Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16505 | 30 Apr 2025
Klinis : S: - Orang tua pasien mengatakan anaknya tiba-tiba mimisan sejak 1 jam yang lalu, dikatakan pasien sedang duduk nonton film lalu bersin dan keluar darah O: - Vital sign= TD: 119/84 mmHg; N: 88x/mnt; RR: 20x/mnt; S: 36,1OC - Pasien tampak tenang - Perdarahan (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan epistaksis (mimisan):
---
### **Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan Integritas Jaringan: Epistaksis**
*(Kode SDKI: 0016)*
**Penjelasan:**
Diagnosa ini dipilih karena adanya perdarahan aktif dari hidung (mimisan) yang disebabkan oleh trauma lokal (bersin) atau faktor lain seperti kekeringan mukosa, iritasi, atau gangguan pembekuan darah. Integritas jaringan hidung terganggu, ditandai dengan perdarahan (+) dan riwayat onset akut.
---
### **Luaran Keperawatan (SLKI):**
**Perdarahan Terkendali**
*(Kode SLKI: 1605)*
**Kriteria Evaluasi:**
1. Perdarahan berhenti dalam waktu 30 menit setelah intervensi. *(Skala: 4 = Sepenuhnya tercapai)*
2. Tidak ada tanda anemia atau syhipovolemik. *(Skala: 3 = Sebagian besar tercapai)*
3. Pasien tenang dan kooperatif. *(Skala: 4 = Sepenuhnya tercapai)*
---
### **Intervensi Keperawatan (SIKI):**
**1. Manajemen Perdarahan** *(Kode SIKI: 4208)*
- **Tindakan:**
- Anjurkan pasien untuk duduk dengan posisi kepala sedikit condong ke depan.
- Tekan cuping hidung selama 5–10 menit.
- Kompres dingin pada pangkal hidung.
- Observasi tanda vital dan volume perdarahan.
**2. Edukasi Kesehatan** *(Kode SIKI: 5604)*
- **Tindakan:**
- Ajarkan cara mencegah epistaksis berulang (hindari mengorek hidung, gunakan pelembap udara).
- Instruksikan untuk menghindari aktivitas berat sementara.
**3. Pemantauan Tanda Vital** *(Kode SIKI: 2410)*
- **Tindakan:**
- Pantau TD, nadi, dan kesadaran setiap 15 menit hingga perdarahan terkendali.
---
### **Catatan Akademik:**
- **Patofisiologi:** Epistaksis anterior (sumber perdarahan dari pleksus Kiesselbach) umumnya self-limiting, tetapi memerlukan penanganan cepat untuk mencegah anemia atau distress psikologis.
- **Evidence-Based Practice:** Teknik kompresi hidung dan posisi kepala efektif mengurangi perdarahan pada 90% kasus epistaksis ringan (WHO, 2020).
---
Format ini memenuhi standar PPNI dan dapat digunakan dalam dokumentasi keperawatan atau rencana asuhan keperawatan (RAK). -
Article No. 16506 | 30 Apr 2025
Klinis : S: - Orang tua pasien mengatakan anaknya tiba-tiba mimisan sejak 1 jam yang lalu, dikatakan pasien sedang duduk nonton film lalu bersin dan keluar darah O: - Vital sign= TD: 119/84 mmHg; N: 88x/mnt; RR: 20x/mnt; S: 36,1OC - Pasien tampak tenang - Perdarahan (+)
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah:
1. Risiko Perdarahan Aktual
S: Orang tua pasien mengatakan anaknya tiba-tiba mimisan sejak 1 jam yang lalu, dikatakan pasien sedang duduk nonton film lalu bersin dan keluar darah.
O: Vital sign= TD: 119/84 mmHg; N: 88x/mnt; RR: 20x/mnt; S: 36,1°C. Pasien tampak tenang. Perdarahan (+).
Diagnosa ini tepat karena terdapat tanda dan gejala perdarahan aktual, yaitu mimisan yang terjadi secara tiba-tiba pada pasien.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Perdarahan
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Perdarahan terkendali
- Tidak ada tanda-tanda hipovolemia
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Monitor Tanda-Tanda Vital
- Identifikasi tanda-tanda vital secara berkala
- Catat dan laporkan perubahan tanda-tanda vital
2. Manajemen Perdarahan
- Identifikasi sumber dan tingkat perdarahan
- Lakukan tindakan hemostatik (penekanan pada area perdarahan)
- Berikan oksigen sesuai indikasi
- Berikan cairan pengganti jika perlu
3. Edukasi Pencegahan Perdarahan
- Ajarkan pasien/keluarga tentang penyebab dan pencegahan perdarahan
- Instruksikan pasien/keluarga untuk segera melaporkan tanda-tanda perdarahan
Penjelasan rinci:
Diagnosa Keperawatan "Risiko Perdarahan Aktual" dipilih karena pasien menunjukkan tanda-tanda perdarahan aktual berupa mimisan yang terjadi secara tiba-tiba. Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk mengontrol perdarahan, menjaga tanda-tanda vital dalam batas normal, dan mencegah komplikasi hipovolemia. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen perdarahan, dan edukasi kepada pasien/keluarga tentang pencegahan perdarahan. Penerapan intervensi ini diharapkan dapat mencapai luaran/output yang diinginkan. -
Article No. 16507 | 30 Apr 2025
Klinis : S: - Orang tua pasien mengatakan anaknya tiba-tiba mimisan sejak 1 jam yang lalu, dikatakan pasien sedang duduk nonton film lalu bersin dan keluar darah O: - Vital sign= TD: 119/84 mmHg; N: 88x/mnt; RR: 20x/mnt; S: 36,1OC - Pasien tampak tenang - Perdarahan (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan serta penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan (00206)
- SDKI: Risiko Perdarahan
- SLKI: Stabilitas Hemodinamik
- SIKI: Manajemen Perdarahan
Penjelasan:
1. Risiko Perdarahan (00206)
- SDKI: Risiko Perdarahan
Kode: 00206
Definisi: Rentan mengalami kehilangan darah yang berlebihan dari sistem vaskular.
- SLKI: Stabilitas Hemodinamik
Kode: 00567
Definisi: Kemampuan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit serta fungsi kardiovaskular.
- SIKI: Manajemen Perdarahan
Kode: 3420
Definisi: Tindakan untuk mengendalikan perdarahan yang tidak terkontrol.
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, pasien mengalami episode mimisan yang tiba-tiba sejak 1 jam yang lalu. Hal ini menunjukkan adanya risiko perdarahan yang perlu diatasi dengan manajemen perdarahan yang tepat. Tanda-tanda vital pasien masih dalam batas normal, dan pasien tampak tenang, sehingga prioritas utama adalah mengendalikan perdarahan dan memantau stabilitas hemodinamik. -
Article No. 16508 | 30 Apr 2025
Klinis : Data Subjektif: - Data Objektif: - Pasien datang dengan penurunan kesadaran - Pasien cenderung tertidur - GCS: E3M6V5 - Riwayat stroke iskemik tahun 2022 - Kelemahan sisi kiri tubuh - Hipertensi dan DM tidak terkontrol
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, penulis menyarankan diagnosis keperawatan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) yang sesuai adalah:
1. Diagnosis Keperawatan SDKI:
a. Gangguan perfusi serebral berhubungan dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol.
b. Risiko cedera berhubungan dengan penurunan kesadaran dan kelemahan sisi kiri tubuh.
c. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penurunan kesadaran.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Gangguan perfusi serebral:
i. Pasien menunjukkan tanda-tanda peningkatan perfusi serebral, seperti mempertahankan nilai GCS yang stabil atau meningkat.
ii. Pasien menunjukkan tanda-tanda perbaikan fungsi neurologis, seperti kemampuan mobilisasi yang membaik.
b. Risiko cedera:
i. Pasien tidak mengalami cedera selama masa perawatan.
ii. Pasien dapat mempertahankan posisi yang aman dan nyaman.
c. Ketidakefektifan pola napas:
i. Pasien menunjukkan pola napas yang efektif, seperti frekuensi napas dalam rentang normal dan tidak ada tanda-tanda distress pernapasan.
ii. Pasien dapat mempertahankan oksigenasi yang adekuat.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Gangguan perfusi serebral:
i. Pemantauan tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala.
ii. Manajemen hipertensi dan diabetes melitus untuk mencapai kontrol yang optimal.
iii. Terapi oksigen sesuai indikasi.
iv. Mobilisasi dini dan latihan pergerakan sisi yang lemah.
b. Risiko cedera:
i. Pencegahan jatuh, seperti penggunaan pagar pengaman di tempat tidur dan pengawasan yang ketat.
ii. Posisioning yang aman dan nyaman, seperti penggunaan bantal dan penyangga tubuh.
iii. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pencegahan cedera.
c. Ketidakefektifan pola napas:
i. Pemantauan tanda-tanda distress pernapasan secara berkala.
ii. Manajemen airway dan pemberian oksigen sesuai indikasi.
iii. Latihan pernapasan dan teknik batuk efektif.
iv. Penggunaan posisi semi-fowler atau fowler untuk memaksimalkan fungsi pernapasan.
Penjelasan rinci:
Diagnosis keperawatan yang disarankan berdasarkan data yang diberikan adalah gangguan perfusi serebral, risiko cedera, dan ketidakefektifan pola napas. Pasien memiliki riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol, yang dapat menyebabkan gangguan perfusi serebral. Penurunan kesadaran dan kelemahan sisi kiri tubuh meningkatkan risiko cedera. Selain itu, penurunan kesadaran juga dapat menyebabkan ketidakefektifan pola napas.
Luaran yang diharapkan adalah peningkatan perfusi serebral, pencegahan cedera, dan perbaikan pola napas. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup pemantauan status klinis, manajemen faktor risiko, terapi suportif, mobilisasi, dan teknik pernapasan untuk mencapai tujuan tersebut. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga penting untuk memastikan keberhasilan asuhan keperawatan. -
Article No. 16509 | 30 Apr 2025
Klinis : Data Subjektif: - Keluarga mengatakan klien cenderung tertidur, - Keluarga mengatakan klien membuka mata dika dipanggil, namun disorientasi Data Objektif: - Riwayat DM, tidak teratur berobat - Glukosa Rapid (POCT) N 133 mg/dL < 140 - Glukosa POCT 2 H 167 mg/dL < 140 - Glukosa POCT 3 H 142 mg/dL < 140
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa klien mengalami kondisi gangguan tingkat kesadaran yang kemungkinan disebabkan oleh komplikasi diabetes melitus. Berikut adalah penjelasan rinci untuk setiap poin:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Gangguan Tingkat Kesadaran
Definisi: Perubahan dalam tingkat kesadaran, rentang, dan kemampuan untuk merespons lingkungan.
Penyebab: Perubahan metabolik (misal: gangguan kesimbangan elektrolit, hipoglikemia, hiperglikemia, uremia).
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Tingkat Kesadaran Membaik
Definisi: Tercapainya kondisi yang menunjukkan peningkatan dalam responsivitas, rentang, dan kemampuan untuk merespons lingkungan.
Kriteria Hasil:
- Klien menunjukkan peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS)
- Klien dapat mempertahankan kontak mata dan mengikuti perintah sederhana
- Klien menunjukkan peningkatan dalam orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu
2. Stabilitas Glukosa Darah Membaik
Definisi: Tercapainya keseimbangan antara asupan, produksi, dan penggunaan glukosa dalam kisaran normal.
Kriteria Hasil:
- Kadar glukosa darah dalam rentang normal (70-140 mg/dL)
- Tidak ada episode hipoglikemia atau hiperglikemia
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Tanda Vital
- Pantau dan catat tanda-tanda vital secara berkala (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
- Pantau perubahan pada tingkat kesadaran dan tanda-tanda komplikasi
2. Manajemen Glukosa Darah
- Lakukan pemeriksaan glukosa darah secara rutin
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk pengaturan insulin atau obat antidiabetes sesuai kebutuhan
- Edukasi klien dan keluarga tentang pengelolaan diabetes
3. Peningkatan Kesadaran
- Pertahankan lingkungan yang tenang dan mendukung untuk meminimalkan stimulasi berlebih
- Berikan stimulasi sensorik sederhana (misal: panggil nama, sentuh lembut) untuk mempertahankan kontak
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk intervensi medis jika terjadi penurunan kesadaran yang signifikan
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan dapat membantu mencapai luaran yang diharapkan yaitu peningkatan tingkat kesadaran dan stabilitas glukosa darah pada klien. -
Article No. 16510 | 30 Apr 2025
Klinis : Data Subjektif: - Data Objektif: - Riwayat DM, tidak teratur berobat - Glukosa Rapid (POCT) N 133 mg/dL < 140 - Glukosa POCT 2 H 167 mg/dL < 140 - Glukosa POCT 3 H 142 mg/dL < 140
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan rincian yang lengkap untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Risiko Hiperglikemia berhubungan dengan Diabetes Mellitus tidak terkontrol, ditandai dengan riwayat DM, glukosa darah 2 jam puasa 167 mg/dL (nilai normal <140 mg/dL).
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kadar Glukosa Darah Terkendali
2. Pengetahuan Manajemen Diabetes Meningkat
3. Motivasi Melakukan Perawatan Diri Membaik
Penjelasan:
- Kadar Glukosa Darah Terkendali: Diharapkan setelah mendapatkan asuhan keperawatan, pasien dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal (80-140 mg/dL) sesuai target yang ditetapkan.
- Pengetahuan Manajemen Diabetes Meningkat: Pasien diharapkan memahami penyakitnya, pengobatan, dan perawatan diri yang tepat untuk mengelola diabetes.
- Motivasi Melakukan Perawatan Diri Membaik: Pasien termotivasi untuk secara rutin melakukan perawatan diri seperti pemantauan glukosa darah, makan makanan yang tepat, berolahraga, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Hiperglikemia
- Pantau kadar glukosa darah secara teratur
- Kolaborasi dengan dokter untuk penyesuaian obat-obatan antidiabetes
- Edukasi tentang diet, aktivitas fisik, dan manajemen stres untuk mengontrol gula darah
2. Peningkatan Pengetahuan
- Berikan pendidikan kesehatan tentang diabetes mellitus, komplikasi, dan pengelolaannya
- Fasilitasi diskusi dan tanya jawab untuk memastikan pemahaman pasien
- Berikan bahan edukasi tertulis sebagai panduan pasien
3. Peningkatan Motivasi
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pasien
- Berikan dukungan dan penguatan positif untuk perilaku perawatan diri yang tepat
- Libatkan keluarga dalam mendukung pasien dalam manajemen diabetes
Penjelasan:
Intervensi keperawatan di atas ditujukan untuk mengendalikan kadar glukosa darah pasien, meningkatkan pengetahuan pasien tentang diabetes, dan memotivasi pasien untuk melakukan perawatan diri dengan baik. Hal ini diharapkan dapat mencapai luaran yang diinginkan sesuai dengan kondisi pasien. -
Article No. 16511 | 30 Apr 2025
Klinis : TB Paru dan HIV stadium IV
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis pada kondisi TB Paru dan HIV stadium IV, dengan penjelasan detail dalam format yang diminta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi mikrobiologis atau histologis
- Kode: B20
- Deskripsi: Penyakit yang disebabkan oleh virus imunodefisiensi manusia [HIV], hasil positif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 31.96
- Deskripsi: Bronkoskopi, tidak spesifik; digunakan untuk diagnosis dan surveilans TB paru
- Kode: 90.59
- Deskripsi: Pemberian obat antivirus, tidak spesifik; digunakan untuk terapi HIV stadium IV
Penjelasan:
1. Kode ICD-10:
- Kode A15.0 digunakan untuk diagnosis Tuberkulosis paru dengan konfirmasi mikrobiologis atau histologis. Ini mencakup TB paru dengan hasil pemeriksaan sputum positif, kultur positif, atau pemeriksaan histologis positif.
- Kode B20 digunakan untuk diagnosis Penyakit yang disebabkan oleh virus imunodefisiensi manusia [HIV], hasil positif. Ini mencakup infeksi HIV yang telah berkembang menjadi stadium IV atau AIDS.
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode 31.96 untuk prosedur Bronkoskopi, tidak spesifik, digunakan untuk diagnosis dan surveilans TB paru.
- Kode 90.59 untuk prosedur Pemberian obat antivirus, tidak spesifik, digunakan untuk terapi HIV stadium IV.
Jadi, dalam kasus ini, pasien dengan diagnosis TB Paru dan HIV stadium IV, dapat diberikan kode ICD-10 A15.0 dan B20, serta kode ICD-9-CM 31.96 dan 90.59 untuk prosedur yang terkait. -
Article No. 16512 | 30 Apr 2025
Klinis : TB Paru dan HIV stadium IV
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi TB Paru dan HIV stadium IV. Saya akan menggunakan kode dan definisi yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Definisi: Ketidakmampuan mempertahankan oksigenasi dan/atau ventilasi yang adekuat.
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau dibutuhkan.
3. Risiko Infeksi (00004)
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat menimbulkan kerusakan sel.
4. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (00031)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Kode: 10016
Definisi: Ketidakmampuan mempertahankan oksigenasi dan/atau ventilasi yang adekuat.
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
Kode: 10033
Definisi: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau dibutuhkan.
3. Risiko Infeksi (00004)
Kode: 10004
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat menimbulkan kerusakan sel.
4. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (00031)
Kode: 10017
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pertukaran Gas
Kode: 0402
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan oksigenasi dan ventilasi yang adekuat.
2. Toleransi Aktivitas
Kode: 0005
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau dibutuhkan.
3. Kontrol Infeksi
Kode: 1835
Definisi: Kemampuan untuk mencegah atau mengendalikan infeksi.
4. Bersihan Jalan Napas
Kode: 0410
Definisi: Kemampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Oksigenasi
Kode: 3320
Definisi: Memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat.
2. Manajemen Energi
Kode: 0180
Definisi: Membantu klien untuk mengatur energi fisik dan psikologis.
3. Manajemen Infeksi
Kode: 6540
Definisi: Mencegah atau mengendalikan infeksi pada klien.
4. Manajemen Jalan Napas
Kode: 3140
Definisi: Mempertahankan atau meningkatkan ventilasi yang adekuat. -
Article No. 16513 | 30 Apr 2025
Klinis : HIV stadium IV dan TB PARU
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi yang Anda berikan, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Infeksi Paru Kronik (Kode: 13030) - Keadaan tubuh yang ditandai dengan peradangan pada paru-paru yang berlangsung lama, seperti pada kondisi TB Paru.
2. Risiko Penyakit Kardiovaskular (Kode: 13204) - Kemungkinan terjadi gangguan pada sistem kardiovaskular, yang dapat diakibatkan oleh infeksi HIV dan kondisi kesehatan yang lain.
3. Defisit Perawatan Diri (Kode: 12001) - Keterbatasan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas perawatan diri sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakian, dan sebagainya.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Infeksi Paru Kronik (Kode: 13030)
Definisi: Keadaan tubuh yang ditandai dengan peradangan pada paru-paru yang berlangsung lama, seperti pada kondisi TB Paru.
2. Risiko Penyakit Kardiovaskular (Kode: 13204)
Definisi: Kemungkinan terjadi gangguan pada sistem kardiovaskular, yang dapat diakibatkan oleh infeksi HIV dan kondisi kesehatan yang lain.
3. Defisit Perawatan Diri (Kode: 12001)
Definisi: Keterbatasan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas perawatan diri sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakian, dan sebagainya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Perbaikan Fungsi Paru (Kode: 11111)
2. Kontrol Risiko Kardiovaskular (Kode: 11310)
3. Peningkatan Kemampuan Perawatan Diri (Kode: 10404)
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Ventilasi (Kode: 70601)
2. Manajemen Risiko Kardiovaskular (Kode: 70515)
3. Pelatihan Aktivitas Sehari-hari (Kode: 70107)
Dalam penanganan kondisi HIV stadium IV dan TB Paru, dibutuhkan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Perawat berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, mulai dari pengkajian, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. -
Article No. 16387 | 29 Apr 2025
Klinis : kurang kontrol tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons akademis dengan persona sebagai pakar keperawatan:
---
**Diagnosa Keperawatan untuk Kondisi: Kurang Kontrol Tidur**
**Diagnosa Keperawatan (SDKI – Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia)**
**Kode: 00096**
**Judul: Gangguan Pola Tidur**
*Definisi:* Perubahan dalam kuantitas atau kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari.
**Penjelasan Singkat:**
Kondisi "kurang kontrol tidur" dapat diklasifikasikan dalam SDKI sebagai *Gangguan Pola Tidur* (00096), mengacu pada ketidakmampuan pasien dalam mengatur durasi, kualitas, atau konsistensi tidur, yang berdampak pada kesehatan fisik/psikologis.
---
**Luaran Keperawatan (SLKI – Standar Luaran Keperawatan Indonesia)**
**Kode: 0801**
**Judul: Status Tidur**
*Indikator:*
- Kualitas tidur membaik (skala 1–5).
- Durasi tidur sesuai kebutuhan fisiologis.
- Frekuensi terbangun menurun.
**Penjelasan Singkat:**
SLKI ini mengukur pencapaian perbaikan pola tidur melalui parameter seperti konsolidasi tidur, minimisasi gangguan, dan kesesuaian dengan ritme sirkadian.
---
**Intervensi Keperawatan (SIKI – Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)**
**Kode: 6530**
**Judul: Manajemen Tidur**
*Aktivitas:*
- Edukasi kebersihan tidur (*sleep hygiene*).
- Modifikasi lingkungan (pencahayaan, suhu, kebisingan).
- Terapi relaksasi (napas dalam, *guided imagery*).
**Penjelasan Singkat:**
Intervensi ini berfokus pada pendekatan holistik untuk meningkatkan kontrol tidur melalui teknik non-farmakologis dan penyesuaian perilaku.
---
**Catatan Akademis:**
1. **SDKI 00096** harus didukung data subjektif/objektif (misalnya: laporan pasien, observasi kantuk di siang hari).
2. **SLKI 0801** dievaluasi menggunakan skala Likert untuk memantau progres.
3. **SIKI 6530** dapat dikombinasikan dengan intervensi lain (misalnya: *Rest Therapy*/Kode 6480) jika diperlukan.
**Referensi:**
- PPNI. (2019). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 6*.
- PPNI. (2019). *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi 4*.
---
Format ini memenuhi kaidah akademis dengan integrasi kode PPNI dan penjelasan berbasis evidence-based practice. Jika diperlukan pendalaman aspek tertentu, dapat ditambahkan literatur tambahan seperti *NANDA-I* atau *Journal of Sleep Research*.