Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17894 | 27 May 2025
Klinis : Nn G, berusia 30 tahun, di bawa ke RSJ Jadi sehat karena memecahkan barang-barang di rumah dan marah-marah tidak jelas. Orang tuan Nn G membawanya ke RSJ dibantu oleh tetangganya dan adik-adiknya. Ini merupakan pertama kali klien MRS di RSJ Jadi Sehat. Saat ini merupakan hari ke 8 Nn G dirawat di RSJ Jadi sehat. Klien masih sering tersinggung oleh beberapa ucapan teman sekamarnya. Saat tersinggung suara klien meninggi, dan berkata kasar pada teman sekamarnya. Klien dibesarkan di keluarga muslim. Menurut orangtuanya, Klien adalah anak yang penurut, rajin, sopan dan tidak pernah terlibat dalam masalah. Sejak kecil klien sering mendapat juara di kelas. Dan kemudian diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Schatjaya. Klien jarang menceritakan masalah ke orang tuanya, jika ada sesuatu yang terjadi klien biasanya mengurung diri di kamar. Saat ditanya orangtuanya tentang masalah yang dialami klien, klien hanya tersenyum dan mengatakan tidak ada apa-apa. Klien bekerja di sebuah klinik dan Rumah sakit swasta. Klien sering pindah tempat kerja dengan alasan tidak cocok dengan teman kerjanya. Klien mengatakan bahwa para perawat dan dokter sejawat sering membicarakan dan menertawakan klien. Sampai 5 tahun ini klien sudah pindah tempat kerja sebanyak 12 kali Sebelumnya klien pernah dekat dengan beberapa lelaki yang dikenalkan ke orangtuanya sebagai calon suaminya. Beberapa tidak diseutjui orang hanya dan beberapa kali juga klien bercerita putus dengan teman dekatnya tersebut. Setahun yang lalu adik perempuan klien menikah, dan klien terlilast sedih namun mengatakan tidak masalah ke adik dan keluarganya. 3 bulan yang lalu adik bungsu klien juga menikah. Klien mendapatkan terapi risperidone 20 mg sekali sehari, thd 5 mg sekali sehari
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI):
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko perilaku kekerasan (00154)
Definisi: Berisiko mengalami gangguan kontrol impuls yang dapat menyebabkan tindakan fisik terhadap diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Karakteristik definisi: Perilaku agresif verbal, perilaku agresif fisik, peningkatan intensitas perilaku agresif.
2. Gangguan proses pikir (00130)
Definisi: Gangguan dalam kemampuan berpikir yang ditandai dengan isi, alur, atau organisasi pemikiran yang tidak logis, tidak realistis, dan tidak adaptif.
Karakteristik definisi: Tangisan atau tertawa yang tidak sesuai, pembicaraan yang tidak relevan, persepsi yang terganggu, ketidakmampuan berkonsentrasi.
3. Isolasi sosial (00053)
Definisi: Pengalaman individu dan persepsi terpisah atau ditolak oleh orang lain, disertai dengan keinginan untuk memiliki hubungan yang lebih dekat.
Karakteristik definisi: Menarik diri dari interaksi sosial, menolak kontak dengan orang lain, menghindari orang lain, merasa diabaikan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pengendalian perilaku (1405)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengatur dan mengendalikan perilakunya sendiri.
Indikator:
- Mengenali pemicu perilaku kekerasan
- Menggunakan teknik pengendalian diri yang efektif
- Menunjukkan perilaku yang sesuai
2. Proses pikir (0908)
Definisi: Kemampuan individu untuk berpikir secara logis, realistis, dan adaptif.
Indikator:
- Isi pemikiran yang logis dan realistis
- Alur pemikiran yang terorganisir
- Kemampuan berkonsentrasi
3. Fungsi sosial (1503)
Definisi: Kemampuan individu untuk melakukan interaksi dan hubungan sosial yang memuaskan.
Indikator:
- Berpartisipasi dalam kegiatan sosial
- Mempertahankan hubungan sosial yang bermakna
- Menunjukkan perilaku sosial yang sesuai
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen perilaku (4350)
Aktivitas:
- Identifikasi faktor pemicu perilaku kekerasan
- Ajari teknik pengendalian diri yang efektif
- Berikan umpan balik positif saat klien menunjukkan perilaku yang sesuai
2. Terapi realitas (4920)
Aktivitas:
- Bantu klien untuk menyadari pikiran, perasaan, dan perilakunya saat ini
- Dorong klien untuk berpikir dan berperilaku secara logis dan realistis
- Kolaborasi dengan klien dalam menetapkan tujuan yang realistis
3. Terapi kelompok (4456)
Aktivitas:
- Fasilitasi interaksi sosial yang positif di dalam kelompok
- Dorong klien untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan kelompok
- Berikan umpan balik positif saat klien menunjukkan perilaku sosial yang sesuai
Penjelasan rinci dan terperinci:
Diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai dengan kondisi klien adalah Risiko perilaku kekerasan, Gangguan proses pikir, dan Isolasi sosial. Klien menunjukkan perilaku agresif verbal dan fisik, pemikiran yang tidak logis dan realistis, serta menarik diri dari interaksi sosial.
Luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan adalah Pengendalian perilaku, Proses pikir, dan Fungsi sosial. Tujuannya adalah agar klien dapat mengendalikan perilakunya, berpikir secara logis dan realistis, serta dapat berpartisipasi dan mempertahankan hubungan sosial yang bermakna.
Intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran tersebut adalah Manajemen perilaku, Terapi realitas, dan Terapi kelompok. Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk membantu klien mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan, meningkatkan kemampuan berpikir logis dan realistis, serta memfasilitasi interaksi sosial yang positif. -
Article No. 17895 | 27 May 2025
Klinis : pasien tidak sADAR
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi pasien yang tidak sadar.
1. Kode ICD-10:
- Kode: R40.2
- Deskripsi: Koma, tidak terspesifikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.90
- Deskripsi: Pemantauan dan pengobatan gangguan kesadaran, tidak terspesifikasi
Penjelasan:
Pasien yang tidak sadar dapat diklasifikasikan dengan kode ICD-10 R40.2, yang merujuk pada kondisi koma yang tidak terspesifikasi. Kode ini digunakan untuk menggambarkan keadaan kehilangan kesadaran yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera kepala, intoksikasi, atau kondisi medis lainnya.
Dalam penanganan pasien yang tidak sadar, tindakan medis yang dapat dilakukan termasuk pemantauan dan pengobatan gangguan kesadaran. Kode ICD-9-CM 93.90 mencakup prosedur-prosedur tersebut, namun tanpa spesifikasi lebih lanjut. Tindakan medis yang mungkin dilakukan dapat meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian oksigen, pemberian cairan intravena, dan penanganan komplikasi lainnya yang mungkin timbul.
Penegakan diagnosis dan penentuan tindakan medis yang tepat harus dilakukan oleh dokter atau perekam medis yang berwenang, dengan mempertimbangkan riwayat medis, hasil pemeriksaan, dan kondisi klinis pasien secara keseluruhan. -
Article No. 17896 | 27 May 2025
Klinis : RESIKO ASPIRASI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi "Risiko Aspirasi" dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Aspirasi (00039)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Aspirasi (00039)
Definisi: Rentan mengalami masuknya cairan, makanan, benda padat, atau sekresi ke dalam saluran pernapasan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pencegahan Aspirasi (1918)
Definisi: Tindakan untuk mencegah masuknya cairan, makanan, benda padat, atau sekresi ke dalam saluran pernapasan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas (6540)
Definisi: Mempertahankan atau memfasilitasi patensi jalan napas untuk memaksimalkan pertukaran gas.
2. Pemantauan Tanda-Tanda Vital (6680)
Definisi: Pengumpulan dan pemantauan data tanda-tanda vital untuk mendeteksi perubahan kondisi kesehatan.
3. Manajemen Nutrisi (1100)
Definisi: Memastikan asupan nutrisi yang adekuat.
Dengan memahami diagnosa keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI yang terkait dengan "Risiko Aspirasi", perawat dapat melakukan pengkajian yang komprehensif, merencanakan intervensi yang sesuai, dan melakukan pemantauan yang tepat untuk mencegah dan mengelola risiko aspirasi pada pasien. -
Article No. 17897 | 27 May 2025
Klinis : Mencret, Lemes, TD: 90/50 HR:60 RR:24 SPO2:99
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait dengan kondisi yang Anda sampaikan.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
a. Defisit Volume Cairan (00027)
Definisi: Pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intrasellular.
Karakteristik Definisi: Mencret, Lemes, TD: 90/50, HR: 60, RR: 24, SpO2: 99.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Stabilitas Hemodinamik (0401)
Indikator:
- Tekanan darah dalam rentang normal
- Frekuensi nadi dalam rentang normal
- Frekuensi pernapasan dalam rentang normal
- Saturasi oksigen dalam rentang normal
b. Keseimbangan Cairan (0601)
Indikator:
- Asupan cairan sesuai kebutuhan
- Pengeluaran cairan sesuai kebutuhan
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
c. Pemulihan Kesehatan (0301)
Indikator:
- Tidak ada komplikasi
- Tidak ada keluhan
- Kondisi umum membaik
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Manajemen Cairan (4120)
- Kaji status cairan pasien (asupan, pengeluaran, tanda-tanda dehidrasi)
- Berikan cairan intravena sesuai kebutuhan
- Monitor tanda-tanda vital secara berkala
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat-obatan (misalnya antidiare)
b. Terapi Nutrisi (1120)
- Kaji status nutrisi pasien
- Berikan makanan dan minuman yang mudah dicerna
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi
c. Manajemen Nyeri (1400)
- Kaji nyeri yang dirasakan pasien
- Berikan intervensi non-farmakologis (misalnya kompres hangat)
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pereda nyeri jika diperlukan
d. Peningkatan Istirahat (0220)
- Identifikasi kebutuhan istirahat pasien
- Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk istirahat
- Bantu pasien melakukan aktivitas sesuai toleransi
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan dapat mencapai luaran yang diinginkan, yaitu stabilitas hemodinamik, keseimbangan cairan, dan pemulihan kesehatan pasien. Saya sebagai perawat profesional akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan kondisi pasien untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal. -
Article No. 17898 | 27 May 2025
Klinis : batuk pilek sesek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi batuk, pilek, dan sesak nafas.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pola Napas (00032)
Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan nyaman.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Pola Napas (10022)
Definisi: Proses pengambilan dan pengeluaran udara dari dan ke paru-paru.
Kode: 10022
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Perbaikan Pola Napas (1910)
Definisi: Kemampuan untuk bernapas dengan nyaman.
Kode: 1910
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas (6540)
Definisi: Mempertahankan atau memperbaiki ventilasi dan oksigenasi.
Kode: 6540
Penjelasan Singkat:
Pada kondisi batuk, pilek, dan sesak napas, diagnosa keperawatan yang tepat adalah "Gangguan Pola Napas". Hal ini dikarenakan pasien mengalami ketidakmampuan untuk bernapas dengan nyaman. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) yang terkait adalah "Pola Napas", yang merupakan proses pengambilan dan pengeluaran udara dari dan ke paru-paru.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) yang sesuai adalah "Perbaikan Pola Napas", yang merupakan kemampuan untuk bernapas dengan nyaman. Sedangkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dapat diterapkan adalah "Manajemen Jalan Napas", yaitu mempertahankan atau memperbaiki ventilasi dan oksigenasi.
Dengan menggunakan pendekatan SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat mengidentifikasi masalah kesehatan pasien, menetapkan tujuan perawatan, dan merancang intervensi yang tepat untuk mengatasi gangguan pola napas yang dialami oleh pasien. -
Article No. 17899 | 27 May 2025
Klinis : batuk berdahak pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi batuk berdahak pilek:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0004)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Pola Napas (P-0001)
Definisi: Irama, kedalaman, dan kecepatan inspirasi dan ekspirasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pernapasan Lancar (L-0001)
Definisi: Tercapainya pernapasan yang efektif dan tidak ada tanda-tanda pernapasan yang tidak normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas (I-0001)
Definisi: Tindakan untuk mempertahankan atau memperbaiki permeabilitas jalan napas.
Dalam konteks kondisi batuk berdahak pilek, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif". Hal ini dikarenakan adanya ketidakmampuan pasien untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas, sehingga perlu dilakukan intervensi keperawatan untuk mempertahankan atau memperbaiki permeabilitas jalan napas. -
Article No. 17900 | 27 May 2025
Klinis : batuk berdahak pilek
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan menjelaskan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi batuk berdahak pilek dalam format yang terstruktur seperti yang Anda minta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: J20.9
- Deskripsi: Bronkitis akut, tidak spesifik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 96.54
- Deskripsi: Pemberian obat bronkodilator atau agen antiinflamasi melalui nebulizer
Penjelasan:
Batuk berdahak pilek merupakan gejala dari bronkitis akut, yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau iritasi saluran pernapasan. Kode ICD-10 J20.9 mengindikasikan bronkitis akut yang tidak dispesifik, karena tidak ada penyebab yang jelas teridentifikasi.
Dalam penanganan kasus ini, prosedur yang mungkin dilakukan adalah pemberian obat bronkodilator atau agen antiinflamasi melalui nebulizer (kode ICD-9-CM 96.54). Nebulizer digunakan untuk mengubah obat menjadi uap halus yang dapat dengan mudah dihirup oleh pasien, membantu melonggarkan saluran pernapasan dan mengurangi gejala batuk berdahak.
Penanganan lain yang mungkin dilakukan adalah pemberian obat-obatan oral, terapi oksigen, atau tindakan suportif lainnya, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan pasien. -
Article No. 17901 | 27 May 2025
Klinis : batuk berdahak pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi batuk berdahak dan pilek sesuai standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), disajikan dalam format akademis dengan persona pakar keperawatan:
---
### **Diagnosa Keperawatan**
**Gangguan Bersihan Jalan Napas (SDKI Code: 00031)**
*Definisi:* Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan patensi jalan napas.
*Etiologi:* Akumulasi sekret bronkial akibat inflamasi saluran napas (batuk berdahak dan pilek).
---
### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**Kode: 1401 – Bersihan Jalan Napas**
*Kriteria Luaran:*
1. Frekuensi napas dalam rentang normal (12–20x/menit dewasa).
2. Suara napas bersih (tidak ada ronki/wheezing).
3. Sekret dapat dikeluarkan secara efektif (batuk produktif).
4. Tidak ada sianosis atau dyspnea.
---
### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**Kode: 3210 – Manajemen Jalan Napas**
*Intervensi Utama:*
1. **Posisi Semi-Fowler/High Fowler** untuk optimalisasi ekspansi paru.
2. **Latihan Batuk Efektif** (deep breathing followed by controlled coughing).
3. **Hidrasi Adekuat** (minum air hangat 2–3 L/hari) untuk mengencerkan sekret.
4. **Pemberian Terapi Inhalasi** (jika diperlukan, misal nebulizer dengan NaCl 0.9%).
5. **Edukasi** tentang teknik higiene pernapasan dan pencegahan penularan.
---
### **Rasional Singkat**
- **SDKI 00031** dipilih karena akumulasi sekret pada saluran napas mengganggu mekanisme bersihan jalan napas alami.
- **SLKI 1401** mengukur keberhasilan intervensi melalui parameter klinis dan subjektif (misal: pengurangan sekret).
- **SIKI 3210** bersifat evidence-based untuk meningkatkan ekskresi sekret dan mempertahankan oksigenasi.
---
### **Catatan Akademis**
Kondisi batuk berdahak dan pilek umumnya terkait **ISNA (Infeksi Saluran Napas Akut)** atau alergi. Asesmen tambahan (misal: karakteristik dahak, tanda infeksi) diperlukan untuk menyingkirkan diagnosis diferensial (e.g., bronkitis, pneumonia).
*Referensi:*
- PPNI. (2017). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 1*.
- PPNI. (2018). *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 1*.
---
Format ini memenuhi kaidah akademis dengan integrasi kode PPNI dan pendekatan klinis berbasis bukti. -
Article No. 17904 | 27 May 2025
Klinis : Ulkus mole
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait kondisi ulkus mole.
1. Kode ICD-10:
- Kode: L85.0
- Deskripsi: Ulkus mole (Mole ulcer)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 86.3
- Deskripsi: Eksisi atau destruksi lesi atau jaringan kulit dan subkutan (Excision or destruction of lesion or tissue of skin and subcutaneous tissue)
Ulkus mole, atau ulserasi pada tanda lahir (mole), merupakan kondisi di mana terjadi kerusakan pada permukaan kulit di area tanda lahir, biasanya disebabkan oleh trauma atau iritasi yang berulang. Kondisi ini memerlukan penanganan medis yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi atau perdarahan. Dalam penatalaksanaannya, tindakan eksisi atau destruksi lesi kulit dan subkutan dapat dilakukan untuk menghilangkan area yang terluka dan mencegah perkembangan lesi yang lebih buruk. -
Article No. 17905 | 27 May 2025
Klinis : Ulkus mole
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi Ulkus Mole:
1. Gangguan Integritas Kulit (00046)
Definisi: Kerusakan lapisan epidermis, dermis, atau jaringan di bawahnya.
Kode SDKI: D.0046
Kode SLKI: P.0038
Kode SIKI: I.0096
2. Risiko Infeksi (00004)
Definisi: Peningkatan risiko terkena organisme patogen.
Kode SDKI: R.0004
Kode SLKI: P.0032
Kode SIKI: I.0086
3. Gangguan Citra Tubuh (00118)
Definisi: Perubahan dalam persepsi dan perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan, dan potensi tubuh.
Kode SDKI: D.0118
Kode SLKI: P.0092
Kode SIKI: I.0221
Penjelasan singkat:
1. Gangguan Integritas Kulit (00046):
- Masalah ini terkait dengan kerusakan lapisan kulit, yang dapat disebabkan oleh ulkus mole.
- Perawatan yang diperlukan dapat mencakup pembersihan luka, perawatan luka, dan pencegahan komplikasi.
2. Risiko Infeksi (00004):
- Ulkus mole dapat meningkatkan risiko infeksi, sehingga perlu adanya tindakan pencegahan dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik (jika diperlukan), dan edukasi pasien tentang pencegahan infeksi.
3. Gangguan Citra Tubuh (00118):
- Ulkus mole dapat menyebabkan perubahan pada penampilan fisik pasien, yang dapat mempengaruhi persepsi dan perasaan mereka tentang tubuh mereka.
- Intervensi keperawatan dapat mencakup dukungan psikologis, konseling, dan edukasi untuk membantu pasien menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
Catatan:
- Kode SDKI, SLKI, dan SIKI merupakan kode yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk diagnosa keperawatan, luaran keperawatan, dan intervensi keperawatan.
- Tone yang digunakan adalah akademis, dan persona adalah pakar/perawat.