Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22734 | 13 Nov 2025
Klinis : II. DATA MEDIK A. Dikirim Oleh : v UGD Dokter praktek B. Diagnosa Medik : Saat Masuk : Viral Infection, B-20, TB Paru Saat pengkajian : Viral Infection, B-20, TB Paru III. KEADAAN UMUM A. KEADAAN SAKIT : Klien tampak sakit ringan / sedang / berat / tidak tampak sakit Alasan : Tak bereaksi / baring lemah / duduk / aktif / gelisah / posisi tubuh / pucat / Cyanosis / sesak napas / penggunaan alat medik IV Lain – lain : Asering/8jam B. TANDA – TANDA VITAL : Kesadaran Kualitatif : Compos mentis Somnolens Coma Apatis Soporocomatous Kuantitatif: Skala Coma Glasgow : Respon Motorik : 6. Jumlah 15 Respon Bicara : 5 Respon Membuka mata : 4 Kesimpulan : Composmentis Flaping Tremor / asterixis Positif Negatif 2. Tekanan darah : 110/70 mm Hg M A P : 83.3 mm Hg Kesimpulan : Perfusi aliran darah adekuat ke organ 3. Suhu : 36.30C Oral Forehead Rectal Nadi : 81 HR : 82 Pernapasan : Frekuensi 17x / menit Irama : Teratur Kusmaull Cheysnes - Strokes Jenis : Dada Perut C. PENGUKURAN 1. Lingkar Lengan Atas : ………………… Cm 2. Tinggi Badan : 166 Cm Berat Badan : 47 Kg I.M.T ( Indeks Masa Tubuh ) : 17.1 Kg / m2 Kesimpulan : Kurus Ringan D. GENOGRAM : PENGKAJIAN POLA KESEHATAN A. KAJIAN PERSEPSI KESEHATAN – PEMELIHARAAN KESEHATAN Riwayat Penyakit Yang Pernah Dialami : Sakit berat, dirawat, kecelakaan, operasi, gangguan kehamilan / persalinan, abortus, transfusi, reaksi alergi : Kapan Catatan Klien mengatakan mempunyai ASMA karena tenggelam saat SD namun sudah sembuh. Klien mengatakan tidak memiliki riwayat jantung, DM, hipertensi, dan penyakit keturunan lainnya di keluarga Kapan Catatan ……………………………………………......... Klien mengatakan mulai sekait pada tanggal 23 September dengan keluhan mudah lelah saat aktivitas, lemas bahkan saat ngomong, di bawa ke klinik awalnya hanya demam biasa, diberi obat dan pulang, 2 hari kemudian demam lagi gejala mudah lelah dan lemas muncul lagi dicurigai Thypes atau DBD, dibawa ke Rumah sakit Antam, dilakukan cek Widal dan H2TL dengan hasil trombosit 90.000 kemudian dirawat 29-30 September. Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan tidak merokok, Klien sehari hari bekerja sebagai operator produksi di Yamaha Music, Klien mengatakan sebelum sakit suka nongkrong dengan teman saat libur. Klien mengatakan kalau sakit hanya membeli obat warung dan cek ke klinik. b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan setelah dirawat pada tanggal 29-20 September mendapat surat istirahat selama 3 hari. Kemudian tanggal 17-20 Oktober demam lagi klien membeli baybay fever hingga 6, klien mengatakan tidak mengukur suhunya namun klien merasa sangat panas. Klien mengatakan mendapatkan penyakit TB karena debu pada proses pembuatan gitar, dan ventilasi lingkungan yang kurang bersih di sekitar area kost, klien mengatakan mendapatkan HIV dari mantannya yang bulan Juli. Klien mengatakan meriang saat hari Minggu 9 November 2025, batuk, pilek, mual dan tidak muntah. Data Obyektif a. Observasi Kebersihan rambut : Bersih, Minyak (-), rontok (-), kutu (-) Kulit kepela : nyeri tekan (-), bentuk kepala simetris, lesi (-) Kebersihan kulit : Bersih tidak ada lesi Higiene rongga mulut : mukosa bibir lembab, bau mulut (-), peradangan (-) Kebersihan genetalia : - Kebersihan anus : - B. KAJIAN NUTRISI METABOLIK Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan tidak ada alergi pada makanan atau minuman, sehari hari klien makan 3x sehari Klien mengatakan BB sebelum sakit: 55. Klien mengatakan tidak menjalani diet. Klien mengatakan jarang minum air putih sebelum sakit perkiraan hanya 1 botol aqua 600 ml b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan meriang sejak hari Minggu 9 November, ada mual tidak ada muntah, pusing, lemes, lidah terasa pahit, ada penurunan nafsu makan, klien mengatakan makan 2 x sehari, dengan menu buah, dan sayur. Klien mengatakan sejak sakit mulai dibiasakan sering minum air putih perkiraan sekitar 1000 ml/hari. Klien mengatakan sejak sakit suka keringatan dan badan meriang Data Obyektif a. Observasi BB: 47, Tinggi 166, Suhu: 36,7, BU: 20x/menit, Pemeriksaan Fisik Keadaan rambut bersih Hidrasi kulit lembab Palpebra Simetris Konjungtiva ananemis Sclera anikterik Hidung simetris Rongga mulut Bersih Gusi tidak ada peradangan Gigi geligi rapih Gigi palsu (-) Kemampuan mengunyah keras pasien mampu mengunyah dengan baik Lidah…… Tonsil ……………………………………………... Pharing ……………………………………………………………………………… Kelenjar getah bening leher …………………………………………………………. Kelenjar parotis ……......……... Kelenjar tyroid tidak bengkak Abdomen Inspeksi : Bentuk simetris Bayangan vena (-) Benjolan vena (-) Auskultasi: Peristaltik 20 X / menit Palpasi : Tanda nyeri umum nyeri tekan (-) Massa (-) Hidrasi kulit lembab Nyeri tekan : R. Epigastrica Titik Mc. Burney R. Suprapubica R. Illiaca Hepar ……………………………………………………………………………… Lien ……………………………………………………………………………… Perkusi …………………………………………………………………................ Ascites Negatif Positif, Lingkar perut ……….. / ……..… / ….…..….. cm Kelenjar limfe inguinal …………………………………………………………… Kulit : Spider naevi Negatif Positif Uremic frost Negatif Positif Edema Negatif Positif, Lokasi : ……………………… Icteric Negatif Positif Tanda – tanda radang (-) Lesi : (-) Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium : Lain – lain : Terapi : KAJIAN POLA ELIMINASI 1. Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan kost kostnya kamar mandi luar, biasa BAK kurang lebih 7x/hari, BAB 1x/hari. b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan semenjak sakit lebih sering BAK, Klien mengatakan tidak ada keluhan saat BAB atau BAK 2. Data Obyektif Observasi : Klien tampak mampu pergi ke toilet sendiri Pemeriksaan Fisik Peristaltik usus : 20 x / menit Palpasi suprapublika : kandung kemih Penuh Kosong Nyeri ketuk ginjal : Kiri : Negatif Positif Kanan : Negatif Positif Mulut Urethra : ……………………………………………………………………... Anus : Peradangan Negatif Positif Fissura Negatif Positif Hemoroid Negatif Positif Prolapsus recti Negatif Positif Fistula ani Negatif Positif Masa Tumor Negatif Positif c. Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium : Lain – lain : d. Terapi : Asering/6 Jam KAJIAN POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN 1. Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan tidak pernah olahraga, saat libur klien pergi nongkrong dan main dengan teman temannya. b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan mudah lelah saat melakukan aktivitas, bahkan pernah klien lelah hanya dengan berbicara, Klien mengatakan sempat ada sesak napas namun sudah hilang, Klien mengatakan ada batuk kering sejak 2 bulan yang lalu. Klien mengatakan masih melakukan aktivitasnya sendiri tanpa dibantu orang lain 2. Data Obyektif Observasi : Aktifitas Harian : Makan (0) Mandi (0) Berpakaian (0) Kerapian (0) Buang air besar (0) Buang air kecil (0) Mobilisasi di tempat tidur (0) Ambulasi : mandiri / tongkat / kursi roda / tempat tidur Postur tubuh : Tegap Gaya jalan : …………………………………………………………………………… Anggota gerak yang cacat : Tidak ada Fiksasi : (-) Tracheaostomie : (-) b. Pemeriksaan Fisik J V P : …………....…………… cm H2O Kesimpulan : ……………………………………………………………………… Perfusi pembuluh perifer kuku : <3 detik Thorax dan pernapasan Inspeksi : Bentuk thorax : Simetris Stridor : Negatif Positif Dyspnea d’effort : Negatif Positif Sianosis : Negatif Positif Palpasi : Vocal Fremitus …………………………………………………………. Perkusi : Sonor Redup Pekak Batas paru hepar : ………………………………………………… Kesimpulan : …………………………………………….. Auskultasi : Suara Napas : ………………………………………………… Suara Ucapan : ………………………………………………. Suara Tambahan : ………………………………………………. Jantung Inspeksi : Ictus Cordis : ……………………………………………… Klien menggunakan alat pacu jantung : Negatif Positif Palpasi : Ictus Cordis…………………………………………………………….. Thrill Negatif Positif Perkusi Batas atas jantung : ……………………………………………… Batas kanan jantung : …………………………………………… Batas kiri jantung : ………………………………………….. Auskultasi : Bunyi Jantung II A : ………………………………………….. Bunyi Jantung II P : …………………………………………….. Bunyi Jantung I T : ………………………………………….. Bunyi Jantung I M : ………………………………………….. Bunyi Jantung III Irama Gallop : Negatif Positif Murmur : Negatif Positif : Tempat : ………………………………. Grade : ………………………………. HR : 81 X / menit Bruit Aorta : Negatif Positif A. Renalis : Negatif Positif A. Femortalis : Negatif Positif Lengan Dan Tungkai Atrofi otot : Negatif Positif, Tempat : …………………… Rentang gerak : …………………………………………………………… Mati sendi : (-) Kaku sendi : (+) Uji kekuatan otot : kiri : 1 2 3 4 5 kanan : 1 2 3 4 5 Reflex Fisiologik : +/+. Reflex Patogik : Babinski, kiri Negatif Positif kanan Negatif Positif Clubing Jari – jari : Negatif Positif Varices Tungkai : Negatif Positif Columna Vertebralis Inspeksi : Kelainan bentuk :(-) Palpasi : Nyeri tekan : Negatif Positif N. III – IV – VI : ………………………………………………………………. N. VII Rombang Test : Negatif Positif N. XI : ………………………………………………………………… Kaku kuduk : c. Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium : Lain – lain : d. Terapi : KAJIAN POLA TIDUR DAN ISTIRAHAT 1. Data subyektif Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan tidur menggunakan 2 kipas, Klien mengatakan biasa tidur 7 jam/hari karena saat malam suka pergi nongkrong/ makan dengan teman Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan batuk saat malam hari sehingga mengganggu tidur kadang disertai sesak, Klien mengatakan semenjak sakit mudah mengantuk dan terasa lemes bahkan saat bangu tidur kadang disertai pusing 2. Data Obyektif Observasi : Expresi wajah mengantuk : Negatif Positif Banyak menguap : Negatif Positif Palpebrae Inferior berwarna gelap : Negatif Positif Terapi : KAJIAN POLA PERSEPSI KOGNITIF 1. Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit : b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan sejak sakit merasa lidahnya pahit ketika bangun tidur, klien mengatakan pernah suatu saat setelah di diagnosa B-20 dan TBC merasa hilang penghidungan dan perasa rasa manis. Klien mengatakan pusing, lemas dan leher terasa pegal hingga ke pelipis kepala terasa sakit. Klien mengatakan leher sempat bengkak, sakit saat disentuh, nyeri menetap, skala 8/10 tetapi hilang dengan sendirinya. 2. Data Obyektif Observasi Klien tidak tampak menggunakan alat bantu dengar, kacamata. Tampak bercak putih pada lidah klien. Tidak ada pembengkakan kelenjar getah bening. Pemeriksaan Fisik Penglihatan Cornea : ………………………………………………… Visus : ………………………………………………… Pupil :………………………………………………...... Lensa Mata :………………………………………………….. Tekanan Intra Ocular ( TIO ) : ……………………………………………… Pendengaran Pina : ………………………………………………… Canalis : ………………………………………………… Membran Tympani :…………………………………………………. Tes Pendengaran : ………………………………………………… Pengenalan rasa posisi pada gerakan lengan dan tungkai : ………………………………………………………………………………………… N I : …………………………………………………………… N II : ……………………………………………………….…… N V Sensorik : …………………………………………………………….. N V Motorik : ………………………………………………………………. N VII Sensorik : …………………………………………………………….. N VII Motorik : ………………………………………………………………… N VIII Pendengaran : …………………………………………………………….. N IX sensorik : ……………………………………………………………….. N IX Motorik : ……………………………………………………………….. N X : ……………………………………………………………….. N XI : ……………………………………………………………….. N XII : ……………………………………………………………….. Tes Romberg : ……………………………………………………………… Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium : Lain – lain : Terapi : G. KAJIAN POLA PERSEPSI DAN KONSEP DIRI 1. Data Subyektif a. Keadaan sebelum sakit: Klien mengatakan mampu untuk keluar dari situasi yang menurutnya toxic di lingkungan pekerjaan saat di cikarang tetapi semenjak pindah ke jakarta ia merasa terbawa arus. b. Keadaan sejak sakit: Klien mengatakan ada rasa kecewa yang dalam dan menyesal kerana terbawa arus semenjak pindah tempat tinggal dari cikarang ke jakarta, Klein juga mengatakan khawatir karena mudah demam klien khawatir hidupnya tidak akan lama. Klien mengatakan dengan kondisinya sekarang klien merasa malu untuk mengungkapkan ke beberapa orang terkait penyakitnya. 2. Data Obyektif Observasi Kontak mata : klien mampu menjaga kontak mata dengan baik saat bicara Rentang perhatian : Klien tidak mudah terdistraksi dengan hal lain saat bicara. Suara dan cara bicara : Suara terdengar jelas, intonasi dan volume sesuai situasi, lafal kata tepat, Postur tubuh : Tegak namun santai, gerakan tubuh natural, tidak kaku atau terlalu membungkuk Pemeriksaan Fisik Kelainan bawaan yang nyata : (-) Abdomen : Bentuk : Simetris Bayangan vena : (-). Benjolan massa : (-) Kulit : lesi kulit : (-) Penggunaan protesa : Hidung Payudara Lengan Tungkai H. KAJIAN POLA PERAN DAN HUBUNGAN DENGAN SESAMA 1. Data Subyektif Keadaan sebelum sakit: Klien mengatakan memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga, Klien memiliki 1 kakak perempuan yang sudah menikah. Klien sudah merantau 1, 5 tahun di Jakarta, klien mengatakan awalnya ia merantau di cikarang namun lingkungan kerja yang toksik membuat klien pindah tempat kerja hingga ke Yamaha Music. Klien mengatakan suka menghabiskan waktu bersama teman temannya jika libur untuk nongkrong atau pergi makan. Keadaan sejak sakit Klien mengatakan yang mengetahui klien terkena penyakit B-20 hanya 2 orang sahabat perempuannya terdekat sekaligus teman sejawat, Klien mengatakan bahwa orang tua dan keluarga belum mengetahui bahwa klien terkena penyakit B-20, keluarga hanya mengetahui klien terkena TBC. Klien mengatakan bahwa orang yang mengetahuinya tidak ada yang menjauh dan klien berusaha untuk tetap menjalani semuanya dengan semangat. 2. Data Oyektif Observasi Kllien tampak kooperatif selama sesi observasi, Klien tidak tampak pelo atau gugup selama sesi observasi I. KAJIAN POLA REPRODUKSI - SEKSUALITAS 1. Data Subyektif Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan memiliki trauma karena bapaknya galak, dan bersekolah di SMK yang mayoritas perempuan, sehingga klien merasa ada kenyamanan dengan pria yang mengayomi perempuan Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan melakukan hubungan seks yang membuatnya kena virus HIV pada Bulan Juli dengan pria. Setelah itu Klien mengatakan beberapa kali berkencan dengan Pria dan memiliki hubungan seks bebas, tetapi rata rata hubungan tidak bertahan lama dan hanya berlangsung dalam hitungan minggu kemudian putus. 2. Data Obyektif Observasi Tampak tidak ditemukan perilaku yang menyimpang secara eksplisit yang bertentangan dengan jenis kelamin klien selama sesi observasi. Pemeriksaan Fisik (-) Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium : Lain – lain : Terapi : J. KAJIAN MEKANISME KOPING DAN TOLERANSI TERHADAP STRES 1. Data Subyektif Keadaan sebelum sakit : Sebelum sakit klien mengatakan suka nongkrong dan pergi keluar bersama teman temannya, Klien mengatakan memiliki 2 teman dekat untuk diceritakan tentang masalah yang dihadapinya. Jika sakit klien mengatakan membeli obat di warung atau pergi ke klinik terdekat Keadaan sejak sakit : Klien rutin minum obat OAT, ARV DTG, ARV TLD, Contrimoxazole, Klien mengatakan sejak sakit menjadi khawatir memiliki umur yang pendek karena informasi yang beredar dari tiktok. Klien mengatakan berencana pindah tempat kost kerana merawa situasi toxic di lingkunga kost dari kebersihan dan sosial. 2. Data Obyektif Observasi Klien tampak kooperatif dan terbuka terhadap penyakitnya, Klien tampak memiliki semangat untuk sembuh dengan mencatat rutin minum obat. Pemeriksaan Fisik Tekanan darah : Berbaring : 112/68 mm Hg Duduk : 110/70 mm Hg Berdiri : 108/70 mm Hg Kesimpulan :Hipotensi Ortostatik : Negatif Positif HR : 81 X / menit Kulit : Keringat dingin : (v) Basah : (-) Terapi : K. KAJIAN POLA SISTEM NILAI KEPERCAYAAN 1. Data Subyektif Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan sempat berdoa memohon agar dijauhkan dari hal yang selama ini dirasa dilakukan kurang baik sebelum mulai mengalami gejala demam naik turun, mual muntah dan didiagnosa HIV dan TBC Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan tetap percaya masih ada keajaiban dan merasa bersyukur karena akhirnya dia benar benar dijauhkan dari hal yang seharusnya tidak ia lakukan. 2. Data Obyektif Observasi (-).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0117
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap patogen yang dapat membahayakan kesehatan, terkait dengan imunosupresi.
Kode SLKI: 2419
Deskripsi : Pengendalian Risiko Infeksi. Tujuannya adalah untuk mencegah atau mengurangi risiko infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi, 2) Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan, drainase, atau bau tidak sedap pada area luka/skin breakdown, 3) Menunjukkan nilai laboratorium dalam rentang normal (misalnya, leukosit), 4) Status nutrisi adekuat, 5) Menjaga integritas kulit dan membran mukosa.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mencegah, memantau, dan mengatasi infeksi. Aktivitas keperawatan yang direncanakan termasuk: 1) Memantau tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal (seperti demam, menggigil, kemerahan, bengkak, drainase purulen, peningkatan jumlah sel darah putih). 2) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait dengan infeksi. 3) Menerapkan dan mempertahankan teknik aseptik dan antiseptik selama perawatan. 4) Mendorong dan membantu dalam peningkatan asupan nutrisi dan cairan untuk mendukung sistem imun. 5) Mengajarkan kepada klien dan keluarga tanda-tanda infeksi dan kapan harus melaporkan kepada tenaga kesehatan. 6) Mendorong istirahat yang cukup untuk menunjang proses penyembuhan. 7) Memantau dan mempertahankan kebersihan perorangan yang optimal, termasuk kebersihan mulut dan kulit. 8) Mengkolaborasikan pemberian terapi antibiotik atau antimikroba sesuai resep. 9) Mengajarkan teknik mencuci tangan yang benar kepada klien dan keluarga. 10) Membatasi pengunjung yang menunjukkan tanda-tanda infeksi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0303
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, ditandai dengan penurunan berat badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Status Nutrisi. Tujuannya adalah untuk mencapai atau mempertahankan status nutrisi yang optimal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan tubuh, 2) Berat badan dan IMT dalam rentang normal, 3) Tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi (seperti kelemahan, rambut rontok, kulit kering), 4) Kadar albumin dan protein dalam darah dalam batas normal, 5) Memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan asupan nutrisi. Aktivitas keperawatan yang direncanakan termasuk: 1) Memantau asupan makanan dan cairan setiap hari. 2) Menimbang berat badan secara teratur. 3) Bekerja sama dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi yang sesuai dengan kondisi klien. 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. 5) Menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik dan sesuai dengan selera klien. 6) Menganjurkan dan membantu kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. 7) Memantau tanda-tanda laboratorium yang terkait status nutrisi (seperti albumin, hemoglobin). 8) Mengidentifikasi dan meminimalkan faktor yang mengganggu asupan nutrisi (seperti mual, mulut pahit). 9) Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi seimbang untuk mendukung sistem imun. 10) Menganjurkan suplemen nutrisi oral jika diperlukan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0201
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Kemampuan Aktivitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi dan kemampuan dalam melakukan aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari (seperti mandi, berpakaian, ambulasi) sesuai dengan tingkat kemampuannya, 2) Melaporkan penurunan keluhan sesak napas, kelelahan, atau kelemahan saat beraktivitas, 3) Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah beraktivitas, 4) Menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak sendi.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara konsumsi dan konservasi energi. Aktivitas keperawatan yang direncanakan termasuk: 1) Memantau respons klien terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, sesak napas, kelelahan). 2) Mengajarkan teknik konservasi energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (mandi, berpakaian), mengambil istirahat yang cukup di antara aktivitas, dan memprioritaskan aktivitas yang penting. 3) Membantu klien dalam mengidentifikasi aktivitas yang dapat didelegasikan atau dibantu. 4) Mendorong aktivitas ringan yang progresif sesuai toleransi. 5) Menjadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas yang melelahkan. 6) Memastikan lingkungan yang aman dan mendukung untuk mobilisasi. 7) Mengkolaborasikan terapi okupasi atau fisioterapi jika diperlukan. 8) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium yang mempengaruhi energi (seperti hemoglobin). 9) Menganjurkan posisi yang nyaman untuk memfasilitasi pernapasan dan penghematan energi.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0501
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Kualitas Tidur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Melaporkan peningkatan perasaan segar setelah bangun tidur, 2) Durasi tidur cukup sesuai kebutuhan, 3) Tidak sering terbangun di malam hari, 4) Mengungkapkan kepuasan dengan pola tidurnya, 5) Tidak menunjukkan tanda-tanda kurang tidur seperti mata berkantung, menguap berlebihan, atau lekas marah di siang hari.
Kode SIKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Intervensi ini bertujuan untuk memfasilitasi tidur yang nyenyak dan nyaman. Aktivitas keperawatan yang direncanakan termasuk: 1) Memantau pola tidur dan faktor-faktor yang mengganggu (seperti batuk, sesak). 2) Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (redupkan lampu, minimalkan kebisingan, suhu ruangan nyaman). 3) Menganjurkan ritual sebelum tidur yang menenangkan, seperti mandi air hangat atau membaca. 4) Membantu klien menemukan posisi tidur yang nyaman untuk meminimalkan batuk atau sesak. 5) Membatasi kunjungan dan prosedur yang tidak perlu selama jam tidur. 6) Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk membantu memulai tidur. 7) Mengkolaborasikan pemberian obat batuk atau terapi nebulisasi sebelum tidur untuk mengurangi gejala yang mengganggu. 8) Menghindari konsumsi kafein atau makanan berat menjelang waktu tidur. 9) Mendorong untuk membatasi waktu tidur siang jika mengganggu tidur malam.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 1001
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, khawatir, atau ketakutan yang tidak jelas sumbernya terkait dengan antisipasi ancaman, yang pada kasus ini adalah diagnosis penyakit serius (HIV dan TB) dan ketakutan akan masa depan.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Tujuannya adalah untuk mengurangi perasaan cemas dan mengembangkan mekanisme koping yang adaptif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Mengungkapkan penurunan perasaan cemas dan khawatir, 2) Tampak rileks dan mampu beristirahat, 3) Menunjukkan kemampuan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan, 4) Menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengelola stres, 5) Tanda-tanda vital dalam rentang
Article No. 22735 | 13 Nov 2025
Klinis : NYERI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: NYERI
Kode SDKI: 1120
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti kerusakan; onsetnya tiba-tiba atau lambat, intensitasnya ringan hingga berat, dan durasinya berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 4320
Deskripsi : Manajemen Nyeri Akut. Tujuan utama dari SLKI ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit akut yang dialami oleh pasien. Luaran yang diharapkan mencakup penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, peningkatan kemampuan untuk beristirahat dan tidur, serta peningkatan partisipasi dalam aktivitas dan perawatan diri. Perawat akan memantau dan mendokumentasikan karakteristik nyeri, termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala nyeri), kualitas, dan faktor yang memperingan atau memperberat. Intervensi kunci meliputi pemberian analgesik sesuai resep dokter secara tepat waktu, memastikan dosis dan rute pemberian yang tepat, serta memantau efektivitas dan efek samping obat. Selain intervensi farmakologis, perawat juga akan menerapkan pendekatan non-farmakologis seperti terapi distraksi (misalnya, mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi (teknik napas dalam, imajinasi terbimbing), dan terapi dingin atau panas jika sesuai. Posisi tubuh pasien akan diatur untuk kenyamanan maksimal, dan lingkungan akan dimodifikasi untuk mengurangi stres. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, dan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri juga merupakan komponen penting. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, serta mengamati tanda-tanda perilaku dan fisiologis yang terkait dengan nyeri.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dirancang untuk mengatasi nyeri yang dialami pasien. Tindakan-tindakan ini meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif secara teratur, termasuk menanyakan kepada pasien tentang skala nyeri (0-10 atau skala wajah), lokasi, karakteristik, durasi, dan faktor pemicu. Pengkajian juga mencakup observasi terhadap tanda-tanda nonverbal seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis, atau perilaku melindungi area tertentu. 2) Mengajarkan dan meminta pasien untuk menggunakan alat pengukur nyeri yang sesuai secara konsisten, sehingga dapat memantau perkembangan. 3) Memberikan analgesik yang diresepkan secara tepat waktu, terutama sebelum nyeri menjadi berat, dan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi obat dalam waktu 30 menit untuk pemberian intravena atau 1 jam untuk pemberian oral. 4) Mempertimbangkan dan menerapkan metode non-farmakologis sebagai terapi tambahan atau utama, seperti teknik distraksi (mengalihkan perhatian dengan aktivitas), relaksasi (latihan napas, meditasi), masase lembut, atau aplikasi kompres hangat/dingin sesuai indikasi. 5) Memodifikasi lingkungan untuk menciptakan suasana yang tenang, mengurangi kebisingan dan cahaya yang mengganggu, serta memastikan tempat tidur nyaman. 6) Melibatkan keluarga dalam perawatan dengan memberikan edukasi tentang cara mereka dapat membantu pasien mengelola nyeri, misalnya dengan teknik distraksi sederhana atau pelaporan perubahan perilaku pasien. 7) Mendokumentasikan semua temuan pengkajian, intervensi yang diberikan, dan respons pasien secara akurat dan berkelanjutan untuk evaluasi dan penyesuaian rencana perawatan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan biopsikososial untuk mencapai manajemen nyeri yang optimal.
Article No. 22736 | 13 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki Usia: 58 tahun, dengan riwayat penyakit: Gagal ginjal kronik (stadium IV) sejak 3 tahun lalu, hipertensi 10 tahun, diabetes melitus tipe 2. Pasien menjalani hemodialisis rutin 2x seminggu. Dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluahan sesak disertai keluhan mudah lelah, cepat lemas, dan wajah pucat. Tidak ada perdarahan, muntah darah, atau feses hitam. Hasil pemeriksaan fisik: Tekanan darah: 150/90 mmHg, Nadi: 110 kali/menit, RR 23x/mt, saturasi 90%, konjungtiva pucat, acral dingin, CRT <2 detik, edema pada ektremitas bawah grade 2, tidak teraba pembesaran hati dan tidak ada ikhterik. Hasil pemeriksaan lab: Hb 6,2 dr/dl, Ht 25%, MCV 80 fl (NOrmosistik), MCH 29 pg (normal), ferritin 220 ng/ml, Serum Iron 75 mug/dl. TSAT = (75/300) x 100% = 25%
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik Stadium IV
Kode ICD-10: N18.4
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki berusia 58 tahun dengan riwayat Gagal Ginjal Kronik (GGK) stadium IV, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang menjalani hemodialisis rutin, datang dengan keluhan sesak, mudah lelah, lemas, dan wajah pucat. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda anemia seperti konjungtiva pucat, saturasi oksigen rendah (90%), dan takikardia. Pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi anemia berat dengan kadar hemoglobin 6,2 g/dL dan hematokrit 25%. Anemia pada pasien ini bersifat normositik (MCV normal) dan kemungkinan besar merupakan anemia pada penyakit ginjal kronik, yang disebabkan oleh defisiensi produksi eritropoietin oleh ginjal yang rusak. Meskipun status zat besi (ferritin dan serum iron) dalam batas normal hingga cukup, hal ini umum terjadi pada anemia penyakit kronis seperti GGK, di mana besi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik untuk eritropoesis. Kode ICD-10 N18.4 secara spesifik mengindikasikan penyakit ginjal kronik stadium 4, yang merupakan kondisi dasar yang menyebabkan anemia ini. Anemia yang signifikan ini menjelaskan gejala sesak, kelelahan, dan pucat pasien, serta berkontribusi pada beban jantung yang ditunjukkan oleh tekanan darah tinggi dan denyut nadi yang cepat, yang memerlukan penanganan seperti pemberian eritropoiesis-stimulating agent (ESA) dan mungkin suplementasi zat besi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22737 | 13 Nov 2025
Klinis : klien lemas pusing, kesemutan pada ekstremitas, pucat, konjungtiva anemis, pansitopenia, hb 8,80, rbc 2,86 , wbc 5,15, plt, 3,00 , ht 27,50, turgor kulit menurut, crt. 2 detik
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Anemia Aplastik
Kode ICD-10: D61.9
Deskripsi Singkat : Deskripsi kondisi pasien menunjukkan gambaran klinis yang sangat khas untuk anemia aplastik. Kondisi ini merupakan kegagalan sumsum tulang yang ditandai dengan pansitopenia (penurunan semua jenis sel darah: eritrosit, leukosit, dan trombosit) di darah perifer. Gejala lemas, pusing, pucat, dan konjungtiva anemis secara langsung disebabkan oleh anemia berat (Hb 8,80 g/dL dan hematokrit 27,50%) akibat rendahnya jumlah sel darah merah (RBC 2,86 juta/µL). Kesemutan pada ekstremitas bisa berkaitan dengan anemia yang berat. Trombositopenia yang sangat rendah (platelet 3.000/µL) meningkatkan risiko perdarahan spontan, meskipun tidak disebutkan dalam deskripsi. Hitung leukosit (WBC) yang normal dalam konteks ini justru dapat mencerminkan kegagalan sumsum tulang, karena sumsum yang sehat seharusnya mampu meningkatkan produksi leukosit sebagai respons. Tanda-tanda seperti turgor kulit menurun dan CRT 2 detik menunjukkan kemungkinan dehidrasi atau kompensasi hemodinamik, yang dapat memperburuk kondisi. Kode ICD-10 D61.9 digunakan untuk Anemia Aplastik yang Tidak Ditentukan, yang mencakup kegagalan sumsum tulang yang menyebabkan pansitopenia tanpa penyebab yang lebih spesifik disebutkan. Anemia aplastik adalah keadaan darurat hematologi yang memerlukan penanganan segera, seringkali dengan transfusi darah dan terapi imunosupresif, atau transplantasi sumsum tulang.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22738 | 13 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki Usia: 58 tahun, dengan riwayat penyakit: Gagal ginjal kronik (stadium IV) sejak 3 tahun lalu, hipertensi 10 tahun, diabetes melitus tipe 2. Pasien menjalani hemodialisis rutin 2x seminggu. Dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluahan sesak disertai keluhan mudah lelah, cepat lemas, dan wajah pucat. Tidak ada perdarahan, muntah darah, atau feses hitam. Hasil pemeriksaan fisik: Tekanan darah: 150/90 mmHg, Nadi: 110 kali/menit, RR 23x/mt, saturasi 90%, konjungtiva pucat, acral dingin, CRT <2 detik, edema pada ektremitas bawah grade 2, tidak teraba pembesaran hati dan tidak ada ikhterik. Hasil pemeriksaan lab: Hb 6,2 dr/dl, Ht 25%, MCV 80 fl (NOrmosistik), MCH 29 pg (normal), ferritin 220 ng/ml, Serum Iron 75 mug/dl. TSAT = (75/300) x 100% = 25%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia pada Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko atau adanya penurunan kadar hemoglobin dan/atau jumlah sel darah merah
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Peningkatan kadar hemoglobin dan/atau jumlah sel darah merah
Kode SIKI: I.01238
Deskripsi : Monitor tanda dan gejala anemia (kelemahan, kelelahan, pucat, sesak napas, takikardia, penurunan saturasi oksigen)
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan
Kode SLKI: L.03010
Deskripsi : Peningkatan toleransi aktivitas
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Monitor tanda dan gejala intoleransi aktivitas (kelelahan, kelemahan, sesak napas, nyeri dada, takikardia, takipnea, penurunan saturasi oksigen, pucat, perubahan tekanan darah)
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Gangguan inspirasi dan/atau ekspirasi yang menyebabkan ketidakadekuatan ventilasi
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Pola napas efektif
Kode SIKI: I.01196
Deskripsi : Monitor pola, irama, dan kedalaman pernapasan
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh
Kode SLKI: L.03025
Deskripsi : Curah jantung adekuat
Kode SIKI: I.01217
Deskripsi : Monitor tanda dan gejala penurunan curah jantung (hipotensi, takikardia, penurunan kesadaran, penurunan produksi urin, kulit dingin, pucat, edema)
Article No. 22740 | 13 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan lemas, badan seperti tidak ada tenaga, tidak nafsu makan , nyeri sendi dan nyeri pinggang, pasien mempunyai riwayat asam urta tinggi, pemeriksaan terakhir kadar asam urat 14 mg/dl dengan diagnosa medis malaise
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hiperurisemia tanpa tanda inflamasi atau artritis terkait, dan Malaise
Kode ICD-10: E79.0 dan R53.1
Deskripsi Singkat : Kondisi pasien ini terutama ditandai dengan dua hal: kadar asam urat yang sangat tinggi (hiperurisemia) dan perasaan lemas atau malaise. Kode E79.0 secara spesifik mengacu pada Hiperurisemia tanpa tanda-tanda artritis gout atau tofus. Kadar asam urat 14 mg/dl jauh di atas batas normal, menunjukkan gangguan metabolisme purin yang dapat disebabkan oleh produksi yang berlebihan atau ekskresi yang menurun oleh ginjal. Meskipun pasien mengeluh nyeri sendi dan pinggang, deskripsi "nyeri" ini belum tentu merupakan artritis gout inflamasi akut yang klasik, sehingga kode untuk kondisi dasar (hiperurisemia) lebih tepat. Keluhan lemas, badan tidak bertenaga, dan tidak nafsu makan diklasifikasikan sebagai Malaise dan kelelahan (R53.1). Malaise adalah perasaan tidak enak badan atau ketidaknyamanan umum yang sering menjadi pertanda adanya penyakit lain. Dalam konteks ini, malaise dan kelelahan sangat mungkin terkait dengan kondisi hiperurisemia yang diderita pasien, yang dapat menyebabkan peradangan sistemik tingkat rendah dan rasa tidak nyaman secara umum.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22741 | 13 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan lemas, badan seperti tidak ada tenaga, tidak nafsu makan , nyeri sendi dan nyeri pinggang, pasien mempunyai riwayat asam urta tinggi, pemeriksaan terakhir kadar asam urat 14 mg/dl dengan diagnosa medis malaise
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan durasinya kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08132
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08132 berfokus pada pengendalian nyeri. Tujuannya adalah agar nyeri pasien dapat terkelola dengan baik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi beberapa aspek. Pertama, pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi, relaksasi, atau kompres. Kedua, pasien melaporkan bahwa nyeri telah berkurang atau hilang setelah dilakukan intervensi, baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Ketiga, tanda-tanda vital pasien, seperti tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan, berada dalam rentang yang normal atau kembali ke baseline pasien, yang dapat mengindikasikan berkurangnya respons stres akibat nyeri. Keempat, pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, mampu beristirahat atau tidur dengan tenang, dan tidak lagi gelisah. Kelima, pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu dan meredakan nyeri yang dialaminya, sehingga memiliki kendali yang lebih baik atas kondisinya.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08095 adalah Manajemen Nyeri, yang merupakan serangkaian intervensi untuk meringankan atau mengurangi sensasi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi oleh pasien. Intervensi ini dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri (dengan menggunakan skala nyeri yang sesuai). Perawat juga harus mengobservasi respons nonverbal terhadap ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Penting untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Intervensi nonfarmakologis harus diajarkan dan diterapkan, seperti teknik distraksi (misalnya, mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi (napas dalam, imajinasi terbimbing), dan terapi dingin atau hangat sesuai indikasi. Pemberian analgesik sesuai resep dokter harus dilakukan tepat waktu, dan efektivitas serta efek sampingnya harus selalu dievaluasi. Perawat perlu memantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik jika diperlukan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang rencana manajemen nyeri, termasuk penggunaan obat dan teknik nonfarmakologis, merupakan bagian integral dari intervensi ini. Selain itu, dukungan emosional dan keyakinan diberikan untuk mengurangi kecemasan yang sering memperberat persepsi nyeri. Evaluasi terus-menerus terhadap respons pasien terhadap intervensi yang diberikan sangat penting untuk menyesuaikan rencana perawatan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08001 bertujuan untuk meningkatkan mobilitas pasien. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien mampu menunjukkan peningkatan dalam kemampuan melakukan aktivitas fisik secara bertahap. Pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kelelahan dan lemas, sehingga lebih memahami batasan dirinya. Tanda-tanda vital (seperti nadi, pernapasan, dan tekanan darah) diharapkan tetap dalam rentang yang normal selama dan setelah melakukan aktivitas, menunjukkan bahwa tubuh dapat beradaptasi dengan baik. Pasien juga harus mampu melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) secara mandiri atau dengan bantuan minimal, sesuai dengan tingkat kemampuannya yang terus meningkat. Selain itu, pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan lelah, serta memiliki energi yang lebih cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan. Kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial atau rekreasional yang diinginkan juga menjadi indikator keberhasilan dari kriteria hasil ini.
Kode SIKI: I.08017
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08017 adalah Manajemen Energi, yang merupakan intervensi untuk secara optimal mengatur penggunaan energi pasien agar dapat memenuhi kebutuhan aktivitasnya. Intervensi dimulai dengan memantau tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk menilai respons fisiologis pasien. Perawat perlu mendorong tirah baring atau duduk sesuai kebutuhan untuk menghemat energi. Sangat penting untuk mengajarkan pasien teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya mandi atau menyiapkan makanan), memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola, dan menyelingi aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Lingkungan pasien harus diatur untuk meminimalkan pengeluaran energi, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan yang mudah. Perawat dapat membantu dalam menjadwalkan aktivitas, memastikan bahwa aktivitas yang paling melelahkan tidak dilakukan secara berurutan. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adequate sangat penting karena kekurangan energi sering kali berkaitan dengan asupan yang tidak cukup, seperti yang terlihat dari tidak nafsu makan pasien. Dukungan emosional dan motivasi juga diberikan karena kondisi lemas yang berkepanjangan dapat mempengaruhi semangat dan kemauan pasien untuk beraktivitas. Evaluasi terhadap tingkat kelelahan pasien secara berkala membantu dalam menyesuaikan rencana aktivitas yang dibuat.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03035
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03035 berfokus pada status nutrisi pasien. Tujuannya adalah agar status nutrisi pasien membaik dan memadai untuk kebutuhan tubuh. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi peningkatan berat badan yang mencapai target yang ditetapkan secara realistis. Pasien menunjukkan peningkatan dalam nafsu makan dan mampu menghabiskan porsi makan yang disediakan sesuai dengan rencana diet. Nilai-nilai biokimia (seperti albumin, hemoglobin) terkait nutrisi menunjukkan perbaikan dan berada dalam rentang normal. Pasien juga mampu mendemonstrasikan pemahaman tentang pentingnya nutrisi dan jenis makanan yang diperlukan untuk kondisinya, termasuk makanan yang harus dihindari karena riwayat asam urat tinggi. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi yang jelas, seperti kelemahan otot yang ekstrem, luka yang sulit sembuh, atau penurunan fungsi imun. Pasien melaporkan peningkatan tingkat energi secara subyektif, yang berkaitan langsung dengan perbaikan asupan kalori dan nutrisi.
Kode SIKI: I.01179
Deskripsi : SIKI dengan kode I.01179 adalah Manajemen Hiperurisemia, yang merupakan intervensi khusus untuk kondisi pasien dengan kadar asam urat tinggi (14 mg/dl). Intervensi ini mencakup pemantauan tanda dan gejala peningkatan asam urat, seperti nyeri sendi (arthralgia), kemerahan, pembengkakan, dan nyeri pinggang yang mungkin berhubungan dengan ginjal. Perawat bertanggung jawab untuk memantau hasil laboratorium asam urat secara berkala. Edukasi diet merupakan komponen kunci; pasien dan keluarga diedukasi untuk membatasi asupan makanan tinggi purin, seperti jeroan (hati, ginjal, otak), daging merah, seafood tertentu (sarden, kerang), dan kaldu daging kental. Anjuran untuk meningkatkan asupan cairan (minum air putih minimal 2-3 liter per hari) diberikan untuk membantu ekskresi asam urat melalui urine. Perawat juga memantau asupan dan output cairan pasien. Pemberian obat-obatan penurun asam urat (seperti allopurinol atau febuxostat) sesuai resep dokter harus dilakukan dengan tepat, dan perawat perlu memantau efek terapeutik serta efek sampingnya. Edukasi tentang pentingnya kepatuhan minum obat dan menghindari faktor risiko seperti konsumsi alkohol juga sangat penting. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet individu yang rendah purin namun tetap bergizi seimbang sangat dianjurkan. Intervensi ini juga termasuk memantau komplikasi potensial seperti terbentuknya batu ginjal.
Article No. 22742 | 13 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan lemas, badan seperti tidak ada tenaga, tidak nafsu makan , nyeri sendi dan nyeri pinggang, pasien mempunyai riwayat asam urta tinggi, pemeriksaan terakhir kadar asam urat 14 mg/dl dengan diagnosa medis malaise
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat yang diperkirakan atau diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08102
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08102 berfokus pada upaya untuk mengendalikan nyeri yang dialami oleh pasien. Tujuan utama dari kriteria hasil ini adalah mengurangi tingkat nyeri hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi oleh pasien, yang secara ideal dinilai dengan skala 0 (tidak ada nyeri) hingga 3 (nyeri ringan). Perawat akan melakukan pemantauan terhadap karakteristik nyeri, termasuk lokasi (seperti sendi dan pinggang yang dikeluhkan pasien), kualitas, intensitas, frekuensi, dan durasinya. Selain itu, perawat akan mendokumentasikan respons pasien terhadap nyeri, baik secara verbal maupun non-verbal, seperti ekspresi wajah, postur tubuh, dan perilaku gelisah. Intervensi juga mencakup pemberian terapi non-farmakologis, seperti teknik relaksasi atau distraksi, untuk membantu manajemen nyeri. Evaluasi terhadap keefektifan interediksi yang diberikan, baik farmakologis maupun non-farmakologis, juga merupakan bagian penting dari SLKI ini untuk memastikan bahwa nyeri pasien benar-benar terkelola dengan baik.
Kode SIKI: I.08084
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08084 merupakan intervensi keperawatan komprehensif untuk menangani nyeri akut. Intervensi ini dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang menyeluruh, termasuk menggunakan skala nyeri yang terstandar untuk mengukur intensitasnya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu dan meredakan nyeri. Perawat akan memantau tanda-tanda vital pasien karena nyeri dapat menyebabkan respons fisiologis seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Manajemen lingkungan sangat penting; perawat akan menciptakan suasana yang tenang dan nyaman untuk mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan pasien. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan untuk pemberian analgesik sesuai resep, dan perawat bertanggung jawab untuk memantau efek samping serta keefektifan obat tersebut. Terapi non-farmakologi seperti kompres hangat atau dingin pada area yang nyeri (sendi dan pinggang), teknik relaksasi napas dalam, serta distraksi seperti mendengarkan musik atau mengobrol, juga diterapkan. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab nyeri (dalam hal ini terkait dengan kondisi asam urat tinggi), teknik manajemen nyeri, dan pentingnya pelaporan nyeri secara dini merupakan komponen kunci lainnya. Intervensi ini juga mencakup evaluasi terus-menerus terhadap respons pasien terhadap terapi yang diberikan dan penyesuaian rencana perawatan berdasarkan evaluasi tersebut.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09017
Deskripsi : SLKI dengan kode L.09017 bertujuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien secara bertahap. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) secara mandiri, seperti berpakaian, mandi, atau berjalan ke kamar kecil, tanpa disertai keluhan lemas yang berlebihan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital pasien sebelum, selama, dan setelah beraktivitas untuk mengidentifikasi adanya intoleransi, seperti takikardia, takipnea, atau penurunan saturasi oksigen. Pasien diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik penghematan energi, misalnya dengan duduk saat melakukan aktivitas tertentu atau mengambil istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Selain itu, pasien juga diharapkan melaporkan penurunan perasaan lemas dan peningkatan tingkat energi yang dirasakan. Pemantauan terhadap pola tidur dan nutrisi pasien juga dilakukan karena kedua faktor ini sangat mempengaruhi ketersediaan energi untuk beraktivitas.
Kode SIKI: I.09019
Deskripsi : SIKI dengan kode I.09019 adalah serangkaian intervensi untuk mengelola intoleransi aktivitas. Langkah pertama adalah menilai tingkat kelemahan atau kelelahan pasien dengan menggunakan skala yang valid. Perawat kemudian akan berkolaborasi dengan pasien dan keluarga untuk menyusun rencana aktivitas yang terstruktur dan realistis, yang mencakup periode aktivitas dan istirahat yang seimbang untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Perawat akan mendorong pasien untuk melakukan aktivitas secara bertahap, dimulai dari aktivitas ringan di tempat tidur, kemudian duduk di tepi tempat tidur, berdiri, dan berjalan jarak pendek dengan bantuan sesuai kebutuhan. Manajemen energi diajarkan kepada pasien, seperti memprioritaskan aktivitas yang paling penting, duduk saat memungkinkan, dan menghindari aktivitas yang mendadak dan berat. Perawat juga akan memastikan lingkungan yang aman untuk mencegah risiko jatuh akibat lemas. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat penting untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat, mengingat pasien mengalami tidak nafsu makan, sehingga kebutuhan energi dapat terpenuhi. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai hubungan antara kondisi penyakit (asam urat dan malaise) dengan kelemahan, serta pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, merupakan bagian integral dari intervensi ini. Evaluasi terhadap respons pasien terhadap peningkatan aktivitas dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan rencana latihan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.04013
Deskripsi : SLKI dengan kode L.04013 berfokus pada perbaikan status nutrisi pasien. Tujuan utamanya adalah agar pasien dapat menunjukkan peningkatan asupan makanan dan cairan, baik melalui laporan verbal maupun pengukuran objektif seperti porsi makanan yang dihabiskan. Pasien diharapkan dapat mempertahankan atau mencapai berat badan yang diinginkan sesuai dengan indeks massa tubuh (IMT) normal. Kriteria hasil juga mencakup nilai-nilai biokimia yang normal, seperti kadar albumin dan hemoglobin, yang menunjukkan perbaikan status gizi. Pasien dan keluarga diharapkan dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang pentingnya nutrisi dan prinsip diet khusus yang dianjurkan, dalam konteks ini adalah diet rendah purin untuk mengendalikan asam urat. Selain itu, pasien diharapkan melaporkan peningkatan nafsu makan dan penurunan mual atau ketidaknyamanan lainnya yang berkaitan dengan makan.
Kode SIKI: I.04007
Deskripsi : SIKI dengan kode I.04007 merupakan intervensi komprehensif untuk mengatasi masalah nutrisi. Intervensi dimulai dengan penilaian menyeluruh terhadap kebiasaan makan, riwayat berat badan, faktor yang mempengaruhi nafsu makan (seperti nyeri dan malaise), serta pemeriksaan antropometri. Perawat akan memantau asupan makanan dan cairan pasien setiap hari, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat penting untuk menyusun rencana diet yang sesuai, yang dalam kasus ini adalah diet rendah purin namun tetap kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi dan pemulihan. Perawat dapat melakukan manajemen terhadap faktor penurun nafsu makan, seperti mengatasi nyeri sebelum waktu makan dan menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan tidak berbau menyengat. Pemberian makanan dalam porsi kecil namun sering dapat lebih mudah ditoleransi daripada porsi besar. Suplemen nutrisi oral dapat dipertimbangkan jika asupan makanan tetap tidak mencukupi. Edukasi nutrisi diberikan kepada pasien dan keluarga, mencakup pentingnya nutrisi untuk pemulihan, pemilihan makanan yang dianjurkan dan dihindari untuk asam urat tinggi (seperti menghindari jeroan dan daging merah), serta strategi untuk meningkatkan nafsu makan. Pemantauan tanda-tanda klinis kekurangan nutrisi dan evaluasi berat badan secara berkala dilakukan untuk menilai keefektifan intervensi.
Article No. 22743 | 13 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan lemas, badan seperti tidak ada tenaga, tidak nafsu makan , nyeri sendi dan nyeri pinggang, pasien mempunyai riwayat asam urat tinggi, pemeriksaan terakhir kadar asam urat 14 mg/dl, seluruh badan gatal dan kulit terkelupas dengan diagnosa GOUT
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Kulit terkait Gout
Kode SDKI: D.0016 & D.0001
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan utama yang diidentifikasi adalah Nyeri Akut (D.0016) dan Gangguan Integritas Kulit (D.0001). Nyeri akut ditandai dengan laporan pasien mengenai nyeri sendi dan nyeri pinggang yang merupakan manifestasi klasik dari serangan gout akut akibat penumpukan kristal urat. Gangguan integritas kulit ditandai dengan gejala seluruh badan gatal dan kulit terkelupas, yang dapat menjadi komplikasi dari kondisi hiperurisemia itu sendiri atau reaksi dari pengobatan yang dijalani. Kedua diagnosa ini berhubungan langsung dengan penyakit dasar pasien, yaitu Gout dengan kadar asam urat yang sangat tinggi (14 mg/dl). Defisit pengetahuan mengenai manajemen penyakit dan faktor-faktor pemicu juga sangat mungkin ada, namun dua diagnosa di atas merupakan prioritas utama yang memerlukan intervensi segera untuk meringankan penderitaan pasien.
Kode SLKI: L.07041 & L.03001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) untuk mengatasi kedua diagnosa tersebut adalah Kontrol Nyeri (L.07041) dan Penyembuhan Luka (L.03001). Pada luaran Kontrol Nyeri, tujuan utamanya adalah menurunkan skala nyeri yang dirasakan pasien hingga ke tingkat yang dapat ditoleransi atau bahkan hilang. Indikatornya meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri (seperti imajinasi terpandu atau relaksasi nafas dalam), melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala 8 menjadi 3 dalam skala 0-10), ekspresi wajah yang rileks, tidak lagi mengeluh nyeri, dan mampu melakukan aktivitas ringan tanpa terganggu rasa sakit. Sementara untuk luaran Penyembuhan Luka, tujuannya adalah memulihkan kondisi kulit yang gatal dan terkelupas. Indikatornya mencakup: penurunan atau hilangnya rasa gatal, kulit yang terkelupas mulai mengering dan tidak melebar, tidak terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nanah, serta tumbuhnya jaringan kulit baru yang sehat. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan efektif.
Kode SIKI: I.08095 & I.08075 & I.11028
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) yang direncanakan harus komprehensif, mencakup manajemen nyeri, perawatan kulit, dan edukasi. Pertama, Manajemen Nyeri (I.08095) meliputi: melakukan penilaian nyeri yang komprehensif (P, Q, R, S, T: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, dan Waktu), mengajarkan dan mendampingi pasien melakukan teknik non-farmakologi seperti distraksi dan relaksasi, mengkolaborasikan pemberian analgesik sesuai resep dokter (seperti obat anti-inflamasi nonsteroid/OAINS atau kolkisin), serta memposisikan sendi yang nyeri pada posisi yang nyaman dan menyangganya dengan bantal. Kedua, Manajemen Gatal (I.08075) sangat krusial untuk mengatasi gangguan kulit. Intervensinya meliputi: memotong kuku pasien untuk mencegah cedera akibat garukan, memberikan kompres dingin pada area yang gatal untuk menimbulkan rasa baal dan mengurangi inflamasi, menganjurkan mandi dengan air hangat (bukan panas) dan menggunakan sabun yang lembut serta bebas pewangi, serta mengoleskan losion kalamin atau pelembab hipoalergenik untuk menenangkan kulit. Ketiga, Edukasi Kesehatan (I.11028) merupakan intervensi jangka panjang yang fundamental. Perawat perlu menjelaskan hubungan antara kadar asam urat tinggi (hiperurisemia) dengan serangan gout dan keluhan kulit. Edukasi harus fokus pada modifikasi diet, yaitu menghindari makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, seafood, dan kacang-kacangan tertentu, serta meningkatkan asupan cairan (minum air putih minimal 2-3 liter/hari) untuk membantu pengeluaran asam urat melalui urine. Penting juga untuk menekankan kepatuhan minum obat penurun asam urat yang diresepkan dan menghindari faktor pemicu seperti dehidrasi dan konsumsi alkohol. Kombinasi intervensi ini bertujuan tidak hanya untuk mengatasi gejala akut tetapi juga mencegah kekambuhan di masa depan.
Article No. 22744 | 13 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan lemas, badan seperti tidak ada tenaga, tidak nafsu makan , nyeri sendi dan nyeri pinggang, pasien mempunyai riwayat asam urat tinggi, pemeriksaan terakhir kadar asam urat 14 mg/dl, seluruh badan gatal dan kulit terkelupas dengan diagnosa medis malaise
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal kerusakan tersebut (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); timbul tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk mengurangi atau meringankan ketidaknyamanan akibat stimulus yang merusak. Tindakan keperawatan ini meliputi penilaian komprehensif terhadap karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, durasi, faktor pencetus dan pereda), observasi terhadap tanda-tanda nonverbal (perilaku gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh), dan pemantauan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi nyeri seperti kecemasan, kelelahan, dan pengalaman nyeri sebelumnya. Perawat kemudian melakukan intervensi farmakologis sesuai kewenangan (seperti pemberian analgesik) dan non-farmakologis seperti terapi distraksi (mendengarkan musik, guided imagery), relaksasi (napas dalam, progresif muscle relaxation), serta terapi kompres hangat atau dingin pada area yang nyeri. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penatalaksanaan nyeri, termasuk penggunaan skala nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini, juga merupakan komponen kunci. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan dengan memantau penurunan skala intensitas nyeri yang dilaporkan pasien, berkurangnya tanda-tanda distress, serta peningkatan kemampuan pasien untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas. Pada kasus ini, intervensi difokuskan pada nyeri sendi dan pinggang yang dialami pasien, dengan mempertimbangkan kondisi asam urat tinggi sebagai penyebab utamanya.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : Manajemen Kelelahan: Tindakan keperawatan untuk mengatasi perasaan lelah yang luar biasa dan berkepanjangan serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental yang tidak dapat dihilangkan dengan istirahat. Penilaian mendalam menjadi langkah pertama, meliputi karakteristik kelelahan (onset, durasi, pemicu, faktor pereda), dampaknya terhadap Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS), serta faktor medis yang mendasari (seperti penyakit kronis, nyeri, malaise). Perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan untuk mengatasi penyebab kelelahan yang dapat dikoreksi, seperti mengoptimalkan manajemen nyeri dan menurunkan kadar asam urat. Intervensi keperawatan mandiri termasuk menyusun rencana aktivitas dan istirahat yang seimbang, mendorong aktivitas fisik ringan sesuai toleransi untuk mencegah deconditioning, serta memastikan kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi meskipun nafsu makan menurun. Teknik penghematan energi diajarkan, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memprioritaskan tugas penting, dan menyebarkan aktivitas berat sepanjang hari. Dukungan psikososial juga penting, seperti memberikan motivasi, membantu pasien menetapkan tujuan yang realistis, dan melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan. Edukasi mengenai hubungan antara kelelahan, nyeri, penyakit, dan nutrisi diberikan agar pasien dapat mengelola kondisinya secara mandiri. Evaluasi keberhasilan dilihat dari peningkatan laporan energi pasien, peningkatan partisipasi dalam AKS, dan perbaikan pola tidur serta istirahat. Pada pasien ini, intervensi ini secara langsung menangani keluhan lemas dan badan seperti tidak ada tenaga.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan Kulit
Kode SDKI: D.0201
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis. Perubahan kulit dapat meliputi warna kulit, suhu, tekstur, kelembapan, elastisitas, dan integritas kulit.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Manajemen Luka: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi penyembuhan luka dan mencegah komplikasi. Tindakan ini dimulai dengan penilaian luka yang menyeluruh, meliputi lokasi, ukuran (panjang, lebar, kedalaman), karakteristik jaringan (nekrotik, slough, granulasi), jumlah dan jenis eksudat, adanya bau, serta kondisi kulit di sekitar luka (tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, hangat). Perawat melakukan pembersihan luka menggunakan teknik aseptik dengan larutan pembersih yang sesuai, melakukan debridement jika diperlukan (sesuai kewenangan), dan memilih balutan (dressing) yang tepat berdasarkan kondisi luka (misalnya, balutan hidrogel untuk luka kering, balutan alginat untuk luka dengan eksudat banyak). Manajemen nyeri selama perawatan luka juga dilakukan. Pencegahan infeksi merupakan prioritas, termasuk cuci tangan yang ketat dan penggunaan alat pelindung diri. Perawat juga memantau tanda-tanda sistemik infeksi dan mengevaluasi efektivitas terapi luka. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan luka di rumah, pentingnya nutrisi untuk penyembuhan (protein, vitamin C, zinc), dan cara melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut juga merupakan bagian integral dari intervensi. Pada kondisi pasien ini, intervensi difokuskan pada area kulit yang terkelupas untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat epitelisasi.
Kode SIKI: I.10039
Deskripsi : Manajemen Gatal: Tindakan keperawatan untuk mengurangi sensasi gatal (pruritus) dan mencegah cedera kulit akibat garukan. Penilaian awal meliputi karakteristik gatal (lokasi, intensitas, durasi, faktor pencetus), kondisi kulit (kekeringan, ruam, lesi garukan), dan dampaknya terhadap kenyamanan serta tidur pasien. Perawat memberikan intervensi untuk memutus siklus gatal-garukan, seperti memotong kuku pasien pendek dan halus untuk mengurangi kerusakan kulit jika tergaruk, serta mungkin menggunakan sarung tangan atau bantuan fisik lainnya pada malam hari. Terapi non-farmakologis diterapkan, seperti mandi dengan air hangat (bukan panas) menggunakan sabun lemah dan non-parfum, segera diikuti dengan aplikasi pelembab (emolien) untuk seluruh kulit guna mengatasi kekeringan. Kompres dingin atau lembab pada area yang gatal dapat memberikan efek anestesi lokal. Manajemen lingkungan juga penting, seperti menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan menggunakan pakaian dari bahan katun yang longgar dan lembut. Jika diresepkan, perawat dapat mengoleskan krim topikal (seperti kortikosteroid atau kalamin) atau memberikan obat antihistamin oral. Edukasi kepada pasien sangat krusial, termasuk menghindari faktor pencetus seperti panas, keringat, stres, dan iritan kulit (bahan wol, parfum keras). Pasien juga diajari teknik relaksasi dan distraksi untuk mengalihkan perhatian dari sensasi gatal. Evaluasi keberhasilan dilihat dari penurunan laporan gatal, berkurangnya frekuensi garukan, dan perbaikan integritas kulit. Pada pasien ini, intervensi ini secara langsung menangani keluhan gatal seluruh badan dan kulit terkelupas.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0302
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan keperawatan untuk memberikan atau memfasilitasi asupan makanan dan cairan yang seimbang. Penilaian status nutrisi menjadi landasan, meliputi pengukuran antropometri (berat badan, indeks massa tubuh), riwayat diet, faktor yang mempengaruhi asupan (seperti anoreksia, mual, nyeri, kesulitan menelan), serta pemeriksaan biokimia (seperti albumin). Perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai dengan kondisi pasien, dalam hal ini diet rendah purin untuk mengendalikan asam urat namun tetap memenuhi kebutuhan kalori dan protein. Intervensi keperawatan langsung termasuk menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau yang tidak sedap, memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengatasi cepat kenyang dan tidak nafsu makan, serta memastikan tekstur makanan sesuai dengan kemampuan pasien. Monitoring asupan makanan dan cairan secara ketat dilakukan, termasuk dokumentasi jumlah yang dihabiskan. Manajemen gejala yang mengganggu nutrisi, seperti nyeri dan mual, harus ditangani terlebih dahulu. Edukasi nutrisi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya asupan nutrisi untuk pemulihan, pemilihan makanan yang dianjurkan dan dihindari untuk asam urat tinggi, serta strategi untuk meningkatkan nafsu makan. Suplementasi nutrisi oral mungkin diperlukan jika asupan dari makanan sangat kurang. Evaluasi keberhasilan dilihat dari kestabilan atau peningkatan berat badan, peningkatan asupan makanan yang dilaporkan, dan perbaikan parameter biokimia. Pada pasien ini, intervensi ini menargetkan keluhan tidak nafsu makan yang dapat memperburuk kondisi kelemahan dan menghambat penyembuhan.
Kode SIKI: I.03031
Deskripsi : Manajemen Hiperuris
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280