Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22671 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral. Dari kasus yang sudah terlampir ini, susunlah: 1. analisa data (dalam bentuk tabel)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan. L.03104: Bunyi jantung dalam batas normal. L.03105: Nadi perifer dapat diraba. L.03106: Pengisian kapiler kurang dari 3 detik. L.03107: Kulit hangat dan kering. L.03108: Warna kulit normal. L.03109: Tidak ada pusing/sinkop. L.03110: Tidak ada dispnea/ortopnea. L.03111: Tidak ada edema. L.03112: Produksi urin adekuat. L.03113: Tingkat kesadaran compos mentis. L.03114: Tidak ada kelelahan. L.03115: Nilai laboratorium terkait dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Kaji tanda-tanda vital. I.05002: Auskultasi bunyi jantung. I.05003: Kaji nadi perifer. I.05004: Kaji pengisian kapiler. I.05005: Kaji suhu dan warna kulit. I.05006: Kaji adanya pusing/sinkop. I.05007: Kaji adanya dispnea/ortopnea. I.05008: Kaji adanya edema. I.05009: Pantau keseimbangan cairan (intake-output). I.05010: Kaji tingkat kesadaran. I.05011: Kaji tingkat kelelahan. I.05012: Pantau hasil pemeriksaan diagnostik. I.05013: Kolaborasi pemberian terapi oksigen. I.05014: Kolaborasi pemberian obat inotropik, diuretik, vasodilator sesuai program. I.05015: Atur posisi semi fowler/fowler. I.05016: Batasi aktivitas. I.05017: Ajarkan teknik menghemat energi. I.05018: Berikan dukungan psikologis.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Pasien dapat melakukan aktivitas secara mandiri. L.02002: Pasien dapat melakukan aktivitas dengan bantuan. L.02003: Tanda-tanda vital dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02004: Tidak mengalami sesak napas sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02005: Tidak mengeluh lelah/lemas sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02006: Nadi dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02007: Tekanan darah dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02008: Pernapasan dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02009: Saturasi oksigen dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. L.02010: EKG dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Kaji kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas. I.03002: Kaji respon fisiologis terhadap aktivitas (tanda vital). I.03003: Kaji faktor yang menyebabkan intoleransi aktivitas. I.03004: Kaji tingkat kelelahan. I.03005: Kaji status pernapasan. I.03006: Kaji status kardiovaskuler. I.03007: Kaji status neurologis. I.03008: Kaji status muskuloskeletal. I.03009: Kaji status nutrisi. I.03010: Kaji status hidrasi. I.03011: Monitor hasil pemeriksaan diagnostik. I.03012: Bantu pasien dalam melakukan aktivitas. I.03013: Rencanakan periode istirahat yang cukup. I.03014: Ajarkan teknik menghemat energi. I.03015: Atur posisi yang nyaman. I.03016: Kolaborasi pemberian terapi oksigen. I.03017: Kolaborasi pemberian obat sesuai program. I.03018: Berikan dukungan psikologis.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk mempertahankan suplai oksigen ke sel-sel tubuh.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pola napas dalam rentang normal. L.04002: Tidak ada dispnea. L.04003: Tidak ada ortopnea. L.04004: Tidak ada napas pendek. L.04005: Bunyi napas bersih. L.04006: Tidak ada sianosis. L.04007: Tidak ada penggunaan otot bantu napas. L.04008: Ekspansi dada simetris. L.04009: Batuk efektif. L.04010: Produksi sputum tidak ada/jernih. L.04011: Saturasi oksigen dalam rentang normal. L.04012: Gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Kaji frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan. I.04002: Kaji bunyi napas. I.04003: Kaji penggunaan otot bantu napas. I.04004: Kaji ekspansi dada. I.04005: Kaji adanya sianosis. I.04006: Kaji kemampuan batuk dan produksi sputum. I.04007: Monitor saturasi oksigen. I.04008: Monitor hasil analisa gas darah. I.04009: Atur posisi semifowler/fowler. I.04010: Ajarkan batuk efektif dan napas dalam. I.04011: Kolaborasi pemberian terapi oksigen. I.04012: Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, ekspektoran sesuai program. I.04013: Kolaborasi fisioterapi dada. I.04014: Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri yang disengaja.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Pasien dapat melakukan rentang gerak sendi secara aktif. L.01002: Pasien dapat melakukan rentang gerak sendi secara pasif. L.01003: Kekuatan otot normal. L.01004: Koordinasi gerak normal. L.01005: Keseimbangan tubuh baik. L.01006: Tidak ada nyeri sendi. L.01007: Tidak ada kontraktur sendi. L.01008: Tidak ada atrofi otot. L.01009: Dapat berjalan dengan baik. L.01010: Dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Kaji kemampuan mobilitas pasien. I.01002: Kaji kekuatan otot. I.01003: Kaji rentang gerak sendi. I.01004: Kaji adanya nyeri. I.01005: Kaji adanya kontraktur. I.01006: Kaji keseimbangan dan koordinasi. I.01007: Bantu pasien dalam melakukan mobilisasi. I.01008: Lakukan latihan rentang gerak sendi (ROME) aktif dan pasif. I.01009: Ajarkan teknik mobilisasi yang aman. I.01010: Atur posisi yang nyaman dan ubah posisi secara teratur. I.01011: Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program. I.01012: Kolaborasi dengan fisioterapi. I.01013: Berikan dukungan psikologis.
Kondisi: Defisien Perawatan Diri: Mandi/Berhias, Berpakaian, Toileting
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/berhias, berpakaian, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Pasien dapat mandi secara mandiri. L.06002: Pasien dapat berhias secara mandiri. L.06003: Pasien dapat berpakaian secara mandiri. L.06004: Pasien dapat melakukan toileting secara mandiri. L.06005: Kebersihan tubuh terjaga. L.06006: Kebersihan rambut terjaga. L.06007: Kebersihan kuku terjaga. L.06008: Kebersihan mulut terjaga. L.06009: Pakaian bersih dan rapi. L.06010: Eliminasi BAB/BAK terkontrol.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kaji kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri. I.08002: Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri (mandi, berhias, berpakaian, toileting). I.08003: Aj
Article No. 22672 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral. Dari kasus yang sudah terlampir ini, susunlah: 1. analisa data (dalam bentuk tabel)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Menunjukkan upaya bernapas yang meningkat, seperti penggunaan otot aksesori pernapasan, laju napas meningkat, atau dispnea. Mengi (wheezing) atau suara napas tambahan lainnya terdengar. Batuk tidak efektif atau tidak mampu batuk. Adanya sekret di saluran napas. Sianosis. Gangguan pertukaran gas (misalnya, penurunan saturasi oksigen).
Kode SIKI: 3201A
Deskripsi : Kaji tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah). Kaji pola, kedalaman, dan usaha pernapasan (takipnea, dispnea, penggunaan otot bantu napas). Auskultasi suara napas (mengi, ronki, penurunan suara napas). Kaji kemampuan batuk efektif dan karakteristik sputum. Kaji status oksigenasi (warna kulit/mukosa, saturasi oksigen). Monitor hasil pemeriksaan penunjang (seperti foto thorax). Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler atau Fowler). Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. Lakukan fisioterapi dada jika indikasi. Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai program. Anjurkan intake cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi untuk mengencerkan sekret. Monitor status pernapasan dan respons terapi secara berkala.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 9401
Deskripsi : Melaporkan kelelahan atau kelemahan. Perubahan tanda vital sebagai respons terhadap aktivitas (misalnya, takikardi, takipnea, peningkatan tekanan darah). Perubahan status mental (misalnya, gelisah, penurunan kesadaran). Dispnea atau ketidaknyamanan pada saat aktivitas. Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan tingkat perkembangan. Ketidakmampuan untuk memulihkan energi setelah beraktivitas.
Kode SIKI: 9401A
Deskripsi : Kaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (kelemahan, nyeri, gangguan pernapasan, anemia). Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, dispnea, kelelahan, nyeri). Kaji tingkat mobilitas dan kekuatan otot. Bantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditoleransi. Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Ajarkan teknik penghematan energi. Atur jadwal aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. Monitor respons pasien terhadap peningkatan aktivitas. Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab (seperti transfusi jika anemia berat, terapi oksigen).
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik independen dan bertujuan pada satu atau lebih ekstremitas.
Kode SLKI: 8501
Deskripsi : Keterbatasan dalam rentang gerak. Penurunan kekuatan otot. Gangguan koordinasi. Keengganan untuk melakukan pergerakan. Ketidakmampuan untuk bergerak secara bertujuan dalam lingkungan fisik. Ketergantungan dalam melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (ADL).
Kode SIKI: 8501A
Deskripsi : Kaji tingkat ketergantungan pasien dalam mobilitas dan ADL (menggunakan skala misalnya). Kaji kekuatan otot, tonus, dan rentang gerak sendi. Kaji adanya nyeri yang membatasi pergerakan. Bantu perubahan posisi secara teratur. Lakukan latihan rentang gerak sendi (aktif/pasif). Ajarkan dan bantu penggunaan alat bantu mobilitas jika memungkinkan. Kolaborasi dengan fisioterapi untuk program latihan. Posisikan pasien dengan alignment yang benar untuk mencegah kontraktur. Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus. Bantu dan ajarkan keluarga dalam memobilisasi pasien dengan aman. Monitor kemajuan atau penurunan mobilitas.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri
Kode SDKI: 00109
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kode SLKI: 10901
Deskripsi : Ketidakmampuan untuk mencuci tubuh atau bagian tubuh. Ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mendapatkan sumber air untuk mandi. Ketidakmampuan untuk mengatur suhu air. Ketidakmampuan untuk berpakaian. Ketidakmampuan untuk mempertahankan penampilan yang diinginkan. Ketidakmampuan untuk makan secara mandiri. Ketidakmampuan untuk membawa makanan dari wadah ke mulut.
Kode SIKI: 10901A
Deskripsi : Kaji tingkat ketergantungan pasien dalam memenuhi ADL (mandi, berpakaian, toileting, makan). Kaji faktor penyebab (kelemahan fisik, nyeri, gangguan neurologis). Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri sesuai kemampuan (misalnya, siapkan peralatan, bantu secara parsial). Anjurkan pasien untuk berpartisipasi semampunya. Berikan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan pasien. Kolaborasi dengan keluarga untuk memahami cara membantu pasien. Ajarkan teknik adaptif untuk perawatan diri jika memungkinkan. Monitor kemampuan pasien dalam perawatan diri selama perawatan. Jaga privasi dan harga diri pasien selama memberikan bantuan.
Article No. 22673 | 07 Nov 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0019 & D.0005
Deskripsi Singkat: Diagnosa keperawatan utama pada pasien ini adalah Risiko Infeksi (D.0019) yang terkait dengan paparan patogen dan pertahanan primer tidak adekuat, serta Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0005) yang terkait dengan sekret berlebih dan sekret kental. Risiko infeksi muncul karena penyakit tuberkulosis itu sendiri merupakan proses infeksi yang dapat menyebar, ditambah dengan kondisi pasien yang lemah dan kemungkinan penurunan status imun. Mycobacterium tuberculosis dapat ditularkan melalui droplet, sehingga risiko penularan ke orang lain juga perlu dipertimbangkan. Sementara itu, bersihan jalan napas tidak efektif terjadi secara langsung akibat proses penyakit. Adanya peradangan dan infeksi pada parenkim paru merangsang produksi sputum atau dahak yang berlebih. Dahak pada TB seringkali bersifat kental dan purulen, menyulitkan pasien untuk mengeluarkannya secara efektif. Hal ini diperburuk oleh kondisi demam yang dapat menyebabkan dehidrasi dan semakin mengentalkan sekret, serta kelemahan umum pasien yang mengurangi kemampuan batuk secara efektif. Kombinasi kedua diagnosis ini menggambarkan inti permasalahan pasien TB paru, yaitu masalah infeksi dan masalah mekanis pernapasan.
Kode SLKI: L.03114 & L.03005
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) untuk diagnosis Risiko Infeksi adalah Infeksi Terkontrol (L.03114), yang mencakup kriteria seperti tidak demam, tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri) terkontrol, dan hasil laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal. Pada konteks TB, luaran ini dimodifikasi menjadi pengendalian infeksi TB, yang ditandai dengan penurunan demam, berkurangnya frekuensi batuk, dan hasil pemeriksaan mikrobiologis yang negatif. Sedangkan untuk diagnosis Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, luaran yang diharapkan adalah Bersihan Jalan Napas Efektif (L.03005). Luaran ini ditandai dengan kriteria objektif dan subjektif. Secara objektif, suara napas tambahan seperti ronki harus berkurang atau hilang, dan frekuensi pernapasan kembali dalam rentang normal. Pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif, baik dengan batuk independen maupun dengan bantuan. Secara subjektif, pasien melaporkan bahwa sesak napasnya berkurang atau hilang dan merasa lebih nyaman. Pencapaian luaran ini memerlukan waktu dan konsistensi dalam terapi, mengingat TB adalah penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Perawat akan memantau perkembangan luaran ini secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.08090 & I.08091 & I.05241
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) yang direncanakan harus menyasar kedua diagnosa tersebut. Untuk mengendalikan Risiko Infeksi (D.0019), intervensi utamanya adalah Manajemen Infeksi (I.08090 & I.08091). I.08090 berfokus pada pencegahan, yang dalam konteks TB sangat krusial yaitu dengan menerapkan dan mengajarkan etika batuk (menutup mulut dengan tisu atau lengan), memastikan ventilasi ruangan yang baik, dan yang terpenting adalah memastikan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan Anti Tuberkulosis (OAT) jangka panjang secara ketat. Perawat harus melakukan pengawasan menelan obat (DOT) untuk mencegah terputusnya pengobatan yang dapat menyebabkan resistensi obat. Sementara I.08091, Manajemen Isolasi, diterapkan dengan ketat, terutama pada fase awal pengobatan dimana kuman masih aktif. Ini termasuk penggunaan masker pada pasien saat keluar ruangan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai oleh petugas kesehatan. Untuk mengatasi masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0005), intervensi kuncinya adalah Manajemen Jalan Napas (I.05241). Intervensi ini bersifat komprehensif, dimulai dari memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memaksimalkan ekspansi paru, mendemonstrasikan dan membantu latihan batuk efektif, serta melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi untuk membantu mengeluarkan sekret yang kental. Terapi nebulizer mungkin diperlukan untuk mengencerkan dahak. Asupan cairan yang adekuat juga sangat dianjurkan untuk menjaga konsistensi sekret tetap encer dan mudah dikeluarkan. Pemantauan tanda-tanda vital, khususnya suhu dan status pernapasan, serta karakteristik sputum, merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk mengevaluasi kemajuan kondisi pasien.
Article No. 22674 | 07 Nov 2025
Klinis : Pasien pria usia 52 tahun datang dengan keluhan nyeri di kaki kiri akibat tertusuk paku. pasien memiliki diabetes melitus tidak terkontrol sejak 1 tahun yang lalu. Diagnosa awal celulitis. luka menyebar ke punggung kaki pasien seukuran telapak tangan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0187
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang rentan mengalami invasi dan multiplikasi patogen yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien ini, risiko infeksi sangat tinggi dan telah termanifestasi menjadi infeksi berat (selulitis luas). Faktor risiko utama adalah luka tusuk yang dalam pada kaki, yang merupakan pintu masuk ideal bagi mikroorganisme. Kondisi ini diperparah secara signifikan oleh diabetes melitus yang tidak terkontrol. Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) yang kronis menyebabkan disfungsi sistem imun, termasuk gangguan fungsi neutrofil (sel darah putih yang bertugas melawan infeksi), menurunnya kemotaksis (kemampuan sel imun mendatangi lokasi infeksi), dan gangguan fagositosis (proses memakan bakteri). Selain itu, sirkulasi darah perifer yang buruk akibat neuropati dan angiopati diabetik mengakibatkan suplai oksigen, nutrisi, dan sel-sel imun ke area luka menjadi tidak optimal, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Luka yang sudah menyebar hingga seukuran telapak tangan di punggung kaki menunjukkan bahwa pertahanan tubuh pasien sudah kewalahan dalam mengendalikan invasi patogen, sehingga diagnosa "risiko infeksi" ini telah berubah menjadi infeksi aktual yang serius dan berpotensi menyebar lebih lanjut atau menyebabkan sepsis.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI untuk Risiko Infeksi berfokus pada tindakan pengendalian dan pencegahan penyebaran infeksi. Pertama, pemantauan tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal menjadi prioritas mutlak, termasuk memantau suhu tubuh, denyut nadi, karakteristik nyeri, serta kemerahan, bengkak, panas, dan adanya nanah atau drainase pada luka. Tindakan inti adalah perawatan luka yang steril dan tepat. Ini melibatkan pembersihan luka secara rutin menggunakan teknik aseptik, debridement (pengangkatan jaringan mati) untuk menghilangkan medium pertumbuhan bakteri, dan memilih balutan yang sesuai (misalnya balutan modern yang menjaga kelembaban dan memfasilitasi autolytic debridement). Pengelolaan glukosa darah adalah intervensi krusial yang tidak dapat dipisahkan. Perawat akan berkolaborasi dengan tim medis untuk memantau kadar gula darah pasien secara ketat dan memastikan terapi insulin atau obat antidiabetes lainnya berjalan optimal, karena kontrol glikemik yang baik adalah fondasi dari penyembuhan luka dan pencegahan infeksi. Pemberian antibiotik sesuai resep dokter harus tepat waktu dan dipantau efektivitas serta efek sampingnya. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga merupakan bagian penting, meliputi pentingnya menjaga kebersihan luka, tidak menggaruk atau memegang luka dengan tangan kotor, mengenali tanda-tanda infeksi memburuk, serta memahami hubungan antara kontrol diabetes dengan proses penyembuhan. Pemberian nutrisi yang adekuat, terutama protein dan vitamin C, juga diperlukan untuk mendukung sistem imun dan regenerasi jaringan.
Kode SIKI: I.01245
Deskripsi : SIKI mengukur kriteria hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan. Kriteria utamanya adalah luka menunjukkan tanda-tanda penyembuhan. Ini ditandai dengan berkurangnya atau hilangnya tanda-tanda inflamasi seperti kemerahan (eritema), pembengkakan (edema), rasa panas, dan nyeri pada area luka. Ukuran luka harus mengecil secara progresif, ditandai dengan kontraksi tepi luka dan munculnya jaringan granulasi yang sehat, yaitu jaringan baru berwarna merah muda atau kemerahan yang bertekstur kenyal dan mudah berdarah. Drainase atau nanah dari luka harus berkurang dan akhirnya menghilang, digantikan oleh eksudat serosa yang jernih. Pasien harus bebas dari tanda-tanda infeksi sistemik, seperti demam (suhu tubuh dalam rentang normal), tidak ada menggigil, dan denyut nadi dalam batas normal. Kriteria hasil yang sangat penting adalah tercapainya kontrol glikemik yang optimal, yang ditunjukkan dengan kadar gula darah puasa dan 2 jam postprandial yang mendekati atau berada dalam rentang target yang ditetapkan. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan mampu mendemonstrasikan pemahaman dan partisipasi dalam perawatan luka, seperti cara membersihkan luka yang benar (jika diizinkan), serta menjelaskan pentingnya kepatuhan dalam mengelola diabetes dan mengenali tanda-tanda komplikasi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa risiko infeksi telah berhasil dikendalikan dan proses penyembuhan sedang berjalan dengan baik.
Article No. 22675 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perempuan usia 45 tahun dibawa ke IGD karena demam sejak satu pekan sebelumnya dan mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Pasien mempunyai riwayat DM tipe II selama 8 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan terdengar suara snoring, frekuensi nafas 32 x/menit dengan pernafasan kusmaull, frekuensi nadi 134x/menit lemah, tekanan darah 83/44 mmHg, GCS E1M1V1, SpO2 98% dengan rebreathing mask 10 Lpm, suhu 38ºC, dan akral teraba dingin. Tampak luka gangren di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh sejak tiga pekan sebelumnya. Pemeriksaan GDS memakai glucometer menunjukkan nilai High dan keton urin positif 3. Hasil BGA menunjukkan PH 6,89, PCO2 30 mmHg, HCO3 7 mmol/L, PO2 200 mmHg, BE -24,4 mmol/L. Kadar keton darah 5 nmol/L dan kadar laktat darah 3,4 mmol/L.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Pemantauan status hiperglikemia dan hipoglikemia
Kode SIKI: I.05039
Deskripsi : Pemantauan kadar glukosa darah
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Status pernapasan
Kode SIKI: I.05101
Deskripsi : Manajemen jalan napas
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SLKI: L.06017
Deskripsi : Status perfusi perifer
Kode SIKI: I.08036
Deskripsi : Manajemen syok
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0125
Deskripsi Singkat: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: L.06016
Deskripsi : Status perfusi serebral
Kode SIKI: I.08035
Deskripsi : Pemantauan neurologis
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.07023
Deskripsi : Status infeksi
Kode SIKI: I.09043
Deskripsi : Manajemen infeksi
Article No. 22676 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perempuan usia 45 tahun dibawa ke IGD karena demam sejak satu pekan sebelumnya dan mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Pasien mempunyai riwayat DM tipe II selama 8 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan terdengar suara snoring, frekuensi nafas 32 x/menit dengan pernafasan kusmaull, frekuensi nadi 134x/menit lemah, tekanan darah 83/44 mmHg, GCS E1M1V1, SpO2 98% dengan rebreathing mask 10 Lpm, suhu 38ºC, dan akral teraba dingin. Tampak luka gangren di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh sejak tiga pekan sebelumnya. Pemeriksaan GDS memakai glucometer menunjukkan nilai High dan keton urin positif 3. Hasil BGA menunjukkan PH 6,89, PCO2 30 mmHg, HCO3 7 mmol/L, PO2 200 mmHg, BE -24,4 mmol/L. Kadar keton darah 5 nmol/L dan kadar laktat darah 3,4 mmol/L.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketoasidosis Diabetikum (KAD) dengan Syok Septik
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah adalah suatu keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa. Pada kasus ini, risiko tersebut telah menjadi realita dengan manifestasi Ketoasidosis Diabetikum (KAD) yang sangat berat. Defisinya adalah individu dengan faktor risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah (misalnya, infeksi, ketidakpatuhan pengobatan, penyakit akut). Data pada pasien ini yang mendukung diagnosa ini sangat kuat. Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe 2 selama 8 tahun, yang merupakan faktor risiko utama. Faktor pencetus akutnya adalah infeksi berat yang ditandai dengan demam dan luka gangren di kaki yang tidak kunjung sembuh. Hasil pemeriksaan penunjang sangat konklusif: GDS menunjukkan "High" yang tidak terbaca, keton urin positif 3, dan yang paling kritis adalah hasil Analisa Gas Darah (BGA) yang menunjukkan pH 6.89 (asidosis metabolik berat), HCO3 7 mmol/L (sangat rendah), dan Base Excess -24.4 mmol/L (defisit buffer yang parah). Kadar keton darah 5 nmol/L juga memperkuat diagnosis KAD. Kombinasi dari riwayat DM, infeksi, dan temuan laboratorium ini membuktikan adanya ketidakstabilan glukosa darah yang ekstrem dan mengancam nyawa.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI L.03118 berfokus pada Pemantauan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Pada pasien dengan kondisi kritis seperti ini, pemantauan harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Tindakan keperawatan yang harus dilaksanakan meliputi: Memantau tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia, meskipun pada kasus ini dominannya adalah hiperglikemia. Memantau tanda-tanda ketoasidosis, yang telah jelas terlihat dari pernapasan Kussmaul (kompensasi respiratorik untuk asidosis metabolik) dan hasil BGA. Memantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang dapat dilihat dari tekanan darah sangat rendah (83/44 mmHg), nadi lemah, dan akral dingin yang mengindikasikan syok. Memantau hasil pemeriksaan diagnostik seperti GDS, keton darah dan urin, serta BGA secara serial untuk menilai respons terapi. Memantau status neurologis menggunakan GCS (saat ini E1M1V1=3, menunjukkan penurunan kesadaran berat) secara ketat. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mendeteksi secara dini setiap perubahan status pasien yang dapat memburuk, sehingga intervensi dapat segera diberikan.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : SIKI I.05229 adalah Manajemen Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, yang merupakan inti dari penanganan pasien ini. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang kompleks dan mendesak. Pertama, kolaborasi dalam pemberian insulin intravena dosis rendah secara kontinu (infus) untuk menurunkan kadar glukosa darah secara bertahap dan aman, serta mengoreksi ketoasidosis. Kedua, kolaborasi dalam pemberian cairan intravena agresif (resusitasi cairan) untuk mengatasi dehidrasi dan hipovolemia yang menyebabkan syok, biasanya dimulai dengan cairan kristaloid seperti NaCl 0.9%. Ketiga, kolaborasi dalam koreksi ketidakseimbangan elektrolit, terutama kalium, karena meskipun kadar kalium tidak disebutkan, terapi insulin dan koreksi asidosis akan mempengaruhi distribusi kalium secara drastis dan berisiko menyebabkan hipokalemia yang fatal. Keempat, mengidentifikasi dan menangani faktor pencetus, dalam hal ini adalah infeksi. Kolaborasi untuk pemberian antibiotik spektrum luas secara intravena sangat penting untuk mengendalikan sumber infeksi dari luka gangren. Kelima, mempertahankan jalan napas dan oksigenasi. Meskipun SpO2 98%, pasien dengan GCS 3 dan suara snoring berisiko tinggi mengalami sumbatan jalan napas, sehingga mungkin diperlukan penanganan jalan napas definitif. Keenam, pemantauan hemodinamik yang ketat untuk menilai respons terapi terhadap syok. Intervensi ini harus dilakukan secara terintegrasi dan simultan di unit gawat darurat atau ICU untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Article No. 22677 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perempuan usia 45 tahun dibawa ke IGD karena demam sejak satu pekan sebelumnya dan mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Pasien mempunyai riwayat DM tipe II selama 8 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan terdengar suara snoring, frekuensi nafas 32 x/menit dengan pernafasan kusmaull, frekuensi nadi 134x/menit lemah, tekanan darah 83/44 mmHg, GCS E1M1V1, SpO2 98% dengan rebreathing mask 10 Lpm, suhu 38ºC, dan akral teraba dingin. Tampak luka gangren di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh sejak tiga pekan sebelumnya. Pemeriksaan GDS memakai glucometer menunjukkan nilai High dan keton urin positif 3. Hasil BGA menunjukkan PH 6,89, PCO2 30 mmHg, HCO3 7 mmol/L, PO2 200 mmHg, BE -24,4 mmol/L. Kadar keton darah 5 nmol/L dan kadar laktat darah 3,4 mmol/L.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketoasidosis Diabetik dengan Sepsis
Kode ICD-10: E10.11 & R65.21
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang pasien dengan kegawatan metabolik dan sistemik yang mengancam jiwa. Ketoasidosis Diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut dari Diabetes Melitus (DM) tipe II yang tidak terkendali, ditandai dengan triad hiperglikemia (GDS 'High'), ketosis (keton darah dan urin positif), dan asidosis metabolik berat (pH 6.89, HCO3 sangat rendah, BE negatif dalam). Pernapasan Kussmaul dan bau napas aseton (yang mungkin disamarkan oleh snoring) adalah upaya tubuh untuk mengkompensasi asidosis. Penurunan kesadaran berat (GCS 3) menunjukkan ensefalopati metabolik. Keadaan ini diperburuk oleh sepsis, yang diduga berasal dari fokus infeksi gangren kaki yang tidak sembuh. Sepsis ditunjukkan oleh demam, takikardia, hipotensi syok, takipnea, dan peningkatan laktat. Kombinasi KAD dan sepsis menyebabkan kegagalan sirkulasi (syok septik) dengan nadi lemah dan akral dingin. Kode E10.11 merujuk pada Ketoasidosis Diabetik Tipe 2 dengan Koma, menangkap kondisi metabolik utama yang menyebabkan penurunan kesadaran. Kode R65.21 (Severe Sepsis with Septic Shock) menangkap komplikasi sistemik yang parah akibat infeksi gangren, yang memicu respons inflamasi sistemik dan menyebabkan kegagalan sirkulasi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22678 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana darah yang dipompa oleh jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kardiak Output Meningkat". Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan curah jantung hingga memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah dan nadi dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, bunyi jantung normal, nadi perifer teraba kuat dan simetris, pengisian kapiler kurang dari 2-3 detik, haluaran urin adekuat (lebih dari 30 ml/jam), warna kulit dan suhu hangat serta kering, tidak ada edema paru (sesak napas, ronki, batuk), status mental compos mentis, dan nilai laboratorium (seperti elektrolit dan enzim jantung) dalam batas normal. Pada kasus Tn. R.A., data yang mendukung adalah sesak napas, edema paru yang terlihat dari foto toraks, dan penggunaan diuretik (furosemide) yang mengindikasikan upaya untuk mengurangi beban cairan dan meningkatkan fungsi jantung. Kelemahan badan yang dirasakan pasien juga dapat berkaitan dengan ketidakadekuatan suplai oksigen ke jaringan.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI yang direncanakan adalah "Manajemen Beban Cairan". Intervensi ini bertujuan untuk meminimalkan komplikasi akibat kelebihan cairan yang memberatkan kerja jantung. Tindakan spesifik yang harus dilakukan perawat meliputi: memantau status cairan dengan ketat (input dan output, berat badan harian), memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara berkala, mengauskultasi bunyi jantung dan paru untuk mendeteksi adanya gallop, murmur, atau ronki, memantau status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas, adanya sianosis), memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi sesak, memberikan terapi oksigen sesuai program (nasal kanul 5 liter) dan memantau efektivitasnya, memberikan obat-obatan seperti diuretik (furosemide) tepat waktu dan memantau respons serta efek sampingnya (seperti hipokalemia), membatasi asupan cairan sesuai instruksi dokter, mendokumentasikan semua temuan dan tindakan dengan akurat, serta mengajarkan pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda kelebihan cairan yang harus diwaspadai. Pada Tn. R.A., intervensi ini sangat krusial mengingat adanya edema paru dan sesak napas sebagai manifestasi dari gagal jantung sekunder akibat gagal ginjal kronik.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09031
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Toleransi Aktivitas Meningkat". Tujuannya adalah agar pasien dapat melakukan aktivitas secara bertahap tanpa mengalami kelelahan berlebihan atau gangguan fisiologis. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan peningkatan energi dan penurunan perasaan lemas, mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuannya (dari perawatan diri dasar seperti makan hingga ambulasi terbatas), tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) stabil selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami sesak napas atau nyeri dada saat beraktivitas, serta mampu mengidentifikasi teknik untuk menghemat energi. Pada Tn. R.A., data yang sangat menonjol adalah keluhan lemah badan, kelemahan ekstremitas kanan akibat riwayat stroke, dan ketergantungan dalam Activities of Daily Living (ADL) dimana pasien belum mampu berdiri sendiri dan duduk masih memerlukan bantuan. Kondisi gagal ginjal dan edema paru juga secara langsung menyebabkan kelelahan dan intoleransi terhadap aktivitas fisik.
Kode SIKI: I.09020
Deskripsi : SIKI yang direncanakan adalah "Manajemen Energi". Intervensi ini bertujuan untuk membantu pasien dalam mengatur penggunaan energinya agar tidak habis secara tiba-tiba. Tindakan spesifik yang dilakukan perawat meliputi: memantau respons fisiologis pasien terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan saturasi oksigen sebelum, selama, dan setelah aktivitas), membantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan, mendorong partisipasi pasien dalam perencanaan aktivitas, mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat yang cukup antaraktivitas, melakukan aktivitas secara perlahan), membantu pasien dalam melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif pada ekstremitas yang tidak lemah untuk mencegah komplikasi imobilisasi, membantu dan mendukung pasien dalam melakukan ADL secara bertahap sesuai toleransi, mengoordinasikan waktu istirahat dan aktivitas, serta berkolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan yang aman. Pada Tn. R.A., intervensi ini harus mempertimbangkan kelemahan permanen di sisi kanannya, sehingga fokusnya adalah pada memaksimalkan fungsi sisi kiri dan mencegah penurunan kondisi lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03072
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Keseimbangan Cairan". Tujuannya adalah untuk mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal, tekanan darah stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit baik, tidak ada edema (atau edema berkurang), haluaran urin adekuat dan seimbang dengan asupan, berat badan stabil (tidak ada kenaikan atau penurunan yang signifikan), bunyi paru bersih, dan elektrolit serum dalam batas normal. Pada Tn. R.A., risiko ini sangat tinggi karena kondisi medis dasarnya adalah Gagal Ginjal Kronik (GGK), dimana ginjal kehilangan kemampuannya untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Pemberian terapi diuretik (furosemide) juga meningkatkan risiko ketidakseimbangan, karena dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit jika tidak dipantau dengan ketat.
Kode SIKI: I.08038
Deskripsi : SIKI yang direncanakan adalah "Pemantauan Cairan". Intervensi ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya ketidakseimbangan volume cairan. Tindakan spesifik yang dilakukan perawat meliputi: memantau dan mendokumentasikan balance cairan (intake dan output) secara ketat dan akurat, menimbang berat badan pasien setiap hari dengan timbangan yang sama dan pada waktu yang sama (biasanya pagi hari setelah BAK), memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan suhu tubuh secara berkala, mengauskultasi bunyi paru untuk mendeteksi adanya ronki atau wheezing yang mengindikasikan kelebihan cairan, memeriksa adanya edema (seperti bengkak pada kaki kanan yang dilaporkan) dan mencatat derajatnya, memantau status membran mukosa dan turgor kulit, memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, BUN, kreatinin, hematokrit) untuk menilai keseimbangan cairan dan fungsi ginjal, memberikan obat diuretik sesuai program dan memantau efektivitas serta efek sampingnya, membatasi asupan cairan sesuai instruksi dokter, serta melaporkan setiap kelainan atau perubahan status cairan pasien kepada dokter. Pada Tn. R.A., pemantauan yang ketat sangat penting untuk mencegah memburuknya edema paru dan mengoptimalkan terapi yang diberikan.
Article No. 22679 | 07 Nov 2025
Klinis : Klien mengatakan mata sebelah kanan buram, terasa pegal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensori: Visual
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah atau pola stimulasi yang datang disertai dengan respons yang berkurang, terdistorsi, terlambat, atau tidak ada.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Perilaku Kompensasi Penglihatan. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan ancaman cedera dan memaksimalkan fungsi penglihatan pada klien dengan gangguan persepsi sensori visual. Intervensi ini mencakup: 1) Memastikan penerangan yang memadai di lingkungan klien, baik siang maupun malam, untuk mengurangi silau dan meningkatkan kontras visual. 2) Menggunakan alat bantu penglihatan seperti kaca mata, lensa pembesar, atau perangkat elektronik sesuai anjuran. 3) Menata lingkungan dengan konsisten, menjaga perabotan pada posisi yang tetap, dan menghilangkan bahaya tersandung untuk mencegah cedera. 4) Menggunakan warna-warna kontras (misalnya, piring berwarna cerah di atas taplak meja gelap) untuk membantu membedakan objek. 5) Memberikan penjelasan verbal yang jelas dan rinci tentang lokasi objek, orang, dan perubahan dalam lingkungan. 6) Mendorong klien untuk menggunakan indera lainnya seperti pendengaran dan sentuhan untuk mengumpulkan informasi. 7) Melibatkan keluarga dalam menciptakan dan memelihara lingkungan yang aman dan mendukung. 8) Mengajarkan teknik pemindaian lingkungan (scanning) untuk memanfaatkan sisa penglihatan secara optimal. 9) Memberikan dukungan psikologis dan motivasi untuk menerima kondisi dan beradaptasi dengan perubahan kemampuan visual. 10) Kolaborasi dengan tenaga profesional lain seperti okupasi terapis atau ahli kacamata untuk rehabilitasi visus.
Kode SIKI: 4310
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keamanan. Tindakan keperawatan yang berfokus pada memanipulasi lingkungan fisik untuk mempromosikan keselamatan dan mencegah cedera, khususnya bagi klien dengan gangguan persepsi sensori. Intervensi ini meliputi: 1) Melakukan penilaian risiko jatuh dan cedera yang komprehensif di lingkungan rumah atau ruangan klien. 2) Memastikan pencahayaan yang merata dan cukup, menghindari area yang gelap atau silau yang berlebihan, serta menggunakan lampu malam di koridor dan kamar mandi. 3) Menjaga lantai tetap kering, rata, dan bebas dari kabel, keset, atau benda-benda yang dapat membuat tersandung. 4) Memasang pegangan tangan (grab bar) di kamar mandi, toilet, dan tangga untuk memberikan dukungan fisik. 5) Menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan yang mudah dan tidak memerlukan usaha berlebihan untuk meraihnya. 6) Menggunakan alas anti slip di lantai kamar mandi dan bak mandi. 7) Menata perabotan dengan tata letak yang lapang dan mudah dilalui, menghindari penempatan yang semrawut. 8) Memastikan kualitas udara yang baik dan suhu ruangan yang nyaman. 9) Memberikan pendidikan kepada klien dan keluarga mengenai bahaya potensial di lingkungan dan cara mengatasinya, seperti pentingnya membersihkan tumpahan segera dan tidak berjalan di area licin hanya dengan kaus kaki. 10) Melakukan evaluasi berkala terhadap keefektifan modifikasi lingkungan yang telah dilakukan dan menyesuaikannya sesuai dengan perkembangan kondisi klien.
Article No. 22637 | 06 Nov 2025
Klinis : D.0027) Ketidakstabilan kadar glukosa darah yang ditandai dengan : Data Subjektif : -Pasien mengatakan - Lemah - letih -susah tidur di malam hari -pasien mengatakan agak cemas dengan sakit luka post op bila di amptasi lagi Data Objektif : Pasien tampak : -pucat , -lemas -wajah tampak meringis menahan nyeri -ada luka di kaki post op amputasi digit 1 -cemas Pasien tampak terpasang infus RL 500cc TTV TD : 166/106 mmhg Suhu : 36,7 derajad Celcius . N : 84 x/mnt RR : 20 X/mnt Spo2 : 98 %
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipertensi Esensial (Primer) dan Luka Pasca Operasi
Kode ICD-10: I10; T81.31XA
Deskripsi Singkat : Berdasarkan data yang diberikan, kondisi utama pasien adalah Hipertensi Esensial (I10), yang ditunjukkan dengan pengukuran tekanan darah 166/106 mmHg. Hipertensi esensial adalah tekanan darah tinggi yang tidak memiliki penyebab medis yang dapat diidentifikasi dan merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular, ginjal, dan stroke. Selain itu, pasien memiliki luka pasca operasi dari amputasi jari kaki (T81.31XA, Luka operasi yang tidak sembuh-sembuh, luka insisi awal). Kode ini menggambarkan komplikasi di mana luka bedah tidak mengalami penyembuhan yang normal. Gejala seperti kelemahan, kelelahan, pucat, dan kecemasan dapat dikaitkan dengan stres fisiologis dari hipertensi yang tidak terkontrol, nyeri kronis dari luka, dan tekanan psikologis dari prosedus operasi sebelumnya dan kekhawatiran akan amputasi lebih lanjut. Ketidakstabilan kadar glukosa darah yang disebutkan dalam deskripsi awal mungkin merupakan kondisi komorbid yang memerlukan investigasi lebih lanjut, tetapi berdasarkan data objektif yang tersedia, hipertensi dan status luka pasca operasi adalah yang paling menonjol.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282