Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16627 | 03 May 2025
Klinis : DATA SUBJEKTIF (DS) Pasien mengatakan ada nyeri saat BAK sejak 1 minggu yang lalu Pasien mengatakan anyang-anyangan (ingin terus BAK tetapi sedikit-sedikit) Pasien mengatakan BAK terasa tidak tuntas Pasien mengatakan BAK tiap 2 jam sekali Pasien mengatakan demam sejak malam sebelumnya (13 April) Pasien mengatakan ada mual minimal Pasien mengatakan ada batuk kering Pasien mengatakan tidak ada riwayat alergi Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit dari keluarga Pasien memiliki riwayat hipertensi Pasien memiliki riwayat ISK berulang Pasien memiliki riwayat operasi caesarea ✅ DATA OBJEKTIF (DO) 🔹 Tanda-Tanda Vital (15 April 2025) TD: 131/81 mmHg HR: 85x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.4°C 🔹 Tanda-Tanda Vital (16 April 2025) TD: 112/78 mmHg HR: 74x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.8°C 🔹 Laboratorium Hematologi (14 April 2025) Leukosit: 16.3 uL ↑ Neutrofil: 82% ↑ Limfosit: 11% ↓ Neutrofil/Limfosit Ratio: 7.45 ↑ 🔹 Urinalisis Lengkap (14 April 2025) Warna: Kuning Kejernihan: Keruh Berat jenis: 1.015 pH: 8.0 (basa) Leukosit: 3+ Nitrit: 1+ Protein: +1 Darah samar: +1 Glukosa, keton, bilirubin: Negatif Sedimen: Eritrosit: 78.1 ↑ Leukosit: 8255.0 ↑ Sel epitel: 13 Bakteri: 3421.7 ↑ 🔹 Kimia Klinik (14 April 2025) SGOT: 78 ↑ SGPT: 97 ↑ GDS: 121 mg/dL Ureum: 17 Kreatinin: 0.79 eGFR: 96.6 Natrium: 140 Kalium: 3.8 Klorida: 102 🔹 Mikrobiologi (15 April 2025) Leukosit 10–25/LFF Batang Gram negatif 1–5/OIF Kultur urine: Escherichia coli ditemukan Colony count: >100.000 CFU/mL Non-MDR strain 🔹 USG Abdomen (15 April 2025) Dinding vesika urinaria menebal Tidak tampak batu/massa Organ ginjal dan saluran kemih lainnya dalam batas normal Saran: Follow-up ulang 6 bulan 🔹 Rontgen Thoraks (15 April 2025) Tidak tampak infiltrat atau kelainan paru Jantung dalam batas normal Tidak ada kelainan radiologis mayor
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, berikut adalah diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai:
Diagnosis Keperawatan SDKI:
1. Risiko Infeksi Saluran Kemih
- Data subjektif: Pasien mengeluhkan nyeri saat BAK, anyang-anyangan, BAK tidak tuntas, BAK tiap 2 jam, demam, mual, dan batuk kering.
- Data objektif: Hasil laboratorium menunjukkan leukositosis, neutrofilia, dan kultur urine positif Escherichia coli.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Tidak Terjadi Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
- Pasien akan menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan atau normalisasi.
- Pasien akan melaporkan tidak ada keluhan terkait infeksi saluran kemih.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Infeksi
- Monitor tanda-tanda vital secara berkala.
- Lakukan pemantauan hasil pemeriksaan laboratorium.
- Berikan terapi antibiotik sesuai hasil kultur urine.
- Anjurkan pasien untuk minum air putih yang cukup.
- Ajarkan pasien terkait perawatan higiene daerah genital yang baik.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi.
2. Manajemen Nyeri
- Kaji nyeri pasien secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan faktor pemicu).
- Berikan analgesik sesuai indikasi untuk mengurangi nyeri.
- Anjurkan pasien melakukan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti relaksasi dan distraksi.
- Evaluasi efektivitas intervensi dalam mengurangi nyeri.
3. Edukasi Kesehatan
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai infeksi saluran kemih, pencegahan, dan penatalaksanaannya.
- Jelaskan pentingnya kepatuhan terhadap regimen terapi dan tindak lanjut.
- Dorong pasien untuk meningkatkan perawatan diri dan gaya hidup sehat.
Penjelasan di atas mencakup diagnosis keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi kondisi infeksi saluran kemih pada pasien. Diharapkan asuhan keperawatan ini dapat membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien. -
Article No. 16628 | 03 May 2025
Klinis : pasien stroke hemoragik gcs 4
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan format yang diminta, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis pada kondisi pasien stroke hemoragik dengan GCS 4:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I61.9
- Deskripsi: Perdarahan intrakranial, tidak terspesifikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 01.59
- Deskripsi: Prosedur lainnya pada otak dan struktur intrakranial
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 I61.9 (Perdarahan intrakranial, tidak terspesifikasi) digunakan untuk mengkodekan stroke hemoragik, yang merupakan kondisi di mana terjadi perdarahan di dalam otak. Kode ini dipilih karena tidak ada informasi yang lebih spesifik mengenai lokasi atau penyebab perdarahan pada kasus ini.
2. Kode ICD-9-CM 01.59 (Prosedur lainnya pada otak dan struktur intrakranial) dapat digunakan untuk mengkodekan tindakan medis yang mungkin dilakukan pada pasien, seperti pemantauan tekanan intrakranial, intervensi bedah, atau prosedur lainnya yang berkaitan dengan penanganan stroke hemoragik. Namun, informasi prosedur medis yang dilakukan pada pasien ini tidak tersedia, sehingga kode yang digunakan adalah kode yang paling umum untuk prosedur pada otak dan struktur intrakranial.
Dokter dan perekam medis harus menggunakan kode-kode ini secara akurat dan lengkap untuk memastikan dokumentasi medis yang komprehensif dan dapat digunakan untuk tujuan administrasi, klaim asuransi, dan analisis epidemiologi. -
Article No. 16629 | 03 May 2025
Klinis : pasien stroke hemoragik gcs 4
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien stroke hemoragik dengan GCS 4:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi ini adalah Gangguan Perfusi Serebral Terganggu. Pasien dengan stroke hemoragik dan skor GCS 4 menunjukkan adanya gangguan perfusi serebral yang signifikan, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke otak. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otak dan gangguan fungsi neurologis.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan untuk pasien dengan kondisi ini adalah:
a. Peningkatan Perfusi Serebral: Diharapkan pasien menunjukkan peningkatan aliran darah dan oksigenasi ke otak, yang dapat ditandai dengan perbaikan tanda-tanda vital, perbaikan neurologi, dan peningkatan skor GCS.
b. Pemulihan Fungsi Neurologis: Diharapkan pasien mengalami pemulihan fungsi neurologis, seperti peningkatan kesadaran, perbaikan kemampuan motorik, dan perbaikan fungsi kognitif.
c. Pencegahan Komplikasi: Diharapkan pasien tidak mengalami komplikasi yang dapat memperburuk kondisinya, seperti peningkatan tekanan intrakranial, perdarahan, atau infeksi.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran pada pasien dengan kondisi ini meliputi:
a. Pemantauan Tanda Vital dan Neurologis: Pemantauan tanda vital (tekanan darah, laju nadi, dan respirasi) serta pemantauan fungsi neurologis (kesadaran, pupil, tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial) secara berkala untuk mendeteksi dan mengelola komplikasi.
b. Pengelolaan Perdarahan: Intervensi untuk mengendalikan dan mencegah perdarahan, seperti pemberian obat-obatan hemostatik, pemasangan kompresi, dan pemantauan perdarahan.
c. Pengaturan Posisi dan Mobilisasi: Pengaturan posisi pasien untuk meningkatkan aliran darah dan oksigenasi otak, serta mobilisasi secara bertahap untuk mencegah komplikasi.
d. Dukungan Oksigenasi: Pemberian oksigen, jika diperlukan, untuk memastikan oksigenasi yang adekuat.
e. Manajemen Cairan dan Elektrolit: Pemberian cairan dan elektrolit yang sesuai untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
f. Pencegahan Komplikasi: Intervensi untuk mencegah komplikasi, seperti pencegahan infeksi, pencegahan luka tekan, dan pencegahan aspirasi.
g. Dukungan Psikologis: Pemberian dukungan psikologis bagi pasien dan keluarga untuk membantu mereka dalam menghadapi situasi yang sulit.
Secara keseluruhan, penanganan pasien dengan stroke hemoragik dan skor GCS 4 membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, dengan tujuan utama untuk memperbaiki perfusi serebral, memulihkan fungsi neurologis, dan mencegah komplikasi yang dapat memperburuk kondisi pasien. -
Article No. 16630 | 03 May 2025
Klinis : bersihan jalan nafas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI berdasarkan kondisi "bersihan jalan nafas tidak efektif" yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (00031)
Definisi:
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00031
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 0301 Permeabilitas Jalan Napas
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka dan bebas dari hambatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 3510 Manajemen Jalan Napas
Definisi: Menjaga jalan napas tetap terbuka dan bebas dari obstruksi.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif" menggambarkan kondisi di mana pasien mengalami ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan, sehingga jalan napas tidak dapat dipertahankan dalam kondisi yang terbuka. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, yang bertujuan untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan bebas dari obstruksi. -
Article No. 16631 | 03 May 2025
Klinis : bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi terkait diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi "Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif" dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Kode: 00030 (NANDA-I)
Definisi:
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Kode: 00030
Definisi:
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Nafas
Kode: 0420
Definisi:
Pencegahan dan pemeliharaan jalan napas yang terbuka.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Jalan Napas
Kode: 3120
Definisi:
Memfasilitasi pembukaan dan pemeliharaan jalan napas yang bebas untuk memungkinkan pertukaran gas yang adekuat.
Jadi, dalam kasus "Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif", diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif (kode 00030 NANDA-I). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) memiliki kode yang sama untuk diagnosa ini, dengan definisi yang serupa. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) terkait adalah Bersihan Jalan Nafas (kode 0420), sedangkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang sesuai adalah Manajemen Jalan Napas (kode 3120). -
Article No. 16632 | 03 May 2025
Klinis : gejala mual muntah, disertai demam dan lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi gejala mual muntah, disertai demam dan lemas:
Diagnosa Keperawatan:
D-00001 Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman yang mendorong keinginan untuk muntah.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
D-00001 Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman yang mendorong keinginan untuk muntah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L-00001 Kontrol Mual
Definisi: Kemampuan untuk mencegah atau mengendalikan rasa mual.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
I-00001 Manajemen Mual
Definisi: Tindakan untuk mencegah atau mengendalikan rasa mual.
Diagnosa Keperawatan:
D-00064 Hipertermia
Definisi: Suhu tubuh di atas batas normal.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
D-00064 Hipertermia
Definisi: Suhu tubuh di atas batas normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L-00065 Termoregulasi
Definisi: Kemampuan untuk mengatur suhu tubuh dalam rentang normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
I-00062 Manajemen Demam
Definisi: Tindakan untuk menurunkan atau mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.
Diagnosa Keperawatan:
D-00043 Keletihan
Definisi: Perasaan kelelahan dan kapasitas yang menurun untuk melakukan aktivitas.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
D-00043 Keletihan
Definisi: Perasaan kelelahan dan kapasitas yang menurun untuk melakukan aktivitas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L-00047 Pemulihan Energi
Definisi: Kemampuan untuk memulihkan kembali energi yang telah terkuras.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
I-00043 Manajemen Keletihan
Definisi: Tindakan untuk mengatasi atau mencegah kelelahan. -
Article No. 16633 | 03 May 2025
Klinis : Defisit pengetahuan tentang teknik pernapasan 4-7-8
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu "Defisit pengetahuan tentang teknik pernapasan 4-7-8", berikut adalah diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosis Keperawatan:
Defisit Pengetahuan (00126)
Definisi: Kurangnya atau ketidakadekuatan informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: D.0126
Judul: Defisit Pengetahuan
Definisi: Ketidakmampuan atau keterbatasan informasi dan kemampuan kognitif individu untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi yang berkaitan dengan suatu kondisi atau prosedur kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: L.0126
Judul: Pengetahuan Kesehatan Meningkat
Definisi: Hasil peningkatan kemampuan individu untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi yang terkait dengan suatu kondisi atau prosedur kesehatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: I.0126
Judul: Peningkatan Pengetahuan
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi perolehan, pemrosesan, dan pemahaman informasi yang terkait dengan suatu kondisi atau prosedur kesehatan.
Penjelasan Singkat:
Defisit pengetahuan tentang teknik pernapasan 4-7-8 merupakan kondisi di mana individu memiliki kekurangan atau ketidakmampuan dalam memahami dan menerapkan teknik pernapasan 4-7-8 yang merupakan salah satu teknik pernapasan yang dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Sebagai perawat, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi dan informasi yang cukup mengenai teknik pernapasan 4-7-8, sehingga individu dapat meningkatkan pengetahuannya dan mampu mempraktikkan teknik tersebut dengan baik. -
Article No. 16634 | 03 May 2025
Klinis : DATA SUBJEKTIF (DS) Pasien mengatakan ada nyeri saat BAK sejak 1 minggu yang lalu Pasien mengatakan anyang-anyangan (ingin terus BAK tetapi sedikit-sedikit) Pasien mengatakan BAK terasa tidak tuntas Pasien mengatakan BAK tiap 2 jam sekali Pasien mengatakan demam sejak malam sebelumnya (13 April) Pasien mengatakan ada mual minimal Pasien mengatakan ada batuk kering Pasien mengatakan tidak ada riwayat alergi Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit dari keluarga Pasien memiliki riwayat hipertensi Pasien memiliki riwayat ISK berulang Pasien memiliki riwayat operasi caesarea ✅ DATA OBJEKTIF (DO) 🔹 Tanda-Tanda Vital (15 April 2025) TD: 131/81 mmHg HR: 85x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.4°C 🔹 Tanda-Tanda Vital (16 April 2025) TD: 112/78 mmHg HR: 74x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.8°C 🔹 Laboratorium Hematologi (14 April 2025) Leukosit: 16.3 uL ↑ Neutrofil: 82% ↑ Limfosit: 11% ↓ Neutrofil/Limfosit Ratio: 7.45 ↑ 🔹 Urinalisis Lengkap (14 April 2025) Warna: Kuning Kejernihan: Keruh Berat jenis: 1.015 pH: 8.0 (basa) Leukosit: 3+ Nitrit: 1+ Protein: +1 Darah samar: +1 Glukosa, keton, bilirubin: Negatif Sedimen: Eritrosit: 78.1 ↑ Leukosit: 8255.0 ↑ Sel epitel: 13 Bakteri: 3421.7 ↑ 🔹 Kimia Klinik (14 April 2025) SGOT: 78 ↑ SGPT: 97 ↑ GDS: 121 mg/dL Ureum: 17 Kreatinin: 0.79 eGFR: 96.6 Natrium: 140 Kalium: 3.8 Klorida: 102 🔹 Mikrobiologi (15 April 2025) Leukosit 10–25/LFF Batang Gram negatif 1–5/OIF Kultur urine: Escherichia coli ditemukan Colony count: >100.000 CFU/mL Non-MDR strain 🔹 USG Abdomen (15 April 2025) Dinding vesika urinaria menebal Tidak tampak batu/massa Organ ginjal dan saluran kemih lainnya dalam batas normal Saran: Follow-up ulang 6 bulan 🔹 Rontgen Thoraks (15 April 2025) Tidak tampak infiltrat atau kelainan paru Jantung dalam batas normal Tidak ada kelainan radiologis mayor
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sesuai dengan kondisi pasien:
---
### **Diagnosa Keperawatan Utama**
**Nyeri Akut (SDKI Code: 00132)**
**Definisi:** Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain).
**Data Pendukung:**
- Pasien mengeluh nyeri saat BAK sejak 1 minggu yang lalu.
- Hasil urinalisis menunjukkan leukosituria (3+), bakteriuria, dan peningkatan sel darah putih (leukosit 8255.0/μL).
- Kultur urine positif *Escherichia coli* dengan koloni >100.000 CFU/mL.
**Luaran (SLKI):**
- **SLKI Code: 0801 (Nyeri Terkontrol)**
- Skala nyeri menurun (dari skala awal ke target).
- Pasien mampu menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
**Intervensi (SIKI):**
- **SIKI Code: 2630 (Manajemen Nyeri)**
- Ajarkan teknik relaksasi.
- Berikan analgesik sesuai indikasi (misal: parasetamol atau antispasmodik).
- Monitor respons nyeri dan efek intervensi.
---
### **Diagnosa Keperawatan Tambahan**
**1. Gangguan Eliminasi Urin (SDKI Code: 00016)**
**Definisi:** Gangguan dalam proses pengosongan kandung kemih yang dapat berupa frekuensi, urgensi, disuria, atau retensi.
**Data Pendukung:**
- Pasien mengeluh anyang-anyangan, BAK tidak tuntas, dan frekuensi BAK setiap 2 jam.
- Urinalisis menunjukkan infeksi (leukosituria, bakteriuria, nitrit positif).
- USG abdomen menunjukkan penebalan dinding vesika urinaria.
**Luaran (SLKI):**
- **SLKI Code: 0403 (Eliminasi Urin Normal)**
- Frekuensi BAK kembali normal (4–6x/hari).
- Tidak ada keluhan disuria atau anyang-anyangan.
**Intervensi (SIKI):**
- **SIKI Code: 1900 (Manajemen Inkontinensia Urin)**
- Anjurkan asupan cairan 2–2,5 L/hari.
- Ajarkan teknik berkemih efektif (misal: double voiding).
- Monitor tanda ISK berulang.
**2. Risiko Infeksi (SDKI Code: 00004)**
**Definisi:** Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
**Data Pendukung:**
- Riwayat ISK berulang.
- Hasil laboratorium: leukositosis (16.3 uL), neutrofilia (82%), dan kultur urine positif *E. coli*.
**Luaran (SLKI):**
- **SLKI Code: 1101 (Risiko Infeksi Terkontrol)**
- Tidak ada demam atau gejala infeksi baru.
- Hasil laboratorium dalam batas normal (leukosit <11.000 uL).
**Intervensi (SIKI):**
- **SIKI Code: 6550 (Pencegahan Infeksi)**
- Berikan edukasi kebersihan genital (front to back).
- Anjurkan minum antibiotik sesuai resep hingga tuntas.
- Pantau tanda vital dan gejala sistemik.
---
### **Catatan Tambahan**
- **Penyebab Utama:** ISK akibat *E. coli* dengan gejala disuria, frekuensi, dan nyeri.
- **Faktor Risiko:** Riwayat ISK berulang dan hipertensi (yang dapat memengaruhi perfusi ginjal).
- **Rekomendasi:**
- Terapi antibiotik sesuai sensitivitas (*E. coli* non-MDR).
- Follow-up urinalisis dan USG dalam 6 bulan.
Semua diagnosa dan intervensi di atas mengacu pada **PPNI (2023)** dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasien.
**Referensi:**
- PPNI. (2023). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)*. Edisi Revisi. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
---
**Format RTF:**
(Salin teks di atas ke dokumen dengan ekstensi .rtf untuk mempertahankan format formal.) -
Article No. 16635 | 03 May 2025
Klinis : DATA SUBJEKTIF (DS) Pasien mengatakan ada nyeri saat BAK sejak 1 minggu yang lalu Pasien mengatakan anyang-anyangan (ingin terus BAK tetapi sedikit-sedikit) Pasien mengatakan BAK terasa tidak tuntas Pasien mengatakan BAK tiap 2 jam sekali Pasien mengatakan demam sejak malam sebelumnya (13 April) Pasien mengatakan ada mual minimal Pasien mengatakan ada batuk kering Pasien mengatakan tidak ada riwayat alergi Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit dari keluarga Pasien memiliki riwayat hipertensi Pasien memiliki riwayat ISK berulang Pasien memiliki riwayat operasi caesarea ✅ DATA OBJEKTIF (DO) 🔹 Tanda-Tanda Vital (15 April 2025) TD: 131/81 mmHg HR: 85x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.4°C 🔹 Tanda-Tanda Vital (16 April 2025) TD: 112/78 mmHg HR: 74x/mnt RR: 20x/mnt SpO2: 100% Suhu: 36.8°C 🔹 Laboratorium Hematologi (14 April 2025) Leukosit: 16.3 uL ↑ Neutrofil: 82% ↑ Limfosit: 11% ↓ Neutrofil/Limfosit Ratio: 7.45 ↑ 🔹 Urinalisis Lengkap (14 April 2025) Warna: Kuning Kejernihan: Keruh Berat jenis: 1.015 pH: 8.0 (basa) Leukosit: 3+ Nitrit: 1+ Protein: +1 Darah samar: +1 Glukosa, keton, bilirubin: Negatif Sedimen: Eritrosit: 78.1 ↑ Leukosit: 8255.0 ↑ Sel epitel: 13 Bakteri: 3421.7 ↑ 🔹 Kimia Klinik (14 April 2025) SGOT: 78 ↑ SGPT: 97 ↑ GDS: 121 mg/dL Ureum: 17 Kreatinin: 0.79 eGFR: 96.6 Natrium: 140 Kalium: 3.8 Klorida: 102 🔹 Mikrobiologi (15 April 2025) Leukosit 10–25/LFF Batang Gram negatif 1–5/OIF Kultur urine: Escherichia coli ditemukan Colony count: >100.000 CFU/mL Non-MDR strain 🔹 USG Abdomen (15 April 2025) Dinding vesika urinaria menebal Tidak tampak batu/massa Organ ginjal dan saluran kemih lainnya dalam batas normal Saran: Follow-up ulang 6 bulan 🔹 Rontgen Thoraks (15 April 2025) Tidak tampak infiltrat atau kelainan paru Jantung dalam batas normal Tidak ada kelainan radiologis mayor
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan berdasarkan data yang tersedia, disertai penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) sesuai PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia):
---
### **1. Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan Eliminasi Urine (BAK tidak tuntas, anyang-anyangan, frekuensi meningkat) b.d Infeksi Saluran Kemih (ISK) (SDKI Code: 00016)**
#### **Penjelasan SDKI:**
- **Definisi:** Ketidakmampuan untuk mengeluarkan urine secara adekuat akibat inflamasi atau infeksi saluran kemih.
- **Faktor terkait:**
- Infeksi bakteri (*Escherichia coli*).
- Riwayat ISK berulang.
- Dinding vesika urinaria menebal (USG).
#### **SLKI (Luaran):**
- **Kode SLKI 0801:** *Eliminasi urine kembali normal*
- Kriteria:
- Frekuensi BAK 4–6x/hari.
- Tidak ada nyeri/disuria.
- Urine jernih, tidak keruh.
#### **SIKI (Intervensi):**
- **Kode SIKI 2610:** *Manajemen Infeksi Saluran Kemih*
- Tindakan:
- Pantau tanda vital (demam, nyeri).
- Anjurkan asupan cairan 2–3 L/hari.
- Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai kultur.
---
### **2. Diagnosa Keperawatan:**
**Nyeri Akut b.d Inflamasi Saluran Kemih (SDKI Code: 00132)**
#### **Penjelasan SDKI:**
- **Definisi:** Sensasi tidak nyaman akibat respons inflamasi ISK (leukosituria, bakteriuria).
- **Faktor terkait:**
- Laporan nyeri saat BAK.
- Hasil urinalisis: leukosit 3+, nitrit (+), bakteri ↑.
#### **SLKI (Luaran):**
- **Kode SLKI 1401:** *Tingkat nyeri terkontrol*
- Kriteria:
- Skala nyeri ≤2 (skala 0–10).
- Pasien melaporkan tidak ada disuria.
#### **SIKI (Intervensi):**
- **Kode SIKI 2400:** *Manajemen Nyeri*
- Tindakan:
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam.
- Berikan analgesik sesuai resep (misal: parasetamol).
---
### **3. Diagnosa Keperawatan:**
**Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan b.d Mual dan Peningkatan Suhu Tubuh (SDKI Code: 00025)**
#### **Penjelasan SDKI:**
- **Definisi:** Risiko kehilangan cairan berlebih akibat demam dan mual.
- **Faktor risiko:**
- Riwayat demam (13 April).
- Hasil lab: leukositosis (16.3 uL), SGOT/SGPT ↑.
#### **SLKI (Luaran):**
- **Kode SLKI 0601:** *Keseimbangan cairan tercapai*
- Kriteria:
- Tanda vital stabil (TD, HR dalam batas normal).
- Mukosa bibir lembap.
#### **SIKI (Intervensi):**
- **Kode SIKI 2000:** *Manajemen Cairan*
- Tindakan:
- Pantau intake-output cairan.
- Anjurkan minum air hangat untuk mengurangi mual.
---
### **4. Diagnosa Keperawatan:**
**Ansietas b.d Ketidaktahuan tentang Penyakit dan Penanganannya (SDKI Code: 00146)**
#### **Penjelasan SDKI:**
- **Definisi:** Perasaan khawatir akibat kurang informasi tentang ISK berulang.
- **Faktor terkait:**
- Riwayat ISK berulang dan operasi caesar.
#### **SLKI (Luaran):**
- **Kode SLKI 1301:** *Ansietas teratasi*
- Kriteria:
- Pasien mampu menjelaskan rencana perawatan.
#### **SIKI (Intervensi):**
- **Kode SIKI 4510:** *Edukasi Kesehatan*
- Tindakan:
- Jelaskan penyebab ISK dan pencegahan kekambuhan.
---
### **Catatan Tambahan:**
- **Prioritas:** Gangguan eliminasi urine dan nyeri akut menjadi fokus utama karena data klinis (urinalisis, kultur) mendukung ISK akut.
- **Kolaborasi:** Dokter untuk terapi antibiotik (*Non-MDR E. coli*).
Semua diagnosa dan intervensi mengacu pada **PPNI (2017–2021)**. Perlu reevaluasi setelah 24–48 jam intervensi.
---
**Referensi:**
- PPNI. (2021). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi V*.
- PPNI. (2021). *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi III*.
- PPNI. (2021). *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi II*. -
Article No. 16636 | 03 May 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, akan saya berikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
SDKI: Bersihan Jalan Napas (10001)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan atau mempertahankan jalan napas terbuka untuk memfasilitasi pertukaran gas.
SLKI: Bersihan Jalan Napas (100011)
SIKI: Manajemen Jalan Napas (I0501)
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
SDKI: Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (13009)
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI: Nutrisi (130091)
SIKI: Manajemen Nutrisi (I0301)
3. Hipertermia
SDKI: Hipertermia (11003)
Definisi: Suhu tubuh di atas batas normal.
SLKI: Hipertermia (110031)
SIKI: Manajemen Demam (I0102)
4. Kelelahan
SDKI: Kelelahan (11012)
Definisi: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang diinginkan.
SLKI: Kelelahan (110121)
SIKI: Manajemen Kelelahan (I0201)
Penjelasan singkat:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Pasien mengalami batuk berdahak dan sesak napas, yang menunjukkan adanya masalah dalam membersihkan dan mempertahankan jalan napas terbuka.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh: Pasien mengalami kehilangan nafsu makan, yang dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya.
3. Hipertermia: Pasien mengalami demam, yang menunjukkan suhu tubuh di atas batas normal.
4. Kelelahan: Pasien mengalami gejala umum seperti kelelahan, yang dapat disebabkan oleh penyakit dan perubahan kondisi kesehatan.