Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22853 | 18 Nov 2025
Klinis : Laki-laki, 65 tahun, dibawa ke RS dengan keluhan nyeri hebat pada kaki kanan yang memburuk dalam 2 minggu terakhir, terutama saat berjalan sejauh 100 meter dan mereda saat istirahat (claudication). Pasien memiliki riwayat merokok 40 tahun (2 bungkus/hari), hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol baik. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kaki kanan teraba dingin, pucat, pengisian kapiler >3 detik, serta nadi dorsalis pedis dan tibialis posterior yang melemah dibanding sisi kontralateral. Pemeriksaan ABI (Ankle-Brachial index) menunjukkan nilai 0.65 pada kaki kanan, mendukung diagnosis PAD stadium III berdasarkan klasifikasi Fontaine.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer terkait Penyakit Arteri Perifer (PAD) Stadium III
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onsetnya tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri hebat pada kaki kanan yang bersifat klaudikasio (nyeri saat berjalan dan hilang saat istirahat) merupakan manifestasi langsung dari iskemia jaringan akibat penyempitan arteri (aterosklerosis) pada ekstremitas bawah. Nyeri ini bersifat akut dalam konteks memburuknya gejala dalam 2 minggu terakhir, meskipun kondisi dasarnya (PAD) bersifat kronis. Defisit utama yang mendasari diagnosa ini adalah suplai oksigen yang tidak adekuat ke jaringan otot tungkai karena aliran darah arteri yang terganggu, yang dipicu oleh aktivitas (berjalan) dan menyebabkan akumulasi metabolit yang merangsang reseptor nyeri. Faktor-faktor yang berkontribusi dari pasien meliputi riwayat merokok berat (kerusakan endotel vaskular), hipertensi (peningkatan stres geser pada dinding pembuluh darah), dan diabetes melitus yang tidak terkontrol (akselerasi aterosklerosis dan neuropati).
Kode SLKI: L.07032
Deskripsi : Manajemen Nyeri adalah serangkaian intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, yang meliputi pendekatan farmologis dan non-farmakologis. Penjelasan implementasinya dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang valid (misalnya, skala 0-10) untuk menentukan karakteristik, lokasi, intensitas, dan faktor pemicu serta pereda nyeri. Selanjutnya, perawat berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai resep, misalnya obat antiplatelet seperti Aspirin atau Clopidogrel untuk mencegah trombosis, dan Vasodilator seperti Cilostazol untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi klaudikasio. Penting untuk memantau efektivitas dan efek samping obat. Intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan termasuk terapi distraksi seperti mengajak pasien mendengarkan musik atau relaksasi, serta modifikasi posisi untuk meningkatkan kenyamanan, misalnya dengan meninggikan kaki sedikit selama istirahat (dengan hati-hati untuk tidak mengganggu aliran darah lebih lanjut). Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang mekanisme nyeri klaudikasio dan pentingnya istirahat ketika nyeri muncul juga merupakan bagian kunci. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah menurunkan skala nyeri yang dilaporkan pasien, meningkatkan kemampuan pasien untuk beristirahat dengan nyaman, dan meningkatkan partisipasi pasien dalam aktivitas hidup sehari-hari yang tidak memicu nyeri.
Kode SIKI: I.01259
Deskripsi : Manajemen Perfusi Perifer adalah serangkaian tindakan yang ditujukan untuk mempromosikan dan mempertahankan aliran darah yang adekuat ke ekstremitas. Penjelasan rinci implementasinya meliputi beberapa aspek kritis. Pertama, pemantauan status neurovaskuler secara ketat dan berkala, setidaknya setiap 4-8 jam, dengan menilai enam komponen utama: warna (pucat/sianosis), suhu (dingin), sensasi (adanya baal atau kesemutan), motorik (pergerakan), pengisian kapiler (dalam kasus ini >3 detik menunjukkan gangguan perfusi yang signifikan), dan denyut nadi perifer (nadi dorsalis pedis dan tibialis posterior yang melemah). Semua temuan harus didokumentasikan dengan jelas dan dibandingkan dengan ekstremitas yang sehat. Kedua, melindungi ekstremitas yang iskemik dari cedera lebih lanjut. Ini termasuk menghindari paparan suhu ekstrem (jangan menggunakan bantal pemanas atau botol air panas pada kaki yang dingin), menjaga kulit tetap bersih dan kering untuk mencegah luka, serta menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak membatasi. Ketiga, mempromosikan aliran darah dengan posisi yang tepat, seperti menghindari menyilangkan kaki atau posisi yang menekan pembuluh darah, dan mungkin menempatkan ekstremitas pada posisi dependen (lebih rendah dari jantung) sesuai kebijakan rumah sakit untuk memanfaatkan gravitasi, meskipun ini memerlukan konsultasi dengan dokter. Keempat, edukasi pasien yang komprehensif merupakan intervensi utama. Perawat harus mendidik pasien tentang pentingnya penghentian merokok total, karena merokok adalah faktor risiko utama yang dapat memperburuk PAD. Pasien juga perlu diedukasi tentang pentingnya mengontrol tekanan darah dan gula darahnya untuk memperlambat progresivitas aterosklerosis. Selain itu, pasien perlu diajarkan tentang program latihan walking yang terstruktur, yaitu berjalan hingga timbul nyeri, beristirahat hingga nyeri hilang, kemudian berjalan lagi, untuk membantu perkembangan sirkulasi kolateral. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi serius seperti ulkus iskemik, gangren, dan amputasi di masa depan.
-
Article No. 22854 | 18 Nov 2025
Klinis : Laki-laki, 65 tahun, dibawa ke RS dengan keluhan nyeri hebat pada kaki kanan yang memburuk dalam 2 minggu terakhir, terutama saat berjalan sejauh 100 meter dan mereda saat istirahat (claudication). Pasien memiliki riwayat merokok 40 tahun (2 bungkus/hari), hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol baik. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kaki kanan teraba dingin, pucat, pengisian kapiler >3 detik, serta nadi dorsalis pedis dan tibialis posterior yang melemah dibanding sisi kontralateral. Pemeriksaan ABI (Ankle-Brachial index) menunjukkan nilai 0.65 pada kaki kanan, mendukung diagnosis PAD stadium III berdasarkan klasifikasi Fontaine.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah keadaan individu yang mengalami dan melaporkan adanya sensasi tidak nyaman atau pengalaman sensori serta emosional yang bersifat aktual atau potensial yang merusak jaringan, dengan onset yang mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu terbatas. Pada pasien ini, nyeri hebat pada kaki kanan yang memburuk saat berjalan (klaudikasio) dan membaik saat istirahat merupakan manifestasi langsung dari iskemia akut pada jaringan otot tungkai bawah akibat Penyakit Arteri Perifer (PAD) yang parah. Nyeri ini bersifat akut dalam eksaserbasinya, meskipun kondisi dasarnya (PAD) bersifat kronis. Sensasi tidak nyaman ini disebabkan oleh ketidakmampuan aliran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen otot selama aktivitas, menyebabkan akumulasi metabolit asam yang merangsang ujung saraf nociceptor.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : Manajemen Nyeri adalah serangkaian tindakan keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Pada kasus ini, SLKI ini diimplementasikan dengan pendekatan komprehensif. Pertama, pemantauan karakteristik nyeri secara ketat, termasuk lokasi (kaki kanan), intensitas (hebat), faktor pencetus (berjalan 100 meter), dan faktor pereda (istirahat). Kedua, penerapan tindakan non-farmakologis seperti memposisikan kaki sedikit lebih rendah dari jantung (dengan hati-hati dan sesuai instruksi dokter) untuk meningkatkan aliran darah secara gravitasi, serta teknik distraksi untuk mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri. Ketiga, kolaborasi yang erat dengan tim medis untuk pemberian analgesik yang sesuai, biasanya dimulai dari golongan non-opioid hingga opioid jika diperlukan, dengan mempertimbangkan riwayat hipertensi dan diabetes pasien. Keempat, edukasi kepada pasien tentang mekanisme nyeri klaudikasio, pentingnya menghindari faktor pencetus secara berlebihan tetapi tetap melakukan aktivitas sesuai batas toleransi yang direncanakan (seperti program jalan teratur), dan pentingnya pelaporan nyeri yang akurat. Tindakan ini bertujuan tidak hanya untuk menurunkan skala nyeri, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kemampuan fungsional pasien, serta mencegah komplikasi lebih lanjut akibat imobilisasi.
Kode SIKI: I.01205
Deskripsi : Pemantauan Neurovaskuler adalah serangkaian tindakan untuk mengkaji dan mendeteksi perubahan status sirkulasi darah dan persarafan pada ekstremitas. Pada pasien dengan PAD kritis ini, pemantauan neurovaskuler harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Tindakan ini meliputi: 1) Pengkajian nadi (dorsalis pedis dan tibialis posterior) secara bilateral dan komparatif setiap 2-4 jam, dicatat kekuatan (melemah pada kaki kanan), dan dibandingkan dengan sisi kontralateral. 2) Pengkajian warna kulit (pucat pada kaki kanan), suhu (dingin pada palpasi), dan pengisian kapiler (>3 detik yang menunjukkan perfusi buruk). 3) Pengkajian sensasi (adanya baal, kesemutan, atau hilangnya sensasi) dan fungsi motorik (pergerakan jari kaki, kekuatan otot). 4) Dokumentasi yang akurat dan lengkap dari semua temuan untuk melacak tren dan mendeteksi deteriorasi secara dini. 5) Edukasi kepada pasien dan keluarga untuk melaporkan setiap perubahan yang mereka rasakan atau lihat, seperti peningkatan nyeri saat istirahat (rest pain), perubahan warna menjadi sianotik atau menghitam, munculnya luka/ulkus, atau penurunan kemampuan menggerakkan jari. Pemantauan ini sangat krusial karena bertujuan untuk mendeteksi secara dini iskemia yang memburuk yang dapat berlanjut menjadi nekrosis jaringan dan berpotensi menyebabkan amputasi jika tidak ditangani dengan segera. Nilai ABI 0,65 yang jauh di bawah normal (1,0-1,4) mengkonfirmasi beratnya gangguan aliran darah, sehingga menjadikan intervensi ini sebagai prioritas utama dalam menjaga integritas jaringan ekstremitas.
-
Article No. 22855 | 18 Nov 2025
Klinis : Ny. S, 29 tahun, P2A0, Post SC hari ke-2 indikasi fetal distress. Saat ini ibu dirawat di ruang nifas bersama bayinya. Ibu mengeluh nyeri pada daerah luka operasi terutama saat bergerak atau menyusui bayinya, takut bergerak karena khawatir jahitannya terbuka, dan merasa kesulitan memberikan ASI langsung karena posisi menyusui membuat luka terasa sakit. Ibu merasa khawatir ASI-nya tidak cukup karena bayi sering menangis setelah menyusu. Hasil pemeriksaan TD 110/70 mmHg, Nadi 88x/menit, RR 22x/menit, Suhu 37,6°C, jahitan kering, tidak ada pus, tepi luka sedikit kemerahan, skala nyeri 6/10 (VAS), TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik, lochea rubra sedang, tidak berbau. Payudara penuh, areola agak tegang, puting lecet ringan. Ekstremitas: tidak ada edema, ibu tampak kaku saat mencoba duduk/berjalan. Bayi: laki-laki, BB 3100 gr, sehat, menyusu langsung (rawat gabung).Hb: 10,2 g/dL (sedikit menurun, anemia ringan). Ht: 31%. Leukosit: 11.000/µL (sedikit meningkat, wajar postpartum). Trombosit: 250.000/µL. GDS: normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0803
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tujuan: Nyeri teratasi. Kriteria Hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang. 2) Skala nyeri menurun. 3) Ekspresi wajah rileks. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Pasien dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. 6) Pasien mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. 7) Pasien menggunakan analgesik sesuai resep. 8) Pasien mengungkapkan penyebab dan faktor pencetus nyeri. 9) Pasien mengungkapkan dampak nyeri terhadap aktivitas. 10) Pasien mengungkapkan kepuasan terhadap penanganan nyeri.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dari ketidaknyamanan atau nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, perilaku). 3) Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien. 4) Kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 6) Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri (teknik napas dalam, distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing). 7) Bantu pasien dalam posisi yang nyaman. 8) Lakukan reposisi dan bantu pasien dalam mobilisasi. 9) Lakukan manajemen lingkungan yang nyaman (pengaturan cahaya, suhu, dan kebisingan). 10) Berikan pendidikan kesehatan tentang penanganan nyeri. 11) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri. 12) Dokumentasi karakteristik nyeri, tindakan, dan respons pasien. Pada kasus Ny. S, intervensi difokuskan pada manajemen nyeri post-operasi, termasuk posisi yang nyaman saat menyusui (seperti menyamping dengan bantal penyangga atau posisi football hold), teknik relaksasi sebelum bergerak, dan pemberian analgesik yang aman untuk ibu menyusui tepat waktu sebelum aktivitas atau menyusui. Evaluasi skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi juga merupakan bagian kunci.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 1302
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau ketakutan yang tidak jelas atau berlebihan sebagai respons terhadap ancaman yang tidak diketahui atau tidak dikenali, disertai dengan respons autonom.
Kode SLKI: 1430
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Tujuan: Ansietas berkurang atau teratasi. Kriteria Hasil: 1) Pasien mengungkapkan perasaan berkurangnya ansietas. 2) Ekspresi wajah tampak rileks. 3) Perilaku tenang. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Pasien mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas. 6) Pasien mengidentifikasi penyebab ansietas. 7) Pasien mengungkapkan kemampuan koping yang efektif. 8) Pasien berpartisipasi dalam perawatan diri. 9) Pola tidur dan istirahat membaik.
Kode SIKI: 4510
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Tindakan: 1) Kaji tingkat ansietas dan faktor pencetusnya. 2) Dengarkan dengan penuh perhatian dan empati. 3) Gunakan komunikasi terapeutik untuk mengurangi ketegangan. 4) Temani pasien untuk memberikan rasa aman. 5) Bantu pasien mengidentifikasi penyebab ansietas. 6) Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif). 7) Bantu pasien mengidentifikasi dan memanfaatkan sistem pendukung. 8) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional. 9) Berikan informasi yang akurat tentang kondisinya untuk mengurangi ketidakpastian. 10) Bantu pasien dalam mengembangkan strategi koping yang adaptif. 11) Fasilitasi lingkungan yang tenang dan nyaman. 12) Observasi tanda-tanda peningkatan ansietas. Pada Ny. S, ansietas muncul dari ketakutan jahitan terbuka dan kekhawatiran kecukupan ASI. Intervensi meliputi memberikan edukasi tentang proses penyembuhan luka SC yang aman, meyakinkan bahwa menangis adalah komunikasi normal bayi dan belum tentu tanda kelaparan, serta menunjukkan teknik menyusui yang benar untuk mencegah puting lecet dan memastikan transfer ASI efektif, sehingga mengurangi kecemasan tentang kecukupan ASI.
Kondisi: Ketidakefektifan Menyusui
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Kesulitan dalam memposisikan bayi pada payudara untuk menyusu, atau proses menyusui yang terganggu yang dapat menghambat pemberian ASI.
Kode SLKI: 1613
Deskripsi : Dukungan Menyusui. Tujuan: Menyusui menjadi efektif. Kriteria Hasil: 1) Ibu mendemonstrasikan kemampuan dalam memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar. 2) Bayi menunjukkan tanda-tanda menyusu efektif (mengisap kuat dan ritmis, terdengar suara menelan). 3) Ibu melaporkan nyeri berkurang selama menyusui. 4) Payudara lunak setelah menyusui. 5) Ibu mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam menyusui. 6) Bayi menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. 7) Ibu memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairannya. 8) Ibu mengenali tanda-tanda bayi cukup ASI. 9) Ibu mendemonstrasikan perawatan payudara.
Kode SIKI: 4418
Deskripsi : Dukungan Menyusui. Tindakan: 1) Kaji pengetahuan, persepsi, dan pengalaman ibu tentang menyusui. 2) Kaji kemampuan ibu dalam memposisikan dan melekatkan bayi. 3) Observasi proses menyusui (posisi, pelekatan, isapan, dan menelan). 4) Ajarkan dan demonstrasikan berbagai posisi menyusui yang nyaman (seperti football hold atau side-lying) untuk mengurangi tekanan pada luka operasi. 5) Bantu ibu untuk mencapai pelekatan yang benar. 6) Ajarkan teknik perawatan puting lecet. 7) Ajarkan ibu untuk mengenali tanda bayi cukup ASI (bayi tenang setelah menyusu, BAK >6x/hari, BAB minimal 3x/hari, berat badan meningkat). 8) Anjurkan ibu untuk menyusui sesering mungkin (8-12x/hari) sesuai kebutuhan bayi. 9) Anjurkan ibu untuk mengosongkan satu payudara sebelum pindah ke payudara lainnya. 10) Berikan dukungan emosional dan pujian atas usaha ibu. 11) Kolaborasi dengan konsultan laktasi jika diperlukan. 12) Berikan pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi. Untuk Ny. S, intervensi kunci adalah menemukan posisi menyusui yang tidak menekan luka (football hold sangat disarankan), memastikan pelekatan yang benar untuk mencegah lecet lebih lanjut dan memastikan transfer ASI, serta memberikan penjelasan tentang tanda bayi kenyang untuk mengurangi kecemasannya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0702
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tujuan: Infeksi tidak terjadi. Kriteria Hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa) pada luka. 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal. 4) Luka bersih dan kering. 5) Pasien mendemonstrasikan perilaku pencegahan infeksi. 6) Pasien mengungkapkan faktor risiko infeksi. 7) Pasien mengungkapkan tanda dan gejala infeksi.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital, terutama suhu. 2) Lakukan teknik aseptik saat perawatan luka. 3) Inspeksi kondisi luka (warna, edema, adanya drainage, bau) setiap kali perawatan. 4) Anjurkan dan bantu pasien dalam menjaga kebersihan diri, terutama tangan dan area genital. 5) Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi. 6) Anjurkan asupan nutrisi dan cairan yang adekuat untuk mendukung penyembuhan. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep. 8) Batasi pengunj
Article No. 22856 | 18 Nov 2025
Klinis : Seorang anggota keluarga berusia 55 tahun, didiagnosa Diatetes Melitus sejak 5 bulan yang lalu. Sejak pertama berobat kontrol 2 kali dengan kadar GDS 250 mg/dl dan 270 mg/dl, pasien tidak menjalani diet. Menurut SDKI apakah masalah keperawatnnya yang tepat? Pilih salah satu: a. Hiperglikemi b. Keluarga tidak taat menjalani diet c. Ketidakstabilan gula darah d. Pola koping keluarga tidak efektif e. Gula darah sewaktu tinggi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Diabetes Melitus, tipe tidak ditentukan
Kode ICD-10: E14.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada Diabetes Melitus (DM) yang tidak spesifik tipenya (bukan tipe 1 atau tipe 2 yang dinyatakan secara jelas), dengan komplikasi yang tidak disebutkan. Diagnosis ditegakkan pada seorang pasien dengan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yang sangat tinggi, yaitu 250 mg/dl dan 270 mg/dl, yang jauh di atas batas normal. Pasien juga dilaporkan tidak menjalani diet yang dianjurkan. Kode E14.9 digunakan untuk menandai diabetes mellitus yang tidak ditentukan tanpa komplikasi yang disebutkan secara spesifik. Kode ini mengindikasikan adanya gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia) akibat defisiensi insulin atau resistensi insulin. Kondisi ini memerlukan penanganan serius, termasuk modifikasi gaya hidup (seperti diet dan olahraga) dan mungkin terapi farmakologis, untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf, gagal ginjal, dan masalah mata. Ketidakpatuhan terhadap diet, seperti yang terjadi pada kasus ini, merupakan faktor signifikan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan peningkatan kadar gula darah yang berbahaya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22857 | 18 Nov 2025
Klinis : Seorang anggota keluarga berusia 55 tahun, didiagnosa Diatetes Melitus sejak 5 bulan yang lalu. Sejak pertama berobat kontrol 2 kali dengan kadar GDS 250 mg/dl dan 270 mg/dl, pasien tidak menjalani diet. Menurut SDKI apakah masalah keperawatnnya yang tepat? Pilih salah satu: a. Hiperglikemi b. Keluarga tidak taat menjalani diet c. Ketidakstabilan gula darah d. Pola koping keluarga tidak efektif e. Gula darah sewaktu tinggi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakstabilan Gula Darah
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Ketidakstabilan Gula Darah didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana kadar glukosa darah seseorang berada di luar rentang nilai yang diharapkan, yang dapat mengarah pada kondisi hiperglikemia (gula darah tinggi) atau hipoglikemia (gula darah rendah). Pada kasus ini, fokusnya adalah pada hiperglikemia yang tidak terkontrol, sebagaimana dibuktikan dengan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yang konsisten tinggi (250 mg/dl dan 270 mg/dl) meskipun telah didiagnosa. Masalah ini berakar pada ketidakmampuan untuk mengelola kondisi penyakit secara efektif, yang dalam konteks ini dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap rencana diet yang dianjurkan. Diagnosa ini lebih komprehensif daripada sekadar "Gula Darah Sewaktu Tinggi" karena mencakup aspek fluktuasi, risiko, dan penyebab yang mendasarinya, yaitu ketidakpatuhan manajemen diri.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI untuk Ketidakstabilan Gula Darah adalah "Pengendalian Gula Darah". Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah untuk membantu pasien dan keluarga mencapai dan mempertahankan kadar gula darah dalam rentang target yang ditetapkan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dan keluarga dapat menyebutkan nilai target gula darah yang diinginkan (misalnya, GDS < 200 mg/dl atau sesuai target individu). 2) Kadar gula darah pasien (GDS atau HbA1c) menunjukkan tren penurunan dan mendekati rentang normal. 3) Keluarga dan pasien mampu mendemonstrasikan pemantauan gula darah mandiri secara sederhana (jika memungkinkan). 4) Terjadi peningkatan pemahaman tentang hubungan langsung antara asupan makanan (diet) dengan fluktuasi kadar gula darah. 5) Keluarga melaporkan penurunan frekuensi atau hilangnya gejala-gejala hiperglikemia seperti sering haus, sering buang air kecil, dan lemas. Keberhasilan SLKI ini diukur melalui kombinasi antara data laboratorium (pemeriksaan GDS) dan laporan dari keluarga mengenai kepatuhan serta pemahaman mereka.
Kode SIKI: I.08020
Deskripsi : SIKI untuk menangani Ketidakstabilan Gula Darah adalah "Manajemen Hiperglikemia". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan terencana yang bertujuan untuk menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah. Rincian tindakannya meliputi: 1) **Edukasi Kesehatan**: Memberikan penjelasan yang komprehensif kepada pasien dan seluruh anggota keluarga tentang Diabetes Melitus, komplikasi jangka pendek dan panjang dari hiperglikemia yang tidak terkontrol, serta pentingnya diet dan pengobatan. Edukasi harus dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami dan melibatkan anggota keluarga sebagai sistem pendukung. 2) **Konseling Gizi**: Bekerjasama dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet individu yang realistis, mempertimbangkan pola makan keluarga, budaya, dan kondisi ekonomi. Menekankan pada pembatasan asupan karbohidrat sederhana (gula, sirup, minuman manis) dan meningkatkan asupan serat. 3) **Pemantauan**: Menganjurkan dan mengajarkan keluarga cara memantau tanda-tanda hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, polifagi, dan lemas) serta pentingnya kontrol rutin untuk pemeriksaan GDS. 4) **Manajemen Obat**: Memastikan keluarga memahami regimen pengobatan yang diresepkan dokter (jika ada), termasuk nama obat, dosis, waktu, dan efek samping yang perlu diwaspadai. 5) **Pemberdayaan Keluarga**: Melibatkan keluarga dalam menyusun menu mingguan, berbelanja bahan makanan, dan mengawasi pola makan pasien. Membantu keluarga mengidentifikasi hambatan dalam menjalani diet (misalnya, godaan dari makanan keluarga lainnya) dan mencari solusi bersama. 6) **Kontrol Lingkungan**: Menganjurkan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, seperti tidak menyediakan makanan/minuman manis berlebihan di rumah dan mendukung aktivitas fisik ringan yang teratur. Tindakan ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada pasien tetapi memperkuat peran keluarga sebagai unit perawatan utama.
Article No. 22858 | 18 Nov 2025
Klinis : Saat kunjungan rumah didapatkan data: perempuan berusia 13 tahun, diare sudah 3 hari. Klien mengatakan diare setelah jajan di kantin sekolah, BAB lebih dari 5 kali sehari, cair dan ada darah. Hasil pengkajian: TD 110/90 mmHg, Suhu 37.8 C, Nadi: 100 x/menit.Apakah data yang perlu dikaji lebih lanjut pada kasus tersebut? Pilih salah satu: a. Kebiasaan jajan b. Kebersihan dan pembuangan limbah rumah tangga c. Keluarga yang mengalami gejala yang sama d. Kebersihan dan penyajian makanan yang dikonsumsi e. Kebiasaan cuci tangan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare Akut
Kode SDKI: D.0063
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi buang air besar dari biasanya yang berlangsung kurang dari 14 hari.
Kode SLKI: L.03129
Deskripsi : Eliminasi feses kembali normal.
Kode SIKI: I.01240
Deskripsi : Pantau frekuensi, volume, konsistensi, warna, dan bau feses. Pantau tanda dan gejala dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, rasa haus). Pantau tanda-tanda syok (perubahan tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, dan kesadaran). Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai resep. Kolaborasi pemberian farmakoterapi sesuai resep. Ajarkan dan anjurkan meningkatkan asupan cairan per oral. Ajarkan dan anjurkan mencuci tangan sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah buang air besar. Ajarkan dan anjurkan keluarga untuk membuang feses dengan benar. Ajarkan dan anjurkan untuk menghindari makanan yang merangsang peristaltik usus. Ajarkan dan anjurkan untuk menghindari makanan yang terkontaminasi. Ajarkan dan anjurkan untuk menjaga kebersihan perianal.
Article No. 22859 | 18 Nov 2025
Klinis : Saat kunjungan rumah didapatkan data: perempuan berusia 13 tahun, diare sudah 3 hari. Klien mengatakan diare setelah jajan di kantin sekolah, BAB lebih dari 5 kali sehari. Hasil pengkajian: TD 110/90 mmHg, Suhu 37.8 C, Nadi: 100 x/menit. Keluarga mengatakan anak-anak banyak jajan di sekolah, ibu lebih suka beli makanan matang dengan alasan repot. Klien belum dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Apakah masalah keperawatan sesuai kasus tersebut? Pilih salah satu: a. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif b. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif c. Ketidakpatuhan d. Risiko ketidakseimbangan nutrisi e. Perilaku cenderung berisiko kesehatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif
Kode SDKI: B.3.2
Deskripsi Singkat: Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif adalah suatu kondisi di mana sebuah keluarga mengalami, atau berisiko mengalami, ketidakmampuan dalam mengelola program terapeutik atau proses adaptasi untuk mencapai tujuan kesehatan bagi salah satu atau seluruh anggota keluarga. Pada kasus ini, keluarga tidak mampu mengelola program pencegahan penyakit (seperti diare) dan penanganan awal ketika penyakit terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan jajan anak yang tidak terkontrol, preferensi ibu untuk membeli makanan matang dengan alasan kepraktisan yang mungkin mengabaikan aspek kebersihan dan gizi, serta ketidaktindakan keluarga untuk segera membawa anak yang menderita diare selama 3 hari ke fasilitas kesehatan. Keluarga gagal berfungsi sebagai sebuah sistem pendukung yang efektif untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan anggota nya, dalam hal ini anak perempuan berusia 13 tahun.
Kode SLKI: B.3.2.4
Deskripsi : Keluarga mengidentifikasi sumber yang dapat membantu dalam manajemen kesehatan. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk membimbing keluarga dalam mengenali dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka untuk mengelola masalah kesehatan. Perawat akan membantu keluarga untuk menyadari bahwa fasilitas kesehatan (puskesmas, klinik, dokter, perawat) adalah sumber utama yang harus segera diakses ketika anggota keluarga sakit, seperti dalam kasus diare yang sudah berlangsung 3 hari. Selain itu, perawat dapat membantu keluarga mengidentifikasi sumber informasi kesehatan (misalnya, dari tenaga kesehatan di sekolah atau posyandu), sumber dana (seperti BPJS Kesehatan jika memiliki), serta sumber dukungan sosial lainnya. Tujuan akhirnya adalah keluarga menjadi mandiri dan proaktif dalam mencari bantuan, bukan hanya pasif dan menunggu hingga kondisi memburuk. Dengan mengidentifikasi sumber bantuan, diharapkan keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk menangani masalah kesehatan di masa depan.
Kode SIKI: B.3.2.4.1
Deskripsi : Diskusikan dengan keluarga tentang sumber-sumber yang tersedia untuk membantu manajemen kesehatan. Intervensi ini merupakan tindakan spesifik dan terukur yang dilakukan perawat. Dalam konteks kunjungan rumah ini, perawat akan melakukan komunikasi terapeutik dengan seluruh anggota keluarga yang terlibat (terutama ibu dan anak) untuk membahas berbagai sumber daya yang dapat mereka gunakan. Diskusi akan mencakup: (1) Sumber pelayanan kesehatan: Menjelaskan pentingnya membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk diare, serta pentingnya konsultasi lebih lanjut. (2) Sumber informasi: Memberikan edukasi tentang bahaya jajan sembarangan, cara memilih jajanan yang sehat dan higienis, serta pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan. Perawat juga dapat menunjukkan bagaimana keluarga bisa mendapatkan informasi dari penyuluhan kesehatan di posyandu atau materi online yang kredibel. (3) Sumber dukungan: Membahas peran masing-masing anggota keluarga dalam menjaga kesehatan, misalnya ayah dalam menyediakan dana untuk berobat, ibu dalam menyiapkan bekal makanan yang sehat dari rumah, dan anak untuk disiplin tidak jajan sembarangan. Diskusi ini dilakukan dengan pendekatan yang empatik dan tidak menghakimi, dengan tujuan membangun kesadaran dan komitmen keluarga untuk secara aktif mengelola kesehatan mereka.
Article No. 22860 | 18 Nov 2025
Klinis : Saat kunjungan rumah didapatkan seorang laki-laki berusia 25 tahun. Hasil pengkajian klien mengatakan sudah dua bulan minum OAT, sesak mulai berkurang, sering lupa minum obat dan tidak nyaman jika memakai masker. Apakah masalah keperawatan sesuai kasus tersebut? Pilih salah satu: a. Bersihan jalan nafas tidak efektif b. Pola nafas tidak efektif c. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif d. Ketidakpatuhan e. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakpatuhan
Kode SDKI: 0111
Deskripsi Singkat: Ketidakpatuhan adalah keadaan di mana seseorang atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami kesulitan dalam mengikuti program terapeutik atau rekomendasi kesehatan yang terkait dengan kesehatannya, yang dapat berdampak pada tujuan kesehatan. Diagnosa ini ditandai dengan perilaku seperti tidak mengikuti jadwal pengobatan, melewatkan janji temu, atau tidak mengadopsi gaya hidup yang direkomendasikan.
Kode SLKI: 4329
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) untuk ketidakpatuhan, dengan kode 4329, berfokus pada pencapaian "Kepatuhan". Luaran yang diharapkan adalah klien dapat mendemonstrasikan peningkatan kepatuhan terhadap regimen terapeutik. Indikator pencapaiannya meliputi: klien menyatakan kesediaan untuk mematuhi regimen terapeutik, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kepatuhan, memodifikasi gaya hidup untuk mendukung regimen terapeutik, melaporkan pelaksanaan regimen terapeutik secara konsisten, memantau tanda dan gejala terkait kondisi kesehatannya, serta memenuhi janji temu follow-up. Tujuan akhirnya adalah agar klien dapat secara aktif dan konsisten terlibat dalam proses perawatan kesehatannya sendiri, sehingga terapi yang dijalankan dapat memberikan hasil yang optimal. Dalam konteks kasus ini, luaran yang diharapkan adalah klien minum OAT secara teratur tanpa lupa, memahami pentingnya kepatuhan untuk menyembuhkan TBC, dan mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker.
Kode SIKI: 4209
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk mengatasi ketidakpatuhan, dengan kode 4209, adalah "Manajemen Kepatuhan". Intervensi ini didefinisikan sebagai upaya memfasilitasi klien untuk patuh terhadap regimen terapeutik. Aktivitas keperawatan yang harus dilakukan sangat komprehensif dan berpusat pada klien. Pertama, perawat perlu memantau faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan klien untuk patuh, termasuk faktor ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual. Kedua, sangat penting untuk memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan tim kesehatan lain. Ketiga, perawat harus memberikan pendidikan kesehatan yang adekuat dan sesuai dengan tingkat pemahaman klien, termasuk menjelaskan tentang penyakitnya (TBC), tujuan terapi OAT, konsekuensi dari ketidakpatuhan (seperti kekebalan kuman/MDR-TB), dan manfaat kepatuhan. Keempat, libatkan keluarga atau orang terdekat sebagai sistem pendukung untuk mengingatkan klien minum obat. Kelima, bantu klien mengidentifikasi dan memecahkan hambatan yang dihadapi, misalnya dengan menciptakan pengingat obat (alarm ponsel, kotak pil), mengelola efek samping obat, dan menyesuaikan jadwal minum obat dengan rutinitas harian. Keenam, untuk masalah ketidaknyamanan memakai masker, perawat dapat membantu klien memilih jenis masker yang paling nyaman, menjelaskan pentingnya masker untuk mencegah penularan, dan melatih klien dalam penggunaannya yang benar. Intervensi ini juga mencakup pemberian reinforcement positif atas setiap usaha kepatuhan yang ditunjukkan oleh klien. Dengan pendekatan yang empatik, kolaboratif, dan edukatif, intervensi ini bertujuan untuk memberdayakan klien sehingga kepatuhan bukanlah sebuah paksaan, tetapi berasal dari pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Article No. 22861 | 18 Nov 2025
Klinis : klien dengan liver abses, keluhan sebelumnya diare tetapi sudah tidak terlalu sering, bab masi cair warna coklat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Liver Abses dengan Riwayat Diare
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08032
Deskripsi : Perilaku menunjukkan nyeri terkontrol. Perilaku menunjukkan nyeri terkontrol adalah kondisi dimana pasien mampu mengelola dan mengurangi intensitas nyeri yang dialaminya hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, istirahat, dan kualitas hidup secara signifikan. Pada konteks liver abses, nyeri akut merupakan gejala utama yang timbul akibat peradangan, pembengkakan, dan tekanan pada kapsul hati yang kaya akan saraf nyeri. Nyeri ini biasanya dirasakan di kuadran kanan atas abdomen dan dapat menjalar ke bahu kanan. Tujuan dari SLKI ini adalah memastikan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan berhasil membuat perilaku pasien menunjukkan bahwa nyeri telah terkelola dengan baik. Indikator perilaku ini meliputi ekspresi wajah yang rileks, tidak adanya gelisah atau postur tubuh yang melindungi area perut, kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan cukup, serta laporan verbal dari pasien yang menyatakan bahwa nyeri telah berkurang atau dapat dikendalikan. Pengelolaan nyeri ini dicapai melalui pendekatan farmakologis seperti pemberian analgesik sesuai resep, dan non-farmakologis seperti teknik relaksasi, distraksi, serta reposisi yang nyaman. Pemantauan skala nyeri secara berkala sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat nyeri yang tidak tertangani, seperti syok atau gangguan pernapasan.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Manajemen Nyeri adalah serangkaian tindakan keperawatan yang terencana dan sistematis yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri yang dialami oleh pasien. Pada pasien dengan liver abses, manajemen nyeri merupakan intervensi kritis karena nyeri yang hebat dapat memperburuk kondisi sistemik pasien. Intervensi ini dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Timing) atau skala nyeri numerik untuk menentukan karakteristik, lokasi, intensitas, dan faktor yang memperingan atau memperberat nyeri. Tindakan farmakologis menjadi tulang punggung penanganan nyeri, dimana perawat bertanggung jawab untuk memberikan analgesik sesuai resep dokter (seperti parasetamol, NSAID, atau opioid untuk nyeri berat) dengan mempertimbangkan route, dosis, dan waktu pemberian yang tepat, serta memantau efek sampingnya, terutama mengingat fungsi hati yang mungkin terganggu. Secara bersamaan, intervensi non-farmakologis harus diterapkan, seperti membantu pasien menemukan posisi yang nyaman (misalnya semi-Fowler) untuk mengurangi ketegangan pada daerah abdomen, mengajarkan teknik napas dalam dan relaksasi untuk mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri, serta melakukan distraksi melalui percakapan atau aktivitas ringan. Kompres hangat atau dingin pada area nyeri (sesuai indikasi dan kebijakan) juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini sangat crucial untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam manajemen nyeri. Seluruh tindakan ini didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi efektivitasnya secara berkala untuk memastikan nyeri pasien tetap terkendali dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03049
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi. Tidak terjadi infeksi berarti keadaan dimana pasien bebas dari tanda-tanda dan gejala infeksi baru, baik di lokasi abses maupun sistemik, selama masa perawatan. Liver abses sendiri merupakan fokus infeksi yang telah terlokalisir, namun risiko penyebaran infeksi ke dalam darah (bakteremia atau sepsis) atau organ sekitarnya masih sangat tinggi. SLKI ini bertujuan untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil mencegah perluasan infeksi. Indikator tercapainya luaran ini adalah tidak ditemukannya demam baru atau memburuk, tidak adanya peningkatan jumlah leukosit yang signifikan dalam pemeriksaan laboratorium, tidak munculnya kemerahan, bengkak, atau nanah di area luar lokasi abses, serta tidak adanya tanda-tanda syok sepsis seperti hipotensi, takikardia, atau penurunan kesadaran. Pemantauan tanda-tanda vital secara ketat, khususnya suhu tubuh, merupakan komponen kunci dalam mengevaluasi luaran ini. Kondisi "tidak terjadi infeksi" mencerminkan keberhasilan terapi antibiotik yang diberikan dan teknik aseptik yang diterapkan selama perawatan, sehingga infeksi yang sudah ada dapat dikendalikan dan tidak menyebar.
Kode SIKI: I.05121
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Manajemen Infeksi adalah tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah, mengendalikan, dan memantau penyebaran infeksi pada pasien yang berisiko atau sudah mengalami infeksi. Pada pasien liver abses, infeksi sudah terjadi secara lokal di hati, sehingga fokus manajemen adalah pada pemberantasan infeksi yang ada dan pencegahan penyebarannya. Intervensi utamanya adalah memastikan pemberian terapi antibiotik intravena sesuai resep dokter secara tepat waktu, dengan dosis dan interval yang akurat, untuk mencapai konsentrasi bakterisidal yang adekuat dalam darah dan jaringan hati. Perawat harus memantau respons terapi dengan mengobservasi tren suhu tubuh dan hasil pemeriksaan laboratorium seperti hitung leukosit dan CRP (C-Reactive Protein). Teknik aseptik yang ketat harus diterapkan dalam semua prosedur invasif, seperti perawatan luka (jika ada), pemasangan infus, dan kateter, untuk mencegah masuknya mikroorganisme baru yang dapat memperparah kondisi. Meningkatkan pertahanan tubuh pasien dengan memastikan kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi juga merupakan bagian penting, mengingat status gizi yang baik mendukung fungsi sistem imun. Pemisahan atau tindakan pencegahan kontak mungkin diperlukan jika patogennya menular. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan, tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai, dan kepatuhan terhadap terapi antibiotik sangat penting untuk keberhasilan manajemen infeksi. Tindakan kolaboratif seperti mempersiapkan dan membantu prosedur aspirasi atau drainase abses juga termasuk dalam intervensi ini untuk mengeliminasi sumber infeksi secara langsung.
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.03013
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Kebutuhan nutrisi terpenuhi mengacu pada keadaan dimana asupan makanan dan cairan pasien telah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, mendukung proses penyembuhan, dan mencegah katabolisme jaringan. Pasien dengan liver abses sering mengalami anoreksia, mual, dan malaise yang menyebabkan penurunan asupan nutrisi. Selain itu, proses infeksi dan peradangan meningkatkan kebutuhan energi dan protein tubuh. Jika tidak terpenuhi, dapat terjadi malnutrisi yang memperlambat penyembuhan, meningkatkan risiko komplikasi, dan memperburuk fungsi hati. Luaran ini ditandai dengan peningkatan atau stabilisasi berat badan yang adekuat, peningkatan nafsu makan, nilai albumin dan protein total dalam batas normal, serta tidak adanya tanda-tanda malnutrisi seperti kelemahan otot yang signifikan atau penurunan massa lemak subkutan. Pemenuhan nutrisi sangat penting untuk mendukung sistem imun dalam melawan infeksi dan meregenerasi jaringan hati yang rusak.
Kode SIKI: I.05126
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Manajemen Nutrisi adalah intervensi keperawatan yang terencana untuk memastikan pasien menerima asupan nutrisi yang optimal sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Pada pasien liver abses, intervensi dimulai dengan penilaian status nutrisi yang menyeluruh, termasuk pengukuran berat badan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat diet, dan adanya gejala gastrointestinal seperti mual atau anoreksia. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat diperlukan untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein harian, serta jenis diet yang sesuai, biasanya diet lunak atau tinggi kalori tinggi protein (TKTP) yang mudah dicerna. Perawat berperan dalam memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi beban pencernaan dan mencegah mual, memastikan lingkungan makan yang nyaman, serta memberikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. Jika asupan oral tidak mencukupi, pemberian nutrisi enteral (melalui selang nasogastrik) atau parenteral harus dipertimbangkan sesuai kolaborasi dengan tim medis. Pemantauan toleransi diet, seperti tidak adanya mual, muntah, atau diare setelah makan, serta evaluasi terhadap parameter laboratorium (albumin, prealbumin) dan antropometri dilakukan secara berkala. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan juga merupakan bagian integral dari manajemen ini.
Article No. 22862 | 18 Nov 2025
Klinis : klien mengalami keputihan yang sering. keputian berwarna putih encer, terkadang mengalami libido tinggi, klien tampak kurus, td cenderung rendah. klien merasa tidak nyaman pada area genital dan perut. pada pemeriksaan genetalia didapatkan benjola pada labia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Infeksi Candida Vulvovaginalis
Kode ICD-10: B37.3
Deskripsi Singkat : Berdasarkan gejala yang dijelaskan, termasuk keputihan putih encer, ketidaknyamanan pada genital dan perut, serta ditemukannya benjolan pada labia, kondisi yang paling mungkin adalah infeksi jamur pada vulva dan vagina (vulvovaginitis kandidasis). Kode ICD-10 B37.3 secara spesifik mengklasifikasikan "Kandidiasis vulva dan vagina". Kandidiasis vulvovaginal adalah infeksi jamur yang umum, sering disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari Candida albicans. Gejala khasnya meliputi keputihan putih kental seperti cottage cheese (meskipun dalam deskripsi ini disebut encer, variasi konsistensi mungkin terjadi), gatal-gatal dan iritasi hebat di area vulva, sensasi terbakar, kemerahan, dan pembengkakan. Benjolan pada labia yang dideskripsikan kemungkinan adalah folikulitis atau pembengkakan kelenjar kecil akibat peradangan dan iritasi kronis dari infeksi. Gejala lain seperti libido tinggi dan tekanan darah rendah mungkin tidak terkait langsung dengan infeksi jamur dan memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya yang mendasar. Kode B37.3 berada di bawah kategori B37 (Kandidiasis) dalam Bab I ICD-10, yang mencakup penyakit infeksi dan parasit. Penggunaan kode ini memungkinkan pencatatan yang akurat untuk tujuan klinis, penagihan, dan penelitian terkait infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280