Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22910 | 20 Nov 2025
Klinis : Seorang wanita , usia 47 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis diabetes melitus, telah diberikan terapi insulin . Saat pengkajian didapat keluhan banyak keluar air keringat, gemetar dan mual muntah, selera makanmenurun. Apakah masalah keracunan yang terjadi pada kasus diatas? a. Perubahan perfusi cerebral b. Resiko kekurangan volume cairan c. Resiko tinggi cidera d. Kecukupan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh e. Gangguan rasa nyaman
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipoglikemia akibat insulin
Kode ICD-10: E16.0
Deskripsi Singkat : Kode E16.0 mengacu pada 'Hipoglikemia obat tanpa koma', yang secara tepat menggambarkan kondisi pasien. Pasien dengan diabetes melitus yang dirawat dan mendapatkan terapi insulin berisiko mengalami hipoglikemia, yaitu suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) turun di bawah batas normal. Gejala yang dialami pasien, seperti banyak berkeringat, gemetar, mual, muntah, dan penurunan selera makan, merupakan manifestasi klinis klasik dari hipoglikemia. Gejala-gejala ini terutama disebabkan oleh respons sistem saraf otonom (adrenergik) tubuh terhadap kadar gula yang rendah. Dalam konteks ini, masalah keracunan yang terjadi bukanlah keracunan dari zat asing, melainkan efek samping atau komplikasi dari terapi insulin yang menyebabkan penurunan gula darah yang berlebihan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi hipoglikemia berat yang membahayakan, termasuk penurunan kesadaran. Oleh karena itu, kode ini mengklasifikasikan komplikasi spesifik dari pengobatan diabetes.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22911 | 20 Nov 2025
Klinis : pasien merasa tidak nyaman karna kehamilan trimester 2 karna perut nya yang sudah membersar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau menggambarkan kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat dan intensitasnya ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08039
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08039 berfokus pada Manajemen Nyeri. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk mengontrol dan mengurangi nyeri yang dialami pasien. Luaran yang diharapkan meliputi beberapa aspek kunci. Pertama, pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis yang tepat untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, atau kompres. Kedua, pasien melaporkan bahwa nyeri telah berkurang atau terkontrol dengan baik, yang dapat diukur menggunakan skala nyeri. Ketiga, tanda-tanda vital pasien kembali dalam rentang normal yang menunjukkan berkurangnya stres fisiologis akibat nyeri. Keempat, pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, mampu beristirahat, dan tidak lagi gelisah. Kelima, pasien memahami dan mematuhi regimen farmakologis yang diberikan jika ada, termasuk dosis dan waktu pemberian. Secara keseluruhan, luaran ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, memulihkan fungsi tubuh yang terganggu akibat nyeri, dan meningkatkan kemampuan pasien dalam berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari atau perawatan kehamilannya tanpa hambatan signifikan dari rasa tidak nyaman.
Kode SIKI: I.08075
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08075 adalah Manajemen Nyeri. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri akut yang dialami pasien, dalam hal ini akibat perubahan tubuh selama kehamilan trimester kedua. Intervensi dimulai dengan penilaian komprehensif, termasuk menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala 0-10, kualitas, durasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan), serta mengobservasi respons fisiologis dan perilaku terhadap nyeri. Perawat kemudian akan mengajarkan dan mendorong pasien untuk menggunakan teknik non-farmakologis yang aman untuk ibu hamil, seperti memposisikan tubuh dengan benar (misalnya tidur miring ke kiri untuk meningkatkan sirkulasi), menggunakan bantal penyangga, melakukan teknik relaksasi napas dalam, melakukan distraksi seperti mendengarkan musik atau membaca, serta memberikan kompres hangat (dengan hati-hati dan sesuai anjuran bidan atau dokter) pada area punggung yang sakit. Perawat juga berkolaborasi dengan bidan atau dokter untuk pemberian analgesik yang aman bagi kehamilan jika metode non-farmakologis tidak cukup, dan memastikan pasien memahami regimen pengobatan tersebut. Lingkungan yang tenang dan nyaman juga diatur untuk mendukung istirahat pasien. Edukasi merupakan komponen krusial; perawat memberikan penjelasan tentang penyebab normal ketidaknyamanan ini akibat pertumbuhan rahim dan peregangan ligamentum, yang membantu mengurangi kecemasan. Perawat juga akan memantau efektivitas intervensi yang diberikan dengan mengevaluasi kembali skala nyeri dan respons pasien, serta mendokumentasikan semua temuan dan tindakan secara akurat. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya menargetkan sensasi fisik tetapi juga aspek psikologis, dengan tujuan akhir memulihkan kenyamanan dan memungkinkan pasien menikmati masa kehamilannya.
-
Article No. 22912 | 20 Nov 2025
Klinis : pasien merasa tidak nyaman karna kehamilan trimester 2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester Kedua
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Ketidaknyamanan
Kode SLKI: 1388
Deskripsi : Manajemen Ketidaknyamanan
Kode SIKI: 3541
Deskripsi : Monitor Tingkat Ketidaknyamanan
Penjelasan Lengkap:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Ketidaknyamanan (0026)
Diagnosa keperawatan "Ketidaknyamanan" didefinisikan sebagai persepsi individu atas perasaan tidak nyaman yang tidak dapat diungkapkan secara spesifik. Pada konteks kehamilan trimester kedua, ketidaknyamanan ini merupakan respons fisiologis dan psikologis yang umum terjadi akibat perubahan dramatis dalam tubuh ibu. Defisinya terletak pada ketidakmampuan pasien untuk mengungkapkan atau mengelola sensasi tidak nyaman yang dialami, yang dapat berdampak pada kualitas hidup, pola tidur, aktivitas sehari-hari, dan kesejahteraan emosionalnya. Perubahan fisik seperti pembesaran uterus yang signifikan mulai menyebabkan tekanan pada organ-organ sekitarnya, memicu keluhan seperti nyeri punggung bawah, nyeri ligamentum rotundum, heartburn (rasa panas di ulu hati), konstipasi, dan varises. Selain itu, peningkatan hormon kehamilan dapat menyebabkan hidung tersumbat, gusi berdarah, dan perubahan kulit. Sensasi-sensasi ini, meskipun seringkali normal, dapat menjadi sumber stres dan kecemasan jika tidak dikelola dengan baik, sehingga memerlukan intervensi keperawatan untuk meminimalkan dampaknya dan meningkatkan rasa nyaman serta kontrol diri pasien.
Luaran Keperawatan (SLKI): Manajemen Ketidaknyamanan (1388)
Luaran keperawatan "Manajemen Ketidaknyamanan" merujuk pada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dalam mengidentifikasi, memodifikasi, dan mengatasi sumber ketidaknyamanannya. Tujuan akhir dari luaran ini adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien, yang ditandai dengan penurunan skala nyeri/non-nyeri, peningkatan kemampuan untuk beristirahat dan tidur, serta peningkatan partisipasi dalam aktivitas yang diinginkan. Dalam manajemen ketidaknyamanan pada kehamilan, perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan pemberi dukungan. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada keluhan fisik tetapi juga aspek psikologis. Keberhasilan luaran ini diukur melalui indikator seperti klien melaporkan penurunan keluhan, menunjukkan ekspresi wajah yang rileks, mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk meredakan ketidaknyamanan (seperti posisi tubuh yang tepat atau relaksasi), dan mengungkapkan perasaan mampu mengontrol situasi. Dengan demikian, luaran ini bertransformasi dari keadaan tidak nyaman menjadi keadaan dimana ibu hamil merasa lebih berdaya dan nyaman menjalani proses kehamilannya.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Monitor Tingkat Ketidaknyamanan (3541)
Intervensi keperawatan "Monitor Tingkat Ketidaknyamanan" adalah sebuah tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik, intensitas, faktor pencetus, dan faktor pereda dari ketidaknyamanan yang dialami pasien. Pada ibu hamil trimester kedua, pemantauan ini sangat krusial karena keluhan dapat sangat bervariasi dan dinamis seiring dengan pertumbuhan janin. Intervensi ini melibatkan lebih dari sekadar menanyakan "apakah sakit?". Perawat harus melakukan asesmen komprehensif dengan menggunakan alat ukur seperti skala nyeri (jika applicable), menanyakan lokasi, kualitas, durasi, dan waktu munculnya ketidaknyamanan. Misalnya, membedakan antara nyeri ligamentum rotundum (nyeri tajam di perut bagian bawah) dengan nyeri punggung akibat perubahan postur. Perawat juga memantau tanda-tanda vital dan perilaku non-verbal seperti ekspresi wajah, postur tubuh, dan gelisah yang dapat mengindikasikan tingkat keparahan ketidaknyamanan. Selain itu, intervensi ini mencakup memantau efektivitas dari strategi penanganan yang telah diberikan, apakah teknik relaksasi atau modifikasi posisi sudah memberikan perbaikan. Data dari pemantauan ini menjadi dasar untuk mengevaluasi luaran dan menyesuaikan rencana intervensi selanjutnya, memastikan bahwa perawatan yang diberikan benar-benar responsif terhadap kebutuhan pasien yang terus berubah.
-
Article No. 22913 | 20 Nov 2025
Klinis : ibu trimester 2 merasa perutnya tidak nyaman karna semakin membesar
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester Kedua
Kode ICD-10: O26.87
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan perasaan tidak nyaman di perut yang dialami oleh ibu hamil pada trimester kedua (minggu 13 hingga 28), yang secara langsung terkait dengan pertumbuhan dan pembesaran rahim yang progresif. Kode ICD-10 O26.87 secara spesifik mengklasifikasikan "Ketidaknyamanan pada kehamilan trimester kedua". Pembesaran rahim menyebabkan peregangan pada ligamen penopang (seperti ligamen rotundum), pergeseran pusat gravitasi tubuh, dan tekanan pada organ-organ di sekitarnya seperti usus dan kandung kemih. Hal ini dapat memicu berbagai sensasi tidak nyaman, termasuk rasa berat, sesak, tarikan, atau nyeri tumpul di daerah perut dan panggul. Kode ini berada dalam bab "Kehamilan, Persalinan dan Nifas" (O00-O9A) dan memerlukan kode tambahan dari kategori Z3A untuk menyatakan usia kehamilan yang tepat dalam minggu, misalnya Z3A.17 untuk usia kehamilan 17 minggu. Penggunaan kode ini tepat untuk mendokumentasikan keluhan umum yang wajar terjadi selama kehamilan dan bukan merupakan indikasi dari komplikasi yang lebih serius seperti kontraksi persalinan prematur atau solusio plasenta.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22914 | 20 Nov 2025
Klinis : ibu trimester 2 merasa perutnya tidak nyaman karna semakin membesar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ibu Hamil Trimester 2 dengan Ketidaknyamanan Fisik
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Kenyamanan
Kondisi: Ibu Hamil Trimester 2 dengan Ketidaknyamanan Fisik
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Kelelahan
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi
Kode SIKI: 1610
Deskripsi : Peningkatan Istirahat
-
Article No. 22867 | 19 Nov 2025
Klinis : Masalah keperawatan yang Kedua yang diidentifikasi pada klien adalah ketidakefektifan manajemen kesehatan, yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan, pola hidup tidak sehat, dan persepsi yang keliru terhadap kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan klien yang tidak memiliki kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan cenderung mengabaikan gejala ringan seperti nyeri haid atau perdarahan tidak teratur yang dianggap hal biasa. Selain itu, klien jarang berolahraga, tidak menyukai aktivitas fisik, serta memiliki pola makan sehari-hari yang didominasi oleh makanan cepat saji dengan konsumsi sayur dan buah yang sangat minim. Klien belum memahami pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit, serta tidak menyadari hubungan pola hidup tersebut dengan risiko kanker endometrium. Setelah didiagnosis, klien menunjukkan reaksi emosional berupa kecemasan, ketakutan, dan penolakan terhadap hasil pemeriksaan, bahkan sempat meragukan diagnosis dan mencari informasi dari sumber tidak resmi. Kondisi ini mencerminkan adanya persepsi keliru terhadap kesehatan, ditandai dengan denial, kebingungan dalam memahami proses penyakit, serta keterbatasan pengetahuan mengenai mekanisme terjadinya kanker endometrium, faktor risiko, dan konsekuensi jangka panjang bila tidak ditangani.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan adalah suatu kondisi di mana seorang individu, keluarga, atau komunitas mengalami kegagalan dalam mengintegrasikan dan melaksanakan program terapeutik untuk menangani kondisi kesehatan dan proses kehidupan. Pada kasus ini, kondisi ini berhubungan langsung dengan kurangnya pengetahuan, pola hidup tidak sehat, dan persepsi yang keliru terhadap kesehatan. Klien menunjukkan ketidakmampuan untuk terlibat secara aktif dalam perilaku yang mendukung kesehatan, seperti menjalani pemeriksaan rutin, mengadopsi pola makan sehat, dan berolahraga secara teratur. Bukti konkretnya adalah pernyataan klien yang mengabaikan gejala seperti nyeri haid dan perdarahan tidak teratur, serta pola hidup sedentari dan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi. Persepsi keliru ditunjukkan dengan penolakan (denial) terhadap diagnosis, kecemasan, dan pencarian informasi dari sumber yang tidak terpercaya, yang semakin menghambat kemampuannya untuk mengelola kesehatannya secara efektif. Defisit utama yang mendasari diagnosis ini adalah defisit pengetahuan mengenai proses penyakit, faktor risiko, dan pentingnya pencegahan, serta defisit keterampilan koping dalam menerima diagnosis yang mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03153
Deskripsi : SLKI L.03153 berfokus pada meningkatkan manajemen kesehatan mandiri klien. Tujuannya adalah agar klien dapat mendemonstrasikan pemahaman dan perilaku yang diperlukan untuk mengelola kesehatannya secara efektif. Luaran yang diharapkan mencakup beberapa aspek kritis. Pertama, klien diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor risiko pribadi yang berkontribusi terhadap kondisi kesehatannya, khususnya hubungan antara pola hidup tidak sehat (kurang aktivitas fisik, diet tidak seimbang, dan mengabaikan gejala) dengan risiko kanker endometrium. Kedua, klien harus mampu menyatakan penerimaan terhadap diagnosis dan kondisi kesehatannya, menggeser respons dari denial dan penolakan menjadi penerimaan yang konstruktif. Ketiga, klien perlu mengungkapkan pemahaman tentang proses penyakit, termasuk mekanisme terjadinya kanker endometrium, pentingnya pengobatan, dan konsekuensi jangka panjang jika tidak ditangani. Keempat, sebagai tindakan nyata, klien diharapkan dapat membuat dan berkomitmen pada rencana untuk memodifikasi pola hidup, seperti menjadwalkan olahraga ringan, meningkatkan asupan sayur dan buah, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Kelima, klien harus mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi kesehatan yang valid dan dapat dipercaya, serta berhenti bergantung pada sumber tidak resmi yang dapat menyesatkan. Pencapaian luaran ini akan menjadi indikator bahwa manajemen kesehatan klien bergerak dari kondisi tidak efektif menuju efektif.
Kode SIKI: I.03320
Deskripsi : SIKI I.03320 mencakup serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani ketidakefektifan manajemen kesehatan. Intervensi ini dirancang untuk mengatasi defisit pengetahuan, memperbaiki persepsi yang keliru, dan memfasilitasi perubahan perilaku. Intervensi pertama adalah memberikan pendidikan kesehatan yang komprehensif dan mudah dipahami. Perawat akan menjelaskan secara detail tentang kanker endometrium, termasuk definisi, faktor risiko (seperti obesitas, pola makan, dan ketidakseimbangan hormon), proses perkembangan penyakit, pilihan pengobatan yang tersedia, dan prognosisnya. Penjelasan ini harus disampaikan dengan bahasa yang empatik dan jelas untuk mengurangi kebingungan. Intervensi kedua adalah memfasilitasi klien untuk mengekspresikan perasaannya, termasuk ketakutan, kecemasan, dan penolakan. Dengan menciptakan lingkungan terapeutik, perawat dapat membantu klien memproses emosi negatifnya dan secara bertahap beralih ke penerimaan. Intervensi ketiga adalah melibatkan klien dalam perencanaan perawatan. Perawat akan berkolaborasi dengan klien untuk menyusun jadwal pemeriksaan kesehatan rutin, merencanakan modifikasi diet dengan melibatkan ahli gizi jika diperlukan, dan menetapkan target aktivitas fisik yang realistis dan dapat dicapai, seperti jalan kaki 15-20 menit per hari. Intervensi keempat adalah melatih klien keterampilan koping yang adaptif, seperti teknik relaksasi untuk mengelola kecemasan dan cara mencari informasi dari sumber yang kredibel seperti tenaga kesehatan atau situs web medis terpercaya. Intervensi kelima adalah memberikan dukungan dan penguatan positif untuk setiap kemajuan kecil yang ditunjukkan klien, yang akan meningkatkan motivasi dan kepercayaan dirinya dalam mengelola kesehatannya. Melalui intervensi-intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan ini, diharapkan klien dapat mengembangkan kemandirian dan efektivitas dalam manajemen kesehatannya.
-
Article No. 22868 | 19 Nov 2025
Klinis : Masalah keperawatan yang Kedua yang diidentifikasi pada klien adalah ketidakefektifan manajemen kesehatan, yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan, pola hidup tidak sehat, dan persepsi yang keliru terhadap kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan klien yang tidak memiliki kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan cenderung mengabaikan gejala ringan seperti nyeri haid atau perdarahan tidak teratur yang dianggap hal biasa. Selain itu, klien jarang berolahraga, tidak menyukai aktivitas fisik, serta memiliki pola makan sehari-hari yang didominasi oleh makanan cepat saji dengan konsumsi sayur dan buah yang sangat minim. Klien belum memahami pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit, serta tidak menyadari hubungan pola hidup tersebut dengan risiko kanker endometrium. Setelah didiagnosis, klien menunjukkan reaksi emosional berupa kecemasan, ketakutan, dan penolakan terhadap hasil pemeriksaan, bahkan sempat meragukan diagnosis dan mencari informasi dari sumber tidak resmi. Kondisi ini mencerminkan adanya persepsi keliru terhadap kesehatan, ditandai dengan denial, kebingungan dalam memahami proses penyakit, serta keterbatasan pengetahuan mengenai mekanisme terjadinya kanker endometrium, faktor risiko, dan konsekuensi jangka panjang bila tidak ditangani.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan manajemen kesehatan adalah suatu keadaan di mana seorang individu, keluarga, atau komunitas mengalami kegagalan dalam mengintegrasikan dan melaksanakan program terapeutik untuk menangani kondisi kesehatan dan proses kehidupan. Pada kasus ini, kondisi ini berhubungan erat dengan kurangnya pengetahuan, pola hidup tidak sehat, dan persepsi yang keliru terhadap kesehatan. Klien menunjukkan ketidakmampuan untuk mengenali pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, mengabaikan gejala seperti nyeri haid dan perdarahan tidak teratur, serta mempertahankan gaya hidup sedentari dan pola makan yang tidak seimbang. Ketidaktahuan mengenai hubungan antara pola hidupnya dengan risiko kanker endometrium semakin memperparah kondisi ini. Setelah diagnosis ditegakkan, respons emosional seperti kecemasan, ketakutan, dan penolakan (denial) menunjukkan ketidaksiapan klien dalam menerima dan mengelola kondisi kesehatannya, yang merupakan inti dari ketidakefektifan manajemen kesehatan ini. Defisit utama terletak pada ranah kognitif (pengetahuan), afektif (persepsi dan penerimaan), dan perilaku (pola hidup).
Kode SLKI: L.03142
Deskripsi : Luaran yang diharapkan dari SLKI L.03142 adalah "Manajemen Kesehatan: Tindakan Terapeutik" dimana klien mampu mencapai tingkat kemandirian yang lebih baik dalam mengelola kesehatannya. Secara spesifik, luaran ini bertujuan untuk mengubah perilaku klien dari kondisi ketidakefektifan menjadi efektif. Target luaran mencakup beberapa aspek kritis. Pertama, klien diharapkan dapat mengidentifikasi dan menyadari faktor risiko pribadi yang berkontribusi terhadap penyakitnya, khususnya pola makan tinggi lemak dan rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, serta pengabaian terhadap gejala awal. Kedua, klien harus mampu mendemonstrasikan pemahaman yang benar mengenai proses penyakit kanker endometrium, termasuk faktor risiko, mekanisme terjadinya, dan pentingnya deteksi dini. Ketiga, klien diharapkan mulai mengadopsi perilaku sehat, seperti meningkatkan konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan cepat saji, dan memasukkan aktivitas fisik ringan ke dalam rutinitas harian. Keempat, klien dapat mengungkapkan penerimaan terhadap diagnosis dan menunjukkan kemauan untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam menjalani rencana terapi, serta berhenti mencari informasi dari sumber yang tidak terpercaya. Pencapaian luaran ini diukur melalui peningkatan skor pada skala perilaku kesehatan, dimana diharapkan klien dapat bergerak dari tingkat ketergantungan penuh menuju kemandirian dalam mengelola kesehatannya.
Kode SIKI: I.05257
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.05257, yang dikenal sebagai "Manajemen Kesehatan", adalah serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk membantu klien dalam mengidentifikasi, memperoleh, dan memanfaatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai kesehatan yang optimal dan mengelola kondisi penyakitnya. Intervensi ini bersifat komprehensif dan mencakup beberapa aksi keperawatan utama yang disesuaikan dengan kondisi klien. Pertama, perawat akan melakukan edukasi kesehatan yang terstruktur dan individual. Ini meliputi penjelasan yang jelas dan mudah dipahami mengenai kanker endometrium, dimulai dari anatomi fisiologi normal sistem reproduksi, faktor risiko (seperti obesitas, pola makan, dan ketidakseimbangan hormon), hingga pentingnya deteksi dini dan pengobatan. Edukasi ini harus dilakukan dengan bahasa yang empatik dan menghindari kesan menakut-nakuti. Kedua, perawat perlu memfasilitasi klien dalam mengembangkan keterampilan koping yang adaptif untuk mengatasi kecemasan, ketakutan, dan penolakan. Teknik seperti deep breathing, distraksi, atau mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya secara terbuka dapat sangat membantu. Ketiga, perawat akan membantu klien dalam menetapkan tujuan perubahan gaya hidup yang realistis dan dapat dicapai, misalnya dengan menyusun jadwal olahraga ringan (seperti jalan kaki 15 menit sehari) atau merencanakan menu makan dengan porsi sayur yang lebih banyak. Keempat, perawat berperan sebagai fasilitator untuk memastikan klien terhubung dengan sistem pendukung yang tepat, baik itu keluarga, kelompok support, atau tenaga kesehatan profesional lainnya. Kelima, perawat akan memberdayakan klien dengan mengajarkan cara memantau tanda dan gejala, serta kapan harus melaporkannya kepada dokter. Melalui intervensi ini, perawat tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kemitraan dengan klien untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandiriannya dalam menjalani proses pengobatan dan pencegahan lebih lanjut.
-
Article No. 22869 | 19 Nov 2025
Klinis : pola nafas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan PPNI
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman mendalam tentang Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah esensial untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis bukti. Ketiga standar ini merupakan pilar utama dalam proses keperawatan, memastikan konsistensi dan kualitas pelayanan.
Dalam kasus pasien dengan kondisi "pola nafas tidak efektif", kita akan menguraikan diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan sesuai dengan standar PPNI.
1. Diagnosis Keperawatan (SDKI)
Article No. 22870 | 19 Nov 2025
Klinis : Sesak nafas RR 24x per menit. Cianosis, lemah, batuk berdahak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perbaikan Bersihan Jalan Napas. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Klien menunjukkan bunyi napas bersih (vesikuler) tanpa suara tambahan seperti mengi, ronki, atau stridor. 2) Klien mampu mengeluarkan sekret (dahak) secara efektif, baik secara mandiri maupun dengan bantuan. 3) Frekuensi pernapasan (RR) dalam rentang normal yang diharapkan sesuai usia, yaitu 16-20 kali per menit untuk dewasa. 4) Tidak terdapat tanda-tanda sianosis (kebiruan pada kulit dan membran mukosa) dan dyspnea (sesak napas). 5) Nilai oksimetri nadi (SpO2) dalam rentang normal (≥95%). 6) Klien menunjukkan pola batuk yang efektif untuk mengeluarkan sekresi. 7) Ekspansi dada simetris dan adekuat.
Kode SIKI: 1220
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk memastikan jalan napas tetap paten dan bersih. Intervensi ini meliputi: 1) Memonitor status pernapasan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas, serta adanya bunyi napas tambahan. 2) Memposisikan klien untuk memaksimalkan pertukaran gas, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 3) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam untuk membantu mobilisasi sekret. 4) Mengajarkan dan mendorong batuk efektif serta latihan napas dalam. 5) Melakukan suction atau penghisapan lendir dari jalan napas jika klien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. 6) Memberikan terapi oksigen sesuai program medis untuk mengatasi hipoksia dan sianosis. 7) Memonitor analisa gas darah dan saturasi oksigen secara berkala. 8) Memberikan hidrasi yang adekuat (cairan per oral atau intravena) untuk mengencerkan sekret, kecuali terdapat kontraindikasi. 9) Memberikan nebulizer atau obat inhaler sesuai resep dokter untuk membuka jalan napas. 10) Mengajarkan klien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan jalan napas dan kapan harus meminta bantuan.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Kelebihan dan/atau kekurangan karbon dioksida dan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Perbaikan Pertukaran Gas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Klien menunjukkan saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (≥95%) tanpa bantuan oksigen atau dengan dosis oksigen yang semakin berkurang. 2) Analisa gas darah menunjukkan nilai dalam batas normal (PaO2 80-100 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg, pH 7.35-7.45). 3) Tidak terdapat tanda-tanda klinis hipoksia seperti sianosis, gelisah, atau penurunan kesadaran. 4) Frekuensi pernapasan dan irama napas dalam rentang normal. 5) Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami sesak napas (dispneu). 6) Status mental klien tetap baik dan orientasi terhadap lingkungan tidak terganggu.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan pertukaran gas. Tindakan ini mencakup: 1) Memantau status pernapasan secara ketat dan terus-menerus, termasuk observasi terhadap penggunaan otot bantu napas. 2) Memberikan terapi oksigen sesuai program medis dan memonitor efektivitasnya. 3) Memonitor hasil analisa gas darah dan saturasi oksigen secara serial untuk mengevaluasi kemajuan atau deteriorasi kondisi. 4) Melatih dan mendorong klien untuk melakukan napas dalam dan batuk efektif secara berkala. 5) Membantu dan mengajarkan teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk mencegah kolapsnya jalan napas kecil. 6) Memposisikan klien dengan posisi yang memudahkan pernapasan, seperti duduk dan condong ke depan. 7) Mengatur jadwal aktivitas dan istirahat untuk menghemat energi dan mencegah kelelahan yang dapat memperburuk sesak napas. 8) Memantau status cairan dan elektrolit untuk menjaga keseimbangan yang optimal bagi fungsi paru. 9) Melakukan kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai resep. 10) Memberikan edukasi kepada klien dan keluarga mengenai kondisi, pengobatan, dan strategi untuk mencegah kekambuhan.
Article No. 22871 | 19 Nov 2025
Klinis : Risiko infeksi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkat terhadap invasi dan multiplikasi patogen.
Kode SLKI: 1930
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan keperawatan untuk membantu pasien dan/atau orang terdekat dalam mencegah atau mengurangi risiko infeksi. Tindakan ini mencakup serangkaian intervensi yang sistematis dan proaktif yang bertujuan untuk memutus rantai penularan infeksi. Perawat bertanggung jawab untuk memastikan penerapan prinsip-prinsip steril dan aseptik dalam semua aspek perawatan. Tindakan dimulai dengan pengkajian faktor risiko individu pasien, seperti status imunologi, integritas kulit dan membran mukosa, adanya alat invasif (seperti kateter, infus, atau selang endotrakeal), serta kondisi lingkungan. Selanjutnya, perawat melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mencuci tangan dengan teknik yang benar menggunakan sabun dan air mengalir atau hand rub berbasis alkohol, baik sebelum makan, setelah menggunakan toilet, maupun setelah kontak dengan permukaan yang berpotensi terkontaminasi. Perawat juga mengajarkan etika batuk yang benar, yaitu dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan baju bagian dalam, untuk mencegah penyebaran droplet. Dalam konteks perawatan luka, perawat memastikan teknik perawatan luka yang steril untuk mencegah kontaminasi dan mempromosikan penyembuhan. Pemantauan tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, dilakukan secara rutin untuk deteksi dini kemungkinan infeksi. Perawat juga bertugas memelihara kebersihan lingkungan sekitar pasien, termasuk pembersihan tempat tidur dan peralatan medis yang digunakan. Bagi pasien dengan risiko tinggi, tindakan isolasi mungkin diperlukan sesuai dengan jenis penularan infeksinya. Pemberian nutrisi yang adekuat dan seimbang juga menjadi bagian dari intervensi untuk mendukung sistem imun pasien. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan dengan memantau tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, pus, atau demam, serta dengan menilai pemahaman dan kepatuhan pasien serta keluarga terhadap langkah-langkah pencegahan yang telah diajarkan.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Tindakan evaluasi untuk memastikan efektivitas upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Evaluasi ini bersifat komprehensif dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa standar perawatan telah tercapai dan risiko infeksi dapat diminimalisir. Proses evaluasi dimulai dengan memantau status klinis pasien, di mana perawat mengobservasi secara cermat apakah terdapat tanda-tanda awal infeksi seperti eritema (kemerahan), kalor (panas), dolor (nyeri), tumor (pembengkakan), atau fungsio laesa (gangguan fungsi) pada area yang berisiko, misalnya sekitar luka atau tempat pemasangan alat invasif. Pengukuran suhu tubuh yang teratur merupakan indikator kunci; suhu yang tetap dalam rentang normal menunjukkan tidak adanya respons sistemik terhadap infeksi. Perawat juga mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium, seperti hitung leukosit (sel darah putih) dan laju endap darah (LED), yang dapat memberikan gambaran objektif tentang ada tidaknya proses infeksi dalam tubuh. Aspek lain yang dievaluasi adalah kepatuhan terhadap protokol pencegahan infeksi. Perawat mengamati dan memvalidasi apakah pasien serta keluarga telah menerapkan cuci tangan dengan teknik dan pada waktu yang tepat. Evaluasi terhadap teknik perawatan luka juga dilakukan untuk memastikan bahwa prinsip aseptik tidak dilanggar selama prosedur. Selain itu, perawat menilai kondisi lingkungan, memastikan bahwa kebersihan ruangan dan peralatan medis terjaga. Jika tindakan isolasi diterapkan, evaluasi mencakup efektivitas isolasi dalam mencegah penularan serta dampaknya terhadap kenyamanan psikologis pasien. Perawat juga mengevaluasi pemahaman pasien dan keluarga melalui tanya jawab atau demonstrasi ulang mengenai langkah-langkah pencegahan infeksi yang telah diajarkan. Hasil evaluasi ini kemudian didokumentasikan secara rinci dan digunakan untuk menentukan apakah tujuan asuhan keperawatan telah tercapai, atau apakah diperlukan modifikasi dalam rencana perawatan. Tindakan evaluasi yang teliti ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan keselamatan pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280