Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 18007 | 28 May 2025
Klinis : Efusi pleura
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi efusi pleura.
1. Kode ICD-10:
- Kode: J90
- Deskripsi: Efusi pleura, tidak diklasifikasikan di tempat lain
Efusi pleura adalah akumulasi cairan di rongga pleura, yang merupakan ruang di antara lapisan dalam (visceral) dan lapisan luar (parietal) dari pleura. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, seperti peradangan, infeksi, trauma, atau penyakit ginjal.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 34.91
- Deskripsi: Torakosentesis; aspirasi rongga pleura
Torakosentesis atau aspirasi rongga pleura adalah prosedur yang dilakukan untuk mengambil sampel cairan dari rongga pleura untuk tujuan diagnostik atau terapeutik. Prosedur ini dapat dilakukan untuk mengurangi volume cairan efusi pleura dan memperbaiki fungsi pernapasan. -
Article No. 18008 | 28 May 2025
Klinis : Keluhan mengamuk dirumah, gaduh, sering kabur dari rumah, sering mengganggu tetangga, onset sudah sejak lama menahun, namun sudah stabil, mulai 2 bulan ini seirng kabur sampai sempat hilang di luar kota, dirumah bicara sendiri, tidak nyambung saat komunikasi, tidak bisa diatur atau rawat diri
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dideskripsikan, diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Risiko Perilaku Kekerasan
Definisi: Kecenderungan yang disadari atau tidak disadari untuk melakukan tindakan yang dapat mencederai diri sendiri dan/atau orang lain.
Penyebab Risiko Perilaku Kekerasan pada kasus ini antara lain:
- Perubahan persepsi realita
- Perasaan tertekan/stres
- Kurangnya kontrol diri
- Kurangnya dukungan sosial
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Kontrol Perilaku
- Pasien dapat mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan
- Pasien dapat menunjukkan strategi untuk mengendalikan perilaku kekerasan
- Pasien dapat menunjukkan perilaku yang sesuai dalam lingkungan sosial
2. Intervensi Keperawatan yang diperlukan (SIKI):
1. Manajemen Perilaku Kekerasan
- Identifikasi penyebab/pemicu perilaku kekerasan
- Identifikasi tanda-tanda awal perilaku kekerasan
- Kembangkan rencana manajemen perilaku kekerasan
- Latih pasien dalam menggunakan strategi kontrol perilaku
- Libatkan keluarga dalam manajemen perilaku kekerasan
2. Terapi Kognitif
- Bantu pasien mengidentifikasi pikiran, perasaan, dan perilaku yang maladaptif
- Modifikasi keyakinan dan distorsi kognitif yang mendasari perilaku kekerasan
- Latih pasien dalam keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
3. Terapi Lingkungan
- Ciptakan lingkungan yang mendukung dan membatasi stimulasi yang berlebihan
- Atur ulang lingkungan untuk meminimalkan pemicu perilaku kekerasan
- Libatkan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung
Penjelasan rinci:
Risiko Perilaku Kekerasan dipilih karena pasien menunjukkan gejala-gejala seperti mengamuk, gaduh, sering kabur dari rumah, mengganggu tetangga, bicara sendiri, dan tidak bisa diatur. Ini menunjukkan adanya potensi perilaku kekerasan yang perlu ditangani.
Luaran/Output yang diharapkan adalah pasien dapat mengontrol perilaku kekerasan dengan mengidentifikasi pemicu, menerapkan strategi kontrol, dan menunjukkan perilaku yang sesuai secara sosial. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup manajemen perilaku kekerasan, terapi kognitif, dan terapi lingkungan untuk membantu pasien mengelola perilaku kekerasan.
Pendekatan holistik, kolaboratif, dan berpusat pada pasien sangat penting dalam menangani kasus ini. Pelibatan keluarga dan lingkungan juga krusial untuk menciptakan dukungan yang optimal bagi pemulihan pasien. -
Article No. 18009 | 28 May 2025
Klinis : mengeluh kaki kirinya nyeri karena ada luka dikaki kiri dan untuk beraktivitas membutuhkan bantuan keluarganya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi yang Anda paparkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (10001)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau yang digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mobilitas Fisik Terganggu (10020)
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja, yang mengakibatkan batasan dalam mobilitas dan penggunaan lingkungan.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Nyeri Akut (10001)
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau yang digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Kode: 10001
2. Mobilitas Fisik Terganggu (10020)
- Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja, yang mengakibatkan batasan dalam mobilitas dan penggunaan lingkungan.
- Kode: 10020
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kontrol Nyeri (20101)
- Definisi: Kemampuan untuk mengendalikan rasa nyeri.
2. Mobilitas (20401)
- Definisi: Kemampuan untuk bergerak secara mandiri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri (30007)
- Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien.
2. Peningkatan Mobilitas (30301)
- Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam bergerak secara mandiri.
Dengan diagnosa keperawatan dan penjelasan SDKI - SLKI - SIKI yang telah saya paparkan, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi pasien dan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan. Sebagai perawat, saya siap membantu Anda untuk menangani kondisi tersebut secara komprehensif. -
Article No. 18010 | 28 May 2025
Klinis : mengeluh kaki kirinya nyeri karena ada luka dikaki kiri dan untuk beraktivitas membutuhkan bantuan keluarganya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons akademis dengan persona pakar keperawatan sesuai permintaan:
**Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI-SLKI-SIKI**
**1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode: 00032**
**Nyeri Akut**
*Definisi:* Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan durasi ?3 bulan.
*Faktor terkait:* Luka pada kaki kiri (etiologi nyeri).
*Karakteristik Mayor:* Pasien mengeluh nyeri pada kaki kiri, ekspresi wajah kesakitan, dan perlindungan area luka.
**2. Tujuan (SLKI)**
**Kode: 1401**
**Manajemen Nyeri**
*Kriteria Hasil:*
- Skala nyeri berkurang dari 7 ke ?3 dalam 24 jam.
- Pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis (contoh: relaksasi) untuk mengurangi nyeri.
**3. Intervensi (SIKI)**
**Kode: 2310**
**Manajemen Nyeri**
*Tindakan:*
- Ajarkan teknik distraksi dan napas dalam.
- Kolaborasi pemberian analgesik sesuai protokol.
- Monitor skala nyeri tiap 4 jam.
**Kode: 0400**
**Bantuan Aktivitas Hidup Sehari-hari (ADL)**
*Tindakan:*
- Bantu pasien dalam mobilisasi (transfer, ambulasi).
- Ajarkan keluarga teknik bantu yang aman.
- Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan risiko cedera.
**Penjelasan Singkat:**
- **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia)** digunakan untuk menegakkan diagnosa berbasis assessment.
- **SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)** menentukan tujuan yang terukur.
- **SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** memandu tindakan spesifik berbasis evidence.
**Referensi:**
PPNI. (2017). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)*. Edisi 1.
Format ini memenuhi kaidah akademis dengan integrasi kode dan definisi resmi PPNI. -
Article No. 18011 | 28 May 2025
Klinis : kelebihan cairan tubuhnya h sampai edema
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan rinci dan terperinci terkait kondisi kelebihan cairan tubuh hingga edema, sesuai dengan format yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai dengan kondisi kelebihan cairan tubuh hingga edema adalah "Kelebihan Volume Cairan" (Fluid Overload). Diagnosa ini menggambarkan kondisi ketika terdapat peningkatan volume cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular, yang melebihi kebutuhan tubuh.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan Cairan: Pasien menunjukkan keseimbangan cairan yang memadai, ditandai dengan tanda-tanda vital yang stabil, tidak ada edema, dan tidak ada kelebihan atau kekurangan cairan.
2. Perfusi Jaringan: Pasien menunjukkan perfusi jaringan yang adekuat, ditandai dengan capillary refill time yang normal, ekstremitas hangat, dan tidak ada tanda-tanda hipoperfusi.
3. Pengelolaan Cairan: Pasien dan/atau keluarga mampu mengelola cairan dengan baik, termasuk memantau intake dan output cairan, serta mengenali tanda-tanda kelebihan atau kekurangan cairan.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Intake dan Output Cairan
- Ukur dan catat intake dan output cairan secara akurat
- Pantau tanda-tanda vital, berat badan, dan edema
- Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk mengoptimalkan manajemen cairan
2. Manajemen Cairan
- Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk menentukan kebutuhan cairan pasien
- Berikan cairan intravena atau oralik sesuai dengan kebutuhan
- Pantau dan kontrol pemberian cairan agar sesuai dengan rencana
3. Edukasi Pasien dan Keluarga
- Jelaskan penyebab, tanda, dan gejala kelebihan cairan
- Ajarkan pasien dan keluarga cara memantau intake dan output cairan
- Dorong pasien dan keluarga untuk aktif berpartisipasi dalam manajemen cairan
4. Kolaborasi dengan Tim Kesehatan
- Konsultasi dengan dokter untuk menentukan program terapi yang sesuai
- Koordinasi dengan ahli gizi untuk mengoptimalkan asupan cairan dan elektrolit
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (fisioterapis, perawat spesialis, dll.) untuk mendukung pengobatan
Implementasi dari intervensi-intervensi ini akan membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan, yaitu keseimbangan cairan, perfusi jaringan yang adekuat, dan kemampuan pasien dan keluarga dalam mengelola cairan. Melalui kolaborasi yang erat dengan tim kesehatan, asuhan keperawatan yang komprehensif dapat diberikan untuk mengatasi kondisi kelebihan cairan tubuh hingga edema. -
Article No. 18012 | 28 May 2025
Klinis : Pasien anak bronkitis batuk berdahak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien anak dengan bronkitis batuk berdahak, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, serta SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
2. Penjelasan Singkat:
Kondisi di mana pasien mengalami hambatan dalam pembersihan sekret dari saluran pernapasan, sehingga dapat menyebabkan perubahan pola napas, hipoksemia, dan kelelahan.
3. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00031
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
4. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00410
Definisi: Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang terbuka, bebas dari obstruksi, dan mampu mengeluarkan sekresi dengan efektif.
5. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00406
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi pembersihan jalan napas dan mencegah komplikasi terkait gangguan pernapasan.
Dalam konteks ini, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, perawat dapat menjelaskan diagnosa keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI secara terperinci kepada pasien atau tenaga kesehatan lainnya, serta memberikan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien anak dengan bronkitis batuk berdahak. -
Article No. 17920 | 27 May 2025
Klinis : pasien mual muntah, tekanan darah 122/92, nadi 159
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang diberikan, yaitu mual muntah, tekanan darah 122/92, nadi 159, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
Mual (00134)
2. Penjelasan Singkat:
Mual adalah pengalaman subjektif ketidaknyamanan di daerah lambung yang dapat menyebabkan upaya untuk memuntahkan isi lambung.
3. Kode dan Definisi:
a. SDKI - Mual (00134)
Definisi: Pengalaman subjektif ketidaknyamanan di daerah lambung yang dapat menyebabkan upaya untuk memuntahkan isi lambung.
b. SLKI - Kontrol Mual (2305)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengendalikan atau mengurangi sensasi mual.
c. SIKI - Manajemen Mual (6750)
Definisi: Serangkaian tindakan untuk mengendalikan atau mengurangi sensasi mual.
Selain diagnosa keperawatan Mual (00134), pasien juga dapat memiliki diagnosa tambahan terkait dengan kondisi lainnya, seperti:
1. Diagnosa Keperawatan: Hipertansi (00034)
SDKI - Hipertensi (00034)
Definisi: Peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
2. Diagnosa Keperawatan: Takikardia (00079)
SDKI - Takikardia (00079)
Definisi: Denyut jantung lebih dari 100 kali per menit.
Penerapan intervensi keperawatan yang sesuai dengan SIKI akan membantu dalam mengatasi masalah kesehatan pasien tersebut. -
Article No. 17921 | 27 May 2025
Klinis : pasien mual muntah, tekanan darah 122/92, nadi 159 dengan diagnosa medis 1. hipotensi ec syok hipotensi dd syok sepsis 2. ckd on hd 3. sups ca ovarium dd surkoma uteri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda berikan:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Diagnosa Keperawatan SDKI: Hipovolemia (10015)
Definisi: Pengurangan volume cairan intravaskuler yang dapat mengancam kesehatan.
b. Diagnosa Keperawatan SLKI: Manajemen Cairan (10008)
Definisi: Kemampuan untuk mengatur masukan dan pengeluaran cairan untuk mempertahankan keseimbangan cairan yang optimal.
c. Diagnosa Keperawatan SIKI: Pemantauan Tanda-tanda Vital (6703)
Definisi: Pengumpulan dan analisis data mengenai parameter fisiologis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi kesehatan seseorang.
2. Penjelasan Singkat:
a. Hipovolemia (10015): Kondisi pasien dengan penurunan volume cairan intravaskuler yang dapat disebabkan oleh perdarahan, dehidrasi, atau kondisi lain yang menyebabkan kehilangan cairan. Hal ini dapat mengancam kesehatan dan memerlukan intervensi cepat untuk menjaga keseimbangan cairan.
b. Manajemen Cairan (10008): Kemampuan perawat untuk mengatur masukan dan pengeluaran cairan pasien, sehingga dapat mempertahankan keseimbangan cairan yang optimal. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi terkait gangguan keseimbangan cairan.
c. Pemantauan Tanda-tanda Vital (6703): Pengumpulan dan analisis data terkait parameter fisiologis, seperti tekanan darah, nadi, dan lain-lain, yang dapat memberikan informasi tentang kondisi kesehatan pasien. Pemantauan ini sangat penting untuk mendeteksi perubahan kondisi pasien secara dini.
Tone: Akademis
Persona: Pakar dalam bidang keperawatan -
Article No. 17922 | 27 May 2025
Klinis : #Tanda Vital Tensi : 111/54 mm/Hg, Nadi : 65 x/menit, Suhu : 36.5 ?C, Nafas : 18 x/menit, Berat Badan : 40 Kg , Tinggi Badan : 160 Cm. sedang koreksi asidosis metabolik dengan meylon 50 meq/8 jam. dx. Hiperglikemia, asidosis, hiperkalemia, dyspnea
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah rekomendasi diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakseimbangan Elektrolit (00195)
- Definisi: Perubahan dalam komposisi atau konsentrasi elektrolit serum, seperti natrium, kalium, klorida, kalsium, atau magnesium.
- Faktor yang berhubungan: Penyakit ginjal, asidosis metabolik, penggunaan obat-obatan.
2. Gangguan Ventilasi Spontan (00039)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan pernapasan secara spontan yang adekuat untuk mempertahankan kehidupan.
- Faktor yang berhubungan: Asidosis metabolik, hiperkalemia.
3. Intoleransi Aktivitas (00092)
- Definisi: Keterbatasan dalam toleransi untuk melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Faktor yang berhubungan: Kelemahan, disfungsi neuromuskular.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Keseimbangan Elektrolit (0601)
- Kriteria Hasil:
- Nilai elektrolit serum dalam batas normal
- Tidak ada tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit
- Tidak ada keluhan terkait ketidakseimbangan elektrolit
2. Ventilasi Efektif (0403)
- Kriteria Hasil:
- Pola napas teratur
- Irama napas dalam batas normal
- Tidak ada tanda-tanda sesak napas
3. Toleransi Aktivitas (0005)
- Kriteria Hasil:
- Tidak ada kelelahan yang berlebihan setelah aktivitas
- Tidak ada peningkatan frekuensi jantung yang berlebihan setelah aktivitas
- Tidak ada penurunan kadar oksigen dalam darah setelah aktivitas
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Elektrolit (3550)
- Pantau kadar elektrolit serum
- Berikan suplemen elektrolit sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan tim medis untuk koreksi ketidakseimbangan elektrolit
2. Manajemen Jalan Napas (3140)
- Pantau status pernapasan
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan tim medis untuk manajemen asidosis metabolik
3. Manajemen Aktivitas (0200)
- Pantau tanda-tanda vital saat aktivitas
- Batasi aktivitas sesuai toleransi pasien
- Berikan edukasi dan bimbingan untuk meningkatkan toleransi aktivitas
Penjelasan:
Berdasarkan tanda vital dan kondisi yang diberikan, pasien mengalami hiperglikemia, asidosis, hiperkalemia, dan gangguan pernapasan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Ketidakseimbangan Elektrolit, Gangguan Ventilasi Spontan, dan Intoleransi Aktivitas. Luaran yang diharapkan adalah Keseimbangan Elektrolit, Ventilasi Efektif, dan Toleransi Aktivitas. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi Manajemen Elektrolit, Manajemen Jalan Napas, dan Manajemen Aktivitas. Kolaborasi dengan tim medis juga diperlukan untuk menangani kondisi medis yang mendasari. -
Article No. 17923 | 27 May 2025
Klinis : #Tanda Vital Tensi : 130/75 mm/Hg, Nadi : 78 x/menit, Suhu : 36.6 ?C, Nafas : 16 x/menit, Berat Badan : 70 Kg , Tinggi Badan : 170 Cm. Kesadaran CM, mengeluh nyeri. dx. post HIL sinistra, ada drain , produksi drain tidak ada. Skala nyeri 3. Puasa. NGT dialirkan tidak ada produksi residu lambung.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan analisis yang rinci dan terperinci terkait kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri akut berhubungan dengan prosedur pembedahan post-operasi hip left (post HIL sinistra) ditandai dengan skala nyeri 3.
2. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan pembatasan mobilisasi akibat prosedur pembedahan.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan adanya drain pasca pembedahan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut
- Pasien melaporkan nyeri terkontrol (skala nyeri ?2) dalam 3 hari setelah intervensi keperawatan.
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan nyeri.
2. Perfusi Jaringan Perifer
- Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Ekstremitas hangat, tidak pucat, dan capillary refill ?3 detik.
- Pasien dapat melakukan latihan pergerakan sesuai dengan kemampuan.
3. Risiko Infeksi
- Tanda-tanda infeksi (demam, nyeri, kemerahan, bengkak) tidak muncul selama 3 hari perawatan.
- Produksi drain sesuai dengan ekspektasi, tidak ada tanda-tanda infeksi pada lokasi drain.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor presipitasi).
- Berikan analgesik sesuai instruksi medis dan pantau efektivitasnya.
- Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, dan terapi komplementer.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengoptimalkan pengelolaan nyeri.
2. Perfusi Jaringan Perifer
- Pantau tanda-tanda vital secara rutin.
- Dorong pasien untuk melakukan latihan pergerakan ekstremitas sesuai kemampuan.
- Berikan edukasi tentang pentingnya mobilisasi dini untuk meningkatkan perfusi jaringan.
- Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi.
3. Risiko Infeksi
- Pantau tanda-tanda infeksi secara berkala.
- Lakukan perawatan luka dan drain sesuai prosedur aseptik.
- Edukasikan pasien dan keluarga tentang perawatan luka dan drain yang benar.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk memantau perkembangan luka dan drain.
Penjelasan rinci:
Berdasarkan data yang diberikan, pasien memiliki kondisi post-operasi hip left (post HIL sinistra) dengan adanya drain dan keluhan nyeri. Tanda-tanda vital pasien secara umum stabil, namun perlu diperhatikan risiko terkait perfusi jaringan perifer dan risiko infeksi akibat prosedur pembedahan.
Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah nyeri akut, risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, dan risiko infeksi. Luaran yang diharapkan adalah kontrol nyeri yang optimal, peningkatan perfusi jaringan perifer, dan pencegahan infeksi. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup pengkajian dan pengelolaan nyeri, pemantauan tanda-tanda vital dan perfusi jaringan, serta perawatan luka dan drain secara aseptik.
Kolaborasi dengan tim medis, seperti dokter dan fisioterapis, juga diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan kondisi pasien dan mencapai hasil yang diharapkan. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manajemen nyeri, mobilisasi, dan perawatan luka juga merupakan bagian penting dari intervensi keperawatan.