Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22962 | 23 Nov 2025
Klinis : Pasien anak Thalasemia mengeluh lemas kadar Hb 6 perfusi Perifer tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Penurunan oksigenasi yang mengakibatkan kegagalan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh pada tingkat kapiler.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Peningkatan perfusi perifer. Kriteria Hasil: 1. Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. 2. Denyut nadi perifer teraba dan kuat. 3. Warna kulit normal (tidak pucat, sianosis, atau kemerahan). 4. Suhu kulit hangat. 5. Pengisian kapiler kurang dari 3 detik. 6. Ekstremitas tidak edema. 7. Nyeri tidak ada atau terkontrol. 8. Tingkat kesadaran compos mentis. 9. Produksi urin sesuai usia dan berat badan. 10. Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen perfusi perifer. Kriteria Intervensi: 1. Monitor status pernapasan (pola, frekuensi, dan kedalaman). 2. Monitor tekanan darah, nadi, dan suhu. 3. Monitor warna, kelembaban, dan suhu kulit. 4. Monitor pengisian kapiler. 5. Monitor tingkat kesadaran. 6. Monitor keluaran urin. 7. Monitor saturasi oksigen. 8. Kolaborasi pemberian terapi oksigen. 9. Atur posisi untuk meningkatkan sirkulasi. 10. Lakukan manajemen nyeri. 11. Hindari posisi yang menekan sirkulasi. 12. Anjurkan mobilisasi sesuai toleransi. 13. Kolaborasi pemberian cairan intravena. 14. Kolaborasi pemberian transfusi darah sesuai program. 15. Kolaborasi pemberian obat inotropik sesuai indikasi. 16. Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala perfusi perifer tidak efektif.
-
Article No. 22963 | 23 Nov 2025
Klinis : pasien mengalami penyakit ca paru atau kanker paru paru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kanker Paru-Paru (Ca Paru)
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas sekunder akibat sekresi berlebih, perdarahan tumor, atau kompresi massa tumor.
Kode SLKI: L.03016
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03016 berfokus pada pemeliharaan bersihan jalan napas. Tujuan keperawatan adalah memastikan jalan napas pasien tetap paten sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi suara napas yang bersih (bebas dari bunyi wheezing, ronchi, atau stridor), laju pernapasan dalam rentang normal yang sesuai usia, tidak adanya sianosis (warna kebiruan pada kulit akibat kekurangan oksigen), serta pasien mampu menunjukkan batuk efektif dan mengeluarkan sekresi. Perawat akan memantau karakteristik sputum (warna, konsistensi, volume) dan status pernapasan secara berkala. Intervensi seperti posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi dada, teknik batuk efektif, serta hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekresi merupakan komponen kunci dari SLKI ini. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil dalam mencegah komplikasi lebih lanjut seperti atelektasis (pengempisan sebagian paru) atau pneumonia.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08021 mencakup serangkaian intervensi manajemen jalan napas yang komprehensif. Intervensi dimulai dengan memantau status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman napas, dan penggunaan otot bantu pernapasan. Auskultasi suara napas dilakukan secara rutin untuk mendeteksi adanya abnormalitas. Perawat akan melatih dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif. Jika pasien lemah, dapat dilakukan suction untuk membantu mengangkat sekret. Pemberian oksigen sesuai program dokter merupakan intervensi vital untuk mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat. Mempertahankan hidrasi sistemik (baik secara oral atau intravena) sangat penting untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. Posisi tubuh juga diatur, seperti kepala tempat tidur ditinggikan, untuk memaksimalkan ventilasi dan memanfaatkan gravitasi dalam menguras sekresi. Kolaborasi dengan tim terapi pernapasan untuk fisioterapi dada mungkin juga diperlukan. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi efektivitasnya secara berkelanjutan untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan fungsi pernapasan terjaga seoptimal mungkin dalam kondisi penyakitnya.
Kondisi: Kanker Paru-Paru (Ca Paru)
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut berhubungan dengan agen injury biologis (invasi tumor, metastasis, atau efek pengobatan).
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.14001 bertujuan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien. Tujuan utamanya adalah mengurangi tingkat nyeri hingga ke tingkat yang dapat ditoleransi atau bahkan menghilangkannya sama sekali, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien (misalnya, dari skala 8 menjadi 3 pada skala 0-10), ekspresi wajah yang rileks dan tidak menunjukkan kesakitan, serta perilaku pasien yang tenang dan mampu beristirahat atau tidur dengan nyenyak. Pasien juga diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri, seperti distraksi atau relaksasi. Penggunaan analgesik sesuai program yang diresepkan dokter juga menjadi indikator keberhasilan, di mana pasien melaporkan bahwa obat efektif dalam mengurangi nyeri. Pencapaian SLKI ini sangat penting karena nyeri yang tidak terkendali dapat memperburuk kondisi, menghambat mobilitas, dan menyebabkan stres psikologis.
Kode SIKI: I.09031
Deskripsi : SIKI dengan kode I.09031 adalah manajemen nyeri yang komprehensif. Intervensi dimulai dengan penilaian nyeri yang menyeluruh menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Timing) atau skala nyeri numerik/deskriptif. Perawat akan mengajarkan dan mendorong pasien untuk menggunakan teknik non-farmakologis seperti distraksi (misalnya, mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi napas dalam, atau terapi musik. Pemberian analgesik tepat waktu sesuai resep dokter, baik yang bersifat opioid maupun non-opioid, adalah tindakan inti. Perawat harus memantau efektivitas dan efek samping obat, seperti sedasi atau konstipasi. Penataan posisi yang nyaman dan pemberian lingkungan yang tenang juga merupakan bagian dari intervensi ini. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang regimen pengobatan nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri sebelum menjadi parah sangat ditekankan. Pendekatan kolaboratif dengan dokter mungkin diperlukan jika nyeri tidak terkendali dengan regimen saat ini, untuk menyesuaikan dosis atau jenis analgesik. Evaluasi terus-menerus terhadap respons pasien terhadap intervensi yang diberikan menjadi kunci keberhasilan manajemen nyeri.
Kondisi: Kanker Paru-Paru (Ca Paru)
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi sekunder akibat kerusakan membran alveolus-kapiler oleh massa tumor.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03003 berfokus pada perbaikan dan pemeliharaan pertukaran gas yang adekuat. Tujuannya adalah untuk memastikan oksigenasi jaringan yang optimal dan mencegah hipoksia (kekurangan oksigen). Kriteria hasil yang diharapkan meliputi saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal yang ditargetkan (biasanya >92%), gas darah arteri (jika diukur) menunjukkan nilai dalam batas normal, tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan (seperti napas cuping hidung atau penggunaan otot bantu), serta tingkat kesadaran pasien yang baik dan orientasi yang jelas (yang menunjukkan oksigenasi otak yang cukup). Pasien juga diharapkan tidak menunjukkan tanda sianosis. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa meskipun ada kerusakan struktural pada paru, intervensi yang dilakukan berhasil mempertahankan fungsi pertukaran gas secara adekuat untuk mendukung aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08010 adalah manajemen respirasi yang terencana dan sistematis. Intervensi inti termasuk memantau status pernapasan dan oksigenasi secara ketat dengan menggunakan pulse oksimeter dan observasi klinis. Pemberian terapi oksigen sesuai resep dokter (melalui kanul nasal, masker, atau alat lainnya) adalah tindakan utama untuk mengatasi hipoksia. Perawat akan memposisikan pasien dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru maksimal, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi. Memantau dan mencatat respons pasien terhadap terapi oksigen sangat penting. Selain itu, meminimalkan konsumsi oksigen dengan mengatur aktivitas pasien untuk mencegah kelelahan dan sesak napas juga merupakan bagian dari intervensi. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan gas darah arteri dan penyesuaian terapi oksigen berdasarkan hasilnya adalah langkah kritis. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda hipoksia dan pentingnya terapi oksigen juga diberikan. Intervensi ini bertujuan untuk mendukung fungsi paru yang tersisa dan memastikan suplai oksigen ke seluruh tubuh tetap terjaga.
-
Article No. 22964 | 23 Nov 2025
Klinis : pasien mengalami penyakit ca paru atau kanker paru paru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kanker Paru-Paru (Ca Paru)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08032
Deskripsi : Pasien melaporkan bahwa nyeri dapat dikontrol; Pasien menunjukkan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri; Tingkat nyeri menurun; Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi; Observasi petunjuk non verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada mereka yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif; Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien; Tentukan dampak pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup (misalnya tidur, nafsu makan, aktivitas, hubungan); Evaluasi pengalaman nyeri masa lalu dan keefektifan manajemen nyeri; Evaluasi respons pasien terhadap nyeri dan manajemen nyeri; Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan memberikan dukungan; Kolaborasi pemberian analgetik untuk mengurangi nyeri; Kaji penyebab dan faktor yang mempengaruhi nyeri untuk memilih intervensi yang tepat; Monitor efek samping pengobatan, catat dan laporkan; Ajarkan kepada pasien dan keluarga tentang penggunaan teknik nonfarmakologis seperti distraksi, relaksasi, dan imajinasi terbimbing; Libatkan pasien dan keluarga dalam perencanaan manajemen nyeri; Anjurkan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian; Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berlangsung, dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur; Kontrol faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan; Berikan waktu yang cukup untuk istirahat dan tidur untuk mengurangi persepsi nyeri; Evaluasi efektivitas intervensi nonfarmakologis dan farmakologis yang telah dilakukan; Dokumentasi respons pasien terhadap intervensi, tingkat nyeri, dan perkembangan.
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04021
Deskripsi : Suara napas bersih; Tidak terdapat suara napas tambahan; Ekspansi dada simetris; Frekuensi napas dalam rentang normal; Irama jantung dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04029
Deskripsi : Kaji status pernapasan dengan menentukan frekuensi, irama, kedalaman napas, dan upaya pernapasan; Kaji bunyi napas; Kaji kemampuan untuk mengeluarkan sekret; Kaji faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas untuk menentukan jenis intervensi; Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misal: semi fowler, fowler); Berikan oksigen sesuai program terapeutik; Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan; Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan; Ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam; Bantu pasien untuk latihan napas dalam dan batuk efektif; Anjurkan untuk meningkatkan asupan cairan sesuai dengan kondisi penyakit; Monitor analisa gas darah dan saturasi oksigen; Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, ekspektoran sesuai indikasi; Lakukan perawatan mulut dan hidung; Berikan humidifier/nebulizer sesuai kebutuhan; Auskultasi bunyi napas sebelum dan sesudah intervensi; Monitor status pernapasan dan respons pasien terhadap terapi; Dokumentasi perkembangan pasien, status pernapasan, dan respons terhadap intervensi.
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04031
Deskripsi : Pola napas kembali efektif; Frekuensi napas dalam rentang normal; Irama napas reguler; Kedalaman napas normal; Tidak menggunakan otot bantu pernapasan; Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04039
Deskripsi : Kaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan; Auskultasi bunyi napas; Kaji faktor yang berhubungan dengan perubahan pola napas; Monitor tanda-tanda vital dan saturasi oksigen; Posisikan pasien untuk memaksimalkan pertukaran gas (misal: semi fowler, fowler); Bantu pasien dalam latihan napas dalam dan efektif; Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan; Berikan oksigen sesuai indikasi; Kolaborasi pemberian obat sesuai program terapeutik; Monitor analisa gas darah; Kurangi faktor yang dapat meningkatkan kerja pernapasan; Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk pola napas; Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan; Dokumentasi perkembangan pasien, perubahan pola napas, dan respons terhadap terapi.
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas
Kode SLKI: L.07011
Deskripsi : Pasien dapat melakukan aktivitas secara bertahap sesuai tingkat kemampuan; Tanda-tanda vital stabil sebelum, selama, dan setelah aktivitas; Pasien melaporkan peningkatan toleransi dalam melakukan aktivitas.
Kode SIKI: I.07019
Deskripsi : Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen); Kaji faktor yang menyebabkan intoleransi aktivitas; Monitor tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas; Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas; Bantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas yang dapat dan tidak dapat dilakukan; Bantu pasien dalam melakukan aktivitas secara bertahap; Ajarkan teknik menghemat energi; Atur jadwal aktivitas untuk menghindari kelelahan; Tingkatkan partisipasi pasien dalam aktivitas hidup sehari-hari sesuai toleransi; Kolaborasi pemberian oksigen selama aktivitas jika diperlukan; Berikan dukungan psikologis untuk meningkatkan motivasi dalam beraktivitas; Evaluasi respons pasien terhadap peningkatan aktivitas; Dokumentasi jenis dan durasi aktivitas serta respons fisiologis pasien.
Kode SDKI: D.0083
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.07051
Deskripsi : Pasien melaporkan penurunan perasaan cemas; Ekspresi wajah rileks; Perilaku tenang; Tanda-tanda vital stabil; Pasien dapat mengidentifikasi penyebab ansietas dan teknik untuk menguranginya.
Kode SIKI: I.07059
Deskripsi : Kaji tingkat ansietas (ringan, sedang, berat, panik) dan faktor penyebab; Gunakan pendekatan yang menenangkan dan penuh empati; Dengarkan dengan penuh perhatian keluhan dan perasaan pasien; Identifikasi mekanisme koping yang digunakan pasien; Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif, imajinasi terbimbing); Bantu pasien untuk mengidentifikasi sumber-sumber dukungan sosial; Kolaborasi pemberian terapi farmakologi jika diperlukan; Berikan informasi yang akurat tentang penyakit, pengobatan, dan prognosis untuk mengurangi ketidakpastian; Kurangi rangsangan lingkungan yang dapat meningkatkan ansietas; Fasilitasi pasien untuk mengekspresikan perasaan; Berikan rasa aman dan nyaman; Evaluasi efektivitas intervensi yang diberikan; Dokumentasi respons emosional pasien, tingkat ansietas, dan perkembangan setelah intervensi.
-
Article No. 22965 | 23 Nov 2025
Klinis : Anda Harus Melaporkan Kasus Baru: Pasien baru, Tn. Hasan, 45 tahun, dirawat di kamar isolasi penyakit menular sejak 6 jam yang lalu dengan diagnosa Tuberkulosis Paru (TB Paru). Klien dalam keadaan compos mentis, tampak lemah, mengeluh sesak napas dan batuk berdahak disertai darah. Hasil pemeriksaan: Frekuensi napas: 30x/menit Suhu tubuh: 38,5°C Tekanan darah: 160/100 mmHg Nadi: 96x/menit Saturasi oksigen (SpO₂): 90% tanpa oksigen tambahan Riwayat kesehatan: Putus obat TB selama 2 bulan terakhir karena merasa “sudah sembuh”. Memiliki riwayat Hipertensi yang dikontrol dengan Captopril 25 mg, 1x1 tablet. Mengaku alergi terhadap antibiotik jenis Rifampisin. Kondisi psikologis: Klien tampak cemas dan takut karena dikatakan akan diisolasi lebih lama. Keluarga menolak memakai masker saat menjenguk. Instruksi tugas: Identifikasi masalah utama pasien berdasarkan data subjektif dan objektif. Susun laporan komunikasi ke dokter jaga paru melalui telepon dengan menggunakan format SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Diagnosa ini dipilih karena Tn. Hasan menunjukkan tanda-tanda klinis yang jelas dari ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Data subjektif pasien mengeluh batuk berdahak disertai darah, yang mengindikasikan adanya sekresi yang kental dan iritasi pada saluran napas. Secara objektif, frekuensi napas yang meningkat (30x/menit) dan saturasi oksigen yang rendah (90%) adalah indikator langsung dari ketidakefektifan bersihan jalan napas. Kondisi ini disebabkan oleh proses infeksi Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan peradangan, nekrosis jaringan, dan produksi sputum yang berlebihan. Ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi ini secara efektif menyebabkan obstruksi parsial jalan napas, penurunan pertukaran gas, dan memicu respons takipnea sebagai kompensasi. Riwayat putus obat selama 2 bulan memperparah kondisi ini karena kuman TB tidak terkontrol, sehingga proses peradangan dan produksi sputum terus berlanjut. Batuk darah (hemoptisis) juga menambah kompleksitas karena dapat membentuk bekuan yang semakin menyumbat jalan napas. Diagnosa ini menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan ancaman terhadap fungsi vital pernapasan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah jalan napas pasien kembali efektif dan paten. Secara spesifik, tujuan keperawatan adalah menurunkan frekuensi napas ke dalam rentang normal (16-20x/menit), meningkatkan saturasi oksigen menjadi ≥95%, dan mengurangi atau menghilangkan batuk berdahak serta darah. Pasien diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik batuk efektif untuk mengeluarkan sekresi. Suara napas yang awalnya mungkin terdengar ronki atau wheezing diharapkan menjadi bersih. Selain itu, sekresi atau sputum yang dihasilkan akan berkurang volumenya dan berubah konsistensinya dari kental menjadi lebih encer, serta warna dari kemerahan (karena darah) menjadi jernih atau putih. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil dalam mengatasi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara di alveoli.
Kode SIKI: I.05010
Deskripsi : Intervensi utama untuk menangani masalah ini adalah Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis. Pertama, memonitor status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan suara napas setiap 2-4 jam. Kedua, memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memanfaatkan gravitasi dalam memudahkan ekspansi dada dan pengeluaran sekresi. Ketiga, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika kondisi pasien memungkinkan dan tidak terdapat kontraindikasi seperti hemoptisis masif. Keempat, mendukung dan mengajarkan pasien teknik batuk efektif dan napas dalam. Kelima, melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri. Keenam, memastikan hidrasi yang adekuat, baik secara oral atau intravena, untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. Ketujuh, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi nebulizer dengan bronkodilator atau mukolitik sesuai instruksi. Kedelapan, memantau karakteristik sputum (warna, konsistensi, volume) dan melaporkan setiap perubahan yang signifikan. Seluruh tindakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi isolasi dan kelemahan pasien, serta bertujuan untuk mencapai luaran yang telah ditetapkan.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Diagnosa ini ditetapkan berdasarkan gangguan pada proses transfer oksigen dan karbon dioksida antara alveoli dan sistem vaskular pulmonal. Data objektif yang paling menonjol adalah saturasi oksigen (SpO₂) yang sangat rendah, yaitu 90% tanpa oksigen tambahan. Nilai ini jauh di bawah batas normal (≥95%) dan menunjukkan hipoksemia. Ditambah dengan frekuensi napas 30x/menit (takipnea) dan keluhan sesak napas, membentuk gambaran klinis klasik dari kegagalan sistem pernapasan dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh. Pada Tuberkulosis Paru, gangguan pertukaran gas terjadi karena beberapa mekanisme. Infeksi TB menyebabkan konsolidasi dan kerusakan pada jaringan paru (kavitas), yang mengurangi luas permukaan alveoli yang berfungsi untuk pertukaran gas. Adanya sekresi yang kental dan darah (hemoptisis) memenuhi alveoli dan saluran napas kecil,进一步 mengurangi area pertukaran gas yang efektif. Proses inflamasi juga menebalkan membran alveoli-kapiler, sehingga difusi oksigen menjadi terhambat. Tubuh berusaha mengkompensasi keadaan hipoksia ini dengan meningkatkan frekuensi napas, namun upaya ini seringkali tidak efektif karena gangguan yang bersifat struktural dan mekanis. Kondisi ini merupakan ancaman langsung terhadap fungsi vital dan memerlukan intervensi segera.
Kode SLKI: L.04013
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah memulihkan pertukaran gas yang adekuat. Target utamanya adalah meningkatkan saturasi oksigen menjadi dalam rentang normal (95-100%) dengan atau tanpa bantuan oksigen tambahan. Frekuensi pernapasan diharapkan menurun ke rentang 16-20x/menit dengan irama yang teratur. Pasien tidak lagi mengeluh sesak napas (dispnea) baik pada saat istirahat maupun aktivitas ringan. Tanda-tanda klinis hipoksia seperti kecemasan, gelisah, atau sianosis (jika ada) harus menghilang. Hasil analisis gas darah (jika dilakukan) diharapkan menunjukkan nilai PaO2 dan SaO2 dalam batas normal. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa keseimbangan oksigenasi dan ventilasi dalam tubuh pasien telah kembali memadai.
Kode SIKI: I.05020
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang utama adalah Manajemen Pernapasan. Tindakan ini berfokus pada optimalisasi ventilasi dan oksigenasi. Langkah pertama dan paling kritis adalah pemberian terapi oksigen sesuai dengan instruksi dokter atau protokol gawat darurat, untuk mengatasi hipoksemia segera. Oksigen dapat diberikan melalui kanul nasal atau masker sederhana dengan flow rate yang dititrasi untuk mempertahankan SpO₂ >92%. Posisi pasien harus diatur untuk memaksimalkan ekspansi paru, seperti semi-Fowler tinggi atau posisi tripod. Memonitor status pernapasan dan saturasi oksigen secara kontinu atau setiap jam adalah hal yang mutlak. Perawat perlu mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membuka area atelektasis dan meningkatkan ventilasi. Kolaborasi dengan tim medis sangat penting untuk evaluasi lebih lanjut seperti pemeriksaan foto thorax atau analisis gas darah, serta pemberian terapi farmakologis seperti antibiotik untuk mengatasi infeksi penyebabnya. Istirahat yang cukup juga harus dioptimalkan untuk mengurangi konsumsi oksigen tubuh. Semua intervensi ini dilakukan sambil terus memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada pasien untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas.
Kondisi: Risiko Infeksi (Penyebaran)
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Diagnosa risiko ini mengacu pada peningkatan kerentanan Tn. Hasan untuk menyebarkan organisme patogen kepada orang lain, yang dapat mengakibatkan infeksi baru. Tuberkulosis Paru, terutama tipe BTA positif, adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui droplet di udara saat pasien batuk, bersin, atau berbicara. Data yang mendukung diagnosa ini adalah kondisi pasien yang sedang batuk berdahak secara produktif, yang merupakan mekanisme utama penyebaran kuman Mycobacterium tuberculosis. Riwayat putus obat selama 2 bulan sangat memperberat risiko ini, karena pengobatan yang tidak tuntas menyebabkan beban kuman di paru masih tinggi dan mungkin telah berkembang menjadi resisten. Selain itu, data objektif suhu tubuh 38,5°C menunjukkan bahwa proses infeksi masih aktif dan tubuh sedang melawan kuman. Faktor lingkungan, yaitu keluarga yang menolak memakai masker saat menjenguk, secara signifikan meningkatkan potensi penularan. Oleh karena itu, meskipun pasien sudah dirawat di kamar isolasi, risiko penyebaran infeksi tetap sangat tinggi dan memerlukan penanganan yang ketat, tidak hanya terhadap pasien tetapi juga terhadap pengunjung dan petugas kesehatan.
Kode SLKI: L.07008
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah mencegah terjadinya penularan infeksi kepada orang lain. Targetnya adalah tidak ada petugas kesehatan, anggota keluarga, atau pasien lain yang tertular TB dari Tn. Hasan selama masa perawatan. Secara spesifik, pasien dan keluarganya diharapkan dapat mendemonstrasikan pemahaman dan kepatuhan terhadap protokol pencegahan penularan. Pasien konsisten menutup mulut dan hidung dengan tisu atau masker saat batuk atau bersin. Pengunjung selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, seperti masker N95, saat berada di ruangan. Tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, pasien diharapkan kembali normal sebagai indikasi bahwa infeksi aktif mulai terkontrol. Lingkungan sekitar pasien tetap
Article No. 22966 | 23 Nov 2025
Klinis : Pasien baru, Tn. Hasan, 45 tahun, dirawat di kamar isolasi penyakit menular sejak 6 jam yang lalu dengan diagnosa Tuberkulosis Paru (TB Paru). Klien dalam keadaan compos mentis, tampak lemah, mengeluh sesak napas dan batuk berdahak disertai darah. Hasil pemeriksaan: Frekuensi napas: 30x/menit Suhu tubuh: 38,5°C Tekanan darah: 160/100 mmHg Nadi: 96x/menit Saturasi oksigen (SpO₂): 90% tanpa oksigen tambahan Riwayat kesehatan: Putus obat TB selama 2 bulan terakhir karena merasa “sudah sembuh”. Memiliki riwayat Hipertensi yang dikontrol dengan Captopril 25 mg, 1x1 tablet. Mengaku alergi terhadap antibiotik jenis Rifampisin. Kondisi psikologis: Klien tampak cemas dan takut karena dikatakan akan diisolasi lebih lama. Keluarga menolak memakai masker saat menjenguk.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini berfokus pada upaya untuk mencapai dan mempertahankan bersihan jalan napas yang optimal. Tujuan utamanya adalah agar jalan napas pasien tetap paten dengan bunyi napas yang bersih atau jelas, tidak ada sianosis, dan saturasi oksigen dalam rentang normal. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan suara napas), mengauskultasi bunyi napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya ronki atau wheezing yang mengindikasikan penumpukan sekret. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi akan diterapkan untuk memudahkan ekspansi paru dan pengeluaran sekret. Terapi nebulasi dan fisioterapi dada (postural drainage dan perkusi) akan dilakukan untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Suctioning dilakukan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95% juga merupakan bagian kritis dari luaran ini. Pada Tn. Hasan, dengan keluhan batuk berdahak disertai darah dan sesak napas, pencapaian luaran ini ditandai dengan penurunan frekuensi napas mendekati normal (16-20x/menit), bunyi napas yang bersih, serta peningkatan saturasi oksigen secara konsisten di atas 92%.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI ini merupakan tindakan manajemen jalan napas yang spesifik. Implementasinya dimulai dengan mengajarkan dan membimbing Tn. Hasan untuk melakukan batuk efektif dan napas dalam. Posisi duduk tegak atau semi-Fowler akan diatur untuk memaksimalkan ventilasi. Fisioterapi dada yang meliputi perkusi, vibrasi, dan postural drainage akan dilakukan dengan hati-hati mengingat adanya hemoptisis (batuk darah), untuk membantu mobilisasi sekret tanpa menyebabkan iritasi berlebih. Hidrasi adekuat baik secara oral atau intravena akan dipastikan untuk mengencerkan dahak. Penggunaan nebulizer dengan bronkodilator atau saline mungkin diberikan sesuai instruksi dokter. Monitor ketat terhadap karakteristik dahak (warna, konsistensi, volume, dan ada/tidaknya darah) sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan perkembangan penyakit. Oksigenasi akan diberikan dan dimonitor responsnya. Seluruh tindakan ini didokumentasikan dengan rinci untuk mengevaluasi kemajuan pasien secara berkelanjutan.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kelebihan dan/atau kekurangan pada pertukaran oksigen dan/atau karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk memulihkan pertukaran gas yang adekuat sehingga memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Luaran yang diharapkan adalah saturasi oksigen (SpO₂) dalam rentang normal (95-100%), tidak adanya dispnea atau sianosis, serta gas darah arteri (jika tersedia) dalam batas normal. Pada Tn. Hasan, target spesifiknya adalah meningkatkan SpO₂ dari 90% menjadi minimal 95% dengan atau tanpa bantuan oksigen. Pencapaian ini akan ditandai dengan penurunan frekuensi napas yang signifikan (dari 30x/menit menjadi 16-20x/menit), penurunan tingkat kecemasan, serta kulit dan membran mukosa yang berwarna pink tanpa sianosis. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda hipoksia, seperti takikardia, gelisah, dan perubahan status mental, merupakan bagian integral dari luaran ini. Stabilitas tanda-tanda vital, khususnya frekuensi napas dan denyut nadi, menjadi indikator keberhasilan intervensi dalam mendukung pertukaran gas yang optimal.
Kode SIKI: I.08007
Deskripsi : SIKI Manajemen Pernapasan ini mencakup serangkaian tindakan untuk mendukung fungsi pernapasan. Pertama, pemberian terapi oksigen sesuai order dokter (biasanya melalui kanul nasal atau masker) dengan flow yang dititrasi untuk mempertahankan SpO₂ >95% akan segera dilakukan. Posisi tubuh seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi akan dipertahankan untuk memudahkan ekspansi paru. Pemantauan status pernapasan yang ketat dan berkelanjutan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, dan penggunaan otot bantu napas, dilaksanakan setiap jam atau sesuai kebutuhan. Auskultasi bunyi napas dilakukan secara berkala untuk menilai adanya penurunan atau penambahan bunyi napas patologis. Memantau tingkat kesadaran dan tanda vital setiap 2-4 jam sangat penting untuk mendeteksi dini memburuknya kondisi. Pada kasus Tn. Hasan, edukasi tentang pentingnya pengobatan TB yang tuntas dan patuh juga termasuk dalam intervensi ini untuk mencegah kerusakan paru lebih lanjut yang dapat memperburuk pertukaran gas.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diserang oleh organisme patogen.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : SLKI untuk risiko infeksi berfokus pada pencegahan penularan infeksi kepada orang lain (dalam hal ini TB) dan meminimalkan risiko infeksi tambahan (infeksi nosokomial) pada pasien. Luaran yang diharapkan adalah tidak adanya penularan infeksi kepada petugas kesehatan, pengunjung, atau pasien lain. Tanda tercapainya luaran ini adalah kepatuhan terhadap protokol isolasi respiratori oleh semua pihak, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat seperti masker N95. Selain itu, pasien dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang cara penularan TB dan langkah-langkah pencegahannya. Bagi Tn. Hasan sendiri, luaran ini juga mencakup tidak timbulnya infeksi baru selama dirawat di rumah sakit, yang ditandai dengan suhu tubuh yang stabil dalam rentang normal, tidak ada tanda-tanda infeksi sekunder di lokasi lain, dan hasil laboratorium (seperti leukosit) yang tetap dalam batas normal. Edukasi yang berhasil kepada keluarga sehingga mereka bersedia memakai masker saat menjenguk adalah indikator kunci dari luaran ini.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : SIKI Pencegahan Infeksi adalah tindakan konkret untuk meminimalkan risiko. Langkah pertama dan terpenting adalah menerapkan isolasi respiratori secara ketat di ruangan bertekanan negatif. Semua orang yang memasuki kamar wajib menggunakan masker N95. Perawat akan mendemonstrasikan dan memastikan teknik mencuci tangan yang benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungannya. Etika batuk yang benar (menutup mulut dengan tisu atau lengan) akan diajarkan kepada Tn. Hasan. Pengelolaan sampah dan linen yang terkontaminasi dahak pasien harus dilakukan sesuai prosedur biohazard. Perawat juga akan memantau tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh (saat ini 38,5°C), untuk mengidentifikasi adanya infeksi yang sedang berlangsung. Intervensi kunci lainnya adalah memberikan edukasi yang komprehensif kepada Tn. Hasan dan keluarganya mengenai sifat penyakit TB yang menular, pentingnya isolasi, dan cara pencegahan penularan, termasuk pentingnya kepatuhan keluarga menggunakan masker. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat antituberkulosis (OAT) yang tepat, dengan mempertimbangkan alergi Rifampisin, juga merupakan bagian dari pencegahan infeksi dengan mengobati sumbernya.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang tidak jelas dan tidak nyaman atau aktivasi sistem saraf otonom sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk ansietas bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dialami pasien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengidentifikasi penyebab ansietasnya, menunjukkan teknik relaksasi yang efektif untuk mengatasi kecemasan, serta tampak lebih tenang dan rileks secara verbal dan nonverbal. Pada Tn. Hasan, luaran spesifiknya adalah ia dapat menyatakan pemahamannya tentang alasan isolasi dan prognosis penyakitnya, yang diharapkan dapat mengurangi ketakutan terhadap isolasi yang lebih lama. Perilaku yang menunjukkan penurunan ansietas termasuk ekspresi wajah yang lebih rileks, mampu beristirahat dengan tenang, frekuensi napas dan denyut nadi yang menurun (mendekati normal), serta mampu berpartisipasi dalam perawatan dirinya. Komunikasi yang terbuka dan jujur tentang kondisinya tanpa menunjukkan rasa takut yang berlebihan juga merupakan indikator bahwa kecemasannya telah terkelola dengan baik.
Kode SIKI: I.05001
Desk
Article No. 22949 | 22 Nov 2025
Klinis : Pasien dengan post KLL, Nyeri perut O : KU Lemah, Kes : CM, tampak menahan sakit, jejas (-) Terpasang : MO, DC, O2 NC 5 lpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa nyeri akut berfokus pada upaya mengontrol dan mengurangi nyeri yang dialami pasien. Tujuan utamanya adalah agar tingkat kenyamanan pasien meningkat. Kriteria hasilnya meliputi: Pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis yang tepat untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi, relaksasi, atau posisi yang nyaman. Pasien melaporkan bahwa nyeri telah berkurang atau terkontrol setelah dilakukan intervensi, yang dapat diukur dengan skala nyeri. Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis yang menurun, seperti penurunan frekuensi nadi dan tekanan darah, serta tampak lebih rileks dan tidak gelisah. Pasien juga mampu beristirahat dan tidur dengan cukup, serta dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan sesuai tingkat kemampuannya. Ekspresi wajah yang menyeringai atau tegang menghilang, dan pasien tidak lagi menunjukkan perilaku melindungi atau memegangi area yang sakit. Keluarga atau pengasuh juga terlibat dalam membantu manajemen nyeri pasien. Pencapaian SLKI ini menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan dan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : SIKI untuk manajemen nyeri akut merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat. Intervensi dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan faktor pencetus serta peredanya. Perawat menggunakan skala nyeri yang valid (seperti numerik, wajah, atau verbal) untuk mengukur intensitas nyeri secara objektif sebelum dan sesudah intervensi. Tindakan non-farmakologis diterapkan, seperti mengajarkan dan membantu teknik relaksasi napas dalam, distraksi dengan musik atau percakapan, serta memberikan sentuhan terapeutik atau masase ringan jika memungkinkan. Perawat juga mengatur posisi pasien untuk memastikan kenyamanan optimal dan mengurangi ketegangan pada area yang nyeri. Kolaborasi dengan dokter sangat penting untuk pemberian analgesik sesuai resep; perawat harus mengadministrasikan obat tepat waktu, memantau efektivitasnya, dan mengawasi efek samping. Lingkungan yang tenang, nyaman, dan bersih diciptakan untuk mendukung istirahat pasien. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang nyeri, rencana pengobatan, dan teknik penanganan nyeri di rumah. Perawat juga memantau respons fisiologis dan perilaku pasien terhadap nyeri dan intervensi yang diberikan, mendokumentasikan semua temuan dan tindakan secara akurat, serta mengevaluasi keberhasilan manajemen nyeri secara berkala untuk menentukan perlu tidaknya modifikasi rencana intervensi. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa kebutuhan fisik dan emosional pasien terpenuhi.
Article No. 22950 | 22 Nov 2025
Klinis : Pasien mengatakan merasa takut dengan tindakan operasi, wajah tampak tegang badan teraba dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan individu yang mengalami perasaan samar akan ketakutan dan gelisah yang disebabkan oleh antisipasi terhadap ancaman atau bahaya yang sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali. Pada kasus ini, ancaman tersebut adalah prosedur operasi yang akan dijalani pasien. Manifestasi subjektif (seperti pernyataan takut) dan objektif (wajah tegang, badan dingin) yang ditunjukkan pasien sangat konsisten dengan karakteristik diagnosa ini. Ansietas ini bersifat akut dan dipicu oleh situasi spesifik, yaitu ketidakpastian, rasa sakit yang diantisipasi, potensi perubahan tubuh, dan ancaman terhadap integritas diri yang melekat pada tindakan pembedahan.
Kode SLKI: 2210
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Tujuan utama dari intervensi keperawatan ini adalah untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi, mengakui, dan mengurangi tingkat ansietas yang dialaminya. Luaran yang diharapkan mencakup kemampuan pasien untuk mengenali tanda-tanda ansietas pada dirinya sendiri, melaporkan penurunan perasaan cemas dan takut, menunjukkan teknik relaksasi yang efektif untuk menenangkan diri, serta menampilkan tanda-tanda vital yang stabil dan perilaku yang lebih tenang. Dalam konteks pra-operasi, pengendalian ansietas yang baik sangat krusial karena dapat meningkatkan kerja sama pasien, menurunkan respons stres fisiologis (seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi yang dapat membahayakan selama operasi), serta memfasilitasi proses pemulihan pasca bedah. Perawat akan memantau pencapaian luaran ini dengan menilai laporan verbal pasien, mengobservasi bahasa tubuh, dan memeriksa tanda-tanda vital.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan terapeutik yang sistematis untuk membantu pasien dalam mengurangi tingkat ansietasnya. Tindakan-tindakan spesifik yang harus dilakukan perawat antara lain: Pertama, membangun hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. Kedua, mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaan, persepsi, dan ketakutannya secara verbal tentang tindakan operasi. Mendengarkan secara aktif dan empatik adalah kunci di sini. Ketiga, memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami mengenai prosedur operasi, apa yang akan dialami pasien sebelum, selama, dan setelah operasi. Edukasi ini bertujuan untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui (fear of the unknown). Keempat, mengajarkan dan mendemonstrasikan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (deep breathing) dan relaksasi otot progresif, serta membimbing pasien untuk mempraktikkannya. Kelima, melibatkan keluarga atau orang terdekat untuk memberikan dukungan emosional dan kenyamanan. Keenam, menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, misalnya dengan mengurangi kebisingan dan mengatur pencahayaan. Ketujuh, memantau tanda-tanda vital untuk menilai respons fisiologis terhadap ansietas. Dengan melaksanakan intervensi-intervensi ini secara komprehensif, diharapkan pasien dapat merasa lebih siap, memiliki rasa kendali, dan secara signifikan menurunkan tingkat kecemasannya sehingga dapat menghadapi operasi dengan kondisi psikologis yang lebih optimal. Kombinasi antara dukungan psikologis, edukasi, dan teknik manajemen stres adalah inti dari intervensi ini.
Article No. 22951 | 22 Nov 2025
Klinis : Subyektif: o Pasien sering bertanya ttg operasi o Pasien sering bertanya bagaimana perawatan luka setalah operasi Obyektif: o Pasien kelihatan tegang, o Kulit teraba dingin,
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kecemasan Terkait Prosedur Medis
Kode ICD-10: F41.1
Deskripsi Singkat : Berdasarkan data subyektif dan obyektif, pasien menunjukkan gejala kecemasan yang berfokus pada prosedur operasi yang akan dijalani. Tanda subyektif berupa pertanyaan yang berulang tentang operasi dan perawatan pasca-operasi mengindikasikan kekhawatiran dan antisipasi yang tinggi. Secara obyektif, manifestasi fisiologis dari kecemasan terlihat jelas, seperti ketegangan yang teramati dan kulit yang teraba dingin, yang merupakan respons umum sistem saraf otonom terhadap stres. Kode ICD-10 F41.1 mengacu pada Gangguan Kecemasan Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder), namun dalam konteks klinis sering digunakan untuk mengkodekan kecemasan yang tidak spesifik atau keadaan kecemasan lain yang tidak memenuhi kriteria penuh untuk gangguan kecemasan lainnya. Dalam kasus ini, kecemasan tersebut jelas dipicu oleh prosedur medis yang akan datang. Kondisi ini penting untuk didokumentasikan karena dapat memengaruhi kepatuhan pasien, persepsi terhadap nyeri, dan proses penyembuhan secara keseluruhan. Penanganannya melibatkan edukasi yang jelas dan menenangkan tentang prosedur, serta manajemen kecemasan non-farmakologis atau, jika diperlukan, intervensi farmakologis.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22952 | 22 Nov 2025
Klinis : Subyektif: o Pasien sering bertanya ttg operasi o Pasien sering bertanya bagaimana perawatan luka setalah operasi Obyektif: o Pasien kelihatan tegang, o Kulit teraba dingin,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah suatu keadaan individu atau kelompok yang mengalami perasaan gelisah (seperti perasaan yang samar-samar atau ketakutan) dan aktivitas otonom dari respons terhadap ancaman yang tidak jelas atau tidak dikenal.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Mengurangi Ansietas. Tujuan dari intervensi keperawatan ini adalah untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi penyebab ansietas, menggunakan mekanisme koping yang adaptif, serta mengurangi tingkat ansietas yang dialami. Perawat akan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang terapeutik, memberikan dukungan emosional, dan mengajarkan teknik relaksasi. Pada kasus pasien pra-operasi, fokusnya adalah pada pemberian informasi yang akurat dan jelas tentang prosedur operasi dan perawatan pasca operasi, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian yang merupakan sumber utama ansietas. Perawat akan mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya, memvalidasi kekhawatiran yang dirasakan, dan bersama-sama mengeksplorasi cara-cara positif untuk mengelola stres. Pengurangan ansietas sangat penting karena ansietas yang tinggi dapat mempengaruhi respons fisiologis terhadap pembedahan dan proses penyembuhan.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Ini adalah serangkaian tindakan langsung yang dilakukan perawat untuk membantu pasien. Tindakan-tindakan ini meliputi: Pertama, mengidentifikasi tingkat dan sumber ansietas pasien melalui observasi dan komunikasi terapeutik. Kedua, menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, misalnya dengan mengatur pencahayaan dan kebisingan. Ketiga, mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati, serta mengakui perasaan pasien. Keempat, memberikan informasi yang jujur, akurat, dan mudah dipahami tentang prosedur operasi, apa yang akan dialami pasien sebelum, selama, dan setelah operasi, serta perawatan luka pasca bedah. Informasi ini mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Kelima, mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (deep breathing) atau distraksi. Keenam, melibatkan keluarga atau orang terdekat untuk memberikan dukungan. Ketujuh, memantau tanda-tanda fisiologis ansietas seperti ketegangan otot, kulit dingin, dan tanda vital. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan menyesuaikan pendekatan sesuai kebutuhan pasien. Tujuan akhirnya adalah agar pasien melaporkan penurunan perasaan cemas dan menunjukkan perilaku yang lebih tenang serta kooperatif.
Article No. 22953 | 22 Nov 2025
Klinis : Subyektif: o Pasien sering bertanya ttg operasi o Pasien sering bertanya bagaimana perawatan luka setalah operasi Obyektif: o Pasien kelihatan tegang, o Kulit teraba dingin,
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kecemasan Terkait Prosedur Medis
Kode ICD-10: F41.1
Deskripsi Singkat : Berdasarkan data subyektif dan obyektif, pasien menunjukkan gambaran klinis yang mengarah pada gangguan kecemasan, secara spesifik terkait dengan rencana prosedur operasi. Faktor subyektif seperti seringnya pasien menanyakan detail operasi dan perawatan pasca-operasi mencerminkan kekhawatiran dan antisipasi yang berlebihan. Secara obyektif, ditemukan tanda-tanda fisiologis kecemasan, yaitu ketegangan (tegang) dan respons otonom berupa kulit yang teraba dingin, yang sering dikaitkan dengan vasokonstriksi perifer akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Kode ICD-10 F41.1 mengacu pada Generalized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Menyeluruh), namun dalam konteks klinis, kode ini sering digunakan untuk mendokumentasikan kecemasan yang signifikan yang dipicu oleh stresor spesifik, dalam hal ini adalah prosedur medis yang akan dijalani. Kecemasan ini bukanlah diagnosis bedah dari luka atau kondisi yang memerlukan operasi, melainkan diagnosis psikologis yang timbul sebagai respons terhadap situasi medis. Kondisi ini penting untuk didokumentasikan karena dapat memengaruhi kepatuhan pasien, persepsi nyeri, dan proses penyembuhan secara keseluruhan, sehingga memerlukan intervensi seperti edukasi, dukungan emosional, dan manajemen kecemasan pre-operatif.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280