Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22802 | 17 Nov 2025
Klinis : Lansia 84 tahun nyeri kedua kaki sejak 2 tahun, nyeri dirasakan menjelang tidur. Nyeri berkurang jika dibalur minyak kayu putih
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut/Kronis
Kode SDKI: DC.0026
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat, dari intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi ≤ 3 bulan (akut) atau > 3 bulan (kronis).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08001 berfokus pada upaya untuk mengendalikan nyeri yang dialami oleh pasien. Tujuannya adalah agar tingkat nyeri yang dirasakan pasien dapat berkurang atau terkontrol dengan baik. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup serangkaian tindakan sistematis. Pertama, perawat akan melakukan pemantauan karakteristik nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala nyeri), kualitas, durasi, dan faktor-faktor yang memicu atau meredakannya. Pada kasus lansia ini, pemantauan akan sangat memperhatikan pola nyeri yang muncul menjelang tidur dan respons terhadap terapi non-farmakologis seperti balur minyak kayu putih. Kedua, perawat akan menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung proses istirahat dan tidur pasien, mengingat nyeri seringkali diperburuk oleh kelelahan dan stres. Ketiga, SLKI ini melibatkan penerapan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, yang dalam kasus ini dapat dikembangkan dari kebiasaan pasien sendiri. Misalnya, selain membalur dengan minyak kayu putih, perawat dapat mengajarkan dan membantu melakukan teknik distraksi seperti mendengarkan musik, relaksasi napas dalam, atau kompres hangat pada area kaki. Keempat, perawat akan berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik jika diperlukan, meskipun dalam kasus ini pasien belum menggunakan obat. Seluruh tindakan ini didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam mengendalikan nyeri kronis yang dialami pasien lansia, dengan tujuan akhir meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidupnya, khususnya kualitas tidur.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08039 adalah intervensi mandiri perawat yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dengan menggunakan metode yang tidak melibatkan pemberian obat. Intervensi ini sangat relevan karena pasien telah menemukan bahwa nyerinya berkurang dengan dibalur minyak kayu putih, yang merupakan salah satu bentuk manajemen nyeri non-farmakologis. Penjelasan detail SIKI ini meliputi beberapa tindakan inti. Pertama, perawat akan melakukan pengkajian nyeri yang mendalam, termasuk mengeksplorasi persepsi pasien tentang nyeri, keyakinan, dan strategi koping yang telah digunakan, seperti efektivitas minyak kayu putih. Kedua, perawat mendukung dan mendidik pasien serta keluarga tentang teknik manajemen nyeri non-farmakologis. Dalam konteks pasien lansia ini, pendidikan dapat mencakup cara melakukan balur yang benar dan aman, serta memperkenalkan teknik lain seperti masase ringan, perubahan posisi yang sering, atau latihan gerak ringan untuk meningkatkan sirkulasi darah di kaki. Ketiga, perawat dapat menerapkan terapi kompres, baik hangat maupun dingin, untuk melihat mana yang lebih efektif meredakan nyeri kaki pasien. Keempat, teknik distraksi seperti mengajak pasien mengobrol, mendengarkan radio, atau melakukan aktivitas ringan yang disukai sebelum tidur dapat membantu mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri. Kelima, menciptakan ritual sebelum tidur yang menenangkan, misalnya dengan mengatur pencahayaan ruangan, memastikan tempat tidur nyaman, dan melakukan relaksasi otot progresif. Intervensi ini menekankan pada pemberdayaan pasien, dimana perawat bertindak sebagai fasilitator untuk membantu pasien menemukan dan menguasai teknik yang paling efektif baginya, sehingga pasien memiliki kendali yang lebih besar atas nyeri kronisnya, mengurangi ketergantungan pada intervensi eksternal, dan pada akhirnya meningkatkan kemandirian serta kualitas tidur.
-
Article No. 22803 | 17 Nov 2025
Klinis : diagnosa keperawatan: Seorang laki-laki usia 60 tahun masuk ke ruang intensive diduga sepsis. Pasien terpasang ventilasi mekanik mode VC RR 12 TV 370 Peep 5 FiO2 60%. tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 90x/menit. Pada asukultasi dada didapatkan crakles pada kedua lapang paru. Gambaran EKG terlampir. Hasil radiologi terdapat pembesaran jantung, diduga adanya gagal jantung. HAsil AGD pH 7.4, pCO2 38.7mmHg, pO2 99.8mmHg, HCO3 24.0mmol/L, BE –0.7mmol/L, O2 SAT 97%. Pasien mendapatkan dopamine 5 µg/kgBB, dan dobutamine 10 µg/kgBB dengan BB 60 kg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : SLKI L.03103 berfokus pada pemantauan status kardiovaskular untuk mendeteksi secara dini tanda-tanda penurunan fungsi jantung. Pada pasien ini, intervensi keperawatan meliputi pemantauan tekanan darah, nadi, dan status perfusi secara ketat. Tekanan darah 100/60 mmHg yang cenderung rendah pada seorang laki-laki usia 60 tahun, meski didukung oleh obat inotropik (dopamin dan dobutamin), merupakan indikator utama dari penurunan curah jantung. Pemantauan nadi (90x/menit) juga penting untuk mengidentifikasi respons kompensatori jantung. Selain itu, pengkajian bunyi jantung, pengisian kapiler, warna dan suhu kulit, serta haluaran urine menjadi bagian kritis dari intervensi ini. Hasil radiologi yang menunjukkan pembesaran jantung (kardiomegali) semakin memperkuat diagnosis gagal jantung yang mendasari penurunan curah jantung ini. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk menjaga stabilitas hemodinamik, mencegah syok kardiogenik, dan memberikan data yang akurat untuk penyesuaian terapi.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : SIKI I.08049 adalah Manajemen Inotropik, yaitu pemberian dan pemantauan obat-obatan yang mempengaruhi kekuatan kontraksi otot jantung. Pada pasien ini, pemberian Dopamin 5 µg/kgBB/menit (total 300 µg/menit) dan Dobutamin 10 µg/kgBB/menit (total 600 µg/menit) merupakan tindakan inti dari intervensi ini. Dopamin pada dosis ini bekerja terutama untuk meningkatkan kontraksi miokard (efek inotropik positif) dan sedikit meningkatkan frekuensi jantung, sehingga dapat meningkatkan curah jantung. Dobutamin, sebagai agonis beta-1, memiliki efek inotropik positif yang lebih kuat dengan efek kronotropik yang minimal, menjadikannya pilihan ideal untuk meningkatkan kontraksi jantung tanpa secara signifikan meningkatkan denyut jantung. Peran perawat dalam intervensi ini sangat kompleks. Pertama, perawat harus memastikan pemberian obat melalui akses intravena yang aman dan paten, dengan dosis yang tepat sesuai berat badan pasien (60 kg). Kedua, pemantauan ketat terhadap respons terapi sangat penting, termasuk mengamati perubahan tekanan darah, nadi, dan tanda-tanda perfusi perifer. Ketiga, perawat harus waspada terhadap efek samping obat, seperti takikardia, aritmia, takipnea, atau nyeri dada. Keempat, pemantauan elektrolit (terutama kalium) dan keseimbangan cairan juga merupakan bagian integral, karena ketidakseimbangan dapat mempengaruhi efektivitas dan keamanan obat inotropik. Intervensi ini dilakukan secara kolaboratif di bawah pengawasan ketat dokter, dan data yang dikumpulkan perawat menjadi dasar untuk menaikkan, menurunkan, atau mempertahankan dosis obat untuk mencapai stabilitas hemodinamik yang optimal.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan permeabilitas jalan napas.
Kode SLKI: L.03017
Deskripsi : SLKI L.03017 berfokus pada manajemen jalan napas untuk memastikan kepatenan dan pertukaran gas yang adekuat. Pada pasien dengan ventilasi mekanik seperti ini, intervensi utamanya adalah memastikan tube endotrakeal (ETT) terpasang dengan aman dan pada posisi yang benar. Auskultasi dada yang menemukan crackles di kedua lapang paru mengindikasikan adanya sekresi atau edema paru (mungkin terkait gagal jantung), yang dapat menyumbat jalan napas kecil dan alveoli. Intervensi perawat meliputi pemantauan suara napas secara berkala untuk mendeteksi perubahan seperti wheezing atau penurunan suara napas. Perawat juga harus memantau parameter ventilator (mode VC, RR 12, TV 370, PEEP 5, FiO2 60%) dan melaporkan setiap ketidaksesuaian. Melakukan suction jalan napas secara rutin dan sesuai kebutuhan merupakan tindakan kunci untuk membersihkan sekresi yang menjadi penyebab crackles dan mencegah atelektasis serta pneumonia terkait ventilator. Pemantauan warna sputum, frekuensi napas, dan upaya napas pasien (jika ada) juga termasuk dalam lingkup intervensi ini.
Kode SIKI: I.08005
Deskripsi : SIKI I.08005 adalah Manajemen Jalan Napas, yang mencakup serangkaian tindakan untuk membuka, membersihkan, dan mempertahankan kepatenan jalan napas. Pada pasien yang terintubasi dan menggunakan ventilasi mekanik, intervensi ini menjadi sangat kompleks dan vital. Tindakan spesifik yang dilakukan perawat meliputi: 1) Posisi kepala tempat tidur 30-45 derajat untuk mencegah aspirasi dan memudahkan ekspansi paru. 2) Melakukan suction endotrakeal secara steril dan sesuai indikasi (misalnya, adanya suara sekresi, desaturasi, atau grafik tekanan jalan napas yang menunjukkan obstruksi) untuk mengeluarkan sekresi yang menyebabkan crackles. 3) Memastikan cuff pada ETT terinflasi dengan tekanan yang adekuat untuk mencegah kebocoran dan aspirasi. 4) Memberikan terapi nebulizer atau obat bronkodilator jika diresepkan untuk mengatasi bronkospasme. 5) Melakukan higiene oral yang rutin dan seksama untuk mengurangi kolonisasi bakteri dan risiko pneumonia. 6) Melakukan fisioterapi dada (perkusi dan vibrasi) untuk membantu menggerakkan sekresi dari saluran napas kecil ke saluran napas besar sehingga mudah disedot. Semua tindakan ini bertujuan untuk mempertahankan jalan napas yang bersih, memaksimalkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi infeksi paru, yang sangat krusial bagi pasien sepsis dengan kondisi kritis.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Kelebihan dan/atau kekurangan pada pertukaran oksigen dan/atau karbondioksida pada tingkat membran alveoli-kapiler.
Kode SLKI: L.03025
Deskripsi : SLKI L.03025 berfokus pada pemantauan status pernapasan dan fungsi pertukaran gas. Meskipun hasil Analisis Gas Darah (AGD) pasien dalam batas normal (pH 7.4, pCO2 38.7, pO2 99.8, HCO3 24), kondisi ini dicapai dengan dukungan ventilasi mekanik dengan FiO2 yang cukup tinggi (60%). Tanpa dukungan ini, sangat mungkin pasien mengalami gangguan pertukaran gas yang signifikan akibat proses sepsis dan edema paru yang ditunjukkan oleh crackles. Intervensi perawat meliputi pemantauan ketat terhadap saturasi oksigen (O2 SAT 97%) secara terus-menerus. Perawat juga harus mengamati tanda klinis seperti warna kulit (sianosis), penggunaan otot bantu napas, dan tingkat kesadaran. Pemantauan parameter ventilator (khususnya FiO2 dan PEEP) dan respons pasien terhadap setting tersebut adalah kunci. Pengukuran AGD serial diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi oksigen dan ventilasi. Tujuan SLKI ini adalah untuk memastikan oksigenasi dan ventilasi yang adekuat, mencegah hipoksia jaringan, dan mendeteksi dini kemunduran status pernapasan.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : SIKI I.08011 adalah Manajemen Ventilasi Mekanik, yang melibatkan perawatan dan pemantauan pasien yang menggunakan ventilator. Intervensi ini adalah inti dari penanganan gangguan pertukaran gas pada pasien ini. Peran perawat sangat luas, dimulai dari memastikan koneksi antara pasien dan ventilator berfungsi dengan baik dan aman. Perawat harus memahami setting ventilator yang digunakan (Volume Control dengan TV 370ml, RR 12, PEEP 5, FiO2 60%) dan memantau parameter seperti tekanan puncak dan tekanan plateau untuk mendeteksi adanya komplikasi seperti barotrauma atau peningkatan resistensi jalan napas. Perawat bertanggung jawab untuk melakukan "safety check" ventilator secara rutin, termasuk memastikan alarm berfungsi dengan benar. Melakukan sedasi dan manajemen nyeri sesuai protokol juga merupakan bagian penting dari intervensi ini untuk memastikan pasien tidak "melawan" ventilator, yang dapat mengganggu pertukaran gas. Perawat juga mempersiapkan dan membantu proses weaning (penyapihan) dari ventilator ketika kondisi pasien memungkinkan, dengan memantau tanda-tanda toleransi dan kegagalan selama proses tersebut. Semua tindakan ini bertujuan untuk memanfaatkan ventilasi mekanik sebagai alat untuk mengistirahatkan otot pernapasan pasien sekaligus mempertahankan pertukaran gas yang optimal sementara penyebab dasarnya (sepsis dan gagal jantung) ditangani.
-
Article No. 22804 | 17 Nov 2025
Klinis : perfusi perifer tidak efektif
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode ICD-10: R57.9
Deskripsi Singkat : Perfusi perifer tidak efektif, yang dikodekan sebagai R57.9 (Syok, tidak ditentukan), mengacu pada keadaan ketidakmampuan sistem sirkulasi untuk mengirimkan darah beroksigen dalam jumlah yang memadai ke jaringan perifer (seperti kulit, otot, dan ekstremitas). Kondisi ini bukanlah diagnosis definitif melainkan sebuah sindrom klinis yang menandakan kegagalan sistemik perfusi jaringan, sering kali merupakan manifestasi dari syok. Istilah ini menggambarkan situasi di mana kebutuhan metabolik sel tidak terpenuhi, yang dapat menyebabkan disfungsi organ dan kerusakan jaringan jika tidak ditangani. Tanda klinisnya dapat mencakup kulit pucat, dingin, atau lembap, pengisian kapiler yang memanjang (lebih dari 2-3 detik), penurunan produksi urin, denyut nadi yang lemah dan cepat, serta perubahan status mental. Kode R57.9 digunakan ketika penyebab spesifik syok (seperti septik, kardiogenik, atau hipovolemik) belum dapat ditentukan. Dalam konteks pelatihan, penting untuk memahami bahwa kode ini adalah penampung sementara; kodifikasi yang lebih tepat (seperti R57.1 - Syok hipovolemik atau A41.9 - Sepsis, tidak ditentukan) harus dicari dan digunakan begitu diagnosis yang mendasarinya diketahui, karena hal ini secara signifikan memengaruhi manajemen pasien dan akurasi data.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22805 | 17 Nov 2025
Klinis : Nn P 35 thn, sedang mengikuti kegiatan marathon pada ulang tahun tempat kerjanya. Nn P menderita DM sejak 3 tahun lalu dan mampu melakukan pengeckan gula darah sendiri, mengatur insulin yang dibutuhkan tubuhnya serta mengatur diet yang sesuai untuk kebutuhannya sebagai penderita DM. Data subyektif: Nn P merasa kedinginan, kepala pusing dan jari2 kesemutan, mendapatkan terapi insulin seperti biasa tapi tidak sarapan dan dapat menyelesaikan pertandingan marathon sesuai dengan kemampuan terbaiknya. Data Obyektif: sulit bicara dan tidak sanggup berdiri dengan stabil, N 120x/mt, GDS 48 mg/dl (2.7 mmol/L), tampak bingung.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00093
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan utama yang dapat ditegakkan pada Nn. P adalah "Risiko Gangguan Kadar Glukosa Darah". Diagnosis ini mengacu pada kondisi individu yang rentan mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus Nn. P, risiko ini telah menjadi kenyataan, ditandai dengan episode hipoglikemia berat (GDS 48 mg/dl). Fokus diagnosis ini adalah pada kerentanan yang dimiliki pasien akibat interaksi antara penyakit kronisnya (Diabetes Mellitus), regimen pengobatan (insulin), dan faktor perilaku (tidak sarapan serta aktivitas fisik berat). Defisinya terletak pada pengetahuan, kesadaran, atau kemampuan untuk mempertahankan homeostasis glukosa darah dalam situasi yang meningkatkan metabolisme dan kebutuhan energi tubuh. Pasien, meskipun mampu melakukan manajemen DM sehari-hari, menunjukkan defisit dalam mengantisipasi dan mengkompensasi dampak dari aktivitas fisik ekstrem seperti marathon terhadap kebutuhan insulin dan karbohidrat. Hal ini diperparah dengan keputusan untuk tidak sarapan, yang menghilangkan cadangan glukosa esensial yang dibutuhkan selama aktivitas berat. Dengan demikian, defisi utama adalah pada area manajemen diri dan penyesuaian terapi dalam menghadapi perubahan kondisi fisiologis yang drastis.
Kode SLKI: 4416
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) untuk diagnosis ini adalah "Kadar Glukosa Darah dalam Rentang Normal" dengan kode 4416. SLKI ini mendefinisikan tujuan akhir dari intervensi keperawatan, yaitu menstabilkan kondisi pasien dengan mengembalikan dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas yang aman dan ditargetkan. Secara spesifik, luaran ini diukur melalui indikator seperti kadar glukosa darah dalam rentang yang ditentukan, tidak adanya tanda dan gejala hipoglikemia (seperti kedinginan, pusing, kesemutan, kebingungan, kesulitan bicara, dan ketidakstabilan berdiri), serta denyut nadi yang kembali ke rentang normal. Pencapaian SLKI 4416 pada Nn. P akan ditandai dengan peningkatan GDS di atas 70 mg/dl, hilangnya seluruh gejala neuroglikopenik (gejala saraf akibat gula darah rendah) yang dialami, kemampuan bicara yang jelas, kemampuan berdiri dan berjalan dengan stabil, serta penurunan denyut nadi ke kisaran 60-100 kali per menit. SLKI ini tidak hanya berfokus pada angka laboratorium, tetapi juga pada resolusi manifestasi klinis yang membahayakan jiwa, sehingga menekankan pada perbaikan status fisiologis dan neurologis pasien secara keseluruhan.
Kode SIKI: 4406
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama (SIKI) yang harus segera dilakukan adalah "Manajemen Hipoglikemia" dengan kode 4406. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis dan segera untuk menangani episode gula darah rendah yang akut dan berat. Deskripsi intervensi ini mencakup beberapa aktivitas kritikal. Pertama, memastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi (ABC) pasien aman, mengingat kondisi kebingungan dan ketidakstabilannya dapat berisiko menyebabkan cedera. Kedua, segera memberikan sumber karbohidrat sederhana yang cepat diserap (seperti jus buah, gula, atau permen) jika pasien masih sadar dan mampu menelan, untuk meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Ketiga, memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara ketat untuk menilai respons terhadap terapi. Keempat, jika pasien tidak mampu menelan atau kondisinya memburuk, kolaborasi untuk pemberian glukagon atau dekstrosa intravena harus segera dilakukan. Kelima, setelah kondisi stabil, intervensi dilanjutkan dengan memberikan karbohidrat kompleks dan protein untuk mempertahankan kestabilan gula darah. Yang tak kalah penting adalah melakukan edukasi pada pasien mengenai faktor pemicu hipoglikemia ini, termasuk pentingnya menyesuaikan asupan makanan dan memantau gula darah lebih sering sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik yang berat. SIKI 4406 bersifat menyelamatkan jiwa dalam fase akut dan bersifat edukatif untuk mencegah rekurensi di masa depan, sehingga langsung menangani defisi dalam manajemen diri pasien.
-
Article No. 22806 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, nyeri kronis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Glaukoma, Nyeri Kronis
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08001 berfokus pada manajemen nyeri. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi tingkat nyeri yang dialami pasien hingga mencapai skala yang dapat ditoleransi, yang ditetapkan oleh pasien sendiri (biasanya skala 0-3 pada skala nyeri 0-10). Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: 1) Melakukan penilaian nyeri yang komprehensif secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor pemicu atau yang meringankan nyeri. Penggunaan alat skala nyeri yang valid (seperti Numeric Rating Scale/NRS) sangat penting untuk mengukur intensitas secara objektif. 2) Mengajarkan dan memfasilitasi teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti distraksi (misalnya, mendengarkan musik, relaksasi), teknik napas dalam, dan terapi dingin atau hangat yang sesuai. Pada pasien glaukoma, kompres hangat di sekitar mata mungkin perlu dihindari jika tidak dianjurkan oleh dokter. 3) Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitasnya, dan mengawasi efek samping yang mungkin timbul. 4) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung proses penyembuhan dan mengurangi ansietas yang dapat memperberat persepsi nyeri. 5) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri pada glaukoma (biasanya terkait peningkatan tekanan intraokuler), rencana pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri yang tidak terkendali. Evaluasi keberhasilan SLKI ini ditandai dengan penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, penurunan tanda-tanda nonverbal nyeri (seperti wajah meringis, gelisah), serta peningkatan kemampuan pasien untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas hidup sehari-hari.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08095 adalah Manajemen Nyeri, yang merupakan serangkaian tindakan keperawatan langsung dan kolaboratif untuk meringankan atau menghilangkan nyeri. Implementasi SIKI ini sangat krusial bagi pasien glaukoma dengan nyeri kronis. Tindakan-tindakan spesifiknya meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang mendalam dan berkelanjutan setiap kali berinteraksi dengan pasien, dengan memperhatikan ekspresi verbal dan nonverbal. Pada pasien glaukoma, nyeri seringkali dirasakan di dalam atau di sekitar mata, disertai sakit kepala, dan terkadang mual atau muntah. 2) Memastikan pemberian obat tetes mata atau obat sistemik sesuai resep dokter secara tepat waktu. Obat tetes mata untuk menurunkan tekanan intraokuler adalah landasan terapi glaukoma dan pencegahan nyeri. Perawat harus memastikan teknik pemberian tetes mata yang benar untuk memaksimalkan absorpsi dan meminimalkan efek sistemik. 3) Mengajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis yang spesifik dan aman. Misalnya, teknik relaksasi progresif dan guided imagery dapat membantu mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri. Penting untuk menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan intraokuler secara tiba-tiba, seperti mengedan atau mengangkat beban berat. 4) Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi faktor yang dapat memperburuk nyeri, seperti cahaya yang terlalu terang (fotofobia adalah gejala umum glaukoma). Menyarankan penggunaan kacamata gelap dapat membantu. 5) Melakukan edukasi kesehatan yang komprehensif. Perawat harus menjelaskan hubungan antara peningkatan tekanan intraokuler dan nyeri, pentingnya kepatuhan terhadap terapi obat jangka panjang untuk mencegah kerusakan saraf optik dan nyeri berulang, serta tanda-tanda komplikasi yang perlu segera dilaporkan. 6) Mendokumentasikan semua temuan, intervensi yang dilakukan, dan respons pasien terhadap terapi secara akurat dan rinci. Dokumentasi ini vital untuk mengevaluasi efektivitas rencana keperawatan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus pada gejala nyeri tetapi juga pada penyebabnya (tekanan intraokuler) dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.
-
Article No. 22807 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, gangguan persepsi sensori
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: glaukoma, gangguan persepsi sensori
Kode SDKI: D.0333
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.03142
Deskripsi : Pasien terlindungi dari cedera. Kriteria hasil: Lingkungan aman dan bebas bahaya; Pasien dapat mengidentifikasi faktor risiko cedera; Pasien dapat memodifikasi lingkungan untuk mencegah cedera; Pasien dapat mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah cedera; Pasien bebas dari cedera.
Kode SIKI: I.02836
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keamanan. Tindakan keperawatan: Identifikasi faktor risiko di lingkungan yang dapat mengancam keselamatan pasien; Monitor keselamatan lingkungan secara berkala; Jaga lingkungan yang bersih, rapi, dan bebas dari bahaya; Berikan penerangan yang cukup, terutama di malam hari; Pastikan lantai tidak licin dan bebas dari genangan air atau benda yang dapat membuat tersandung; Atur tata letak perabot untuk memudahkan mobilitas dan menghindari benturan; Pasang pengaman pada tempat tidur (side rail) jika diperlukan; Gunakan alat bantu mobilitas (seperti tongkat) yang sesuai dan dalam kondisi baik; Berikan area khusus untuk barang-barang pasien agar mudah dijangkau; Beri label atau penanda yang kontras dan mudah dibaca pada benda-benda penting atau area bahaya; Ajarkan pasien dan keluarga untuk selalu membereskan barang dan tidak meninggalkan benda di lantai atau tangga; Anjurkan pasien untuk menggunakan alas kaki yang tidak licin dan pas di kaki; Anjurkan pasien untuk meminta bantuan saat akan beraktivitas jika penglihatan sangat terganggu; Libatkan keluarga dalam memelihara lingkungan yang aman; Berikan edukasi tentang pentingnya keselamatan lingkungan dan cara mencegah cedera.
Kondisi: glaukoma, gangguan persepsi sensori
Kode SDKI: D.0159
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori: Penglihatan
Kode SLKI: L.08069
Deskripsi : Persepsi sensori penglihatan membaik. Kriteria hasil: Pasien dapat mendemonstrasikan teknik untuk memaksimalkan penggunaan sisa penglihatan; Pasien dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan fungsi penglihatan; Pasien dapat memodifikasi lingkungan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan; Pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan; Pasien menyampaikan penerimaan terhadap perubahan persepsi sensori.
Kode SIKI: I.08083
Deskripsi : Manajemen Gangguan Persepsi Sensori. Tindakan keperawatan: Kaji tingkat gangguan penglihatan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari; Monitor tanda-tanda frustasi, isolasi sosial, atau depresi akibat gangguan penglihatan; Orientasikan pasien terhadap lingkungan, orang, dan suara di sekitarnya; Bantu pasien untuk mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan yang masih dimiliki; Anjurkan pasien untuk menggunakan indera pendengaran dan peraba untuk mengompensasi gangguan penglihatan; Bantu pasien mengatur lingkungan dengan pencahayaan yang memadai dan mengurangi silau; Anjurkan penggunaan kacamata gelap di luar ruangan untuk mengurangi ketidaknyamanan terhadap cahaya; Bantu pasien untuk menata barang-barang pribadi di tempat yang konsisten dan mudah dijangkau; Anjurkan untuk menggunakan alat bantu low vision (seperti kaca pembesar, buku dengan huruf besar, atau perangkat elektronik bersuara) jika tersedia; Ajarkan teknik scanning lingkungan untuk meningkatkan kesadaran terhadap sekeliling; Latih pasien dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan sisa penglihatan dan indera lainnya; Fasilitasi komunikasi yang jelas dengan selalu memperkenalkan diri dan menyebutkan nama sebelum berbicara; Berikan dukungan emosional dan psikologis untuk menerima kondisi yang dialami; Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan dan menciptakan lingkungan yang suportif; Rujuk ke spesialis low vision atau terapis okupasi untuk pelatihan lebih lanjut jika diperlukan; Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit glaukoma, pentingnya pengobatan, dan cara mencegah memburuknya kondisi.
Kondisi: glaukoma, gangguan persepsi sensori
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.07013
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun. Kriteria hasil: Pasien dapat mengidentifikasi tanda dan gejala ansietas; Pasien dapat mengidentifikasi penyebab ansietas; Pasien dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk menurunkan ansietas; Ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasien tampak rileks; Perilaku panik atau gelisah menurun; Pasien melaporkan perasaan lebih tenang.
Kode SIKI: I.07834
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Tindakan keperawatan: Kaji tingkat ansietas, faktor pencetus, dan respons fisik serta emosional pasien; Dengarkan keluhan dan kekhawatiran pasien dengan penuh perhatian dan empati; Berikan informasi yang akurat dan jelas tentang kondisi glaukoma, pengobatan, dan prognosis untuk mengurangi ketidakpastian; Jelaskan prosedur perawatan dan pengobatan dengan bahasa yang mudah dimengerti; Bantu pasien mengidentifikasi situasi yang memicu ansietas; Ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam, relaksasi otot progresif, atau imajinasi terbimbing; Anjurkan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian dan menenangkan, seperti mendengarkan musik atau melakukan hobi yang masih memungkinkan; Bantu pasien untuk mengidentifikasi sistem pendukung yang dimiliki (keluarga, teman); Fasilitasi pasien untuk mengekspresikan perasaan takut, khawatir, atau sedih tentang gangguan penglihatannya; Berikan reinforcement positif atas upaya yang dilakukan pasien untuk mengatasi ansietasnya; Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman; Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa jika ansietas berat atau berlarut-larut; Anjurkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional dan mendengarkan keluhan pasien.
-
Article No. 22808 | 17 Nov 2025
Klinis : skizofrenia tidak terinci
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08119
Deskripsi : Klien dapat mengontrol halusinasi.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : Kolaborasi pemberian terapi modalitas.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08120
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan realitas orientasi.
Kode SIKI: I.08096
Deskripsi : Bina realitas.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08121
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan fungsi kognitif.
Kode SIKI: I.08097
Deskripsi : Latihan kognitif.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08122
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan konsentrasi dan perhatian.
Kode SIKI: I.08098
Deskripsi : Latihan konsentrasi dan perhatian.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08123
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan memori.
Kode SIKI: I.08099
Deskripsi : Latihan memori.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08124
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan proses pikir.
Kode SIKI: I.08100
Deskripsi : Latihan proses pikir.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08125
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan persepsi.
Kode SIKI: I.08101
Deskripsi : Latihan persepsi.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08126
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi verbal.
Kode SIKI: I.08102
Deskripsi : Latihan komunikasi verbal.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08127
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi nonverbal.
Kode SIKI: I.08103
Deskripsi : Latihan komunikasi nonverbal.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08128
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi tertulis.
Kode SIKI: I.08104
Deskripsi : Latihan komunikasi tertulis.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08129
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi simbolik.
Kode SIKI: I.08105
Deskripsi : Latihan komunikasi simbolik.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08130
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi digital.
Kode SIKI: I.08106
Deskripsi : Latihan komunikasi digital.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08131
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi sosial.
Kode SIKI: I.08107
Deskripsi : Latihan komunikasi sosial.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08132
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi terapeutik.
Kode SIKI: I.08108
Deskripsi : Latihan komunikasi terapeutik.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08133
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan keluarga.
Kode SIKI: I.08109
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan keluarga.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08134
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan teman.
Kode SIKI: I.08110
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan teman.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08135
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan masyarakat.
Kode SIKI: I.08111
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan masyarakat.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08136
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan tenaga kesehatan.
Kode SIKI: I.08112
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan tenaga kesehatan.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI:
Article No. 22809 | 17 Nov 2025
Klinis : Ansistas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan dimana individu mengalami perasaan gelisah (suatu kekhawatiran yang samar-samar atau ketakutan yang disertai gejala otonom seperti sakit kepala, berkeringat dingin, dan palpitasi jantung) dan aktivitas saraf otonom dalam berespons terhadap ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui oleh individu. Ansietas berbeda dengan rasa takut, dimana rasa takut adalah respons terhadap ancaman yang diketahui atau spesifik. Tingkat ansietas dapat bervariasi dari ringan, sedang, berat, hingga panik, dan dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam berpikir jernih, mengambil keputusan, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebabnya multifaktorial, dapat berasal dari konflik intrapsikis, stresor lingkungan, faktor genetik, atau kondisi medis tertentu. Manifestasi ansietas dapat terlihat pada aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku.
Kode SLKI: 4321
Deskripsi : SLKI untuk ansietas berfokus pada upaya untuk mengurangi tingkat ansietas klien dan meningkatkan mekanisme koping yang adaptif. Intervensi utamanya adalah: Mengurangi Ansietas. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: Menciptakan lingkungan yang tenang dan menenangkan, misalnya dengan mengurangi stimulasi yang berlebihan, berbicara dengan suara lembut dan nada yang menenangkan. Mengidentifikasi bersama klien mengenai faktor-faktor yang memicu ansietas, sehingga klien dapat lebih memahami kondisinya. Mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan ketakutannya secara verbal. Hal ini dapat menjadi katarsis emosional dan mengurangi beban psikologis. Mengajarkan serta melatih teknik relaksasi, seperti napas dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, guided imagery, atau distraksi. Teknik ini membantu mengalihkan perhatian dari sumber kecemasan dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang menenangkan. Memantau tanda-tanda fisiologis ansietas seperti peningkatan denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah. Memberikan informasi yang akurat tentang prosedur medis atau kondisi kesehatannya untuk mengurangi ansietas yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Meningkatkan sistem pendukung dengan melibatkan keluarga atau orang terdekat dalam memberikan dukungan emosional. Membantu klien mengidentifikasi serta menggunakan mekanisme koping yang adaptif yang pernah berhasil dilakukan di masa lalu. Jika diperlukan, kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa atau pemberian terapi farmakologis sesuai resep dokter. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah agar klien melaporkan penurunan perasaan cemas dan menunjukkan perilaku yang lebih tenang serta mampu menggunakan teknik koping yang sehat.
Kode SIKI: 4321
Deskripsi : SIKI untuk ansietas digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan yang telah diberikan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: Ansietas Terkontrol. Indikator yang dinilai antara lain: Klien mampu mengungkapkan secara verbal tentang penurunan perasaan cemas, gugup, atau khawatir. Klien menunjukkan tanda-tanda fisiologis yang membaik, seperti denyut nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah dalam rentang normal yang sesuai dengan kondisi klien. Ekspresi wajah klien tampak lebih rileks, tidak tegang, dan mampu melakukan kontak mata dengan baik. Pola tidur klien membaik, ditandai dengan kemampuan untuk tidur dengan cukup dan merasa segar setelah bangun tidur, tanpa gangguan seperti insomnia yang disebabkan oleh kekhawatiran. Klien mampu mengidentifikasi situasi atau pikiran yang memicu ansietasnya. Klien mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi yang telah diajarkan (seperti napas dalam atau relaksasi otot) secara mandiri ketika menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan. Klien melaporkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa banyak terganggu oleh perasaan cemas. Klien menunjukkan kemampuan untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih, tidak mudah terdistraksi oleh kekhawatiran. Klien berpartisipasi dalam interaksi sosial secara lebih aktif dan tidak menghindar. Jika ansietas terkait dengan ketidaktahuan, klien menunjukkan pemahaman tentang informasi yang telah diberikan. Dengan tercapainya kriteria hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan telah berhasil dalam menurunkan tingkat ansietas klien dan meningkatkan kemandiriannya dalam mengelola stresor.
Article No. 22810 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, gangguan persepsi sensori
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: glaukoma, gangguan persepsi sensori
Kode SDKI: D.0236
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.03145
Deskripsi : Perilaku Aman: Individu/Keluarga dapat mengidentifikasi faktor risiko cedera; mengidentifikasi sumber yang dapat digunakan untuk meminimalkan faktor risiko cedera; memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan faktor risiko cedera; dan menggunakan sumber yang tepat untuk meminimalkan faktor risiko cedera.
Kode SIKI: I.03304
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Aman: Mengidentifikasi faktor lingkungan yang berisiko menimbulkan cedera; memantau kesiapan dan keamanan peralatan; memantau kesiapan dan keamanan lingkungan; memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan cedera; dan mengevaluasi respons individu terhadap modifikasi. Manajemen Lingkungan: Rumah: Mengidentifikasi faktor lingkungan di rumah yang berisiko menimbulkan cedera; memodifikasi lingkungan rumah untuk meminimalkan cedera; dan mengevaluasi respons individu terhadap modifikasi. Edukasi: Keselamatan: Menjelaskan prosedur untuk mencegah cedera; mendemonstrasikan prosedur untuk mencegah cedera; menjelaskan faktor risiko cedera; menjelaskan tanda dan gejala yang memerlukan tindak lanjut; menjelaskan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan; menjelaskan sumber yang dapat digunakan terkait keselamatan; dan mengevaluasi pemahaman individu/keluarga tentang edukasi yang diberikan. Edukasi: Penyakit: Menjelaskan proses penyakit; menjelaskan pilihan terapi; menjelaskan rencana tindak lanjut; menjelaskan tanda dan gejala yang memerlukan tindak lanjut; menjelaskan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan; menjelaskan sumber yang dapat digunakan terkait penyakit; dan mengevaluasi pemahaman individu/keluarga tentang edukasi yang diberikan. Manajemen Okular: Memantau status okular; memantau respons terhadap terapi okular; memberikan terapi okular; dan mengevaluasi respons individu terhadap terapi okular.
Article No. 22811 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, gangguan persepsi sensori
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Glaukoma, Gangguan Persepsi Sensori
Kode ICD-10: H40.9
Deskripsi Singkat : Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, sering kali disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang abnormal, dan merupakan penyebab utama kebutaan ireversibel. Kondisi ini secara progresif merusak serat saraf di saraf optik, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. 'Gangguan persepsi sensori' dalam konteks ini merujuk pada defisit neurologis atau persepsi yang diakibatkan oleh kerusakan ini. Awalnya, glaukoma mempengaruhi penglihatan perifer (samping), menciptakan 'lubang' atau bintik-bintik buta dalam bidang visual. Seiring perkembangan penyakit, gangguan persepsi ini memburuk, dapat menyempitkan bidang pandang seperti melihat melalui terowongan (tunnel vision), dan akhirnya mengarah pada kebutaan sentral jika tidak diobati. Kode ICD-10 H40.9 mengklasifikasikan kondisi ini sebagai 'Glaukoma, tidak ditentukan'. Ini digunakan ketika catatan medis menunjukkan diagnosis glaukoma tetapi jenis spesifiknya (seperti sudut terbuka, sudut tertutup, kongenital, atau sekunder) tidak disebutkan. Kode ini menangkap esensi dari kondisi glaukoma yang menyebabkan gangguan persepsi sensori pada penglihatan, yang merupakan konsekuensi langsung dari kerusakan saraf optik yang berkelanjutan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282