Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22562 | 02 Nov 2025
Klinis : Pasien usia 54 thn dengan keluhan : pusing , lemas, mual, hasil laboratorium hemoglobin 8.8, konjungtiva tampak anemis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Anemia, tidak dispesifikasikan
Kode ICD-10: D64.9
Deskripsi Singkat : Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Hal ini menyebabkan berkurangnya kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh, yang menimbulkan gejala seperti pusing, lemas, dan pucat pada konjungtiva. Hasil laboratorium hemoglobin 8.8 g/dL secara definitif mengkonfirmasi diagnosis ini. Kode ICD-10 D64.9 digunakan untuk 'Anemia, tidak dispesifikasikan'. Kode ini diterapkan ketika diagnosis anemia telah ditegakkan berdasarkan temuan klinis dan laboratorium, namun penyebab spesifiknya belum diidentifikasi atau tidak dicatat dalam rekam medis. Ini adalah kode umum yang sering digunakan sebagai diagnosis awal sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk menentukan jenis anemia yang diderita pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22563 | 02 Nov 2025
Klinis : DIARE SUDAH 6X SEDIKIT BERAMPAS DEMAM SEJAK KEMARIN MALAM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipovolemia
Kode SDKI: D.0023
Definisi dan Deskripsi SDKI (500-1000 kata): Hipovolemia, atau yang sering disebut sebagai defisit volume cairan, adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Kondisi ini terjadi ketika kehilangan cairan dari tubuh melebihi asupan cairan, yang mengakibatkan penurunan volume darah yang bersirkulasi secara efektif. Hipovolemia bukan sekadar dehidrasi, yang secara spesifik merujuk pada kehilangan air murni; hipovolemia melibatkan kehilangan air dan elektrolit secara bersamaan, terutama natrium. Penyebab utama hipovolemia dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori besar: kehilangan cairan secara eksternal (misalnya, melalui saluran gastrointestinal, ginjal, atau kulit) dan perpindahan cairan internal ke ruang ketiga (third-spacing).
Berdasarkan deskripsi kasus "DIARE SUDAH 6X SEDIKIT BERAMPAS DEMAM SEJAK KEMARIN MALAM", penyebab hipovolemia pada pasien ini bersifat multifaktorial. Pertama, diare yang terjadi berulang kali (6x) merupakan jalur utama kehilangan cairan dan elektrolit. Diare menyebabkan pengeluaran feses yang cair dan sering, yang kaya akan air, natrium, kalium, dan bikarbonat. Kegagalan usus untuk menyerap cairan dan elektrolit secara adekuat, atau sekresi cairan yang berlebihan ke dalam lumen usus, menyebabkan kehilangan volume yang signifikan. Kedua, adanya demam memperburuk kondisi ini. Demam meningkatkan laju metabolisme tubuh dan menyebabkan kehilangan cairan yang tidak disadari (insensible water loss) melalui evaporasi dari kulit (keringat) dan saluran pernapasan. Setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1°C di atas 37°C dapat meningkatkan kehilangan cairan insensible sekitar 10-15%. Kombinasi antara kehilangan cairan gastrointestinal yang masif dan peningkatan kehilangan cairan akibat demam menciptakan defisit volume yang cepat dan signifikan.
Secara fisiologis, tubuh memiliki mekanisme kompensasi untuk mengatasi penurunan volume sirkulasi. Sistem saraf simpatis akan teraktivasi, menyebabkan peningkatan denyut jantung (takikardia) untuk mempertahankan curah jantung (cardiac output) meskipun volume sekuncup (stroke volume) menurun. Terjadi juga vasokonstriksi perifer untuk mengalihkan aliran darah dari organ yang kurang vital (seperti kulit dan otot) ke organ vital (otak, jantung, ginjal). Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS) juga diaktifkan. Penurunan aliran darah ke ginjal merangsang pelepasan renin, yang memicu produksi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat. Angiotensin II juga merangsang pelepasan aldosteron dari korteks adrenal, yang berfungsi menahan natrium dan air di ginjal. Selain itu, kelenjar pituitari posterior akan melepaskan Hormon Antidiuretik (ADH) yang meningkatkan reabsorpsi air di tubulus ginjal. Rasa haus juga akan terstimulasi untuk mendorong peningkatan asupan cairan.
Namun, jika kehilangan cairan terus berlanjut dan mekanisme kompensasi ini gagal atau tidak memadai, manifestasi klinis hipovolemia akan menjadi semakin jelas. Gejala dan tanda mayor yang sering muncul meliputi peningkatan frekuensi nadi yang teraba lemah, penurunan tekanan darah (hipotensi), terutama hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah saat berubah posisi dari berbaring ke duduk atau berdiri), penurunan turgor kulit (kulit yang dicubit tidak segera kembali ke posisi semula), serta membran mukosa yang kering (bibir, lidah, dan rongga mulut tampak kering). Pasien juga akan mengeluh merasa sangat haus dan lemah. Tanda minor lainnya termasuk penurunan produksi urine (oliguria), mata tampak cekung, dan pada kasus yang berat, dapat terjadi penurunan kesadaran, kebingungan, hingga syok hipovolemik. Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat yang ditandai dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat, dapat menyebabkan kerusakan organ multipel dan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, identifikasi dini dan manajemen yang agresif terhadap hipovolemia berdasarkan tanda-tanda klinis seperti diare dan demam adalah krusial dalam praktik keperawatan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.Kode SLKI: L.03028
Luaran yang Diharapkan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Status Cairan membaik dengan kriteria hasil sebagai berikut:
- Kekuatan nadi meningkat (dari lemah menjadi kuat).
- Turgor kulit membaik (elastisitas kulit kembali normal).
- Keluaran urine meningkat (menjadi normal, >0.5-1 mL/kgBB/jam).
- Kelembapan membran mukosa meningkat (tidak lagi kering).
- Frekuensi nadi menurun (kembali ke rentang normal sesuai usia).
- Tekanan darah membaik (kembali ke rentang normal sesuai usia).
- Perasaan lemah menurun.
- Rasa haus menurun.
- Suhu tubuh membaik (kembali ke rentang normal).
Kode SIKI: I.03116
Intervensi Utama: Manajemen Hipovolemia
Tindakan:
Observasi
- Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, mata cekung, perasaan lemah dan haus).
- Monitor intake dan output cairan secara ketat untuk menilai keseimbangan cairan.
- Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi, suhu) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi pasien.
Terapeutik
- Hitung kebutuhan cairan harian pasien berdasarkan berat badan dan kondisi klinis.
- Ber
-
Article No. 22564 | 02 Nov 2025
Klinis : DIARE SUDAH 6X
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: DIARE SUDAH 6X
Kode SDKI: D.0020
Definisi dan Deskripsi SDKI (500-1000 kata): Diare didefinisikan sebagai pengeluaran feses yang sering, lunak, dan tidak berbentuk. Kondisi ini merupakan salah satu masalah gastrointestinal yang paling umum ditemui dalam praktik klinis dan dapat menyerang individu dari segala usia, mulai dari bayi hingga lansia. Secara fisiologis, diare terjadi ketika ada gangguan pada proses normal pencernaan dan penyerapan air serta elektrolit di usus. Normalnya, usus besar menyerap sebagian besar air dari sisa makanan, menghasilkan feses yang padat dan berbentuk. Namun, pada kondisi diare, proses ini terganggu, menyebabkan feses menjadi cair dan volume meningkat. Frekuensi buang air besar yang dianggap sebagai diare adalah lebih dari tiga kali dalam 24 jam. Diare dapat diklasifikasikan menjadi akut, persisten, dan kronis. Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Diare persisten berlangsung antara 14 hingga 30 hari, sedangkan diare kronis berlangsung lebih dari 30 hari dan sering kali terkait dengan kondisi medis yang lebih kompleks seperti penyakit radang usus (inflammatory bowel disease), sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome), atau malabsorpsi.
Penyebab diare sangat bervariasi dan dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: fisiologis, psikologis, dan situasional. Dari segi fisiologis, penyebab yang paling umum adalah proses infeksi oleh mikroorganisme seperti Rotavirus, Norovirus, Escherichia coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, dan parasit seperti Giardia lamblia atau Cryptosporidium. Mikroorganisme ini dapat merusak lapisan mukosa usus, mengganggu fungsi penyerapan, dan memicu sekresi cairan yang berlebihan. Penyebab fisiologis lainnya termasuk inflamasi gastrointestinal seperti pada penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, malabsorpsi (misalnya, intoleransi laktosa atau penyakit celiac), dan iritasi gastrointestinal akibat konsumsi makanan tertentu.
Dari segi psikologis, ansietas dan tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi motilitas usus. Stres memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin, yang dapat mempercepat pergerakan usus (peristaltik), sehingga mengurangi waktu bagi usus untuk menyerap air dari feses. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa individu mengalami diare saat menghadapi situasi yang menegangkan atau cemas.
Penyebab situasional mencakup faktor eksternal yang memengaruhi sistem pencernaan. Terpapar kontaminan atau toksin dalam makanan dan minuman (keracunan makanan) adalah penyebab umum diare akut. Penyalahgunaan laksatif (obat pencahar) juga dapat menyebabkan diare karena obat ini bekerja dengan merangsang kontraksi usus atau menarik air ke dalam usus. Perubahan mendadak pada jenis makanan dan air, seperti yang sering dialami saat bepergian (traveler's diarrhea), juga dapat memicu diare karena sistem pencernaan perlu beradaptasi dengan bakteri atau mikroorganisme baru. Selain itu, beberapa program pengobatan, terutama antibiotik dan agen kemoterapi, dapat mengganggu keseimbangan flora normal usus dan menyebabkan diare sebagai efek samping.
Gejala dan tanda yang menyertai diare dibedakan menjadi mayor dan minor. Gejala mayor objektif adalah defekasi lebih dari tiga kali dalam 24 jam dengan konsistensi feses yang lembek atau cair. Gejala minor subjektif meliputi perasaan urgensi (dorongan kuat untuk buang air besar yang sulit ditahan) serta nyeri atau kram abdomen. Secara objektif, dapat ditemukan peningkatan frekuensi peristaltik dan bising usus yang hiperaktif saat auskultasi abdomen. Komplikasi paling serius dari diare, terutama jika berat atau berkepanjangan, adalah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (seperti hiponatremia dan hipokalemia). Tanda-tanda dehidrasi meliputi mulut kering, rasa haus yang hebat, penurunan produksi urin, mata cekung, dan penurunan turgor kulit. Pada kasus yang parah, dehidrasi dapat menyebabkan syok hipovolemik, gagal ginjal akut, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.Kode SLKI: L.04033
Luaran yang Diharapkan: Setelah diberikan intervensi keperawatan, diharapkan eliminasi fekal pasien membaik. Ekspektasi luaran adalah "Membaik", yang ditandai dengan kriteria hasil sebagai berikut: kontrol pengeluaran feses meningkat, konsistensi feses membaik (dari cair/lembek menjadi lunak/padat), frekuensi defekasi membaik (kembali ke pola normal pasien, kurang dari 3 kali sehari), dan peristaltik usus membaik. Selain itu, keluhan subjektif seperti nyeri abdomen dan kram abdomen diharapkan menurun secara signifikan. Tanda objektif seperti bising usus yang sebelumnya hiperaktif juga diharapkan membaik ke tingkat normal.
Kode SIKI: I.03119
Intervensi Utama: Intervensi utama yang dilakukan adalah Manajemen Diare. Tindakan ini mencakup serangkaian aktivitas observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaborasi untuk mengatasi diare dan mencegah komplikasinya.
Observasi:
1. Identifikasi penyebab diare (misalnya, riwayat makanan, penggunaan antibiotik, infeksi virus atau bakteri).
2. Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi tinja untuk mengevaluasi perkembangan kondisi.
3. Monitor tanda dan gejala hipovolemia (misalnya, frekuensi nadi meningkat, tekanan darah menurun, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, pengisian kapiler melambat).
4. Monitor iritasi dan ulserasi kulit di daerah perianal akibat frekuensi defekasi yang tinggi dan sifat feses yang asam.
5. Monitor jumlah pengeluaran diare untuk memperkirakan kehilangan cairan.
Terapeutik:
1. Berikan asupan cairan oral, seperti larutan garam gula atau oralit, untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
2. Pasang jalur intravena jika diperlukan untuk rehidrasi pada kasus dehidrasi sedang hingga berat atau jika pasien tidak dapat mentoleransi asupan oral.
3. Berikan cairan intravena sesuai indikasi (misalnya, Ringer Laktat, NaCl 0,9%).
4. Ambil sampel tinja untuk pemeriksaan kultur feses jika dicurigai adanya infeksi bakteri atau parasit.
Edukasi:Article No. 22566 | 02 Nov 2025
Klinis : MUAL MUNTAH 4X SEJAK TADI SIANG KEMBUNG (+) LEMAS (+) PUSING (+)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Mual dan Muntah (Nausea and Vomiting)
Kode ICD-10: R11
Deskripsi Singkat : Mual (nausea) adalah sensasi tidak nyaman di perut yang sering kali mendahului muntah. Muntah (vomiting atau emesis) adalah pengeluaran isi lambung secara paksa melalui mulut. Kondisi ini merupakan gejala umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi gastrointestinal (gastroenteritis), keracunan makanan, mabuk perjalanan, atau efek samping obat. Kode ICD-10 R11 digunakan untuk mengklasifikasikan gejala mual dan muntah ketika kondisi ini menjadi keluhan utama dan diagnosis definitif penyebabnya belum ditegakkan. Kode ini termasuk dalam kategori 'Gejala dan tanda yang berkaitan dengan sistem pencernaan dan abdomen'. Gejala penyerta seperti kembung, lemas, dan pusing yang dilaporkan pasien sering kali berhubungan langsung dengan episode mual dan muntah, yang dapat menyebabkan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22571 | 02 Nov 2025
Klinis : MUAL MUNTAH 4X SEJAK TADI SIANG KEMBUNG (+) LEMAS (+) PUSING (+)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gastroenteritis dan Kolik Akut yang Tidak Ditentukan
Kode ICD-10: A09 & R10.0
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada dugaan gastroenteritis (A09) yang disertai dengan kolik abdomen akut (R10.0). Gastroenteritis adalah peradangan pada lapisan lambung dan usus yang biasanya disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, atau parasit) atau konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi. Gejala utama yang dialami pasien, yaitu mual dan muntah berulang, merupakan respons tubuh untuk mengeluarkan patogen atau iritan. Sensasi kembung dan nyeri kolik (R10.0) terjadi akibat peningkatan gas, gangguan pergerakan usus (motilitas), dan spasme otot polos di saluran pencernaan. Gejala penyerta seperti lemas dan pusing sering kali disebabkan oleh dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit akibat kehilangan cairan dari muntah, serta kemungkinan asupan nutrisi yang kurang. Kode A09 digunakan untuk diagnosis klinis gastroenteritis yang tidak ditentukan penyebab pastinya (non-infeksius atau diduga infeksius), sementara R10.0 mengkodekan gejala nyeri perut tipe kolik yang spesifik. Kombinasi kode ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang presentasi klinis pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22572 | 02 Nov 2025
Klinis : Pasien usia 54 thn dengan keluhan : pusing , lemas, mual, hasil laboratorium hemoglobin 8.8, konjungtiva tampak anemis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Anemia
Kode ICD-10: D64.9
Deskripsi Singkat : Anemia adalah suatu kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal, menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Kode ICD-10 D64.9 mengacu pada Anemia, tidak ditentukan, yang digunakan ketika jenis anemia spesifik (seperti defisiensi besi, aplastik, atau hemolitik) belum dapat ditentukan berdasarkan informasi klinis yang tersedia. Gejala khas anemia, seperti yang dialami pasien ini, termasuk pusing, kelemahan (lemas), mual, dan tanda klinis seperti konjungtiva pucat (anemis) serta hasil laboratorium hemoglobin rendah (8.8 g/dL, jauh di bawah nilai normal). Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kehilangan darah kronis, produksi sel darah merah yang tidak adekuat, peningkatan penghancuran sel darah merah, atau defisiensi nutrisi. Penatalaksanaan dan pengobatan lebih lanjut sangat bergantung pada identifikasi penyebab pastinya melalui pemeriksaan diagnostik tambahan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22573 | 02 Nov 2025
Klinis : Pasien usia 54 thn dengan keluhan : pusing , lemas, mual, hasil laboratorium hemoglobin 8.8, konjungtiva tampak anemis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, yang dapat berdampak pada perfusi dan oksigenasi jaringan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan. Pernapasan dalam rentang normal, tidak ada keluhan sesak napas atau napas pendek, dan tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan. Kriteria hasil ini dicapai ketika pasien dapat mempertahankan pola pernapasan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh meskipun terjadi penurunan kapasitas pembawa oksigen dalam darah. Perawat akan memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, serta mendengarkan suara paru untuk memastikan tidak ada distress pernapasan. Pasien juga akan didorong untuk melakukan teknik pernapasan dalam dan posisi yang memudahkan pernapasan untuk meningkatkan pertukaran gas.
Kode SIKI: 3210
Deskripsi : Manajemen Anemia. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan yang komprehensif untuk mengatasi penyebab dan gejala anemia. Pertama, perawat akan memantau tanda-tanda vital, terutama denyut nadi dan pernapasan, serta tanda-taga klinis seperti konjungtiva pucat, kelemahan, dan pusing. Kedua, perawat akan mengatur dan memfasilitasi pemberian terapi yang diresepkan, seperti suplemen zat besi, vitamin B12, atau asam folat, serta memberikan edukasi yang mendalam tentang pentingnya kepatuhan dan manajemen efek samping (seperti mual atau konstipasi). Ketiga, perawat akan memberikan edukasi gizi dengan merekomendasikan diet kaya zat besi (seperti daging merah, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan), vitamin C (untuk meningkatkan penyerapan zat besi), serta menghindari penghambat penyerapan seperti teh atau kopi bersamaan dengan makan. Keempat, perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi, seperti istirahat yang cukup, mengatur prioritas aktivitas, dan menghindari kelelahan yang berlebihan. Kelima, perawat akan memberikan dukungan psikologis dan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi anemia, proses penyakit, pentingnya pemeriksaan lanjutan, dan tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis segera. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kadar hemoglobin, mengurangi gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Article No. 22574 | 02 Nov 2025
Klinis : pasien kurang terpapar informasi mengenai pola hidup sehat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Pengetahuan
Kode SDKI: 00261
Deskripsi Singkat: Defisit Pengetahuan adalah keadaan dimana seseorang atau kelompok mengalami kekurangan atau tidak adanya informasi kognitif yang berhubungan dengan kondisi kesehatan, prosedur, perawatan, atau pencegahan penyakit. Pada kondisi pasien yang kurang terpapar informasi mengenai pola hidup sehat, defisit pengetahuan menjadi diagnosa keperawatan yang tepat karena inti masalahnya adalah ketidaktahuan atau kesalahan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah timbulnya penyakit. Defisit ini bukan sekadar tidak tahu, tetapi juga mencakup ketidakmampuan untuk mengingat informasi, kurangnya keterampilan kognitif untuk memproses informasi, atau adanya informasi yang salah yang sudah tertanam sebelumnya. Perawat berperan penting dalam mengidentifikasi tingkat pengetahuan pasien, kesiapan belajar, serta hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran, seperti latar belakang budaya, keyakinan, tingkat pendidikan, dan keterbatasan ekonomi. Diagnosa ini menekankan bahwa pengetahuan adalah fondasi dari perilaku sehat, dan tanpa fondasi yang kuat, individu rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah. Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah untuk memampukan pasien memperoleh, memproses, dan memahami informasi kesehatan yang essensial sehingga dapat membuat keputusan yang tepat bagi kesehatannya sendiri.
Kode SLKI: 4328
Deskripsi : SLKI dengan kode 4328 adalah "Peningkatan Pengetahuan: Kesehatan". Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan ini adalah pasien akan mengalami peningkatan dalam hal pengetahuan terkait kesehatan, yang ditandai dengan kemampuannya untuk menyatakan pemahaman tentang kondisi kesehatannya, menjelaskan kembali informasi yang telah diberikan dengan bahasanya sendiri, mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatannya, serta mendemonstrasikan perilaku atau keterampilan hidup sehat yang sesuai. Peningkatan pengetahuan ini bersifat bertahap, mulai dari tingkat kognitif yang paling dasar seperti sekadar mengingat fakta, hingga ke tingkat yang lebih tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Indikator keberhasilan luaran ini dapat dilihat ketika pasien secara aktif bertanya tentang kesehatannya, dapat membedakan antara informasi kesehatan yang valid dan yang tidak, serta menunjukkan komitmen untuk mengadopsi pola hidup sehat seperti mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, mengelola stres, dan menghindari zat-zat berbahaya. Pencapaian luaran ini sangat penting karena pengetahuan yang memadai merupakan motivator utama bagi perubahan perilaku yang berkelanjutan. Perawat akan mengevaluasi luaran ini dengan mengobservasi perubahan perilaku pasien dan melalui tanya jawab untuk mengukur tingkat pemahamannya.
Kode SIKI: 5610
Deskripsi : SIKI dengan kode 5610 adalah "Edukasi Kesehatan". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan yang sistematis dan terencana untuk menyampaikan informasi dan mengajarkan keterampilan kepada pasien serta keluarganya agar mereka dapat mengambil peran aktif dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya. Edukasi kesehatan bukanlah sekadar memberikan selebaran atau ceramah, tetapi sebuah proses pembelajaran yang melibatkan asesmen kebutuhan belajar pasien, menetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur, memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai (seperti diskusi, demonstrasi, role-play, atau video), serta mengevaluasi hasil pembelajaran. Dalam konteks defisit pengetahuan tentang pola hidup sehat, perawat akan memberikan edukasi yang komprehensif yang mencakup komponen-komponen seperti pentingnya gizi seimbang dan cara membaca label makanan, manfaat aktivitas fisik rutin dan jenis olahraga yang sesuai, teknik manajemen stres, pentingnya tidur yang cukup, bahaya merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, serta langkah-langkah pencegahan penyakit menular. Perawat juga harus memastikan bahwa informasi yang diberikan mudah dipahami, dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan menghindari istilah-istilah medis yang kompleks. Selain itu, lingkungan pembelajaran harus nyaman dan mendukung, memungkinkan pasien untuk merasa aman dalam bertanya dan mengungkapkan ketidaktahuannya. Tindak lanjut dari edukasi ini juga sangat krusial untuk memastikan retensi informasi dan penerapannya dalam jangka panjang, sehingga perawat mungkin perlu menjadwalkan sesi edukasi ulang atau memberikan penguatan positif atas kemajuan yang telah dicapai oleh pasien.
Article No. 22575 | 02 Nov 2025
Klinis : pasien kurang terpapar informasi mengenai pola hidup sehat
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kurangnya Pemahaman tentang Pola Hidup Sehat
Kode ICD-10: Z71.3
Deskripsi Singkat : Kode Z71.3 mengacu pada "Konseling dan bimbingan lainnya mengenai diet" dan digunakan dalam situasi di mana seorang pasien mencari nasihat medis karena kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang praktik hidup sehat, termasuk pola makan dan nutrisi. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah faktor yang memengaruhi status kesehatan. Hal ini menggambarkan keadaan di mana individu tidak memiliki akses atau terpapar informasi yang memadai untuk menerapkan perilaku sehat, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, atau menghindari zat berbahaya. Kurangnya informasi ini dapat menjadi faktor risiko untuk berkembangnya berbagai masalah kesehatan kronis di kemudian hari, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Dalam konteks rekam medis, kode ini menandakan alasan pertemuan konsultasi, yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan intervensi pencegahan. Penggunaan kode ini membantu dalam melacak kebutuhan edukasi pasien dan perencanaan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih luas, dengan fokus pada pencegahan penyakit melalui promosi kesehatan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22542 | 01 Nov 2025
Klinis : nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0077
Definisi dan Deskripsi SDKI (500-1000 kata): Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Nyeri akut merupakan sinyal peringatan biologis yang esensial, menandakan adanya cedera atau penyakit pada tubuh. Fungsinya adalah untuk memotivasi individu agar menarik diri dari stimulus berbahaya, melindungi area yang cedera saat proses penyembuhan, dan menghindari aktivitas serupa di masa depan. Berbeda dengan nyeri kronis yang seringkali kehilangan fungsi protektifnya dan menjadi penyakit itu sendiri, nyeri akut memiliki hubungan yang jelas dengan stimulus penyebab dan durasinya terbatas, umumnya akan mereda seiring dengan penyembuhan jaringan yang rusak.
Penyebab nyeri akut sangat bervariasi dan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama. Pertama, agen pencedera fisiologis, yang mencakup proses internal tubuh seperti inflamasi (peradangan), iskemia (kekurangan suplai darah ke jaringan), dan neoplasma (pertumbuhan jaringan abnormal atau tumor). Proses-proses ini melepaskan mediator kimia seperti prostaglandin, bradikinin, dan histamin yang merangsang reseptor nyeri (nosiseptor). Kedua, agen pencedera kimiawi, yang berasal dari paparan eksternal terhadap zat-zat iritan, seperti luka bakar akibat bahan kimia atau kontak dengan zat korosif. Ketiga, agen pencedera fisik, yang merupakan penyebab paling umum, meliputi trauma mekanis seperti abses, amputasi, luka bakar termal, prosedur bedah, dan cedera fisik lainnya. Setiap agen ini menyebabkan kerusakan sel, yang memicu kaskade respons fisiologis yang dipersepsikan sebagai nyeri.
Manifestasi klinis dari nyeri akut dapat diamati melalui gejala dan tanda mayor serta minor. Gejala mayor bersifat lebih konsisten dan sering ditemukan. Secara subjektif, pasien akan secara verbal mengeluh nyeri. Ini adalah indikator paling andal dan harus selalu menjadi prioritas dalam pengkajian. Secara objektif, perawat dapat mengobservasi tanda-tanda non-verbal seperti pasien tampak meringis, menunjukkan sikap protektif (misalnya, menjaga bagian tubuh yang sakit, menghindari gerakan, atau mengambil posisi tertentu untuk mengurangi nyeri), tampak gelisah, dan mengalami peningkatan frekuensi nadi. Kesulitan tidur juga merupakan tanda objektif yang umum karena nyeri mengganggu siklus istirahat normal.
Gejala dan tanda minor bersifat lebih bervariasi dan mungkin tidak selalu ada pada setiap individu. Tanda-tanda objektif minor meliputi peningkatan tekanan darah, perubahan pola napas (misalnya, napas dangkal dan cepat), perubahan nafsu makan, gangguan proses berpikir (sulit berkonsentrasi), kecenderungan untuk menarik diri dari interaksi sosial, fokus yang berlebihan pada diri sendiri dan rasa sakitnya, serta diaforesis (berkeringat). Pengkajian yang komprehensif menggunakan alat ukur yang valid seperti skala numerik (0-10), skala wajah (Wong-Baker FACES), atau pengkajian PQRST (Provokes, Quality, Radiates, Severity, Time) sangat penting untuk mengkuantifikasi dan memahami karakteristik nyeri yang dialami pasien.
Nyeri akut yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Secara fisiologis, respons stres yang diaktifkan oleh nyeri dapat menyebabkan takikardia, hipertensi, peningkatan konsumsi oksigen miokard, dan hiperglikemia. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan luka, meningkatkan risiko infeksi, dan memicu komplikasi kardiovaskular. Secara psikologis, nyeri dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan perasaan tidak berdaya. Imobilitas akibat nyeri dapat menyebabkan komplikasi sekunder seperti trombosis vena dalam (DVT), atelektasis, dan pneumonia. Oleh karena itu, manajemen nyeri akut yang efektif bukan hanya tentang kenyamanan pasien, tetapi juga merupakan komponen krusial dalam mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Kondisi klinis yang sering terkait dengan nyeri akut antara lain adalah kondisi pasca-pembedahan, cedera traumatis, infeksi akut, sindrom koroner akut, dan glaukoma.Kode SLKI: L.08066
Luaran yang Diharapkan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Tingkat Nyeri menurun dengan kriteria hasil sebagai berikut:
- Kemampuan menuntaskan aktivitas meningkat.
- Keluhan nyeri menurun.
- Meringis menurun.
- Sikap protektif menurun.
- Gelisah menurun.
- Kesulitan tidur menurun.
- Frekuensi nadi membaik.
- Pola napas membaik.
- Tekanan darah membaik.
- Fokus membaik.
Kode SIKI: I.08238
Intervensi Utama: Manajemen Nyeri
Observasi:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri.
- Identifikasi skala nyeri yang sesuai (misalnya, numerik, wajah).
- Identifikasi respons nyeri non-verbal.
- Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
- Monitor efek samping penggunaan analgesik.
Terapeutik:
- Berikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (misalnya, teknik relaksasi napas dalam, distraksi, kompres hangat/dingin, terapi pijat).
- Kontrol lingkungan yang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282