Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24290 | 02 Mar 2026
Klinis : kalau ada pasien lagi hemodialisa mengeluh pusing terus tensinya 199/104, dan tindakannya dikasih medikasi sublingual epineprin. diagnosanya apa SDKI PLIS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan atau penurunan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang yang diinginkan, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian Tekanan Darah. Deskripsi: Tindakan keperawatan untuk mempertahankan tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diinginkan. Pada kasus pasien hemodialisis dengan tekanan darah 199/104 mmHg dan keluhan pusing, fokus SLKI adalah pada upaya penurunan tekanan darah secara aman dan terkendali untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke, ensefalopati hipertensif, atau kerusakan organ target lainnya. Intervensi ini mencakup pemantauan ketat tekanan darah sebelum, selama, dan sesudah hemodialisis serta setelah pemberian medikasi emergensi. Perawat harus memastikan keakuratan pengukuran, mencatat respons terhadap terapi obat (seperti nitrogliserin sublingual, bukan epinefrin/epineprin yang justru meningkatkan tekanan darah), dan mengobservasi tanda-tanda hipotensi atau hipertensi lebih lanjut. Selain itu, perawat berperan dalam menciptakan lingkungan yang tenang, memposisikan pasien dengan nyaman (biasanya kepala lebih tinggi), serta memberikan edukasi singkat tentang pentingnya kepatuhan diet rendah garam dan pembatasan cairan. Kolaborasi dengan tim medis untuk penyesuaian terapi medikasi dan ultrafiltrasi selama dialisis juga merupakan bagian kritis dari intervensi ini. Tujuan akhirnya adalah menstabilkan tekanan darah pasien ke rentang target yang lebih aman, mengurangi keluhan pusing, dan mencegah risiko cedera.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Deskripsi: Pengumpulan dan analisis informasi sistematis dan berkelanjutan tentang tekanan darah pasien untuk menentukan status kesehatan dan kebutuhan intervensi. Pada situasi krisis hipertensi ini, pemantauan tekanan darah menjadi intervensi keperawatan yang paling vital dan harus dilakukan secara ketat dan berulang. Perawat akan mengukur tekanan darah dengan teknik yang benar, menggunakan alat yang terkalibrasi, dan membandingkan hasilnya dengan nilai dasar pasien. Frekuensi pemantauan meningkat signifikan, misalnya setiap 5-15 menit setelah pemberian obat sublingual hingga tekanan mulai turun dan stabil, kemudian dilanjutkan dengan interval yang ditentukan protokol. Pemantauan tidak hanya pada angka, tetapi juga mencakup pengamatan tanda-tanda klinis seperti tingkat kesadaran, keluhan pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, mual, atau nyeri dada yang dapat mengindikasikan komplikasi. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas tindakan farmakologis (perlu dikoreksi: epinefrin adalah kesalahan, obat yang diberikan seharusnya seperti nifedipin atau captopril sublingual) dan non-farmakologis. Hasil pemantauan didokumentasikan dengan jelas dan dilaporkan secara tepat waktu kepada dokter untuk keputusan terapi selanjutnya. Intervensi ini juga melibatkan pendidikan kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda hipertensi yang perlu diwaspadai. Dalam konteks hemodialisis, pemantauan tekanan darah yang cermat sebelum, selama, dan sesudah prosedur sangat penting untuk menyesuaikan kecepatan ultrafiltrasi dan mencegah fluktuasi tekanan darah yang drastis, sehingga mencapai dry weight yang optimal.
-
Article No. 24283 | 01 Mar 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : SLKI: Kontrol Infeksi. Tujuan akhirnya adalah pasien bebas dari tanda dan gejala infeksi tuberkulosis. Secara spesifik, pasien akan menunjukkan: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C). 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20 kali/menit) tanpa sesak. 3) Batuk produktif yang menurun dan menghilang. 4) Dahak BTA negatif. 5) Nafsu makan membaik dan status nutrisi adekuat. 6) Meningkatnya pengetahuan tentang penyakit, penularan, dan pengobatan TB. 7) Kepatuhan minum obat OAT (Obat Anti Tuberkulosis) lengkap dan tepat waktu. 8) Melakukan perilaku pencegahan penularan (misalnya, menutup mulut saat batuk/bersin, membuang dahak di tempat yang ditentukan).
Kode SIKI: I.05041
Deskripsi : SIKI: Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mencapai SLKI di atas meliputi: 1) **Pengawasan dan Pemantauan**: Memantau tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan) setiap 4-8 jam. Mengobservasi karakteristik batuk dan dahak (warna, jumlah, konsistensi). Memantau status nutrisi dan hidrasi (asupan makanan/cairan, berat badan). Mengevaluasi tingkat kepatuhan dan pengetahuan pasien tentang pengobatan TB. 2) **Manajemen Lingkungan dan Isolasi**: Mengajarkan dan memastikan pasien menerapkan etika batuk (menutup mulut dengan tisu/lengan, membuang tisu ke tempat sampah tertutup). Menempatkan pasien di ruangan dengan ventilasi yang baik. Menginstruksikan pembatasan kontak langsung dengan orang lain, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sampai dinyatakan tidak menular. Mengajarkan cara membuang dahak yang aman (diludahkan ke wadah berisi desinfektan atau dibakar). 3) **Edukasi dan Konseling**: Memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit TB secara komprehensif: penyebab, cara penularan melalui droplet, pentingnya pengobatan lengkap (6-8 bulan) untuk mencegah kekambuhan dan resistensi obat (MDR-TB). Menjelaskan nama, dosis, waktu minum, efek samping (seperti warna urin menjadi orange, pusing, mual), dan pentingnya tidak menghentikan obat meskipun gejala membaik. Mendiskusikan pentingnya nutrisi tinggi kalori dan protein untuk mendukung penyembuhan. Mengedukasi keluarga tentang pencegahan penularan di rumah dan pentingnya dukungan untuk kepatuhan pasien. 4) **Kolaborasi dan Rujukan**: Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi OAT dan pengelolaan efek samping obat. Mengkoordinasikan pemeriksaan dahak ulang (BTA serial) dan rontgen kontrol sesuai jadwal. Merujuk pasien ke klinik pengobatan TB (Puskesmas) atau ahli gizi jika diperlukan untuk penanganan lebih lanjut. 5) **Dukungan Psikososial**: Memberikan dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan dan stigma terkait penyakit TB. Memotivasi pasien untuk menyelesaikan pengobatan. Melibatkan keluarga dalam proses perawatan untuk meningkatkan sistem pendukung pasien. Intervensi-intervensi ini dirancang secara holistik untuk memutus rantai penularan, menyembuhkan infeksi aktif, mencegah komplikasi, dan memastikan keberhasilan terapi jangka panjang, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien dan melindungi kesehatan masyarakat.
-
Article No. 24284 | 01 Mar 2026
Klinis : Bradipnea | vesikuler ronkhi | terpasang ventilator | r 16x permenit | terpasang ett | agd alkalosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Ditandai dengan: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal. 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 3) Tidak ada sianosis. 4) Pernapasan dalam rentang normal dan irama teratur. 5) Suara napas bersih. 6) Kesadaran dalam rentang normal. 7) Tidak ada gelisah.
Kode SIKI: 3290
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas dan membersihkan sekret. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas). 2) Auskultasi suara napas. 3) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-fowler/fowler). 4) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan. 6) Lakukan penghisapan lendir jalan napas (orofaring/nasofaring/tracheal) sesuai kebutuhan dan protokol. 7) Berikan oksigen sesuai program. 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator sesuai program. 9) Monitor analisis gas darah arteri. 10) Ajarkan penggunaan alat bantu pernapasan sesuai indikasi. 11) Lakukan perawatan tube endotrakeal/trakeostomi sesuai protokol. 12) Lakukan oral hygiene secara teratur. 13) Monitor status hemodinamik. 14) Monitor produksi dan karakteristik sputum. 15) Monitor tanda-tanda distress pernapasan.
-
Article No. 24285 | 01 Mar 2026
Klinis : TN. A merupakan pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dengan diagnosa medis Tetraparese Lower Motor Neuron ec Guillain Barre Syndrome (GBS). Guillain Barre Syndrome merupakan gangguan autoimun pada sistem saraf perifer yang menyebabkan kelemahan otot progresif, dimulai dari ekstremitas bawah dan dapat berkembang hingga melibatkan otot pernapasan. Pada kasus ini, pasien mengalami kelemahan pada keempat ekstremitas (tetraparese) yang menunjukkan adanya gangguan transmisi impuls saraf perifer. Kondisi tersebut mengakibatkan keterbatasan mobilitas fisik secara signifikan dan meningkatkan ketergantungan pasien terhadap perawatan total di ICU. Keterlibatan otot pernapasan pada GBS berpotensi menyebabkan gangguan ventilasi alveolar. Hal ini dapat berdampak pada ketidakseimbangan pertukaran oksigen dan karbon dioksida di membran alveolus-kapiler. Berdasarkan hasil Analisa Gas Darah (10/08/2025), didapatkan nilai pH 7,465, PO₂ 198,8 mmHg, PCO₂ 36,2 mmHg, HCO₃ 26,3 mmHg, dan BE 2,3 dengan kesan alkalosis metabolik �. Nilai PO₂ yang tinggi kemungkinan dipengaruhi oleh pemberian terapi oksigen selama perawatan di ICU.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Keadaan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler, yang mengakibatkan gangguan oksigenasi jaringan dan/atau eliminasi karbon dioksida.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria Hasil: 1) Nilai analisa gas darah dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda hipoksia (sianosis, gelisah, perubahan status mental). 3) Tidak ada tanda-tanda hiperkapnia (sakit kepala, pusing, penurunan kesadaran). 4) Pernapasan dalam dan teratur sesuai usia. 5) Suara napas bersih. 6) Keseimbangan asam-basa dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen pertukaran gas. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas). 2) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan. 3) Monitor tanda-tanda klinis hipoksia dan hiperkapnia. 4) Monitor nilai analisa gas darah dan saturasi oksigen (SpO₂). 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi. 6) Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 7) Lakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam sesuai kondisi pasien. 8) Lakukan suction untuk membersihkan jalan napas bila diperlukan. 9) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi). 10) Kolaborasi untuk persiapan dan perawatan ventilasi mekanik jika diperlukan.
Kondisi: Risiko Gangguan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan mengalami ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan, yang dapat mengganggu permeabilitas jalan napas.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Jalan napas tetap efektif. Kriteria Hasil: 1) Jalan napas paten. 2) Suara napas bersih. 3) Tidak ada suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor). 4) Mampu mengeluarkan sekret. 5) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal sesuai usia.
Kode SIKI: I.03015
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor kepatenan jalan napas (adanya suara napas, upaya napas). 2) Posisikan kepala dan leher untuk mempertahankan jalan napas paten (misal, chin lift atau jaw thrust jika diperlukan). 3) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas dan bawah sesuai indikasi. 4) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam. 5) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan. 6) Berikan terapi oksigen sesuai program. 7) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau nebulizer sesuai indikasi. 8) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) sesuai kondisi. 9) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif jika pasien kooperatif. 10) Siapkan alat bantu jalan napas (nasopharyngeal airway, endotracheal tube) dan alat suction di dekat pasien.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Keadaan keterbatasan dalam pergerakan tubuh secara mandiri dan bertujuan yang dipengaruhi oleh kondisi neuromuskuloskeletal.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik. Kriteria Hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 2) Kekuatan otot meningkat. 3) Rentang gerak sendi dalam batas normal/fungsional. 4) Tidak terjadi kontraktur. 5) Tidak terjadi atrofi otot. 6) Tanda-tanda vital dalam batas normal selama aktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen mobilitas. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji tingkat ketergantungan pasien (misal, menggunakan skala aktivitas harian). 2) Kaji kekuatan otot dan rentang gerak sendi. 3) Bantu perubahan posisi secara berkala (setiap 2 jam) sesuai protokol. 4) Lakukan latihan rentang gerak sendi (ROM) aktif, aktif asistif, atau pasif sesuai kemampuan pasien. 5) Gunakan alat bantu mobilitas (bantal, guling, splint) untuk mempertahankan posisi anatomi dan mencegah dekubitus/kontraktur. 6) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan dan mobilisasi. 7) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan (mandi, makan, eliminasi). 8) Ajarkan dan bantu pasien melakukan teknik menghemat energi. 9) Monitor tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 10) Berikan edukasi pada keluarga tentang teknik memindahkan pasien dan ROM.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene, Berpakaian/berdandan, Makan, Toileting
Kode SDKI: D.0129
Deskripsi Singkat: Keadaan ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/higiene, berpakaian/berdandan, makan, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Kemampuan perawatan diri meningkat. Kriteria Hasil: 1) Kebutuhan mandi/higiene terpenuhi. 2) Kebutuhan berpakaian/berdandan terpenuhi. 3) Kebutuhan makan dan minum terpenuhi. 4) Kebutuhan toileting terpenuhi. 5) Menunjukkan partisipasi dalam perawatan diri sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Bantuan perawatan diri total. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji tingkat ketergantungan pasien dalam setiap aktivitas perawatan diri (mandi, makan, berpakaian, toileting). 2) Bantu memenuhi kebutuhan mandi dan higiene (mandi di tempat tidur, perawatan mulut, perawatan kuku dan rambut) dengan menjaga privasi dan martabat pasien. 3) Bantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi (menyuapi, menyiapkan makanan, memastikan asupan cukup). 4) Bantu memenuhi kebutuhan eliminasi (membantu ke toilet/ menggunakan bedpan/urinal, membersihkan area genital, perawatan kateter jika terpasang). 5) Bantu dalam berpakaian dan berdandan. 6) Sediakan alat bantu perawatan diri di dekat pasien. 7) Libatkan keluarga dalam perawatan diri pasien setelah diberikan edukasi. 8) Berikan pujian untuk setiap usaha partisipasi pasien. 9) Monitor kondisi kulit selama perawatan untuk mendeteksi dini kemerahan atau kerusakan kulit. 10) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung selama melakukan perawatan diri.
-
Article No. 24286 | 01 Mar 2026
Klinis : Identitas Klien Nama : Tn.H Umur : 46 tahun Diagnosa Medis : Effusi pleura ec TB RIWAYAT KESEHATAN Keluhan Utama: Sesak Riwayat Kesehatan Sekarang Klien datang ke RSHS dengan keluhan sesak nafas yang dirasakan makin berat sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan juga saat sedang istirahat sehingga klien sulit tidur karena sesak nafas. Sesak nafas tidak dirasakan membaik dengan perubahan posisi. Keluhan disertai bengkak pada wajah, perut dan kedua tungkai. Klien mengeluh batuk berdahak kuning kemerahan disertai panas badan yang tidak terlalu tinggi. 6 minggu SMRS klien mengeluh sesak nafas disertai bengkak pada perut yang semakin lama semakin besar. 3 minggu yang lalu penderita mulai ada keluhan bengkak pada tungkai kaki . Penderita mengeluh batuk-batuk berdahak semakin banyak. Kemudian berobat ke RS Rotinsulu dan dikatakan menderita TB Paru serta ada cairan pada kedua paru. Riwayat Kesehatan Dahulu Klien mengatakan 1 bulan SMRS klien menderita batuk-batuk dengan dahak kuning sesekali disertai bercak merah. Klien juga mengeluhkan demam yang hilang timbul disertai keringat di malam hari sampai baju basah. Merasa mengalami penurunan Berat badan disertai kurang nafsu makan. Penderita tidak menimbang berat badan namun celana yang biasa dipakai kini menjadi longgar. Sebelumnya klien belum pernah di rawat di RS. Klien tidak pernah menderita penyakit jantung, DM, hipertensi ataupun asma. Klien juga tidak pernah memeriksakan kondisinya ke RS Riwayat Kesehatan Keluarga Klien dan keluarga mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang sama. Saat ini keluarga tinggal serumah dengan istri, anak, menantu dan cucunya yang baru berusia 1 tahun. Pemeriksaan Fisik Penampilan umum: klien tampak sesak Kesadaran: compos mentis Tanda vital: Tekanan darah: 110/70 mmHg Nadi : 90 kali/menit Respirasi : 32 kali/menit Suhu : 37,5 C Sistem pernafasan Bentuk dada simetris, terpasang WSD di sebelah kanan. Nafas tachypneu, penggunaan otot pernafasan tambahan (++). Diperkusi daerah paru kanan dullness, pengembangan dada asimetris. Suara paru rochi (+). Pemeriksaan Diagnostik CT SCAN: Kesan: - Effusi pleura bilateral terutama kanan. Sebagian terlokalisir dengan penebalan pleura disertai parsial atelektasis di lobus superior dan di lobus medius paru kanan dan di segmen laterobasal lobus inferior paru kiri. - Infiltrat dengan garis-garis keras di lobus superior sampai inferior kedua paru suspect ec. Mixed infetion - Pembesaran KGB di sub carina - effusi pericard - ascites Pemeriksaan 1. Cairan tubuh Hasil nilai rujukan satuan Nonne (+) (-) Pandy (+) (-) Warna coklat keruh Kejernihan agak keruh 2. Lain-lain Protein c pleura 2160 <250 mg/dl Albumin c pleura 110 500 – 1400 Rivalta (+) - Therapy: OAT (PO) Metilprednisolon (po) 3 x 1 tab Ceftriaxon 2 x 1 amp (iv) Ketorolak 2 x 1 amp (iv) Ranitidin 2 x 1 amp (iv)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Kriteria hasil: 1) Klien menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat sesuai dengan nilai laboratorium dan tanda klinis. 2) Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Klien menunjukkan bunyi napas bersih dan jernih pada auskultasi. 4) Klien menunjukkan pola napas normal dan irama teratur. 5) Klien menunjukkan warna kulit dan membran mukosa normal. 6) Klien menunjukkan tingkat kesadaran normal. 7) Klien menunjukkan nilai analisis gas darah dalam rentang normal. 8) Klien menunjukkan tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan: 1) Buka jalan napas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust jika diperlukan. 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler/Fowler tinggi). 3) Identifikasi klien yang memerlukan alat bantu jalan napas. 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 5) Keluarkan sekret dengan batuk atau pengisapan. 6) Auskultasi bunyi napas, catat adanya bunyi tambahan. 7) Bantu pernapasan dalam dan batuk efektif. 8) Ajarkan teknik batuk efektif. 9) Berikan oksigen sesuai program terapi. 10) Pantau kecepatan dan irama pernapasan. 11) Pantau status pernapasan jika ada tanda distress. 12) Pantau produksi sputum (jumlah, warna, konsistensi). 13) Kolaborasi pemberian bronkodilator sesuai indikasi. 14) Lakukan suction pada jalan napas buatan. 15) Pantau analisis gas darah dan saturasi oksigen. 16) Anjurkan untuk meningkatkan asupan cairan jika tidak ada kontraindikasi. 17) Ajarkan tentang metode penghematan energi. 18) Berikan dukungan psikologis untuk menurunkan ansietas. 19) Monitor tanda-tanda vital. 20) Lakukan perawatan WSD (Water Sealed Drainage) sesuai protokol jika terpasang.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Kriteria hasil: 1) Klien menunjukkan jalan napas paten. 2) Klien menunjukkan bunyi napas bersih dan jernih pada auskultasi. 3) Klien menunjukkan pola napas normal dan irama teratur. 4) Klien menunjukkan tidak adanya dispnea atau distress pernapasan. 5) Klien menunjukkan tidak adanya sianosis. 6) Klien menunjukkan kemampuan untuk mengeluarkan sekret secara efektif. 7) Klien menunjukkan nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. (Deskripsi tindakan sama seperti pada diagnosa pertama, karena SIKI ini relevan untuk kedua diagnosa. Fokus pada tindakan: posisi, fisioterpsi dada, batuk efektif, suction, peningkatan asupan cairan, pemantauan sputum, dan perawatan WSD).
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung sejak kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang. 2) Klien menunjukkan ekspresi wajah rileks. 3) Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Klien mampu beristirahat dan tidur dengan adekuat. 5) Klien menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas sesuai toleransi. 6) Klien menunjukkan penggunaan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. 7) Klien mengungkapkan pemahaman tentang penyebab nyeri dan penanganannya.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas, faktor pencetus). 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Pantau tanda-tanda vital. 4) Lakukan teknik pengurangan nyeri nonfarmakologi (misal: distraksi, relaksasi, posisi nyaman). 5) Atur posisi untuk kenyamanan klien, pertahankan posisi yang mengurangi tekanan pada area nyeri. 6) Lakukan perawatan luka/insisi/WSD dengan teknik steril untuk mencegah infeksi yang memperberat nyeri. 7) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi (seperti Ketorolak yang diresepkan). 8) Evaluasi efektivitas intervensi pengontrolan nyeri. 9) Ajarkan tentang penggunaan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. 10) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 11) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi oleh patogen.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Klien menunjukkan tidak adanya tanda dan gejala infeksi. 2) Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Klien menunjukkan luka bersih, kering, dan tidak kemerahan. 4) Klien menunjukkan hasil laboratorium dalam rentang normal. 5) Klien dan keluarga menunjukkan perilaku untuk mencegah penularan infeksi. 6) Klien dan keluarga memahami kondisi penyakit infeksinya (TB).
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Proteksi Infeksi. Tindakan: 1) Pantau tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal (suhu, drainage, kemerahan). 2) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 3) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan dan protokol penyakit menular (TB). 4) Pertahankan teknik aseptik/steril selama melakukan tindakan invasif (perawatan WSD). 5) Anjurkan kepada klien dan keluarga untuk menutup mulut saat batuk/bersin. 6) Anjurkan kebersihan diri yang adekuat. 7) Berikan penyuluhan tentang penyakit menular dan pencegahannya. 8) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik (Ceftriaxon) dan OAT sesuai program. 9) Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti pemeriksaan cairan pleura). 10) Anjurkan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan sistem imun. 11) Kelola peralatan dan limbah medis dengan tepat sesuai standar pencegahan infeksi. 12) Berikan penyuluhan tentang pentingnya kepatuhan minum OAT hingga tuntas.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil: 1) Klien menunjukkan berat badan dalam rentang normal. 2) Klien menunjukkan asupan makanan dan cairan adekuat. 3) Klien menunjukkan nilai laboratorium dalam rentang normal (misal: albumin, protein). 4) Klien menunjukkan tidak adanya tanda malnutrisi. 5) Klien menunjukkan peningkatan nafsu makan. 6) Klien menunjukkan pemahaman tentang pentingnya nutrisi.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1) Kaji pola makan, riwayat mual/muntah, dan perubahan berat badan. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Pantau asupan dan output cairan serta makanan setiap hari. 4) Kaji faktor yang menghambat asupan nutrisi (sesak, anoreksia, kelelahan). 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet. 6) Anjurkan makan sedikit tapi sering dengan porsi kecil. 7) Sajikan makanan dalam keadaan menarik dan sesuai kesukaan klien. 8) Anjurkan makanan tinggi protein dan tinggi kalori sesuai toleransi. 9
Article No. 24287 | 01 Mar 2026
Klinis : Baik Neshh 🤍 aku susun versi lengkap, sistematis, akademik, dan jelas, cocok langsung masuk ke BAB Pembahasan makalah Komunikasi Keperawatan. ⸻ Deskripsi Kasus Kayla, seorang mahasiswi berusia 20 tahun, datang ke instalasi gawat darurat rumah sakit didampingi oleh ibunya, Nurul, dengan keluhan utama nyeri pada bagian perut bawah sejak satu hari terakhir. Menurut penuturan pasien, nyeri awalnya terasa ringan dan bersifat hilang timbul, namun secara bertahap meningkat intensitasnya hingga terasa terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien juga mengeluhkan kesulitan tidur akibat rasa tidak nyaman yang dirasakan sepanjang malam. Saat dilakukan observasi awal di ruang perawatan, Kayla tampak memegang perut bagian bawah dan beberapa kali meringis kesakitan. Ekspresi wajah menunjukkan ketegangan, alis berkerut, dan sesekali menarik napas dalam sebagai respons terhadap nyeri. Bahasa tubuh pasien cenderung tertutup, dengan posisi sedikit membungkuk. Secara verbal, pasien menyampaikan rasa khawatir terhadap kondisi kesehatannya serta ketakutan apabila harus menjalani prosedur medis tertentu. Ia juga beberapa kali bertanya mengenai kemungkinan penyebab nyeri yang dialaminya. Ibu pasien, Nurul, tampak cemas dan aktif menyampaikan informasi terkait kondisi anaknya. Ia menjelaskan bahwa sejak malam sebelumnya Kayla terlihat gelisah, sulit beristirahat, dan beberapa kali terbangun karena nyeri. Ibu pasien juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemungkinan kondisi yang serius. Interaksi antara pasien dan ibunya menunjukkan adanya dukungan keluarga, namun juga memperlihatkan kecemasan yang dapat memengaruhi situasi emosional pasien. Hasil pengkajian awal oleh perawat menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas cukup stabil. Tekanan darah, frekuensi nadi, dan suhu tubuh berada dalam rentang normal, meskipun pasien tampak tegang. Berdasarkan skala nyeri numerik (Numeric Rating Scale), pasien menilai intensitas nyerinya sebesar 7 dari 10, yang termasuk kategori nyeri sedang hingga berat. Selain keluhan fisik, pasien menunjukkan respons emosional berupa kecemasan dan ketakutan yang berpotensi memengaruhi proses penerimaan informasi serta kerja sama selama perawatan. Situasi ini menggambarkan adanya kebutuhan tidak hanya pada aspek manajemen nyeri, tetapi juga pada aspek komunikasi antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga. Pasien memerlukan penjelasan yang jelas, sikap yang menenangkan, serta kesempatan untuk menyampaikan perasaan dan pertanyaannya. Sementara itu, keluarga membutuhkan informasi yang akurat dan mudah dipahami mengenai kondisi pasien dan rencana penanganan selanjutnya. Kejelasan pesan, kesesuaian bahasa, perhatian terhadap ekspresi nonverbal, serta adanya umpan balik menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman bersama. Kasus Kayla menunjukkan bahwa dalam praktik keperawatan, komunikasi merupakan proses dinamis yang melibatkan pengiriman dan penerimaan pesan, baik secara verbal maupun nonverbal. Kondisi fisik yang disertai kecemasan emosional menuntut perawat untuk mampu mengelola interaksi secara efektif agar tercipta rasa aman, saling percaya, dan kerja sama yang baik selama proses perawatan berlangsung. ⸻ Kalau kamu mau, Neshh 🤍 aku bisa lanjutkan dengan: • 🔹 Analisis berdasarkan konsep komunikasi (unsur, proses, hambatan) • 🔹 Identifikasi masalah komunikasi dalam kasus • 🔹 Atau buat BAB pembahasan lengkap satu makalah sekalian 😊
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Ansietas
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan durasi yang dapat diperkirakan dan berakhir.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. Pada kasus Kayla, luaran yang diharapkan adalah intensitas nyeri berkurang hingga tingkat yang dapat ditoleransi (misalnya, skala NRS turun dari 7 menjadi ≤3), pasien mampu menunjukkan perilaku koping non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, dan dapat beristirahat dengan lebih nyaman. Tanda-tanda vital yang dipengaruhi nyeri (seperti peningkatan frekuensi nadi dan tekanan darah) kembali dalam rentang normal untuk pasien. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan secara verbal dan nonverbal.
Kode SIKI: 6530, 5820, 5270
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk kondisi ini bersifat multidimensi, menggabungkan manajemen nyeri dan komunikasi terapeutik. Pertama, Manajemen Nyeri (Kode 6530): Meliputi pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang valid (NRS), observasi tanda nonverbal (meringis, posisi membungkuk), dan memantau faktor yang memperberat atau meringankan. Perawat akan mengadministrasikan analgetik sesuai instruksi, serta menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik distraksi, relaksasi napas dalam, atau kompres hangat/dingin setelah penyebab medis jelas. Kedua, Pengurangan Ansietas (Kode 5820): Intervensi ini sentral dalam konteks komunikasi. Perawat menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung, mendorong Kayla untuk mengekspresikan perasaan khawatir dan takutnya. Perawat memberikan informasi yang akurat, jelas, dan sesuai usia mengenai prosedur, diagnosis, dan rencana perawatan untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Pendekatan yang tenang dan meyakinkan dari perawat sangat penting. Ketiga, Peningkatan Komunikasi: Dukungan Emosional (Kode 5270): Intervensi ini merupakan inti dari komunikasi terapeutik. Perawat memberikan kehadiran, mendengarkan secara aktif tanpa menghakimi, dan mengakui validitas perasaan Kayla dan ibunya. Perawat menggunakan komunikasi verbal yang jelas dan nonverbal yang empatik (kontak mata, nada suara lembut) untuk membangun rasa percaya. Perawat juga memfasilitasi komunikasi antara Kayla, keluarga, dan tim kesehatan, memastikan bahwa pertanyaan mereka terjawab dan mereka merasa terlibat dalam proses perawatan. Kombinasi ketiga intervensi ini bertujuan tidak hanya mengatasi gejala fisik (nyeri) tetapi juga mengelola distres emosional, yang pada gilirannya meningkatkan kerja sama, pemahaman, dan hasil keseluruhan dari asuhan keperawatan.
Article No. 24279 | 28 Feb 2026
Klinis : pasien nyonyake umur 41 tahun terus diagnosa medis fever unspesified pasien mengeluh semalam kehujanan lalu bangun tidur badan terasa panas dan kepala pusing dan terasa lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi panas dan pelepasan panas.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil ini mencakup: (1) Suhu tubuh 36,5 – 37,5°C (aksila) atau sesuai rentang normal berdasarkan usia dan lokasi pengukuran; (2) Kulit hangat, tidak teraba panas; (3) Denyut nadi dan pernapasan dalam rentang normal; (4) Tidak ada keluhan menggigil, rasa panas, atau pusing yang berhubungan dengan demam; (5) Pasien menunjukkan perilaku adaptif (misalnya, minum cukup, istirahat, menggunakan pakaian tipis) untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk memantau dan menurunkan suhu tubuh tinggi serta meminimalkan komplikasinya. Intervensi meliputi: (1) Memonitor suhu tubuh, denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi) untuk menilai perkembangan dan respons terhadap intervensi. (2) Mengobservasi adanya tanda-tanda seperti menggigil, diaforesis (berkeringat), kulit kemerahan, atau kelemahan. (3) Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab demam, tujuan tindakan yang dilakukan, dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. (4) Menganjurkan dan membantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan (air putih, jus) secara oral untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan penguapan dan diaforesis. (5) Menganjurkan pasien untuk banyak istirahat untuk mengurangi produksi panas metabolik. (6) Memberikan kompres hangat/tepid sponge pada area dengan pembuluh darah besar (seperti dahi, ketiak, lipat paha) atau mandi hangat. Hindari kompres dingin/air es karena dapat memicu respons menggigil yang justru meningkatkan produksi panas. (7) Menganjurkan penggunaan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, serta menjaga lingkungan tetap sejuk dan berventilasi baik. (8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (antipiretik seperti parasetamol) sesuai resep dokter, dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. (9) Memantau tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit menurun, mukosa mulut kering, dan penurunan output urine. (10) Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang mungkin timbul akibat ketidaknyamanan demam.
Article No. 24280 | 28 Feb 2026
Klinis : pasien ny p 23 th dengan keluhan mengatakan emosi tidak stabil dan tidak ledak mudah terdistraksi sehingga muncul menangis ketika menjelaskan yang dirasakan sering murung dan pernah menyakiti diri sendiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan Diri Sendiri
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko untuk melakukan tindakan yang dapat menyebabkan cedera fisik, kerusakan jaringan, atau kematian pada diri sendiri.
Kode SLKI: 4305A
Deskripsi : Pasien terlindungi dari perilaku kekerasan terhadap diri sendiri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Pasien dapat mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan terhadap diri sendiri, (2) Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini perilaku kekerasan terhadap diri sendiri, (3) Pasien dapat mengontrol dorongan untuk melakukan perilaku kekerasan terhadap diri sendiri, (4) Pasien dapat menggunakan strategi koping adaptif untuk mengatasi dorongan perilaku kekerasan terhadap diri sendiri, (5) Pasien tidak mencederai diri sendiri.
Kode SIKI: 4234
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Perilaku Kekerasan Diri Sendiri. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: (1) Lakukan pengkajian risiko perilaku kekerasan diri sendiri secara komprehensif, termasuk riwayat, intensi, rencana, akses pada alat, dan faktor pemicu. Pada kasus ini, perawat harus mengkaji riwayat menyakiti diri sendiri, intensi saat ini, metode yang pernah digunakan, dan pemicu seperti emosi tidak stabil, mudah terdistraksi, dan perasaan murung. (2) Ciptakan lingkungan yang aman dengan mengamankan benda-benda berbahaya (pisau, obat-obatan, kabel, dll.) dari jangkauan pasien. (3) Bangun hubungan saling percaya (trusting relationship) dengan menunjukkan sikap empati, tidak menghakimi, dan mendengarkan aktif. Hal ini penting agar pasien merasa nyaman mengungkapkan perasaannya, termasuk saat menangis saat menjelaskan kondisinya. (4) Bantu pasien mengidentifikasi pemicu dan tanda-tanda peringatan dini (seperti emosi yang sangat labil, pikiran spesifik untuk menyakiti diri, isolasi sosial) yang mendahului perilaku kekerasan diri sendiri. (5) Ajarkan dan latih pasien keterampilan koping dan regulasi emosi yang adaptif, seperti teknik relaksasi (nafas dalam, relaksasi otot progresif), teknik grounding (5-4-3-2-1) untuk mengatasi distraksi dan kecemasan, serta cara mengalihkan dorongan (delaying) seperti menunda dengan aktivitas fisik ringan atau menghubungi orang terpercaya. (6) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa (psikiater, psikolog klinis) untuk evaluasi medis dan terapi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Dialectical Behavior Therapy (DBT) yang efektif untuk mengelola emosi dan perilaku impulsif. (7) Kembangkan rencana keselamatan (safety plan) bersama pasien, yang berisi langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan saat dorongan untuk menyakiti diri muncul, termasuk daftar kontak darurat dan sumber bantuan. (8) Lakukan kontrak keselamatan (no-harm contract) secara tertulis atau lisan, di mana pasien berjanji untuk tidak menyakiti diri sendiri dan akan mencari bantuan jika dorongan muncul. (9) Tingkatkan dukungan sosial dengan melibatkan keluarga atau orang terdekat yang memahami kondisi pasien, setelah mendapat persetujuan pasien, untuk memberikan pengawasan dan dukungan emosional. (10) Lakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap intensi, mood, dan efektivitas strategi koping yang digunakan pasien. Intervensi ini harus dilakukan dengan pendekatan yang empatik, menghargai otonomi pasien, dan selalu memprioritaskan keselamatan jiwa pasien sebagai tujuan utama.
Article No. 24281 | 28 Feb 2026
Klinis : pasien ny p 23 th dengan keluhan mengatakan emosi tidak stabil dan tidak ledak mudah terdistraksi sehingga muncul menangis ketika menjelaskan yang dirasakan sering murung dan pernah menyakiti diri sendiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan Diri Sendiri
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Status di mana individu berisiko untuk melakukan tindakan yang dapat menyebabkan cedera fisik, luka, atau kematian pada diri sendiri.
Kode SLKI: 4302A
Deskripsi : Perilaku kekerasan diri sendiri dapat dicegah. Indikator yang diharapkan mencakup: klien dapat mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan diri sendiri, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini perilaku kekerasan diri sendiri, mengidentifikasi strategi koping untuk mencegah perilaku kekerasan diri sendiri, menggunakan strategi koping untuk mencegah perilaku kekerasan diri sendiri, melaporkan tidak ada pikiran atau keinginan untuk menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan tidak ada perilaku menyakiti diri sendiri.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Perilaku Kekerasan Diri Sendiri. Tindakan keperawatan meliputi: (1) Menjalin hubungan saling percaya dengan klien. (2) Mengkaji faktor risiko, pemicu, riwayat, dan intensitas pikiran atau keinginan menyakiti diri sendiri. (3) Memantau tanda-tanda peringatan dan isyarat verbal/nonverbal klien terkait perilaku kekerasan diri sendiri. (4) Melibatkan klien dalam menyusun perjanjian tertulis atau lisan untuk tidak menyakiti diri sendiri (no-harm contract). (5) Mengidentifikasi bersama klien strategi koping yang adaptif dan sumber dukungan sosial. (6) Membantu klien mengalihkan pikiran atau energi saat muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri. (7) Mengajarkan teknik relaksasi dan manajemen stres. (8) Mengatur lingkungan yang aman dengan mengurangi atau menghilangkan benda-benda berpotensi membahayakan. (9) Melakukan observasi ketat sesuai indikasi tingkat risiko. (10) Berkolaborasi dengan tim kesehatan jiwa (psikiater, psikolog klinis) untuk terapi farmakologi dan psikoterapi. (11) Memberikan edukasi pada keluarga tentang cara mengenali tanda peringatan dan memberikan dukungan.
Article No. 24282 | 28 Feb 2026
Klinis : pasien tn p 60 th dengan diagnosa medis tension type headache mengeluh sudah 2 hari kepala pusing seperti ditekan di kedua sisi kepala aktivitas jadi tidak nyaman
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Nyeri Terkontrol. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri dapat terkontrol. 2) Menunjukkan prilaku nyeri terkontrol (misalnya: mampu istirahat, tidur, melakukan aktivitas sesuai toleransi). 3) Menunjukkan tanda fisiologis terkontrol (misalnya: tanda vital dalam rentang normal, tidak gelisah). 4) Menggunakan metode farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi nyeri.
Kode SIKI: I.08038
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri). 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan (misalnya: ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah). 3) Kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 4) Ajarkan penggunaan teknik skala nyeri untuk mengkomunikasikan intensitas nyeri. 5) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. 6) Evaluasi efektivitas analgetik (misalnya: skala nyeri menurun, pasien melaporkan nyeri berkurang). 7) Anjurkan teknik nonfarmakologi (misalnya: relaksasi napas dalam, distraksi, kompres hangat/dingin pada dahi atau leher, lingkungan tenang, istirahat di ruangan redup cahaya). 8) Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari untuk menghemat energi selama serangan nyeri. 9) Monitor efek samping intervensi farmakologi dan nonfarmakologi. 10) Ajarkan pasien/keluarga tentang penyebab nyeri, rencana pengobatan, dan strategi koping.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433