Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 15665 | 16 Apr 2025
Klinis : Pasien datang sudah meninggal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Kematian
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kematian didefinisikan sebagai berhentinya semua fungsi vital tubuh secara permanen. Tanda-tanda kematian meliputi pupil tidak bereaksi, tidak ada denyut nadi, tidak ada pernafasan, kulit pucat dan dingin.
SLKI (Standar luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari pasien dengan kematian adalah:
1. Kondisi tubuh pasien terpelihara dengan baik.
2. Keluarga menerima kematian pasien dengan tenang.
3. Proses pemakaman dapat dilakukan dengan baik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk pasien dengan kematian meliputi:
1. Mempertahankan integritas tubuh pasien.
2. Memberikan dukungan emosional kepada keluarga.
3. Memfasilitasi proses pemakaman sesuai dengan adat dan keyakinan keluarga.
Dalam konteks pasien yang sudah meninggal dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, fokus intervensi keperawatan adalah mempertahankan integritas tubuh pasien, memberikan dukungan emosional kepada keluarga, dan memfasilitasi proses pemakaman yang sesuai dengan adat dan keyakinan keluarga. Perawat berperan sebagai advokat dan fasilitator dalam memenuhi kebutuhan keluarga terkait perawatan jenazah dan proses pemakaman. -
Article No. 15666 | 16 Apr 2025
Klinis : Pasien datang dengan keluhan muntah darah segar sejak 1 hari SMRS. Keluhan diawali dengan nyeri ulu hati sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluhkan BAB hitam dan keras sejak 2 hari SMRS. Hari ini pasien mengalami muntah darah sebanyak 2 kali dan BAB hitam sebanyak 1 kali. Makan dan minum dbn. Mual (+).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko perdarahan gastrointestinal berhubungan dengan adanya lesi pada mukosa lambung atau usus.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
- Risiko perdarahan gastrointestinal: Kondisi di mana individu berisiko mengalami kehilangan darah dari saluran cerna.
- Faktor risiko: Adanya lesi pada mukosa lambung atau usus, penggunaan obat-obatan tertentu, riwayat penyakit gastrointestinal, dan trauma.
- Tanda dan gejala: Muntah darah segar, feses berwarna hitam, nyeri ulu hati, mual, dan penurunan tekanan darah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Tujuan: Pasien tidak mengalami komplikasi perdarahan gastrointestinal.
- Kriteria hasil: Tidak ada muntah darah, feses berwarna normal, tanda-tanda vital stabil, dan tidak terjadi penurunan kadar hemoglobin.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan: Pemantauan tanda-tanda vital, observasi tanda-tanda perdarahan, pemberian obat-obatan untuk menghentikan perdarahan, pemberian cairan/darah sesuai indikasi, dan edukasi terkait gaya hidup yang sehat.
Sebagai perawat, saya akan melakukan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien ini untuk mencegah komplikasi dan memulihkan kondisi pasien. -
Article No. 15667 | 16 Apr 2025
Klinis : Pasien datang dengan keluhan muntah darah segar sejak 1 hari SMRS. Keluhan diawali dengan nyeri ulu hati sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluhkan BAB hitam dan keras sejak 2 hari SMRS. Hari ini pasien mengalami muntah darah sebanyak 2 kali dan BAB hitam sebanyak 1 kali. Makan dan minum dbn. Mual (+).
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: K92.0
- Deskripsi: Hematemesis (Muntah darah)
Penjelasan:
Pasien datang dengan keluhan muntah darah segar sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS), disertai dengan nyeri ulu hati sejak 5 hari SMRS dan BAB hitam serta keras sejak 2 hari SMRS. Gejala ini mengarah pada diagnosis hematemesis (muntah darah), yang tercakup dalam kode ICD-10 K92.0.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 44.43
- Deskripsi: Esofagogastroduodenoskopi (EGD)
Penjelasan:
Dalam penanganan pasien dengan keluhan muntah darah, prosedur diagnostik yang mungkin dilakukan adalah esofagogastroduodenoskopi (EGD) untuk mengevaluasi sumber perdarahan. Kode ICD-9-CM 44.43 mencakup tindakan ini.
Dokter mungkin akan melakukan EGD untuk menentukan penyebab dan lokasi perdarahan, serta mempertimbangkan tindakan lanjutan yang diperlukan, seperti pemberian obat-obatan atau tindakan medis lainnya. -
Article No. 15668 | 16 Apr 2025
Klinis : Pasien datang dengan keluhan muntah darah segar sejak 1 hari SMRS. Keluhan diawali dengan nyeri ulu hati sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluhkan BAB hitam dan keras sejak 2 hari SMRS. Hari ini pasien mengalami muntah darah sebanyak 2 kali dan BAB hitam sebanyak 1 kali. Makan dan minum dbn. Mual (+).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien yang Anda gambarkan, dengan nada akademis dan persona sebagai seorang perawat ahli.
Diagnosa Keperawatan:
1. Perdarahan Saluran Cerna Aktif (00229)
Definisi: Proses patologis yang ditandai dengan keluarnya darah segar atau gumpalan darah dari saluran cerna.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penyebab: Ulkus peptikum, varises esofagus, malignancy, trauma, koagulopati
- Gejala dan tanda: Muntah darah, melena, nyeri ulu hati, hipotensi, takikardia
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol Perdarahan
- Integritas Mukosa Gastrointestinal
- Perfusi Jaringan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Perdarahan
- Manajemen Nyeri
- Monitoring Tanda Vital
Penjelasan Singkat:
Pasien datang dengan keluhan muntah darah segar, nyeri ulu hati, dan BAB hitam, yang menunjukkan adanya perdarahan saluran cerna aktif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti ulkus peptikum, varises esofagus, atau malignancy. Intervensi keperawatan utama adalah mengendalikan perdarahan, mengelola nyeri, dan memantau tanda vital pasien secara ketat untuk memastikan perfusi jaringan yang adekuat. Luaran yang diharapkan adalah kontrol perdarahan, integritas mukosa gastrointestinal yang baik, dan perfusi jaringan yang stabil. -
Article No. 15669 | 16 Apr 2025
Klinis : infeksi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosis keperawatan, luaran/output yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi infeksi.
Diagnosis Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi infeksi:
Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk kondisi infeksi berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) adalah "Risiko infeksi". Diagnosis ini menggambarkan bahwa pasien berisiko mengalami infeksi akibat berbagai faktor, seperti penurunan daya tahan tubuh, paparan agen infeksius, atau prosedur medis yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah melakukan asuhan keperawatan, luaran/output yang diharapkan untuk kondisi infeksi berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) adalah:
1. Kontrol Infeksi: Pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda infeksi dan mampu mencegah terjadinya infeksi.
2. Pemulihan: Pasien menunjukkan perbaikan kondisi klinis dan fungsi tubuh yang terganggu akibat infeksi.
3. Pengetahuan: Pasien dan/atau keluarga memiliki pengetahuan yang memadai tentang infeksi, faktor risiko, dan tindakan pencegahan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan pada kondisi infeksi, intervensi keperawatan yang diperlukan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) meliputi:
1. Pemantauan tanda-tanda infeksi: Melakukan pemantauan tanda-tanda infeksi, seperti perubahan tanda vital, output urin, dan pemeriksaan laboratorium.
2. Manajemen risiko infeksi: Menerapkan tindakan pencegahan infeksi, seperti cuci tangan, penggunaan APD, dan menjaga kebersihan lingkungan.
3. Edukasi tentang infeksi: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab, tanda-tanda, dan tindakan pencegahan infeksi.
4. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain: Berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan profesi kesehatan lain dalam mengelola infeksi.
5. Evaluasi dan pemantauan kemajuan: Melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala untuk memastikan tercapainya luaran yang diharapkan.
Dengan penerapan diagnosis keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai, diharapkan dapat membantu pasien dalam mencegah, mengelola, dan memulihkan kondisi infeksi secara efektif. -
Article No. 15670 | 16 Apr 2025
Klinis : Tentukan Intervensi SDKI ( Tujuan, Kriteria hasil, tindakan, rasional) pada kasus Seorang laki-laki berusia 72 tahun ditemukan oleh petugas puskesmas keliling di sebuah kolong jembatan, tempat ia tinggal selama lebih dari lima tahun terakhir. Ia tampak kurus, berambut kusut, dan mengenakan pakaian lusuh. Lansia tersebut mengaku bernama Pak Rahman dan mengatakan bahwa ia tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal tetap sejak diusir dari rumah anaknya. Ia sering merasa cemas saat malam tiba karena takut mengalami kekerasan dari orang-orang sekitar, dan mengaku sering merasa sedih, kesepian, dan tidak berharga. Pak Rahman juga menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi kognitif, seperti sulit mengingat waktu dan bingung ketika ditanya arah. Selain itu, ia tampak kurang terawat secara fisik dan menunjukkan gejala insomnia serta penurunan nafsu makan. Kondisi ini menunjukkan perlunya asuhan keperawatan jiwa untuk membantu meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup Pak Rahman.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Isolasi Sosial
2. Gangguan Kognitif
3. Kecemasan
4. Gangguan Makan
5. Gangguan Tidur
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan penilaian dan analisis data pasien. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Intervensi SDKI untuk Kasus Pak Rahman:
1. Isolasi Sosial
- Tujuan: Meningkatkan interaksi sosial Pak Rahman.
- Kriteria Hasil: Pak Rahman dapat berinteraksi dengan orang lain minimal 2 kali per hari.
- Tindakan:
- Identifikasi kemampuan Pak Rahman dalam berinteraksi sosial.
- Bantu Pak Rahman untuk terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
- Fasilitasi Pak Rahman untuk membangun hubungan dengan orang lain.
- Rasional: Meningkatkan interaksi sosial dapat membantu Pak Rahman mengurangi perasaan kesepian dan terisolasi.
2. Gangguan Kognitif
- Tujuan: Meningkatkan fungsi kognitif Pak Rahman.
- Kriteria Hasil: Pak Rahman dapat mengingat waktu dan tempat dengan baik.
- Tindakan:
- Evaluasi kemampuan kognitif Pak Rahman.
- Berikan stimulasi kognitif melalui aktivitas sederhana, seperti permainan memori.
- Libatkan Pak Rahman dalam kegiatan yang meningkatkan orientasi waktu dan tempat.
- Rasional: Stimulasi kognitif dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif Pak Rahman.
3. Kecemasan
- Tujuan: Mengurangi tingkat kecemasan Pak Rahman.
- Kriteria Hasil: Pak Rahman dapat mengelola kecemasan dengan baik.
- Tindakan:
- Identifikasi penyebab kecemasan Pak Rahman.
- Ajarkan teknik relaksasi, seperti napas dalam, untuk mengatasi kecemasan.
- Bantu Pak Rahman mengembangkan strategi koping yang efektif.
- Rasional: Mengelola kecemasan dapat meningkatkan kesejahteraan Pak Rahman.
Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial, diharapkan intervensi keperawatan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Pak Rahman. -
Article No. 15671 | 16 Apr 2025
Klinis : Kanker Kolorektal
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi kanker kolorektal.
1. Kode ICD-10:
- Kode: C18-C21
- Deskripsi: Kanker Kolorektal, termasuk kanker kolon, rektum, rektosigmoid, dan anus.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 45.71-45.79
- Deskripsi: Prosedur reseksi kolon dan rektum, termasuk hemikolektomi, kolektomi total, proktokolektomi, dan lainnya.
Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di dunia. Kode ICD-10 C18-C21 mencakup berbagai jenis kanker yang berasal dari saluran pencernaan bagian bawah, termasuk kanker kolon, rektum, rektosigmoid, dan anus. Prosedur reseksi kolon dan rektum yang tercakup dalam kode ICD-9-CM 45.71-45.79 merupakan tindakan operatif yang sering dilakukan untuk penanganan kanker kolorektal, seperti hemikolektomi, kolektomi total, dan proktokolektomi.
Perekam medis dan profesional kesehatan lainnya harus memastikan penggunaan kode yang tepat saat mendokumentasikan diagnosis dan prosedur terkait kanker kolorektal untuk memastikan pencatatan yang akurat dan memfasilitasi pengkodean yang sesuai untuk tagihan dan pelaporan medis. -
Article No. 15672 | 16 Apr 2025
Klinis : intervensi oksigen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi intervensi oksigen, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pertukaran Gas
Penjelasan:
Gangguan Pertukaran Gas merupakan diagnosa keperawatan yang menggambarkan ketidakmampuan individu untuk mempertahankan oksigenasi, ventilasi, atau keduanya yang menyebabkan ketidakseimbangan antara ventilasi dan perfusi di paru-paru.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan panduan standar dalam menentukan diagnosa keperawatan yang disusun oleh PPNI. Dalam kasus intervensi oksigen, SDKI menyediakan definisi, batasan karakteristik, factor yang berhubungan, dan kondisi yang terkait dengan diagnosa Gangguan Pertukaran Gas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI merupakan panduan standar dalam menentukan luaran atau hasil akhir yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Dalam kasus intervensi oksigen, SLKI menyediakan luaran yang dapat diukur, seperti peningkatan oksigenasi, perbaikan ventilasi, dan stabilitas hemodinamik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI merupakan panduan standar dalam menentukan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan. Dalam kasus intervensi oksigen, SIKI menyediakan berbagai intervensi yang dapat dilakukan, seperti pemberian oksigen, pengaturan ventilasi mekanik, dan evaluasi status oksigenasi.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI oleh perawat dapat membantu dalam memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, terukur, dan berkualitas, khususnya dalam kasus intervensi oksigen. -
Article No. 15673 | 16 Apr 2025
Klinis : intervensi oksigen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk intervensi oksigen, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat:
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan dan mempertahankan saluran napas terbuka.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari masalah ini adalah klien akan menunjukkan bersihan jalan napas yang efektif, ditandai dengan jalan napas yang bersih dan terbuka, pergerakan dada yang simetris, dan tidak ada suara napas tambahan.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemberian Oksigen. Tujuan intervensi ini adalah untuk meningkatkan oksigenasi jaringan dengan memberikan oksigen secara aman dan efektif. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Menilai kebutuhan oksigen klien
2. Memilih alat pemberian oksigen yang sesuai
3. Mengatur laju aliran oksigen sesuai kebutuhan
4. Memantau tanda-tanda vital dan respon klien terhadap pemberian oksigen
5. Melakukan edukasi kepada klien dan keluarga terkait pemberian oksigen
Dengan intervensi pemberian oksigen yang tepat, diharapkan dapat membantu mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif pada klien. -
Article No. 15674 | 16 Apr 2025
Klinis : intervensi oksigen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkatnya berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi intervensi oksigen.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan ini menggambarkan ketidakmampuan pasien untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas, sehingga mengakibatkan ventilasi yang tidak adekuat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Bersihan Jalan Napas
- Kriteria Hasil: Pasien menunjukkan jalan napas yang bebas dari obstruksi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas
- Tujuan: Mempertahankan jalan napas yang bebas dari obstruksi.
- Aktivitas:
- Memantau status pernapasan
- Memberikan oksigen sesuai kebutuhan
- Melakukan suction bila diperlukan
- Mengajarkan teknik batuk efektif
Sebagai seorang perawat, saya akan menerapkan intervensi oksigen untuk membantu mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif pada pasien. Intervensi oksigen ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien, mencegah hipoksemia, dan memfasilitasi proses pembersihan sekresi dari saluran napas.