Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22625 | 05 Nov 2025
Klinis : seorang laki-laki, umur 27 tahun. masuk ke IGD dengan riwayat batuk kering selamat 14 hari. dengan demam naik turun. akral basah, mata nampak cekung. hasil pemeriksaan tanda- tanda vital: tensi darah 130/ 70 mmhg, denyut nadi 75 x/i respirasi 26 x/i, suhu tubuh 38, SP02 75%. analisi masalah keperawatan yang m,ungkin muncul pada pasien diatas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan tubuh untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Hal ini ditandai dengan penurunan saturasi oksigen (SpO2) yang signifikan, seperti yang terlihat pada pasien dengan SpO2 75%, serta peningkatan frekuensi pernapasan (26x/menit) sebagai upaya kompensasi tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kondisi ini sangat berisiko terjadi pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan yang berkepanjangan, seperti yang ditunjukkan oleh riwayat batuk kering selama 14 hari dan demam. Gangguan ini dapat menyebabkan hipoksemia dan berpotensi berkembang menjadi kegagalan pernapasan jika tidak segera ditangani.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 berfokus pada mempertahankan atau meningkatkan status pernapasan dan pertukaran gas. Pada pasien ini, luaran yang diharapkan adalah peningkatan saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%), penurunan frekuensi pernapasan ke rentang normal (16-20x/menit), serta tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan. Intervensi untuk mencapai luaran ini meliputi pemberian terapi oksigen yang sesuai untuk mengatasi hipoksemia, memantau tanda-tanda vital dan saturasi oksigen secara ketat, memposisikan pasien dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru (seperti semi-Fowler atau Fowler), serta mendukung upaya batuk efektif jika diperlukan. Pemantauan yang berkelanjutan terhadap status neurologis juga penting, karena hipoksia dapat mempengaruhi kesadaran. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan stabilisasi parameter pernapasan dan gas darah.
Kode SIKI: 2019
Deskripsi : SIKI 2019 adalah Manajemen Jalan Napas, yang merupakan serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Pada pasien dengan SpO2 75%, tindakan ini menjadi prioritas utama. Intervensi dimulai dengan penilaian jalan napas secara menyeluruh, mendengarkan suara napas, dan mengobservasi upaya pernapasan. Pemberian oksigen dengan kanul nasal atau masker dengan aliran tinggi adalah langkah pertama yang kritis untuk meningkatkan saturasi oksigen. Posisi semi-Fowler atau Fowler harus diterapkan untuk memaksimalkan ekspansi dada. Perawat harus siap dengan alat suction untuk membersihkan sekresi jika menghalangi jalan napas. Selain itu, kolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan penunjang seperti analisa gas darah dan radiologi thorax sangat diperlukan untuk menilai tingkat keparahan dan respons terapi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi oksigen dan melaporkan setiap perubahan pernapasan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Tindakan ini harus dilakukan secara cepat, sistematis, dan terus dipantau efektivitasnya.
Kondisi: Kekurangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Kekurangan volume cairan adalah kondisi di mana terjadi penurunan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Defisit ini dapat disebabkan oleh peningkatan kehilangan cairan atau berkurangnya asupan. Pada pasien ini, terdapat beberapa indikator kuat yang mendukung diagnosis ini. Demam naik turun yang dialami pasien menyebabkan peningkatan kehilangan cairan tidak terasa (insensible water loss) melalui penguapan. Frekuensi napas yang meningkat (26x/menit) juga berkontribusi pada kehilangan cairan melalui uap air dari pernapasan. Tanda klinis yang paling mencolok adalah mata yang tampak cekung (sunken eyes), yang merupakan tanda dehidrasi pada orang dewasa. Meskipun tekanan darah dan nadi masih dalam rentang normal, hal ini mungkin karena mekanisme kompensasi tubuh, dan kondisi dapat memburuk dengan cepat jika tidak dikoreksi. Kekurangan cairan dapat memperburuk gangguan pertukaran gas dengan membuat sekresi lebih kental dan sulit dibersihkan.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : SLKI 0701 bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Luaran yang diharapkan untuk pasien ini termasuk tanda-tanda dehidrasi (mata cekung) menghilang, membran mukosa lembab, tanda-tanda vital stabil (terutama tidak adanya takikardia atau hipotensi ortostatik), dan haluaran urine yang adekuat (>0,5 mL/kg/jam). Pemantauan balance cairan (intake dan output) sangat penting untuk mengevaluasi keefektifan terapi. Turgor kulit dan status membran mukosa juga harus dinilai secara berkala. Luaran ini dicapai melalui pemberian cairan intravena yang diresepkan oleh dokter, mendorong asupan oral jika pasien mampu, dan memantau respons tubuh terhadap terapi rehidrasi untuk mencegah kelebihan cairan (overload).
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : SIKI 1401 adalah Manajemen Keseimbangan Cairan, yang meliputi serangkaian tindakan untuk memantau, mengatur, dan memulihkan homeostasis cairan. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda vital, termasuk tekanan darah, nadi, suhu, dan frekuensi pernapasan. Pemasangan jalur intravena dan pemberian cairan sesuai resep dokter adalah tindakan inti. Perawat harus menghitung dan mendokumentasikan balance cairan secara akurat, mencatat semua asupan (oral dan IV) dan haluaran (urin, dan kehilangan lain seperti demam). Pemantauan berat badan harian dapat menjadi indikator yang baik untuk perubahan status cairan. Observasi terhadap tanda-tanda dehidrasi lebih lanjut (seperti turgor kulit, capillary refill) dan tanda-tanda kelebihan cairan (edema, crackles pada paru) harus dilakukan terus menerus. Kolaborasi dengan dokter diperlukan untuk menyesuaikan jenis dan jumlah cairan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit dan hematokrit.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap proses penyakit. Pada pasien ini, suhu tubuh 38°C yang disertai dengan riwayat demam naik turun selama 14 hari dan batuk kering, sangat mengindikasikan adanya proses infeksi yang mendasari, kemungkinan besar pada saluran pernapasan. Demam adalah respons fisiologis terhadap pirogen (zat pemicu demam) yang dihasilkan oleh patogen. Meskipun merupakan mekanisme pertahanan, demam yang berkepanjangan meningkatkan metabolisme basal tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan konsumsi oksigen dan produksi karbon dioksida. Hal ini dapat memperberat beban kerja sistem pernapasan dan kardiovaskular, serta memperparah kondisi kekurangan volume cairan melalui peningkatan penguapan. Mengatasi hipertermia adalah langkah penting dalam menstabilkan kondisi pasien secara keseluruhan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801 bertujuan untuk menurunkan dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Luaran yang diharapkan adalah suhu tubuh turun dan stabil di bawah 37.5°C, serta hilangnya keluhan yang berhubungan dengan demam seperti menggigil atau rasa tidak nyaman. Pasien juga diharapkan menunjukkan tanda-tanda kenyamanan. Pemantauan suhu tubuh secara reguler diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi penurunan demam. Luaran ini tidak hanya terfokus pada angka termometer, tetapi juga pada perbaikan kondisi klinis pasien secara keseluruhan dan pencegahan komplikasi lebih lanjut dari demam yang berkepanjangan.
Kode SIKI: 1929
Deskripsi : SIKI 1929 adalah Manajemen Hipertermia, yang mencakup tindakan untuk mengurangi suhu tubuh yang meningkat. Intervensi dimulai dengan memantau suhu tubuh secara berkala. Tindakan non-farmakologis dapat diterapkan, seperti memberikan kompres hangat (bukan dingin) pada area lipatan tubuh seperti aksila dan lipat paha, serta memastikan lingkungan yang sejuk dan nyaman. Pemberian antipiretik (obat penurun demam) sesuai resep dokter adalah intervensi farmakologis utama. Selain itu, sangat penting untuk mendorong asupan cairan yang adekuat, baik secara oral maupun intravena, untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diaforesis (berkeringat) dan peningkatan evaporasi. Memantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian intervensi, serta mendokumentasikan respons pasien, merupakan bagian penting dari manajemen ini. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi demam dan pemenuhan cairan juga dilakukan.
-
Article No. 22626 | 05 Nov 2025
Klinis : seorang laki-laki, umur 27 tahun. masuk ke IGD dengan riwayat batuk kering selamat 14 hari. dengan demam naik turun. akral basah, mata nampak cekung. hasil pemeriksaan tanda- tanda vital: tensi darah 130/ 70 mmhg, denyut nadi 75 x/i respirasi 26 x/i, suhu tubuh 38, SP02 75%. analisi masalah keperawatan yang m,ungkin muncul pada pasien diatas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan oksigen dan/atau karbon dioksida antara paru-paru dan sistem vaskular. Pada kasus ini, kondisi ini diduga kuat terkait dengan proses infeksi yang menyebabkan gangguan pada membran alveolus-kapiler, sebagaimana ditunjukkan oleh gejala batuk kering berkepanjangan, demam, takipnea (RR 26x/menit), dan saturasi oksigen yang sangat rendah (SpO2 75%).
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 berfokus pada Manajemen Jalan Napas. Tujuannya adalah untuk memastikan jalan napas pasien tetap paten dan mendukung pertukaran gas yang adekuat. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: Memonitor status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan, serta saturasi oksigen secara berkelanjutan. Posisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan untuk membantu mobilisasi sekresi. Ajarkan dan bantu pasien dalam latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mencegah atelektasis dan membersihkan jalan napas. Siapkan dan bantu dalam pemberian terapi oksigen sesuai program dokter (seperti kanul nasal atau masker non-rebreacher) untuk mengatasi hipoksemia berat. Lakukan suction pada jalan napas atas jika terdapat sekresi yang tidak dapat dikeluarkan pasien sendiri. Kolaborasi dalam pemberian obat bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan. Pastikan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekresi. Semua intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan ventilasi dan oksigenasi, yang secara langsung menangani masalah pertukaran gas yang terganggu.
Kode SIKI: 1701
Deskripsi : SIKI 1701 mengukur Kriteria Hasil Status Pernapasan. Kriteria ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Parameter yang dinilai adalah: Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit). Irama pernapasan yang teratur. Bunyi napas yang bersih (vesikuler) di semua lapang paru tanpa adanya suara tambahan seperti ronki atau wheezing. Tidak ada sianosis pada membran mukosa atau kuku. Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan. Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (95-100%) tanpa bantuan oksigen atau dengan bantuan oksigen yang minimal. Ekspansi dada yang simetris. Pasien mampu melakukan aktivitas tanpa mengalami sesak napas (dispnea). Batuk yang produktif atau tidak ada batuk sama sekali. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan signifikan pada semua parameter ini, terutama peningkatan SpO2 dari 75% menjadi di atas 92%, penurunan frekuensi pernapasan menuju normal, dan hilangnya tanda-tanda distress pernapasan.
Kondisi: Kekurangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Kekurangan volume cairan adalah keadaan dimana individu yang mengalami atau berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, kondisi ini diduga terkait dengan kehilangan cairan yang tidak terasa (insensible loss) akibat demam tinggi (suhu 38°C) yang naik turun selama 14 hari. Tanda klinis yang sangat mendukung diagnosis ini adalah mata yang tampak cekung (sunken eyes), yang merupakan indikator klasik dehidrasi pada orang dewasa. Meskipun akral teraba basah (yang bisa disebabkan oleh demam atau respons vasodilatasi), dan tekanan darah serta nadi masih dalam batas normal (mungkin karena kompensasi tubuh), adanya mata cekung dan riwayat demam berkepanjangan menjadi pertimbangan utama.
Kode SLKI: 0704
Deskripsi : SLKI 0704 berfokus pada Manajemen Keseimbangan Cairan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: Memonitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, respirasi) secara berkala untuk mendeteksi tanda syok hipovolemik dini seperti takikardia atau hipotensi. Memonitor status hidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan produksi urin. Kolaborasi pemberian cairan intravena (infus) sesuai program dokter untuk rehidrasi yang cepat dan efektif. Anjurkan dan bantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan per oral jika kondisi pasien memungkinkan dan tidak ada kontraindikasi. Mempertahankan catatan asupan dan keluaran cairan (balance cairan) yang akurat untuk mengevaluasi respons terapi. Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti hemoglobin, hematokrit, elektrolit (natrium, kalium), dan ureum-kreatinin untuk menilai derajat dehidrasi dan fungsi ginjal. Menilai perubahan status neurologis yang dapat terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit. Menjaga kelembaban membran mukosa dengan perawatan mulut. Semua tindakan ini ditujukan untuk mengoreksi defisit volume cairan, mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok atau gagal ginjal akut, dan memperbaiki tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung.
Kode SIKI: 1301
Deskripsi : SIKI 1301 mengukur Kriteria Hasil Status Hidrasi. Kriteria ini digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan terapi rehidrasi. Parameter yang dinilai adalah: Turgor kulit elastis (kembali dengan cepat saat dicubit). Membran mukosa bibir dan mulut lembab. Mata tidak cekung. Produksi urin adekuat (sekitar 30-50 mL/jam atau >0,5 mL/kgBB/jam) dengan warna urin kuning jernih. Tanda-tanda vital stabil (tekanan darah dan denyut nadi dalam rentang normal untuk usia). Berat badan stabil (tidak ada penurunan signifikan yang disebabkan oleh kehilangan cairan). Tidak ada rasa haus yang berlebihan. Hasil yang diharapkan adalah normalisasi semua parameter ini, khususnya hilangnya cekungan pada mata, membran mukosa yang lembab, dan produksi urin yang adekuat, yang menunjukkan bahwa status hidrasi pasien telah kembali optimal.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Hipertermia adalah keadaan dimana suhu tubuh individu meningkat di atas rentang normal. Pada pasien ini, kondisi ini secara langsung ditunjukkan oleh suhu tubuh 38°C. Hipertermia ini diduga terkait dengan proses infeksi yang mendasari, yang ditandai dengan riwayat batuk kering dan demam naik turun selama 14 hari. Demam merupakan respons fisiologis tubuh terhadap infeksi, namun jika tidak dikelola dapat memperburuk kondisi dehidrasi dan meningkatkan kebutuhan metabolisme oksigen.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801 berfokus pada Manajemen Hipertermia. Tujuannya adalah untuk menurunkan suhu tubuh ke rentang normal dan mencegah komplikasi yang terkait dengan demam. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: Memonitor suhu tubuh secara teratur (setiap 2-4 jam) untuk menilai tren dan efektivitas intervensi. Memberikan terapi kompres hangat/tepid sponge pada area dengan pembuluh darah besar seperti dahi, ketiak, dan lipat paha untuk meningkatkan kehilangan panas melalui konduksi dan evaporasi. Menganjurkan dan memfasilitasi peningkatan asupan cairan untuk menggantikan cairan yang hilang melalui penguapan (insensible water loss) selama demam. Mengatur lingkungan yang nyaman, misalnya dengan mengatur suhu ruangan, menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, serta menghindari selimut yang tebal. Kolaborasi pemberian obat antipiretik (seperti parasetamol) sesuai program dokter untuk menurunkan titik setel suhu di hipotalamus. Memonitor tanda-tanda vital lainnya, terutama denyut nadi dan pernapasan, yang dapat meningkat seiring dengan kenaikan suhu. Mengajarkan pada pasien dan keluarga tentang pentingnya manajemen demam dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Tindakan ini bertujuan untuk memutus siklus demam, mengurangi ketidaknyamanan pasien, dan menurunkan risiko kejang demam atau dehidrasi yang lebih parah.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : SIKI 0801 mengukur Kriteria Hasil Status Termoregulasi. Kriteria ini digunakan untuk mengevaluasi pencapaian suhu tubuh yang normal dan stabil. Parameter yang dinilai adalah: Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 - 37,5°C). Kulit teraba hangat, tidak panas. Tidak menggigil atau berkeringat berlebihan. Denyut nadi dan frekuensi pernapasan dalam rentang normal. Pasien melaporkan perasaan nyaman, tidak kepanasan. Tidak ada perubahan status mental yang diakibatkan oleh demam tinggi. Hasil yang diharapkan adalah suhu tubuh pasien turun dan stabil di bawah 37,5°C, kulit teraba hangat normal, dan pasien merasa lebih nyaman, yang menunjukkan bahwa termoregulasi tubuh telah kembali berfung
Article No. 22627 | 05 Nov 2025
Klinis : pasien dibawa ke UGD dengan keluhan muntah darah berwarna kehitaman cukup banyak saat di rumah. Selain itu, sejak 2 hari SMRS pasien mengeluh nyeri perut saat disentuh, terasa kembung dan mual, sesak terutama apabila posisi tidur terlentang dan terdapat demam tinggi. b. Saat dikaji Hasil pemeriksaan di IGD pasien tampak gelisah, kesakitan pada abdomen (skala 8), JVP meningkat, mual (+), anemis, BU (-), teraba distensi abdomen seperti papan, nyeri tekan dan nyeri lepas (+), TD 80/60 mmHg, HR 135x/menit, RR 35x/menit, Saturasi Oksigen 88%, Suhu 38,3°C, akral dingin, usaha napas kuat, menggunakan otot asesoris (+), BB 65kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat sel akibat penurunan suplai darah kapiler.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi perifer membaik, ditandai dengan: tekanan darah sistolik > 90 mmHg atau sesuai target, tekanan diastolik 60-90 mmHg atau sesuai target, denyut nadi 60-100 x/menit dan teraba kuat, akral hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik, status mental compos mentis, produksi urin > 0,5 mL/kgBB/jam, dan ekstremitas tidak pucat atau sianosis.
Kode SIKI: I.13018
Deskripsi : Monitor status hemodinamik (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu); Monitor tanda-tanda perfusi perifer (warna, kelembaban, suhu kulit, pengisian kapiler, nadi perifer); Monitor status neurologis/tingkat kesadaran; Monitor balance cairan (intake dan output, balance cairan); Kolaborasi pemberian terapi oksigen; Kolaborasi pemberian cairan intravena; Kolaborasi pemberian transfusi darah; Kolaborasi pemberian obat inotropik dan vasoaktif; Atur posisi pasien untuk memaksimalkan perfusi; Lindungi dari cedera; Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan tanda dan gejala penurunan perfusi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang tiba-tiba atau lambat muncul dengan intensitas ringan hingga berat yang diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Nyeri terkontrol, ditandai dengan: melaporkan nyeri terkontrol, skala nyeri menurun, tanda-tanda nyeri (perilaku, ekspresi wajah) menurun, tanda vital dalam rentang normal, dan mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.07029
Deskripsi : Monitor karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala, frekuensi, durasi, faktor pencetus); Monitor tanda-tanda vital; Monitor respons nonverbal ketidaknyamanan; Monitor faktor yang memperberat dan meringankan nyeri; Lakukan manajemen nyeri nonfarmakologi (teknik distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, imajinasi terbimbing); Kolaborasi pemberian analgetik; Kolaborasi pemberian terapi kompres hangat/dingin; Atur posisi untuk kenyamanan; Ajarkan pasien/keluarga tentang manajemen nyeri; Lakukan discharge planning dengan melibatkan pasien/keluarga.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari jalan napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, frekuensi napas 16-24 x/menit, batuk efektif, tidak sesak, saturasi oksigen > 94%, dan gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.02019
Deskripsi : Monitor status pernapasan (kecepatan, irama, kedalaman, upaya napas); Monitor suara napas; Monitor status sianosis; Monitor produksi sputum; Lakukan fisioterapi dada; Lakukan suction; Atur posisi semifowler/fowler; Kolaborasi pemberian terapi oksigen; Kolaborasi pemberian nebulizer; Kolaborasi pemberian bronkodilator; Anjurkan napas dalam; Ajarkan batuk efektif; Lakukan penghisapan lendir; Pertahankan kelembaban udara yang adequate.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: asupan nutrisi sesuai kebutuhan, tidak ada penurunan berat badan yang signifikan, nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal, dan tidak ada tanda malnutrisi.
Kode SIKI: I.05021
Deskripsi : Monitor asupan makanan dan cairan; Monitor mual dan muntah; Timbang berat badan setiap hari; Monitor tanda-tanda malnutrisi; Monitor hasil laboratorium (albumin, hemoglobin, limfosit); Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi; Kolaborasi pemberian terapi nutrisi (enteral/parenteral); Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering; Lakukan perawatan mulut; Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk makan; Atur posisi saat makan.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh akibat volume sirkulasi yang tidak adekuat.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi perifer membaik, ditandai dengan: tekanan darah sistolik > 90 mmHg atau sesuai target, tekanan diastolik 60-90 mmHg atau sesuai target, denyut nadi 60-100 x/menit dan teraba kuat, akral hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik, status mental compos mentis, produksi urin > 0,5 mL/kgBB/jam, dan ekstremitas tidak pucat atau sianosis.
Kode SIKI: I.13018
Deskripsi : Monitor status hemodinamik (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu); Monitor tanda-tanda perfusi perifer (warna, kelembaban, suhu kulit, pengisian kapiler, nadi perifer); Monitor status neurologis/tingkat kesadaran; Monitor balance cairan (intake dan output, balance cairan); Kolaborasi pemberian terapi oksigen; Kolaborasi pemberian cairan intravena; Kolaborasi pemberian transfusi darah; Kolaborasi pemberian obat inotropik dan vasoaktif; Atur posisi pasien untuk memaksimalkan perfusi; Lindungi dari cedera; Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan tanda dan gejala penurunan perfusi.
Article No. 22628 | 05 Nov 2025
Klinis : sakit perut melilit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: sakit perut melilit
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Mengungkapkan karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, frekuensi, durasi) secara verbal dan non verbal. Mengungkapkan faktor yang memperingan dan memperberat nyeri. Melaporkan kebutuhan penanganan nyeri. Melaporkan nyeri dapat dikontrol. Mendemonstrasikan teknik non farmakologi untuk mengatasi nyeri. Mematuhi program terapi farmakologi yang diresepkan. Mempertahankan tingkat nyeri pada skala yang dapat diterima. Mempertahankan fungsi fisik dan psikologis yang optimal. Tidur dan istirahat dengan adekuat.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala nyeri, onset, durasi, frekuensi, pola). Kaji faktor yang memperingan dan memperberat nyeri. Kaji dampak nyeri terhadap fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Kaji pengalaman nyeri sebelumnya dan penanganannya. Kaji ekspresi non verbal dan fisiologis terkait nyeri. Ajarkan teknik non farmakologi (distraksi, relaksasi nafas dalam, relaksasi otot progresif, guided imagery, kompres hangat/dingin, masase, musik terapi). Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program terapi. Berikan analgetik tepat waktu. Evaluasi efektivitas analgetik (therapeutic effect dan side effect). Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri. Fasilitasi dukungan spiritual. Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. Libatkan keluarga dalam penanganan nyeri.
Article No. 22629 | 05 Nov 2025
Klinis : Nn. S berumur 28 tahun. Masuk ke RS tanggal 1 Agustus 2025. Mengeluh sesak nafas, batuk berdahak, dan kesulitan bernafas. Pasien tinggal di rumah orang tuanya, namun orang tuanya telah meninggal 1 tahun yang lalu karena sesak nafas menahun. Lima hari sebelum masuk RS pasien mengeluh sesak nafas semakin berat, demam 39 C, tubuh terasa lemas, dan nyeri otot. Klien dibawa ke RS oleh tetangga karena gejala yang progresif karena kehilangan nafsu makan, batuk menetap, dan sesak berat terasa seperti ada cairan yang memenuhi paru-parunya. Hasil pemeriksaan thorax: corakan bronchovaskuler kasar, bercak interstitial dan ground glass basal kedua paru, cor dan aorta normal, kedua sinus dan diafragma normal, tulang-tulang normal. Kesimpulan viral pneumonia atau kemungkinan TB aktif, dan CRP positif. Hasil pemeriksaan AGD sebagai berikut: pH 7,1; HCO3 27 mEq/L; PaO2 75 mmHg, PaCO2 46 mmHg, SaO2 92%. Berdasarkan diagnosa sementara dokter menyarankan untuk pemeriksaan evaluasi terhadap resistensi obat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami kelebihan atau kekurangan pertukaran oksigen dan/atau karbon dioksida pada tingkat membran alveoli-kapiler. Pada kasus Nn. S, kondisi ini dimanifestasikan secara klinis melalui sesak napas berat, batuk, hasil Analisis Gas Darah (AGD) yang abnormal (asidosis respiratorik dengan hipoksemia), dan temuan radiologis yang menunjukkan konsolidasi dan inflamasi paru (ground glass opacity) yang secara langsung mengganggu proses difusi gas.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI L.03113 berfokus pada upaya mempertahankan atau meningkatkan pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan, serta penggunaan otot bantu napas. 2) Memantau status oksigenasi melalui pemeriksaan pulse oximetry dan AGD secara berkala untuk menilai efektivitas intervensi. 3) Mengatur posisi pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. 4) Memberikan terapi oksigen sesuai program dokter (misalnya via nasal kanul atau masker) dan memastikan patensi jalan napas, termasuk membantu pengeluaran sekret melalui batuk efektif atau suctioning jika diperlukan. 5) Mengajarkan teknik pernapasan dalam dan batuk efektif untuk meningkatkan ventilasi dan membersihkan jalan napas. 6) Meminimalkan konsumsi oksigen dengan mendorong tirah baring dan menghindari aktivitas yang berlebihan. 7) Kolaborasi pemberian obat-obatan seperti bronkodilator atau antibiotik sesuai resep, serta mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan penunjang lebih lanjut seperti tes dahak untuk evaluasi TB dan resistensi obat.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI I.08039 adalah tindakan spesifik untuk meningkatkan pertukaran gas. Implementasinya pada Nn. S adalah sebagai berikut: 1) Melakukan auskultasi suara napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya penurunan suara napas, wheezing, atau krekels yang dapat mengindikasikan memburuknya kondisi. 2) Memberikan oksigen tambahan dengan kanul nasal 2-4 liter/menit atau sesuai order dokter, sambil memantau saturasi oksigen (SaO2) yang ditargetkan di atas 95%. Pemberian oksigen harus dilakukan dengan hati-hati mengingat adanya kemungkinan TB dimana oksigen konsentrasi tinggi mungkin diperlukan tetapi dengan memperhatikan risiko toksisitas. 3) Membantu dan mengajarkan Nn. S teknik batuk efektif: menarik napas dalam perlahan, menahan napas selama 2-3 detik, lalu batukkan dua kali secara berturut-turut tanpa mengambil napas di antaranya. Ini membantu mengeluarkan dahak yang menyumbat alveoli dan bronkiolus. 4) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi (jika tidak terdapat kontraindikasi seperti nyeri hebat) untuk membantu melonggarkan sekret. 5) Mempertahankan posisi semi-Fowler atau miring secara bergantian untuk memobilisasi sekret dan mencegah atelektasis. 6) Memastikan hidrasi adekuat baik secara oral atau intravena (jika pasien tidak bisa minum karena lemas dan anoreksia) untuk mengencerkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. 7) Memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya menghemat energi dan melaporkan segera jika sesak bertambah berat. 8) Mempersiapkan dan membantu prosedur yang mungkin diperlukan seperti pengambilan sampel dahak untuk kultur dan uji sensitivitas guna evaluasi resistensi obat, serta memastikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mengurangi kebutuhan oksigen tubuh.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada Nn. S, diagnosis ini didukung oleh keluhan batuk berdahak yang menetap, perasaan seperti ada cairan yang memenuhi paru-paru, serta temuan radiologis yang menunjukkan corakan bronchovaskuler yang kasar dan bercak-bercak yang mengindikasikan adanya sekret dan inflamasi yang menyumbat saluran napas kecil dan alveoli.
Kode SLKI: L.03016
Deskripsi : SLKI L.03016 bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan bersihan jalan napas. Rencana intervensinya meliputi: 1) Melakukan pengkajian karakteristik batuk dan sputum (warna, konsistensi, jumlah) untuk mengevaluasi efektivitas pembersihan. 2) Memonitor suara napas sebelum dan setelah upaya batuk atau suction untuk menilai keberhasilan dalam membersihkan sekresi. 3) Meningkatkan asupan cairan (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 4) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Melakukan manajemen jalan napas dengan teknik seperti postural drainage dan suction jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. 6) Menciptakan lingkungan dengan kelembaban yang memadai, misalnya dengan menggunakan humidifier pada terapi oksigen, untuk mencegah sekret mengering. 7) Kolaborasi pemberian obat mukolitik atau bronkodilator sesuai resep dokter untuk memudahkan pengeluaran dahak. 8) Mengatur posisi tubuh untuk memanfaatkan gravitasi dalam mengalirkan sekret dari area paru yang spesifik.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : SIKI I.08006 adalah tindakan manajemen jalan napas. Pelaksanaannya pada Nn. S adalah: 1) Melakukan auskultasi suara napas sebelum dan sesudah intervensi untuk mengevaluasi adanya penurunan atau penghilangan suara tambahan seperti ronki. 2) Membantu Nn. S dalam melakukan latihan batuk efektif dengan memberikan dukungan pada area dada jika diperlukan untuk mengurangi ketidaknyamanan. 3) Melakukan suction orofaring atau nasofaring jika pasien tidak sadar penuh atau sangat lemah sehingga tidak mampu mengeluarkan sekret. Prosedur ini dilakukan dengan teknik steril untuk mencegah infeksi tambahan. 4) Memberikan nebulisasi dengan NaCl normal atau obat yang diresepkan (seperti bronkodilator) untuk melembabkan saluran napas dan melonggarkan sekret. 5) Melakukan chest physiotherapy (perkusi, vibrasi, dan postural drainage) dengan memposisikan Nn. S sesuai dengan lobus paru yang terkena, berdasarkan temuan radiologis yang menunjukkan kelainan di basal kedua paru. 6) Menganjurkan dan membantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan hangat untuk membantu mengencerkan dahak. 7) Memonitor tanda-tanda distress pernapasan yang memburuk yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan napas yang semakin parah. 8) Mendokumentasikan jumlah, warna, dan karakteristik sputum yang berhasil dikeluarkan, yang juga dapat menjadi sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diserang oleh organisme patogen. Risiko ini sangat tinggi pada Nn. S karena beberapa faktor: 1) Diagnosis utama adalah viral pneumonia dengan kemungkinan TB aktif, yang berarti sudah terdapat infeksi berat di paru. 2) Adanya riwayat orang tua dengan "sesak napas menahun" yang mungkin terkait dengan penyakit infeksi menular seperti TB, menimbulkan kecurigaan paparan lingkungan. 3) Adanya saran dokter untuk evaluasi resistensi obat, yang mengindikasikan infeksi yang mungkin kompleks dan sulit diobati. 4) Kondisi umum pasien yang lemah, demam, dan anoreksia menurunkan kemampuan sistem imunnya untuk melawan infeksi primer maupun mencegah infeksi sekunder.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI L.07001 berfokus pada pencegahan dan pengendalian infeksi. Rencana intervensinya meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, sebagai indikator awal infeksi atau perkembangan penyakit. 2) Melakukan dan mendemonstrasikan cuci tangan yang benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungannya. 3) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, terutama masker N95 karena kecurigaan TB aktif yang sangat menular melalui droplet. 4) Melakukan tindakan isolasi respiratori sesuai protokol rumah sakit untuk mencegah penularan. 5) Memastikan pembersihan dan disinfeksi peralatan yang digunakan untuk pasien. 6) Memonitor hasil laboratorium seperti hitung leukosit dan CRP (yang sudah positif) untuk menilai respon inflamasi dan infeksi. 7) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik atau antivirus sesuai program dokter, dan memastikan ketepatan waktu pemberiannya. 8) Memberikan edukasi kepada pasien, keluarga, dan pengunjung tentang pentingnya etika batuk (menutup mulut dengan tisu atau lengan) dan prosedur pencegahan infeksi. 9) Meningkatkan pertahanan alamiah pasien dengan mendorong nutrisi yang adekuat dan istirahat yang cukup.
Article No. 22630 | 05 Nov 2025
Klinis : Fekal
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Fecal Impaction
Kode ICD-10: K56.41
Deskripsi Singkat : Fecal impaction adalah suatu kondisi medis yang serius di mana massa tinja yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan terakumulasi di rektum dan kolon bagian distal, menyebabkan obstruksi usus besar. Kondisi ini sering kali merupakan komplikasi dari konstipasi kronis yang tidak tertangani. Kode ICD-10 K56.41 secara spesifik mengklasifikasikan fecal impaction sebagai bagian dari kategori 'Paralytic ileus and intestinal obstruction without hernia'. Gejala umumnya meliputi ketidakmampuan untuk buang air besar (meski mungkin ada dorongan terus-menerus atau kebocoran tinja cair/inkontinensia overflow), kembung, nyeri perut yang kram atau parah, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan perasaan tidak nyaman secara umum. Faktor risiko utama meliputi gaya hidup sedentary, asupan cairan dan serat yang tidak memadai, penggunaan obat-obatan tertentu (seperti opioid, diuretik, antasida yang mengandung aluminium atau kalsium, dan beberapa antidepresan), kondisi neurologis (seperti cedera tulang belakang, multiple sclerosis, penyakit Parkinson), lanjut usia, dan imobilitas. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik (termasuk colok dubur), dan kadang-kadang dengan bantuan pencitraan seperti rontgen perut. Penanganannya memerlukan intervensi medis untuk memecah dan mengeluarkan massa tinja, yang dapat dilakukan secara manual (disimpaksi digital), dengan enema, atau dengan obat-obatan pencahar. Pencegahan jangka panjang melibatkan perubahan pola makan, hidrasi yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan terkadang penggunaan obat pencahar sesuai anjuran dokter untuk menghindari kekambuhan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22631 | 05 Nov 2025
Klinis : Pasien perempuan denga telah melakukan operasi batu buli dengan keluhan nyeri dan tidak bisa bab
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Berdasarkan kondisi pasien perempuan pasca operasi batu buli dengan keluhan nyeri dan tidak bisa BAB, berikut adalah diagnosa keperawatan yang relevan beserta luaran dan intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melalui Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, SIKI
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
Merupakan buku panduan yang berisi daftar diagnosis keperawatan yang terstandardisasi di Indonesia. SDKI digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. Setiap diagnosis memiliki kode unik, definisi, penyebab (etiologi), dan tanda/gejala mayor serta minor.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
Merupakan buku panduan yang berisi daftar luaran keperawatan yang terstandardisasi. SLKI digunakan untuk menetapkan tujuan dan kriteria hasil yang terukur setelah intervensi keperawatan dilakukan. Setiap luaran memiliki kode unik, definisi, dan kriteria hasil yang dapat diobservasi atau diukur untuk menilai keberhasilan intervensi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Merupakan buku panduan yang berisi daftar intervensi keperawatan yang terstandardisasi. SIKI digunakan sebagai panduan dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Setiap intervensi memiliki kode unik, definisi, serta tindakan-tindakan yang terbagi dalam kategori observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaborasi.
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
Nyeri merupakan keluhan utama pasien pasca operasi. Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik atau emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri disebabkan oleh agen pencedera fisik (prosedur operasi).
Komponen
Kode & Definisi
SDKI: Nyeri Akut
Kode: D.0077
Definisi: Pengalaman sensorik atau emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan.
Penyebab: Agen pencedera fisik (misalnya, prosedur operasi).
Gejala Mayor: Mengeluh nyeri, tampak meringis, sikap protektif, gelisah, frekuensi nadi meningkat, tekanan darah meningkat.
SLKI: Tingkat Nyeri
Kode: L.08066
Definisi: Pengalaman sensorik atau emosional yang tidak menyenangkan dan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial.
Kriteria Hasil (Setelah intervensi, diharapkan):
- Keluhan nyeri menurun (skala 1-5).
- Meringis menurun (skala 1-5).
- Sikap protektif menurun (skala 1-5).
- Gelisah menurun (skala 1-5).
- Frekuensi nadi membaik (rentang normal).
- Tekanan darah membaik (rentang normal).
SIKI: Manajemen Nyeri
Kode: I.08238
Definisi: Mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional.
Tindakan:
- Observasi:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri.
- Identifikasi skala nyeri.
- Identifikasi respons nyeri non verbal.
- Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
- Terapeutik:
- Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (misalnya, terapi musik, kompres hangat/dingin, teknik relaksasi napas dalam).
- Fasilitasi istirahat dan tidur yang cukup.
- Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (misalnya, suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan).
- Edukasi:
- Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
- Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri.
- Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu.
2. Diagnosa Keperawatan: Konstipasi
Keluhan "tidak bisa BAB" mengindikasikan konstipasi. Konstipasi didefinisikan sebagai
Article No. 22632 | 05 Nov 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau kondisi endotoksin lainnya yang dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan hidup.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Pengendalian Risiko Infeksi: Tindakan untuk mengurangi risiko berkembangnya infeksi yang didapat di rumah sakit atau ditularkan dari orang lain. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan preventif yang ketat dan komprehensif. Pertama, isolasi pernapasan (droplet precaution) harus diterapkan dengan ketat, termasuk penggunaan masker khusus (masker N95) bagi petugas dan masker bedah bagi pasien saat keluar ruangan, serta penempatan pasien di ruangan bertekanan negatif jika memungkinkan. Kedua, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau lengan baju, serta pembuangan dahak yang benar dan higienis ke dalam wadah tertutup yang dapat didesinfeksi. Ketiga, penerapan etika batuk yang benar dan pembatasan pengunjung untuk meminimalkan penyebaran kuman. Keempat, pemantauan ketat tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, untuk mendeteksi dini perkembangan infeksi. Kelima, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi obat anti tuberkulosis (OAT) yang tepat waktu dan sesuai protokol, serta memastikan kepatuhan pasien dalam pengobatan. Keenam, meningkatkan daya tahan tubuh pasien dengan pemberian nutrisi yang adekuat dan istirahat yang cukup. Terakhir, melakukan disinfeksi rutin terhadap lingkungan sekitar pasien, termasuk sprei, peralatan makan, dan permukaan yang sering disentuh, untuk memutus rantai penularan.
Kode SIKI: I.05062
Deskripsi : Pemantauan Tanda Infeksi: Pengumpulan dan analisis data pasien untuk menentukan adanya infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C) tanpa disertai menggigil atau diaforesis (keringat berlebih). Denyut nadi dan laju pernapasan dalam batas normal sesuai usia dan kondisi pasien. Tidak ada tanda-tanda peradangan lokal seperti kemerahan, bengkak, nyeri, atau panas pada area tubuh tertentu. Hasil pemeriksaan laboratorium (seperti leukosit, LED) menunjukkan nilai yang normal atau mengalami perbaikan. Luka atau lesi (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan yang baik tanpa adanya nanah atau sekret yang berbau. Pasien melaporkan penurunan keluhan seperti batuk, sesak napas, dan peningkatan nafsu makan. Tidak ada perkembangan infeksi ke organ lain yang ditandai dengan tidak adanya keluhan neurologis, nyeri tulang, atau gangguan fungsi organ lainnya. Kepatuhan pasien terhadap terapi dan protokol isolasi tercapai dengan baik. Status nutrisi pasien membaik, ditandai dengan peningkatan berat badan atau asupan makan yang cukup. Pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perilaku pencegahan penularan infeksi dengan benar.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03020
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas dan membersihkan sekret. Intervensi ini dimulai dengan penilaian komprehensif status pernapasan pasien, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas, serta suara napas tambahan seperti wheezing atau ronki. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi harus dipertahankan untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Teknik batuk efektif dan latihan napas dalam diajarkan dan difasilitasi untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran dahak. Fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage dapat dilakukan dengan hati-hati sesuai indikasi untuk membantu mengeluarkan sekret dari paru. Terapi oksigen diberikan sesuai resep dan kebutuhan pasien untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 92%. Suctioning atau pengisapan lendir dilakukan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri. Hidrasi yang adekuat baik secara oral maupun intravena dijaga untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Pemberian obat bronkodilator dan mukolitik sesuai resep dokter untuk membuka jalan napas dan mengencerkan dahak. Pemantauan terus menerus terhadap saturasi oksigen menggunakan pulse oksimeter dan tanda-tanda distress pernapasan seperti sianosis, gelisah, atau penggunaan otot bantu pernapasan. Edukasi pasien tentang pentingnya kepatuhan minum obat dan teknik perawatan pernapasan di rumah. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang mendukung proses penyembuhan dan energi untuk bernapas.
Kode SIKI: I.05041
Deskripsi : Pemantauan Pernapasan: Pengumpulan dan analisis data pasien terhadap status pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: Pola napas pasien reguler dan dalam, dengan frekuensi antara 16-20 kali per menit tanpa adanya usaha napas yang berlebihan. Suara napas bersih, vesikular, dan simetris di kedua lapang paru, dengan berkurangnya atau hilangnya suara napas tambahan seperti ronki atau wheezing. Saturasi oksigen dalam darah (SpO2) stabil di atas 95% pada udara ruangan atau sesuai target yang ditetapkan. Warna kulit dan membran mukosa pink tanpa sianosis, menunjukkan oksigenasi yang adekuat. Pasien mampu mengeluarkan dahak secara efektif dengan batuk yang terkontrol, dan jumlah serta karakteristik dahak (warna, kekentalan) menunjukkan perbaikan. Tingkat kesadaran pasien compos mentis (GCS 15) dan tidak gelisah, yang menunjukkan tidak adanya hipoksia serebral. Nilai analisis gas darah (jika dilakukan) dalam batas normal atau menunjukkan perbaikan, khususnya pada PaO2 dan PaCO2. Pasien melaporkan penurunan sensasi sesak napas (dispnea) dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari ringan tanpa mengalami distress pernapasan. Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan yang signifikan. Ekspansi dada simetris dan adekuat saat inspirasi. Kepatuhan pasien terhadap terapi inhalasi atau nebulisasi berjalan dengan baik.
Article No. 22633 | 05 Nov 2025
Klinis : pasien mengatakan sakit punggung napas kadang kadang sesak ada benjolan di leher diagnosa medis tumor paru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif terkait Tumor Paru
Kode SDKI: 0821 & 0005
Deskripsi Singkat: Diagnosa keperawatan utama untuk pasien dengan tumor paru yang mengeluh sakit punggung dan sesak napas adalah Nyeri Akut (SDKI 0821) dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SDKI 0005). Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan. Pada kasus tumor paru, nyeri punggung dapat disebabkan oleh kompresi tumor pada saraf, metastasis tulang belakang, atau postur tubuh yang kompensatori akibat kesulitan bernapas. Sementara itu, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif adalah keadaan di individu dengan kegagalan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan sehingga menghambat patensi udara. Pada pasien tumor paru, kondisi ini terjadi karena obstruksi fisik oleh tumor itu sendiri yang menghambat aliran udara, peningkatan produksi sputum yang kental, atau kelemahan otot pernapasan yang menyebabkan ketidakefektifan batuk. Kedua diagnosa ini saling berkaitan, dimana nyeri dapat membatasi kemampuan pasien untuk batuk secara efektif, sehingga memperburuk akumulasi sekret di jalan napas.
Kode SLKI: 0821 & 0005
Deskripsi : Untuk diagnosa Nyeri Akut (SLKI 0821), kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Mengontrol nyeri, ditandai dengan pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, melaporkan nyeri terkontrol, dan menunjukkan postur tubuh rileks serta mampu beristirahat dengan tenang. 2) Tingkat nyeri menurun, ditandai dengan skala nyeri yang dilaporkan pasien menurun (misalnya dari skala 7 menjadi 3 atau kurang), frekuensi laporan nyeri berkurang, dan durasi nyeri memendek. 3) Fungsi fisik membaik, dimana pasien menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan tanpa disertai ekspresi wajah kesakitan. Untuk diagnosa Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SLKI 0005), kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Jalan napas paten, ditandai dengan suara napas yang bersih (vesikuler), tidak terdapat suara napas tambahan seperti wheezing atau ronchi, dan frekuensi napas dalam rentang normal. 2) Pertukaran gas membaik, ditunjukkan dengan nilai saturasi oksigen dalam darah (SpO2) ≥95%, warna kulit dan membran mukosa normal (tidak sianosis), serta pasien tidak mengeluh sesak napas. 3) Ekspansi dada simetris, dimana pergerakan dada saat inspirasi dan ekspirasi penuh dan seimbang antara kanan dan kiri.
Kode SIKI: 0821 & 0005
Deskripsi : Intervensi untuk Nyeri Akut (SIKI 0821) meliputi: 1) Manajemen Nyeri: Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi (punggung), karakteristik, intensitas (menggunakan skala 0-10), dan faktor pemicu serta peredanya. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep (seperti opioid untuk nyeri berat akibat metastasis) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Ajarkan teknik nonfarmakologi seperti distraksi (mendengarkan musik), relaksasi napas dalam, dan terapi musik untuk membantu mengalihkan perhatian dari nyeri. Bantu pasien dengan posisi yang nyaman, misalnya semi-Fowler untuk mengurangi tarikan pada area punggung sekaligus memudahkan pernapasan. 2) Manajemen Lingkungan: Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, redupkan lampu, dan batasi pengunjung untuk mempromosikan istirahat yang optimal. Intervensi untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SIKI 0005) meliputi: 1) Manajemen Jalan Napas: Lakukan fisioterapi dada dan latihan batuk efektif jika tidak ada kontraindikasi (seperti risiko fraktur pada metastasis tulang). Ajarkan teknik batuk berdahak dengan menahan bantal di dada untuk mengurangi nyeri saat batuk. Lakukan suction atau pengisapan lendir jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Kolaborasi pemberian terapi oksigen dan nebulizer dengan bronkodilator atau mukolitik sesuai resep dokter untuk melonggarkan jalan napas dan mengencerkan dahak. 2) Pemantauan Pernapasan: Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya penumpukan sekret. Pantau terus saturasi oksigen dan tanda-tanda vital pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman). Anjurkan intake cairan yang cukup (jika tidak ada kontraindikasi) untuk membantu mengencerkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. Posisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau high Fowler untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan pernapasan. Semua intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai pencapaian hasil yang diinginkan.
Article No. 22634 | 05 Nov 2025
Klinis : penurunan curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah kondisi di mana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Ini merupakan suatu keadaan yang mengancam jiwa dan sering kali menjadi komplikasi dari berbagai penyakit kardiovaskular dan sistemik lainnya. Curah jantung (Cardiac Output/CO) adalah hasil dari frekuensi denyut jantung (Heart Rate/HR) dan volume sekuncup (Stroke Volume/SV), yang dipengaruhi oleh preload, afterload, dan kontraktilitas miokard. Gangguan pada salah satu atau lebih dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan penurunan curah jantung. Kondisi ini ditandai dengan gejala dan tanda seperti hipotensi, takikardia, penurunan kesadaran, kulit pucat dan dingin, nadi perifer lemah, penurunan produksi urin (oliguria), sesak napas, dan kelelahan ekstrem. Penyebabnya sangat beragam, termasuk infark miokard, kardiomiopati, aritmia, tamponade jantung, emboli paru, syok (kardiogenik, hipovolemik, septik), dan dehidrasi berat. Diagnosa keperawatan ini menekankan pada respons individu terhadap kondisi tersebut, yang memerlukan pemantauan ketat dan intervensi segera untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat hipoperfusi jaringan.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03118 berfokus pada upaya untuk mencapai dan mempertahankan status perfusi jaringan yang adekuat. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah memastikan bahwa suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh mencukupi untuk mendukung fungsi metabolisme. Luaran yang diharapkan dapat diukur melalui beberapa indikator kunci. Pertama, tanda-tanda vital pasien harus berada dalam rentang yang dapat diterima atau sesuai target yang ditetapkan, seperti tekanan darah sistolik dan diastolik yang stabil, frekuensi jantung dan pernapasan yang normal. Kedua, status hemodinamik harus membaik, ditandai dengan curah jantung dan indeks jantung yang kembali ke nilai normal, serta tekanan pengisian kapiler yang kurang dari 3 detik. Ketiga, produksi urin harus adekuat, biasanya lebih dari 30 ml/jam pada orang dewasa, yang menunjukkan perfusi ginjal yang baik. Keempat, status neurovaskuler perifer membaik dengan nadi perifer yang teraba kuat dan simetris, serta kulit yang hangat dan kering, tidak pucat atau sianosis. Kelima, tingkat kesadaran pasien harus kembali ke tingkat biasanya, menunjukkan perfusi serebral yang adekuat. Selain itu, pasien harus melaporkan penurunan atau tidak adanya keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, dan palpitasi. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil dalam mengatasi penurunan curah jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok atau gagal organ multipel.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08091 mencakup serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif dan sistematis untuk menangani penurunan curah jantung. Intervensi ini dimulai dengan pemantauan ketat dan berkelanjutan terhadap status kardiovaskular dan pernapasan pasien. Perawat akan memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur, serta mengobservasi adanya dyspnea, ortopnea, dan bunyi jantung tambahan seperti gallop (S3/S4). Pemantauan hemodinamik invasif (seperti tekanan arteri pulmonalis dan tekanan atrium kanan) mungkin diperlukan untuk menilai preload, afterload, dan kontraktilitas jantung secara lebih akurat. Intervensi kunci berikutnya adalah memastikan keseimbangan cairan. Perawat akan mengatur asupan dan haluaran cairan dengan cermat, membatasi asupan cairan jika diperlukan untuk mengurangi preload, serta memberikan terapi diuretik sesuai resep untuk mengurangi edema dan kelebihan cairan. Pemberian terapi obat-obatan juga merupakan bagian penting, termasuk pemberian inotropik (seperti Dobutamin, Digoxin) untuk meningkatkan kontraktilitas jantung, vasodilator (seperti Nitrogliserin) untuk mengurangi afterload, dan vasopresor (seperti Dopamin, Norepinefrin) jika diperlukan untuk menopang tekanan darah. Perawat harus memastikan pemberian obat dengan dosis dan kecepatan yang tepat, serta memantau efek sampingnya. Manajemen oksigenasi sangat krusial. Perawat akan memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%, dan memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Selain itu, perawat harus mempromosikan tirah baring dan mengurangi aktivitas fisik untuk menurunkan konsumsi oksigen miokard. Perawat juga akan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi penyakit, tanda-tanda memburuknya kondisi yang harus diwaspadai, pentingnya diet rendah garam dan pembatasan cairan, serta pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan. Dukungan psikologis dan emosional juga diberikan untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk keadaan hemodinamik. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dengan baik dan dilakukan dalam koordinasi dengan tim kesehatan lain untuk memastikan penanganan yang holistik dan terintegrasi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280