Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22985 | 25 Nov 2025
Klinis : Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut 24 Seorang anak laki-laki usia 4 tahun mengalami diare cair 8 kali per hari disertai muntah 3 kali sejak 2 9 hari terakhir. Anak tampak lemas, tidak mau makan, menangis tanpa air mata, dan berat badannya turun 2 kg. Pada pemeriksaan, mata tampak cekung, bibir kering, turgor kulit jelek, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120 kali/menit, dan kesadaran apatis. Hasil laboratorium menunjukkan natrium 148 mmol/L dan BUN 28 mg/dL.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Dehidrasi Hipertonik Berat pada Anak dengan Diare Akut
Kode ICD-10: A09.0
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang mengalami dehidrasi berat dengan tipe hipertonik (hipernatremia) sebagai komplikasi dari diare akut yang diduga infeksius. Gejala klinis seperti diare cair frekuensi tinggi, muntah, lemas, penurunan berat badan yang signifikan (2 kg), mata cekung, bibir kering, turgor kulit yang kembali sangat lambat (jelek), tekanan darah rendah (hipotensi), nadi cepat (takikardia), dan kesadaran apatis merupakan tanda-tanda dehidrasi berat yang mengancam jiwa. Hasil laboratorium yang menunjukkan natrium 148 mmol/L (di atas normal) mengkonfirmasi dehidrasi hipertonik, di mana kehilangan air relatif lebih besar daripada kehilangan natrium. Peningkatan BUN (Blood Urea Nitrogen) juga mendukung diagnosis dehidrasi dan penurunan fungsi ginjal perfusif. Kode ICD-10 A09.0 secara spesifik digunakan untuk "Diare dan gastroenteritis yang diduga infeksius", yang merupakan penyebab utama dari kondisi dehidrasi berat ini. Kode ini tepat karena merujuk pada etiologi gastroenteritis infeksius akut yang menyebabkan diare dan muntah, yang pada akhirnya mengakibatkan komplikasi dehidrasi berat dengan karakteristik elektrolit yang spesifik (hipernatremia). Penanganan kondisi ini memerlukan resusitasi cairan yang hati-hati dan terukur di rumah sakit untuk memperbaiki defisit cairan dan mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit secara bertahap, mencegah komplikasi neurologis yang dapat terjadi akibat pergeseran osmolaritas yang cepat di otak.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22986 | 25 Nov 2025
Klinis : Ini Case nya ya Sofi 1. Seorang pasien laki laki, usia 37 tahun dirawat di ruangan Interne RS A dengan Flu Burung, pasien seorang Karyawan peternakan, pasien mengeluh Demam. suhu tubuh 38.5 C, sakit kepala, sakit di tenggorokan dan sulit menelan serta nyeri pada Otot Tugas mhs : 1. Identifikasi pengkajian yang harus dilengkapi 2. Analis pemeriksaan penunjang yang harus dilengkapi pada pasien 3. Runuskanlah 3 Diagnosis Keperawatan beserta Intervensinya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI
Berdasarkan kasus pasien laki-laki usia 37 tahun dengan Flu Burung, karyawan peternakan, mengeluh demam (38.5 C), sakit kepala, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan nyeri otot, berikut adalah identifikasi pengkajian, pemeriksaan penunjang, dan perumusan diagnosis keperawatan beserta intervensinya sesuai standar PPNI (SDKI, SLKI, SIKI).
1. Identifikasi Pengkajian yang Harus Dilengkapi
Untuk melengkapi data pengkajian pada pasien ini, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif meliputi:
Riwayat Kesehatan:
- Riwayat penyakit dahulu (komorbiditas seperti asma, PPOK, diabetes, penyakit jantung).
- Riwayat alergi (obat, makanan).
- Riwayat imunisasi (terutama vaksin influenza).
- Riwayat kontak dengan unggas sakit/mati atau lingkungan peternakan yang tidak higienis.
- Riwayat perjalanan ke daerah endemik Flu Burung.
- Riwayat pengobatan yang sedang atau pernah dijalani.
- Riwayat merokok atau konsumsi alkohol.
Pola Fungsional Gordon:
- Pola Nutrisi-Metabolik: Berat badan sebelum sakit dan saat ini, tinggi badan, nafsu makan, mual/muntah, intake cairan (jumlah dan jenis), turgor kulit, kondisi membran mukosa (kering/lembab), adanya penurunan berat badan yang signifikan.
- Pola Eliminasi: Frekuensi, warna, konsistensi BAK dan BAB.
- Pola Aktivitas-Latihan: Tingkat aktivitas sebelum dan saat sakit, adanya kelemahan umum, sesak napas saat aktivitas ringan.
- Pola Tidur-Istirahat
-
Article No. 22987 | 25 Nov 2025
Klinis : Ny. D, 25 tahun, G2P1A0, dengan usia kehamian 36 minggu datang ke poliklinik untuk pemeriksaan rutin antenatal. Bagaimana cara Ners Ani melakukan pemeriksaan rutin antenatal?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, khawatir, atau tidak nyaman yang tidak jelas sumbernya, berhubungan dengan antisipasi terhadap bahaya atau kemalangan yang akan datang.
Kode SLKI: 1430
Deskripsi : Pengendalian Ansietas. Tujuan dari SLKI ini adalah agar klien dapat menunjukkan kemampuan dalam mengelola perasaan ansietas. Indikator yang dinilai meliputi kemampuan klien dalam mengidentifikasi tanda dan gejala ansietas yang dialami, mengungkapkan perasaan cemas dan ketakutan secara verbal, mengidentifikasi faktor pemicu ansietas, serta menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengurangi tingkat ansietas. Selain itu, klien diharapkan dapat menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis ansietas seperti penurunan frekuensi nadi dan pernapasan, relaksasi otot, serta peningkatan kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Perilaku mencari informasi dan dukungan juga merupakan indikator positif dari tercapainya tujuan ini.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan perawat untuk membantu klien dalam mengatasi perasaan ansietas. Langkah pertama adalah mengidentifikasi tingkat dan sumber ansietas melalui observasi dan komunikasi terapeutik. Perawat kemudian menciptakan lingkungan yang tenang dan menenangkan, serta mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan ketakutannya. Intervensi penting lainnya adalah mengajarkan teknik relaksasi, seperti napas dalam dan relaksasi otot progresif, serta membantu klien mengidentifikasi pola pikir negatif dan menggantinya dengan yang lebih positif (restrukturisasi kognitif). Perawat juga mendorong partisipasi dalam aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian dan memberikan hiburan. Selain itu, perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang kondisi yang dialami klien untuk mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan. Jika diperlukan, perawat akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain seperti dokter atau psikolog untuk penanganan lebih lanjut. Membantu klien mengidentifikasi sistem pendukung sosial dari keluarga atau teman juga merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kondisi: Kurang Pengetahuan
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu atau kelompok mengalami defisit dalam pengetahuan kognitif atau keterampilan psikomotor sehubungan dengan kondisi kesehatan, prosedur, atau regimen terapi.
Kode SLKI: 1810
Deskripsi : Pengetahuan: Proses Kehamilan. Tujuan dari SLKI ini adalah agar klien memperoleh dan mendemonstrasikan pemahaman yang adekuat mengenai proses kehamilan. Indikator keberhasilannya meliputi kemampuan klien untuk menyebutkan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera, menjelaskan perubahan fisiologis dan psikologis normal yang terjadi selama kehamilan, mendeskripsikan kebutuhan nutrisi dan pola istirahat yang dianjurkan, serta memahami pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) secara teratur. Klien juga diharapkan dapat menjelaskan tanda-tanda awal persalinan dan langkah-langkah persiapan yang perlu dilakukan, termasuk menyiapkan rencana persalinan dan kebutuhan bayi.
Kode SIKI: 5602
Deskripsi : Edukasi Proses Kehamilan. Intervensi ini difokuskan pada pemberian informasi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan klien mengenai kehamilan. Perawat melakukan asesmen awal untuk mengetahui tingkat pengetahuan, kesiapan belajar, dan keyakinan budaya klien. Materi edukasi yang diberikan mencakup perubahan tubuh selama kehamilan, perkembangan janin, perawatan diri (seperti nutrisi, kebersihan, dan aktivitas fisik), serta tanda-tanda bahaya kehamilan (seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, penglihatan kabur, pecah ketuban dini, dan penurunan gerakan janin). Perawat juga mendemonstrasikan dan meminta klien untuk mempraktikkan keterampilan penting, seperti menghitung gerakan janin. Metode edukasi disesuaikan dengan preferensi klien, bisa menggunakan leaflet, video, atau model anatomi. Perawat mendorong klien dan keluarga untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan umpan balik untuk memastikan pemahaman. Selain itu, perawat memfasilitasi klien untuk mengikuti kelas antenatal jika tersedia dan memberikan informasi tentang sumber daya yang dapat diakses, seperti nomor telepon penting atau aplikasi kesehatan kehamilan.
-
Article No. 22988 | 25 Nov 2025
Klinis : resiko ganggun perfusi jaringan cerebral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Perfusi Jaringan Cerebral
Kode SDKI: 00268
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah dan oksigen ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak.
Kode SLKI: 3401
Deskripsi : SLKI 3401 berfokus pada upaya mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup pemantauan ketat terhadap status neurologis pasien, seperti tingkat kesadaran (menggunakan skala GCS atau AVPU), orientasi, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, serta fungsi sensorik. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini tanda-tanda penurunan perfusi seperti penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, muntah proyektil, atau kelemahan anggota gerak. Perawat juga akan memantau dan mengelola tekanan darah untuk memastikannya berada dalam rentang yang adekuat bagi perfusi otak, menghindari baik hipotensi maupun hipertensi berat yang dapat memperburuk kondisi. Manajemen posisi sangat krusial; kepala tempat tidur biasanya ditinggikan sekitar 30 derajat (kecuali ada kontraindikasi) untuk memfasilitasi aliran darah vena dari otak dan mengurangi tekanan intrakranial. Mempertahankan kepala dan leher dalam posisi netral (alignment) juga penting untuk mencegah kompresi pada pembuluh darah leher. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi adalah intervensi utama lainnya, dengan memastikan jalan napas paten dan pemberian oksigen tambahan jika diperlukan untuk menjaga saturasi oksigen di atas 95%. Perawat akan memantau keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah fluktuasi yang dapat mempengaruhi tekanan intrakranial dan perfusi. Selain itu, menciptakan lingkungan yang tenang, membatasi stimulasi yang tidak perlu, dan menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (seperti mengejan saat BAB atau batuk kuat) adalah bagian dari manajemen komprehensif. Edukasi kepada keluarga tentang tanda-tanda peringatan dan pentingnya melaporkan setiap perubahan pada status neurologis pasien juga termasuk dalam lingkup SLKI ini.
Kode SIKI: 4378
Deskripsi : SIKI 4378 berfokus pada pengukuran dan evaluasi hasil dari intervensi yang dilakukan untuk mempertahankan perfusi serebral. Kriteria hasil utama yang dievaluasi adalah status neurologis pasien yang tetap stabil atau membaik. Ini berarti tidak ada penurunan lebih lanjut pada tingkat kesadaran (GCS), tidak munculnya defisit neurologis fokal baru (seperti kelemahan atau bicara pelo), dan ukuran serta reaksi pupil yang normal dan simetris. Tekanan darah pasien harus berada dalam parameter yang ditetapkan, yang menunjukkan bahwa tekanan perfusi serebral adekuat dijaga. Saturasi oksigen arteri juga harus dipertahankan dalam rentang normal, menunjukkan bahwa suplai oksigen ke otak tercukupi. Kriteria hasil lainnya adalah tidak adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial, seperti sakit kepala yang memberat, muntah, atau penurunan kesadaran yang progresif. Pasien atau keluarganya dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang faktor-faktor risiko dan tindakan pencegahan yang diperlukan. Selain itu, evaluasi juga mencakup kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas tanpa memicu gejala yang mengindikasikan penurunan perfusi serebral. Dengan memantau parameter-parameter objektif dan subjektif ini, perawat dapat menilai efektivitas dari rencana keperawatan yang telah dilaksanakan dan menentukan apakah tujuan untuk mencegah gangguan perfusi serebral telah tercapai, atau apakah diperlukan modifikasi dalam intervensi.
-
Article No. 22989 | 25 Nov 2025
Klinis : manajement kesehatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Manajemen Kesehatan
Kode SDKI: B.1
Deskripsi Singkat: Manajemen Kesehatan adalah diagnosis keperawatan yang menggambarkan respons individu, keluarga, atau komunitas dalam mengatur dan mengintegrasikan aktivitas untuk mencapai stabilitas dan promosi kesehatan. Fokusnya adalah pada kemampuan klien untuk mengidentifikasi, mengakses, dan menggunakan sumber daya kesehatan, serta membuat keputusan yang tepat untuk mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan mereka. Defisinya terletak pada ketidakmampuan klien untuk secara efektif menavigasi sistem kesehatan, mengelola informasi kesehatan yang kompleks, atau mematuhi rencana terapeutik, yang dapat menyebabkan hasil kesehatan yang suboptimal, peningkatan risiko komplikasi, dan penurunan kualitas hidup. Hal ini sering kali terkait dengan kurangnya pengetahuan, keterampilan koping yang tidak adekuat, hambatan finansial atau budaya, atau dukungan sosial yang terbatas.
Kode SLKI: 4000
Deskripsi : Manajemen Kesehatan yang efektif ditandai dengan serangkaian hasil yang dapat diobservasi dan terukur. Secara spesifik, klien diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi sumber daya kesehatan yang tersedia dan relevan di komunitasnya, seperti puskesmas, rumah sakit, atau layanan konseling. 2) Mendemonstrasikan pemahaman tentang kondisi kesehatannya, rencana pengobatan, dan tujuan kesehatan yang telah ditetapkan. 3) Melakukan tindakan untuk mematuhi regimen terapeutik, termasuk minum obat sesuai jadwal, mengikuti diet khusus, atau melakukan latihan yang dianjurkan. 4) Memantau tanda dan gejala yang mengindikasikan kemajuan atau kemunduran kondisinya dan melaporkannya kepada tenaga kesehatan secara proaktif. 5) Membuat keputusan kesehatan yang tepat berdasarkan informasi dan pertimbangan risiko-manfaat. 6) Menggunakan strategi koping yang sehat untuk mengelola stres yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya. 7) Berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan evaluasi perawatan kesehatannya sendiri. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa klien telah beralih dari ketergantungan pasif menjadi mitra yang aktif dan mandiri dalam perjalanan kesehatannya.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : Intervensi untuk mendukung Manajemen Kesehatan bersifat komprehensif dan berpusat pada klien. Perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan advokat. Intervensi dimulai dengan melakukan asesmen mendalam terhadap pengetahuan, keyakinan, motivasi, dan hambatan yang dihadapi klien dalam mengelola kesehatannya. Berdasarkan asesmen ini, perawat kemudian: 1) Memberikan pendidikan kesehatan yang terstruktur dan sesuai dengan tingkat pemahaman klien, menggunakan media yang mudah dipahami seperti booklet, video, atau model. 2) Melatih klien keterampilan manajemen diri, seperti cara memantau tekanan darah, gula darah, atau mengenali tanda-tanda peringatan dini. 3) Membantu klien mengembangkan sistem pengingat atau jadwal untuk memastikan kepatuhan terhadap pengobatan. 4) Memfasilitasi klien untuk terhubung dengan kelompok dukungan atau sumber daya komunitas yang dapat memberikan dukungan emosional dan praktis. 5) Melakukan kolaborasi dengan keluarga klien untuk menciptakan lingkungan rumah yang mendukung perilaku sehat. 6) Berperan sebagai penghubung antara klien dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi, fisioterapis) untuk memastikan koordinasi perawatan yang lancar. 7) Memberikan konseling untuk meningkatkan motivasi intrinsik klien dan mengatasi perasaan putus asa atau ketidakberdayaan. 8) Membantu klien dalam mengembangkan rencana tindakan yang realistis dan dapat dicapai untuk mencapai tujuan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Seluruh intervensi ini dilakukan dengan pendekatan empati dan tidak menghakimi, dengan tujuan memberdayakan klien sehingga mereka memperoleh rasa percaya diri dan kompetensi untuk mengambil kendali penuh atas kesehatan mereka sendiri.
-
Article No. 22990 | 25 Nov 2025
Klinis : Seorang wanita berusia 54 tahun di rawat di ICCU dengan Sindrom Koroner Akut (SKA). Pada saat perawat melakukan observasi tanda-tanda vital, pasien tiba-tiba mengeluh nyeri dada dan kemudian mengalami henti jantung. Perawat akan melakukan RJP namun keluarga keberatan dan menolak tindakan tersebut dilakukan meskipun sudah diberikan penjelasan, dengan alasan supaya pasien bisa meniggal dengan tenang. Apakah dilema etik yang dialami oleh perawat.?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Respon Berduka Antisipatif Keluarga
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Respon Berduka Antisipatif Keluarga didefinisikan sebagai keadaan di mana keluarga mengalami proses berduka sebelum kehilangan yang sebenarnya terjadi, sebagai respons terhadap ancaman kematian anggota keluarga. Dalam kasus ini, keluarga telah menerima informasi bahwa pasien dalam kondisi kritis (Sindrom Koroner Akut dan henti jantung) dan telah memutuskan untuk menolak Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan alasan agar pasien dapat meninggal dengan tenang. Keputusan ini merupakan manifestasi dari proses berduka yang mendalam, di mana keluarga sudah mulai melepaskan dan mempersiapkan diri secara emosional dan spiritual untuk kehilangan yang akan datang. Mereka memprioritaskan kenyamanan dan kedamaian pasien di akhir hidupnya daripada upaya memperpanjang hidup yang mungkin dianggap sia-sia atau hanya akan memperpanjang penderitaan.
Kode SLKI: 2318A
Deskripsi : SLKI dengan kode 2318A berfokus pada memfasilitasi pengambilan keputusan akhir kehidupan. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk memastikan bahwa keluarga, sebagai penentu kebijakan bagi pasien yang tidak mampu, dapat membuat keputusan yang selaras dengan nilai-nilai dan keinginan pasien (jika diketahui) serta situasi klinisnya. Dalam situasi dilema etik ini, perawat berperan sebagai fasilitator dan pendidik, bukan sebagai pemberi keputusan. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memastikan bahwa keputusan keluarga didasarkan pada pemahaman yang lengkap dan akurat tentang prognosis pasien, manfaat dan beban dari tindakan RJP, serta konsekuensi dari keputusan untuk tidak melakukan resusitasi. Perawat harus memastikan bahwa informed consent atau informed refusal telah dilakukan secara benar, di mana keluarga telah memahami bahwa penolakan RJP sangat mungkin berakibat pada kematian pasien. Proses ini harus didokumentasikan dengan jelas. Selain itu, perawat perlu mendukung keluarga dengan menghormati keputusan mereka, memberikan validasi terhadap perasaan berduka mereka, dan memastikan bahwa keputusan ini tidak dibuat berdasarkan ketakutan atau informasi yang salah, melainkan dari pertimbangan yang matang dan penuh kasih.
Kode SIKI: 4238A, 4238F, 4238G
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk situasi ini bersifat multidimensi, mencakup dukungan emosional, etika, dan spiritual. 4238A: Memfasilitasi pengambilan keputusan tentang perawatan. Perawat harus melakukan diskusi yang jujur dan empatik dengan keluarga, menjelaskan kembali situasi klinis pasien (henti jantung) dan bahwa RJP adalah tindakan standar untuk situasi ini. Perawat menjelaskan prosedur RJP, tujuan (mengembalikan sirkulasi spontan), serta kemungkinan hasilnya (baik keberhasilan maupun komplikasi seperti kerusakan otak). Yang terpenting, perawat harus menerima dan menghormati keputusan keluarga setelah memastikan mereka memahami semua informasi. 4238F: Memberikan dukungan spiritual. Mengakui bahwa keputusan keluarga dilatarbelakangi oleh nilai spiritual ("meninggal dengan tenang"), perawat harus mengidentifikasi dan memfasilitasi kebutuhan spiritual keluarga. Ini dapat dilakukan dengan menanyakan apakah mereka menginginkan pendampingan rohani dari pemuka agama, menyediakan ruang yang tenang untuk berdoa, atau sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian saat mereka menyampaikan keyakinan dan harapan mereka untuk pasien. 4238G: Memberikan perawatan untuk mempertahankan martabat. Meskipun RJP tidak dilakukan, perawat tetap memiliki kewajiban untuk memberikan perawatan yang mempertahankan martabat dan kenyamanan pasien hingga akhir hayat. Ini termasuk memastikan kebersihan pasien, memposisikan pasien dengan nyaman, mengurangi kebisingan, dan mungkin memindahkan pasien ke ruangan yang lebih privat jika memungkinkan. Perawat juga harus memberikan dukungan emosional kepada keluarga dengan berada di samping mereka, mendengarkan keluh kesah, dan memvalidasi perasaan kehilangan mereka. Tindakan-tindakan ini menunjukkan penghormatan mendalam terhadap otonomi keluarga dan memastikan bahwa pasien diperlakukan dengan penuh hormat pada momen akhir kehidupannya.
Dilema Etik yang Dialami Perawat: Perawat dalam situasi ini mengalami dilema etik yang mendalam, yaitu konflik antara dua prinsip etika dasar: Prinsip Beneficence (Berbuat Baik) versus Prinsip Autonomy (Otonomi/Kemandirian). Di satu sisi, prinsip beneficence mewajibkan perawat untuk melakukan tindakan yang terbaik bagi pasien, yang dalam kondisi henti jantung adalah melakukan RJP untuk menyelamatkan nyawa. Tuntutan profesional dan hati nurani perawat mendorong untuk segera bertindak. Di sisi lain, prinsip autonomy menghormati hak pasien (yang diwakili oleh keluarga) untuk membuat keputusan tentang perawatan mereka sendiri, termasuk hak untuk menolak pengobatan (informed refusal). Keluarga, dengan alasan yang didasari nilai spiritual dan kasih sayang, telah memilih untuk tidak melakukan RJP. Dilema ini diperparah oleh faktor waktu yang sangat sempit (henti jantung memerlukan tindakan segera) dan tekanan emosional yang tinggi. Perawat terjebak di antara kewajiban profesionalnya sebagai penyelamat hidup dan kewajiban etisnya untuk menghormati kehendak pasien/keluarga. Solusi etis yang tepat adalah dengan memprioritaskan prinsip autonomy setelah memastikan bahwa penolakan keluarga adalah sebuah keputusan yang informed (setelah memahami segala konsekuensinya), dan kemudian beralih fokus dari perawatan kuratif (menyelamatkan nyawa) ke perawatan paliatif (memberikan kenyamanan dan martabat di akhir hidup).
-
Article No. 22991 | 25 Nov 2025
Klinis : Seorang pasien wanita berusia 48 tahun dirawat di ruang ICU mendapatkan terapi cairan via infuse pump dengan kecepatan 125 ml/jam perawat memeriksa daerah insersi venipuncture di daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri pada area proksimal. Manakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0609
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana seorang individu mengalami peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat mengancam kesehatan. Pada kasus ini, tanda-tanda klinis seperti kemerahan, bengkak, hangat, dan nyeri pada area insersi venipuncture sangat mengindikasikan proses inflamasi lokal yang dapat berkembang menjadi infeksi sistemik jika tidak ditangani dengan tepat. Pasien di ICU secara inherent memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi karena kemungkinan adanya penurunan status imun, paparan terhadap berbagai patogen di lingkungan rumah sakit, dan adanya prosedur invasif seperti pemasangan jalur intravena. Tanda-tanda inflamasi lokal ini merupakan respons tubuh terhadap iritasi, kontaminasi, atau awal dari kolonisasi bakteri. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi flebitis, selulitis, abses, atau bahkan bakteremia dan sepsis, yang secara signifikan akan memperburuk kondisi pasien, memperpanjang masa rawat, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Oleh karena itu, diagnosis ini menjadi fokus utama untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kode SLKI: 4207
Deskripsi : SLKI 4207 berfokus pada Manajemen Infeksi. Tujuan utama dari intervensi ini adalah untuk mencegah, meminimalkan, dan mengendalikan penyebaran infeksi pada pasien. Dalam konteks kasus ini, intervensi pertama dan paling kritis adalah menghentikan infus yang sedang berjalan dan segera melepas kanula intravena dari vena radialis yang menunjukkan tanda-tanda inflamasi dan kemungkinan infeksi. Tindakan ini merupakan langkah definitif untuk menghilangkan sumber iritasi dan potensi portal entri bagi mikroorganisme. Setelah pengangkatan kanula, area insersi harus dibersihkan secara antiseptik dan ditutup dengan dressing kering yang steril untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut. Selanjutnya, perawat harus memilih lokasi venipuncture baru yang berbeda, lebih disukai di ekstremitas yang berlawanan atau area yang tidak terlibat, dengan mempertimbangkan kondisi vena pasien dan kebutuhan terapi cairan yang berkelanjutan. Seluruh prosedur pemasangan baru harus dilakukan dengan teknik aseptik yang ketat, termasuk cuci tangan, penggunaan sarung tangan steril, desinfeksi kulit yang adekuat, dan pemasangan dressing transparan steril untuk memungkinkan pemantauan visual yang berkelanjutan. Pemantauan tanda-tanda vital, terutama suhu, juga merupakan bagian integral dari manajemen infeksi untuk mendeteksi secara dini adanya respons sistemik. Pendidikan kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya melaporkan ketidaknyamanan juga termasuk dalam lingkup SLKI ini. Dokumentasi yang akurat dan lengkap mengenai temuan, tindakan yang diambil, dan respons pasien sangat penting untuk komunikasi antar profesional kesehatan dan evaluasi keperawatan.
Kode SIKI: I.0727
Deskripsi : SIKI I.0727 adalah tindakan spesifik yang disebut "Mempertahankan Teknik Aseptik". Ini adalah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali dan merupakan tindakan fundamental yang mendasari semua prosedur invasif. Dalam skenario akut ini, mempertahankan teknik aseptik secara langsung diterjemahkan ke dalam tindakan segera: melepas kanula intravena yang terkontaminasi atau teriritasi. Tindakan ini harus dilakukan dengan hati-hati namun cepat, tetap memperhatikan prinsip aseptik untuk mencegah trauma tambahan atau penyebaran mikroorganisme. Perawat akan mencuci tangan secara menyeluruh, menggunakan sarung tangan bersih (non-steril sesuai protokol untuk pelepasan), dan dengan lembut melepas plester dan kanula. Setelah kanula dikeluarkan, tekanan langsung diterapkan dengan kapas kering atau antiseptik untuk mencapai hemostasis, dan area tersebut kemudian ditutup dengan plester kering. Tindakan ini merupakan aplikasi praktis langsung dari teknik aseptik karena menghilangkan benda asing yang menjadi fokus masalah. Selanjutnya, teknik aseptik akan terus diterapkan dalam setiap langkah berikutnya, mulai dari persiapan peralatan infus baru, desinfeksi kulit yang optimal pada lokasi baru (menggunakan antiseptik seperti alkohol 70% atau chlorhexidine dengan teknik gerakan melingkar dari dalam ke luar), hingga pemasangan kanula dan dressing steril yang baru. Keterampilan ini menekankan pada pemahaman tentang rantai infeksi dan bagaimana memutusnya, pemilihan dan penggunaan bahan-bahan steril dengan benar, serta pencegahan kontaminasi silang. Dengan melakukan I.0727 sebagai respons pertama, perawat secara proaktif mengendalikan situasi, membatasi kerusakan, dan menciptakan kondisi yang aman untuk memulai terapi yang baru dan lebih steril.
-
Article No. 22992 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. M berusia 52 tahun dirawat di Rumah Sakit M.Yunus dengan penyakit jantung koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 108 x/menit dan gambaran EKG aritmia. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada Tn. M ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 berfokus pada pengendalian nyeri. Tujuannya adalah agar nyeri pasien dapat terkelola dengan baik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi napas dalam atau distraksi. Pasien melaporkan penurunan skala nyeri yang dirasakan hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi, idealnya skala 0-3 pada skala nyeri 0-10. Selain itu, pasien menunjukkan tanda-tanda perilaku yang menandakan nyeri berkurang, seperti ekspresi wajah yang rileks, mampu beristirahat dengan tenang, dan tidak lagi gelisah. Tanda-tanda fisiologis yang menyertai nyeri, seperti takikardia dan takipnea, juga diharapkan menunjukkan perbaikan dan kembali ke rentang normal. Keberhasilan SLKI ini diukur dari kombinasi laporan subjektif pasien dan observasi objektif perawat terhadap kondisi pasien.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : SIKI I.08060 mencakup serangkaian intervensi mandiri perawat untuk menangani nyeri akut. Intervensi dimulai dengan melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan faktor pemicu serta peredanya. Perawat akan menggunakan alat skala nyeri yang valid (misalnya, Numeric Rating Scale) untuk mengkuantifikasi intensitas nyeri. Selanjutnya, perawat akan mengajarkan dan mendampingi pasien dalam teknik nonfarmakologis, seperti latihan napas dalam dan relaksasi progresif, untuk membantu mengalihkan perhatian dan mengurangi ketegangan otot. Pemberian terapi farmakologis sesuai resep dokter (seperti nitrogliserin atau analgesik) dilakukan dengan tepat waktu, dan respons pasien terhadap terapi tersebut dimonitor secara ketat, termasuk efek samping yang mungkin timbul. Perawat juga menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung istirahat pasien, seperti mengatur posisi yang nyaman dan meminimalkan kebisingan. Selain itu, edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab nyeri, tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri segera untuk penanganan yang cepat. Pemantauan tanda-tanda vital dan status pernapasan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas intervensi dan mendeteksi setiap komplikasi yang mungkin terjadi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : SLKI L.09005 bertujuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien. Kriteria hasil utamanya adalah pasien mampu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas tanpa disertai tanda-tanda intoleransi. Secara spesifik, pasien diharapkan dapat melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi dan berpakaian) secara mandiri atau dengan bantuan minimal. Tanda-tanda vital (denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah) harus tetap dalam rentang yang dapat diterima selama dan setelah beraktivitas, tanpa disertai keluhan nyeri dada, sesak napas yang memberat, atau kelelahan yang berlebihan. Pasien juga diharapkan mampu mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan dan mengetahui kapan harus beristirahat. Peningkatan kekuatan otot dan daya tahan tubuh juga menjadi indikator keberhasilan dari SLKI ini, yang ditandai dengan kemampuan pasien untuk melakukan rentang gerak dan aktivitas dengan durasi yang semakin lama.
Kode SIKI: I.09021
Deskripsi : SIKI I.09021 berisi intervensi untuk mengelola intoleransi aktivitas. Perawat akan memantau respons kardiovaskuler dan pernapasan pasien sebelum, selama, dan setelah aktivitas, termasuk mengobservasi adanya nyeri dada, dispnea, diaforesis, pucat, atau pusing. Perawat kemudian membantu pasien dalam menyusun rencana aktivitas yang terstruktur, yang mencakup periode aktivitas dan istirahat yang seimbang untuk mencegah kelelahan. Pasien diajarkan untuk menghemat energi dengan teknik-teknik efisien, seperti duduk saat melakukan aktivitas dan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil. Bantuan diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien, dimulai dari bantuan total hingga mendorong kemandirian seiring dengan peningkatan toleransinya. Perawat juga akan mengajarkan latihan rentang gerak pasif atau aktif sesuai kondisi dan kolaborasi dengan tim fisioterapi jika diperlukan. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta mengenali batasan tubuh sendiri, merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk memastikan keberlanjutan perawatan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0040
Deskripsi Singkat: Kondisi saat inspirasi dan/atau ekspirasi tidak memberikan ventilasi yang adekuat.
Kode SLKI: L.04006
Deskripsi : SLKI L.04006 bertujuan untuk mencapai pola napas yang efektif. Kriteria hasil yang ditetapkan meliputi: frekuensi napas pasien kembali dalam rentang normal yang sesuai dengan usianya (untuk dewasa: 12-20 kali per menit). Kedalaman napas pasien memadai, ditandai dengan pengembangan dada yang simetris dan tidak adanya penggunaan otot bantu pernapasan. Bunyi napas saat auskultasi bersih, tanpa adanya suara tambahan seperti mengi atau ronki. Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan, seperti sianosis, gelisah, atau kesulitan berbicara. Selain itu, nilai gas darah arteri (jika tersedia) menunjukkan perbaikan dan berada dalam batas normal, yang mengindikasikan pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang adekuat. Pasien juga melaporkan perasaan nyaman dan tidak sesak lagi.
Kode SIKI: I.04011
Deskripsi : SIKI I.04011 mencakup intervensi untuk memperbaiki pola napas. Perawat akan memantau status pernapasan secara berkala, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi dapat diterapkan untuk memudahkan ekspansi paru dan memfasilitasi pernapasan. Pasien diajarkan dan didorong untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan napas dan meningkatkan pertukaran gas. Jika diresepkan, pemberian terapi oksigen dilakukan dengan tepat, dan efektivitasnya dipantau secara terus-menerus. Lingkungan dijaga agar tetap tenang dan nyaman untuk mengurangi konsumsi oksigen dan kecemasan pasien. Auskultasi bunyi napas dilakukan secara rutin untuk mendeteksi adanya perubahan atau komplikasi. Perawat juga akan berkolaborasi dengan tim medis untuk terapi lebih lanjut jika diperlukan, seperti pemberian bronkodilator, serta memberikan edukasi kepada pasien mengenai pentingnya teknik pernapasan yang benar dan faktor-faktor yang dapat memperburuk kondisi pernapasannya.
-
Article No. 22993 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien Tn. M berusia 52 tahun dirawat di Rumah Sakit M.Yunus dengan penyakit jantung koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 108 x/menit dan gambaran EKG aritmia. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada Tn. M ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat datangnya dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan keperawatan untuk mengendalikan nyeri. Tindakan keperawatan pada luaran ini meliputi: memastikan karakteristik nyeri (kuatitas, kualitas, frekuensi, durasi, lokasi dan pencetus); memastikan faktor yang mempengaruhi persepsi nyeri; memastikan respons terhadap nyeri; memonitor efek samping terapi farmakologi; mengajarkan teknik nonfarmakologi; memberikan terapi farmakologi; memfasilitasi dukungan keluarga; memodifikasi lingkungan; dan memberikan terapi komplementer.
Kode SIKI: I.08066
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Memfasilitasi kenyamanan dan/atau meringankan nyeri. Tindakan keperawatan pada intervensi ini meliputi: kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, frekuensi, durasi, intensitas/skala nyeri, pencetus); kaji faktor yang mempengaruhi persepsi nyeri (budaya, usia, jenis kelamin, sosial, spiritual, pengalaman nyeri sebelumnya); kaji respons terhadap nyeri (perilaku, emosi, fisiologis); monitor efek samping terapi farmakologi; ajarkan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi nafas dalam, imajinasi terbimbing, musik terapi); berikan terapi farmakologi sesuai program; fasilitasi dukungan keluarga; modifikasi lingkungan; berikan terapi komplementer (massage, kompres hangat/dingin); kolaborasi dengan tim kesehatan lain; dan evaluasi efektivitas manajemen nyeri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi Aktivitas: Kemampuan untuk melakukan aktivitas yang diperlukan atau yang diinginkan. Tindakan keperawatan pada luaran ini meliputi: memantau tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas; memantau respons terhadap aktivitas; mengidentifikasi faktor yang menghambat toleransi aktivitas; mengatur aktivitas; meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap; dan mengajarkan teknik konservasi energi.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : Manajemen Energi: Mempertahankan keseimbangan antara konsumsi dan pengeluaran energi untuk mengurangi kelelahan. Tindakan keperawatan pada intervensi ini meliputi: kaji faktor yang menyebabkan kelelahan; kaji pola tidur dan periode istirahat; kaji kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari (AKS); kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen); bantu dalam AKS sesuai kebutuhan; atur jadwal aktivitas dan istirahat; ajarkan teknik konservasi energi; berikan lingkungan yang tenang; kolaborasi pemberian oksigen; dan anjurkan aktivitas bertahap.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi: Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru. Tindakan keperawatan pada luaran ini meliputi: memantau frekuensi pernapasan; memantau irama pernapasan; memantau kedalaman pernapasan; memantau bunyi napas; memantau penggunaan otot bantu pernapasan; memantau saturasi oksigen; memantau upaya pernapasan; dan memantau batuk.
Kode SIKI: I.04014
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Memfasilitasi patensi jalan napas dan membersihkan sekret. Tindakan keperawatan pada intervensi ini meliputi: kaji frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan; kaji bunyi napas; kaji penggunaan otot bantu pernapasan; kaji faktor yang mempengaruhi pola napas; kaji saturasi oksigen; posisikan semi-fowler atau fowler; bantu latihan napas dalam; bantu batuk efektif; berikan oksigen sesuai program; hisap lendir (jika diperlukan); ajarkan tentang faktor pencetus; dan kolaborasi dengan tim kesehatan lain.
-
Article No. 22994 | 25 Nov 2025
Klinis : Seorang wanita berusia 54 tahun di rawat di ICCU dengan Sindrom Koroner Akut (SKA). Pada saat perawat melakukan observasi tanda-tanda vital, pasien tiba-tiba mengeluh nyeri dada dan kemudian mengalami henti jantung. Perawat akan melakukan RJP namun keluarga keberatan dan menolak tindakan tersebut dilakukan meskipun sudah diberikan penjelasan, dengan alasan supaya pasien bisa meniggal dengan tenang. Apakah dilema etik yang dialami oleh perawat.?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Respon Berduka yang Kompleks terkait Penolakan Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Kode SDKI: 1238 - Respon Berduka
Deskripsi Singkat: Respon berduka adalah keadaan di mana individu atau kelompok mengalami proses psikologis, fisik, sosial, dan spiritual sebagai reaksi terhadap kehilangan yang aktual atau potensial. Dalam konteks ini, fokusnya adalah pada respon berduka yang dialami oleh keluarga yang kompleks karena melibatkan konflik antara nilai-nilai keluarga (membiarkan pasien meninggal dengan tenang) dengan prinsip-prinsip medis (menyelamatkan nyawa). Perawat mendiagnosa respon berduka yang kompleks karena penolakan keluarga terhadap RJP menciptakan situasi yang penuh tekanan dan dilema etis, menghambat proses berduka yang sehat dan menimbulkan distres moral bagi perawat. Defisinya terletak pada ketidakmampuan keluarga untuk menerima tindakan medis yang agresif sebagai bagian dari proses akhir kehidupan, dan ketidakmampuan perawat untuk melaksanakan kewajiban profesinya secara optimal karena hambatan dari pihak keluarga.
Kode SLKI: 4329 - Dukungan dalam Pengambilan Keputusan Etik
Deskripsi : Dukungan dalam pengambilan keputusan etik adalah serangkaian intervensi yang dilakukan perawat untuk membantu pasien, keluarga, atau tim kesehatan dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik atau dilema etik. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang menghormati otonomi, nilai-nilai, dan keyakinan semua pihak yang terlibat, sambil tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip etika keperawatan dan medis. Intervensi ini mencakup beberapa langkah kritis. Pertama, perawat harus memfasilitasi komunikasi yang terbuka dan empatik antara keluarga dan tim kesehatan. Perawat perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi keluarga untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan, dan nilai-nilai mereka yang mendasari penolakan RJP, seperti keinginan untuk kematian yang tenang dan bermartabat. Kedua, perawat harus memberikan informasi yang jelas, lengkap, dan mudah dimengerti mengenai kondisi pasien, prognosis, manfaat dan beban dari tindakan RJP, serta konsekuensi dari tidak dilakukannya tindakan tersebut. Informasi ini harus disampaikan dengan jujur dan tanpa paksaan. Ketiga, perawat dapat berperan sebagai mediator atau fasilitator untuk melibatkan komite etik rumah sakit jika konflik tidak dapat diselesaikan. Keempat, perawat perlu memberikan dukungan emosional dan psikospiritual kepada keluarga yang sedang berduka, mengakui perasaan mereka, dan memvalidasi bahwa perasaan mereka adalah hal yang wajar. Kelima, perawat harus mendokumentasikan seluruh proses diskusi, keputusan keluarga, dan tindakan yang diambil secara rinci dan objektif. SLKI ini bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil, meskipun mungkin bertentangan dengan standar medis, adalah hasil dari proses pertimbangan yang matang, terinformasi, dan menghormati otonomi keluarga, sekaligus melindungi perawat dari tuntutan hukum dan etika.
Kode SIKI: 3332 - Manajemen Etik
Deskripsi : Manajemen etik adalah kompetensi perawat dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon situasi yang melibatkan dilema atau konflik etik dengan menggunakan kerangka kerja etika profesional. Dalam situasi ini, perawat dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip etika biomedik secara seimbang. Prinsip otonomi menghormati hak keluarga untuk menolak pengobatan, prinsip beneficence (berbuat baik) dan non-maleficence (tidak mencelakakan) mendorong tindakan RJP untuk menyelamatkan nyawa, sedangkan prinsip keadilan mempertimbangkan alokasi sumber daya dan konsistensi dalam penanganan kasus. Kriteria ini mensyaratkan bahwa perawat terlebih dahulu mengidentifikasi dengan jelas dilema etik yang dihadapi, yaitu konflik antara kewajiban untuk menyelamatkan nyawa (duty to care) dan kewajiban untuk menghormati keinginan pasien/keluarga. Selanjutnya, perawat harus mengumpulkan semua fakta klinis yang relevan, termasuk status mental keluarga dalam pengambilan keputusan. Perawat kemudian menganalisis situasi dengan menggunakan model pengambilan keputusan etik, mempertimbangkan nilai-nilai pribadi, profesional, serta nilai-nilai keluarga. Perawat juga harus berkonsultasi dengan tim, termasuk dokter, supervisor, atau komite etik, untuk mendapatkan perspektif dan dukungan yang lebih luas. Setelah keputusan final diambil (dalam hal ini menghormati penolakan keluarga), perawat harus memastikan bahwa pasien tetap mendapatkan perawatan paliatif yang optimal untuk memastikan kenyamanan dan martabatnya hingga akhir kehidupan, seperti manajemen nyeri dan dukungan pernapasan jika memungkinkan. Terakhir, perawat perlu melakukan refleksi diri dan mencari dukungan untuk mengatasi distres moral yang mungkin timbul karena tidak dapat melaksanakan tindakan yang diyakini benar secara klinis. SIKI ini memastikan bahwa perawat bertindak tidak hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai profesional yang mampu menavigasi kompleksitas etika dalam praktik keperawatan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280