Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22789 | 16 Nov 2025
Klinis : laserasi perineum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Laserasi Perineum
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.07043
Deskripsi : Tingkat Nyeri Terkontrol
Kode SIKI: I.08037
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Status Infeksi Terkontrol
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen Infeksi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan Integritas Jaringan
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Penyembuhan Luka
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Perawatan Luka
-
Article No. 22790 | 16 Nov 2025
Klinis : Bayi laki-laki umur 18 bulan dirawat karena imfeksi berulang, berat badan sulit anik, kandidiasis mulut, ibu riwayat hiv positif, pemeriksaan CD4 rendah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 01110
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi patogen.
Kode SLKI: 4316
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mencegah dan menurunkan risiko infeksi. Intervensi ini mencakup pengawasan ketat terhadap tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan, pembengkakan, atau drainage pada area tertentu. Perawat akan memantau hasil laboratorium seperti hitung sel darah putih dan LED. Penerapan kewaspadaan universal dan isolasi (jika diperlukan) menjadi prioritas, termasuk cuci tangan yang ketat sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Perawat akan mendemonstrasikan dan memastikan teknik perawatan luka yang steril jika terdapat luka. Lingkungan harus dijaga kebersihannya untuk meminimalkan paparan patogen. Edukasi kepada keluarga, khususnya ibu, tentang pentingnya kebersihan personal, cara mengenali tanda-tanda infeksi dini, dan pentingnya menghindari kontak dengan orang yang sakit adalah bagian integral dari intervensi ini. Pemberian nutrisi yang adekuat dan memastikan hidrasi yang cukup juga dilakukan untuk mendukung sistem imun pasien.
Kode SIKI: 4316A
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah infeksi dapat dicegah atau dikendalikan. Hal ini ditandai dengan tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti demam (suhu tubuh dalam rentang normal), tidak ada kemerahan, pembengkakan, drainage purulen, atau nyeri yang tidak biasa. Nilai laboratorium seperti hitung leukosit dan LED berada dalam rentang normal untuk usia pasien. Pasien menunjukkan perilaku yang mendukung pencegahan infeksi, misalnya area tubuh yang bersih dan luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan yang baik tanpa indikasi infeksi. Keluarga, dalam hal ini orang tua, mampu mendemonstrasikan dan menerapkan teknik cuci tangan yang benar, memahami tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan segera kepada tenaga kesehatan, serta mampu menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi. Status nutrisi dan hidrasi pasien memadai, yang berkontribusi pada ketahanan tubuh terhadap infeksi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 01062
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk meningkatkan asupan nutrisi dan status gizi. Intervensi ini dimulai dengan melakukan pengkajian menyeluruh terhadap pola makan, riwayat pemberian makan, dan kesulitan yang dialami (misalnya kesulitan menelan akibat kandidiasis). Perawat akan memantau berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala secara teratur dan memplotnya pada grafik pertumbuhan untuk menilai tren. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat penting untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien yang sesuai, serta merencanakan diet tinggi kalori dan tinggi protein. Perawat akan membantu dalam pemberian makan, memastikan posisi yang nyaman dan lingkungan yang tenang. Jika terdapat masalah oral seperti kandidiasis, perawat akan memberikan perawatan mulut sebelum makan untuk meningkatkan kenyamanan dan nafsu makan. Pemberian suplemen nutrisi atau terapi nutrisi enteral (jika diperlukan) akan dikelola dengan tepat. Edukasi kepada orang tua, terutama ibu, tentang pentingnya nutrisi, cara menyajikan makanan yang bergizi, dan strategi untuk mengatasi anak yang sulit makan merupakan komponen kunci. Dukungan psikososial juga diberikan untuk mengurangi kecemasan orang tua selama proses pemberian makan.
Kode SIKI: 1402A
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah status nutrisi pasien membaik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan berat badan yang adekuat sesuai dengan kurva pertumbuhan, atau setidaknya berat badan tidak mengalami penurunan lebih lanjut. Asupan nutrisi oral meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, dan dapat memenuhi sebagian besar atau seluruh kebutuhan harian yang telah ditetapkan. Nilai-nilai laboratorium yang terkait dengan status gizi (seperti albumin, prealbumin, dan hitung limfosit) menunjukkan perbaikan atau berada dalam rentang normal. Pasien tampak lebih aktif dan memiliki energi yang lebih baik. Orang tua atau pengasuh menunjukkan pemahaman tentang prinsip nutrisi yang baik, mampu menyusun dan memberikan menu yang seimbang, serta melaporkan peningkatan nafsu makan dan toleransi makanan pada anak. Masalah yang menghambat asupan nutrisi, seperti kandidiasis mulut, telah teratasi.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 01073
Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang luar biasa dan berkepanjangan serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental.
Kode SLKI: 1602
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mengelola dan mengurangi kelelahan. Intervensi ini berfokus pada pengaturan energi. Perawat akan mengkaji tingkat kelelahan pasien, pola tidur, dan aktivitas sehari-hari. Perencanaan jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang sangat penting; aktivitas yang melelahkan harus dihindari dan istirahat yang cukup harus dijamin. Perawat akan membantu menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung tidur dan istirahat yang berkualitas. Selama periode ketika pasien memiliki energi lebih (biasanya setelah istirahat atau makan), aktivitas yang ringan dan menyenangkan dapat didorong. Monitor tanda-tanda vital dan respons pasien terhadap aktivitas dilakukan untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab dasar kelelahan, seperti infeksi dan malnutrisi, adalah bagian dari pendekatan komprehensif. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya menghemat energi anak, mengenali tanda-tanda kelelahan, dan tidak memaksa anak untuk beraktivitas berlebihan juga diberikan.
Kode SIKI: 1602A
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah kelelahan pasien berkurang dan tingkat energi membaik. Pasien menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai usianya tanpa menunjukkan tanda-tanda distress yang berlebihan. Pola tidur menjadi lebih teratur dan berkualitas, ditandai dengan anak yang tampak lebih segar setelah bangun tidur. Keluarga melaporkan bahwa anak tampak lebih aktif dan responsif selama periode terjaga. Pasien dapat menyelesaikan aktivitas perawatan diri dasar (sesuai usia) tanpa mengalami kelelahan yang signifikan. Secara verbal (jika mampu) atau melalui perilaku, pasien menunjukkan penurunan rasa lelah yang berlebihan. Keluarga memahami dan menerapkan strategi penghematan energi di rumah dan dapat mengidentifikasi kapan anak membutuhkan waktu istirahat tambahan.
-
Article No. 22791 | 16 Nov 2025
Klinis : Bayi laki-laki umur 18 bulan dirawat karena imfeksi berulang, berat badan sulit anik, kandidiasis mulut, ibu riwayat hiv positif, pemeriksaan VD4 rendah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 4029
Deskripsi : SLKI 4029 berfokus pada upaya untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi pada pasien yang rentan. Pada bayi dengan dugaan infeksi HIV dan riwayat infeksi berulang, intervensi ini menjadi sangat krusial. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien untuk mencegah infeksi baru atau memperburuk infeksi yang sudah ada. Implementasinya dimulai dengan penerapan kewaspadaan universal (universal precautions) yang ketat, termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker bila diperlukan, serta memastikan semua peralatan medis yang digunakan steril. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara berkala, terutama suhu tubuh, sebagai deteksi dini infeksi. Lingkungan sekitar pasien harus dijaga kebersihannya, termasuk sterilisasi tempat tidur dan mainan. Pemberian nutrisi yang adekuat dan sesuai kondisi (misalnya, makanan lunak karena kandidiasis mulut) sangat penting untuk mendukung sistem imun. Perawat juga akan mengajarkan dan mendemonstrasikan teknik perawatan mulut yang tepat kepada orang tua untuk mengatasi dan mencegah kekambuhan kandidiasis. Selain itu, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat antiretroviral (ARV), antibiotik profilaksis, atau antifungal sesuai resep dokter merupakan bagian integral dari SLKI ini. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya menghindari kontak dengan orang yang sakit, menjaga kebersihan personal, dan mengenali tanda-tanda infeksi (seperti demam, lesu, tidak nafsu makan) juga diberikan agar perawatan dapat berlanjut di rumah.
Kode SIKI: 3418
Deskripsi : SIKI 3418 adalah intervensi keperawatan yang bertujuan untuk memantau dan mengelola tanda serta gejala terkait sistem kekebalan tubuh, khususnya imunodefisiensi. Pada bayi dengan dugaan HIV, intervensi ini bersifat mendasar dan berkelanjutan. Perawat akan melakukan pengkajian yang komprehensif dan teratur terhadap status imunologis pasien. Ini termasuk memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti jumlah sel CD4 dan viral load, yang merupakan indikator utama perkembangan penyakit dan efektivitas terapi. Pengamatan ketat terhadap adanya infeksi oportunistik adalah prioritas utama; perawat akan memeriksa rongga mulut setiap hari untuk memantau perkembangan kandidiasis, mengobservasi kulit untuk mencari ruam atau lesi, serta memantau fungsi pernapasan dan pencernaan untuk mendeteksi infeksi seperti pneumonia atau diare kronis. Tanda-tanda sistemik seperti demam, keringat malam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan penurunan berat badan yang sulit naik dicatat dengan cermat. Perawat juga bertanggung jawab untuk memantau respons pasien terhadap terapi obat, termasuk efek samping dari obat ARV. Aspek nutrisi juga menjadi fokus dalam SIKI ini, dengan mendokumentasikan asupan makan, toleransi terhadap makanan, dan perubahan berat badan. Edukasi kepada orang tua tentang pentingnya terapi ARV yang teratur, pemenuhan nutrisi, dan kapan harus segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya merupakan komponen kunci. Tindakan ini tidak hanya bersifat kuratif tetapi juga suportif, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya dengan memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi yang dihadapi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1102
Deskripsi : SLKI 1102 dirancang untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan nutrisi dengan tujuan akhir meningkatkan atau mempertahankan status gizi pasien. Pada bayi 18 bulan dengan berat badan sulit naik dan kandidiasis mulut, intervensi ini harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Langkah pertama adalah melakukan pengkajian nutrisi yang mendalam, termasuk mencatat riwayat makan, jenis dan tekstur makanan yang dapat ditoleransi, serta faktor penghambat seperti nyeri mulut akibat kandidiasis. Perawat kemudian berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang tinggi kalori, tinggi protein, dan mudah dikunyah atau ditelan, misalnya dalam bentuk bubur saring, puding, atau smoothie. Porsi kecil namun sering (small frequent feeding) lebih disarankan daripada porsi besar untuk mengurangi beban makan dan mencegah mual. Sebelum pemberian makan, perawat dapat melakukan perawatan mulut lembut untuk mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan nafsu makan. Memantau asupan dan output cairan serta menimbang berat badan secara teratur (misalnya setiap hari atau setiap minggu) sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi. Jika asumsi oral tidak mencukupi, perawat akan berkolaborasi dengan dokter untuk pertimbangan pemberian nutrisi enteral melalui selang nasogastrik. Selain itu, edukasi kepada orang tua tentang pentingnya nutrisi, cara menyiapkan makanan yang sesuai, dan teknik pemberian makan yang efektif pada anak yang sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Perawat juga memberikan dukungan psikologis dan motivasi kepada orang tua, karena proses menaikkan berat badan anak bisa sangat menantang dan membutuhkan kesabaran serta konsistensi.
Kode SIKI: 1406
Deskripsi : SIKI 1406 adalah tindakan memantau asupan makanan dan cairan pasien serta respons tubuh terhadap pemberian nutrisi tersebut. Pada kasus ini, pemantauan harus dilakukan dengan sangat detail dan teliti. Perawat akan mendokumentasikan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh pasien, termasuk jenis makanan, jumlah (dalam gram atau mililiter), frekuensi pemberian, dan reaksi pasien setelah makan (misalnya, muntah, mual, atau tampak puas). Asupan cairan juga dicatat untuk mencegah dehidrasi. Parameter antropometri seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala diukur secara berkala dan diplot pada grafik pertumbuhan untuk menilai tren pertumbuhan anak. Pengamatan klinis terhadap tanda-tanda malnutrisi, seperti kulit kering dan bersisik, rambut tipis dan mudah rontok, lesu, serta kehilangan massa otot, dilakukan setiap hari. Perawat juga memantau tanda-tanda vital dan status hidrasi. Hasil dari pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas rencana nutrisi yang telah dibuat. Jika tidak ada perbaikan, perawat harus segera berkomunikasi dengan tim gizi dan dokter untuk menyesuaikan rencana terapi nutrisi. Pemantauan yang baik juga termasuk mengobservasi faktor-faktor yang mempengaruhi asupan, seperti tingkat keparahan kandidiasis mulut atau adanya infeksi sistemik yang menurunkan nafsu makan. Data yang akurat dari SIKI ini menjadi dasar untuk mengambil keputusan klinis selanjutnya.
Kondisi: Kecemasan Orang Tua
Kode SDKI: 1242
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang dialami orang tua atau pengasuh akibat kondisi anaknya yang sakit.
Kode SLKI: 5270
Deskripsi : SLKI 5270 berfokus pada upaya untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh orang tua atau pengasuh akibat kondisi kesehatan anak mereka. Dalam konteks bayi dengan dugaan HIV, kecemasan orang tua bisa sangat tinggi karena terkait dengan diagnosis yang serius, prognosis jangka panjang, dan stigma sosial. Intervensi keperawatan dimulai dengan membangun hubungan saling percaya (trusting relationship) melalui komunikasi terapeutik. Perawat mendengarkan keluhan dan kekhawatiran orang tua dengan penuh empati tanpa menghakimi. Perawat memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai dengan tingkat pemahaman orang tua mengenai kondisi anak, rencana pengobatan, dan apa yang dapat mereka harapkan. Membantu orang tua untuk mengidentifikasi sumber kecemasan dan mengembangkan strategi koping yang positif adalah langkah selanjutnya. Perawat dapat mengajarkan teknik relaksasi sederhana, seperti pernapasan dalam, untuk mengelola stres pada saat-saat kritis. Melibatkan orang tua dalam perawatan anak, seperti memandikan, mengganti popok, atau membantu pemberian makan (dengan pengawasan), dapat memberikan rasa kontrol dan mengurangi perasaan tidak berdaya. Perawat juga berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan orang tua dengan kelompok dukungan (support group) bagi orang tua dengan anak HIV, jika ada, karena berbagi pengalaman dengan orang lain dalam situasi serupa dapat sangat membantu. Memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan orang tua dalam merawat anaknya juga dapat meningkatkan harga diri dan mengurangi kecemasan.
Kode SIKI: 5280
Deskripsi : SIKI 5280 adalah tindakan memantau tingkat dan manifestasi kecemasan yang dialami oleh orang tua atau pengasuh. Pemantauan ini bersifat subjektif dan objektif. Perawat akan mengamati tanda-tanda nonverbal dari kecemasan, seperti ekspresi wajah yang tegang, gerakan tubuh yang gelisah (seperti mondar-mandir, meremas tangan), mudah marah, menangis, atau kesulitan tidur. Perawat juga secara aktif menanyakan perasaan orang tua, misalnya dengan menggunakan skala kecemasan sederhana (dari 1-10) untuk mengukur intensitasnya. Perilaku orang tua terhadap anak juga diamati, seperti apakah mereka terlalu protektif, menghindar, atau justru
Article No. 22792 | 16 Nov 2025
Klinis : 3. 0020 Diare.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Diare
Kode ICD-10: A09
Deskripsi Singkat : Diare adalah kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang meningkat (biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari) dengan konsistensi feses yang encer atau cair. Kondisi ini merupakan gejala, bukan penyakit, dan paling sering disebabkan oleh infeksi pada saluran pencernaan (gastroenteritis) akibat bakteri, virus, atau parasit. Penyebab lain termasuk keracunan makanan, intoleransi makanan (seperti laktosa), efek samping obat-obatan (misalnya antibiotik), atau kondisi kronis seperti sindrom iritasi usus besar (IBS). Kode ICD-10 A09 mengacu pada "Diare dan gastroenteritis yang diduga berasal dari infeksi". Kode ini digunakan ketika diare didiagnosis sebagai kemungkinan akibat infeksi, tetapi organisme penyebab spesifiknya belum diidentifikasi. Kode ini berada dalam Bab I yang mencakup penyakit infeksi dan parasit, menekankan etiologi infeksi sebagai penyebab utama yang dicurigai. Penting untuk dicatat bahwa terdapat kode ICD-10 lain untuk diare dengan penyebab yang lebih spesifik, seperti diare akibat bakteri, virus, atau parasit tertentu, serta diare yang tidak menular.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22793 | 16 Nov 2025
Klinis : DS: - Nafsu makan menurun - Pasien mengatakan sakit dibagian luka operasi apabila mencerna makanan DO: - Suhu = 37o C. - nadi = 56x/menit - respirasi = 19x/menit - tekanan darah =126/72 mmHg - Pasien tampak lemas - Tampak luka post operasi pada perut kanan bagian bawah, dengan ditutupi kassa steril dan plester, panjang luka ± 6 cm, kondisi balutan luka bersih dan kering,
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Pasca-Operasi Usus Buntu
Kode ICD-10: K91.89
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan komplikasi atau gangguan lain pada sistem pencernaan yang terjadi setelah suatu prosedur operasi, dalam kasus ini diduga pasca-appendektomi (operasi usus buntu). Sindrom ini bukanlah diagnosis spesifik tunggal, melainkan suatu kumpulan gejala yang timbul pasca-operasi. Gejalanya mencakup penurunan nafsu makan dan nyeri di area luka operasi saat mencerna makanan, yang dapat mengindikasikan perlambatan motilitas usus (ileus paralitik) atau iritasi lokal. Tanda klinis seperti pasien yang tampak lemas dan nadi yang relatif rendah (bradikardia) dapat mendukung gambaran adanya respons sistemik terhadap stres pasca-bedah atau nyeri. Kode ICD-10 K91.89 secara khusus mengacu pada "Komplikasi lain pada sistem pencernaan setelah prosedur, tidak diklasifikasikan di tempat lain". Kode ini digunakan untuk mencatat masalah yang timbul sebagai konsekuensi langsung dari intervensi bedah, seperti gangguan fungsi usus atau nyeri yang persisten, yang tidak memenuhi kriteria untuk komplikasi yang lebih spesifik seperti infeksi atau perdarahan. Kassa yang bersih dan kering menunjukkan bahwa tidak ada tanda infeksi luka yang jelas pada saat pemeriksaan ini, sehingga fokusnya adalah pada gangguan fungsional sistem pencernaan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22794 | 16 Nov 2025
Klinis : DS: - Nafsu makan menurun - Pasien mengatakan sakit dibagian luka operasi apabila mencerna makanan DO: - Suhu = 37o C. - nadi = 56x/menit - respirasi = 19x/menit - tekanan darah =126/72 mmHg - Pasien tampak lemas - Tampak luka post operasi pada perut kanan bagian bawah, dengan ditutupi kassa steril dan plester, panjang luka ± 6 cm, kondisi balutan luka bersih dan kering,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0036
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset atau durasi yang singkat.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03132 berfokus pada manajemen nyeri. Tujuan dari kriteria luaran ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien. Secara spesifik, luaran yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, berkurangnya tanda-tanda perilaku nyeri (seperti wajah meringis, postur tubuh melindungi area yang sakit, atau gelisah), serta peningkatan kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas secara mandiri, termasuk aktivitas dasar seperti makan dan mobilisasi, yang sebelumnya terganggu akibat nyeri. Dalam konteks pasien ini, tujuan utamanya adalah agar pasien dapat mengonsumsi makanan tanpa merasa sakit pada area luka operasinya, sehingga asupan nutrisi dapat terpenuhi. Indikator keberhasilannya dapat diukur dengan menggunakan skala nyeri (misalnya, dari skala 7-8 turun menjadi 2-3), pasien melaporkan nyeri berkurang, dan pasien tampak lebih rileks serta mampu menyelesaikan hidangan makannya.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08021 merupakan intervensi keperawatan komprehensif untuk menangani nyeri akut. Intervensi ini dimulai dengan melakukan asesmen nyeri yang menyeluruh dan berkelanjutan, termasuk menanyakan kepada pasien tentang karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, kualitas, durasi), faktor yang memperberat dan meringankan, serta dampaknya terhadap aktivitas. Pada pasien ini, asesmen akan memfokuskan pada hubungan antara konsumsi makanan dengan timbulnya nyeri di luka operasi. Perawat kemudian akan mengajarkan dan mendorong pasien untuk menggunakan teknik non-farmakologis dalam mengatasi nyeri. Teknik ini dapat berupa distraksi (seperti mendengarkan musik atau mengobrol), relaksasi napas dalam, atau imajinasi terbimbing untuk mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri, terutama saat makan. Posisi tubuh pasien juga harus diatur untuk kenyamanan maksimal, misalnya dengan menopang kepala dan badan dengan bantal saat makan untuk mengurangi ketegangan pada otot perut. Perawat akan berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai program terapi, misalnya dengan memberikan obat pereda nyeri sekitar 30 menit sebelum waktu makan seperti yang diinstruksikan dokter, sehingga efek analgesik puncaknya terjadi saat pasien mengunyah dan menelan makanan. Selain itu, intervensi penting lainnya adalah memodifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan pasien, seperti memastikan suasana tenang saat makan dan menghindari gangguan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya manajemen nyeri, cara melaporkan nyeri, dan penjelasan mengenai rencana terapi analgesik juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Tindakan ini secara keseluruhan bertujuan memutus siklus nyeri, sehingga pasien dapat beristirahat dengan lebih baik dan asupan nutrisinya tidak terganggu, yang pada akhirnya mendukung proses penyembuhan luka pasca operasi.
Article No. 22795 | 16 Nov 2025
Klinis : DS: - Nafsu makan menurun - Pasien mengatakan sakit dibagian luka operasi apabila mencerna makanan DO: - Suhu = 37o C. - nadi = 56x/menit - respirasi = 19x/menit - tekanan darah =126/72 mmHg - Pasien tampak lemas - Tampak luka post operasi pada perut kanan bagian bawah, dengan ditutupi kassa steril dan plester, panjang luka ± 6 cm, kondisi balutan luka bersih dan kering,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang muncul tiba-tiba atau berlangsung singkat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau meringankan nyeri akut. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan perawat untuk mengurangi pengalaman nyeri yang dialami pasien. Tahapannya dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, intensitas (dengan menggunakan skala nyeri), dan faktor-faktor yang memicu serta meredakannya. Selanjutnya, perawat akan menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi (napas dalam, guided imagery), distraksi (melalui percakapan atau musik), serta modifikasi posisi untuk meningkatkan kenyamanan. Perawat juga berperan dalam pemberian analgesik sesuai resep dokter, memantau efektivitasnya, dan mengobservasi efek samping yang mungkin timbul. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab nyeri, cara melaporkan nyeri, dan teknik penanganan nyeri mandiri juga merupakan bagian integral dari manajemen nyeri. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, meningkatkan kemampuan fungsional, dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat nyeri yang tidak tertangani. Dalam konteks pasien pasca operasi, manajemen nyeri yang adekuat sangat penting untuk mendukung proses mobilisasi dini dan penyembuhan luka.
Kode SIKI: I.03115
Deskripsi : Monitor Tingkat Nyeri: Kegiatan mengobservasi dan mengukur intensitas nyeri secara berkala menggunakan metode yang valid. Kriteria hasil dari intervensi ini adalah tercapainya pengendalian nyeri yang ditandai dengan penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, ekspresi wajah yang lebih rileks, serta penurunan tanda-tanda fisiologis distress seperti frekuensi nadi dan tekanan darah yang kembali ke rentang normal pasien. Perawat secara proaktif akan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi nyeri yang diberikan, baik farmakologis maupun non-farmakologis. Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada angka skala nyeri tetapi juga pada kemampuan pasien untuk beristirahat, berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri, dan melakukan mobilisasi sesuai toleransi. Perawat mendokumentasikan semua temuan secara objektif dan berkelanjutan untuk menilai tren perbaikan atau kemunduran kondisi nyeri pasien. Intervensi ini juga mencakup komunikasi yang efektif dengan tim kesehatan lain untuk menyesuaikan rencana terapi nyeri berdasarkan evaluasi yang dilakukan, memastikan bahwa manajemen nyeri bersifat dinamis dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03035
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi asupan makanan dan cairan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Intervensi ini dimulai dengan penilaian status nutrisi yang menyeluruh, termasuk riwayat asupan makanan, kebiasaan makan, faktor penunjang dan penghambat nafsu makan, serta kondisi klinis yang mempengaruhi pencernaan. Perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai dengan kondisi dan toleransi pasien, dengan mempertimbangkan preferensi pribadi pasien untuk meningkatkan kepatuhan. Tindakan langsung meliputi menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau tidak sedap, dan mendukung secara psikologis. Perawat dapat membantu dalam penyiapan makanan, memodifikasi tekstur makanan (misalnya menjadi lunak atau cair) jika diperlukan, serta memberikan makan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi beban pencernaan sekaligus memastikan asupan kalori yang cukup. Memantau asupan dan output cairan serta menimbang berat badan secara teratur adalah bagian penting untuk mengevaluasi keefektifan intervensi. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan, pilihan makanan yang kaya nutrisi, dan strategi untuk mengatasi mual atau ketidaknyamanan saat makan juga diberikan. Tujuan akhirnya adalah mencegah malnutrisi, mendukung penyembuhan jaringan, dan mempertahankan fungsi sistem imun.
Kode SIKI: I.03035
Deskripsi : Monitor Asupan Nutrisi dan Cairan: Kegiatan mengobservasi dan mencatat jumlah makanan dan cairan yang dikonsumsi oleh pasien dalam 24 jam. Kriteria hasil yang diharapkan adalah peningkatan asupan nutrisi dan hidrasi yang adekuat, yang ditandai dengan porsi makanan yang habis sesuai rencana, peningkatan berat badan atau setidaknya stabilisasi berat badan, serta tanda-tanda klinis seperti kulit yang lembab dan elastis, membran mukosa yang lembab, dan produksi urin yang adekuat. Perawat secara cermat mendokumentasikan semua yang dimakan dan diminum pasien, termasuk respons pasien terhadap jenis makanan tertentu, kesulitan menelan, atau keluhan mual. Observasi terhadap tanda-tanda dehidrasi atau malnutrisi seperti kelemahan, lesu, dan turgor kulit yang menurun dilakukan secara rutin. Data ini kemudian dianalisis untuk mengevaluasi apakah kebutuhan nutrisi harian pasien terpenuhi. Berdasarkan hasil monitoring, perawat dapat merekomendasikan perubahan pada rencana diet, pemberian suplemen nutrisi, atau intervensi lain yang diperlukan kepada tim kesehatan dan ahli gizi. Tindakan ini bersifat berkelanjutan untuk memastikan bahwa status nutrisi pasien mengalami perbaikan seiring dengan proses pemulihannya.
Article No. 22796 | 16 Nov 2025
Klinis : DS: - Nafsu makan menurun - Pasien mengatakan sakit dibagian luka operasi apabila mencerna makanan DO: - Suhu = 37o C. - nadi = 56x/menit - respirasi = 19x/menit - tekanan darah =126/72 mmHg - Pasien tampak lemas - Tampak luka post operasi pada perut kanan bagian bawah, dengan ditutupi kassa steril dan plester, panjang luka ± 6 cm, kondisi balutan luka bersih dan kering,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal kerusakan tersebut (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); timbulnya atau intensitas yang tiba-tiba atau lambat dari ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03140
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Nyeri Akut" (D.0024) berfokus pada upaya untuk mengendalikan dan mengurangi nyeri yang dialami pasien. Tujuan utama dari intervensi keperawatan ini adalah agar tingkat nyeri pasien berkurang hingga ke tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali, yang ditandai dengan perilaku dan tanda-tanda vital yang normal, serta pasien mampu menunjukkan kemampuan koping yang efektif. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan bahwa nyeri telah teratasi atau berkurang hingga tingkat yang dapat ditoleransi, yang dapat diukur menggunakan skala nyeri. Perilaku pasien menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, tidak gelisah, dan mampu beristirahat atau tidur dengan tenang. Tanda-tanda vital pasien, seperti nadi, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan, berada dalam rentang normal yang diharapkan untuk usianya. Selain itu, pasien juga mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti distraksi atau relaksasi, dan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu maupun meredakan nyeri yang dialaminya. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan manajemen nyeri dan peningkatan kualitas hidup pasien selama masa penyembuhan.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : SIKI untuk menangani "Nyeri Akut" (D.0024) merupakan serangkaian intervensi sistematis yang dilakukan perawat untuk meminimalkan ketidaknyamanan pasien. Intervensi ini dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan intensitas nyeri menggunakan skala yang valid. Perawat kemudian mengobservasi respons non-verbal terhadap nyeri, seperti ekspresi wajah, postur tubuh, dan gelisah. Salah satu intervensi kunci adalah pemberian analgesik sesuai resep dokter, dengan mempertimbangkan rute pemberian yang tepat dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. Selain intervensi farmakologis, perawat juga menerapkan metode non-farmakologis seperti teknik distraksi (misalnya, mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi (napas dalam, imajinasi terbimbing), dan terapi dingin atau panas jika diindikasikan. Perawat akan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat pasien, serta memposisikan pasien untuk mengurangi ketegangan pada area yang nyeri. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, dan teknik manajemen nyeri mandiri juga merupakan bagian integral dari intervensi. Perawat akan melibatkan pasien dalam pemilihan intervensi yang sesuai dan mendokumentasikan semua respon terhadap terapi yang diberikan untuk evaluasi berkelanjutan. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa nyeri akut pasien dikelola dengan efektif, mempercepat proses penyembuhan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh" (D.0015) bertujuan untuk mencapai status nutrisi yang optimal pada pasien. Luaran yang diharapkan adalah peningkatan asupan makanan dan cairan sehingga dapat memenuhi kebutuhan tubuh untuk pemulihan. Secara spesifik, pasien diharapkan menunjukkan peningkatan nafsu makan dan mampu menghabiskan porsi makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan kalori dan protein hariannya. Berat badan pasien akan stabil atau mengalami peningkatan yang sesuai dengan goal yang ditetapkan, menuju berat badan ideal. Pasien juga akan menunjukkan tanda-tanda klinis perbaikan status nutrisi, seperti kulit yang tidak kering, turgor kulit elastis, membran mukosa lembab, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan massa otot. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan dapat memahami pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan dan mampu mengidentifikasi jenis makanan yang kaya nutrisi serta sesuai dengan kondisi kesehatannya. Pencapaian luaran ini sangat krusial, terutama pada pasien pasca operasi, karena nutrisi yang adequate merupakan fondasi untuk penyembuhan luka, pemulihan energi, dan pencegahan infeksi. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan metabolik dan energi pasien untuk mendukung semua proses biologis, termasuk regenerasi jaringan.
Kode SIKI: I.05230
Deskripsi : SIKI untuk "Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh" (D.0015) meliputi rangkaian intervensi yang dirancang untuk memastikan pasien menerima asupan nutrisi yang cukup. Langkah pertama adalah melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menghitung kebutuhan kalori, protein, cairan, dan mikronutrien pasien berdasarkan kondisi, usia, dan status metaboliknya. Perawat kemudian memantau asupan dan output makanan serta cairan pasien setiap hari, termasuk menimbang berat badan secara rutin untuk mengevaluasi trend nutrisi. Intervensi penting lainnya adalah menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau tidak sedap, dan memastikan makanan disajikan dengan menarik serta dalam porsi kecil namun sering untuk merangsang nafsu makan. Perawat akan memfasilitasi manajemen nyeri sebelum waktu makan (seperti pemberian analgesik sesuai program) karena nyeri pasca operasi sering menjadi penghalang utama untuk makan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi, pilihan makanan tinggi protein dan kalori, serta strategi untuk mengatasi mual atau ketidaknyamanan saat makan juga diberikan. Jika asupan oral tidak mencukupi, perawat akan berkolaborasi dengan tim medis untuk mempertimbangkan pemberian nutrisi enteral atau parenteral. Perawat juga mendokumentasikan toleransi pasien terhadap diet, termasuk adanya mual, muntah, atau diare, dan mengevaluasi efektivitas intervensi nutrisi yang telah dilakukan. Pendekatan ini memastikan bahwa hambatan nutrisi dapat diatasi, sehingga pasien memiliki energi dan bahan bakar yang cukup untuk proses penyembuhan yang optimal.
Article No. 22797 | 16 Nov 2025
Klinis : DS: - Pasien mengatakan belum BAB selama tiga hari DO: - Bising usus 4x/menit - Pasien terlihat lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Konstipasi didefinisikan sebagai penurunan frekuensi buang air besar dari biasanya, disertai dengan kesulitan atau rasa sakit saat mengeluarkan feses yang keras dan kering. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk asupan cairan dan serat yang tidak adekuat, imobilitas, efek samping obat-obatan tertentu, gangguan metabolik seperti hipotiroidisme, atau kondisi neurologis. Pada kasus pasien ini, data subjektif (belum BAB selama tiga hari) dan data objektif (bising usus 4x/menit dan pasien terlihat lemas) sangat mendukung diagnosa ini. Bising usus yang terdengar 4x/menit berada dalam rentang normal (5-35x/menit) namun cenderung rendah, yang dapat mengindikasikan perlambatan motilitas usus. Perasaan lemas pada pasien dapat menjadi akibat dari ketidaknyamanan abdominal, penumpukan toksin, atau perasaan tidak lengkap setelah defekasi yang sering menyertai konstipasi. Diagnosa ini menuntut perawat untuk tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga pada dampaknya terhadap kenyamanan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Kode SLKI: 101258
Deskripsi : SLKI dengan kode 101258 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan eliminasi fekal yang normal. Implementasinya dimulai dengan pemantauan ketat terhadap pola dan karakteristik BAB pasien, termasuk frekuensi, konsistensi (menggunakan skala Bristol), warna, dan adanya rasa sakit atau kesulitan. Intervensi utama melibatkan manajemen diet, dimana perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap melalui pemberian buah-buahan (seperti pepaya dan pir), sayuran hijau, dan biji-bijian utuh. Peningkatan asupan cairan, minimal 8 gelas per hari, sangat penting untuk melunakkan feses dan memudahkan pergerakannya di dalam usus. Perawat juga akan mendorong aktivitas fisik ringan sesuai toleransi pasien, seperti berjalan kaki di sekitar kamar, karena aktivitas dapat merangsang peristaltik usus. Manajemen posisi defekasi juga diajarkan, seperti menggunakan footstool untuk menempatkan posisi lutut lebih tinggi dari pinggul (posisi squat) yang dapat mempermudah proses mengejan. Jika diperlukan dan sesuai resep, pemberian laksatif atau pelunak feses akan dilakukan dengan memantau efek sampingnya. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah terulangnya konstipasi merupakan bagian integral dari luaran ini. Tujuannya adalah agar pasien dapat mencapai eliminasi fekal yang teratur, tanpa rasa sakit, dan merasa nyaman.
Kode SIKI: 341258
Deskripsi : SIKI 341258 mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang spesifik dan terukur untuk menangani konstipasi. Tindakan dimulai dengan Manajemen Konstipasi, yang meliputi pengkajian menyeluruh terhadap riwayat eliminasi, kebiasaan diet, tingkat aktivitas, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Perawat akan melakukan Palpasi Abdomen untuk mengidentifikasi adanya distensi, massa, atau nyeri tekan. Selanjutnya, Auskultasi Bising Usus dilakukan untuk menilai motilitas usus; dalam kasus ini, bising usus 4x/menit menandakan perlunya intervensi untuk meningkatkan pergerakan usus. Intervensi sentral adalah Pemberian Asupan Serat dan Cairan, di mana perawat secara aktif memastikan pasien mengonsumsi makanan kaya serat dan minum air dalam jumlah yang cukup, serta mendokumentasikan asupannya. Tindakan Meningkatkan Mobilitas, seperti membantu dan mendorong pasien untuk ambulasi atau melakukan latihan rentang gerak, dilaksanakan untuk merangsang peristaltik. Perawat juga memberikan Pendidikan Kesehatan yang komprehensif mengenai faktor-faktor penyebab konstipasi, pentingnya respon segera terhadap dorongan untuk BAB, dan teknik relaksasi. Jika intervensi non-farmakologis tidak efektif dan atas instruksi dokter, perawat akan melaksanakan Pemberian Laksatif atau Enema dengan mematuhi prinsip sterilitas dan kenyamanan pasien, serta memantau respons dan efek sampingnya. Seluruh tindakan ini didokumentasikan dengan rapi untuk evaluasi keberhasilan intervensi dan penyesuaian rencana keperawatan selanjutnya.
Article No. 22798 | 16 Nov 2025
Klinis : Data Subjektif : • Keluarga berharap bahwa penyakit Ny. R dapat diatasi dan Ny. R lebih disiplin dalam menjaga pola makan dan minum obat secara teratur. • Keluarga juga berharap dengan adanya asuhan keperawatan keluarga dapat membantu keluarga meningkatkan kemampuan merawat. • Keluarga mengatakan bersedia jika ada edukasi, atau tindakan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melakukan perawatan pada pasien hipertensi. Data Objektif : • Keluarga bersedia menerima kehadiran petugas kesehatan yang berkunjung dan berinteraksi dengan kooperatif. • Fungsi afektif dan sosial keluarga baik sehingga mendukung kemampuan adaptif. • Keluarga stabil secara emosional dan sosial, tidak ada stresor baru yang menghambat peningkatan kesehatan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kesiapan Peningkatan Pengasuhan
Kode SDKI: D.0179
Deskripsi Singkat: Sebuah pola untuk memberikan bantuan yang dapat memfasilitasi kemampuan memberikan perawatan kepada anggota keluarga lain, yang dapat ditingkatkan.
Kode SLKI: L.03129
Deskripsi : Keluarga mampu mengidentifikasi kebutuhan untuk meningkatkan pengasuhan. Keluarga mampu mengidentifikasi dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan pengasuhan. Keluarga mampu memanfaatkan sumber yang tersedia untuk meningkatkan pengasuhan. Keluarga mampu melibatkan anggota keluarga dalam meningkatkan pengasuhan. Keluarga mampu mengevaluasi peningkatan pengasuhan.
Kode SIKI: I.01263
Deskripsi : Diskusikan dengan keluarga tentang pentingnya meningkatkan pengasuhan. Diskusikan dengan keluarga tentang kebutuhan meningkatkan pengasuhan. Diskusikan dengan keluarga tentang dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan pengasuhan. Fasilitasi keluarga untuk memanfaatkan sumber yang tersedia. Fasilitasi keluarga untuk melibatkan anggota keluarga dalam meningkatkan pengasuhan. Fasilitasi keluarga untuk mengevaluasi peningkatan pengasuhan. Monitor kemampuan keluarga dalam meningkatkan pengasuhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280