Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22697 | 09 Nov 2025
Klinis : Pasien mengeluh sesak dengan ttv Td :124/92 S: 36,5 N: 102 Spo2: 96% Terus ketika sesak terkadang pasien cemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini ditandai dengan keluhan sesak napas, bunyi napas abnormal (walaupun tidak disebutkan dalam data, sering menyertai), dan perubahan frekuensi napas. Data pasien menunjukkan frekuensi napas (N) 102x/menit yang sangat tinggi (takipnea), merupakan kompensasi tubuh untuk meningkatkan asupan oksigen. Meskipun SpO2 96% masih dalam batas normal, ini dapat dipertahankan karena upaya pernapasan yang meningkat. Tekanan darah yang sedikit meningkat (124/92 mmHg) juga dapat menjadi respons terhadap stres fisiologis dari sesak napas. Kombinasi sesak napas dan takipnea yang signifikan menjadi dasar utama diagnosis ini.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk memastikan jalan napas yang paten dan memadai untuk pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup pemantauan status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas, serta saturasi oksigen. Perawat akan melakukan auskultasi bunyi napas untuk mendeteksi adanya mengi, ronki, atau penurunan bunyi napas yang mengindikasikan obstruksi atau penumpukan sekresi. Posisi semi-Fowler atau Fowler dapat diterapkan untuk memudahkan ekspansi dada dan pernapasan. Manajemen sekresi jalan napas melalui teknik batuk efektif, fisioterapi dada, atau suctioning jika diperlukan, juga menjadi bagian krusial. Pemberian oksigen tambahan dapat diinisiasi sesuai order dokter untuk mengurangi beban kerja pernapasan. Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik pernapasan dalam dan batuk efektif sangat penting untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam perawatan dirinya. Evaluasi keberhasilan ditandai dengan penurunan frekuensi napas menuju rentang normal, bunyi napas yang jernih di semua lapang paru, dan peningkatan kenyamanan pernapasan pasien.
Kode SIKI: 4200
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini merupakan tindakan nyata yang dilakukan perawat berdasarkan SLKI. Secara spesifik, perawat akan: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital, terutama frekuensi napas dan saturasi oksigen, setiap 1-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Melakukan auskultasi bunyi napas sebelum dan sesudah intervensi untuk mengevaluasi efektivitas. 3) Menempatkan pasien pada posisi semi-Fowler atau tinggi untuk mengoptimalkan fungsi paru. 4) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif. Jika pasien lemah, dapat dibantu dengan teknik batuk terkontrol atau huffing. 5) Memberikan hidrasi yang adekuat (kecuali ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi nebulizer atau obat bronkodilator sesuai resep dokter untuk membuka jalan napas. 7) Melakukan suctioning oro/nasofaring jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. 8) Memastikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mengurangi konsumsi oksigen dan kecemasan. 9) Mendokumentasikan semua temuan, tindakan, serta respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara berkelanjutan dan dinamis sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang samar atau tidak menyenangkan disertai oleh respons otonom (sumbernya sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Kondisi ini ditandai dengan perasaan cemas yang dilaporkan secara subjektif oleh pasien, yang dalam kasus ini muncul terkait dengan episode sesak napas. Ansietas dan dispnea (sesak napas) memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Sesak napas dapat memicu rasa takut dan cemas, sementara kecemasan itu sendiri dapat memperburuk sesak napas dengan meningkatkan frekuensi pernapasan dan menyebabkan hiperventilasi, menciptakan sebuah siklus yang sulit diputus. Data pasien yang menunjukkan frekuensi napas 102x/menit dan tekanan darah yang sedikit tinggi dapat menjadi manifestasi fisiologis dari kondisi ansietas ini, selain dari respons terhadap sesak napas itu sendiri. Oleh karena itu, mengatasi ansietas adalah bagian integral dari manajemen keseluruhan kondisi pernapasan pasien.
Kode SLKI: 1460
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Tujuan SLKI ini adalah untuk membantu pasien mengenali, mengakui, dan mengelola perasaan cemasnya secara efektif. Intervensi keperawatan difokuskan pada penurunan tingkat ansietas hingga ke tingkat yang dapat ditoleransi oleh pasien. Perawat akan menciptakan lingkungan yang terapeutik dan menenangkan, serta membangun hubungan saling percaya dengan pasien. Penting untuk mendorong pasien mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan ketakutannya terkait kondisi sesak napas yang dialami. Perawat dapat mengajarkan teknik relaksasi sederhana, seperti napas dalam dan perlahan (jika memungkinkan), relaksasi otot progresif, atau distraksi, untuk membantu memutus siklus cemas-sesak. Membantu pasien mengidentifikasi pemicu ansietas dan strategi koping yang pernah berhasil di masa lalu juga merupakan bagian dari intervensi. Membantu pasien memfokuskan pada hal-hal yang dapat dikendalikan, seperti mengikuti teknik pernapasan yang diajarkan, dapat memberikan rasa berdaya. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan penurunan laporan verbal pasien tentang perasaan cemas, penurunan manifestasi fisiologis cemas (seperti frekuensi napas dan nadi yang menuju normal), serta kemampuan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi secara mandiri saat merasa cemas.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Ini adalah tindakan operasional dari SLKI. Perawat akan: 1) Berkomunikasi dengan suara yang tenang, jelas, dan meyakinkan. 2) Tetap berada di samping pasien selama episode ansietas dan sesak untuk memberikan rasa aman. 3) Mengidentifikasi tingkat ansietas pasien dan faktor pemicu spesifik (dalam hal ini, sensasi sesak napas). 4) Mengajarkan dan memandu pasien melakukan teknik pernapasan dalam-dalam dan perlahan, dengan tarik napas melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut, untuk menurunkan arousal sistem saraf. 5) Menggunakan teknik terapeutik seperti mendengarkan secara aktif dan empati. 6) Meminimalkan stimulus lingkungan yang tidak perlu yang dapat meningkatkan kecemasan. 7) Membantu pasien mengidentifikasi pikiran negatif yang muncul saat sesak dan menggantinya dengan pikiran yang lebih rasional dan menenangkan. 8) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian farmakoterapi (obat anti-ansietas) jika ansietasnya sangat berat dan mengganggu. 9) Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional. 10) Mengevaluasi efektivitas intervensi dengan menanyakan skala cemas pasien (misal, skala 1-10) dan mengamati perubahan tanda vital serta perilaku. Dokumentasi yang akurat tentang respons pasien terhadap setiap intervensi sangat penting untuk perencanaan keperawatan selanjutnya.
-
Article No. 22698 | 09 Nov 2025
Klinis : Pasien mengeluh sesak dengan ttv Td :124/92 S: 36,5 N: 102 Spo2: 96% Terus ketika sesak terkadang pasien cemas terus pasien perokok Dengan diagnosa medis UAP
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakcukupan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03113 berfokus pada pemantauan status sirkulasi untuk mendeteksi secara dini tanda-tanda penurunan cardiac output. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara ketat dan berkelanjutan. Perawat akan memantau tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, untuk mengidentifikasi adanya hipotensi atau hipertensi, serta memantau kualitas dan kekuatan nadi perifer. Selain itu, pemantauan status pernapasan juga menjadi bagian penting, termasuk frekuensi, irama, dan usaha pernapasan, serta adanya bunyi napas tambahan seperti mengi atau ronki. Pemantauan warna kulit, suhu, dan kelembaban juga dilakukan untuk menilai perfusi perifer. Pemeriksaan status mental dan tingkat kesadaran pasien juga termasuk dalam intervensi ini untuk mendeteksi adanya penurunan perfusi serebral. Tujuan dari seluruh pemantauan ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi hemodinamik pasien, sehingga setiap perubahan atau kemunduran kondisi dapat diidentifikasi secara cepat dan tindakan yang tepat dapat segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08021 adalah intervensi manajemen pernapasan yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan pertukaran gas dan mencegah komplikasi pernapasan. Intervensi ini dimulai dengan pengkajian status pernapasan yang komprehensif, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. Perawat akan mengauskultasi bunyi napas untuk mengidentifikasi adanya bunyi tambahan yang mengindikasikan gangguan pertukaran gas. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi sangat dianjurkan untuk memudahkan ekspansi dada dan meningkatkan ventilasi. Pemberian oksigen sesuai program dokter (seperti melalui kanul nasal atau masker) harus dipantau keefektifannya, termasuk memastikan alat berfungsi dengan baik dan kadar oksigen yang diberikan tepat. Perawat juga akan melatih dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan napas dan mencegah atelektasis. Memonitor nilai saturasi oksigen (SpO2) secara berkala dengan pulse oksimeter adalah tindakan penting untuk menilai respons terapi. Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi oksigen, teknik pernapasan, serta tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan juga merupakan komponen kunci dari intervensi ini. Tindakan ini dilakukan secara holistik untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan memastikan kecukupan oksigenasi jaringan.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0036
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut yang disertai respons otonom (sumber sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: L.07029
Deskripsi : SLKI dengan kode L.07029 bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dialami pasien. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi pengkajian menyeluruh terhadap tingkat, durasi, dan faktor pencetus ansietas. Perawat akan menggunakan pendekatan terapeutik dengan berkomunikasi secara tenang dan meyakinkan, serta mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan dan kekhawatiran pasien. Perawat akan membantu pasien mengidentifikasi situasi atau pikiran yang memicu kecemasan dan mendorongnya untuk mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Teknik relaksasi sederhana, seperti napas dalam dan perlahan, dapat diajarkan kepada pasien untuk membantu mengontrol respons cemasnya. Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, serta mengurangi rangsangan yang tidak diperlukan dari lingkungan, juga merupakan bagian dari intervensi ini. Perawat akan melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional dan menjelaskan kondisi pasien untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat memperburuk ansietas. Evaluasi terhadap respons pasien terhadap intervensi yang diberikan dilakukan secara terus-menerus untuk menilai efektivitasnya dan menentukan kebutuhan akan intervensi tambahan atau rujukan jika diperlukan.
Kode SIKI: I.11004
Deskripsi : SIKI dengan kode I.11004 adalah intervensi manajemen ansietas yang sistematis. Intervensi ini dimulai dengan membina hubungan saling percaya dengan pasien. Perawat akan mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan ketakutannya. Memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kondisi kesehatannya, prosedur yang akan dijalani, dan pengobatan dapat membantu mengurangi ansietas yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Perawat akan membantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan dan efektivitasnya, serta bersama-sama mengembangkan strategi koping yang adaptif, seperti distraksi, relaksasi, atau positive self-talk. Jika diperlukan, perawat dapat melatih teknik relaksasi progresif atau guided imagery. Membantu pasien dalam memecahkan masalah secara konstruktif untuk mengatasi situasi yang menimbulkan stres juga merupakan bagian dari intervensi ini. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain, seperti dokter atau psikolog, mungkin diperlukan jika ansietas pasien berat atau menetap. Tujuan akhir dari intervensi ini adalah meningkatkan perasaan kontrol diri pasien dan menurunkan tingkat ansietas hingga ke tingkat yang dapat dikelola, sehingga tidak lagi menghambat proses penyembuhan.
-
Article No. 22699 | 09 Nov 2025
Klinis : Pasien mengeluh sesak dengan ttv Td :124/92 S: 36,5 N: 102 Spo2: 96% Terus ketika sesak terkadang pasien cemas terus pasien perokok Dengan diagnosa medis UAP Tidak ada sputum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03106
Deskripsi : Mempertahankan kardiak output. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima, 2) Nadi perifer dapat diraba, 3) Frekuensi jantung dan irama jantung dalam rentang normal, 4) Keseimbangan cairan, 5) Haluaran urine adekuat, 6) Status neurovaskuler dalam batas normal, 7) Warna kulit normal, 8) Ekstremitas hangat, 9) Tidak ada edema, 10) Tidak dispnea/ortopnea, 11) Bunyi jantung normal, 12) Tidak ada gallop, 13) Tidak mengeluh kelelahan, 14) Tidak gelisah, 15) Nilai laboratorium dalam batas normal. SLKI ini relevan karena kondisi UAP (Unstable Angina Pectoris) secara langsung mengancam kemampuan jantung untuk memompa darah secara efektif. Data pasien menunjukkan takikardia (N: 102), yang merupakan kompensasi awal jantung untuk mempertahankan cardiac output ketika suplai oksigen ke otot jantung terganggu. Tekanan darah 124/92 juga menunjukkan beban kerja jantung yang meningkat. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mencapai stabilisasi hemodinamik, memastikan perfusi yang adekuat ke seluruh organ vital, dan mengurangi beban kerja jantung. Dengan mencapainya, diharapkan gejala sesak napas dan kecemasan pasien dapat berkurang, serta mencegah progresi menjadi infark miokard yang lebih parah.
Kode SIKI: I.05179
Deskripsi : Manajemen cardiac output. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda dan gejala penurunan cardiac output, 2) Monitor tekanan darah, nadi, tekanan vena sentral, 3) Auskultasi bunyi jantung, 4) Auskultasi bunyi napas, 5) Kaji kulit terhadap pucat, sianosis, 6) Monitor status pernapasan, 7) Monitor haluaran urine, 8) Monitor status neurologis, 9) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik, 10) Kolaborasi pemberian terapi oksigen, 11) Kolaborasi pemberian obat inotropik, vasodilator, diuretik, 12) Atur posisi semi fowler/fowler, 13) Batasi aktivitas, 14) Ajarkan tehnik menghemat energi, 15) Berikan dukungan psikologis. SIKI ini merupakan implementasi langsung dari data pasien. Perawat akan memantau TTV (terutama nadi 102 dan SpO2 96%) secara ketat, mengauskultasi bunyi jantung dan paru untuk mendeteksi adanya gangguan, serta memposisikan pasien semi fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. Membatasi aktivitas dan mengajarkan penghematan energi sangat penting untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. Kolaborasi pemberian oksigen dan obat-obatan (seperti nitrogliserin, antiplatelet) sesuai protokol UAP adalah inti dari penanganan. Dukungan psikologis juga diberikan untuk mengatasi kecemasan yang memperburuk sesak.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami ancaman terhadap pasokan udara melalui paru-paru dan sistem pernapasan.
Kode SLKI: L.08011
Deskripsi : Mencapai pola napas efektif. Kriteria hasil: 1) Pola napas normal/efektif, 2) Tidak sesak napas, 3) Tidak orthopnea, 4) Tidak menggunakan otot bantu napas, 5) Frekuensi napas dalam rentang normal, 6) Irama napas reguler, 7) Bunyi napas bersih, 8) Tidak sianosis, 9) Warna membran mukosa normal, 10) Gas darah arteri dalam batas normal, 11) Saturasi oksigen dalam batas normal. SLKI ini dipilih berdasarkan keluhan utama pasien, yaitu sesak napas. Meskipun SpO2 96% masih dalam batas normal, ini bisa merupakan hasil dari kompensasi tubuh (seperti takikardia) dan tidak mengabaikan subjektif perasaan sesak yang dialami pasien. Pada UAP, pola napas tidak efektif terjadi karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen jantung. Nyeri dada iskemik dapat membatasi ekspansi dada, dan peningkatan tekanan di atrium kiri dapat menyebabkan kongesti paru, yang keduanya mengganggu pertukaran gas. Tujuan SLKI ini adalah untuk mengembalikan kenyamanan pernapasan, memastikan pertukaran gas yang adekuat, dan mencegah komplikasi hipoksia.
Kode SIKI: I.09122
Deskripsi : Manajemen pola napas. Tindakan keperawatan: 1) Monitor frekuensi, irama, kedalaman pernapasan, 2) Auskultasi bunyi napas, 3) Kaji penggunaan otot bantu napas, 4) Kaji adanya sianosis, 5) Monitor tanda-tanda hipoksia, 6) Monitor status kecemasan, 7) Atur posisi semi fowler/fowler/ortopnea, 8) Kolaborasi pemberian terapi oksigen, 9) Anjurkan napas dalam perlahan, 10) Ajarkan batuk efektif, 11) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 12) Kolaborasi pemberian bronkodilator jika diperlukan, 13) Monitor analisa gas darah, 14) Monitor pulse oximetry, 15) Berikan lingkungan yang nyaman. SIKI ini memberikan panduan tindakan untuk mengatasi sesak pasien. Memantau pola napas dan saturasi oksigen adalah prioritas. Posisi semi fowler atau tinggi akan membantu ekspansi paru. Kolaborasi pemberian oksigen sangat mungkin dilakukan untuk meningkatkan suplai oksigen meskipun SpO2 96%, guna mengurangi beban kerja jantung dan pernapasan. Mengajarkan napas dalam perlahan dapat membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan efisiensi ventilasi. Tindakan ini juga terintegrasi dengan manajemen kecemasan pasien.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang tidak jelas dan tidak nyaman atau disertai dengan respon otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: L.12001
Deskripsi : Mengontrol ansietas. Kriteria hasil: 1) Ekspresi wajah rileks, 2) Postur tubuh rileks, 3) Tidak gelisah, 4) Tidak tegang, 5) Nafsu makan baik, 6) Tidur cukup, 7) Konsentrasi baik, 8) Vital sign stabil, 9) Dapat mengidentifikasi penyebab ansietas, 10) Melaporkan ansietas berkurang, 11) Menggunakan strategi koping yang efektif. SLKI ini ditetapkan karena pasien mengalami kecemasan yang muncul bersamaan dengan sesak napas. Pada konteks UAP, ansietas adalah respon yang umum terhadap ancaman nyata (nyeri dada, sesak napas) dan ketakutan akan kematian. Kecemasan sendiri dapat memperburuk kondisi jantung dengan meningkatkan denyut nadi, tekanan darah, dan konsumsi oksigen miokard, sehingga menciptakan siklus negatif. Mengontrol kecemasan adalah bagian integral dari menstabilkan kondisi kardiovaskuler pasien. Tujuannya adalah memutus siklus ini, membuat pasien lebih kooperatif terhadap terapi, dan meningkatkan kenyamanan secara keseluruhan.
Kode SIKI: I.14676
Deskripsi : Manajemen ansietas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat ansietas, 2) Identifikasi penyebab ansietas, 3) Monitor respon fisiologis (TD, nadi, pernapasan), 4) Dengarkan dengan penuh perhatian, 5) Temani pasien, 6) Berikan informasi akurat tentang penyakit dan pengobatan, 7) Ajarkan tehnik relaksasi (nafas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing), 8) Bantu pasien mengidentifikasi strategi koping, 9) Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan, 10) Kolaborasi pemberian obat ansiolitik jika diperlukan, 11) Berikan lingkungan yang tenang. SIKI ini sangat relevan untuk menangani kecemasan pasien yang dipicu oleh sesak. Perawat perlu mendengarkan keluhan pasien dengan empati dan memberikan penjelasan yang jelas tentang UAP dan penanganannya untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Mengajarkan teknik relaksasi pernapasan dapat sekaligus mengatasi sesak dan kecemasan. Menciptakan lingkungan yang tenang dan melibatkan dukungan keluarga akan sangat membantu menenangkan pasien. Memantau TTV (seperti nadi 102) juga menjadi indikator respons terhadap intervensi manajemen ansietas.
-
Article No. 22700 | 09 Nov 2025
Klinis : fetal distress
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Fetal Distress
Kode SDKI: D.0187
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan perfusi dan pertukaran gas pada janin
Kode SLKI: L.03139
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini berfokus pada pemantauan dan upaya untuk meningkatkan perfusi serta oksigenasi janin. Perawat akan melakukan pemantauan denyut jantung janin (DJJ) secara kontinu atau intermiten dengan fetoskopi atau Kardiotokografi (KTG) untuk mengidentifikasi adanya tanda-tanda gawat janin, seperti takikardia, bradikardia, variabilitas yang menurun, atau adanya deselerasi lambat dan variabel yang signifikan. Perawat mengubah posisi ibu (biasanya ke sisi kiri) untuk mengurangi kompresi pada vena kava dan meningkatkan aliran darah uteroplasenta. Pemberian oksigen tambahan kepada ibu melalui kanul nasal atau masker dengan tujuan meningkatkan saturasi oksigen maternal yang pada akhirnya dapat meningkatkan suplai oksigen ke janin. Perawat juga akan memantau kontraksi uterus, karena hipertonus atau kontraksi yang terlalu sering dapat mengganggu perfusi plasenta. Selain itu, asupan cairan intravena pada ibu dipantau dan diatur untuk memastikan hidrasi yang adekuat, yang mendukung volume darah dan perfusi ke plasenta. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian tokolitik jika diperlukan untuk mengurangi kontraksi yang berlebihan, serta mempersiapkan tindakan persalinan segera (seperti seksio sesarea) jika kondisi janin tidak membaik. Edukasi dan dukungan emosional kepada orang tua mengenai kondisi janin dan rencana penatalaksanaan juga merupakan bagian integral dari luaran ini.
Kode SIKI: I.01251
Deskripsi : SIKI ini mencakup serangkaian intervensi yang sistematis dan berkelanjutan. Dimulai dengan pengkajian yang komprehensif, termasuk riwayat kehamilan, faktor risiko (seperti hipertensi, diabetes, ketuban pecah dini), dan pemeriksaan fisik. Pemantauan DJJ dilakukan secara ketat, dengan mendokumentasikan frekuensi dasar, variabilitas, adanya akselerasi, dan jenis deselerasi. Perawat harus terampil dalam menginterpretasikan tracing KTG untuk membedakan antara pola yang menenteramkan dan pola yang mengkhawatirkan. Intervensi posisi, seperti memiringkan ibu ke sisi kiri atau menggunakan bantal untuk menghindari posisi supine, dilakukan secara rutin. Pemberian oksigen dengan aliran 8-10 liter/menit via masker non-rebreacher adalah standar untuk meningkatkan oksigenasi maternal-fetal. Memantau tanda-tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) dan karakteristik cairan ketuban (warna, bau, jumlah) sangat penting, karena mekonium dalam cairan ketuban dapat menjadi tanda hipoksia janin. Perawat menghentikan atau menurunkan infus oksitosin jika ada, karena dapat memicu hiperstimulasi uterus. Membantu dalam prosedur seperti amniotomasi (jika diindikasikan) untuk mengurangi tekanan intrauterin atau pemasangan scalp electrode untuk pemantauan DJJ yang lebih akurat juga termasuk dalam intervensi. Kolaborasi aktif dengan dokter kandungan dan tim medis lainnya untuk melaporkan temuan dan mempersiapkan tindakan persalinan darurat adalah kunci. Perawat juga berperan dalam memberikan informasi yang jelas dan dukungan psikologis kepada ibu dan keluarga, mengurangi kecemasan, serta menjelaskan setiap prosedur yang akan dilakukan. Dokumentasi yang akurat dan detail dari semua temuan, intervensi yang diberikan, dan respons janin terhadap intervensi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SIKI ini untuk memastikan kesinambungan asuhan dan pertanggungjawaban legal.
-
Article No. 22701 | 09 Nov 2025
Klinis : Seorang perawat sedang merawat bayi perempuan berusia 12 bulan di RS. Hasil pengkajian BB=4 kg, PB= 64 cm, turgor kulit tidak elastic, terdapat hipotoni. Hasil laboratorium Hb=6,9 gr/dl, albumin 2.5 gr/dl. Pasien mendapat diet pregistimil 8 x 100 cc= 800 kkal/NGT. Pasien didiagnosa gizi buruk.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI-SLKI-SIKI)
Sebagai seorang perawat profesional, perumusan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi harus didasarkan pada standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI. Pendekatan ini memastikan asuhan keperawatan yang sistematis, terukur, dan berbasis bukti.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, SIKI
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan sistem klasifikasi diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. SDKI menyediakan bahasa standar bagi perawat untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan masalah kesehatan pasien yang menjadi fokus asuhan keperawatan. Setiap diagnosis memiliki kode, judul, definisi, faktor-faktor yang berhubungan (etiologi), serta tanda dan gejala (karakteristik mayor dan minor) yang mendukung penegakan diagnosis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Adalah sistem klasifikasi luaran keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. SLKI menggambarkan respons pasien yang diharapkan atau kondisi yang ingin dicapai setelah intervensi keperawatan. Setiap luaran memiliki kode, judul, definisi, dan serangkaian indikator yang dapat diukur menggunakan skala Likert (misalnya, dari menurun ekstrem hingga meningkat ekstrem) untuk menilai kemajuan kondisi pasien.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. SIKI merinci tindakan-tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai luaran yang diinginkan. Setiap intervensi memiliki kode, judul, definisi, dan daftar tindakan spesifik yang dikategorikan menjadi Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaborasi, memastikan kelengkapan dan konsistensi asuhan.
Analisis Kasus dan Perumusan Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan data pengkajian pada bayi perempuan berusia 12 bulan dengan diagnosa medis gizi buruk, ditemukan data objektif yang signifikan:
- Antropometri: BB=4 kg (sangat rendah untuk usia 12 bulan, normal sekitar 9-10 kg), PB=64 cm (sangat rendah untuk usia 12 bulan, normal sekitar 74-76 cm).
- Tanda Klinis: Turgor kulit tidak elastis (menunjukkan dehidrasi dan/atau defisit nutrisi), terdapat hipotoni (kelemahan otot, sering terkait dengan malnutrisi berat).
- Hasil Laboratorium: Hb=6,9 gr/dl (anemia berat, normal untuk bayi 10-13 g/dL), albumin=2,5 gr/dl (hipoalbuminemia, normal 3.5-5.5 g/dL).
- Asupan Nutrisi: Pasien mendapat diet pregistimil 8 x 100 cc = 800 kkal/NGT. Meskipun ada asupan, kondisi pasien menunjukkan ketidakcukupan atau masalah absorbsi/utilisasi nutrisi.
Data-data ini secara konsisten mengindikasikan adanya ketidakcukupan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, yang diperparah oleh kondisi gizi buruk. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan utama yang paling relevan adalah **Defisit Nutrisi**.
Rencana Asuhan Keperawatan
Article No. 22702 | 09 Nov 2025
Klinis : Nyonya U usia 34 tahun, sudah 2 minggu yang lalu masuk rumah sakit. Awalnya masuk RS untuk melakukan kemoterapi yang ke 4 dari 5 seri yang seharusnya. Kondisi saat ini belum memungkinkan untuk kemo karena mengalami penurunan kondisi, yaitu luka dipipi membesar, kadang keluar darah, Hb 6 gr/dl, tidak bisa tidur, selalu menangis sendiri. Nyonya U berobat sendiri di Yogjakarta, suami dan anak2 tinggal di Kota M, karena anaknya yang kecil baru usia 2 tahun. Akhir-akhir ini sering bersedih, karena sakit tak kunjung sembuh, malah semakin parah, dan merasa belum siap meninggal. Diagnosa : Carcinoma Kelenjar Parotis Stadium 4 Identitas Pasien Nama : Ny U Agama : Islam Umur : 34 th Status perkawinan : Kawin Jenis kelamin : Perempuan Suku : Jawa Alamat : Yogyakarta Pendidikan : PT Tgl masuk RS : 22 Januari Pekerjaan :Guru Tgl pengkajian : 13 Februari II. Riwayat Penyakit 1. Keluhan utama saat masuk RS Pipi kiri muncul benjolan membesar, kaku, keluar darah, nyeri dan tidak bisa tidur. 2. Riwayat penyakit saat ini 109 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - Dua hari SMRS pasien mengeluh pipi terasa nyeri, dan mengeluarkan darah, terasa semakin membesar (sebesar kepalan tangan). Pasien tidak bisa tidur sejak seminggu yang lalu, selalu merasa sedih karena berpisah dengan anak dan suami, apalagi penyakit yang dirasakan semakin parah. Pasien sering termenung dikamar, kadang menangis sendiri. Bila ditanya selalu mengatakan bahwa belum siap meninggal. 3. Riwayat Penyakit Dahulu Sejak 6 bulan yang lalu, pipi sebelah kiri terasa menebal dan tumbuh benjolan sebesar kepalan tangan. Dibawa ke RS kemudian dilakukan operasi, kemudian dirasakan semakin membesar dan mengeluarkan darah. Pasien kurang puas dengan pengobatan di RS, kemudian berobat ke Alternatif selama 2 bulan. Namun penyakit semakin parah dan tambah benjolan dibawah dagu dan leher. 4. Diagnosa medis saat masuk RS Carsinoma kelenjar parotis stadium 4. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL KESEHATAN (MENURUT GORDON) 1. Persepsi dan pemeliharaan kesehatan 110 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - Pasien mengetahui bahwa pasien menderita penyakit kanker parotis sejak operasi pertama kali, diberitahu oleh dokter. Pipi sebelah kiri yang menebal awalnya dirasakan seperti penyakit biasa saja. Selama ini pasien berobat ke dokter praktik dekat rumah. Setelah mengetahui penyakitnya semakin parah, maka pasien memutuskan untuk dibawa ke RS pusat untuk mendapatkan pengobatan yang adekuat. 2. Pola nutrisi metabolik Kebiasaan makan, pasien makan 3 kali sehari dengan menu seadanya. Memasak sering menggunakan makanan yang siap saji, karena tidak selalu menyediakan sendiri dirumah. Selama sakit diitnya bubur nasi dan makanan lain yang disukai sering dibawakan dari rumah. 3. Pola eliminasi BAB : Sebelum sakit BAB 1 – 2 kali sehari, tidak memakai obat pencahar, kondisi normal dan tidak sakit. Selama sakit pasien agak kesulitan BAB, perut terasa keras dan BAB 3 hari sekali kalo sudah makan dulcolax tab. 111 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - BAK : Sebelum sakit BAK ± 5 kali sehari, selama di rumah sakit BAK ± 3-4 kali, tidak ada kesulitan. 4. Pola aktivitas dan latihan Sebelum sakit kegiatan sehari-hari dilakukan mandiri, yaitu mengajar di SMA dan mengurus anak dirumah. Setelah sakit tidak bisa beraktifitas seperti biasa, cuti sakit ditempat kerja. Selama sakit semua keperluan dibantu oleh perawat, karena badan terasa lemah. 5. Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit mulai tidur jam 9 malam kemudian bangun jam 4 pagi, kadang-kadang tidur siang 1 – 2 jam. Selama sakit tidur hanya 2 -3 jam karena nyeri dan terbatas gerak, tidak bisa miring kekiri karena tekanan pipi yang membesar. 6. Pola perseptual Pasien tidak mengeluh adanya gangguan penglihatan, tidak memakai alat bantu, pendengaran masih baik, pengecapan masih baik, bisa merasakan panas, dingin dan nyeri. 7. Pola persepsi diri 112 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - Pasien memandang sakit sebagai cobaan dari Tuhan, pasien merasakan cemas karena takut penyakitnya tidak sembuh dan belum siap meninggal, anak masih kecil-kecil sedangkan berobat jauh dari suami. 8. Pola seksual dan reproduksi Jumlah anak 2, tidak ada rencana punya anak lagi. Sebelum sakit aktifitas sexual tidak ada masalah. Selama sakit keinginan untuk hubungan sexual menurun dan pasien menganggap ini wajar. 9. Pola peran hubungan Hubungan dengan anak dan suami baik, komunikasi lancar, tetangga dan teman kantor ikut menjenguk selama klien opname di RS. Selama sakit peran klien sebagai ibu digantikan oleh suaminya. Suami sebagai Pegawai negeri Sipil, selama ini pembiayaan klien ditanggung oleh ASKES, dana sosial dari kantor dan persiapan tabungan bila sakit. 10. Pola management koping/stres Pasien sangat kaget setelah didiagnosa kanker semenjak 6 bulan yang lalu. Pasien terus 113 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - malakukan konsultasi kemana-mana untuk kesembuhan penyakitnya. Konsultasi yang dilakukan tidak hanya ke medis, namun juga melakukan konsultasi ke pengobatan alternatif/herbal. Pasien belum siap meninggal, karena merasa masih muda, dan belum siap meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Bila bersedih selalu menangis sendiri dikamar, serta berdoa kepada Tuhan. Sistem nilai dan keyakinan Sebelum sakit klien rajin beribadah. Namun semenjak sakitnya semakin parah, pasien melaksanakan ibadah dengan tidur. III. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : lemah, Kesadaran : compos mentis TD : 90/60 mmHg, RR : 26 X/mnt, Nadi : 80 X/mnt, Suhu : 37 2 C, BB : 40 Kg, TB : 160 Cm. IMT : 18 Kepala : rambut rontok, tumbuh sedikit, warna hitam, sklera ikterik (-), 114 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - konjungtiva pucat, terdapat lingkaran hitam disekitar mata, pipi sisi kiri benjol sebesar kepalan tangan orang dewasa, konsistensi keras, tidak bergerak, warna merah kehitaman. Leher : kelenjar thiroid tidak membesar, JVP 5, terdapat benjolan sebesar kepalan tangan keras tidak bisa bergerak dileher depan warna merah kehitaman. Thorax : bentuk dada simetris, tidak terdapat retraksi supraklavikula, tak terdengar wheezing dan bunyi jantung S 1/ 2 murni Abdomen :palpasi tak supel, nyeri tekan (-), peristaltik (+) normal, teraba keras dipermukaan perut, H/L tak teraba Inguinal : tidak ada pembesaran kelenjar limfe Ekstremitas : tidak terdapat edema, reflek fisiologis normal IV. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan : 115 - ASUHAN KEPERAWATAN TERMINAL (DILENGKAPI DENGAN CONTOH PRAKTIK) - HB : 6 g/dl (normal 14,0 – 18,0) AL : 11,1 (normal 4,8 – 10,8) EO : 4,1 (normal 0,9 – 2,9) GDS : 100 g/dl SGOT, SGPT, BUN, uric, creatinin : dalam batas normal Ro thorax : tak ada kelainan EKG : Sinus Ritme USG : - V. Program terapi ⮚ Lansoprazole 1 x 20 mg ⮚ Paracetamol 3 x 1 tab ⮚ Inj prinperan 1 @ 8 jam ⮚ Ranitidin 1 @ 12 jam ⮚ Strovel 1 @ 24 jam ⮚ Bactrim 1 @ 12 jam ⮚ Cisplatin 30 mg ⮚ 5 FU 500 mg ⮚ Infus RL 16 tetes/menit makro
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal kerusakan tersebut (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); onset yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi ≤ 6 bulan.
Kode SLKI: L.15049
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol.
Kode SIKI: I.15050
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri komprehensif. Lakukan pengkajian nyeri dengan menggunakan teknik komunikasi terapeutik. Identifikasi faktor yang mempengaruhi persepsi nyeri. Monitor lokasi, karakteristik, durasi, dan faktor pencetus nyeri. Kaji dampak nyeri terhadap aktivitas. Observasi tanda dan gejala nyeri non verbal. Ajarkan teknik non farmakologis untuk mengatasi nyeri. Kolaborasi pemberian analgetik. Evaluasi efektivitas analgetik. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani nyeri.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar-samar atau takut yang disertai dengan respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan gelisah yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ini adalah sinyal peringatan adanya ancaman yang akan datang, memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk mengatasinya.
Kode SLKI: L.14043
Deskripsi : Tingkat ansietas terkontrol.
Kode SIKI: I.14044
Deskripsi : Kaji tingkat ansietas. Identifikasi faktor yang berhubungan dengan ansietas. Monitor tanda dan gejala ansietas. Bina hubungan saling percaya. Dengarkan keluhan perasaan klien. Temani klien dan berikan rasa aman. Ajarkan teknik relaksasi. Lakukan terapi aktivitas kelompok. Kolaborasi pemberian obat anti ansietas. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani ansietas.
Kondisi: Berduka
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Kumpulan respons psikologis, sosial, dan fisik yang menyakitkan, menyedihkan, merasa kehilangan, merasa bersalah, dan marah yang dialami seseorang atau keluarga akibat kehilangan sesuatu yang berharga atau berarti.
Kode SLKI: L.13032
Deskripsi : Klien dapat mengungkapkan perasaan berduka.
Kode SIKI: I.13033
Deskripsi : Kaji respon berduka. Identifikasi tahap berduka. Identifikasi faktor yang mempengaruhi berduka. Bina hubungan saling percaya. Dengarkan ungkapan perasaan klien. Fasilitasi klien untuk mengungkapkan perasaan. Berikan dukungan spiritual. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani berduka.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Koping Perorangan
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Kerentanan terhadap ketidakmampuan untuk mengelola stresor internal atau lingkungan secara valid karena ketidakadekuatan sumber daya (fisik, psikologis, perilaku, kognitif).
Kode SLKI: L.13028
Deskripsi : Koping perorangan efektif.
Kode SIKI: I.13029
Deskripsi : Kaji kemampuan koping. Identifikasi stresor. Identifikasi dukungan sosial yang tersedia. Bantu klien mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri. Ajarkan teknik pemecahan masalah. Fasilitasi klien untuk mengungkapkan perasaan. Anjurkan partisipasi dalam kelompok pendukung. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk meningkatkan koping.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06016
Deskripsi : Kebutuhan tidur terpenuhi.
Kode SIKI: I.06017
Deskripsi : Kaji pola dan kebiasaan tidur. Identifikasi faktor yang mengganggu tidur. Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur. Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur. Atur posisi yang nyaman. Batasi pengunjung pada waktu istirahat. Kolaborasi pemberian obat tidur jika diperlukan. Monitor kualitas dan kuantitas tidur.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Kebersihan Diri
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/kebersihan diri sendiri.
Kode SLKI: L.03009
Deskripsi : Kemandirian dalam perawatan diri terpenuhi.
Kode SIKI: I.03010
Deskripsi : Kaji kemampuan klien dalam melakukan perawatan diri. Bantu klien memenuhi kebutuhan kebersihan diri. Ajarkan teknik perawatan diri yang aman. Berikan bantuan sesuai kebutuhan klien. Libatkan keluarga dalam perawatan diri. Monitor kebersihan kulit dan membran mukosa. Berikan pujian untuk setiap usaha mandiri yang dilakukan klien.
Article No. 22703 | 09 Nov 2025
Klinis : Gangguan Komunikasi Verbal (D.0119) penurunan sirkulasi serebral d.d pendengaran berkurang, kemampuan berbicara berkurang, afasia, tidak ada kontak mata aktif, sulit mempertahankan komunikasi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Afasia dan Kondisi Terkait Akibat Penurunan Sirkulasi Serebral
Kode ICD-10: I67.82
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan gangguan komunikasi verbal yang kompleks, terutama berupa afasia, yang diduga disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah ke otak (serebral). Afasia adalah gangguan kemampuan berbahasa yang memengaruhi produksi atau pemahaman ucapan dan kemampuan membaca atau menulis. Hal ini selaras dengan gejala yang dijelaskan seperti kemampuan berbicara berkurang, sulit mempertahankan komunikasi, dan tidak adanya kontak mata aktif yang dapat menjadi bagian dari defisit komunikasi global. Penurunan pendengaran juga dicatat, yang dapat memperburuk atau menyulitkan gambaran komunikasi. Kode I67.82 dalam ICD-10-CM secara spesifik mengacu pada "Encephalopathy due to hypoxemia, hypoxia, or ischemia cerebri," yang mencakup gangguan fungsi otak akibat berkurangnya suplai oksigen dan darah (iskemia). Oleh karena itu, kode ini tepat untuk mendokumentasikan gangguan neurologis, termasuk afasia, yang timbul dari dugaan penurunan sirkulasi serebral. Kondisi ini memerlukan evaluasi medis mendalam, seperti pencitraan neurologis, untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan penyebab pasti iskemia serebral, serta membedakannya dari penyebab afasia lainnya seperti stroke akut.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22704 | 09 Nov 2025
Klinis : Tn. R.A usia 60 tahun hari perawatan ke dua dengan diagnosis medis Gagal ginjal kronik. Pasien dibawa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar pada hari Rabu, 15 Juni 2022 pukul 15.00 WITA dengan sesak, disertai lemah badan terasa lemas, GCS 15 composmentis (M6V53E4), terpasang nasal kanul 5 Liter. Ketika tiba di RS, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fotoh torax dada dengan hasil edema paru, RBC 3.69, HGB 10.7, PDW 15.5, P-LCR 25.8, NEUT# 7.12, EO# 0.42. Pada saat pengkajian ditemukan data pasien mengatakan sesak napas, bengkak pada kaki sebelah kanan serta merasa lemah pada seluruh badan. Pasien mempunyai riwayat stroke sehingga ekstermitas seblah kanan mengalami kelemahan sejak 2010 sehingga ADL pasien dibantu keluarga/perawat. Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu berdiri sendiri, duduk masih memerlukan bantuan. Hasil observasi didapatkan tampak pasien mengalami parase ekstremitas kanan, kekuatan otot dan rentang gerak menurun, ADL dibantu perawat dan keluarga, tampak terpasang three way stopcock pada tangan sebelah kanan. Saat ini pasien mendapatkan terapi cpg 75mg 1x1/oral, aspilet 1x1/oral, sisvastatin 20mg 1x1/oral, furosemide 2 amp/IV, allopurinol 300mg 1x1/oral.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana darah yang dipompa oleh jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tujuan dari diagnosa ini adalah untuk meningkatkan output jantung agar kembali memadai. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah dan nadi dalam rentang normal untuk pasien, nadi perifer dapat teraba, kulit hangat dan kering, tidak ada edema paru (sesak napas, ortopnea), haluaran urine adekuat (lebih dari 30 ml/jam), serta status mental yang baik (compos mentis). Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan tanda-tanda vital, bunyi jantung, dan status pernapasan; pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan; pembatasan cairan; pemberian obat-obatan seperti diuretik (furosemide) sesuai resep; serta memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memfasilitasi pernapasan.
Kode SIKI: I.08001 - I.08008
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi penurunan kardiak output meliputi: memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur; mengauskultasi bunyi jantung dan suara napas; memantau status neurologis/mental; memantau haluaran urine; memberikan terapi oksigen sesuai program; membantu pasien dalam aktivitas untuk menghemat energi; memantau warna, suhu, dan kelembaban kulit serta pengisian kapiler; mengatur keseimbangan cairan; dan memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien serta keluarga tentang kondisi, pengobatan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan. Pada kasus Tn. R.A, data yang mendukung adalah sesak napas, edema paru yang terkonfirmasi dari foto thorax, dan pemberian furosemide intravena yang merupakan terapi untuk mengurangi beban cairan dan meningkatkan output jantung.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Tujuannya adalah agar pasien dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas. Kriteria hasilnya meliputi: pasien melaporkan penurunan keluhan lemas, mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuannya (Activity Daily Living/ADL) dengan bantuan, tanda-tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, serta kekuatan otot membaik. Perawat akan mengevaluasi kemampuan pasien dalam melakukan ADL, respon fisiologis terhadap aktivitas, dan tingkat kelemahan.
Kode SIKI: I.09001 - I.09008
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk intoleransi aktivitas mencakup: memantau respon fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan); mendorong istirahat yang cukup; membantu dalam perawatan diri (ADL) sesuai kebutuhan; mengajarkan teknik penghematan energi; melakukan latihan rentang gerak (ROM) secara bertahap; memantau tingkat kelelahan; dan berkolaborasi dengan fisioterapi jika diperlukan. Pada Tn. R.A, data yang sangat kuat adalah keluhan lemah seluruh badan, riwayat stroke dengan kelemahan ekstremitas kanan sehingga ADL sepenuhnya dibantu, serta ketidakmampuan untuk berdiri sendiri. Kondisi gagal ginjal kronik itu sendiri juga menyebabkan kelemahan dan kelelahan secara sistemik.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung sejak kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Tujuan utamanya adalah agar nyeri pasien teratasi. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya, dari skala 7 menjadi 3 atau kurang), tampak rileks dan mampu beristirahat, tanda-tanda vital dalam rentang normal, dan mampu melakukan aktivitas dengan lebih nyaman. Perawat akan menilai karakteristik nyeri (skala, lokasi, durasi) dan respon pasien terhadap intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.03001 - I.03014
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk nyeri akut meliputi: melakukan assessment nyeri secara komprehensif (skala, lokasi, karakter); mengajarkan teknik non-farmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi); memberikan analgetik sesuai resep dokter; memposisikan pasien dengan nyaman; memantau efektivitas dan efek samping terapi nyeri; serta memberikan pendidikan kesehatan tentang manajemen nyeri. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit keluhan nyeri, adanya "bengkak pada kaki sebelah kanan" dapat menimbulkan sensasi nyeri atau tidak nyaman. Selain itu, pemasangan three way stopcock untuk terapi intravena juga dapat menjadi sumber nyeri akut. Oleh karena itu, assessment lebih lanjut mengenai ada tidaknya nyeri sangat diperlukan.
Kondisi: Defisien Perawatan Diri: Mandi/Higiene, Berpakaian/ berdandan, Toileting
Kode SDKI: D.0043, D.0044, D.0045
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/higiene, berpakaian, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: L.10001, L.10002, L.10003
Deskripsi : Tujuannya adalah agar kebutuhan perawatan diri pasien dapat terpenuhi. Kriteria hasilnya adalah: pasien dapat menunjukkan partisipasi dalam perawatan diri, tubuh pasien bersih dan terbebas dari bau badan, pasien menggunakan pakaian yang rapi dan sesuai, serta kebutuhan eliminasi terpenuhi dengan bantuan. Perawat akan menilai tingkat ketergantungan pasien dan kemampuan yang masih dimiliki untuk berpartisipasi.
Kode SIKI: I.10001 - I.10021
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk defisien perawatan diri sangat komprehensif. Untuk mandi/higiene (I.10001-I.10007): memandikan pasien di tempat tidur jika tidak mampu ke kamar mandi, membersihkan mulut, menyikat gigi, merawat kulit dan rambut. Untuk berpakaian (I.10008-I.10012): membantu pasien memilih dan mengenakan pakaian, menggunakan alas kaki yang aman. Untuk toileting (I.10013-I.10021): membantu pasien ke toilet atau menggunakan pispot/urinal, membersihkan area genital setelah BAB/BAK, memastikan pasien kering dan nyaman, serta memantau pola eliminasi. Pada Tn. R.A, data yang mendukung sangat jelas, yaitu kelemahan ekstremitas kanan akibat stroke sehingga seluruh ADL-nya dibantu oleh perawat dan keluarga, termasuk ketidakmampuan untuk berdiri sendiri.
Article No. 22705 | 09 Nov 2025
Klinis : narkoba
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Narkoba
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301A
Deskripsi : Pasien dapat mengidentifikasi kekuatan koping personal.
Kode SIKI: 4310A
Deskripsi : Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk mengurangi gejala putus zat (detoksifikasi).
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301B
Deskripsi : Pasien dapat mengidentifikasi pola koping yang digunakan.
Kode SIKI: 4370
Deskripsi : Fasilitasi dukungan sosial.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301C
Deskripsi : Pasien dapat memilih strategi koping adaptif.
Kode SIKI: 4370
Deskripsi : Fasilitasi dukungan sosial.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301D
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan stres.
Kode SIKI: 5270
Deskripsi : Kelola stres.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301E
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan kualitas hidup.
Kode SIKI: 6440
Deskripsi : Terapi rekreasi.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301F
Deskripsi : Pasien dapat menggunakan strategi koping adaptif.
Kode SIKI: 5230
Deskripsi : Peningkatan koping.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301G
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan fungsi sosial.
Kode SIKI: 4370
Deskripsi : Fasilitasi dukungan sosial.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301H
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan fungsi pekerjaan.
Kode SIKI: 4370
Deskripsi : Fasilitasi dukungan sosial.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301I
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan fungsi keluarga.
Kode SIKI: 7140
Deskripsi : Peningkatan koping keluarga.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301J
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan fungsi spiritual.
Kode SIKI: 5420
Deskripsi : Peningkatan spiritualitas.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301K
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan peningkatan harga diri.
Kode SIKI: 5400
Deskripsi : Peningkatan harga diri.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301L
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku kekerasan.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen perilaku.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301M
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku merusak diri.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen perilaku.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301N
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku bunuh diri.
Kode SIKI: 6340
Deskripsi : Pencegahan bunuh diri.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301O
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku berisiko.
Kode SIKI: 6490
Deskripsi : Konseling risiko perilaku seksual.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301P
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku kriminal.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen perilaku.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301Q
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku penggunaan zat.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen perilaku.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301R
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan penurunan perilaku berjudi.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen perilaku.
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: 2301S
Deskripsi : Pasien dapat melaporkan
Article No. 22706 | 09 Nov 2025
Klinis : nefrostomi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nefrostomi
Kode ICD-10: Z43.6
Deskripsi Singkat : Nefrostomi adalah suatu prosedur pembedahan untuk membuat saluran buatan dari ginjal ke kulit permukaan tubuh, biasanya dengan memasang sebuah selang (kateter) melalui sayatan kecil di punggung. Tujuan utama dari nefrostomi adalah untuk mengalirkan urine secara langsung dari ginjal ketika aliran normalnya terhambat. Kondisi yang memerlukan tindakan ini antara lain batu ginjal besar, striktur (penyempitan) ureter, tumor yang menekan saluran kemih, atau kebocoran urine setelah operasi. Kode ICD-10 Z43.6 secara khusus mengacu pada "Perawatan alat bantu nefrostomi dan alat bantu saluran kemih lainnya". Kode ini digunakan dalam konteks perawatan lanjutan atau pemantauan rutin terhadap selang nefrostomi yang sudah terpasang, seperti untuk penggantian, irigasi, atau evaluasi fungsi alat tersebut. Penting untuk dicatat bahwa kode ini bukan untuk prosedur pemasangan nefrostomi itu sendiri (yang memiliki kode prosedur), melainkan untuk status atau perawatan pemeliharaan dari alat yang sudah ada. Tindakan ini bersifat sementara atau permanen, tergantung pada penyebab dasar sumbatan, dan bertujuan untuk menyelamatkan fungsi ginjal dengan mencegah kerusakan lebih lanjut akibat penumpukan urine (hidronefrosis).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280