Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17761 | 24 May 2025
Klinis : diare
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci dan terperinci untuk kondisi diare:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi diare adalah "Diare" (00013). Diare didefinisikan sebagai pengeluaran feses yang tidak normal dan tidak dapat dikontrol, dengan konsistensi cair dan frekuensi yang meningkat. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, efek obat-obatan, malabsorpsi, atau gangguan sistem pencernaan lainnya.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan Cairan: Klien akan menunjukkan tanda-tanda keseimbangan cairan yang memadai, dengan indikator:
- Tekanan darah, nadi, dan output urin yang stabil
- Membran mukosa lembab
- Turgor kulit baik
2. Kontrol Diare: Klien akan menunjukkan kontrol diare yang memadai, dengan indikator:
- Frekuensi diare menurun
- Konsistensi feses kembali normal
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
3. Manajemen Diri: Klien akan menunjukkan kemampuan untuk mengelola diare secara mandiri, dengan indikator:
- Klien dapat mengidentifikasi faktor penyebab diare
- Klien dapat melakukan tindakan pencegahan dan penanganan diare
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Cairan
- Pantau intake dan output cairan
- Berikan cairan oral atau intravena sesuai kebutuhan
- Pantau tanda-tanda dehidrasi
2. Manajemen Diare
- Identifikasi penyebab diare
- Berikan intervensi spesifik sesuai penyebab (contoh: pemberian anti-diare, antiemetik, atau probiotik)
- Ajarkan klien tentang manajemen diare, termasuk diet, hidrasi, dan penggunaan obat-obatan
3. Edukasi Kesehatan
- Ajarkan klien tentang penyebab, gejala, dan komplikasi diare
- Berikan informasi tentang pencegahan dan penanganan diare
- Dorong klien untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan tindakan perawatan diri
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan klien dapat mencapai keseimbangan cairan yang memadai, kontrol diare yang baik, dan kemampuan untuk mengelola kondisinya secara mandiri. Hal ini akan membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan klien. -
Article No. 17762 | 24 May 2025
Klinis : tangan kanan susah di gerakkan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi "tangan kanan susah digerakkan" adalah Gangguan Mobilitas Fisik. Diagnosa ini didefinisikan sebagai keterbatasan dalam kemampuan untuk melakukan gerakan fisik yang disengaja dan terarah secara independen.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
1. Kelemahan otot
2. Penurunan rentang gerak sendi
3. Nyeri
4. Keterbatasan lingkup gerak sendi
5. Perubahan struktural pada sendi atau otot
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Peningkatan Mobilitas: Pasien dapat bergerak dengan lebih bebas dan mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menggerakkan tangan kanan dengan lebih baik.
2. Peningkatan Kekuatan Otot: Pasien menunjukkan peningkatan kekuatan otot pada tangan kanan, yang memungkinkan pergerakan yang lebih optimal.
3. Peningkatan Rentang Gerak Sendi: Pasien menunjukkan peningkatan rentang gerak sendi pada tangan kanan, sehingga dapat melakukan aktivitas dengan lebih leluasa.
4. Penurunan Nyeri: Pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri pada tangan kanan, sehingga dapat lebih mudah dalam melakukan pergerakan.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Terapi Latihan:
- Latihan rentang gerak sendi (ROM) pada tangan kanan untuk meningkatkan mobilitas dan rentang gerak.
- Latihan kekuatan otot dengan menggunakan alat bantu atau latihan isometrik untuk meningkatkan kekuatan otot.
- Latihan koordinasi dan keseimbangan untuk meningkatkan kemampuan fungsional.
2. Manajemen Nyeri:
- Pemberian analgesik sesuai resep dokter untuk mengurangi nyeri.
- Penerapan modalitas terapi non-farmakologis, seperti kompres hangat, massage, atau stimulasi saraf transkutaneus (TENS) untuk mengurangi nyeri.
3. Edukasi dan Konseling:
- Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya latihan dan manajemen nyeri untuk meningkatkan mobilitas.
- Konseling untuk meningkatkan motivasi dan kepatuhan pasien dalam melakukan latihan.
4. Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan Lain:
- Konsultasi dengan fisioterapis untuk evaluasi dan program latihan yang lebih spesifik.
- Kolaborasi dengan terapis okupasi untuk membantu pasien dalam beradaptasi dengan keterbatasan fungsional.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output yang diinginkan, yaitu peningkatan mobilitas, kekuatan otot, rentang gerak sendi, dan penurunan nyeri pada tangan kanan. -
Article No. 17763 | 24 May 2025
Klinis : tangan kanan sakit
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi "tangan kanan sakit".
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan kondisi "tangan kanan sakit", diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Nyeri Akut" (SDKI 2017). Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (NANDA-I, 2018). Dalam kasus ini, pasien mengalami nyeri di tangan kanan yang merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Nyeri terkontrol (SLKI 2019): Pasien mampu melaporkan penurunan tingkat nyeri pada skala nyeri, tanda-tanda vital dalam batas normal, dan mampu beraktivitas tanpa hambatan.
2. Kemampuan manajemen nyeri (SLKI 2019): Pasien mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, memilih dan menggunakan strategi manajemen nyeri secara efektif, serta melaporkan penurunan tingkat nyeri.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Manajemen Nyeri (SIKI 2018):
a. Kaji karakteristik nyeri (lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas) serta faktor-faktor yang memengaruhi.
b. Lakukan intervensi farmakologis sesuai dengan indikasi (misalnya pemberian analgesik).
c. Ajarkan teknik nonfarmakologis manajemen nyeri (misalnya relaksasi, distraksi, kompres hangat/dingin).
d. Evaluasi efektivitas intervensi dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
2. Peningkatan Kenyamanan (SIKI 2018):
a. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang.
b. Fasilitasi istirahat dan tidur yang adekuat.
c. Lakukan perawatan kulit dan pengaturan posisi yang nyaman.
d. Kolaborasi dengan profesional lain (misalnya fisioterapis) untuk penanganan tangan kanan.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" dipilih karena pasien mengalami pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan di tangan kanan. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mencapai nyeri yang terkontrol dan memiliki kemampuan manajemen nyeri yang efektif. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup manajemen nyeri secara farmakologis dan nonfarmakologis, serta peningkatan kenyamanan pasien. Evaluasi dan penyesuaian intervensi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tercapainya luaran yang diharapkan. -
Article No. 17764 | 24 May 2025
Klinis : Kecacingan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai seorang dokter/perekam medik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait kondisi kecacingan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: B82.0
- Deskripsi: Infeksi intestinal karena nematoda, tidak diklasifikasikan di tempat lain
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 88.79
- Deskripsi: Prosedur diagnostik lainnya pada saluran pencernaan, tidak diklasifikasikan di tempat lain. Ini dapat mencakup pemeriksaan feses untuk mendeteksi telur cacing atau parasit.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 B82.0 digunakan untuk mengkodekan infeksi intestinal yang disebabkan oleh nematoda, seperti cacing tambang, ascariasis, trichuriasis, dan enterobiasis. Kode ini mencakup berbagai jenis infeksi cacing yang dapat menyerang saluran pencernaan.
- Kode ICD-9-CM 88.79 adalah kode yang digunakan untuk prosedur diagnostik lainnya pada saluran pencernaan, seperti pemeriksaan feses untuk mendeteksi adanya telur cacing atau parasit lainnya. Prosedur ini dapat membantu dalam mengkonfirmasi diagnosis kecacingan. -
Article No. 17765 | 24 May 2025
Klinis : Cacing keremi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi "Cacing Keremi" yang Anda berikan dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Resiko Infeksi (00004)
- SDKI: Resiko Infeksi
- SLKI: Pengendalian Infeksi
- SIKI: Manajemen Infeksi
Definisi:
Resiko Infeksi (00004): Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat membahayakan kesehatan.
2. Gangguan Integritas Kulit (00046)
- SDKI: Gangguan Integritas Kulit
- SLKI: Integritas Kulit
- SIKI: Perawatan Luka
Definisi:
Gangguan Integritas Kulit (00046): Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
3. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Nyeri Akut
- SLKI: Manajemen Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
Definisi:
Nyeri Akut (00132): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
4. Pruritus (00113)
- SDKI: Pruritus
- SLKI: Kenyamanan
- SIKI: Manajemen Pruritus
Definisi:
Pruritus (00113): Sensasi tidak nyaman yang mengakibatkan keinginan untuk menggaruk.
Penjelasan singkat:
1. Resiko Infeksi (00004):
Cacing keremi dapat meningkatkan risiko infeksi karena invasi dan multiplikasi organisme patogen. Perawat perlu memantau tanda-tanda infeksi dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.
2. Gangguan Integritas Kulit (00046):
Cacing keremi dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, seperti lesi atau lecet. Perawat harus melakukan perawatan luka yang tepat untuk memulihkan integritas kulit.
3. Nyeri Akut (00132):
Cacing keremi dapat menyebabkan nyeri akut yang tidak menyenangkan bagi pasien. Perawat harus melakukan manajemen nyeri yang sesuai, termasuk pemberian analgetik dan tindakan non-farmakologis.
4. Pruritus (00113):
Cacing keremi dapat menyebabkan pruritus atau rasa gatal yang mengakibatkan keinginan untuk menggaruk. Perawat harus mengelola pruritus dengan tindakan yang sesuai, seperti aplikasi topikal atau pemberian antihistamin. -
Article No. 17766 | 24 May 2025
Klinis : Cacing keremi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi Cacing keremi, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: B80
- Deskripsi: Enterobiasis (infeksi oleh cacing keremi)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 97.24
- Deskripsi: Pemberian obat cacing oral
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 B80 (Enterobiasis) merupakan kode diagnosis yang sesuai untuk kondisi cacing keremi. Enterobiasis adalah infeksi oleh cacing parasit yang dikenal sebagai Enterobius vermicularis, atau cacing keremi. Cacing ini umumnya menyerang saluran pencernaan, terutama rektum dan sekitar anus.
2. Kode ICD-9-CM 97.24 (Pemberian obat cacing oral) adalah kode prosedur yang mungkin digunakan untuk menangani infeksi cacing keremi. Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian obat cacing (antihelmintik) secara oral untuk mengeliminasi cacing dari tubuh pasien.
Penanganan yang tepat untuk kondisi cacing keremi meliputi diagnosis yang akurat, pemberian pengobatan antihelmintik yang efektif, serta edukasi dan tindakan pencegahan untuk mencegah reinfeksi di lingkungan pasien. -
Article No. 17767 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Diare Akut
Definisi: Pengeluaran feses cair atau encer yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari.
Penyebab: Infeksi bakteri, virus, atau parasit, intoleransi makanan, efek samping obat-obatan, iritasi saluran pencernaan.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan Cairan
- Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal
- Pasien tidak mengalami dehidrasi
- Pasien mempertahankan berat badan
2. Kontrol Diare
- Frekuensi diare berkurang
- Konsistensi feses membaik
- Tidak ada tanda-tanda komplikasi
3. Status Nutrisi
- Pasien mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat
- Pasien tidak mengalami penurunan berat badan
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Diare
- Pantau tanda-tanda vital, intake dan output cairan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan dan elektrolit
- Beri diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast)
- Ajarkan teknik higienis sebelum makan dan setelah buang air besar
- Pantau konsistensi dan frekuensi feses
2. Manajemen Nutrisi
- Kolaborasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi pasien
- Berikan makanan yang mudah dicerna dan kaya nutrisi
- Pantau asupan nutrisi pasien
- Ajarkan keluarga cara menyiapkan makanan yang bergizi
3. Edukasi Kesehatan
- Jelaskan penyebab, tanda, dan gejala diare kepada pasien dan keluarga
- Ajarkan teknik pencegahan penularan diare
- Diskusikan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan
- Berikan informasi tentang perawatan di rumah dan kapan harus kembali ke rumah sakit
Penjelasan Rinci:
Berdasarkan data yang diberikan, pasien mengalami gejala diare akut, yaitu diare cair, ada lendir, penurunan nafsu makan, dan kelemahan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Diare Akut. Luaran yang diharapkan adalah keseimbangan cairan, kontrol diare, dan status nutrisi yang optimal. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi manajemen diare, manajemen nutrisi, dan edukasi kesehatan.
Manajemen diare mencakup pemantauan tanda-tanda vital, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan dan elektrolit, pemberian diet BRAT, dan pengajaran teknik higienis. Manajemen nutrisi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, termasuk kolaborasi dengan ahli gizi, pemberian makanan yang mudah dicerna, dan edukasi kepada keluarga. Edukasi kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang diare, pencegahan penularan, dan perawatan di rumah.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diinginkan, yaitu keseimbangan cairan, kontrol diare, dan status nutrisi yang optimal. -
Article No. 17768 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami diare dan muntah. Berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis, serta kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A09
- Deskripsi: Diare dan gastroenteritis infeksi presumtif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 45.23
- Deskripsi: Pemberian terapi cairan intravena
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A09 (Diare dan gastroenteritis infeksi presumtif):
- Pasien datang dengan keluhan utama diare cair sejak hari Rabu lalu, disertai dengan muntah dan penurunan nafsu makan.
- Berdasarkan tanda-tanda vital yang dilaporkan, yaitu suhu tubuh 36,9°C, laju pernapasan 31 kali per menit, denyut nadi 120 kali per menit, dan saturasi oksigen 98%, menunjukkan adanya tanda-tanda dehidrasi akibat diare.
- Kode ICD-10 A09 mencakup kondisi diare dan gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi.
2. Kode ICD-9-CM Prosedur 45.23 (Pemberian terapi cairan intravena):
- Pasien dipindahkan ke bangsal anggrek, yang mengindikasikan adanya tindakan medis yang dilakukan.
- Pemberian terapi cairan intravena (45.23) merupakan salah satu tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi dehidrasi akibat diare dan muntah.
- Tindakan ini bertujuan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 17769 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosis keperawatan, serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai dengan kondisi pasien:
Diagnosis Keperawatan:
1. Diare
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00013
Definisi: Pengeluaran feses yang tidak normal, yaitu terlalu sering (>3 kali/hari) dan konsistensi cair atau lembek, yang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00801
Judul: Pemulihan Cairan dan Elektrolit
Definisi: Keadaan ketika individu dapat mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00002
Judul: Manajemen Diare
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengontrol dan mengembalikan pola defekasi normal pada individu yang mengalami diare. -
Article No. 17770 | 24 May 2025
Klinis : Sesak nafs . Tekanan darah tinggi 200/110
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi yang Anda sampaikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I10
- Deskripsi: Hipertensi esensial (primer)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.27
- Deskripsi: Pemantauan tekanan darah
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 I10 (Hipertensi esensial (primer)) sesuai dengan gejala sesak napas dan tekanan darah tinggi 200/110 mmHg yang Anda sampaikan. Hipertensi esensial atau hipertensi primer adalah kondisi peningkatan tekanan darah tanpa penyebab yang jelas, biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup, genetik, dan usia.
2. Kode ICD-9-CM 99.27 (Pemantauan tekanan darah) merupakan prosedur atau tindakan medis yang dapat dilakukan untuk memantau dan mengontrol tekanan darah pasien dengan hipertensi. Pemantauan tekanan darah secara berkala sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dalam praktik klinis, dokter atau perekam medis akan menggunakan kode-kode tersebut untuk mencatat diagnosis dan tindakan medis yang dilakukan pada pasien. Hal ini penting untuk dokumentasi medis, penagihan asuransi, dan analisis epidemiologi.