Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 14496 | 19 Mar 2025
Klinis : Seorang ibu berusia 25 tahun datang ke puskesmas bersama bayinya yang berusia 1 tahun 5 bulan. Ibu mengeluhkan merasa kesulitan dalam membangun ikatan emosional dengan bayinya. Ia mengatakan sering merasa cemas, lelah, dan kurang percaya diri dalam merawat bayinya, terutama saat menyusui dan menenangkan bayi yang menangis. Ibu juga mengaku kurang mendapatkan dukungan dari suami dan keluarganya. Selama pemeriksaan, bayi tampak lebih sering menangis, sementara ibu terlihat cemas dan kurang responsif terhadap bayinya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang sesuai dengan kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Interaksi Sosial Orang Tua-Anak berhubungan dengan kesulitan dalam membangun ikatan emosional, kurangnya dukungan keluarga, dan cemas dalam merawat bayi.
Penjelasan Singkat:
SDKI: Gangguan Interaksi Sosial Orang Tua-Anak didefinisikan sebagai "Ketidakmampuan orang tua dan anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara timbal balik yang dapat mengganggu perkembangan anak."
SLKI: Luaran yang diharapkan adalah Orang tua dapat membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak, meningkatkan rasa percaya diri dalam merawat anak, dan mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi terapi kelompok orang tua, konseling parenting, edukasi tentang perkembangan anak, dan pemberian dukungan emosional dari petugas kesehatan serta keluarga.
Implementasi intervensi keperawatan ini diharapkan dapat membantu ibu dalam membangun ikatan emosional yang sehat dengan bayinya, meningkatkan rasa percaya diri dalam merawat bayi, dan mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. -
Article No. 14497 | 19 Mar 2025
Klinis : halusinasi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi halusinasi.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi halusinasi adalah "Gangguan Persepsi: Halusinasi". Halusinasi merupakan gangguan persepsi di mana individu mengalami persepsi sensorik palsu yang tampak nyata, namun tidak didukung oleh stimulus eksternal. Gejala halusinasi dapat melibatkan segala modalitas sensorik, seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, dan perabaan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Halusinasi: Individu mampu mengenali dan mengontrol halusinasi yang dialami.
2. Perilaku Sesuai Realitas: Individu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan realitas.
3. Partisipasi dalam Perawatan: Individu terlibat secara aktif dalam proses perawatan dan pengambilan keputusan.
4. Pemahaman tentang Penyakit: Individu memahami kondisi kesehatan mental yang dialami dan pentingnya mengikuti rencana perawatan.
5. Dukungan Keluarga: Keluarga memberikan dukungan yang optimal bagi individu dengan halusinasi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Halusinasi:
a. Identifikasi tipe, frekuensi, dan karakteristik halusinasi yang dialami oleh individu.
b. Ajarkan teknik pengalihan dan distraksi untuk mengurangi halusinasi.
c. Bimbing individu untuk menggunakan strategi koping yang efektif dalam mengelola halusinasi.
d. Pantau respons individu terhadap intervensi dan efektivitas teknik yang digunakan.
2. Peningkatan Realitas:
a. Bantu individu untuk menerima realitas dan membedakan antara realitas dan halusinasi.
b. Lakukan orientasi realitas dengan memberikan informasi terkini tentang waktu, tempat, dan orang.
c. Libatkan keluarga dalam membantu individu untuk berorientasi pada realitas.
d. Berikan umpan balik positif saat individu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan realitas.
3. Peningkatan Partisipasi dalam Perawatan:
a. Libatkan individu dalam proses pengambilan keputusan terkait rencana perawatan.
b. Dorong individu untuk aktif bertanya dan menyampaikan pendapat.
c. Fasilitasi akses individu terhadap informasi dan sumber daya terkait kondisi kesehatan mental.
d. Kolaborasi dengan individu dan keluarga dalam menetapkan tujuan perawatan yang realistis.
4. Pendidikan Kesehatan:
a. Berikan edukasi tentang halusinasi, penyebab, dan penatalaksanaannya.
b. Ajarkan strategi manajemen diri yang dapat dilakukan oleh individu untuk mengelola halusinasi.
c. Berikan informasi tentang pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan.
d. Libatkan keluarga dalam proses edukasi dan pemberian dukungan yang optimal.
Melalui implementasi intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada individu, diharapkan dapat membantu individu dengan halusinasi untuk mencapai luaran yang diharapkan, seperti kontrol halusinasi, perilaku yang sesuai realitas, partisipasi dalam perawatan, pemahaman tentang kondisi, serta dukungan keluarga yang optimal. -
Article No. 14498 | 19 Mar 2025
Klinis : masalah resiko gangguan tumbuh & kembang teratasi dalam waktu 2 x pertemuan. Berdasarkan 5 tugas keluarga 1.keluarga dapat mengenal masalah 2.keluarga dapat mengambil keputusan. 3.keluarga dapat merawat. 4.keluarga dapat memodifikasi lingkungan. 5.keluarga dapat memanfaatkan fasilitas. Perilaku kesehatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Gangguan Tumbuh Kembang
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Gangguan Tumbuh Kembang adalah kondisi di mana individu/keluarga berisiko mengalami penyimpangan atau keterlambatan dalam proses tumbuh kembang fisik, mental, sosial, dan spiritual yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Tujuan utama adalah individu/keluarga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai tahap perkembangannya dalam waktu 2 kali pertemuan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Identifikasi perkembangan dan pertumbuhan
2. Edukasi tentang perkembangan dan pertumbuhan yang normal
3. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi, dll.)
4. Monitoring dan evaluasi perkembangan dan pertumbuhan
5. Pemberian dukungan pada keluarga
Berdasarkan 5 Tugas Keluarga:
1. Keluarga dapat mengenal masalah: Keluarga dapat mengidentifikasi tanda-tanda perkembangan dan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan.
2. Keluarga dapat mengambil keputusan: Keluarga dapat memutuskan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.
3. Keluarga dapat merawat: Keluarga dapat menerapkan intervensi keperawatan sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan yang optimal.
4. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan: Keluarga dapat menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak.
5. Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas: Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemantauan dan pemeriksaan perkembangan dan pertumbuhan anak. -
Article No. 14499 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: Z63.0
- Deskripsi: Masalah dalam hubungan dengan keluarga inti.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 94.31
- Deskripsi: Konseling keluarga.
Intervensi:
1. Dukungan Keluarga:
- Evaluasi dinamika dan fungsi keluarga untuk mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya.
- Libatkan keluarga dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan perawatan.
- Berikan edukasi kepada keluarga mengenai defisit nutrisi, pentingnya asupan nutrisi yang adekuat, dan peran mereka dalam mendukung pemulihan pasien.
- Fasilitasi komunikasi terbuka dan kolaboratif antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan.
- Pantau dan dukung keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien.
2. Tahanan Keluarga:
- Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tahanan keluarga, seperti ketakutan, ketidakpercayaan, atau kurangnya pemahaman.
- Berikan konseling dan edukasi kepada keluarga untuk mengatasi tahanan tersebut.
- Kolaborasi dengan keluarga untuk mengembangkan strategi yang dapat memfasilitasi keterlibatan mereka dalam perawatan.
- Pantau dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keterlibatan keluarga yang optimal.
3. Status Koping Keluarga:
- Evaluasi strategi koping yang digunakan oleh keluarga dalam menghadapi situasi ini.
- Berikan dukungan emosional dan bantuan praktis kepada keluarga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi defisit nutrisi pasien.
- Ajarkan teknik manajemen stres dan pemecahan masalah kepada keluarga.
- Kolaborasi dengan keluarga untuk mengembangkan rencana perawatan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
- Pantau dan evaluasi secara berkala untuk mengidentifikasi perubahan dalam status koping keluarga.
Luaran:
1. Peningkatan partisipasi dan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien.
2. Peningkatan pemahaman keluarga tentang defisit nutrisi dan pentingnya asupan nutrisi yang adekuat.
3. Peningkatan kemampuan keluarga dalam mengatasi tantangan dan mengembangkan strategi koping yang efektif.
4. Perbaikan status nutrisi pasien melalui dukungan dan keterlibatan aktif keluarga. -
Article No. 14500 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Saya akan memberikan diagnosa keperawatan SDKI, intervensi keperawatan, dan luaran/output yang diharapkan (SLKI) untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan kondisi "keluarga dapat mengambil keputusan", diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Dukungan Keluarga
Definisi: Jumlah, kualitas, dan konsistensi dukungan yang diterima oleh individu dari anggota keluarga.
2. Tahanan Keluarga
Definisi: Kemampuan keluarga untuk menerima, mengelola, dan menghadapi masalah-masalah yang timbul dalam keluarga.
3. Status Koping Keluarga
Definisi: Kemampuan keluarga untuk beradaptasi dan mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam keluarga.
Intervensi Keperawatan (SIKI) dan Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
Diagnosa Keperawatan: Dukungan Keluarga
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Dorong keluarga untuk membantu dalam perawatan
2. Identifikasi sumber-sumber dukungan keluarga
3. Libatkan keluarga dalam pengambilan keputusan
4. Berikan informasi tentang pentingnya dukungan keluarga
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Keluarga mampu memberikan dukungan yang adekuat
2. Keluarga terlibat aktif dalam perawatan
3. Keluarga merasa dihargai dan didengarkan dalam pengambilan keputusan
Diagnosa Keperawatan: Tahanan Keluarga
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Identifikasi masalah-masalah yang dihadapi keluarga
2. Bantu keluarga mengembangkan strategi koping yang efektif
3. Dorong keluarga untuk terlibat dalam kegiatan/komunitas yang mendukung
4. Berikan dukungan emosional dan informasi yang dibutuhkan keluarga
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Keluarga mampu mengelola masalah-masalah yang timbul
2. Keluarga menunjukkan peningkatan strategi koping yang efektif
3. Keluarga merasa didukung dan mampu menghadapi tantangan
Diagnosa Keperawatan: Status Koping Keluarga
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Identifikasi sumber-sumber koping yang dimiliki keluarga
2. Dorong keluarga untuk menggunakan strategi koping yang efektif
3. Bantu keluarga mengembangkan rencana aksi untuk mengatasi masalah
4. Berikan dukungan emosional dan informasi yang dibutuhkan keluarga
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Keluarga mampu mengidentifikasi dan menggunakan strategi koping yang efektif
2. Keluarga menunjukkan peningkatan kemampuan beradaptasi terhadap masalah
3. Keluarga merasa didukung dan mampu menghadapi tantangan
Penjelasan rinci:
Dalam kondisi "keluarga dapat mengambil keputusan", diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah dukungan keluarga, tahanan keluarga, dan status koping keluarga. Intervensi keperawatan (SIKI) yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan dukungan keluarga, mengembangkan strategi koping yang efektif, dan membantu keluarga beradaptasi dengan masalah-masalah yang dihadapi. Luaran/output yang diharapkan (SLKI) adalah keluarga mampu memberikan dukungan yang adekuat, mengelola masalah-masalah dengan baik, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan. Dengan intervensi yang tepat dan kolaborasi dengan keluarga, diharapkan dapat dicapai hasil perawatan yang optimal. -
Article No. 14501 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10, kode ICD-9-CM Procedure, intervensi, dan luaran terkait dengan kondisi yang Anda sampaikan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: Z63.1
- Deskripsi: Masalah dalam hubungan dengan anggota keluarga lainnya
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.92
- Deskripsi: Konseling keluarga, termasuk konseling perkawinan
Intervensi:
1. Dukungan Keluarga:
- Melibatkan keluarga dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait perawatan pasien.
- Memberikan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan membantu mereka memahami peran mereka dalam proses pemulihan.
- Memfasilitasi komunikasi yang efektif di antara anggota keluarga untuk memperkuat hubungan dan mengurangi konflik.
- Merujuk keluarga ke konseling keluarga atau kelompok dukungan jika diperlukan.
2. Tahanan Keluarga:
- Mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang menyebabkan resistensi atau ketidaksetujuan keluarga terhadap rencana perawatan.
- Menggunakan pendekatan yang lebih kolaboratif dan mempertimbangkan perspektif keluarga dalam pengambilan keputusan.
- Menyediakan informasi yang jelas dan komprehensif mengenai kondisi pasien, prognosis, dan opsi perawatan.
- Melibatkan anggota keluarga lain yang mungkin dapat membantu meyakinkan anggota yang resisten.
3. Status Koping Keluarga:
- Menilai kemampuan keluarga dalam mengatasi stres dan tantangan yang terkait dengan kondisi pasien.
- Memberikan dukungan emosional dan praktis kepada keluarga untuk meningkatkan strategi koping yang efektif.
- Merujuk keluarga ke konseling atau kelompok dukungan jika diperlukan untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan koping yang lebih baik.
Luaran yang diharapkan:
- Peningkatan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien.
- Peningkatan komunikasi dan kolaborasi yang efektif antara keluarga dan tim perawatan kesehatan.
- Penurunan resistensi atau konflik dalam keluarga terkait dengan rencana perawatan.
- Peningkatan kemampuan keluarga dalam mengatasi stres dan tantangan yang terkait dengan kondisi pasien.
- Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan pasien dan keluarga. -
Article No. 14502 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI, intervensi, dan luaran untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
Defisit Nutrisi
Penjelasan Singkat SDKI-SLKI-SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Defisit Nutrisi: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Nutrisi: Keadaan yang menggambarkan asupan dan penggunaan nutrien oleh tubuh.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nutrisi: Tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi asupan nutrien yang adekuat.
Intervensi Keperawatan:
1. Identifikasi faktor risiko yang mempengaruhi status nutrisi keluarga, seperti dukungan keluarga, hambatan keluarga, atau status koping keluarga.
2. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (misalnya, ahli gizi) untuk mengevaluasi kebutuhan nutrisi keluarga dan menyusun rencana intervensi yang sesuai.
3. Edukasi keluarga tentang pentingnya nutrisi yang adekuat, termasuk makanan yang mengandung nutrisi seimbang.
4. Bantu keluarga dalam merencanakan dan menyiapkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi.
5. Pantau asupan dan status nutrisi keluarga secara berkala, dan lakukan penyesuaian intervensi jika diperlukan.
6. Libatkan keluarga dalam pengambilan keputusan terkait dengan perencanaan dan evaluasi intervensi nutrisi.
7. Berikan dukungan emosional dan praktis kepada keluarga untuk memfasilitasi kepatuhan terhadap rencana intervensi nutrisi.
Luaran Keperawatan:
1. Keluarga memahami pentingnya nutrisi yang adekuat.
2. Keluarga mampu merencanakan dan menyiapkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi.
3. Keluarga terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait dengan intervensi nutrisi.
4. Keluarga menunjukkan peningkatan status nutrisi sesuai dengan target yang ditetapkan.
5. Keluarga merasa didukung dan mampu mengatasi tantangan terkait dengan pemenuhan nutrisi.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menghubungi saya.
Wassalamualaikum. -
Article No. 14503 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, salam sejahtera.
Untuk kondisi "keluarga dapat mengambil keputusan" dengan fokus pada "dukungan keluarga, tahanan keluarga, atau status koping keluarga", maka dapat ditetapkan beberapa diagnosis keperawatan yang sesuai, yaitu:
1. Diagnosis Keperawatan (SDKI): Defisit Perawatan Diri
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
Penyebab: Kurangnya dukungan keluarga, tahanan keluarga, atau status koping keluarga yang tidak efektif.
2. Diagnosis Keperawatan (SLKI): Keterlibatan Keluarga Kurang
Definisi: Partisipasi keluarga yang tidak optimal dalam proses asuhan keperawatan.
Penyebab: Kurangnya dukungan keluarga, tahanan keluarga, atau status koping keluarga yang tidak efektif.
3. Diagnosis Keperawatan (SIKI): Defisit Nutrisi
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penyebab: Kurangnya dukungan keluarga, tahanan keluarga, atau status koping keluarga yang tidak efektif.
Intervensi Keperawatan (SIKI) untuk Defisit Nutrisi:
1. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi status nutrisi, seperti dukungan keluarga, tahanan keluarga, atau status koping keluarga.
2. Libatkan keluarga dalam perencanaan dan pelaksanaan asuhan keperawatan terkait nutrisi.
3. Berikan edukasi kepada keluarga mengenai kebutuhan nutrisi dan pentingnya dukungan keluarga.
4. Monitor asupan nutrisi dan status gizi pasien secara berkala.
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (misalnya ahli gizi) untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi.
Luaran Keperawatan (SLKI) yang diharapkan:
1. Keluarga terlibat aktif dalam proses asuhan keperawatan terkait nutrisi.
2. Pasien menunjukkan peningkatan status nutrisi sesuai dengan target yang ditetapkan.
3. Pasien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait nutrisi.
4. Pasien dan keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. -
Article No. 14504 | 19 Mar 2025
Klinis : 2. keluarga dapat mengambil keputusan. - dukungan keluarga, atau - tahanan keluarga atau - status koping keluarga. Buatkan intervensi dan luaran tentang defisit nutrisi sesuai point point diatas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Defisit Nutrisi
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Defisit Nutrisi adalah ketidakcukupan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Dukungan Keluarga: Keluarga memberikan dukungan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
2. Tahanan Keluarga: Keluarga menghambat upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
3. Status Koping Keluarga: Kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Dukungan Keluarga:
- Melibatkan keluarga dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi nutrisi
- Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya pemenuhan nutrisi
- Memfasilitasi keluarga untuk berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi
2. Tahanan Keluarga:
- Mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan keluarga menghambat pemenuhan nutrisi
- Memberikan edukasi kepada keluarga tentang dampak negatif dari tahanan keluarga
- Memfasilitasi komunikasi efektif antara pasien dan keluarga untuk mencapai kesepakatan
3. Status Koping Keluarga:
- Mengkaji kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah terkait pemenuhan nutrisi
- Memberikan dukungan dan bimbingan kepada keluarga untuk meningkatkan kemampuan koping
- Melibatkan keluarga dalam pembuatan rencana intervensi nutrisi
Intervensi:
1. Dukungan Keluarga:
- Kolaborasi dengan keluarga dalam penyusunan rencana intervensi nutrisi
- Edukasi kepada keluarga tentang nutrisi yang dibutuhkan dan pentingnya pemenuhan nutrisi
- Fasilitasi partisipasi keluarga dalam penyediaan dan pemberian makanan yang bergizi
2. Tahanan Keluarga:
- Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keluarga menghambat pemenuhan nutrisi
- Edukasi kepada keluarga tentang dampak negatif dari tahanan keluarga terhadap kesehatan pasien
- Fasilitasi komunikasi efektif antara pasien dan keluarga untuk mencapai kesepakatan
3. Status Koping Keluarga:
- Evaluasi kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah terkait pemenuhan nutrisi
- Berikan dukungan dan bimbingan kepada keluarga untuk meningkatkan kemampuan koping
- Libatkan keluarga dalam penyusunan rencana intervensi nutrisi
Luaran:
1. Dukungan Keluarga: Keluarga memberikan dukungan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
2. Tahanan Keluarga: Keluarga tidak menghambat upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
3. Status Koping Keluarga: Keluarga mampu mengatasi masalah terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien. -
Article No. 14505 | 19 Mar 2025
Klinis : M.N., usia 40 tahun, dirawat dengan kolesistitis akut. Setelah menjalani kolesistektomi terbuka, ia dirawat di lantai bedah. Dia memiliki selang nasogastrik untuk penyedotan dinding rendah secara terus menerus, infus oneperifer, dan balutan perut yang besar. M.N berkata ia merasakan nyeri skala 7 (dari 1-10), dibagian post operasi rasanya seperti ditusuk tusuk. Intruksi dokter adalah sebagai berikut: Diet rendah lemak sesuai toleransi, D5 ½ NS dengan 40 mEq KCl pada 125 mL/jam. Tekanan darah 148/82 mmHg, Denyut jantung 118 kali/menit, Frekuensi nafas 24 kali/menit, Suhu 101° F (38,3°C), SaO2 88%.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus M.N.:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut
b. Gangguan integritas kulit
c. Risiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
d. Risiko infeksi
2. Penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI:
a. Nyeri Akut
- SDKI: Individu mengalami sensasi ketidaknyamanan yang signifikan dan bersifat subjektif.
- SLKI: Mengatasi nyeri akut dengan menggunakan manajemen nyeri yang efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk mengurangi sensasi tidak nyaman yang dirasakan individu.
b. Gangguan Integritas Kulit
- SDKI: Perubahan struktur dan fungsi kulit yang menyebabkan kerusakan.
- SLKI: Pemulihan integritas kulit yang rusak dengan perawatan luka yang tepat.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan memperbaiki integritas kulit.
c. Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
- SDKI: Kondisi yang menunjukkan adanya risiko perubahan jumlah dan komposisi cairan dan elektrolit dalam tubuh.
- SLKI: Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang optimal.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk memantau dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Risiko Infeksi
- SDKI: Kondisi yang menunjukkan adanya risiko masuknya agen infeksi ke dalam tubuh atau perkembangbiakan agen infeksi.
- SLKI: Pencegahan dan pengendalian infeksi yang efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
Dengan memahami diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai dengan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk menangani kasus M.N.