Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24056 | 15 Feb 2026
Klinis : Ds : Pasien mengatakan sering melukai diri sendiri. Do : Tampak luka memar dan bekas sayatan di tangan pasien. tentukan SDKI, SLKI, SIKI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan Diri Sendiri
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko untuk melakukan perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik, luka, atau kematian pada diri sendiri.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Perilaku kekerasan diri sendiri dapat dicegah. Indikator ini mencakup serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, melindungi individu dari bahaya, dan mengembangkan strategi koping yang sehat. Fokus utamanya adalah pada pencegahan aktif melalui pengawasan, penciptaan lingkungan yang aman (misalnya, menghilangkan benda-benda tajam atau berbahaya), dan kontrak keselamatan (perjanjian untuk tidak melukai diri). Perawat juga berperan dalam memantau tanda-tanda peningkatan stres atau dorongan untuk melukai diri, serta memberikan pendampingan dan dukungan emosional. Pencegahan juga melibatkan edukasi kepada individu dan keluarganya mengenai tanda peringatan dan cara mencari bantuan. Tujuan akhir SLKI ini adalah memastikan keamanan fisik individu secara langsung dan berkelanjutan.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan Diri Sendiri. Intervensi keperawatan ini berfokus pada pendekatan komprehensif untuk menangani penyebab dan manifestasi dari keinginan melukai diri. Langkah pertama adalah melakukan asesmen mendalam terhadap faktor risiko, intensitas, frekuensi, metode, dan pemicu perilaku tersebut, serta mengevaluasi dukungan sosial dan sistem koping yang dimiliki. Intervensi kunci termasuk membangun hubungan terapeutik yang penuh rasa percaya dan empati, tanpa menghakimi. Perawat mengajarkan teknik pengelolaan emosi dan stres, seperti relaksasi, mindfulness, atau pengalihan (distraksi) yang aman. Melakukan kontrak keselamatan yang jelas dan spesifik adalah bagian vital. Perawat juga berkolaborasi dengan tim kesehatan jiwa (psikiater, psikolog) untuk terapi modalitas seperti Terapi Perilaku Dialektik (DBT) yang sangat efektif untuk kondisi ini. Dukungan keluarga dilibatkan untuk meningkatkan pengawasan dan pemahaman. Intervensi juga mencakup penanganan luka secara fisik jika ada, dengan tetap menunjukkan kepedulian terhadap penderitaan emosional yang mendasarinya. Evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas rencana keselamatan dan penyesuaian intervensi dilakukan sesuai kebutuhan.
-
Article No. 24057 | 15 Feb 2026
Klinis : Ds : Pasien mengatakan sering melukai diri sendiri. Do : Tampak luka memar dan bekas sayatan di tangan pasien. tentukan kode SLKI, SIKI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan Diri Sendiri
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik, luka, atau kematian pada diri sendiri.
Kode SLKI: 4328
Deskripsi : Perilaku Kekerasan Diri Sendiri Terkontrol. Deskripsi: Perilaku kekerasan diri sendiri adalah setiap tindakan yang disengaja oleh individu untuk melukai dirinya sendiri, yang dapat bervariasi dari tindakan non-fatal seperti memotong, membakar, atau memukul diri sendiri hingga tindakan yang lebih serius. Kontrol terhadap perilaku ini dicapai ketika pasien mampu mengidentifikasi pemicu, mengenali tanda-tanda peringatan dini dari dorongan untuk melukai diri, dan menerapkan strategi koping alternatif yang sehat untuk mengelola distress emosional yang intens tanpa beralih ke perilaku menyakiti diri. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan periode abstinensi (tidak melukai diri) yang semakin panjang, penurunan frekuensi dan keparahan insiden jika terjadi, serta peningkatan kemampuan verbal untuk mengekspresikan perasaan seperti marah, sedih, kosong, atau mati rasa secara konstruktif. Perawat berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman (mengamankan benda berbahaya), membangun hubungan terapeutik berdasarkan trust dan empati tanpa menghakimi, serta melatih pasien keterampilan regulasi emosi seperti grounding techniques, distress tolerance, dan mindfulness. Tujuan akhirnya adalah pasien mengembangkan rasa harga diri dan tujuan hidup yang mengurangi keinginan untuk menyakiti dirinya sendiri.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan. Deskripsi: Intervensi keperawatan ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, atau menghentikan perilaku kekerasan yang diarahkan pada diri sendiri atau orang lain. Pada konteks kekerasan diri sendiri, intervensi dimulai dengan pengkajian komprehensif terhadap riwayat perilaku, pola, pemicu spesifik (misalnya, konflik interpersonal, perasaan ditolak, kilas balik trauma), fungsi dari perilaku tersebut (apakah untuk mengatasi rasa sakit emosional, menghukum diri, atau merasakan sesuatu), serta tingkat niat dan rencana untuk bunuh diri (karena perilaku melukai diri sendiri dan bunuh diri berada pada spektrum yang berbeda namun terkadang tumpang tindih). Tindakan keperawatan langsung termasuk melakukan observasi ketat dan pengawasan sesuai kebutuhan (seperti observasi 15 menit atau one-on-one), melakukan kontrak keselamatan (safety contract) yang jelas dan realistis dengan pasien, serta mengamankan lingkungan dari segala alat yang berpotensi digunakan untuk melukai diri (pisau, silet, kaca, tali, obat-obatan). Aspek krusial dari SIKI ini adalah intervensi terapeutik berbasis komunikasi: mendengarkan secara aktif, memvalidasi perasaan pasien tanpa menyetujui perilakunya, membantu pasien memberi nama emosi yang dialami, dan bersama-sama mengeksplorasi strategi koping yang lebih adaptif seperti teknik relaksasi, pengalihan (distraction), menulis jurnal, atau menghubungi support system. Perawat juga berkolaborasi dengan tim multidisiplin (psikiater, psikolog, pekerja sosial) untuk terapi modalitas seperti Terapi Perilaku Dialektis (DBT) yang sangat efektif untuk kondisi ini. Edukasi kepada keluarga tentang cara merespons dan mendukung pasien tanpa stigma juga merupakan bagian integral dari manajemen ini. Evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas rencana keselamatan dan penyesuaian intervensi dilakukan secara berkala.
-
Article No. 24058 | 15 Feb 2026
Klinis : SIKI untuk SLKI kontrol diri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kontrol Diri
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Keadaan seseorang yang mampu mengatur pikiran, perasaan, perilaku, dan dorongan diri secara efektif dalam berbagai situasi untuk mencapai tujuan positif atau menghindari konsekuensi negatif.
Kode SLKI: L.01406
Deskripsi : Kontrol diri. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi pemicu yang mempengaruhi kontrol diri. 2) Mengidentifikasi pola perilaku terkait kontrol diri. 3) Mengungkapkan perasaan terkait kontrol diri. 4) Menggunakan strategi koping untuk mengelola dorongan. 5) Memonitor pikiran, perasaan, dan perilaku. 6) Mempertahankan hubungan interpersonal yang adekuat. 7) Berpartisipasi dalam aktivitas yang bertujuan.
Kode SIKI: I.01406
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kontrol diri. Tindakan keperawatan: 1) Bantu klien mengidentifikasi situasi, orang, atau peristiwa yang menjadi pemicu hilangnya kontrol diri. 2) Diskusikan dengan klien pola perilaku yang muncul saat kontrol diri menurun (misalnya, agitasi, menarik diri, agresi verbal/fisik). 3) Fasilitasi klien untuk mengekspresikan perasaan (marah, frustrasi, sedih) dengan cara yang aman dan konstruktif. 4) Ajarkan dan latih teknik manajemen emosi seperti *deep breathing*, *grounding*, *mindfulness*, atau menunda respon (*time-out*). 5) Bantu klien mengembangkan kemampuan introspeksi dengan mencatat atau merefleksikan pikiran, perasaan, dan tindakannya sehari-hari. 6) Bimbing klien dalam berkomunikasi asertif dan menyelesaikan konflik secara sehat untuk menjaga hubungan dengan orang lain. 7) Dukung klien untuk terlibat dalam aktivitas terstruktur, hobi, atau olahraga yang dapat menjadi saluran energi dan emosi yang positif. 8) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa (psikolog/psikiater) jika diperlukan untuk terapi lebih lanjut. 9) Berikan penguatan positif (*reinforcement*) atas setiap upaya dan keberhasilan klien dalam mengelola kontrol dirinya. 10) Ciptakan lingkungan yang aman dan mengurangi stimulus yang dapat memicu stres atau reaksi impulsif.
-
Article No. 24059 | 15 Feb 2026
Klinis : penurunan kesadaran disertai sesak nafas Telaahdialami sudah 4 hari ini, awalnya os masih tampak bereaksi saat di rangsang berbicara saat pulang rawatan, namun os semakin lama cenderung tidur dan tidak merespon dengan rangsangan dan kemudian os sesak nafas berat Riwayat Penyakit DahuluStroke hemoragik + HT emergensi + afasia , pneumonia OKes:somnolen KU: berat VAS: 8 TD:135/69 HR:112x/i RR:30x/i T:36.3 SpO2 :87% Pemeriksaan fisik Mata: pupil isokor THT: terpasang NGT Thorax: tampak luka eksoriasi pada dada PUL: vesikuler (+/+) ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen: nyeri tekan epigastrium,peristaltic baik Genitalia: terpasang catether urine Ekstremitas:akral dingin, CRT<2,nadi halus, tampak luka eksoriasi pada paha dan jari jari kaki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401: Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas. Tujuan akhirnya adalah jalan napas pasien tetap paten, ditandai dengan suara napas bersih, tidak ada sianosis, dan pertukaran gas yang adekuat. Pada kasus ini, kondisi pasien dengan penurunan kesadaran (somnolen), riwayat pneumonia, sesak napas berat, RR 30x/menit, SpO2 87%, dan adanya ronki menunjukkan ancaman serius terhadap bersihan jalan napas. Penurunan kesadaran menyebabkan refleks batuk dan kemampuan untuk mengeluarkan sekresi menurun, sementara riwayat pneumonia meningkatkan produksi sekret yang kental. Ronki menunjukkan adanya penumpukan sekresi di saluran napas. SpO2 yang rendah (87%) adalah indikator langsung dari kegagalan pertukaran gas akibat jalan napas yang tidak efektif. SLKI ini menjadi fokus utama karena kegagalan mempertahankan jalan napas dapat berakibat fatal (hipoksia berat dan henti napas). Intervensi keperawatan harus diarahkan untuk memantau status pernapasan, melakukan suction, memposisikan pasien, dan memberikan terapi oksigen serta nebulizer sesuai instruksi untuk mengatasi obstruksi dan memperbaiki pertukaran gas.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : SIKI 3310: Manajemen Jalan Napas. Ini adalah intervensi inti untuk mendukung SLKI 0401. Intervensi spesifik meliputi: (1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, suara napas, penggunaan otot bantu) secara ketat dan berkelanjutan mengingat kondisi somnolen dan sesak. (2) Melakukan penghisapan lendir (suction) melalui jalan napas atas (orofaring) atau melalui NGT jika diperlukan, dengan teknik steril untuk mengangkat sekresi yang ditandai dengan ronki. (3) Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau lateral jika memungkinkan untuk memanfaatkan gravitasi membantu ekspansi paru dan drainase sekresi. (4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen dengan alat yang sesuai (misal: nasal kanul atau masker non-rebreacher) untuk mencapai target SpO2 >92-95%. (5) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi jika kondisi pasien memungkinkan dan tidak kontraindikasi. (6) Mengatur kelembaban udara/oksigen yang diberikan untuk mengencerkan sekret. (7) Memastikan jalan napas buatan (seperti alat bantu napas) siap di sekitar pasien. Intervensi ini harus didokumentasikan dengan jelas, dievaluasi respons pasien (perubahan suara napas, SpO2, RR), dan disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : SLKI 0402: Pemeliharaan Pola Napas Efektif. Tujuannya adalah pasien menunjukkan pola napas yang efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh, ditandai dengan frekuensi napas dalam rentang normal, kedalaman adekuat, dan tidak ada distress pernapasan. Pada pasien ini, pola napas sudah tidak efektif yang ditunjukkan oleh takipnea (RR 30x/menit, normal 12-20x/menit), sesak napas berat, dan hipoksemia (SpO2 87%). Penyebabnya multifaktor: (1) Gangguan neurologis akibat stroke hemoragik dan penurunan kesadaran yang mempengaruhi pusat pernapasan di batang otak. (2) Beban fisiologis akibat pneumonia (infeksi dan konsolidasi paru) yang meningkatkan kerja napas. (3) Kemungkinan adanya peningkatan tekanan intrakranial (dari stroke hemoragik) yang dapat mempengaruhi pola napas. Pola napas yang cepat dan dangkal ini tidak efektif untuk pertukaran gas optimal dan justru meningkatkan kerja otot pernapasan yang berujung pada kelelahan otot napas, memperburuk hipoksia, dan dapat berkembang menjadi gagal napas. SLKI ini berfokus pada normalisasi pola dan kerja napas untuk mendukung oksigenasi yang adekuat.
Kode SIKI: 3230
Deskripsi : SIKI 3230: Manajemen Pernapasan. Intervensi ini melengkapi manajemen jalan napas dengan fokus pada optimasi pola dan kerja napas. Tindakan yang dilakukan meliputi: (1) Memantau dan mendokumentasikan karakteristik pola napas (takipnea, apnea, periodik) secara detail. (2) Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ekspansi dada (posisi duduk tinggi) dan mengurangi kerja napas. (3) Mengajarkan serta membantu pasien (jika kooperatif) dengan teknik napas dalam, namun pada kondisi somnolen, fokusnya pada meminimalkan gangguan dan konsumsi oksien. (4) Mengatur lingkungan yang tenang untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk sesak. (5) Mengurangi konsumsi oksien dengan membatasi aktivitas yang tidak perlu dan mengatur jadwal perawatan. (6) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat bronkodilator jika wheezing ada, meskipun dalam data tidak ada wheezing, namun ronki memerlukan pertimbangan terapi untuk mengeluarkan sekresi. (7) Kolaborasi dalam pemantauan analisa gas darah untuk menilai keefektifan pertukaran gas secara akurat. Intervensi ini bertujuan mengurangi kerja napas, meningkatkan efisiensi ventilasi, dan akhirnya memperbaiki saturasi oksigen.
Kondisi: Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 00271
Deskripsi Singkat: Penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak yang mengancam integritas neurologis.
Kode SLKI: 0904
Deskripsi : SLKI 0904: Pemeliharaan Perfusi Serebral. Tujuannya adalah mempertahankan atau memperbaiki aliran darah dan oksigenasi ke otak untuk mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut. Pada pasien ini, terdapat beberapa faktor yang sangat mengancam perfusi serebral: (1) Riwayat stroke hemoragik dan hipertensi emergensi menunjukkan kerentanan pembuluh darah otak. (2) Penurunan kesadaran dari somnolen menjadi tidak responsif adalah tanda utama gangguan fungsi serebral. (3) Hipoksemia berat (SpO2 87%) secara langsung mengurangi suplai oksigen ke otak. (4) Takikardia (HR 112x/menit) bisa merupakan kompensasi terhadap hipoksia atau gangguan sistem saraf otonom. (5) Tanda akral dingin dan nadi halus mengindikasikan kemungkinan syok atau kompensasi sentralisasi darah yang juga mempengaruhi aliran darah ke otak. Kombinasi hipoksia dan riwayat penyakit serebrovaskular menciptakan lingkaran setan yang dapat memperburuk edema otak dan iskemia, menyebabkan penurunan kesadaran yang lebih dalam. SLKI ini kritis untuk mencegah kerusakan neurologis permanen.
Kode SIKI: 4090
Deskripsi : SIKI 4090: Pemantauan Neurologis. Intervensi ini penting untuk mendeteksi dini deteriorasi neurologis. Tindakan yang harus dilakukan: (1) Memantau tingkat kesadaran (GCS) secara ketat dan serial, mencatat perubahan sekecil apapun dari somnolen ke koma. (2) Memantau reaksi pupil (isokor saat ini perlu terus dipantau untuk mendeteksi anisokor). (3) Memantau fungsi motorik dan sensorik, meskipun pasien tidak responsif, respons terhadap nyeri harus dievaluasi. (4) Memantau tanda-tanda vital, terutama tekanan darah (untuk menghindari hipotensi yang memperburuk perfusi atau hipertensi yang risiko perdarahan ulang) dan saturasi oksigen. (5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen untuk memperbaiki hipoksemia sebagai penyebab utama ancaman perfusi. (6) Mempertahankan posisi kepala sedikit elevasi (30 derajat) jika tidak kontraindikasi untuk memfasilitasi aliran balik vena serebral. (7) Menghindari maneuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti fleksi kepala berlebihan, batuk kuat, atau valsava. (8) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi edema otak sesuai instruksi medis. Pemantauan yang ketat dan intervensi dini sangat menentukan outcome neurologis pasien.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 00070
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1802
Deskripsi : SLKI 1802: Pengendalian Infeksi. Tujuannya adalah mencegah terjad
Article No. 24060 | 15 Feb 2026
Klinis : gangguan pertukaran gas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Hal ini mengakibatkan hipoksemia (kadar oksigen dalam darah rendah) dan/atau hiperkapnia (kadar karbon dioksida dalam darah tinggi). Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan pada alveolus (seperti edema, pneumonia, atelektasis), gangguan perfusi (aliran darah ke paru tidak adekuat), atau ketidaksesuaian antara ventilasi dan perfusi (V/Q mismatch). Manifestasi klinisnya dapat berupa sesak napas (dispnea), sianosis, gelisah, penurunan kesadaran, takipnea, dan penggunaan otot bantu pernapasan. Diagnosa keperawatan ini menekankan pada respons individu terhadap masalah pertukaran gas di tingkat alveolar-kapiler, yang memerlukan intervensi untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan dan fungsi pernapasan yang optimal.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 bertujuan untuk mencapai oksigenasi yang adekuat pada pasien dengan gangguan pertukaran gas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Nilai gas darah arteri (analisis gas darah) dalam rentang normal atau sesuai target terapi, khususnya peningkatan PaO2 dan saturasi oksigen (SpO2), serta normalisasi PaCO2. (2) Pernapasan pasien efektif dengan frekuensi dalam rentang normal, irama teratur, dan tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan yang signifikan. (3) Tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan seperti sesak napas (dispnea) atau sianosis. (4) Tingkat kesadaran pasien baik (kompos mentis) dan tidak gelisah, yang menunjukkan kecukupan suplai oksigen ke otak. (5) Suara napas bersih (clear) pada auskultasi tanpa adanya ronki atau wheezing yang mengganggu. (6) Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan pernapasan yang berlebihan. Keberhasilan SLKI ini diukur melalui pemantauan klinis berkelanjutan dan pemeriksaan penunjang, dengan tujuan akhir memulihkan keseimbangan pertukaran gas dan mencegah komplikasi hipoksia organ.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : SIKI I.08006 mencakup serangkaian intervensi keperawatan untuk menangani gangguan pertukaran gas. Intervensi utamanya adalah: (1) Memantau status pernapasan dan oksigenasi secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman napas, penggunaan otot bantu, serta pemantauan saturasi oksigen (SpO2) secara terus-menerus. (2) Memberikan terapi oksigen sesuai dengan resep dokter dan protokol, memastikan alat pemberian oksigen (seperti kanul nasal, masker) berfungsi dengan baik dan memberikan konsentrasi oksigen yang tepat. (3) Melakukan fisioterapi dada dan membantu pasien dalam latihan napas dalam serta batuk efektif untuk membersihkan jalan napas dan mengoptimalkan ekspansi paru. (4) Memposisikan pasien secara optimal, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. (5) Melakukan suction atau penghisapan lendir jalan napas jika diperlukan untuk menjaga patensi jalan napas. (6) Mengajarkan dan mendorong teknik pernapasan diafragma atau bibir mengerucut (pursed-lip breathing). (7) Memantau hasil analisis gas darah (AGD) dan melaporkan setiap perubahan yang signifikan. (8) Memastikan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekret, namun membatasi cairan jika terdapat edema paru. (9) Mengatur aktivitas pasien untuk mencegah kelelahan dan menghemat energi, serta memberikan lingkungan yang tenang untuk mengurangi konsumsi oksigen. (10) Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau antibiotik sesuai indikasi. Intervensi-intervensi ini bersifat holistik, ditujukan untuk mengatasi penyebab, memperbaiki gejala, dan mencegah memburuknya kondisi pertukaran gas.
Article No. 24061 | 15 Feb 2026
Klinis : Penurunan Curah Jantung b.d penurunan preload akibat peningkatan tekanan intratorakal (D.0032 – SDKI) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit, Cardiac Output (0401) meningkat, ditandai dengan: Tekanan darah dalam batas normal Frekuensi nadi dalam batas normal CRT ≤ 2 detik SpO₂ ≥ 95% Warna kulit normal
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung b.d penurunan preload akibat peningkatan tekanan intratorakal
Kode ICD-10: R57.0
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada syok kardiogenik, suatu keadaan kegagalan sirkulasi akut di mana jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Dalam konteks ini, penyebab spesifiknya adalah penurunan preload (volume darah yang kembali ke jantung) akibat peningkatan tekanan di dalam rongga dada (tekanan intratorakal). Peningkatan tekanan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti pneumotoraks tegang, tamponade jantung, atau penggunaan ventilasi mekanik dengan tekanan positif tinggi. Penurunan preload menyebabkan pengisian ventrikel yang tidak adekuat, yang pada akhirnya menurunkan curah jantung. Kode ICD-10 R57.0 secara khusus mengklasifikasikan "Syok kardiogenik". Kode ini digunakan untuk menandai kegagalan pompa jantung sebagai penyebab utama syok, berbeda dengan penyebab lain seperti hipovolemia atau sepsis. Pemantauan parameter seperti tekanan darah, frekuensi nadi, capillary refill time (CRT), saturasi oksigen (SpO₂), dan warna kulit—seperti yang tercantum dalam hasil evaluasi—adalah kriteria klinis penting untuk menilai perbaikan status hemodinamik dan respons terhadap intervensi yang diberikan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24062 | 15 Feb 2026
Klinis : Penurunan Curah Jantung b.d penurunan preload akibat peningkatan tekanan intratorakal (D.0032 – SDKI) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit, Cardiac Output (0401) meningkat, ditandai dengan: Tekanan darah dalam batas normal Frekuensi nadi dalam batas normal CRT ≤ 2 detik SpO₂ ≥ 95% Warna kulit normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0032
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu kondisi di mana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh atau memerlukan peningkatan pengisian diastolik ventrikel untuk mencapainya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan kontraktilitas miokard, perubahan pada frekuensi atau irama jantung, peningkatan afterload, atau penurunan preload. Dalam kasus yang diberikan, penyebab spesifiknya adalah penurunan preload akibat peningkatan tekanan intratorakal. Peningkatan tekanan di dalam rongga dada (misalnya, akibat pneumotoraks, hemotoraks, atau ventilasi mekanik dengan tekanan positif tinggi) dapat menghambat pengembalian vena darah ke jantung, sehingga mengurangi volume darah yang mengisi ventrikel pada akhir diastol (preload). Penurunan preload ini pada akhirnya menyebabkan penurunan volume sekuncup dan curah jantung secara keseluruhan. Manifestasi klinisnya dapat meliputi hipotensi, takikardia, penurunan tekanan nadi, pengisian kapiler yang memanjang, kulit pucat dan dingin, penurunan kesadaran, serta penurunan produksi urin. Diagnosa ini memerlukan pemantauan ketat dan intervensi segera untuk mengatasi penyebab yang mendasari dan mendukung fungsi jantung.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) L.04001 adalah luaran yang diharapkan untuk diagnosa "Penurunan Curah Jantung" dengan judul "Curah Jantung". Luaran ini mengukur status dan perbaikan dari parameter curah jantung itu sendiri. Tujuan akhirnya adalah mencapai "Curah Jantung Adekuat". Indikator luaran (outcome criteria) untuk mengukur kemajuan menuju tujuan tersebut meliputi: frekuensi jantung/nadi dalam rentang yang diharapkan, irama jantung reguler, tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, tekanan nadi dalam rentang yang diharapkan, bunyi jantung normal, tidak ada edema paru, tidak ada distensi vena leher, pengisian kapiler kurang dari 3 detik, ekstremitas hangat, haluaran urin adekuat, dan status mental normal. Dalam skenario pasien ini, setelah intervensi 30 menit, beberapa indikator luaran ini telah tercapai, seperti tekanan darah dan frekuensi nadi dalam batas normal, serta CRT (Capillary Refill Time) ≤ 2 detik, yang menunjukkan perbaikan signifikan menuju curah jantung yang adekuat. Pencapaian indikator-indikator spesifik ini menjadi bukti objektif keberhasilan tindakan keperawatan yang dilakukan.
Kode SIKI: I.04041
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) I.04041 adalah intervensi keperawatan untuk mendukung pencapaian luaran L.04001, dengan judul "Manajemen Curah Jantung". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengoptimalkan volume darah, kontraktilitas miokard, dan frekuensi jantung, serta mengurangi peningkatan afterload. Tindakan-tindakan spesifik yang termasuk dalam intervensi ini antara lain: memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara ketat, memposisikan pasien untuk meningkatkan pengembalian vena (misalnya, posisi Trendelenburg modifikasi jika tidak terkontraindikasi), mengelola pemberian cairan dan elektrolit sesuai resep untuk mengoptimalkan preload, memberikan terapi oksigen, memantau status pernapasan, memberikan obat-obatan inotropik, vasopresor, atau vasodilator sesuai resep, mempertahankan keseimbangan cairan, memantau haluaran urin, memberikan edukasi dan dukungan emosional pada pasien serta keluarga, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan lain. Dalam konteks kasus dengan penurunan preload akibat tekanan intratorakal yang meningkat, intervensi kunci mungkin berfokus pada upaya mengurangi tekanan intratorakal itu sendiri (misalnya, membantu prosedur torakosentesis atau penyesuaian setting ventilator) sambil secara simultan mendukung preload dan kontraktilitas jantung melalui pemberian cairan dan obat-obatan yang tepat. Keberhasilan intervensi ini dievaluasi melalui perbaikan parameter-parameter yang tercantum dalam SLKI, seperti yang telah dicapai pada pasien ini.
Article No. 24063 | 15 Feb 2026
Klinis : Jantung berdebar dan lemas. TelaahJantung berdebar dan lemas. Jantung berdebar dialami pasien sudah 1 hari ini. dada terasa tidak nyaman. Mencret dan muntah Dialami pasien sudah 3 hari ini. mencret sudah 12 kali. Muntah sudah 10 kali. Demam sudah 3 hari ini. lemas. Tidak selera makan. Sakit kepala. Pusing. Nyeri ulu hati. Nyeri sendi. Sesak napas tidak ada. kejang tidak ada. Riwayat Penyakit Dahuludm tipe 2 ht chf OSENS:CM GCS :15 TD: 175/80 MMHG HR: 86 x/i RR :20 x/iT: 38.8 C SPO2: 98 % VAS: 8 KEPALA : NORMAL MATA: KONJUNGTIVA ANEMIS -/-, SKLERA IKTERIK -/- MULUT: COATED TANGUE (-) HIDUNG DAN TELINGA: NORMAL LEHER: TRACHEA MEDIAL, BENJOLAN (-), TVJ (NORMAL) THORAKS: SIMETRIS FURIFORMIS, SONOR , VESIKULAR +/+, WH -/- RH -/- ABDOMEN: H/L TIDAK TERABA, SOEPEL +, PERISTALTIK + (NORMAL) , NYERI TEKAN EPIGASTRIUM + EKSTREMITAS: AKRAL HANGAT, PITTING EDEMA -/-, CRT<2 ANUS/GENITALIA: TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakadekuatan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Curah jantung memadai yang ditunjukkan dengan: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk klien, nadi perifer teraba, haluaran urin 0,5-1,5 ml/kgBB/jam, status mental baik, kulit hangat dan kering, frekuensi dan irama jantung dalam rentang normal untuk klien, dan tidak ada dispnea ortostatik.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Pantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). Kaji frekuensi, irama, dan kekuatan nadi (perifer dan sentral). Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit. Kaji status mental dan tingkat kesadaran. Kaji haluaran urin setiap jam. Pertahankan tirah baring atau aktivitas sesuai toleransi. Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan/order. Berikan obat-obatan sesuai indikasi (seperti inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai order. Pantau hasil pemeriksaan diagnostik (seperti elektrolit, enzim jantung, BNP, EKG). Keseimbangan cairan (intake dan output). Edukasi klien dan keluarga tentang kondisi, pengobatan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh sementara di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal yang ditunjukkan dengan: suhu tubuh 36-37,5°C, kulit hangat tidak panas, tidak ada menggigil, dan tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.14001
Deskripsi : Pantau suhu tubuh secara berkala. Kaji faktor penyebab hipertermia (infeksi, dehidrasi, lingkungan). Berikan kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi. Anjurkan penggunaan pakaian tipis dan menyerap keringat. Atur ventilasi ruangan yang baik. Tingkatkan asupan cairan sesuai toleransi dan kondisi klien. Berikan terapi antipiretik sesuai order. Pantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan). Kaji tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, haluaran urin). Kaji adanya menggigil atau diaphoresis. Kolaborasi pemberian antibiotik jika penyebabnya infeksi bakteri. Edukasi klien dan keluarga tentang upaya penurunan suhu dan pentingnya asupan cairan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Nyeri terkontrol yang ditunjukkan dengan: skala nyeri 0-3 (skala 0-10), tanda-tanda vital dalam rentang normal, ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat/tidur dengan adekuat, dan mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas menggunakan skala, karakter, durasi, faktor pencetus dan pereda). Observasi respon nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (teknik napas dalam, distraksi, relaksasi). Atur posisi yang nyaman. Berikan analgetik sesuai order dan evaluasi efektivitasnya. Pantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgetik. Kurangi faktor pencetus nyeri dari lingkungan (suara bising, cahaya). Berikan waktu istirahat yang cukup. Edukasi klien dan keluarga tentang pelaporan nyeri dan manajemen nyeri yang diberikan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penanganan penyebab nyeri.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit yang adekuat yang ditunjukkan dengan: tanda-tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, haluaran urin adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), tidak ada edema, dan berat badan stabil.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Pantau tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi) secara berkala. Pantau balance cairan (intake dan output) secara akurat. Kaji tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, mata cekung, membran mukosa mulut kering, rasa haus). Kaji tanda-tanda kelebihan cairan (edema, distensi vena leher, crackles paru). Timbang berat badan setiap hari dengan skala dan waktu yang sama. Anjurkan dan bantu peningkatan asupan cairan oral sesuai toleransi dan kondisi (pada kasus ini, hati-hati karena ada riwayat CHF, perlu kolaborasi pembatasan cairan). Pantau hasil laboratorium (elektrolit, hematokrit, BUN/kreatinin). Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai order. Ajarkan klien dan keluarga pentingnya pemantauan intake-output dan tanda-tanda ketidakseimbangan cairan. Batasi asupan natrium jika diperlukan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas yang membaik yang ditunjukkan dengan: mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa dispnea, kelemahan, atau perubahan tanda vital yang signifikan, tanda-tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas, dan melaporkan peningkatan energi.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Kaji respons klien terhadap aktivitas (perubahan TD, nadi, RR, dan keluhan lemas/pusing). Bantu klien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. Ajarkan teknik menghemat energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. Bantu dalam memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sebagai sumber energi. Pantau tanda-tanda kelelahan yang berlebihan. Edukasi klien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
Article No. 24041 | 14 Feb 2026
Klinis : Pasien datang nadi 33- 77 x/mnt pro pasang PPM,pasien riwayat hipotiroid
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Curah jantung memadai, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, 2) Nadi perifer teraba kuat dan simetris, 3) Kulit hangat dan kering, 4) Tidak ada edema paru, 5) Haluaran urine memadai (≥ 30 ml/jam), 6) Status mental baik, 7) Tidak ada dyspnea atau ortopnea, 8) Suara jantung normal, 9) Tidak ada gallop S3 atau S4, 10) Tidak ada keluhan nyeri dada, 11) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 12) Tidak ada aritmia yang mengancam jiwa, 13) Nilai elektrolit dalam batas normal, 14) Tidak ada peningkatan berat badan yang signifikan akibat retensi cairan, 15) Laju nadi dan irama dalam batas normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mengkaji, memantau, dan mendokumentasikan status kardiovaskular pasien guna mendeteksi dini tanda-tanda penurunan curah jantung. Perawat akan: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur dan berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada tekanan darah sistolik, diastolik, nadi, dan mean arterial pressure (MAP). Pada pasien dengan PPM, pemantauan irama dan laju jantung dari monitor EKG serta fungsi alat pacu menjadi prioritas. 2) Mengkaji kualitas dan kekuatan nadi perifer (radialis, dorsalis pedis) serta kesimetrisannya. 3) Mengobservasi warna, suhu, dan kelembaban kulit serta pengisian kapiler. Kulit pucat, dingin, lembab, atau sianosis dapat mengindikasikan perfusi yang tidak adekuat. 4) Memantau status pernapasan, termasuk laju, irama, usaha napas, dan adanya suara napas tambahan seperti ronki atau krekels yang mungkin mengindikasikan edema paru akibat gagal jantung. 5) Mengukur haluaran urine setiap jam (bila diperlukan) atau secara berkala, karena penurunan curah jantung berdampak langsung pada perfusi ginjal. 6) Mengkaji status neurologis atau tingkat kesadaran secara berkala. Penurunan perfusi serebral dapat menyebabkan gelisah, bingung, letargi, atau penurunan kesadaran. 7) Mendengarkan suara jantung untuk mendeteksi adanya suara tambahan (gallop S3/S4), murmur, atau friction rub. 8) Memantau hasil pemeriksaan diagnostik seperti EKG (untuk melihat irama dan respons terhadap PPM), foto thorax, elektrolit (terutama kalium, natrium, magnesium), enzim jantung, dan fungsi tiroid (TSH, Free T4). Hipotiroid yang tidak terkontrol dapat memperburuk fungsi jantung dan memperberat bradikardia. 9) Mengkaji adanya nyeri dada atau ketidaknyamanan dada, serta mengevaluasi karakteristiknya. 10) Memantau saturasi oksigen secara terus-menerus dengan pulse oximetry. 11) Mengobservasi dan mendokumentasikan adanya edema perifer (kaki, tungkai, sakrum) atau peningkatan berat badan yang mendadak. 12) Mengkaji respons pasien terhadap terapi yang diberikan, termasuk fungsi alat pacu jantung. 13) Mendokumentasikan semua temuan secara akurat dan komprehensif serta melaporkan setiap perubahan atau penyimpangan dari kondisi baseline kepada tim medis. Tujuan intervensi ini adalah menjaga stabilitas hemodinamik, memastikan fungsi PPM optimal, dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari penurunan curah jantung pada pasien dengan riwayat hipotiroid dan bradikardia.
Article No. 24042 | 14 Feb 2026
Klinis : Pasien mengatakan kulitnya mudah gatal, dan kadang mudah terluka, di tangan ada sedikit luka kena pisau.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Pruritus dan Luka Superfisial pada Tangan
Kode ICD-10: L29.9 (Pruritus, tidak spesifik) & S61.419A (Luka terbuka jari(kuku) tangan tanpa benda asing, tangan tidak ditentukan, episode perawatan awal)
Deskripsi Singkat : Keluhan utama pasien mencakup dua aspek: pruritus (kulit mudah gatal) dan cedera kulit (luka kena pisau di tangan). Pruritus (L29.9) adalah gejala, bukan diagnosis penyakit, yang mengacu pada sensasi gatal yang memicu keinginan untuk menggaruk. Ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kulit kering, dermatitis, alergi, atau kondisi sistemik. Kode L29.9 digunakan ketika penyebab spesifik belum ditentukan. Sementara itu, luka di tangan dikodekan sebagai luka terbuka superfisial (S61.419A). Kode ini masuk dalam bab 'Cedera, keracunan dan akibat tertentu penyebab luar' dengan detail lokasi di jari (termasuk kuku) tangan, tanpa benda asing tertinggal, pada tangan yang tidak ditentukan (kanan/kiri), dan merupakan episode perawatan awal ('A'). Penggunaan dua kode ini diperlukan karena menangkap dua masalah klinis yang berbeda: gejala pruritus dan cedera traumatik akut. Dalam praktik kodifikasi resmi, diperlukan pemeriksaan klinis lebih lanjut untuk menentukan etiologi pruritus (misalnya dermatitis, urtikaria) dan mengganti kode L29.9 dengan diagnosis yang lebih spesifik jika telah ditegakkan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433