Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24448 | 12 Mar 2026
Klinis : Pasien penurunan kesadaran RPS/ pasien datang dengan kel penurunan kesadaran sejak jam 0300 tidak bisa diajak komunikasi kelemahan ektermitas kanan R/ Strpke 2019 KU Tampak Sakit Berat, GCS E1V2M2 TD 254/161 mmHg N 122 X/MNT S 36.6 SP02 99 GDS 105 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+), doll eye movement (+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi dextra Hidung: Sekret (+) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik sde Refleks fisiologis: +3/+2//+3/+2 Refleks patologis: (-) Parese NC VII (-) Meningeal sign (-) Lab 12/3: Hb: 16.50 AE: 6.04 Hmt: 49.7 AL: 9.93 AT: 268 Na: 140 K: 2.7 (L) Cl: 105 Ca2+: 1.1 pH: 7.56 Fungsi ginjal: Ur: 24.8 Cr: 0.94
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Hipertensi Emergensi dan Kelemahan Hemiparese Dekstra
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral berhubungan dengan gangguan regulasi tekanan darah (hipertensi emergensi), gangguan metabolik (hipokalemia, alkalosis respiratori), dan kemungkinan adanya lesi intrakranial (ditandai deviasi lidah, kelemahan ekstremitas kanan, dan riwayat stroke).
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan; 2) Status neurologis stabil atau membaik (GCS tidak menurun, tidak ada penambahan defisit neurologis fokal); 3) Tanda vital dalam batas normal; 4) Keseimbangan elektrolit dan asam-basa dalam batas normal (terutama kadar Kalium dan pH darah); 5) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial lebih lanjut.
Kode SIKI: I.14049
Deskripsi : 1. Pantau dan catat status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan GCS setiap jam atau sesuai protokol, termasuk ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (khususnya ekstremitas kanan), dan tanda-tanda neurologis fokal lainnya. 2. Pantau dan catat tanda vital (TD, N, S, RR, SpO2) setiap 15-30 menit hingga stabil, kemudian setiap jam. Waspadai TD sistolik >180 mmHg atau diastolik >120 mmHg. 3. Kolaborasi pemberian terapi antihipertensi intravena sesuai program dokter dengan titrasi ketat untuk menurunkan tekanan darah secara bertahap (biasanya target penurunan tidak lebih dari 20-25% dalam beberapa jam pertama). 4. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral (jika tidak ada kontraindikasi spinal) untuk memfasilitasi drainase vena serebral. 5. Berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 6. Lakukan penghisapan lendir jalan napas dengan teknik steril dan hati-hati jika diperlukan (dari data: sekret hidung +), hindari stimulasi berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 7. Kolaborasi pemberian suplemen kalium (KCl) sesuai program dokter untuk mengoreksi hipokalemia (K: 2.7 mmol/L). 8. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (gas darah, elektrolit, fungsi ginjal) dan laporkan setiap perubahan signifikan. 9. Lakukan perawatan mulut untuk menjaga kebersihan dan kelembaban mukosa. 10. Lakukan mobilisasi bertahap dan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang lemah dengan hati-hati, kolaborasi dengan fisioterapi. 11. Berikan nutrisi sesuai kemampuan pasien (mungkin memerlukan NGT), pastikan hidrasi adekuat. 12. Lindungi pasien dari cedera akibat kejang atau agitasi dengan memasang pengaman tempat tidur dan lingkungan yang aman. 13. Berikan komunikasi terapeutik dan informasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan setiap intervensi yang dilakukan.
-
Article No. 24449 | 12 Mar 2026
Klinis : PB datang dengan keluhan sesak nafas sejak tadi malam memberat pagi ini, nyeri dada menjalar sampai punggung, keringat dingin (+), mual (+), muntah (-), lemas (+), nyeri perut (-), BAK sedikit, BAB dbn RPD: PJK, HT KU lemah, CM TD: 187/125 HR: 140 x/m RR: 28 x/m SB: 36 C SpO2: 90% on room air JVP 5+3 SDV +/+ menurun kiri, RBH -/- WHZ +/+ min akral dingin +/+, edem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (cardiac output) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Kondisi ini ditandai dengan penurunan perfusi jaringan secara sistemik, yang dapat mempengaruhi fungsi berbagai organ vital seperti otak, ginjal, dan kulit. Pada kasus pasien PB, kondisi ini sangat mungkin terjadi sebagai komplikasi dari sindrom koroner akut (infark miokard) yang diduga berdasarkan keluhan nyeri dada hebat menjalar, sesak napas, dan tanda-tanda syok (keringat dingin, akral dingin, takikardia, hipoksia). Peningkatan afterload akibat hipertensi berat (TD 187/125) dan penurunan kontraktilitas miokard akibat iskemia/infark menyebabkan jantung gagal memompa darah secara efektif, yang dimanifestasikan dengan tanda-tanda kongesti vena (JVP meningkat, SDV menurun) dan penurunan perfusi perifer (akral dingin, produksi urin sedikit).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 bertujuan untuk mencapai "Kinerja Jantung Meningkat". Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, khususnya penurunan tekanan darah menuju target yang lebih aman, penurunan frekuensi jantung dan pernapasan, serta peningkatan saturasi oksigen. (2) Mempertahankan atau meningkatkan curah jantung yang diukur melalui indeks jantung atau tanda klinis seperti pengisian kapiler kembali kurang dari 3 detik, kulit hangat dan kering, serta haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). (3) Mengurangi atau menghilangkan gejala kongesti paru seperti sesak napas dan orthopnea. (4) Menunjukkan toleransi yang meningkat terhadap aktivitas tanpa munculnya gejala iskemia atau gagal jantung. Pada pasien PB, target utama adalah menurunkan beban kerja jantung, meningkatkan suplai oksigen ke miokard, dan mengoptimalkan kontraktilitas sehingga tanda-tanda penurunan perfusi dan kongestif dapat teratasi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.08001 "Manajemen Curah Jantung" meliputi serangkaian tindakan sistematis. Pertama, memantau status hemodinamik secara ketat termasuk tekanan darah, denyut jantung, tekanan vena sentral (JVP), dan saturasi oksigen secara berkelanjutan. Kedua, mengatur pemberian terapi oksigen sesuai resep untuk mempertahankan SpO2 > 95% dan mempersiapkan kemungkinan ventilasi mekanik jika gagal napas. Ketiga, memberikan obat-obatan sesuai resep seperti nitrat untuk mengurangi preload dan afterload, morfin untuk nyeri dan vasodilatasi, diuretik untuk mengurangi kongesti, serta inotropik dan vasopresor jika diperlukan dengan memantau efek dan efek sampingnya. Keempat, memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. Kelima, membatasi aktivitas fisik dengan tirah baring ketat dan membantu dalam aktivitas perawatan diri untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. Keenam, memantau keseimbangan cairan dengan ketat melalui pemasangan kateter urin dan mencatat balance cairan, serta mengkaji respons terhadap terapi diuretik. Ketujuh, memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk beban jantung. Semua intervensi didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai kemajuan menuju SLKI yang ditetapkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat dan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga berat dengan durasi terbatas (kurang dari 3 bulan). Pada pasien PB, nyeri akut terutama bersumber dari iskemia miokard yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah koroner. Nyeri digambarkan menjalar ke punggung, yang merupakan karakteristik nyeri viseral dari jantung, dan disertai dengan respons otonom seperti keringat dingin, takikardia, dan peningkatan tekanan darah. Nyeri ini tidak hanya menyebabkan penderitaan tetapi juga meningkatkan beban kerja jantung (meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah) sehingga dapat memperluas area infark dan memperburuk penurunan curah jantung. Manajemen nyeri yang cepat dan efektif merupakan prioritas dalam penanganan sindrom koroner akut.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001 bertujuan untuk mencapai "Tingkat Nyeri Terkontrol". Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri pada skala nyeri (misalnya, dari skala 8-9 menjadi ≤3 dalam skala 0-10). (2) Pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan (wajah rileks, dapat beristirahat, tidak gelisah). (3) Tanda-tanda fisiologis yang berhubungan dengan nyeri (seperti takikardia, hipertensi, takipnea, diaforesis) menurun atau menghilang. (4) Pasien memahami penyebab nyeri dan metode non-farmakologis yang dapat membantunya. Pada PB, targetnya adalah menghilangkan nyeri dada sepenuhnya untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kenyamanan.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.10001 "Manajemen Nyeri" mencakup: Pertama, melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala), karakteristik, faktor pencetus, dan faktor pereda. Kedua, memberikan analgesik yang diresepkan (biasanya nitrogliserin sublingual, morfin sulfat) dengan tepat waktu dan memantau efektivitas serta efek samping seperti depresi pernapasan atau hipotensi. Ketiga, menerapkan intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang tenang, teknik relaksasi napas dalam (jika tidak memperberat sesak), dan memberikan penjelasan yang menenangkan. Keempat, memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi nyeri, termasuk perubahan tanda vital dan laporan verbal pasien setiap 5-15 menit setelah pemberian obat hingga nyeri terkontrol. Kelima, mengkaji faktor-faktor yang dapat memperberat nyeri seperti kecemasan dan memberikan dukungan psikologis.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada pasien PB, intoleransi aktivitas secara langsung terkait dengan penurunan curah jantung dan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Jantung yang iskemik tidak mampu meningkatkan output untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama aktivitas, sehingga muncul gejala seperti lemas, sesak napas (RR 28x/menit), dan takikardia (HR 140x/menit) bahkan pada kondisi istirahat. Kondisi ini diperberat oleh hipoksia (SpO2 90%) dan nyeri. Pasien memerlukan tirah baring ketat untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan mencegah perluasan kerusakan jantung.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : SLKI L.09005 bertujuan untuk mencapai "Toleransi Aktivitas Meningkat". Kriteria hasil mencakup: (1) Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan tanpa mengalami peningkatan signifikan tanda-tanda intoleransi (denyut jantung tidak meningkat >20x/menit dari baseline istirahat, tidak sesak napas, tidak nyeri dada). (2) Melaporkan penurunan perasaan lemas dan sesak napas saat beraktivitas. (3) Tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas. (4) Memahami pembatasan aktivitas dan rencana peningkatan aktivitas secara bertahap. Untuk PB dalam fase akut, target awal adalah mempertahankan tirah baring tanpa komplikasi dan menunjukkan tanda vital yang stabil saat istirahat.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.09001 "Manajemen Energi" meliputi: Pertama, mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut jantung, pernapasan, saturasi oksigen, tekanan darah, dan munculnya nyeri/kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Kedua, membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (mandi, makan, eliminasi) untuk menghemat energi. Ketiga, menyusun jadwal aktivitas yang terencana dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Keempat, mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas dan menghindari gerakan mengejan. Kelima, secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai dengan kondisi klinis dan protokol medis, dimulai dari latihan rentang gerak pasif di tempat tidur hingga duduk di tepi tempat tidur, berdiri, dan berjalan jarak pendek dengan pengawasan ketat. Keenam, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas
Article No. 24409 | 11 Mar 2026
Klinis : SUBYEKTIF keluarga mengatakan anaknya panas OBYEKTIF k/u lemah kesadaran composmentis GCS 456 febris (+) 37,7 makan (<<) minum (+) sariawan (+) BAK (+) BAB (+)2x lembek akral hangat (+) rpd : kejang 2x di tanggal 22 februari 2026 alergi (-) ASSESSMENT hipertermi PLAN observasi ttv kolaborasi dengan tim medis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme termoregulasi tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. SLKI ini mengindikasikan hasil yang diharapkan, yaitu setelah intervensi keperawatan, suhu tubuh pasien kembali ke rentang normal (36,5°C - 37,5°C). Pencapaian ini ditandai dengan hilangnya tanda-tanda febris seperti kulit kemerahan, akral hangat, dan rasa tidak nyaman akibat panas. Pemantauan suhu tubuh secara berkala menunjukkan tren penurunan dan stabilisasi. Pada konteks pasien anak dengan riwayat kejang demam, pencapaian suhu normal juga bertujuan untuk mencegah risiko kejang berulang. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas dari intervensi observasi, manajemen lingkungan, dan terapi kolaboratif yang diberikan.
Kode SIKI: 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533, 2534, 2535, 2536, 2537, 2538, 2539, 2540, 2541, 2542, 2543, 2544, 2545, 2546, 2547, 2548, 2549, 2550, 2551, 2552, 2553, 2554, 2555, 2556, 2557, 2558, 255
Article No. 24410 | 11 Mar 2026
Klinis : SUBYEKTIF keluarga mengatakan anaknya panas OBYEKTIF k/u lemah kesadaran composmentis GCS 456 febris (+) 37,7 makan (<<) minum (+) sariawan (+) BAK (+) BAB (+)2x lembek akral hangat (+) rpd : kejang 2x di tanggal 22 februari 2026 alergi (-) ASSESSMENT hipertermi PLAN observasi ttv kolaborasi dengan tim medis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi dan pelepasan panas.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Secara spesifik, tujuan keperawatan adalah agar suhu tubuh pasien kembali dan dipertahankan dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C), tanda-tanda vital stabil, tidak ada komplikasi lebih lanjut seperti dehidrasi atau kejang berulang, serta pasien/keluarga memahami upaya penanganan dan pencegahan. Indikator pencapaiannya meliputi: (1) Suhu tubuh turun menjadi <37,5°C dalam waktu yang ditentukan; (2) Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam batas normal sesuai usia; (3) Kulit teraba hangat tanpa kemerahan berlebihan atau berkeringat banyak; (4) Asupan cairan adekuat yang ditunjukkan oleh turgor kulit baik dan produksi urin normal; (5) Pasien tampak nyaman, tidak rewel atau gelisah; (6) Tidak terjadi peningkatan frekuensi kejang; (7) Keluarga mampu mendemonstrasikan cara mengompres dan memantau suhu tubuh, serta memahami kapan harus mencari bantuan medis.
Kode SIKI: 3410, 4200, 6610
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan harus komprehensif untuk mengatasi hipertermia dan faktor risikonya. Kode 3410: Manajemen Hipertermia mencakup tindakan utama seperti memantau suhu tubuh secara berkala (observasi TTV), memberikan lingkungan yang sejuk dan nyaman (misalnya mengatur sirkulasi udara, pakaian tipis), serta melakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di aksila dan lipat paha (bukan air dingin/es). Penting juga untuk memantau tanda-tanda dehidrasi dan syok. Kode 4200: Manajemen Nutrisi sangat relevan karena pasien makan << (sangat kurang) dan ada sariawan. Intervensi meliputi memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan tekstur lunak/dingin (seperti puree, puding) untuk mengurangi nyeri sariawan, menjaga kebersihan mulut dengan hati-hati, dan mendorong asupan cairan yang adekuat untuk mengganti kehilangan cairan insensible selama demam. Kode 6610: Pengawasan/Pemantauan adalah intervensi krusial yang mendasari semua tindakan lain, terutama dengan riwayat kejang sebelumnya. Intervensi ini meliputi pemantauan ketat tanda-tanda vital (TTV) dan status neurologis (kesadaran, GCS, tanda kejang), memantau asupan dan haluaran cairan (intake-output), mengobservasi kondisi membran mukosa mulut, serta memantau respons terhadap terapi dan munculnya komplikasi. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antipiretik, antikonvulsan jika diperlukan, atau terapi untuk sariawan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Semua intervensi harus disertai edukasi kepada keluarga tentang penyebab demam, cara perawatan di rumah, dan tanda bahaya (seperti kejang, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran) yang mengharuskan segera kembali ke fasilitas kesehatan.
Article No. 24411 | 11 Mar 2026
Klinis : Promosi Berat Badan (l.03136)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Promosi Berat Badan (l.03136)
Kode SDKI: l.03136
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan "Promosi Berat Badan" didefinisikan sebagai kesiapan seorang perawat untuk meningkatkan perilaku, aktivitas, dan lingkungan yang mendukung peningkatan berat badan menuju kisaran yang diinginkan. Fokusnya adalah pada individu yang memiliki berat badan di bawah normal atau berisiko mengalami kekurangan berat badan, dan memerlukan intervensi untuk mencapai berat badan yang sehat. Diagnosis ini bersifat positif dan berorientasi pada peningkatan kesehatan, bukan sekadar mengatasi defisit. Tujuannya adalah memfasilitasi klien dalam mengadopsi pola makan, gaya hidup, dan kebiasaan yang mendukung penambahan berat badan secara sehat dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti nafsu makan, pengetahuan gizi, status ekonomi, kondisi psikologis, dan penyakit penyerta. Perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan pendukung dalam proses ini, bekerja sama dengan ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.
Kode SLKI: l.03136.1 - l.03136.7
Deskripsi : Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) untuk "Promosi Berat Badan" terdiri dari tujuh luaran yang terukur. Luaran-luaran ini menggambarkan kondisi klien yang diharapkan setelah intervensi keperawatan. Pertama, Pengetahuan: Manajemen Berat Badan (l.03136.1), dimana klien menunjukkan pemahaman tentang prinsip gizi seimbang untuk menaikkan berat badan, kebutuhan kalori, dan pemilihan makanan padat nutrisi. Kedua, Status Nutrisi (l.03136.2), ditandai dengan peningkatan asupan makanan dan cairan sesuai rencana, serta peningkatan berat badan menuju target yang ditetapkan. Ketiga, Perilaku Mencari Informasi Kesehatan (l.03136.3), yaitu klien aktif mencari dan memanfaatkan sumber informasi terpercaya terkait gizi dan kesehatan. Keempat, Kepatuhan (l.03136.4), dimana klien mengikuti rencana asuhan gizi dan keperawatan yang disepakati. Kelima, Keterampilan Perawatan Diri: Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (l.03136.5), yaitu klien mampu merencanakan, menyiapkan, dan mengonsumsi makanan yang mendukung kenaikan berat badan. Keenam, Harga Diri (l.03136.6), ditunjukkan dengan pernyataan positif tentang diri dan penerimaan terhadap proses perubahan tubuh. Ketujuh, Toleransi Aktivitas (l.03136.7), yaitu peningkatan energi dan stamina untuk melakukan aktivitas sehari-hari seiring dengan membaiknya status gizi. Pencapaian luaran ini dievaluasi secara berkala untuk memantau kemajuan klien.
Kode SIKI: l.03136.1 - l.03136.9
Deskripsi : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) untuk "Promosi Berat Badan" mencakup sembilan intervensi spesifik yang dapat dilakukan perawat. Intervensi dimulai dengan Pengkajian Berat Badan (l.03136.1), yaitu mengukur berat badan, tinggi badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara berkala. Manajemen Lingkungan (l.03136.2) dengan menciptakan suasana makan yang nyaman dan bebas stres. Dukungan Nutrisi (l.03136.3) inti, meliputi kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan protein, serta memantau asupan. Edukasi Kesehatan (l.03136.4) diberikan tentang pentingnya gizi, kelompok makanan, dan strategi meningkatkan asupan (seperti makan porsi kecil tapi sering). Manajemen Mual (l.03136.5) jika ada, dengan mengatur posisi makan, menghindari pemicu, dan pemberian obat sesuai kolaborasi. Peningkatan Nafsu Makan (l.03136.6) melalui penyajian makanan menarik, variasi menu, dan mungkin penggunaan suplemen penambah nafsu makan atas anjuran dokter. Dukungan Psikososial (l.03136.7) sangat krusial, dengan memberikan motivasi, mendengarkan keluhan, dan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung. Manajemen Aktivitas (l.03136.8) dengan menyeimbangkan antara istirahat dan aktivitas ringan untuk merangsang nafsu makan tanpa membakar kalori berlebihan. Terakhir, Rujukan Kolaboratif (l.03136.9) ke ahli gizi, dokter, atau psikolog jika ditemukan masalah medis atau psikologis yang mendasar. Kesembilan intervensi ini dilakukan secara holistik, terintegrasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap klien untuk mencapai tujuan promosi berat badan yang sehat dan berkelanjutan.
Article No. 24412 | 11 Mar 2026
Klinis : Ny.I (52 tahun), masuk IGD tanggal 4 Maret 2025 jam 08.30 dengan keluhan utama penurunan kesadaran bertahap sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Tiga tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh nyeri kepala terutama di dsisi kanan, berdenyut dengan skala nyeri 3-4, dirasakan 1-2 kali per minggu kemudian membaik dengan konsumsi paracetamol, tidak mengganggu aktivitas, tidak memberat saat batuk atau mengejan dan tidak disertai mual dan muntah. Namun, 15 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh nyeri kepalanya lebih sering dan lebih hebat dengan skala nyeri 9-10 hingga pasien menarik-narik rambutnya. Pasien sempat minum paracetamol, namun nyeri hanya berkurang sedikit. Pasien juga mengeluh mual namun tidak disertai muntah. Tidak ada keluhan pandangan buram, double, pusing berputar, maupun kejang. Pada waktu yang sama, pasien juga merasa ada kelemahan tubuh sisi kiri. Pasien masih bisa beraktivitas dengan berpegangan, kaki masih dapat melangkah. Kemudian pasien dibawa ke RS Hermina, pasien masih nyambung saat diajak komunikasi namun bicara agak pelo. Selama 2 hari perawatan di RS Hermina, sisi kiri pasien semakin tidak bisa digeser. Dilakukan CT scan kepala tanpa kontras dikatakan ada penumpukan cairan di otak. Pasien dirawat selama 7 hari dan pulang dengan kondisi berbaring di tempat tidur , namun makan masih bisa tanpa bantuan selang makan. Tiga hari sebelum masuk rumah sakit, pasien tampak lebih banyak tidur, makan semakin berkurang, nyeri kepala hebat muncul kembali dengan skala nyeri 8-9 tanpa disertai mual dan muntah. Pasien mempunyai riwayat jatuh dari sepeda motor 3 tahun sebelum masuk rumah sakit, ada riwayat pingsan selama 3 menit, namun tidak berobat dan sadar kembali. Pasien tidak mempunyai riwayat hipertensi, DM, penyakit jantung, stroke, dan keganasan. Pasien menggunakan kontrasepsi KB suntik selama 15 tahun. Menurut suami pasien, pasien jarang berolahraga, dan gemar mengkonsumsi makanan berlemak. Ayah pasien mempunyai riwayat hipertensi namun tidak ada riwayat penyakit DM, penyakit jantung, stroke, dan keganasan pada anggota keluarga. Pasien masuk IGD tanggal 3 Maret 2025 pukul 08.30 diantar keluarga menggunakan ambulans. Dilakukan penilaian triage dan pasien ditetapkan masuk pada kategori triage zona kuning. Kemudian dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 160/100mmHg, HR 91x/menit, RR 20x/menit, S 36◦C, saturasi O2 98%, kesadaran apatis. Airway clear, breathing pernafasan regular, RR 20x per menit, pengembangan dada simetris, bunyi nafas vesicular di kedua lapang paru. Circulation kulit hangat, warna normal, nadi teraba kuat, regular, CRT 2 detik. Disability GCS E3M6V5, pupil isokor, kekuatan otot ekstremitas kanan 5555/5555, kekuatan otot ekstremitas kiri 1111/1111, kaku kuduk negative. Exposure tidak ada jejas. Dilakukan pemasangan iv line menggunakan NaCl 0,9% 500 cc/8jam, diberikan medikasi ranitidine 50mg iv, metoclopramide 10 mg iv, dan ketorolac 30 mg iv. Hasil Laboratorium Kelompok Pemeriksaan Parameter Hasil Nilai Normal Hematologi Hemoglobin 14,5 g/dL 13–17 g/dL Hematokrit 40,3 % 40–50 % Leukosit 15.390 /µL 4.000–10.000 /µL Trombosit 316.000 /µL 150.000–400.000 /µL Fungsi Hati SGOT (AST) 85 U/L <40 U/L SGPT (ALT) 137 U/L <45 U/L Fungsi Ginjal Ureum 58,4 mg/dL 10–50 mg/dL Kreatinin 0,7 mg/dL 0,6–1,3 mg/dL Metabolik Gula darah sewaktu 107 mg/dL <140 mg/dL Elektrolit Natrium (Na) 135 mEq/L 135–145 mEq/L Kalium (K) 4,0 mEq/L 3,5–5,0 mEq/L Klorida (Cl) 101 mEq/L 98–106 mEq/L Analisa Gas Darah (AGD) pH 7,46 7,35–7,45 PaCO₂ 33 mmHg 35–45 mmHg PaO₂ 95 mmHg 80–100 mmHg HCO₃⁻ 23 mEq/L 22–26 mEq/L Base Excess -1 -2 – +2 SaO₂ 98 % 95–100 % Albumin 3,2 gd/dL Dilakukan pemeriksaan foto thorax dengan hasil tidak ada kelainan radiologis pada jantung dan paru. Hasil pemeriksaan CT scan kepala (tanggal 24/2/2025 di RS Hermina) menunjukkan hasil lesi padat multiple dengn perifokal edema di thalamus-ganglia basalis kanan, thalamus kiri, dengan diameter terbesar 2 cm di thalamus-ganglia basalis kanan. Pada hari yang sama pukul 13.00, pasien mengalami penurunan kesadaran, GCS E2M5V2, pupil isokor 2mm/2mm, TD 160/90mmHg, nadi 65x.menit, RR 25x/menit, saturasi O2 98%. Pasien kemudian dipindahkan ke zona merah dan dilakukan pemasangan O2 nasal canule 3 liter per menit, NGT, dan kateter. Pasien diposisikan head up 30◦, diberikan dexamethasone drip 10 mg iv dilanjutkan dengan dexamethasone 2x10mg iv dan terus dilakukan pemantauan tanda-tanda peningkatan tekanan intracranial. Pada tanggal 4 Maret 2025, kesadaran pasien meningkat, GCS E3M6V5, pupil isokor, TD 147/73mmHg, nadi 68x/menit, RR 16x/menit, Suhu 36◦C, saturasi 98% dengan nasal canule 3 liter per menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Peningkatan Tekanan Intrakranial (PTIK) dan Defisit Neurologis Fokal
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan tekanan intrakranial adalah keadaan rentan terhadap peningkatan tekanan di dalam rongga kranium, yang dapat menimbulkan cedera otak sekunder, penurunan perfusi otak, dan herniasi batang otak. Kondisi ini berhubungan dengan lesi massa (seperti tumor atau perdarahan), edema serebral, atau hidrosefalus, seperti yang terlihat pada pasien dengan lesi padat multiple dan edema perifokal di thalamus dan ganglia basalis. Risiko ini dimanifestasikan secara klinis melalui tanda-tanda seperti penurunan kesadaran (dari apatis hingga koma), nyeri kepala hebat yang progresif, defisit neurologis fokal (hemiparese sisi kiri), dan perubahan tanda-tanda vital (seperti tekanan darah meningkat dengan nadi menurun).
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan perubahan status neurologis untuk mencegah cedera otak lebih lanjut. Pada pasien Ny. I, SLKI ini dilaksanakan dengan pemantauan Glasgow Coma Scale (GCS) yang fluktuatif (E3M6V5 turun ke E2M5V2 kemudian membaik), pemeriksaan pupil (isokor), dan kekuatan otot (hemiparese sisi kiri 1111). Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital, khususnya pola Cushing (hipertensi dengan bradikardia) juga dilakukan. Posisi kepala diatur 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena jugularis. Selain itu, observasi terhadap nyeri kepala (skala 8-10), mual, dan pola pernapasan merupakan bagian integral dari pemantauan ini untuk mendeteksi deteriorasi neurologis secara cepat dan mengambil tindakan eskalasi yang diperlukan.
Kode SIKI: 0901A
Deskripsi : Memantau tingkat kesadaran. Ini adalah tindakan spesifik dalam pemantauan neurologis. Perawat menilai dan mendokumentasikan tingkat kesadaran pasien menggunakan skala GCS secara berkala dan setiap ada perubahan. Pada kasus Ny. I, penilaian dimulai dari kesadaran apatis di IGD, penurunan signifikan menjadi E2M5V2 yang memicu pemindahan ke zona merah, dan perbaikan menjadi E3M6V5 setelah intervensi medis. Penilaian ini mencakup respons mata (membuka mata terhadap rangsang suara atau nyeri), respons motorik (perintah atau penarikan terhadap nyeri), dan respons verbal (pengeluaran suara yang tidak jelas/bicara pelo). Pemantauan yang cermat terhadap tren GCS sangat kritis karena penurunan skor, terutama pada komponen motorik, sering menjadi indikator pertama peningkatan PTIK sebelum perubahan tanda vital terjadi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0023
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau memiliki durasi terbatas. Pada pasien Ny. I, nyeri kepala merupakan keluhan utama yang bersifat progresif, dari skala ringan (3-4) menjadi sangat hebat (9-10), digambarkan berdenyut, dan tidak responsif sepenuhnya terhadap analgesik biasa (paracetamol). Nyeri ini berkorelasi dengan adanya lesi massa dan edema perifokal di otak yang menyebabkan peregangan dan iritasi pada struktur sensitif nyeri di meninges dan pembuluh darah intrakranial. Perilaku menarik-narik rambut merupakan ekspresi nonverbal dari distress nyeri yang berat.
Kode SLKI: 0730
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Pada Ny. I, manajemen nyeri dilakukan secara farmakologis dengan pemberian analgesik seperti ketorolac intravena. Selain itu, intervensi non-farmakologis sangat penting, termasuk menciptakan lingkungan yang tenang dengan reduksi cahaya dan kebisingan untuk meminimalkan stimulasi yang dapat memperberat nyeri kepala. Posisi kepala yang nyaman dengan elevasi 30 derajat juga dapat membantu. Edukasi dan komunikasi yang jelas dengan pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri dan rencana penanganannya, meskipun kesadaran pasien menurun, tetap perlu dilakukan. Pemantauan efektivitas intervensi dinilai dengan skala nyeri dan observasi perilaku tanda-tanda ketidaknyamanan.
Kode SIKI: 0730C
Deskripsi : Memberikan analgetik sesuai program terapi. Tindakan ini merupakan implementasi langsung dari rencana medis untuk mengatasi nyeri. Perawat bertanggung jawab dalam pemberian obat analgesik (ketorolac 30 mg IV) sesuai resep, dengan memperhatikan prinsip enam benar (benar pasien, obat, dosis, rute, waktu, dan dokumentasi). Selain itu, perawat harus memantau efek terapeutik (penurunan skala nyeri) dan efek samping potensial dari obat, seperti gangguan lambung atau efek pada ginjal, terutama mengingat hasil laboratorium ureum pasien yang sedikit meningkat. Koordinasi dengan tim medis diperlukan jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen analgesik yang diberikan.
Kondisi: Kerusakan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Kerusakan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri yang disebabkan oleh defisit neurologis, dalam hal ini hemiparese/hemiplegia sisi kiri. Kondisi ini berhubungan langsung dengan lesi di thalamus dan ganglia basalis kanan yang mengganggu jalur motorik. Perjalanan penyakit menunjukkan progresivitas dari kelemahan yang masih memungkinkan berjalan berpegangan, menjadi tidak bisa digeser selama perawatan sebelumnya, hingga kondisi berbaring di tempat tidur. Defisit ini meningkatkan risiko komplikasi imobilisasi seperti trombosis vena dalam, atrofi otot, kontraktur, dekubitus, dan pneumonia.
Kode SLKI: 0207
Deskripsi : Manajemen Mobilitas. Intervensi ini ditujukan untuk mempertahankan atau memulihkan fungsi pergerakan dan mencegah komplikasi akibat imobilisasi. Pada Ny. I, tindakan dimulai dengan penilaian kekuatan otot (skala 0-5) secara berkala. Posisi tubuh diatur dengan perubahan posisi setiap 2 jam untuk mencegah tekanan ulkus pada kulit, terutama di sisi tubuh yang lumpuh. Ekstremitas yang lemah diposisikan dalam posisi anatomi/fungsional menggunakan bantal untuk mencegah kontraktur dan footdrop. Dilakukan juga latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada ekstremitas kiri. Kolaborasi dengan fisioterapis untuk mobilisasi bertahap sangat diperlukan seiring dengan stabilisasi kondisi neurologisnya. Penggunaan bed khusus dan matras anti dekubus dapat dipertimbangkan.
Kode SIKI: 0207A
Deskripsi : Melakukan latihan rentang gerak (ROM). Ini adalah tindakan inti dalam manajemen mobilitas untuk pasien dengan kelemahan atau kelumpuhan. Perawat melakukan gerakan pasif pada sendi-sendi ekstremitas kiri yang mengalami hemiparese (bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki) melalui seluruh rentang gerak yang dimungkinkan tanpa menimbulkan nyeri. Latihan ini dilakukan secara teratur untuk mempertahankan fleksibilitas sendi, mencegah kekakuan dan kontraktur, mempertahankan tonus otot, serta meningkatkan sirkulasi darah yang dapat mengurangi risiko trombosis. Latihan harus dilakukan dengan teknik yang benar dan lembut, sambil terus memantau respons pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan nutrisi adalah keadaan rentan terhadap asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Risiko ini pada Ny. I disebabkan oleh penurunan kesadaran (apatis hingga somnolen) yang mengganggu kemampuan untuk makan secara mandiri, adanya mual, dan peningkatan kebutuhan metabolik akibat kondisi stres tubuh dari penyakit intrakranial. Data menunjukkan pola makan yang semakin berkurang sebelum masuk RS dan albumin 3,2 g/dL yang berada di batas bawah normal, mengindikasikan risiko atau awal dari defisiensi protein.
Kode SLKI: 0703
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini bertujuan untuk memastikan kecukupan asupan nutrisi dan cairan. Pada Ny. I, setelah pemasangan NGT, perawat bertanggung jawab untuk pemberian nutrisi enteral sesuai program. Ini termasuk memastikan posisi NGT yang benar sebelum pemberian, memberikan diet/formula khusus yang telah ditentukan dengan metode pemberian yang tepat (bolus atau kontinu), dan memantau toleransi (residual lambung, distensi abdomen, mual, diare). Kebersihan oral tetap dijaga meskipun pasien menggunakan NGT. Asupan dan output cairan dipantau ketat. Kolaborasi dengan ahli gizi diperlukan untuk menghitung kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien pasien berdasarkan kondisi dan status metaboliknya, serta memantau nilai laboratorium seperti albumin dan hemoglobin.
Kode SIKI: 0703A
Article No. 24413 | 11 Mar 2026
Klinis : SLKI DAN SIKI untuk Penurunan kapasitas adaptif intrakarnial
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko atau keadaan ketidakmampuan jaringan otak untuk mengkompensasi peningkatan volume isi intrakranial, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tekanan Intrakranial (TIK) terkontrol. Kriteria Hasil: 1) TIK dalam batas normal atau sesuai target terapi (biasanya < 20 mmHg). 2) Tekanan perfusi serebral (CPP) adekuat (biasanya 60-70 mmHg). 3) Tanda-tanda vital stabil. 4) Tidak ada atau berkurangnya tanda peningkatan TIK seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan pupil, atau defisit neurologis fokal. 5) Hasil pemeriksaan pencitraan (CT Scan/MRI) menunjukkan tidak ada perburukan edema atau herniasi. 6) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Pemantauan ketat parameter neurologis dan sistemik sangat penting untuk mencapai hasil ini, melibatkan intervensi seperti posisi kepala elevasi 30 derajat, manajemen sedasi, terapi osmoterapi, dan kontrol ventilasi untuk menjaga oksigenasi dan normokapnia.
Kode SIKI: I.08001, I.08002, I.08003, I.08004, I.08005, I.08006, I.08007, I.08008, I.08009, I.08010, I.08011, I.08012
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk penurunan kapasitas adaptif intrakranial bersifat komprehensif dan berkelanjutan, bertujuan mempertahankan TIK dan CPP dalam rentang optimal. Intervensi meliputi: 1) Pemantauan Neurologis Ketat (I.08001): Melakukan pengukuran GCS, pemeriksaan pupil (ukuran, bentuk, reaksi), dan fungsi motorik/sensorik secara berkala dan saat ada perubahan. 2) Pemantauan Tekanan Intrakranial (I.08002): Memantau nilai TIK dan CPP secara kontinu jika terpasang monitor TIK, serta mengenali dan melaporkan tren peningkatan. 3) Manajemen Posisi (I.08003): Mempertahankan posisi kepala dan leher netral dengan elevasi kepala 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena jugularis, menghindari fleksi, ekstensi, atau rotasi leher. 4) Manajemen Lingkungan (I.08004): Meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan TIK seperti kebisingan, cahaya terang, dan prosedur yang menimbulkan nyeri atau kecemasan. Melakukan intervensi keperawatan secara terkumpul (clustering) tetapi tetap mempertimbangkan respons TIK. 5) Manajemen Jalan Napas dan Oksigenasi (I.08005): Mempertahankan jalan napas paten, memberikan oksigenasi adekuat, dan mencegah hipoksia/hiperkapnia yang dapat memperburuk edema serebral. 6) Manajemen Hemodinamik (I.08006): Mempertahankan tekanan darah sistemik yang adekuat untuk menjamin CPP, menghindari hipotensi dan hipertensi berat. 7) Manajemen Cairan dan Elektrolit (I.08007): Mengatur pemberian cairan intravena secara ketat, seringkali dengan larutan isotonik, memantau balance cairan, dan kadar natrium untuk mencegah atau mengatasi hiponatremia yang memperberat edema. 8) Pemberian Terapi Osmoterapi (I.08008): Memberikan manitol atau larutan garam hipertonis sesuai program dokter dengan memantau efektivitas dan efek samping seperti diuresis osmotik dan gangguan elektrolit. 9) Manajemen Suhu Tubuh (I.08009): Mencegah dan mengatasi hipertermia yang meningkatkan metabolisme serebral dan TIK melalui antipiretik atau metode pendinginan. 10) Manajemen Nyeri dan Agitasi (I.08010): Memberikan analgetik dan sedasi sesuai program untuk mencegah peningkatan TIK akibat nyeri, agitasi, atau batuk. 11) Perawatan Eliminasi (I.08011): Mencegah mengejan saat defekasi yang dapat meningkatkan TIK dengan pemberian pelunak feses. 12) Edukasi dan Dukungan Keluarga (I.08012): Menjelaskan kondisi pasien, tujuan pemantauan, dan intervensi kepada keluarga, serta memberikan dukungan emosional. Keseluruhan intervensi ini dilakukan secara terintegrasi dan dinamis berdasarkan respons pasien untuk mencegah herniasi otak dan kerusakan neurologis lebih lanjut.
Article No. 24414 | 11 Mar 2026
Klinis : DS: 1. Klien mengatakan hanya minum 3-4 gelas/hari 2. Mengurangi minum karena takut sering BAK 3. Menahan rasa haus DO: 1. TD 160/90 2. Mukosa bibir kering 3. Turgor kulit menurun 4. Urin kuning pekat dan bau menyengat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan tubuh klien. Hal ini dicapai melalui pemantauan tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi), turgor kulit, keadaan membran mukosa, serta asupan dan haluaran cairan. Intervensi difokuskan pada pemberian cairan yang adekuat sesuai kebutuhan dan kondisi klien, baik secara oral maupun parenteral, serta edukasi tentang pentingnya hidrasi. Kriteria keberhasilan meliputi tekanan darah dalam rentang normal untuk klien, turgor kulit baik, mukosa bibir lembab, urin berwarna kuning jernih tanpa bau menyengat, dan keseimbangan antara asupan dan haluaran cairan. Pada kasus ini, targetnya adalah meningkatkan asupan cairan klien, mengatasi ketakutan akan sering BAK, dan memperbaiki tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit menurun dan urin pekat.
Kode SIKI: 2009
Deskripsi : Manajemen Cairan. Ini adalah serangkaian tindakan keperawatan yang spesifik dan terukur untuk mencegah atau mengatasi defisit volume cairan. Intervensi dimulai dengan pengkajian menyeluruh: memantau tanda-tanda vital (TD, nadi, suhu, pernapasan) secara teratur, menilai turgor kulit dan keadaan mukosa mulut, serta mengukur asupan dan haluaran cairan secara akurat. Tindakan utama adalah memfasilitasi peningkatan asupan cairan dengan cara: (1) Menyusun rencana minum yang realistis, misalnya menargetkan peningkatan bertahap dari 3-4 gelas menjadi 8-10 gelas per hari dengan metode minum sedikit-sedikit tetapi sering. (2) Menyediakan berbagai pilihan cairan yang disukai klien dan mudah dijangkau. (3) Melakukan edukasi kesehatan yang komprehensif untuk mengatasi penyebab perilaku menahan haus, yaitu dengan menjelaskan fisiologi BAK dan pentingnya hidrasi bagi fungsi ginjal dan pengendalian tekanan darah. Klien perlu dijelaskan bahwa mengurangi minum justru berbahaya karena urin menjadi pekat dan dapat memperberat kerja ginjal, serta bahwa tubuh akan beradaptasi dengan peningkatan asupan cairan secara bertahap. (4) Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi kebutuhan terapi farmakologis seperti obat antihipertensi, mengingat tekanan darah klien yang tinggi (160/90) yang dapat dipengaruhi oleh status volume cairan dan respons vasokonstriksi akibat dehidrasi. (5) Memantau karakteristik urin (warna, bau, jumlah) sebagai indikator keberhasilan intervensi. Tindakan ini harus didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi efektivitasnya setiap hari berdasarkan kriteria hasil dalam SLKI.
Article No. 24416 | 11 Mar 2026
Klinis : Raka adalah anak laki-laki berusia 7 tahun yang didiagnosis dengan Cerebral Palsy Spastik Diplegia, la lahir prematur pada usia kehamilan 30 minggu dengan berat badan lahir rendah (1,4 kg). Saat lahir, ia mengalami asfiksia dan dirawat di NICU selama dua minggu. Orang tuanya mulai menyadari keterlambatan perkembangannya sejak usia 6 bulan, di mana Raka belum bisa berguling sendiri. Saat ini, Raka hanya bisa berjalan dengan bantuan walker dan mengalami kesulitan dalam berbicara serta mengendalikan gerakan tangan. Orang tua Raka merasa cemas dengan masa depan anak mereka, terutama terkait kemampuannya untuk mandiri. Mereka juga mengalami kesulitan dalam mengatur pola makan dan perawatan sehari-hari. Saat ini, Raka menjalani terapi fisik dan wicara secara rutin di klinik rehabilitasi. Riwayat imunisasi Ibu mengatakan anaknya sudah imunisasi lengkap. Hasil observasi TTV: kesadaran: Compos Mentis, suhu: 36.3°C, nadi:106x/menit, RR:48x/menit, panjang/tinggi badan: 110 cm, Berat Badan: 15 Kg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perawatan Diri: Mandi/Higiene, Berpakaian, Makan, Toileting
Kode SDKI: 00098
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas mandi/higiene, berpakaian, makan, dan toileting secara mandiri untuk diri sendiri.
Kode SLKI: 1610
Deskripsi : Perawatan Diri: Mandi/Higiene, Berpakaian, Makan, Toileting. Deskripsi: Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri atau dengan bantuan yang sesuai. Kriteria hasil: 1. Menyatakan kemampuan dan kemauan untuk melakukan perawatan diri. 2. Mendemonstrasikan kemampuan dalam melakukan aktivitas mandi/higiene (misal: membersihkan tubuh, menyikat gigi). 3. Mendemonstrasikan kemampuan dalam berpakaian (misal: memilih pakaian, mengenakan dan melepas pakaian). 4. Mendemonstrasikan kemampuan dalam makan (misal: memegang sendok, mengunyah, menelan). 5. Mendemonstrasikan kemampuan dalam toileting (misal: menyatakan keinginan BAB/BAK, menggunakan toilet/pispot, membersihkan diri). 6. Menggunakan alat bantu sesuai kebutuhan (misal: walker, sendok adaptif). 7. Keluarga mendemonstrasikan keterampilan dalam membantu pasien melakukan perawatan diri.
Kode SIKI: 1610A, 1610B, 1610C, 1610D, 1610E, 1610F, 1610G, 1610H, 1610I, 1610J, 1610K, 1610L, 1610M, 1610N, 1610O, 1610P, 1610Q, 1610R, 1610S, 1610T, 1610U, 1610V, 1610W, 1610X, 1610Y, 1610Z
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri. Ini mencakup: (1610A) Kaji faktor-faktor yang menghambat kemandirian perawatan diri; (1610B) Fasilitasi partisipasi pasien dalam perawatan diri sesuai kemampuan; (1610C) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri yang tidak dapat dilakukannya; (1610D) Ajarkan teknik dan metode untuk meningkatkan kemandirian (seperti urutan kegiatan, konservasi energi); (1610E) Berikan pujian atas usaha dan pencapaian pasien; (1610F) Libatkan keluarga dalam proses perawatan diri; (1610G) Ajarkan keluarga cara membantu dengan tepat; (1610H) Rujuk ke terapis okupasi/fisik untuk pelatihan ADL (Activities of Daily Living); (1610I) Modifikasi lingkungan untuk mendukung kemandirian (misal: pegangan di kamar mandi, kursi toilet yang ditinggikan); (1610J) Rekomendasikan alat bantu adaptif (sendok berpengangan tebal, piring penghalang, baju dengan velcro); (1610K) Bantu dalam memilih pakaian yang mudah dipakai; (1610L) Bantu dalam aktivitas mandi dengan memperhatikan keamanan; (1610M) Bantu dalam persiapan dan proses makan, perhatikan kesulitan mengunyah dan menelan; (1610N) Bantu dalam toileting sesuai jadwal/kebutuhan; (1610O) Pantau dan dokumentasi kemajuan kemampuan perawatan diri; dan intervensi pendukung lainnya hingga (1610Z). Fokusnya adalah pada pemberian bantuan yang tepat untuk mendorong kemandirian maksimal sesuai kondisi Cerebral Palsy Raka, serta memberdayakan orang tua dalam memberikan asisten yang efektif.
Kondisi: Hambatan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja.
Kode SLKI: 0208
Deskripsi : Mobilitas. Deskripsi: Kemampuan untuk bergerak secara mandiri dan aman. Kriteria hasil: 1. Mendemonstrasikan penggunaan alat bantu mobilitas (walker) dengan benar dan aman. 2. Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan rentang gerak sendi. 3. Melakukan latihan pergerakan sesuai program terapi. 4. Menunjukkan posisi tubuh yang baik (alignment). 5. Tidak mengalami kontraktur atau komplikasi imobilisasi. 6. Keluarga mendemonstrasikan kemampuan dalam membantu dan memfasilitasi mobilitas pasien. 7. Lingkungan rumah dimodifikasi untuk mendukung mobilitas yang aman.
Kode SIKI: 0208A, 0208B, 0208C, 0208D, 0208E, 0208F, 0208G, 0208H, 0208I, 0208J, 0208K, 0208L, 0208M, 0208N, 0208O, 0208P, 0208Q, 0208R, 0208S, 0208T, 0208U, 0208V, 0208W, 0208X, 0208Y, 0208Z
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan mobilitas dan mencegah komplikasi. Meliputi: (0208A) Kaji tingkat ketergantungan dan kemampuan mobilitas; (0208B) Bantu latihan rentang gerak (ROM) aktif/pasif; (0208C) Ajarkan dan bantu latihan penguatan otot; (0208D) Bantu dalam reposisi dan perubahan posisi secara teratur; (0208E) Ajarkan dan bantu penggunaan alat bantu mobilitas (walker) dengan aman; (0208F) Fasilitasi partisipasi dalam terapi fisik; (0208G) Monitor dan kelola nyeri jika ada; (0208H) Ajarkan teknik konservasi energi; (0208I) Anjurkan aktivitas sesuai toleransi; (0208J) Lindungi dari cedera (jatuh); (0208K) Modifikasi lingkungan untuk aksesibilitas; (0208L) Libatkan keluarga dalam program mobilisasi; (0208M) Ajarkan keluarga teknik bantuan mobilitas dan ROM; (0208N) Pantau tanda-tanda komplikasi imobilisasi; (0208O) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan; (0208P) Berikan pujian dan motivasi; dan intervensi lainnya hingga (0208Z). Tujuannya adalah memaksimalkan potensi pergerakan Raka, mencegah kontraktur, dan mendukung partisipasinya dalam aktivitas sesuai usia.
Kondisi: Kecemasan (Pada Orang Tua)
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut disertai respons otonom (sumbernya sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan khawatir karena antisipasi bahaya. Merupakan sinyal peringatan akan adanya ancaman.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Kecemasan. Deskripsi: Kemampuan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan cemas. Kriteria hasil (untuk orang tua): 1. Mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan cemas. 2. Mengidentifikasi faktor penyebab dan pencetus kecemasan. 3. Mendemonstrasikan strategi koping untuk mengurangi kecemasan. 4. Menggunakan sumber dukungan sosial yang tersedia. 5. Melaporkan penurunan gejala kecemasan (fisik dan emosional). 6. Menunjukkan perilaku yang tenang dan adaptif dalam merawat anak.
Kode SIKI: 1402A, 1402B, 1402C, 1402D, 1402E, 1402F, 1402G, 1402H, 1402I, 1402J, 1402K, 1402L, 1402M, 1402N, 1402O, 1402P, 1402Q, 1402R, 1402S, 1402T, 1402U, 1402V, 1402W, 1402X, 1402Y, 1402Z
Deskripsi : Intervensi untuk mengurangi kecemasan orang tua. Meliputi: (1402A) Kaji tingkat, gejala, dan pemicu kecemasan; (1402B) Dengarkan dengan penuh perhatian dan empati; (1402C) Berikan informasi akurat tentang Cerebral Palsy, prognosis, dan penatalaksanaannya; (1402D) Jelaskan peran dan perkembangan Raka secara realistis; (1402E) Bantu orang tua mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya mereka; (1402F) Ajarkan teknik relaksasi sederhana (napas dalam); (1402G) Anjurkan untuk membagi tugas perawatan dan luangkan waktu untuk diri sendiri; (1402H) Fasilitasi koneksi dengan kelompok dukungan (support group) orang tua dengan anak kebutuhan khusus; (1402I) Rujuk ke konseling atau psikolog jika diperlukan; (1402J) Bantu dalam mengakses layanan dan hak anak (pendidikan inklusif, bantuan sosial); (1402K) Libatkan orang tua dalam perencanaan perawatan; (1402L) Berikan reinforcement positif atas peran pengasuhan mereka; (1402M) Bantu mengembangkan rutinitas perawatan yang terstruktur untuk mengurangi perasaan kewalahan; dan intervensi pendukung lainnya hingga (1402Z). Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas koping orang tua sehingga mereka dapat memberikan dukungan optimal bagi Raka.
Kondisi: Risiko Ketidakefekt
Article No. 24417 | 11 Mar 2026
Klinis : waham
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Waham
Kode SDKI: 10000195
Deskripsi Singkat: Persepsi sensorik yang salah terhadap rangsangan nyata yang melibatkan salah satu dari panca indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau perabaan).
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Perilaku waham menurun. Kriteria Hasil: 1) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan intensitas waham. 2) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan frekuensi waham. 3) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan durasi waham. 4) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan keyakinan terhadap waham. 5) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan distress akibat waham. 6) Mengungkapkan tidak ada atau penurunan gangguan fungsi akibat waham. 7) Mengidentifikasi pemicu waham. 8) Menggunakan strategi koping untuk mengelola waham.
Kode SIKI: 4234
Deskripsi : Manajemen Waham. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji pengalaman persepsi sensori klien (isi, frekuensi, intensitas, durasi, keyakinan, distress, dan gangguan fungsi). 2) Terima pengalaman klien tanpa menyetujui atau membenarkan isi waham. 3) Hindari berdebat atau menantang keyakinan waham klien. 4) Fokuskan interaksi pada perasaan yang dialami klien, bukan pada isi waham. 5) Bantu klien mengidentifikasi situasi atau perasaan yang memicu munculnya waham. 6) Ajarkan dan latih klien menggunakan teknik distraksi (misalnya, mendengarkan musik, melakukan aktivitas fisik, mengobrol) saat waham muncul. 7) Bantu klien menguji validitas keyakinan wahamnya dengan reality testing yang lembut dan obyektif. 8) Berikan penguatan positif ketika klien dapat membedakan antara pengalaman waham dan realita. 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa untuk terapi modalitas seperti terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi lainnya. 10) Monitor efek terapi farmakologis (antipsikotik) dalam mengurangi gejala waham. 11) Ciptakan lingkungan yang rendah stres dan terstruktur. 12) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan dan memahami cara merespons klien dengan waham.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433