Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16869 | 07 May 2025
Klinis : Pasien mengatakan infeksi mata
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan berdasarkan kondisi pasien yang mengeluhkan infeksi mata.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien dengan keluhan infeksi mata adalah "Risiko Infeksi". Diagnosis ini didasarkan pada keluhan pasien yang mengatakan adanya infeksi pada mata. Infeksi mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bakteri, virus, atau jamur, yang dapat menyebabkan gejala seperti mata merah, iritasi, rasa gatal, dan produksi cairan berlebih. Diagnosis "Risiko Infeksi" menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya infeksi yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan pasien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat.
Luaran/Output SLKI:
Luaran atau hasil yang diharapkan setelah pemberian asuhan keperawatan untuk pasien dengan risiko infeksi mata adalah:
1. Tanda-tanda infeksi menurun: Pasien menunjukkan penurunan tanda-tanda infeksi pada mata, seperti mata tidak lagi merah, iritasi berkurang, dan produksi cairan yang berlebih berkurang.
2. Tidak terjadi komplikasi: Pasien tidak mengalami komplikasi yang dapat timbul akibat infeksi mata, seperti kerusakan kornea, gangguan penglihatan, atau penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya.
3. Pengetahuan pasien meningkat: Pasien memiliki pengetahuan yang baik tentang penyebab, pencegahan, dan perawatan infeksi mata.
4. Kemampuan pasien dalam merawat diri meningkat: Pasien mampu melakukan perawatan diri yang tepat untuk mengatasi infeksi mata, seperti penggunaan obat tetes mata, menjaga kebersihan mata, dan melindungi mata dari paparan yang dapat memperburuk kondisi.
Intervensi Keperawatan SIKI:
Intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai luaran yang diharapkan pada pasien dengan risiko infeksi mata adalah:
1. Pemantauan tanda-tanda vital dan tanda-tanda infeksi: Melakukan pemantauan secara berkala terhadap tanda-tanda vital pasien, seperti suhu tubuh, serta tanda-tanda infeksi pada mata, seperti mata merah, iritasi, dan produksi cairan.
2. Pemberian obat tetes mata: Memastikan pasien menggunakan obat tetes mata sesuai dengan resep dokter, seperti antibiotik atau antiviral, untuk mengatasi infeksi.
3. Perawatan mata: Mengajarkan pasien cara merawat mata dengan benar, seperti membersihkan mata dengan air bersih, mengompres mata dengan air hangat, dan menghindari menyentuh mata dengan tangan yang tidak bersih.
4. Edukasi dan konseling: Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyebab, pencegahan, dan perawatan infeksi mata, serta memberikan konseling untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan.
5. Pemantauan perkembangan: Melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi pasien, termasuk evaluasi terhadap luaran yang diharapkan, dan melakukan penyesuaian intervensi jika diperlukan.
Dengan melaksanakan diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai, diharapkan pasien dengan infeksi mata dapat memperoleh perawatan yang komprehensif dan mencapai hasil yang optimal dalam pemulihan kondisinya. -
Article No. 16870 | 07 May 2025
Klinis : Ibu waktunya melahirkan bayi tapi kepala bayi belum masuk panggul
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tentu, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi Ibu yang sedang melahirkan, tetapi kepala bayi belum masuk panggul.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Kegagalan Persalinan (00176)
Definisi: Berisiko mengalami kegagalan atau kemacetan proses persalinan yang mengancam kesehatan ibu dan bayi.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 06.01
Definisi: Adanya kondisi yang mengancam kesehatan ibu dan bayi selama proses persalinan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 06.01.01
Definisi: Ibu menunjukkan kemajuan persalinan yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 06.01.01.01
Definisi: Tindakan keperawatan untuk memantau dan memfasilitasi proses persalinan agar berjalan dengan lancar.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Risiko Kegagalan Persalinan" mengacu pada kondisi Ibu yang sedang melahirkan, tetapi kepala bayi belum masuk panggul. Hal ini dapat mengancam kesehatan Ibu dan bayi selama proses persalinan. Perawat perlu melakukan intervensi keperawatan untuk memantau dan memfasilitasi proses persalinan agar berjalan dengan lancar, sehingga dapat mencegah kegagalan persalinan. -
Article No. 16871 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sangat baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis serta kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda jelaskan dalam format yang diminta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I51.7
- Deskripsi: Kardiomiopati dilatasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 37.21
- Deskripsi: Echokardiografi transtorasik
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10: I51.7 - Kardiomiopati dilatasi
- Ini merupakan kode yang sesuai dengan kondisi LA dan LV dilatasi, fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane, serta global hipokinetik.
2. Kode ICD-9-CM Procedure: 37.21 - Echokardiografi transtorasik
- Prosedur echokardiografi transtorasik dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ventrikel kiri, adanya dilatasi, serta mendeteksi adanya trombus ventrikel kiri.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diberikan, pasien juga mengalami:
- Disfungsi diastolik grade II
- PR severe, MR moderate
- TR moderate, intermediate probability of PH
- LV apikal trombus (+)
Temuan-temuan tersebut dapat dokumetasikan dengan kode ICD-10 tambahan, seperti:
- I50.83 - Disfungsi diastolik
- I05.1 - Prolaps katup mitral dengan regurgitasi mitral
- I07.1 - Regurgitasi trikuspid
- I27.2 - Hipertensi pulmonal sekunder
Secara keseluruhan, dokumentasi medis dari kondisi ini dapat menggunakan kode-kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang telah saya berikan di atas. -
Article No. 16872 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tentu, saya akan membantu menjelaskan secara rinci dan terperinci terkait kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Penurunan Curah Jantung (00029)
Definisi: Penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung, mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan jaringan.
Faktor Terkait: Dilatasi LA dan LV, Penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, EF 15%.
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menahan atau menyelesaikan aktivitas rutin akibat kelelahan.
Faktor Terkait: Penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, EF 15%, Hipokinetik global.
3. Kelebihan Volume Cairan (00026)
Definisi: Akumulasi cairan yang melebihi kebutuhan fisiologis.
Faktor Terkait: Dilatasi LA dan LV, Disfungsi diastolik gr II, TR moderate.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Stabilitas Hemodinamik Membaik
Definisi: Kondisi dimana tanda-tanda vital dan curah jantung berada dalam rentang normal.
Kriteria Hasil:
- Tekanan darah dalam batas normal
- Laju jantung dalam batas normal
- Curah jantung meningkat
2. Toleransi Aktivitas Meningkat
Definisi: Kemampuan untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami gejala kelelahan yang berlebihan.
Kriteria Hasil:
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah
- Tidak ada tanda-tanda intoleransi aktivitas
3. Keseimbangan Cairan Terpelihara
Definisi: Keadaan dimana jumlah cairan yang masuk dan keluar tubuh seimbang.
Kriteria Hasil:
- Berat badan stabil
- Tidak ada edema
- Tidak ada tanda-tanda kelebihan cairan
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan (SIKI):
1. Manajemen Penurunan Curah Jantung
- Monitor tanda-tanda vital dan curah jantung secara berkala
- Kolaborasi pemberian obat-obatan kardiovaskuler
- Ajarkan manajemen aktivitas dan istirahat yang seimbang
2. Manajemen Intoleransi Aktivitas
- Evaluasi toleransi aktivitas pasien
- Bantu pasien merencanakan aktivitas sehari-hari yang sesuai
- Ajarkan teknik penghemat energi
3. Manajemen Kelebihan Volume Cairan
- Monitor asupan dan pengeluaran cairan
- Kolaborasi pemberian diuretik, jika perlu
- Ajarkan manajemen cairan dan diet rendah garam
Penjelasan rinci:
Kondisi pasien menunjukkan adanya disfungsi ventrikel kiri yang berat dengan ejeksi fraksi hanya 15%, serta dilatasi atrium kiri dan ventrikel kiri. Hal ini mengakibatkan penurunan curah jantung yang signifikan, menyebabkan intoleransi aktivitas dan kelebihan volume cairan. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang diperlukan berfokus pada pengelolaan kondisi kardiovaskular, aktivitas, dan keseimbangan cairan untuk mencapai luaran yang diharapkan, yaitu stabilitas hemodinamik, peningkatan toleransi aktivitas, dan terpeliharanya keseimbangan cairan. -
Article No. 16873 | 07 May 2025
Klinis : Anak perempuan, usia 5 tahun, dirawat di ruang anak dengan masalah batuk yang tidak kunjung sembuh selama 1 bulan. Hasil pengkajian: suhu tubuh 37,7 °C, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi napas 42 kali/menit, auskultasi terdengar ronkhi basah dan suara napas melemah, tarikan dinding dada ke dalam, BB anak 11 kg, terdapat benjolan dileher bawah, ketiak dan selangkangan. Ibu mengatakan anak batuk kurang lebih 1 bulan, anak sulit makan dan berat badan tidak naik-naik selama 2 bulan terakhir ini. Ibu terlihat cemas dan kebingungan melihat kondisi anaknya karena selama sakit anak lesu dan kurang aktif bermain. Perawat kemudian memberikan informed consent untuk pemeriksaan penunjang: pemeriksaan mikroskopis TB, uji tuberkulin dan foto rontgen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang dapat ditetapkan beserta penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI:
1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan bersihan jalan napas (00031)
- SDKI: Keadaan di mana individu mengalami hambatan dalam membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- SLKI: Kode - Z0001, Judul - Bersihan Jalan Napas
- SIKI: Kode - I0001, Judul - Manajemen Jalan Napas
2. Diagnosa Keperawatan: Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002)
- SDKI: Keadaan di mana asupan makanan dan cairan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Kode - Z0002, Judul - Status Nutrisi
- SIKI: Kode - I0002, Judul - Manajemen Nutrisi
3. Diagnosa Keperawatan: Kecemasan (00146)
- SDKI: Keadaan di mana individu mengalami kekhawatiran, ketakutan, atau keprihatinan yang tidak realistis atau berlebihan terkait dengan sumber yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- SLKI: Kode - Z0003, Judul - Koping
- SIKI: Kode - I0003, Judul - Manajemen Kecemasan
Penjelasan singkat:
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas (00031): Anak mengalami kesulitan membersihkan sekresi dan obstruksi dari saluran napas, ditandai dengan adanya ronkhi basah, suara napas melemah, dan tarikan dinding dada ke dalam.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002): Anak mengalami penurunan berat badan dan sulit makan selama 2 bulan terakhir, yang menunjukkan asupan makanan dan cairan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya.
3. Kecemasan (00146): Ibu anak terlihat cemas dan kebingungan melihat kondisi anaknya yang lesu dan kurang aktif bermain, menunjukkan adanya kekhawatiran yang tidak realistis terkait dengan kondisi anaknya. -
Article No. 16874 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Untuk kondisi klinis yang Anda berikan, berikut adalah diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosis Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif (00051)
Definisi: Penurunan sirkulasi darah yang dapat mengancam kesehatan jaringan.
3. Risiko Perdarahan (00206)
Definisi: Berisiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas (10005)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif (10030)
Definisi: Penurunan sirkulasi darah yang dapat mengancam kesehatan jaringan jantung.
3. Risiko Perdarahan (10064)
Definisi: Berisiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas (20006)
Definisi: Kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan.
2. Perfusi Jaringan Kardiak (20031)
Definisi: Sirkulasi darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan jantung.
3. Pencegahan Perdarahan (20065)
Definisi: Tindakan untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Intoleransi Aktivitas (30006)
Definisi: Identifikasi dan intervensi untuk mengatasi ketidakmampuan pasien dalam melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan.
2. Manajemen Perfusi Jaringan Kardiak (30032)
Definisi: Intervensi untuk mempertahankan atau meningkatkan sirkulasi darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan jantung.
3. Manajemen Risiko Perdarahan (30066)
Definisi: Intervensi untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan. -
Article No. 16875 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan LA dan LV dilatasi, disfungsi sistolik dan diastolik, serta komplikasi terkait:
### **Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan perfusi jaringan (kardiak) b.d penurunan curah jantung sekunder terhadap disfungsi ventrikel kiri (EF 15%), dilatasi bilik jantung, dan gangguan hemodinamik (SDKI Code: 00029)**
#### **Penjelasan SDKI (Diagnosa):**
- **Kode 00029**: Mengacu pada gangguan perfusi jaringan akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat, ditandai oleh penurunan EF, hipokinesis global, dan gejala gagal jantung.
- **Faktor terkait**: Disfungsi sistolik (EF 15%), dilatasi LA/LV, trombus apikal, dan regurgitasi katup (MR/PR/TR).
---
### **Luaran Keperawatan (SLKI):**
**Perfusi jaringan membaik (SLKI Code: 020210)**
**Kriteria Evaluasi:**
1. Tanda vital stabil (TD, nadi, saturasi O₂ dalam rentang normal).
2. Penurunan gejala kongesti (dispnea, edema).
3. Tidak ada tanda syok atau iskemia organ.
---
### **Intervensi Keperawatan (SIKI):**
1. **Manajemen Gagal Jantung (SIKI Code: 2610)**
- Monitor tanda vital, edema, dan status pernapasan.
- Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (diuretik, vasodilator, inotropik).
- Batasi cairan dan natrium sesuai protokol.
2. **Pemantauan Hemodinamik (SIKI Code: 4120)**
- Observasi tekanan vena sentral (CVP), output urin, dan status mental.
- Evaluasi respons terhadap terapi.
3. **Pencegahan Tromboemboli (SIKI Code: 2250)**
- Kolaborasi pemberian antikoagulan (sesuai risiko trombus apikal).
- Anjurkan mobilisasi bertahap untuk mengurangi stasis vena.
4. **Edukasi Pasien (SIKI Code: 5604)**
- Penjelasan tentang pembatasan aktivitas, diet rendah garam, dan tanda bahaya (dispnea mendadak, nyeri dada).
---
### **Catatan Tambahan:**
- **Disfungsi Diastolik Grade II** dan **PH intermediate probability** memerlukan pemantauan ketat terhadap gejala gagal jantung kanan (edema tungkai, hepatomegali).
- **MR/TR moderate** dan **PR severe** memperberat volume overload, sehingga manajemen cairan dan afterload reduction menjadi prioritas.
Format ini memenuhi standar PPNI dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice). Jika diperlukan penyesuaian lebih spesifik (misalnya: fokus pada nyeri atau ansietas), diagnosa tambahan dapat dipertimbangkan.
**Referensi:**
- *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 4, PPNI 2020*
- *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi 3, PPNI 2019*
- *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 3, PPNI 2020*
Semoga membantu. -
Article No. 16876 | 07 May 2025
Klinis : Konjungtivitis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi Konjungtivitis, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi Mata (00004)
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen pada membran mukosa atau kulit yang dapat mempengaruhi kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kode: 00004
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen pada membran mukosa atau kulit yang dapat mempengaruhi kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: KL-001
Definisi: Tingkat keparahan infeksi berkurang.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP-001
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan infeksi.
Konjungtivitis adalah kondisi peradangan pada membran mukosa yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan putih mata (konjungtiva). Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, virus, alergi, atau iritasi. Diagnosis keperawatan yang tepat untuk kondisi ini adalah Risiko Infeksi Mata, karena pasien rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mempengaruhi kesehatan mata.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan infeksi, meliputi:
1. Melakukan perawatan mata yang tepat (membersihkan mata, menerapkan kompres hangat/dingin, mengoleskan obat tetes mata, dll.)
2. Mengidentifikasi dan menghindari faktor pencetus (misalnya alergen, iritasi)
3. Memantau tanda-tanda infeksi dan mengambil tindakan segera jika terjadi perburukan
4. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pencegahan dan perawatan konjungtivitis.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan dapat menurunkan tingkat keparahan infeksi pada mata pasien. -
Article No. 16877 | 07 May 2025
Klinis : sinus rhythm interpretation made without kn leftward axis anterior infact-age undetermine inferior infact-age undetermined lateral T wave abnormality may b abnormal ECG unconfirme LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai perawat profesional saya akan memberikan rekomendasi diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda paparkan.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
1. Perfusi Jaringan Terganggu berhubungan dengan penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, global hipokinetik, serta disfungsi diastolik.
2. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Jantung berhubungan dengan adanya sinus rhythm, interpretasi ECG yang tidak jelas, leftward axis, anterior infark dengan usia yang tidak ditentukan, inferior infark dengan usia yang tidak ditentukan, abnormalitas gelombang T lateral, serta ECG abnormal yang belum dikonfirmasi.
3. Risiko Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan ejeksi fraksi (EF) LV sebesar 15% dan disfungsi diastolik derajat II.
4. Risiko Perdarahan berhubungan dengan adanya trombus apikal LV.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perfusi Jaringan: Kardiovaskular
a. Pasien akan menunjukkan peningkatan perfusi jaringan jantung yang ditandai dengan tanda-tanda vital yang stabil, EKG yang membaik, serta peningkatan ejeksi fraksi LV.
b. Pasien akan menunjukkan penurunan gejala kegagalan jantung, seperti dispnea, edema, dan intoleransi aktivitas.
2. Perilaku Pencegahan Komplikasi
a. Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi komplikasi yang mungkin terjadi dan dapat melakukan tindakan pencegahan secara efektif.
b. Pasien dan keluarga dapat mematuhi regimen pengobatan dan program rehabilitasi jantung yang direkomendasikan.
3. Perfusi Jaringan: Perdarahan
a. Pasien akan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda perdarahan baru atau perdarahan yang berlanjut.
b. Pasien akan menunjukkan penurunan risiko perdarahan yang ditandai dengan penurunan kadar D-dimer dan peningkatan jumlah trombosit.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Perfusi Jaringan
a. Pantau tanda-tanda vital, EKG, dan parameter hemodinamik secara berkala.
b. Berikan terapi oksigen, diuretik, vasodilator, dan inotropik sesuai indikasi.
c. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan monitoring.
2. Edukasi Pencegahan Komplikasi
a. Edukasi pasien dan keluarga tentang gejala komplikasi dan cara mengatasinya.
b. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan dan program rehabilitasi jantung.
c. Kolaborasi dengan tim multidisiplin untuk menyusun rencana perawatan komprehensif.
3. Manajemen Perdarahan
a. Pantau tanda-tanda perdarahan secara berkala.
b. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi antikoagulan dan antitrombotik.
c. Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda perdarahan dan cara mencegahnya.
Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya. -
Article No. 16878 | 07 May 2025
Klinis : sinus rhythm interpretation made without kn leftward axis anterior infact-age undetermine inferior infact-age undetermined lateral T wave abnormality may b abnormal ECG unconfirme LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan berdasarkan kondisi yang Anda sebutkan, disusun sesuai standar **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** yang ditetapkan oleh **Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)**.
---
### **1. Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan perfusi jaringan (kardiopulmonal) (SDKI: 0002)**
**Penjelasan:**
Penurunan curah jantung (EF 15%) dan disfungsi sistolik/diastolik menyebabkan gangguan perfusi sistemik. Kondisi ini diperburuk oleh adanya trombus apikal, regurgitasi katup (PR severe, MR moderate), serta kemungkinan hipertensi pulmonal (PH).
**Luaran (SLKI):**
- **Perfusi jaringan membaik (SLKI: 0202)**
- Kriteria:
- Tekanan darah dalam rentang normal
- Nadi perifer teraba
- Tidak ada tanda syok
**Intervensi (SIKI):**
- **Manajemen perfusi jaringan (SIKI: 2220)**
- Monitor tanda vital, saturasi O₂, dan status hemodinamik
- Kolaborasi pemberian terapi inotropik/vasodilator
- Edukasi pembatasan aktivitas berat
---
### **2. Diagnosa Keperawatan:**
**Risiko tinggi tromboemboli (SDKI: 0023)**
**Penjelasan:**
Adanya **trombus apikal LV** meningkatkan risiko embolisasi sistemik (stroke, iskemia organ). Faktor pencetus: disfungsi LV berat, aritmia (dari abnormal ECG), dan stasis aliran darah.
**Luaran (SLKI):**
- **Risiko komplikasi tromboemboli berkurang (SLKI: 2303)**
- Kriteria:
- Tidak ada tanda emboli (sesak mendadak, nyeri dada, defisit neurologis)
- Terapi antikoagulan sesuai target
**Intervensi (SIKI):**
- **Pencegahan tromboemboli (SIKI: 4160)**
- Kolaborasi pemberian antikoagulan (sesuai protokol)
- Pantau INR/aPTT (jika menggunakan warfarin/heparin)
- Anjurkan mobilisasi bertahap untuk mencegah stasis vena
---
### **3. Diagnosa Keperawatan:**
**Intoleransi aktivitas (SDKI: 0004)**
**Penjelasan:**
EF sangat rendah (15%) dan disfungsi diastolik derajat II menyebabkan kelelahan, sesak, dan ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
**Luaran (SLKI):**
- **Toleransi aktivitas meningkat (SLKI: 0402)**
- Kriteria:
- Pasien mampu beraktivitas tanpa dispnea/nyeri dada
- Skala kelelahan menurun (misal: Borg Scale)
**Intervensi (SIKI):**
- **Manajemen energi (SIKI: 0180)**
- Rencanakan aktivitas bertahap dengan periode istirahat
- Ajarkan teknik penghematan energi
- Pantau respons jantung (nadi, tekanan darah) saat aktivitas
---
### **4. Diagnosa Keperawatan:**
**Ansietas berhubungan dengan prognosis penyakit (SDKI: 0014)**
**Penjelasan:**
Kondisi kronis (infark usia tidak tentu, disfungsi jantung berat) dapat memicu kecemasan akan kualitas hidup dan mortalitas.
**Luaran (SLKI):**
- **Ansietas terkontrol (SLKI: 1402)**
- Kriteria:
- Ekspresi wajah rileks
- Melaporkan penurunan kekhawatiran
**Intervensi (SIKI):**
- **Dukungan emosional (SIKI: 5270)**
- Berikan informasi jelas tentang kondisi dan rencana terapi
- Kolaborasi dengan tim psikologi jika diperlukan
---
### **Catatan Kode PPNI:**
- **SDKI** = Kode diagnosa (contoh: 0002 = Gangguan perfusi jaringan)
- **SLKI** = Kode luaran (contoh: 0202 = Perfusi jaringan membaik)
- **SIKI** = Kode intervensi (contoh: 2220 = Manajemen perfusi jaringan)
---
**Rekomendasi Tambahan:**
- **Kolaborasi dengan kardiologis** untuk tatalaksana gagal jantung (termasuk trombus dan PH).
- **Edukasi tanda gawat jantung** (seperti edema paru, emboli sistemik) sebagai bagian dari discharge planning.
Semua intervensi harus didokumentasikan secara **SOAP** dan dievaluasi secara berkala. Jika ada perubahan kondisi, diagnosa perlu direvisi sesuai **reassessment**.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan sistem dokumentasi rumah sakit)*