Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22613 | 04 Nov 2025
Klinis : 🏥 Kasus Klinik: Kanker Paru (Lung Cancer) Identitas Pasien • Nama: Tn. S, Usia: 58 tahun, Jenis Kelamin: Laki-laki, Pekerjaan: Sopir truk, Status Perkawinan: Menikah, Alamat: Surabaya, Tanggal Masuk RS: 3 November 2025, Diagnosis Medis: Karsinoma paru (Non-Small Cell Lung Cancer, stadium IIIB) 🧠 Riwayat Kesehatan • Keluhan utama: Sesak napas dan batuk berdahak bercampur darah sejak 2 bulan terakhir. • Riwayat penyakit sekarang: Pasien mengeluh batuk lama yang tidak sembuh dengan obat biasa, makin lama disertai nyeri dada bagian kanan dan mudah lelah. Dalam 1 bulan terakhir, berat badan turun 6 kg dan nafsu makan menurun. • Riwayat penyakit dahulu: Tidak ada riwayat TB paru. • Riwayat merokok: ±30 tahun, 1 bungkus per hari. • Riwayat alkohol: Tidak ada. • Riwayat keluarga: Ayah meninggal karena kanker lambung. 🩺 Pemeriksaan Fisik Sistem Hasil Pemeriksaan Keadaan umum Tampak lemah, kesadaran compos mentis Tanda vital TD: 110/70 mmHg, N: 98x/menit, RR: 28x/menit, Suhu: 37,8°C, SpO₂: 88% tanpa O₂ Kepala & leher Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening Thoraks pernapasan cepat dangkal Auskultasi paru Suara napas menurun di hemitoraks kanan bawah, terdengar ronki halus Sirkulasi CRT <3 detik, ekstremitas dingin Abdomen Lunak, tidak ada pembesaran organ Ekstremitas Tidak ada edema 🔬 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Hasil Foto Thoraks Massa di lobus superior kanan, batas tidak tegas CT Scan Dada Lesi padat 4 cm dengan limfadenopati mediastinum Bronkoskopi + Biopsi Adenokarsinoma paru Darah lengkap Hb: 10,5 g/dL, Leukosit: 11.000/µL, Trombosit: 280.000/µL Gas darah arteri pO₂: 65 mmHg, pCO₂: 46 mmHg, pH: 7,35 Saturasi O₂ 88% (RA)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seorang individu mengalami gangguan pada membran alveolus-kapiler, mengakibatkan penurunan kemampuan untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: saturasi oksigen dalam rentang yang ditetapkan (misalnya >90%), analisis gas darah arteri dalam batas normal atau mendekati normal untuk pasien, pernapasan efektif dan tidak ada tanda distress pernapasan, serta kulit dan membran mukosa tidak pucat atau sianotik. Perawat akan memantau status pernapasan, memberikan terapi oksigen sesuai resep, memposisikan pasien untuk memaksimalkan ekspansi dada (seperti posisi semi-Fowler atau Fowler), mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif, serta memastikan lingkungan yang nyaman untuk mengurangi konsumsi oksigen.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan; memantau saturasi oksigen secara terus menerus; mengauskultasi suara napas untuk mendeteksi adanya abnormalitas seperti ronki atau penurunan suara napas; memberikan terapi oksigen sesuai program medis dan mengevaluasi keefektifannya; membantu dan mengajarkan pasien teknik pernapasan dalam dan batuk efektif; memposisikan pasien dengan posisi yang memudahkan pernapasan (misalnya, duduk tegak); mengatur jadwal aktivitas untuk mencegah kelelahan; memantau status mental karena hipoksia dapat menyebabkan gelisah atau kebingungan; serta berkolaborasi dengan tim medis untuk terapi nebulizer atau fisioterapi dada jika diperlukan. Pada kasus Tn. S, intervensi ini sangat krusial mengingat SpO₂ yang hanya 88% dan hasil gas darah yang menunjukkan hipoksemia.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri pada skala yang ditetapkan, pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, pasien tampak tenang dan mampu beristirahat, serta tanda-tanda vital menunjukkan stabilisasi (seperti penurunan frekuensi nadi yang sebelumnya meningkat akibat nyeri). Perawat akan menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, faktor pencetus dan pereda), serta mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan mencakup: menilai nyeri secara komprehensif menggunakan skala yang valid; mengajarkan teknik non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi, atau napas dalam; memberikan analgetik sesuai resep dokter tepat waktu dan mengevaluasi efek serta efek sampingnya; menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat; memposisikan pasien untuk mengurangi ketegangan pada area nyeri; serta mendokumentasikan respons nyeri dan intervensi yang diberikan. Pada Tn. S yang mengeluh nyeri dada, manajemen nyeri yang adekuat sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan memfasilitasi pernapasan yang lebih efektif.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seorang individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai, pasien melaporkan penurunan keluhan sesak napas dan kelelahan saat beraktivitas, tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas, serta tidak terjadi penurunan saturasi oksigen yang signifikan selama aktivitas. Perawat akan memantau respons kardiovaskuler dan pernapasan terhadap aktivitas, serta membantu pasien dalam mengidentifikasi batasan aktivitasnya.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen energi. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah: menilai respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, SpO₂); mendorong istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas; membantu pasien dalam menyusun prioritas aktivitas; mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, menghindari gerakan terburu-buru); memberikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; serta secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai toleransi kondisi pasien. Gejala Tn. S seperti mudah lelah, sesak napas, dan anemia (Hb 10,5 g/dL) menjadi dasar utama diagnosis ini.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, kelemahan, dan gangguan penyembuhan.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Status nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: pasien menunjukkan peningkatan berat badan yang sesuai dengan tujuan, nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan hemoglobin) membaik atau stabil, nafsu makan meningkat, dan pasien mampu mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Perawat akan memantau asupan dan output, menimbang berat badan secara teratur, dan mengevaluasi tanda-tanda klinis malnutrisi.
Kode SIKI: I.02001
Deskripsi : Manajemen nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: menilai status nutrisi (berat badan, IMT, asupan makanan); berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein; memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering; memberikan suplemen nutrisi oral sesuai program; menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap; memberikan perawatan mulut sebelum makan untuk meningkatkan nafsu makan; memantau tanda-tanda dehidrasi dan kekurangan nutrisi; serta mendokumentasikan asupan makanan dan cairan dengan akurat. Penurunan berat badan 6 kg dan nafsu makan yang menurun pada Tn. S menjadi fokus utama intervensi ini.
-
Article No. 22614 | 04 Nov 2025
Klinis : S: Pasien mengatakan badan terasa seperti limbung, terutama saat berdiri seperti mau jatuh, badan lemes. O: Riwayat sakit saat ini: Pada tanggal 03/11/2025. Pasien periksa rutin ke dokter, dan melakukan pemeriksan laboratorium, sudah ada hasil HB 8, dan sudah konsultasi dengan dokter, disarankan untuk transfusi darah PRC 1 kolf dan dimasukkan diruang one day care pada tanggal 04/11/2025 Riwayat sakit dahulu: MDS (Myelodysplastic Syndrome) sejak Maret 2023 dan Riwayat transfusi darah Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum: Kesadaran compos mentis, GCS 15(E4V5M6), KU tampak lemah, Konjungtiva tampak pucat, mukosa bibir kering, turgor kulit menurun, kulit kering, tidak tampak ptekie atau ekimosis,dan tidak ada hematom, tidak terdapat perdarahan gusi maupun epistaksis, kuku tampak pucat, kekuatan otot ekstremitas atas 5/5, ekstreitas bawah 5/5. Hasil vital sign : Suhu 36,8 celcius, nadi 74x/mnt, TD 129/72 mmhg, SpO2 98%, RR 20x/mnt. Hasil Pemeriksaan penunjang abnormal : Darah Rutin tgl 3/11/2025 HB: 8 g% AL: 3,7 AT :39 HMT:20,6 Gambarn Darah Tepi: • Eritrosit:anisositosis, normokromik, polikromasi (+) • Lekosit:Jumlah menurun,limfosit atipik(+) • Trombosit:jumlah menurun, penyebaran merata, trombosit besar (+) Kesan:Gambaran pansitopenia Pengobatan saat ini: Asam folat 2 x1 Sandimun 2 x 1
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Myelodysplastic Syndrome dengan Anemia
Kode ICD-10: D46.9
Deskripsi Singkat : Pasien didiagnosis dengan Myelodysplastic Syndrome (MDS), suatu kelainan pada sel punca hematopoietik yang ditandai dengan produksi sel darah yang tidak efektif, displasia pada sumsum tulang, dan risiko progresi menjadi leukemia akut. Kondisi ini secara langsung menyebabkan pansitopenia (penurunan jumlah semua jenis sel darah) seperti yang terlihat dalam laporan laboratorium pasien, termasuk anemia berat (Hb 8 g%), leukopenia (AL 3,7), dan trombositopenia (AT 39). Gejala klinis utama yang dialami pasien, seperti badan limbung, lemas, pucat pada konjungtiva dan kuku, serta kulit kering, merupakan manifestasi langsung dari anemia yang parah akibat MDS. Gambaran darah tepi yang menunjukkan anisositosis, polikromasi, dan penurunan jumlah leukosit serta trombosit dengan trombosit besar semakin mengonfirmasi diagnosis sindrom myelodysplastic. Transfusi Packed Red Cells (PRC) yang direncanakan merupakan tata laksana suportif standar untuk mengoreksi anemia simtomatik ini. Kode D46.9 mengacu pada "Myelodysplastic syndrome, unspecified" yang mencakup kondisi MDS secara umum tanpa spesifikasi subtipe morfologis tertentu, yang sesuai dengan data yang tersedia dalam laporan ini.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22615 | 04 Nov 2025
Klinis : sekret purulen nafas mengi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini ditandai dengan adanya sekret purulen (bernanah) dan suara napas mengi (wheezing), yang mengindikasikan obstruksi atau penyempitan saluran napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas". Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih dari hambatan. Secara spesifik, hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suara napas bersih, tidak terdengar mengi (wheezing) atau suara abnormal lainnya seperti ronki atau stridor, yang menunjukkan bahwa sekret telah berhasil dibersihkan dan tidak ada lagi obstruksi signifikan. 2) Pasien mampu melakukan batuk efektif untuk mengeluarkan sekret secara mandiri atau dengan bantuan terbatas. Batuk yang efektif ditandai dengan suara yang dalam dan mampu menggerakkan sekret dari saluran napas bawah ke atas. 3) Frekuensi pernapasan kembali dalam rentang normal yang sesuai dengan usia dan kondisi pasien, serta irama napas yang teratur. 4) Tidak adanya sianosis (warna kebiruan pada kulit dan membran mukosa) yang menandakan kekurangan oksigen. 5) Nilai saturasi oksigen dalam darah (SpO2) berada dalam batas normal (biasanya >95%), menunjukkan pertukaran gas yang adekuat. Pencapaian SLKI ini diukur melalui pemantauan ketat oleh perawat terhadap suara napas, frekuensi pernapasan, usaha napas, dan tanda-tanda vital pendukung lainnya.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif" adalah "Manajemen Jalan Napas". Ini adalah serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif dan sistematis. Pertama, perawat akan memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru dan mengurangi tekanan pada diafragma, sehingga pernapasan menjadi lebih efisien. Kedua, dilakukan fisioterapi dada yang meliputi perkusi (menepuk-nepuk dada dengan tangan yang dicuplik), vibrasi (getaran pada dinding dada saat ekshalasi), dan postural drainage (mengatur posisi tubuh agar gravitasi membantu drainase sekret dari segmen paru tertentu). Ketiga, penghisapan lendir (suction) jalan napas baik secara oro/nasofaringeal atau endotrakeal (jika terpasang tuba) dilakukan dengan teknik steril untuk mengangkat sekret purulen yang tidak dapat dikeluarkan pasien sendiri. Keempat, pemberian oksigen sesuai program medis untuk mengatasi hipoksia yang mungkin terjadi akibat obstruksi. Kelima, pemberian nebulizer dengan bronkodilator atau mukolitik seperti salbutamol atau acetylcysteine dapat diinisiasi sesuai instruksi dokter atau kebijakan rumah sakit untuk melebarkan saluran napas (mengurangi mengi) dan mengencerkan sekret purulen yang kental agar lebih mudah dikeluarkan. Keenam, memantau dan mencatat karakteristik sputum (warna, konsistensi, volume) serta respons pasien terhadap setiap tindakan. Ketujuh, mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif. Tindakan-tindakan ini harus dilakukan secara terintegrasi, dinilai secara berkala, dan didokumentasikan dengan baik untuk mengevaluasi keefektifannya dalam mencapai tujuan SLKI.
-
Article No. 22576 | 03 Nov 2025
Klinis : Data Subjektif :Keluarga klien mengatakan, tubuh klien lemah dan sulit untuk menelan Data Objektif: Klien terlihat terpasang selang NGT pada lubang hidung sebelah kiri di karenakan gangguan menelan GCS : E4 VX M6 Tekanan darah 110/70 mmHg Frekuensi nadi 57 x/menit Frekuensi napas 22 x/menit Suhu Tubuh 36˚ SpO2 98% on bcl 2 lpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Risiko Aspirasi adalah keadaan dimana seorang individu memiliki kerentanan untuk mengalami masuknya sekret, benda padat, atau cairan (misalnya muntah, air, makanan, atau cairan tubuh) ke dalam trakea dan paru-paru, yang dapat membahayakan kesehatan. Kondisi ini sangat relevan pada pasien dengan gangguan menelan (disfagia), penurunan kesadaran, atau adanya alat bantu seperti selang nasogastrik (NGT).
Kode SLKI: 3409
Deskripsi : SLKI 3409 berfokus pada upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko aspirasi. Tujuan utamanya adalah memastikan jalan napas pasien tetap bersih dan aman. Luaran yang diharapkan meliputi tidak adanya tanda-tanda aspirasi seperti batuk, sianosis, distress pernapasan, atau suara napas tambahan seperti wheezing dan krekels. Secara spesifik, kriteria luaran ini mencakup pemantauan tanda-tanda vital yang stabil, khususnya frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. Selain itu, luaran ini juga menekankan pada integritas kulit di sekitar area pemasangan NGT, memastikan tidak terjadi iritasi atau luka tekan akibat penahan selang. Keberhasilan SLKI ini diukur dari ketiadaan episode aspirasi selama periode perawatan, yang menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang dilakukan efektif dalam melindungi pasien dari komplikasi pernapasan yang serius.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : SIKI 3410 mencakup serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif dan proaktif untuk mencegah terjadinya aspirasi. Intervensi dimulai dengan memastikan posisi kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat (kecuali ada kontraindikasi) selama pemberian makanan melalui NGT dan selama satu jam setelahnya. Hal ini memanfaatkan gravitasi untuk mencegah refluks isi lambung. Posisi tubuh pasien secara keseluruhan juga harus diperhatikan, dengan memiringkan pasien ke samping jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi sekret oral. Intervensi kunci berikutnya adalah memeriksa posisi dan residu NGT sebelum setiap pemberian makanan atau obat. Pemeriksaan residu lambung dilakukan untuk menilai motilitas gastrointestinal; jika residu melebihi batas yang ditetapkan (misalnya 200-250 ml untuk orang dewasa), pemberian makan harus ditunda dan dokter diberi tahu. Memastikan ujung selang NGT berada di dalam lambung dengan konfirmasi pH aspirat (<5.5) atau radiologi adalah langkah vital untuk mencegah pemberian nutrisi secara tidak sengaja ke dalam paru-paru. Pemberian nutrisi enteral harus dilakukan dengan kecepatan yang sesuai, tidak terlalu cepat, dan dengan formula yang telah ditentukan. Kebersihan rongga mulut menjadi intervensi rutin yang tidak boleh diabaikan, karena mengurangi kolonisasi bakteri dan volume sekret yang berpotensi teraspirasi. Pemantauan tanda-tanda aspirasi, seperti batuk mendadak, mengi, sianosis, takipnea, atau penurunan SpO2, dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Selang NGT juga harus dipasang dengan penahan yang aman dan nyaman untuk mencegah pergeseran. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jenis dan konsistensi formula, serta dengan terapis wicara untuk menilai fungsi menelan jika diperlukan, merupakan bagian integral dari intervensi ini. Edukasi kepada keluarga tentang tanda-tanda bahaya aspirasi dan pentingnya melaporkan segera jika terjadi perubahan kondisi juga termasuk dalam SIKI ini, memberdayakan keluarga sebagai bagian dari tim perawatan.
-
Article No. 22577 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Bayi Baru Lahir
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh" didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Pada konteks bayi baru lahir dengan berat badan 3500 gram dan refleks menghisap yang melemah, fokusnya adalah pada ketidakmampuan bayi untuk mengonsumsi dan mencerna ASI atau susu formula dalam jumlah yang memadai untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan fungsi tubuh yang optimal. Berat badan 3500 gram untuk bayi baru lahir umumnya berada dalam kisaran normal, namun hal ini bukan jaminan bahwa kebutuhan nutrisi terpenuhi secara berkelanjutan. Ancaman utama berasal dari refleks menghisap yang melemah, yang merupakan pintu masuk utama nutrisi bagi bayi. Kelemahan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti prematuritas (meskipun BB normal), kondisi neurologis, infeksi sistemik, kelelahan, atau hipoglikemia. Dampak langsung dari gangguan ini adalah risiko ketidakcukupan asupan kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral, yang dapat berujung pada penurunan berat badan, dehidrasi, hipoglikemia (gula darah rendah yang berbahaya bagi otak bayi), ikterus (kuning) yang memanjang, dan dalam jangka panjang, gagal tumbuh (failure to thrive). Peran perawat sangat krusial dalam mengidentifikasi masalah ini sejak dini, memantau asupan dan output bayi, serta melakukan intervensi untuk memfasilitasi pemberian nutrisi yang adekuat, baik secara oral maupun dengan metode alternatif jika diperlukan, sambil terus mendukung pemberian ASI.
Kode SLKI: 4416
Deskripsi : SLKI dengan kode 4416 adalah "Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi". Kriteria hasil ini menjadi tujuan utama dari asuhan keperawatan untuk bayi dengan diagnosa gangguan nutrisi. Pencapaiannya ditandai dengan beberapa indikator objektif dan terukur. Pertama, bayi menunjukkan peningkatan atau setidaknya mempertahankan berat badan yang sesuai dengan usia gestasi dan kurva pertumbuhan. Untuk bayi baru lahir, penilaiannya bukan kenaikan berat badan, tetapi kemampuan untuk tidak mengalami penurunan berat badan yang signifikan (biasanya tidak lebih dari 10% dari berat lahir) dan mulai menunjukkan tren naik setelah beberapa hari. Kedua, asupan nutrisi harian bayi memenuhi target yang ditetapkan berdasarkan berat badan dan usianya, yang dapat diukur dari volume ASI atau susu formula yang berhasil dikonsumsi per hari. Ketiga, tanda-tanda klinis dehidrasi dan malnutrisi tidak muncul; hal ini termasuk turgor kulit yang baik, ubun-ubun tidak cekung, produksi urin yang adekuat (dibuktikan dengan popok basah 6-8 kali per hari), serta bayi tampak tenang dan tidak rewel berlebihan setelah menyusu. Keempat, refleks menghisap bayi menunjukkan perbaikan, menjadi lebih kuat, terkoordinasi, dan berirama, yang memungkinkan proses menyusu menjadi lebih efisien. Kelima, parameter biokimia seperti kadar glukosa darah berada dalam rentang normal, menunjukkan bahwa tubuh bayi memiliki energi yang cukup. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil mengatasi hambatan pemenuhan nutrisi dan memastikan bayi tumbuh dengan baik.
Kode SIKI: 4416
Deskripsi : SIKI dengan kode yang sama, 4416, berfokus pada serangkaian intervensi keperawatan langsung untuk "Manajemen Nutrisi". Intervensi ini dirancang secara komprehensif untuk mengatasi akar masalah, yaitu refleks menghisap yang melemah, dan memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Langkah pertama adalah melakukan penilaian menyeluruh terhadap kemampuan menyusu bayi, termasuk kekuatan, koordinasi, dan durasi menghisap, serta mengobservasi tanda-tanda kelelahan selama menyusu. Berdasarkan penilaian ini, perawat dapat menerapkan teknik posisi menyusu yang optimal, seperti "biological nurturing" atau posisi football hold, yang memudahkan bayi untuk menempel dan menghisap dengan efektif. Intervensi kunci lainnya adalah membantu ibu dalam teknik memerah ASI (breast pumping) untuk mempertahankan produksi ASI dan menyediakan ASI perah yang dapat diberikan dengan metode alternatif. Jika bayi tidak dapat menyusu langsung dari payudara dengan baik, perawat akan melakukan pemberian nutrisi tambahan menggunakan alat bantu seperti sendok, cangkir, pipet, atau syringe (suntikan tanpa jarum) untuk menghindari kebingungan puting dan tetap merangsang refleks menghisap. Pemantauan ketat asupan dan output (Intake & Output) sangat penting, mencatat setiap mililiter yang masuk dan frekuensi buang air kecil serta besar bayi. Perawat juga bertanggung jawab untuk memantau tanda-tanda vital dan tanda klinis hipoglikemia atau dehidrasi. Edukasi kepada orang tua merupakan bagian integral dari SIKI ini; perawat mengajarkan cara mengenali tanda bayi lapar dan kenyang, teknik menyusui yang benar, cara memerah dan menyimpan ASI, serta cara memberikan nutrisi dengan alat bantu. Kolaborasi dengan konsultan laktasi dan dokter anak juga dilakukan untuk mengevaluasi kemungkinan penyebab medis dari kelemahan refleks menghisap dan menentukan rencana terapi nutrisi yang lebih spesifik, seperti fortifikasi ASI atau pemberian susu formula khusus jika diperlukan. Semua intervensi ini dilakukan dengan prinsip family centered care, melibatkan dan memberdayakan orang tua dalam perawatan bayi mereka.
-
Article No. 22578 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Bayi Besar (Makrosomia) dengan Kesulitan Menyusui
Kode ICD-10: P08.21
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan bayi baru lahir dengan berat badan lahir sangat tinggi (3500 gram, yang untuk banyak populasi dikategorikan sebagai makrosomia atau bayi besar) yang disertai dengan refleks menghisap yang melemah. Kode P08.21 secara spesifik mengacu pada 'Bayi baru lahir lainnya yang besar untuk masa kehamilan, dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu lengkap'. Bayi besar untuk masa kehamilan (LGA) seringkali berisiko mengalami berbagai masalah transisi setelah kelahiran, termasuk hipoglikemia (gula darah rendah) dan kesulitan dalam pemberian makan. Refleks menghisap yang melemah (poor sucking reflex) adalah tanda klinis penting yang menunjukkan adanya masalah neurologis, kelelahan, atau kondisi lain yang mendasarinya, seperti infeksi atau gangguan metabolik. Kombinasi antara ukuran bayi yang besar dan kelemahan refleks menghisap memerlukan evaluasi medis yang cermat untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari kedua kondisi tersebut, memantau kemungkinan komplikasi seperti hipoglikemia, dan memberikan dukungan nutrisi yang memadai, yang mungkin memerlukan bantuan seperti pemberian ASI perah, suplementasi, atau metode pemberian makan alternatif untuk memastikan asupan nutrisi yang cukup bagi bayi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22579 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Bayi
Kode SDKI: 0202
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi" didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada bayi dengan berat badan 3500 gram dan refleks menghisap yang melemah, kondisi ini menjadi sangat relevan. Berat badan 3500 gram untuk bayi baru lahir umumnya dianggap normal, namun hal ini bukanlah indikator tunggal untuk status nutrisi yang adekuat. Tantangan utamanya terletak pada mekanisme pemenuhan nutrisi itu sendiri, yaitu melalui proses menyusu. Refleks menghisap yang melemah merupakan masalah mendasar yang secara langsung mengancam intake nutrisi bayi. Tanpa kemampuan menghisap yang efektif, bayi tidak dapat mengeluarkan ASI atau susu formula dari payudara ibu atau botol susu secara optimal. Hal ini akan berujung pada volume susu yang masuk ke dalam tubuh bayi menjadi kurang dari kebutuhan hariannya. Kekurangan asupan nutrisi ini, jika berlanjut, dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, hipoglikemia (gula darah rendah), ikterus (kuning) yang berkepanjangan, dan pada akhirnya menghambat tumbuh kembang bayi. Defisinya mencakup ketidakmampuan untuk mengisap dengan efektif, ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan mengisap-menelan-bernapas, serta kelemahan otot-otot yang digunakan untuk menghisap. Faktor penyebabnya bisa beragam, mulai dari prematuritas, infeksi sistemik, kondisi neurologis, kelelahan, atau bahkan teknik pelekatan yang tidak benar. Oleh karena itu, diagnosa ini menekankan pada gangguan pada proses memasukkan nutrisi, bukan semata-mata pada status berat badannya saat ini, yang justru berpotensi menurun jika masalah refleks menghisap ini tidak segera ditangani.
Kode SLKI: 2101
Deskripsi : Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan kode 2101 untuk diagnosa ini adalah "Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi". Luaran ini menggambarkan kondisi tujuan yang diharapkan setelah intervensi keperawatan dilakukan. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditandai dengan serangkaian kriteria hasil yang dapat diobservasi dan diukur. Pertama, dari aspek intake, bayi menunjukkan peningkatan kemampuan dan kekuatan dalam menghisap, ditandai dengan durasi dan frekuensi menghisap yang lebih lama dan kuat, serta terdengarnya suara menelan yang jelas. Kedua, dari aspek output, frekuensi buang air kecil bayi minimal 6 kali per hari dengan urine yang jernih, serta frekuensi buang air besar yang sesuai dengan pola normal bayi (pada bayi ASI bisa beberapa kali sehari atau sekali beberapa hari dengan konsistensi lembek). Ketiga, dari aspek antropometri, bayi mampu mempertahankan atau bahkan mengalami peningkatan berat badan yang sesuai dengan kurva pertumbuhan, tidak terjadi penurunan berat badan yang signifikan, dan pertumbuhan linier (tinggi/panjang badan) berjalan normal. Keempat, dari aspek tanda klinis, bayi menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil, kulit dan membran mukosa lembab (tidak ada tanda dehidrasi), tonus otot yang baik, serta bayi tampak aktif dan responsif saat terbangun, tidak lemas atau rewel berlebihan akibat kelaparan. Pencapaian luaran ini merupakan indikator keberhasilan dari intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah refleks menghisap yang melemah dan memastikan bahwa bayi memperoleh nutrisi yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembangnya secara optimal.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan kode 3520 adalah "Manajemen Pemberian Nutrisi". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan terencana dan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengatasi masalah gangguan pemenuhan nutrisi pada bayi dengan refleks menghisap yang melemah. Tindakan-tantana tersebut bersifat komprehensif, dimulai dari asesmen yang mendalam terhadap pola menyusu, kemampuan menghisap, dan tanda-tanda klinis dehidrasi atau hipoglikemia. Perawat akan memantau asupan dan output cairan bayi secara ketat, termasuk mencatat frekuensi, durasi, dan kualitas menyusu. Intervensi langsung yang sangat krusial adalah memberikan bantuan untuk meningkatkan efektivitas menyusu. Ini dapat dilakukan dengan memastikan posisi dan pelekatan (latch-on) yang benar antara mulut bayi dan payudara ibu atau dot botol. Perawat dapat mengajarkan dan mendemonstrasikan teknik-teknik tertentu kepada ibu, seperti memijat payudara sebelum menyusui untuk mempermudah aliran ASI, atau melakukan kompresi payudara selama menyusui untuk meningkatkan transfer ASI. Jika bayi terlihat lelah dan tidak kuat menghisap dalam durasi lama, perawat dapat menerapkan teknik menyusu yang lebih sering dengan durasi yang lebih pendek. Dalam situasi dimana menyusu langsung masih sangat tidak efektif, perawat dapat melakukan intervensi dengan memerah ASI dan memberikannya melalui metode alternatif yang lebih mudah bagi bayi, seperti menggunakan sendok, cangkir, pipet, atau syringe (suntikan tanpa jarum) untuk memastikan bayi tetap mendapat kolostrum dan ASI. Selain itu, perawat juga berperan dalam memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada orang tua, menjelaskan tentang kondisi bayi, pentingnya nutrisi, dan teknik perawatan di rumah. Kolaborasi dengan konsultan laktasi atau tenaga medis juga merupakan bagian dari intervensi ini jika diperlukan penanganan lebih lanjut. Tujuan akhir dari seluruh rangkaian intervensi ini adalah untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, memperbaiki refleks menghisap, dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
-
Article No. 22580 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa media PDA BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi dengan Diagnosa Medis PDA, BB 3500 gram, dan Refleks Menghisap Melemah
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Status nutrisi membaik ditandai dengan peningkatan berat badan sesuai usia dan kondisi, asupan nutrisi oral adekuat, serta tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau malnutrisi. Perawat akan memantau dan mencatat asupan nutrisi (jumlah, jenis, frekuensi) secara ketat, termasuk jumlah yang diterima dan yang ditolak. Perawat juga akan memantau tanda-tanda klinis status nutrisi seperti berat badan, lingkar lengan atas, dan ketebalan lipatan kulit, serta mendokumentasikan perkembangannya. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis nutrisi yang tepat sesuai kondisi jantung dan kemampuan menghisap bayi sangat penting. Pemberian nutrisi dilakukan dengan teknik yang tepat, mungkin menggunakan alat bantu seperti cangkir, sendok, atau pipet jika refleks menghisap sangat lemah, untuk memastikan asupan tetap masuk. Orang tua akan diedukasi tentang pentingnya nutrisi, teknik pemberian makan yang aman dan efektif, serta tanda-tanda bahwa bayi telah kenyang atau justru masih lapar. Perawat akan memfasilitasi pemberian ASI atau susu formula dengan frekuensi yang lebih sering tetapi dalam porsi kecil untuk mengurangi kelelahan bayi selama menyusu. Selain itu, lingkungan yang tenang dan nyaman selama pemberian makan akan diciptakan untuk meminimalkan distraksi dan menghemat energi bayi.
Kode SIKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan status nutrisi dimulai dengan pengkajian menyeluruh terhadap kemampuan menghisap dan menelan bayi, pola pemberian makan, serta tanda-tanda intoleransi. Perawat akan menimbang berat badan bayi secara rutin dengan timbangan yang akurat dan dalam kondisi yang sama (misalnya, sebelum makan dan dengan pakaian minimal) untuk memantau tren pertumbuhan. Posisi bayi selama menyusu harus diperbaiki untuk memudahkan proses menelan dan mencegah aspirasi, misalnya dengan posisi setengah duduk. Jika diperlukan, nutrisi akan diberikan melalui selang nasogastrik atas indikasi dari dokter untuk memastikan kebutuhan kalori terpenuhi saat refleks menghisap sangat lemah. Perawat akan menghitung kebutuhan cairan dan kalori bayi berdasarkan berat badan dan kondisinya, kemudian memastikan pemberiannya sesuai perhitungan. Pemberian makan dilakukan dengan sabar, memberikan waktu istirahat yang cukup di sela-sela menyusu untuk mencegah kelelahan. Setelah makan, bayi harus disendawakan dengan posisi yang tepat untuk mengeluarkan udara yang tertelan dan meningkatkan kenyamanan. Orang tua dilibatkan secara aktif dalam proses pemberian makan dan diajarkan cara mengobservasi tanda-tanda distress seperti sianosis (kebiruan), napas cepat, atau kelelahan berlebihan selama menyusu. Edukasi juga diberikan mengenai pentingnya kebersihan alat makan dan tangan untuk mencegah infeksi. Pemantauan tanda-tanda dehidrasi (seperti ubun-ubun cekung, elastisitas kulit menurun, jumlah popok basah berkurang) dan tanda-tanda malnutrisi (seperti lemak subkutan menipis, bayi rewel atau lesu) dilakukan terus-menerus. Semua intervensi, respons bayi, dan perkembangan status nutrisi didokumentasikan dengan jelas untuk evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana keperawatan.
-
Article No. 22581 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa media PDA BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi dengan PDA, BB 3500 gram, dan refleks menghisap melemah
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Keseimbangan nutrisi tercapai dengan kriteria hasil: 1) Asupan nutrisi oral/nasogastrik sesuai kebutuhan, 2) Peningkatan berat badan sesuai dengan usia dan kondisi, 3) Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, 4) Membran mukosa lembab, 5) Kadar albumin dalam batas normal, 6) Kadar protein dalam batas normal, 7) Kadar hemoglobin dalam batas normal. Pada bayi ini, fokus utamanya adalah memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, mengingat adanya kelemahan refleks menghisap yang dapat menghambat pemberian makan secara efektif. Berat badan 3500 gram perlu dipantau trennya untuk memastikan tidak terjadi kegagalan tumbuh kembang. Pemenuhan nutrisi yang optimal juga sangat penting untuk mendukung kondisi hemodinamik bayi dengan Patent Ductus Arteriosus (PDA), karena kekurangan nutrisi dapat memperberat kerja jantung dan memperburuk kondisi umum. Oleh karena itu, perawat harus merencanakan intervensi yang tepat untuk memastikan semua kriteria hasil ini dapat terpenuhi, seperti pemberian nutrisi melalui selang orogastrik/nasogastrik jika pemberian oral tidak mencukupi, serta pemantauan ketat terhadap tanda-tanda hidrasi dan status gizi.
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Pemberian Nutrisi dengan tindakan: 1) Identifikasi faktor yang menyebabkan gangguan pemenuhan nutrisi (misalnya: refleks menghisap yang melemah, kelelahan akibat kondisi jantung). 2) Kolaborasi pemberian nutrisi enteral/parenteral sesuai indikasi. 3) Berikan nutrisi dengan teknik pemberian makan yang tepat (misalnya: posisi semi Fowler, istirahat selama pemberian makan, teknik paced feeding). 4) Monitor tanda-tanda aspirasi. 5) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan pakaian yang sama. 6) Auskultasi bising usus. 7) Lakukan perawatan mulut. 8) Observasi tanda-tanda dehidrasi dan overhidrasi. 9) Observasi tanda-tanda intoleransi nutrisi. 10) Catat asupan dan output dalam 24 jam. Penjelasan implementasinya dimulai dengan asesmen mendalam untuk memahami akar penyebab melemahnya refleks menghisap, apakah murni karena imaturitas, kelelahan akibat kerja jantung yang meningkat karena PDA, atau kombinasi keduanya. Berdasarkan ini, intervensi yang paling krusial adalah kolaborasi dengan tim medis untuk menentukan rute pemberian nutrisi yang paling aman dan efektif. Jika pemberian oral tidak memadai, pemberian nutrisi enteral melalui selang nasogastrik atau orogastrik menjadi pilihan untuk memastikan kalori dan cairan tercukupi. Selama pemberian makan (baik oral maupun enteral), teknik harus diperhatikan, seperti menggendong bayi dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah aspirasi dan memberikan kesempatan istirahat agar bayi tidak kelelahan. Pemantauan berat badan harian adalah indikator objektif yang penting untuk menilai kecukupan nutrisi. Auskultasi bising usus memastikan fungsi gastrointestinal adekuat sebelum pemberian nutrisi enteral. Perawatan mulut tetap penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan mukosa, bahkan jika bayi tidak makan secara oral. Observasi yang cermat terhadap tanda-tanda dehidrasi (seperti fontanel cekung, turgor kulit menurun) atau overhidrasi (seperti edema) sangat kritikal pada bayi dengan PDA karena ketidakseimbangan cairan dapat mempengaruhi beban jantung. Pencatatan asupan dan output yang akurat membantu mengevaluasi keseimbangan cairan dan efektivitas intervensi nutrisi yang diberikan.
-
Article No. 22582 | 03 Nov 2025
Klinis : Bayi dengan diagnosa media PDA BB 3500 dan refleks menghisap bayi melemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi dengan Diagnosa Medis PDA, BB 3500 gram, dan Refleks Menghisap Melemah
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: B.1.1.1
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa keperawatan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan difokuskan pada upaya pencegahan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital (denyut jantung, frekuensi napas, tekanan darah) dengan ketat dan lebih sering, karena takikardia dan takipnea dapat menjadi tanda awal gagal jantung akibat volume berlebih dari PDA. Pemantauan berat badan harian dilakukan dengan ketat untuk mendeteksi retensi cairan secara dini; kenaikan berat badan yang cepat dan signifikan adalah tanda bahaya. Perawat akan mengatur dan membatasi asupan cairan sesuai dengan resep dokter untuk mencegah membebani sirkulasi. Pemberian obat-obatan seperti diuretik (misalnya Furosemid) akan dilakukan tepat waktu untuk membantu tubuh bayi membuang kelebihan cairan. Selain itu, perawat akan memantau balance cairan (intake dan output) dengan cermat, memastikan pengeluaran urin seimbang dengan asupan cairan. Observasi terhadap tanda-tanda klinis seperti edema (pembengkakan), bunyi jantung (adanya murmur), dan kondisi pernapasan (mengi, retraksi) juga menjadi bagian penting dari SLKI ini untuk mengidentifikasi komplikasi sedini mungkin.
Kode SIKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : SIKI merupakan tindakan konkret yang dilakukan perawat. Pertama, perawat akan Memantau Tanda-Tanda Klinis Peningkatan Volume Cairan dengan mengobservasi adanya edema pada kelopak mata dan ekstremitas, mendengarkan bunyi napas (ronkhi basah) yang mengindikasikan cairan di paru, serta mengauskultasi murmur jantung. Kedua, Memantau Keseimbangan Cairan dengan mencatat semua asupan (ASI, susu formula, cairan infus) dan semua pengeluaran (popok basah, beratnya diukur jika perlu) secara akurat setiap shift. Ketiga, Melakukan Pembatasan Cairan dengan memberikan cairan per oral atau intravena dalam volume dan kecepatan yang telah ditentukan secara ketat, serta menjelaskan pentingnya pembatasan ini kepada orang tua. Keempat, Memantau Respons Terapi Diuretik dengan memberikan obat diuretik tepat waktu dan memantau output urin setelah pemberian, serta mengobservasi tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit seperti lemas. Kelima, Memantau Berat Badan dengan menimbang bayi setiap hari pada skala yang sama, dengan pakaian yang sama, dan pada waktu yang sama (biasanya pagi hari sebelum makan) untuk mendapatkan data yang konsisten dan akurat. Keenam, Memposisikan Bayi dengan Benar yaitu dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Terakhir, Kolaborasi Pemberian Obat Kardiotonik seperti Digoxin jika diresepkan, dengan memantau denyut nadi sebelum pemberian dan mengobservasi tanda-tanda toksisitas.
Kondisi: Bayi dengan Diagnosa Medis PDA, BB 3500 gram, dan Refleks Menghisap Melemah
Kode SDKI: B.3.1
Deskripsi Singkat: Gangguan Pemenuhan Nutrisi
Kode SLKI: B.3.1.1
Deskripsi : SLKI untuk Gangguan Pemenuhan Nutrisi berfokus pada upaya mengoptimalkan asupan nutrisi bayi meskipun terdapat kelemahan refleks menghisap dan kondisi jantung yang meningkatkan kebutuhan energi. Tujuan utamanya adalah mempertahankan atau meningkatkan berat badan sesuai dengan kurva pertumbuhan. Perawat akan memantau kemampuan menghisap dan menelan bayi selama pemberian makan untuk menilai efektivitasnya. Perhitungan kebutuhan kalori dan nutrisi harian akan dilakukan secara individual berdasarkan berat badan dan kondisi klinis. Perawat akan melakukan intervensi pemberian nutrisi enteral (melalui selang) jika pemberian oral tidak mencukupi, untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Pemantauan tanda-tanda toleransi nutrisi seperti muntah, distensi abdomen, atau sisa lambung yang banyak juga sangat penting. Selain itu, perawat akan memantau tanda-tanda klinis malnutrisi atau ketidakcukupan nutrisi, seperti kulit yang kering, turgor kulit menurun, dan bayi yang lesu atau rewel. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan komposisi dan jenis nutrisi yang tepat, serta edukasi kepada orang tua tentang teknik pemberian makan yang aman untuk bayi dengan kondisi ini, juga merupakan bagian integral dari SLKI.
Kode SIKI: B.3.1.1.1
Deskripsi : SIKI merupakan implementasi dari rencana perawatan nutrisi. Pertama, perawat akan Memantau Asupan dan Toleransi Nutrisi dengan mencatat jumlah ASI/susu formula yang berhasil diminum bayi, durasi menyusu, serta mengamati adanya gumoh, muntah, atau tanda distress. Kedua, Memantau Berat Badan dan Pertumbuhan dengan menimbang bayi secara teratur (setiap hari atau sesuai protokol) dan memplotkan pada grafik pertumbuhan untuk menilai trend kenaikan berat badan. Ketiga, Melakukan Pemberian Makan dengan Teknik Khusus seperti menyusui atau menyuapi dengan posisi semi-tegak, menyendawankan bayi lebih sering (setiap 5-10 menit selama menyusu), dan menggunakan dot khusus yang aliran susunya lebih lambat untuk mencegah bayi tersedak dan kelelahan. Keempat, Memberikan Nutrisi Enteral dengan memasang dan merawat selang nasogastrik (NGT), memastikan posisinya benar sebelum pemberian makan, memberikan ASI atau susu formula perlahan melalui NGT, serta memeriksa sisa lambung sebelum pemberian makan berikutnya. Kelima, Memberikan Edukasi kepada Orang Tua tentang pentingnya nutrisi, teknik pemberian makan yang aman, tanda-tanda bayi kenyang atau masih lapar, serta cara memantau tanda-tanda komplikasi seperti tersedak. Keenam, Kolaborasi Pemberian Nutrisi Parenteral jika fungsi pencernaan sangat terganggu, dengan memantau jalur infus dan tanda-tanda infeksi. Terakhir, Memelihara Kebersihan Rongga Mulut untuk mencegah infeksi dan meningkatkan kenyamanan bayi, yang dapat mendukung nafsu makan.
Kondisi: Bayi dengan Diagnosa Medis PDA, BB 3500 gram, dan Refleks Menghisap Melemah
Kode SDKI: B.2.1
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: B.2.1.1
Deskripsi : SLKI untuk Risiko Infeksi bertujuan mencegah terjadinya infeksi nosokomial maupun komunitas pada bayi yang rentan. Bayi dengan PDA dan kemungkinan prosedur invasif (seperti pemasangan infus atau NGT) memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi. Perawat akan mempertahankan teknik aseptik yang ketat selama melakukan semua prosedur perawatan, seperti perawatan luka, pemasangan infus, dan pemberian obat. Pemantauan tanda-tanda infeksi sistemik (seperti demam, hipotermia, letargi, takikardia) dan lokal (kemerahan, bengkak, nanah di area prosedur invasif) dilakukan secara rutin. Perawat akan mempromosikan dan memfasilitasi pemberian ASI karena kandungan imunoglobulin dan faktor protektif lainnya dalam ASI dapat meningkatkan imunitas bayi. Kebersihan tangan (hand hygiene) bagi petugas kesehatan dan pengunjung (orang tua) diterapkan secara konsisten sebagai langkah paling dasar dan efektif dalam pencegahan infeksi. Pengelolaan lingkungan yang bersih dan aman di sekitar bayi, termasuk sterilisasi peralatan, juga menjadi tanggung jawab perawat. Selain itu, perawat akan memastikan status imunisasi bayi sesuai jadwal untuk perlindungan jangka panjang.
Kode SIKI: B.2.1.1.1
Deskripsi : SIKI mencakup tindakan spesifik pencegahan infeksi. Pertama, Melakukan Cuci Tangan secara rutin dengan teknik yang benar menggunakan sabun dan air mengalir atau handrub berbasis alkohol, sebelum dan setelah menyentuh bayi atau lingkungan di sekitarnya. Kedua, Mempertahankan Teknik Steril dan Aseptik selama melakukan prosedur seperti perawatan umbilikus, perawatan area infus, dan pemasangan selang nasogastrik. Ketiga, Memantau Tanda dan Gejala Infeksi dengan mengevaluasi suhu tubuh, frekuensi napas, denyut jantung, warna kulit, dan kondisi area kulit yang mengalami tindakan invasif setiap shift. Keempat, Melakukan Perawatan Luka dan Area Invasif dengan membersihkan dan mengganti balutan secara teratur sesuai protokol, serta mengobservasi tanda-tanda radang. Kelima, Membatasi Pengunjung dan Sumber Infeksi dengan mengedukasi keluarga untuk tidak membawa anak kecil atau pengunjung yang sakit, serta menggunakan alat pelindung diri (APD)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280