Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17101 | 11 May 2025
Klinis : post partum
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: O90.9
- Deskripsi: Komplikasi pada masa nifas, tidak dispesifikasikan
Penjelasan:
Pasca persalinan atau post partum merujuk pada kondisi ibu setelah melahirkan bayi. Kode ICD-10 O90.9 digunakan untuk mengindikasikan komplikasi pada masa nifas yang tidak dispesifikasikan secara khusus. Kondisi ini dapat mencakup berbagai gejala atau komplikasi yang mungkin timbul selama masa pemulihan pasca persalinan, seperti infeksi, perdarahan, atau masalah lainnya yang memerlukan perawatan medis.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode ICD-9-CM spesifik untuk "post partum" sebagai prosedur atau tindakan medis.
Penjelasan:
Pada klasifikasi ICD-9-CM, tidak terdapat kode prosedur atau tindakan medis yang secara khusus mewakili kondisi "post partum". Penanganan kondisi post partum biasanya melibatkan berbagai tindakan atau prosedur medis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, seperti pemantauan tanda vital, pemberian obat-obatan, penanganan komplikasi, dan lain-lain. Kode-kode prosedur yang mungkin digunakan akan bergantung pada tindakan spesifik yang dilakukan untuk menangani kondisi pasien pasca persalinan. -
Article No. 17102 | 11 May 2025
Klinis : partus pervaginam
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi partus pervaginam.
1. Kode ICD-10:
- Kode: O80
- Deskripsi: Partus spontan, normal
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 72.1
- Deskripsi: Partus normal, tanpa komplikasi
Penjelasan:
Partus pervaginam atau persalinan normal melalui vagina merupakan proses kelahiran bayi yang terjadi tanpa adanya komplikasi atau intervensi medis yang signifikan. Kode ICD-10 O80 digunakan untuk mengidentifikasi partus spontan dan normal, sedangkan kode ICD-9-CM 72.1 merujuk pada prosedur partus normal tanpa komplikasi. Pengkodean ini penting untuk mendokumentasikan dengan tepat kondisi dan tindakan medis yang dilakukan selama proses persalinan normal. -
Article No. 17103 | 11 May 2025
Klinis : repair perineum
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis untuk kondisi "repair perineum" dengan format yang terstruktur dan penjelasan detail.
1. Kode ICD-10:
- Kode: O90.1
- Deskripsi: Ruptur perineum pasca persalinan, dirawat secara bedah
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 75.69
- Deskripsi: Penjahitan luka pada perineum, tidak diklasifikasikan di tempat lain; prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki atau menutup robekan perineum yang terjadi selama persalinan.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 O90.1 (Ruptur perineum pasca persalinan, dirawat secara bedah) digunakan untuk mengkodekan kondisi dimana terjadi robekan pada perineum (area antara vagina dan anus) yang membutuhkan perbaikan atau penjahitan secara bedah setelah proses persalinan.
2. Kode ICD-9-CM 75.69 (Penjahitan luka pada perineum, tidak diklasifikasikan di tempat lain) adalah kode yang digunakan untuk prosedur perbaikan atau penjahitan robekan pada perineum yang terjadi selama proses persalinan. Prosedur ini dilakukan untuk menyatukan kembali jaringan yang robek dan membantu proses penyembuhan.
Dalam praktik klinis, dokter atau perekam medis akan menggunakan kode-kode ini untuk mencatat diagnosis dan prosedur yang dilakukan pada pasien dengan kondisi "repair perineum" dalam rekam medis mereka. -
Article No. 17104 | 11 May 2025
Klinis : rupture perineum
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berdasarkan permintaan Anda, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur medis terkait kondisi rupture perineum:
1. Kode ICD-10:
- Kode: O70.0
- Deskripsi: Robekan perineum derajat 1, terjadi selama persalinan.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 75.52
- Deskripsi: Penjahitan robekan perineum tanpa penyuluran, dilakukan pada ibu yang mengalami robekan perineum derajat 1 selama proses persalinan. Prosedur ini melibatkan pemberian anestesi lokal dan penjahitan jaringan yang terkoyak untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan.
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10 O70.0 digunakan untuk mengklasifikasikan robekan perineum derajat 1 yang terjadi selama persalinan. Robekan perineum derajat 1 adalah robekan yang melibatkan kulit perineum dan mukosa vagina, tanpa mengenai sfinkter anal.
2. Kode ICD-9-CM 75.52 merujuk pada prosedur penjahitan robekan perineum tanpa penyuluran, yang dilakukan untuk menutup dan memperbaiki robekan yang terjadi pada jaringan perineum. Prosedur ini bertujuan untuk mencegah komplikasi, seperti perdarahan, infeksi, dan gangguan fungsi, serta mempercepat proses penyembuhan.
Dengan adanya kode-kode tersebut, rekam medis pasien dapat didokumentasikan dengan jelas dan akurat, memudahkan proses pengkodean, pelaporan, dan penagihan kepada pihak asuransi kesehatan. -
Article No. 17105 | 11 May 2025
Klinis : robekan perineum derajat 2
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan informasi yang Anda minta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: O70.1
- Deskripsi: Robekan perineum derajat 2, yang melibatkan otot perineum tetapi tidak mengenai sfinkter ani.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 75.62
- Deskripsi: Jahitan perineum, tidak dikategorikan di tempat lain (termasuk penjahitan robekan derajat 2).
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 O70.1 digunakan untuk menggambarkan kondisi robekan perineum derajat 2. Robekan derajat 2 melibatkan otot perineum, tetapi tidak mengenai sfinkter ani. Ini merupakan salah satu jenis cedera yang dapat terjadi selama proses persalinan.
2. Kode ICD-9-CM 75.62 mengacu pada prosedur penjahitan perineum yang tidak dikategorikan di tempat lain. Ini termasuk penjahitan robekan perineum derajat 2 untuk membantu pemulihan dan penyembuhan.
Kode-kode ini digunakan oleh tenaga kesehatan, seperti dokter dan perekam medis, untuk mengkodekan dan mendokumentasikan diagnosis dan prosedur medis secara terstandarisasi. -
Article No. 17106 | 11 May 2025
Klinis : MENOLONG PARTUS
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai seorang perekam medis, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait kondisi "MENOLONG PARTUS" dalam format yang terstruktur seperti yang Anda minta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: O80
- Deskripsi: Persalinan tunggal spontan, presentasi kepala
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 72.1
- Deskripsi: Partus spontan, presentasi kepala, tanpa komplikasi
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10 O80 (Persalinan tunggal spontan, presentasi kepala):
- Kode ini digunakan untuk mengkodekan persalinan normal dengan presentasi kepala, tanpa komplikasi.
- Kode ini termasuk dalam kategori "Kehamilan, persalinan, dan masa nifas" dalam ICD-10.
- Kode ini sesuai dengan kondisi "MENOLONG PARTUS" yang dideskripsikan, di mana proses persalinan berjalan secara normal dan spontan dengan presentasi kepala.
2. Kode ICD-9-CM 72.1 (Partus spontan, presentasi kepala, tanpa komplikasi):
- Kode ini digunakan untuk mengkodekan prosedur atau tindakan medis terkait dengan persalinan normal dengan presentasi kepala, tanpa komplikasi.
- Kode ini termasuk dalam kategori "Prosedur operasi pada sistem reproduksi wanita" dalam ICD-9-CM.
- Kode ini sesuai dengan kondisi "MENOLONG PARTUS" yang dideskripsikan, di mana proses persalinan berjalan secara normal dan spontan dengan presentasi kepala, tanpa memerlukan tindakan medis tambahan.
Dalam praktik perekaman medis, penggunaan kode ICD-10 untuk diagnosis dan ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis sangat penting untuk memastikan ketepatan pencatatan dan pelaporan data kesehatan yang akurat. -
Article No. 17107 | 11 May 2025
Klinis : vagina hygine
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang Anda sebutkan, "vagina hygine", berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: N89.8
- Deskripsi: Kondisi lain yang ditentukan dari vagina
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 96.53
- Deskripsi: Perawatan vagina, tidak termasuk perawatan servik
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 N89.8 menggambarkan kondisi lain yang ditentukan dari vagina, yang mencakup kondisi "vagina hygine" yang Anda deskripsikan. Kode ini termasuk dalam kategori "Penyakit lain dari alat kelamin wanita" pada Bab XIV: Penyakit sistem genitourinaria.
2. Kode ICD-9-CM 96.53 mencakup prosedur perawatan vagina, tidak termasuk perawatan pada serviks. Hal ini dapat mencakup tindakan pembersihan, higienis, atau perawatan vagina lainnya.
Sebagai petugas kesehatan, kami harus memastikan penggunaan kode-kode yang tepat untuk mendokumentasikan kondisi dan prosedur medis pasien secara akurat. Hal ini penting untuk memastikan catatan medis yang lengkap dan akurat, serta untuk tujuan klaim asuransi dan analisis epidemiologi. -
Article No. 17108 | 11 May 2025
Klinis : Kasus C Pada tanggal 10 Oktober 2023, jam 10.00 wita, seorang Pasien anak Bernama An. H berusaia 6 tahun datang ke UGD RSUD Kota Mataram dengan keluhan kesulitan bernafas parah. Orangtua pasien mengatakan anaknya sedang di sekolah dan mengikuti Pelajaran olahraga lalu ia tiba2 sangat kesulitan untuk bernafas. Orangtua pasien mengatakan anaknya memiliki riwayat penyakit Asma. An. H diposisikan dengan posisi duduk condong ke depan agar memudahkan bernafas. Saat di sekolah, An. H telah mendapatkan 3 kali hisapan infaler Ventolin (salbutamol) yang digunakan dengan alat mengatur jarak pemberian. Pemeriksaan antromopetri menunjukkan BB pasien 19kg, tinggi 125cm, suhu 36,50C. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan Pernafasan 40x/menit, terdengar suara mengi saat ekspirasi, yang menandakan penyempitan saluran napas bagian bawah dan gangguan pernapasan. Anak tersebut tampak waspada dengan kulit pucat dan tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap, hanya mampu memberitahukan namanya kepada perawat. Pada pemeriksaan lebih lanjut, terdapat resesi interkostal, Tingkat oksigennya 90% di udara ruangan dan denyut nadinya 135x/menit. Saat auskultasi dada didapatkan bunyi mengi yang meluas secara bilateral. Orangtua pasien tampak sangat cemas karena kondisi anaknya yang sangat kesulitan untuk bernafas dan meminta petugas medis segera memberikan tindakan. Orangtua pasien mengatakan anaknya didiagnosa Asma sejak usia 5 tahun. Namun demikian tidak ada riyawat penyakit Asma dalam keluarganya.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan mempertimbangkan rincian kasus yang diberikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: J45.9
- Deskripsi: Asma, tidak spesifik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.94
- Deskripsi: Pemberian oksigen
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien anak bernama An. H, berusia 6 tahun, datang ke UGD dengan keluhan kesulitan bernafas parah. Riwayat penyakit Asma sejak usia 5 tahun dan saat di sekolah telah mendapatkan penanganan berupa pemberian bronkodilator inhalasi (Ventolin/salbutamol) sebelum kondisi memburuk. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan tanda-tanda penyempitan saluran napas seperti pernapasan cepat, suara mengi, resesi interkostal, dan hipoksemia (oksigen 90% di udara ruangan).
Dengan gejala-gejala yang sesuai, diagnosis yang paling tepat adalah Asma (kode ICD-10 J45.9). Kasus ini merupakan eksaserbasi atau serangan asma akut yang membutuhkan penanganan cepat.
Tindakan medis yang dilakukan kemungkinan berupa pemberian oksigen (kode ICD-9-CM 93.94) untuk mengatasi hipoksemia dan pemberian bronkodilator inhalasi lanjutan (tidak tercantum dalam kode ICD-9-CM) untuk mengatasi obstruksi saluran napas. -
Article No. 17109 | 11 May 2025
Klinis : Kasus C Pada tanggal 10 Oktober 2023, jam 10.00 wita, seorang Pasien anak Bernama An. H berusaia 6 tahun datang ke UGD RSUD Kota Mataram dengan keluhan kesulitan bernafas parah. Orangtua pasien mengatakan anaknya sedang di sekolah dan mengikuti Pelajaran olahraga lalu ia tiba2 sangat kesulitan untuk bernafas. Orangtua pasien mengatakan anaknya memiliki riwayat penyakit Asma. An. H diposisikan dengan posisi duduk condong ke depan agar memudahkan bernafas. Saat di sekolah, An. H telah mendapatkan 3 kali hisapan infaler Ventolin (salbutamol) yang digunakan dengan alat mengatur jarak pemberian. Pemeriksaan antromopetri menunjukkan BB pasien 19kg, tinggi 125cm, suhu 36,50C. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan Pernafasan 40x/menit, terdengar suara mengi saat ekspirasi, yang menandakan penyempitan saluran napas bagian bawah dan gangguan pernapasan. Anak tersebut tampak waspada dengan kulit pucat dan tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap, hanya mampu memberitahukan namanya kepada perawat. Pada pemeriksaan lebih lanjut, terdapat resesi interkostal, Tingkat oksigennya 90% di udara ruangan dan denyut nadinya 135x/menit. Saat auskultasi dada didapatkan bunyi mengi yang meluas secara bilateral. Orangtua pasien tampak sangat cemas karena kondisi anaknya yang sangat kesulitan untuk bernafas dan meminta petugas medis segera memberikan tindakan. Orangtua pasien mengatakan anaknya didiagnosa Asma sejak usia 5 tahun. Namun demikian tidak ada riyawat penyakit Asma dalam keluarganya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis keperawatan yang dapat ditetapkan untuk kasus An. H adalah sebagai berikut:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode: 00031 (NANDA-I)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan dan mempertahankan jalan napas terbuka untuk memfasilitasi pertukaran gas.
2. Pola Napas Tidak Efektif
Kode: 00032 (NANDA-I)
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pola napas yang dapat mendukung kebutuhan oksigenasi.
3. Kecemasan
Kode: 00146 (NANDA-I)
Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar yang digunakan untuk menetapkan diagnosis keperawatan berdasarkan NANDA-I.
- Terdiri dari kode, definisi, karakteristik, dan faktor terkait/risiko.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar yang digunakan untuk menetapkan luaran keperawatan yang diharapkan.
- Terdiri dari kode, definisi, dan kriteria hasil.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar yang digunakan untuk menetapkan intervensi keperawatan yang diperlukan.
- Terdiri dari kode, definisi, aktivitas, dan target luaran.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah organisasi profesi yang mengembangkan dan menetapkan standar-standar tersebut untuk digunakan oleh perawat di Indonesia. -
Article No. 17110 | 11 May 2025
Klinis : perawatan bayi baru lahir, dan adanya kecemasan terkait kesejahteraan anak-anaknya. Selain itu, anak pertama (A) menunjukkan tanda-tanda kecemburuan dan regresi perilaku sejak kelahiran adiknya.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran/output, dan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda paparkan. Tone akan akademis dan persona saya akan sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Diagnosa Keperawatan untuk Perawatan Bayi Baru Lahir:
a. Risiko Hipotermi berhubungan dengan ketidakmampuan mengatur suhu tubuh.
b. Risiko Infeksi berhubungan dengan sistem imun yang belum matang.
c. Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menyusu secara efektif.
2. Diagnosa Keperawatan untuk Kecemasan Orang Tua terkait Kesejahteraan Anak-anak:
a. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan anak.
b. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang perawatan anak.
3. Diagnosa Keperawatan untuk Kecemburuan dan Regresi Perilaku Anak Pertama (A):
a. Kecemburuan berhubungan dengan perubahan struktur keluarga.
b. Gangguan Proses Keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perawatan Bayi Baru Lahir:
a. Bayi dapat mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
b. Bayi terbebas dari infeksi.
c. Bayi dapat menyusu secara efektif dan mencapai pertumbuhan yang adekuat.
2. Kecemasan Orang Tua terkait Kesejahteraan Anak-anak:
a. Orang tua menunjukkan tingkat kecemasan yang terkontrol.
b. Orang tua menunjukkan peningkatan pengetahuan dalam merawat anak.
3. Kecemburuan dan Regresi Perilaku Anak Pertama (A):
a. Anak pertama (A) menunjukkan penurunan perilaku cemburu.
b. Anak pertama (A) menunjukkan peningkatan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Perawatan Bayi Baru Lahir:
a. Pertahankan lingkungan hangat dan kering untuk mencegah hipotermi.
b. Lakukan perawatan tali pusat dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
c. Ajarkan dan dampingi ibu dalam teknik menyusui yang benar.
2. Kecemasan Orang Tua terkait Kesejahteraan Anak-anak:
a. Berikan dukungan emosional dan informasi yang sesuai untuk mengurangi kecemasan.
b. Ajarkan teknik relaksasi dan manajemen stres.
c. Berikan edukasi tentang perawatan anak yang sesuai dengan usia dan kebutuhan.
3. Kecemburuan dan Regresi Perilaku Anak Pertama (A):
a. Libatkan anak pertama (A) dalam aktivitas bersama adiknya untuk membangun ikatan.
b. Berikan perhatian dan pujian khusus untuk anak pertama (A) untuk menghargai perannya sebagai kakak.
c. Ajarkan cara-cara beradaptasi dengan perubahan struktur keluarga dan peran baru.
Dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, penting untuk mempertimbangkan semua aspek yang terlibat, mulai dari kebutuhan bayi baru lahir, kecemasan orang tua, serta adaptasi dan perilaku anak pertama (A). Dengan kolaborasi yang erat antara perawat, orang tua, dan anggota keluarga lainnya, diharapkan dapat dicapai luaran yang optimal bagi seluruh anggota keluarga.