Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 13258 | 04 Mar 2025
Klinis : Manusia tersusun gabungan sistem organ tubuh yang digunakan untuk mempertahankan hidupnya dan tidak terlepas dari hukum alam adalah manusia sebagai mahluk ... Select one: a. Psikologis b. Sosial c. Biologis d. Spiritual e. Holistik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Jawaban yang tepat adalah: c. Biologis
Penjelasan:
Manusia merupakan mahluk biologis yang tersusun dari sistem organ tubuh yang digunakan untuk mempertahankan hidupnya. Manusia tidak terlepas dari hukum-hukum alam yang berlaku, seperti proses fisiologis, metabolisme, dan pertumbuhan.
Diagnosa Keperawatan berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Pola Napas
Penjelasan Singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan resmi dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang berisi daftar diagnosis keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan resmi dari PPNI yang berisi daftar luaran keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan resmi dari PPNI yang berisi daftar intervensi keperawatan.
Dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat, penjelasan ini diberikan secara singkat dan padat sesuai dengan kondisi yang disampaikan. -
Article No. 13259 | 04 Mar 2025
Klinis : KONSTIPASI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI-SLKI-SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi konstipasi.
Diagnosa Keperawatan:
Konstipasi
Definisi:
Konstipasi adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar, dengan frekuensi buang air besar yang tidak normal, disertai dengan kesulitan dalam mengeluarkan feses.
Penyebab:
Konstipasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang asupan cairan, kurang serat dalam diet, kurang aktivitas fisik, penggunaan obat-obatan tertentu, serta kondisi medis lainnya.
Tanda dan Gejala:
- Frekuensi buang air besar yang tidak normal (kurang dari 3 kali seminggu)
- Kesulitan dalam mengeluarkan feses
- Rasa tidak nyaman di perut
- Perut kembung
- Muntah
Intervensi Keperawatan:
- Edukasi tentang pentingnya asupan cairan dan serat yang cukup
- Anjurkan aktivitas fisik yang teratur
- Evaluasi penggunaan obat-obatan yang mungkin menyebabkan konstipasi
- Berikan laksatif atau suplemen serat jika diperlukan
- Lakukan stimulasi rektum jika diperlukan
- Monitor dan evaluasi perkembangan kondisi pasien
Evaluasi:
Pasien dapat buang air besar secara normal dengan frekuensi 3-4 kali seminggu, feses lunak, dan keluhan perut kembung atau rasa tidak nyaman berkurang.
Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 13260 | 04 Mar 2025
Klinis : Manusia dalam hal ini sebagai individu adalah makhluk yang unik, hal ini berarti: Select one: a. Manusia banyak kesamaannya diantara mereka b. Tidak ada satupun manusia yang sama c. Hanya ada beberapa saja yang berbeda sesama manusia d. Semua manusia pada dasarnya sama e. Kebanyakan manusia berbeda
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Jawaban yang tepat adalah:
b. Tidak ada satupun manusia yang sama
Penjelasan:
Diagnosa Keperawatan:
Keunikan Individu
Definisi: Pernyataan yang mengidentifikasi keadaan akual atau potensial individu, keluarga, atau komunitas sebagai respons terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan, di mana perawat secara profesional dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) merupakan pedoman bagi perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan yang akurat dan komprehensif untuk individu, keluarga, dan komunitas.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) adalah pedoman yang memuat kriteria hasil/luaran yang ditetapkan sebagai indikator keberhasilan intervensi keperawatan dalam memenuhi kebutuhan pasien/klien.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah pedoman yang memuat deskripsi tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Dalam konteks ini, manusia sebagai individu adalah makhluk yang unik, artinya tidak ada satupun manusia yang sama persis satu dengan yang lainnya. Setiap manusia memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. -
Article No. 13261 | 04 Mar 2025
Klinis : KONSTIPASI
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci dan terperinci untuk kondisi konstipasi:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi konstipasi adalah "Konstipasi" (NANDA-I, 2021). Konstipasi didefinisikan sebagai penurunan frekuensi, kesulitan, atau ketidakmampuan untuk buang air besar, yang menyebabkan penumpukan feses (NANDA-I, 2021). Diagnosa ini mencerminkan masalah kesehatan utama yang dialami pasien terkait dengan fungsi eliminasi yang terganggu.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah pemberian asuhan keperawatan, luaran/output yang diharapkan adalah:
1. Peningkatan eliminasi: Pasien akan menunjukkan peningkatan frekuensi dan konsistensi buang air besar yang normal.
2. Pengurangan gejala: Pasien akan melaporkan pengurangan gejala konstipasi, seperti rasa tidak nyaman, kembung, atau nyeri saat buang air besar.
3. Peningkatan pengetahuan: Pasien akan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang penyebab, pencegahan, dan pengelolaan konstipasi.
4. Peningkatan kemampuan perawatan diri: Pasien akan mampu melakukan tindakan mandiri untuk mencegah dan mengelola konstipasi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang diperlukan:
1. Asesmen:
- Kaji riwayat eliminasi, pola defekasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi konstipasi.
- Lakukan pemeriksaan fisik, termasuk pengukuran tanda-tanda vital dan pemeriksaan abdomen.
- Identifikasi faktor risiko dan penyebab konstipasi, seperti asupan cairan yang tidak adekuat, aktivitas fisik yang kurang, penggunaan obat-obatan, dan kondisi medis lainnya.
2. Intervensi Edukasi:
- Berikan informasi kepada pasien tentang konstipasi, penyebab, dan pentingnya pengelolaan yang tepat.
- Edukasi pasien tentang perilaku gaya hidup yang dapat mencegah dan mengelola konstipasi, seperti asupan cairan yang cukup, konsumsi makanan berserat, dan aktivitas fisik yang teratur.
- Ajarkan pasien teknik dan latihan untuk meningkatkan fungsi eliminasi, seperti pengaturan jadwal buang air besar, teknik relaksasi, dan latihan otot panggul.
3. Intervensi Farmakologis:
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mengevaluasi penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi dan pertimbangkan pemberian laksatif atau suplemen serat jika diperlukan.
- Pantau efektivitas dan efek samping dari intervensi farmakologis yang diberikan.
4. Intervensi Kolaboratif:
- Koordinasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, ahli gizi, atau fisioterapis, untuk mengelola konstipasi secara komprehensif.
- Kolaborasi dalam pembuatan rencana perawatan yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang optimal bagi pasien.
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan dapat meningkatkan eliminasi, mengurangi gejala, meningkatkan pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien dalam mengelola konstipasi. -
Article No. 13262 | 04 Mar 2025
Klinis : Ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari adalah definisi diagnosa keperawatan .... Select one: a. Ambulasi dini b. Defisit pengetahuan c. Intoleransi aktivitas d. Gangguan mobilisasi fisik e. Resiko intoleransi aktivitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: e. Resiko intoleransi aktivitas
Penjelasan:
Diagnosa Keperawatan:
Resiko intoleransi aktivitas
Definisi:
Berisiko mengalami ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Penjelasan Singkat:
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) merupakan acuan dalam menentukan diagnosa keperawatan yang disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Diagnosa "Resiko intoleransi aktivitas" sesuai dengan definisi yang diberikan, yaitu "Berisiko mengalami ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan bagian dari standar asuhan keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI, yang secara berurutan mengacu pada luaran yang diharapkan dan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran tersebut.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 13263 | 04 Mar 2025
Klinis : Manusia perlu hidup bersama orang lain dan mudah dipengaruhi kebudayaan adalah manusia sebagai mahluk ... Select one: a. Sosial b. Psikologis c. Spiritual d. Holistik e. Biologis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya sebagai perawat profesional akan memberikan diagnosa keperawatan serta penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
a. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Interaksi Sosial
Penjelasan:
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan hubungan dengan orang lain. Kondisi di mana manusia mudah dipengaruhi oleh kebudayaan menunjukkan bahwa aspek sosial merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia. Diagnosa keperawatan "Ketidakefektifan Interaksi Sosial" mengidentifikasi adanya hambatan dalam kemampuan individu untuk terlibat dalam hubungan yang memuaskan dengan orang lain.
b. SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Definisi: Ketidakmampuan untuk memulai, mempertahankan, dan/atau meningkatkan hubungan yang memuaskan dengan orang lain.
c. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan: Klien dapat terlibat dalam interaksi sosial yang efektif.
d. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan: Fasilitasi interaksi sosial, terapi kelompok, dan pengaturan lingkungan untuk mendukung interaksi sosial.
Dengan demikian, pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek sosial, psikologis, spiritual, dan biologis diperlukan dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif bagi klien. Saya sebagai perawat profesional akan menggunakan standar PPNI untuk memberikan intervensi yang tepat dan berkualitas. -
Article No. 13264 | 04 Mar 2025
Klinis : Memfasilitasi pasien untuk meningkatkan aktivitas berpindah adalah ... Select one: a. Promosi Latihan fisik b. edukasi teknik ambulasi c. edukasi latihan fisik d. edukasi mobilisasi e. Dukungan ambulasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Jawaban yang tepat adalah:
e. Dukungan ambulasi
Penjelasan:
1. Diagnosa Keperawatan: Mobilitas Fisik Terganggu
2. Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Mobilitas Fisik Terganggu adalah keterbatasan dalam gerakan fisik yang disengaja dan terarah dari satu tempat ke tempat lain.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Mobilitas Fisik Terganggu memiliki luaran keperawatan berupa Mobilitas Fisik Membaik.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Salah satu intervensi yang sesuai adalah Dukungan Ambulasi, yaitu memfasilitasi pasien untuk meningkatkan aktivitas berpindah tempat.
Dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat, jawaban yang paling tepat adalah e. Dukungan ambulasi. -
Article No. 13265 | 04 Mar 2025
Klinis : Memfasilitasi pasien untuk meningkatkan aktivitas berpindah adalah ... Select one: a. Promosi Latihan fisik b. edukasi teknik ambulasi c. edukasi latihan fisik d. edukasi mobilisasi e. Dukungan ambulasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Jawaban yang tepat adalah:
e. Dukungan ambulasi
Penjelasan:
Diagnosa Keperawatan:
Kelemahan Mobilitas Fisik berhubungan dengan keterbatasan kemampuan pasien dalam melakukan perpindahan.
Penjelasan Singkat:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Kelemahan Mobilitas Fisik adalah keterbatasan kemampuan mandiri dan terkoordinasi dalam melakukan pergerakan fisik yang disengaja dari satu tempat ke tempat lain.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Dukungan Ambulasi adalah bantuan dan dorongan yang diberikan kepada pasien agar dapat melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dengan aman.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang sesuai untuk memfasilitasi pasien meningkatkan aktivitas berpindah adalah Dukungan Ambulasi, yang meliputi membantu, mendorong, dan memotivasi pasien agar dapat melakukan perpindahan dengan aman.
Jadi, jawaban yang paling tepat adalah "Dukungan ambulasi" dengan nada akademis dan persona pakar/perawat. -
Article No. 13266 | 04 Mar 2025
Klinis : Suatu intervensi, dimana klien dibatasi supaya tetap berada di tempat tidur yang bertujuan teraupetik disebut … Select one: a. Pembatasan gerak b. Mobilisasi c. Tirah baring d. Ambulasi e. Imobilisasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: e. Imobilisasi
Penjelasan:
Imobilisasi adalah suatu intervensi keperawatan dimana klien dibatasi untuk tetap berada di tempat tidur yang bertujuan terapeutik. Imobilisasi bertujuan untuk mencegah komplikasi akibat keterbatasan mobilisasi.
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), imobilisasi merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan pada kondisi klien yang membutuhkan pembatasan aktivitas demi tujuan terapeutik.
Sebagai seorang pakar keperawatan, saya melihat bahwa pemahaman yang tepat mengenai konsep imobilisasi sangat penting bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan aman bagi klien. -
Article No. 13267 | 04 Mar 2025
Klinis : Berikut adalah kebutuhan keselamatan fisik yaitu keadaan mengurangi atau mengeluarkan ancaman pada tubuh atau kehidupan adalah ... Select one: a. Kurang cairan dan elektrolit b. Tidak bisa eliminasi c. kecelakaan d. Kurang nutrisi e. Terancam dengan lingkungan yang baru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Risiko Cedera
Penjelasan singkat:
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Risiko Cedera didefinisikan sebagai "Kerentanan terhadap luka fisik yang dapat menyebabkan kerusakan tubuh, baik akut maupun kronis, sebagai akibat dari lingkungan dan kondisi individu".
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan pada pasien dengan risiko cedera adalah tidak terjadi cedera, kualitas hidup terjaga, dan kemampuan pasien dalam mencegah cedera meningkat.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko cedera meliputi pengkajian faktor risiko, penciptaan lingkungan yang aman, edukasi kepada pasien dan keluarga, serta tindakan pencegahan cedera yang sesuai dengan kondisi pasien.
Dalam kasus ini, "kecelakaan" merupakan salah satu contoh dari keadaan yang dapat meningkatkan risiko cedera fisik pada pasien. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Risiko Cedera.