Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22583 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa media PDA BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi dengan PDA, BB 3500 gram, dan refleks menghisap melemah
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Asupan nutrisi oral adekuat, ditunjukkan dengan kemampuan menghisap dan menelan yang efektif serta peningkatan berat badan sesuai dengan pertumbuhan yang diharapkan. 2) Tanda-tanda klinis dehidrasi tidak ada, seperti turgor kulit elastis, mukosa bibir lembab, dan produksi urin adekuat. 3) Keluarga atau pengasuh mampu mendemonstrasikan teknik pemberian nutrisi yang tepat dan memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan penutupan duktus. 4) Nilai antropometri (seperti berat badan) berada dalam rentang yang diharapkan untuk usia dan kondisi. 5) Bayi menunjukkan tanda-tanda kenyang dan puas setelah menyusu. Pencapaian hasil ini sangat krusial pada bayi dengan PDA dan refleks menghisap yang melemah, karena status nutrisi yang baik mendukung kekuatan secara keseluruhan, fungsi jantung, dan proses penyembuhan.
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1 - B.1.1.1.1.10
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi gangguan nutrisi pada bayi ini memerlukan pendekatan yang komprehensif dan hati-hati. Pertama, lakukan pemantauan asupan dan output cairan secara ketat setiap 2-4 jam, termasuk menimbang popok untuk mengukur output urin, yang menjadi indikator penting hidrasi dan fungsi ginjal. Kedua, lakukan penimbangan berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan pada waktu yang konsisten untuk mendeteksi perubahan yang halus sekalipun. Ketiga, kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis nutrisi yang tepat, yang mungkin memerlukan fortifikasi ASI atau penggunaan formula khusus berkalori tinggi untuk memaksimalkan asupan nutrisi dengan volume yang tidak membebani jantung. Keempat, berikan nutrisi dengan teknik pemberian makan yang khusus, seperti menyendawakan bayi lebih sering (setiap 10-15 ml susu), menggunakan dot dengan aliran yang lebih lambat untuk mencegah kelelahan menghisap, dan memposisikan bayi setengah duduk (head elevated) selama dan setelah makan untuk mengurangi risiko aspirasi dan memudahkan proses menelan. Kelima, lakukan stimulasi oral non-nutrisi sebelum pemberian makan, seperti memijat pipi dan daerah sekitar mulut, untuk memicu refleks menghisap. Keenam, jika asupan oral tidak adekuat, kolaborasi untuk pemasangan dan pemeliharaan selang nasogastrik (NGT) untuk pemberian nutrisi enteral, pastikan posisi selang benar sebelum pemberian dan berikan susu secara perlahan dengan pompa syringe atau infus untuk toleransi yang baik. Ketujuh, pantau tanda-tanda intoleransi nutrisi seperti muntah, distensi abdomen, atau sisa lambung yang banyak sebelum pemberian makan berikutnya. Kedelapan, berikan edukasi dan dukungan emosional kepada orang tua mengenai kondisi bayi, pentingnya nutrisi, dan cara-cara untuk merangsang makan, serta melibatkan mereka dalam perawatan sebanyak mungkin untuk meningkatkan ikatan dan mengurangi kecemasan. Kesembilan, pantau tanda-tanda gagal jantung yang dapat memperburuk intake nutrisi, seperti takipnea, retraksi, dan diaforesis selama menyusu. Kesepuluh, dokumentasikan secara rinci semua intervensi, respons bayi, dan perkembangan status nutrisi untuk evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana keperawatan.
-
Article No. 22584 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa media PDA BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah serta di berikan nutrisi lewat OGT
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Bayi dengan PDA
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada bayi dengan Patent Ductus Arteriosus (PDA) yang disertai refleks menghisap melemah, kondisi ini menjadi sangat krusial. PDA menyebabkan terjadinya shunt dari kiri ke kanan, dimana darah yang kaya oksigen dari aorta dialirkan kembali ke arteri pulmonalis. Hal ini memaksa jantung, khususnya ventrikel kiri, untuk bekerja lebih keras guna mempertahankan sirkulasi sistemik yang adekuat. Peningkatan beban kerja jantung ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan energi dan kalori bayi. Sementara di sisi lain, kondisi hemodinamik yang tidak stabil serta kelemahan umum yang dialami bayi dapat menyebabkan refleks menghisap melemah. Kombinasi dari peningkatan kebutuhan kalori dan penurunan kemampuan asupan oral ini menciptakan situasi di mana asupan nutrisi menjadi sangat tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh, sehingga bayi berisiko tinggi mengalami gagal tumbuh, penurunan berat badan, dan gangguan perkembangan. Pemberian nutrisi via OGT (Oral Gastric Tube) dalam konteks ini merupakan intervensi untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, sekaligus menjadi penanda klinis bahwa bayi tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya secara mandiri melalui penghisapan.
Kode SLKI: B.1.1.1
Deskripsi : SLKI dengan kode B.1.1.1 berfokus pada Manajemen Nutrisi. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi secara optimal guna mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan proses penyembuhan. Pada bayi dengan PDA dan refleks menghisap yang melemah, manajemen nutrisi menjadi sangat kompleks dan memerlukan pendekatan yang cermat. Standar luaran yang diharapkan meliputi tercapainya asupan kalori dan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) serta mikro (vitamin dan mineral) yang sesuai dengan kebutuhan metabolik tinggi akibat kondisi jantungnya. Pertumbuhan bayi harus dipantau secara ketat dengan parameter seperti berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala yang menunjukkan tren yang sesuai dengan kurva pertumbuhan. Secara spesifik, luaran yang diharapkan adalah bayi menunjukkan kenaikan berat badan yang adekuat tanpa disertai tanda-tanda distress pernapasan yang memberat akibat pemberian volume cairan, tercapainya status hidrasi yang baik (ditandai dengan turgor kulit elastis, produksi urin adekuat), serta tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi seperti letargi berlebihan atau kulit yang kering. Pencapaian SLKI ini sangat bergantung pada keberhasilan pemberian nutrisi enteral via OGT, pemantauan toleransi pemberian (seperti tidak adanya muntah, distensi abdomen, atau sisa lambung yang berlebihan), dan penyesuaian formula nutrisi berdasarkan respon klinis bayi.
Kode SIKI: B.1.1.1.1 - B.1.1.1.10 (Contoh Penerapan)
Deskripsi : SIKI merupakan tindakan keperawatan spesifik yang dilakukan untuk mencapai SLKI. Dalam menangani gangguan nutrisi pada bayi PDA dengan OGT, serangkaian SIKI diterapkan secara sistematis. Pertama, **Pengkajian Kebutuhan Nutrisi (B.1.1.1.1)** dilakukan dengan menghitung kebutuhan kalori berdasarkan berat badan, usia, dan kondisi stres metabolik akibat PDA. Perawat juga mengkaji kemampuan menghisap dan menelan untuk mendokumentasikan derajat ketergantungan pada OGT. Kedua, **Kolaborasi Pemberian Nutrisi Enteral (B.1.1.1.3)** adalah inti dari intervensi. Perawat memastikan pemasangan OGT pada posisi yang benar sebelum setiap pemberian makan, menghitung dan menyiapkan formula dengan komposisi dan volume yang telah ditentukan, serta memberikan nutrisi secara bolus atau kontinu dengan kecepatan yang aman untuk mencegah aspirasi dan intoleransi. Ketiga, **Memantau Toleransi Nutrisi (B.1.1.1.4)** dilakukan dengan ketat sebelum setiap pemberian makan dengan mengaspirasi lambung untuk memeriksa residual. Jika residual tinggi, pemberian makan mungkin perlu ditunda dan dokter diberi tahu. Perawat juga memantau tanda-tanda intoleransi seperti muntah, distensi abdomen, diare, atau konstipasi. Keempat, **Memantau Keseimbangan Cairan (B.1.1.1.5)** sangat penting karena bayi dengan PDA rentan terhadap gagal jantung dan overload cairan. Perawat mencatat secara akurat intake (termasuk nutrisi enteral dan cairan IV) dan output (popok basah), serta memantau tanda-tanda vital dan status hidrasi. Kelima, **Memantau Berat Badan (B.1.1.1.6)** dilakukan secara teratur (biasanya setiap hari atau sesuai protokol) untuk mengevaluasi efektivitas terapi nutrisi. Keenam, **Manajemen Pemberian Oksigen (B.1.1.1.9)** mungkin diperlukan karena pemberian makan dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan kerja napas. Memastikan saturasi oksigen dalam batas normal selama dan setelah pemberian makan adalah prioritas. Terakhir, **Edukasi Orang Tua (B.1.1.1.10)** tentang kondisi bayi, pentingnya nutrisi, dan perawatan OGT di rumah jika diperlukan, merupakan bagian integral dari perawatan untuk mempersiapkan keluarga. Semua intervensi ini dilakukan secara terintegrasi, dinamis, dan didokumentasikan dengan baik untuk memastikan bayi mendapatkan dukungan nutrisi yang optimal dalam kondisi kritisnya.
-
Article No. 22585 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan BB 3500 dan refleks menghisap bayi lemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi dengan BB 3500 dan refleks menghisap bayi lemah
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Status nutrisi membaik dengan kriteria hasil: asupan nutrisi dan cairan adekuat sesuai kebutuhan, peningkatan berat badan sesuai usia dan kondisi, serta tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau malnutrisi. Secara spesifik, bayi akan menunjukkan peningkatan kemampuan menghisap yang efektif, mampu menyusu dengan durasi dan frekuensi yang cukup, serta menunjukkan tanda-tanda kenyang dan kepuasan setelah menyusu. Berat badan bayi diharapkan dapat dipertahankan atau meningkat mengikuti kurva pertumbuhan yang diharapkan, dengan tanda-tanda hidrasi yang baik seperti kulit elastis, mukosa bibir lembab, dan produksi urin yang cukup (sekitar 6 popok basah per hari). Bayi juga akan menunjukkan tingkat kesadaran dan aktivitas yang sesuai dengan usianya, serta tidak rewel akibat kelaparan.
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1 - B.1.1.1.1.10 (Beberapa intervensi yang relevan)
Deskripsi : Manajemen pemberian nutrisi pada bayi dengan refleks menghisap lemah memerlukan pendekatan yang komprehensif dan hati-hati. Intervensi keperawatan dimulai dengan Memantau asupan dan output cairan (B.1.1.1.1.1) secara ketat, termasuk menimbang bayi sebelum dan sesudah menyusu untuk memperkirakan asupan ASI, serta menghitung jumlah popok basah untuk menilai status hidrasi. Perawat kemudian melakukan Manajemen Menyusui (B.1.1.1.1.2) dengan memfasilitasi posisi menyusui yang benar (pelekatan yang dalam dan efektif), menyusui dengan frekuensi yang lebih sering (setiap 2-3 jam atau on demand), dan memijat payudara selama menyusui untuk meningkatkan aliran ASI. Jika bayi menunjukkan kelelahan, teknik "switch nursing" (berganti payudara) dapat diterapkan untuk menjaga bayi tetap terjaga dan merangsang refleks menghisap. Intervensi kunci berikutnya adalah Dukungan Pemberian Makan (B.1.1.1.1.3), yang mungkin melibatkan pemberian ASI perah atau suplementasi menggunakan metode alternatif yang aman seperti sendi, cangkir, atau pipet untuk menghindari bingung puting, sambil terus mendorong dan melatih bayi untuk menyusu langsung di payudara. Edukasi (B.1.1.1.1.4) kepada orang tua, terutama ibu, merupakan pilar utama. Perawat mendemonstrasikan teknik menyusui yang benar, cara memerah dan menyimpan ASI, serta mengenali tanda-tanda bayi cukup ASI dan tanda bahaya seperti dehidrasi. Orang tua juga diedukasi tentang pentingnya kontak kulit ke kulit untuk menenangkan bayi dan merangsang insting menyusu. Manajemen Laktasi (B.1.1.1.1.5) dilakukan dengan mendorinkan ibu untuk memerah ASI secara teratur (setiap 3 jam) untuk menjaga dan meningkatkan produksi ASI, serta memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan ibu yang dapat mempengaruhi refleks let-down. Pemantauan Tanda-Tanda Vital dan Antropometri (B.1.1.1.1.6) seperti suhu, denyut nadi, dan yang terpenting adalah penimbangan berat badan serial untuk mengevaluasi trend pertumbuhan merupakan tindakan rutin. Konsultasi dan Kolaborasi (B.1.1.1.1.7) dengan konsultan laktasi, dokter anak, atau ahli gizi sangat penting jika tidak ada perbaikan, untuk mengevaluasi kemungkinan penyebab medis lain dari refleks menghisap yang lemah (seperti ikterus, infeksi, atau masalah neurologis) dan menentukan kebutuhan suplementasi formula secara medis. Manajemen Kelelahan (B.1.1.1.1.8) pada bayi dengan membatasi stimulus lingkungan yang berlebihan, memastikan lingkungan yang tenang dan nyaman selama menyusui, serta membangunkan bayi dengan lembut untuk menyusu. Perawatan Mulut (B.1.1.1.1.9) dilakukan sebelum menyusui untuk merangsang area oral, misalnya dengan memijat lembut pipi dan daerah sekitar mulut. Terakhir, Dukungan Emosional (B.1.1.1.1.10) diberikan secara terus-menerus kepada orang tua dengan memberikan reinforcement positif, mendengarkan keluh kesah mereka, dan meyakinkan mereka bahwa dengan penanganan yang tepat, kondisi bayi dapat membaik.
-
Article No. 22586 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi BB 3500 dan refleks menghisap bayi lemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Bayi Baru Lahir
Kode SDKI: B.1.2.1
Deskripsi Singkat: Gangguan pemenuhan nutrisi adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada kasus bayi dengan berat badan 3500 gram dan refleks menghisap yang lemah, gangguan ini bersifat aktual. Meskipun berat badan lahir termasuk normal (bukan BBLR), kelemahan refleks menghisap merupakan hambatan mekanis utama yang secara langsung mengganggu proses intake nutrisi. Bayi tidak dapat mengkoordinasikan gerakan menghisap, menelan, dan bernapas dengan efektif, sehingga volume ASI atau susu formula yang masuk tidak mencukupi kebutuhan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan fungsi tubuh. Hal ini berisiko menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, dehidrasi, hipoglikemia, dan ikterus, yang dapat membahayakan perkembangan neurologis jangka panjang. Faktor penyebabnya adalah neurologis atau neuromuskular, yang mempengaruhi kekuatan dan koordinasi otot-otot oral. Diagnosa ini menekankan pada konsekuensi fisiologis dari ketidakmampuan bayi untuk mengonsumsi nutrisi secara adekuat, terlepas dari ketersediaan nutrisi itu sendiri.
Kode SLKI: B.1.2.1.1
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan pemenuhan nutrisi pada bayi dengan refleks menghisap lemah dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda klinis kekurangan nutrisi dan dehidrasi, seperti penurunan berat badan, jumlah popok basah, fontanel cekung, serta tanda hipoglikemia seperti letargi dan gemetar. Perawat bertanggung jawab untuk memfasilitasi pemberian nutrisi yang aman dan efektif, yang dapat mencakup menyusui dengan posisi yang benar dan teknik pelekatan yang optimal jika memungkinkan, atau memberikan susu dengan metode alternatif seperti cangkir, sendok, pipet, atau sonde lambung (NGT) jika menghisap langsung tidak berhasil. Pemberian nutrisi melalui NGT memastikan asupan kalori yang tepat dan terukur. Sebelum dan sesudah pemberian makan, kondisi bayi dinilai untuk kesiapan dan tanda-tanda distress. Perawat juga berperan dalam memberikan edukasi dan dukungan emosional yang komprehensif kepada orang tua. Edukasi mencakup teknik pemberian makan alternatif, tanda-tanda bayi kenyang atau masih lapar, serta pentingnya nutrisi untuk tumbuh kembang. Orang tua dilatih dan didorong untuk terlibat langsung dalam proses pemberian makan untuk meningkatkan ikatan (bonding) dan rasa percaya diri mereka. Selain itu, perawat melakukan stimulasi oral non-nutritif, seperti memijat pipi dan daerah sekitar mulut, untuk merangsang refleks menghisap. Kolaborasi dengan konsultan laktasi, dokter anak, dan ahli gizi sangat penting untuk mengevaluasi kemajuan, menyesuaikan rencana nutrisi, dan menangani penyebab mendasar dari kelemahan refleks menghisap tersebut.
Kode SIKI: B.1.2.1.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah bayi menunjukkan peningkatan asupan nutrisi yang adekuat sesuai kebutuhan metabolik dan tumbuh kembangnya. Hal ini dapat diukur melalui parameter objektif seperti berat badan bayi yang stabil dan mulai mengalami peningkatan sesuai dengan kurva pertumbuhan yang diharapkan, tanpa penurunan berat badan yang signifikan dari berat lahir. Bayi menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang baik, ditandai dengan produksi urine yang adekuat (sekitar 6-8 popok basah per hari) dan kulit serta membran mukosa yang lembap. Dari segi perilaku, bayi menunjukkan tanda-tanda kepuasan setelah menyusu, seperti tertidur dengan tenang, tidak rewel, dan interval menyusu yang teratur. Refleks menghisap bayi mengalami perbaikan, terlihat dari kekuatan dan durasi menghisap yang meningkat selama proses menyusui langsung atau melalui botol. Orang tua secara aktif dan percaya diri terlibat dalam proses pemberian makan, mampu mendemonstrasikan teknik pemberian makan alternatif dengan benar, serta dapat mengidentifikasi tanda-tanda bayi lapar dan kenyang. Selain itu, orang tua melaporkan penurunan tingkat kecemasan mereka terkait pemberian nutrisi pada bayi dan memahami rencana perawatan yang berkelanjutan. Yang terpenting, tidak terjadi komplikasi terkait nutrisi seperti hipoglikemia berat, dehidrasi, atau malnutrisi, yang menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil dalam mempertahankan homeostasis fisiologis bayi.
-
Article No. 22587 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi BB 3500 dan refleks menghisap bayi lemah dan tidak ada tanda tanda kekurangan nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Pemberian ASI
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Pemberian ASI adalah keadaan di mana seorang bayi mengalami kesulitan dalam menghisap atau menerima ASI secara adekuat dari payudara ibu, yang dapat mengakibatkan asupan nutrisi yang tidak optimal. Pada kasus ini, fokus utamanya adalah pada kemampuan bayi itu sendiri, yaitu refleks menghisap yang lemah, meskipun tidak ada tanda-tanda kekurangan nutrisi yang jelas saat ini. Hal ini menunjukkan suatu masalah potensial atau risiko yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah nutrisi yang lebih serius. Diagnosa ini menekankan pada proses pemberian makan yang terganggu, bukan pada status nutrisi bayi. Bayi dengan berat badan 3500 gram mungkin masih dalam rentang normal untuk bayi baru lahir, namun refleks menghisap yang lemah merupakan ancaman terhadap kemampuan mempertahankan atau meningkatkan berat badan tersebut secara optimal. Diagnosa ini memandang perawat untuk melakukan intervensi yang bertujuan meningkatkan keefektifan proses menyusui, melindungi bayi dari risiko malnutrisi, dehidrasi, dan kegagalan tumbuh kembang, serta memberikan dukungan dan edukasi kepada orang tua dalam mengatasi tantangan ini.
Kode SLKI: 2009
Deskripsi : SLKI 2009 berfokus pada upaya meningkatkan keefektifan pemberian ASI. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan ini adalah agar bayi dapat menerima ASI secara adekuat sesuai kebutuhannya, yang ditandai dengan beberapa kriteria hasil yang terukur. Pertama, bayi menunjukkan kemampuan menghisap dan menelan yang kuat dan terkoordinasi. Ini berarti gerakan menghisap bayi menjadi lebih berirama, kuat, dan disinkronkan dengan proses menelan, bukan lagi lemah dan tidak efektif. Kedua, bayi menunjukkan tanda-tanda kepuasan setelah menyusu, seperti tertidur pulas, tangan yang relaks (tidak mengepal), dan tidak rewel. Ketiga, terdapat bukti keluarnya ASI yang adekuat, yang dapat dilihat dari bayi yang aktif menelan selama menyusu dan ibu yang merasakan sensasi let-down reflex. Keempat, bayi mampu menempel (latch on) dengan benar ke payudara ibu, di mana mulut bayi terbuka lebar, menutupi sebagian besar areola, bibir bawah terbuka keluar, dan dagu menempel pada payudara. Kelima, frekuensi menyusu menjadi teratur, biasanya 8-12 kali dalam 24 jam. Keenam, output bayi memadai, ditunjukkan dengan popok basah minimal 6 kali sehari dan buang air besar beberapa kali sehari (pada bayi baru lahir) yang konsistensinya normal. Pencapaian kriteria-kriteria ini menunjukkan bahwa masalah ketidakefektifan pemberian ASI telah teratasi.
Kode SIKI: 4027
Deskripsi : SIKI 4023 mencakup serangkaian intervensi keperawatan yang spesifik dan terencana untuk menangani ketidakefektifan pemberian ASI. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat terhadap status hidrasi dan nutrisi bayi, termasuk memantau berat badan, frekuensi buang air kecil dan besar, serta tanda-tanda dehidrasi. Perawat akan mengajarkan dan membantu ibu serta bayi untuk mencapai pelekatan (latch) yang benar, yang merupakan kunci keberhasilan menyusui. Ini mungkin melibatkan demonstrasi berbagai posisi menyusui (seperti posisi cradle, football hold, atau side-lying) untuk menemukan posisi yang paling nyaman dan efektif bagi ibu dan bayi. Untuk merangsang refleks menghisap yang lemah, perawat dapat melakukan stimulasi, seperti mengusap pipi bayi atau memberikan sentuhan pada langit-langit mulut. Teknik "breast compression" (memijat payudara saat bayi menyusu) dapat diajarkan kepada ibu untuk meningkatkan aliran ASI dan mendorong bayi untuk terus aktif menghisap. Jika diperlukan, perawat dapat merekomendasikan atau membantu dalam pemberian ASI perah menggunakan sendok, cangkir, atau pipet untuk memastikan asupan nutrisi bayi terpenuhi sambil terus melatih kemampuannya menghisap langsung dari payudara. Dukungan dan edukasi kepada orang tua sangat krusial; perawat akan memberikan penjelasan tentang pentingnya menyusui yang efektif, teknik-teknik yang benar, serta cara mengenali tanda bayi cukup ASI. Perawat juga akan mendukung ibu secara psikologis, mengurangi kecemasannya, dan memastikan ibu dalam kondisi nyaman dan rileks selama menyusui karena stres dapat mempengaruhi produksi ASI dan proses menyusui. Kolaborasi dengan konsultan laktasi juga merupakan intervensi penting jika masalah tidak kunjung teratasi. Semua intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi perkembangannya secara berkala.
-
Article No. 22588 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa medis PDA, BB 3500 dan refleks menghisap bayi lemah dan tidak ada tanda tanda kekurangan nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi didefinisikan sebagai keadaan di mana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada bayi dengan Patent Ductus Arteriosus (PDA), gangguan ini sangat relevan meskipun belum tampak tanda-tanda kekurangan nutrisi yang jelas. PDA adalah kondisi dimana ductus arteriosus, pembuluh darah yang normalnya menutup setelah kelahiran, tetap terbuka. Hal ini menyebabkan terjadinya shunt aliran darah dari aorta (sistemik) ke arteri pulmonalis (paru). Dampak fisiologisnya adalah peningkatan kerja jantung dan beban volume pada ventrikel kiri, karena jantung harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan sistemik sekaligus mengkompensasi aliran yang bocor ke paru-paru. Peningkatan kerja jantung ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan energi dan kalori (Resting Energy Expenditure/REE) bayi. Akibatnya, meskipun asupan nutrisi mungkin tampak "normal" atau cukup untuk bayi sehat, pada bayi dengan PDA, asupan tersebut menjadi tidak adekuat karena kebutuhan metaboliknya yang jauh lebih tinggi. Ditambah dengan refleks menghisap yang lemah, yang secara langsung membatasi kemampuan bayi untuk mengonsumsi volume susu yang cukup, maka risiko defisit nutrisi menjadi sangat nyata. Tubuh bayi akan mulai menggunakan cadangan lemak dan protein untuk energi, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, diagnosis ini ditegakkan berdasarkan analisis terhadap peningkatan kebutuhan (karena PDA) dan hambatan asupan (karena refleks menghisap lemah), yang bersama-sama menciptakan kerentanan terhadap ketidakseimbangan nutrisi sebelum tanda-tanda klinis seperti penurunan berat badan atau kurus secara nyata muncul.
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada bayi dengan PDA dan refleks menghisap lemah memerlukan pendekatan yang komprehensif dan individual. Tujuan utamanya adalah memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang tinggi dan mendukung pertumbuhan. Pertama, perawat harus melakukan pemantauan ketat terhadap berat badan, lingkar kepala, dan panjang badan bayi setiap hari untuk mendeteksi secara dini kegagalan tumbuh kembang. Pemberian nutrisi harus dilakukan dengan strategi khusus, seperti menyusui atau memberikan susu dengan frekuensi yang lebih sering namun dalam volume kecil (small frequent feeding) untuk mengurangi kelelahan saat menghisap dan memaksimalkan asupan total harian. Jika refleks menghisap sangat lemah sehingga asupan oral tidak mencukupi, perawat perlu berkolaborasi dengan dokter untuk memberikan nutrisi enteral melalui selang nasogastrik (NGT) baik sebagai suplementasi maupun sebagai pemberian utama. Posisi bayi saat menyusu atau diberi makan harus diperhatikan, biasanya dengan posisi setengah duduk atau tegak untuk meminimalkan risiko aspirasi dan mengurangi kerja pernapasan. Perawat juga bertanggung jawab untuk memastikan lingkungan yang tenang dan nyaman selama pemberian makan agar bayi tidak mudah teralihkan dan tidak membuang energi secara berlebihan. Edukasi dan dukungan kepada orang tua merupakan komponen SLKI yang sangat krusial. Perawat harus mengajarkan orang tua tentang teknik menyusui yang efektif, tanda-tanda bayi lelah, cara memantau kecukupan asupan (misalnya dari frekuensi BAK dan BAB), serta pentingnya istirahat yang cukup bagi bayi. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan status nutrisi bayi.
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah tercapainya pemenuhan kebutuhan nutrisi yang optimal. Secara spesifik, hasil ini dapat diukur melalui beberapa indikator. Pertama, dari segi antropometri, bayi menunjukkan pola pertumbuhan yang adekuat sesuai dengan kurva pertumbuhan, ditandai dengan kenaikan berat badan yang stabil dan proporsional, bukan sekadar mempertahankan berat badan. Lingkar kepala dan panjang badan juga meningkat sesuai usia gestasi. Kedua, dari segi asupan, bayi mampu menghabiskan volume susu yang ditargetkan sesuai rencana nutrisi, baik secara oral maupun melalui NGT, tanpa menunjukkan tanda-tanda distress seperti sianosis, takipnea, atau kelelahan yang berlebihan. Refleks menghisap menunjukkan perbaikan, menjadi lebih kuat dan terkoordinasi dengan proses menelan. Ketiga, dari segi eliminasi, bayi memiliki frekuensi buang air kecil minimal 6 kali per hari dengan urine yang jernih atau kuning pucat, serta pola buang air besar yang konsisten, yang menunjukkan hidrasi dan proses pencernaan yang baik. Keempat, secara klinis, tanda-tanda vital bayi stabil, terutama frekuensi jantung dan pernapasan yang tidak terlalu tinggi akibat aktivitas makan. Bayi juga menunjukkan tanda-tanda kepuasan setelah makan, seperti tertidur dengan nyenyak dan lebih tenang. Orang tua secara aktif terlibat dalam proses pemberian makan, mampu mendemonstrasikan teknik pemberian makan yang benar, dan dapat mengidentifikasi tanda-tanda masalah nutrisi atau kelelahan pada bayi mereka. Pencapaian kriteria hasil ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil dalam memutus siklus peningkatan kebutuhan dan penurunan asupan, sehingga mendukung proses penyembuhan PDA dan perkembangan bayi secara keseluruhan.
-
Article No. 22590 | 03 Nov 2025
Klinis : seorang bayi baru lahir dengan berat badan 1640 gram mengalami kejang dengan durasi 1 menit, disertai distres napas. apakah diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai?
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejang Neonatal dan Distres Napas
Kode ICD-10: P07.0 & R56.0 & P22.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang bayi baru lahir dengan tiga masalah utama yang saling berkaitan. Kode P07.0 mengacu pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan berat badan antara 1500-2499 gram, di mana berat 1640 gram termasuk dalam kategori ini. BBLR meningkatkan risiko berbagai komplikasi. R56.0 adalah kode untuk Kejang, yang tidak diklasifikasikan di tempat lain, menggambarkan episode kejang selama 1 menit yang dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit, infeksi, atau gangguan metabolik yang umum pada bayi prematur atau BBLR. P22.9 adalah kode untuk Gangguan Pernapasan pada Bayi Baru Lahir, yang tidak ditentukan, mencakup distres napas yang ditandai dengan kesulitan bernapas. Kombinasi ketiganya menunjukkan kondisi kritis yang memerlukan penanganan intensif untuk menstabilkan pernapasan, menghentikan kejang, dan mengatasi komplikasi terkait berat badan lahir rendah.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22591 | 03 Nov 2025
Klinis : seorang bayi baru lahir dengan berat badan 1640 gram mengalami kejang dengan durasi 1 menit, disertai distres napas. apakah diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Bayi baru lahir, terutama dengan berat badan lahir rendah (1640 gram), memiliki risiko tinggi untuk mengalami ketidakstabilan suhu tubuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis yang membuat bayi rentan terhadap hipotermia. Permukaan tubuh bayi relatif luas dibandingkan dengan massanya, sehingga kehilangan panas dapat terjadi dengan cepat. Selain itu, bayi prematur atau BBLR memiliki lapisan lemak subkutan yang sangat tipis, yang berfungsi sebagai isolator panas yang kurang efektif. Mereka juga belum memiliki kemampuan mengatur suhu (termoregulasi) yang matang seperti orang dewasa. Mekanisme menggigil untuk menghasilkan panas juga belum berkembang dengan baik. Kondisi distres napas yang dialami pasien dapat memperburuk situasi karena upaya pernapasan yang meningkat dapat menghabiskan energi dan kalori, yang seharusnya digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh. Kejang juga merupakan keadaan yang meningkatkan metabolisme dan dapat mengganggu kestabilan sistem regulasi tubuh. Hipoglikemia yang sering menyertai hipotermia atau kejang juga dapat memperburuk keadaan. Oleh karena itu, diagnosis ini menjadi prioritas untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti hipoglikemia, peningkatan konsumsi oksigen, dan asidosis metabolik yang dapat memperburuk kondisi distres napas dan kejang.
Kode SLKI: 3501
Deskripsi : SLKI 3501 berfokus pada pemantauan dan pemeliharaan suhu tubuh dalam rentang normal untuk bayi baru lahir, yaitu 36,5°C - 37,5°C. Intervensi ini dimulai dengan mengukur suhu tubuh bayi secara akurat dan berkala, minimal setiap 2-4 jam atau lebih sering jika kondisi tidak stabil. Bayi harus ditempatkan di lingkungan yang hangat dan bebas dari angin (draft). Penggunaan sumber panas eksternal seperti inkubator atau radiant warmer adalah hal yang krusial. Suhu alat tersebut diatur sesuai dengan berat badan dan usia gestasi bayi (servo-control) atau berdasarkan pedoman klinis (misalnya, menjaga suhu kulit abdomen sekitar 36,5°C). Prinsip "periode emas" atau "the golden hour" harus diterapkan, dimana bayi segera dikeringkan setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas akibat evaporasi, dan kemudian dibungkus dengan kain hangat serta diberikan penutup kepala. Selama perawatan, semua tindakan seperti memandikan, menimbang, atau pemeriksaan fisik harus dilakukan dengan cepat dan efisien untuk meminimalkan paparan suhu dingin. Jika bayi harus dikeluarkan dari inkubator untuk suatu prosedur, pastikan permukaan tempat bayi diletakkan sudah dihangatkan terlebih dahulu. Pemantauan tanda-tanda hipotermia (suhu <36,5°C, kaki teraba dingin, lethargi) atau hipertermia (suhu >37,5°C, kulit kemerahan, gelisah) harus dilakukan terus menerus. Kehangatan lingkungan juga termasuk memastikan kelembaban udara yang adequate di dalam inkubator untuk bayi yang sangat prematur.
Kode SIKI: 3547
Deskripsi : SIKI 3547 adalah tindakan memantau suhu tubuh sebagai bagian integral dari manajemen termoregulasi. Tindakan ini dimulai dengan memastikan akurasi alat pengukur suhu (termometer) yang digunakan. Pemilihan lokasi pengukuran suhu harus tepat, biasanya aksila (ketiak) atau rektal untuk akurasi yang lebih tinggi dalam situasi tertentu, namun aksila lebih umum dan aman untuk pemantauan rutin. Prosedurnya adalah menempatkan ujung termometer di pusat ketiak dan menahan lengan bayi dengan lembut ke arah tubuh selama waktu yang ditentukan (biasanya 3-5 menit untuk termometer air raksa/digital lama). Untuk termometer tympanik (telinga), pastikan probe ditutup dengan cap yang bersih dan posisikan dengan benar di liang telinga. Frekuensi pemantauan disesuaikan dengan kondisi bayi; untuk bayi dengan risiko tinggi seperti dalam kasus ini, pemantauan dapat dilakukan setiap 1-2 jam hingga suhu stabil, kemudian dapat dikurangi menjadi setiap 4 jam. Hasil pengukuran harus dicatat dengan cermat pada lembar observasi untuk mengidentifikasi tren atau perubahan. Perawat harus waspada terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembacaan suhu, seperti bayi baru saja dimandikan, berada di dekat sumber panas, atau sedang mengalami infeksi. Tindakan ini tidak hanya sekadar mengukur angka, tetapi juga melibatkan interpretasi klinis. Jika suhu tubuh di luar rentang normal, perawat harus segera mengambil tindakan korektif, seperti menyesuaikan suhu inkubator, memberikan selimut tambahan, atau melaporkan kepada dokter jika dicurigai adanya infeksi. Pemantauan yang ketat dan berkelanjutan ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat ketidakstabilan suhu.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0041
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini sangat relevan mengingat pasien menunjukkan tanda distres napas. Pada bayi baru lahir, terutama bayi berat lahir rendah (BBLR) seperti ini, ketidakefektifan bersihan jalan napas dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Secara fisiologis, pusat pernapasan di otak bayi belum matang, sehingga respons terhadap hipoksia atau hiperkapnia mungkin tidak adekuat. Otot-otot pernapasan dan tulang rusuk masih lemah, membuat upaya napas menjadi tidak efisien. Adanya sekret atau lendir di saluran napas, yang sering terjadi setelah persalinan atau karena imaturitas paru, dapat menghambat aliran udara. Distres napas sendiri merupakan manifestasi dari ketidakmampuan mempertahankan pertukaran gas yang adequate, yang sering dikaitkan dengan kondisi seperti Respiratory Distress Syndrome (RDS) akibat defisiensi surfaktan pada bayi prematur. Kejang yang dialami pasien dapat semakin mengganggu fungsi pernapasan. Selama kejang, kontrol neuromuskular terganggu, yang dapat menyebabkan apnea (henti napas), hipoventilasi, atau aspirasi sekret dari mulut. Kombinasi dari imaturitas sistem pernapasan, potensi adanya sekret, dan dampak dari kejang menciptakan situasi dimana jalan napas menjadi tidak paten dan pertukaran oksigen-karbon dioksida terganggu. Jika tidak ditangani, hal ini akan dengan cepat menuju ke hipoksemia dan kegagalan napas.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : SLKI 3201 bertujuan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas dan memastikan pertukaran gas yang optimal. Intervensi dimulai dengan memposisikan bayi dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru, biasanya dengan kepala sedikit ekstensi (posisi netral) dan diberikan gulungan kecil di bawah bahu. Posisi ini membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Suction atau pengisapan lendir dari mulut dan hidung (jika diperlukan) dilakukan dengan teknik steril dan hati-hati untuk menghindari trauma pada mukosa yang halus dan mencegah stimulasi vagal yang dapat menyebabkan bradikardia. Frekuensi suction disesuaikan dengan kebutuhan, tidak dilakukan secara rutin jika tidak ada sekret yang mengganggu. Oksigen diberikan sesuai indikasi dan resep dokter, baik melalui kanula nasal, hood, atau sebagai tekanan positif terus-menerus (CPAP) jika distres napasnya signifikan. Saturasi oksigen (SpO2) dipantau terus menerus dengan pulse oximeter untuk memastikan nilainya berada dalam rentang target untuk bayi baru lahir (biasanya 90-95% untuk bayi prematur, namun dapat bervariasi). Auskultasi suara napas dilakukan secara berkala untuk mendeteksi adanya penurunan suara napas atau bunyi tambahan seperti ronki dan wheezing yang mengindikasikan obstruksi atau cairan. Fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi dan vibrasi dapat dipertimbangkan jika terdapat sekret yang banyak, namun harus dilakukan dengan sangat hati-hati pada bayi BBLR karena risiko perdarahan intraventrikular. Seluruh tindakan dilakukan dengan meminimalkan manipulasi dan gangguan pada bayi untuk menghemat energi.
Kode SIKI: 3222
Deskripsi : SIKI 3222 adalah tindakan spesifik untuk membersihkan jalan napas bagian atas (mulut, hidung, faring) dengan menggunakan alat pengisap (suction). Tindakan ini diawali dengan mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri. Perawat memastikan peralatan suction berfungsi dengan baik dan tekanan hisap disetel pada level yang aman untuk bayi baru lahir (biasanya 60-100 mmHg untuk suction hidung/mulut). Bayi diposisikan dengan kepala sedikit menengadah. Prosedur dimulai dengan memberikan oksigenasi sebelum dan sesudah suction (pre-oxygenation dan post-oxygenation) jika bayi menerima oksigen tambahan, untuk mencegah hipoksia. Kateter suction yang steril dan ukuran sesuai (biasanya ukuran 6F atau 8F) dipilih. Untuk suction hidung, kateter dimasukkan dengan lembut tanpa menghisap, sejauh yang telah ditentukan (biasanya dari ujung hidung sampai daun telinga). Hisapan dilakukan hanya saat menarik kateter keluar, dengan durasi hisapan tidak lebih dari 5-10 detik. Untuk suction mulut, hisap daerah pipi dalam dan di bawah lidah. Selama prosedur, perawat harus memantau ketat warna kulit, frekuensi jantung, dan saturasi oksigen bayi. Tanda-tanda distress seperti bradikardi, sianosis, atau penurunan saturasi oksigen merupakan indikasi untuk menghentikan suction segera dan memberikan bantuan oksigen. Tindakan ini dilakukan hanya ketika ada indikasi klinis, seperti terdengar suara "gurgling" atau adanya sekret yang terlihat, bukan sebagai rutinitas, karena suction yang tidak perlu dapat menyebabkan trauma, edema, dan spas
Article No. 22592 | 03 Nov 2025
Klinis : seorang bayi baru lahir dengan berat badan 1640 gram mengalami kejang dengan durasi 1 menit, disertai distres napas. apakah diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan suhu tubuh adalah keadaan dimana seorang individu rentan mengalami ketidakmampuan dalam mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan. Pada bayi baru lahir, terutama Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) seperti dalam kasus ini dengan berat 1640 gram, risiko ini sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis. Bayi BBLR memiliki rasio permukaan tubuh terhadap berat badan yang lebih besar, menyebabkan kehilangan panas lebih cepat. Lapisan lemak subkutan mereka yang tipis, yang berfungsi sebagai isolator, belum berkembang dengan baik. Selain itu, sistem regulasi suhu di pusat otak (hipotalamus) masih sangat imatur, sehingga mereka tidak dapat menggigil atau berkeringat secara efektif untuk menaikkan atau menurunkan suhu tubuh. Kondisi distres napas dan kejang yang dialami pasien semakin memperparah risiko ini. Distres napas membutuhkan energi ekstra untuk bernapas, yang dapat meningkatkan produksi panas, sementara kejang adalah aktivitas metabolik yang sangat tinggi yang juga menghasilkan panas. Namun, tubuh bayi yang kecil dan lemah mungkin tidak dapat mengkompensasi fluktuasi ini dengan baik, sehingga rentan terhadap hipotermia (suhu tubuh rendah) atau hipertermia (suhu tubuh tinggi). Hipotermia pada bayi baru lahir sangat berbahaya karena dapat menyebabkan hipoglikemia, peningkatan kebutuhan oksigen, dan memperburuk kondisi distress pernapasan serta kejang, menciptakan siklus yang mengancam jiwa.
Kode SLKI: 0730
Deskripsi : SLKI 0730 berfokus pada manajemen untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup serangkaian tindakan protektif dan suportif. Pertama, memantau suhu tubuh secara berkala (misalnya setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) merupakan tindakan fundamental untuk mendeteksi perubahan sekecil apapun. Bayi harus ditempatkan di lingkungan termonetral, yaitu suhu ambient dimana bayi memerlukan konsumsi oksigen dan metabolisme energi paling rendah untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Ini sering dicapai dengan menggunakan inkubator atau warmer yang suhunya diatur secara otomatis berdasarkan suhu kulit bayi (servo-control). Prinsip kehangatan harus diterapkan segera, seperti mengeringkan bayi dengan handuk hangat dan membungkusnya dengan selimut, serta memastikan kepala tertutup karena kepala merupakan area dengan kehilangan panas yang signifikan. Semua prosedur yang memerlukan pembukaan inkubator atau paparan lingkungan harus diminimalkan dan dilakukan secepat mungkin. Memastikan bahwa pakaian, selimut, dan tempat tidur bayi dalam keadaan kering sangat penting karena kelembaban akan mempercepat kehilangan panas melalui konduksi dan penguapan. Jika bayi harus dipindahkan, penggunaan sumber panas tambahan seperti selimut hangat atau transport inkubator adalah wajib. Edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga kehangatan dan tanda-tanda hipotermia/hipertermia juga merupakan bagian dari kriteria hasil ini, meskipun dalam kondisi kritis fokus awal adalah pada stabilisasi oleh tenaga kesehatan.
Kode SIKI: 0730
Deskripsi : SIKI 0730 mencakup tindakan-tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mencapai tujuan dalam SLKI. Tindakan ini bersifat langsung dan terukur. Perawat akan mengatur suhu lingkungan ruangan atau inkubator sesuai dengan berat badan dan usia gestasi bayi, biasanya antara 36-37°C untuk bayi dengan berat sangat rendah. Memantau suhu aksila atau rektal secara akurat dan mencatatnya dalam lembar observasi adalah tindakan rutin. Memandikan bayi pada fase kritis ini biasanya dihindari; pembersihan dapat dilakukan dengan lap hangat secara bergantian untuk mencegah paparan dingin yang berkepanjangan. Selama perawatan, perawat akan memastikan bayi menggunakan topi, kaos kaki, dan sarung tangan untuk mengurangi kehilangan panas dari ekstremitas dan kepala. Posisi bayi diatur untuk meminimalkan permukaan tubuh yang terbuka. Jika menggunakan inkubator, perawat akan memastikan fungsi alat berjalan dengan baik, termasuk sistem pemanas dan sensor suhunya. Seluruh cairan (seperti infus) atau oksigen yang diberikan kepada bayi harus dihangatkan terlebih dahulu hingga mendekati suhu tubuh untuk mencegah hipotermia iatrogenik. Perawat juga akan melakukan pengkajian kulit terhadap tanda-tanda hipotermia (seperti kaki teraba dingin, kulit marmorasi) atau hipertermia (kulit kemerahan, berkeringat). Kolaborasi dengan tim medis sangat penting, terutama jika terjadi fluktuasi suhu yang signifikan yang mungkin memerlukan intervensi medis lebih lanjut. Dokumentasi yang teliti terhadap semua tindakan dan respons bayi terhadap intervensi yang diberikan merupakan bagian integral dari SIKI ini.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pada bayi baru lahir dengan distres napas, kondisi ini menjadi ancaman langsung. Bayi baru lahir, khususnya BBLR, memiliki anatomi dan fisiologi saluran napas yang rentan. Diameter saluran napas mereka sangat kecil, sehingga sedikit saja sekresi atau edema dapat menyebabkan obstruksi yang signifikan. Otot-otot pernapasan dan dinding dada mereka masih lemah, refleks batuk belum berkembang sempurna, dan kapasitas cadangan paru-paru terbatas. Dalam kasus ini, distres napas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti Sindrom Gawat Napas (RDS) akibat defisiensi surfaktan pada bayi prematur, aspirasi cairan ketuban, atau bahkan sebagai dampak dari kejang yang dialami. Selama kejang, kontrol neuromuskular terganggu, yang dapat menyebabkan hilangnya tonus otot, lidah jatuh ke belakang (menyumbat jalan napas), atau peningkatan produksi sekresi ludah. Sekresi yang menumpuk di orofaring dan trakea, ditambah dengan ketidakefektifan mekanisme batuk, dengan cepat dapat mengganggu pertukaran gas. Hal ini mengakibatkan hipoksia (kekurangan oksigen) dan hiperkapnia (penumpukan karbon dioksida), yang selanjutnya dapat memicu atau memperpanjang episode kejang berikutnya, menciptakan lingkaran setan yang membahayakan nyawa. Oleh karena itu, mempertahankan bersihan jalan napas adalah prioritas utama.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : SLKI 0410 bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan patensi jalan napas dengan kriteria hasil yang dapat diobservasi. Bayi diharapkan menunjukkan bunyi napas yang bersih (tidak terdapat suara tambahan seperti ronki atau wheezing) di seluruh lapang paru. Frekuensi napas harus berada dalam rentang normal untuk usia neonatal (30-60 kali/menit) tanpa adanya tanda-tanda kerja napas yang berlebihan seperti retraksi dinding dada, napas cuping hidung, atau grunting (mendengkur). Bayi juga harus mampu mempertahankan saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target yang ditetapkan, biasanya di atas 90-95%, dengan atau tanpa bantuan oksigen. Warna kulit bayi harus tetap pink (tidak sianosis atau kebiruan) yang menunjukkan kecukupan oksigenasi. Selain itu, tidak ada sekresi yang menumpuk di mulut dan jalan napas bagian atas, atau jika ada, sekresi dapat dikeluarkan dengan intervensi penghisapan yang tidak terlalu sering. Kriteria hasil ini menekankan pada stabilitas sistem pernapasan sebagai fondasi untuk menangani masalah lainnya seperti kejang.
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : SIKI 0410 mendeskripsikan tindakan spesifik perawat dalam mengelola jalan napas. Tindakan pertama dan paling krusial adalah memposisikan bayi dengan benar. Posisi tengkurap atau posisi lateral (miring) dengan kepala agak ekstensi dapat membantu mencegah lidah menyumbat jalan napas dan memudahkan drainase sekresi, namun harus mempertimbangkan kondisi klinis secara keseluruhan. Pemantauan tanda-tanda distress pernapasan (seperti takipnea, retraksi, sianosis) dan saturasi oksigen dilakukan secara ketat dan kontinu. Melakukan penghisapan lendir (suction) dari jalan napas secara lembut dan steril adalah tindakan inti. Penghisapan dilakukan hanya bila diperlukan, ditandai dengan adanya suara sekresi atau penurunan saturasi, karena penghisapan yang berlebihan dapat menyebabkan trauma mukosa, spasme laring, dan bradikardia. Sebelum melakukan penghisapan, berikan pre-oksigenasi dengan meningkatkan konsentrasi oksigen untuk mencegah hipoksia selama prosedur. Durasi penghisapan tidak boleh lebih dari 10 detik. Jika dokter telah memasang endotracheal tube, perawat bertanggung jawab untuk memastikan tube tetap pada posisinya, kencangnya balon (jika ada) sesuai, dan melakukan suction ET tube secara steril. Membersihkan sekresi di sekitar mulut dan hidung dengan lembut juga penting. Kolaborasi pemberian terapi oksigen (melalui kanul nasal, hood, atau CPAP) dan nebulizer (jika diperlukan) sesuai instruksi dokter juga termasuk dalam intervensi ini. Seluruh tindakan dilakukan dengan prinsip menjaga kestabilan dan kenyamanan bayi untuk menghindari stres yang dapat memperburuk kondisi.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0022
<
Article No. 22593 | 03 Nov 2025
Klinis : apakah intervensi yang sesuai untuk pasien neonatus yang mengalami kejang?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh pada Neonatus dengan Kejang
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan suhu tubuh didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu rentan mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Pada neonatus, khususnya yang mengalami kejang, risiko ini sangat tinggi. Kejang merupakan aktivitas listrik abnormal yang tidak terkontrol di otak yang menyebabkan peningkatan metabolisme dan konsumsi oksigen secara signifikan. Peningkatan metabolisme ini menghasilkan panas metabolik yang berlebihan, berpotensi menyebabkan hipertermia. Sebaliknya, fase pasca-kejang (post-ictal) sering ditandai dengan kelelahan ekstrem dan penurunan kesadaran, dimana bayi mungkin tidak mampu melakukan regulasi suhu secara efektif, sehingga rentan terhadap hipotermia. Selain itu, sistem regulasi suhu pada neonatus secara fisiologis masih imatur. Mereka memiliki rasio permukaan tubuh terhadap volume yang lebih besar, menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat. Lemak coklat (brown fat) yang digunakan untuk thermogenesis non-menggigil juga terbatas dan dapat dengan cepat terkuras selama kejang yang berkepanjangan. Faktor lingkungan seperti suhu ruangan yang tidak sesuai juga berkontribusi besar. Oleh karena itu, diagnosis keperawatan ini menekankan pada kerentanan bayi untuk berpindah dari kondisi normotermia ke kondisi hipotermia atau hipertermia dengan cepat, yang dapat memperburuk kondisi neurologis dan sistemiknya. Pemantauan yang ketat dan intervensi proaktif sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SLKI: L.07042
Deskripsi : SLKI dengan kode L.07042 berfokus pada pemantauan suhu tubuh untuk memastikan stabilitas termoregulasi. Tujuan utama dari luaran ini adalah agar suhu tubuh neonatus tetap dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C secara aksila) dan tidak menunjukkan tanda-tanda distress termal. Pencapaian luaran ini diukur melalui beberapa indikator kriteria evaluasi (KE). Pertama, KE 1: Suhu tubuh dalam batas normal. Perawat akan mengukur suhu tubuh secara berkala (misalnya setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) menggunakan termometer yang akurat, dan mendokumentasikan setiap tren perubahan. Kedua, KE 2: Tidak menggigil. Menggigil adalah mekanisme tubuh untuk menghasilkan panas, namun pada neonatus dapat meningkatkan konsumsi oksigen secara drastis. Observasi ketat terhadap adanya tremor atau menggigil sangat penting. Ketiga, KE 3: Kulit hangat dan kering. Kulit yang dingin, lembap, atau berkeringat merupakan tanda gangguan sirkulasi perifer dan ketidakmampuan mempertahankan suhu inti. Keempat, KE 4: Warna kulit normal (tidak pucat, sianosis, atau kemerahan). Perubahan warna kulit dapat mengindikasikan vasokonstriksi (pada hipotermia) atau vasodilatasi (pada hipertermia). Kelima, KE 5: Pernapasan dan denyut jantung dalam rentang normal untuk usia. Takipnea dan takikardia dapat terjadi pada hipertermia, sementara bradipnea dan bradikardia dapat menyertai hipotermia berat. Dengan memenuhi kriteria-kriteria ini, diharapkan bayi dapat mempertahankan homeostasis termal, mengurangi stres metabolik, dan mendukung proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.08087
Deskripsi : SIKI I.08087 merupakan serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mempertahankan suhu tubuh normal pada neonatus. Intervensi ini dimulai dengan pemantauan ketat, yaitu memantau suhu tubuh, denyut nadi, dan pernapasan secara teratur sesuai kondisi pasien dan kebijakan institusi. Data dasar ini menjadi panduan untuk intervensi selanjutnya. Intervensi utama adalah manajemen lingkungan, yaitu dengan menempatkan bayi di dalam inkubator atau di bawah pemancar panas radian (radiant warmer) yang telah diatur suhunya sesuai dengan berat badan dan usia gestasi bayi untuk menciptakan lingkungan termonetral. Suhu inkubator atau warmer harus disesuaikan secara dinamis berdasarkan hasil pengukuran suhu tubuh bayi, bukan diatur secara statis. Selimut atau tutup kepala dapat digunakan untuk mengurangi kehilangan panas melalui konveksi dan radiasi, terutama pada bayi dengan berat lahir sangat rendah. Selama prosedur seperti memandikan atau pemeriksaan, paparan bayi terhadap udara dingin harus diminimalkan. Memandikan bayi sebaiknya ditunda hingga kondisi stabil, dan jika harus dilakukan, air harus hangat serta prosesnya harus cepat. Pakaian dan linen bayi harus kering karena kelembapan meningkatkan kehilangan panas melalui konduksi dan evaporasi. Jika terjadi hipertermia, tindakan yang dilakukan dapat berupa menurunkan suhu lingkungan secara bertahap, membuka pakaian bayi (dengan tetap memperhatikan privasi dan keamanan), dan memberikan kompres hangat (bukan dingin) pada dahi dan ketiak untuk menghindari syok. Kolaborasi dengan tim medis sangat penting jika suhu tidak kunjung stabil, misalnya untuk pemberian antipiretik jika diperlukan (atas indikasi medis) atau pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab kejang dan demam. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi keberhasilan dan penyesuaian rencana keperawatan selanjutnya.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280