Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24069 | 15 Feb 2026
Klinis : : Pasien datang dengan keluhan dernam sejak 3 hari amrs, demam nak turun, turun jika minum obat demam saja, mual (v) muntah (), nafsu makan berkurang, bapil (+), lemas (+), nyeri ulu hati (+), gusi berdarah mimisan RAB hitam disangkal, BAB dan BAK don. fllw HT, DM, Sakit Jantung dan Paru disangkal. OBJECTIVE B: sakit sedang CM OCS: 18 TD: 121/72 mming HR: 138 bpm 5:39.3 RR: 22 bpm Spo2: 98 persen HA VAS & Kepala nomocephal Mata: casi-Leher: jp dbr, kgb tidak besar Thoras dan Jantung by 12 reg, murmur gallop-Paru sn ves/th/wh-Abd: sopel, BU (+) N NTE (+) katok cva, tampak datar Eks akral hangat, crt 2 dtik, pitting odem plekie Motorik 5/5S/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil: 1) Suhu tubuh 36-37,5°C (aksila) atau 36,5-38°C (rektal/tympani). 2) Kulit hangat, tidak kemerahan, dan tidak berkeringat berlebihan. 3) Frekuensi nadi dan pernapasan dalam rentang normal. 4) Pasien melaporkan tidak merasa demam atau kedinginan. 5) Tidak ada kejang atau perubahan status mental terkait demam.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Hipertermi. Intervensi: 1) Monitor suhu tubuh, nadi, pernapasan, dan tekanan darah secara teratur. 2) Observasi tanda-tanda kejang dan perubahan status mental. 3) Anjurkan dan bantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan. 4) Lakukan kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi. 5) Kolaborasi pemberian terapi antipiretik sesuai resep. 6) Anjurkan pasien untuk mengenakan pakaian tipis dan menyerap keringat. 7) Pertahankan sirkulasi udara ruangan yang baik. 8) Berikan pendidikan kesehatan tentang penyebab demam dan penanganan di rumah. Penjelasan: Intervensi ini ditujukan untuk menurunkan suhu tubuh melalui mekanisme konduksi dan evaporasi (kompres), mencegah dehidrasi, serta memantau komplikasi. Pemberian cairan sangat penting mengingat pasien juga mengalami mual dan nafsu makan berkurang. Kolaborasi pemberian obat diperlukan karena demam hanya turun dengan obat. Kompres hangat lebih direkomendasikan daripada dingin untuk mencegah pus set. Pendidikan kesehatan membantu pasien dan keluarga dalam manajemen mandiri.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Turgor kulit elastis, membran mukosa lembab. 3) Produksi urine adekuat (1-2 ml/kgBB/jam). 4) Balance cairan seimbang (intake dan output seimbang). 5) Tidak ada tanda dehidrasi atau overhidrasi (seperti edema).
Kode SIKI: 0601
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi: 1) Monitor tanda vital (TD, Nadi, RR) dan suhu tubuh. 2) Observasi tanda klinis dehidrasi: turgor kulit, kelembaban membran mukosa, rasa haus. 3) Ukur dan catat intake dan output cairan secara akurat. 4) Anjurkan dan bantu peningkatan asupan cairan per oral bertahap dan sedikit-sedikit. 5) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep jika intake oral tidak adekuat. 6) Monitor status edema (pitting odem plekie yang ada pada pasien). 7) Timbang berat badan harian jika memungkinkan. 8) Observasi warna dan jumlah urine. Penjelasan: Pasien berisiko tinggi mengalami defisit volume cairan karena kehilangan cairan melalui mekanisme demam (peningkatan evaporasi) dan gejala mual serta nafsu makan berkurang yang mengurangi intake. Pemantauan ketat intake-output dan tanda klinis dehidrasi sangat penting. Pemberian cairan per oral harus hati-hati karena ada mual. Edema yang terlihat mungkin terkait kondisi lain atau ketidakseimbangan tertentu, sehingga perlu dipantau perkembangannya. Intervensi ini bertujuan mencegah dehidrasi berat dan komplikasinya seperti syok hipovolemik.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Skala nyeri menurun (dari VAS 8 menjadi ≤3). 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis. 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 4) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan. 5) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T) dengan skala VAS. 2) Ajarkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri: relaksasi napas dalam, distraksi. 3) Atur posisi pasien senyaman mungkin. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter, evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. 5) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 6) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 7) Lakukan pendekatan terapeutik untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperberat nyeri. Penjelasan: Pasien melaporkan nyeri ulu hati dengan skala tinggi (VAS 8). Nyeri ini dapat berasal dari gangguan gastrointestinal yang mungkin terkait dengan kondisi penyebab demam atau efek samping obat. Penanganan nyeri penting untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi stres, dan memungkinkan istirahat yang adekuat yang diperlukan untuk proses penyembuhan. Pendekatan kombinasi farmakologi dan non-farmakologi direkomendasikan. Evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan intervensi efektif dan mendeteksi penyebab nyeri yang mendasarinya.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00098
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Kriteria hasil: 1) Pasien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tanpa keluhan lemas berlebihan. 2) Tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Pasien melaporkan peningkatan energi. 4) Tidak terjadi dispnea, pucat, atau keringat dingin saat aktivitas.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tanda vital, kelemahan). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. 4) Ajarkan teknik penghematan energi (misalnya, duduk saat mandi atau menyikat gigi). 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 6) Monitor adanya kelelahan ekstrem atau takikardia yang signifikan setelah aktivitas. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sebagai sumber energi. Penjelasan: Pasien mengeluh lemas dan memiliki takikardia (HR 138 bpm), yang merupakan tanda jelas intoleransi aktivitas. Kondisi demam dan proses infeksi yang mendasari meningkatkan metabolisme tubuh dan konsumsi oksigen, sementara kondisi umum yang lemah mengurangi kapasitas aktivitas. Intervensi bertujuan untuk mencegah kelelahan yang memperberat kondisi, memastikan aktivitas penting tetap dilakukan dengan aman, dan memulihkan energi secara bertahap. Pengaturan antara aktivitas dan istirahat sangat krusial untuk pemulihan.
-
Article No. 24070 | 15 Feb 2026
Klinis : : Pasien datang dengan keluhan dernam sejak 3 hari amrs, demam nak turun, turun jika minum obat demam saja, mual mual (+) muntah (-), nafsu makan berkurang, bapil (+), lemas (+), nyeri ulu hati (+), gusi berdarah mimisan RAB hitam disangkal, BAB dan BAK don. fllw HT, DM, Sakit Jantung dan Paru disangkal. OBJECTIVE B: sakit sedang CM OCS: 18 TD: 121/72 mming HR: 138 bpm 5:39.3 RR: 22 bpm Spo2: 98 persen HA VAS & Kepala nomocephal Mata: casi-Leher: jp dbr, kgb tidak besar Thoras dan Jantung by 12 reg, murmur gallop-Paru sn ves/th/wh-Abd: sopel, BU (+) N NTE (+) katok cva, tampak datar Eks akral hangat, crt 2 dtik, pitting odem plekie Motorik 5/5S/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Demam Akut dengan Risiko Syok dan Perdarahan (Kemungkinan Demam Berdarah Dengue / DBD)
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Syok Hipovolemik berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, kebocoran plasma, dan perdarahan potensial.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan. SLKI ini menjadi target yang harus dicapai. Pada kasus ini, targetnya adalah mempertahankan atau mengembalikan tanda-tanda vital ke rentang normal (TD stabil > 90/60 mmHg, HR < 100 bpm, suhu tubuh normal) dan mencegah progresi ke syok. Data pasien menunjukkan takikardia (HR 138 bpm) dan demam (39.3°C) yang merupakan tanda kompensasi tubuh terhadap kebocoran plasma dan hipovolemia awal. Tekanan darah masih normal (121/72) tetapi berada di batas bawah untuk kondisi demam dan takikardia, mengindikasikan fase kritis pre-syok. Pencapaian SLKI ini dinilai dari stabilitas tanda vital, pengisian kapiler kembali < 2 detik (saat ini CRT 2 detik), dan tidak adanya tanda syok aktif.
Kode SIKI: 2101, 2102, 2120, 2121, 2122, 2123
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 2101 (Pemantauan Tanda Vital): Dilakukan secara ketat dan berkelanjutan setiap 1-2 jam atau lebih sering tergantung kondisi untuk mendeteksi dini penurunan tekanan darah (terutama tekanan nadi yang menyempit), peningkatan frekuensi jantung, dan perubahan suhu. 2102 (Pemantauan Keseimbangan Cairan): Menghitung asupan dan keluaran cairan (intake-output) secara akurat, memantau turgor kulit, membran mukosa, dan rasa haus untuk menilai status hidrasi dan kebocoran plasma. 2120 (Manajemen Cairan): Memberikan terapi cairan intravena sesuai protokol (biasanya kristaloid) dengan kecepatan yang dititrasi secara hati-hati berdasarkan respons hemodinamik dan keluaran urine. Tujuannya adalah mengisi kembali volume intravaskuler yang bocor tanpa menyebabkan overload cairan. 2121 (Pemberian Terapi Oksigen): Diberikan oksigen nasal kanul untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan mengingat adanya takikardia dan risiko hipoperfusi. 2122 (Pemantauan Perdarahan): Mengobservasi secara aktif tanda-tanda perdarahan lebih lanjut seperti petekie (yang mungkin sudah ada sebagai "RAB hitam" yang disangkal pasien), mimisan, perdarahan gusi, hematemesis, atau melena. Memeriksa tanda Rumpel-Leede (tourniquet test) sebagai penunjang diagnosis. 2123 (Edukasi Pasien/Keluarga): Menjelaskan pentingnya tirah baring, asupan cairan oral yang cukup jika toleran, tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai (seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan spontan, lemah berat, tangan/kaki dingin), dan menghindari obat yang mempengaruhi trombosit seperti aspirin atau NSAID untuk nyeri. Edukasi juga mencakup pencegahan gigitan nyamuk untuk mencegah penularan lebih lanjut.
-
Article No. 24071 | 15 Feb 2026
Klinis : : Pasien datang dengan keluhan dernam sejak 3 hari amrs, demam nak turun, turun jika minum obat demam saja, mual mual (+) muntah (-), nafsu makan berkurang, bapil (+), lemas (+), nyeri ulu hati (+), gusi berdarah mimisan RAB hitam disangkal, BAB dan BAK don. fllw HT, DM, Sakit Jantung dan Paru disangkal. OBJECTIVE B: sakit sedang CM OCS: 18 TD: 121/72 mming HR: 138 bpm 5:39.3 RR: 22 bpm Spo2: 98 persen HA VAS & Kepala nomocephal Mata: casi-Leher: jp dbr, kgb tidak besar Thoras dan Jantung by 12 reg, murmur gallop-Paru sn ves/th/wh-Abd: sopel, BU (+) N NTE (+) katok cva, tampak datar Eks akral hangat, crt 2 dtik, pitting odem plekie Motorik 5/5S/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia dan Risiko Syok Sepsis pada Pasien dengan Demam Dengue
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3510, 3520, 3530, 3540
Deskripsi : 3510: Memonitor suhu tubuh; 3520: Mengatur lingkungan untuk memodifikasi suhu tubuh; 3530: Memberikan terapi pendinginan; 3540: Mempertahankan cairan tubuh.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstitial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: 2100, 2110, 2120, 2130
Deskripsi : 2100: Manajemen cairan; 2110: Memonitor asupan dan haluaran cairan; 2120: Memonitor status cairan; 2130: Mempertahankan akses intravena.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: 1410, 1420, 1430, 1440
Deskripsi : 1410: Manajemen nyeri; 1420: Memberikan terapi farmakologi untuk mengurangi nyeri; 1430: Mengajarkan manajemen nyeri nonfarmakologi; 1440: Memonitor efek samping terapi farmakologi.
-
Article No. 24072 | 15 Feb 2026
Klinis : : Pasien datang dengan keluhan dernam sejak 3 hari amrs, demam nak turun, turun jika minum obat demam saja, mual +5x/hari, muntah (-), nafsu makan berkurang, bapil (+), lemas (+), nyeri ulu hati (+), gusi berdarah mimisan RAB hitam disangkal, BAB dan BAK don. fllw HT, DM, Sakit Jantung dan Paru disangkal. sakit sedang CM OCS: 18 TD: 121/72 mmhg HR: 138 bpm 5:39.3 RR: 22 bpm Spo2: 98 persen HA VAS & Kepala nomocephal Mata: casi-Leher: jp dbr, kgb tidak besar Thoras dan Jantung by 12 reg, murmur gallop-Paru sn ves/th/wh-Abd: sopel, BU (+) N NTE (+) katok cva, tampak datar Eks akral hangat, crt 2 dtik, pitting odem plekie Motorik 5/5S/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01295
Deskripsi : Memonitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. Memonitor asupan dan haluaran cairan. Memonitor tanda-tanda vital. Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium terkait keseimbangan cairan dan elektrolit. Mempertahankan pemberian cairan intravena sesuai program terapi. Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga asupan cairan. Mengatur posisi pasien untuk meminimalkan cedera terkait gangguan keseimbangan cairan. Memonitor status neurologis. Memonitor status pernapasan. Memonitor status kulit dan membran mukosa. Memonitor berat badan. Memonitor edema. Mempertahankan keakuratan catatan asupan dan haluaran. Memonitor warna dan kejernihan urine. Memonitor bunyi napas. Memonitor denyut nadi perifer. Memonitor pengisian kapiler. Memonitor tekanan vena sentral (jika terpasang).
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.08011
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : Memonitor suhu tubuh. Memonitor tanda-tanda vital. Memberikan terapi pendinginan sesuai indikasi (kompres, selimut pendingin). Mengatur lingkungan untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Memberikan cairan per oral atau intravena sesuai program terapi. Mengatur sirkulasi udara. Menganjurkan penggunaan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Memberikan terapi antipiretik sesuai program terapi. Memonitor tanda-tanda kejang. Memonitor warna kulit. Memonitor status hidrasi. Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen demam di rumah. Mendokumentasikan pola demam. Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait (seperti leukosit). Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Nyeri terkontrol.
Kode SIKI: I.01233
Deskripsi : Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, waktu, faktor pencetus dan pereda). Memonitor tanda-tanda vital. Mengajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (distraksi, relaksasi napas dalam, pengalihan). Memberikan analgetik sesuai program terapi. Mengevaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. Mengatur posisi untuk kenyamanan. Memberikan lingkungan yang tenang. Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri. Memonitor efek samping terapi analgetik. Kolaborasi dengan tim medis untuk penatalaksanaan nyeri yang optimal. Mendokumentasikan respons nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Memvalidasi pengalaman nyeri pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen). Memonitor tanda-tanda kelelahan. Merencanakan periode istirahat yang cukup. Membantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Menganjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. Mengatur jadwal aktivitas untuk menghindari kelelahan. Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi. Memonitor pola tidur. Memastikan nutrisi dan cairan yang adekuat untuk mendukung kebutuhan energi. Kolaborasi dengan fisioterapis jika diperlukan. Memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan upaya yang dibutuhkan dalam beraktivitas.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Berhias
Kode SDKI: D.0046
Deskripsi Singkat: Kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi dan merawat tubuh terganggu.
Kode SLKI: L.05002
Deskripsi : Kemandirian dalam perawatan diri: mandi/berhias meningkat.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Mengkaji kemampuan pasien dalam melakukan mandi dan berhias. Membantu pasien dalam aktivitas mandi dan berhias sesuai kebutuhan. Menyediakan alat bantu yang diperlukan untuk mandi dan berhias. Memastikan keamanan selama aktivitas mandi (misal: lantai tidak licin). Mendorong partisipasi pasien sesuai tingkat kemampuannya. Memberikan pujian atas usaha yang dilakukan pasien. Edukasi keluarga tentang cara membantu pasien dalam perawatan diri. Memonitor kondisi kulit selama perawatan. Menjaga privasi dan harga diri pasien selama dilakukan perawatan. Merencanakan aktivitas perawatan diri pada saat pasien memiliki energi yang cukup.
-
Article No. 24073 | 15 Feb 2026
Klinis : mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Status Nutrisi
Kode SIKI: 4401
Deskripsi : Manajemen Mual
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh (Kode 0016)
Diagnosa ini dipilih karena mual merupakan gejala yang secara signifikan mengancam asupan nutrisi dan hidrasi pasien. Mual dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, keengganan untuk makan dan minum, serta berpotensi berkembang menjadi muntah. Dalam SDKI, definisi dari diagnosa ini adalah keadaan dimana seseorang berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Faktor risikonya meliputi faktor biologis, psikologis, dan ekonomi. Mual termasuk dalam faktor biologis yang dapat mengganggu proses memasukkan, mencerna, atau mengabsorbsi nutrisi. Tujuan utama perawat adalah mencegah terjadinya defisit nutrisi dengan mengelola penyebab mual dan mempertahankan atau meningkatkan asupan makanan serta cairan. Fokusnya adalah pada intervensi dini sebelum terjadi penurunan berat badan atau tanda-tanda klinis malnutrisi lainnya.
Luaran Keperawatan (SLKI): Status Nutrisi (Kode 1001)
SLKI ini merupakan tujuan atau luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan. Luaran "Status Nutrisi" didefinisikan sebagai sejauh mana nutrisi dan cairan terpenuhi untuk mendukung proses fisiologis tubuh. Indikator pencapaian luaran ini yang relevan dengan kondisi mual antara lain: asupan makanan dan cairan oral yang adekuat, berat badan stabil atau sesuai target, tidak mengalami mual, tidak mengalami muntah, serta memiliki tingkat energi yang memadai. Dengan intervensi yang tepat, skor indikator-indikator ini diharapkan meningkat, menunjukkan bahwa masalah mual terkendali dan tidak lagi mengancam status nutrisi pasien. Pemantauan luaran ini dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas asuhan keperawatan.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Mual (Kode 4401)
Intervensi ini adalah tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mengatasi mual dan mencegah komplikasinya, khususnya risiko defisit nutrisi. Definisi Manajemen Mual adalah pemberian kenyamanan dan/atau obat-obatan untuk mencegah atau meringankan mual. Aktivitas keperawatan yang tercakup dalam intervensi ini sangat komprehensif, meliputi: (1) Pengkajian: mengidentifikasi faktor pemicu dan pola mual (waktu, frekuensi, hubungan dengan makanan), menilai karakteristik mual, serta memantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan nutrisi. (2) Tindakan Non-Farmakologis: memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari makanan berlemak, berminyak, atau berbau tajam, memastikan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap, mengajarkan teknik relaksasi napas dalam, serta menerapkan akupresur pada titik tertentu (seperti titik P6/Neguan). (3) Kolaborasi: berkonsolidasi dengan tim medis untuk pemberian obat antiemetik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek samping obat, serta mengatur jadwal pemberian obat untuk efektivitas maksimal (misalnya, sebelum makan atau sebelum aktivitas yang memicu mual). (4) Edukasi: mendidik pasien dan keluarga tentang strategi mengatasi mual di rumah, pentingnya menjaga asupan cairan (misalnya dengan minuman jahe atau peppermint yang aman), dan kapan harus melaporkan mual yang memberat. Keseluruhan aktivitas ini bertujuan untuk mengontrol gejala, mengurangi distress pasien, dan yang terpenting, memungkinkan pasien untuk menerima nutrisi yang cukup sehingga luaran "Status Nutrisi" dapat tercapai.
-
Article No. 24074 | 15 Feb 2026
Klinis : lemas, pucat dialami pasien sejak 3 hari ini. nyeri sendi dan tidak selera makan. kebas kaki tangan. kejang tidak ada. Telaahlemas, pucat dialami pasien sejak 3 hari ini. nyeri sendi dan tidak selera makan. kebas kaki tangan. kejang tidak ada. Riwayat Penyakit Dahuludm tipe 2 OSENS:CM GCS :15 TD: 135/70 MMHG HR: 86 x/i RR :20 x/iT: 36.8 C SPO2: 98 % VAS: 8 KEPALA : NORMAL MATA: KONJUNGTIVA ANEMIS -/-, SKLERA IKTERIK -/- MULUT: COATED TANGUE (-) HIDUNG DAN TELINGA: NORMAL LEHER: TRACHEA MEDIAL, BENJOLAN (-), TVJ (NORMAL) THORAKS: SIMETRIS FURIFORMIS, SONOR , VESIKULAR +/+, WH -/- RH -/- ABDOMEN: H/L TIDAK TERABA, SOEPEL +, PERISTALTIK + (NORMAL) EKSTREMITAS: AKRAL HANGAT, PITTING EDEMA -/-, CRT<2 ANUS/GENITALIA: TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00081
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kestabilan kadar glukosa darah tercapai dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan; 2) Bebas dari gejala hipoglikemia (seperti lemas, pucat, kebas, berkeringat, palpitasi) atau hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, penurunan berat badan); 3) Memahami dan berpartisipasi dalam regimen terapeutik; 4) Mengidentifikasi faktor risiko ketidakstabilan glukosa darah.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Pemantauan Glukosa. Intervensi ini meliputi tindakan sistematis untuk mengukur dan mengevaluasi kadar glukosa darah pasien secara berkala. Perawat akan: 1) Memantau tanda dan gejala hiperglikemia (seperti peningkatan rasa haus, sering buang air kecil, kelelahan) dan hipoglikemia (seperti lemas, pusing, berkeringat, kebingungan, pucat) sesuai dengan kondisi pasien yang mengeluh lemas dan pucat. 2) Memeriksa kadar glukosa darah sesuai protokol atau order dokter, dengan mempertimbangkan riwayat DM tipe 2 pasien. 3) Mendokumentasikan hasil pemantauan glukosa darah dan respons pasien. 4) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda peringatan perubahan kadar glukosa darah dan tindakan yang harus diambil. Pemantauan yang ketat penting karena keluhan lemas, pucat, dan kebas dapat mengindikasikan komplikasi neuropati atau fluktuasi glukosa yang signifikan, meskipun saat ini tanda vital masih stabil.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Kontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol; 2) Menunjukkan perilaku yang sesuai untuk mengatasi nyeri (misalnya, istirahat, teknik relaksasi); 3) Tanda vital dalam rentang normal; 4) Fungsi fisik dan psikologis membaik.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Berdasarkan data pasien yang melaporkan nyeri sendi dengan skala VAS 8 (nyeri berat), perawat akan: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi (sendi), karakteristik, intensitas (menggunakan skala VAS), faktor pencetus, dan faktor pereda. 2) Memberikan terapi farmakologis sesuai order dokter (analgesik) dengan mempertimbangkan kondisi DM pasien dan fungsi ginjal. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti reposisi/pengaturan posisi yang nyaman, teknik distraksi, atau terapi dingin/panas sesuai indikasi untuk mengurangi nyeri sendi. 4) Mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dengan menilai kembali skala nyeri. 5) Memantau efek samping terapi analgesik. Nyeri yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi umum, meningkatkan stres, dan menurunkan nafsu makan, yang sudah menjadi keluhan pasien.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: 1003
Deskripsi : Status nutrisi dengan kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan; 2) Berat badan stabil atau mencapai target; 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal; 4) Menunjukkan peningkatan nafsu makan dan kemampuan mengunyah/menelan.
Kode SIKI: 1100
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini meliputi pemberian dukungan nutrisi dan konseling untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Pada pasien dengan keluhan tidak selera makan dan konjungtiva anemis (mengindikasikan anemia yang mungkin terkait defisiensi nutrisi atau penyakit kronis DM), perawat akan: 1) Mengkaji pola makan, kebiasaan makan, dan faktor penghambat nafsu makan (termasuk nyeri dan kondisi penyakit). 2) Melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet yang sesuai, khususnya diet untuk pasien DM tipe 2 dengan komplikasi. 3) Mendorong pemberian makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. 4) Memantau berat badan secara berkala dan asupan kalori harian. 5) Memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi seimbang dan pemilihan makanan yang tepat untuk mengontrol glukosa darah sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi. 6) Memantau tanda-tanda laboratorium seperti kadar Hb, albumin, dan gula darah puasa. Nutrisi yang adekuat sangat penting untuk penyembuhan, kontrol glikemik, dan mencegah progresi komplikasi seperti neuropati yang ditandai kebas.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00098
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan tanpa keluhan lemas berlebihan; 2) Tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) dalam batas normal selama dan setelah aktivitas; 3) Menyatakan peningkatan energi dan penurunan kelelahan.
Kode SIKI: 0200
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat untuk mengurangi kelelahan. Pada pasien dengan keluhan utama lemas dan didukung oleh konjungtiva anemis (mengindikasikan penurunan kapasitas angkut oksigen), perawat akan: 1) Mengkaji faktor penyebab kelemahan (anemia, hiper/hipoglikemia, nyeri, kurang nutrisi). 2) Memantau respons kardiopulmoner (TD, HR, RR) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Merencanakan jadwal aktivitas yang teratur diselingi periode istirahat yang cukup. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memprioritaskan aktivitas penting. 5) Mendorong aktivitas ringan sesuai toleransi untuk mencegah kelemahan otot dan meningkatkan sirkulasi. 6) Mengkolaborasi penanganan penyebab dasar (seperti terapi anemia dan optimalisasi kontrol glikemik) untuk meningkatkan stamina. Kelemahan yang dialami pasien dapat membatasi kemandirian dan meningkatkan risiko komplikasi imobilisasi.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 00035
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1906
Deskripsi : Kontrol risiko cedera dengan kriteria hasil: 1) Lingkungan aman dan bebas dari bahaya; 2) Memodifikasi perilaku untuk mencegah cedera; 3) Menggunakan alat bantu dengan tepat; 4) Bebas dari cedera.
Kode SIKI: 1900
Deskripsi : Pengawasan. Intervensi ini melibatkan pengamatan dan pemantauan terus-menerus untuk memastikan keselamatan pasien. Berdasarkan data pasien yang mengalami lemas, kebas pada kaki dan tangan (neuropati perifer), dan nyeri sendi, risiko untuk terjatuh atau cedera lainnya sangat meningkat. Perawat akan: 1) Mengidentifikasi faktor risiko spesifik: kelemahan otot, gangguan sensasi (kebas), nyeri, dan potensi hipoglikemia. 2) Memastikan lingkungan aman: pencahayaan cukup, lantai tidak licin, barang-barang tidak menghalangi jalan, dan tersedianya alat bantu jika diperlukan. 3) Menginstruksikan pasien untuk meminta bantuan saat akan beraktivitas jika merasa lemas atau pusing. 4) Memantau tanda-tanda hipoglikemia yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran mendadak. 5) Memberikan eduk
Article No. 24075 | 15 Feb 2026
Klinis : sakit kepala
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Sakit Kepala
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Nyeri Akut (Kode 00032)
Definisi menurut PPNI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera (International Association for the Study of Pain); timbulnya mendadak atau lambat dari intensitas ringan sampai berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi kurang dari 3 bulan. Pada konteks sakit kepala, nyeri akut merujuk pada sensasi tidak nyaman di daerah kepala yang muncul secara tiba-tiba atau berulang dalam episode singkat, dengan intensitas yang bervariasi. Karakteristiknya dapat berupa berdenyut, menusuk, atau tegang. Diagnosis ini ditegakkan setelah perawat mengkaji lokasi, kualitas, intensitas (skala 0-10), durasi, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan sakit kepala tersebut. Sakit kepala akut dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres, kelelahan, gangguan sinus, hipertensi, atau kondisi yang lebih serius. Tujuan diagnosis ini adalah untuk mengarahkan intervensi keperawatan dalam mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan mencegah gangguan fungsi sehari-hari akibat sakit kepala.
Luaran Keperawatan (SLKI): Kontrol Nyeri (Kode 1401)
Definisi menurut PPNI: Tindakan personal untuk mengontrol nyeri. Luaran ini merupakan kondisi yang diharapkan setelah intervensi keperawatan dilakukan. Pada pasien dengan sakit kepala, luaran "Kontrol Nyeri" diharapkan tercapai dengan indikator-indikator seperti: pasien mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya relaksasi, kompres, teknik pernapasan), melaporkan penurunan intensitas nyeri sesuai skala yang diukur, mampu mengidentifikasi faktor pencetus sakit kepala dan melakukan upaya pencegahannya, serta menunjukkan perilaku yang sesuai untuk mencari bantuan jika nyeri tidak terkontrol (seperti melaporkan kepada perawat atau minum obat sesuai resep). Tercapainya luaran ini ditandai dengan kemampuan pasien dalam berpartisipasi aktif mengelola nyeri kepalanya, sehingga kualitas hidup dan kemampuan melakukan aktivitas dapat kembali optimal. Pengukuran luaran ini dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan setelah intervensi, serta observasi terhadap perilaku adaptif pasien.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Nyeri (Kode 4410)
Definisi menurut PPNI: Tindakan keperawatan berupa pemberian terapi farmakologis dan non farmakologis untuk mencegah atau mengurangi nyeri, serta memantau respons pasien terhadap terapi yang diberikan. Intervensi ini merupakan aksi nyata yang dilakukan perawat untuk menangani diagnosis "Nyeri Akut" dan mencapai luaran "Kontrol Nyeri". Aktivitas spesifik untuk sakit kepala meliputi: 1) Pengkajian: Melakukan penilaian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time), termasuk observasi tanda nonverbal ketidaknyamanan. 2) Intervensi Non-Farmakologis: Memberikan lingkungan yang tenang dan redup cahaya, mengajarkan teknik relaksasi napas dalam atau guided imagery, melakukan kompres hangat atau dingin pada dahi/leher sesuai indikasi, serta memijat lembut area leher dan bahu jika disebabkan oleh ketegangan otot. 3) Intervensi Farmakologis: Memberikan obat analgesik sesuai resep dokter (seperti parasetamol, ibuprofen) dengan prinsip 5 benar, dan memantau efek serta efek sampingnya. 4) Edukasi: Mengajarkan pasien untuk mengenali tanda-tanda awal sakit kepala, menghindari pencetus (seperti makanan tertentu, stres, kurang tidur), dan menjaga pola hidup sehat (cukup cairan, istirahat teratur, manajemen stres). 5) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan tim medis jika sakit kepala dicurigai berasal dari penyebab spesifik yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan biopsikososial untuk menangani tidak hanya sensasi nyeri tetapi juga dampaknya terhadap kondisi emosional dan fungsional pasien.
Article No. 24076 | 15 Feb 2026
Klinis : interfilitas pria
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Infertilitas Pria
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan untuk hamil setelah satu tahun atau lebih hubungan seksual tanpa kontrasepsi.
Kode SLKI: L.15021
Deskripsi : Pasien menunjukkan pemahaman tentang faktor penyebab dan penatalaksanaan infertilitas.
Kode SIKI: I.00266
Deskripsi : Edukasi tentang infertilitas.
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI - D.0015): Diagnosis keperawatan "Risiko Ketidakmampuan untuk Hamil" atau yang lebih spesifik mengarah pada masalah infertilitas pria, merujuk pada respons manusia terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupan. Dalam konteks infertilitas pria, fokusnya adalah pada dampak psikososial, harga diri, peran, dan dinamika hubungan pasangan. Defisinya terletak pada pengetahuan, koping, atau penerimaan diri terhadap diagnosis infertilitas. Perawat tidak mendiagnosis penyebab medis infertilitas (seperti azoospermia, varikokel), tetapi mendiagnosis respons individu atau pasangan terhadap kondisi tersebut, seperti "Ansietas berhubungan dengan ketidakpastian hasil pengobatan" atau "Harga Diri Rendah berhubungan dengan persepsi kegagalan memenuhi peran gender". Namun, kode D.0015 secara umum mencakup risiko atau masalah aktual terkait ketidakmampuan memiliki keturunan.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.15021): Luaran "Pengetahuan: Proses Reproduksi" dengan indikator spesifik "Menjelaskan faktor penyebab infertilitas" dan "Menjelaskan penatalaksanaan infertilitas". SLKI ini mengukur keadaan klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan pasien tentang kondisi mereka. Definisinya adalah kemampuan untuk memahami dan mengingat informasi terkait fungsi reproduksi, penyebab infertilitas (baik faktor pria, wanita, atau gabungan), serta berbagai pilihan penatalaksanaan yang tersedia (mulai dari modifikasi gaya hidup, terapi obat, prosedur bedah, hingga teknologi reproduksi berbantu seperti IVF atau ICSI). Pencapaian luaran ini ditandai dengan kemampuan pasien untuk mendemonstrasikan pemahaman tersebut secara verbal atau melalui pengajaran ulang.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.00266): Intervensi "Edukasi tentang Infertilitas" adalah tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mencapai luaran L.15021. Aktivitasnya meliputi: (1) Menilai tingkat pengetahuan dan kesiapan belajar pasien/keluarga. (2) Menyediakan informasi yang akurat dan faktual tentang definisi infertilitas, statistik umum, dan waktu yang disarankan untuk mencari pertolongan. (3) Menjelaskan proses pemeriksaan diagnostik untuk pria (analisis semen, pemeriksaan hormon, USG skrotum) dan interpretasi hasilnya secara sederhana. (4) Mendiskusikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi (seperti merokok, konsumsi alkohol, paparan toksin, stres, obesitas). (5) Menjelaskan pilihan penatalaksanaan medis sesuai anjuran dokter (terapi hormon, antibiotik untuk infeksi, pembedahan untuk varikokel). (6) Mengulas pilihan teknologi reproduksi berbantu (ART), termasuk prosedur, tingkat keberhasilan, risiko, dan pertimbangan biaya. (7) Memberikan konseling tentang dampak psikologis dan strategi koping, serta pentingnya komunikasi dan dukungan dalam hubungan pasangan. (8) Merujuk ke kelompok pendukung atau profesional kesehatan mental jika diperlukan. Intervensi ini bersifat edukatif dan suportif, bertujuan memberdayakan pasien untuk mengambil keputusan yang terinformasi dan mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan.
Keterkaitan ketiganya membentuk proses keperawatan yang lengkap: Dari SDKI yang mengidentifikasi masalah respons manusia terhadap infertilitas (misalnya, kurang pengetahuan), kemudian ditetapkan SLKI sebagai tujuan (peningkatan pengetahuan), dan untuk mencapainya dilakukan SIKI berupa edukasi yang komprehensif. Pendekatan ini holistik, tidak hanya berfokus pada aspek biologis tetapi juga pada pendidikan kesehatan dan dukungan psikososial, yang merupakan domain sentral dalam praktik keperawatan mandiri. Perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan pendukung bagi pasien dan pasangannya dalam menjalani perjalanan penanganan infertilitas.
Article No. 24077 | 15 Feb 2026
Klinis : interfilitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Infertilitas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan proses reproduksi manusia
Kode SLKI: L.03148
Deskripsi : Pasangan menunjukkan pemahaman tentang faktor penyebab infertilitas
Kode SIKI: I.01240
Deskripsi : Edukasi pasangan tentang infertilitas
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI - D.0016): Diagnosis "Risiko gangguan proses reproduksi manusia" digunakan untuk menggambarkan kondisi pasangan yang berisiko mengalami ketidakmampuan untuk mencapai kehamilan setelah satu tahun atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi. Infertilitas bukan sekadar ketiadaan kehamilan, melainkan sebuah proses kompleks yang melibatkan faktor fisik, psikologis, sosial, dan spiritual dari kedua pasangan. Defisinya merujuk pada faktor-faktor risiko yang dapat mengganggu proses reproduksi normal, yang dapat berasal dari pihak perempuan (seperti gangguan ovulasi, sumbatan tuba falopi, endometriosis), pihak laki-laki (seperti kualitas dan kuantitas sperma yang rendah, gangguan ereksi atau ejakulasi), atau kombinasi keduanya. Faktor lain seperti usia, gaya hidup (merokok, alkohol, stres), penyakit sistemik, dan riwayat infeksi juga berkontribusi. Diagnosis ini menekankan pada "risiko", yang berarti perawat perlu melakukan asesmen mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menjadi penghambat, serta dampak psikososial yang signifikan seperti perasaan gagal, kecemasan, depresi, tekanan dari keluarga, dan ketegangan dalam hubungan perkawinan.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.03148): Luaran yang diharapkan, "Pasangan menunjukkan pemahaman tentang faktor penyebab infertilitas", adalah tujuan kritis dalam manajemen infertilitas. Pemahaman ini bukan sekadar pengetahuan pasif, melainkan sebuah proses edukasi yang komprehensif dimana pasangan secara aktif dapat mengidentifikasi, menjelaskan, dan mendiskusikan faktor-faktor potensial yang menyebabkan kondisi mereka. Ini mencakup pemahaman tentang siklus menstruasi dan masa subur, proses pembuahan normal, serta pemeriksaan diagnostik yang mereka jalani (seperti analisis semen, HSG, USG, atau laparoskopi). Pemahaman yang baik membantu mengurangi mitos, kesalahpahaman, dan rasa bersalah yang sering menyertai infertilitas. Ketika pasangan memahami akar permasalahan, mereka dapat berpartisipasi lebih efektif dalam pengambilan keputusan terkait pilihan terapi, seperti obat penyubur, inseminasi intrauterin (IUI), atau teknologi reproduksi berbantu (ART) seperti bayi tabung (IVF). Luaran ini juga mengukur sejauh mana pasangan telah menerima informasi dan mencapai kesepahaman bersama, yang menjadi dasar untuk meningkatkan koping dan adaptasi terhadap situasi yang penuh tekanan ini.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01240): Intervensi utama untuk mencapai luaran tersebut adalah "Edukasi pasangan tentang infertilitas". Ini adalah intervensi yang terstruktur dan berkesinambungan, bukan sekadar pemberian informasi sekali waktu. Edukasi dimulai dengan penjelasan tentang anatomi dan fisiologi reproduksi normal, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang kemungkinan penyebab infertilitas berdasarkan hasil asesmen dan pemeriksaan mereka. Perawat berperan sebagai edukator dan fasilitator, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, alat bantu visual, dan mendorong tanya jawab. Materi edukasi mencakup penjelasan tentang berbagai pilihan pemeriksaan diagnostik (tujuan, prosedur, risiko, dan interpretasi hasil), pilihan terapi yang tersedia beserta tingkat keberhasilan, efek samping, dan biayanya. Selain aspek medis, edukasi juga harus menyentuh aspek gaya hidup modifikasi (nutrisi, olahraga, menghindari zat toksik), serta teknik manajemen stres dan komunikasi efektif antar pasangan. Perawat juga memberikan informasi tentang kelompok dukungan (support group) dan konseling jika diperlukan. Intervensi ini dilakukan dengan pendekatan holistik, sensitif terhadap nilai, budaya, dan keyakinan pasangan, serta selalu melibatkan kedua pihak secara setara untuk membangun tim yang kokoh dalam menghadapi tantangan infertilitas. Tujuannya adalah memberdayakan pasangan dengan pengetahuan yang akurat, sehingga mereka dapat menjadi mitra yang aktif dan terinformasi dalam perjalanan perawatan mereka, mengurangi kecemasan akibat ketidaktahuan, dan mempersiapkan mereka secara mental dan emosional untuk setiap langkah yang akan diambil.
Article No. 24078 | 15 Feb 2026
Klinis : Seorang bayi perempuan usia 3 hari dibawa ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit oleh ibunya dengan keluhan tangan dan kaki terasa sangat dingin serta bayi tampak kurang aktif sejak pagi. Riwayat persalinan spontan di klinik bersalin pada usia kehamilan 37 minggu dengan berat lahir 2400 gram. Bayi diperbolehkan pulang 6 jam setelah lahir. Selama di rumah, bayi tidak dirawat dalam inkubator. Rumah keluarga berada di daerah dataran tinggi dengan suhu malam hari berkisar 18–20°C. Ibu mengatakan semalam bayi tidur tanpa kontak kulit (tidak dilakukan Kangaroo Mother Care) dan hanya dibedong tipis. Pagi hari bayi dimandikan pada suhu ruangan sekitar 20°C dan tidak segera dilakukan penghangatan optimal. Setelah mandi, bayi tampak lebih lemah dan menyusu kurang kuat. Di IGD rumah sakit, bayi tampak kurang aktif dan ekstremitas teraba dingin.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipotermia pada Bayi Baru Lahir
Kode ICD-10: P80.9
Deskripsi Singkat : Bayi baru lahir usia 3 hari menunjukkan gejala hipotermia, yaitu suhu tubuh inti yang turun di bawah kisaran normal (36.5°C–37.5°C), yang ditandai dengan ekstremitas (tangan dan kaki) yang sangat dingin, penurunan aktivitas (tampak kurang aktif), dan kelemahan menyusu. Kondisi ini berisiko tinggi terjadi pada neonatus, terutama bayi berat lahir rendah (BBLR) seperti pada kasus ini (2400 gram), karena luas permukaan tubuh yang besar relatif terhadap massa, cadangan lemak coklat yang terbatas, dan sistem regulasi suhu yang belum matang. Faktor pencetus utama meliputi paparan suhu lingkungan yang dingin (dataran tinggi, suhu 18–20°C), perawatan tanpa penghangatan yang memadai (tidur tanpa kontak kulit, dibedong tipis), serta prosedur mandi tanpa penghangatan optimal sesudahnya. Hipotermia pada neonatus merupakan keadaan darurat medis karena dapat menyebabkan hipoglikemia, peningkatan kebutuhan metabolik, gangguan pernapasan, dan dalam kasus berat dapat berujung pada syok dan kematian. Kode ICD-10 P80.9 mengacu pada "Hipotermia pada bayi baru lahir, tidak ditentukan", yang termasuk dalam bab 'Kondisi tertentu yang berasal dari periode perinatal'. Kode ini digunakan untuk mencatat hipotermia yang secara spesifik terkait dengan masa neonatal, membedakannya dari hipotermia pada kelompok usia lain, dan menekankan kerentanan unik bayi baru lahir terhadap stres termal.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433