Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24311 | 04 Mar 2026
Klinis : nyeri dada kiri berkurang, sesak berkurang, kaki kiri kram JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- Edem +/+ minimal NSTEMI high risk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan tanda-tanda nyeri terkontrol (misalnya, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak ada perilaku melindungi area nyeri). 3) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Menggunakan analgesik sesuai resep. 5) Mengenali faktor pemicu nyeri. 6) Mengenali tanda dan gejala nyeri.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala nyeri, onset, durasi, frekuensi, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan/nyeri (perubahan tanda vital, ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah). 3) Ajarkan penggunaan skala nyeri yang sesuai. 4) Berikan analgesik sesuai program terapi dan evaluasi efektivitas serta efek samping. 5) Lakukan tindakan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya, teknik relaksasi napas dalam, distraksi, terapi musik, kompres hangat/dingin, posisi nyaman). 6) Atur posisi untuk kenyamanan. 7) Kurangi faktor pencetus nyeri. 8) Monitor dan dokumentasi respons terhadap intervensi nyeri. 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain sesuai kebutuhan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: 1) Melaporkan peningkatan toleransi dalam melakukan aktivitas. 2) Tanda vital dalam rentang normal saat aktivitas. 3) Tidak mengalami sesak napas saat aktivitas. 4) Tidak mengalami kelelahan berlebihan saat aktivitas. 5) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuan.
Kode SIKI: 4200
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan (misalnya, kondisi penyakit, pengobatan, nyeri, gangguan pola tidur). 2) Kaji pola aktivitas dan istirahat. 3) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen, skala nyeri). 4) Bantu identifikasi prioritas aktivitas. 5) Bantu klien membuat jadwal aktivitas yang seimbang dengan istirahat. 6) Ajarkan teknik penghematan energi (misalnya, duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, hindari aktivitas mendadak/berat). 7) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 8) Berikan lingkungan yang tenang untuk istirahat. 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan. 10) Monitor dan dokumentasi respons klien terhadap aktivitas.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0021
Deskripsi Singkat: Cukupan darah yang dipompa oleh jantung tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status sirkulasi membaik. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. 2) Denyut nadi dalam rentang normal. 3) Irama jantung reguler. 4) Nadi perifer teraba. 5) Warna kulit normal. 6) Tidak ada edema. 7) Tidak ada dispneu/ortopneu. 8) Tidak ada kelelahan berlebihan.
Kode SIKI: 4102
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Tindakan: 1) Kaji status hemodinamik (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu, isi nadi perifer, pengisian kapiler). 2) Kaji status pernapasan (sesak, ortopneu, bunyi napas). 3) Kaji status cairan (balance cairan, edema, JVP, bunyi jantung). 4) Pantau hasil pemeriksaan diagnostik (EKG, enzim jantung, elektrolit). 5) Berikan terapi oksigen sesuai program. 6) Atur posisi untuk memfasilitasi pernapasan dan sirkulasi (misalnya, semi-Fowler). 7) Anjurkan tirah baring dengan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 8) Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program. 9) Berikan obat-obatan kardiovaskular (seperti nitrat, diuretik, aspirin, antikoagulan) sesuai program dan evaluasi efek serta efek sampingnya. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain sesuai kebutuhan. 11) Ajarkan tanda dan gejala memburuknya kondisi untuk dilaporkan. 12) Monitor dan dokumentasi perubahan status.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Ditandai dengan: 1) Asupan dan haluaran seimbang. 2) Turgor kulit baik. 3) Membran mukosa lembab. 4) Tidak ada edema. 5) Berat badan stabil. 6) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Cairan/ Elektrolit. Tindakan: 1) Kaji status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, rasa haus, edema, JVP). 2) Monitor tanda vital dan saturasi oksigen. 3) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan dan waktu yang sama. 4) Hitung balance cairan (asesmen asupan dan haluaran). 5) Pantau hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, BNP). 6) Berikan cairan intravena sesuai program dengan kecepatan tetesan tepat. 7) Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program. 8) Anjurkan perubahan posisi secara perlahan untuk mencegah hipotensi ortostatik. 9) Observasi tanda kelebihan beban cairan (edema meningkat, sesak napas, ronki, JVP meningkat). 10) Observasi tanda kekurangan cairan (turgor kulit menurun, mukosa kering, output urin menurun). 11) Kolaborasi pemberian diuretik sesuai program dan evaluasi efektivitasnya. 12) Ajarkan tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan untuk dilaporkan. 13) Dokumentasi dengan akurat.
-
Article No. 24312 | 04 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak kiri, kejang 3x SMRS Status generalis Mata CA -/-, SI -/- mulut : trismus - leher : kaku kuduk - Thorax SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext akral pucat +/+, edem -/- Status Neurologis Sensorik tidak dapat dievaluasi Kekuatan motorik: sulit untuk dievaluasi Refleks fisiologis: +3/+3//+3/+3 Refleks patologis: (-/-/-/-) Parese NC. VII (-) blink to threat (-) visual pursuit (-) voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) lab 3/3/26 hb 15.23 eritrosit 4.98 hmt 45.3 lekosit 23.95 trombosit 391 Na 134 K 2.9 Cl 90 Ca2+ 0.9 pH 7.44 GDS 147 ureum 44.9 kreatinin 1.91 CT scan menunggu expertise Thorax PA menunggu expertise dx klinis: penurunan kesadaran, hemiparesis sinistra, konvulsi dx topis: lobus frontal gyrus precentral dx etiologi: susp SH
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral dapat dipertahankan dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas yang dapat diterima, 2) Tingkat kesadaran sesuai dengan potensi, 3) Tidak ada atau berkurangnya peningkatan tekanan intrakranial, 4) Fungsi motorik dan sensorik sesuai dengan potensi, 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit dapat dipertahankan.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi ini meliputi pengkajian dan dokumentasi komprehensif status neurologis pasien secara berkala menggunakan skala yang baku seperti Glasgow Coma Scale (GCS). Pada pasien ini, perlu dipantau secara ketat penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak kiri, dan riwayat kejang. Pemantauan mencakup tingkat kesadaran, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (walau sulit dievaluasi, perlu dicatat respons terhadap rangsang nyeri), refleks, dan tanda-tanda meningeal. Observasi ketat terhadap kemungkinan kejang berulang juga merupakan bagian penting. Data dari pemantauan ini menjadi dasar untuk menilai perkembangan kondisi dan efektivitas terapi, serta mendeteksi dini komplikasi seperti herniasi otak. Pemantauan harus dilakukan secara sistematis, teratur, dan dibandingkan dengan data sebelumnya untuk mengidentifikasi tren perubahan yang halus sekalipun.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: 1901
<>Deskripsi : Perilaku pencegahan cedera dengan kriteria hasil: 1) Lingkungan yang aman dapat dipertahankan, 2) Tidak terjadi cedera, 3) Keluarga atau pengasuh mendemonstrasikan perilaku pencegahan cedera.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Intervensi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran dan riwayat kejang. Tindakan spesifik termasuk memasang pagar tempat tidur yang selalu terangkat, menggunakan restraint yang lembut jika diperlukan untuk mencegah jatuh, dan memposisikan pasien dengan aman. Karena pasien memiliki riwayat kejang 3 kali, lingkungan harus dilindungi dari benda tajam atau keras. Selama kejang, intervensi berfokus pada melindungi kepala dan anggota gerak dari trauma, memiringkan posisi tubuh untuk menjaga jalan napas, dan tidak memasukkan apapun ke dalam mulut (terutama karena trismus negatif menunjukkan rahang dapat membuka, meningkatkan risiko gigitan lidah atau benda). Pencegahan juga mencakup memastikan jalan napas tetap patent dan memonitor tanda-tanda distress pernapasan pasca kejang. Edukasi kepada keluarga tentang cara merespons kejang dan menjaga keamanan lingkungan juga merupakan komponen kunci.
Kondisi: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang patent.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Status pernapasan: pertukaran gas dengan kriteria hasil: 1) Jalan napas patent, 2) Suara napas bersih, 3) Frekuensi dan irama napas dalam batas normal, 4) Nilai analisa gas darah dalam batas normal.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Pada pasien dengan penurunan kesadaran, refleks protektif jalan napas (seperti batuk dan menelan) sangat mungkin terganggu, sehingga risiko aspirasi dan obstruksi jalan napas oleh lidah atau sekresi meningkat tinggi. Intervensi ini meliputi pemantauan suara napas (ronkhi atau wheezing seperti dalam data thorax negatif, tetapi perlu dipantau terus), frekuensi, dan pola pernapasan. Posisi semi-Fowler atau lateral dapat membantu mencegah obstruksi dan aspirasi. Persiapan alat suction di samping tempat tidur dan penghisapan lendir secara rutin serta bila diperlukan sangat penting. Karena pasien sulit dievaluasi secara motorik dan sensorik, ketergantungan pada observasi klinis (seperti sianosis, penggunaan otot bantu napas) dan monitoring saturasi oksigen menjadi krusial. Kolaborasi untuk pemberian oksigen tambahan dan persiapan tindakan lebih invasif seperti intubasi juga bagian dari manajemen jalan napas yang komprehensif.
Kondisi: Ketidakseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Konsentrasi serum elektrolit di luar rentang normal.
Kode SLKI: 0503
Deskripsi : Keseimbangan elektrolit dapat dipertahankan dengan kriteria hasil: 1) Nilai elektrolit serum dalam batas normal, 2) Tidak ada tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Pemantauan Cairan/Elektrolit. Intervensi ini berfokus pada mengidentifikasi dan mengatasi ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memperburuk status neurologis dan memicu kejang berulang. Data lab menunjukkan hipokalemia (K 2.9 mEq/L) dan hipokalsemia (Ca2+ 0.9 mmol/L) yang signifikan. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot, aritmia, dan meningkatkan rangsangan saraf. Hipokalsemia khususnya dapat memicu tetani dan kejang. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan ketat tanda-tanda klinis seperti kelemahan otot (yang mungkin tumpang tindih dengan hemiparesis), kram, perubahan EKG, dan tanda Trousseau atau Chvostek. Pemantauan intake dan output cairan, serta kolaborasi ketat dengan tim medis untuk pemberian suplemen elektrolit (Kalium dan Kalsium) melalui infus dengan kecepatan yang aman merupakan tindakan utama. Pemantauan laboratorium serial untuk menilai respon terapi juga esensial. Selain itu, kadar Natrium yang rendah (134 mEq/L) juga perlu diwaspadai karena dapat memperburuk edema serebral atau menyebabkan kejang.
-
Article No. 24313 | 04 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran KU Sedang, E3V2M4 qSofa 2 News Score : 10 (RR +3, supplement oxygen +2, HR +2 AVPU +3) Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (-/-), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : distended (+) supel (+), BU (+) meningkat, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Eks. Inferior : akral hangat (+/+), ulkus (-/-) Lab 03/03 HB 14.76 AE 5.20 HMT 43.1 AL 25.32 AT 263 GDS 691 C UR 147.7 C CR 2.13 H Natrium 136 Kalium 6.1 Chlorida 98 Calsium 1.2 pH 7.24 Krisis Hiperglikemi -DM Sepsis Hiperkalemia AKI DD CKD
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (dalam konteks Sepsis, Krisis Hiperglikemi, dan Gangguan Metabolik)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen serta gangguan metabolik.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai kapasitas, 2) Fungsi kognitif membaik, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 4) Tidak ada atau berkurangnya tanda peningkatan tekanan intrakranial, 5) Keseimbangan elektrolit dan asam-basa dalam batas normal.
Kode SIKI: I.14065
Deskripsi : 1) Monitor status neurologis secara berkala menggunakan skala GCS atau AVPU. 2) Pertahankan jalan napas paten dan upayakan oksigenasi adekuat (berikan terapi oksigen sesuai indikasi, pantau saturasi oksigen). 3) Pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena dan obat-obatan sesuai resep (antibiotik untuk sepsis, insulin untuk hiperglikemi, terapi untuk hiperkalemia dan asidosis). 5) Lakukan pemantauan ketat terhadap hasil pemeriksaan laboratorium (gula darah, elektrolit, gas darah, kreatinin). 6) Atur posisi pasien untuk optimasi sirkulasi serebral (head up 30 derajat jika tidak ada kontraindikasi). 7) Lindungi pasien dari cedera akibat penurunan kesadaran (pemasangan pagar tempat tidur, hindari restraint). 8) Lakukan perawatan kulit, mulut, dan mata untuk mencegah komplikasi imobilitas. 9) Berikan dukungan psikologis dan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien. 10) Kolaborasi dalam pemantauan balance cairan (input-output) terutama terkait dengan kondisi AKI.
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit (Hiperkalemia, Asidosis Metabolik, AKI)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi (ginjal pada AKI, efek metabolik hiperglikemi dan sepsis).
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab, 3) Balance cairan seimbang, 4) Elektrolit serum (terutama Kalium) dalam batas normal, 5) pH darah dalam batas normal, 6) Produksi urine adekuat sesuai kondisi ginjal.
Kode SIKI: I.15029
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital dan status hemodinamik. 2) Lakukan pemantauan ketat intake dan output cairan setiap jam/periodik. 3) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai program resusitasi dan status ginjal. 4) Pantau hasil laboratorium: elektrolit (Kalium 6.1 mmol/L), gas darah (pH 7.24), ureum, kreatinin. 5) Kolaborasi pemberian terapi untuk menurunkan kalium serum (misal: kalsium glukonat, insulin-glukosa, resin pengikat kalium) sesuai resep. 6) Kolaborasi penanganan asidosis metabolik (misal: pemberian natrium bikarbonat) sesuai indikasi dan resep. 7) Auskultasi bunyi usus, pantau distensi abdomen. 8) Timbang berat badan harian jika memungkinkan. 9) Kolaborasi dalam persiapan dan pelaksanaan terapi pengganti ginjal (hemodialisis) jika diperlukan. 10) Batasi asupan makanan/minuman tinggi kalium sesuai instruksi.
Kondisi: Hiperglikemi
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan ketidakseimbangan antara kebutuhan insulin, asupan, dan tingkat aktivitas.
Kode SLKI: L.09025
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil, ditandai dengan: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, 2) Tidak ada tanda-tanda hipoglikemia atau hiperglikemia berat, 3) Pemahaman keluarga tentang penanganan hiperglikemi.
Kode SIKI: I.09040
Deskripsi : 1) Pantau kadar glukosa darah secara berkala (GDS 691 mg/dL menunjukkan keadaan darurat hiperglikemik). 2) Kolaborasi pemberian insulin intravena sesuai protokol dengan pemantauan ketat. 3) Pantau tanda-tanda hipoglikemia selama terapi insulin. 4) Observasi tanda-tanda ketoasidosis diabetik atau status hiperglikemik hiperosmolar (seperti dehidrasi, penurunan kesadaran, poliuri). 5) Kolaborasi pemberian cairan intravena untuk koreksi dehidrasi dan hiperosmolaritas. 6) Lakukan perawatan kulit, mencegah infeksi, dan mencegah luka dekubitus. 7) Berikan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi krisis hiperglikemi dan pentingnya pemantauan. 8) Kolaborasi dengan tim medis dan ahli gizi untuk manajemen nutrisi sesuai kondisi metabolik dan ginjal pasien.
Kondisi: Infeksi (Sepsis)
Kode SDKI: D.0078
Deskripsi Singkat: Risiko penyebaran infeksi berhubungan dengan adanya mikroorganisme patogen dan respons sistemik (sepsis).
Kode SLKI: L.10015
Deskripsi :
Kode SIKI: I.10024
Deskripsi : 1) Pantau tanda-tanda sistemik infeksi dan sepsis (suhu, jantung, pernapasan, tekanan darah, kesadaran) menggunakan skala NEWS/qSOFA. 2) Kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas secara tepat waktu sesuai protokol sepsis dan resep. 3) Lakukan pengambilan sampel kultur (darah, urin, sputum) sebelum pemberian antibiotik jika memungkinkan. 4) Pertahankan teknik aseptik pada semua prosedur invasif (pemasangan infus, kateter). 5) Lakukan perawatan luka jika ada dan cegah infeksi nosokomial (cuci tangan, kebersihan lingkungan). 6) Tingkatkan daya tahan tubuh pasien dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan. 7) Pantau hasil laboratorium penanda infeksi (leukosit, prokalsitonin). 8) Berikan edukasi kepada keluarga tentang pencegahan penyebaran infeksi. 9) Kolaborasi pemberian terapi suportif sepsis (resusitasi cairan, vasopressor jika diperlukan) sesuai guideline.
-
Article No. 24291 | 03 Mar 2026
Klinis : - Kulit tampak bintik-bintik ANALISIS DATA MASALAH Nyeri Akut (D.0077) Gangguan integritas kulit (D.0129) ETIOLOGI Agen pencedera fisiologis yaitu inflamasi atau peradangan pada kulit (kemerahan, pruritus) Perubahan Sirkulasi 3. kemerahan di seluruh tubuh - Hasil ureum meningkat - Penurunan fungsi ginjal (GGK)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0129
Deskripsi Singkat: Gangguan Integritas Kulit adalah kondisi di mana kulit mengalami kerusakan atau berisiko mengalami kerusakan pada epidermis, dermis, atau keduanya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor internal seperti penurunan sirkulasi, status nutrisi buruk, atau penyakit sistemik (seperti gagal ginjal kronis yang disebutkan dalam data), serta faktor eksternal seperti tekanan, gesekan, kelembaban, atau agen pencedera (termasuk inflamasi dan pruritus). Pada kasus pasien dengan bintik-bintik dan kemerahan di seluruh tubuh yang disertai penurunan fungsi ginjal, gangguan integritas kulit sangat mungkin terjadi. Gagal ginjal kronis menyebabkan akumulasi toksin uremik dalam darah (ureum meningkat) yang dapat memicu pruritus uremik (gatal hebat) dan berbagai manifestasi dermatologis seperti xerosis (kulit kering), perubahan warna, dan mudahnya kulit mengalami iritasi dan kerusakan. Pruritus dan inflamasi (kemerahan) merupakan agen pencedera fisiologis yang mendorong pasien untuk menggaruk, sehingga merusak sawar kulit, meningkatkan risiko infeksi, dan memperburuk kondisi integritas kulit. Diagnosa ini menekankan pada keadaan kulit yang rusak atau sangat rentan rusak, memerlukan intervensi untuk melindungi, memulihkan, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kode SLKI: L.15031
Deskripsi : SLKI L.15031 berfokus pada Pemulihan Integritas Kulit. Tujuan dari luaran ini adalah untuk mencapai penyembuhan luka atau lesi kulit sesuai waktu yang diharapkan. Dalam konteks pasien dengan gangguan integritas kulit akibat manifestasi dermatologis gagal ginjal dan pruritus, luaran yang diharapkan meliputi: penurunan atau hilangnya kemerahan (inflamasi), pencegahan lesi kulit baru akibat garukan, dan penyembuhan lesi atau ekskoriasi yang sudah ada. Indikator pencapaiannya dapat meliputi kulit utuh tanpa area eritema atau lecet, penurunan skor gatal (pruritus), tidak adanya tanda-tanda infeksi sekunder seperti pus atau eritema yang meluas, serta pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perilaku perawatan kulit yang tepat. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada pengendalian faktor penyebab dasar (uremia) dan intervensi perawatan kulit secara langsung. Perawat akan memantau karakteristik luka/lesi (ukuran, kedalaman, drainage), tanda infeksi, dan tingkat ketidaknyamanan pasien secara berkala untuk mengevaluasi kemajuan menuju pemulihan integritas kulit.
Kode SIKI: I.15258
Deskripsi : SIKI I.15258 adalah Intervensi Perawatan Kulit. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan perawat untuk mempertahankan atau memulihkan integritas kulit, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Pada kasus ini, tindakan spesifik meliputi: 1) **Pengkajian**: Melakukan pengkajian kulit secara sistematis dan berkala, mencatat adanya bintik, kemerahan, kekeringan, ekskoriasi, area edema, dan tanda infeksi. Mengkaji tingkat keparahan pruritus dan faktor pemicu. 2) **Perawatan Kebersihan dan Hidrasi**: Memandikan pasien dengan air hangat (bukan panas) menggunakan sabun pembersih yang ringan, bebas pewangi, dan memiliki pH seimbang. Mengeringkan kulit dengan menepuk-nepuk (bukan menggosok). Segera mengaplikasikan pelembab (emolien) atau krim penghalang setelah mandi saat kulit masih sedikit lembab untuk mempertahankan hidrasi dan mengurangi kekeringan serta gatal. 3) **Perlindungan Kulit**: Memotong dan mengikir kuku pasien untuk meminimalkan kerusakan kulit jika menggaruk. Mempertimbangkan penggunaan sarung tangan katun lembut atau penutup area yang gatal. Menggunakan pakaian dalam dari katun yang longgar dan lembut. Menjaga linen tempat tidur bersih, kering, dan bebas dari kerutan. 4) **Manajemen Pruritus**: Berkolaborasi dengan tim medis untuk terapi farmakologis pengurang gatal (antihistamin atau obat khusus pruritus uremik sesuai resep). Menerapkan kompres dingin atau lembab pada area yang sangat gatal. Mendiskusikan teknik distraksi dan relaksasi untuk mengalihkan perhatian dari sensasi gatal. 5) **Edukasi**: Mendidik pasien dan keluarga tentang pentingnya tidak menggaruk, teknik perawatan kulit yang tepat, pemilihan produk perawatan kulit, dan tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan. 6) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan dokter untuk manajemen optimal gagal ginjal kronis (seperti terapi dialisis dan pengobatan) yang merupakan akar masalah, serta dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang mendukung penyembuhan kulit. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan langsung pada kulit dengan manajemen penyebab sistemik dan pemberdayaan pasien.
-
Article No. 24292 | 03 Mar 2026
Klinis : - Kulit tampak bintik-bintik kemerahan di seluruh tubuh - Hasil ureum meningkat - Penurunan fungsi ginjal (GGK)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkat terhadap invasi dan multiplikasi patogen.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri, pus). 3) Hasil laboratorium penunjang (seperti leukosit) dalam rentang normal. 4) Mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah infeksi.
Kode SIKI: 4201, 4202, 4204, 4210, 4211
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 4201: Manajemen Infeksi – Meminimalkan penyebaran dan komplikasi infeksi dengan memantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal, serta memantau hasil laboratorium seperti leukosit dan kultur. Pada pasien GGK dengan ureum tinggi dan penurunan fungsi ginjal, pemantauan ketat terhadap tanda infeksi sangat krusial karena respons imun yang sering terganggu. 4202: Pengendalian Infeksi – Melaksanakan tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan sumber dan penularan infeksi, termasuk cuci tangan yang ketat, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan perawatan luka atau akses vaskuler dengan teknik steril. Pada pasien dengan bintik kemerahan di kulit, penting untuk menjaga integritas kulit, menghindari garukan, dan memastikan kebersihan kulit untuk mencegah portal masuk kuman. 4204: Pengawasan – Mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang kondisi pasien secara terus-menerus. Perawat akan memantau perkembangan bintik kemerahan (apakah merupakan petechiae, purpura, atau manifestasi uremik), memantau tren hasil ureum dan kreatinin, serta mengobservasi tanda-tanda sepsis seperti perubahan status mental, hipotensi, atau demam. 4210: Manajemen Lingkungan Terapeutik: Kontrol Vektor – Mengurangi populasi vektor penyakit di lingkungan pasien. Meski tidak selalu langsung relevan, dalam konteks lebih luas memastikan lingkungan ruangan bersih dan bebas dari sumber infeksi potensial. 4211: Isolasi – Membatasi pergerakan atau kontak pasien untuk mencegah penularan infeksi ke atau dari pasien. Jika dicurigai infeksi yang dapat menular atau pada kondisi imunosupresi berat, isolasi protektif (reverse isolation) dapat dipertimbangkan untuk melindungi pasien GGK dari patogen eksternal.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir.
Kode SLKI: 3001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan kemampuan untuk mengatasi nyeri. 3) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3901, 3902, 3904
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 3901: Manajemen Nyeri – Meringankan nyeri atau mengurangi nyeri ke tingkat yang dapat diterima pasien. Perawat akan melakukan penilaian nyeri komprehensif menggunakan skala yang valid, termasuk karakteristik bintik kemerahan (apakah gatal, perih, atau nyeri). Pada GGK, nyeri dapat berasal dari multipleks seperti neuropati uremik, kram otot, atau komplikasi lainnya. Manajemen farmakologis harus sangat hati-hati mempertimbangkan penurunan fungsi ginjal untuk menghindari akumulasi obat dan toksisitas. 3902: Pemberian Analgesik – Memberikan obat untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri. Kolaborasi dengan dokter untuk pemilihan analgesik yang aman untuk ginjal (menghindari NSAID) dan penyesuaian dosis berdasarkan laju filtrasi glomerulus (LFG). Edukasi pasien tentang regimen obat yang diresepkan. 3904: Terapi Distraksi – Mengalihkan perhatian pasien dari sensasi nyeri atau situasi tidak menyenangkan. Teknik seperti relaksasi, musik, atau visualisasi dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan dari gatal atau nyeri kronis yang menyertai GGK, sehingga meningkatkan kenyamanan dan koping pasien.
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Penyembuhan luka: derajat 1 & 2. Kriteria hasil: 1) Kulit utuh. 2) Tidak ada kemerahan. 3) Tidak ada cairan dari luka. 4) Nyeri berkurang.
Kode SIKI: 3401, 3402, 3404
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 3401: Perawatan Luka – Mencegah komplikasi dan meningkatkan penyembuhan luka. Meski pada pasien ini mungkin belum ada luka terbuka, bintik kemerahan di seluruh tubuh (yang dapat berupa prurigo nodularis, kalsifilaksis dini, atau manifestasi dermatitis uremik) merupakan ancaman serius terhadap integritas kulit. Perawatan difokuskan pada proteksi kulit, mencegah trauma, dan memantau tanda-tanda infeksi sekunder. 3402: Perawatan Kulit – Mempertahankan atau memulihkan integritas kulit. Ini adalah intervensi inti. Meliputi pembersihan kulit dengan sabun pH netral dan air hangat (bukan panas), pengeringan dengan hati-hati (tidak digosok), serta aplikasi pelembab (emolien) yang bebas alkohol dan pewangi secara rutin untuk mempertahankan kelembaban kulit dan mengurangi gatal. Penting untuk memotong kuku pasien dan menggunakan sarung tangan katun jika diperlukan untuk mencegah kerusakan kulit akibat garukan. 3404: Manajemen Tekanan – Meminimalkan tekanan pada area tubuh. Pada pasien GGK yang mungkin mengalami immobilisasi, perubahan posisi teratur dan penggunaan alas tidur yang sesuai diperlukan untuk mencegah tekanan pada area kulit yang sudah rentan, mencegah dekubitus yang dapat dengan mudah terinfeksi.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil: 1) Keseimbangan cairan masuk dan keluar. 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Berat badan stabil. 4) Tidak ada edema. 5) Bunyi napas bersih.
Kode SIKI: 4101, 4102, 4104
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 4101: Manajemen Cairan – Mempertahankan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat kelebihan atau kekurangan cairan. Pada pasien GGK dengan penurunan fungsi ginjal, kemampuan untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan produk sisa (seperti ureum) sangat terbatas. Peningkatan ureum merupakan indikator akumulasi toksin uremik yang sering disertai retensi cairan. Perawat akan memantau ketat intake dan output cairan, berat badan harian, tanda-tanda edema (perifer atau paru), dan status pernapasan. 4102: Pemantauan Cairan – Mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang status cairan pasien. Ini termasuk mencatat semua asupan (oral, IV) dan haluaran (urin, drainase, insensible loss), mengukur berat badan pada skala yang sama setiap hari (indikator terbaik kelebihan cairan), serta memantau tekanan darah, nadi, dan tekanan vena sentral jika ada. 4104: Manajemen Hipervolemia – Mengurangi kelebihan cairan tubuh. Intervensi kolaboratif utama adalah terapi renal replacement (hemodialisis atau dialisis peritoneal) untuk membuang kelebihan cairan dan toksin uremik. Perawat juga akan membatasi asupan cairan sesuai resep, membatasi asupan natrium, dan memberikan edukasi kepada pasien serta keluarga tentang pentingnya pembatasan diet dan cairan. Pengaturan posisi semi-Fowler dapat membantu memfasilitasi pertukaran gas jika ada edema paru.
-
Article No. 24293 | 03 Mar 2026
Klinis : pada kasus asuhan keperawatan keluarga dengan bronkopneumonia, apa saja diagnosis keperawatan yang dapat muncul?
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Bronkopneumonia
Kode ICD-10: J18.0
Deskripsi Singkat : Bronkopneumonia adalah peradangan akut pada paru-paru yang dimulai dari bronkiolus dan menyebar ke alveoli sekitarnya, menyebabkan konsolidasi yang berbentuk bercak-bercak (patchy). Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi bakteri (seperti *Streptococcus pneumoniae*, *Haemophilus influenzae*), virus, atau aspirasi. Gejala umum meliputi demam, batuk produktif dengan dahak purulen, sesak napas, takipnea, dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan suara napas bronkial atau ronki basah halus. Kode ICD-10 J18.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Bronchopneumonia, unspecified organism", yang digunakan ketika agen penyebab pastinya (bakteri atau virus) belum diidentifikasi dari pemeriksaan mikrobiologi. Kode ini berada di bawah kategori "Pneumonia, organism unspecified" (J18), yang mencakup pneumonia yang didapat dari komunitas (community-acquired) tanpa spesifikasi lebih lanjut. Dalam konteks asuhan keperawatan keluarga, kondisi ini memerlukan pemantauan ketat status pernapasan, manajemen sekresi, pemberian terapi oksigen jika diperlukan, edukasi tentang pemberian antibiotik, serta dukungan nutrisi dan hidrasi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24294 | 03 Mar 2026
Klinis : pada kasus asuhan keperawatan keluarga dengan bronkopneumonia, apa saja diagnosis keperawatan yang dapat muncul?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Deskripsi SLKI untuk L.03001 adalah: Pasien mendemonstrasikan jalan napas yang paten. Indikator yang dapat diamati antara lain: suara napas bersih (vesikuler), tidak ada suara napas tambahan (seperti ronki, wheezing), batuk efektif dalam mengeluarkan sekret, laju dan irama napas dalam rentang normal sesuai usia, serta tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan seperti sianosis atau penggunaan otot bantu napas. Pada bronkopneumonia, fokus SLKI ini adalah untuk mencapai dan mempertahankan bersihan jalan napas melalui upaya seperti latihan batuk efektif, hidrasi adekuat, dan mungkin fisioterapi dada, sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Deskripsi SIKI untuk I.05001 adalah: Lakukan manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan dan mempertahankan patensi jalan napas. Pada pasien bronkopneumonia, tindakan spesifik meliputi: mengajarkan dan mendorong latihan batuk dalam dan efektif, melakukan fisioterapi dada (seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage) sesuai indikasi untuk membantu mobilisasi sekret, memastikan hidrasi yang adekuat (baik oral maupun intravena) untuk mengencerkan sekret, memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memaksimalkan ekspansi paru, melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri, serta memonitor suara napas, karakteristik sputum, dan tanda-tanda obstruksi secara berkala. Pemberian obat bronkodilator atau mukolitik sesuai resep dokter juga merupakan bagian dari manajemen ini. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi resistensi jalan napas, meningkatkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi seperti atelektasis.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Deskripsi SLKI untuk L.03002 adalah: Pasien mendemonstrasikan pola napas yang efektif. Hal ini ditandai dengan laju napas dalam rentang normal sesuai usia dan kondisi, irama napas yang teratur, kedalaman napas yang adekuat (tidal volume yang cukup), serta tidak adanya dispnea atau napas pendek pada saat aktivitas maupun istirahat. Pada bronkopneumonia, proses inflamasi dan konsolidasi di alveoli menyebabkan gangguan pertukaran gas yang memicu kompensasi berupa peningkatan frekuensi napas (takipnea) dan upaya napas yang lebih berat. SLKI ini bertujuan untuk mengembalikan pola napas menjadi normal melalui penanganan infeksi dan reduksi beban pernapasan, sehingga pasien dapat bernapas dengan mudah tanpa distress.
Kode SIKI: I.05004
Deskripsi : Deskripsi SIKI untuk I.05004 adalah: Lakukan manajemen pernapasan. Intervensi ini melibatkan tindakan untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan. Pada konteks bronkopneumonia, tindakan spesifik mencakup: memonitor dan mendokumentasikan frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan; mengajarkan teknik pernapasan dalam (deep breathing) dan pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk meningkatkan ventilasi alveolar dan mengurangi kerja napas; memposisikan pasien untuk memudahkan pernapasan (misalnya, duduk bersandar); mengatur oksigen tambahan sesuai order dan memonitor efektivitasnya; mengurangi kebutuhan oksigen dengan mengatur aktivitas dan memastikan istirahat yang cukup; serta memberikan edukasi untuk menghindari faktor iritan seperti asap rokok. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ventilasi, mengurangi hipoksia, dan mencegah kelelahan otot pernapasan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau menyerupai kerusakan tersebut, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Deskripsi SLKI untuk L.08001 adalah: Pasien mendemonstrasikan kontrol nyeri. Indikatornya meliputi: melaporkan penurunan intensitas nyeri (misalnya, pada skala 0-10), menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri yang berkurang (seperti wajah tidak meringis, postur tubuh rileks, tidak gelisah), mampu berpartisipasi dalam aktivitas yang diperlukan seperti latihan napas dan batuk, serta pola tidur dan istirahat yang membaik. Pada bronkopneumonia, nyeri sering timbul akibat batuk yang terus-menerus (nyeri otot dada/abdomen) atau adanya pleuritis (nyeri dada yang tajam dan menusuk, terutama saat inspirasi dalam). Kontrol nyeri sangat penting agar pasien dapat melakukan latihan pernapasan dan batuk secara efektif tanpa takut sakit.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Deskripsi SIKI untuk I.09001 adalah: Lakukan manajemen nyeri. Intervensi ini mencakup pendekatan komprehensif untuk mengurangi pengalaman nyeri. Pada pasien bronkopneumonia, tindakan meliputi: melakukan penilaian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) terutama terkait dengan batuk dan pernapasan; memberikan analgesik sesuai resep (misalnya, parasetamol untuk nyeri dan demam, atau analgesik non-steroid jika diperlukan) dengan mempertimbangkan efek samping terhadap pernapasan; mengajarkan dan mendorong teknik non-farmakologis seperti posisi yang nyaman, distraksi, dan relaksasi napas dalam; memberikan dukungan dada (misalnya, memeluk bantal) saat batuk untuk mengurangi nyeri pleuritik; serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Tujuannya adalah untuk memutus siklus nyeri yang dapat menghambat upaya pembersihan jalan napas dan penyembuhan.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Deskripsi SLKI untuk L.06001 adalah: Pasien mendemonstrasikan keseimbangan cairan. Indikator yang diharapkan antara lain: tanda-tanda vital dalam batas normal (terutama nadi dan tekanan darah), turgor kulit baik, membran mukosa lembab, produksi urin adekuat (output urin >0.5 mL/kgBB/jam), dan tidak ada tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan atau penurunan kesadaran. Pada bronkopneumonia, risiko defisit cairan meningkat karena kehilangan cairan insensible dari demam dan takipnea, serta asupan yang mungkin menurun akibat anoreksia, mual, atau kelemahan. Keseimbangan cairan yang adekuat sangat krusial untuk membantu mengencerkan sekret pernapasan sehingga mudah dikeluarkan.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Deskripsi SIKI untuk I.06001 adalah: Lakukan manajemen cairan. Intervensi ini bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan tubuh. Pada kasus bronkopneumonia, tindakan spesifik meliputi: memonitor asupan dan haluaran cairan secara ketat; mendorong asupan cairan oral yang meningkat (air, jus, kaldu) dalam porsi kecil namun sering jika tidak ada kontraindikasi; mengkolaborasikan pemberian cairan intravena sesuai resep jika asupan oral tidak mencukupi; memonitor tanda-tanda dehidrasi dan kelebihan beban cairan (terutama pada pasien dengan komorbid jantung); memonitor elektrolit serum; serta memberikan edukasi pada keluarga tentang pentingnya hidrasi dan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. Manajemen cairan yang tepat mendukung proses metabolisme, pengenceran sekret, dan penurunan viskositas dahak.
Kondisi: Kecemasan
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut disertai respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Deskripsi SLKI
Article No. 24295 | 03 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan, 32 tahun dirawat di ruang Bedah Orthopaedic dengan diagnosa medis multiple fracture post OREF. Pada saat ini, pasien mengeluh nyeri berdenyut pada pinggul dan kedua kakinya dengan skala 5 (0-10) bertambah nyeri ketika digerakkan dan mengangkat pinggulnya. Pasien masuk ke IGD 5 hari yang lalu karena menjatuhkan diri dari lantai 4, terdapat riwayat penurunan kesadaran, open frakture di cruris sinistra dengan laserasi luas. Pasien mengalami multiple fracture dan sudah menjalani debridement, eksternal fiksasi tibia,dan skeletal traksi femur (POD 5). Pasien tidak memiliki riwayat Diabetes mellitus ataupun penyakit lain yang dapat memperberat kondisi pasien. Pasien biasa mengkonsumsi alcohol. Hasil pemeriksaan, TD 101/80 mmHg, Nadi 105x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt. Pasien mengalami kesulitan dalam berpindah posisi karena terpasang skeletal traksi di kaki kanan (beban 7 kg), dan nyeri di kakinya. Tampak luka post op di kedua kaki pasien. Kaki kanan terpasang skeletal traksi, verban elastis dan tidak ada rembesan. Luka di kaki kiri terpasang verban elastis, eksternal fiksasi, tidak ada rembesan. Bengkak di kedua kaki minimal, area distal kaki tidak pucat, suhu normal, pulsasi baik, tidak ada paralisis, kebas maupun parestesi, Kekuatan otot ekstremitas atas 5/5. Kemampuan ROM ekstremitas atas normal, sedangkan kaki sulit dikaji karena pasien nyeri. Pada saat dikaji pasien tampak menghindar dan sering menolak tindakan perawatan. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 6,9 g/dL, Ht 21,4%, Leu 11,5 ribu/ul, trombosit 110 ribu/ul, eritrosit 2,3 juta/ul, SGOT 143 U/l, SGPT 45 U/l, GDS 146 mg/dl, Natrium 133 mmol/l, Kalium 4,5 mmol/L, Klorida 90 mmol/L. Terapi: IVFD NaCl 0.9%, ketorolac drift, ranitidine 2 x1. Hasil X-ray cruris: Kedudukan tulang-tulang cruris baik, tak tampak dislokasi maupun subluksasi. Fraktur kominutif diafisis proksimal os tibia dengan pergeseran fragmen distal ke posterior dan angualsi ke lateral. Fraktur kominutif mid diafisis os tibia kiri dengan pergeseran ringan ke posterolateral. Fraktur kominutif diafisis os fibula kiri dengan pergeseran fragmen distal ke anterolateral. Fraktur transversal diafisis distal os fibula kiri dengan pergeseran ringan ke posterolateral. Terpasang fiksasi eksterna mulai setinggi epifisis proksimal os tibia sampai diafisis distal os tibia kiri. Fiksasi eksterna gypsona di sisi posterior mulai regio genu sampai ankle kiri. Celah sendi tidak tampak menyempit. Hasil X-ray Pelvis: Fraktur acetabulum kanan yang mencapai intraarticular dengan pergeseran ringan ke sisi medial. Fraktur oblik intertrochanter os femur kanan. Fraktur komplit ramus inferior os pubis kanan. Fraktur komplit ramus superior dan inferior os pubis kiri.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); muncul tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diperkirakan atau diperkirakan dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan/atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Intervensi meliputi: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala, onset, durasi, faktor pencetus dan pereda). 2) Monitor tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri. 3) Ajarkan dan bantu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya, distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, posisi yang nyaman). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 5) Lakukan perawatan dengan teknik yang tepat untuk meminimalkan nyeri (misalnya, menyangga ekstremitas dengan baik saat perawatan luka atau reposisi). 6) Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penatalaksanaannya. 7) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Skala nyeri menurun; Tanda-tanda vital dalam rentang normal; Ekspresi wajah dan tubuh rileks; Pasien melaporkan nyeri berkurang hingga tingkat yang dapat ditoleransi; Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan adekuat; Pasien kooperatif selama tindakan perawatan. Kriteria hasil spesifik: Pasien melaporkan skala nyeri turun dari 5 menjadi ≤3 dalam skala 0-10; Pasien menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam mobilisasi atau perawatan luka dengan ekspresi wajah yang lebih rileks; Tidak ada penolakan terhadap tindakan perawatan karena takut nyeri; Frekuensi nadi mendekati baseline atau dalam rentang normal.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien ini, risiko meningkat karena adanya luka terbuka (open fracture dan laserasi luas yang telah didebridement), luka post-operasi, pemasangan alat invasif (eksternal fiksasi, skeletal traksi, IVFD), dan hasil laboratorium yang menunjukkan leukositosis (Leu 11,5 ribu/ul) sebagai respons terhadap trauma dan pembedahan.
Kode SLKI: L.09012
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani infeksi. Intervensi meliputi: 1) Monitor tanda-tanda infeksi lokal (kalor, dolor, rubor, tumor, fungsio laesa) dan sistemik (demam, leukositosis). 2) Lakukan perawatan luka dan perawatan area pin eksternal fiksasi/traksi dengan teknik aseptik ketat sesuai protokol. 3) Pertahankan integritas balutan dan ganti segera jika basah/kotor. 4) Monitor dan rawat akses intravena (IVFD) sesuai standar untuk mencegah flebitis dan infeksi aliran darah. 5) Anjurkan dan bantu kebersihan diri (personal hygiene) sesuai kemampuan pasien. 6) Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan tanda-tanda infeksi. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapi jika diresepkan. 8) Lakukan cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien.
Kode SIKI: I.09012
Deskripsi : Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (kemerahan, bengkak, nanah, bau tidak sedap) pada luka operasi dan area pin traksi/fiksasi; Suhu tubuh dalam rentang normal; Hasil laboratorium leukosit dalam batas normal; Luka menunjukkan proses penyembuhan (granulasi, tidak ada discharge purulen); Pasien dan keluarga menyebutkan tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan. Kriteria hasil spesifik: Luka post-op tetap kering tanpa rembesan atau tanda inflamasi; Jumlah leukosit turun menuju nilai normal (<11 ribu/ul); Tidak terjadi demam (>38°C); Pasien kooperatif dalam menjaga kebersihan area luka.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja di dalam lingkungan, termasuk mobilitas di tempat tidur, mobilisasi, dan ambulasi. Pada pasien, gangguan ini disebabkan oleh multiple fracture, pemasangan skeletal traksi dengan beban 7 kg di kaki kanan, eksternal fiksasi di kaki kiri, nyeri, dan kelemahan akibat kondisi umum (Hb rendah). Hal ini ditandai dengan kesulitan berpindah posisi dan penolakan terhadap tindakan perawatan yang mungkin disebabkan oleh nyeri dan ketidakmampuan bergerak.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Manajemen Mobilitas: Tindakan untuk memulihkan atau mempertahankan mobilitas tubuh yang optimal. Intervensi meliputi: 1) Kaji tingkat keterbatasan mobilitas dan faktor penyebab (nyeri, alat traksi, kelemahan). 2) Kolaborasi dalam manajemen nyeri sebelum mobilisasi. 3) Bantu dan ajarkan pasien untuk melakukan pergerakan dalam batas yang diizinkan (ROM ekstremitas atas, latihan isometrik). 4) Bantu perubahan posisi secara berkala dengan teknik yang aman, perhatikan alignment tulang dan traksi. 5) Gunakan alat bantu mobilitas (misalnya, gantung trapeze) untuk memfasilitasi pergerakan di tempat tidur. 6) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk rencana mobilisasi bertahap. 7) Ajarkan pentingnya mobilisasi untuk mencegah komplikasi imobilisasi (tromboemboli, kontraktur, dekubitus). 8) Monitor integritas kulit area tekanan.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Pasien dapat melakukan perubahan posisi di tempat tidur dengan bantuan minimal; Pasien dapat melakukan ROM aktif pada ekstremitas yang tidak terlibat; Tidak terjadi kontraktur sendi; Kekuatan otot ekstremitas atas terjaga (5/5); Pasien berpartisipasi dalam program latihan; Tidak terjadi komplikasi imobilisasi seperti dekubitus atau atrofi otot yang signifikan. Kriteria hasil spesifik: Pasien dapat mengangkat pinggul/panggul (bridging) dengan bantuan untuk perawatan kebersihan tanpa meningkatkan skala nyeri >7; Pasien melakukan latihan ROM aktif ekstremitas atas 2-3x/hari; Posisi traksi dan alignment tulang tetap terjaga selama reposisi.
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan nutrisi dan pertukaran gas pada tingkat kapiler, akibat gangguan suplai darah arteri atau drainase vena. Risiko ini ada meskipun saat ini perfusi distal masih baik (tidak pucat, suhu normal, pulsasi baik), karena adanya trauma berat, fraktur multipel, pembengkakan (meski minimal), dan imobilisasi dengan traksi serta fiksasi yang dapat menekan pembuluh darah atau memicu trombosis.
Kode SLKI: L.06010
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Jaringan Perifer: Tindakan untuk mengkaji dan memantau kecukupan aliran darah ke ekstremitas. Intervensi meliputi: 1) Monitor tanda-tanda perfusi perifer (warna, suhu, capillary refill time, pulsasi, edema) pada ekstremitas yang cidera dan yang sehat secara berkala dan bandingkan. 2) Monitor sensasi (kebas, parestesi) dan gerakan (kekuatan otot) ekstremitas distal. 3) Posisikan ekstremitas sesuai program (elevasi jika diindikasikan untuk mengurangi edema, pertahankan alignment). 4) Hindari tekanan langsung pada area vaskular (misalnya, lipatan poplitea). 5) Anjurkan latihan gerakan aktif pada jari-jari kaki dan pergelangan kaki jika memungkinkan (dalam batas imobilisasi). 6) Monitor tanda-tanda sindrom kompartemen (nyeri hebat yang tidak proporsional, parestesia, paresis, tekanan kompartemen meningkat). 7) Kolaborasi pemberian antikoagulan profilaksis jika diresepkan.
Kode SIKI: I.06010
Deskripsi : Warna kulit ekstremitas distal normal (tidak pucat/sianosis/memerah); Suhu kulit hangat dan simetris; Capillary refill time < 3 detik; Pulsasi perifer teraba kuat dan simetris; Edema tidak bertambah atau berkurang; Tidak ada keluhan kebas, kesemutan, atau kehilangan kekuatan motorik baru; Tidak terjadi sindrom kompartemen. Kriteria hasil spesifik: Pulsasi dorsalis pedis dan tibialis posterior dapat teraba
Article No. 24288 | 02 Mar 2026
Klinis : pasien saat hemodialisa mengeluhkan pusing dan lemas dikarenakan tarikan saat hemodialisa terlalu kuat dan tindakan yang dilakukan yaitu pemberian oksigen 3 lpm, kira kira diagnosa apa yang muncul dan intervensi nya juga sekalian
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipotensi selama Hemodialisis
Kode ICD-10: I95.2
Deskripsi Singkat : Kode I95.2 mengacu pada Hipotensi yang diinduksi oleh obat atau prosedur medis. Dalam konteks ini, kondisi pasien adalah hipotensi intradialitik, yaitu penurunan tekanan darah yang terjadi selama prosedur hemodialisis. Keluhan pusing dan lemas yang dialami pasien sangat khas untuk kondisi ini. Mekanisme utamanya adalah kehilangan cairan dan perubahan komposisi elektrolit darah secara cepat akibat ultrafiltrasi (tarikan) yang terlalu kuat atau agresif, yang disebutkan dalam deskripsi. Hal ini menyebabkan penurunan volume darah yang beredar (hipovolemia relatif) dan penurunan resistensi pembuluh darah perifer, sehingga tekanan darah turun. Tindakan pemberian oksigen 3 lpm merupakan salah satu intervensi awal untuk memastikan kecukupan oksigen ke jaringan, meskipun penanganan utama adalah dengan mengurangi kecepatan ultrafiltrasi, memberikan cairan infus (normal saline atau larutan garam), dan mungkin menyesuaikan parameter dialisis lainnya. Kode ini secara spesifik mengklasifikasikan hipotensi yang secara langsung terkait dengan tindakan medis (hemodialisis), membedakannya dari penyebab hipotensi lainnya. Pengkodean yang tepat penting untuk dokumentasi klinis, evaluasi kualitas prosedur, dan perencanaan manajemen dialisis selanjutnya untuk mencegah kekambuhan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24289 | 02 Mar 2026
Klinis : pasien saat hemodialisa mengeluhkan pusing dan lemas dikarenakan tarikan saat hemodialisa terlalu kuat dan tindakan yang dilakukan yaitu pemberian oksigen 3 lpm, kira kira diagnosa apa yang muncul dan intervensi nya juga sekalian
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau pergeseran cepat dari satu kompartemen cairan ke kompartemen lain.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan ini adalah untuk mempertahankan keseimbangan antara asupan dan haluaran cairan, serta mencegah komplikasi yang timbul akibat ketidakseimbangan. Dalam konteks hemodialisis, fokusnya adalah pada pemantauan ketat terhadap status cairan sebelum, selama, dan setelah prosedur. Perawat akan memantau tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi), berat badan, status membran mukosa, turgor kulit, dan adanya edema. Pemantauan terhadap kecepatan ultrafiltrasi (tarikan cairan) selama dialisis sangat kritis untuk mencegah penarikan cairan yang terlalu agresif yang dapat menyebabkan hipovolemia dan hipotensi intradialitik, yang dimanifestasikan dengan keluhan pusing dan lemas seperti pada pasien. SLKI ini juga mencakup edukasi kepada pasien tentang pentingnya membatasi asupan cairan sesuai anjuran dan mengenali tanda-tanda kelebihan atau kekurangan cairan. Pencapaian SLKI diukur dengan parameter seperti tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan untuk pasien, tidak adanya keluhan pusing/lemas yang berat selama dialisis, dan berat badan interdialitik yang mendekati target dry weight.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Hemodialisis. Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan spesifik dalam membantu perawatan pasien yang menjalani hemodialisis untuk membersihkan darah dari produk sisa metabolisme dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit. Tindakan yang dilakukan mencakup persiapan sebelum dialisis (seperti penilaian kondisi fistula/akses vaskular, tanda vital, dan berat badan), pemantauan selama dialisis, dan perawatan pasca dialisis. Saat pasien mengeluh pusing dan lemas karena tarikan (ultrafiltrasi) yang terlalu kuat, perawat harus segera melakukan tindakan-tindakan dalam SIKI ini. Tindakan tersebut termasuk: mengevaluasi parameter mesin dialisis (terutama rate ultrafiltrasi dan conductivity), menurunkan kecepatan ultrafiltrasi sesuai protokol, memposisikan pasien dengan trendelenburg atau posisi telentang dengan kaki ditinggikan untuk meningkatkan aliran darah balik ke jantung, dan melakukan bolus cairan normal saline sesuai instruksi dokter jika diperlukan. Pemberian oksigen 3 lpm seperti dalam kasus ini adalah bagian dari intervensi ini untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan saat tekanan darah turun. Perawat juga harus memantau tanda vital (tekanan darah, nadi, saturasi oksigen) lebih sering, menilai respons pasien terhadap intervensi, mendokumentasikan semua kejadian dan tindakan, serta berkomunikasi dengan dokter atau nephrologist mengenai kondisi pasien. Edukasi kepada pasien tentang sensasi yang dirasakan selama dialisis dan kapan harus melaporkan juga termasuk dalam intervensi ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemandirian pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433