Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25047 | 11 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran. Keluhan sesak napas, gelisah U lemah, GCS E2V3M3 TD: 123/93 mmHg HR: 103 x/m RR: 20x/m SB: 36 C SpO2: 94% NRM 5 lpm GDS : 60 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, irreguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Sensorik : sulit dievaluasi Motorik : lateralisasi - Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 12 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 13.76 Eritrosit 4.36 Hematokrit 43.1 Lekosit 13.09 Trombosit 109 Golongan Darah O Elektrolit Natrium (Na) 145 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.45 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 48 Fungsi Hati AST (SGOT) 163 ALT (SGPT) 48 Fungsi Ginjal Ureum 98.4 Kreatinin 2.04 Glukosa Darah Glukosa Darah Puasa 142 Profil Lipid Cholesterol total 150 Cholesterol HDL 37 Cholesterol LDL 88 Trigliserida 123 Asam Urat 10.9 Hasil CT scan kepala non-kontras (09/04/26) Kesan : - Infark cerebri di frontalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax (09/04/26) Kesan : - Cardiomegali dengan oedem pulmonum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Penurunan suplai darah (nutrisi dan oksigen) ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak. Kondisi ini ditandai dengan penurunan kesadaran (GCS E2V3M3=8), defisit neurologis fokal (NIHSS 12), dan hasil CT scan yang menunjukkan infark serebri di frontalis dextra. Data pendukung lainnya adalah gelisah, kelemahan, dan hasil laboratorium yang menunjukkan peningkatan ureum dan kreatinin yang dapat memperburuk status hemodinamik dan perfusi.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Perfusi serebral membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tingkat kesadaran mendekati normal (GCS 15), 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien (TD, HR, RR stabil), 3) Tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, atau mual, 4) Fungsi kognitif dan sensorimotor membaik (skor NIHSS menurun), 5) Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial tidak ada. Pada pasien ini, tujuan jangka pendek adalah mencegah penurunan GCS lebih lanjut, mempertahankan SpO2 >95%, dan menstabilkan tanda vital.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan: 1) Memonitor status neurologis secara ketat setiap jam atau sesuai protokol (GCS, pupil, kekuatan motorik, NIHSS). 2) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena serebral. 3) Memonitor dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, hindari hipovolemia dan hipervolemia. 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan SpO2 >95% (saat ini 94% dengan NRM 5 lpm). 5) Menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (batuk berlebihan, mengejan, fleksi/rotasi leher berlebihan). 6) Memonitor tanda vital dan saturasi oksigen secara berkala. 7) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis sesuai indikasi (misalnya, manajemen gula darah karena GDS 60 dan GDP 142, terapi untuk infark serebri). 8) Memberikan lingkungan yang tenang, mengurangi stimulasi yang tidak perlu untuk menurunkan metabolisme serebral. 9) Memonitor hasil laboratorium terkait (elektrolit, fungsi ginjal, gula darah) dan melaporkan abnormalitas. Intervensi ini bersifat komprehensif untuk mendukung suplai oksigen dan nutrisi ke otak, mengurangi edema serebral, dan mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal. Kondisi ini ditetapkan berdasarkan data laboratorium Glukosa Darah Sewaktu (GDS) yang sangat rendah yaitu 48 mg/dL dan Glukosa Darah Puasa (GDP) yang meningkat 142 mg/dL. Hipoglikemia akut (GDS 48) pada pasien dengan penurunan kesadaran merupakan kondisi berbahaya yang dapat memperburuk kerusakan neurologis pasca stroke dan memicu komplikasi lain seperti kejang atau henti jantung. Variasi dari hipo ke hiperglikemia menunjukkan ketidakstabilan yang memerlukan monitoring ketat.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Kadar glukosa darah kapiler atau plasma dalam rentang target yang ditentukan (biasanya 80-180 mg/dL untuk pasien kritis/stroke, namun target dapat disesuaikan). 2) Tidak menunjukkan tanda dan gejala hipoglikemia (berkeringat, gelisah, takikardi, penurunan kesadaran lebih lanjut) atau hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri, dehidrasi). 3) Hasil pemantauan glukosa darah menunjukkan tren yang stabil. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mengatasi hipoglikemia segera untuk mencegah kerusakan neurologis tambahan, kemudian menstabilkan kadar gula darah dalam rentang aman.
Kode SIKI: I.05244
Deskripsi : Manajemen hipoglikemia. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan: 1) Memonitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi kritis pasien (setiap 1-2 jam hingga stabil). 2) Segera melakukan intervensi untuk hipoglikemia (GDS 48) dengan kolaborasi pemberian dekstrosa intravena (misalnya, bolus D40% atau infus D10%) sesuai protokol atau instruksi dokter. 3) Setelah hipoglikemia teratasi, lanjutkan pemantauan ketat untuk mencegah rebound hiperglikemia. 4) Memonitor tanda dan gejala hipoglikemia (gelisah, diaforesis, takikardi, penurunan GCS) dan hiperglikemia. 5) Kolaborasi dengan tim medis untuk menentukan regimen terapi insulin atau nutrisi yang tepat untuk menstabilkan glukosa darah. 6) Memastikan akses intravena paten untuk pemberian cairan dan obat emergensi. 7) Mendokumentasikan respons pasien terhadap terapi yang diberikan. Intervensi ini penting karena hipoglikemia berat dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan memperburuk outcome pasien stroke.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten. Meskipun RR 20x/m dan SpO2 94%, pasien mengalami penurunan kesadaran (GCS 8) yang sangat berisiko menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat hilangnya refleks batuk atau proteksi jalan napas. Keluhan sesak napas dan gelisah juga dapat menjadi tanda awal distress pernapasan. Hasil rontgen thorax yang menunjukkan edema pulmonum lebih memperkuat diagnosis ini, karena edema dapat meningkatkan sekresi dan mengisi alveoli, mengganggu pertukaran gas.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Jalan napas paten, tidak ada suara napas tambahan seperti ronkhi atau wheezing (saat ini paru: rbh -/-, rbk -/-, whz -/- harus dipertahankan). 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal sesuai usia. 3) Tidak ada sianosis dan saturasi oksigen (SpO2) >95% dengan terapi oksigen yang diberikan. 4) Sekresi jalan napas dapat dikeluarkan, baik secara spontan maupun dengan bantuan. 5) Hasil analisis gas darah dalam batas normal. Tujuan pada pasien dengan kesadaran menurun adalah mencegah aspirasi dan atelektasis, serta mempertahankan pertukaran gas yang adekuat.
Kode SIKI: I.05106
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan: 1) Posisikan pasien dengan kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi spinal) untuk mencegah aspirasi dan memudahkan ekspansi dada. 2) Lakukan penghisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril untuk menjaga jalan napas tetap bersih. 3) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya penumpukan sekresi (ronkhi) atau bronkospasme (wheezing). 4) Monitor terus saturasi oksigen (SpO2) dan tanda-tanda klinis hipoksia (gelisah, takikardi, sianosis). 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan dan evaluasi efektivitasnya. 6) Lakukan fisioterapi dada (seperti perubahan posisi) jika memungkinkan untuk mencegah penumpukan sekresi. 7) Monitor pola, kedalaman, dan usaha pernapasan pasien. 8) Siapkan alat bantu jalan napas (airway) dan alat suction di dekat pasien. Intervensi ini vital karena kegagalan menjaga jalan napas pada pasien dengan penurunan kesadaran dapat dengan cepat menyebabkan hipoksia berat, henti napas, dan memperburuk kerusakan otak.
-
Article No. 25048 | 11 Apr 2026
Klinis : KU sesak datang dengan keluhan batuk sesak nafas bedahak warna coklat sejak sore RPD: infeksi usus dan hati op app ku; lemah, kes: cm TD: 120/76 HR: 130x/m RR: 36x/m S: 38 SPO2:97 O2 5 lpm NK Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, mata cowong -/-,CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH +/+ RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (+) umbilicus Ext atas akral hangat, CRT < 2",edema -/- Ext Bawah akral hangat, CRT < 2"edema -/-, 10/4/202026 Thorax : AP, supine, simetris, inspirasi dan kondisi cukup, Hasil: - Infiltrat di parenkim pulmo dextra, sesuai axis airway - Kedua sinus costofrenicus lancip - Kedua diafragma licin - Cor : CTR < 0,56 Kesan : - Bronchopneumonia - Besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran Gas: Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas, ditandai dengan parameter dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil yang relevan untuk kasus ini meliputi: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (target: 12-20x/menit, kondisi saat ini 36x/menit masih jauh di atas target, menunjukkan bahwa SLKI ini adalah tujuan yang harus dicapai), 2) Bunyi napas bersih (saat ini masih terdapat RBH/Ronkhi Basar Halus), 3) Tidak ada sianosis, 4) Status oksigenasi adekuat (SpO2 ≥95%, kondisi saat ini 97% dengan bantuan O2 sudah memenuhi target ini), 5) Gas darah arteri dalam rentang normal, dan 6) Pasien mampu melakukan aktivitas tanpa dispnea. Tujuan keperawatan adalah menurunkan RR ke rentang normal, membersihkan bunyi napas, dan mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan sistematis untuk memastikan atau mempertahankan patensi jalan napas. Intervensi ini sangat relevan karena pasien datang dengan batuk berdahak kental warna coklat dan sesak napas. Tindakan spesifik yang harus dilakukan perawat meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, dan bunyi napas) secara berkala. 2) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memaksimalkan ekspansi dada. 3) Lakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam serta batuk efektif untuk membantu mengeluarkan sekret. 4) Kelola terapi oksigen sesuai order (saat ini 5 Lpm) dan pantau efektivitasnya melalui SpO2 dan tanda klinis. 5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan dan amati karakter sputum. 6) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, antibiotik, dan antipiretik sesuai resep. 7) Ajarkan dan bantu teknik batuk efektif serta penggunaan tissue untuk pembuangan dahak yang aman. 8) Mempertahankan hidrasi yang adekuat (cairan IV atau oral) untuk mengencerkan sekret. 9) Monitor hasil pemeriksaan penunjang seperti foto thorax dan laboratorium. 10) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi dan latihan pernapasan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Bersihan Jalan Napas: Pasien mempertahankan jalan napas paten, ditandai dengan bunyi napas bersih, tidak ada sekret yang menumpuk, dan mampu mengeluarkan sekret secara efektif. Kriteria hasil yang diharapkan untuk pasien ini adalah: 1) Bunyi napas vesikuler jelas (mengurangi/menghilangkan RBH), 2) Mampu mengeluarkan sekret (sputum coklat) dengan batuk efektif, 3) Frekuensi dan irama pernapasan membaik, 4) Tidak menunjukkan tanda distress pernapasan seperti penggunaan otot bantu, dan 5) Suara napas tambahan (ronkhi, wheezing) berkurang atau hilang. Tujuan jangka pendek adalah mengurangi akumulasi sekret yang ditandai dengan ronkhi dan memfasilitasi pengeluaran dahak.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Intervensi ini juga menjadi tindakan utama untuk diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif. Fokus tindakan pada diagnosa ini lebih spesifik pada upaya mobilisasi dan pengeluaran sekret. Tindakan perawat meliputi: 1) Auskultasi bunyi napas sebelum dan setelah tindakan fisioterapi atau batuk. 2) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif dan napas dalam setiap 2 jam. 3) Lakukan postural drainage dan perkusi dada sesuai indikasi dan kondisi pasien (dengan mempertimbangkan kelemahan pasien). 4) Berikan humidifikasi oksigen untuk mengencerkan sekret. 5) Dorong asupan cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi (memperhatikan riwayat infeksi hati dan usus). 6) Monitor karakteristik sputum (jumlah, warna, konsistensi, bau). 7) Kolaborasi pemberian obat mukolitik dan nebulizer. 8) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi dan memudahkan ekspektorasi. 9) Lakukan penghisapan jalan napas jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. 10) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan udara bersih untuk mengurangi iritasi jalan napas.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap faktor-faktor patogen.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Status Termoregulasi: Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Suhu tubuh antara 36,5 – 37,5°C (saat ini 38°C, menunjukkan demam), 2) Kulit teraba hangat tanpa kemerahan berlebihan atau diaforesis, 3) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal (saat ini HR dan RR masih tinggi, dipengaruhi oleh demam dan sesak), 4) Pasien melaporkan kenyamanan termal, dan 5) Tidak ada menggigil atau panas dingin. Target utama adalah menurunkan suhu tubuh ke rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Hipertermia: Tindakan untuk mengurangi suhu tubuh tinggi. Intervensi yang dilakukan perawat: 1) Monitor suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam). 2) Berikan terapi kompres hangat/tepid sponge terutama pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi. 3) Anjurkan dan bantu peningkatan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. 4) Atur sirkulasi udara ruangan yang baik. 5) Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 6) Kolaborasi pemberian obat antipiretik sesuai resep (misalnya parasetamol). 7) Monitor tanda-tanda vital lain (nadi, tekanan darah, pernapasan) sebagai respons terhadap demam. 8) Observasi tanda dehidrasi seperti turgor kulit dan membran mukosa. 9) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang penyebab demam dan pentingnya terapi yang dijalani. 10) Monitor hasil laboratorium seperti leukosit untuk menilai respons infeksi terhadap terapi antibiotik.
-
Article No. 25049 | 11 Apr 2026
Klinis : kesadaran sedikit membaik daripada kemarin Konsulan TS Saraf ( dr. Nur Cahyani Setiawati, Sp.S ) Pasien datang dengan penurunan kesadaran + sejak jam 15.00, sesak nafas + riw stroke 2 bulan yll, post kontrol tgl 7 KU Lemah, koma, stress ulcer GCS E2V1M2 TD 157/87 mmHg HR 95 x/mnt RR 22 x/mnt S 36,3 C SPO2 95-96 % dengan O2 15 lpm NRM + 5 lpm NK Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan, luka dikubictus di sacrum Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik sulit dievaluasi Kekuatan motorik sulit dievaluasi Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 14.41 g/dL Lekosit : 23.28 ribu/µL Trombosit : 235 ribu/µL Neutrofil : 94.9 % Limfosit : 1.6 % Natrium (Na) : 106 mmol/L Kalium (K) : 4.5 mmol/L Chlorida (Cl) : 70 mmol/L Calsium (Ca2+) : 0.9 mmol/L pH : 7.64 Glukosa Darah Sewaktu : 141 mg/dL Ureum : 242.2 mg/dL Kreatinin : 2.64 mg/dL SGOT 65 SGPT 35 Rontgen 07/04 Kesan : - Pneumonia bilateral - Besar cor normal Ct scan 07/04 Kesan : - Infark cerebri di pons - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli AGD 10/4/2026 AGD diambil saat memakai O2 15 lpm NRM+5 lpm NK Fi O2 ambil 0.8 PH 7.4700 BE -7 mmol/L PCO2 23.6 mmHg PO 2 168 mmHg HCO3 17.1 mmol/L Lactat 1,1 mmol/L TCO2 18 mmol/L SO2 100 % H+ 33.12280702 ΔH/ΔPCO2 0.419341036 PAO2 540.9 target PAO2 289.7678571 FiO2 kor 0.447781006 AaDO2 372.9 HS 210 *Kesan: Alkalosis Respiratori Terkompensasi sebagian dengan gagal napas Hipoksemia sedang ( HS = 210 )
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas dan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: 1) Bunyi napas vesikuler/trakeal. 2) Tidak ada suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor). 3) Laju napas dalam rentang normal sesuai usia. 4) Irama napas teratur. 5) Tidak ada sianosis. 6) Tidak ada retraksi otot bantu napas. 7) Batuk efektif. 8) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal. 9) Saturasi oksigen dalam rentang normal sesuai usia.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan keperawatan: 1) Monitor status pernapasan (laju, irama, kedalaman, upaya napas). 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi). 4) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif jika pasien kooperatif. 5) Lakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan. 6) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai kebutuhan dan terapi nebulizer. 7) Monitor analisis gas darah dan saturasi oksigen. 8) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 9) Ajarkan keluarga tanda-tanda distress pernapasan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Bebas dari infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (kalor, dolor, rubor, tumor, functio laesa). 3) Hasil laboratorium penunjang (seperti leukosit) dalam rentang normal. 4) Luka bersih, tidak ada drainage purulen. 5) Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu yang diharapkan.
Kode SIKI: I.15029
Deskripsi : Manajemen infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh. 2) Monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal (pada luka dekubitus sakrum dan area pemasangan infus). 3) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 4) Lakukan perawatan luka dekubitus dengan teknik aseptik. 5) Pertahankan integritas kulit. 6) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. 7) Monitor hasil laboratorium (leukosit 23.28 ribu/µL dan neutrofil 94.9% menunjukkan proses infeksi yang nyata). 8) Berikan nutrisi adekuat untuk mendukung sistem imun.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
<>Deskripsi : Pertukaran gas efektif. Kriteria hasil: 1) Analisis gas darah dalam rentang normal. 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 3) Tidak ada sianosis. 4) Kesadaran baik/orientasi baik. 5) Tidak ada tanda distress pernapasan.
Kode SIKI: I.04007
Deskripsi : Manajemen pertukaran gas. Tindakan keperawatan: 1) Monitor status pernapasan, saturasi oksigen (SPO2), dan tanda sianosis. 2) Monitor status neurologis (GCS) sebagai indikator hipoksia. 3) Berikan oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. 4) Auskultasi bunyi napas (ronki basah halus +/+ menunjukkan kemungkinan sekret yang mengganggu pertukaran gas). 5) Posisikan semi-fowler/fowler untuk memudahkan ekspansi paru. 6) Bantu latihan napas dalam jika memungkinkan. 7) Kolaborasi dalam pemeriksaan AGD dan terapi sesuai hasil (AGD menunjukkan alkalosis respiratori dan hipoksemia). 8) Monitor hasil pencitraan (pneumonia bilateral secara langsung mengganggu pertukaran gas). 9) Berikan suction jika diperlukan untuk menjaga jalan napas paten.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0090
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri secara sengaja.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Mobilitas fisik optimal. Kriteria hasil: 1) Dapat melakukan rentang gerak (ROM) secara mandiri atau dengan bantuan. 2) Kekuatan otot sesuai dengan kondisi. 3) Koordinasi gerak baik. 4) Tidak ada kontraktur. 5) Tidak ada luka dekubitus.
Kode SIKI: I.09015
Deskripsi : Manajemen mobilitas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji kekuatan motorik dan kemampuan gerak (meskipun sulit dievaluasi, tetap dicatat). 2) Lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif pada ekstremitas. 3) Ubah posisi pasien secara teratur setiap 2 jam (menggunakan teknik turning). 4) Posisikan tubuh dalam alignment yang benar. 5) Gunakan bantalan khusus (seperti bantal guling, bantal kaki) untuk mencegah dekubitus dan kontraktur. 6) Lakukan perawatan kulit dan observasi area tekanan (terutama sakrum) setiap kali reposisi. 7) Kolaborasi dengan fisioterapi jika diperlukan. 8) Ajarkan keluarga teknik perawatan dan perubahan posisi yang aman.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0129
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: L.28002
Deskripsi : Kadar glukosa darah terkontrol. Kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. 2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia.
Kode SIKI: I.28001
Deskripsi : Pemantauan kadar glukosa darah. Tindakan keperawatan: 1) Monitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai indikasi (Glukosa Darah Sewaktu 141 mg/dL perlu dipantau trennya). 2) Observasi tanda-tanda hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas) atau hipoglikemia (lemas, keringat dingin, penurunan kesadaran). 3) Kolaborasi dengan tim medis untuk terapi insulin atau regulasi glukosa sesuai kebutuhan. 4) Catat asupan nutrisi dan hubungannya dengan kadar glukosa darah. 5) Berikan edukasi pada keluarga mengenai tanda-tanda gangguan kadar glukosa darah.
-
Article No. 25050 | 11 Apr 2026
Klinis : pasien datang dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari smrs. demam + mual + muntah + sejak kemarin. pelo + sejak 7 hari smrs KU : Lemah Kes : E3V3M4 TD : 138/83 HR : 87 RR : 37 S : 36.4 SpO2 : 98 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik sensorik: sde motorik: lateralisasi sinistra refleks fisiologis: +3/+3 // +3/+3 refleks patologis: - GDS : 80 Hemoglobin 12.42 Eritrosit 4.42 Hematokrit 37.2 Lekosit 40.98 Trombosit 244 Neutrofil 90.1 Limfosit 3.4 Natrium (Na) 137 Kalium (K) 3.3 Chlorida (Cl) 102 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.39 Glukosa Darah Sewaktu 58 Kreatinin 2.53 Ureum 55.6
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh / Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan suhu tubuh adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal. Pada kasus ini, pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi sistemik yang berat (leukositosis sangat tinggi 40.98, neutrofil 90.1%, demam, penurunan kesadaran) yang sangat berisiko menyebabkan hipertermia lebih lanjut atau fluktuasi suhu yang tidak stabil. Meskipun saat pengukuran suhu 36.4°C, kondisi infeksi berat dan RR meningkat (37x/menit) merupakan indikator kuat ketidakstabilan termoregulasi tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Suhu tubuh dalam batas normal. Perawat akan memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi), mengobservasi tanda-tanda vital lainnya (nadi, pernapasan, tekanan darah), dan mencatat pola fluktuasi suhu. Perawat juga memantau tanda-tanda peningkatan metabolisme seperti takikardia dan takipnea, serta mengevaluasi faktor risiko seperti dehidrasi dari mual dan muntah. Tindakan lingkungan seperti mengatur suhu ruangan, menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, serta memberikan kompres hangat/dingin sesuai indikasi akan dilakukan. Kolaborasi pemberian terapi antibiotik dan antipiretik sesuai resep dokter adalah kunci untuk mengatasi sumber infeksi dan demam.
Kode SIKI: 2610, 3500, 6680
Deskripsi : 1. Pengendalian Infeksi (2610): Intervensi ini sangat krusial mengingat leukosit yang sangat tinggi. Perawat akan menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur, melakukan perawatan luka jika ada, memantau tanda-tanda infeksi, dan mengajarkan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi silang. 2. Manajemen Hipertermia (6680): Perawat akan memberikan terapi kompres pada aksila dan lipat paha, memberikan terapi cairan intravena untuk mengatasi dehidrasi dan membantu regulasi suhu, serta memberikan terapi obat antipiretik sesuai kolaborasi. 3. Pemantauan Vital Signs (3500): Pemantauan ketat dan berkelanjutan terhadap suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Frekuensi pemantauan disesuaikan dengan kondisi kritis pasien untuk mendeteksi dini perubahan status. Pemantauan juga mencakup observasi terhadap kulit (kehangatan, kemerahan, berkeringat) sebagai indikator termoregulasi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada pasien ini, dengan penurunan kesadaran (E3V3M4) dan adanya lateralisasi motorik (kemungkinan defisit neurologis fokal), risiko aspirasi dan penumpukan sekret sangat tinggi. Frekuensi pernapasan yang meningkat (37x/menit) dapat menjadi upaya kompensasi akibat gangguan pertukaran gas atau sekunder dari demam dan asidosis, namun juga menunjukkan beban kerja pernapasan yang meningkat. Penurunan kesadaran mengakibatkan hilangnya refleks batuk efektif.
Kode SLKI: 0412
Deskripsi : Jalan napas tetap paten. Perawat akan memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), serta suara napas (mengauskultasi ronkhi, wheezing). Posisi pasien diatur dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi, dan dilakukan reposisi secara periodik. Perawat akan melakukan fisioterapi dada dan suction untuk membersihkan sekresi jalan napas. Oksigenasi akan dipantau melalui nilai SpO2 dan jika diperlukan diberikan terapi oksigen. Refleks batuk dan kemampuan menelan dievaluasi secara berkala untuk mencegah aspirasi.
Kode SIKI: 3140, 0410, 3250
Deskripsi : 1. Manajemen Jalan Napas (3140): Intervensi untuk memastikan patensi jalan napas, termasuk penggunaan teknik chin-lift atau jaw-thrust jika diperlukan, pemasangan alat bantu jalan napas (nasopharyngeal airway/oropharyngeal airway) sesuai kebutuhan, dan suction rutin atau saat diperlukan untuk membersihkan sekresi dari mulut, faring, dan jika terpasang, dari tuba endotrakeal atau trakeostomi. 2. Posisi (0410): Penempatan dan mempertahankan posisi tubuh untuk mengoptimalkan fungsi fisiologis. Posisi semi-fowler atau lateral dengan kepala agak ekstensi sangat penting untuk memfasilitasi ekspansi dada dan drainase sekret. 3. Terapi Oksigen (3250): Pemberian oksigen tambahan dan memonitor keefektifannya. Oksigen diberikan sesuai order dokter dengan alat yang tepat (kanul nasal, masker) untuk mempertahankan SpO2 >95%. Keefektifan terapi dinilai dari perbaikan saturasi, frekuensi napas, dan warna kulit.
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: 00035Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami cedera sebagai akibat dari kondisi lingkungan yang berinteraksi dengan sumber pertahanan adaptif dan sumber pertahanan diri individu. Pasien dengan penurunan kesadaran (GCS 10), kelemahan umum, dan lateralisasi motorik sinistra memiliki risiko tinggi untuk terjatuh dari tempat tidur, tergores, atau cedera lainnya. Disorientasi dan penurunan fungsi motorik meningkatkan kemungkinan pasien tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Selain itu, hasil laboratorium seperti hipokalemia (K 3.3) dan hipokalsemia (Ca 1.0) dapat memperburuk kelemahan otot dan risiko jatuh, sementara hipoglikemia (GDS 58) dapat memperburuk kesadaran.
Kode SLKI: 1906
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera. Perawat akan mengidentifikasi faktor risiko cedera pada pasien (gangguan kesadaran, kelemahan, gangguan neurologis fokal, gangguan elektrolit). Lingkungan dibuat aman dengan memasang side rail tempat tidur, menyingkirkan benda-benda berbahaya, dan memastikan pencahayaan yang adequate. Pasien dipantau secara ketat, mungkin dengan one-on-one observation jika diperlukan. Pergerakan pasien dibantu saat akan berpindah atau melakukan aktivitas. Perawat juga akan memantau hasil laboratorium (terutama kalium, kalsium, dan glukosa) dan berkolaborasi untuk koreksi ketidakseimbangan tersebut untuk mengurangi sumber risiko dari dalam tubuh.
Kode SIKI: 6490, 0740, 3500
Deskripsi : 1. Pengawasan Keselamatan (6490): Tindakan preventif dan pengawasan terus-menerus untuk mencegah cedera pada orang dengan risiko tinggi. Ini termasuk pengamatan langsung, penggunaan restraint yang tepat (jika sangat diperlukan dan dengan indikasi ketat), serta pengecekan lingkungan secara rutin. 2. Pencegahan Jatuh (0740): Menetapkan tindakan khusus untuk mencegah pasien jatuh. Meliputi penilaian risiko jatuh dengan skala seperti Morse Fall Scale, penempatan pasien di ruangan dekat pos perawat, penggunaan side rail, lantai yang kering dan tidak licin, serta alas kaki yang anti-slip. 3. Pemantauan Vital Signs (3500): Pemantauan tanda-tanda vital dan status neurologis (GCS) secara berkala untuk mendeteksi penurunan yang dapat meningkatkan risiko cedera, seperti memburuknya kesadaran atau kelemahan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pasien datang dengan keluhan mual dan muntah, yang seringkali disertai dengan sensasi tidak nyaman atau nyeri pada abdomen. Selain itu, proses infeksi sistemik yang berat (dengan leukosit sangat tinggi) dan kemungkinan proses intrakranial (dilihat dari lateralisasi dan penurunan kesadaran) dapat menimbulkan nyeri kepala yang hebat. Pasien dengan penurunan kesadaran mungkin tidak dapat mengungkapkan nyeri secara verbal, sehingga diperlukan observasi tanda nonverbal seperti gelisah, perubahan tanda vital (TD dan RR meningkat), dan ekspresi wajah.
Kode SLKI: 1403
Deskripsi : Kontrol nyeri. Perawat akan melakukan penilaian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai (misalnya, Behavioral Pain Scale/BPS untuk pasien non-verbal), meliputi lokasi, intensitas, karakter, dan faktor pencetus. Perawat akan memberikan intervensi non-f
Article No. 25051 | 11 Apr 2026
Klinis : pasien mengeluh pusing, lemas, nafsu makan menurun
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : SLKI L.03104 adalah "Status Nutrisi Meningkat". Tujuan dari intervensi keperawatan ini adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan status nutrisi klien agar memadai. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, peningkatan berat badan menuju rentang yang diinginkan (jika underweight), serta tanda-tanda klinis dan biokimia status nutrisi yang memadai. Perawat akan memantau asupan nutrisi klien, berat badan, dan tanda-tanda lain seperti kekuatan, penyembuhan luka, dan status laboratorium (seperti albumin dan hemoglobin). Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa risiko ketidakseimbangan nutrisi telah berkurang atau tidak terjadi.
Kode SIKI: I.05240
Deskripsi : SIKI I.05240 adalah "Manajemen Nutrisi". Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat. Tindakan spesifiknya meliputi: (1) Mengkaji faktor penyebab penurunan nafsu makan seperti mual, nyeri, depresi, atau kesulitan mengunyah/menelan. (2) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis nutrisi yang sesuai. (3) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap. (4) Menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, sesuai dengan preferensi klien. (5) Memfasilitasi kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan. (6) Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan secara akurat. (7) Mengukur berat badan secara teratur dengan prosedur yang sama. (8) Memberikan edukasi kepada klien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan pemilihan makanan yang kaya nutrisi. (9) Jika diperlukan, berkolaborasi untuk pemberian suplemen nutrisi atau terapi nutrisi lainnya. Intervensi ini dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga pada faktor psikologis, lingkungan, dan pendidikan untuk mengatasi akar masalah penurunan nafsu makan dan memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh.
Article No. 25052 | 11 Apr 2026
Klinis : pasien mengalami gangguan jiwa gejala menarik diri dan bicara sendiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Isolasi Sosial: Menarik Diri
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Keadaan individu yang mengalami atau berisiko mengalami kesepian yang negatif akibat respons yang tidak adekuat atau tidak efektif terhadap perubahan dalam interaksi dengan orang lain atau lingkungan.
Kode SLKI: L.03150
Deskripsi : Klien dapat berinteraksi sosial secara optimal. Kriteria hasil: 1) Klien menyatakan keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain. 2) Klien memulai interaksi dengan orang lain. 3) Klien berpartisipasi dalam aktivitas sosial. 4) Klien menggunakan keterampilan komunikasi yang efektif. 5) Klien melaporkan perasaan terhubung dengan orang lain. 6) Klien mengidentifikasi sistem pendukung sosial. 7) Klien mempertahankan hubungan yang bermakna. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mengatasi inti masalah menarik diri, yaitu kurangnya keterlibatan dan hubungan sosial. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai kriteria-kriteria ini secara bertahap, dimulai dari ekspresi keinginan hingga mampu mempertahankan hubungan.
Kode SIKI: I.01264
Deskripsi : Fasilitasi peningkatan interaksi sosial. Kriteria intervensi: 1) Identifikasi faktor penyebab dan pencetus menarik diri. 2) Lakukan pendekatan dengan sikap tenang, empati, dan tidak menghakimi. 3) Bangun hubungan saling percaya (trust). 4) Temani klien tanpa menuntut untuk berbicara (berikan kesempatan untuk bersama secara fisik terlebih dahulu). 5) Berikan penguatan positif untuk setiap usaha klien berinteraksi. 6) Latih keterampilan komunikasi dan asertif. 7) Fasilitasi interaksi dengan orang lain secara bertahap (dari satu orang, kelompok kecil, hingga kelompok besar). 8) Libatkan klien dalam aktivitas terapeutik kelompok. 9) Kolaborasi dengan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi. Intervensi ini bersifat progresif dan berpusat pada klien, dimulai dari membangun rasa aman dan percaya, yang merupakan fondasi sebelum klien diajak untuk mengembangkan kemampuan sosialnya. Kehadiran perawat yang konsisten dan tidak menuntut sangat krusial pada fase awal.
Kondisi: Perilaku Tidak Adaptif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Pola perilaku yang mengganggu kesehatan, kesejahteraan, dan kemampuan untuk mencapai tujuan pribadi, yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Kode SLKI: L.03013
Deskripsi : Klien dapat mengontrol perilaku maladaptif. Kriteria hasil: 1) Klien mengidentifikasi perilaku yang maladaptif. 2) Klien menyatakan pemahaman tentang penyebab perilaku maladaptif. 3) Klien mengungkapkan perasaan yang mendasari perilaku maladaptif. 4) Klien menunjukkan perilaku adaptif sebagai pengganti perilaku maladaptif. 5) Klien menggunakan strategi koping yang konstruktif. 6) Klien mematuhi regimen terapeutik. 7) Klien melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas perilaku maladaptif. SLKI ini menargetkan perubahan perilaku "bicara sendiri" yang dianggap tidak adaptif dengan konteks sosial. Fokusnya adalah pada peningkatan insight (pemahaman diri), pengungkapan emosi, dan pengembangan perilaku serta koping yang lebih sehat.
Kode SIKI: I.01213
Deskripsi : Manajemen perilaku maladaptif. Kriteria intervensi: 1) Observasi dan catat pola, frekuensi, dan pemicu perilaku bicara sendiri. 2) Lakukan pendekatan saat klien sedang tidak bicara sendiri. 3) Bantu klien mengidentifikasi perasaan atau pikiran yang muncul sebelum dan selama bicara sendiri. 4) Ajarkan teknik pengalihan (distraksi) ketika dorongan untuk bicara sendiri muncul. 5) Latih klien untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan secara verbal yang adaptif (misalnya, kepada perawat atau terapis). 6) Berikan aktivitas terstruktur dan menarik untuk mengalihkan perhatian. 7) Berikan penguatan positif ketika klien mampu menunda atau mengontrol perilaku bicara sendiri. 8) Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi farmakoterapi jika diperlukan. Intervensi ini tidak serta merta melarang klien bicara sendiri, tetapi memahami makna di balik perilaku tersebut sebagai bentuk ekspresi dari konflik internal, lalu membantu klien menemukan saluran ekspresi yang lebih adaptif dan diterima secara sosial.
Kondisi: Harga Diri Rendah Kronis
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Perasaan negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri yang telah berlangsung lama, yang dapat memengaruhi fungsi sosial dan personal.
Kode SLKI: L.03028
Deskripsi : Klien dapat meningkatkan harga diri. Kriteria hasil: 1) Klien mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri. 2) Klien menerima pujian atau umpan balik positif dari orang lain. 3) Klien mengekspresikan perasaan positif tentang diri sendiri. 4) Klien berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan dirinya. 5) Klien menetapkan tujuan yang realistis. 6) Klien menunjukkan penampilan diri yang rapi. Harga diri rendah seringkali menjadi dasar dari menarik diri dan perilaku tidak adaptif. SLKI ini bertujuan membangun kembali persepsi positif klien terhadap dirinya sendiri, yang akan mendorong kepercayaan diri untuk berinteraksi dan berperilaku lebih adaptif.
Kode SIKI: I.01228
Deskripsi : Peningkatan harga diri. Kriteria intervensi: 1) Bantu klien mengenali dan mencatat pencapaian sekecil apapun. 2) Berikan pujian yang spesifik dan tulus. 3) Hindari kritik yang menyudutkan. 4) Bantu klien dalam perawatan diri untuk meningkatkan penampilan. 5) Libatkan klien dalam aktivitas yang pasti berhasil (graded task assignment) untuk membangun pengalaman sukses. 6) Bantu klien mengevaluasi diri secara realistis, tidak hanya fokus pada kekurangan. 7) Ajarkan teknik afirmasi positif. Intervensi ini berfokus pada restrukturisasi kognitif dan pengalaman emosional positif terhadap diri sendiri, yang dilakukan secara konsisten dan bertahap.
Article No. 25053 | 11 Apr 2026
Klinis : ayah pasien mengalami gangguan jiwa gejala menarik diri dan bicara sendiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan dalam jumlah, pola, atau interpretasi rangsangan yang datang dari dalam maupun luar diri individu. Pada kasus ini, gejala "bicara sendiri" mengindikasikan kemungkinan besar pasien mengalami halusinasi pendengaran (auditorik), yang merupakan gangguan persepsi sensori. Gejala "menarik diri" merupakan respons umum terhadap halusinasi, di mana pasien fokus pada pengalaman internalnya dan mengisolasi diri dari lingkungan sosial.
Kode SLKI: 4307
Deskripsi : SLKI dengan kode 4307 adalah "Kontrol Halusinasi". Tujuan utama dari luaran ini adalah agar pasien dapat mengenali, mengelola, dan mengurangi atau menghentikan pengalaman halusinasinya. Indikator pencapaiannya meliputi: (1) Pasien dapat menyebutkan jenis, isi, dan frekuensi halusinasi yang dialami. (2) Pasien dapat mengidentifikasi situasi atau pemicu yang memunculkan halusinasi. (3) Pasien dapat menyebutkan cara untuk mengontrol halusinasi (misalnya, dengan beraktivitas, berkomunikasi dengan orang lain, atau teknik relaksasi). (4) Pasien melaporkan penurunan frekuensi, intensitas, dan durasi halusinasi. (5) Pasien menunjukkan perilaku yang sesuai dengan realita, seperti tidak lagi bicara sendiri atau menoleh ke arah sumber suara yang tidak nyata. (6) Pasien dapat berinteraksi sosial dengan orang lain tanpa terganggu oleh halusinasi. Pencapaian SLKI ini bertahap, dimulai dari kesadaran akan gangguan hingga kemampuan mengelola gejala secara mandiri.
Kode SIKI: 4234
Deskripsi : SIKI dengan kode 4234 adalah "Manajemen Halusinasi". Intervensi keperawatan ini terdiri dari serangkaian tindakan sistematis untuk membantu pasien menghadapi dan mengendalikan halusinasi. Deskripsi tindakannya meliputi: Pertama, membangun hubungan saling percaya (trust) dengan pendekatan yang hangat, empatik, dan tidak menghakimi. Kedua, melakukan observasi tanda-tanda halusinasi (seperti bicara sendiri, konsentrasi terganggu, melihat ke arah tertentu). Ketiga, mendorong pasien untuk mengekspresikan pengalaman halusinasinya ("Bisakah Ibu ceritakan apa yang sedang Ibu dengar?"). Keempat, membantu pasien mengidentifikasi isi, frekuensi, dan situasi pemicu halusinasi. Kelima, validasi perasaan pasien ("Saya percaya Ibu mendengar suara itu, tapi saya tidak mendengarnya. Itu adalah bagian dari gejala sakit Ibu") sekaligus memberikan penekanan pada realita. Keenam, melatih pasien menggunakan teknik mengontrol halusinasi, seperti: (a) Teknik fokus realita dengan mengajak pasien berbicara tentang topik konkret di sekitarnya. (b) Teknik mengalihkan perhatian dengan terlibat dalam aktivitas fisik atau hobi. (c) Teknik menggunakan penangkal, misalnya menyuruh "suara" itu pergi atau berdoa. (d) Teknik meningkatkan sosialisasi dengan mengajak pasien berinteraksi dengan orang lain. Ketujuh, memberikan edukasi kepada keluarga (dalam hal ini, anak pasien) tentang gejala halusinasi dan cara merespons yang tepat, seperti tidak memarahi tetapi mengingatkan dengan lembut untuk kembali ke realita. Kedelapan, memantau kepatuhan minum obat antipsikotik dan efek sampingnya. Kesembilan, menciptakan lingkungan yang tenang dan terstruktur untuk mengurangi kecemasan yang dapat memicu halusinasi. Intervensi ini dilakukan secara konsisten dan kolaboratif dengan pasien dan keluarganya.
Article No. 25054 | 11 Apr 2026
Klinis : KU sesak datang dengan keluhan batuk sesak nafas bedahak warna coklat sejak sore RPD: infeksi usus dan hati op app ku; lemah, kes: cm TD: 120/76 HR: 130x/m RR: 36x/m S: 38 SPO2:97 O2 5 lpm NK Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, mata cowong -/-,CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH +/+ RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (+) umbilicus Ext atas akral hangat, CRT < 2",edema -/- Ext Bawah akral hangat, CRT < 2"edema -/-, 10/4/202026 Thorax : AP, supine, simetris, inspirasi dan kondisi cukup, Hasil: - Infiltrat di parenkim pulmo dextra, sesuai axis airway - Kedua sinus costofrenicus lancip - Kedua diafragma licin - Cor : CTR < 0,56 Kesan : - Bronchopneumonia - Besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat, dibuktikan dengan status oksigenasi dan ventilasi yang memadai. Kriteria hasil meliputi: 1) Status pernapasan: frekuensi, irama, dan kedalaman dalam rentang normal; tidak ada dispnea atau penggunaan otot bantu pernapasan. 2) Status oksigenasi: nilai analisis gas darah arteri (PaO2, PaCO2, pH, SaO2) dalam rentang normal; saturasi oksigen (SpO2) ≥95% pada udara ruangan. 3) Status neurologis: tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak ada tanda agitasi, gelisah, atau penurunan kesadaran akibat hipoksia atau hiperkapnia. 4) Status kulit dan membran mukosa: warna kulit dan membran mukosa normal (tidak sianosis). 5) Toleransi aktivitas: mampu melakukan aktivitas tanpa mengalami sesak napas atau hipoksia.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan: 1) Kaji frekuensi, irama, kedalaman pernapasan, dan penggunaan otot bantu. 2) Kaji warna kulit, membran mukosa, dan kuku untuk mendeteksi sianosis. 3) Auskultasi suara napas untuk mengidentifikasi area penurunan atau tidak adanya ventilasi serta suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 4) Pantau status oksigenasi melalui pulse oximetry dan analisis gas darah arteri jika diperlukan. 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi dan protokol, serta evaluasi keefektifannya. 6) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru dan mengurangi sesak. 7) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam serta batuk efektif untuk membersihkan jalan napas. 8) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diindikasikan untuk mengeluarkan sekret. 9) Lakukan suction jalan napas jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri. 10) Dorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 11) Pantau tingkat kesadaran dan tanda-tanda distress pernapasan. 12) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau antibiotik sesuai resep. 13) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi oksigen, latihan pernapasan, dan tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Bersihan Jalan Napas. Tujuan: Pasien mempertahankan jalan napas yang paten, dibuktikan dengan suara napas bersih dan kemampuan mengeluarkan sekret. Kriteria hasil meliputi: 1) Suara napas: bunyi napas vesikuler, bersih, tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing) atau bunyi napas menurun. 2) Kemampuan mengeluarkan sekret: mampu batuk efektif dan mengeluarkan sputum; jumlah, konsistensi, dan warna sputum dalam batas normal atau membaik. 3) Status pernapasan: frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal; tidak ada tanda distress pernapasan (retraksi, penggunaan otot bantu). 4) Status oksigenasi: saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. 5) Patensi jalan napas: tidak ada stridor atau kesulitan berbicara karena sumbatan.
Kode SIKI: 3310, 3240
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas (3310) seperti yang dijelaskan di atas, dan Terapi Oksigen (3240). Tindakan Terapi Oksigen meliputi: 1) Kaji indikasi pemberian oksigen (hipoksemia, sesak napas, tanda klinis hipoksia). 2) Pilih dan siapkan alat pemberian oksigen (kanul nasal, masker) sesuai kebutuhan konsentrasi dan kenyamanan pasien. 3) Atur aliran oksigen (flow rate) sesuai resep dan protokol (pada kasus ini 5 Lpm via kanul nasal). 4) Pasang alat pemberian oksigen dengan benar dan nyaman. 5) Pantau respons pasien terhadap terapi oksigen (perbaikan saturasi, frekuensi napas, dan gejala). 6) Pantau kelembapan udara yang dihirup jika diperlukan. 7) Observasi tanda-tanda toksisitas oksigen atau iritasi mukosa. 8) Jaga keamanan dari bahaya kebakaran (larangan merokok, menjauhkan dari sumber api). 9) Lakukan perawatan kebersihan alat dan lubang hidung secara rutin. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang tujuan dan pentingnya terapi oksigen, serta larangan mengatur aliran oksigen sendiri.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap faktor-faktor patogen.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Status Termoregulasi. Tujuan: Pasien mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil meliputi: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C). 2) Kulit teraba hangat, tidak panas atau berkeringat berlebihan. 3) Frekuensi nadi dan pernapasan dalam rentang normal. 4) Tidak ada menggigil atau perasaan panas. 5) Tanda-tanda infeksi (jika penyebabnya infeksi) menunjukkan perbaikan.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Tindakan: 1) Pantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan). 2) Kaji faktor penyebab peningkatan suhu tubuh (infeksi, dehidrasi, lingkungan). 3) Berikan terapi pendinginan secara fisik: kompres hangat/tepid sponge di area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi, hindari kompres dingin karena dapat menyebabkan menggigil; mandi dengan air hangat; gunakan pakaian tipis dan menyerap keringat; atur ventilasi ruangan. 4) Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mencegah dehidrasi dan membantu regulasi suhu. 5) Kolaborasi pemberian obat antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep dan evaluasi efektivitasnya. 6) Pantau tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) yang dapat berubah seiring dengan perubahan suhu. 7) Kaji tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin). 8) Berikan nutrisi yang adekuat untuk mendukung proses metabolisme dan penyembuhan. 9) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika penyebabnya infeksi bakteri (seperti pada bronchopneumonia). 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab demam, cara perawatan di rumah, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan.
Article No. 25055 | 11 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan patogen yang ditularkan melalui udara, khususnya Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebabkan penyakit aktif, terkait dengan paparan, status imunitas, dan kepatuhan pengobatan.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Pasien akan menunjukkan perilaku dan kondisi yang mencegah penularan infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien memahami dan menjelaskan cara penularan TB dan pentingnya pengobatan hingga tuntas. 2) Pasien dan keluarga mampu menerapkan etika batuk yang benar (menutup mulut dengan tisu/lengan, membuang tisu bekas dahak ke tempat sampah tertutup). 3) Pasien menggunakan masker dengan benar terutama saat berinteraksi dengan orang lain di ruang publik atau di rumah. 4) Ventilasi ruangan tempat tinggal pasien memadai dan mendapat sinar matahari. 5) Pasien mengonsumsi obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur sesuai jadwal yang ditetapkan tanpa terlewat. 6) Anggota keluarga yang kontak erat bersedia untuk melakukan skrining TB. 7) Tidak ada penularan infeksi TB baru kepada orang di sekitarnya selama masa pengobatan. Pencapaian SLKI ini bertujuan untuk memutus rantai penularan dan mencapai kesembuhan.
Kode SIKI: I.15280
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Infeksi. Tindakan spesifik yang dilakukan perawat meliputi: 1) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit TB paru, cara penularan melalui droplet, pentingnya pengobatan lengkap (6-8 bulan) untuk mencegah kekambuhan dan resistensi obat (Multi Drug Resistant TB/MDR-TB), serta efek samping OAT. 2) Melatih pasien dan keluarga tentang etika batuk dan bersin yang benar. 3) Menganjurkan dan memastikan pasien selalu memakai masker bedah, terutama saat batuk atau berada di sekitar orang lain. 4) Mengajarkan cara membuang dahak yang higienis (diludahkan ke wadah tertutup berisi desinfektan atau tisu yang langsung dibakar/dibuang ke plastik tertutup). 5) Memantau kepatuhan minum OAT secara langsung (DOT - Directly Observed Treatment) baik oleh perawat atau pengawas minum obat (PMO) yang ditunjuk. 6) Memantau adanya efek samping OAT seperti mual, muntah, kuning pada mata, kesemutan, atau ruam kulit, dan melaporkan ke dokter. 7) Menganjurkan diet tinggi kalori dan protein untuk memperbaiki status gizi dan mendukung sistem imun. 8) Mendorong istirahat yang cukup dan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 9) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan dahak ulang (BTA serial) dan pengobatan. 10) Menganjurkan pemeriksaan pada anggota keluarga atau kontak erat. 11) Memastikan lingkungan rumah pasien memiliki sirkulasi udara yang baik dengan membuka jendela setiap hari. Intervensi ini bersifat holistik, mencakup aspek teknis medis, edukasi, dan dukungan psikososial untuk memastikan keberhasilan terapi dan pencegahan penularan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten, terkait dengan sekret yang kental dan banyak, kelemahan untuk batuk efektif, serta infeksi dan peradangan pada parenkim paru.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pasien akan mempertahankan jalan napas yang paten dengan kriteria hasil: 1) Suara napas bersih (vesikuler) di semua lapang paru. 2) Batuk efektif dan mampu mengeluarkan dahak. 3) Sekret/dahak dapat dikeluarkan dengan mudah. 4) Tidak menunjukkan tanda distress pernapasan (sesak napas, penggunaan otot bantu napas, sianosis). 5) Nilai saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%). 6) Karakteristik sputum berangsur menjadi jernih dan jumlahnya berkurang. Pencapaian SLKI ini menunjukkan resolusi dari obstruksi jalan napas dan perbaikan pertukaran gas.
Kode SIKI: I.04130
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Jalan Napas. Tindakan yang dilakukan perawat meliputi: 1) Mengajarkan dan mendorong teknik batuk efektif dan dalam. 2) Melakukan fisioterapi dada (postural drainage dan chest percussion/vibrasi) pada area paru yang terkena (paru kanan atas sesuai lesi) untuk membantu mobilisasi sekret. 3) Pemberian nebulizer atau inhalasi sesuai kolaborasi untuk mengencerkan dahak. 4) Memonitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta adanya suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 5) Memantau saturasi oksigen secara berkala dengan pulse oximeter. 6) Pemberian oksigen tambahan jika diperlukan sesuai instruksi dokter. 7) Menganjurkan intake cairan yang cukup (minimal 2-3 liter/hari jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 8) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru dan upaya batuk. 9) Mengobservasi karakteristik sputum (warna, konsistensi, volume, bau). 10) Menjaga kelembaban udara ruangan. Tindakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi jalan napas, meningkatkan oksigenasi, dan mencegah komplikasi seperti atelektasis.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, terkait dengan anoreksia (kehilangan nafsu makan), peningkatan kebutuhan energi akibat proses infeksi (demam), dan katabolik protein yang meningkat pada penyakit tuberkulosis.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pasien akan menunjukkan perbaikan status nutrisi dengan kriteria hasil: 1) Peningkatan nafsu makan. 2) Berat badan meningkat atau stabil mencapai berat badan ideal. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan hemoglobin) dalam batas normal. 4) Pasien mampu menghabiskan porsi makan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan kalori dan protein yang telah ditentukan. 5) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi seperti kelemahan ekstrem, penurunan massa otot, atau edema. Pencapaian SLKI ini penting untuk mendukung sistem imun dalam melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.11230
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Nutrisi. Tindakan yang dilakukan perawat meliputi: 1) Melakukan pengkajian status nutrisi meliputi antropometri (berat badan, IMT), riwayat diet, dan pemeriksaan biokimia. 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein yang meningkat (misal: 35-40 kkal/kgBB/hari dan 1.2-1.5 gram protein/kgBB/hari). 3) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering (6 kali sehari) untuk mengatasi anoreksia. 4) Menyajikan makanan favorit pasien yang memenuhi syarat gizi (tinggi kalori & protein seperti telur, ikan, ayam, tempe, tahu, susu, alpukat). 5) Memantau asupan dan output cairan serta berat badan secara periodik. 6) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan TB. 7) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau yang dapat memicu mual. 8) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau vitamin (seperti vitamin B6 untuk mencegah neuropati akibat OAT) jika diperlukan. 9) Memantau tanda-tanda kekurangan nutrisi dan efek samping OAT yang mempengaruhi nafsu makan. Intervensi ini bertujuan untuk mengatasi defisit energi dan protein, memulihkan status gizi, dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
Article No. 25056 | 11 Apr 2026
Klinis : SIKI Perawatan Sirkulasi Observasi • Periksa sirkulasi perifer (mis: nadi perifer, edema,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengakibatkan gangguan nutrisi dan oksigenasi pada jaringan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: nadi perifer teraba kuat dan simetris, warna kulit ekstremitas normal (tidak pucat, sianosis, atau kemerahan), suhu kulit ekstremitas hangat, pengisian kapiler kurang dari 3 detik, tidak ada edema, tidak ada nyeri atau kram pada ekstremitas, dan integritas kulit terjaga. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil mempertahankan atau mengembalikan aliran darah yang adekuat ke jaringan perifer, memastikan kebutuhan metabolik sel terpenuhi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Intervensi ini berfokus pada pemantauan dan pengawasan tanda-tanda sirkulasi perifer untuk mendeteksi dini adanya gangguan perfusi. Aktivitas utama meliputi: memeriksa kualitas nadi perifer (seperti nadi radial, dorsalis pedis, dan tibialis posterior) secara berkala, mencatat kekuatan, ritme, dan kesimetrisannya; menginspeksi warna kulit dan membran mukosa untuk mendeteksi pucat, sianosis, atau rubor; mempalpasi suhu kulit ekstremitas (dingin menandakan penurunan aliran darah); menilai pengisian kapiler dengan menekan kuku atau ujung jari dan mengamati waktu pengisian kembali; memeriksa ada tidaknya edema dengan menekan area yang berpotensi edema (seperti tibia, malleolus, sakrum) dan mencatat derajat pitting edema; mengukur lingkar ekstremitas jika diperlukan untuk memantau perubahan; serta mendokumentasikan semua temuan secara objektif dan teratur. Observasi ini juga mencakup memantau keluhan subjektif pasien seperti kesemutan, baal, nyeri, atau kram. Implementasi SIKI ini bersifat proaktif dan preventif, bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko atau tanda awal disfungsi vaskular, sehingga tindakan lanjutan dapat segera dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Data yang dikumpulkan dari observasi ini menjadi dasar evaluasi efektivitas rencana perawatan dan kebutuhan modifikasi intervensi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433