Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22943 | 21 Nov 2025
Klinis : klien nampak memiliki postur tubuh yang bagus, bugar, dan berpakaian dengan baik, sopan, dan bersih, ia pada saat ini memiliki berat badan 81 kg dan tinggi badan 180 cm, berdasarkan IMT 25 kg/m2 berat badan pasien masuk dalam kategori berat badan berlebihan (Overweight), namun berat badan tersebut sangat mungkin normal karena pasien rutin berolahraga dengan GYM, hal ini dilakukan untuk membuat peningkatkan penampilan dirinya untuk lebih percaya diri dan bisa tampil lebih prima, ia memiliki pola hidup yang baik dengan sering berolahraga khususnya GYM bisa 5-6 kali dalam seminggu. Klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit turunan, dan tidak ada kelainan fisik yang nampak. Klien mengungkapkan pola nutrisinya baik, ia minum air putih kurang lebih 2 L per hari, ia juga minum creatine untuk meningkatkan kekuatan otot dan recovery setelah olahraga jadi tidak perlu resep dokter. Klien juga melakukan diet IF (Intermittent Fasting) untuk menurunkan berat badannya. Klien mengatakan ingin mencapai target berat badan 75 kg - 78 kg. Klien juga mengatakan tidak mengkonsumsi alkohol dan jarang minum-minuman yang manis. Klien juga menjaga pola makannya dengan baik yaitu dengan makan-makanan yang banyak protein seperti dada ayam dan telur 4 butir per hari dan sayur seperti sawi putih, buncis, dan wortel, dan untuk karbohidrat ia juga tetap mengkonsumsi nasi putih kurang lebih 150-250 gr/hari. Klien juga mengungkapkan karena ia melakukan GYM, akhir-akhir ini ia merasa sakit pada pergelangan tangannya hal ini disebabkan karena GYM. Karena ia melakukan GYM dan menjaga pola makannya ia mengalami penurunan berat badan selam 2 bulan terakhir dari 85 kg ke 81 kg. Hal ini membuatnya nampak lebih percaya diri dan bahagia karena mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Tn. T dulunya kurang percaya diri mengenai fisiknya, ia mengaku pernah sakit hati karena perkataan temannya yang membicarakan fisiknya. Namun, sekarang ia bisa membuktikan bahwa ia dapat berubah dan percaya dirinya meningkat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.2
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami atau mengalami siklus asupan nutrisi yang berlebihan, mengakibatkan metabolisme yang tidak efektif dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Kode SLKI: L.1.2.2
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang berfokus pada memantau asupan nutrisi, mendidik klien tentang kebutuhan nutrisi yang seimbang sesuai dengan aktivitas fisiknya, dan mencegah komplikasi dari ketidakseimbangan nutrisi. Perawat akan melakukan pemantauan berat badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara berkala untuk menilai tren perubahan. Pendidikan kesehatan diberikan mengenai komposisi diet seimbang yang tidak hanya berfokus pada protein, tetapi juga mencakup karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Perawat juga akan mendiskusikan tentang pemahaman yang benar mengenai IMT pada individu yang berotot, serta memberikan informasi tentang suplemen seperti creatine, termasuk manfaat dan potensi risikonya jika digunakan tanpa pemantauan. Kolaborasi dengan ahli gizi dapat dilakukan untuk menyusun rencana diet yang lebih personal dan aman, memastikan bahwa penurunan berat badan yang dilakukan dengan Intermittent Fasting (IF) dan diet tinggi protein tetap memenuhi semua kebutuhan gizi makro dan mikro, serta tidak membebani fungsi ginjal dan hati dalam jangka panjang.
Kode SIKI: L.1.2.2.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah klien mampu mendemonstrasikan pemahaman tentang nutrisi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitas fisiknya. Secara spesifik, klien dapat menyebutkan komponen gizi seimbang yang diperlukan selain protein. Klien memahami interpretasi IMT-nya dalam konteks massa otot yang tinggi dan tidak hanya berpatokan pada angka kasar. Klien dapat menjelaskan prinsip dasar dan keamanan dari diet IF yang dilakukannya serta suplemen yang dikonsumsi. Berat badan klien berada dalam rentang target yang sehat dan realistis (75-78 kg) yang dicapai melalui metode yang berkelanjutan dan aman. Klien melaporkan tidak adanya keluhan yang mengarah pada komplikasi metabolik atau gangguan organ akibat pola diet dan suplemen yang digunakan. Dari segi psikologis, peningkatan kepercayaan diri klien tidak hanya bergantung pada angka timbangan, tetapi juga pada penerimaan terhadap tubuh dan gaya hidup sehat yang dijalani.
Kondisi: Harga Diri Rendah Kronis
Kode SDKI: L.2.3
Deskripsi Singkat: Perasaan negatif dan evaluasi terhadap diri sendiri dan kemampuan yang berlangsung lama, yang berkembang dari waktu ke waktu sebagai respons terhadap peristiwa kehidupan, salah satunya adalah pengalaman negatif terkait penampilan fisik.
Kode SLKI: L.2.3.6
Deskripsi : Intervensi keperawatan ditujukan untuk meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri klien. Perawat akan membangun hubungan terapeutik yang mendukung dan tanpa menghakimi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi klien mengekspresikan perasaannya. Intervensi meliputi membantu klien mengidentifikasi kekuatan dan pencapaian pribadinya, seperti disiplin dalam berolahraga dan keberhasilannya menurunkan berat badan. Perawat akan mendorong klien untuk memfokuskan diri pada proses dan usaha positif yang telah dilakukannya, bukan hanya pada hasil fisik semata. Teknik reinforcement positif digunakan untuk mengapresiasi setiap kemajuan yang dicapai. Perawat juga akan membantu klien menantang pikiran negatif otomatis yang berasal dari pengalaman masa lalunya (dicemooh karena fisik) dan menggantinya dengan perspektif yang lebih realistis dan positif. Klien didorong untuk terlibat dalam aktivitas dan hobi yang memperkuat rasa pencapaian di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya terpaku pada penampilan fisik. Kolaborasi dengan psikolog atau konselor dapat dipertimbangkan jika diperlukan untuk menangani luka emosional masa lalu yang mendalam.
Kode SIKI: L.2.3.6.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah klien menunjukkan peningkatan harga diri dan kepercayaan diri yang stabil. Hal ini dapat diobservasi dari kemampuan klien untuk mengungkapkan perasaan positif tentang dirinya sendiri dan kemampuannya. Klien dapat mengidentifikasi setidaknya tiga kekuatan atau pencapaian pribadi di luar penampilan fisik. Ekspresi verbal tentang masa lalu yang menyakitkan berkurang, dan klien menunjukkan kemampuan untuk memandang pengalaman tersebut sebagai motivasi, bukan sebagai beban yang membelenggu. Klien melaporkan perasaan bahagia dan puas yang berasal dari dalam diri (intrinsik) karena telah menjalani gaya hidup sehat, bukan hanya karena validasi eksternal atau perubahan angka pada timbangan. Perilaku klien mencerminkan penerimaan terhadap diri sendiri, dimana ia tetap dapat menghargai dirinya bahkan di saat-saat ketika progres fisik terasa lambat.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: C.2.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung singkat, dengan durasi kurang dari 3 bulan, seperti yang dialami klien pada pergelangan tangan akibat aktivitas gym.
Kode SLKI: L.2.1.7
Deskripsi : Intervensi keperawatan bertujuan untuk mengelola dan mengurangi nyeri yang dialami klien. Perawat akan melakukan asesmen nyeri yang komprehensif termasuk lokasi, intensitas (dengan skala nyeri), karakter, dan faktor yang memperingan maupun memperberat nyeri. Pendidikan kesehatan diberikan mengenai penyebab nyeri (kemungkinan strain atau penggunaan berlebihan) dan pentingnya istirahat bagi area yang cedera. Perawat akan mengajarkan dan mendemonstrasikan manajemen nyeri non-farmakologis, seperti kompres dingin pada area pergelangan tangan yang nyeri untuk mengurangi peradangan, serta teknik elevasi. Klien juga diedukasi tentang pentingnya pemanasan yang adequate sebelum latihan dan teknik angkat beban yang benar untuk mencegah cedera berulang. Perawat akan mendiskusikan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh dan tidak memaksakan latihan saat nyeri muncul. Jika diperlukan, kolaborasi dengan pelayanan kesehatan lain seperti fisioterapis dapat dilakukan untuk penanganan yang lebih spesifik, dan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan pemberian analgetik jika nyeri sangat mengganggu.
Kode SIKI: L.2.1.7.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah klien melaporkan penurunan intensitas nyeri atau nyeri terkelola dengan baik. Klien mampu mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri non-farmakologis yang telah diajarkan, seperti penggunaan kompres dingin dengan benar. Klien dapat menyebutkan setidaknya dua strategi untuk mencegah cedera berulang di masa depan, seperti memperbaiki teknik latihan dan tidak mengabaikan rasa sakit. Klien menunjukkan pemahaman tentang keseimbangan antara disiplin berolahraga dan memberikan waktu pemulihan yang cukup bagi tubuh. Aktivitas latihan klien dapat berlanjut tanpa dihambat oleh nyeri yang signifikan, atau klien dapat mengatur modifikasi latihan untuk sementara waktu agar tidak memperparah kondisi pergelangan tangannya.
-
Article No. 22945 | 21 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. S berusia 44 tahun asal Guriwoyo dilakukan pengkajian di rawat jalan gedung Sudamala RSJD dr. Arif Zainudin dengan diagnose medis Skizofrenia. Hasil pengkajian pada Kamis, 20 November 2025 keluarga mengatakan ini kontrol pertama setelah rawat inap di bangsal Abimanyu yang kedua. Alasan pasien dirawat adalah pasien sering ngamuk, marah-marah, melempar barang, dan kadang melempari rumah tetangga dengan batu. Keluarga mengatakan pasien pernah mengunci diri di kamar lalu membakar 2 bantal. Pasien juga pernah hampir mencederai ibunya dengan melempar parang. Penyebab pasien mengamuk adalah meminta rokok, padahal keluarga telah memberikan jatah rokok perhari dan uang jajan. Namun, karena pasien merasa kurang dan tidak mendapatkan apa yang diinginkan, pasien menjadi marah, mengamuk dan kadang merebut rokok milik tetangganya. Keluarga mengatakan asal mula kondisi pasien saat ini adalah pasien pernah tercebur sungai saat kelas 1 SD dan mengalami epilepsi. Sejak saat itu, pasien sering mengalami epilepsi dan memiliki riwayat Stroke. Pasien rutin kontrol, namun saat covid pasien berhenti kontrol. Saat dilakukan pengkajian, pasien tampak diam dan melamun. Pasien merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara, ia tinggal bersama dengan ibu dan ayahnya. Pasien mampu memenuhi ADL secara mandiri. Keluarga mengatakan pasien sering berbicara sendiri sambil mengatakan “saya ingin mati”atau “biar saja mati” saat pasien marah. Hasil pemeriksaan tanda vital; TD 110/95 mmHg; nadi 88x/menit; Suhu 36,5 °C; RR 20x/menit; SpO2 98%. Pasien mendapat terapi obat; Phenobarbital 30mg 2x1 tab, Phenytoin 100mg 2x1, Chlorpromazine 100mg 1x1, Haloperidol 5mg 2x1 tab, Trihexyphenidil 2mg 2x1.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Risiko Perilaku Kekerasan didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu berisiko untuk menunjukkan perilaku yang dapat menyebabkan kerusakan fisik, emosional, atau psikologis pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Pada kasus Tn. S, kondisi ini sangat menonjol dengan adanya riwayat perilaku mengamuk, melempar barang (bahkan parang yang hampir melukai ibunya), melempari rumah tetangga, dan membakar bantal. Perilaku ini dipicu oleh keinginannya yang tidak terpenuhi, seperti permintaan rokok yang dianggap kurang, yang kemudian diekspresikan melalui kemarahan dan agresi fisik. Faktor risiko utama yang mendasari adalah gangguan psikotik Skizofrenia, yang dapat menyebabkan halusinasi, delusi, dan penurunan kemampuan dalam mengendalikan impuls. Riwayat epilepsi dan stroke juga dapat menjadi faktor yang memperberat, karena dapat mempengaruhi fungsi lobus frontal otak yang bertanggung jawab atas pengendalian diri dan regulasi emosi. Pernyataan pasien seperti "saya ingin mati" saat marah juga menunjukkan potensi agresi yang dapat diarahkan pada diri sendiri (self-harm) sebagai bagian dari perilaku kekerasan tersebut. Oleh karena itu, diagnosis ini menjadi fokus utama untuk mencegah cedera lebih lanjut terhadap pasien, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Kode SLKI: 2416
Deskripsi : SLKI dengan kode 2416 berfokus pada Pengendalian Perilaku Kekerasan. Tujuan utamanya adalah agar pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda peningkatan ansietas dan agitasi, serta mampu menerapkan strategi koping untuk mencegah eskalasi menjadi perilaku kekerasan. Pada tahap awal, perawat akan berusaha membangun hubungan terapeutik yang trustful untuk menciptakan rasa aman. Perawat akan membantu Tn. S mengenali pemicu perilaku kekerasannya, seperti perasaan tidak dipenuhi keinginannya (rokok), dan membantu mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini dalam dirinya (seperti perasaan gelisah, jantung berdebar, pikiran kacau) sebelum amuk terjadi. Perawat akan melatih pasien untuk mengungkapkan perasaan frustasi dan kemarahannya secara verbal yang konstruktif, bukan melalui tindakan fisik. Lingkungan yang aman dan tenang akan diupayakan untuk mengurangi stimulasi yang berlebihan. Keluarga juga akan dilibatkan untuk memahami pola perilaku pasien dan cara merespons yang tepat, misalnya dengan tidak langsung menolak permintaannya tetapi mengajak berdiskusi. Kriteria keberhasilan dari SLKI ini adalah ketika Tn. S dapat melaporkan bahwa ia merasa lebih mampu mengontrol dorongan untuk marah, mengurangi frekuensi dan intensitas perilaku mengamuk, serta mulai menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan kekecewaannya.
Kode SIKI: 4490
Deskripsi : SIKI dengan kode 4490 adalah Intervensi Manajemen Perilaku Kekerasan. Ini adalah serangkaian tindakan langsung yang dilakukan perawat untuk mencegah, menahan, dan mengelola perilaku kekerasan. Tindakan dimulai dengan pencegahan primer. Perawat akan melakukan observasi ketat terhadap perilaku nonverbal Tn. S (bahu menegang, pandangan tajam, mengepal tangan) sebagai tanda awal agitasi. Perawat akan mendekati pasien dengan sikap tenang, rendah hati, dan memberikan ruang personal yang cukup (jangan terlalu dekat). Komunikasi yang digunakan jelas, singkat, dan menenangkan. Perawat akan mengajak Tn. S untuk pindah ke ruangan yang lebih tenang jika lingkungan sekitarnya mulai memicunya. Jika perilaku kekerasan tampak akan terjadi, perawat akan mencoba mengalihkan perhatian pasien atau menawarkan opsi yang dapat diterima. Tindakan keamanan seperti memindahkan benda-benda berbahaya dari sekitar pasien juga dilakukan. Jika eskalasi tidak dapat dihindari dan pasien membahayakan diri sendiri atau orang lain, penerapan restraint (pengekangan) secara prosedural sesuai protap RS mungkin diperlukan sebagai upaya terakhir untuk melindungi keselamatan, dan ini harus didokumentasikan dengan sangat detail. Setelah episode kekerasan mereda, perawat akan melakukan pendekatan kembali untuk membahas peristiwa tersebut dengan pasien, membantu mengevaluasi apa yang terjadi, dan bersama-sama menyusun rencana untuk mencegah terulangnya kejadian. Intervensi ini juga mencakup pemberian terapi obat sesuai resep (seperti Chlorpromazine dan Haloperidol) untuk mengontrol gejala psikotik yang mendasari perilaku kekerasan, serta edukasi kepada keluarga tentang cara merespons dan kapan harus meminta bantuan.
-
Article No. 22946 | 21 Nov 2025
Klinis : . Perempuan berusia 30 tahun diantar suaminya datang ke poli kandungan dengan keluhan pusing, bengkak pada kaki juga wajah dan penglihatan mata kabur, status kehamilan pasien G3P202 dengan umur kehamilan 37 minggu, TD 160/110 mmHg. frekuensi nadi 92 kali/menit. DJJ 162 kali/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi dalam Kehamilan (Preeklampsia Berat)
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko tinggi penurunan curah jantung dan perfusi jaringan pada ibu dan janin berhubungan dengan vasospasme pembuluh darah dan peningkatan afterload.
Kode SLKI: L.03139
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03139 adalah "Perfusi Jaringan Perifer dan Serebral Tercapai". Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk memulihkan dan mempertahankan aliran darah yang adekuat ke organ-organ vital ibu (seperti otak, ginjal, uterus) dan janin. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah berada dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya di bawah 160/110 mmHg untuk kasus berat, dengan target lebih rendah untuk mencegah komplikasi), penurunan atau hilangnya keluhan pusing dan penglihatan kabur, tidak adanya nyeri kepala hebat, edema yang tidak memburuk secara progresif, produksi urin yang adekuat (lebih dari 30 ml/jam), serta status mental yang normal. Pada janin, perfusi yang tercapai ditandai dengan Denyut Jantung Janin (DJJ) dalam rentang normal (110-160 kali/menit, meskipun pada kasus ini 162 kali/menit menunjukkan tanda gawat janin awal/takikardia), dan pertumbuhan janin yang sesuai dengan usia kehamilan. Keberhasilan SLKI ini sangat krusial untuk mencegah evolusi kondisi menjadi eklampsia (kejang) atau sindrom HELLP, yang mengancam jiwa.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08039 adalah "Manajemen Hipertensi". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis dan komprehensif untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Pelaksanaannya meliputi: 1) Pemantauan ketat tanda-tanda vital, terutama tekanan darah setiap 15-30 menit atau sesuai protokol, serta pemantauan denyut nadi dan pernapasan. 2) Memposisikan pasien dalam posisi miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah ke uterus dan ginjal, serta mengurangi kompresi pada vena kava inferior. 3) Memberikan terapi oksigen untuk meningkatkan saturasi oksigen ibu dan janin. 4) Melakukan pemantauan keseimbangan cairan yang ketat dengan memasang kateter urin dan mengukur produksi urin per jam untuk menilai fungsi ginjal. 5) Memastikan lingkungan yang tenang dan redup cahaya untuk meminimalkan stimulasi yang dapat memicu kejang. 6) Melakukan kolaborasi pemberian obat antihipertensi (seperti Nifedipin, Labetalol, atau Metildopa) sesuai resep dokter, dengan memastikan dosis, route, dan waktu pemberian yang tepat, serta memantau efek sampingnya. 7) Mengkolaborasikan pemberian obat antikonvulsan seperti Magnesium Sulfat sebagai profilaksis untuk mencegah kejang, yang meliputi pemberian loading dose dan maintenance dose, serta pemantauan ketat terhadap tanda-tanda toksisitas Magnesium Sulfat (seperti hilangnya refleks patela, depresi pernapasan, penurunan output urin). 8) Memantau kondisi janin secara terus-menerus dengan Kardiotokografi (CTG) untuk menilai DJJ dan ada tidaknya kontraksi uterus. 9) Mempersiapkan pasien untuk persalinan, karena satu-satunya terapi definitif untuk preeklampsia adalah melahirkan janin dan plasenta. Intervensi ini memerlukan kerja sama tim yang solid antara perawat, bidan, dan dokter untuk mencapai hasil yang optimal bagi keselamatan ibu dan janin.
-
Article No. 22947 | 21 Nov 2025
Klinis : . Perempuan berusia 30 tahun diantar suaminya datang ke poli kandungan dengan keluhan pusing, bengkak pada kaki juga wajah dan penglihatan mata kabur, status kehamilan pasien G3P202 dengan umur kehamilan 37 minggu, TD 160/110 mmHg. frekuensi nadi 92 kali/menit. DJJ 162 kali/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi dalam Kehamilan (Pra-eklampsia Berat)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Perifer
Kode SLKI: L.08032
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah; L.08033 Pemantauan Tanda dan Gejala Perfusi Perifer; L.08034 Pemantauan Tanda dan Gejala Syok; L.08107 Pemantauan Tanda dan Gejala Peningkatan Tekanan Intrakranial; L.14001 Manajemen Nyeri; L.15001 Manajemen Kecemasan; L.18001 Manajemen Medikasi; L.03001 Pemberian Informasi
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Kaji tekanan darah pada kedua lengan dengan posisi berbaring, duduk, dan berdiri (jika memungkinkan); I.08032 Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer; I.08033 Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit; I.08034 Kaji pengisian kapiler; I.08035 Kaji adanya edema; I.08036 Kaji adanya nyeri dada; I.08037 Kaji adanya sakit kepala; I.08038 Kaji adanya gangguan penglihatan; I.08039 Kaji adanya mual dan muntah; I.08040 Kaji adanya penurunan kesadaran; I.08041 Kaji hasil pemeriksaan penunjang (urin lengkap, darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, dan lain-lain); I.14001 Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan nyeri; I.14002 Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri; I.15001 Identifikasi tingkat kecemasan; I.15002 Berikan informasi tentang prosedur yang akan dilakukan; I.15003 Lakukan pendampingan; I.18001 Bantu pemberian terapi medikasi sesuai program; I.18002 Monitor efek terapi dan efek samping medikasi; I.03001 Berikan pendidikan kesehatan tentang kondisi, pengobatan, dan perawatan diri.
-
Article No. 22948 | 21 Nov 2025
Klinis : . Perempuan berusia 30 tahun diantar suaminya datang ke poli kandungan dengan keluhan pusing, bengkak pada kaki juga wajah dan penglihatan mata kabur, status kehamilan pasien G3P202 dengan umur kehamilan 37 minggu, TD 160/110 mmHg. frekuensi nadi 92 kali/menit. DJJ 162 kali/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi dalam Kehamilan (Pra-eklampsia Berat)
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Perifer Berhubungan dengan Vasospasme Pembuluh Darah
Kode SLKI: L.08018
Deskripsi : Perfusi Perifer
Kode SIKI: I.01241
Deskripsi : Manajemen Hipertensi
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - D.0018): Risiko Ketidakefektifan Perfusi Perifer
Diagnosa keperawatan utama pada kasus ini adalah "Risiko Ketidakefektifan Perfusi Perifer" dengan kode D.0018. Definisinya adalah keadaan dinamis dimana seorang individu berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat jaringan perifer akibat gangguan sirkulasi darah. Pada pasien dengan gejala pra-eklampsia berat seperti ini, risiko ini sangat nyata dan menjadi fokus utama. Mekanisme patofisiologinya dimulai dari vasospasme (penyempitan) pembuluh darah perifer yang disebabkan oleh tekanan darah yang sangat tinggi (160/110 mmHg). Vasospasme ini menyebabkan peningkatan resistensi pembuluh darah sistemik, yang selanjutnya akan menurunkan aliran darah ke berbagai organ vital, termasuk plasenta, ginjal, hati, dan otak. Penurunan perfusi ke plasenta (uteroplasenta) dapat mengakibatkan insufisiensi plasenta, yang berdampak pada gawat janin, seperti yang ditunjukkan oleh Denyut Jantung Janin (DJJ) yang meningkat menjadi 162 kali/menit (tachycardia). Gejala klinis seperti pusing, penglihatan kabur, dan edema (bengkak pada wajah dan kaki) adalah manifestasi langsung dari ketidakefektifan perfusi ini. Pusing dan penglihatan kabur menunjukkan gangguan perfusi serebral (otak), sedangkan edema disebabkan oleh kebocoran pembuang darah kapiler akibat kerusakan endotel dan penurunan tekanan osmotik koloid. Dengan demikian, diagnosis ini secara komprehensif merangkum ancaman utama yang dihadapi pasien dan janinnya.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.08018): Perfusi Perifer
Luaran yang diharapkan (SLKI) untuk diagnosis ini adalah "Perfusi Perifer" dengan kode L.08018. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah untuk mempertahankan atau mengembalikan perfusi perifer yang adekuat. Kriteria luaran ini dievaluasi melalui beberapa indikator kunci. Pertama, tekanan darah harus kembali dalam rentang yang diharapkan untuk usia kehamilannya, idealnya di bawah 140/90 mmHg. Kedua, tanda-tanda vital harus stabil. Ketiga, tanda-tanda klinis gangguan perfusi seperti pusing, penglihatan kabur, dan sakit kepala epigastrium harus hilang atau berkurang secara signifikan. Keempat, edema harus menurun. Kelima, haluaran urine (yang mencerminkan perfusi ginjal) harus berada dalam batas normal (> 30 ml/jam). Untuk janin, luaran yang diharapkan adalah DJJ dalam rentang normal (120-160 kali/menit) dan tidak adanya tanda-tanda gawat janin lainnya. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa vasospasme telah teratasi, sirkulasi darah ke organ-organ perifer dan vital telah membaik, dan kondisi pasien serta janinnya stabil.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01241): Manajemen Hipertensi
Intervensi keperawatan utama yang harus dilakukan adalah "Manajemen Hipertensi" dengan kode I.01241. Definisinya adalah pemberian asuhan keperawatan kepada pasien dengan tekanan darah tinggi. Intervensi ini bersifat kompleks dan multidimensi. Aktivitas utamanya dimulai dengan memantau status kardiovaskular dan neurologis pasien secara ketat dan berkelanjutan, termasuk pemantauan tekanan darah setiap 15-30 menit, frekuensi nadi, dan status neurologis (tingkat kesadaran, keluhan pusing, penglihatan). Pasien harus diistirahatkan secara mutlak (bed rest) dalam posisi miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta dan mengurangi kompresi pada vena kava. Pemberian terapi obat-obatan antihipertensi seperti Nifedipin, Labetalol, atau Methyldopa sesuai resep dokter adalah tindakan krusial untuk menurunkan tekanan darah secara terkontrol dan mencegah komplikasi seperti stroke atau eklampsia. Selain itu, pemberian antikonvulsan seperti Magnesium Sulfat (MgSO4) merupakan protokol standar untuk mencegah kejang (eklampsia). Asupan cairan harus dikelola dengan hati-hati untuk mencegah overload yang dapat memperberat edema dan hipertensi, sambil memantau keseimbangan cairan secara ketat. Pemantauan kondisi janin melalui Kardiotokografi (CTG) dilakukan secara rutin untuk menilai kesejahteraan janin. Pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang kondisi penyakit, pentingnya istirahat, tanda-tanda bahaya (seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri ulu hati), dan kepatuhan pengobatan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Dalam kasus kehamilan 37 minggu yang sudah aterm, persiapan untuk persalinan (induksi atau seksio sesarea) seringkali menjadi bagian dari manajemen definitif untuk menyelamatkan ibu dan janin.
-
Article No. 22894 | 20 Nov 2025
Klinis : DS: - Pasien mengatakan gerak dikit BAK - Sering buang air kecil - Enuresis DO: - Volume residu urin meningkat
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Retensi Urin
Kode ICD-10: R33
Deskripsi Singkat : Retensi urin adalah kondisi ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya, yang menyebabkan penumpukan urin. Hal ini sesuai dengan temuan klinis pasien yang mengeluh sulit buang air kecil (gerak dikit BAK), sering buang air kecil (karena kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong), enuresis (mengompol), dan yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan objektif berupa peningkatan volume residu urin setelah berkemih. Kode ICD-10 R33 mencakup berbagai jenis retensi urin, baik yang akut, kronis, maupun yang tidak spesifik. Kondisi ini bukanlah diagnosis akhir melainkan sebuah gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti obstruksi (sumbatan) pada saluran kemih akibat pembesaran prostat, striktur uretra, batu kemih, atau gangguan saraf yang mempengaruhi kontrol kandung kemih (neurogenic bladder). Penanganannya berfokus pada pengosongan kandung kemih (misalnya dengan kateter) dan mengatasi penyebab yang mendasarinya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22895 | 20 Nov 2025
Klinis : Pasien mengeluh sesak nafas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sesak Nafas (Dispnea)
Kode ICD-10: R06.0
Deskripsi Singkat : Dispnea, dikodekan sebagai R06.0 dalam ICD-10, adalah istilah medis untuk sensasi sulit atau tidak nyaman dalam bernapas, atau sesak nafas. Ini adalah gejala subjektif yang umum dari berbagai kondisi medis, bukan penyakit itu sendiri. Keluhan sesak nafas dapat berkisar dari ringan dan sementara hingga berat dan mengancam jiwa. Gejala ini dapat dirasakan secara akut (muncul tiba-tiba) atau kronis (berkembang secara bertahap dan menetap). Penyebab dispnea sangat luas, mencakup gangguan pada sistem pernapasan (seperti asma, PPOK, pneumonia, emboli paru), sistem kardiovaskular (gagal jantung, serangan jantung, aritmia), anemia, kecemasan atau serangan panik, serta obesitas. Kode R06.0 termasuk dalam Bab XVIII (Gejala, Tanda, dan Temuan Klinis dan Laboratorium Abnormal, Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain), yang berarti kode ini digunakan ketika gejala sesak nafas bersifat sementara, penyebab pastinya belum ditentukan, atau merupakan alasan utama kunjungan pasien tanpa diagnosis yang lebih spesifik. Penting untuk mencatat bahwa jika diagnosis penyebab yang mendasari (misalnya, asma) telah ditegakkan, kode untuk kondisi tersebut (seperti J45.9 untuk Asma, tidak spesifik) harus digunakan sebagai diagnosis utama, bukan R06.0.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22896 | 20 Nov 2025
Klinis : gangguan proses keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Proses Keluarga
Kode SDKI: D.0117
Deskripsi Singkat: Gangguan Proses Keluarga adalah suatu keadaan ketika keluarga yang biasanya mendukung menjadi disfungsional atau tidak mampu melakukan adaptasi atau manajemen dalam menghadapi tantangan atau peristiwa kehidupan. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan keluarga untuk berkomunikasi secara terbuka dan efektif, ketidakmampuan mengekspresikan perasaan dengan tepat, ketidakmampuan untuk menyelesaikan konflik, serta ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikososial, dan spiritual seluruh anggotanya. Gangguan ini dapat muncul akibat stresor internal seperti penyakit kronis pada anggota keluarga, konflik peran, atau masalah keuangan, maupun stresor eksternal seperti bencana alam, tekanan sosial, atau krisis ekonomi. Dampaknya adalah terganggunya fungsi keluarga sebagai sistem pendukung utama, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan individu di dalamnya serta menurunkan kualitas hidup seluruh keluarga. Tujuan keperawatan adalah untuk membantu keluarga mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah, serta mengembangkan strategi koping yang adaptif untuk mengembalikan kestabilan dan fungsi keluarga.
Kode SLKI: L.01172
Deskripsi : SLKI L.01172 berfokus pada intervensi untuk meningkatkan fungsi keluarga. Luaran yang diharapkan adalah keluarga mampu menunjukkan peningkatan dalam proses dan dinamika internalnya. Secara spesifik, luaran ini dapat diwujudkan melalui beberapa indikator perilaku yang teramati. Pertama, keluarga mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan, kebutuhan, serta harapan masing-masing anggota secara terbuka dan saling menghargai. Kedua, keluarga menunjukkan kemampuan untuk terlibat dalam pemecahan masalah secara kolaboratif, dimulai dari mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, memilih solusi terbaik, hingga melaksanakannya dan mengevaluasi hasilnya. Ketiga, terjadi peningkatan dalam komunikasi, yang ditandai dengan berkurangnya konflik destruktif, meningkatnya penggunaan pesan "saya" (I-message), dan kemampuan untuk mendengarkan secara aktif. Keempat, keluarga mulai mampu menetapkan batasan (boundaries) peran yang jelas dan sehat antar anggotanya, serta menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan. Kelima, keluarga dapat memanfaatkan sumber daya dan dukungan sosial yang tersedia, baik dari dalam keluarga besar, teman, maupun komunitas. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa keluarga telah bergerak dari keadaan disfungsi menuju fungsi yang lebih sehat dan adaptif, di mana setiap anggota merasa didukung, didengar, dan dihargai.
Kode SIKI: I.01224
Deskripsi : SIKI I.01224 adalah Intervensi Terapi Bermain Keluarga, yang merupakan tindakan keperawatan terapeutik yang direncanakan untuk membantu keluarga dengan anak-anak meningkatkan fungsi dan hubungan mereka melalui aktivitas bermain yang terstruktur. Intervensi ini didasari oleh pemahaman bahwa bermain adalah bahasa universal anak dan dapat menjadi media yang ampuh untuk mengekspresikan emosi, konflik, dan dinamika hubungan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pelaksanaannya melibatkan beberapa langkah kunci. Pertama, perawat menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman, dan bebas dari penilaian, dengan menyediakan berbagai alat permainan yang memungkinkan ekspresi diri (seperti boneka, rumah-rumahan, alat menggambar, atau balok). Kedua, perawat memfasilitasi sesi bermain dengan mengamati interaksi, pola komunikasi, peran yang diambil masing-masing anggota, serta cara keluarga menyelesaikan tugas atau konflik selama bermain. Ketiga, perawat mendorong partisipasi semua anggota keluarga, memastikan setiap suara didengar, dan membantu orang tua untuk memahami perilaku dan kebutuhan anak mereka melalui perspektif baru yang muncul dalam permainan. Keempat, selama dan setelah sesi, perawat membantu keluarga merefleksikan pengalaman bermain mereka, menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata, dan mengidentifikasi pola interaksi yang perlu dipertahankan atau diubah. Intervensi ini tidak hanya memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi keluarga untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, dan regulasi emosi dalam setting yang rendah tekanan, sehingga dapat ditransfer ke dalam interaksi sehari-hari di rumah.
-
Article No. 22897 | 20 Nov 2025
Klinis : MUAL MUNTAH TIAP MAKAN, DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELITUS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual Muntah Tiap Makan pada Pasien Diabetes Melitus
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Status nutrisi membaik
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1
Deskripsi : Monitor asupan dan haluaran, Monitor tanda-tanda kekurangan nutrisi, Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi, Kolaborasi pemberian obat antiemetik sesuai indikasi, Ajarkan pasien dan keluarga tentang pilihan makanan yang sesuai
Kondisi: Mual Muntah Tiap Makan pada Pasien Diabetes Melitus
Kode SDKI: B.3.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: B.3.1.1.1
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam batas yang diharapkan
Kode SIKI: B.3.1.1.1.1
Deskripsi : Monitor kadar glukosa darah, Monitor tanda dan gejala hiperglikemia/hipoglikemia, Kolaborasi pemberian terapi insulin/obat hipoglikemik oral sesuai program, Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala hiperglikemia/hipoglikemia, Ajarkan pasien dan keluarga tentang penatalaksanaan nutrisi pada diabetes
Kondisi: Mual Muntah Tiap Makan pada Pasien Diabetes Melitus
Kode SDKI: B.2.1.1
Deskripsi Singkat: Defisit Volume Cairan
Kode SLKI: B.2.1.1.1
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai
Kode SIKI: B.2.1.1.1.1
Deskripsi : Monitor tanda-tanda dehidrasi, Monitor asupan dan haluaran, Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai indikasi, Anjurkan intake cairan per oral jika memungkinkan, Monitor tanda-tanda kelebihan volume cairan
-
Article No. 22898 | 20 Nov 2025
Klinis : gcs 3/4/5, luka di kepa dan wajah, perdarahan aktif, cedera rahang atas, sesak, gurgling, tekanan darah 90/65 HR: 106 rr: 26x , perdarahan tampak memenuhi rongga mulut, luka robek di samping mulut, akral dingin, suhu 36,5, riwayat KLL 1 jam yg lalu, muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI Berdasarkan Kondisi Pasien
Berdasarkan data pasien yang diberikan: GCS 3/4/5, luka di kepala dan wajah, perdarahan aktif, cedera rahang atas, sesak, gurgling, tekanan darah 90/65 HR: 106 rr: 26x, perdarahan tampak memenuhi rongga mulut, luka robek di samping mulut, akral dingin, suhu 36,5, riwayat KLL 1 jam yang lalu, muntah.
**Interpretasi GCS:** GCS 3/4/5 adalah notasi yang tidak standar. Mengingat adanya gurgling, perdarahan aktif di rongga mulut, dan cedera rahang atas, respons verbal (V) kemungkinan besar terganggu atau tidak dapat dinilai. Jika kita asumsikan E3 (Eye opening), V1 (Verbal response, karena tidak dapat dinilai/terganggu), dan M5 (Motor response), maka total GCS adalah 9. Ini menunjukkan cedera kepala sedang hingga berat dan perlunya perhatian segera terhadap jalan napas.
Prioritas Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan prinsip ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure) pada kasus trauma, prioritas diagnosa keperawatan adalah sebagai berikut:
- **Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0001)**: Prioritas utama karena adanya gurgling, sesak, perdarahan aktif di rongga mulut, muntah, dan cedera rahang atas yang mengancam patensi jalan napas.
- **Risiko Syok (D.0039)**: Prioritas kedua karena adanya perdarahan aktif, hipotensi (TD 90/65), takikardia (HR 106), dan akral dingin, yang mengindikasikan syok hipovolemik.
- **Nyeri Akut (D.0077)**: Prioritas ketiga karena adanya luka di kepala dan wajah serta cedera rahang atas akibat KLL.
Penjelasan SDKI, SLKI, dan SIKI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280