Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22660 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang pasien laki-laki berusia 62 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan sesak napas yang semakin berat dalam 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan pembengkakan di kaki, cepat lelah, dan batuk yang memburuk terutama saat berbaring. Pasien memiliki riwayat hipertensi selama 10 tahun dan pernah mengalami infark miokard 2 tahun yang lalu. Pengkajian Awal: Tanda vital: Tekanan darah: 160/90 mmHg Denyut jantung: 110 kali/menit (takikardia) Frekuensi napas: 28 kali/menit (dispnea) Saturasi oksigen: 88% (tanpa oksigen) Suhu: 37,2°C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kinerja Jantung Meningkat". Tujuan utama dari seluruh intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan kinerja jantung hingga mencapai tingkat yang memadai untuk perfusi jaringan. Luaran yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan), penurunan atau hilangnya dispnea dan ortopnea, penurunan atau hilangnya edema perifer (seperti pembengkakan kaki), peningkatan toleransi terhadap aktivitas yang ditandai dengan berkurangnya keluhan cepat lelah, pengisian kapiler yang membaik (kurang dari 3 detik), haluaran urin yang adekuat, bunyi jantung yang jelas tanpa gallop S3 atau S4, kulit hangat dan kering, serta saturasi oksigen dalam rentang normal. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa jantung telah berhasil memompa darah secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi dan metabolisme seluruh tubuh.
Kode SIKI: I.10220
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi penurunan curah jantung adalah "Manajemen Curah Jantung". Ini adalah serangkaian tindakan sistematis dan komprehensif yang ditujukan untuk mengoptimalkan volume darah yang dipompa oleh jantung. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik, termasuk tekanan darah, denyut nadi, frekuensi jantung dan pernapasan, serta saturasi oksigen secara berkala. Oksigen tambahan dengan kanul nasal atau masker akan diberikan untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 92%, mengatasi hipoksia yang memperberat kerja jantung. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi sangat dianjurkan untuk mengurangi preload jantung dan memudahkan ekspansi paru, sehingga mengurangi sesak napas. Asupan dan haluaran cairan dipantau dengan ketat untuk mendeteksi ketidakseimbangan; pembatasan cairan dan natrium mungkin diperlukan untuk mengurangi beban volume pada jantung. Tirah baring diinstruksikan untuk mengurangi konsumsi oksigen tubuh, dan aktivitas dilakukan secara bertahap sesuai toleransi pasien. Pemberian obat-obatan seperti diuretik (untuk mengurangi edema dan preload), vasodilator (untuk menurunkan afterload), atau inotropik (sesuai resep dokter untuk meningkatkan kekuatan kontraksi jantung) dilakukan dengan memantau efek dan efek sampingnya. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya diet rendah garam, pengenalan gejala memburuk, dan pentingnya istirahat. Seluruh intervensi ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja jantung, meningkatkan efisiensi pompa jantung, dan akhirnya mengembalikan curah jantung ke tingkat yang memadai.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Bersihan Jalan Napas". Tujuan luaran yang diharapkan adalah pasien mampu mempertahankan jalan napas yang paten. Ini ditandai dengan suara napas yang bersih (bebas dari suara tambahan seperti wheezing atau ronchi), batuk yang efektif untuk mengeluarkan sekresi (jika ada), frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas yang teratur, tidak adanya sianosis, serta saturasi oksigen dalam batas normal. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa pertukaran gas tidak lagi terhambat oleh sumbatan pada saluran pernapasan, sehingga oksigenasi tubuh dapat berlangsung dengan optimal.
Kode SIKI: I.0590
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan bersih. Tindakan dimulai dengan penilaian bunyi napas, frekuensi, irama, dan upaya pernapasan. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi diterapkan untuk memudahkan ekspansi paru dan memanfaatkan gravitasi dalam mengeluarkan sekresi. Teknik batuk efektif diajarkan dan dibantu jika pasien lemah. Fisioterapi dada (seperti perkusi dan vibrasi) dapat dilakukan untuk mengeluarkan sekret yang sulit. Jika sekresi kental, terapi nebulizer mungkin diberikan untuk mengencerkan dahak. Pengisapan (suction) jalan napas dilakukan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mengatasi hipoksemia. Hidrasi yang adekuat juga penting untuk mengencerkan sekresi. Pemantauan yang terus-menerus terhadap status pernapasan dan respons terhadap terapi merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk mencegah memburuknya kondisi.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Pertukaran Gas". Luaran yang diharapkan adalah tercapainya keseimbangan pertukaran gas yang adekuat. Parameter yang menunjukkan luaran ini tercapai meliputi saturasi oksigen dalam rentang normal (misalnya >95%), analisa gas darah (seperti PaO2 dan PaCO2) dalam batas normal, frekuensi napas dan irama yang normal, tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan (seperti penggunaan otot bantu napas), tingkat kesadaran yang baik (tidak gelisah atau penurunan kesadaran akibat hipoksia), serta kulit yang berwarna normal (tidak pucat atau sianosis). Pencapaian ini menunjukkan bahwa oksigenasi darah dan pembuangan karbon dioksida di tingkat alveolus berlangsung secara efektif.
Kode SIKI: I.0580
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Pertukaran Gas". Intervensi ini berfokus pada upaya mengoptimalkan proses oksigenasi dan ventilasi. Tindakan utama adalah pemberian terapi oksigen sesuai indikasi dan protokol untuk memperbaiki hipoksemia. Posisi tubuh seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi dipertahankan untuk memaksimalkan ekspansi paru. Memantau status pernapasan secara ketat, termasuk saturasi oksigen terus-menerus dan analisa gas darah secara berkala, sangat penting untuk menilai efektivitas intervensi. Teknik pernapasan dalam dan batuk efektif diajarkan untuk mencegah atelektasis dan meningkatkan ventilasi. Menjaga lingkungan yang tenang dan mengatur aktivitas untuk mencegah kelelahan yang dapat memperburuk hipoksia juga merupakan bagian dari intervensi. Kolaborasi untuk pemberian bronkodilator atau obat lain yang dapat meningkatkan fungsi paru juga mungkin dilakukan. Tujuan akhirnya adalah memulihkan keseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan metabolisme sel tubuh.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Toleransi Aktivitas". Luaran yang diharapkan adalah peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau tanda-tanda fisiologis distress. Tanda-tanda luaran tercapai meliputi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian) secara mandiri atau dengan bantuan minimal, penurunan keluhan lelah dan sesak napas saat beraktivitas, tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan) yang stabil dan kembali ke baseline dalam waktu singkat setelah beraktivitas, serta kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial atau rekreasional sesuai tingkat kemampuannya. Pencapaian ini menunjukkan bahwa tubuh telah beradaptasi dan memiliki cadangan energi yang cukup untuk memenuhi tuntutan aktivitas.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Energi". Intervensi ini bertujuan untuk menghemat dan mengoptimalkan penggunaan energi pasien. Perawat akan membantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas prioritas dan menyusun jadwal aktivitas yang diselingi dengan periode istirahat yang cukup. Lingkungan diatur untuk meminimalkan energi yang terbuang, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkaun jangkauan. Perawat mendorong partisipasi aktif pasien dalam perawatan diri sesuai dengan batas toleransinya, dan memberikan bantuan secara bertahap. Teknik penghematan energi, seperti duduk saat mandi atau berpakaian, diajarkan kepada pasien. Aktivitas yang berat
Article No. 22661 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dirawat di ruang perawatan anak sejak 3 hari yang lalu karena demam. Ibu mengatakan anaknya demam sejak seminggu yang lalu dan anaknya hanya mau makan 3 sendok makan. Demam muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari. Anak mendapatkan terapi IVFD Asering 500 cc/8 jam, cefotaxime 2 x 500 mg, ranitidine 3x50 mg, paracetamol 3x250 mg, dan curcuma 2x1 cth. Hasil Pemeriksaan Lab : Hb 11,6 gr/dL Ht 30%, Leukosit 5.900/mm3, LED : 7mm/jam, Trombosit 150.000/mm3, Salmonella Typhil O: 1/80, Salmonella Typhii H: 1/160. Hasil Pemeriksaan Fisik terdapat Suhu 38°C, Nadi 118x/menit, Pernapasan 30x/menit, TD 100/60 mmHg, Berat badan 29 kg, Tinggi badan 133 cm, Bibir tampak kering & pecah-pecah Lidah tampak kotor, Perut anak tampak cembung Auskultasi terdengar bising usus 5x/ menit, Tidak terdapat nyeri tekan, Akral teraba panas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: B.2
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, risiko ini ditandai dengan demam tinggi yang berkepanjangan (meningkatkan kehilangan cairan insensible), asupan nutrisi dan cairan per oral yang sangat kurang (hanya 3 sendok makan), tanda-tanda klinis dehidrasi seperti bibir kering dan pecah-pecah, serta takikardia (Nadi 118x/menit) yang dapat mengindikasikan kompensasi tubuh terhadap volume cairan yang menurun. Meskipun mendapat terapi IVFD, faktor penyebab defisit cairan masih aktif berlangsung.
Kode SLKI: 0711
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk memastikan bahwa status hidrasi pasien tetap adekuat dan mencegah terjadinya defisit volume cairan yang nyata. Kriteria evaluasinya meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan untuk usianya (khususnya suhu dan frekuensi nadi), membran mukosa (bibir) lembab, turgor kulit baik, produksi urin adekuat, dan tidak ada tanda-tanda dehidrasi lebih lanjut. Perawat akan memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, memastikan infus IVFD berjalan lancar dengan kecepatan yang tepat, serta memantau respons hemodinamik pasien terhadap terapi cairan yang diberikan.
Kode SIKI: 0711A
Deskripsi : Memantau status hidrasi. Intervensi ini melibatkan pengamatan yang cermat dan terus-menerus terhadap tanda-tanda klinis yang mengindikasikan status cairan pasien. Perawat akan secara teratur memeriksa dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah), dengan perhatian khusus pada takikardia dan hipotensi yang dapat mengindikasikan dehidrasi. Memantau keadaan membran mukosa (kekeringan dan pecah pada bibir), turgor kulit, serta produksi urin (jumlah dan frekuensi) merupakan bagian kunci. Pemantauan balans cairan (intake dan output) sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi IVFD dan asupan oral.
Kode SIKI: 0711B
Deskripsi : Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait. Walaupun dari data yang ada tidak menunjukkan kelainan elektrolit yang dramatis, pemantauan tetap diperlukan. Perawat perlu memahami nilai normal laboratorium seperti hemoglobin dan hematokrit (untuk melihat kemungkinan hemokonsentrasi), serta elektrolit (natrium, kalium, klorida) jika tersedia, untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang mungkin terjadi akibat demam dan asupan yang minim.
Kode SIKI: 0711C
Deskripsi : Mempertahankan pemberian cairan parenteral sesuai program. Intervensi ini bersifat teknis dan kritis. Perawat bertanggung jawab untuk memastikan jalur infus intravena tetap patent dan berfungsi dengan baik, mengatur kecepatan tetesan infus (Asering 500 cc/8 jam) secara akurat sesuai resep dokter, serta mengobservasi lokasi penusukan jarum infus terhadap tanda-tanda flebitis, infiltrasi, atau infeksi. Keakuratan pemberian cairan ini langsung mempengaruhi pencapaian keseimbangan cairan yang diharapkan.
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: B.5
Deskripsi Singkat: Kondisi suhu tubuh individu yang meningkat di atas rentang normal sebagai akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan suhu. Pada pasien ini, diagnosis ini didukung oleh data suhu tubuh 38°C yang diukur secara objektif, demam yang muncul pada malam hari dengan pola yang konsisten sejak seminggu yang lalu, serta akral yang teraba panas. Demam ini merupakan manifestasi utama dari infeksi Salmonella typhi (demam tifoid) yang ditegakkan melalui hasil uji Widal (Salmonella Typhii H: 1/160). Hipertermi juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko defisit volume cairan dan ketidaknyamanan pasien.
Kode SLKI: 0128
Deskripsi : Suhu tubuh normal dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk menurunkan dan mempertahankan suhu tubuh pasien dalam rentang normal (36.5°C - 37.5°C). Kriteria keberhasilannya termasuk: suhu tubuh yang terukur dalam rentang normal, penurunan frekuensi nadi dan pernapasan menuju normal, pasien tampak nyaman, tidak menggigil, dan kulit teraba hangat tanpa tanda-tanda kepanasan yang berlebihan. Pengendalian suhu tubuh juga diharapkan dapat mengurangi beban metabolik tubuh.
Kode SIKI: 0128A
Deskripsi : Memantau suhu tubuh. Ini adalah intervensi dasar yang harus dilakukan secara rutin dan terjadwal. Perawat akan mengukur suhu tubuh pasien secara berkala (misalnya setiap 4 jam atau sesuai kondisi) menggunakan termometer yang terkalibrasi, mendokumentasikan hasilnya, dan mengidentifikasi pola demam. Pemantauan ini penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi antipiretik (paracetamol) dan antibiotik (cefotaxime), serta untuk mendeteksi dini jika terjadi komplikasi seperti syok atau perforasi usus yang dapat ditandai dengan perubahan suhu tubuh yang drastis.
Kode SIKI: 0128B
Deskripsi : Memberikan terapi hangat/dingin. Dalam konteks hipertermi, intervensi ini lebih berfokus pada upaya pendinginan. Perawat dapat melakukan tindakan kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan untuk membantu menurunkan suhu tubuh melalui proses konduksi dan evaporasi. Penting untuk menghindari kompres dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas tubuh. Memastikan lingkungan yang sejuk dan nyaman juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kode SIKI: 0128C
Deskripsi : Memberikan terapi farmakologis sesuai program. Intervensi ini menekankan pada pemberian obat yang tepat. Perawat bertanggung jawab untuk memberikan antipiretik (paracetamol 3x250 mg) secara tepat waktu dan sesuai dosis yang diresepkan, serta memantau efek samping dan efektivitasnya. Selain itu, pemberian antibiotik (cefotaxime 2 x 500 mg) secara tepat waktu adalah krusial karena ini merupakan terapi kausal untuk mengatasi infeksi penyebab demam tifoid. Perawat harus memastikan antibiotik diberikan sesuai intervalnya untuk mempertahankan kadar obat dalam darah yang efektif membasmi kuman.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi onset yang tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat yang diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan. Meskipun dalam data fisik disebutkan "Tidak terdapat nyeri tekan" pada abdomen, demam tifoid seringkali menimbulkan ketidaknyamanan yang luas seperti sakit kepala, mialgia (nyeri otot), dan malaise yang dapat dikategorikan sebagai pengalaman nyeri atau ketidaknyamanan secara umum. Kondisi "lidah tampak kotor" (coated tongue) dan anoreksia juga dapat berkontribusi pada sensasi tidak nyaman di mulut. Pemberian analgetik (paracetamol) selain untuk demam juga berfungsi sebagai pereda nyeri.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol nyeri dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri atau ketidaknyamanan yang dialami pasien. Kriteria evaluasinya meliputi: pasien (dalam hal ini anak) dapat melaporkan atau menunjukkan melalui skala nyeri (seperti Faces Pain Scale) bahwa intensitas nyeri telah berkurang, pasien tampak lebih tenang dan mampu beristirahat dengan nyenyak, ekspresi wajah rileks, serta tidak lagi menunjuk atau melindungi area tubuh tertentu yang dirasa tidak nyaman.
Kode SIKI: 0801A
Deskripsi : Memantau nyeri. Mengingat usia pasien adalah anak-anak yang mungkin kesulitan mendeskripsikan nyeri secara verbal, perawat perlu menggunakan keterampilan observasi yang tajam. Ini termasuk mengamati perilaku nonverbal seperti ekspresi wajah (cemberut, menangis), postur tubuh (melindungi perut, gelisah), pola tidur, dan nafsu makan. Perawat dapat menggunakan alat skrining nyeri yang sesuai untuk anak seperti Wong-Baker FACES Pain Rating Scale untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pereda nyeri.
Kode SIKI: 0801B
Deskripsi : Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Intervensi ini sangat relevan untuk pasien
Article No. 22662 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dirawat di ruang perawatan anak sejak 3 hari yang lalu karena demam. Ibu mengatakan anaknya demam sejak seminggu yang lalu dan anaknya hanya mau makan 3 sendok makan. Demam muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari. Anak mendapatkan terapi IVFD Asering 500 cc/8 jam, cefotaxime 2 x 500 mg, ranitidine 3x50 mg, paracetamol 3x250 mg, dan curcuma 2x1 cth. Hasil Pemeriksaan Lab : Hb 11,6 gr/dL Ht 30%, Leukosit 5.900/mm3, LED : 7mm/jam, Trombosit 150.000/mm3, Salmonella Typhil O: 1/80, Salmonella Typhii H: 1/160. Hasil Pemeriksaan Fisik terdapat Suhu 38°C, Nadi 118x/menit, Pernapasan 30x/menit, TD 100/60 mmHg, Berat badan 29 kg, Tinggi badan 133 cm, Bibir tampak kering & pecah-pecah Lidah tampak kotor, Perut anak tampak cembung Auskultasi terdengar bising usus 5x/ menit, Tidak terdapat nyeri tekan, Akral teraba panas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Status ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh (demam 38°C), takikardia (nadi 118x/menit), tachypnea (pernapasan 30x/menit), bibir kering dan pecah-pecah, lidah kotor yang dapat mengindikasikan penurunan asupan cairan, serta penurunan asupan nutrisi (hanya mau makan 3 sendok makan). Demam yang berulang menyebabkan peningkatan kehilangan cairan insensible melalui penguapan. Meskipun tekanan darah masih dalam rentang normal, peningkatan frekuensi nadi dan pernapasan merupakan kompensasi awal tubuh terhadap penurunan volume cairan. Hasil laboratorium seperti hematokrit 30% juga perlu diwaspadai sebagai indikator hemokonsentrasi. Faktor risiko utama pada pasien ini adalah demam yang berkepanjangan dan asupan oral yang tidak adekuat, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran cairan tubuh.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan keseimbangan cairan. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor status hidrasi secara ketat setiap 4-8 jam, termasuk tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah), pengisian kapiler, turgor kulit, dan keadaan membran mukosa (bibir dan lidah). 2) Memonitor asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara akurat, termasuk cairan infus (IVFD Asering 500cc/8 jam) dan asupan oral. 3) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan intravena sesuai program (Asering 500cc/8 jam) dan evaluasi efektivitasnya. 4) Meningkatkan asupan cairan per oral dengan cara mendorong pasien untuk minum sedikit tapi sering, menawarkan cairan yang disukai anak, menggunakan alat minum yang menarik, dan menjelaskan pentingnya minum kepada anak dan ibu. 5) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit (Ht) untuk menilai status hemokonsentrasi. 6) Mengajarkan kepada orang tua (ibu) untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak seperti bibir kering, mata cekung, lemas, dan penurunan frekuensi buang air kecil. 7) Mengatur lingkungan yang nyaman untuk mengurangi kehilangan cairan, misalnya dengan mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Tujuan dari seluruh intervensi ini adalah untuk mencegah progresivitas defisit volume cairan dan menjaga keseimbangan cairan tubuh pasien.
Kode SIKI: I.03114
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan adalah: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia, yaitu suhu 36,5-37,5°C, nadi 70-110x/menit, pernapasan 18-26x/menit, dan tekanan darah stabil. 2) Status hidrasi adekuat yang ditandai dengan turgor kulit baik (kembali dalam < 2 detik), membran mukosa bibir lembab dan tidak pecah-pecah, mata tidak cekung, dan produksi urin adekuat (1-2 ml/kgBB/jam). 3) Keseimbangan cairan positif, dimana asupan cairan (baik oral maupun parenteral) minimal sama dengan atau lebih besar dari keluaran cairan (urine, insensible water loss). 4) Hasil laboratorium hematokrit (Ht) dalam rentang normal (sekitar 35-45% untuk anak perempuan usia ini). 5) Anak menunjukkan kemauan untuk minum dan asupan cairan per oral meningkat. 6) Orang tua (ibu) mampu mendemonstrasikan cara memantau tanda-tanda hidrasi yang adekuat dan dehidrasi pada anaknya. Pencapaian kriteria hasil ini menunjukkan bahwa risiko defisit volume cairan telah terkelola dengan baik dan status hidrasi pasien tetap optimal selama masa perawatan.
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: D.0084
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana suhu tubuh individu meningkat di atas rentang normal sebagai respons terhadap proses patologis. Pada pasien ini, hipertermi ditandai dengan suhu tubuh 38°C yang muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari, disertai akral yang teraba panas. Pola demam yang naik turun (remiten) ini konsisten dengan infeksi sistemik seperti demam tifoid, yang didukung oleh hasil pemeriksaan serologi Widal (Salmonella Typhii H: 1/160) yang menunjukkan infeksi akut. Demam terjadi karena pelepasan pirogen endogen sebagai respons terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi, yang memengaruhi pusat pengatur suhu di hipotalamus. Hipertermi meningkatkan metabolisme basal sebesar 10-13% untuk setiap kenaikan 1°C suhu tubuh, yang berimplikasi pada peningkatan kebutuhan oksigen, peningkatan frekuensi jantung dan pernapasan, serta peningkatan kehilangan cairan melalui evaporasi. Kondisi ini juga berkontribusi pada ketidaknyamanan pasien, penurunan nafsu makan, dan kelemahan umum.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menurunkan suhu tubuh. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor suhu tubuh secara teratur setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan, dan mendokumentasikan pola demam. 2) Memberikan terapi antipiretik (paracetamol 3x250 mg) sesuai program dokter dan mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan suhu tubuh. 3) Melakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat di daerah aksila dan lipat paha, memandikan dengan air hangat, serta menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 4) Memastikan asupan cairan yang adekuat untuk menggantikan cairan yang hilang melalui penguapan selama demam, baik melalui infus maupun dorongan minum per oral. 5) Memonitor tanda-tanda vital lain seperti nadi dan pernapasan yang dapat meningkat selama demam. 6) Mengatur ventilasi ruangan agar tetap sejuk dan nyaman. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik (cefotaxime 2 x 500 mg) sebagai terapi kausal untuk mengatasi infeksi penyebab demam. 8) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemberian antipiretik yang tepat, teknik kompres yang benar, dan tanda-tanda demam yang perlu diwaspadai. Tujuan intervensi ini adalah untuk menurunkan suhu tubuh ke rentang normal, mengurangi ketidaknyamanan pasien, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan adalah: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5°C) dalam 24-48 jam setelah intervensi. 2) Pola demam menunjukkan perbaikan, yaitu frekuensi dan tinggi suhu menurun. 3) Tanda-tanda vital lain (nadi dan pernapasan) dalam rentang normal sesuai usia. 4) Pasien tampak lebih nyaman, tidak rewel, dan dapat beristirahat dengan tenang. 5) Tidak terdapat komplikasi terkait hipertermi seperti kejang demam atau dehidrasi berat. 6) Orang tua memahami dan mampu melakukan tindakan penanganan demam di rumah. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa masalah hipertermi telah teratasi dan proses infeksi underlying sedang dalam penanganan yang efektif.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi terbatas. Meskipun dalam pemeriksaan fisik disebutkan "tidak terdapat nyeri tekan", demam tifoid (typhoid fever) seringkali menimbulkan keluhan nyeri atau ketidaknyamanan yang bersifat difus, terutama pada daerah abdomen. Hal ini didukung oleh temuan fisik seperti perut yang tampak cembung dan bising usus yang meningkat (5x/menit) yang dapat mengindikasikan gangguan pada saluran cerna. Proses inflamasi pada dinding usus (ulkus) akibat infeksi Salmonella typhi dapat menimbulkan sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman. Selain itu, kondisi bibir kering dan pecah-pecah serta lidah kotor juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan oral. Nyeri atau ketidaknyamanan ini, meskipun mungkin tidak diekspresikan secara verbal oleh anak, dapat berkontribusi pada penurunan nafsu makan dan peningkatan rasa tidak nyaman secara keseluruhan. Penggunaan skala nyeri yang sesuai untuk anak usia 9 tahun (seperti Faces Pain Scale-Revised) diperlukan untuk menilai intensitas nyeri secara lebih akurat.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola nyeri. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala nyeri yang sesuai untuk anak usia 9 tahun, menilai lokasi, intensitas, karakter, dan faktor yang memperberat atau meringankan nyeri. 2) Memonitor tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan atau nyeri seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis, atau penarikan diri dari interaksi sosial.
Article No. 22663 | 07 Nov 2025
Klinis : Kecemasan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI untuk Kondisi Kecemasan
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan, penetapan luaran, dan perencanaan intervensi yang terstandar adalah krusial untuk memastikan kualitas asuhan yang holistik dan berbasis bukti. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah mengembangkan tiga pilar utama dalam standar praktik keperawatan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. SDKI menyediakan daftar diagnosa keperawatan yang terstruktur dengan definisi, batasan karakteristik, dan faktor risiko/penyebab.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Adalah panduan untuk menetapkan tujuan dan kriteria hasil yang terukur setelah intervensi keperawatan dilakukan. SLKI membantu perawat dalam merumuskan luaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART).
-
Article No. 22664 | 07 Nov 2025
Klinis : Dukungan beduka
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Dukungan Berduka
Kode SDKI: N.0012
Deskripsi Singkat: Respon fisiologis dan psikososial terhadap suatu kehilangan.
Kode SLKI: N.0012.1
Deskripsi : Pasien dapat mengungkapkan perasaan kehilangan. Perawat mendorong pasien dan/atau keluarga untuk mengungkapkan perasaan sedih, marah, rasa bersalah, takut, cemas, atau perasaan lainnya yang terkait dengan kehilangan. Perawat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk ekspresi emosional, mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati tanpa menghakimi, serta memvalidasi perasaan yang diungkapkan sebagai respon yang normal terhadap berduka.
Kode SIKI: N.0012.2
Deskripsi : Pasien dapat mengidentifikasi sumber dukungan. Perawat membantu pasien dan/atau keluarga untuk mengenali dan memanfaatkan sistem pendukung yang tersedia, baik dari dalam diri sendiri, keluarga, teman, komunitas, atau spiritual. Perawat mengeksplorasi jaringan sosial pasien, mendiskusikan peran dan ketersediaan masing-masing sumber dukungan, serta memfasilitasi koneksi dengan kelompok pendukung berduka atau konselor jika diperlukan untuk memperkuat jaringan dukungan sosialnya.
-
Article No. 22665 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah mempertahankan atau meningkatkan kardiak output. Kriteria hasilnya meliputi: tekanan darah dan nadi dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, bunyi jantung normal, nadi perifer dapat diraba, pengisian kapiler kurang dari 2 detik, kulit hangat dan kering, haluaran urine adekuat (lebih dari 30 ml/jam), serta tidak mengalami dyspnea atau ortopnea. Pada Tn. R.A, kondisi gagal ginjal kronik yang menyebabkan retensi cairan dan edema paru secara langsung memberatkan kerja jantung, menurunkan kemampuannya untuk memompa darah secara efektif. Sesak napas yang dialami pasien adalah manifestasi langsung dari ketidakmampuan jantung memompa darah sehingga terjadi kongesti di pembuluh darah paru (edema paru). Terapi furosemide yang diberikan bertujuan untuk mengurangi afterload jantung dengan mengurangi volume cairan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan output jantung. Pemantauan tanda-tanda vital, haluaran urine, dan status pernapasan secara ketat merupakan inti dari luaran yang diharapkan ini.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah Manajemen Tanda Vital. Intervensi ini meliputi pemantauan dan evaluasi tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara terencana dan berkelanjutan untuk mendeteksi adanya perubahan status klien. Pada Tn. R.A, intervensi ini sangat krusial. Perawat perlu memantau tekanan darah untuk mendeteksi hipotensi atau hipertensi yang dapat memperburuk fungsi ginjal dan jantung. Pemantauan frekuensi dan irama jantung penting untuk mendeteksi aritmia yang mungkin terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit (seperti kalium) dari gagal ginjal dan pemberian diuretik. Pemantauan pola, kedalaman, dan usaha pernapasan diperlukan untuk mengevaluasi keberhasilan terapi dalam mengatasi edema paru dan sesak napas. Pemantauan suhu juga penting untuk mendeteksi infeksi, mengingat hasil laboratorium menunjukkan neutrofil yang tinggi (NEUT# 7.12). Data dari pemantauan ini akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas terapi furosemide dan menentukan是否需要 penyesuaian dosis atau terapi tambahan. Intervensi ini dilakukan secara rutin dan didokumentasikan dengan baik untuk memastikan tren status klinis pasien dapat terpantau.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah meningkatkan toleransi aktivitas. Kriteria hasilnya mencakup: pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, melaporkan peningkatan energi dan penurunan keluhan lemas, tanda-tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan dalam rentang normal), serta tidak mengalami sesak napas atau kelelahan yang berlebihan. Pada Tn. R.A, intoleransi aktivitas disebabkan oleh multifaktor. Pertama, kelemahan akibat penyakit dasarnya (gagal ginjal) yang menyebabkan penumpukan toksin uremik dan anemia (HGB 10.7). Kedua, sesak napas akibat edema paru membatasi kemampuan fisiknya. Ketiga, adanya riwayat stroke dengan kelemahan ekstremitas kanan (hemiparese) yang secara permanen membatasi mobilitas dan meningkatkan energi yang dibutuhkan untuk melakukan ADL. Kombinasi ketiga faktor ini membuat pasien sangat bergantung pada bantuan untuk aktivitas seperti duduk dan berdiri. Tujuan dari SLKI ini adalah mencapai tingkat mobilitas tertinggi yang mungkin bagi pasien, dengan memastikan bahwa setiap peningkatan aktivitas tidak memberatkan kondisi kardiovaskular dan pernapasannya.
Kode SIKI: I.09006
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang utama adalah Manajemen Energi. Intervensi ini meliputi penganjuran untuk mengatur energi dengan menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat. Pada Tn. R.A, perawat perlu melakukan beberapa tindakan spesifik. Pertama, menilai tingkat kelelahan pasien secara berkala menggunakan skala yang valid. Kedua, mengajari pasien dan keluarga teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya menyikat gigi), istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas, serta memecah tugas yang berat menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Ketiga, menyusun jadwal aktivitas dan istirahat yang terencana, memastikan aktivitas tidak dilakukan bersamaan dengan waktu setelah prosedur atau terapi yang melelahkan. Keempat, mendorong partisipasi pasien dalam perawatan diri sesuai dengan batas kemampuannya, sambil tetap memberikan bantuan untuk aktivitas yang tidak dapat dilakukannya (seperti berpindah tempat). Intervensi ini juga mencakup koordinasi dengan fisioterapis jika diperlukan untuk melatih kekuatan otot yang masih berfungsi dan meningkatkan rentang gerak, terutama pada ekstremitas yang tidak terdampak stroke.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0040
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami ancaman aktual atau risiko terhadap perubahan pola pernapasan yang tidak memadai untuk mempertahankan pertukaran gas yang optimal.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah mempertahankan pola napas yang efektif. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas teratur, kedalaman napas adekuat, tidak ada bunyi napas tambahan (seperti mengi atau ronki), tidak menggunakan otot bantu pernapasan, serta saturasi oksigen dalam batas normal. Pada Tn. R.A, pola napas yang tidak efektif secara langsung disebabkan oleh edema paru yang terkonfirmasi dari hasil foto thorax. Edema ini mengisi alveoli dengan cairan, mengurangi luas permukaan untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida, sehingga menyebabkan sesak napas. Pemasangan nasal kanul 5 liter adalah upaya untuk mempertahankan saturasi oksigen. Tujuan jangka pendeknya adalah mengurangi sesak, sementara tujuan jangka panjangnya adalah mengatasi penyebab edema paru itu sendiri (yaitu kelebihan cairan akibat gagal ginjal) melalui terapi diuretik. Pemantauan pola napas, auskultasi bunyi napas, dan saturasi oksigen adalah parameter kunci untuk mengevaluasi keberhasilan SLKI ini.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang utama adalah Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini meliputi upaya mempertahankan kepatenan jalan napas dan memaksimalkan pertukaran gas. Pada Tn. R.A, intervensi dimulai dengan memantau status pernapasan secara ketat: frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi harus diterapkan untuk memudahkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan abdomen pada diafragma, sehingga pernapasan menjadi lebih mudah. Auskultasi bunyi napas sebelum dan sesudah pemberian terapi diuretik (furosemide) penting untuk menilai berkurangnya cairan di paru (ronki basil). Perawat harus memastikan pemberian oksigen via nasal kanul berjalan dengan baik, dengan flow yang tepat dan kanul yang nyaman bagi pasien. Selain itu, mendorong batuk efektif dan latihan napas dalam (jika kondisi memungkinkan) dapat membantu membersihkan jalan napas dan mencegah atelektasis. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya posisi dan tanda-tanda sesak yang memburuk juga merupakan bagian dari intervensi ini. Semua tindakan ini bertujuan untuk mendukung terapi medis dalam mengatasi edema paru dan memperbaiki pola napas pasien.
-
Article No. 22666 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik
Kode ICD-10: N18.9
Deskripsi Singkat : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kondisi progresif dan ireversibel di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hal ini ditandai dengan kerusakan struktural pada nefron ginjal, yang mengakibatkan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Kondisi ini menyebabkan penumpukan produk limbah nitrogen (seperti urea dan kreatinin) dalam darah (uremia), ketidakseimbangan elektrolit, dan asidosis metabolik. Pada kasus Tn. R.A., GGK merupakan diagnosis utama yang mendasari komplikasi serius seperti edema paru (yang menyebabkan sesak napas) dan anemia (dilihat dari nilai HGB 10.7). Riwayat stroke dan kelemahan ekstremitas kanan pasien juga merupakan faktor komorbiditas yang signifikan yang memperumit penatalaksanaan dan aktivitas hidup sehari-hari (ADL). Kode ICD-10 N18.9 mengindikasikan Penyakit Ginjal Kronik Stadium Tidak Ditentukan, yang digunakan ketika stadium pasti dari CKD (berdasarkan LFG) tidak terspesifikasi dalam dokumentasi medis. Kode ini mencakup diagnosis gagal ginjal kronis yang tidak dirinci lebih lanjut. Komplikasi seperti edema paru dan anemia pada pasien ini secara langsung terkait dengan ketidakmampuan ginjal untuk mengatur cairan dan memproduksi eritropoietin.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22667 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Tujuan dari intervensi keperawatan ini adalah untuk meningkatkan kardiak output hingga memadai untuk perfusi jaringan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah dan nadi dalam rentang normal untuk pasien, nadi perifer dapat teraba, kulit hangat dan kering, status mental baik (compos mentis seperti pasien), tidak mengalami dispnea atau ortopnea, bunyi jantung normal, tidak ada edema paru, haluaran urine adekuat (lebih dari 30 ml/jam), dan nilai laboratorium (seperti elektrolit) dalam batas normal. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, status pernapasan, dan oksigenasi secara ketat. Pemberian terapi oksigen (seperti nasal kanul yang terpasang) dan obat-obatan sesuai resep (seperti furosemide untuk mengurangi preload) adalah intervensi kunci. Keseimbangan cairan juga akan dipantau ketat untuk mencegah kelebihan beban cairan yang memberatkan kerja jantung.
Kode SIKI: I.08062
Deskripsi : Intervensi spesifik untuk mengatasi penurunan kardiak output pada pasien ini meliputi: Memantau tekanan darah, nadi (laju, irama, dan kekuatan), laju pernapasan, dan saturasi oksigen secara berkala. Mengatur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memfasilitasi ekspansi paru dan mengurangi sesak napas. Mempertahankan pemberian oksigen melalui nasal kanul dengan flow yang telah ditentukan (5 liter/menit) dan memantau efektivitasnya. Memberikan terapi obat diuretik (Furosemide) secara intravena sesuai program dokter dengan memantau respons pasien berupa pengurangan sesak dan peningkatan produksi urine. Memantau status cairan dengan mencatat balance cairan secara akurat, mengukur berat badan harian, dan mengobservasi tanda edema (seperti bengkak pada kaki). Melakukan auskultasi bunyi jantung dan paru untuk mendeteksi adanya gallop, murmur, atau ronki/krekels yang mengindikasikan edema paru. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit, ureum, kreatinin, dan darah lengkap untuk menilai keseimbangan internal tubuh dan respons terhadap terapi. Membatasi aktivitas fisik pasien dan membantu dalam aktivitas sehari-hari untuk mengurangi konsumsi oksigen dan beban kerja jantung.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0090
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03041
Deskripsi : Tujuan intervensi keperawatan adalah meningkatkan toleransi aktivitas pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan, tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) stabil selama dan setelah aktivitas, pasien melaporkan peningkatan tingkat energi, dan mampu melakukan Aktivitas Sehari-hari (ADL) dengan tingkat kemandirian yang semakin meningkat. Perawat akan menilai respons fisiologis pasien terhadap aktivitas, membantu dalam perencanaan aktivitas yang teratur dengan periode istirahat yang cukup, dan melatih pasien serta keluarga dalam teknik penghematan energi.
Kode SIKI: I.07011
Deskripsi : Intervensi spesifik untuk mengatasi intoleransi aktivitas pada pasien ini meliputi: Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk mengidentifikasi intoleransi. Membantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) seperti mandi, berpakaian, dan mobilitas di tempat tidur sesuai dengan kemampuannya, dengan mempertimbangkan kelemahan pada ekstremitas kanan akibat riwayat stroke. Mengajarkan dan mendorong teknik penghematan energi, misalnya dengan duduk saat melakukan aktivitas, mengambil napas dalam-dalam selama aktivitas, dan sering beristirahat. Menjadwalkan periode istirahat yang cukup di antara jadwal aktivitas dan terapi untuk mencegah kelelahan. Melakukan kolaborasi dengan fisioterapi untuk melatih kekuatan otot dan rentang gerak, terutama pada ekstremitas yang lemah, guna meningkatkan kapasitas fungsional. Meningkatkan kekuatan otot secara bertahap dengan latihan rentang gerak pasif dan aktif sesuai toleransi. Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta cara aman dalam membantu pasien melakukan mobilitas.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Nafas
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk mempertahankan suplai oksigen ke sel-sel tubuh dan membuang karbon dioksida.
Kode SLKI: L.03011
Deskripsi : Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk mencapai pola napas yang efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal, tidak ada keluhan sesak napas, bunyi napas bersih (tidak ada ronki/wheezing), saturasi oksigen dalam batas normal (lebih dari 95%), pasien mampu menunjukkan posisi yang memudahkan pernapasan, dan hasil pemeriksaan penunjang (seperti foto toraks) menunjukkan perbaikan. Perawat akan memantau status pernapasan, mengajarkan teknik pernapasan dalam, memastikan kepatenan jalan napas, dan mempertahankan pemberian oksigen.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Intervensi spesifik untuk mengatasi ketidakefektifan pola napas pada pasien ini meliputi: Memantau frekuensi, irama, kedalaman pernapasan, dan penggunaan otot bantu pernapasan. Melakukan auskultasi bunyi napas setiap shift atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya suara tambahan seperti ronki (yang mengindikasikan edema paru). Mempertahankan pemberian oksigen melalui nasal kanul dengan flow 5 liter/menit dan memantau saturasi oksigen secara berkala. Membantu pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan napas dalam dan batuk efektif (jika memungkinkan) untuk membersihkan jalan napas. Memantau status mental dan warna kulit sebagai indikator perfusi dan oksigenasi. Memastikan lingkungan yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik. Melakukan kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi seperti diuretik (Furosemide) untuk mengurangi edema paru. Menganjurkan istirahat untuk mengurangi konsumsi oksigen.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami keterbatasan dalam pergerakan fisik yang independen dan bertujuan.
Kode SLKI: L.03037
Deskripsi : Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan mobilitas pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu melakukan gerakan secara bertahap dengan bantuan sesuai kebutuhan, kekuatan otot dan rentang gerak membaik atau tidak memburuk, tidak terjadi kontraktur atau komplikasi imobilisasi (seperti dekubitus), dan pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari sesuai kemampuannya. Perawat akan memposisikan pasien dengan benar, melakukan latihan rentang gerak, membantu mobilisasi, dan melindungi area tubuh yang berisiko tinggi.
Kode SIKI: I.07013
Deskripsi : Intervensi spesifik untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien ini, dengan mempertimbangkan kelemahan ekstremitas kanan dan kelemahan seluruh badan, meliputi: Melakukan penilaian kekuatan otot dan rentang gerak (ROM) secara berkala, terutama pada ekstremitas yang mengalami parase. Melakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif dan aktif pada semua ekstremitas, minimal dua kali sehari, untuk mempertahankan fungsi sendi dan kekuatan otot. Membantu dan mengajarkan pasien untuk melakukan perubahan posisi di tempat tidur secara teratur setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus. Membantu pasien dalam melakukan mobilitas fungsional, seperti dari tidur ke duduk dan duduk ke berdiri, dengan menggunakan teknik yang aman dan memberikan dukungan fisik sesuai kebutuhan. Menggunakan bantal dan posisi yang tepat untuk menopang ekstremitas yang lemah dan menjaga kesejajaran tubuh. Melakukan kolaborasi dengan fisioterapi untuk program latihan yang lebih terstruktur. Memantau kulit terutama pada area yang menonjol dan tertekan (tulang ekor, tumit, siku) untuk tanda-tanda kem
Article No. 22668 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral. Dari kasus yang sudah terlampir ini, susunlah: 1. analisa data (dalam bentuk tabel) 2. Diagnosa Keperawatan yang muncul 3. Tabel intervensi (SDKI, SLKI, dan SIKI) 4. Tabel Implementasi Keperawatan 5. Tabel Evaluasi perkembangan pasien (SOAP)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.1.d
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah keadaan di mana seseorang mengalami ketidakmampuan fisik atau fisiologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas yang diperlukan atau diinginkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Pada Tn. R.A., kondisi ini muncul sebagai dampak langsung dari gagal ginjal kronik yang dideritanya. Gagal ginjal menyebabkan penumpukan cairan (edema) dan toksin uremik dalam tubuh, yang berdampak pada sistem multiple organ. Anemia (HGB 10.7) yang merupakan komplikasi umum gagal ginjal mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen darah, sehingga suplai oksigen ke jaringan otot menjadi tidak memadai. Selain itu, edema paru yang teridentifikasi dari foto toraks lebih lanjut membatasi pertukaran gas, memperburuk hipoksia jaringan. Kelemahan otot yang dialami pasien, yang diperberat oleh riwayat stroke dengan parase ekstremitas kanan, secara signifikan mengurangi kapasitas fungsionalnya. Kombinasi dari faktor-faktor fisiologis ini—anemia, edema paru, kelemahan neuromuskular, dan penumpukan produk sisa metabolisme—menciptakan sebuah siklus di mana setiap upaya aktivitas, bahkan yang ringan seperti duduk atau bergerak di tempat tidur, memicu respons fisiologis yang tidak memadai (seperti sesak napas dan kelelahan ekstrem), sehingga pasien menjadi sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk Aktivitas Sehari-hari (ADL). Diagnosa ini menjadi sentral karena mempengaruhi kemandirian pasien, kualitas hidup, dan pemulihan secara keseluruhan.
Kode SLKI: L.03001 - L.03010 (Kumpulan kriteria yang relevan)
Deskripsi : Luaran yang diharapkan untuk diagnosa intoleransi aktivitas adalah peningkatan toleransi pasien terhadap aktivitas secara bertahap, yang diukur melalui parameter fisiologis dan fungsional. Secara spesifik, SLKI menetapkan tujuan seperti penurunan keluhan sesak napas (dispnea) dan kelelahan (fatigue) selama atau setelah beraktivitas. Tekanan darah, nadi, dan pernapasan diharapkan berada dalam rentang yang dapat diterima yang ditetapkan untuk pasien, tanpa disertai disritmia atau episode hipotensi/hipotensi yang signifikan pasca-aktivitas. Dari sisi fungsional, luaran yang dituju adalah peningkatan kekuatan otot dan Rentang Gerak (ROM) secara bertahap, yang pada akhirnya memungkinkan pasien untuk melakukan lebih banyak aktivitas perawatan diri secara mandiri atau dengan bantuan minimal. Target konkretnya dapat berupa pasien mampu duduk di tepi tempat tidur tanpa merasa sesak yang berarti, kemudian secara bertahap mampu berdiri dengan bantuan, dan seterusnya. Pengukuran menggunakan skala seperti skala fatigue atau skala dyspnea juga dapat digunakan untuk memantau kemajuan secara objektif. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan kondisi medis yang mendasarinya, seperti pengelolaan edema paru dan anemia, serta terapi rehabilitasi medik untuk meningkatkan kekuatan otot.
Kode SIKI: I.03001 - I.03035 (Kumpulan intervensi yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi intoleransi aktivitas bersifat komprehensif dan bertahap. Pertama, memantau tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas adalah fundamental untuk menilai respons fisiologis pasien dan mencegah kelelahan yang berlebihan. Kedua, mengatur dan mendukung aktivitas dengan teknik-teknik spesifik seperti mengajarkan teknik menghemat energi (energy conservation), misalnya dengan duduk saat melakukan aktivitas seperti menyikat gigi, dan teknik pernapasan dalam untuk meningkatkan efisiensi pernapasan selama aktivitas. Perawat akan membantu pasien dalam rentang gerak pasif atau aktif assistif pada ekstremitas yang lemah, khususnya sisi kanan, untuk mempertahankan fungsi otot dan sendi serta mencegah komplikasi imobilisasi. Kolaborasi dengan tim fisioterapi sangat penting untuk merancang program latihan yang terstruktur dan aman. Pemberian oksigen melalui nasal kanul sesuai kebutuhan selama aktivitas dapat membantu mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat. Selain itu, mendorong partisipasi keluarga dalam membantu ADL dengan cara yang memberdayakan pasien, serta memastikan periode istirahat yang cukup di antara jeda aktivitas, merupakan bagian integral dari intervensi ini. Tujuannya adalah memecah siklus kelemahan dengan meningkatkan kapasitas fungsional secara bertahap tanpa membebani sistem kardiopulmoner pasien.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: B.3.a
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pada Tn. R.A., kondisi ini secara langsung terkait dengan komplikasi gagal ginjalnya, yaitu edema paru. Gagal ginjal menyebabkan retensi cairan dan garam, yang meningkatkan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah paru (gagal jantung sering menyertai GGK), sehingga cairan merembes ke dalam alveoli. Akumulasi cairan ini (edema) bertindak sebagai penghalang fisik untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang normal. Cairan juga mengiritasi saluran napas dan dapat merangsang produksi sekresi yang lebih banyak, meskipun pada edema paru kardiogenik sekresi mungkin tidak selalu banyak tetapi bersifat busa dan edema. Data utama yang mendukung diagnosa ini adalah keluhan sesak napas pasien, hasil foto toraks yang menunjukkan edema paru, dan kebutuhan akan terapi oksigen (nasal kanul 5 L/menit) untuk mempertahankan oksigenasi. Ketidakmampuan pasien untuk batuk secara efektif akibat kelemahan otot pernapasan dan kondisi umum yang lemah memperburuk masalah ini, karena mekanisme fisiologis untuk membersihkan jalan napas menjadi tidak adekuat. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal napas.
Kode SLKI: L.04001 - L.04012 (Kumpulan kriteria yang relevan)
Deskripsi : Luaran yang diharapkan untuk diagnosa ini adalah tercapainya patensi jalan napas yang adekuat, yang dimanifestasikan melalui perbaikan tanda dan gejala klinis. Secara spesifik, pasien diharapkan menunjukkan bunyi napas yang bersih (bebas dari wheezing, ronchi, atau crackles) atau setidaknya penurunan bunyi napas abnormal pada auskultasi. Frekuensi pernapasan harus kembali dalam rentang normal untuk usianya, dengan pola pernapasan yang teratur dan tidak tampak distress pernapasan (seperti penggunaan otot bantu napas). Keluhan sesak napas (dispnea) subjektif pasien harus berkurang secara signifikan, yang dapat diukur dengan skala dyspnea. Parameter objektif seperti saturasi oksigen (SpO2) diharapkan dapat dipertahankan di atas 92% (atau sesuai target pasien) dengan kebutuhan oksigen supplemental yang semakin menurun, dan akhirnya tanpa bantuan oksigen. Pasien juga diharapkan mampu melakukan batuk efektif atau memiliki mekanisme alternatif untuk membersihkan sekresi dari jalan napasnya.
Kode SIKI: I.04001 - I.04046 (Kumpulan intervensi yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif berfokus pada memfasilitasi pengeluaran sekresi dan mengurangi akumulasi cairan di paru. Monitor status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, suara napas, dan SpO2) adalah tindakan pertama dan berkelanjutan. Pemberian oksigen sesuai program dokter (nasal kanul 5 L/menit) harus dipastikan untuk mengatasi hipoksia. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi sangat dianjurkan untuk memanfaatkan gravitasi dalam menurunkan tekanan diafragma pada paru dan memudahkan ekspansi dada, sehingga meningkatkan ventilasi. Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage (dengan pertimbangan kondisi pasien) dapat membantu melonggarkan sekresi. Karena kelemahan otot, pasien mungkin memerlukan bantuan untuk batuk efektif, seperti dengan teknik batuk dibantu atau penggunaan suction jika diperlukan dan aman. Kolaborasi yang sangat penting adalah pemberian terapi diuretik (Furosemide IV) seperti yang telah diresepkan, yang bertujuan untuk mengurangi beban cairan tubuh secara keseluruhan dan dengan demikian mengurangi edema paru. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya posisi, teknik napas dalam, dan tanda-tanda distress pernapasan yang harus diwaspadai juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: B.5.b
Deskripsi Singkat: Gangguan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam pergerakan fisik yang independen dan bertujuan, yang dapat melibatkan ekstremitas atau tubuh secara keseluruhan. Pada Tn. R.A., gangguan ini memiliki dua penyebab utama yang saling memperberat. Penyebab pertama dan yang sudah lama adalah riwayat stroke yang menyebabkan parase (kelemahan) pada ekstremitas kanan, yang secara langsung membatasi kekuatan otot, rentang gerak, dan koordinasi pada sisi tersebut. Penyebab kedua adalah kondisi akutnya, yaitu gagal ginjal kronik dengan segala konsekuensinya (anemia, kelemahan umum, sesak napas, dan edema), yang menyebabkan intoleransi aktivitas dan kelem
Article No. 22669 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral. Dari kasus yang sudah terlampir ini, susunlah: 1. analisa data (dalam bentuk tabel) 2. Diagnosa Keperawatan yang muncul 3. Tabel intervensi (SDKI, SLKI, dan SIKI) 4. Tabel Implementasi Keperawatan 5. Tabel Evaluasi perkembangan pasien (SOAP)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Penurunan Kardiak Output
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan
Kode SIKI: I.01279
Deskripsi : Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Inefektif
Kode SLKI: L.04016
Deskripsi : Bunyi napas bersih
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Auskultasi bunyi napas
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang normal selama aktivitas
Kode SIKI: I.09012
Deskripsi : Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0101
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Kulit bersih
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Bantu memandikan sesuai kebutuhan
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0102
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Berpakaian/Berdandan
Kode SLKI: L.10002
Deskripsi : Memakai pakaian yang sesuai
Kode SIKI: I.10002
Deskripsi : Bantu berpakaian sesuai kebutuhan
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0104
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Toileting
Kode SLKI: L.10004
Deskripsi : Menggunakan toilet/ pispot/ urinal dengan aman
Kode SIKI: I.10004
Deskripsi : Bantu toileting sesuai kebutuhan
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0128
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.14037
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan
Kode SIKI: I.14021
Deskripsi : Monitor kadar glukosa darah
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0130
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Mengontrol nyeri
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0136
Deskripsi Singkat: Kelebihan Volume Cairan
Kode SLKI: L.16001
Deskripsi : Keseimbangan cairan
Kode SIKI: I.16001
Deskripsi : Monitor asupan dan haluaran
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0154
Deskripsi Singkat: Kerusakan Integritas Jaringan Kulit
Kode SLKI: L.18001
Deskripsi : Integritas kulit
Kode SIKI: I.18001
Deskripsi : Lakukan pengkajian kulit secara teratur
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0166
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.28001
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun
Kode SIKI: I.28001
Deskripsi : Gunakan pendekatan yang menenangkan
Kondisi: Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi Edema Paru dan Kelemahan Ekstremitas
Kode SDKI: D.0170
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik
Kode SLKI: L.30001
Deskripsi : Melakukan regimen terapeutik
Kode SIKI: I.30001
Deskripsi : Berikan pendidikan kesehatan tentang regimen terapeutik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282