Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25082 | 13 Apr 2026
Klinis : infeksi berhubungan dengan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi dan multiplikasi patogen.
Kode SLKI: 1900
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau mencegah infeksi, penularan, dan komplikasinya. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang aman, memutus rantai infeksi, dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Intervensi ini mencakup penerapan prinsip aseptik ketat dalam semua prosedur, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien atau lingkungannya. Perawat mengelola dan memantau penggunaan alat invasif (seperti kateter urin, infus, drainase) dengan teknik steril untuk mencegah infeksi nosokomial. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan diri, teknik batuk/bersin yang benar, dan tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai merupakan bagian integral. Perawat juga bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah infeksius yang aman, pembersihan dan disinfeksi lingkungan, serta isolasi bila diperlukan sesuai dengan jenis infeksi. Pemantauan tanda-tanda vital dan gejala sistemik (seperti demam, peningkatan denyut jantung, leukositosis) dilakukan secara berkala untuk deteksi dini. Pemberian nutrisi yang adekuat dan dukungan cairan juga dilaksanakan untuk meningkatkan status imunologis pasien. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pemberian terapi antibiotik atau antimikroba sesuai indikasi, serta vaksinasi jika tersedia, termasuk dalam lingkup intervensi ini.
Kode SIKI: 190001
Deskripsi : Pantau tanda dan gejala infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup tidak adanya tanda-tanda klinis dan laboratoris infeksi pada pasien. Secara spesifik, tanda-tanda vital pasien (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) berada dalam rentang normal yang diharapkan untuk usianya. Tidak ditemukan kemerahan, bengkak, hangat, nyeri, atau adanya drainase purulen pada area luka atau lokasi pemasangan alat invasif. Pasien tidak menunjukkan gejala sistemik seperti demam, menggigil, malaise, atau kebingungan. Hasil pemeriksaan laboratorium penunjang, seperti hitung leukosit dan diferensial, laju endap darah (LED), atau kultur darah/urin, menunjukkan nilai dalam batas normal atau mengalami perbaikan. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan segera kepada tenaga kesehatan. Lingkungan sekitar pasien tetap bersih dan higienis, mendukung proses penyembuhan. Dengan terpenuhinya kriteria ini, menunjukkan bahwa intervensi kontrol infeksi yang dilakukan telah efektif dalam mencegah terjadinya infeksi atau mengendalikan infeksi yang sudah ada, sehingga mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan pasien.
-
Article No. 25083 | 13 Apr 2026
Klinis : Gds 205
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperglikemia (Gula Darah Sewaktu 205 mg/dL)
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah adalah keadaan dimana seorang individu rentan mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengakibatkan komplikasi. Pada kasus ini, pasien menunjukkan bukti hiperglikemia dengan GDS 205 mg/dL, yang jauh di atas batas normal (<140 mg/dL). Diagnosa ini fokus pada kerentanan terhadap fluktuasi glukosa yang lebih lanjut, baik ke arah yang lebih tinggi (hiperglikemia berat, ketoasidosis) maupun ke arah hipoglikemia jika intervensi tidak tepat. Faktor risiko yang mendasari perlu dikaji, seperti ketidakpatuhan terhadap regimen terapi (diet, obat, insulin), infeksi/stres, kurangnya pengetahuan, atau ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pengobatan.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : SLKI L.14016 adalah "Pengendalian Kadar Glukosa Darah". Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah agar kadar glukosa darah pasien dapat dikendalikan dalam rentang target yang ditetapkan. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Pasien menunjukkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah (makanan, aktivitas, obat, stres). (2) Pasien dapat memantau kadar glukosa darah secara mandiri dan mencatat hasilnya. (3) Pasien mampu mengenali tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, pandangan kabur) dan hipoglikemia. (4) Pasien dapat melakukan tindakan penyesuaian sederhana berdasarkan hasil pemantauan (misalnya, mengatur asupan karbohidrat, menghubungi tenaga kesehatan). (5) Nilai glukosa darah menunjukkan tren menuju target (misalnya, GDS <180 mg/dL atau sesuai target individu). Pencapaian SLKI ini dinilai melalui edukasi, demonstrasi, dan pemeriksaan glukosa darah serial.
Kode SIKI: I.14063
Deskripsi : SIKI I.14063 adalah "Manajemen Hiperglikemia". Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan keperawatan yang spesifik dan terencana untuk menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi dan mencegah komplikasi. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: (1) **Pemantauan**: Memeriksa kadar glukosa darah secara berkala (seperti GDS 205 mg/dL ini), memantau tanda-tanda vital, dan mengobservasi tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa) serta tanda ketoasidosis (napas berbau aseton, mual, penurunan kesadaran). (2) **Edukasi Terapeutik**: Menjelaskan penyebab hiperglikemia pada kondisi pasien, pentingnya kepatuhan terhadap terapi obat/insulin, prinsip diet diabetes (penghitungan karbohidrat, pembatasan gula sederhana), dan pentingnya aktivitas fisik teratur. (3) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan dokter untuk evaluasi regimen terapi farmakologis (apakah perlu penyesuaian dosis obat hipoglikemik oral atau insulin), dan dengan ahli gizi untuk penyusunan menu individual. (4) **Dukungan Psikososial**: Membantu pasien mengatasi kecemasan atau frustrasi terkait kondisi hiperglikeminya, serta memotivasi untuk melakukan perubahan perilaku. (5) **Manajemen Cairan**: Mendorong asupan cairan non-kalori yang adekuat (air putih) untuk mencegah dehidrasi akibat diuresis osmotik. (6) **Pencegahan Komplikasi**: Mengajarkan perawatan kaki dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin (mata, ginjal, jantung). Implementasi SIKI ini harus didokumentasikan dengan baik untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam menurunkan nilai glukosa darah dan meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya.
-
Article No. 25084 | 13 Apr 2026
Klinis : Bronkopneumonia dengan keluhan sesak, bapil sudah lebih dari 2 minggu dan juga anak rewel
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Ditandai dengan: 1) Tidak ada sianosis, 2) Pernapasan reguler dan irama teratur, 3) Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, 4) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 5) Analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3201A, 3201B, 3201C, 3201D, 3201E, 3201F, 3201G, 3201H, 3201I, 3201J, 3201K, 3201L, 3201M, 3201N, 3201O, 3201P, 3201Q, 3201R, 3201S, 3201T, 3201U, 3201V, 3201W, 3201X, 3201Y, 3201Z
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mendukung tercapainya SLKI 3201 meliputi: Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu); Memonitor status oksigenasi (saturasi, warna kulit/mukosa); Mengatur posisi semi-Fowler atau sesuai toleransi untuk memaksimalkan ekspansi paru; Melakukan fisioterapi dada (jika diindikasikan) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage; Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif; Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor efektivitasnya; Memastikan kepatuhan terhadap terapi obat (antibiotik, bronkodilator) sesuai resep; Memonitor tanda-tanda vital dan analisis gas darah secara berkala; Menjaga lingkungan yang bersih dan bebas dari iritan pernapasan; Memberikan edukasi kepada keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang perlu dilaporkan; Memastikan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret; Memonitor tingkat kelelahan dan memberikan istirahat yang cukup; Melakukan suction jalan napas jika diperlukan; Meningkatkan sirkulasi udara di ruangan; Memfasilitasi aktivitas sesuai toleransi untuk mencegah komplikasi imobilisasi; serta Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam penatalaksanaan terapi.
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1461
Deskripsi : Kontrol nyeri. Ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat, 4) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 1461A, 1461B, 1461C, 1461D, 1461E, 1461F, 1461G, 1461H, 1461I, 1461J, 1461K, 1461L, 1461M, 1461N, 1461O, 1461P, 1461Q, 1461R, 1461S, 1461T, 1461U, 1461V, 1461W, 1461X, 1461Y, 1461Z
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri akut pada anak dengan bronkopneumonia meliputi: Melakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai usia (FLACC, Wong-Baker Faces); Mengobservasi perilaku nonverbal seperti menangis, gelisah, postur tubuh, dan ekspresi wajah; Memberikan analgesik sesuai program dokter dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya; Mengatur posisi yang nyaman untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi ketegangan otot; Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat; Melakukan distraksi sesuai usia seperti membacakan cerita, mendengarkan musik, atau bermain; Memberikan terapi non-farmakologi seperti sentuhan terapeutik atau kompres hangat (jika tidak kontraindikasi); Meminimalkan prosedur yang menimbulkan ketidaknyamanan; Memberikan edukasi pada orang tua tentang cara menilai nyeri anak dan teknik non-farmakologi untuk meredakan nyeri; Memonitor tanda vital sebagai indikator fisiologis nyeri; Meningkatkan periode istirahat untuk menghemat energi dan mengurangi ketidaknyamanan; Memastikan kebutuhan dasar terpenuhi untuk meningkatkan kenyamanan umum; Serta berkolaborasi dengan tim untuk penatalaksanaan nyeri yang optimal.
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00147
Deskripsi Singkat: Kecemasan (pada anak/orang tua)
Kode SLKI: 1471
Deskripsi : Kontrol kecemasan. Ditandai dengan: 1) Mengungkapkan perasaan cemas berkurang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat, 4) Dapat berkonsentrasi.
Kode SIKI: 1471A, 1471B, 1471C, 1471D, 1471E, 1471F, 1471G, 1471H, 1471I, 1471J, 1471K, 1471L, 1471M, 1471N, 1471O, 1471P, 1471Q, 1471R, 1471S, 1471T, 1471U, 1471V, 1471W, 1471X, 1471Y, 1471Z
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengurangi kecemasan anak dan orang tua meliputi: Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan yang ramah dan tidak terburu-buru; Memberikan penjelasan tentang prosedur dan kondisi penyakit dengan bahasa yang sesuai usia dan mudah dimengerti; Mendorong orang tua untuk terlibat dalam perawatan anak (presence) untuk memberikan rasa aman; Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam atau imajinasi terbimbing; Memfasilitasi kegiatan bermain atau aktivitas yang disukai anak sebagai distraksi; Memberikan informasi yang jujur dan konsisten untuk mengurangi ketidakpastian; Mengidentifikasi sumber kecemasan dan membantu mengatasi persepsi yang tidak tepat; Menciptakan lingkungan yang aman dan suportif; Mendorong ekspresi perasaan melalui verbal atau nonverbal (menggambar, bermain); Memberikan dukungan emosional dan validasi perasaan yang dialami; Memastikan komunikasi yang efektif antar tim kesehatan untuk memberikan informasi yang koheren; Serta merujuk ke konselor atau support group jika diperlukan. Pada orang tua, edukasi tentang perawatan dan perkembangan penyakit dapat sangat mengurangi kecemasan.
-
Article No. 25085 | 13 Apr 2026
Klinis : Bronkopneumonia dengan keluhan sesak, bapil sudah lebih dari 2 minggu dan juga anak rewel
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Pertukaran gas membaik ditandai dengan: frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, tidak ada sianosis, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, saturasi oksigen dalam rentang normal sesuai usia, dan hasil analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3201A
Deskripsi : Kaji status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas). Intervensi ini merupakan tindakan pengkajian mendalam terhadap pola pernapasan pasien. Perawat mengobservasi dan menghitung frekuensi napas per menit, membandingkannya dengan rentang normal sesuai kelompok usia anak. Selanjutnya, perawat mengamati irama napas apakah teratur atau tidak, serta kedalaman napas (dangkal atau dalam). Aspek kritis adalah mengidentifikasi usaha napas yang meningkat, seperti adanya tarikan dinding dada (retraksi interkostal, subkostal, atau suprasternal), penggunaan otot bantu pernapasan (leher dan bahu), dan adanya bunyi napas tambahan seperti mengi (wheezing) atau ronki (crackles) yang khas pada bronkopneumonia. Pengkajian juga mencakup observasi tanda hipoksia seperti sianosis (kebiruan) pada sekitar mulut, ujung jari, atau lidah, serta tingkat kesadaran dan kegelisahan anak. Pemeriksaan saturasi oksigen dengan pulse oximeter menjadi bagian integral dari intervensi ini untuk mendapatkan data objektif. Data dari pengkajian ini menjadi dasar untuk mengevaluasi keparahan gangguan pertukaran gas dan menentukan kebutuhan intervensi selanjutnya, seperti pemberian oksigen atau fisioterapi dada. Dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan atau penurunan kondisi.
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1461
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai ditandai dengan: pasien melaporkan nyeri berkurang/hilang, skala nyeri menurun, tanda-tanda vital dalam rentang normal, dan tidak ada perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti menangis, gelisah, atau melindungi area tertentu).
Kode SIKI: 1461A
Deskripsi : Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi). Intervensi ini melibatkan pengkajian komprehensif terhadap pengalaman nyeri yang dialami anak. Pada pasien bronkopneumonia, nyeri dapat berasal dari pleuritis (radang selaput paru), batuk yang terus-menerus, atau kelelahan otot pernapasan. Karena pasien adalah anak yang mungkin rewel dan belum dapat mengkomunikasikan nyeri dengan baik, perawat harus menggunakan metode pengkajian yang sesuai usia, seperti skala wajah (Faces Pain Scale) atau observasi perilaku. Perawat mengidentifikasi lokasi nyeri (misalnya dada saat batuk atau bernapas dalam), karakteristiknya (tajam, tumpul, tertekan), durasi dan frekuensinya (terus-menerus atau hilang-timbul), serta kualitasnya. Faktor presipitasi seperti batuk, pernapasan dalam, atau pergerakan tubuh juga dicatat. Pengkajian perilaku non-verbal sangat penting, termasuk tangisan, ekspresi wajah menyeringai, postur tubuh (menghindari gerakan, memeluk dada), perubahan pola tidur dan makan, serta tingkat iritabilitas atau kerewelan yang meningkat. Pengkajian ini juga mempertimbangkan faktor kontekstual seperti lingkungan asing di rumah sakit yang dapat meningkatkan stres dan persepsi nyeri. Data yang dikumpulkan digunakan untuk menentukan penyebab nyeri, intensitasnya, dan efektivitas intervensi penghilang nyeri yang diberikan, sehingga kenyamanan anak dapat ditingkatkan untuk mendukung proses penyembuhan.
Kondisi: Bronkopneumonia pada Anak dengan Sesak Napas dan Rewel
Kode SDKI: 00015
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga ditandai dengan: tanda-tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, intake dan output seimbang, dan berat badan stabil.
Kode SIKI: 1501A
Deskripsi : Pantau tanda-tanda dehidrasi. Intervensi ini berfokus pada deteksi dini kekurangan volume cairan yang berisiko terjadi pada anak dengan bronkopneumonia. Demam, peningkatan frekuensi pernapasan (yang menyebabkan kehilangan cairan melalui udara pernapasan), serta penurunan asupan minum akibat sesak, lemas, dan rewel, merupakan faktor risiko dehidrasi. Perawat secara sistematis memantau tanda-tanda klinis dehidrasi, dimulai dari observasi keadaan umum seperti tingkat kesadaran dan kelemahan. Pemeriksaan tanda vital mencakup pengukuran suhu (demam meningkatkan kebutuhan cairan), nadi (dapat meningkat dan lemah saat dehidrasi), dan tekanan darah (dapat menurun). Pemeriksaan turgor kulit dengan mencubit kulit perut atau dorsum tangan dinilai; kembalinya kulit yang lambat (turgor menurun) mengindikasikan dehidrasi. Perawat memeriksa kelembaban membran mukosa mulut dan lidah, serta keberadaan air mata saat menangis. Pada bayi, fontanel anterior dapat cekung. Pemantauan ketat terhadap intake (cairan minum, infus) dan output (volume urin, frekuensi BAK) sangat penting; output urin yang menurun (<1-2 ml/kg/jam) adalah tanda peringatan. Perubahan berat badan harian adalah indikator yang sangat sensitif; penurunan berat badan yang cepat mencerminkan kehilangan cairan. Pemantauan laboratorium seperti hematokrit dan elektrolit juga dipertimbangkan. Intervensi ini bersifat preventif dan detektif, bertujuan untuk mengidentifikasi ketidakseimbangan cairan sedini mungkin sehingga intervensi rehidrasi yang tepat (oral atau parenteral) dapat segera diberikan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 25086 | 13 Apr 2026
Klinis : Benjolan leher kanan sejak 2 bulan yang lalu awalnya sebesar biji jagung namun 1 Bulan ini makin membesar. Benjolan tidak teraba nyeri, Sesak nafas tidak ada. Batuk ada hilang timbul. Demam tidak ada. Riwayat sesak nafas tidak ada. Pasien saat ini sudah makan nasi namun jumlah sedikit. Diagnosa: lympangioma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan berat badan dan/atau asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pasien menunjukkan pemenuhan nutrisi yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Berat badan stabil atau meningkat mencapai rentang yang diharapkan; 2) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan; 3) Tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi (seperti kelemahan, kelelahan, penurunan massa otot, atau perubahan integumen); 4) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal; 5) Menyatakan pemahaman tentang pentingnya nutrisi dan mampu mengidentifikasi pilihan makanan yang sesuai. Dalam konteks pasien dengan limfangioma yang mengalami penurunan nafsu makan, SLKI ini menjadi tujuan utama dimana perawat berupaya agar pasien dapat mempertahankan atau meningkatkan asupan nutrisinya untuk mendukung kondisi kesehatan secara keseluruhan dan kesiapan jika diperlukan tindakan medis lebih lanjut.
Kode SIKI: I.10241
Deskripsi : Intervensi Manajemen Nutrisi. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat. Penjelasan rinci mencakup: Pertama, pengkajian komprehensif meliputi pola makan, riwayat berat badan, faktor yang mempengaruhi nafsu makan (seperti kecemasan akan benjolan, efek massa tumor di leher yang mungkin membuat tidak nyaman saat menelan), serta pemeriksaan antropometri dan tanda klinis malnutrisi. Kedua, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan zat gizi spesifik lainnya berdasarkan kondisi pasien. Ketiga, memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi dalam mendukung sistem imun dan proses penyembuhan, serta strategi untuk meningkatkan asupan seperti makan porsi kecil tetapi sering, memilih makanan dengan kepadatan kalori dan protein tinggi (seperti telur, ikan, daging lembut, avokad, susu), dan memastikan lingkungan makan yang nyaman. Keempat, memodifikasi tekstur makanan jika terdapat keluhan ketidaknyamanan menelan (dysphagia) akibat massa di leher, misalnya dengan menyajikan makanan lunak atau cair. Kelima, memantau dan mendokumentasikan asupan makanan dan cairan secara ketat (catatan intake-output), serta perkembangan berat badan secara berkala. Keenam, memberikan dukungan psikologis dan motivasi untuk makan, karena kecemasan dan kekhawatiran terhadap diagnosis dapat sangat menekan nafsu makan. Ketujuh, kolaborasi dengan tim medis jika diperlukan suplementasi nutrisi oral atau dukungan nutrisi lainnya. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada makanan tetapi juga pada faktor psikologis dan lingkungan, dengan tujuan akhir mencegah komplikasi malnutrisi seperti penurunan imunitas, penyembuhan lambat, dan kelemahan otot.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: M.3.2
<>Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau khawatir yang tidak pasti terkait dengan ancaman yang dirasakan.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Pasien menunjukkan penurunan tingkat ansietas. Kriteria hasil meliputi: 1) Pasien dapat mengidentifikasi dan menyatakan perasaan ansietasnya; 2) Menunjukkan tanda-tanda fisiologis ansietas yang menurun (seperti frekuensi nadi dan pernapasan dalam rentang normal, tidak gelisah); 3) Menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengelola kekhawatiran; 4) Melaporkan perasaan lebih tenang dan mampu beristirahat; 5) Mengajukan pertanyaan yang relevan tentang kondisi dan perawatannya, menunjukkan keterlibatan dalam proses penyembuhan. Bagi pasien dengan benjolan yang membesar dan menunggu penanganan lebih lanjut, pencapaian SLKI ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kerjasama dalam perawatan.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Intervensi Pengurangan Ansietas. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mengurangi perasaan cemas, ketakutan, dan kekhawatiran pasien. Penjelasan rinci meliputi: Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan empati dan aktif mendengarkan, memberikan kesempatan pada pasien untuk mengekspresikan perasaannya tentang benjolan, proses diagnosis, dan ketakutannya akan kemungkinan penyakit serius. Memberikan informasi yang akurat, jujur, dan sesuai kebutuhan tentang limfangioma (sifat jinak, pilihan penanganan) dalam bahasa yang mudah dipahami untuk mengurangi ketidakpastian yang merupakan sumber utama ansietas. Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (deep breathing) atau relaksasi progresif untuk membantu mengelola gejala ansietas saat muncul. Mendorong partisipasi keluarga untuk memberikan dukungan emosional. Membantu pasien mengidentifikasi kekuatan dan strategi koping positif yang pernah berhasil digunakan di masa lalu. Memfasilitasi lingkungan yang tenang dan mendukung. Serta memantau respons emosional dan fisiologis terhadap ansietas secara berkala. Intervensi ini bertujuan memberdayakan pasien sehingga merasa lebih memegang kendali atas situasinya, yang pada gilirannya dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Nafas
Kode SDKI: B.3.2
Deskripsi Singkat: Gangguan inspirasi dan/atau ekspirasi yang menyebabkan tidak adekuatnya ventilasi.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pasien mempertahankan pola nafas yang efektif. Kriteria hasil mencakup: 1) Frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan dalam rentang normal; 2) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan; 3) Tidak menunjukkan tanda distress pernapasan (seperti sianosis, gelisah); 4) Suara napas bersih di seluruh lapang paru; 5) Nilai gas darah arteri (jika diperiksa) dalam batas normal. Meskipun pasien melaporkan tidak sesak napas saat ini, adanya benjolan di leher yang membesar dan keluhan batuk hilang timbul menandakan potensi risiko kompresi jalan napas. SLKI ini menjadi tujuan pencegahan dimana perawat berupaya mempertahankan fungsi pernapasan yang optimal.
Kode SIKI: I.0890
Deskripsi : Intervensi Pemantauan Respirasi. Intervensi ini melibatkan pengumpulan dan interpretasi data tentang status pernapasan pasien untuk mendeteksi dini adanya gangguan. Penjelasan rinci meliputi: Memantau dan mendokumentasikan frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan secara teratur (setiap shift atau lebih sering jika diperlukan). Auskultasi suara napas untuk mendeteksi adanya suara tambahan seperti stridor (suara napas bernada tinggi yang mengindikasikan obstruksi jalan napas atas) atau wheezing. Mengobservasi adanya tanda sianosis, penggunaan otot bantu napas, dan perubahan posisi tubuh untuk mempermudah bernapas (tripod position). Memantau karakteristik batuk dan upaya untuk membersihkan jalan napas. Mengkaji tingkat kecemasan yang dapat memperburupola pernapasan. Mengajarkan pasien dan keluarga untuk segera melaporkan gejala seperti sesak napas, rasa tercekik, atau perubahan suara. Memastikan alat bantu resusitasi tersedia di dekat pasien. Serta berkolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan penunjang seperti foto thoraks jika diperlukan. Intervensi pemantauan yang ketat dan berkelanjutan ini sangat krusial untuk keselamatan pasien, mengingat limfangioma di leher memiliki risiko menyebabkan obstruksi jalan napas jika ukurannya terus membesar, sehingga deteksi dini komplikasi menjadi prioritas.
-
Article No. 25087 | 13 Apr 2026
Klinis : Benjolan leher kanan sejak 2 bulan yang lalu awalnya sebesar biji jagung namun 1 Bulan ini makin membesar. Benjolan tidak teraba nyeri, Sesak nafas tidak ada. Batuk ada hilang timbul. Demam tidak ada. Riwayat sesak nafas tidak ada. Pasien saat ini sudah makan nasi namun jumlah sedikit. Diagnosa: lympangioma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan berat badan atau penurunan asupan nutrisi yang dapat menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001 berfokus pada pemantauan dan intervensi untuk memastikan kecukupan nutrisi pasien. Tujuan utamanya adalah mencegah atau mengatasi defisit nutrisi dengan memastikan asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan tubuh. Pada kasus pasien dengan limfangioma leher yang membesar, meskipun tidak ada sesak napas aktif, benjolan di leher dapat menimbulkan ketidaknyamanan mekanis saat menelan, perasaan penuh, atau tekanan pada saluran cerna bagian atas, yang secara tidak langsung mengurangi nafsu makan dan kemampuan mengunyah atau menelan (disfagia mekanis). Pasien melaporkan makan nasi dalam jumlah sedikit, yang merupakan indikator kuat asupan karbohidrat dan total kalori yang tidak adekuat. Perawat akan secara teratur menilai kesulitan menelan, mengobservasi perilaku saat makan, mengukur berat badan secara serial, dan mencatat asupan makanan secara detail (jenis, porsi, frekuensi). Intervensi dapat mencakup kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet dengan tekstur yang sesuai (misalnya lunak atau semi-padat), menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, memastikan lingkungan makan yang nyaman, serta memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi yang cukup untuk mendukung daya tahan tubuh dan proses penyembuhan, terutama dalam menghadapi kemungkinan terapi atau pembedahan di kemudian hari. Pemantauan tanda-tanda klinis malnutrisi seperti kelelahan, penurunan massa otot, dan penurunan albumin serum juga menjadi bagian dari luaran ini.
Kode SIKI: I.09179
Deskripsi : SIKI I.09179 adalah intervensi spesifik untuk mengelola risiko ketidakseimbangan nutrisi. Intervensi ini bersifat komprehensif dan proaktif. Pertama, perawat akan melakukan pengkajian nutrisi yang mendalam, termasuk anamnesis pola makan, riwayat penurunan berat badan yang tidak diinginkan, pemeriksaan antropometri (berat badan, indeks massa tubuh), dan pemeriksaan fisik tanda malnutrisi. Kedua, perawat akan mengidentifikasi faktor penyebab penurunan asupan, yang dalam kasus ini sangat mungkin terkait dengan massa di leher (limfangioma) yang menyebabkan ketidaknyamanan atau disfagia mekanis ringan, meskipun pasien tidak menyadarinya secara langsung. Ketiga, perawat akan berkolaborasi dengan tim kesehatan lain, terutama ahli gizi, untuk merencanakan diet yang memenuhi kebutuhan kalori dan protein dengan mempertimbangkan tekstur dan konsistensi makanan yang mudah ditelan. Keempat, perawat akan memfasilitasi pemberian makan, mungkin dengan posisi duduk tegak, memberikan waktu yang cukup, dan mengurangi gangguan. Kelima, perawat akan memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi, pilihan makanan padat nutrisi, dan strategi untuk meningkatkan asupan (seperti makan sedikit-sedikit tapi sering). Keenam, perawat akan mendokumentasikan asupan dan output secara akurat serta mengevaluasi efektivitas intervensi melalui parameter seperti tren berat badan dan hasil laboratorium terkait nutrisi. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek teknis, edukatif, dan kolaboratif untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi sehingga status kesehatannya optimal dalam menghadapi kondisi penyakitnya.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: M.3.1
<>Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau khawatir yang tidak pasti terkait dengan ancaman yang dirasakan.
Kode SLKI: L.14002
Deskripsi : SLKI L.14002 bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien dan meningkatkan kemampuan kopingnya. Pada pasien dengan benjolan leher (limfangioma) yang semakin membesar, ansietas adalah respons yang sangat wajar. Pasien menghadapi ketidakpastian mengenai diagnosis, penyebab benjolan, rencana pengobatan, prosedur medis yang mungkin dijalani (seperti biopsi atau operasi), serta dampak estetika dan fungsional dari benjolan tersebut. Meskipun dalam data tidak disebutkan keluhan cemas secara eksplisit, kehadiran di fasilitas kesehatan dan proses diagnostik itu sendiri seringkali menimbulkan kecemasan. Luaran ini diukur dengan menurunnya tanda-tanda ansietas baik verbal maupun non-verbal. Perawat akan menciptakan lingkungan terapeutik yang mendukung, mendengarkan keluhan dan kekhawatiran pasien dengan empati, memberikan informasi yang jelas dan jujur tentang kondisi dan setiap langkah prosedur yang akan dilakukan, serta mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam. Perawat juga akan mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya dan membantu mengidentifikasi sumber dukungan sosial. Tujuan akhirnya adalah pasien melaporkan penurunan perasaan khawatir, tampak lebih tenang, mampu berpartisipasi dalam perawatan, dan memahami rencana perawatan dirinya.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : SIKI I.06001 adalah intervensi mengurangi ansietas melalui pendekatan yang terstruktur. Intervensi dimulai dengan pengkajian tingkat dan sumber ansietas pasien, baik melalui observasi (gelisah, ekspresi wajah tegang) maupun melalui komunikasi terapeutik. Perawat kemudian akan membangun hubungan saling percaya. Intervensi kunci termasuk memberikan informasi yang akurat dan sesuai kebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian dan rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui. Perawat akan menjelaskan tentang limfangioma, pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan (seperti USG atau MRI), dan opsi tatalaksana secara umum dengan bahasa yang mudah dimengerti. Perawat akan tetap hadir dan mendampingi pasien, terutama saat-saat yang mungkin menegangkan. Teknik distraksi atau pengalihan perhatian dapat digunakan. Perawat juga akan melibatkan keluarga jika memungkinkan, karena dukungan keluarga merupakan faktor penurun ansietas yang signifikan. Evaluasi dilakukan dengan menanyakan langsung tingkat kecemasan pasien (menggunakan skala numeric rating scale) dan mengamati perubahan tanda-tanda fisiologis (seperti frekuensi nadi) serta perilaku. Intervensi ini bersifat berkelanjutan dan disesuaikan dengan respons pasien.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Nafas
Kode SDKI: B.3.2
<>Deskripsi Singkat: Gangguan dalam pola inspirasi dan/atau ekspirasi yang menyebabkan ketidakadekuatan ventilasi.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : SLKI L.04003 bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan pola pernapasan yang efektif. Pada pasien dengan limfangioma leher yang membesar, meskipun saat ini tidak ada keluhan sesak napas, terdapat potensi risiko kompresi atau penekanan pada saluran napas (trakea) seiring dengan membesarnya benjolan. Adanya batuk hilang timbul juga dapat menjadi tanda iritasi atau tekanan ringan pada saluran napas. Luaran ini difokuskan pada pencegahan dan deteksi dini gangguan pernapasan. Perawat akan memantau secara ketat tanda-tanda vital pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas), mengobservasi adanya stridor, suara napas tambahan (mengi), sianosis, atau penggunaan otot bantu napas. Perawat juga akan menilai kenyamanan pernapasan pasien dalam berbagai posisi dan memastikan pasien dapat bernapas dengan mudah. Pemantauan oksimetri nadi (jika tersedia) dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah mendeteksi sedini mungkin setiap perubahan status pernapasan yang mengarah pada ketidakefektifan, sehingga intervensi dapat segera dilakukan sebelum kondisi menjadi gawat. Pasien dan keluarga juga akan diedukasi untuk segera melaporkan jika muncul rasa sesak, sulit menelan, atau perubahan suara.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : SIKI I.08011 adalah intervensi manajemen jalan napas untuk mempertahankan patensi dan mencegah komplikasi. Dalam konteks pasien ini yang masih stabil, intervensi bersifat preventif dan monitoring. Perawat akan memposisikan pasien dengan nyaman, biasanya dengan kepala agak tinggi, untuk memudahkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan pada trakea jika ada. Perawat akan mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan napas dan mempertahankan fungsi paru optimal, mengingat adanya batuk hilang timbul. Lingkungan dijaga agar bebas dari iritan seperti asap atau debu. Asupan cairan yang adekuat (sesuai toleransi) didorong untuk menjaga kelembaban sekret. Perawat akan melakukan auskultasi suara napas secara rutin untuk mendeteksi adanya penurunan atau abnormalitas suara napas yang dapat mengindikasikan kompresi. Seluruh data pernapasan didokumentasikan dengan cermat untuk memantau tren. Intervensi ini dilakukan dengan kewaspadaan tinggi, siap merujuk atau melakukan tindakan eskalasi jika ditemukan tanda-tanda distress pernapasan.
-
Article No. 25058 | 12 Apr 2026
Klinis : An. S, anak perempuan usia 2 tahun, dirawat di ruang rawat anak dengan diagnosis pneumonia sejak 1 hari yang lalu. Ibu mengatakan anak mengalami demam dan batuk berdahak sejak 4 hari terakhir, disertai napas cepat dan sesak sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Selama sakit, anak tampak lemah, lebih sering berbaring, sulit tidur pada malam hari akibat batuk, serta mengalami penurunan nafsu makan dan hanya mengkonsumsi sedikit cairan. Anak menjadi lebih rewel dan selalu ingin digendong oleh ibu. Riwayat imunisasi tidak lengkap dan anak tinggal di lingkungan padat penduduk. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum sakit sedang, kesadaran compos mentis, suhu 39°C, frekuensi napas 52 x/menit, frekuensi nadi 128 x/menit, serta saturasi oksigen 90% tanpa bantuan oksigen. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukosit 15.000/uL dan hasil foto toraks tampak infiltrat pada lapang paru kanan. Terlihat retraksi interkostal, pernapasan cuping hidung, dan ronki basah pada kedua lapang paru saat auskultasi. Anak mendapatkan terapi oksigen melalui nasal kanul 3 L/menit, antibiotic intravena sesuai indikasi, nebulisasi NaCl 0,9% setiap 8 jam, serta antipiretik paracetamol 10–15 mg/kgBB/dosis bila demam. Ibu tampak cemas karena anak sulit makan, sering terbangun akibat batuk, dan mengalami keterbatasan aktivitas sejak sakit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Status Termoregulasi
Kode SIKI: 3900
Deskripsi : Manajemen Hipertermia
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Status Hidrasi
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Manajemen Cairan
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Tingkat Nyeri
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kondisi: Ansietas (pada Ibu)
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar atau takut disertai respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu) sebagai respons terhadap ancaman yang dipersepsikan.
Kode SLKI: 1201
Deskripsi : Tingkat Ansietas
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Penurunan Ansietas
-
Article No. 25059 | 12 Apr 2026
Klinis : An. S, anak perempuan usia 2 tahun, dirawat di ruang rawat anak dengan diagnosis pneumonia sejak 1 hari yang lalu. Ibu mengatakan anak mengalami demam dan batuk berdahak sejak 4 hari terakhir, disertai napas cepat dan sesak sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Selama sakit, anak tampak lemah, lebih sering berbaring, sulit tidur pada malam hari akibat batuk, serta mengalami penurunan nafsu makan dan hanya mengkonsumsi sedikit cairan. Anak menjadi lebih rewel dan selalu ingin digendong oleh ibu. Riwayat imunisasi tidak lengkap dan anak tinggal di lingkungan padat penduduk. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum sakit sedang, kesadaran compos mentis, suhu 39°C, frekuensi napas 52 x/menit, frekuensi nadi 128 x/menit, serta saturasi oksigen 90% tanpa bantuan oksigen. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukosit 15.000/uL dan hasil foto toraks tampak infiltrat pada lapang paru kanan. Terlihat retraksi interkostal, pernapasan cuping hidung, dan ronki basah pada kedua lapang paru saat auskultasi. Anak mendapatkan terapi oksigen melalui nasal kanul 3 L/menit, antibiotic intravena sesuai indikasi, nebulisasi NaCl 0,9% setiap 8 jam, serta antipiretik paracetamol 10–15 mg/kgBB/dosis bila demam. Ibu tampak cemas karena anak sulit makan, sering terbangun akibat batuk, dan mengalami keterbatasan aktivitas sejak sakit.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Pneumonia pada Anak
Kode ICD-10: J18.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada pneumonia, yaitu infeksi akut pada parenkim paru yang menyebabkan konsolidasi dan gangguan pertukaran gas. Berdasarkan deskripsi kasus, pasien anak perempuan usia 2 tahun menunjukkan gejala khas seperti demam tinggi, batuk berdahak, napas cepat (tachypnea >50/menit), sesak napas dengan tanda kerja napas meningkat (retraksi interkostal, cuping hidung), dan saturasi oksigen rendah (90%). Pemeriksaan penunjang mendukung diagnosis dengan peningkatan leukosit (15.000/uL) dan temuan infiltrat pada foto toraks. Kode ICD-10 yang digunakan adalah J18.9 (Pneumonia, organisme tidak ditentukan). Kode ini dipilih karena dalam laporan klinis ini tidak diidentifikasi secara spesifik patogen penyebabnya (seperti bakteri, virus, atau jamur), dan gambaran klinis serta radiologis sudah sangat mendukung diagnosis pneumonia tanpa perlu spesifikasi lebih lanjut berdasarkan etiologi. Pneumonia pada balita, terutama dengan riwayat imunisasi tidak lengkap dan lingkungan padat, merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera termasuk terapi oksigen, antibiotik, dan suportif untuk mencegah komplikasi seperti gagal napas.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25060 | 12 Apr 2026
Klinis : An. S, anak perempuan usia 2 tahun, dirawat di ruang rawat anak dengan diagnosis pneumonia sejak 1 hari yang lalu. Ibu mengatakan anak mengalami demam dan batuk berdahak sejak 4 hari terakhir, disertai napas cepat dan sesak sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Selama sakit, anak tampak lemah, lebih sering berbaring, sulit tidur pada malam hari akibat batuk, serta mengalami penurunan nafsu makan dan hanya mengkonsumsi sedikit cairan. Anak menjadi lebih rewel dan selalu ingin digendong oleh ibu. Riwayat imunisasi tidak lengkap dan anak tinggal di lingkungan padat penduduk. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum sakit sedang, kesadaran compos mentis, suhu 39°C, frekuensi napas 52 x/menit, frekuensi nadi 128 x/menit, serta saturasi oksigen 90% tanpa bantuan oksigen. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukosit 15.000/uL dan hasil foto toraks tampak infiltrat pada lapang paru kanan. Terlihat retraksi interkostal, pernapasan cuping hidung, dan ronki basah pada kedua lapang paru saat auskultasi. Anak mendapatkan terapi oksigen melalui nasal kanul 3 L/menit, antibiotic intravena sesuai indikasi, nebulisasi NaCl 0,9% setiap 8 jam, serta antipiretik paracetamol 10–15 mg/kgBB/dosis bila demam. Ibu tampak cemas karena anak sulit makan, sering terbangun akibat batuk, dan mengalami keterbatasan aktivitas sejak sakit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas pasien membaik, ditandai dengan: (1) Suara napas bersih (vesikuler) di seluruh lapang paru, (2) Tidak ada suara napas tambahan (ronki, wheezing), (3) Batuk efektif dan sekresi dapat dikeluarkan, (4) Laju pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, (5) Tidak ada tanda distress pernapasan (retraksi, cuping hidung), (6) Saturasi oksigen dalam rentang normal sesuai usia tanpa bantuan oksigen.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, suara napas, saturasi oksigen). (2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler). (3) Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi (postural drainage, perkusi, vibrasi). (4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. (5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas sesuai kebutuhan dan protokol. (6) Berikan terapi nebulisasi/uap sesuai program terapi. (7) Kelola pemberian oksigen sesuai program terapi. (8) Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekresi, kecuali kontraindikasi. (9) Ajarkan pada keluarga tanda-tanda distress pernapasan dan pentingnya terapi.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Pertukaran gas pasien membaik, ditandai dengan: (1) Saturasi oksigen dalam rentang normal sesuai usia, (2) Analisis gas darah dalam rentang normal, (3) Tidak ada tanda sianosis, (4) Kesadaran baik (compos mentis), (5) Tidak ada tanda distress pernapasan, (6) Toleransi terhadap aktivitas meningkat.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, suara napas, saturasi oksigen). (2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler). (3) Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi (postural drainage, perkusi, vibrasi). (4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. (5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas sesuai kebutuhan dan protokol. (6) Berikan terapi nebulisasi/uap sesuai program terapi. (7) Kelola pemberian oksigen sesuai program terapi. (8) Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekresi, kecuali kontraindikasi. (9) Ajarkan pada keluarga tanda-tanda distress pernapasan dan pentingnya terapi. Serta intervensi tambahan: (10) Monitor status neurologis dan tingkat kesadaran. (11) Atur pemberian oksigen sesuai order dan evaluasi efektivitasnya. (12) Kolaborasi dalam pemeriksaan analisis gas darah.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Termoregulasi pasien membaik, ditandai dengan: (1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C – 37,5°C), (2) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, (3) Kulit hangat dan tidak pucat, (4) Tidak ada menggigil, (5) Pasien tampak nyaman.
Kode SIKI: 3901
Deskripsi : Manajemen hipertermia: (1) Monitor suhu tubuh secara teratur. (2) Berikan terapi antipiretik sesuai program terapi. (3) Lakukan tindakan pendinginan non-farmakologis (kompres hangat di aksila/lipat paha, mandi air hangat, pakaian tipis dan menyerap keringat). (4) Tingkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. (5) Monitor tanda-tanda dehidrasi. (6) Atur suhu lingkungan agar nyaman. (7) Anjurkan tirah baring. (8) Kolaborasi pemberian antibiotik jika penyebabnya infeksi. (9) Ajarkan keluarga tentang manajemen demam di rumah.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1104
Deskripsi : Status nutrisi pasien membaik, ditandai dengan: (1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan, (2) Berat badan stabil atau meningkat sesuai target, (3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal, (4) Memiliki energi untuk beraktivitas, (5) Tanda-tanda klinis tidak menunjukkan malnutrisi.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen nutrisi: (1) Kaji asupan makanan dan cairan (jumlah, jenis, frekuensi). (2) Timbang berat badan secara teratur. (3) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering. (4) Sajikan makanan favorit pasien dalam keadaan menarik dan hangat. (5) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan tidak terburu-buru. (6) Berikan suplemen nutrisi sesuai indikasi. (7) Lakukan perawatan mulut sebelum makan. (8) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan diet. (9) Anjurkan keluarga untuk membawa makanan dari rumah jika memungkinkan. (10) Monitor tanda-tanda dehidrasi dan malnutrisi.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Keseimbangan cairan pasien terpertahankan, ditandai dengan: (1) Tanda vital dalam rentang normal, (2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab, (3) Produksi urin adekuat (output sesuai input), (4) Tidak ada tanda dehidrasi (mata cekung, fontanel cekung, tidak ada air mata), (5) Keseimbangan cairan intake dan output seimbang.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Manajemen cairan: (1) Monitor tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu). (2) Monitor tanda-tanda dehidrasi/hiperhidrasi (turgor kulit, membran mukosa, mata, fontanel, produksi urin). (3) Catat intake dan output cairan secara akurat. (4) Anjurkan dan bantu peningkatan asupan cairan per oral sesuai toleransi. (5) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. (6) Monitor hasil laboratorium terkait elektrolit dan keseimbangan asam-basa. (7) Ajarkan keluarga pentingnya asupan cairan dan tanda-tanda dehidrasi.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 00045
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup.
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Pola tidur pasien membaik, ditandai dengan: (1) Pasien dapat tidur dengan nyenyak, (2) Durasi tidur cukup sesuai usia, (3) Pasien tampak segar dan berenergi setelah bangun tidur, (4) Tidak sering terbangun saat tidur, (5) Mengungkapkan perasaan istirahat yang cukup.
Kode SIKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan tidur: (1) K
Article No. 25061 | 12 Apr 2026
Klinis : intervensi keperawatan menurut siki dengan diagnosis risiko cedera pada janin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera pada Janin
Kode SDKI: 0029
Deskripsi Singkat: Risiko cedera pada janin adalah keadaan di mana janin rentan mengalami cedera fisik atau kompromi fisiologis selama masa kehamilan atau proses persalinan, yang dapat mengancam kelangsungan hidup dan kesehatannya. Risiko ini dapat disebabkan oleh faktor maternal, fetal, atau lingkungan. Faktor maternal meliputi kondisi kesehatan ibu seperti hipertensi (preeklampsia/eklampsia), diabetes gestasional, infeksi (TORCH, sepsis), malnutrisi, penggunaan zat terlarang/alkohol, atau trauma fisik. Faktor fetal mencakup kehamilan ganda, pertumbuhan janin terhambat (IUGR), kelainan kongenital, atau ketuban pecah dini. Faktor lingkungan dan manajemen persalinan seperti asfiksia perinatal, distosia persalinan, atau prosedur obstetri yang invasif juga berperan. Tanda dan gejala yang mengindikasikan risiko ini dapat berupa perubahan pada pola dan frekuensi denyut jantung janin (takikardia, bradikardia, variabilitas menurun, deselerasi), penurunan aktivitas janin, hasil pemeriksaan USG yang abnormal (cairan ketuban sedikit/oligohidramnion, aliran darah Doppler abnormal), atau hasil pemeriksaan non-stress test (NST) dan biophysical profile (BPP) yang tidak reaktif atau rendah. Diagnosis keperawatan ini menekankan pada peran perawat dalam melakukan pengawasan ketat, memantau tanda-tanda bahaya, dan melakukan intervensi kolaboratif serta mandiri untuk meminimalkan risiko dan mempertahankan kesejahteraan janin.
Kode SLKI: 3204
Deskripsi : Status janin membaik atau tetap stabil, ditandai dengan: 1) Denyut jantung janin dalam batas normal (110-160 dpm) dengan variabilitas yang adekuat. 2) Pola denyut jantung janin tidak menunjukkan tanda gawat janin (deselerasi lambat berulang, deselerasi lambat yang dalam, deselerasi variabel berat, atau bradikardia persisten). 3) Aktivitas janin normal atau sesuai usia kehamilan. 4) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti NST reaktif, BPP normal, dan USG dengan parameter pertumbuhan dan cairan ketuban dalam batas normal) menunjukkan kesejahteraan janin. 5) Tidak terjadi komplikasi yang memperberat risiko cedera pada janin (seperti solusio plasenta atau prolaps tali pusat). Kriteria hasil ini bertujuan untuk memastikan bahwa melalui intervensi keperawatan dan medis, janin dapat mempertahankan homeostasis dan terhindar dari cedera hipoksik atau traumatik. Pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk mendeteksi dini setiap penyimpangan dari kriteria ini sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Pemantauan Kesejahteraan Janin merupakan intervensi keperawatan mandiri dan kolaboratif yang sistematis dan berkelanjutan untuk menilai kondisi dan mendeteksi dini tanda-tanda gawat janin. Intervensi ini meliputi: 1) **Pemantauan Denyut Jantung Janin (DJJ):** Melakukan auskultasi DJJ dengan fetoskop atau Doppler secara berkala sesuai protokol (setiap 30 menit pada fase aktif persalinan, setiap 15 menit pada fase kedua, atau lebih sering jika ada faktor risiko). Menginterpretasi pola DJJ (baseline, variabilitas, akselerasi, dan deselerasi) dan melaporkan setiap abnormalitas seperti bradikardia, takikardia, variabilitas minimal/absent, atau deselerasi yang mencurigakan. 2) **Pemantauan Aktivitas Janin:** Mengajarkan dan meminta ibu untuk melakukan penghitungan gerakan janin (fetal kick count) secara rutin dan melaporkan penurunan aktivitas. 3) **Pemantauan Kondisi Maternal:** Memantau tanda vital ibu (terutama tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi), kontraksi uterus (frekuensi, durasi, intensitas, dan tonus istirahat), serta tanda-tanda infeksi atau perdarahan yang dapat mempengaruhi janin. 4) **Kolinergik:** Memberikan edukasi pada ibu dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya kehamilan/persalinan seperti gerakan janin berkurang, perdarahan pervaginam, atau nyeri abdomen hebat. 5) **Kolaborasi:** Membantu dalam pelaksanaan pemeriksaan penunjang seperti Non-Stress Test (NST), Contraction Stress Test (CST), USG Doppler, atau Biophysical Profile (BPP). Mempersiapkan dan membantu tindakan jika diperlukan, seperti pemberian oksigen pada ibu, perubahan posisi (lateral atau Trendelenburg), pemberian cairan intravena, atau persiapan untuk terminasi persalinan (seksio sesarea) jika ditemukan tanda gawat janin yang tidak dapat dikoreksi. 6) **Dokumentasi:** Mencatat secara akurat dan lengkap semua temuan pemantauan, intervensi yang dilakukan, serta respons ibu dan janin terhadap intervensi tersebut. Intervensi ini bertujuan untuk memberikan data objektif yang memungkinkan tim kesehatan mengambil keputusan klinis yang tepat waktu guna mencegah cedera hipoksik atau cedera lain pada janin.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433