Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24524 | 18 Mar 2026
Klinis : PEREMPUAN 48 TAHUN DIAGNOSA MEDIS HEPATITIS B, KELUHAN PASIEN MENGATAKAN LEMAH BADAN DAN TERASA PUSING
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kelemahan dan Pusing pada Pasien Hepatitis B
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas. Kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan energi. 2) Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan. 3) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas. 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. 5) Tidak mengalami pusing atau sinkop selama beraktivitas.
Kode SIKI: I.1.1.1
<>Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (seperti proses penyakit, nyeri, efek pengobatan, gangguan tidur, malnutrisi). 2) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen). 3) Ajarkan teknik penghematan energi: merencanakan aktivitas, menyelingi aktivitas dengan istirahat, duduk saat melakukan aktivitas, menghindari aktivitas berat setelah makan. 4) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas dan mendelegasikan tugas yang tidak esensial. 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sesuai kebutuhan metabolik. 6) Atur lingkungan untuk meminimalkan upaya yang dibutuhkan (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan). 7) Anjurkan aktivitas ringan dan bertahap sesuai toleransi, hindari tirah baring total yang dapat memperburuk kelemahan. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang hubungan antara penyakit hepatitis, kelemahan, dan pentingnya manajemen energi. 9) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis untuk mengatasi penyebab dasar (hepatitis B) sesuai instruksi dokter. 10) Evaluasi respons pasien terhadap aktivitas dan modifikasi rencana sesuai kebutuhan.
-
Article No. 24525 | 18 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas, terdengar suara ronki d semua lapang paru, RR 30x/ menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan yang sistematis dan berkelanjutan untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih dari hambatan. Tindakan dimulai dengan pemantauan status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha bernapas, serta suara napas tambahan seperti ronki, wheezing, atau stridor. Posisi pasien diatur untuk optimalisasi pertukaran udara, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, dan dilakukan teknik drainase postural jika diperlukan. Terapi nebulisasi dengan bronkodilator atau mukolitik diberikan sesuai resep untuk mengurangi bronkospasme dan mengencerkan sekret. Fisioterapi dada, termasuk perkusi, vibrasi, dan latihan batuk efektif (seperti batuk terkontrol atau huffing) diajarkan dan dibantu perawat untuk mobilisasi sekret. Suctioning jalan napas (oral, nasal, atau endotrakeal) dilakukan dengan teknik steril dan tepat indikasi untuk menghisap sekret yang tidak dapat dikeluarkan pasien sendiri. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mengatasi hipoksia. Hidrasi adekuat, baik secara oral maupun intravena, dipantau untuk menjaga kekentalan sekret tetap encer. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya latihan napas dalam, penggunaan alat bantu seperti incentive spirometry, serta tanda-tanda gangguan jalan napas yang harus diwaspadai juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Seluruh tindakan didokumentasikan dengan cermat dan evaluasi efektivitasnya dilakukan secara berkala berdasarkan kriteria hasil yang ditetapkan.
Kode SIKI: 3201A
Deskripsi : Mempertahankan jalan napas paten. Kriteria hasil ini mengukur keberhasilan intervensi dalam mencapai dan mempertahankan keterbukaan jalan napas. Hal ini dievaluasi melalui beberapa indikator objektif. Pertama, suara napas bersih atau jelas di semua lapang paru, tanpa adanya ronki, wheezing, atau suara tambahan lainnya yang mengindikasikan obstruksi. Kedua, frekuensi pernapasan (RR) kembali dalam rentang normal sesuai usia (untuk dewasa biasanya 12-20 kali/menit) dengan irama yang teratur. Ketiga, pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif baik dengan batuk spontan maupun dengan bantuan suctioning. Keempat, tidak terdapat tanda-tanda distress pernapasan seperti penggunaan otot bantu napas, retraksi, nasal flaring, atau sianosis. Kelima, nilai saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya >94% pada udara ruangan atau sesuai target terapi oksigen). Keenam, analisis gas darah (jika dilakukan) menunjukkan nilai yang membaik, seperti peningkatan PaO2 dan penurunan PaCO2. Ketujuh, pasien melaporkan atau menunjukkan penurunan keluhan sesak napas dan merasa lebih nyaman saat bernapas. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan untuk membersihkan jalan napas telah efektif dalam mengatasi masalah utama pasien.
-
Article No. 24526 | 18 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan nyeri dada menyebar ke punggung bagian belakang, pasien tampak sesak, SPO2 90 %, hasil EKG yaitu st depresi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Penurunan Pertukaran Gas terkait Iskemia Miokard
Kode SDKI: D.0006 & D.0012
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien (nyeri dada menyebar ke punggung, sesak, SpO2 90%, dan EKG menunjukkan depresi segmen ST), dua diagnosa keperawatan utama yang sangat relevan adalah **Nyeri Akut (D.0006)** dan **Penurunan Pertukaran Gas (D.0012)**. Nyeri dada merupakan manifestasi utama iskemia miokard akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen jantung. Sementara itu, sesak napas dan SpO2 90% mengindikasikan kegagalan sistem pernapasan untuk mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang adekuat, yang pada kondisi gagal jantung dapat terjadi akibat kongesti paru atau penurunan curah jantung.
Kode SLKI: L.08016 & L.04011
Deskripsi : Untuk diagnosa **Nyeri Akut (D.0006)**, luaran yang diharapkan (SLKI) adalah **Kontrol Nyeri (L.08016)**, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan dan menoleransi nyeri. Kriteria luaran mencakup pasien mampu melaporkan penurunan intensitas nyeri (misalnya, dari skala 8/10 menjadi ≤3/10), menunjukkan perilaku nyaman (wajah rileks, tidak gelisah), mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, dan mengonsumsi analgesik sesuai program. Untuk diagnosa **Penurunan Pertukaran Gas (D.0012)**, luaran yang diharapkan adalah **Status Pernapasan: Pertukaran Gas (L.04011)**, yaitu kemampuan untuk mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang adekuat di tingkat alveoli. Kriteria luaran meliputi saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (≥95%), frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada sianosis atau dispnea, serta hasil analisis gas darah (jika tersedia) dalam batas normal.
Kode SIKI: I.08016 & I.04011
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) untuk mencapai luaran **Kontrol Nyeri (L.08016)** adalah **Manajemen Nyeri (I.08016)**. Intervensi ini meliputi: 1) **Pengkajian Komprehensif**: menilai karakteristik nyeri (PQRST), skala intensitas, dan faktor pencetus/pereda. 2) **Pemberian Terapi Farmakologis**: kolaborasi pemberian nitrogliserin, morfin, atau analgesik lain sesuai protokol sindrom koroner akut, disertai pemantauan efek dan efek samping. 3) **Intervensi Non-Farmakologis**: menciptakan lingkungan tenang, mengajarkan teknik relaksasi napas dalam, serta memberikan dukungan emosional dan edukasi. 4) **Pemantauan**: evaluasi respons nyeri setelah intervensi dan pantau tanda vital. Untuk mencapai luaran **Status Pernapasan: Pertukaran Gas (L.04011)**, intervensinya adalah **Manajemen Pernapasan (I.04011)**. Intervensi ini mencakup: 1) **Optimalisasi Oksigenasi**: pemberian oksigen nasal kanul/masker dengan aliran sesuai kebutuhan (misal, 2-6 L/menit) untuk mempertahankan SpO2 >95%, memposisikan pasien semi-Fowler untuk memudahkan ekspansi dada. 2) **Pemantauan Fungsi Pernapasan**: memantau terus menerus SpO2, frekuensi, irama, dan usaha napas, serta auskultasi bunyi napas. 3) **Manajemen Jalan Napas**: membantu pasien batuk efektif jika ada sekret. 4) **Konservasi Energi**: mengatur aktivitas untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan efisiensi pernapasan. 5) **Kolaborasi**: mempersiapkan dan membantu pemeriksaan penunjang seperti foto toraks, serta pemberian terapi farmakologis (seperti diuretik atau nitrogliserin) untuk mengurangi kongesti paru jika diperlukan. Kedua intervensi ini harus didokumentasikan, dievaluasi, dan disesuaikan secara dinamis sesuai respons pasien.
-
Article No. 24527 | 18 Mar 2026
Klinis : SLKI reduksi ansietas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ansietas (Kecemasan)
Kode ICD-10: F41.9
Deskripsi Singkat : Ansietas atau kecemasan adalah kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan khawatir, gugup, atau takut yang berlebihan dan sulit dikendalikan, seringkali disertai gejala fisik seperti jantung berdebar, berkeringat, dan gelisah. Kode ICD-10 F41.9 mengacu pada "Gangguan kecemasan, tidak spesifik" di bawah kategori F41 (Gangguan kecemasan lainnya). Kode ini digunakan ketika manifestasi kecemasan hadir tetapi tidak memenuhi kriteria lengkap untuk gangguan kecemasan spesifik lain seperti gangguan panik (F41.0) atau gangguan kecemasan menyeluruh (F41.1). Dalam konteks SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) "Reduksi Ansietas", tujuan asuhan keperawatan adalah mengurangi tingkat kecemasan klien melalui intervensi seperti terapi relaksasi, edukasi, dan dukungan psikososial. Penggunaan kode ini dalam simulasi pelatihan menekankan pentingnya dokumentasi yang akurat untuk menilai luaran keperawatan, di mana penurunan skor ansietas menjadi indikator keberhasilan intervensi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24498 | 17 Mar 2026
Klinis : sesak nafas dan dada berat Telaahdialami hilang timbul sudah 1 minggu ini namun memberat sejak malam, os merasakan sesak dan dada berat dan terasa sulit bernafas, os juga merasakan batuk sesekali Riwayat Penyakit DahuluHT,TONSILOFARINGITIS AKUT,CAD OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:179/103 HR:102x/i RR:24x/i T:36.3 Spo2 :94% Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen: nyeri tekan epigastrium,peristaltik baik Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Tujuan: Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas, dibuktikan dengan parameter pernapasan dalam rentang normal atau mendekati normal untuk pasien, serta tidak adanya distress pernapasan. Kriteria hasil spesifik meliputi: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal yang diharapkan; 2) Irama pernapasan reguler; 3) Saturasi oksigen (SpO2) ≥95% pada udara ruangan; 4) Tidak adanya sianosis; 5) Bunyi napas vesikuler jelas di semua lapang paru; 6) Tidak adanya keluhan sesak napas atau nyeri dada; 7) Ekspansi dada simetris; 8) Penggunaan otot bantu napas tidak ada atau minimal; 9) Gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan patensi dan kebersihan jalan napas, serta mengoptimalkan pertukaran gas. Penjelasan rinci: Intervensi ini dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda vital pernapasan (RR, pola, usaha napas, SpO2) dan bunyi napas. Posisi pasien diatur semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. Dilakukan pemberian oksigen sesuai program terapi dokter (dengan kanul nasal atau masker) dan memastikan kelembaban oksigen yang adekuat. Perawat mengajarkan dan mendorong teknik batuk efektif serta latihan napas dalam. Fisioterapi dada (seperti perkusi, vibrasi, dan drainase postural) dapat dilakukan jika indikasi untuk membantu mobilisasi sekret. Lingkungan dijaga tetap bersih dari alergen atau iritan. Asupan cairan yang adekuat dianjurkan untuk mengencerkan sekret, kecuali ada kontraindikasi. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau kortikosteroid sesuai resep, serta evaluasi hasil pemeriksaan penunjang seperti foto toraks dan analisa gas darah. Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai kondisi, pengobatan, teknik pernapasan, dan kapan harus mencari bantuan darurat merupakan bagian integral dari intervensi ini. Tindakan ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi berdasarkan respons klinis pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan: Pasien melaporkan nyeri terkontrol atau hilang, ditunjukkan oleh skala nyeri yang menurun dan perilaku yang menunjukkan kenyamanan. Kriteria hasil spesifik meliputi: 1) Skala nyeri (misal, VAS/NRS) ≤3 dari skala 0-10; 2) Ekspresi wajah rileks; 3) Tidak ada gelisah atau perilaku melindungi area nyeri; 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal; 5) Pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri; 6) Pasien melaporkan peningkatan kemampuan untuk beristirahat dan beraktivitas.
Kode SIKI: 0843
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rinci: Dimulai dengan penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang valid (seperti VAS/NRS), meliputi lokasi, karakteristik, durasi, faktor pencetus dan pereda. Perawat memantau respons fisiologis dan perilaku terhadap nyeri. Tindakan non-farmakologis diterapkan seperti terapi distraksi (misal, mendengarkan musik), relaksasi napas dalam, dan penciptaan lingkungan yang tenang. Posisi tubuh diatur untuk kenyamanan maksimal. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik sesuai resep (misal, analgesik untuk nyeri dada atau epigastrium), dengan prinsip tepat jenis, dosis, waktu, dan rute pemberian. Evaluasi efektivitas dan efek samping obat analgesik dilakukan secara berkala. Pasien dan keluarga diedukasi tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini, teknik manajemen nyeri mandiri, serta penggunaan obat sesuai aturan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis, serta melibatkan pasien secara aktif dalam perencanaan perawatan nyerinya.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan perfusi jaringan pada organ vital.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Status Sirkulasi: Tekanan Darah. Tujuan: Tekanan darah pasien terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan, mencegah komplikasi akibat hipertensi. Kriteria hasil spesifik meliputi: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan (target terapi); 2) Denyut nadi dalam rentang normal; 3) Tidak adanya keluhan sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau epistaksis; 4) Tidak adanya tanda syok atau hipoperfusi; 5) Pasien memahami dan kooperatif dengan regimen terapi; 6) Hasil pemeriksaan fungsi organ target (jantung, ginjal) stabil.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi ini berfokus pada pengukuran dan interpretasi data tekanan darah serta parameter terkait untuk mendeteksi dini ketidakstabilan. Penjelasan rinci: Perawat melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin dan akurat (dibandingkan kedua lengan jika diperlukan), serta memantau denyut nadi, frekuensi jantung, dan perfusi perifer (seperti kehangatan akral dan CRT). Dilakukan pengkajian tanda-tanda krisis hipertensi (seperti sakit kepala, perubahan visus, nyeri dada, dyspnea) dan gejala hipotensi. Asupan dan haluaran cairan dipantau untuk menilai keseimbangan cairan. Pasien diinstruksikan untuk tirah baring atau membatasi aktivitas selama tekanan darah sangat tinggi. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat antihipertensi sesuai resep, dengan monitoring ketat terhadap efeknya. Pasien dan keluarga diedukasi mengenai penyakit hipertensi, pentingnya kepatuhan minum obat, modifikasi gaya hidup (diet rendah garam, hindari stres), dan teknik pemantauan tekanan darah mandiri. Intervensi ini bersifat preventif dan terapeutik untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat tekanan darah yang tidak terkontrol.
-
Article No. 24499 | 17 Mar 2026
Klinis : sesak nafas disertai kejang dan neri perut bagian bawah kiri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kejang dan Nyeri Perut Bagian Bawah Kiri dengan Sesak Napas
Kode ICD-10: R10.2
Deskripsi Singkat : Keluhan utama pasien berupa sesak napas, kejang, dan nyeri perut bagian bawah kiri merupakan gejala yang kompleks dan memerlukan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan diagnosis definitif. Kode R10.2 (Nyeri panggul dan perineum) dipilih sebagai kode sementara atau gejala utama yang dapat dikodekan berdasarkan deskripsi "neri perut bagian bawah kiri". Kode ini termasuk dalam bab R00-R99 (Gejala, tanda dan temuan klinis serta laboratorium yang abnormal, tidak diklasifikasikan di tempat lain) dari ICD-10, yang digunakan untuk mencatat keluhan ketika diagnosis pasti belum ditegakkan. Nyeri di kuadran kiri bawah dapat mengindikasikan berbagai kondisi seperti divertikulitis, kista ovarium, atau masalah gastrointestinal lainnya. Gejala penyerta seperti sesak napas dan kejang sangat signifikan dan dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius, seperti emboli paru, gangguan elektrolit, syok septik, atau komplikasi neurologis, yang memerlukan kode diagnosis yang lebih spesifik setelah pemeriksaan. Oleh karena itu, kode R10.2 berfungsi sebagai penampung sementara yang menekankan urgensi untuk investigasi lebih lanjut guna mengidentifikasi penyebab yang mendasari ketiga gejala tersebut sebelum dapat dikodekan dengan kode diagnosis penyakit yang tepat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24500 | 17 Mar 2026
Klinis : benjol pada dahi kiri dan mimisan Telaahdialami tiba tiba saja setelah terjatuh dari tempat tidur, pingsan muntah kejang (-), os langsung menangis, mimisan tampak telah berhenti Riwayat Penyakit Dahulutidak ada OKes:CM KU: sedang VAS:8 BB:9.2kg TD:90/50 HR:118x/i RR:24x/i T:36.3 Spo2 :98%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal untuk usia, 2) Denyut jantung dalam rentang normal untuk usia, 3) Status mental dalam rentang normal (misalnya, sadar, orientasi baik), 4) Tidak ada keluhan sakit kepala, 5) Tidak ada muntah, 6) Tidak ada kejang, 7) Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mencegah atau mendeteksi masalah sistem neurologis. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan status neurologis (tingkat kesadaran, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, fungsi sensorik) secara berkala sesuai protokol atau kondisi pasien. 2) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara berkala. 3) Memantau dan mendokumentasikan adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan pola napas, perubahan ukuran dan reaksi pupil, kelemahan ekstremitas, atau kejang. 4) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda perdarahan atau kebocoran cairan serebrospinal dari hidung (rhinorrhea) atau telinga (otorrhea). 5) Memposisikan kepala pasien dengan elevasi kepala 15-30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk memfasilitasi drainase vena dan menurunkan tekanan intrakranial. 6) Mempertahankan lingkungan yang tenang, membatasi pengunjung, dan menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (misalnya, mengejan, batuk kuat, fleksi kepala). 7) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen jika diperlukan untuk memastikan oksigenasi adekuat ke jaringan otak. 8) Memberikan edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda bahaya yang perlu dilaporkan segera, seperti mengantuk berlebihan, kebingungan, muntah, kejang, atau benjolan yang membesar. 9) Mendokumentasikan semua temuan dan intervensi yang dilakukan secara akurat dan tepat waktu.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan durasinya terbatas.
Kode SLKI: 0802
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat/ tidur dengan tenang, 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas (menggunakan skala nyeri yang sesuai usia, seperti FLACC atau Wong-Baker Faces untuk anak). Pada pasien ini, VAS 8 menunjukkan nyeri berat. 2) Mengobservasi tanda-tanda nonverbal nyeri pada anak yang belum dapat berkomunikasi verbal dengan baik, seperti menangis, gelisah, ekspresi wajah menyeringit, postur tubuh melindungi area yang sakit. 3) Memberikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung istirahat. 4) Mengajarkan dan membantu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi (misalnya, membacakan cerita, bermain), relaksasi, atau kompres dingin pada area benjol (dengan pembalut) untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. 5) Mengatur posisi yang nyaman untuk pasien, menghindari tekanan pada area dahi yang benjol. 6) Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik sesuai resep (seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai berat badan), dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 7) Mengevaluasi dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri, termasuk penurunan skala nyeri dan perubahan perilaku. 8) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara mengenali tanda nyeri pada anak, teknik penanganan nyeri nonfarmakologis di rumah, serta pemberian obat pereda nyeri yang aman sesuai anjuran.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0035
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau kesehatan akibat kondisi lingkungan yang berinteraksi dengan sumber daya adaptif dan pertahanan individu.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Keamanan fisik meningkat, ditandai dengan: 1) Lingkungan aman, 2) Bebas dari cedera, 3) Keluarga/pasien menyatakan memahami faktor risiko cedera, 4) Keluarga/pasien mendemonstrasikan perilaku pencegahan cedera.
Kode SIKI: 6490
Deskripsi : Pencegahan Cedera: Meminimalkan risiko cedera pada pasien. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Melakukan pengkajian faktor risiko lingkungan dan individu yang dapat menyebabkan cedera berulang, khususnya pada anak dengan riwayat jatuh. 2) Memastikan lingkungan perawatan aman, seperti mengamankan side rail tempat tidur dalam posisi terpasang, menjaga lantai tetap kering dan tidak licin, serta menata perabotan agar tidak menghalangi. 3) Mengawasi pasien secara ketat, terutama dalam 24-48 jam pertama pasca cedera kepala, untuk mencegah jatuh akibat pusing, disorientasi, atau kelemahan. 4) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pengawasan ketat pada anak, terutama saat bermain atau di tempat tidur. 5) Memberikan edukasi tentang modifikasi lingkungan rumah untuk mencegah jatuh, seperti penggunaan pengaman di tempat tidur (bed rail), penghalang di tangga, dan menghindari permainan yang berisiko tinggi. 6) Menganjurkan orang tua untuk tidak meninggalkan anak sendirian di atas permukaan yang tinggi (seperti tempat tidur, meja ganti). 7) Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya cedera kepala yang memerlukan pemeriksaan ulang. 8) Mendokumentasikan upaya pencegahan cedera yang telah dilakukan dan respons keluarga terhadap edukasi.
-
Article No. 24501 | 17 Mar 2026
Klinis : mules mules ingin melahirkan disertai keluar lendir darah Telaahdialami tiba tiba saja pagi ini,os sedang hamil anak pertama dengan usia kehamilan 38-39 minggu, os merasakan mules semakin sering saat ini, os riwayat kontrol terakhir dengan hasil panggul sempit Riwayat Penyakit Dahulutidak ada OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:130/80 HR:102x/i RR:24x/i T:36.3 Spo2 :98% HPHT: 21/06/2025 Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen: TFU: 32cm, DJJ: 140x/I, HIS 2-3x/10’ Genitalia: VT: 2cm Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Persalinan Kala I Fase Aktif dengan Disproporsi Sefalopelvik (CPD) yang Dicurigai
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan: Nyeri dapat dikontrol. Kriteria Hasil: 1) Pasien menyatakan nyeri berkurang atau hilang. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat beristirahat dengan tenang. Penjelasan: Pada kondisi pasien yang mengalami mules (kontraksi) persalinan dengan VAS 8, intervensi keperawatan difokuskan untuk mengontrol nyeri persalinan yang hebat. SLKI ini mengarah pada serangkaian tindakan non-farmakologis (seperti teknik pernapasan, pemijatan, perubahan posisi, terapi distraksi) dan kolaborasi pemberian analgesik jika diperlukan, untuk mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan, menurunkan stres, dan membantu pasien melalui proses persalinan dengan lebih nyaman. Pengukuran keberhasilannya adalah penurunan skala nyeri, tanda vital yang stabil (setelah intervensi, HR mungkin menurun dari 102x/menit), serta kemampuan pasien untuk beristirahat di antara kontraksi.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor pencetus). 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Lakukan tindakan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi, distraksi, masase, kompres hangat). 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program terapi. 5) Evaluasi efektivitas kontrol nyeri. Penjelasan: SIKI ini merupakan penjabaran tindakan spesifik dari SLKI 0710. Perawat akan mengkaji pola kontraksi (HIS 2-3x/10 menit) dan karakteristik nyeri. Tindakan non-farmakologis seperti mengajarkan teknik pernapasan dalam, membantu posisi nyaman (misalnya duduk, jongkok, atau berjalan), serta memberikan dukungan emosional sangat krusial. Mengingat riwayat panggul sempit dan ini adalah persalinan pertama, kecemasan dapat memperberat persalinan. Perawat juga akan berkolaborasi dengan bidan atau dokter untuk rencana penatalaksanaan nyeri farmakologis jika diperlukan, dan terus memantau respons pasien terhadap intervensi yang diberikan.
Kondisi: Persalinan Kala I Fase Aktif dengan Disproporsi Sefalopelvik (CPD) yang Dicurigai
Kode SDKI: 0043
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan gelisah yang samar-samar atau ketakutan akibat antisipasi ancaman yang sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Tujuan: Ansietas dapat dikontrol. Kriteria Hasil: 1) Pasien menyatakan ansietas berkurang. 2) Ekspresi wajah tampak tenang. 3) Dapat beristirahat dengan cukup. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. Penjelasan: Pasien (primigravida) mengalami persalinan pertama yang tiba-tiba, disertai nyeri hebat dan riwayat panggul sempit yang merupakan faktor risiko untuk persalinan lama atau sectio caesarea. Kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan kecemasan tinggi mengenai keselamatan diri dan janin, serta ketakutan terhadap proses persalinan. SLKI ini bertujuan agar pasien dapat mengelola perasaan cemasnya. Keberhasilan ditandai dengan kemampuan pasien mengungkapkan perasaannya, tampak lebih tenang, kooperatif selama pemeriksaan, dan tanda vital (seperti HR 102x/menit dan RR 24x/menit yang sedikit meningkat) menunjukkan tren perbaikan setelah intervensi.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Penurunan Ansietas. Tindakan: 1) Identifikasi tingkat ansietas. 2) Dengarkan dengan penuh perhatian. 3) Temani pasien untuk memberikan rasa aman. 4) Berikan informasi tentang prosedur dan kondisi penyakit. 5) Ajarkan teknik relaksasi. 6) Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan. Penjelasan: SIKI ini mendukung pencapaian SLKI 1400. Perawat akan mendampingi pasien, memberikan penjelasan tentang proses persalinan normal fase aktif (pembukaan 2 cm, kontraksi teratur), memantau DJJ dan kondisi janin untuk memberikan reassurance, serta menjelaskan rencana tindak lanjut terkait temuan panggul sempit. Memberikan informasi yang jelas tentang setiap prosedur (seperti pemeriksaan dalam) dapat mengurangi kecemasan akibat ketidaktahuan. Dukungan keluarga, terutama pasangan, juga akan difasilitasi untuk meningkatkan rasa nyaman dan aman pasien.
Kondisi: Persalinan Kala I Fase Aktif dengan Disproporsi Sefalopelvik (CPD) yang Dicurigai
Kode SDKI: 0181
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer adalah keadaan rentan terhadap penurunan nutrisi dan respirasi pada tingkat seluler, yang dapat mengganggu kesehatan.
Kode SLKI: 0602
Deskripsi : Perfusi Jaringan Perifer. Tujuan: Perfusi jaringan perifer adekuat. Kriteria Hasil: 1) Denyut nadi perifer teraba. 2) Warna kulit normal. 3) Suhu kulit hangat. 4) Capillary refill time < 2 detik. Penjelasan: Meskipun saat ini ekstremitas hangat dan CRT < 2 detik, kondisi persalinan dengan nyeri hebat (VAS 8) dan kecemasan dapat memicu respons stres sistemik dengan peningkatan katekolamin yang menyebabkan vasokonstriksi perifer. Selain itu, posisi berbaring terlentang yang berkepanjangan selama pemantauan dapat menyebabkan kompresi pada pembuluh darah besar. SLKI ini bersifat preventif, memastikan perfusi ke janin dan ibu tetap optimal selama proses persalinan. Pemantauan CRT, suhu, dan warna akral secara berkala sangat penting untuk mendeteksi dini tanda-tanda gangguan perfusi.
Kode SIKI: 4180
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Jaringan. Tindakan: 1) Kaji warna, kehangatan, dan CRT pada ekstremitas. 2) Palpasi denyut nadi perifer. 3) Anjurkan perubahan posisi secara periodik. 4) Hindari posisi yang menekan pembuluh darah. 5) Monitor tanda-tanda vital. Penjelasan: Tindakan spesifik dari SIKI ini adalah mempertahankan kondisi perfusi yang sudah baik. Perawat akan terus memantau CRT dan kehangatan akral tiap jam. Pasien akan dianjurkan untuk tidak berbaring terlentang terus-menerus, tetapi dapat menggunakan posisi miring kiri yang meningkatkan aliran darah ke plasenta. Pemantauan tanda vital seperti TD (130/80 mmHg) dan HR (102x/menit) juga merupakan indikator tidak langsung dari status hemodinamik dan perfusi ibu. Tindakan ini penting untuk mencegah komplikasi seperti hipotensi atau gangguan aliran darah uteroplasenta yang dapat memengaruhi janin.
Kondisi: Persalinan Kala I Fase Aktif dengan Disproporsi Sefalopelvik (CPD) yang Dicurigai
Kode SDKI: 0188
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Perfusi Jaringan Serebral adalah keadaan rentan terhadap penurunan sirkulasi darah ke otak, yang dapat mengganggu kesehatan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Perfusi Jaringan Serebral. Tujuan: Perfusi jaringan serebral adekuat. Kriteria Hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis. 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Tidak ada pusing, sakit kepala, atau mual. Penjelasan: Diagnosa ini sangat terkait dengan kondisi panggul sempit dan fase aktif persalinan. Nyeri hebat, kecemasan, dan kemungkinan pola napas yang tidak teratur (hiperventilasi) selama kontraksi dapat memengaruhi keseimbangan oksigen dan karbondioksida, berpotensi mengganggu perfusi serebral. Selain itu, segala bentuk distres janin atau komplikasi persalinan dapat menyebabkan stres fisik berat pada ibu. SLKI ini memastikan fungsi neurologis ibu tetap terjaga selama proses persalinan. Kriteria utamanya adalah mempertahankan kesadaran penuh (CM) dan tidak adanya gejala seperti pusing atau penglihatan kabur yang bisa menjadi tanda pre-eklampsia (walaupun TD saat ini normal).
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Pemantauan Neurologis.
Article No. 24502 | 17 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan berusia 70 tahun tinggal bersama suaminya panti wredah. Klien memiliki riwayat hipertensi dan osteoarthritis. Klien mengatakan bahwa sejak beberapa bulan terakhir ia sering merasa Lelah, kehilangan minat melakukan aktivitas yang dulu disukai, lebih sering berdiam diri di rumah, dan merasa dirinya sudah tidak berguna. Namun klien mengatakan ia masih aktif mengikuti kegiatan pengajian di lingkungan rumahnya, dan merasa kegiatan tersebut membuatnya lebih tenang. Klien mengatakan ia sering berdoa agar diberikan kekuatan dalam menjalani penyakitnya. masalah keperawatannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Harga Diri Rendah Situasional
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penilaian negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri yang dapat terjadi pada individu yang mengalami perubahan situasi hidup, seperti penurunan fungsi fisik, perubahan peran sosial, atau penyakit kronis.
Kode SLKI: L.15016
Deskripsi : Harga diri positif dipertahankan. Klien mampu mempertahankan penilaian positif terhadap diri sendiri meskipun menghadapi tantangan situasional. Indikatornya meliputi: mengungkapkan penerimaan terhadap diri sendiri, mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan pribadi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan diri, menunjukkan kemampuan untuk meminta bantuan ketika diperlukan, dan terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang bermakna. Pada kasus ini, targetnya adalah klien dapat mengidentifikasi aspek-aspek positif diri dan kehidupannya, serta tetap terlibat dalam aktivitas spiritual/sosial yang memberinya ketenangan, sehingga mencegah penurunan harga diri menjadi aktual.
Kode SIKI: I.15079
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan harga diri positif. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif. Pertama, lakukan pendekatan terapeutik dengan menunjukkan sikap menerima, menghargai, dan empati. Dengarkan secara aktif ungkapan perasaan klien tentang kehilangan minat, perasaan tidak berguna, dan kelelahan, tanpa menghakimi. Validasi perasaan tersebut sebagai respons yang wajar terhadap kondisi yang dihadapinya. Kedua, fasilitasi eksplorasi kekuatan dan pencapaian masa lalu. Ajak klien mengingat dan membahas peran, prestasi, dan kontribusinya dalam keluarga atau masyarakat sepanjang hidupnya. Ini membantu menghubungkan identitas diri saat ini dengan nilai diri yang telah dibangun sebelumnya. Ketiga, bantu klien mengidentifikasi dan memfokuskan pada kemampuan yang masih dimiliki, bukan pada keterbatasan. Diskusikan aktivitas pengajian yang masih diikuti, nilai spiritual yang dianut, dan doa sebagai sumber kekuatan. Tekankan bahwa kegiatan tersebut adalah bukti kontribusi dan ketahanan dirinya. Keempat, kolaborasi dengan keluarga (suami) dan pengelola panti untuk memberikan dukungan sosial. Anjurkan suami untuk memberikan penguatan positif dan melibatkan klien dalam keputusan sederhana sehari-hari. Kelima, dorong partisipasi dalam kegiatan kelompok di panti yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, mungkin dengan modifikasi terkait osteoarthritis, untuk meningkatkan rasa memiliki dan tujuan. Keenam, ajarkan teknik manajemen kelelahan sederhana terkait hipertensi dan osteoarthritis, seperti pacing activity dan istirahat teratur, agar klien merasa lebih memegang kendali atas kondisinya. Terakhir, fasilitasi ekspresi spiritual dengan menghormati praktik berdoa klien dan mungkin menyediakan akses kepada penyuluh agama jika diperlukan, untuk memperkuat makna hidup dan penerimaan diri.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang berkepanjangan dan melelahkan yang mengurangi kapasitas untuk bekerja fisik dan mental, serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat. Dapat terkait dengan kondisi penyakit kronis seperti hipertensi dan osteoarthritis.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Tingkat energi memadai. Klien mencapai dan mempertahankan tingkat energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan aktivitas hidup sehari-hari dan yang diinginkan. Indikatornya meliputi: melaporkan penurunan perasaan lelah, menunjukkan peningkatan partisipasi dalam aktivitas yang direncanakan, tanda-tanda vital dalam rentang normal selama aktivitas, serta mampu mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan dan menerapkan strategi untuk mengelolanya. Targetnya adalah klien dapat melaporkan penurunan keluhan lelah dan menunjukkan peningkatan minat serta kemampuan untuk terlibat dalam aktivitas ringan di panti.
Kode SIKI: I.04025
<>Deskripsi : Manajemen energi. Intervensi ini berfokus pada pengaturan penggunaan energi untuk mengurangi kelelahan. Langkah pertama adalah melakukan asesmen komprehensif terhadap pola kelelahan: kapan biasanya muncul, aktivitas apa yang memicunya, dan faktor perburuk atau peringan. Kedua, kolaborasi dengan tim kesehatan untuk mengevaluasi manajemen medis hipertensi dan osteoarthritis, karena nyeri kronis dan efek penyakit dapat menyebabkan kelelahan. Pastikan terapi farmakologi optimal. Ketiga, ajarkan dan dorong klien untuk menerapkan teknik konservasi energi dan pacing activity. Bantu klien mengidentifikasi aktivitas prioritas, menyebarkan aktivitas berat sepanjang hari atau minggu, dan menyisipkan periode istirahat sebelum kelelahan muncul. Contohnya, mengatur jadwal agar tidak melakukan aktivitas fisik berat sebelum atau sesudah pengajian. Keempat, latih teknik penghematan energi dalam aktivitas sehari-hari, seperti duduk saat menyiapkan sesuatu, menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan mengatur lingkungan agar efisien. Kelima, anjurkan latihan ringan dan teratur yang sesuai, seperti jalan kaki pendek atau latihan rentang gerak sendi, untuk meningkatkan stamina dan mengurangi kekakuan sendi, setelah berkonsultasi dengan fisioterapis. Keenam, kaji pola tidur dan kebersihan tidur. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur nyenyak dan atur rutinitas tidur yang teratur. Ketujuh, diskusikan pentingnya nutrisi dan hidrasi yang adekuat untuk mendukung produksi energi. Terakhir, berikan dukungan psikologis karena faktor suasana hati (seperti perasaan tidak berguna) dapat memperberat kelelahan. Intervensi untuk harga diri rendah akan saling mendukung intervensi ini.
Kondisi: Koping Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk menilai secara valid sumber stres internal atau eksternal, memilih respons koping yang tidak tepat, dan/atau ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia secara adekuat dalam menghadapi perubahan hidup dan penyakit kronis.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Koping efektif. Klien mampu mendemonstrasikan penggunaan strategi koping yang adaptif dalam menangani stresor kehidupan dan penyakit. Indikatornya termasuk: mengidentifikasi sumber stres dan perasaannya secara akurat, menggunakan strategi koping yang konstruktif (seperti mencari dukungan sosial, spiritual, atau pemecahan masalah), mengurangi perilaku menarik diri, serta melaporkan penurunan distress emosional. Targetnya adalah klien dapat mengidentifikasi doa dan kegiatan pengajian sebagai strategi koping positif, serta mulai mengungkapkan keinginan untuk mencoba aktivitas bermakna lainnya di panti.
Kode SIKI: I.03031
Deskripsi : Peningkatan koping. Intervensi ditujukan untuk memperkuat kemampuan koping yang sudah ada dan mengembangkan strategi baru. Awalnya, bantu klien mengidentifikasi stresor spesifik yang dihadapi: penuaan, kehidupan di panti, penyakit kronis (hipertensi & osteoarthritis), dan perubahan peran. Validasi bahwa ini adalah tantangan yang nyata. Kedua, eksplorasi dan perkuat mekanisme koping yang sudah digunakan klien, yaitu aktivitas spiritual (pengajian dan doa). Akui efektivitasnya dalam memberikan ketenangan dan kekuatan. Diskusikan bagaimana strategi ini dapat lebih diintegrasikan secara teratur. Ketiga, bantu klien mengidentifikasi sumber dukungan lain yang tersedia, seperti suami, teman di panti, pengelola panti, dan tenaga kesehatan. Dorong untuk lebih terbuka dalam berbagi perasaan dengan suami. Keempat, ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam atau relaksasi progresif untuk mengelola stres dan nyeri selain doa. Kelima, latih keterampilan pemecahan masalah dengan pendekatan langkah demi langkah untuk mengatasi hambatan kecil dalam aktivitas sehari-hari, sehingga klien merasa lebih berdaya. Keenam, fasilitasi partisipasi dalam kelompok pendukung di panti (jika ada) untuk berbagi pengalaman dengan sesama lansia. Ketujuh, bantu klien menetapkan tujuan kecil, realistis, dan bermakna untuk meningkatkan rasa pencapaian dan mengalihkan fokus dari perasaan tidak berguna. Semua intervensi dilakukan dengan mendorong otonomi dan penghargaan terhadap pilihan klien.
Article No. 24503 | 17 Mar 2026
Klinis : pasien dengan keluhan mual dan muntah lebih dari 10 x tensi 140/80 nadi 100X/menit tidak tampak dhidrasi, nyeri tekan ulu hati, riwayat perjalanan jauh
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual dan Muntah dengan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0204
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat dari satu ruang intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Pada kasus ini, pasien dengan mual dan muntah lebih dari 10 kali berisiko tinggi mengalami defisit volume cairan, meskipun secara fisik belum tampak tanda dehidrasi. Tekanan darah yang cenderung tinggi (140/80 mmHg) dan nadi yang cepat (100x/menit) dapat merupakan respons kompensasi awal tubuh terhadap penurunan volume intravaskular. Riwayat perjalanan jauh juga dapat menjadi faktor kontribusi seperti kelelahan, perubahan pola makan, atau mabuk perjalanan yang memperberat mual dan muntah.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401 adalah Keseimbangan Cairan. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan (tekanan darah sistolik 90-120 mmHg, diastolik 60-80 mmHg, denyut nadi 60-100x/menit dan reguler), turgor kulit baik (kembali dalam < 2 detik), membran mukosa lembab, haluaran urine adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam), dan tidak adanya mual serta muntah. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah menurunkan frekuensi muntah hingga berhenti, menormalkan tekanan darah dan denyut nadi, serta memastikan asupan cairan oral dapat ditoleransi untuk mencegah berkembangnya dehidrasi nyata. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital dan haluaran urine menjadi indikator keberhasilan utama.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : SIKI 3501 adalah Manajemen Mual dan Muntah. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) Memantau frekuensi, volume, dan karakteristik muntah. 2) Mengkaji faktor pemicu dan pencetus mual (seperti nyeri ulu hati, gerakan, bau tertentu). 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis untuk mengontrol mual, seperti napas dalam, distraksi, atau akupresur pada titik P6 (perikardium 6). 4) Mengatur posisi tubuh untuk mencegah aspirasi, seperti setengah duduk atau miring. 5) Melakukan manajemen nyeri ulu hati (epigastrik) karena nyeri dapat memperberat mual. 6) Mengatur pemberian cairan dan diet: mulai dengan cairan jernih dingin dalam jumlah kecil namun sering, hindari makanan berlemak dan berbumbu kuat, serta ciptakan lingkungan yang bebas bau menyengat. 7) Memantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit secara ketat. 8) Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat antiemetik dan terapi cairan intravena jika asupan oral tidak memadai atau tanda dehidrasi mulai muncul. 9) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya hidrasi dan tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan fisik (pemberian cairan, posisi), psikologis (distraksi, edukasi), dan kolaboratif (pemberian obat) untuk mengatasi masalah utama dan mencegah komplikasi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433