Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24532 | 19 Mar 2026
Klinis : Seorang wanita berusia 73 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah mengalami jatuh yang diikuti dengan nyeri hebat pada pinggul kanan serta tidak mampu menumpu berat badan. Tidak ditemukan cedera lain. Riwayat medis sebelumnya meliputi gangguan belajar, osteoartritis, gangguan pendengaran, epilepsi, dan hipertensi, tanpa riwayat diabetes melitus sebelumnya. Pada saat masuk, kadar gula darah pasien dalam batas normal. Pasien sebelumnya dapat berjalan secara mandiri dengan bantuan satu orang caregiver untuk aktivitas sehari-hari. Hasil pemeriksaan pencitraan menunjukkan adanya fraktur leher femur intrakapsular kanan, yang kemudian dilakukan tindakan operasi berupa hemiarthroplasty pada hari berikutnya. Dua hari setelah operasi, pasien mengalami muntah, kemudian berkembang menjadi acute kidney injury (AKI). Pada malam harinya, saturasi oksigen pasien menurun hingga 92% dengan pemberian oksigen 35%, sehingga pasien didiagnosis mengalami pneumonia aspirasi dan diberikan terapi. Pasien tetap dipuasakan (nil by mouth) karena risiko tinggi aspirasi berulang. Tim speech and language therapy (SALT) merekomendasikan pemasangan nasogastric tube (NGT). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar natrium serum meningkat sedang yaitu 154 mmol/L pada pemeriksaan venous blood gas (VBG). Pemeriksaan gula darah menunjukkan hasil 24,8 mmol/L. Pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes dan tidak menunjukkan gejala khas diabetes, namun secara klinis tampak dehidrasi. Kadar urea serum tercatat 11,1 mmol/L dan osmolalitas serum sebesar 343,9 mOsm/kg. Keton dalam darah dan urin tidak signifikan serta tidak ditemukan adanya asidosis. Berdasarkan hasil tersebut, pasien didiagnosis mengalami Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) dan mendapatkan terapi sesuai pedoman. Kondisi pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap. Pemeriksaan HbA1c didapatkan sebesar 55 mmol/mol sehingga ditegakkan diagnosis diabetes melitus tipe 2. Tim diabetes memberikan penanganan lanjutan, dan pasien mulai diberikan terapi insulin rutin tiga hari setelah diagnosis.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03121
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: I.01248
Deskripsi : Memantau kadar glukosa darah.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Bebas dari tanda dan gejala infeksi.
Kode SIKI: I.05166
Deskripsi : Mempertahankan teknik aseptik.
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Risiko masuknya sekret oral, gastric, atau benda asing lainnya ke jalan napas.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Bebas dari tanda dan gejala aspirasi.
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Mempertahankan jalan napas.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan dengan akhir yang dapat diperkirakan atau dapat diatasi.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen nyeri.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Berpakaian/berdandan, Mandi/higiene, Makan, Toileting
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi/higiene, berpakaian/berdandan, makan, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Perawatan diri.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Bantuan perawatan diri.
-
Article No. 24533 | 19 Mar 2026
Klinis : DS: Tidak ada riwayat DM sebelumnya DO: • Glukosa darah 24,8 mmol/L • Diagnosis HHS • HbA1c meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00079
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan atau penurunan kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan kolaboratif untuk mengelola kadar glukosa darah yang tinggi pada pasien dengan risiko atau diagnosis diabetes.
Kode SIKI: 4208
Deskripsi : Pemantauan Glukosa Darah: Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mengidentifikasi kadar glukosa darah.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 2020
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan: Promosi keseimbangan cairan dan pencegahan komplikasi akibat asupan cairan yang tidak adekuat atau berlebihan.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Pemantauan Tanda Vital: Pengumpulan dan analisis data kardiovaskular, pernapasan, dan suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah masalah kesehatan.
Kondisi: Kurang Pengetahuan
Kode SDKI: 00126
Deskripsi Singkat: Keterbatasan atau tidak adanya informasi kognitif terkait topik tertentu.
Kode SLKI: 5602
Deskripsi : Pengajaran: Proses Penyakit: Memberikan informasi dan mengajarkan tentang proses penyakit dan potensi komplikasi.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Pengajaran: Proses Penyakit: Menjelaskan informasi tentang penyakit tertentu sesuai dengan kebutuhan pasien.
-
Article No. 24534 | 19 Mar 2026
Klinis : DS: Tidak ada riwayat DM sebelumnya DO: • Glukosa darah 24,8 mmol/L • Diagnosis HHS • HbA1c meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00079
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa, pada individu yang berisiko.
Kode SLKI: 1918
Deskripsi : Pasien akan menunjukkan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan, dibuktikan dengan: 1) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia, 2) Menyebutkan faktor penyebab ketidakstabilan kadar glukosa darah, 3) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri sesuai program, 4) Kadar glukosa darah dalam rentang target, 5) Tidak mengalami episode hipoglikemia atau hiperglikemia berat, 6) Menjelaskan rencana terapi nutrisi dan aktivitas fisik, 7) Mengonsumsi obat sesuai resep, 8) Melaporkan tanda dan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia.
Kode SIKI: 4238
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: 1) Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, penglihatan kabur, lemas, mual). 2) Lakukan pemantauan glukosa darah sesuai ketentuan (misal: setiap 1-2 jam pada kondisi krisis). 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai protokol. 4) Berikan cairan intravena sesuai resep untuk koreksi dehidrasi. 5) Monitor tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan). 6) Auskultasi bising usus, monitor mual/muntah. 7) Monitor status neurologis (GCS, orientasi). 8) Ajarkan pasien/keluarga tentang penyebab, gejala, dan pencegahan hiperglikemia. 9) Anjurkan perawatan kaki dan inspeksi harian. 10) Rujuk ke edukator diabetes jika diperlukan. 11) Dokumentasikan temuan dan intervensi. Intervensi ini sangat relevan untuk kondisi HHS (Hyperosmolar Hyperglycemic State) seperti pada pasien, yang merupakan keadaan darurat hiperglikemik dengan dehidrasi berat dan perubahan status mental, meskipun tanpa ketoasidosis signifikan. Fokus intervensi pada koreksi cairan dan elektrolit, penurunan glukosa darah secara bertahap, serta pencegahan komplikasi seperti trombosis dan edema serebral merupakan inti dari manajemen HHS.
-
Article No. 24535 | 19 Mar 2026
Klinis : nyeri dada, sesak mual ( + ) muntah ( - ). ada luka basah dikedua kaki sudah 2 bulan. RPD: pengobatan rutin jantung rs amal sehat Pemeriksaan fisik : KU : Sedang, E4V5M6 Kes : CM TD : 146/116 mmHg S : 36,9°C N : 100 x / menit RR : 24x / menit SpO2 : 85 % on NK 3 lpm Mata : cowong -/- CA -/-, SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/- wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+), NT (-) epigastrium Ext : Akral hangat +/+, edema +/+ pucat -/-, CRT <2dt akral hngat +/+ , oedema -/- R cruris sin : ulcus DM R pedis dx : ulcus DM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada upaya untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien. Tindakan keperawatan meliputi pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda) menggunakan skala yang sesuai. Perawat akan memodifikasi lingkungan untuk kenyamanan, memberikan edukasi tentang teknik non-farmakologis (seperti distraksi, relaksasi napas dalam, atau posisi yang nyaman), dan berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai resep dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya. Pada kasus ini, nyeri dada yang dialami pasien merupakan gejala utama yang memerlukan manajemen segera untuk mengurangi distress dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti kecemasan yang memperberat beban jantung. Monitoring respons pasien terhadap intervensi yang diberikan adalah kunci untuk mengevaluasi keberhasilan manajemen nyeri.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Intervensi ini adalah tindakan spesifik untuk mengelola nyeri. Langkah-langkahnya dimulai dengan pengkajian nyeri secara menyeluruh. Kemudian, perawat akan membantu pasien dalam teknik relaksasi dan distraksi. Posisi pasien diatur untuk memaksimalkan kenyamanan, seperti semi-Fowler jika tidak kontraindikasi untuk mengurangi sesak dan ketegangan dada. Perawat akan mengajarkan pasien untuk melaporkan nyeri secara proaktif. Kolaborasi pemberian obat antiangina atau analgesik sesuai resep dokter dilakukan dengan tepat waktu, disertai monitoring ketat terhadap tanda-tanda vital (terutama TD, N, RR) dan respons terhadap pengobatan. Edukasi juga diberikan tentang pentingnya istirahat dan menghindari aktivitas yang memicu nyeri. Dokumentasi yang akurat mengenai karakteristik nyeri dan respons terhadap intervensi sangat penting untuk penyesuaian rencana perawatan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas dan memastikan pertukaran gas yang adekuat. Tindakan keperawatan meliputi pemantauan status pernapasan (pola, frekuensi, usaha napas, suara napas, dan saturasi oksigen) secara ketat. Perawat akan memposisikan pasien untuk optimalisasi ventilasi (misalnya, posisi duduk/ semi-Fowler), mendukung batuk efektif jika pasien mampu, dan melakukan fisioterapi dada jika diperlukan. Pemberian terapi oksigen sesuai order (seperti nasal kanul 3 lpm yang sedang digunakan) harus dipantau keefektifannya dengan melihat peningkatan SpO2. Pada pasien ini, dengan RR 24x/menit dan SpO2 85% yang masih rendah meski sudah diberi O2, menunjukkan gangguan pertukaran gas yang serius, kemungkinan terkait dengan kondisi jantung (gagal jantung) atau komplikasi lainnya. SLKI ini juga mencakup edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan sesak, serta kolaborasi untuk pemeriksaan penunjang seperti analisis gas darah.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Intervensi spesifik ini meliputi serangkaian tindakan untuk mengelola jalan napas. Perawat akan memonitor status pernapasan setiap 1-2 jam atau sesuai kebutuhan, mencakup observasi penggunaan otot bantu napas, sianosis, dan tingkat kecemasan. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi dipertahankan. Terapi oksigen diberikan sesuai order dengan memastikan alat berfungsi baik dan aliran tepat (3 lpm). Perawat akan mengajarkan dan mendorong napas dalam dan batuk efektif. Suctioning dilakukan hanya jika ada indikasi sekret yang tidak bisa dikeluarkan pasien. Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi lebih lanjut (seperti foto thorax) dan penyesuaian terapi oksigen atau pemberian obat bronkodilator jika diperlukan. Keamanan pasien adalah prioritas, dan persiapan untuk intubasi mungkin perlu dipertimbangkan jika gagal napas memburuk.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas secara bertahap dan aman. Tindakan keperawatan diawali dengan pengkajian faktor penyebab, seperti nyeri, ketidakseimbangan suplai dan demand oksigen (akibat masalah jantung dan hipoksemia), serta kelemahan umum. Perawat akan memantau respons kardiorespirasi (TD, N, RR, SpO2) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Aktivitas pasien diatur dengan periode istirahat yang cukup. Perencanaan aktivitas bertahap disusun bersama pasien, dimulai dari perawatan diri sederhana di tempat tidur. Pada kasus ini, kondisi jantung (dengan tanda takikardia N:100x/menit) dan hipoksemia (SpO2 85%) sangat membatasi kemampuan aktivitas pasien. SLKI juga mencakup edukasi tentang teknik penghematan energi dan pentingnya menghindari aktivitas yang mendadak berat. Tujuannya adalah mencegah kelelahan berlebih yang dapat memperburuk nyeri dada dan sesak napas.
Kode SIKI: I.09011
Deskripsi : Intervensi ini melibatkan manajemen aktivitas yang terstruktur. Perawat akan membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, menganjurkan istirahat sebelum lelah. Lingkungan diatur agar alat-alat yang sering digunakan mudah dijangkau. Jadwal aktivitas dibuat dengan menyeimbangkan aktivitas dan istirahat. Perawat akan mengajarkan pasien untuk mengenali tanda intoleransi (peningkatan N >20x dari baseline, sesak, pusing, kelelahan ekstrem) dan berhenti beraktivitas jika tanda tersebut muncul. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang mendukung energi juga penting. Motivasi dan dukungan emosional diberikan untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam program peningkatan aktivitas yang aman.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0487
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada penyembuhan luka dan mencegah kerusakan lebih lanjut atau infeksi. Tindakan keperawatan meliputi pengkajian luka ulkus DM secara komprehensif (lokasi, ukuran, kedalaman, jaringan dasar, eksudat, tanda infeksi, dan keadaan kulit sekitar). Perawat akan melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik, memilih balutan yang sesuai (moist wound healing untuk luka basah), dan melindungi kulit sekitar dari kelembaban. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang perawatan luka, pentingnya kontrol gula darah, nutrisi tinggi protein dan vitamin untuk penyembuhan, serta pencegahan trauma pada kaki sangat krusial. Pada pasien ini, ulkus DM di kedua kaki yang sudah 2 bulan menunjukkan proses penyembuhan yang terganggu, kemungkinan besar terkait dengan penyakit dasar (Diabetes Melitus) dan gangguan sirkulasi perifer. SLKI ini juga mencakup kolaborasi dengan dokter untuk debridemen jika diperlukan dan pemberian antibiotik jika ada infeksi.
Kode SIKI: I.10032
Deskripsi : Intervensi spesifik untuk perawatan luka ini meliputi inspeksi dan pengukuran luka setiap kali ganti balutan. Pembersihan luka dilakukan dengan larutan steril (misalnya NaCl 0,9%), menghilangkan jaringan nekrotik jika ada (debridement), dan mengaplikasikan balutan yang menjaga kelembaban luka (seperti hidrogel atau balutan modern lainnya). Posisi ekstremitas ditinggikan untuk mengurangi edema dan meningkatkan aliran darah balik. Perawat akan memantau tanda-tanda infeksi (rubor, dolor, calor, tumor, pus) secara ketat. Edukasi diberikan tentang cara melindungi kaki, hindari berjalan tanpa alas kaki, dan pemeriksaan kaki sehari-hari. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk diet diabetik dan tinggi protein, serta dengan dokter untuk manajemen glikemik dan terapi antibiotik jika diperlukan, adalah bagian integral dari intervensi ini.
-
Article No. 24536 | 19 Mar 2026
Klinis : DS: Riwayat muntah DO: • SpO₂ 92% • Pneumonia aspirasi • NPO • Rencana pemasangan NGT
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko masuknya sekret, cairan lambung, atau benda asing ke dalam trakea dan paru-paru.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : SLKI 0400: Aspirasi dicegah. Deskripsi: Intervensi keperawatan bertujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan faktor risiko aspirasi pada pasien. Pada kasus dengan riwayat muntah, pneumonia aspirasi, dan status NPO dengan rencana pemasangan NGT, fokus utama adalah mencegah episode aspirasi berulang yang dapat memperburuk kondisi pneumonia yang sudah ada. Pencegahan dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda distress pernapasan (seperti penurunan SpO₂ menjadi 92%), posisi tubuh yang aman (misalnya, posisi semi-Fowler atau lateral jika sadar, atau posisi recovery jika tidak sadar), dan persiapan serta pemasangan NGT yang tepat untuk dekompresi dan/atau pemberian nutrisi enteral, sehingga memotong siklus muntah dan mengurangi risiko refluks isi lambung. SLKI ini juga mencakup edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga posisi dan memahami alasan pembatasan oral (NPO). Keberhasilan SLKI diukur dengan tidak adanya episode aspirasi baru, stabil atau membaiknya saturasi oksigen, dan pemasangan serta fungsi NGT yang adekuat tanpa komplikasi.
Kode SIKI: 0410, 0411, 0412, 0413, 0414, 0415, 0416, 0417, 0418
Deskripsi : SIKI merupakan tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mencapai SLKI. Untuk risiko aspirasi (SDKI 0004), rangkaian SIKI yang relevan adalah: 0410 (Identifikasi faktor risiko aspirasi) dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap tingkat kesadaran, refleks menelan, adanya muntah, dan kondisi seperti pneumonia. 0411 (Monitor tanda dan gejala aspirasi) dengan mengobservasi frekuensi pernapasan, suara napas (ronkhi, wheezing), batuk, dan saturasi oksigen (92% menunjukkan gangguan pertukaran gas yang perlu dimonitor ketat). 0412 (Posisikan untuk meminimalkan risiko aspirasi) dengan menjaga kepala tempat tidur ditinggikan minimal 30-45 derajat secara kontinu jika tidak ada kontraindikasi, atau memposisikan miring jika pasien tidak sadar. 0413 (Lakukan penghisapan jalan napas sesuai kebutuhan) untuk menjaga patensi jalan napas dari sekret atau residu muntah. 0414 (Kelompokkan pemberian obat dan makanan) yang dalam kondisi NPO ditunda sampai NGT terpasang dan posisi dipastikan aman, kemudian pemberian melalui NGT dilakukan dengan protokol yang ketat (cek residu, posisi duduk/head elevation, kecepatan lambat). 0415 (Ajarkan teknik menelan yang aman) meski dalam NPO, edukasi tetap diberikan untuk pemahaman jangka panjang. 0416 (Lakukan perawatan kebersihan mulut) secara rutin karena status NPO dan adanya NGT dapat meningkatkan risiko kolonisasi bakteri di orofaring. 0417 (Kelola pemberian nutrisi enteral) dengan memastikan NGT terpasang pada posisi yang benar (konfirmasi dengan foto toraks atau pengukuran pH aspirat), memberikan nutrisi dengan formula dan kecepatan sesuai toleransi, serta mempertahankan elevasi kepala selama dan setelah pemberian. 0418 (Kolaborasi pemberian obat untuk menurunkan risiko aspirasi) seperti prokinetik atau antasida sesuai instruksi dokter. Implementasi SIKI ini harus sistematis, terdokumentasi, dan dievaluasi terus-menerus untuk mencegah terjadinya aspirasi berulang pada pasien dengan kerentanan tinggi.
-
Article No. 24537 | 19 Mar 2026
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL RPS 1 jam SMRS pasien dibawa penolong dengan penurunan kesadaran setelah kecelakaan tunggal. Pasien tidak menggunakan helm, terjatuh pada posisi yang tidak diketahui. Pingsan (+), muntah (-), kejang (+) 1x kelojotan seluruh tubuh, mimisan (-), hidung tersumbat (-). Sejak kejadian hingga saat ini pasien tidak sadar. Oleh penolong, pasien dibawa ke IGD RSSP Sragen. RPD Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat penyakit sistemik (-) Riwayat alergi (-) Primary Survey A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada simetris kanan = kiri, RR: 20 x/menit, SpO2: 98 % on NRM 10 lpm C: TD : 136/90 mmHg, HR: 145 x/menit D: GCS E1V1M3, pupil anisokor (3mm/5mm), RC (-/-), lateralisasi (-) E: T: 36.5 °C Secondary Survey Kepala: Hematome temporal (+) Mata: hematom periorbita (-/-), perdarahan subconjungtiva (-/-) Hidung: epistaksis (-/-), darah kering (-) Telinga: ottorhagia (-/-) Mulut: perdarahan (-), gigi tanggal (-) Leher: jejas (-), NT (-) Thorax: jejas (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas: akral hangat (+), CRT <2 detik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Post Trauma Kepala Berat)
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan respon terhadap rangsangan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kesadaran parsial atau total.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil: 1) Respon membuka mata membaik, 2) Respon verbal membaik, 3) Respon motorik membaik, 4) Skor GCS meningkat, 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 6) Ukuran pupil dan reaksi terhadap cahaya normal dan simetris, 7) Tidak ada lateralisasi, 8) Refleks batuk dan muntah efektif.
Kode SIKI: I.05059
Deskripsi : Manajemen penurunan kesadaran. Intervensi: 1) Monitor dan catat status neurologis (GCS, pupil, lateralisasi) secara berkala. 2) Monitor dan catat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu, SpO2). 3) Pertahankan jalan napas paten, posisikan untuk mencegah aspirasi (misal: posisi lateral atau head up 30 derajat jika tidak ada kontraindikasi spinal). 4) Berikan oksigen sesuai kebutuhan/order. 5) Lakukan suction untuk membersihkan sekret. 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat-obatan sesuai program. 7) Lindungi dari cedera (pemasangan pengaman di tempat tidur, lingkungan aman). 8) Lakukan perawatan mata jika refleks berkedip menurun. 9) Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus. 10) Kaji dan monitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah proyektil, penurunan GCS, perubahan pupil, perubahan tanda vital seperti bradikardi dengan hipertensi - Cushing's triad). 11) Kolaborasi dalam pemeriksaan penunjang (CT Scan, dll). 12) Berikan edukasi dan dukungan pada keluarga mengenai kondisi pasien.
-
Article No. 24538 | 19 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran p/b datang diantar keluarganya dengan keluhan sulit diajak komunikasi sejak jam 14.00, bicara pelo dan meracau, pasien cenderung mengantuk, tidak bisa BAK sejak 2 hari yll, sesak napas (-), nyeri dada (-), BAB cair (-) Syok Hipovolemik Azotemia susp. CKD V Hiperkalemia Inf. RL loading 1/2 flabot -> GCS E4V5M6 -> Inf. NaCl 0.9% 12tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inj. Lansoprazol 30mg/iv Inj. Ca Glukonas 1amp/iv Konsul dr. Nurul, Sp.PD -> advis: Inf nacl 0.9% 12 tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inf kidmin 1 flab per hari Inj ca gluconas 1A iv pelan 1 jam kemudian extra d40 % plus novorapid 10 unit dikerjakan tiap 8 jam sebanyak 3 siklus Asam folat 1x1 Bicnat 3x1 Obat jiwa lanjut Plan HD Evaluasi elektrolit Rawat ICU
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah suatu keadaan penurunan kemampuan seseorang untuk memberikan respons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini merupakan gejala dari berbagai masalah medis yang mendasarinya, seperti gangguan metabolik (hiperkalemia, azotemia), hipovolemia, atau efek dari penyakit sistemik (CKD). Pada pasien ini, penurunan kesadaran (GCS turun, sulit komunikasi, mengantuk) diduga kuat terkait dengan kombinasi syok hipovolemik, gagal ginjal stadium akhir (CKD V) dengan azotemia, dan hiperkalemia yang merupakan kondisi gawat darurat.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI L.03118 adalah "Tingkat kesadaran membaik". Tujuan utama perawatan pada pasien dengan penurunan kesadaran adalah memulihkan dan mempertahankan status neurologis. Kriteria hasil ini diukur melalui peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS), kemampuan merespons panggilan dengan tepat, orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu, serta kemampuan mengikuti perintah sederhana. Pada kasus ini, targetnya adalah mempertahankan atau meningkatkan GCS dari E4V5M6 ke tingkat yang lebih baik, memastikan pasien dapat berkomunikasi dengan jelas, dan tidak meracau atau mengantuk berlebihan. Pencapaian SLKI ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan penyebab dasarnya, yaitu koreksi hipovolemia dengan cairan infus, penurunan kadar kalium dengan terapi medis (Ca glukonas, insulin-D40), dan eliminasi toksin uremik melalui rencana hemodialisis (HD). Pemantauan neurologis setiap jam dan dokumentasi GCS adalah intervensi kunci untuk mengevaluasi kemajuan menuju SLKI ini.
Kode SIKI: I.05289
Deskripsi : SIKI I.05289 adalah "Manajemen Penurunan Kesadaran". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis dan komprehensif untuk menangani pasien dengan penurunan kesadaran. Pelaksanaannya meliputi: 1) **Pemantauan dan Pengkajian**: Memantau tanda-tanda vital, status neurologis (GCS), dan status pernapasan secara ketat dan berkala. Mengkaji faktor penyebab seperti riwayat penyakit (CKD), gejala (oliguria, bicara pelo), dan hasil pemeriksaan penunjang (elektrolit, ureum-kreatinin). 2) **Intervensi Keamanan dan Suportif**: Menjaga jalan napas paten, posisi semi-fowler atau lateral jika perlu, dan pemberian oksigen sesuai indikasi. Melindungi pasien dari cedera dengan memasang pagar tempat tidur dan menghindari restraint yang tidak perlu. Memenuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan kulit dan mukosa. 3) **Pemberian Terapi Kolaboratif**: Melaksanakan instruksi medis dengan tepat dan aman, termasuk pemberian infus (NaCl 0.9%, Norepinephrine/NEP) untuk mengatasi syok, pemberian obat-obatan emergensi (Ca glukonas untuk melindungi jantung dari hiperkalemia, insulin-D40 untuk menurunkan kalium), serta mempersiapkan pasien untuk hemodialisis sesuai advis. Memantau efek terapi dan respons hemodinamik. 4) **Edukasi dan Dukungan Keluarga**: Memberikan penjelasan sederhana tentang kondisi pasien dan prosedur yang dilakukan kepada keluarga, serta memberikan dukungan emosional. Pada kasus ini, manajemen yang efektif memerlukan koordinasi tinggi di ruang ICU, kewaspadaan terhadap perubahan status, dan kolaborasi dengan tim dokter dan nutrisionis (untuk diet ginjal dan obat seperti Bicnat). Evaluasi elektrolit yang berkelanjutan adalah bagian integral dari intervensi ini untuk menilai keberhasilan terapi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 24539 | 19 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran p/b datang diantar keluarganya dengan keluhan sulit diajak komunikasi sejak jam 14.00, bicara pelo dan meracau, pasien cenderung mengantuk, tidak bisa BAK sejak 2 hari yll, sesak napas (-), nyeri dada (-), BAB cair (-) Syok Hipovolemik Azotemia susp. CKD V Hiperkalemia Inf. RL loading 1/2 flabot -> GCS E4V5M6 -> Inf. NaCl 0.9% 12tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inj. Lansoprazol 30mg/iv Inj. Ca Glukonas 1amp/iv Inf nacl 0.9% 12 tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inf kidmin 1 flab per hari Inj ca gluconas 1A iv pelan 1 jam kemudian extra d40 % plus novorapid 10 unit dikerjakan tiap 8 jam sebanyak 3 siklus Asam folat 1x1 Bicnat 3x1 Obat jiwa lanjut Plan HD Evaluasi elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah keadaan berkurangnya kemampuan seseorang untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini merupakan gejala dari berbagai masalah medis yang mendasarinya, seperti gangguan metabolik (hiperkalemia, azotemia), syok, atau efek samping pengobatan. Pada pasien ini, penurunan kesadaran (GCS membaik dari kondisi sebelumnya menjadi E4V5M6) diduga kuat terkait dengan kondisi syok hipovolemik, gagal ginjal stadium akhir (CKD V) dengan azotemia, dan hiperkalemia yang merupakan komplikasi berbahaya. Penurunan kesadaran dalam konteks ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan kegagalan proteksi jalan napas, aspirasi, dan memperburuk kondisi hemodinamik yang sudah tidak stabil.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 berfokus pada Pemantauan Neurologis. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini perubahan status neurologis pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran secara berkala menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS), seperti yang telah dilakukan (E4V5M6). 2) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) untuk menilai stabilitas hemodinamik dan respons terhadap terapi cairan (Infus NaCl 0.9%) serta Norepinephrine (NEP). 3) Memantau ukuran pupil, reaksi terhadap cahaya, dan pergerakan ekstremitas. 4) Mengobservasi adanya kejang atau perubahan pola pernapasan. 5) Memastikan keamanan lingkungan untuk mencegah cedera akibat kebingungan atau penurunan kesadaran. Pemantauan ketat ini sangat krusial untuk menilai efektivitas resusitasi cairan, terapi vasopresor, dan rencana hemodialisis (HD) dalam memperbaiki faktor-faktor penyebab penurunan kesadaran (hipovolemia, uremia, hiperkalemia).
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : SIKI 0901 adalah Penilaian Status Neurologis. Ini adalah tindakan spesifik yang mendukung SLKI 0901. Penilaian ini dilakukan secara sistematis dan berulang. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menilai respons kesadaran dengan memanggil nama pasien, memberikan perintah sederhana (seperti "buka mata"), dan menilai respons terhadap rangsang nyeri jika tidak merespons verbal. Hasil dinilai dengan skor GCS (Mata, Verbal, Motorik). 2) Menilai orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu jika pasien dapat berkomunikasi. 3) Memeriksa pupil: ukuran (isokor/anisokor), bentuk, dan reaksi terhadap cahaya langsung dan konsensual. 4) Menilai kekuatan motorik dan pergerakan ekstremitas, apakah ada kelemahan atau paralisis. 5) Mengobservasi fungsi saraf kranial lainnya jika memungkinkan, seperti refleks muntah. Pada pasien ini, penilaian GCS yang berulang sangat penting untuk memantau tren perbaikan atau deteriorasi setelah intervensi medis seperti pemberian cairan, koreksi hiperkalemia (Ca Glukonas, Insulin-Dextrose), dan persiapan hemodialisis. Penilaian yang akurat menjadi dasar untuk melaporkan kondisi pasien kepada tim medis dan menyesuaikan rencana keperawatan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Volume Cairan
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan volume cairan adalah keadaan di mana seseorang rentan mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, risiko sangat tinggi menuju defisit volume (hipovolemia) yang telah bermanifestasi menjadi syok hipovolemik. Faktor risikonya meliputi: output urin yang sangat rendah (tidak bisa BAK sejak 2 hari lalu) akibat gagal ginjal stadium akhir (CKD V), kemungkinan kehilangan cairan lain yang tidak terukur, dan kebutuhan resusitasi cairan agresif. Meskipun sedang mendapat terapi cairan (Infus RL dan NaCl 0.9%) dan vasopresor (Norepinephrine), ketidakseimbangan ini sangat kompleks karena disertai gagal ginjal yang memerlukan terapi pengganti (rencana HD). Kondisi ini berisiko menyebabkan hipotensi berkepanjangan, hipoperfusi organ (ginjal, otak, jantung), dan memperburuk azotemia serta hiperkalemia.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : SLKI 0402 adalah Manajemen Cairan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang optimal. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara ketat, termasuk cairan infus, minum, dan output urin (meskipun oliguria/anuria). 2) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) dan tanda-tanda klinis syok (akral dingin, capillary refill time lambat, penurunan kesadaran) untuk menilai respons terhadap resusitasi cairan dan terapi vasopresor. 3) Memantau berat badan harian sebagai indikator status cairan. 4) Mengatur dan mempertahankan akses intravena untuk pemberian cairan dan obat-obatan emergensi. 5) Berkolaborasi dalam pemberian terapi cairan sesuai resep (NaCl 0.9%, Kidmin) dan mempersiapkan pasien untuk hemodialisis. 6) Memantau hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hemoglobin) untuk menilai efektivitas terapi dan menentukan waktu hemodialisis. Manajemen yang tepat sangat kritis untuk mengatasi syok dan menstabilkan kondisi sebelum, selama, dan setelah hemodialisis.
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : SIKI 0410 adalah Pemantauan Keseimbangan Cairan. Ini adalah tindakan inti dari manajemen cairan. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Mencatat secara akurat semua asupan cairan: jenis dan jumlah cairan infus (seperti NaCl 0.9% 12 tpm, Kidmin 1 flab), obat-obatan intravena, dan cairan oral jika ada. 2) Mencatat secara akurat semua output cairan: volume urin (dengan kateter urin jika diperlukan), drainase luka, muntah, atau diarrhe. Pada pasien anuria, output mungkin nol, yang harus tetap dicatat. 3) Menghitung balance cairan setiap shift (biasanya setiap 8 atau 12 jam) dengan rumus: Total Asupan - Total Output. Balance positif yang besar dapat mengindikasikan kelebihan cairan (risiko edema paru), sementara balance negatif yang terus-menerus dapat memperparah hipovolemia. 4) Melaporkan hasil balance cairan dan perubahan status klinis kepada tim medis. Pemantauan ketat ini menjadi panduan untuk menyesuaikan kecepatan infus, kebutuhan vasopresor, dan evaluasi efektivitas hemodialisis dalam membuang kelebihan cairan dan toksin uremik.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung adalah keadaan di mana seseorang rentan mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada pasien dengan syok hipovolemik, risiko ini sudah menjadi kenyataan. Hipovolemia menyebabkan preload yang rendah, yang secara langsung menurunkan curah jantung. Selain itu, komplikasi dari kondisi dasarnya seperti hiperkalemia berat dapat menyebabkan aritmia jantung yang lebih lanjut menurunkan curah jantung. Gagal ginjal (CKD V) juga berkontribusi melalui retensi cairan dan toksin uremik yang dapat mempengaruhi fungsi miokard. Tindakan medis seperti pemberian Norepinephrine (vasopresor) secara langsung ditujukan untuk mendukung tekanan darah dan curah jantung dengan meningkatkan resistensi vaskular sistemik dan kontraktilitas jantung. Risiko ini mengancam perfusi ke organ vital seperti otak (terlihat dari penurunan kesadaran), ginjal, dan koroner itu sendiri.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 adalah Pemantauan Hemodinamik. Tujuannya adalah untuk mendeteksi perubahan status hemodinamik dan mencegah komplikasi akibat ketidakstabilan sirkulasi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, saturasi oksigen) secara kontinu atau berkala dengan interval ketat. 2) Memantau status perfusi perifer melalui pengamatan warna kulit, suhu akral, dan capillary refill time. 3) Memantau status neurologis (GCS) sebagai indikator perfusi serebral. 4) Memantau produksi urin sebagai indikator perfusi ginjal (diharapkan membaik setelah resusitasi). 5) Memantau elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi adanya aritmia yang mungkin dipicu oleh hiperkalemia atau iskemia. 6) Berkolaborasi dalam
Article No. 24540 | 19 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan batuk darah disertai dengan sesak diakhir batuk sudah dialami 3 hari ini. Demam (-). Riwayat perokok (+). Nyeri dada (-). BAB dan BAK dbn RPT : TB paru 1 tahun OAT [2023]. DM tipe 2 Sens CM VAS 2 TD 164/88 HR 101 RR 25 Temp 39.2 SpO2 96% (room air)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah agar jalan napas pasien tetap bersih dan paten. Indikator pencapaiannya meliputi: suara napas vesikuler terdengar di semua lapang paru, tidak terdapat suara napas tambahan (seperti ronki, wheezing), pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif (batuk produktif atau sekret dapat dihisap dengan mudah), frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, pola napas teratur dan irama normal, tidak terdapat sianosis, serta nilai analisis gas darah dalam batas normal. Pada pasien ini, targetnya adalah mengurangi dan menghilangkan keluhan sesak serta batuk darah, menormalkan frekuensi pernapasan (RR 25 menuju normal), dan mempertahankan saturasi oksigen optimal.
Kode SIKI: 3240
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan bersih dari hambatan. Penjelasan rinci meliputi: pertama, memonitor status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu, serta suara napas. Kedua, memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Ketiga, mendorong dan mengajarkan teknik batuk efektif serta latihan napas dalam, namun dengan kehati-hatian mengingat adanya batuk darah (hemoptisis). Keempat, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika tidak dikontraindikasikan oleh kondisi hemoptisis aktif. Kelima, mempertahankan hidrasi yang adekuat (sesuai kondisi jantung dan ginjal) untuk mengencerkan sekret. Keenam, memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Ketujuh, melakukan suction jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Kedelapan, kolaborasi pemberian obat-obatan seperti mukolitik, bronkodilator, atau antibiotik sesuai program pengobatan TB dan kondisi infeksi saat ini (dengan suhu 39.2°C). Kesembilan, memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya berhenti merokok secara total untuk mencegah iritasi dan kerusakan saluran napas lebih lanjut. Semua tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan riwayat TB Paru dan DM yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan risiko infeksi.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Termoregulasi. Tujuan intervensi adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal (36.5 – 37.5°C). Indikator keberhasilannya meliputi: suhu tubuh dalam rentang normal, kulit teraba hangat (bukan panas), tidak terdapat menggigil atau diaforesis berlebihan, frekuensi nadi dan pernapasan dalam batas normal, serta pasien melaporkan perasaan nyaman. Pada kasus ini, target utama adalah menurunkan suhu tubuh dari 39.2°C menuju normal, mengurangi ketidaknyamanan akibat demam, dan mencegah komplikasi seperti dehidrasi atau kejang.
Kode SIKI: 3820
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mengurangi suhu tubuh yang tinggi. Penjelasan rinci tindakannya adalah: pertama, memonitor suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam) untuk menilai tren dan efektivitas intervensi. Kedua, mengidentifikasi kemungkinan penyebab demam, dalam konteks ini kemungkinan terkait dengan infeksi (eksaserbasi TB atau infeksi sekunder) atau proses inflamasi lainnya. Ketiga, memberikan terapi pendinginan secara fisik seperti kompres hangat di aksila dan lipat paha, mandi air hangat, serta memastikan lingkungan sejuk dan nyaman. Keempat, mendorong asupan cairan yang meningkat (oral atau parenteral) untuk mengganti cairan yang hilang melalui evaporasi dan mencegah dehidrasi, dengan mempertimbangkan kondisi DM pasien (cairan tanpa gula). Kelima, memberikan terapi farmakologis antipiretik (seperti parasetamol) sesuai kolaborasi dengan dokter, dengan mempertimbangkan interaksi dengan OAT dan kondisi hati. Keenam, memonitor tanda-tanda vital lain seperti nadi dan pernapasan yang biasanya meningkat seiring demam. Ketujuh, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya istirahat, asupan cairan, dan cara mengatasi demam di rumah. Kedelapan, kolaborasi pemberian antibiotik atau penyesuaian regimen OAT jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri atau kegagalan terapi TB. Tindakan harus dilakukan secara komprehensif sambil terus memantau status pernapasan pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan intervensi adalah agar nyeri pasien dapat dikontrol atau dihilangkan. Indikatornya meliputi: pasien melaporkan penurunan skala nyeri (dari VAS 2 menuju 0), ekspresi wajah rileks dan tidak menunjukkan perilaku guarding (melindungi area nyeri), tanda-tanda vital dalam rentang normal (terutama peningkatan TD 164/88 dan HR 101 yang dapat dipengaruhi nyeri), pasien mampu melakukan aktivitas dengan nyaman, serta pengetahuan pasien tentang manajemen nyeri meningkat. Meskipun pasien menyatakan nyeri dada (-), skala nyeri VAS 2 menunjukkan adanya ketidaknyamanan, mungkin terkait dengan usaha napas atau batuk yang terus-menerus.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rinci tindakannya: pertama, melakukan pengkajian nyeri komprehensif termasuk P (provocation/palliation), Q (quality), R (region/radiation), S (severity scale), T (time), dan dampaknya terhadap aktivitas. Kedua, memposisikan pasien secara nyaman, seringkali posisi duduk tegak atau condong ke depan dapat mengurangi ketidaknyamanan pernapasan. Ketiga, mengajarkan teknik relaksasi dan distraksi seperti napas dalam perlahan untuk mengatasi nyeri dan ansietas. Keempat, memberikan terapi non-farmakologis seperti kompres hangat atau dingin pada area yang tidak nyaman (jika sesuai). Kelima, kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep jika nyeri mengganggu dan setelah evaluasi penyebabnya. Keenam, memonitor efek samping terapi analgesik. Ketujuh, mengurangi faktor pencetus nyeri, misalnya dengan mengatasi batuk melalui manajemen jalan napas yang efektif. Kedelapan, mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Pendekatan ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat meningkatkan stres, kerja jantung, dan menghambat proses penyembuhan.
Article No. 24541 | 19 Mar 2026
Klinis : post jatuh, kepala terbentur, lemah anggota gerak kanan TelaahPasien datang dibawa keluarga post jatuh di kamar mandi, kepala terbentur (+). Lemah anggota gerak kanan sejak jatuh. Berbicara celat (+). Riw pingsan (-) disangkal, muntah menyembur (-) disangkal Riwayat Penyakit Dahulu- OKes : CM TD : 147/85 mmHg HR : 71 x/i RR : 20 x/i T : 36 C SpO2 : 95% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1, lidah terdorong ke kanan Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Kekuatan motorik : ESS / ESD : 55555/33333 EIS / EID : 55555/33333
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan oksigenasi dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan otak.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai dengan potensi pasien, 2) Fungsi kognitif sesuai dengan potensi pasien, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 4) Tidak ada/tidak memburuknya defisit neurologi fokal.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Pengumpulan dan analisis data pasien secara komprehensif untuk mencegah atau mendeteksi masalah sistem saraf. Intervensi ini mencakup pemantauan ketat terhadap status neurologis pasien, termasuk tingkat kesadaran (dengan skala seperti GCS), ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik dan sensasi (seperti hasil pemeriksaan ESS/ESD 55555/33333 yang menunjukkan kelemahan hemiparesis kanan), fungsi bicara (bicara cadel), serta tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti muntah atau sakit kepala. Pemantauan tanda-tanda vital (TD 147/85 mmHg, HR 71, RR 20) juga integral untuk menilai perfusi serebral. Tindakan ini dilakukan secara berkala dan terus-menerus untuk mendeteksi perubahan awal yang dapat mengindikasikan memburuknya kondisi, seperti perdarahan atau edema otam pasca trauma kepala. Dokumentasi yang akurat dan komparatif sangat penting untuk mengevaluasi tren dan efektivitas intervensi.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja pada satu atau lebih ekstremitas terkait dengan defisit neuromuskuloskeletal.
Kode SLKI: 0405
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik, ditandai dengan: 1) Melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, 2) Kekuatan otot membaik, 3) Rentang gerak sendi dalam rentang fungsional, 4) Menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat (jika diperlukan).
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Terapi Latihan: Mobilisasi. Intervensi ini bertujuan untuk memulihkan atau mempertahankan mobilitas fisik pasien dan mencegah komplikasi imobilisasi. Pada pasien dengan kelemahan anggota gerak kanan pasca trauma kepala, intervensi dimulai dengan penilaian kekuatan otot (hasil 33333 pada sisi kanan) dan rentang gerak sendi. Perawat akan merencanakan dan membantu latihan gerak pasif, aktif asistif, hingga aktif pada ekstremitas yang lemah, sesuai toleransi dan kondisi neurologis pasien. Mobilisasi bertahap dimulai dari latihan di tempat tidur, duduk, hingga berdiri dan berjalan dengan pengawasan ketat dan bantuan untuk mencegah jatuh. Intervensi juga mencakup penyediaan alat bantu mobilitas jika diperlukan, penataan lingkungan yang aman, dan edukasi kepada pasien serta keluarga tentang teknik perpindahan yang aman dan pentingnya mobilisasi dini namun terkontrol. Tindakan ini penting untuk meminimalkan atrofi otot, kontraktur, dan meningkatkan kemandirian fungsional.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Mempertahankan keutuhan kulit, 2) Tidak ada memar/fraktur, 3) Tidak terjadi jatuh, 4) Lingkungan fisik yang aman.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan Jatuh. Intervensi ini adalah serangkaian tindakan terencana untuk meminimalkan faktor risiko dan mencegah kejadian jatuh pada pasien. Berdasarkan kondisi pasien yang post jatuh dengan kelemahan hemiparesis kanan dan bicara cadel, intervensi dimulai dengan penilaian risiko jatuh menggunakan alat skrining seperti Morse Fall Scale atau Hendrich II. Tindakan spesifik meliputi: menempatkan pasien di ruangan dekat pos perawat, memberikan penerangan yang adekuat, menempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan dalam jangkauan tangan kiri yang kuat, menggunakan alas kaki anti-slip, dan menjaga lantai tetap kering serta bebas dari rintangan. Ranjang pasien harus dalam posisi rendah dengan pagar terpasang sesuai kebutuhan. Perawat akan mendampingi dan membantu pasien saat mobilisasi atau ke kamar mandi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang risiko jatuh dan langkah pencegahannya juga merupakan komponen kunci. Pemantauan dan evaluasi keberhasilan intervensi ini dilakukan secara terus-menerus.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433