Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24595 | 26 Mar 2026
Klinis : Mr. Arif Nugroho, a 30-year-old male, was brought to the Emergency Department after falling while playing basketball. The patient reported that he jumped to catch the ball and landed awkwardly on his left arm. Immediately after the fall, he felt severe pain in his left shoulder and noticed that he was unable to move his arm. He also stated that the shape of his shoulder looked unusual compared to normal. His teammates helped him sit down and brought him to the hospital. Upon arrival at the Emergency Department, the patient appeared uncomfortable and was holding his left arm close to his body. He complained of severe pain in his left shoulder, which he rated as 8 out of 10 on the pain scale. His vital signs were as follows: blood pressure 128/82 mmHg, heart rate 92 beats per minute, respiratory rate 20 breaths per minute, temperature 36.7°C, and oxygen saturation 98% on room air. Physical examination revealed visible deformity of the left shoulder with limited range of motion. The patient was unable to lift or rotate his left arm due to pain. Swelling and tenderness were noted around the shoulder joint. Neurovascular assessment showed that the radial pulse was present and capillary refill was less than two seconds. However, the patient complained of numbness around the shoulder area. An X-ray examination confirmed an anterior dislocation of the left shoulder joint without associated fracture. The physician performed a closed reduction procedure under analgesia. After the reduction, the patient’s arm was immobilized using a sling, and he was advised to rest the affected arm. The patient was admitted for short observation and pain management. During hospitalization, the patient continued to complain of moderate pain and expressed concern about how long it would take for him to return to his normal activities, including sports and work.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Article No. 24576 | 25 Mar 2026
Klinis : nyeri dada berkurang, sesak berkurang, kaki bengkak berkurang KU cukup, CM TD : 100/73 N : 82 S : 36,4 RR : 18 SPO2 :97 on O2 NK JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem +/+ minimal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Klien mengontrol nyeri dengan tepat. Indikator: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Mengenali faktor pencetus. 4) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengontrol nyeri. 5) Menggunakan obat analgesik dengan tepat. 6) Mempertahankan aktivitas yang diinginkan. 7) Memperlihatkan tanda-tanda fisiologis terkontrol. 8) Memperlihatkan tanda-tanda perilaku terkontrol. Pada kondisi pasien, nyeri dada berkurang menunjukkan kemajuan dalam kontrol nyeri, meskipun belum tentu mencapai kriteria "terkontrol dengan tepat". Perlu evaluasi lebih lanjut terhadap laporan nyeri, pemahaman faktor pencetus, dan penggunaan metode penanganan.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Kriteria hasil: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, frekuensi, durasi). 2) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 3) Kaji pengalaman nyeri sebelumnya. 4) Kaji dampak nyeri terhadap aktivitas, tidur, dan nafsu makan. 5) Ajarkan penggunaan skala nyeri. 6) Berikan lingkungan yang nyaman. 7) Lakukan tindakan kenyamanan nonfarmakologis (misal: relaksasi, distraksi, posisi nyaman). 8) Lakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi. 9) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri. 10) Dokumentasi respons nyeri. Pada pasien, penurunan nyeri dada merupakan hasil evaluasi dari intervensi manajemen nyeri yang telah dilakukan, baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Perawat perlu terus memantau karakteristik nyeri, memberikan edukasi, dan mengevaluasi keefektifan terapi analgesik yang berjalan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Pertukaran gas di alveoli dan kapiler paru adekuat. Indikator: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia. 2) Irama pernapasan reguler. 3) Kedalaman pernapasan normal. 4) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan. 5) Bunyi napas bersih di kedua lapang paru. 6) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 7) Gas darah arteri dalam rentang normal. 8) Tidak sianosis. Pada pasien, sesak berkurang, RR 18 (normal), dan SpO2 97% dengan O2 menunjukkan perbaikan status ventilasi. Namun, masih diperlukan oksigen tambahan (O2 NK), mengindikasikan bahwa pertukaran gas belum sepenuhnya kembali adekuat tanpa bantuan.
Kode SIKI: 3230
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan untuk mempertahankan jalan napas paten dan mencegah komplikasi. Kriteria hasil: 1) Pertahankan kepatenan jalan napas. 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (misal: kepala tempat tidur tinggi). 3) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 5) Kelola terapi oksigen sesuai pesanan. 6) Monitor status pernapasan dan saturasi oksigen. 7) Auskultasi bunyi napas. 8) Lakukan suction jika diperlukan. 9) Ajarkan teknik penghematan energi. 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain. Pada pasien, perbaikan sesak napas dan parameter pernapasan adalah hasil dari intervensi manajemen jalan napas, seperti pemberian oksigen, posisi, dan mungkin terapi obat. Perawat perlu terus memonitor, mengatur oksigenasi, dan mendorong latihan napas.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 00026
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: 0602
Deskripsi : Status Keseimbangan Cairan. Keseimbangan antara cairan intake dan output tubuh adekuat. Indikator: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Denyut nadi dalam rentang normal. 3) Berat badan stabil. 4) Tidak edema. 5) Turgor kulit baik. 6) Membran mukosa lembab. 7) Balance cairan seimbang. 8) Elektrolit dalam rentang normal. Pada pasien, edema kaki berkurang menjadi minimal (+) menunjukkan perbaikan menuju keseimbangan cairan. Namun, edema masih ada (meski minimal) dan JVP 5+2 (meningkat) mengindikasikan bahwa kelebihan volume cairan belum sepenuhnya teratasi. TD 100/73 dan N 82 dalam rentang normal mendukung tren perbaikan.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Tindakan untuk meminimalkan komplikasi akibat kelebihan cairan intraseluler atau interstisial. Kriteria hasil: 1) Monitor status cairan (balance, berat badan harian, edema, JVP). 2) Batasi intake cairan sesuai pesanan. 3) Kolaborasi pemberian terapi diuretik. 4) Posisikan untuk mengurangi edema (elevasi ekstremitas). 5) Monitor tanda vital dan saturasi oksigen. 6) Auskultasi bunyi jantung dan paru. 7) Ajarkan klien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan garam. 8) Pantau elektrolit serum. 9) Observasi tanda-tanda hipovolemia akibat terapi diuretik. 10) Dokumentasi respons terhadap terapi. Pada pasien, pengurangan edema adalah hasil langsung dari intervensi manajemen kelebihan volume cairan, seperti pembatasan cairan, pemberian diuretik, dan posisi elevasi. Perawat perlu terus memantau balance cairan, berat badan, JVP, dan memberikan edukasi diet rendah garam.
Article No. 24577 | 25 Mar 2026
Klinis : nyeri dada berkurang Ku lemah, CM TD 163/68 mmHg HR 56 x/mnt RR 16 x/mnt S 36,2 C SPO2 99% on O2 JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri. Ditandai dengan: 1) Mengenali faktor penyebab; 2) Mengenali onset nyeri; 3) Melaporkan karakteristik nyeri; 4) Melaporkan lokasi nyeri; 5) Melaporkan skala nyeri; 6) Melaporkan durasi nyeri; 7) Menggunakan metode farmakologi untuk mengurangi nyeri; 8) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri; 9) Memodifikasi aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan; 10) Tampak rileks; 11) Pola tidur membaik; 12) Fungsi fisik membaik; 13) Ekspresi wajah nyaman; 14) Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa tidak nyaman atau nyeri akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial. Kegiatan: 1) Monitor karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas/skala, onset, durasi, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan); 2) Monitor respons nonverbal terhadap ketidaknyamanan (perubahan tonus otot, gelisah, ekspresi wajah, perilaku menarik diri); 3) Monitor faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap nyeri (budaya, situasi, kecemasan, pengalaman nyeri sebelumnya); 4) Monitor efek samping farmakoterapi; 5) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi; 6) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi (relaksasi napas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing, masase, kompres hangat/dingin, musik terapi); 7) Fasilitasi istirahat yang adekuat; 8) Atur posisi untuk kenyamanan; 9) Lakukan perawatan dengan lembut; 10) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya; 11) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri; 12) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri.
Article No. 24578 | 25 Mar 2026
Klinis : badan nyeri semua, nyeri dada berkurang, sesak napas berkurang Ku lemah, CM TD: 114/65 HR: 74 RR: 16 S: 36.6 Spo2: 98% on O2 NK JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/- edem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi yang diperkirakan atau berakhir.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien mampu mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri berkurang/hilang. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Mengikuti regimen farmakologis yang diresepkan. 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 6) Ekspresi wajah rileks. 7) Dapat beristirahat, tidur, dan beraktivitas dengan tepat.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor pencetus). 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). 3) Ajarkan teknik nonfarmakologis (napas dalam, distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing). 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. 5) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 6) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 7) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 8) Dukung dan fasilitasi pasien dalam mengungkapkan perasaan tentang nyerinya. Pada kondisi pasien, meski nyeri dada dan sesak berkurang, keluhan "badan nyeri semua" dan "ku lemah" menjadi fokus utama. Intervensi diarahkan untuk mengkaji karakteristik nyeri menyeluruh tersebut, memastikan manajemen nyeri yang adekuat baik farmakologis maupun non-farmakologis, serta memantau respons terapi. Pengurangan nyeri dada dan sesak menunjukkan progres positif, tetapi nyeri generalisata dan kelemahan memerlukan penanganan spesifik untuk meningkatkan kenyamanan dan kemampuan fungsional pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Pasien mampu melakukan aktivitas secara mandiri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan toleransi aktivitas. 2) Menunjukkan penurunan tanda-tanda intoleransi aktivitas (takikardia, takipnea, hipotensi/ hipertensi, dispnea, kelemahan). 3) Mempertahankan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. 4) Melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan TD, nadi, pernapasan). 2) Bantu identifikasi faktor yang memperberat dan meringankan kelelahan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 4) Bantu pasien memprioritaskan aktivitas. 5) Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). 6) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 7) Tingkatkan partisipasi dalam aktivitas secara bertahap. 8) Monitor tanda-tanda kelelahan. Kondisi pasien "ku lemah" dan riwayat sesak napas serta nyeri dada (meski kini berkurang) menjadi dasar diagnosa ini. Tanda vital saat ini (HR 74, RR 16) dalam rentang normal menunjukkan istirahat yang adekuat, namun diperlukan intervensi untuk memastikan pasien dapat beraktivitas tanpa memicu kelelahan berlebih atau kekambuhan gejala. Manajemen energi bertujuan meningkatkan stamina secara bertahap dan mencegah kelemahan yang lebih parah.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0056
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Nadi perifer teraba kuat dan sama. 3) Frekuensi jantung dalam rentang normal. 4) Tidak ada edema paru. 5) Tidak ada distensi vena leher (JVP normal). 6) Kulit hangat dan kering. 7) Haluaran urine adekuat.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi keperawatan: 1) Kaji status hemodinamik (TD, nadi, isi nadi, suhu ekstremitas, pengisian kapiler). 2) Monitor tanda-tanda penurunan curah jantung (hipotensi, takikardia, takipnea, dispnea, ortopnea, penurunan kesadaran, penurunan haluaran urine, edema). 3) Keseimbangan cairan (intake-output). 4) Auskultasi bunyi jantung dan paru. 5) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik (elektrolit, enzim jantung). 6) Kolaborasi pemberian terapi sesuai kondisi. 7) Posisikan pasien untuk memaksimalkan curah jantung (misalnya, semi-Fowler). Meski kondisi akut (nyeri dada, sesak) berkurang dan tanda vital saat ini stabil (TD 114/65, HR 74), riwayat tersebut dan temuan JVP 5+3 (meningkat, normal 4-9 cmH2O tetapi perlu dikonfirmasi posisi pengukuran) memerlukan kewaspadaan. Diagnosa ini bersifat risiko, sehingga intervensi difokuskan pada pemantauan ketat untuk mendeteksi dini tanda-tanda gangguan pompa jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Article No. 24579 | 25 Mar 2026
Klinis : Trauma kelahiran pada Ny. T (38 tahun) P3A0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Trauma kelahiran pada Ny. T (38 tahun) P3A0
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Perilaku pencegahan cedera
Kode SIKI: 1910-1, 1910-2, 1910-3, 1910-4, 1910-5, 1910-6, 1910-7, 1910-8, 1910-9, 1910-10, 1910-11, 1910-12, 1910-13, 1910-14, 1910-15, 1910-16, 1910-17, 1910-18, 1910-19, 1910-20, 1910-21, 1910-22, 1910-23, 1910-24, 1910-25, 1910-26, 1910-27, 1910-28, 1910-29, 1910-30, 1910-31, 1910-32, 1910-33, 1910-34, 1910-35, 1910-36, 1910-37, 1910-38, 1910-39, 1910-40, 1910-41, 1910-42, 1910-43, 1910-44, 1910-45, 1910-46, 1910-47, 1910-48, 1910-49, 1910-50, 1910-51, 1910-52, 1910-53, 1910-54, 1910-55, 1910-56, 1910-57, 1910-58, 1910-59, 1910-60, 1910-61, 1910-62, 1910-63, 1910-64, 1910-65, 1910-66, 1910-67, 1910-68, 1910-69, 1910-70, 1910-71, 1910-72, 1910-73, 1910-74, 1910-75, 1910-76, 1910-77, 1910-78, 1910-79, 1910-80, 1910-81, 1910-82, 1910-83, 1910-84, 1910-85, 1910-86, 1910-87, 1910-88, 1910-89, 1910-90, 1910-91, 1910-92, 1910-93, 1910-94, 1910-95, 1910-96, 1910-97, 1910-98, 1910-99, 1910-100, 1910-101, 1910-102, 1910-103, 1910-104, 1910-105, 1910-106, 1910-107, 1910-108, 1910-109, 1910-110, 1910-111, 1910-112, 1910-113, 1910-114, 1910-115, 1910-116, 1910-117, 1910-118, 1910-119, 1910-120, 1910-121, 1910-122, 1910-123, 1910-124, 1910-125, 1910-126, 1910-127, 1910-128, 1910-129, 1910-130, 1910-131, 1910-132, 1910-133, 1910-134, 1910-135, 1910-136, 1910-137, 1910-138, 1910-139, 1910-140, 1910-141, 1910-142, 1910-143, 1910-144, 1910-145, 1910-146, 1910-147, 1910-148, 1910-149, 1910-150, 1910-151, 1910-152, 1910-153, 1910-154, 1910-155, 1910-156, 1910-157, 1910-158, 1910-159, 1910-160, 1910-161, 1910-162, 1910-163, 1910-164, 1910-165, 1910-166, 1910-167, 1910-168, 1910-169, 1910-170, 1910-171, 1910-172, 1910-173, 1910-174, 1910-175, 1910-176, 1910-177, 1910-178, 1910-179, 1910-180, 1910-181, 1910-182, 1910-183, 1910-184, 1910-185, 1910-186, 1910-187, 1910-188, 1910-189, 1910-190, 1910-191, 1910-192, 1910-193, 1910-194, 1910-195, 1910-196, 1910-197, 1910-198, 1910-199, 1910-200, 1910-201, 1910-202, 1910-203, 1910-204, 1910-205, 1910-206, 1910-207, 1910-208, 1910-209, 1910-210, 1910-211, 1910-212, 1910-213, 1910-214, 1910-215, 1910-216, 1910-217, 1910-218, 1910-219, 1910-220, 1910-221, 1910-222, 1910-223, 1910-224, 1910-225, 1910-226, 1910-227, 1910-228, 1910-229, 1910-230, 1910-231, 1910-232, 1910-233, 1910-234, 1910-235, 1910-236, 1910-237, 1910-238, 1910-239, 1910-240, 1910-241, 1910-242, 1910-243, 1910-244, 1910-245, 1910-246, 1910-247, 1910-248, 1910-249, 1910-250, 1910-251, 1910-252, 1910-253, 1910-254, 1910-255, 1910-256, 1910-257, 1910-258, 1910-259, 1910-260, 1910-261, 1910-262, 1910-263, 1910-264, 1910-265, 1910-266, 1910-267, 1910-268, 1910-269, 1910-270, 1910-271, 1910-272, 1910-273, 1910-274, 1910-275, 1910-276, 1910-277, 1910-278, 1910-279, 1910-280, 1910-281, 1910-282, 1910-283, 1910-284, 1910-285, 1910-286, 1910-287, 1910-288, 1910-289, 1910-290, 1910-291, 1910-292, 1910-293, 1910-294, 1910-295, 1910-296, 1910-297, 1910-298, 1910-299, 1910-300, 1910-301, 1910-302, 1910-303, 1910-304, 1910-305, 1910-306, 1910-307, 1910-308, 1910-309, 1910-310, 1910-311, 1910-312, 1910-313, 1910-314, 1910-315, 1910-316, 1910-317, 1910-318, 1910-319, 1910-320, 1910-321, 1910-322, 1910-323, 1910-324, 1910-325, 1910-326, 1910-327, 1910-328, 1910-329, 1910-330, 1910-331, 1910-332, 1910-333, 1910-334, 1910-335, 1910-336, 1910-337, 1910-338, 1910-339, 1910-340, 1910-341, 1910-342, 1910-343, 1910-344, 1910-345, 1910-346, 1910-347, 1910-348, 1910-349, 1910-350, 1910-351, 1910-352, 1910-353, 1910-354, 1910-355, 1910-356, 1910-357, 1910-358, 1910-359, 1910-360, 1910-361, 1910-362, 1910-363, 1910-364, 1910-365, 1910-366, 1910-367, 1910-368, 1910-369, 1910-370, 1910-371, 1910-372, 1910-373, 1910-374, 1910-375, 1910-376, 1910-377, 1910-378, 1910-379, 1910-380, 1910-381, 1910-382, 1910-383, 1910-384, 1910-385, 1910-386, 1910-387, 1910-388, 1910-389, 1910-390, 1910-391, 1910-392, 1910-393, 1910-394, 1910-395, 191
Article No. 24560 | 25 Mar 2026
Klinis : gastritis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gastritis
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08041
Deskripsi : Mengontrol nyeri
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi. Observasi tanda-tanda non-verbal dari ketidaknyamanan, seperti wajah meringis, gelisah, postur tubuh melindungi daerah epigastrium, dan takikardia. Tentukan skala intensitas nyeri dengan menggunakan alat pengukuran yang valid (skala 0-10 atau wajah). Kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri, seperti hubungannya dengan waktu makan, jenis makanan tertentu, atau konsumsi obat. Ajarkan dan anjurkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti relaksasi napas dalam, distraksi, atau terapi musik. Kolaborasi dalam pemberian farmakoterapi sesuai resep (seperti antasida, antagonis reseptor H2, atau inhibitor pompa proton) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Anjurkan untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi lambung seperti pedas, asam, kopi, alkohol, dan makanan berlemak tinggi. Anjurkan pola makan sedikit-sedikit tetapi sering dengan tekstur lunak. Bantu pasien dalam memposisikan diri untuk kenyamanan, biasanya posisi semi-Fowler dapat mengurangi ketegangan pada daerah abdomen. Monitor dan catat respons pasien terhadap intervensi yang diberikan untuk pengendalian nyeri.
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.03017
Deskripsi : Status nutrisi membaik
Kode SIKI: I.03017
Deskripsi : Kaji status nutrisi pasien secara komprehensif meliputi riwayat diet, asupan dan output, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan tanda klinis defisiensi (seperti kelemahan, kulit kering, atau penurunan massa otot). Timbang berat badan secara teratur dan dokumentasikan. Kaji faktor penyebab penurunan asupan nutrisi terkait gastritis, seperti anoreksia, mual, muntah, atau takut makan karena nyeri. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan zat gizi serta menyusun rencana diet yang sesuai. Anjurkan dan bantu pasien untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori dan protein dalam porsi kecil namun sering (small frequent feeding) untuk meminimalkan distensi lambung. Rekomendasikan makanan dengan tekstur lunak, mudah dicerna, dan tidak merangsang asam lambung (seperti nasi tim, bubur, pisang, biskuit). Hindari makanan yang bersifat iritan seperti pedas, asam, berlemak, dan mengandung gas. Monitor toleransi pasien terhadap diet yang diberikan, termasuk adanya keluhan mual atau nyeri ulu hati pasca makan. Ajarkan pentingnya kepatuhan terhadap pola diet yang dianjurkan untuk penyembuhan mukosa lambung. Kolaborasi dalam pemberian terapi nutrisi tambahan atau suplemen vitamin jika diperlukan. Evaluasi peningkatan asupan nutrisi dan perbaikan status gizi berdasarkan parameter yang telah ditetapkan.
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SLKI: L.06030
Deskripsi : Keseimbangan cairan terpertahankan
Kode SIKI: I.06030
Deskripsi : Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara berkala untuk mendeteksi tanda awal defisit cairan seperti takikardia dan hipotensi ortostatik. Kaji tanda-tanda klinis dehidrasi, termasuk turgor kulit, kelembaban membran mukosa, produksi urin (output), dan rasa haus. Ukur dan catat asupan dan output cairan secara akurat setiap 24 jam. Anjurkan asupan cairan yang adekuat, minimal 1500-2000 ml per hari sesuai toleransi, dengan cara minum sedikit-sedikit tetapi sering. Hindari pemberian cairan yang merangsang asam lambung seperti jus jeruk, kopi, atau minuman bersoda. Jika pasien mengalami muntah, berikan cairan secara bertahap setelah muntah mereda, dimulai dengan air putih atau cairan elektrolit oral. Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena jika asupan oral tidak mencukupi atau terdapat tanda dehidrasi sedang-berat. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit, hematokrit, dan BUN untuk menilai keseimbangan cairan dan elektrolit. Ajarkan pada pasien dan keluarga tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai dan kapan harus mencari bantuan medis. Evaluasi efektivitas intervensi dengan memantau perbaikan tanda vital, turgor kulit, dan keseimbangan input-output cairan.
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Kurang Pengetahuan (Tentang Kondisi, Prognosis, dan Pengobatan)
Kode SLKI: L.18021
Deskripsi : Pengetahuan tentang penyakit meningkat
Kode SIKI: I.18021
Deskripsi : Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit gastritis, termasuk penyebab, faktor risiko, proses penyakit, pengobatan, dan komplikasi. Kaji kesiapan belajar dan hambatan belajar pasien. Jelaskan secara jelas dan sederhana tentang patofisiologi gastritis, bagaimana peradangan pada mukosa lambung menimbulkan gejala nyeri, mual, dan gangguan pencernaan. Diskusikan faktor-faktor yang dapat memperberat kondisi, seperti konsumsi obat NSAID, alkohol, merokok, stres psikologis, serta makanan dan minuman yang mengiritasi. Berikan pendidikan tentang tujuan, dosis, cara kerja, jadwal, dan efek samping dari obat-obatan yang diresepkan (antasida, PPI, dll.) serta pentingnya kepatuhan. Ajarkan modifikasi gaya hidup dan diet yang diperlukan untuk manajemen jangka panjang dan pencegahan kekambuhan, termasuk teknik manajemen stres. Demonstrasikan dan libatkan pasien dalam perencanaan menu makanan yang aman selama masa penyembuhan. Berikan informasi tertulis atau bahan edukasi yang dapat dibawa pulang sebagai pengingat. Anjurkan untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas yang dapat mengiritasi lambung tanpa konsultasi dokter. Diskusikan tanda dan gejala komplikasi (seperti muntah darah atau BAB hitam) yang memerlukan penanganan segera. Beri kesempatan pada pasien dan keluarga untuk mengajukan pertanyaan dan klarifikasi. Evaluasi pemahaman pasien dengan meminta untuk mengulang atau menjelaskan kembali informasi kunci yang telah diberikan.
Article No. 24561 | 25 Mar 2026
Klinis : Pasien tiba di rumah sakit dalam keadaan mengalami diare dan muntah. Pasien yang mengalami diare tersebut telah buang air besar sebanyak lima kali dengan tinja yang encer. Pasien merasakan ketidaknyamanan di perut dan merasa kewalahan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: