Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17809 | 25 May 2025
Klinis : Pasien dan keluarga menyatakan: Nafsu makan menurun. Mengalami mual dan muntah. Mudah lemas dan merasa lemah. Kesulitan mengatur pola makan di rumah. Keluarga tidak memiliki pengetahuan mengenai diet diabetes. Usia: 61 tahun. Pekerjaan: Petani. Diagnosis medis: Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak ±10 tahun lalu. Berat badan: 45 kg. Tinggi badan: 157 cm. BMI: 18.2 kg/m² (kategori kurus). Skor MST (Malnutrition Screening Tool): 3 (berisiko malnutrisi). Gula darah sewaktu: 683 mg/dL. HbA1c: >15%. Kesadaran menurun (somnolen), penurunan orientasi, polidipsia, poliuria, lemas. Didiagnosis mengalami Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan, mual, dan muntah.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan dan kelelahan.
3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet diabetes.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan nutrisi: asupan nutrisi adekuat
- Pasien dan keluarga dapat menyebutkan makanan yang sesuai dengan diet diabetes
- Pasien dapat mempertahankan berat badan dalam rentang normal
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi (mual, muntah, lemas)
2. Toleransi aktivitas meningkat
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan berlebih
- Pasien dapat beraktivitas sesuai kemampuan tanpa dibantu
3. Pengetahuan tentang manajemen diabetes meningkat
- Pasien dan keluarga dapat menjelaskan prinsip-prinsip diet diabetes
- Pasien dan keluarga dapat menjelaskan pentingnya kontrol gula darah
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen nutrisi
- Lakukan pengkajian nutrisi komprehensif
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet diabetes yang sesuai
- Ajarkan pasien dan keluarga tentang diet diabetes
- Pantau asupan dan berat badan pasien secara berkala
2. Manajemen aktivitas dan istirahat
- Bantu pasien untuk merencanakan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan kemampuan
- Anjurkan pasien untuk beristirahat yang cukup
- Ajarkan teknik manajemen kelelahan
3. Edukasi kesehatan
- Identifikasi kebutuhan edukasi pasien dan keluarga
- Berikan edukasi tentang patofisiologi, penatalaksanaan, dan komplikasi diabetes
- Ajarkan keluarga cara merawat pasien dengan diabetes di rumah
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memberikan edukasi yang komprehensif
Penjelasan secara rinci di atas diharapkan dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai untuk pasien dengan kondisi yang Anda deskripsikan. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 17810 | 25 May 2025
Klinis : ? Data Subjektif: Pasien dan keluarga menyatakan: Nafsu makan menurun. Mengalami mual dan muntah. Mudah lemas dan merasa lemah. Kesulitan mengatur pola makan di rumah. Keluarga tidak memiliki pengetahuan mengenai diet diabetes. ? Data Objektif: Usia: 61 tahun. Pekerjaan: Petani. Diagnosis medis: Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak ±10 tahun lalu. Berat badan: 45 kg. Tinggi badan: 157 cm. BMI: 18.2 kg/m² (kategori kurus). Skor MST (Malnutrition Screening Tool): 3 (berisiko malnutrisi). Gula darah sewaktu: 683 mg/dL. HbA1c: >15%. Kesadaran menurun (somnolen), penurunan orientasi, polidipsia, poliuria, lemas. Didiagnosis mengalami Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan rekomendasi diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nutrisi Tidak Adekuat Berhubungan dengan Intake Makanan yang Tidak Adekuat yang Ditandai dengan Penurunan Nafsu Makan, Mual, dan Muntah.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Diabetes yang Ditandai dengan Kesulitan Mengatur Pola Makan di Rumah.
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan yang Ditandai dengan Mudah Lemas dan Merasa Lemah.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Nutrisi Tidak Adekuat Berhubungan dengan Intake Makanan yang Tidak Adekuat:
- Pasien akan mempertahankan berat badan dalam rentang normal.
- Pasien akan melaporkan peningkatan nafsu makan.
- Pasien akan melaporkan penurunan frekuensi mual dan muntah.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Diabetes:
- Keluarga akan menunjukkan pemahaman yang baik tentang diet diabetes.
- Keluarga akan mampu mengatur pola makan pasien sesuai diet diabetes.
- Pasien akan melaporkan peningkatan kemampuan dalam mengatur pola makan di rumah.
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan:
- Pasien akan melaporkan peningkatan energi dan kemampuan untuk beraktivitas.
- Pasien akan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- Pasien akan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam berpartisipasi dalam perawatan diri.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Nutrisi Tidak Adekuat Berhubungan dengan Intake Makanan yang Tidak Adekuat:
- Kaji pola makan, nafsu makan, dan gejala mual/muntah pasien.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet yang sesuai dengan kondisi pasien.
- Berikan edukasi tentang pentingnya makan makanan bergizi dan mengatasi mual/muntah.
- Pantau berat badan pasien secara teratur.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi mual/muntah.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Diabetes:
- Kaji pengetahuan keluarga tentang diet diabetes.
- Berikan edukasi tentang diet diabetes yang sesuai dengan kondisi pasien.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang tepat.
- Ajarkan keluarga cara mengatur pola makan pasien di rumah.
- Evaluasi kemampuan keluarga dalam menerapkan diet diabetes.
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan:
- Kaji tingkat energi, kemampuan aktivitas, dan partisipasi pasien dalam perawatan diri.
- Berikan latihan aktivitas yang sesuai dengan kondisi pasien secara bertahap.
- Kolaborasi dengan fisioterapis untuk menyusun program latihan yang tepat.
- Ajarkan teknik manajemen energi untuk mengatasi kelemahan.
- Evaluasi peningkatan kemampuan aktivitas pasien.
Dengan melaksanakan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan dan memulihkan kondisinya secara optimal. -
Article No. 17811 | 25 May 2025
Klinis : Keluhan Utama: Buang air besar encer sejak dua hari terakhir, Defekasi sekitar 6-8 kali per hari Riwayat kesehatan saat ini: Perut mules Mual Merasa lemas Tidak demam Merasa sedikit pusing Merasa tidak nyaman pada bagian perut tengah Gelisah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah **Diagnosa Keperawatan** beserta penjelasan singkat **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** yang relevan dengan kondisi pasien berdasarkan **Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)**.
---
### **Diagnosa Keperawatan**
**Gangguan Eliminasi Feses: Diare (00011)**
**Definisi:** Peningkatan frekuensi defekasi dengan konsistensi feses cair atau encer yang dapat disertai nyeri/kram perut, mual, dan lemas.
**Faktor yang Berhubungan:**
- Infeksi saluran cerna
- Intoleransi makanan/minuman
- Gangguan motilitas usus
- Ansietas/stres
---
### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**Kode: 1401 – Eliminasi Feses Membaik**
**Indikator:**
1. Frekuensi defekasi dalam rentang normal (1–3x/hari). *(Skala: 1–5)*
2. Konsistensi feses lunak/bentuk normal. *(Skala: 1–5)*
3. Tidak ada nyeri/kram perut saat defekasi. *(Skala: 1–5)*
4. Tidak ada tanda dehidrasi (lemas, pusing, mukosa kering). *(Skala: 1–5)*
---
### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**Kode: 2120 – Manajemen Diare**
**Intervensi Utama:**
1. **Pantau frekuensi, volume, dan konsistensi feses.**
2. **Kaji tanda dehidrasi (turgor kulit, mukosa mulut, produksi urine).**
3. **Anjurkan asupan cairan oral (oralit/air elektrolit) untuk mencegah dehidrasi.**
4. **Berikan diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) atau rendah serat sementara.**
5. **Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas (jika terkait stres).**
6. **Kolaborasi pemberian obat antidiare atau antibiotik (jika diperlukan).**
**Kode: 1403 – Manajemen Cairan**
**Intervensi Tambahan:**
1. **Pantau tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah).**
2. **Anjurkan minum sedikit-sedikit tapi sering.**
3. **Observasi tanda syok hipovolemik (jika diare berat).**
---
### **Penjelasan Singkat**
- **SDKI (00011)** mendefinisikan masalah keperawatan terkait diare.
- **SLKI (1401)** menetapkan tujuan perbaikan eliminasi feses dan hidrasi.
- **SIKI (2120 & 1403)** memberikan panduan intervensi berbasis bukti untuk penatalaksanaan diare dan pencegahan dehidrasi.
Jika ada kondisi penyerta (misalnya infeksi bakteri atau gangguan elektrolit), diperlukan kolaborasi dengan tenaga medis untuk terapi farmakologis.
Semoga membantu. -
Article No. 17812 | 25 May 2025
Klinis : ? Data Subjektif: Pasien dan keluarga menyatakan: Nafsu makan menurun. Mengalami mual dan muntah. Mudah lemas dan merasa lemah. Kesulitan mengatur pola makan di rumah. Keluarga tidak memiliki pengetahuan mengenai diet diabetes. ? Data Objektif: Usia: 61 tahun. Pekerjaan: Petani. Diagnosis medis: Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak ±10 tahun lalu. Berat badan: 45 kg. Tinggi badan: 157 cm. BMI: 18.2 kg/m² (kategori kurus). Skor MST (Malnutrition Screening Tool): 3 (berisiko malnutrisi). Gula darah sewaktu: 683 mg/dL. HbA1c: >15%. Kesadaran menurun (somnolen), penurunan orientasi, polidipsia, poliuria, lemas. Didiagnosis mengalami Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, terima kasih atas informasi yang diberikan. Berdasarkan data subjektif dan objektif yang telah disampaikan, saya sebagai perawat profesional akan memberikan rekomendasi sebagai berikut:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
1. Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan faktor biologis (Diabetes Mellitus Tipe 2, HHNK) dan keterbatasan pengetahuan keluarga tentang diet diabetes.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Perbaikan Asupan Nutrisi
2. Kontrol Gula Darah
3. Pengetahuan tentang Manajemen Diabetes Melitus
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Asupan Nutrisi
- Mengevaluasi nafsu makan, pola makan, dan riwayat asupan nutrisi pasien
- Memantau berat badan, IMT, dan tanda-tanda malnutrisi
- Mengatur jadwal dan jumlah asupan makanan sesuai kebutuhan pasien
2. Edukasi tentang Diet Diabetes
- Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang diet yang sesuai untuk diabetes
- Mengajarkan tentang pemilihan jenis makanan, porsi, dan waktu makan yang tepat
- Membantu keluarga menyusun menu makanan yang sesuai dengan kondisi pasien
3. Manajemen Glikemia
- Memantau kadar gula darah secara rutin
- Mengatur pemberian obat antidiabetes sesuai resep dokter
- Mengajarkan pasien dan keluarga tentang pengelolaan diabetes mellitus
4. Peningkatan Pengetahuan Manajemen Diabetes
- Memberikan edukasi tentang penyebab, tanda-tanda, dan komplikasi diabetes mellitus
- Mengajarkan pasien dan keluarga tentang cara mencegah dan mengenali komplikasi diabetes
- Memotivasi pasien dan keluarga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan diabetes
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif dengan tim kesehatan lainnya, diharapkan pasien dapat mencapai perbaikan status nutrisi, kontrol gula darah yang optimal, serta peningkatan pengetahuan tentang manajemen diabetes mellitus. Hal ini akan membantu pasien mencapai hasil yang diharapkan dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 17813 | 25 May 2025
Klinis : ? Data Subjektif: Pasien dan keluarga menyatakan: Nafsu makan menurun. Mengalami mual dan muntah. Mudah lemas dan merasa lemah. Kesulitan mengatur pola makan di rumah. Keluarga tidak memiliki pengetahuan mengenai diet diabetes. ? Data Objektif: Usia: 61 tahun. Pekerjaan: Petani. Diagnosis medis: Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak ±10 tahun lalu. Berat badan: 45 kg. Tinggi badan: 157 cm. BMI: 18.2 kg/m² (kategori kurus). Skor MST (Malnutrition Screening Tool): 3 (berisiko malnutrisi). Gula darah sewaktu: 683 mg/dL. HbA1c: >15%. Kesadaran menurun (somnolen), penurunan orientasi, polidipsia, poliuria, lemas. Didiagnosis mengalami Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan SDKI, luaran asuhan keperawatan SLKI, dan intervensi keperawatan SIKI yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan dengan Intake Nutrisi yang Tidak Adekuat, Ditandai dengan Nafsu Makan Menurun, Mual dan Muntah, Berat Badan Menurun, serta Keluarga Tidak Memiliki Pengetahuan Mengenai Diet Diabetes.
Luaran Asuhan Keperawatan SLKI:
1. Keseimbangan Nutrisi: Asupan Nutrisi
- Indikator:
- Asupan Makanan Adekuat
- Berat Badan Stabil atau Meningkat
- Tidak Ada Tanda-Tanda Malnutrisi
Intervensi Keperawatan SIKI:
1. Manajemen Nutrisi
- Kaji status nutrisi pasien, termasuk antropometri, riwayat diet, dan gejala gastrointestinal.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet yang sesuai dengan kondisi pasien, seperti diet diabetes.
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pola makan yang tepat dalam pengelolaan diabetes.
- Pantau dan catat asupan nutrisi pasien.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani komplikasi terkait nutrisi, seperti mual dan muntah.
2. Manajemen Hiperglikemia
- Kaji tanda dan gejala hiperglikemia, termasuk polidipsia, poliuria, dan penurunan kesadaran.
- Pantau kadar glukosa darah secara teratur dan lakukan intervensi sesuai protokol.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk memberikan terapi farmakologis yang sesuai.
- Edukasi pasien dan keluarga mengenai pengelolaan diabetes, termasuk manajemen diet, aktivitas fisik, dan pemantauan glukosa darah.
3. Manajemen Kelelahan
- Kaji penyebab dan faktor yang memengaruhi kelelahan pasien, termasuk status nutrisi dan hiperglikemia.
- Bantu pasien untuk mengatur pola istirahat dan aktivitas sehari-hari.
- Berikan intervensi untuk meningkatkan energi, seperti nutrisi yang adekuat dan manajemen hiperglikemia.
- Dorong pasien untuk melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuannya.
Dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran asuhan keperawatan, dan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan dapat membantu pasien mencapai keseimbangan nutrisi, mengelola hiperglikemia, dan mengatasi kelelahan, sehingga dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien. -
Article No. 17814 | 25 May 2025
Klinis : ? Data Subjektif: Pasien dan keluarga menyatakan: Nafsu makan menurun. Mengalami mual dan muntah. Mudah lemas dan merasa lemah. Kesulitan mengatur pola makan di rumah. Keluarga tidak memiliki pengetahuan mengenai diet diabetes. ? Data Objektif: Usia: 61 tahun. Pekerjaan: Petani. Diagnosis medis: Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak ±10 tahun lalu. Berat badan: 45 kg. Tinggi badan: 157 cm. BMI: 18.2 kg/m² (kategori kurus). Skor MST (Malnutrition Screening Tool): 3 (berisiko malnutrisi). Gula darah sewaktu: 683 mg/dL. HbA1c: >15%. Kesadaran menurun (somnolen), penurunan orientasi, polidipsia, poliuria, lemas. Didiagnosis mengalami Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kondisi yang diberikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Faktor yang berhubungan: Intake makanan yang tidak adekuat, mual, muntah, kesulitan mengatur pola makan.
- Tanda dan gejala: Nafsu makan menurun, mudah lemas dan merasa lemah, berat badan menurun, BMI <18,5 kg/m².
2. Risiko Glukosa Darah Tidak Stabil
- Definisi: Berisiko mengalami perubahan kadar glukosa darah yang dapat mengancam kesehatan.
- Faktor yang berhubungan: Diabetes Mellitus Tipe 2, intake makanan yang tidak adekuat, aktivitas fisik tidak seimbang.
- Tanda dan gejala: Kadar glukosa darah sewaktu 683 mg/dL, HbA1c >15%, kesadaran menurun, polidipsia, poliuria, lemas.
3. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan
- Definisi: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke jaringan yang dapat mengancam kesehatan.
- Faktor yang berhubungan: Hiperglikemia, dehidrasi.
- Tanda dan gejala: Kesadaran menurun, penurunan orientasi, Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic Syndrome (HHNK).
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan Nutrisi
- Kriteria: Pasien/keluarga dapat mempertahankan berat badan ideal, tidak ada mual/muntah, dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi.
2. Kadar Glukosa Darah Terkendali
- Kriteria: Pasien dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal, tidak ada tanda-tanda hiperglikemia.
3. Perfusi Jaringan yang Efektif
- Kriteria: Pasien menunjukkan status hidrasi yang baik, tidak ada tanda-tanda dehidrasi, dan tidak ada komplikasi akibat hiperglikemia.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Intervensi untuk Keseimbangan Nutrisi:
- Asesmen status nutrisi pasien
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet diabetes yang sesuai
- Berikan edukasi tentang diet diabetes kepada pasien dan keluarga
- Pantau asupan nutrisi dan berat badan pasien
- Berikan intervensi untuk mengatasi mual/muntah
2. Intervensi untuk Kadar Glukosa Darah Terkendali:
- Asesmen kadar glukosa darah pasien secara teratur
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatur regimen terapi diabetes
- Berikan edukasi tentang manajemen diabetes kepada pasien dan keluarga
- Pantau kepatuhan pasien dalam menjalani terapi diabetes
3. Intervensi untuk Perfusi Jaringan yang Efektif:
- Asesmen status hidrasi pasien
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi komplikasi HHNK
- Berikan intervensi untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
- Pantau tanda-tanda vital dan status kesadaran pasien
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan tim medis lainnya untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien dalam mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 17815 | 25 May 2025
Klinis : buat askep komunitas caregiver lansia. data objektif: Tidak tersedia program untuk meningkatan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi askep komunitas caregiver lansia dengan data objektif: Tidak tersedia program untuk meningkatan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver.
Diagnosa Keperawatan:
1. Defisit Pengetahuan (Kode: 00126)
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang dibutuhkan untuk berfungsi secara efektif.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Defisit Pengetahuan
Kode: P-00001
Definisi: Keterbatasan informasi kognitif yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan tindakan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pengetahuan Meningkat
Kode: P-00001
Definisi: Peningkatan informasi kognitif yang dimiliki untuk mengambil keputusan dan tindakan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Pengetahuan
Kode: P-00001
Definisi: Upaya memfasilitasi peningkatan pengetahuan klien dalam hal tertentu.
Dalam konteks askep komunitas caregiver lansia, diagnosa keperawatan yang tepat adalah Defisit Pengetahuan. Hal ini dikarenakan data objektif menunjukkan bahwa tidak tersedia program untuk meningkatkan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Pengetahuan, dengan tujuan untuk memfasilitasi peningkatan pengetahuan komunitas caregiver lansia terkait perawatan dan pendampingan bagi lansia. -
Article No. 17816 | 25 May 2025
Klinis : buat askep komunitas caregiver lansia: defisit pengetahuan komunitas. data objektif: Tidak tersedia program untuk meningkatan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons dalam format RTF yang sesuai dengan permintaan Anda:
{\rtf1\ansi\ansicpg1252\deff0{\fonttbl{\f0\fnil\fcharset0 Calibri;}}
{\colortbl;\red0\green0\blue0;\red0\green0\blue255;}
\viewkind4\uc1\pard\sa200\sl276\slmult1\f0\fs22\lang1057
\b DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS\b0
\par \b (SDKI: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)\b0
\par \b Kode SDKI: B.3.1\b0
\par \b Defisit Pengetahuan Komunitas tentang Perawatan Lansia\b0
\par \b Definisi:\b0 Ketidakcukupan informasi atau pemahaman komunitas caregiver lansia terkait praktik perawatan, manajemen kesehatan, dan pendampingan lansia yang berdampak pada kualitas hidup kelompok usia lanjut.
\par \b INTERVENSI KEPERAWATAN\b0
\par \b (SIKI: Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)\b0
\par \b Kode SIKI: I.5.1.1\b0
\par \b Edukasi Kesehatan Komunitas\b0
\par \b Tindakan:\b0
\par 1. Mengembangkan program pelatihan terstruktur untuk caregiver (e.g., modul perawatan ADL, manajemen perilaku lansia).
\par 2. Kolaborasi dengan puskesmas/kelurahan untuk penyuluhan rutin.
\par 3. Demonstrasi teknik perawatan (transfer, hygiene, nutrisi).
\par \b KRITERIA HASIL\b0
\par \b (SLKI: Standar Luaran Keperawatan Indonesia)\b0
\par \b Kode SLKI: L.3.1.1\b0
\par \b Pengetahuan Komunitas tentang Perawatan Lansia Meningkat\b0
\par \b Indikator:\b0
\par 1. 80% caregiver mampu menyebutkan 3 teknik perawatan dasar lansia.
\par 2. Tersedianya forum diskusi bulanan caregiver di tingkat RW.
\par 3. Adanya panduan tertulis yang dapat diakses komunitas.
\par \b Referensi:\b0
\par PPNI. (2019). \i Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI).\i0 Edisi 2. Jakarta: Pengurus Pusat PPNI.
\par }
**Catatan Format RTF:**
- Teks dapat disalin ke editor RTF (e.g., WordPad) dan disimpan dengan ekstensi .rtf
- Kode SDKI/SLKI/SIKI mengacu pada klasifikasi PPNI 2019.
- Intervensi difokuskan pada aspek \i community empowerment\i0 melalui pendekatan partisipatif. -
Article No. 17817 | 25 May 2025
Klinis : buat askep komunitas caregiver lansia: defisit pengetahuan komunitas. data objektif: Tidak tersedia program untuk meningkatan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Defisit Pengetahuan Komunitas (00126)
Definisi: Kekurangan informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu.
Faktor yang Berhubungan:
- Tidak tersedia program untuk meningkatkan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kode: 00126
Definisi: Kekurangan informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01001
Definisi: Tingkat pengetahuan komunitas yang sesuai dengan topik tertentu.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00175
Definisi: Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan komunitas tentang topik tertentu.
Penjelasan:
Berdasarkan data objektif yang diberikan, yaitu tidak tersedianya program untuk meningkatkan pengetahuan dan pendampingan bagi komunitas caregiver lansia, maka diagnosa keperawatan yang tepat adalah Defisit Pengetahuan Komunitas (00126). Diagnosa ini menggambarkan kekurangan informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu, dalam hal ini adalah pengetahuan komunitas caregiver lansia.
Untuk mengatasi masalah ini, perawat dapat menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) kode 01001, yaitu Tingkat Pengetahuan Komunitas, dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) kode 00175, yaitu Peningkatan Pengetahuan Komunitas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain adalah memberikan edukasi, penyuluhan, dan pendampingan bagi komunitas caregiver lansia untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam merawat lansia. -
Article No. 17818 | 25 May 2025
Klinis : Data Subjektif (DS): Ny. M mengatakan kakinya sering kebas dari telapak kaki hingga betis dan ujung-ujung jarinya tidak dapat dirasakan. Ny. M mengatakan setiap malam ingin BAK terus-menerus. Ny. M mengatakan menyukai minuman manis dan terkadang minum sirup. Ny. M mengatakan terasa haus terus menerus dan berkeinginan minum yang manis-manis. Ny. M mengatakan merasa lemas dan lesu jika tidak minum yang manis-manis. Ny. M mengatakan mengalami gangguan tidur karena BAK setiap malam dan sulit tidur kembali. Ny. M mengatakan tidak melakukan apa pun terhadap keluhannya. Ny. M mengatakan hanya mengunjungi pelayanan kesehatan jika ada pemeriksaan gratis. Ny. M mengatakan meminum obat dari resep dokter, tetapi tidak bisa membeli lagi karena keterbatasan biaya. Ny. M mengatakan beberapa hari terakhir meminum obat diabetes dari tetangganya. Ny. M mengatakan tidak ada biaya karena anak terakhirnya masih SMA dan tidak ada yang mengantar ke puskesmas atau klinik. Ny. M mengatakan mengerti tentang penyakit yang diderita, namun tidak tahu gejala dan tindakan yang harus dilakukan. Data Objektif (DO): Ny. M tampak lemas dan lesu. Ny. M tampak jarang ke fasilitas kesehatan. Ny. M tampak meminum obat-obatan seperti Dexamethasone, Metformin HCl, Voltadex, dan Allopurinol. Tanda-tanda vital dan hasil pemeriksaan: TD: 145/84 mmHg N: 87 x/menit S: 36,5°C R: 18 x/menit BB: 63 kg TB: 159 cm GDS: 475 mg/dL Asam urat: 6,9 mg/dL
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi Ny. M:
1. Gangguan Sensori Persepsi: Neuropati
Definisi: Gangguan dalam persepsi sensorik yang disebabkan oleh perubahan struktural atau fungsional pada sistem saraf.
Ditandai dengan data subjektif: Ny. M mengatakan kakinya sering kebas dari telapak kaki hingga betis dan ujung-ujung jarinya tidak dapat dirasakan.
2. Inkontinensia Urin
Definisi: Ketidakmampuan untuk menahan urin, yang menyebabkan pengeluaran urin yang tidak disengaja.
Ditandai dengan data subjektif: Ny. M mengatakan setiap malam ingin BAK terus-menerus.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan
Definisi: Asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
Ditandai dengan data subjektif: Ny. M mengatakan menyukai minuman manis dan terkadang minum sirup, serta merasa lemas dan lesu jika tidak minum yang manis-manis.
4. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolerir aktivitas fisik.
Ditandai dengan data subjektif: Ny. M mengatakan merasa lemas dan lesu.
5. Ketidakpatuhan
Definisi: Perilaku individu yang tidak sesuai dengan rencana pengobatan atau aktivitas yang disepakati bersama petugas kesehatan.
Ditandai dengan data subjektif: Ny. M mengatakan tidak melakukan apa pun terhadap keluhannya, hanya mengunjungi pelayanan kesehatan jika ada pemeriksaan gratis, meminum obat dari resep dokter tetapi tidak bisa membeli lagi, dan meminum obat diabetes dari tetangganya.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Gangguan Sensori Persepsi: Neuropati
- Sensasi normal pada ekstremitas
- Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari meningkat
- Mendemonstrasikan strategi untuk mengatasi gangguan sensori
2. Inkontinensia Urin
- Tidak ada kebocoran urin
- Kemampuan mengendalikan eliminasi urin meningkat
- Kepuasan terhadap pola berkemih meningkat
3. Keseimbangan Nutrisi
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
- Berat badan dalam rentang normal
- Tidak ada keluhan terkait asupan nutrisi
4. Toleransi Aktivitas
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari
- Tidak ada keluhan terkait kelelahan
- Mendemonstrasikan strategi untuk meningkatkan toleransi aktivitas
5. Kepatuhan
- Mengikuti program pengobatan dan aktivitas yang disepakati
- Mengunjungi fasilitas kesehatan secara teratur
- Mengetahui dan memahami kondisi kesehatan serta tindakan yang harus dilakukan
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Gangguan Sensori Persepsi: Neuropati
- Identifikasi perubahan sensasi pada ekstremitas
- Ajarkan teknik stimulasi sensorik untuk meningkatkan sensasi
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penatalaksanaan neuropati
2. Inkontinensia Urin
- Kaji pola berkemih dan faktor yang memengaruhi
- Latih teknik mengontrol berkemih (Kegel, double voiding)
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penatalaksanaan inkontinensia
3. Keseimbangan Nutrisi
- Kaji asupan nutrisi dan kebutuhan kalori
- Ajarkan pemilihan makanan dan minuman yang sesuai
- Monitoring kadar gula darah dan asam urat secara teratur
4. Toleransi Aktivitas
- Kaji kemampuan aktivitas sehari-hari
- Rencanakan program aktivitas yang sesuai dengan kemampuan
- Ajarkan teknik konservasi energi dan manajemen kelelahan
5. Kepatuhan
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan
- Berikan edukasi tentang kondisi kesehatan, pengobatan, dan tindakan yang harus dilakukan
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk meningkatkan kepatuhan
Penjelasan secara rinci dan terperinci untuk setiap poin di atas:
1. Gangguan Sensori Persepsi: Neuropati
- Definisi: Gangguan dalam persepsi sensorik yang disebabkan oleh perubahan struktural atau fungsional pada sistem saraf.
- Tanda dan gejala: Ny. M mengatakan kakinya sering kebas dari telapak kaki hingga betis dan ujung-ujung jarinya tidak dapat dirasakan, menunjukkan adanya gangguan sensasi pada ekstremitas.
- Luaran yang diharapkan: Sensasi normal pada ekstremitas, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari meningkat, dan Ny. M dapat mendemonstrasikan strategi untuk mengatasi gangguan sensori.
- Intervensi keperawatan: Mengidentifikasi perubahan sensasi pada ekstremitas, mengajarkan teknik stimulasi sensorik untuk meningkatkan sensasi, dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penatalaksanaan neuropati.
2. Inkontinensia Urin
- Definisi: Ketidakmampuan untuk menahan urin, yang menyebabkan pengeluaran urin yang tidak disengaja.
- Tanda dan gejala: Ny. M mengatakan setiap malam ingin BAK terus-menerus, menunjukkan adanya gangguan dalam mengendalikan eliminasi urin.
- Luaran yang diharapkan: Tidak ada kebocoran urin, kemampuan mengendalikan eliminasi urin meningkat, dan kepuasan terhadap pola berkemih meningkat.
- Intervensi keperawatan: Mengkaji pola berkemih dan faktor-faktor yang memengaruhinya, melatih teknik mengontrol berkemih (Kegel, double voiding), dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penatalaksanaan inkontinensia.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan
- Definisi: Asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
- Tanda dan gejala: Ny. M mengatakan menyukai minuman manis dan terkadang minum sirup, serta merasa lemas dan lesu jika tidak minum yang manis-manis, menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam asupan nutrisi.
- Luaran yang diharapkan: Tidak ada tanda-tanda malnutrisi, berat badan dalam rentang normal, dan tidak ada keluhan terkait asupan nutrisi.
- Intervensi keperawatan: Mengkaji asupan nutrisi dan kebutuhan kalori, mengajarkan pemilihan makanan dan minuman yang sesuai, serta melakukan monitoring kadar gula darah dan asam urat secara teratur.
4. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolerir aktivitas fisik.
- Tanda dan gejala: