Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24400 | 10 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD:riwayat transfusi darah 4 kantong 2 minggu yang lalu, batu empedu 2 tahun yang lalu , riwayat batu ginjal, dan stroke 2 tahun yang lalu KU lemah, GCS E3V2M4 TD: 135/90 HR: 132 RR: 32 S: 36.6 Spo2: 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 33 --> 30 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: lab 08/03/26 hb 13.44 eritrosit 5.37 hmt 41.3 lekosit 9.12 trombosit 229 Na 135 K 4.6 Cl 103 Ca2+ 1.1 pH 7.59 GDS 133 SGOT 54 SGPT 30 ur 40.7 kr 0.82 CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebeli Ro thorax Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang mengancam kehidupan ke otak, yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis ireversibel. Kondisi ini sangat relevan mengingat pasien memiliki riwayat stroke dan temuan CT scan menunjukkan infark cerebri (stroke iskemik) baru di periventrikel lateralis bilateral. GCS E3V2M4=9 menunjukkan penurunan kesadaran yang signifikan, dan NIHSS 30 mengindikasikan defisit neurologis yang sangat berat. Tekanan darah 135/90 dan frekuensi jantung 132 (takikardia) dapat menjadi upaya kompensasi tubuh untuk mempertahankan perfusi otak, namun juga dapat menjadi tanda ketidakstabilan hemodinamik. Hiperventilasi (RR 32) dengan pH 7.59 (alkalosis respiratorik) sering terjadi pada peningkatan tekanan intrakranial atau sebagai respons terhadap hipoksia jaringan otak, yang semakin memperkuat diagnosis ini.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran (GCS) stabil atau membaik menuju nilai normal (15). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (misalnya, tekanan darah tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah yang dapat memperburuk perfusi, frekuensi jantung mendekati normal). 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat yang progresif atau muntah proyektil yang mengindikasikan peningkatan tekanan intrakranial. 4) Fungsi neurologis fokal (seperti yang diukur dengan NIHSS) stabil tanpa deteriorasi lebih lanjut. 5) Pernapasan dalam pola dan frekuensi normal, dengan analisis gas darah menunjukkan keseimbangan asam-basa yang adekuat. Tujuan jangka pendek adalah mencegah perluasan area infark dan melindungi jaringan otak yang masih sehat (penumbra) dengan memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang adekuat.
Kode SIKI: I.05241
Deskripsi : 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan setiap jam atau sesuai protokol, termasuk GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. 2) Memonitor dan mencatat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) serta saturasi oksigen (SpO2) secara teratur. 3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 > 95%. 5) Mengatur pemberian cairan intravena secara ketat sesuai program dokter untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit serta tekanan darah yang adekuat (misalnya, menjaga tekanan darah rata-rata/ MAP yang optimal untuk perfusi serebral). 6) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep seperti antihipertensi, antiplatelet/antikoagulan, atau neuroprotektor. 7) Menjaga lingkungan tenang, mengurangi stimulasi yang tidak perlu, dan menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (seperti batuk kuat, mengejan, fleksi leher). 8) Memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan tujuan intervensi yang dilakukan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (GCS 9), refleks batuk dan kemampuan menelan sangat mungkin terganggu, meningkatkan risiko aspirasi sekret, saliva, atau makanan/minuman. Meskipun saat ini RR 32 dan SpO2 99%, pola napas yang cepat dan dangkal (didukung oleh adanya alkalosis respiratorik) dapat menjadi tanda awal kompensasi terhadap hipoksia atau akibat dari iritasi jalan napas oleh sekret yang tertahan. Riwayat stroke dan temuan cardiomegali pada thorax juga merupakan faktor risiko untuk gangguan fungsi pernapasan dan penumpukan sekret.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Jalan napas tetap paten, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (vesikuler) tanpa suara tambahan seperti wheezing, ronki, atau stridor. 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal sesuai usia. 3) Saturasi oksigen (SpO2) dipertahankan dalam rentang normal (>95%) tanpa bantuan oksigen atau dengan bantuan minimal. 4) Tidak terdapat sekret yang menyumbat jalan napas (jalan napas bersih). 5) Analisis gas darah menunjukkan nilai dalam batas normal. Tujuan utamanya adalah mencegah komplikasi hipoksia, atelektasis, dan pneumonia aspirasi yang dapat memperburuk kondisi neurologis dan sistemik pasien.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : 1) Menilai status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas) dan suara napas secara berkala. 2) Memonitor saturasi oksigen secara terus menerus. 3) Melakukan fisioterapi dada dan jalan napas sesuai indikasi (seperti postural drainage, perkusi, dan vibrasi) dengan hati-hati mengingat kondisi neurologis akut. 4) Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara steril dan tepat indikasi berdasarkan adanya suara sekret atau penurunan saturasi. 5) Mempertahankan posisi semi-fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi dan memudahkan ekspansi dada. 6) Kolaborasi pemberian terapi oksigen dan nebulizer sesuai program. 7) Melakukan oral hygiene secara teratur untuk mengurangi risiko infeksi dan aspirasi bakteri dari mulut. 8) Mengajarkan dan mendorong keluarga untuk melaporkan segera jika pasien terlihat sesak atau terdapat suara napas yang abnormal.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan kesehatan, akibat dari faktor internal seperti penurunan kesadaran dan defisit neurologis. Pasien dengan GCS 9 (terutama komponen motorik M4: hanya menarik anggota gerak dari nyeri) memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk melindungi diri, mengubah posisi, atau merespons bahaya lingkungan. Nilai NIHSS yang sangat tinggi (30) mengindikasikan kelemahan atau kelumpuhan yang luas pada sisi tubuh, meningkatkan risiko jatuh dari tempat tidur, trauma, atau terpeleset. Disorientasi dan penurunan kesadaran juga dapat menyebabkan pasien menarik alat-alat infus atau selang lainnya.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien terbebas dari cedera, ditandai dengan: 1) Tidak terdapat tanda-tanda trauma fisik seperti memar, lecet, luka, atau fraktur. 2) Kulit utuh tanpa tanda tekanan (dekubitus). 3) Semua alat penunjang terpasang dengan aman dan tidak tercabut secara tidak sengaja. 4) Lingkungan perawatan aman dan bebas dari bahaya yang dapat menyebabkan cedera. Tujuan keperawatan adalah menciptakan lingkungan yang aman secara fisik dan pengawasan yang ketat untuk mencegah segala bentuk cedera tambahan yang dapat memperparah kondisi pasien.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : 1) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu terpasang dalam posisi terangkat, terutama saat perawat atau keluarga tidak berada di samping pasien. 2) Mempertimbangkan penggunaan sarung tangan tanpa jari (mitten) atau alat restraint yang sangat hati-hati dan sesuai protokol (sebagai upaya terakhir) untuk mencegah pencabutan infus atau selang NGT. 3) Menempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan pasien dalam jangkauan yang aman. 4) Memastikan lingkungan sekitar tempat tidur bersih, rapi, tidak licin, dan pencahayaan cukup. 5) Melakukan perubahan posisi pasien secara teratur dan aman (setiap 2 jam) dengan teknik yang benar untuk mencegah dekubitus dan kontraktur. 6) Selalu mengunci roda kursi atau tempat tidur sebelum memindahkan atau merawat pasien. 7) Menggunakan bantalan pelindung (seperti di tumit dan siku) untuk area tulang yang menonjol. 8) Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya tidak meninggalkan pasien sendirian, cara memanggil bantuan, dan bahaya-bahaya yang perlu diwaspadai.
-
Article No. 24401 | 10 Mar 2026
Klinis : dada ampeg berkurang, sesak berkurang, nyeri ulu hati, sesak napas berkurang, batuk jarang, demam (-)(+) KU lemah, CM TD : 112/70 HR : 93 x/m RR : 20 x/m S : 36.3 SPO2 : 100% on O2 NK JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/- Na 139 K 4.9 Cl 108 CKMB 21 D-dimer: 1128.0 Status generalis Mata CA -/-, SI -/-, pupil isokor 3mm/3mm, RC +/+, Refleks kornea (+/+) mulut : trismus - leher : kaku kuduk - Thorax SDV +/+ rh -/-, wh -/-, cor S1-S2 reguler, BJ (-) Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext akral hangat (+/+), edem -/- Darah Rutin Hemoglobin 16.2 Eritrosit 7.04 Hematokrit 52.7 Index Eritrosit MCV 74.9 MCH 23 MCHC 30.7 Lekosit 6.62 Trombosit 158 RDW-CV 15.35 MPV 9.54 Hitung Jenis Neutrofil 64.4 Limfosit 17.1 Monosit 13.5 Eosinofil 3.61 Basofil 1.3 Total Neutrofil 4.26 Total Lymphosit 1.14 Total Monosit 0.89 Total Eosinofil 0.24 Total Basofil 0.09 Gol. Darah (A B O) KIMIA KLINIK ELEKTROLIT Natrium (Na) 134 Kalium (K) 7 Chlorida (Cl) 103 Calsium (Ca2+) 1 pH 7.5 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 164 Fungsi Hati Bilirubin Total 1.5 AST (SGOT) 71 ALT (SGPT) 14 Fungsi Ginjal Ureum 49.2 Kreatinin 1.15
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Keseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" ditegakkan berdasarkan data pasien yang menunjukkan riwayat sesak napas (meskipun sekarang berkurang), penggunaan oksigen nasal kanul (O2 NK) untuk mempertahankan saturasi oksigen (SpO2 100%), dan data penunjang yang sangat relevan yaitu peningkatan D-dimer (1128.0) yang mengindikasikan kemungkinan tromboemboli seperti emboli paru, serta peningkatan enzim CKMB (21) yang dapat mengindikasikan stres atau iskemia miokard. Meskipun keluhan sesak berkurang, ketergantungan pada oksigen dan hasil laboratorium yang abnormal menunjukkan bahwa pertukaran gas belum sepenuhnya optimal dan memerlukan pemantauan ketat. Defisit utamanya adalah gangguan pada proses difusi oksigen dan karbon dioksida di membran alveoli-kapiler yang disebabkan oleh kemungkinan adanya obstruksi vaskular (emboli) atau proses patologis lainnya.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Perbaikan Pertukaran Gas". Kriteria luaran ini meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal (20x/menit pada pasien ini sudah baik), saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%) yang pada pasien ini tercapai dengan bantuan oksigen, serta tidak adanya sianosis dan dispnea. Tujuan intervensi keperawatan adalah mempertahankan dan meningkatkan kemandirian pertukaran gas hingga pasien dapat mencapai saturasi yang adekuat tanpa terapi oksigen tambahan, serta mencegah hipoksia lebih lanjut. Pemantauan tanda-tanda perbaikan meliputi penurunan ketergantungan oksigen, stabilnya frekuensi pernapasan, dan perbaikan hasil analisis gas darah jika dilakukan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Jalan Napas" dan "Manajemen Pernapasan". Intervensi ini mencakup: 1) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (nasal kanul) dan memantau efektivitasnya melalui SpO2 kontinu. 2) Memantau status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu). 3) Posisikan pasien semi-Fowler atau posisi yang nyaman untuk memaksimalkan ekspansi dada. 4) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam jika kondisi pasien memungkinkan untuk mencegah atelektasis. 5) Memantau dan mencatat perubahan sekret atau batuk. 6) Kolaborasi pemberian terapi antikoagulan jika diagnosis emboli paru ditegakkan, serta memantau efek terapi dan tanda-tanda perdarahan. 7) Edukasi pasien untuk melaporkan segera jika sesak napas bertambah atau nyeri dada muncul. Intervensi ini bertujuan untuk menjaga patensi jalan napas, mengoptimalkan ventilasi dan oksigenasi, serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Diagnosa "Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit" ditegakkan berdasarkan data laboratorium yang menunjukkan hiperkalemia berat (Kalium/K = 7 mEq/L) dan hiponatemia ringan (Natrium/Na = 134 mEq/L). Nilai kalium yang sangat tinggi merupakan kondisi yang mengancam jiwa karena dapat menyebabkan aritmia jantung. Selain itu, terdapat peningkatan ureum (49.2 mg/dL) yang mengindikasikan kemungkinan gangguan fungsi ginjal (prerenal akibat dehidrasi atau gangguan intrinsik), yang merupakan faktor penyebab utama ketidakseimbangan elektrolit ini. Data lain seperti hematokrit tinggi (52.7%) dapat mengarah pada hemokonsentrasi, mendukung kemungkinan defisit volume cairan. Defisitnya adalah risiko terhadap homeostasis cairan dan elektrolit tubuh akibat gangguan ekskresi ginjal dan/atau ketidakseimbangan asupan dan keluaran.
Kode SLKI: 0302
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Keseimbangan Cairan dan Elektrolit". Kriteria luaran ini meliputi: nilai elektrolit serum dalam rentang normal (terutama Kalium turun ke rentang 3.5-5.0 mEq/L), keseimbangan asupan dan keluaran cairan, tanda-tanda vital stabil (TD, HR dalam batas normal), turgor kulit baik, dan membran mukosa lembab. Tujuan jangka pendek adalah menurunkan kadar kalium serum dengan segera untuk mencegah kematian jantung mendadak, serta memperbaiki status volume cairan dan fungsi ginjal.
Kode SIKI: 2120 & 2020
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang utama adalah "Manajemen Hiperkalemia" (2120) dan "Manajemen Keseimbangan Cairan" (2020). Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda kardiotoksisitas hiperkalemia (perubahan EKG seperti gelombang T runcing, pelebaran QRS) secara ketat. 2) Kolaborasi pemberian terapi darurat untuk menurunkan kalium serum, seperti pemberian kalsium glukonat untuk menstabilkan membran jantung, insulin dengan glukosa untuk memindahkan kalium ke dalam sel, dan diuretik loop jika fungsi ginjal masih memadai. 3) Membatasi asupan makanan/minuman tinggi kalium. 4) Kolaborasi persiapan terapi renal replacement therapy (dialisis) jika diperlukan. 5) Memantau keseimbangan cairan intake-output secara akurat. 6) Memantau berat badan harian. 7) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai kebutuhan untuk memperbaiki status volume dan fungsi ginjal, dengan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda overload cairan (seperti peningkatan JVP, edema). 8) Memantau nilai laboratorium elektrolit, ureum, dan kreatinin secara serial. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan mendesak untuk mencegah komplikasi fatal.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Diagnosa "Nyeri Akut" ditegakkan berdasarkan keluhan subjektif pasien yaitu "nyeri ulu hati". Nyeri ini dapat bersumber dari berbagai etiologi, termasuk iskemia miokard (mengingat peningkatan CKMB), gangguan gastrointestinal, atau manifestasi dari stres akibat kondisi penyakit utama (misalnya emboli paru). Nyeri akut menimbulkan penderitaan, dapat meningkatkan kerja jantung dan konsumsi oksigen, serta menghambat proses penyembuhan. Defisit utamanya adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang lokasinya di daerah epigastrium.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Kontrol Nyeri". Kriteria luaran meliputi: skala nyeri menurun (menggunakan skala 0-10), pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang, ekspresi wajah rileks, tanda-tanda vital stabil (tidak ada peningkatan HR dan TD akibat nyeri), serta pasien mampu beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan dengan nyaman.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Nyeri" (0840). Intervensi ini mencakup: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif (P = Provokasi, Q = Quality, R = Region/Radiation, S = Severity/Skala, T = Time). 2) Memantau tanda-tanda vital sebagai respons fisiologis terhadap nyeri. 3) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 4) Mengajarkan teknik non-farmakologis seperti napas dalam dan relaksasi. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai penyebab nyeri (misalnya antasida jika nyeri lambung, atau analgesik/anti-iskemik jika nyeri jantung), dengan mempertimbangkan kondisi ginjal pasien. 6) Mengevaluasi efektivitas intervensi farmakologis dan non-farmakologis 30 menit setelah pemberian. 7) Memantau efek samping obat. Tujuannya adalah mengurangi persepsi nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan mencegah komplikasi yang timbul akibat respons stres terhadap nyeri.
-
Article No. 24402 | 10 Mar 2026
Klinis : pasien penurunan kesadaran RPD: HT (+), stroke hemiparese (S) KU lemah, GCS E2V2M3 TD: 109/75 HR: 124 RR: 20 S: 36.7 Spo2: 94% on O2 NK Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm Deviasi lidah sde Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ min WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas: akral hangat, oedem -/- Ext Bawah: akreal hangat, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+1 // +2/+2 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 19 --> 19 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: hipertensi lab 07/03/26 hb 14.94 eritrosit 5.39 hmt 45.9 lekosit 13.17 trombosit 317 Na 147 K 4.0 Cl 113 Ca2+ 1.3 pH 7.34 GDS 160 ureum 52.9 kreatinin 0.81 Thorax: Kesan : - Bronchopneumonia - Besar cor normal CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Tingkat Kesadaran
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini ditandai dengan skor GCS (Glasgow Coma Scale) yang rendah, seperti pada pasien ini dengan GCS E2V2M3=7, yang mengindikasikan gangguan kesadaran sedang hingga berat. Penurunan kesadaran pada kasus ini disebabkan oleh infark cerebri bilateral (stroke iskemik) yang luas (NIHSS 19) dan diperberat oleh kondisi bronkopneumonia yang dapat menyebabkan hipoksia.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Tercapainya tingkat kesadaran yang optimal sesuai kondisi pasien. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi neurologis serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) GCS tidak mengalami penurunan lebih lanjut dan menunjukkan tren perbaikan, 2) Tanda-tanda vital (TD, HR, RR, SpO2) stabil dalam rentang yang dapat diterima untuk kondisi pasien, 3) Tidak terjadi cedera atau komplikasi akibat imobilisasi dan penurunan kesadaran, 4) Jalan napas tetap paten dengan bunyi napas yang bersih atau membaik, 5) Status neurologis (refleks, ukuran pupil, reaksi cahaya) termonitor dan tidak memburuk. Pada pasien ini, pemantauan ketat GCS, pemberian oksigen untuk mempertahankan SpO2 >94%, serta manajemen sekresi jalan napas akibat bronkopneumonia adalah fokus utama untuk mencapai SLKI ini.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang sistematis untuk memantau dan mempertahankan status neurologis serta mencegah cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran. Intervensi spesifik yang harus dilakukan berdasarkan data pasien meliputi: 1) Pemantauan Neurologis Ketat: Menilai GCS (E, V, M) setiap jam atau sesuai protokol, memantau ukuran pupil (isokor 3mm/3mm), reaksi cahaya (+/+), dan adanya deviasi lidah. Memantau refleks fisiologis dan patologis. 2) Manajemen Jalan Napas dan Oksigenasi: Mempertahankan pemberian oksigen (O2 NK) untuk SpO2 >95%, melakukan fisioterapi dada dan suctioning untuk mengatasi sekresi akibat bronkopneumonia, memposisikan semi-fowler untuk optimasi pertukaran gas. 3) Pemantauan Sistemik: Memantau tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) secara berkala, mengobservasi pola napas (RR 20, RBK +/+), dan status hidrasi (Na 147 menunjukkan hipernatremia ringan yang perlu dikoreksi perlahan). 4) Pencegahan Komplikasi Imobilisasi: Melakukan perubahan posisi setiap 2 jam, melakukan range of motion exercise pasif pada ekstremitas (kondisi motorik sisi deficit), memeriksa kulit area tekanan, menggunakan alas tidur khusus. Memantau tanda-tanda DVT (akral hangat, edema -/-). 5) Manajemen Nutrisi dan Cairan: Kolaborasi untuk pemberian nutrisi enteral (NGT) karena adanya penurunan kesadaran dan risiko disfagia, memantau balance cairan, dan nilai laboratorium (ureum 52.9 agak meningkat). 6) Kontrol Faktor Risiko: Kolaborasi dalam manajemen hipertensi dan hiperglikemia (GDS 160) serta terapi stroke dan pneumonia. 7) Keluarga Edukasi: Memberikan penjelasan pada keluarga tentang kondisi pasien, tujuan perawatan, dan cara berkomunikasi dengan pasien. Intervensi ini harus didokumentasikan secara lengkap dan evaluasi respons pasien dilakukan terus-menerus.
-
Article No. 24403 | 10 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaram, terdapat adanya produk d ngt KU cukup, GCS E1V2M2 TD: 77/53 mmhg HR: 109x/m RR: 20 x/m SB: 36,1C SpO2: 98% on room air Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor +/+ 3mm/3mm Thorax svd +/+, RBH -/-, RBK +/+, WHZ -/- Abdomen Supel , BU (+) , NT(-) Ext akral dungin +/+, crt > 3 detik , edem -/-, motoric sde
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Tanda Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Syok
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Tanda Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Syok
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Penurunan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0083
Deskripsi Singkat: Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: TD: 77/53 mmHg, HR: 109x/m, CRT >3 detik, Akral Dingin
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
-
Article No. 24404 | 10 Mar 2026
Klinis : sesak napas berkurang, nyeri dada kiri berurang, BAB cair (+) KU lemah, CM TD : 171/107 HR : 92 x/m RR : 25 x/m SB : 36.3 C SpO2 : 96% on O2 JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/-, AH +/+ Na: 128 K: 2.8 Cl: 90 CKMB 30 TG: 201 Asam urat 12.5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan perfusi jaringan.
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Indikator: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk klien (TD, N, RR, suhu). 2) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang. 3) Turgor kulit baik. 4) Membran mukosa lembab. 5) Tidak ada edema. 6) Berat badan stabil. 7) Nilai elektrolit (Na, K, Cl) dalam rentang normal. 8) Status mental biasa. 9) Urine output adekuat. 10) Tidak ada rasa haus berlebihan.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (turgor kulit, mata cekung, edema, distensi vena leher). 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 4-8 jam atau sesuai kondisi klien. 3) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam atau sesuai kondisi klien. 4) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pakaian yang sama, dan waktu yang sama. 5) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, hematokrit, albumin, BUN, kreatinin). 6) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 7) Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit (oral/parenteral) sesuai program. 8) Anjurkan meningkatkan/minum cairan sesuai toleransi dan program. 9) Atur posisi klien untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas jika ada edema). 10) Batasi cairan dan natrium sesuai indikasi. 11) Monitor status neurologis/mental (letargi, kebingungan, kejang). 12) Lakukan perawatan kulit pada area edema. 13) Ajarkan klien dan keluarga tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kontrol nyeri. Indikator: 1) Klien melaporkan nyeri berkurang/tidak ada nyeri. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Klien dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Klien mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 6) Klien menunjukkan metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.09047
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala, faktor pencetus, dan faktor pereda). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, merintih, ekspresi wajah, postur tubuh). 3) Monitor respons klien terhadap intervensi nyeri. 4) Lakukan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, kompres hangat/dingin). 5) Atur posisi untuk kenyamanan. 6) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program. 7) Ajarkan klien dan keluarga tentang manajemen nyeri nonfarmakologi. 8) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0048
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh ventrikel tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03032
Deskripsi : Status sirkulasi: Curah Jantung. Indikator: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Frekuensi jantung dalam rentang normal. 4) Tidak ada dyspnea/ortopnea. 5) Tidak ada edema. 6) Warna dan kehangatan kulit normal. 7) Status mental biasa. 8) Produksi urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 9) Bunyi jantung normal. 10) Tidak ada distensi vena jugularis.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu setiap 1-4 jam sesuai kondisi. 2) Kaji kualitas nadi (perifer dan sentral). 3) Kaji warna, kelembaban, dan suhu kulit. 4) Monitor status pernapasan (dispnea, ortopnea, batuk). 5) Auskultasi bunyi jantung (irama, gallop, murmur). 6) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam. 7) Kaji adanya edema (perifer, sakral, anasarka). 8) Kaji distensi vena jugularis. 9) Monitor saturasi oksigen (SpO2). 10) Timbang berat badan setiap hari. 11) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, enzim jantung, BNP). 12) Kolaborasi pemberian terapi obat (inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai program. 13) Anjurkan tirah baring dengan posisi semi-Fowler. 14) Batasi aktivitas fisik sesuai toleransi. 15) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program.
-
Article No. 24405 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reaction) dengan Manifestasi Hipoperfusi
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Respon fisiologis atau psikologis yang tidak diinginkan terhadap suatu obat, yang ditandai dengan tanda dan gejala klinis tertentu. Pada kasus ini, pasien menunjukkan tanda reaksi kulit (angioedema/urtikaria/dermatitis) dan tanda sistemik berupa hipotensi (tekanan darah 91/53 mmHg) yang mengindikasikan hipoperfusi jaringan.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan meningkatkan perfusi jaringan, mengatasi reaksi alergi/obat, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah kembali dalam rentang normal untuk pasien, tanda-tanda syok (seperti hipotensi berat) tidak ada, keluhan pusing atau lemas berkurang, pembengkakan dan lesi kulit menunjukkan perbaikan (tidak meluas, reduksi edema), dan pasien memahami penyebab reaksi serta obat yang harus dihindari di masa depan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara ketat, khususnya tekanan darah dan nadi, menilai karakteristik lesi kulit, serta memastikan asupan cairan adekuat untuk mendukung tekanan darah.
Kode SIKI: 2001, 2002, 2003, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533,
Article No. 24406 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C syok sepsis selulitis antebrachi dextra ckd v hipoalbumin hiperkalemia NACL 0,9% 6 TPM KIDMIN 1FLS/24JAM INJ. SNMC 1AMP/24JAM INJ. OMZ 40MG/24JAM INJ. ONDANC 8MG/8JAM inj meropenem 1gr/ 12 jam inf albumin 25 % 100 cc / 24 jam sp nepi kec 3.7 cc/ jam sp dobutamin kec 5 cc/ jam inf d40 % 2 flash + sansulin 10 unit (diulang 2x) inj ca glucaonas 1 amp extra AMINEFRON 3x1 BICNAT 3x1 daftarkan hd pasang hd cath CEK ELEKTROLIT + albumin bsk pagi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Sepsis
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa terkait dengan respons disfungsional tubuh terhadap infeksi.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil: Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg, tekanan darah diastolik ≥ 60 mmHg, nadi perifer teraba, pengisian kapiler < 3 detik, kulit hangat dan kering, produksi urin ≥ 0,5 mL/kgBB/jam, status mental baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi risiko syok sepsis meliputi: (3901) Memantau tanda vital, status hemodinamik, dan perfusi jaringan (kulit, nadi perifer, pengisian kapiler, produksi urin) secara ketat. (3902) Mempertahankan akses vaskular dan pemberian cairan resusitasi (seperti NaCl 0.9%) sesuai program. (3903) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan. (3904) Memantau respons terhadap pemberian obat inotropik/vasopresor (seperti Norepinefrin dan Dobutamin) yang sedang dijalankan pasien. (3905) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, albumin, kultur darah). (3906) Melakukan kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas (seperti Meropenem) tepat waktu. (3907) Mengatur posisi pasien untuk optimasi sirkulasi. (3908) Memberikan edukasi dan dukungan emosional pada pasien/keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau toksin terkait dengan adanya luka selulitis, prosedur invasif (pemasangan HD cath), dan status imunokompromais (CKD, malnutrisi).
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Kriteria hasil: Tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus) tidak ada/turun, tanda vital dalam batas normal, hasil laboratorium penanda infeksi (leukosit, prokalsitonin) membaik, luka bersih dan menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi meliputi: (3801) Mempertahankan teknik aseptik dan steril pada semua prosedur invasif, terutama perawatan luka selulitis dan akses HD catheter. (3802) Melakukan perawatan luka selulitis dextra secara teratur, mengobservasi karakteristik luka (luas, kedalaman, warna, bau, drainage). (3803) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi (demam, takikardia, hipotensi, leukositosis). (3804) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik (Meropenem) tepat waktu dan memantau efektivitasnya. (3805) Meningkatkan pertahanan tubuh dengan memastikan pemberian nutrisi adekuat (termasuk albumin) sesuai program. (3806) Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi, tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai, dan kebersihan tangan. (3807) Mengisolasi pasien jika diperlukan dan membatasi pengunjung untuk mengurangi paparan sumber infeksi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik terkait dengan peningkatan kebutuhan (sepsis), kehilangan protein (selulitis, CKD), dan anoreksia, yang dimanifestasikan dengan hipoalbumin dan kelemahan.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil: Asupan nutrisi oral/enteral/parenteral sesuai kebutuhan, peningkatan berat badan atau status antropometri stabil, nilai albumin serum meningkat atau stabil dalam batas normal, pasien tampak lebih bertenaga.
Kode SIKI: 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi meliputi: (3701) Memantau asupan dan haluaran nutrisi (kalori, protein) secara ketat. (3702) Mengkolaborasikan pemberian nutrisi parenteral (D40%, Aminofron) dan suplementasi albumin sesuai program. (3703) Memantau nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, elektrolit, ureum, kreatinin). (3704) Menyesuaikan diet sesuai toleransi dan kebutuhan pasien dengan CKD (misal, rendah kalium dan protein terbatas). (3705) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. (3706) Memantau berat badan secara berkala. (3707) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan pembatasan diet yang diperlukan (khususnya untuk hiperkalemia).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kelebihan atau kekurangan cairan dan elektrolit terkait dengan gangguan fungsi ginjal (CKD V), terapi cairan intravena, dan kondisi hiperkalemia.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terpelihara. Kriteria hasil: Tanda vital stabil, edema tidak ada/menurun, berat badan stabil, keseimbangan cairan masuk dan keluar seimbang, nilai elektrolit (terutama kalium) dalam batas normal, status mental baik.
Kode SIKI: 4001, 4002, 4003, 4004, 4005, 4006, 4007
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit meliputi: (4001) Memantau keseimbangan cairan (intake dan output) secara akurat, termasuk cairan infus, urin, dan insensible water loss. (4002) Memantau tanda-tanda kelebihan cairan (edema, sesak napas, crackles) atau kekurangan cairan (hipotensi, turgor kulit menurun). (4003) Memantau hasil pemeriksaan elektrolit (kalium, natrium, kalsium) dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin) secara berkala. (4004) Mengkolaborasikan terapi untuk mengatasi hiperkalemia (pemberian Bicnat, Ca Glukonas, D40%+Insulin, dan persiapan hemodialisa). (4005) Membatasi asupan cairan dan kalium sesuai program diet pasien CKD. (4006) Menyiapkan dan mengkolaborasikan pelaksanaan hemodialisa sesuai program. (4007) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan diet rendah kalium.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, terkait dengan proses inflamasi selulitis pada antebrachii dextra.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Nyeri terkontrol. Kriteria hasil: Skala nyeri menurun (mendekati 0), pasien melaporkan nyeri berkurang, tanda-tanda nyeri (wajah meringis, gelisah, takikardia) tidak ada, pasien dapat beristirahat dengan tenang.
Kode SIKI: 4401, 4402, 4403, 4404, 4405
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri akut meliputi: (4401) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas, skala, karakteristik, faktor pencetus dan pereda) pada luka selulitis. (4402) Memberikan terapi farmakologis (analgesik) sesuai kolaborasi dan program, serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. (4403) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti mengatur posisi ekstremitas yang nyaman (elevasi), kompres, dan teknik distraksi. (4404) Memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengelola
Article No. 24407 | 10 Mar 2026
Klinis : Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman yang komprehensif mengenai Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah esensial dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, terstruktur, dan berbasis bukti. Berikut adalah penjabaran untuk kondisi pasien dengan "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif".
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan aktual atau potensial. Untuk kondisi "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", berikut adalah detailnya:
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
D.0017
Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengganggu fungsi otak.
Faktor Risiko (SDKI):
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perfusi serebral tidak efektif meliputi:
- Penyakit Kardiovaskular: Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung (misalnya, fibrilasi atrium, gagal jantung), penyakit katup jantung.
- Gangguan Metabolik: Diabetes Mellitus, hiperkolesterolemia.
- Gangguan Hematologi: Koagulopati (misalnya, trombositopenia, polisitemia), anemia berat.
- Trauma: Trauma kepala, cedera vaskular serebral.
- Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK): Edema serebral, massa intrakranial, hidrosefalus.
- Kondisi Sistemik: Hipovolemia, hipoksemia, syok, sepsis, usia lanjut.
- Gaya Hidup: Merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik.
- Kondisi Lain: Vasospasme serebral, aneurisma serebral, malformasi arteriovenosa (AVM).
Identifikasi faktor risiko ini sangat krusial untuk merencanakan intervensi pencegahan dan pemantauan yang tepat.
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Luaran keperawatan adalah hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Untuk diagnosa "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", luaran utama yang relevan adalah "Perfusi Serebral".
Kode
Luaran Keperawatan
Definisi
L.06049
Perfusi Serebral
Sirkulasi darah ke otak adekuat.
Article No. 24408 | 10 Mar 2026
Klinis : Gangguan Mobilitas Fisik Gangguan Komunikasi Verbal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html