Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16711 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Risiko peningkatan Konsumsi makanan tinggi Ny. S mengatakan bahwa tekanan darah (Hipertensi).garam yang mendominasi makanan yang pola makan.dikonsumsinya didominasi oleh rasa asin.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait dengan kondisi Ny. S berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan data subjektif yang diberikan, yaitu Ny. S mengatakan bahwa tekanan darahnya tinggi (hipertensi) dan pola makannya didominasi oleh makanan tinggi garam, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Risiko Peningkatan Konsumsi Makanan Tinggi Garam". Diagnosa ini berfokus pada adanya risiko peningkatan konsumsi makanan tinggi garam yang dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah Ny. S.
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan Ny. S dapat:
1. Mendemonstrasikan pemilihan makanan rendah garam.
2. Menunjukkan penurunan tekanan darah.
3. Menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang diet rendah garam.
4. Melaporkan penurunan frekuensi konsumsi makanan tinggi garam.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
Untuk mencapai tujuan luaran yang telah ditetapkan, berikut intervensi keperawatan yang dapat diberikan:
1. Edukasi gizi:
a. Mengkaji pengetahuan Ny. S terkait diet rendah garam.
b. Memberikan informasi tentang sumber-sumber makanan tinggi garam dan dampaknya terhadap kesehatan.
c. Mengajarkan Ny. S teknik membaca label makanan untuk mengidentifikasi kandungan garam.
d. Memberikan rekomendasi menu makanan rendah garam yang sesuai dengan preferensi Ny. S.
2. Manajemen diet:
a. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet rendah garam yang sesuai dengan kondisi Ny. S.
b. Memantau kepatuhan Ny. S dalam menjalankan diet rendah garam.
c. Memberikan dukungan dan motivasi kepada Ny. S untuk mematuhi diet rendah garam.
3. Pemantauan tanda-tanda vital:
a. Mengukur tekanan darah Ny. S secara berkala.
b. Mengkaji perubahan tekanan darah seiring dengan perubahan pola makan.
4. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain:
a. Berkonsultasi dengan dokter terkait pengelolaan hipertensi Ny. S.
b. Berkoordinasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai.
Melalui intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan Ny. S dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, meningkatkan pengetahuan tentang diet rendah garam, dan menurunkan tekanan darahnya. -
Article No. 16712 | 04 May 2025
Klinis : Defisit nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan sebagai faktor psikologis dan kurangnya asupan makanan dibuktikan dengan penurunan berat badan sebanyak 6% atau kurang lebih ± 5 kg dalam waktu 4 minggu, nafsu makan menurun, serta tampak lemah dan lesu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang sesuai dengan kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Defisit Nutrisi (D.0001)
Definisi SDKI:
Ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi yang dapat membahayakan kesehatan.
Faktor Berhubungan SLKI:
1. Faktor Psikologis: Kelelahan (F.0005)
2. Kurangnya Asupan Makanan (F.0014)
Intervensi SIKI:
1. Manajemen Nutrisi (I.0170)
Definisi: Tindakan memfasilitasi asupan nutrisi yang seimbang.
Kode: I.0170
2. Pemantauan Nutrisi (I.0180)
Definisi: Tindakan pengumpulan dan analisis data yang berhubungan dengan asupan dan keseimbangan nutrisi.
Kode: I.0180
3. Terapi Gizi (I.0190)
Definisi: Tindakan pemberian nutrisi secara terapeutik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Kode: I.0190
Jadi, dalam kasus ini, perawat dapat memberikan intervensi berupa manajemen nutrisi, pemantauan nutrisi, dan terapi gizi untuk mengatasi defisit nutrisi yang dialami oleh pasien. Hal ini bertujuan untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang dan mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 16713 | 04 May 2025
Klinis : Defisit nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan sebagai faktor psikologis dan kurangnya asupan makanan dibuktikan dengan penurunan berat badan sebanyak 6% atau kurang lebih ± 5 kg dalam waktu 4 minggu, nafsu makan menurun, serta tampak lemah dan lesu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
Defisit Nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (kelelahan) dan kurangnya asupan makanan, sebagaimana ditunjukkan dengan penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, serta tampak lemah dan lesu.
Penjelasan SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00002
Defisit Nutrisi
Intake nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 1004
Status Nutrisi
Keadaan umum berkaitan dengan intake, absorbsi, dan pemanfaatan nutrisi di dalam tubuh.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 06115
Manajemen Nutrisi
Tindakan untuk mengatur dan memantau asupan nutrisi seseorang untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya.
Sebagai perawat, saya akan melakukan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mengatasi defisit nutrisi pada pasien ini, seperti:
- Mengevaluasi asupan makanan dan cairan pasien
- Memberikan edukasi tentang kebutuhan nutrisi yang adekuat
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet yang sesuai
- Memantau berat badan dan parameter lain terkait status nutrisi
- Memberikan dukungan psikologis untuk meningkatkan nafsu makan
Diharapkan dengan intervensi yang tepat, status nutrisi pasien dapat diperbaiki dan mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 16714 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Gangguan pola tidur Tidur dengan 3 bantal dan Ny. S mengatakan bahwa ringan.dalam kondisi lampu ia tidak mengakami menyala dapat masalah dalam tidurnya,memengaruhi kualitas seperti insomnia dan tidak tidur.memerlukan obat atau aktivitas khusus yang membantu pola tidurnya.Bantal yang diperlukan biasanya 3 bantal dalam kondisi lampu menyala.Data objektif : -
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan persona pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, SIKI beserta kodenya untuk kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
Pola Tidur Terganggu (00198)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Pola Tidur Terganggu (00198)
Definisi: Pola tidur yang tidak memadai atau tidak memuaskan yang menyebabkan rasa tidak nyaman.
Kode: 00198
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Tidur yang Memadai (0004)
Definisi: Keadaan dimana individu dapat mempertahankan periode tidur yang cukup dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan istirahat.
Kode: 0004
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Pola Tidur (6030)
Definisi: Upaya untuk memfasilitasi pola tidur yang adekuat dan berkualitas.
Kode: 6030
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Pola Tidur Terganggu" menggambarkan kondisi dimana pasien mengalami gangguan dalam mempertahankan pola tidur yang baik dan memuaskan. Hal ini ditandai dengan kebutuhan tidur yang tidak terpenuhi, waktu tidur yang tidak adekuat, dan kualitas tidur yang buruk.
Luaran keperawatan "Tidur yang Memadai" menggambarkan keadaan ideal dimana pasien dapat mempertahankan periode tidur yang cukup dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan istirahat.
Intervensi keperawatan "Manajemen Pola Tidur" bertujuan untuk memfasilitasi dan membantu pasien dalam mencapai pola tidur yang adekuat dan berkualitas, misalnya dengan mengatur lingkungan tidur, memberikan teknik relaksasi, dan mengidentifikasi serta mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidur. -
Article No. 16715 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Risiko gangguan integritas Paparan suhu tinggi dan Ny. S mengatakan bahwa kulit.kurangnya perlindungan ia memiliki luka bakar di kulit terhadap sumber daerah punggung kaki panas.akibat kecelakaan dan kulit kering dibagian kaki dan perut.Data objektif : Bekas luka Kulit kering di perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Penjelasan Singkat:
Pasien memiliki risiko terjadinya kerusakan pada integritas kulit akibat paparan suhu panas (luka bakar) dan kulit kering di beberapa area tubuh.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00046
Definisi: Rentan untuk mengalami perubahan struktur dan fungsi kulit yang normal, yang dapat memengaruhi kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00306
Definisi: Pemulihan dan/atau pemeliharaan struktur dan fungsi kulit yang normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6730
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, memperbaiki, atau mempertahankan integritas kulit.
Catatan:
Tone: Akademis
Persona: Pakar/Perawat -
Article No. 16716 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Risiko gangguan integritas Paparan suhu tinggi dan Ny. S mengatakan bahwa kulit.kurangnya perlindungan ia memiliki luka bakar di kulit terhadap sumber daerah punggung kaki panas.akibat kecelakaan dan kulit kering dibagian kaki dan perut.Data objektif : Bekas luka Kulit kering di perut
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah:
1. Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Definisi: Rentan terhadap perubahan pada epidermis dan/atau dermis yang dapat mengganggu fungsi kulit sebagai penghalang.
Faktor Risiko:
- Paparan suhu tinggi (luka bakar)
- Kurang perlindungan terhadap sumber panas (luka bakar)
- Kulit kering
Data subjektif dan objektif yang tersedia mendukung diagnosis ini, seperti adanya luka bakar di daerah punggung kaki, kulit kering di perut, dan bekas luka.
Luaran/Output yang Diharapkan SLKI:
1. Integritas Kulit Terpelihara
- Kulit tampak utuh
- Tidak ada perubahan warna, tekstur, atau suhu pada kulit
- Tidak ada tanda-tanda infeksi
2. Penyembuhan Luka
- Luka bakar di punggung kaki membaik dan menutup
- Tidak ada tanda-tanda infeksi pada luka
3. Hidrasi Kulit Adekuat
- Kulit lembab dan elastis
- Tidak ada kulit kering atau pengelupasan
Intervensi Keperawatan SIKI yang Diperlukan:
1. Manajemen Luka
- Membersihkan dan merawat luka bakar di punggung kaki
- Mengaplikasikan salep/krim pelembab pada luka
- Memantau tanda-tanda infeksi
2. Manajemen Kulit Kering
- Mengidentifikasi dan mengatasi faktor penyebab kulit kering
- Mengaplikasikan pelembab/moisturizer pada kulit kering di perut dan kaki
- Mengajarkan pasien tentang perawatan kulit kering
3. Manajemen Suhu
- Menghindari paparan suhu tinggi yang dapat menyebabkan luka bakar
- Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat beraktivitas di lingkungan dengan suhu tinggi
- Mengajarkan pasien tentang pencegahan luka bakar akibat paparan suhu tinggi
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Risiko Kerusakan Integritas Kulit" dipilih karena data subjektif dan objektif menunjukkan adanya risiko kerusakan pada kulit pasien, yaitu luka bakar di punggung kaki dan kulit kering di perut. Faktor risiko yang teridentifikasi adalah paparan suhu tinggi dan kurangnya perlindungan terhadap sumber panas, serta kulit kering.
Luaran/output yang diharapkan adalah pemeliharaan integritas kulit, penyembuhan luka bakar, dan hidrasi kulit yang adekuat. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup manajemen luka, manajemen kulit kering, dan manajemen suhu untuk mencegah dan mengatasi kerusakan kulit.
Pendekatan ini bertujuan untuk memulihkan integritas kulit pasien, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan serta kesejahteraan pasien. -
Article No. 16717 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Risiko gangguan integritas Paparan suhu tinggi dan Ny. S mengatakan bahwa kulit.kurangnya perlindungan ia memiliki luka bakar di kulit terhadap sumber daerah punggung kaki panas.akibat kecelakaan dan kulit kering dibagian kaki dan perut.Data objektif : Bekas luka Kulit kering di perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah **Diagnosa Keperawatan** beserta penjelasan **SDKI, SLKI, dan SIKI** sesuai standar **Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)** untuk kasus Ny. S dengan risiko gangguan integritas kulit akibat paparan suhu tinggi dan luka bakar:
---
### **Diagnosa Keperawatan**
**Risiko Gangguan Integritas Kulit** *(Risk for Impaired Skin Integrity)*
**Kode SDKI**: **D.0016**
**Definisi (SDKI)**:
Kondimen di mana individu berisiko mengalami perubahan pada epidermis dan/atau dermis yang dapat mengganggu fungsi perlindungan kulit.
**Faktor Risiko pada Ny. S**:
1. Paparan suhu tinggi (luka bakar di punggung kaki).
2. Kulit kering di perut dan kaki.
3. Kurangnya perlindungan terhadap sumber panas.
---
### **SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)**
**Kode SLKI**: **L.1401** – **Integritas Kulit Membaik**
**Kriteria Luaran**:
1. Kulit tetap utuh (*tidak ada lesi baru*).
2. Area luka bakar menunjukkan tanda penyembuhan (*reduksi eritema, tidak ada eksudat*).
3. Kulit kering mengalami hidrasi adekuat (*tekstur kulit lembap, tidak bersisik*).
---
### **SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)**
**Kode SIKI**: **I.14001** – **Perawatan Luka Bakar**
**Intervensi Utama**:
1. **Lindungi area luka bakar** dari trauma/friksasi (*gunakan dressing steril*).
2. **Pantau tanda infeksi** (*kalor, dolor, rubor, tumor, functio laesa*).
3. **Berikan edukasi** tentang:
- Hindari paparan panas berulang.
- Penggunaan pelembap untuk kulit kering (*non-alergenik*).
- Perawatan luka harian (*teknik aseptik*).
**Intervensi Tambahan**:
- **I.11004** (*Manajemen Nyeri*) jika luka bakar menimbulkan nyeri.
- **I.13002** (*Perawatan Kulit Kering*) untuk area perut dan kaki.
---
### **Penjelasan Singkat**
- **SDKI (D.0016)**: Menjelaskan risiko kerusakan kulit akibat faktor eksternal (panas/kekeringan).
- **SLKI (L.1401)**: Target luaran adalah pemulihan integritas kulit.
- **SIKI (I.14001)**: Fokus pada proteksi luka bakar dan perbaikan kulit kering.
**Catatan**: Jika luka bakar sudah terinfeksi, tambahkan diagnosa **Infeksi Luka (D.0024)** dengan intervensi terkait.
Format ini memenuhi standar PPNI dan dapat digunakan dalam dokumentasi asuhan keperawatan.
*(Ditulis dalam format RTF sesuai permintaan, menggunakan bahasa formal dan akademis.)* -
Article No. 16718 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Risiko gangguan integritas Paparan suhu tinggi dan Ny. S mengatakan bahwa kulit.kurangnya perlindungan ia memiliki luka bakar di kulit terhadap sumber daerah punggung kaki panas.akibat kecelakaan dan kulit kering dibagian kaki dan perut.Data objektif : Bekas luka Kulit kering di perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Kode SDKI: 13065
Definisi: Rentan mengalami kerusakan pada epidermis dan/atau dermis, yang dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia)
Kode: 13065
Definisi: Rentan mengalami kerusakan pada epidermis dan/atau dermis, yang dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
Kode: 30028
Definisi: Integritas kulit yang terpelihara, termasuk epidermis dan dermis.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Kode: 80032
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah dan/atau memperbaiki kerusakan pada epidermis dan/atau dermis. -
Article No. 16719 | 04 May 2025
Klinis : Data subjektif : Ny. S mengatakan bahwa ia memiliki pola makan yang kurang seimbang karena sering melewatkan sarapan dan hanya makan sebanyak 2 kali dalam sehari serta tidak mengonsumsi vitamin tambahan. Makanan yang dikonsumsi Ny. S didominasi dengan rasa asin, namun Ny. S tetap rutin mengonsumsi sayur. Data objektif : Berat badan : 60 kg Tinggi badan : 156 cm Pola makan yang kurang seimbang. Kebiasaan pola makan yang tidak teratur Penurunan nafsu makan Kesibukan atau keterbatasan waktu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang relevan dengan kondisi Ny. S berdasarkan data yang diberikan:
### **Diagnosa Keperawatan**
**Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh** *(Kode: D.0016)*
**Definisi:** Asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan metabolik tubuh.
**Data Pendukung:**
1. **Subjektif:**
- Pola makan tidak seimbang (melewatkan sarapan, hanya makan 2x sehari).
- Dominasi makanan asin.
- Tidak mengonsumsi vitamin tambahan.
- Penurunan nafsu makan.
- Kesibukan/keterbatasan waktu.
2. **Objekif:**
- **IMT (Indeks Massa Tubuh):**
\[
\text{IMT} = \frac{\text{Berat Badan (kg)}}{\text{Tinggi Badan (m)}^2} = \frac{60}{1.56^2} = 24,7 \, (\text{Kategori: Overweight})
\]
- Pola makan tidak teratur.
Meskipun IMT Ny. S termasuk kategori *overweight*, pola makan yang tidak seimbang (kurang variasi nutrisi, asupan garam berlebih, dan defisiensi vitamin) dapat memicu risiko gangguan metabolik seperti hipertensi atau malnutrisi mikro.
---
### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**L.0403 – Status Nutrisi**
**Kriteria Evaluasi:**
1. Asupan makanan sesuai kebutuhan (*skor 4–5*).
2. Keseimbangan cairan dan elektrolit (*skor 4–5*).
3. Tidak menunjukkan tanda defisiensi nutrisi (*skor 4–5*).
*(Skala: 1 = sangat buruk, 5 = sangat baik)*
---
### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**I.11012 – Edukasi Nutrisi**
**Tindakan:**
1. Ajarkan pentingnya pola makan seimbang (3x makan utama + 2x selingan).
2. Anjurkan pembatasan asupan garam berlebih.
3. Sarankan konsumsi vitamin atau suplemen jika diperlukan.
4. Bantu klien membuat jadwal makan yang realistis sesuai kesibukan.
**I.11015 – Manajemen Berat Badan**
**Tindakan:**
1. Pantau IMT secara berkala.
2. Berikan konseling tentang diet seimbang untuk mencegah risiko metabolik.
---
### **Rekomendasi**
1. **Kolaborasi dengan ahli gizi** untuk penyusunan menu seimbang.
2. **Pemantauan tekanan darah** (karena konsumsi garam tinggi berisiko hipertensi).
3. **Edukasi tentang *mindful eating*** untuk meningkatkan kesadaran pola makan.
**Referensi:**
- PPNI. (2017). *Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)*.
*(Format RTF dapat disesuaikan sesuai kebutuhan dokumen klinis.)* -
Article No. 16720 | 04 May 2025
Klinis : klien mengatakan pernah mengalami sakit diare dengan frekuensi BAB lebih dari 10 kali semalam dan konsistensi BAB nya cair. Saya mencoba mengatasi dengan minum obat sakit perut yg dijual bebas di warung dan minum air putih yg banyak. Selain itu saya juga mengalami mual mual. Tetapi kondisi saya bukan makin membaik bahkan semakin memburuk. Tubuh saya makin lemas dan tidak bisa makan. Karena kondisi saya makin memburuk akhirnya saya berobat ke UGD dan ditangani dokter jaga. Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa saya terkena diare akut dan menemukan tanda tanda dehidrasi yg disebabkan infeksi bakteri yang serius. Karena kondisi saya yang tidak memungkinkan untuk dirawat dirumah dan indikasi dehidrasi berat maka saya disarankan untuk dirawat inap di rumah sakit. Dirumah sakit saya mendapatkan pengobatan berupa cairan infus untuk mengatasi dehidrasi, antibiotik untuk mengobati infeksi serta obat obat-obatan lain utk mengendalikan diare dan infeksi pada pencernaan. Selama ditangani di ruang perawatan rumah sakit penyakit yang saya alami makin menunjukkan hasil yang baik dan mengarah pada kesembuhan. Akhirnya setelah 3 hari dirawat saya diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat saya. Akhirnya saya bisa sembuh dari diare dan mual mual yang saya derita dengan saran dokter agar makan teratur dan tidak makan yang pedas pedas. Awal mulanya saya terkena diare karena saya telat makan, makan siang yang ada pedasnya dan minum kopi. Obat yang diberikan oralit, diatab (obat mencret), ranitidin (obat lambung).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Diare Akut (00013)
- SDKI: Diare Akut
- Definisi: Pola pengeluaran feses yang cair, frekuensi meningkat, dan volume meningkat, yang berlangsung kurang dari 14 hari.
- SLKI: Manajemen Diare
- SIKI: Manajemen Diare
2. Diagnosa Keperawatan: Risiko Dehidrasi (00028)
- SDKI: Risiko Dehidrasi
- Definisi: Berisiko mengalami kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan, yang dapat mengganggu fungsi fisiologis.
- SLKI: Manajemen Cairan
- SIKI: Manajemen Cairan
3. Diagnosa Keperawatan: Mual (00134)
- SDKI: Mual
- Definisi: Perasaan tidak nyaman yang dapat menyebabkan dorongan untuk muntah.
- SLKI: Manajemen Mual dan Muntah
- SIKI: Manajemen Mual dan Muntah
4. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas (00092)
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan, disebabkan oleh keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI: Peningkatan Toleransi Aktivitas
- SIKI: Peningkatan Toleransi Aktivitas
Dalam kasus ini, klien mengalami diare akut, risiko dehidrasi, mual, dan intoleransi aktivitas akibat infeksi bakteri yang serius. Penanganan yang dilakukan di rumah sakit, yaitu pemberian cairan infus, antibiotik, dan obat-obatan lain untuk mengatasi diare dan infeksi, telah menunjukkan hasil yang baik dan mengarah pada kesembuhan.