Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22995 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. M berusia 52 tahun dirawat di Rumah Sakit M.Yunus dengan penyakit jantung koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 108 x/menit dan gambaran EKG aritmia. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada Tn. M ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); timbulnya yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas yang dapat berkisar dari ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk mengurangi atau meringankan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh stimulus yang merusak atau berpotensi merusak. Tindakan ini meliputi penilaian nyeri yang komprehensif, baik secara subjektif (melalui laporan pasien) maupun objektif (melalui observasi tanda-tanda fisik dan perilaku). Perawat akan memantau karakteristik nyeri, termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala nyeri), kualitas, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Intervensi farmakologis, seperti pemberian analgesik sesuai resep dokter (misalnya nitrogliserin untuk angina), merupakan tindakan utama. Selain itu, intervensi non-farmakologis sangat penting, seperti teknik relaksasi (napas dalam, distraksi), reposisi pasien untuk kenyamanan maksimal, dan penciptaan lingkungan yang tenang. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, dan cara melaporkan nyeri juga merupakan bagian integral dari manajemen ini. Tujuannya adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien, mengurangi tekanan fisiologis akibat nyeri, dan meningkatkan kemampuan pasien untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan.
Kode SIKI: I.08066
Deskripsi : Manajemen Dispnea: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi pernapasan yang nyaman dan mempertahankan pertukaran gas yang adekuat pada pasien yang mengalami sesak napas. Pada kasus Tn. M dengan penyakit jantung koroner, dispnea merupakan manifestasi dari ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif, menyebabkan kongesti paru dan gangguan pertukaran gas. Tindakan dimulai dengan penilaian menyeluruh terhadap pola pernapasan, frekuensi, kedalaman, upaya pernapasan, dan saturasi oksigen. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi sangat krusial untuk dilakukan, karena posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk menurunkan diafragma, memperluas kapasitas paru, dan mengurangi tekanan abdominal pada rongga dada, sehingga memudahkan pernapasan. Pemberian oksigen tambahan sesuai protokol dan resep dokter adalah intervensi vital untuk meningkatkan konsentrasi oksigen dalam darah. Perawat akan memantau tanda-tanda vital dan status pernapasan secara ketat untuk mengevaluasi efektivitas terapi. Teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) dan pernapasan diafragma dapat diajarkan kepada pasien untuk memperlambat laju pernapasan, menjaga jalan napas tetap terbuka lebih lama, dan meningkatkan pertukaran gas. Menjaga lingkungan yang tenang dan mengurangi kecemasan pasien juga membantu mengurangi konsumsi oksigen tubuh dan beban kerja pernapasan. Edukasi kepada pasien untuk menghindari aktivitas yang memicu dispnea dan teknik menghemat energi (energy conservation) merupakan bagian dari intervensi jangka panjang.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan keperawatan untuk secara bertahap meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas fisik dan mencegah kelelahan. Fokusnya adalah pada keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Perawat akan memantau respons fisiologis pasien terhadap aktivitas, seperti perubahan frekuensi nadi, pernapasan, tekanan darah, dan munculnya gejala seperti nyeri dada atau sesak napas. Berdasarkan data ini, perawat akan membantu pasien dalam menyusun jadwal aktivitas yang terencana, diselingi dengan periode istirahat yang cukup. Aktivitas dimulai dari yang sederhana dan ringan (seperti perawatan diri di tempat tidur), kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi. Perawat akan mendemonstrasikan dan mendampingi pasien dalam teknik menghemat energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya menyikat gigi), memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, dan menghindari gerakan terburu-buru. Kolaborasi dengan tim fisioterapi mungkin diperlukan untuk program latihan yang lebih terstruktur. Tujuan akhirnya adalah memulihkan kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas tanpa menimbulkan beban berlebihan pada sistem kardiovaskularnya.
Kode SIKI: I.09044
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Aktivitas dan Istirahat: Tindakan keperawatan untuk mengatur pola aktivitas dan istirahat guna memulihkan energi dan mencegah kelelahan. Ini merupakan penjabaran lebih spesifik dari manajemen energi. Perawat akan membantu pasien mengidentifikasi tanda-tanda awal kelelahan dan mengajarkan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Perencanaan jadwal harian yang memasukkan waktu istirahat sebelum dan sesudah aktivitas yang melelahkan (seperti mandi atau makan) adalah kunci. Lingkungan pasien diatur untuk mendukung istirahat, misalnya dengan mengurangi kebisingan dan gangguan, serta memastikan kenyamanan tempat tidur. Perawat juga akan memfasilitasi tidur yang cukup dan berkualitas, karena tidur adalah bentuk istirahat yang paling restorative. Dengan mengelola keseimbangan ini, kebutuhan energi pasien dapat terpenuhi tanpa memicu gejala jantungnya.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung: Tindakan keperawatan untuk mengkaji dan menginterpretasi status hemodinamik untuk menentukan efektivitas pompa jantung. Pada Tn. M, kondisi jantung koroner dan aritmia mengganggu efisiensi pompa jantung, yang dimanifestasikan dengan takikardia (nadi 108x/menit) dan sesak napas. Perawat akan secara ketat memantau tanda-tanda vital, termasuk tekanan darah, nadi (baik frekuensi, irama, dan kualitasnya), pernapasan, dan saturasi oksigen. Pengkajian nadi apikal dan perifer dilakukan untuk mendeteksi adanya disritmia atau deficit nadi. Observasi terhadap tanda-tanda penurunan perfusi jaringan sangat penting, seperti kulit yang dingin dan lembap, sianosis, penurunan produksi urin, dan perubahan status mental. Pemantauan EKG secara kontinu dilakukan untuk mendeteksi dan menginterpretasi setiap perubahan irama jantung (aritmia) yang dapat lebih memperburuk curah jantung. Pemberian terapi obat-obatan seperti beta-blocker atau antiaritmia sesuai resep diawasi dengan cermat untuk respons dan efek sampingnya. Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi dini deteriorasi kondisi dan mengevaluasi efektivitas intervensi terapeutik.
Kode SIKI: I.03021
Deskripsi : Manajemen Disritmia: Tindakan keperawatan untuk mencegah dan menangani komplikasi dari irama jantung yang abnormal. Mengingat gambaran EKG Tn. M menunjukkan aritmia, intervensi ini menjadi sangat relevan. Perawat akan memastikan pemasangan dan fungsi monitor EKG dengan benar. Setiap episode disritmia dicatat dan dilaporkan kepada dokter, dilengkapi dengan dokumentasi strip EKG. Perawat memantau respons hemodinamik pasien terhadap disritmia, seperti perubahan tekanan darah atau munculnya gejala seperti pusing dan nyeri dada. Edukasi kepada pasien tentang pentingnya pelaporan segera jika merasakan palpitasi (jantung berdebar), pusing, atau nyeri dada diberikan. Kolaborasi dalam pemberian obat antiaritmia dan mempersiapkan tindakan kardioversi jika diperlukan juga merupakan bagian dari manajemen ini. Tujuannya adalah untuk mengembalikan irama jantung yang normal dan stabil, sehingga fungsi pompa jantung dapat optimal.
-
Article No. 22996 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. M berusia 52 tahun dirawat di Rumah Sakit M.Yunus dengan penyakit jantung koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 108 x/menit dan gambaran EKG aritmia. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada Tn. M ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat muncul dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Nyeri Akut" berfokus pada upaya mengontrol dan mengurangi nyeri yang dialami pasien. Pada kasus Tn. M, tujuan utamanya adalah menurunkan skala nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi atau hingga nyeri hilang. Luaran yang diharapkan mencakup beberapa aspek kriteria. Pertama, pasien mampu melaporkan berkurangnya atau hilangnya nyeri, baik secara spontan maupun setelah ditanya, dan dapat menunjukkan lokasi serta karakteristik nyeri (seperti dada terasa tertekan atau diremas). Kedua, tanda-tanda fisiologis yang menyertai nyeri, seperti frekuensi nadi yang meningkat (108 x/menit) dan frekuensi napas yang cepat (26 x/menit) diharapkan dapat kembali ke rentang normal. Ketiga, perilaku ekspresif nyeri seperti wajah meringis, merintih, atau memegangi dada diharapkan berkurang atau tidak tampak lagi. Keempat, pasien menunjukkan kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan lebih nyenyak tanpa sering terbangun karena nyeri. Kelima, pasien dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan perawat, seperti latihan napas dalam atau distraksi, untuk membantu mengelola nyerinya. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam menangani masalah nyeri akut yang menjadi keluhan utama Tn. M.
Kode SIKI: I.08053
Deskripsi : SIKI untuk diagnosa "Nyeri Akut" terdiri dari serangkaian tindakan mandiri perawat yang sistematis dan terukur. Pada Tn. M, intervensi dimulai dengan pengkajian nyeri yang komprehensif, termasuk menanyakan lokasi (dada), intensitas (menggunakan skala 0-10), karakteristik (seperti tajam, tumpul, tertekan), durasi, dan faktor pemicu serta peredanya (misalnya, dipicu aktivitas seperti berpindah dari kursi roda). Perawat akan memantau tanda-tanda vital dan respons fisiologis terhadap nyeri, seperti takikardia dan takipnea, sebagai data objektif. Tindakan non-farmakologis menjadi prioritas, seperti menciptakan lingkungan yang tenang, mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi sesak dan ansietas, serta melakukan distraksi dengan mengajak pasien berbicara tentang topik yang menyenangkan. Posisi tubuh juga diatur untuk memastikan kenyamanan, misalnya dengan menaikkan kepala tempat tidur untuk memudahkan pernapasan. Kolaborasi dengan tim medis sangat penting. Perawat akan mengadministrasikan obat-obatan analgesik atau nitrogliserin sesuai instruksi dokter, dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya secara ketat. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga merupakan intervensi kunci. Perawat menjelaskan hubungan antara aktivitas fisik dan serangan nyeri dada, pentingnya istirahat, serta mengenali tanda-tanda peringatan yang mengharuskan pasien segera melaporkan kepada perawat. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana keperawatan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Intoleransi Aktivitas" bertujuan untuk meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas fisik secara bertahap dan aman. Pada Tn. M, yang tampak kelelahan dan mengalami sesak napas serta nyeri dada saat melakukan aktivitas sederhana (berpindah dari kursi roda), luaran yang diharapkan sangat spesifik. Kriteria utamanya adalah pasien mampu meningkatkan partisipasinya dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) secara bertahap tanpa disertai keluhan sesak napas, nyeri dada, atau kelelahan yang berlebihan. Secara fisiologis, luaran diukur melalui stabilitas tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Misalnya, peningkatan frekuensi nadi dan napas setelah aktivitas diharapkan tidak melebihi batas yang ditetapkan (misalnya, nadi tidak lebih dari 20 denyut di atas denyut istirahat) dan dapat kembali ke baseline dalam waktu 3-5 menit setelah istirahat. Pasien juga diharapkan dapat mengidentifikasi dan melaporkan tanda-tanda kelelahan atau intoleransi aktivitas secara dini, seperti palpitasi atau berkeringat dingin. Selain itu, pasien mampu mendemonstrasikan teknik penghematan energi, seperti mengambil napas dalam sebelum memulai aktivitas, duduk saat melakukan aktivitas tertentu, dan menyelingi aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa tubuh Tn. M telah beradaptasi dengan lebih baik terhadap tuntutan energi, mengurangi beban kerja jantung, dan mencegah terjadinya serangan angina atau memburuknya kondisi jantung.
Kode SIKI: I.09021
Deskripsi : SIKI untuk "Intoleransi Aktivitas" merupakan rencana tindakan yang terstruktur untuk memandu Tn. M dalam beraktivitas tanpa memicu gejala. Intervensi dimulai dengan memantau respons kardiorespirasi pasien terhadap semua aktivitas, termasuk tanda-tanda vital sebelum, selama, dan sesudah aktivitas, serta mencatat setiap keluhan nyeri dada, sesak, atau kelelahan. Perawat kemudian menyusun dan mendampingi pasien dalam jadwal aktivitas yang terencana dan bertahap. Awalnya, aktivitas mungkin sangat sederhana seperti perawatan diri di tempat tidur (misalnya, mencuci muka, menyikat gigi), kemudian secara bertahap ditingkatkan hingga duduk di sisi tempat tidur, berdiri, dan berjalan jarak pendek di dalam kamar. Kunci intervensi ini adalah teknik penghematan energi. Perawat mengajarkan dan mendorong pasien untuk menyelingi semua aktivitas dengan periode istirahat yang cukup, menghindari aktivitas yang dilakukan setelah makan besar atau dalam suhu ekstrem, serta menggunakan prinsip kerja yang efisien (misalnya, mendorot daripada mengangkat). Lingkungan juga diatur untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan, seperti menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan pasien. Kolaborasi dengan tim fisioterapi mungkin diperlukan untuk program latihan yang lebih terstruktur. Edukasi merupakan bagian integral; perawat menjelaskan pentingnya "mendengarkan tubuh" dan berhenti beraktivitas segera jika gejala muncul. Dengan intervensi ini, diharapkan Tn. M dapat mencapai tingkat kemandirian yang optimal tanpa membahayakan kondisi jantungnya.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara Adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, ditandai dengan peningkatan upaya bernapas, perubahan frekuensi dan irama pernapasan, serta ketidakseimbangan ventilasi-perfusi.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Pola Napas Tidak Efektif" bertujuan untuk mengembalikan fungsi pernapasan pasien ke kondisi yang optimal dan memadai untuk kebutuhan oksigenasi tubuh. Pada Tn. M yang mengalami sesak napas dan frekuensi napas 26 x/menit (takipnea), luaran yang diharapkan adalah tercapainya pola napas yang efektif. Kriteria keberhasilannya meliputi frekuensi napas yang kembali dalam rentang normal (12-20 x/menit) tanpa adanya tanda-tanda distress pernapasan seperti penggunaan otot bantu napas, cuping hidung, atau sianosis. Pasien juga diharapkan mampu menunjukkan upaya pernapasan yang lebih rileks dan tidak terlihat bekerja keras untuk bernapas. Parameter oksigenasi, seperti saturasi oksigen (jika diukur), diharapkan berada dalam batas normal (>95%), menunjukkan bahwa pertukaran gas berlangsung dengan efektif. Selain itu, pasien melaporkan perasaan sesak napasnya telah berkurang atau hilang (dispnea menurun). Pasien juga diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik pernapasan yang benar, seperti napas dalam atau bibir mengerucut (pursed-lip breathing), yang telah diajarkan untuk meningkatkan efisiensi pertukaran udara dan mengurangi kerja napas. Pencapaian luaran ini sangat penting karena pola napas yang efektif secara langsung mendukung suplai oksigen ke jantung yang sedang mengalami masalah, sehingga dapat mencegah memburuknya iskemia miokard.
Kode SIKI: I.04021
Deskripsi : SIKI untuk "Pola Napas Tidak Efektif" mencakup serangkaian tindakan untuk memfasilitasi pernapasan yang lebih mudah dan efektif pada Tn. M. Intervensi diawali dengan pemantauan status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman napas, serta observasi adanya sianosis atau penggunaan otot bantu napas. Posisi tubuh pas
Article No. 22997 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. M berusia 52 tahun dirawat di Rumah Sakit M.Yunus dengan penyakit jantung koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 108 x/menit dan gambaran EKG aritmia. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada Tn. M ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal cedera seperti itu (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); timbulnya tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan berdurasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" (D.0007) berfokus pada upaya untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien. Tujuan utamanya adalah mengontrol nyeri dan meningkatkan kenyamanan. Standar luaran yang diharapkan meliputi penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, penurunan tanda-tanda perilaku nyeri (seperti wajah meringis, gelisah, atau postur melindungi dada), serta peningkatan kemampuan pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas, termasuk Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) yang sederhana seperti berpindah dari kursi roda ke tempat tidur. Dalam konteks Tn. M, luaran yang diharapkan adalah penurunan keluhan nyeri dada, penurunan frekuensi nadi yang semula 108 x/menit mendekati normal, dan penurunan frekuensi napas dari 26 x/menit. Pasien diharapkan dapat menunjukkan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri, serta melaporkan bahwa nyeri dapat terkontrol dengan baik setelah intervensi analgesik dan non-analgesik. Pencapaian luaran ini sangat krusial karena nyeri dada tidak hanya menyebabkan penderitaan, tetapi juga meningkatkan beban kerja jantung dan memperburuk kondisi hemodinamik pasien.
Kode SIKI: I.01249
Deskripsi : SIKI untuk menangani "Nyeri Akut" (D.0007) mencakup serangkaian intervensi yang komprehensif dan sistematis. Pertama, perawat harus melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi (dada), karakteristik (seperti tertusuk, tertekan, atau terbakar), intensitas (menggunakan skala 0-10), faktor pencetus (seperti aktivitas fisik), dan faktor yang memperberat atau meringankan. Pada Tn. M, aktivitas berpindah dari kursi roda merupakan pencetus yang jelas. Kedua, kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep dokter, seperti nitrogliserin, morfin, atau analgesik lainnya, dengan memantau efek terapinya dan tanda-tanda efek samping. Ketiga, menerapkan intervensi non-farmakologis seperti memposisikan pasien pada posisi semi-Fowler untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi ketegangan pada dada, serta mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk membantu mengalihkan perhatian dan mengurangi ansietas yang memperberat nyeri. Keempat, menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi stres. Kelima, memonitor tanda-tanda vital (nadi, respirasi, tekanan darah) dan status pernapasan secara ketat sebelum, selama, dan setelah episode nyeri untuk menilai respons fisiologis terhadap nyeri dan intervensi yang diberikan. Keenam, mengajarkan pasien dan keluarga untuk segera melaporkan onset nyeri. Intervensi ini harus dilakukan secara terintegrasi, di mana manajemen nyeri yang efektif akan secara langsung berdampak pada penurunan beban jantung, penurunan frekuensi nadi dan pernapasan, serta peningkatan toleransi aktivitas secara keseluruhan, sehingga mencegah memburuknya kondisi pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Intoleransi Aktivitas" (D.0093) bertujuan untuk meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas fisik secara bertahap dan aman. Luaran yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas tanpa disertai keluhan sesak napas, nyeri dada, atau kelelahan berlebihan yang ditandai dengan stabilnya tanda-tanda vital (nadi dan frekuensi napas) selama dan setelah aktivitas. Pasien diharapkan dapat mengidentifikasi tanda dan gejala intoleransi aktivitas, seperti peningkatan denyut nadi yang signifikan, sesak napas, atau nyeri dada, dan mengetahui kapan harus beristirahat. Selain itu, pasien juga diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik penghematan energi, seperti istirahat sebelum merasa lelah dan membagi tugas berat menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Dalam kasus Tn. M, luaran yang spesifik adalah pasien dapat melakukan perpindahan dari kursi roda ke tempat tidur tanpa mengeluh nyeri dada atau sesak napas, dengan peningkatan frekuensi nadi dan napas yang tidak melebihi batas aman yang telah ditetapkan. Tanda kelelahan yang tampak pada pasien juga diharapkan berkurang secara signifikan. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa jantung pasien telah beradaptasi lebih baik terhadap tuntutan metabolik tubuh selama aktivitas.
Kode SIKI: I.04013
Deskripsi : SIKI untuk "Intoleransi Aktivitas" (D.0093) difokuskan pada manajemen energi dan peningkatan toleransi aktivitas secara bertahap. Intervensi dimulai dengan memonitor respons kardiorespirasi (denyut nadi, tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi napas) sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk menentukan kapasitas fungsional pasien dan batas aktivitas yang aman. Perawat kemudian menyusun rencana aktivitas yang terstruktur dan progresif bersama pasien, dimulai dari aktivitas ringan di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, hingga berdiri dan berjalan jarak pendek, dengan menyelipkan periode istirahat yang cukup di antara setiap peningkatan aktivitas. Sangat penting untuk mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya menyikat gigi atau mencuci muka) dan menghindari aktivitas yang menahan napas (manuver Valsalva). Perawat juga harus mengatur lingkungan untuk meminimalkan energi yang terbuang, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan pasien. Kolaborasi dengan tim fisioterapi untuk program rehabilitasi jantung dini juga merupakan intervensi kunci. Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta mengenali tanda-tanda peringatan untuk menghentikan aktivitas, merupakan bagian integral dari intervensi. Pada Tn. M, intervensi ini akan membantu mencegah terjadinya episode nyeri dan sesak berulang saat beraktivitas, sekaligus membangun kepercayaan dirinya untuk melakukan mobilitas secara mandiri dan aman.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara Adekuat untuk mempertahankan oksigenasi jaringan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa "Pola Napas Tidak Efektif" (D.0011) bertujuan untuk mengembalikan pola pernapasan yang efektif dan memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh. Luaran yang diharapkan adalah frekuensi napas pasien kembali dalam rentang normal (12-20 x/menit pada dewasa), tidak ada lagi keluhan sesak napas (dispnea), serta terdengarnya suara napas yang jelas dan bersih di kedua lapang paru. Pasien akan menunjukkan upaya pernapasan yang tidak lagi bekerja keras, dengan penggunaan otot bantu napas yang minimal atau tidak ada. Warna kulit dan membran mukosa pasien juga diharapkan kembali normal tanpa sianosis. Selain itu, pasien diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik pernapasan dalam dan efektif yang telah diajarkan untuk meningkatkan pertukaran gas. Pada Tn. M, pencapaian luaran ini ditandai dengan penurunan frekuensi napas dari 26 x/menit ke rentang yang lebih normal, hilangnya rasa sesak, serta peningkatan saturasi oksigen yang menunjukkan bahwa ventilasi dan oksigenasi telah membaik, yang pada akhirnya akan mengurangi beban pada jantung.
Kode SIKI: I.01220
Deskripsi : SIKI untuk "Pola Napas Tidak Efektif" (D.0011) melibatkan serangkaian tindakan untuk meningkatkan ventilasi dan oksigenasi. Intervensi pertama dan paling krusial adalah memantau status pernapasan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas, serta memonitor saturasi oksigen secara berkala. Posisikan pasien dalam posisi yang memudahkan ekspansi dada, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi, untuk memaksimalkan kapasitas paru. Ajarkan dan bantu pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif, serta teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk mencegah kolapsnya jalan napas kecil dan memperpanjang waktu ekspirasi. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai program dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 92% adalah langkah yang vital. Lingkungan harus dijaga agar tetap tenang dan nyaman untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburupola napas. Perawat juga perlu melakukan auskultasi suara napas secara rutin untuk mendeteksi adanya penurunan suara napas atau bun
Article No. 22998 | 25 Nov 2025
Klinis : Ny.G berusia 45 taun dibawa ke IGD dengan keluhan pusing dan mata berkunangkunang. Pada pemeriksaan didapatkan TD: 200/110 mmH, frekuensi nadi 111 x/menit, frekuensi pernapasa 30 x/menit. Tiba-tiba pasien mengalami gelisah. Dokter memberikan obat anti hipertensi pada pasien untuk menurunkan 25% tekanan sistolik dan diastolic dalan beberapa menit. Pasien diistirahatkan berbaring di tempat tidur. Apakah evaluasi yang dilakukan perawat selanjutnya ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu mengalami variasi tekanan darah dari rentang normal yang telah ditetapkan, yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan perfusi jaringan dan/atau disfungsi organ. Pada kasus Ny. G, kondisi ini sangat relevan karena ia datang dengan tekanan darah yang sangat tinggi (200/110 mmHg) yang merupakan krisis hipertensi. Krisis hipertensi adalah keadaan darurat medis dimana tekanan darah meningkat tajam dan berisiko menyebabkan kerusakan organ target seperti otak, jantung, dan ginjal. Gejala seperti pusing, mata berkunang-kunang, takikardia (nadi 111x/menit), takipnea (napas 30x/menit), dan kegelisahan mendadak adalah manifestasi langsung dari ketidakstabilan tekanan darah yang ekstrem ini. Ketidakstabilan ini bukan hanya tentang angka yang tinggi, tetapi tentang ketidakmampuan tubuh untuk mengatur dan mempertahankan tekanan dalam rentang yang aman, sehingga menciptakan risiko kerusakan pembuluh darah akut. Defisit pengetahuan, ketidakpatuhan pengobatan, atau faktor stres akut sering menjadi faktor penyebab yang mendasari kondisi ini. Diagnosa ini menekankan pada "risiko" yang sedang berlangsung, karena meskipun intervensi farmakologi telah dimulai, tekanan darah masih dalam proses penurunan yang terkontrol dan belum stabil, sehingga memerlukan pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi seperti ensefalopati hipertensi, stroke, atau gagal jantung.
Kode SLKI: 2410
Deskripsi : Manajemen Hipertensi adalah serangkaian tindakan kolaboratif untuk mengontrol tekanan darah dan meminimalkan komplikasi. Pada konteks Ny. G di IGD, SLKI ini diimplementasikan dengan sangat intensif. Tindakan pertama dan terpenting adalah memantau tekanan darah secara ketat dan berkelanjutan, mungkin setiap 5-15 menit, untuk mengevaluasi respons terhadap obat anti-hipertensi yang diberikan dokter. Tujuannya adalah memastikan penurunan tekanan darah mencapai target 25% dari nilai sistolik dan diastolik awal secara aman, tanpa penurunan yang terlalu drastis yang dapat menyebabkan hipoperfusi organ vital. Perawat memastikan kepatuhan terhadap tirah baring total dengan posisi kepala agak tinggi (bukan telentang datar) untuk memfasilitasi sirkulasi dan pernapasan. Menciptakan lingkungan yang tenang dan bebas stres adalah intervensi keperawatan yang krusial, karena stimulasi dapat memicu pelepasan katekolamin yang memperburuk hipertensi. Perawat juga bertanggung jawab untuk memantau status neurologis secara ketat (seperti tingkat kesadaran, orientasi, dan respons motorik) sebagai deteksi dini ensefalopati hipertensi, yang dapat ditandai dengan kegelisahan yang dialami pasien. Memantau tanda-tanda vital lainnya seperti nadi dan pernapasan juga integral untuk menilai beban kerja jantung dan status oksigenasi. Selain itu, perawat harus memastikan akses intravena paten untuk pemberian obat darurat dan mempersiapkan peralatan resusitasi jika terjadi deteriorasi kondisi. Edukasi singkat dan menenangkan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya tirah baring dan proses pengobatan juga termasuk dalam manajemen ini untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperparah hipertensi.
Kode SIKI: 4208
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah merupakan tindakan keperawatan independen yang fundamental dalam mengevaluasi kondisi Ny. G. Evaluasi yang harus dilakukan perawat selanjutnya berpusat pada kriteria hasil dari intervensi yang telah diberikan. Pertama, perawat harus mengevaluasi tren tekanan darah. Apakah tekanan darah telah turun sekitar 25% dari nilai awal (dari 200/110 mmHg menjadi sekitar 150/82.5 mmHg) dalam waktu yang ditentukan? Penurunan yang terlalu cepat atau terlalu lambat memerlukan pelaporan segera kepada dokter. Kedua, perawat harus mengevaluasi status klinis pasien secara holistik. Apakah keluhan pusing dan mata berkunang-kunang sudah berkurang? Apakah kegelisahan yang dialami pasien telah mereda? Perubahan status neurologis dan gejala subjektif ini adalah indikator efektivitas terapi yang sama pentingnya dengan angka tekanan darah. Ketiga, evaluasi terhadap tanda-tanda vital lainnya mutlak diperlukan. Apakah frekuensi nadi (111 x/menit) telah menurun mendekati normal, menunjukkan berkurangnya beban kerja jantung? Apakah frekuensi pernapasan (30 x/menit) sudah membaik, menunjukkan berkurangnya distress pernapasan yang mungkin terkait dengan gagal jantung atau kecemasan? Keempat, perawat harus mengevaluasi respons pasien terhadap instruksi tirah baring dan lingkungan yang tenang. Apakah pasien tampak lebih rileks? Kelima, evaluasi terhadap adanya tanda-tanda komplikasi harus terus dilakukan, seperti sakit kepala hebat, mual muntah, penglihatan kabur, kelemahan anggota gerak, nyeri dada, atau sesak napas, yang dapat mengindikasikan kerusakan organ target. Hasil evaluasi ini akan menentukan langkah selanjutnya, apakah terapi berjalan sesuai rencana, perlu modifikasi, atau justru terjadi kegawatan yang memerlukan intervensi lebih lanjut. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan dari semua temuan evaluasi ini sangat penting untuk memantau perkembangan pasien dan komunikasi antar tim kesehatan.
Article No. 22999 | 25 Nov 2025
Klinis : Seorang pasien wanita berusia 48 tahun dirawat di ruang ICU mendapatkan terapi cairan via infuse pump dengan kecepatan 125 ml/jam perawat memeriksa daerah insersi venipuncture di daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri pada area proksimal. Manakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana seorang individu memiliki risiko meningkat untuk diinvasi oleh patogen. Pada kasus ini, tanda-tanda klinis seperti kemerahan, bengkak, hangat, dan nyeri pada area insersi venipuncture merupakan indikasi kuat dari sebuah infeksi lokal yang sedang terjadi, kemungkinan flebitis atau bahkan infeksi aliran darah terkait kateter. Kondisi ini berisiko tinggi pada pasien di ICU yang mendapatkan terapi cairan intravena jangka panjang, dimana pertahanan tubuh seringkali terganggu oleh penyakit dasarnya.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada Manajemen Infeksi. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk mencegah, mengendalikan, dan menghilangkan infeksi. Pada konteks pasien ini, luaran yang diharapkan adalah tanda-tanda infeksi (kemerahan, bengkak, hangat, nyeri) dapat teratasi, tidak menyebar, dan pasien bebas dari demam atau tanda-tanda sistemik infeksi lainnya. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, mengevaluasi karakteristik lokasi infeksi, dan memastikan tidak ada drainase purulen. Pencapaian luaran ini diukur dengan berkurangnya atau hilangnya gejala lokal, hasil kultur darah yang negatif (jika dilakukan), dan kondisi umum pasien yang membaik.
Kode SIKI: I.08090
Deskripsi : SIKI I.08090 adalah Manajemen Jalur Vena. Intervensi ini merupakan inti dari penanganan kasus ini karena berfokus pada pemasangan, perawatan, dan penghentian penggunaan jalur intravena untuk mencegah komplikasi. Langkah-langkah spesifik yang harus dilakukan termasuk: pertama dan yang paling utama, MENGHEMTI INFUSI SEGERA dan melepas kateter intravena dari lokasi yang terinfeksi. Kateter yang diduga menjadi sumber infeksi tidak boleh dibiarkan tetap terpasang. Setelah penghentian, dilakukan kultur ujung kateter jika memungkinkan untuk identifikasi patogen. Selanjutnya, perawat harus mengoleskan kompres hangat atau dingin sesuai protokol untuk mengurangi edema dan nyeri, serta memberikan analgesik jika diperlukan. Sebuah jalur intravena baru harus dipasang di lokasi yang berbeda (sebaiknya di lengan yang berlawanan) dengan teknik aseptik yang ketat. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda penyebaran infeksi (seperti garis-garis merah menjalar) dan tanda-tanda sistemik (sepsis) harus terus dilakukan. Dokumentasi yang akurat mengenai kejadian, tindakan yang dilakukan, dan respons pasien juga merupakan bagian penting dari intervensi ini. Intervensi ini bersifat kolaboratif, dimana perawat mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk pertimbangan pemberian terapi antibiotik.
Intervensi Keperawatan Pertama: Intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali adalah menghentikan pemberian infus segera dan melepas kateter intravena dari lokasi yang menunjukkan tanda-tanda infeksi (radialis). Tindakan ini merupakan prioritas mutlak untuk menghilangkan sumber infeksi, mencegah masuknya lebih banyak patogen ke dalam aliran darah, dan menghentikan iritasi berkelanjutan pada pembuluh darah.
Article No. 23000 | 25 Nov 2025
Klinis : ketidakmampuan koping keluarga karena pasien kanker serviks
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketidakmampuan Koping Keluarga
Kode ICD-10: Z63.4
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan situasi di mana sebuah unit keluarga mengalami disfungsi dan ketidakmampuan untuk beradaptasi atau mengelola stresor yang signifikan, dalam hal ini adalah diagnosis dan perawatan anggota keluarga dengan kanker serviks. Kode Z63.4 dikategorikan di bawah "Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan layanan kesehatan" dan secara spesifik menangani "Disorganisasi keluarga". Stresor dari penyakit kritis seperti kanker serviks—yang melibatkan perawatan medis yang intens, efek samping pengobatan, beban finansial, dan ketidakpastian prognosis—dapat mengganggu dinamika keluarga yang sehat. Hal ini memanifestasikan sebagai ketidakmampuan untuk memberikan dukungan emosional yang memadai, kesulitan dalam pengambilan keputusan terkait perawatan, konflik antar anggota keluarga, serta penurunan fungsi peran dan tanggung jawab sehari-hari. Kode ini digunakan ketika masalah koping keluarga ini menjadi fokus perhatian klinis atau konseling, meskipun bukan penyakit itu sendiri. Pengkodean ini membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan akan intervensi psikososial, seperti konseling keluarga atau rujukan ke pekerja sosial, untuk memperkuat sistem pendukung pasien dan meningkatkan hasil perawatan secara keseluruhan dengan mengatasi tekanan pada unit keluarga.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23001 | 25 Nov 2025
Klinis : perut kembung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perut Kembung
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Keterbatasan Kemampuan Eliminasi Feses
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Perawat memantau pola defekasi, frekuensi, dan konsistensi feses. Perawat memantau adanya distensi abdomen, bunyi bising usus, dan keluhan nyeri atau ketidaknyamanan. Perawat memantau asupan cairan dan serat harian pasien. Perawat memantau faktor risiko yang berkontribusi terhadap perut kembung, seperti imobilitas, pola makan, atau efek samping obat. Perawat memantau tanda-tanda komplikasi seperti mual, muntah, atau nyeri abdomen yang memberat. Perawat mengajarkan pasien dan keluarga tentang teknik pijat abdomen ringan untuk merangsang peristaltik. Perawat mengajarkan posisi yang dapat memudahkan pengeluaran gas, seperti posisi miring atau knee-chest. Perawat mendemonstrasikan dan membantu latihan mobilisasi atau ambulasi sesuai toleransi pasien untuk meningkatkan motilitas usus. Perawat memberikan pendidikan kesehatan mengenai pemilihan makanan yang tidak menghasilkan gas berlebihan dan pentingnya makan dengan perlahan. Perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menghindari kebiasaan menahan buang angin (flatus). Perawat memberikan intervensi termal seperti kompres hangat pada abdomen untuk mengurangi ketidaknyamanan. Perawat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat atau terapi tambahan sesuai indikasi. Perawat mengevaluasi efektivitas intervensi yang telah diberikan dan mencatat perubahan status pasien.
Kode SIKI: I.08042
Deskripsi : Perawat mengajarkan pasien dan keluarga tentang teknik pijat abdomen ringan untuk merangsang peristaltik. Perawat mengajarkan posisi yang dapat memudahkan pengeluaran gas, seperti posisi miring atau knee-chest. Perawat mendemonstrasikan dan membantu latihan mobilisasi atau ambulasi sesuai toleransi pasien untuk meningkatkan motilitas usus. Perawat memberikan pendidikan kesehatan mengenai pemilihan makanan yang tidak menghasilkan gas berlebihan dan pentingnya makan dengan perlahan. Perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menghindari kebiasaan menahan buang angin (flatus). Perawat memberikan intervensi termal seperti kompres hangat pada abdomen untuk mengurangi ketidaknyamanan. Perawat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat atau terapi tambahan sesuai indikasi. Perawat mengevaluasi efektivitas intervensi yang telah diberikan dan mencatat perubahan status pasien.
Article No. 23002 | 25 Nov 2025
Klinis : pasien kecelakaan motor
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien Kecelakaan Motor
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume sirkulasi darah yang dapat mengancam jiwa akibat perdarahan.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam batas normal yang diharapkan. Tanda-tanda vital yang dimonitor meliputi tekanan darah sistolik tidak kurang dari 90 mmHg atau tidak turun lebih dari 20 mmHg dari tekanan darah dasar pasien, tekanan diastolik tidak lebih dari 10 mmHg dari tekanan dasar, denyut nadi antara 60-100 kali per menit dan berirama kuat serta teratur, laju pernapasan antara 12-20 kali per menit dan teratur, suhu tubuh antara 36,5-37,5°C, serta saturasi oksigen (SpO2) lebih dari 95%. Kulit pasien hangat dan kering, pengisian kapiler kurang dari 2 detik, dan produksi urine lebih dari 30 ml/jam. Pasien juga tetap sadar dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Pemantauan ini dilakukan secara ketat dan berkelanjutan untuk mendeteksi secara dini setiap perubahan yang mengarah pada syok, sehingga intervensi dapat segera diberikan.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital. Intervensi ini mencakup pengukuran tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh secara teratur dengan frekuensi yang disesuaikan dengan kondisi kestabilan pasien, misalnya setiap 15 menit pada kondisi kritis atau setiap 1-4 jam jika kondisi mulai stabil. Pemantauan juga mencakup observasi tingkat kesadaran menggunakan skala AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive) atau GCS (Glasgow Coma Scale) untuk mendeteksi penurunan perfusi otak. Perawat mengkaji kulit terhadap perubahan seperti pucat, dingin, lembab, atau sianosis, serta mengevaluasi pengisian kapiler. Selain itu, dipasang kateter urin untuk memantau haluaran urine secara akurat setiap jam sebagai indikator perfusi ginjal. Semua temuan didokumentasikan dengan cermat untuk menilai tren dan efektivitas terapi. Intervensi ini sangat krusial karena tanda-tanda vital adalah parameter pertama yang menunjukkan kemunduran kondisi menuju syok.
Kondisi: Nyeri Akut pada Pasien Kecelakaan Motor
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Hasil yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan skala nyeri pada skala 0-10 menjadi skala yang dapat ditoleransi, biasanya di bawah 4. Pasien mampu menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, tidak gelisah, dan mampu beristirahat atau tidur dengan cukup. Pasien juga dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri, seperti teknik relaksasi napas dalam atau distraksi. Selain laporan subjektif, tanda-tanda fisiologis yang terkait dengan nyeri seperti takikardia, hipertensi, dan pernapasan cepat juga menunjukkan perbaikan dan kembali dalam rentang normal. Kontrol nyeri yang adekuat sangat penting untuk memfasilitasi proses penyembuhan, mencegah komplikasi imobilisasi, dan meningkatkan partisipasi pasien dalam program rehabilitasi.
Kode SIKI: I.07929
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala numerik, wajah, atau verbal), karakteristik, dan faktor yang memicu atau meredakan nyeri. Pemberian analgesik sesuai resep dokter dilakukan dengan tepat waktu, mempertimbangkan rute pemberian (intravena, oral, intramuskular) dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. Selain intervensi farmakologis, perawat menerapkan metode non-farmakologis seperti reposisi pasien dengan teknik yang benar, memberikan kompres dingin pada area cedera untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta mengajarkan teknik distraksi (seperti mendengarkan musik atau mengobrol) dan relaksasi. Lingkungan yang tenang dan nyaman juga diatur untuk mendukung kenyamanan pasien. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang rencana manajemen nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk mengatasi tidak hanya sensasi fisik nyeri tetapi juga komponen emosional dan psikologisnya.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan pada Pasien Kecelakaan Motor
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis akibat trauma mekanis dari kecelakaan.
Kode SLKI: L.03032
Deskripsi : Luka menunjukkan proses penyembuhan. Tanda-tanda penyembuhan yang diharapkan meliputi berkurangnya area luka secara bertahap, terbentuknya jaringan granulasi yang berwarna merah muda hingga merah dan bertekstur lembut, serta tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti pus (nanah), kemerahan yang meluas, bengkak, rasa panas, atau nyeri yang memberat. Luka juga tetap bersih, drainage (cairan luka) minimal dan tidak berbau, serta kulit di sekeliling luta utuh, tidak merah, dan tidak lembab. Epitelialisasi (pertumbuhan kulit baru) mulai terlihat dari tepi luka. Pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perawatan luka yang benar sesuai yang diajarkan. Pencapaian hasil ini menunjukkan bahwa infeksi berhasil dicegah dan proses regenerasi jaringan berjalan optimal, yang akan mempersingkat waktu penyembuhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08022
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi ini dilakukan dengan teknik aseptik yang ketat untuk mencegah kontaminasi. Tahapannya dimulai dengan membuka balutan lama dengan hati-hati, mengobservasi luka terhadap karakteristik seperti ukuran, kedalaman, warna jaringan, adanya drainage (jumlah, warna, konsistensi, bau), dan tanda infeksi. Pembersihan luka dilakukan menggunakan larutan fisiologis normal saline untuk membersihkan debris dan sisa eksudat tanpa merusak jaringan granulasi yang baru terbentuk. Pemilihan balutan (dressing) disesuaikan dengan kondisi luka, misalnya balutan lembab untuk luka kering atau balutan penyerap untuk luka banyak drainage. Seluruh prosedur didokumentasikan dengan akurat. Selain itu, perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya nutrisi yang adekuat (terutama protein, vitamin C, dan zinc) untuk mendukung penyembuhan jaringan, serta melibatkan tenaga ahli seperti ahli gizi jika diperlukan. Intervensi ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga edukatif dan kolaboratif.
Article No. 23003 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien baru, Tn. Hasan, 45 tahun, dirawat di kamar isolasi penyakit menular sejak 6 jam yang lalu dengan diagnosa Tuberkulosis Paru (TB Paru). Klien dalam keadaan compos mentis, tampak lemah, mengeluh sesak napas dan batuk berdahak disertai darah. Hasil pemeriksaan: Frekuensi napas: 30x/menit Suhu tubuh: 38,5°C Tekanan darah: 160/100 mmHg Nadi: 96x/menit Saturasi oksigen (SpO₂): 90% tanpa oksigen tambahan Riwayat kesehatan: Putus obat TB selama 2 bulan terakhir karena merasa “sudah sembuh”. Memiliki riwayat Hipertensi yang dikontrol dengan Captopril 25 mg, 1x1 tablet. Mengaku alergi terhadap antibiotik jenis Rifampisin. Kondisi psikologis: Klien tampak cemas dan takut karena dikatakan akan diisolasi lebih lama. Keluarga menolak memakai masker saat menjenguk.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Perawat akan melakukan tindakan untuk mencapai dan mempertahankan kepatenan jalan napas. Intervensi ini meliputi pemantauan status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi napas, suara napas, dan saturasi oksigen. Perawat akan mengajarkan dan membantu pasien dalam teknik batuk efektif dan latihan napas dalam untuk mengeluarkan sekresi. Posisi semi-Fowler atau Fowler akan diterapkan untuk memudahkan ekspansi paru dan pengeluaran dahak. Terapi oksigen akan diberikan sesuai indikasi untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 95%. Suction atau penghisapan lendir akan dilakukan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri. Hidrasi yang adekuat juga akan ditingkatkan, baik secara oral maupun intravena, untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Lingkungan akan dijaga kelembabannya untuk mencegah sekresi mengental. Seluruh tindakan ini bertujuan untuk mengatasi keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan meningkatkan saturasi oksigen yang rendah (90%).
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah jalan napas pasien kembali paten dan efektif. Hal ini ditandai dengan bunyi napas yang bersih (tidak terdapat ronki atau wheezing), batuk produktif yang efektif dengan sputum yang jernih, serta tidak adanya sianosis atau tanda distress pernapasan lainnya. Frekuensi pernapasan pasien akan kembali dalam rentang normal (16-20 kali per menit), dan pola napas menjadi teratur serta ritmis. Saturasi oksigen (SpO₂) akan meningkat dan dipertahankan di atas 95% dengan atau tanpa terapi oksigen. Pasien akan mampu menunjukkan kemampuan untuk mengeluarkan sekresi secara mandiri dengan teknik batuk yang benar. Selain itu, pasien tidak lagi mengeluh sesak napas dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan pernapasan yang signifikan.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kelebihan dan/atau kekurangan pada pertukaran oksigen dan/atau karbon dioksida pada tingkat alveoli-kapiler.
Kode SLKI: L.04004
Deskripsi : Perawat akan melakukan intervensi untuk mengoptimalkan pertukaran gas dan mencegah hipoksia lebih lanjut. Tindakan utama adalah pemberian terapi oksigen sesuai program medis untuk mengatasi saturasi oksigen yang rendah (90%). Posisi tubuh akan diatur untuk memaksimalkan ventilasi, seperti posisi duduk tegak (Fowler tinggi) atau posisi tidur miring ke sisi yang sehat jika terdapat keterlibatan satu sisi paru. Status pernapasan akan dipantau secara berkelanjutan, termasuk observasi tanda-tanda hipoksia seperti sianosis, gelisah, dan takikardia. Perawat akan memastikan pemberian obat-obatan tuberkulosis (dengan mempertimbangkan alergi Rifampisin) dan bronkodilator jika diperlukan, tepat waktu untuk mengatasi infeksi dan memperbaiki fungsi paru. Aktivitas pasien akan diatur untuk menghemat energi dan mengurangi konsumsi oksigen, dengan mendorong tirah baring dan aktivitas bertahap. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemantauan analisa gas darah (AGD) akan dilakukan untuk menilai secara objektif keberhasilan pertukaran gas. Edukasi tentang pentingnya kepatuhan pengobatan dan teknik pernapasan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : Hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah pertukaran gas pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ini dibuktikan dengan saturasi oksigen yang meningkat dan stabil dalam rentang normal (95-100%). Pasien akan menunjukkan pola pernapasan yang normal (12-20 kali/menit) dan tidak ada lagi keluhan sesak napas atau dispnea baik saat istirahat maupun saat aktivitas ringan. Tanda-tanda klinis hipoksia seperti sianosis, gelisah, dan takikardia akan menghilang. Hasil pemeriksaan analisa gas darah (jika dilakukan) akan menunjukkan nilai dalam batas normal. Pasien juga akan mampu mentoleransi aktivitas yang sesuai dengan kondisi fisiknya tanpa menimbulkan distress pernapasan, menunjukkan bahwa kebutuhan oksigenasi tubuhnya telah terpenuhi dengan baik.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk dirusak organisme patogen.
Kode SLKI: L.04068
Deskripsi : Perawat akan melaksanakan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat untuk melindungi pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Karena pasien dirawat di kamar isolasi penyakit menular, perawat akan memastikan protokol isolasi pernapasan (airborne precaution) diterapkan secara konsisten, termasuk penggunaan masker N95 oleh semua orang yang memasuki kamar. Perawat akan mendemonstrasikan dan memastikan pasien menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin (etika batuk). Pengelolaan dahak yang aman akan diajarkan, yaitu dengan membuang dahak ke wadah tertutup yang kemudian didisinfeksi. Perawat akan memonitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh (38,5°C), sebagai indikator perkembangan infeksi. Kebersihan tangan (hand hygiene) sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungannya akan dilakukan secara disiplin. Perawat juga akan memberikan edukasi yang komprehensif kepada pasien dan keluarganya tentang pentingnya isolasi, cara penularan TB, dan alasan keluarga harus memakai masker. Kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis (OAT) akan sangat ditekankan untuk mencegah resistensi dan mempercepat penyembuhan, dengan memilih regimen OAT yang tidak mengandung Rifampisin karena alergi. Lingkungan kamar akan dijaga ventilasinya sesuai standar.
Kode SIKI: I.09068
Deskripsi : Kriteria hasil yang dituju adalah tidak terjadinya penularan infeksi kepada orang lain dan infeksi pada pasien dapat dikendalikan. Hal ini ditandai dengan pasien dan keluarga yang kooperatif dan konsisten dalam menerapkan protokol isolasi, termasuk keluarga yang akhirnya bersedia memakai masker. Tidak ada tenaga kesehatan atau pengunjung lain yang tertular. Pada pasien sendiri, tanda-tanda infeksi seperti demam (suhu tubuh 38,5°C) akan berangsur menurun dan akhirnya kembali normal. Pasien menunjukkan pemahaman yang baik tentang penyakitnya, pentingnya pengobatan lengkap, dan cara mencegah penularan. Pasien akan patuh menjalani pengobatan OAT hingga tuntas tanpa putus obat lagi, yang merupakan kunci utama dalam mengendalikan infeksi TB dan mencegah kekambuhan.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut yang disertai respons otonom (sumber sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Perawat akan melakukan intervensi untuk mengurangi tingkat kecemasan dan ketakutan yang dialami Tn. Hasan. Pendekatan terapeutik dengan komunikasi empati dan aktif mendengarkan semua keluhannya akan menjadi dasar intervensi. Perawat akan memberikan informasi yang jelas, jujur, dan mudah dipahami mengenai kondisi penyakit TB Paru, tujuan isolasi, rencana pengobatan, dan prognosisnya. Informasi yang akurat ini akan membantu mengurangi kecemasan yang bersumber dari ketidaktahuan dan kesalahpahaman, seperti ketakutan akan diisolasi lebih lama. Perawat akan meluangkan waktu untuk mendorong pasien mengekspresikan perasaannya, baik secara verbal maupun non-verbal. Teknik relaksasi sederhana, seperti napas dalam dan distraksi, dapat diajarkan untuk membantu pasien mengelola perasaan cemasnya. Dukungan spiritual sesuai keyakinan pasien juga dapat diberikan. Perawat akan melibatkan keluarga dalam proses edukasi dan dukungan, serta membantu menengahi penolakan keluarga terhadap penggunaan masker dengan menjelaskan pentingnya tindakan tersebut bagi keselamatan semua pihak. Membangun rasa percaya antara perawat, pasien, dan keluarga adalah kunci dalam menurunkan ansietas.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Hasil yang diharapkan adalah penurunan yang signifikan pada tingkat kecemasan pasien. Secara verbal, pasien akan melaporkan bahwa perasaan cemas dan takutnya telah berkurang. Secara perilaku, pasien akan tampak lebih tenang, rileks, dan kooperatif dalam menjalani terapi dan protokol isolasi. Tanda-tanda fisiologis yang berhubungan dengan cemas, seperti peningkatan frekuensi nadi (96x/menit) dan tekanan darah (160/100 mmHg) yang mungkin dipicu atau diperburuk oleh ansietas, diharapkan dapat menuju ke rentang normal. Pasien akan mampu mengidentifikasi
Article No. 23004 | 25 Nov 2025
Klinis : pasien mrs dengan hemiparesis, cva, tp hemiparesis sudah membaik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik pasca CVA dengan Hemiparesis
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan Mobilitas Fisik adalah keadaan ketika seseorang mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan pergerakan fisik yang tidak diinginkan secara mandiri.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : Peningkatan Mobilitas. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk membantu pasien memulihkan atau mempertahankan kemampuan bergerak secara mandiri dan aman. Pada pasien pasca CVA dengan hemiparesis yang membaik, fokus SLKI ini adalah pada optimalisasi fungsi yang tersisa dan pencegahan komplikasi akibat imobilisasi. Tindakannya meliputi: 1) Melakukan asesmen kekuatan otot, tonus, koordinasi, dan keseimbangan secara berkala untuk memantau perkembangan dan menyesuaikan rencana latihan. 2) Melatih dan mendampingi pasien dalam melakukan Range of Motion (ROM) aktif dan pasif pada ekstremitas yang terdampak maupun yang tidak terdampak untuk mempertahankan fungsi sendi, meningkatkan sirkulasi darah, dan mencegah kekakuan. 3) Melatih pasien melakukan transfer dan ambulasi (misalnya dari tempat tidur ke kursi, berjalan dengan bantuan) dengan teknik yang aman, serta menggunakan alat bantu (seperti walker atau tongkat) jika diperlukan. 4) Memposisikan pasien dengan benar di tempat tidur atau kursi untuk mencegah dekubitus, kontraktur, dan memfasilitasi postur tubuh yang baik. 5) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan aktivitas perawatan diri (seperti makan, mandi, berpakaian) sesuai dengan tingkat kemampuannya yang terus meningkat, guna mendorong kemandirian dan kepercayaan diri. 6) Melibatkan keluarga dalam proses latihan dan memberikan edukasi tentang cara membantu pasien yang aman tanpa menyebabkan ketergantungan. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah pasien dapat menunjukkan peningkatan kekuatan otot, mampu melakukan perpindahan posisi dan ambulasi dengan bantuan minimal, serta tidak mengalami komplikasi seperti kontraktur atau jatuh.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : Latihan Rentang Gerak (Range of Motion/ROM). Intervensi ini merupakan tindakan spesifik yang sangat krusial dalam menangani gangguan mobilitas. Latihan ROM adalah serangkaian gerakan yang dilakukan pada sendi-sendi tubuh untuk mempertahankan atau meningkatkan mobilitas sendi, fleksibilitas otot, dan sirkulasi darah. Pada pasien pasca CVA dengan hemiparesis, latihan ini membantu mencegah komplikasi jangka panjang seperti kontraktur (pemendekan otot permanen), atrofi otot (pengecilan otot), dan trombosis vena dalam. Terdapat tiga jenis latihan ROM: 1) ROM Pasif, dimana perawat atau keluarga yang menggerakkan sendi-sendi pasien tanpa adanya bantuan dari otot pasien sendiri. Ini dilakukan pada ekstremitas yang masih sangat lemah atau lumpuh. 2) ROM Aktif, dimana pasien secara mandiri menggerakkan sendi-sendinya menggunakan kekuatan ototnya sendiri. Ini menjadi target utama ketika hemiparesis mulai membaik, karena melatih kekuatan dan koordinasi. 3) ROM Aktif Asistif, yang merupakan kombinasi; perawat membantu menggerakkan sendi, tetapi pasien juga berusaha melakukan gerakan tersebut. Prosedur pelaksanaannya dimulai dengan mencuci tangan, menjelaskan tujuan pada pasien, memposisikan pasien senyaman mungkin, dan kemudian secara sistematis menggerakkan setiap sendi utama (bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki) melalui seluruh rentang geraknya yang normal. Gerakan harus dilakukan secara perlahan, lembut, dan halus, tidak boleh dipaksakan hingga menimbulkan nyeri. Setiap gerakan biasanya diulang 5-10 kali untuk setiap sendi. Latihan ini harus diintegrasikan ke dalam rutinitas harian, seperti saat mandi atau mengganti pakaian, dan keluarga perlu dilatih untuk dapat melanjutkan latihan ini di rumah. Dengan konsistensi, latihan ROM akan sangat berkontribusi pada pemulihan fungsi motorik dan kualitas hidup pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280