Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16880 | 07 May 2025
Klinis : Beresiko Berhubungan Dengan Kurang Terpupar Informasi (D.0099) Ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. diabetes
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
D.0099 Risiko Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Definisi SDKI:
Risiko ketidakmampuan individu atau keluarga untuk mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Definisi SLKI:
Risiko ketidakmampuan individu atau keluarga untuk mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Definisi SIKI:
Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi risiko ketidakmampuan individu atau keluarga dalam mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Penjelasan:
Pada kondisi di mana keluarga memiliki ketidakmampuan dalam merawat anggota keluarga yang sakit diabetes, diagnosa keperawatan yang tepat adalah "Risiko Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan". Ini menunjukkan adanya risiko bahwa individu atau keluarga tidak dapat mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan anggota keluarga yang sakit diabetes.
Perawat perlu melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SIKI untuk mencegah atau mengatasi risiko tersebut, seperti memberikan edukasi tentang manajemen diabetes, membantu keluarga dalam merencanakan perawatan, dan memfasilitasi dukungan dari tenaga kesehatan lain jika diperlukan. -
Article No. 16881 | 07 May 2025
Klinis : Beresiko Berhubungan Dengan Kurang Terpupar Informasi (D.0099) Ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. diabetes
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi "Beresiko Berhubungan dengan Kurang Terpapari Informasi (D.0099)" dan "Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit, diabetes":
Diagnosa Keperawatan:
1. Beresiko Berhubungan dengan Kurang Terpapari Informasi (D.0099)
- Definisi: Adanya kemungkinan untuk terkena masalah kesehatan atau keselamatan yang disebabkan oleh kurangnya paparan atau akses terhadap informasi yang dibutuhkan.
2. Ketidakmampuan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Sakit, Diabetes (D.1307)
- Definisi: Ketidakmampuan keluarga untuk melakukan tindakan perawatan yang dibutuhkan oleh anggota keluarga yang sakit, diabetes.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Beresiko Berhubungan dengan Kurang Terpapari Informasi (D.0099)
- Kode: D.0099
- Definisi: Adanya kemungkinan untuk terkena masalah kesehatan atau keselamatan yang disebabkan oleh kurangnya paparan atau akses terhadap informasi yang dibutuhkan.
2. Ketidakmampuan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Sakit, Diabetes (D.1307)
- Kode: D.1307
- Definisi: Ketidakmampuan keluarga untuk melakukan tindakan perawatan yang dibutuhkan oleh anggota keluarga yang sakit, diabetes.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pengetahuan Kesehatan Masyarakat (L.1215)
- Kode: L.1215
- Definisi: Tingkat pemahaman individu, keluarga, atau masyarakat tentang konsep-konsep kesehatan.
2. Perilaku Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Sakit (L.1211)
- Kode: L.1211
- Definisi: Tindakan yang dilakukan oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang sakit.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Edukasi Kesehatan (I.0085)
- Kode: I.0085
- Definisi: Proses pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi adopsi perilaku kesehatan.
2. Dukungan Keluarga (I.0063)
- Kode: I.0063
- Definisi: Bantuan yang diberikan oleh keluarga dalam bentuk emosional, informasi, instrumental, dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang sakit.
Dalam konteks kondisi "Beresiko Berhubungan dengan Kurang Terpapari Informasi (D.0099)" dan "Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit, diabetes", perawat perlu memberikan intervensi keperawatan yang berfokus pada edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga, serta memberikan dukungan keluarga agar mereka mampu merawat anggota keluarga yang sakit, diabetes dengan baik. -
Article No. 16882 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan maag masih ngga enak dan mood sedang baik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien dengan keluhan maag yang masih tidak enak dan mood sedang baik:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 00002
Judul: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 1017
Judul: Status Nutrisi
Definisi: Kondisi tubuh yang disebabkan oleh intake, absorbsi, dan/atau penggunaan nutrisi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 1803
Judul: Manajemen Nutrisi
Definisi: Pengaturan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Dalam konteks ini, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, saya menyarankan agar pasien dapat meningkatkan asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya untuk mengatasi keluhan maag yang masih terasa tidak enak. Selain itu, pasien juga dapat mempertahankan mood yang sedang baik untuk mendukung proses penyembuhan. -
Article No. 16883 | 07 May 2025
Klinis : koping komunitas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan untuk kondisi "koping komunitas tidak efektif":
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi "koping komunitas tidak efektif" adalah "Ketidakefektifan Koping Komunitas". Definisi dari diagnosa ini adalah "Kemampuan komunitas yang tidak memadai untuk memodifikasi lingkungan atau metode mengatasi masalah-masalah kesehatan dalam komunitas tersebut". Tanda dan gejala yang dapat teridentifikasi pada diagnosa ini antara lain:
1. Anggota komunitas tidak mampu mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di komunitasnya.
2. Anggota komunitas tidak mampu menentukan prioritas penanganan masalah kesehatan di komunitasnya.
3. Anggota komunitas tidak mampu menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mengatasi masalah kesehatan di komunitasnya.
4. Anggota komunitas tidak mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait masalah kesehatan di komunitasnya.
5. Anggota komunitas tidak mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi upaya promosi kesehatan di komunitasnya.
Luaran/Output yang diharapkan SLKI:
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan luaran/output yang akan tercapai adalah "Efektivitas Koping Komunitas". Definisi dari luaran ini adalah "Kemampuan komunitas untuk memodifikasi lingkungan atau metode mengatasi masalah-masalah kesehatan dalam komunitas tersebut". Indikator keberhasilan dari luaran ini antara lain:
1. Anggota komunitas mampu mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di komunitasnya.
2. Anggota komunitas mampu menentukan prioritas penanganan masalah kesehatan di komunitasnya.
3. Anggota komunitas mampu menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mengatasi masalah kesehatan di komunitasnya.
4. Anggota komunitas mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait masalah kesehatan di komunitasnya.
5. Anggota komunitas mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi upaya promosi kesehatan di komunitasnya.
Intervensi Keperawatan SIKI:
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Asesmen Komunitas
- Mengumpulkan data tentang karakteristik, kebutuhan, dan sumber daya komunitas.
- Mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di komunitas.
- Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan komunitas.
2. Pemberdayaan Komunitas
- Memfasilitasi anggota komunitas untuk menyadari masalah kesehatan yang ada di komunitasnya.
- Membantu anggota komunitas untuk menentukan prioritas penanganan masalah kesehatan.
- Memfasilitasi anggota komunitas untuk mengidentifikasi dan menggunakan sumber daya yang tersedia.
- Mendorong partisipasi anggota komunitas dalam pengambilan keputusan terkait masalah kesehatan.
3. Edukasi Kesehatan
- Memberikan edukasi kepada anggota komunitas tentang pentingnya promosi kesehatan.
- Membantu anggota komunitas merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi upaya promosi kesehatan.
- Memberikan dukungan dan umpan balik selama proses edukasi dan implementasi.
4. Kolaborasi Lintas Sektor
- Bekerja sama dengan pihak-pihak terkait (misalnya pemerintah, organisasi masyarakat, dll.) untuk mengatasi masalah kesehatan di komunitas.
- Memfasilitasi koordinasi dan komunikasi antara anggota komunitas dan pihak-pihak terkait.
- Membantu anggota komunitas untuk mengadvokasi masalah kesehatan di tingkat yang lebih luas.
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koping komunitas dan mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 16884 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang tidak mengeluh dan dapat tidur dengan baik:
---
### **Diagnosa Keperawatan**
**Kode: D.0015**
**Kemampuan Adaptif: Koping Individu**
*Definisi:* Kemampuan individu dalam mengelola stresor kehidupan dengan efektif.
**Penjelasan:**
Meskipun pasien tidak mengeluh dan dapat tidur dengan baik, diagnosa ini dapat digunakan untuk memastikan bahwa pasien memiliki mekanisme koping yang adaptif dalam menghadapi stresor. Perawat perlu mengevaluasi lebih lanjut apakah kondisi ini bersifat sementara atau sudah stabil.
---
### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**Kode: L.14001**
**Kemampuan Koping Adaptif**
*Kriteria Luaran:*
- Pasien mampu mengidentifikasi sumber stres.
- Pasien melaporkan tidak adanya gangguan tidur.
- Pasien menunjukkan perilaku adaptif dalam menghadapi perubahan.
**Penjelasan:**
Luaran ini sesuai karena pasien sudah melaporkan tidak ada keluhan dan dapat tidur dengan baik, menunjukkan bahwa koping yang digunakan efektif.
---
### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**Kode: I.14001**
**Dukungan Koping**
*Tindakan Keperawatan:*
- Memantau respons emosional pasien.
- Memberikan edukasi tentang teknik relaksasi (jika diperlukan).
- Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat dan tidur.
**Penjelasan:**
Intervensi ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi pasien yang sudah baik dengan memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu koping adaptifnya.
---
### **Catatan Tambahan**
Jika pasien benar-benar stabil tanpa masalah fisik atau psikologis, perawat dapat mempertimbangkan untuk tidak memberikan intervensi lebih lanjut. Namun, tetap penting untuk memantau perkembangan pasien selama perawatan.
Semoga informasi ini membantu. Jika ada kondisi spesifik lain yang perlu dievaluasi, silakan berikan detail tambahan.
*(Ditulis dalam format RTF sesuai permintaan.)* -
Article No. 16885 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang tidak mengeluh dan dapat tidur dengan baik:
---
### **Diagnosa Keperawatan**
**Kode: D.0001**
**Kemampuan Beradaptasi**
*Definisi:* Kemampuan individu untuk menyesuaikan diri secara efektif terhadap perubahan lingkungan, situasi, atau kondisi kesehatan.
*Penjelasan:* Pasien tidak memiliki keluhan dan dapat tidur dengan baik, menunjukkan kemampuan beradaptasi yang optimal terhadap kondisi kesehatannya saat ini.
---
### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**Kode: L.0001**
**Kemampuan Beradaptasi Meningkat**
*Kriteria Luaran:*
- Pasien melaporkan tidak ada keluhan fisik atau psikologis.
- Pasien mampu mempertahankan pola tidur yang adekuat.
- Pasien menunjukkan respons positif terhadap lingkungan sekitarnya.
---
### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**Kode: I.0001**
**Peningkatan Kemampuan Beradaptasi**
*Intervensi:*
1. **Memantau kondisi fisik dan psikologis pasien** (*I.0001.01*)
- Observasi tanda vital dan kualitas tidur.
- Tanyakan keluhan subjektif secara berkala.
2. **Edukasi kesehatan tentang pentingnya pola hidup sehat** (*I.0001.02*)
- Berikan informasi mengenai manajemen tidur dan nutrisi seimbang.
3. **Dukungan lingkungan yang kondusif** (*I.0001.03*)
- Pastikan lingkungan nyaman untuk istirahat pasien.
---
### **Catatan Akademis**
Kondisi pasien yang stabil tanpa keluhan dan memiliki kualitas tidur yang baik menunjukkan bahwa tidak ada masalah keperawatan akut yang perlu intervensi mendesak. Namun, perawat tetap perlu memantau perkembangan pasien untuk memastikan bahwa adaptasi positif ini berkelanjutan.
Jika diperlukan pengembangan lebih lanjut, diagnosa keperawatan dapat disesuaikan dengan data tambahan seperti riwayat medis atau faktor risiko yang mungkin memengaruhi kondisi pasien.
---
*Referensi: Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi Terkini – PPNI.*
Semoga informasi ini membantu. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan ajukan. -
Article No. 16886 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Pada kondisi di mana pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Pola Tidur Efektif". Diagnosa ini mengacu pada kemampuan pasien untuk mempertahankan pola tidur yang memuaskan dan memulihkan energi. Pasien tidak mengalami gangguan atau kesulitan dalam tidur, sehingga dapat dikategorikan dalam diagnosa Pola Tidur Efektif.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan yang tepat, luaran atau output yang diharapkan adalah:
1. Pasien dapat mempertahankan pola tidur yang adekuat (setidaknya 7-8 jam per hari).
2. Pasien melaporkan merasa segar dan bugar setelah bangun tidur.
3. Pasien menunjukkan peningkatan energi dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Pasien dapat beristirahat dengan nyaman dan merasakan tidur yang berkualitas.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Monitoring pola tidur pasien, termasuk durasi, kualitas, dan gangguan tidur.
2. Memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya pola tidur yang baik dan manfaatnya bagi kesehatan.
3. Mengevaluasi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mengganggu tidur pasien, seperti lingkungan kamar, nyeri, stres, atau gangguan lainnya.
4. Memberikan rekomendasi dan intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur, seperti pengaturan lingkungan kamar yang nyaman, teknik relaksasi, dan pengaturan jadwal tidur.
5. Memantau tanda-tanda vital pasien dan mengkaji apakah ada perubahan terkait pola tidur.
6. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, jika diperlukan, untuk mengatasi masalah yang dapat memengaruhi tidur pasien.
7. Memberikan dukungan dan motivasi kepada pasien untuk mempertahankan pola tidur yang efektif.
Penjelasan rinci dan terperinci di atas diharapkan dapat membantu Anda memahami diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang tidak memiliki keluhan dan dapat tidur dengan baik. Jangan ragu untuk menanyakan lebih lanjut jika Anda membutuhkan informasi tambahan. -
Article No. 16887 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, dimana pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur, maka diagnosa keperawatan yang dapat ditetapkan adalah:
1. Diagnosa Keperawatan: "Tidur Efektif"
- Kode SDKI: 00198
- Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan atau mencapai periode tidur yang memuaskan dan memulihkan.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) merupakan sistem klasifikasi diagnosa keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). SDKI memberikan kode dan definisi untuk setiap diagnosa keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi luaran keperawatan yang juga ditetapkan oleh PPNI. SLKI memberikan kode dan definisi untuk setiap luaran keperawatan yang diharapkan dicapai setelah intervensi keperawatan dilakukan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI. SIKI memberikan kode dan definisi untuk setiap intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan.
Dalam kasus ini, diagnosa keperawatan "Tidur Efektif" memiliki kode SDKI 00198 dengan definisi "Kemampuan untuk mempertahankan atau mencapai periode tidur yang memuaskan dan memulihkan". -
Article No. 16888 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu pasien mengatakan tidak ada keluhan dan bisa tidur, maka diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Diagnosis Keperawatan (SDKI):
a. Kode: 00198
b. Judul: Pola Tidur Efektif
c. Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan periode tidur yang adekuat dan menyegarkan.
2. Luaran Keperawatan (SLKI):
a. Kode: 10008
b. Judul: Tidur
c. Definisi: Kemampuan individu untuk mengalami periode istirahat dan pemulihan yang adekuat.
3. Intervensi Keperawatan (SIKI):
a. Kode: 6670
b. Judul: Manajemen Tidur
c. Definisi: Mengoptimalkan pola tidur dan memaksimalkan kualitas istirahat individu.
Penjelasan singkat:
- Diagnosis Keperawatan (SDKI) "Pola Tidur Efektif" menggambarkan kemampuan pasien untuk mempertahankan tidur yang adekuat dan menyegarkan.
- Luaran Keperawatan (SLKI) "Tidur" menggambarkan kemampuan individu untuk mengalami periode istirahat dan pemulihan yang adekuat.
- Intervensi Keperawatan (SIKI) "Manajemen Tidur" menggambarkan upaya perawat untuk mengoptimalkan pola tidur dan memaksimalkan kualitas istirahat individu.
Kode-kode di atas mengacu pada sistem klasifikasi yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). -
Article No. 16889 | 07 May 2025
Klinis : pasien mengatakan pernah dipukul oleh orang tua dan mengalami kekerasan dalam keluarga
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang dipaparkan, yaitu pasien mengatakan pernah dipukul oleh orang tua dan mengalami kekerasan dalam keluarga, maka kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: T74.1
- Deskripsi: Pengabaian dan penganiayaan fisik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 95.81
- Deskripsi: Konseling psikososial
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 T74.1 (Pengabaian dan penganiayaan fisik) digunakan untuk mengkodekan kondisi pasien yang melaporkan adanya riwayat kekerasan fisik oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya. Kode ini menggambarkan situasi di mana pasien telah mengalami tindakan penganiayaan fisik yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya.
2. Kode ICD-9-CM 95.81 (Konseling psikososial) dapat digunakan untuk mengkodekan tindakan medis yang dilakukan dalam rangka memberikan dukungan dan intervensi psikologis kepada pasien yang mengalami kekerasan dalam keluarga. Prosedur ini dapat melibatkan konseling, terapi, atau intervensi lain yang bertujuan untuk membantu pasien mengatasi dampak psikologis dari pengalaman tersebut.
Penggunaan kode-kode ini dapat membantu dalam mendokumentasikan secara akurat kondisi dan penanganan medis yang diterima oleh pasien, serta memfasilitasi perencanaan perawatan dan pemantauan perkembangan selanjutnya.