperti mengurangi selimut dan pakaian berlebih, menjaga suhu ruangan sejuk, serta menggunakan alas tidur yang menyerap keringat. Keempat, memberikan terapi farmakologis sesuai instruksi dokter, biasanya antipiretik seperti parasetamol atau ibuprofen, dengan mempertimbangkan kontraindikasi dan memantau efek samping. Kelima, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab hipertermia, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, pentingnya hidrasi, dan cara melakukan perawatan di rumah. Keenam, meminimalkan produksi panas tubuh dengan mengistirahatkan pasien dan mengurangi aktivitas fisik. Seluruh tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan pasien, mencegah hipotermia iatrogenik, dan mengevaluasi efektivitas intervensi secara berkelanjutan hingga suhu tubuh stabil. Dokumentasi yang akurat mengenai tren suhu, tindakan yang dilakukan, dan respons pasien sangat penting dalam intervensi ini.
Article No. 24035 | 12 Feb 2026
Klinis : hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi panas dan pelepasan panas.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Tujuan: Suhu tubuh pasien kembali normal dan dipertahankan dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C). 2) Kulit hangat, tidak ada kemerahan atau keringat berlebihan. 3) Denyut nadi dan pernapasan dalam rentang normal. 4) Pasien melaporkan kenyamanan, tidak menggigil atau kepanasan. 5) Tidak ada komplikasi terkait hipertermia (misalnya dehidrasi, kejang). 6) Tanda-tanda vital stabil. 7) Tingkat kesadaran baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3401, 0802, 1430, 1990, 1992
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menangani hipertermia melibatkan serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan menurunkan suhu tubuh, mencegah komplikasi, dan memberikan edukasi. Pertama, Pemantauan (3401) merupakan landasan utama. Perawat akan memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 1-2 jam hingga stabil) menggunakan termometer yang sesuai, mencatat pola kenaikannya, dan mengobservasi tanda-tanda vital lain seperti nadi, pernapasan, dan tekanan darah. Pemantauan juga mencakup status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin), tingkat kesadaran (GCS), serta tanda komplikasi seperti kejang atau delirium. Data ini menjadi dasar evaluasi efektivitas intervensi. Kedua, Manajemen Cairan (0802) sangat krusial karena hipertermia meningkatkan kehilangan cairan melalui evaporasi dan keringat. Perawat akan mendorong asupan cairan oral yang adekuat jika pasien sadar dan mampu menelan. Jika diperlukan, pemberian cairan intravena sesuai resep dokter dilakukan untuk mengoreksi dehidrasi dan membantu proses pendinginan dari dalam tubuh. Ketiga, intervensi Pengaturan Suhu (1430) meliputi tindakan pendinginan fisik. Tindakan ini termasuk memberikan kompres hangat (bukan dingin) pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan lipat paha, serta dahi. Kompres hangat lebih aman karena mencegah vasokonstriksi pembuluh darah kulit yang justru dapat memerangkap panas di dalam tubuh. Pasien dapat dimandikan dengan air hangat atau dilakukan tepid sponge. Lingkungan ruangan diatur agar sejuk dan nyaman, pakaian pasien diganti dengan yang tipis dan menyerap keringat, serta selimut dikurangi. Keempat, Edukasi Kesehatan (1990) diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab hipertermia, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, pentingnya hidrasi, dan cara melakukan perawatan di rumah seperti teknik kompres yang benar. Kelima, Kolaborasi (1992) dilaksanakan dengan tim kesehatan lain. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipiretik (seperti parasetamol atau ibuprofen) sesuai resep, memantau respons terapi, dan menangani penyebab dasar hipertermia (misalnya infeksi). Jika hipertermia disebabkan oleh kondisi khusus seperti stroke panas (heatstroke), kolaborasi intensif untuk pendinginan agresif dan stabilisasi kondisi sangat diperlukan. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan pencapaian hasil yang diharapkan, yaitu suhu tubuh normal tanpa komplikasi.
Article No. 24000 | 11 Feb 2026
Klinis : Pada hari Senin tanggal 25 September 2017 pukul 14.00 perawat melakukan pengkajian pada seorang klien dengan nama Tn. H (26 tahun); tinggal di Tanah Tinggi, Ternate, Maluku Utara; laki-laki; Pedagang; pendidikan terakhir Sarjana; agama Islam; suku/bangsa Jawa/Indonesia. Klien datang bersama istrinya yang bernama Ny. L (25 tahun), islam, suku Jawa/Indonesia, pendidikan terakhir Sarjana, pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Klien masuk ke RS pada hari Minggu tanggal 24 September 2017 pukul 19.00 dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut. Berikut adalah jawaban klien dari pertanyaan yang diajukan oleh perawat saat pengkajian: 1. “Saya diare, nyeri perut, mual, demam, dan lemas. Tapi yang paling mengganggu saya adalah diare.” 2. “Diare mulai saya rasakan sejak dua hari sebelum masuk ke RS. BAB cair tanpa ampas, hanya air, sehari bisa tujuh sampai delapan kali BAB. Diare mulai muncul setelah saya makan di acara pernikahan tetangga. Saya tidak berani minum obat, hanya saya minumi air putih. Setelah dua hari tidak sembuh, saya periksa ke RS dan diminta opname.” 3. “Setelah diminumi obat, diare saya berkurang.” 4. “Saya orangnya jarang sakit, paling-paling hanya flu saja yang sembuh sendiri. Sebelumnya tidak pernah dirawat di Puskesmas/RS, tidak pernah operasi juga. Saya tidak ada riwayat alergi.” 5. “Orang tua saya dua-duanya penderita hipertensi. Tapi saya, kedua kakak laki-laki saya, maupun adik perempuan saya tidak ada yang terkena hipertensi. Kakek dan nenek dari kedua belah pihak orang tua saya sudah meninggal. Saya sekarang hanya tinggal dengan istri, belum memiliki anak.” 6. “Selama saya merasa tidak ada gangguan di tubuh saya dan bisa beraktivitas dengan lancar, maka saya sehat.” 7. “Saya belum pernah mendapatkan promosi kesehatan. Biasanya jika membutuhkan informasi kesehatan, saya belajar sendiri dari internet.” 8. “Saya tidak merokok, setiap hari selalu lari selama 30 menit. Saya menjaga makan dan istirahat teratur karena tahu kedua orang tua saya hipertensi.” 9. “Jika sakit, saya biasanya hanya memperbaiki pola makan, olah raga, dan istirahat saya saja. Minum obat hanya jika sudah parah sekali.” 10. “Makanan saya setiap hari menu lengkap nasi merah, sayur, dan lauk. Porsi makan saya sedang, dengan nasi hanya seperempat porsi, sisanya saya penuhi dengan sayur dan lauk protein. Saya makan sehari tiga kali: pagi, siang, dan malam, ditambah dua kali snack di pagi dan sore. Nafsu makan saya baik.” 11. “Minuman kesukaan saya air putih. Dalam sehari saya bisa menghabiskan empat liter air putih. Saya tidak suka minuman manis.” 12. “Saya tidak memiliki makanan pantangan.” 13. “Selama sakit, saya tidak berani makan banyak karena saya takut memperparah diare. Sehari saya hanya makan satu kali dengan porsi kecil. Saya hanya mampu minum satu liter sehari karena badan saya lemas.” 14. “Saya biasanya BAK 4-5 kali sehari, sekitar 250 mL, tidak ada keluhan, semuanya normal. Selama sakit juga tidak ada perubahan.” 15. “Biasanya saya BAB satu kali sehari, semuanya normal dan tanpa keluhan. Tapi sejak sakit, saya BAB bisa 7-8 kali sehari, BAB cair tanpa ampas, bau amis, warna kuning pucat, ada nyeri perut seperti tertusuk-tusuk.” 16. “Selama tidak sakit, saya aktivitas semuanya bisa saya lakukan mandiri. Selama opname ini saya perlu bantuan keluarga untuk mandi, berpakaian, BAB, dan BAK karena badan saya lemas. Tapi saya masih bisa makan sendiri.” 17. “Di waktu senggang, biasanya saya hanya menonton televisi atau membaca buku. Saya jarang piknik.” 18. “Sebelum sakit, saya mandi minimal dua kali sehari. Setiap kali berkeringat, biasanya saya mandi dengan sabun. Keramas juga saya lakukan setiap hari dengan sampo. Sikat gigi saya lakukan dua kali, setiap selesai sarapan dan sebelum tidur. Saya mengganti pakaian dalam setiap mandi dan memotong kuku satu minggu sekali.” 19. “Saya tidak pernah tidur siang. Tidur malam saya biasanya pukul 12.00 malam dan bangun pukul 05.00 pagi. Bagi saya tidur itu sudah cukup, saya tidak pernah merasa mengantuk di siang hari. Tapi selama sakit ini saya mulai tidur pukul 09.00 malam dan bangun pukul 05.00 pagi. Tidur saya selama di sini tidak nyenyak, mudah terbangun karena merasa ingin BAB. Jadi setiap siang saya merasa mengantuk, rasanya tidur saya tidak cukup.” 20. “Saya di rumah adalah kepala keluarga dan saya yang mengambil keputusan. Walaupun sakit, tetap saya yang mengambil keputusan.” 21. “Selama saya sakit, istri dan ibu saya bergantian menjaga saya. Saya tidak memiliki masalah di dalam berkomunikasi dengna anggota keluarga lain.” 22. “Saya tidak memiliki masalah seksual.” 23. “Biasanya jika stres, saya akan membaca buku atau tidur. Jika ada masalah, saya lebih memilih untuk menyelesaikan masalah daripada melarikan diri.” 24. “Saya beragama islam. Tidak ada hal-hal yang bertentangan antara praktik budaya saya dengan agama yang saya anut. Selama sakit saya masih tetap sholat lima waktu.” Perawat kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan data sbb: 1. Klien tidak memiliki keluhan pada sistem pernapasan Bentuk dada klien normal, jenis pernapasan abdomen-torakal, RR 20 kali/menit, irama teratur, pengembangan dada kanan dan kiri simetris, tidak ada benjolan dan nyeri tekan di dada. Saat perawat meminta klien menyebutkan “tujuh-tujuh”, getaran dirasakan sama oleh perawat. Saat perawat melakukan pengetukan, terdengar suara sonor di seluruh lapang paru. Hasil auskultasi menunjukkan tidak ada bunyi napas tambahan. 2. Klien mengeluh demam, lemas, haus Tekanan darah 111/86 mmHg, nadi 89 kali/menit, suhu tubuh 38oC Tidak ada bekas operasi di dada kiri klien, terdapat denyutan di intercosta 4-5 kiri. Konjungtiva berwarna merah muda, sklera berwarna putih, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata, pengisian ulang kapiler lebih dari 2 detik Saat perawat meraba dada kiri, perawat merasakan adanya denyutan pada intercosta 4-5 kiri. Saat melakukan pengetukan, perawat menemukan suara pekak di daerah jantung. Auskultasi menunjukkan adanya bunyi jantung I dan II reguler, tidak ada bunyi jantung tambahan. 3. Klien tidak memiliki keluhan pada sistem persyarafan. Klien sadar penuh dengan GCS 15. Bentuk kepala mesocephal. Saat dilewatkan cahaya di kedua mata klien, pupil mengecil secara bersamaan. Klien mampu memfleksikan leher tanpa keluhan. Tidak ada kelumpuhan pada ekstremitas klien. Tidak ada gangguan pada indera. 4. Klien tidak memiliki keluhan pada sistem perkemihan Tidak ada distensi kandung kemih, tidak terpasang kateter, dan tidak ada nyeri tekan. Dalam sehari klien minum 1 liter cairan dan mendapatkan infus 1 liter dalam 24 jam. Keluaran cairan sehari sekitar 2000 ml 5. Klien mengeluh diare dan nyeri perut. Mukosa bibir kering, gusi merah muda dan sehat, tidak ada karies gigi, gigi lengkap, lidah bersih, tonsil tidak kemerahan, perut datar dan tidak ada luka post operasi. Auskultasi bising usus 40 kali/menit. Saat diraba, klien mengeluh rasa seperti ditusuk-tusuk bertambah, tidak ada massa, tidak ada pembesaran organ. Saat diketuk, terdengar bunyi timpani. 6. Klien tidak memiliki keluhan pada sistem rangka Gerakan sendi bebas. Semua ekstremitas bisa digerakkan dengan bebas. Tidak ada oedema. Tidak ada kelainan bentuk tangan/kaki. Tidak ada kelainan bentuk tulang belakang. Kulit klien kemerahan. Saat klien melakukan pencubitan pada kulit, kulit klien kembali lambat. Kulit klien teraba hangat. Saat perawat melakukan pengetukan dengan palu refleks pada lutut, tungkai klien ekstensi. Saat perawat menggambarkan garis pada telapak kaki klien, telapak kaki plantar fleksi. 7. Klien tidak memiliki keluhan pada sistem endokrin dan tidak ada kelainan pada sistem endokrin. Berikut adalah hasil pemeriksaan laboratorium yang dijalani klien: Tanggal 24 September 2017 pukul 20.00 WIT 1. Hb 13,2 g/dL (normal 12-16 g/dL) 2. Lekosit 13000/uL (normal 4000-11000/uL) 3. Hematokrit 40% (normal 37% - 48%) 4. Trombosit 300 103/uL (normal 150 – 450 103/uL) 5. Eritrosit 4,57 106/uL (normal 4,5 – 5,5 106/uL) Terapi pengobatan yang sudah didapatkan klien: 1. Infus RL 20 tpm 2. Metronidazole 750 mg/8 jam/IV 3. Parasetamol 500 mg/8 jam/os 4. Ranitidin 150 mg/8 jam/IV Tindakan perawatan: 1. Intervensi nutrisi : diet tinggi serat 2. Intervensi cairan : pemberian cairan per oral dan parenteral 3. Intervensi hipertermia : pemberian cairan per oral dan parenteral, kompres hangat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : Frekuensi dan konsistensi buang air besar kembali normal.
Kode SIKI: I.01228
Deskripsi : Pantau frekuensi, volume, konsistensi, warna, dan bau feses. Kaji faktor penyebab dan faktor risiko. Kaji tanda dan gejala dehidrasi (turgor kulit, pengisian kapiler, membran mukosa, rasa haus, output urin, perubahan hemodinamik). Kaji nyeri/kram abdomen. Anjurkan peningkatan asupan cairan sesuai toleransi. Anjurkan menghindari makanan dan minuman yang merangsang peristaltik usus (misal: pedas, berminyak, kafein, susu). Anjurkan makanan yang dapat menyerap air di usus (misal: pisang, apel, nasi, roti). Kolaborasi pemberian farmakoterapi sesuai indikasi. Ajarkan dan anjurkan cuci tangan yang benar. Lakukan perawatan perianal.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Monitor tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah). Kaji tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, pengisian kapiler, membran mukosa, rasa haus, output urin). Kaji keseimbangan cairan (intake dan output). Anjurkan peningkatan asupan cairan sesuai program terapi. Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai indikasi. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait (seperti elektrolit, hematokrit). Ajarkan tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan yang harus dilaporkan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.03149
Deskripsi : Suhu tubuh kembali dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01271
Deskripsi : Monitor suhu tubuh secara teratur. Kaji faktor penyebab. Kaji tanda dan gejala yang menyertai (menggigil, berkeringat, takikardia, malaise). Berikan terapi pendinginan sesuai protokol (misal: kompres hangat/tepid sponge, pakaian tipis, lingkungan sejuk). Anjurkan peningkatan asupan cairan. Kolaborasi pemberian farmakoterapi antipiretik sesuai indikasi. Monitor tanda-tanda kejang terkait demam.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03124
Deskripsi : Nyeri terkontrol.
Kode SIKI: I.01237
Deskripsi : Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas, faktor pencetus, dan faktor pereda). Observasi tanda-tanda nonverbal nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh). Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (misal: distraksi, relaksasi napas dalam). Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. Atur posisi untuk kenyamanan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Klien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.04004
Deskripsi : Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan TD, nadi, pernapasan). Kaji tingkat kelemahan dan kelelahan. Bantu klien mengidentifikasi aktivitas yang dapat dilakukan. Rencanakan periode istirahat yang cukup. Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. Monitor respons klien terhadap peningkatan aktivitas.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0038
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03178
Deskripsi : Pola tidur membaik.
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Kaji kebiasaan dan pola tidur biasa. Kaji faktor yang mengganggu tidur (nyeri, keinginan BAB, lingkungan). Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, kenyamanan suhu). Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur. Atur jadwal aktivitas untuk meminimalkan gangguan saat tidur. Kolaborasi pemberian obat untuk mengatasi gejala yang mengganggu tidur (seperti nyeri atau diare) sesuai indikasi. Batasi minum di sore/malam hari jika diare sudah membaik untuk mengurangi kebangkitan malam hari ke toilet.
Article No. 24001 | 11 Feb 2026
Klinis : pasien datang dengan keluhan mual muntah dan diare disertai panas, skala dihidrasi ringan suhu 38, tensi 110/80 mmhg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil (SLKI) mencakup: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 2) Turgor kulit baik (kembali dalam < 2 detik). 3) Membran mukosa lembab. 4) Produksi urin adekuat (output urin >0,5 mL/kgBB/jam). 5) Keseimbangan asupan dan haluaran cairan. 6) Kadar elektrolit (Na, K, Cl) dalam batas normal. 7) Tidak ada keluhan mual, muntah, atau diare yang berlebihan. 8) Berat badan stabil. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil mencegah atau mengatasi defisit volume cairan, mempertahankan homeostasis, dan mencegah komplikasi seperti syok hipovolemik atau gangguan irama jantung akibat ketidakseimbangan elektrolit.
Kode SIKI: I.05158
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau, mempertahankan, dan mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Memonitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara berkala untuk mendeteksi dini tanda hipovolemia (seperti takikardia, hipotensi) atau demam yang memperburuk kehilangan cairan. 2) **Pemantauan Asupan dan Haluaran (Balance Cairan)**: Mencatat secara akurat semua cairan yang masuk (oral, parenteral) dan cairan yang keluar (urine, diare, muntah, keringat). Ini adalah indikator kunci untuk menilai kebutuhan penggantian cairan. 3) **Pemberian Cairan**: Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi cairan intravena (jika diperlukan) dan mendorong asupan oral bertahap (cairan rehidrasi oral seperti oralit) begitu mual muntah terkontrol. Cairan diberikan sesuai jenis dan jumlah yang diresepkan. 4) **Pemantauan Tanda Klinis Dehidrasi**: Mengobservasi turgor kulit, kelembaban membran mukosa, produksi air mata, dan fontanel (pada bayi) sebagai indikator status hidrasi. 5) **Pemantauan Elektrolit**: Berkolaborasi untuk pemeriksaan laboratorium (seperti natrium, kalium, klorida) dan mengobservasi tanda ketidakseimbangan (misalnya, kelemahan otot untuk hipokalemia). 6) **Manajemen Gejala**: Melakukan intervensi untuk mengurangi kehilangan cairan, seperti pemberian obat antiemetik dan antidiare sesuai kolaborasi, serta memberikan kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh. 7) **Pendidikan Kesehatan**: Memberikan edukasi pada pasien/keluarga tentang pentingnya minum cairan yang cukup, mengenali tanda-tanda dehidrasi dini, dan cara penyiapan larutan rehidrasi oral yang benar. 8) **Pemantauan Berat Badan**: Penimbangan berat badan harian dapat mengindikasikan kehilangan cairan yang signifikan. Intervensi ini bersifat komprehensif, menggabungkan tindakan independen perawat (seperti pemantauan dan edukasi) dengan tindakan kolaboratif (pemberian terapi cairan dan obat) untuk mencapai hasil yang diharapkan (SLKI).
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap proses infeksi atau inflamasi.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil (SLKI) mencakup: 1) Suhu tubuh aksila 36,5 – 37,5°C. 2) Kulit hangat dan tidak berkeringat berlebihan. 3) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal. 4) Pasien melaporkan kenyamanan termal (tidak merasa kedinginan atau kepanasan). 5) Tidak ada komplikasi seperti kejang demam (pada kelompok risiko). Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa proses infeksi/inflamasi sedang terkontrol dan mekanisme termoregulasi tubuh telah kembali berfungsi optimal, mencegah peningkatan metabolisme basal dan kehilangan cairan lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08063
Deskripsi : Manajemen Hipertermi. Intervensi ini meliputi tindakan untuk menurunkan suhu tubuh dan mempertahankannya dalam rentang normal. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pemantauan Suhu**: Mengukur suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi) untuk menilai tren dan efektivitas intervensi. 2) **Tindakan Non-Farmakologis**: Melakukan kompres hangat/tepid sponge di area pembuluh darah besar (seperti ketiak, lipat paha, leher) untuk meningkatkan pelepasan panas melalui konduksi dan evaporasi. Kompres dingin/air es tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas. Memastikan lingkungan sejuk dan nyaman, serta menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 3) **Tindakan Farmakologis (Kolaboratif)**: Memberikan obat antipiretik (seperti parasetamol atau ibuprofen) sesuai resep dokter, dengan mempertimbangkan dosis, interval, dan kontraindikasi. Memantau efek samping obat. 4) **Manajemen Cairan**: Meningkatkan asupan cairan oral atau parenteral untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat dan peningkatan evaporasi akibat demam. Ini juga membantu proses termoregulasi. 5) **Istirahat**: Menganjurkan pasien untuk beristirahat guna mengurangi produksi panas metabolik. 6) **Pemantauan Tanda Vital Lain**: Memantau nadi dan pernapasan, karena peningkatan suhu biasanya diiringi peningkatan keduanya. 7) **Pendidikan Kesehatan**: Memberikan penjelasan kepada pasien/keluarga tentang penyebab demam, cara penanganan di rumah (pemberian kompres dan obat yang tepat), serta tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai (seperti kejang atau demam sangat tinggi). Intervensi ini dilakukan secara bertahap, menghindari penurunan suhu yang terlalu drastis, dan berfokus pada kenyamanan serta keselamatan pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara mendadak atau berlangsung kurang dari 3 bulan, terkait dengan kram abdomen pada diare atau mual muntah.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai. Kriteria hasil (SLKI) mencakup: 1) Skala nyeri (menggunakan skala numerik, wajah, atau verbal) menurun ke tingkat yang dapat ditoleransi (biasanya < 3 dari skala 0-10). 2) Ekspresi wajah pasien rileks, tidak meringis atau tegang. 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 4) Tanda vital (tekanan darah, nadi) dalam batas normal, tidak meningkat akibat respons terhadap nyeri. 5) Pasien melaporkan penurunan atau hilangnya keluhan nyeri abdomen. Pencapaian SLKI ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat meningkatkan stres, menghambat istirahat, dan memperburuk respons fisiologis tubuh terhadap penyakit dasarnya.
Kode SIKI: I.03129
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi tindakan komprehensif untuk mengurangi pengalaman nyeri hingga tingkat yang dapat diterima pasien. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Penilaian Nyeri Komprehensif**: Menggunakan alat skala yang sesuai (misalnya, Numeric Rating Scale/NRS) untuk menilai lokasi, intensitas, karakteristik (seperti kram, tajam), durasi, dan faktor pemicu/pereda nyeri. Penilaian dilakukan sebelum dan setelah intervensi. 2) **Intervensi Non-Farmakologis**: Memberikan terapi distraksi (seperti mengajak bicara, mendengarkan musik), relaksasi (teknik napas dalam), atau terapi posisi yang nyaman (misalnya, posisi miring dengan lutut ditekuk untuk mengurangi ketegangan abdomen). Memberikan kompres hangat pada abdomen jika tidak ada kontraindikasi (seperti apendisitis akut) untuk mengurangi spasme otot. 3) **Intervensi Farmakologis (Kolaboratif)**: Memberikan analgetik sesuai resep dokter, seperti antispasmodik untuk nyeri kram atau analgetik non-opioid. Memantau efektivitas dan efek samping obat. 4) **Pemantauan Respons Terapi**: Mengevaluasi penurunan skala nyeri dan perubahan tanda vital setelah intervensi diberikan. 5) **Lingkungan yang Ny
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433