Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17967 | 28 May 2025
Klinis : kaki kiri yang terdapat luka membuat tn. S terbatas aktivitasnya, dan saat melakukan aktivitas membutuhkan bantuan keluarga sehingga tn. S merasa sering merepotkan keluarganya dan tidak bisa lagi ke ladang untuk bekerja. kaki kiri nya juga terasa nyeri , skala 7 - 8
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh keterbatasan fisik atau persepsi terhadap keterbatasan.
2. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
- Kode: 00092
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh keterbatasan fisik atau persepsi terhadap keterbatasan.
2. Nyeri Akut (00132)
- Kode: 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas (1616)
- Kode: 1616
- Definisi: Kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik tanpa timbulnya gejala yang tidak diinginkan.
2. Kontrol Nyeri (1605)
- Kode: 1605
- Definisi: Tingkat kenyamanan yang dirasakan saat rasa nyeri dapat dikendalikan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Aktivitas (0200)
- Kode: 0200
- Definisi: Pengaturan, pemantauan, dan fasilitasi aktivitas fisik dan mental seseorang.
2. Manajemen Nyeri (1400)
- Kode: 1400
- Definisi: Pengurangan rasa sakit hingga ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima.
Kesimpulan, berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, Tn. S mengalami Intoleransi Aktivitas dan Nyeri Akut. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Aktivitas dan Manajemen Nyeri untuk membantu Tn. S dalam memulihkan kondisinya. -
Article No. 17968 | 28 May 2025
Klinis : kaki kiri yang terdapat luka membuat tn. S terbatas aktivitasnya, dan saat melakukan aktivitas membutuhkan bantuan keluarga sehingga tn. S merasa sering merepotkan keluarganya dan tidak bisa lagi ke ladang untuk bekerja. kaki kiri nya juga terasa nyeri , skala 7 - 8
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan analisis yang komprehensif berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Mobilitas Fisik Terganggu" (Impaired Physical Mobility). Tn. S mengalami keterbatasan dalam aktivitas akibat luka di kaki kirinya, serta membutuhkan bantuan keluarga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, adanya rasa nyeri di kaki kiri yang dirasakan dengan skala 7-8 juga dapat menyebabkan gangguan mobilitas.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Mobilitas Fisik: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan keluarga.
2. Kontrol Nyeri: Pasien dapat melaporkan penurunan skala nyeri di kaki kiri menjadi 3-4.
3. Fungsi Aktivitas: Pasien dapat kembali beraktivitas di ladang tanpa adanya keterbatasan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Aktivitas
- Kaji tingkat ketergantungan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- Berikan latihan aktivitas secara bertahap untuk meningkatkan kemandirian pasien.
- Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada pasien.
- Ajarkan pasien teknik menghemat energi saat melakukan aktivitas.
2. Manajemen Nyeri
- Kaji intensitas, lokasi, karakteristik, dan faktor yang memengaruhi nyeri pada kaki kiri pasien.
- Berikan intervensi farmakologis sesuai resep dokter untuk mengatasi nyeri.
- Ajarkan pasien teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti kompres dingin, relaksasi, dan distraksi.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (fisioterapis, ahli gizi) untuk mendukung penanganan nyeri.
3. Peningkatan Mobilitas
- Kaji kemampuan dan keterbatasan pasien dalam beraktivitas, khususnya terkait dengan kondisi luka di kaki kiri.
- Berikan latihan fisik yang sesuai, seperti latihan rentang gerak, latihan kekuatan, dan latihan berjalan.
- Ajarkan pasien penggunaan alat bantu mobilitas yang sesuai, seperti kruk atau tongkat.
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mempertahankan mobilitas.
Melalui intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan Tn. S dapat mencapai tujuan luaran yang diharapkan, yaitu peningkatan mobilitas fisik, kontrol nyeri, dan kemampuan beraktivitas di ladang secara mandiri. Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk memantau kemajuan dan melakukan penyesuaian intervensi jika diperlukan. -
Article No. 17969 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Fungsi Tubuh (00013)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Fungsi Tubuh (00013)
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami perubahan fungsi fisiologis yang tidak efektif.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pemulihan Fungsi Tubuh (1608)
Definisi: Kemampuan individu untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi tubuh yang optimal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Fungsi Tubuh (6540)
Definisi: Memfasilitasi pemeliharaan dan pemulihan fungsi fisiologis tubuh yang optimal.
Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, pasien Tn. S merasakan adanya gangguan pada fungsi alat tubuhnya dan mengeluhkan kondisi tubuhnya saat ini. Diagnosa Keperawatan yang sesuai adalah Ketidakefektifan Fungsi Tubuh (00013), yang artinya terdapat perubahan fungsi fisiologis yang tidak efektif pada pasien. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) yang sesuai adalah Ketidakefektifan Fungsi Tubuh (00013), yang menjelaskan keadaan di mana individu mengalami perubahan fungsi fisiologis yang tidak efektif.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) yang sesuai adalah Pemulihan Fungsi Tubuh (1608), yang menjelaskan kemampuan individu untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi tubuh yang optimal. Sementara itu, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang sesuai adalah Manajemen Fungsi Tubuh (6540), yang menjelaskan upaya memfasilitasi pemeliharaan dan pemulihan fungsi fisiologis tubuh yang optimal. -
Article No. 17970 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons dalam format RTF yang sesuai dengan permintaan Anda:
{\rtf1\ansi\ansicpg1252\deff0{\fonttbl{\f0\fnil\fcharset0 Calibri;}}
{\colortbl;\red0\green0\blue0;\red0\green0\blue255;}
\viewkind4\uc1\pard\sa200\sl276\slmult1\f0\fs22\lang1057
\b DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PENJELASAN SDKI - SLKI - SIKI\b0
\par (Berdasarkan Standar PPNI untuk Tn. S dengan Gangguan Fungsi Tubuh)
\par
\b 1. Diagnosa Keperawatan:\b0
\par \b Kode SDKI 1.1.1: Gangguan Persepsi Sensori \b0 (Penglihatan/Pendengaran/Proprioseptif)
\par \b Atau\b0
\par \b Kode SDKI 1.3.1: Intoleransi Aktivitas \b0 (Jika terkait kelemahan fisik)
\par
\b Penjelasan Singkat:\b0
\par - \b SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):\b0 Menetapkan \i gangguan persepsi\i0 atau \i intoleransi aktivitas\i0 sebagai respons fokus terhadap keluhan gangguan fungsi tubuh.
\par - \b SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):\b0
\par * \b Kode SLKI 1.1.1.1:\b0 Peningkatan Persepsi Sensori (Target: Pasien melaporkan penurunan keluhan)
\par * \b Kode SLKI 1.3.1.1:\b0 Peningkatan Toleransi Aktivitas (Target: Pasien mampu beraktivitas sesuai kemampuan)
\par - \b SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):\b0
\par * \b Kode SIKI 1.1.1.1:\b0 Latihan Stimulasi Sensori (Untuk gangguan persepsi)
\par * \b Kode SIKI 1.3.1.1:\b0 Manajemen Energi (Untuk intoleransi aktivitas)
\par
\b 2. Rekomendasi Akademis:\b0
\par - Lakukan \b pengkajian holistik\b0 untuk mengidentifikasi etiologi (mis: neurologis, muskuloskeletal).
\par - Gunakan \b skala valid\b0 (contoh: Visual Analog Scale untuk nyeri, Borg Scale untuk intoleransi aktivitas).
\par - Kolaborasi dengan tim medis jika diperlukan pemeriksaan diagnostik tambahan.
\par
\b 3. Catatan Khusus:\b0
\par - Penetapan kode disesuaikan dengan temuan pengkajian dominan.
\par - Format SLKI/SIKI mengacu pada \i Edisi Terkini Buku PPNI\i0 (pastikan versi dokumen yang digunakan).
\par
\par }
\*\ Keterangan:
- Format RTF ini siap disalin ke dokumen teks.
- Kode disusun berdasarkan \i Standar PPNI Edisi II (2017)\i0 dengan penyesuaian nada akademis.
- Untuk persona \i "pakar"\i0 , disarankan menambahkan literatur pendukung (contoh: referensi jurnal terkait manajemen gangguan sensori).
Semoga membantu.
\par } -
Article No. 17971 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Berdasarkan informasi yang diberikan, yaitu Tn. S merasakan fungsi alat tubuh terganggu dan mengeluh kondisi tubuhnya saat ini, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Gangguan Mobilitas Fisik" (SDKI).
Gangguan Mobilitas Fisik didefinisikan sebagai keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disebabkan oleh penurunan kekuatan, ketahanan, atau fleksibilitas otot, sendi, atau tulang. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Gangguan Mobilitas Fisik, luaran yang diharapkan adalah:
1. Mobilitas Fisik Membaik
- Pasien dapat melakukan pergerakan sendi secara bebas.
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- Pasien dapat mempertahankan kekuatan dan ketahanan otot.
2. Kemampuan Beraktivitas Meningkat
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal atau tanpa bantuan.
- Pasien dapat beradaptasi dengan perubahan fungsi fisik.
- Pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, intervensi keperawatan yang diperlukan adalah:
1. Manajemen Mobilitas
- Membantu pasien dalam melakukan latihan pergerakan sendi dan otot.
- Mengajarkan pasien teknik mobilisasi yang aman dan efektif.
- Memfasilitasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan.
2. Peningkatan Kekuatan dan Ketahanan
- Mengevaluasi kondisi fisik pasien dan menentukan program latihan yang sesuai.
- Memandu pasien dalam melakukan latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot.
- Memantau respons pasien terhadap latihan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
3. Manajemen Nyeri
- Mengkaji nyeri yang dialami pasien dan menentukan penyebabnya.
- Mengajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis.
- Berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain untuk memberikan terapi farmakologis jika diperlukan.
4. Edukasi Kesehatan
- Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi, penyebab, dan penanganan gangguan mobilitas fisik.
- Mengajarkan teknik-teknik untuk mempertahankan dan meningkatkan mobilitas fisik.
- Mendiskusikan peran aktif pasien dan keluarga dalam proses pemulihan.
Penjelasan di atas diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk menangani kondisi Tn. S. Jika ada pertanyaan atau membutuhkan informasi tambahan, jangan ragu untuk menghubungi saya kembali. -
Article No. 17972 | 28 May 2025
Klinis : Menyusui tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya dapat memberikan diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi "Menyusui tidak efektif".
Diagnosis Keperawatan:
Menyusui tidak efektif (00104)
Definisi:
Ketidakmampuan untuk mengisap, mempertahankan, atau mengkoordinasikan siklus menyusui yang mengakibatkan kurangnya atau ketidakmampuan untuk mengakses dan/atau mengonsumsi susu ibu.
SDKI:
Kode: 00104
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengisap, mempertahankan, atau mengkoordinasikan siklus menyusui yang mengakibatkan kurangnya atau ketidakmampuan untuk mengakses dan/atau mengonsumsi susu ibu.
SLKI:
Kode: 00104
Definisi: Bayi mengisap puting susu ibu dengan baik, dapat mempertahankan siklus menyusui, dan mampu mengakses dan mengonsumsi susu ibu.
SIKI:
Kode: 00104
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk membantu ibu dan bayi agar dapat menyusui secara efektif.
Dalam menerapkan intervensi keperawatan untuk mengatasi "Menyusui tidak efektif", perawat dapat melakukan berbagai tindakan seperti edukasi tentang teknik menyusui yang benar, manajemen laktasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (misalnya ahli laktasi) untuk membantu ibu dan bayi mencapai menyusui yang efektif. -
Article No. 17973 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan keluhan yang disampaikan oleh Tn. S, yaitu merasakan gangguan fungsi alat tubuh dan kondisi tubuhnya saat ini, maka dapat ditentukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R53.81
- Deskripsi: Malaise dan fatigue lainnya
Penjelasan:
Kode R53.81 dalam ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision) digunakan untuk menggambarkan kondisi umum seperti malaise dan kelelahan yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kategori yang lebih spesifik. Dalam kasus ini, Tn. S mengeluhkan gangguan fungsi alat tubuh dan kondisi tubuhnya saat ini, yang dapat diklasifikasikan sebagai malaise dan kelelahan.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang spesifik untuk kondisi ini. Penanganan medis akan bergantung pada hasil pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis yang lebih spesifik.
Saran:
Tn. S perlu menjalani pemeriksaan medis yang lebih komprehensif untuk mengetahui penyebab dan memperoleh diagnosis yang lebih spesifik. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai dan menentukan kode ICD-9-CM Procedure jika diperlukan. -
Article No. 17974 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakstabilan Fungsi Tubuh (00015)
Definisi SDKI:
Ketidakstabilan Fungsi Tubuh adalah keadaan di mana individu mengalami perubahan fungsi fisiologis tubuh yang tidak dapat dipertahankan dalam rentang normal.
Kode SDKI: 00015
Definisi SLKI:
Stabilitas Fungsi Tubuh adalah kemampuan individu untuk mempertahankan fungsi fisiologis tubuh dalam rentang normal.
Kode SLKI: 00015
Definisi SIKI:
Pemantauan Fungsi Tubuh adalah tindakan keperawatan untuk mengidentifikasi dan memantau perubahan fungsi fisiologis tubuh individu.
Kode SIKI: 7220
Penjelasan singkat:
Tn. S merasakan fungsi alat tubuhnya terganggu dan mengeluhkan kondisi tubuhnya saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakstabilan fungsi tubuh, di mana terjadi perubahan fungsi fisiologis tubuh yang tidak dapat dipertahankan dalam rentang normal. Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan adalah pemantauan fungsi tubuh untuk mengidentifikasi dan memantau perubahan fungsi fisiologis tubuh individu. -
Article No. 17975 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons dalam format RTF yang sesuai dengan permintaan Anda:
{\rtf1\ansi\ansicpg1252\deff0{\fonttbl{\f0\fnil\fcharset0 Calibri;}}
{\colortbl;\red0\green0\blue0;\red0\green0\blue255;}
\viewkind4\uc1\pard\sa200\sl276\slmult1\f0\fs22\lang1057
\b DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PENJELASAN SDKI - SLKI - SIKI\b0
\par \pard\sa200\sl276\slmult1 Berdasarkan keluhan Tn. S mengenai \i gangguan fungsi alat tubuh\i0 dan kondisi tubuh yang tidak optimal, berikut diagnosa keperawatan yang relevan beserta kode menurut \i Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)\i0 :
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b 1. Gangguan Persepsi Sensori: Kinestetik (SDKI Code: 00176)\b0
\par \i Tn. S mengalami penurunan kemampuan dalam merasakan posisi atau gerakan tubuh\i0 , yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):\b0
\par - \b Kode 0306: Kemampuan Kinestetik\b0 - Pasien mampu mengenali posisi tubuh dengan tepat setelah intervensi.
\par - \b Kode 0301: Keseimbangan Tubuh\b0 - Pasien menunjukkan peningkatan stabilitas postural.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):\b0
\par - \b Kode 4320: Latihan Rentang Gerak\b0 - Intervensi untuk mempertahankan/meningkatkan fleksibilitas sendi.
\par - \b Kode 4324: Pelatihan Keseimbangan\b0 - Melatih pasien dalam mengontrol postur tubuh.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b 2. Kelelahan (SDKI Code: 00054)\b0
\par \i Kondisi tubuh Tn. S yang mengeluh lelah mungkin terkait dengan penurunan energi atau gangguan fungsi organ.\i0
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b SLKI:\b0
\par - \b Kode 0203: Tingkat Energi\b0 - Pasien melaporkan peningkatan energi setelah intervensi.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b SIKI:\b0
\par - \b Kode 3410: Manajemen Energi\b0 - Membantu pasien mengatur aktivitas untuk mengurangi kelelahan.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\b Rekomendasi:\b0
\par Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab spesifik gangguan fungsi tubuh Tn. S, termasuk pemeriksaan fisik dan konsultasi multidisiplin jika diperlukan.
\par \pard\sa200\sl276\slmult1 Hormon kami,
\par [Nama Perawat/Praktisi Klinis]
\par \i (Tanda Tangan dan Cap Institusi)\i0
\par
}
\par Dokumen ini disusun dengan gaya formal dan akademis sesuai permintaan, mencantumkan kode SDKI-SLKI-SIKI yang berlaku. Untuk penyesuaian lebih lanjut, silakan merujuk pada panduan PPNI terbaru.
\par }
Semoga format ini sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika diperlukan penyesuaian lebih lanjut, silakan beri tahu. -
Article No. 17976 | 28 May 2025
Klinis : tn. s merasakan fungsi alat tubuh terganggu , mengeluh kondisi tubuhnya sekarang
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci mengenai kondisi Tn. S.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Berdasarkan kondisi yang Tn. S. alami, yaitu merasakan fungsi alat tubuh terganggu dan mengeluh kondisi tubuhnya saat ini, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Gangguan Mobilitas Fisik" (SDKI). Diagnosa ini menggambarkan adanya keterbatasan dalam melakukan pergerakan tubuh secara mandiri yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan Tn. S. dapat menunjukkan:
1. Peningkatan kemampuan mobilitas fisik, yang ditandai dengan kemampuan melakukan pergerakan dan aktivitas fisik secara mandiri.
2. Penurunan rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang terkait dengan gangguan fungsi alat tubuh.
3. Peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
4. Pemahaman Tn. S. mengenai kondisi kesehatan saat ini dan strategi untuk meningkatkan mobilitas fisik.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut beberapa intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Manajemen Mobilitas
- Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas fisik Tn. S.
- Bantu Tn. S. untuk melakukan latihan gerak dan rentang gerak secara bertahap.
- Ajarkan teknik-teknik mobilisasi yang aman dan sesuai dengan kondisi Tn. S.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (fisioterapis, okupasi terapis) untuk mendukung peningkatan mobilitas.
2. Manajemen Nyeri
- Identifikasi karakteristik dan penyebab nyeri yang dialami Tn. S.
- Berikan intervensi farmakologis dan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri.
- Ajarkan Tn. S. teknik manajemen nyeri mandiri.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, apoteker) untuk pengelolaan nyeri.
3. Peningkatan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari
- Identifikasi tingkat kemandirian Tn. S. dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- Berikan bantuan dan bimbingan yang sesuai untuk meningkatkan kemandirian Tn. S.
- Ajarkan teknik-teknik untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- Libatkan keluarga Tn. S. dalam proses peningkatan kemandirian.
4. Edukasi Kesehatan
- Berikan edukasi kepada Tn. S. mengenai kondisi kesehatan saat ini dan prognosis.
- Ajarkan Tn. S. strategi untuk meningkatkan mobilitas fisik dan mengelola gejala.
- Dorong Tn. S. untuk aktif terlibat dalam perawatan diri dan pengambilan keputusan.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk memastikan kesinambungan edukasi.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan Tn. S. dapat meningkatkan mobilitas fisik, mengelola nyeri, meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, serta memahami kondisi kesehatannya saat ini. Hal ini akan mendukung tercapainya luaran yang diharapkan dan peningkatan kualitas hidup Tn. S.