Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23050 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien Laki – laki, 63 tahun dengan Riwayat Stroke non hemoragik himeperesis kanan, keterbatasan mobilitas. Keluhan Nyeri perih bokong, nafsu makan menurun, adl tergantung caregiver dan Hasil lab HB: 10g/dL, Albumin: 2,8 g/dL, Dekubitus: 3cm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigen pada tingkat kapiler, yang dapat mengganggu fungsi seluler.
Kode SLKI: L.14032
Deskripsi : SLKI L.14032 berfokus pada mempertahankan sirkulasi perifer yang adekuat. Tujuan utamanya adalah memastikan perfusi darah yang cukup ke jaringan perifer, khususnya pada area yang berisiko tinggi seperti kulit di atas tonjolan tulang (bokong, tumit, dll). Hal ini dicapai melalui pemantauan tanda-tanda vital dan status neurovaskular (seperti warna, suhu, kapilar refill, dan sensasi) secara berkala. Intervensi keperawatan mencakup perubahan posisi yang teratur dan aman (setidaknya setiap 2 jam) untuk mencegah tekanan berlebihan pada satu area, yang dapat menghambat aliran darah. Posisi yang tepat dengan bantuan bantal untuk menghindari gesekan dan tekanan langsung sangat krusial. Perawat juga akan melakukan perawatan kulit dengan lembut, menjaga kebersihan dan kekeringannya, serta menghindari massage pada area kemerahan karena dapat memperparah kerusakan jaringan. Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya mobilisasi dan perubahan posisi juga merupakan bagian integral dari luaran ini. Dalam konteks pasien dengan stroke dan dekubitus, perfusi jaringan yang buruk adalah akar masalah yang memperlambat penyembuhan luka dekubitus, sehingga luaran ini menjadi fondasi untuk mencegah perluasan kerusakan jaringan.
Kode SIKI: I.11034
Deskripsi : SIKI I.11034 adalah intervensi manajemen tekanan untuk mencegah dan menangani kerusakan integritas kulit. Intervensi ini dimulai dengan penilaian kulit yang komprehensif dan berkala, dengan fokus khusus pada area yang tertekan seperti sakrum (bokong), tumit, dan trokanter. Pada pasien ini, intervensi dimulai dengan inspeksi menyeluruh terhadap luka dekubitus yang sudah ada, termasuk pengukuran panjang, lebar, dan kedalaman, serta mencatat karakteristik jaringan (granulasi, nekrotik, slough) dan adanya drainage. Tindakan utamanya adalah melakukan reposisioning atau perubahan posisi tubuh secara teratur dan terjadwal, minimal setiap 2 jam, dengan menggunakan teknik yang aman untuk menghindari geser dan tarikan pada kulit (shear dan friction). Penggunaan permukaan tempat tidur khusus seperti bantal udara (air mattress) atau matras dekubitus sangat dianjurkan untuk mendistribusikan tekanan secara merata. Perawat akan memastikan linen tetap kering, bersih, dan bebas dari kerutan. Perawatan luka dekubitus 3 cm dilakukan dengan teknik aseptik, memilih balutan yang sesuai (misalnya hidrogel atau balutan modern lainnya) untuk memfasilitasi debridemen autolitik dan menjaga lingkungan luka yang lembab. Perawat juga akan melakukan mobilisasi sesuai toleransi dan kemampuan pasien, serta memberikan edukasi yang mendalam kepada keluarga atau caregiver tentang teknik perubahan posisi, pentingnya menjaga kebersihan kulit, dan tanda-tanda kemerahan atau kerusakan kulit yang harus diwaspadai. Intervensi ini secara langsung menangani masalah dekubitus dan mobilitas terbatas yang dialami pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0021
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03010
Deskripsi : SLKI L.03010 bertujuan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien. Luaran yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi (biasanya skala 0-3 pada skala 0-10). Pasien diharapkan mampu mendemonstrasikan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, mampu beristirahat dengan tenang, dan tidak gelisah. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan perawat untuk mengatasi nyeri. Pemantauan tanda-tanda vital yang dapat dipengaruhi oleh nyeri, seperti peningkatan denyut nadi dan tekanan darah, juga menjadi bagian dari luaran ini. Pada pasien dengan dekubitus, nyeri perih di bokong merupakan penghambat utama untuk mobilisasi dan dapat memperburuk kondisi karena pasien enggan untuk bergerak atau diubah posisinya. Oleh karena itu, mengontrol nyeri merupakan langkah kritis untuk memungkinkan intervensi keperawatan lainnya, seperti reposisioning dan perawatan luka, berjalan efektif.
Kode SIKI: I.11021
Deskripsi : SIKI I.11021 adalah intervensi manajemen nyeri yang komprehensif. Intervensi dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang menyeluruh menggunakan skala yang sesuai (misalnya Numeric Rating Scale/NRS atau Verbal Descriptor Scale/VDS), termasuk lokasi, karakteristik (perih), durasi, dan faktor pencetus serta peredanya. Perawat akan mengajarkan dan mendampingi pasien serta keluarga dalam teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi (misalnya mendengarkan musik, mengobrol), relaksasi napas dalam, dan teknik imajinasi terbimbing. Posisi tubuh yang nyaman yang tidak memberikan tekanan langsung pada area luka dekubitus akan diatur. Kolaborasi dengan dokter sangat penting untuk pemberian analgesia farmakologis yang tepat, baik topikal (jika memungkinkan) maupun sistemik, dengan mempertimbangkan riwayat stroke pasien. Perawat akan memantau efektivitas dan efek samping obat yang diberikan. Selama prosedur perawatan luka yang dapat menimbulkan nyeri, perawat akan memberikan penjelasan dan melakukan teknik yang paling lembut untuk meminimalkan ketidaknyamanan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya juga merupakan bagian kunci dari intervensi ini, mengingat penurunan nafsu makan pasien bisa jadi dipengaruhi oleh nyeri kronis yang dialaminya.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03042
Deskripsi : SLKI L.03042 berfokus pada perbaikan status nutrisi pasien. Luaran yang diharapkan adalah peningkatan asupan makanan dan cairan hingga memenuhi atau mendekati kebutuhan harian yang telah ditentukan. Pasien diharapkan menunjukkan peningkatan berat badan yang sesuai (jika underweight) atau mempertahankan berat badan ideal. Nilai laboratorium seperti hemoglobin (HB) dan albumin diharapkan menunjukkan tren perbaikan, yaitu HB meningkat di atas 10 g/dL dan albumin meningkat mendekati nilai normal (3,5-5 g/dL). Pasien juga diharapkan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tanda-tanda klinis seperti kulit yang lembap dan elastis, membran mukosa yang lembap, serta penyembuhan luka (dekubitus) yang progresif juga menjadi indikator luaran yang berhasil. Peningkatan nafsu makan yang dilaporkan oleh pasien atau caregiver merupakan luaran perilaku yang penting.
Kode SIKI: I.11064
Deskripsi : SIKI I.11064 adalah intervensi manajemen nutrisi yang terencana. Intervensi ini diawali dengan penilaian status nutrisi yang komprehensif, termasuk pengukuran berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan pengkajian pola makan. Mengingat hasil lab HB 10 g/dL (anemia) dan albumin 2,8 g/dL (hipoalbuminemia), kolaborasi dengan ahli gizi menjadi sangat penting untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien (terutama zat besi) yang spesifik. Perawat akan memantau asupan makan dan minum pasien setiap hari, mencatat presentase makanan yang habis. Strategi untuk meningkatkan nafsu makan termasuk menciptakan lingkungan makan yang nyaman, menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, serta menghidangkan makanan yang disukai pasien dan sesuai dengan kemampuannya mengunyah dan menelan (mengingat riwayat stroke). Suplementasi nutrisi oral (SNO) seperti susu tinggi protein dan kalori akan direncanakan. Jika asupan oral tidak mencukupi, kolaborasi untuk pemberian nutrisi enteral (melalui selang NG) dapat dipertimbangkan. Perawat juga akan memantau tanda-tanda toleransi nutrisi dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya nutrisi, khususnya protein, untuk penyembuhan luka dekubitus dan pemulihan kondisi secara keseluruhan. Pemberian suplemen zat besi dan vitamin C (untuk meningkatkan absorpsi zat besi) juga akan dikelola sesuai resep.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene dan Berpakaian/Berdandan
Kode SDKI: D.0057
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi dan berpakaian sendiri.
Kode SLKI: L.03001
Article No. 23051 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien Laki – laki, 63 tahun dengan Riwayat Stroke non hemoragik himeperesis kanan, keterbatasan mobilitas. Keluhan Nyeri perih bokong, nafsu makan menurun, adl tergantung caregiver dan Hasil lab HB: 10g/dL, Albumin: 2,8 g/dL, Dekubitus: 3cm
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ulkus Dekubitus dan Malnutrisi
Kode ICD-10: L89.313 (Ulkus dekubitus daerah sakrum, stadium 3) dan E46 (Malnutrisi protein-energi yang tidak tergolongkan)
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki usia 63 tahun dengan riwayat stroke non-hemoragik dan hemiparesis kanan yang menyebabkan keterbatasan mobilitas berat hingga ketergantungan penuh pada pengasuh. Kondisi imobilisasi ini menjadi faktor risiko utama berkembangnya ulkus dekubitus (luka tekan) di daerah bokong (sakrum) dengan ukuran 3 cm, yang diklasifikasikan sebagai stadium 3 dimana telah terjadi kerusakan kulit hingga lapisan lemak di bawahnya. Kode L89.313 secara spesifik menunjuk pada lokasi dan tingkat keparahan luka ini. Selain itu, pasien menunjukkan tanda-tanda malnutrisi yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, kadar hemoglobin (10 g/dL) yang rendah mengindikasikan anemia, dan kadar albumin (2,8 g/dL) yang rendah mencerminkan defisiensi protein. Kombinasi dari luka kronis dan asupan nutrisi yang tidak memadai saling memperburuk; malnutrisi menghambat penyembuhan luka, sementara luka dekubitus meningkatkan kebutuhan metabolik tubuh. Kode E46 mencakup kondisi malnutrisi protein-energi yang mendasari, yang berkontribusi pada anemia dan hipoalbuminemia. Kedua kondisi ini merupakan komplikasi serius dari imobilisasi pasca-stroke yang memerlukan penanganan komprehensif berupa perawatan luka intensif dan dukungan nutrisi yang optimal.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23052 | 27 Nov 2025
Klinis : Dalam pengkajian didapatkan bahwa TM. Bn mengeluh tidak mampu berjalan, badan terasa kaku serta tidak berdaya, berbicara terbata-bata, ADL pasien dibantu oleh istrinya, pasien merasa tertekan dan gelisah serta pasien merasa bosan dan menyatakan malu dengan keadaanya.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gangguan Konversi dengan Kelemahan Motorik dan Gangguan Bicara
Kode ICD-10: F44.4
Deskripsi Singkat : Kondisi ini mengacu pada gangguan konversi dengan gejala gangguan fungsi motorik. Pasien TM. Bn mengalami gejala seperti ketidakmampuan berjalan, kekakuan badan, dan bicara terbata-bata yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi neurologis atau medis yang mendasarinya. Gejala-gejala ini diduga terkait dengan faktor psikologis, seperti perasaan tertekan, gelisah, bosan, dan malu yang dialami pasien. Gangguan konversi terjadi ketika stres emosional atau psikologis yang tidak terselesaikan "dikonversi" menjadi gejala fisik, yang dalam hal ini memengaruhi sistem motorik dan bicara. Kode ICD-10 F44.4 secara spesifik mengklasifikasikan gangguan konversi dengan gejala gangguan motorik, termasuk kelemahan atau kelumpuhan, gangguan koordinasi, dan disartria (kesulitan bicara). Gangguan ini menyebabkan ketergantungan dalam Aktivitas Sehari-hari (ADL), seperti yang terlihat dimana pasien membutuhkan bantuan istrinya. Penatalaksanaan kondisi ini memerlukan pendekatan holistik, termasuk terapi psikologis untuk mengatasi akar stres dan terapi fisik atau wicara untuk membantu pemulihan fungsi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23053 | 27 Nov 2025
Klinis : Dalam pengkajian didapatkan bahwa TM. Bn mengeluh tidak mampu berjalan, badan terasa kaku serta tidak berdaya, berbicara terbata-bata, ADL pasien dibantu oleh istrinya, pasien merasa tertekan dan gelisah serta pasien merasa bosan dan menyatakan malu dengan keadaanya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan individu yang mengalami perasaan gelisah (suatu kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar atau berkepanjangan) dan tindakan tertentu sebagai respon terhadap suatu ancaman yang tidak diketahui atau tidak dikenali secara sadar. Pada kasus TM. Bn, ansietas muncul sebagai respons terhadap perubahan kondisi kesehatan yang drastis, yaitu ketidakmampuan berjalan, kekakuan badan, dan gangguan bicara yang menyebabkan ketergantungan penuh pada orang lain untuk Aktivitas Sehari-hari (ADL). Perasaan tertekan, gelisah, malu, dan bosan yang dialami pasien merupakan manifestasi langsung dari ansietas ini. Kondisi ini berakar pada ancaman terhadap integritas diri, harga diri, peran, dan fungsi independensinya. Pasien menyadari ancaman ini, yang ditunjukkan dengan pernyataan rasa malu terhadap keadaannya, namun merasa tidak berdaya untuk mengatasinya, sehingga menimbulkan perasaan gelisah yang berkepanjangan dan tekanan emosional yang signifikan.
Kode SLKI: L.07032
Deskripsi : SLKI L.07032 berfokus pada upaya menurunkan tingkat ansietas. Tujuan utamanya adalah agar pasien dapat melaporkan bahwa ansietasnya telah berkurang hingga ke tingkat yang dapat ditangani, menunjukkan kemampuan koping yang adaptif, dan tampak rileks secara fisik maupun psikologis. Secara spesifik, luaran yang diharapkan untuk TM. Bn meliputi: penurunan atau hilangnya keluhan perasaan tertekan dan gelisah; kemampuan mengidentifikasi penyebab dan pemicu ansietasnya, dalam hal ini kondisi penyakit dan ketergantungan; menunjukkan teknik relaksasi yang dipelajari untuk mengelola perasaan gelisah; ekspresi wajah yang lebih tenang dan tidak tegang; serta penurunan ketegangan otot yang mungkin memperparah keluhan kaku badannya. Selain itu, luaran jangka panjang termasuk penerimaan terhadap kondisi diri yang berubah dan mulai mengembangkan strategi untuk beradaptasi dengan keterbatasan baru, sehingga perasaan malu dan bosan dapat berkurang.
Kode SIKI: I.07095
Deskripsi : Intervensi I.07095 adalah Membantu Klien Mengenali Ansietas. Intervensi ini merupakan proses terapeutik yang sistematis untuk membantu pasien seperti TM. Bn memahami, mengidentifikasi, dan akhirnya mengelola perasaan ansietasnya. Langkah pertama adalah membangun hubungan saling percaya melalui pendekatan yang tenang, empatik, dan tidak menghakimi. Perawat perlu mendengarkan secara aktif semua keluhan pasien, termasuk keluhan fisik (kaku, tidak berdaya) dan emosional (tertekan, malu, bosan). Selanjutnya, perawat membantu pasien mengidentifikasi situasi, pikiran, atau perasaan yang memicu atau memperberat ansietasnya, misalnya dengan bertanya, "Apa yang paling Bapak khawatirkan dari kondisi ini?" atau "Apa yang terlintas dalam pikiran Bapak ketika merasa sangat gelisah?". Perawat juga perlu membantu pasien membuat koneksi antara pikiran, perasaan, dan gejala fisiknya (misalnya, bagaimana rasa malu memicu ketegangan otot yang memperberat kekakuan). Setelah faktor pemicu dikenali, perawat dapat mengajarkan teknik manajemen ansietas sederhana seperti latihan napas dalam dan relaksasi progresif untuk dilakukan di tempat tidur, yang dapat membantu mengurangi perasaan tertekan dan gelisah serta memberikan rasa kontrol. Membantu pasien mengekspresikan perasaannya secara verbal juga merupakan bagian penting, karena dengan berbicara tentang rasa malu dan kebosanan, beban emosionalnya dapat berkurang. Perawat dapat memfasilitasi komunikasi dengan istri untuk mendukung proses ini. Intervensi ini juga mencakup pemberian informasi yang jujur tentang kondisinya untuk mengurangi ansietas yang berasal dari ketidaktahuan, serta membantu pasien menetapkan tujuan kecil yang realistis untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandiriannya, sekalipun dalam kondisi terbatas.
Kondisi: Harga Diri Rendah Kronis
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Harga Diri Rendah Kronis adalah penilaian diri atau perasaan tentang diri sendiri atau kemampuan diri yang negatif yang telah berlangsung lama atau menetap. Pada TM. Bn, diagnosis ini sangat relevan karena adanya pernyataan langsung dari pasien bahwa ia merasa "malu dengan keadaannya". Perasaan malu ini adalah indikator kuat dari evaluasi negatif terhadap diri sendiri. Perubahan drastis dari individu yang mandiri menjadi sepenuhnya bergantung pada istri untuk ADL merupakan pukulan berat bagi harga dirinya. Ketidakmampuan berjalan dan berbicara dengan lancar, yang merupakan fungsi dasar dan simbol kemandirian, mengikis rasa percaya diri dan nilai dirinya. Perasaan "tidak berdaya" yang dikeluhkan lebih dari sekadar keluhan fisik; itu mencerminkan perasaan tidak berharga dan kehilangan kontrol atas hidupnya sendiri. Kebosanan yang dirasakan juga dapat terkait dengan perasaan tidak produktif dan tidak mampu lagi berkontribusi, yang semakin memperkuat persepsi negatif terhadap diri sendiri. Kondisi ini bersifat kronis karena kemungkinan besar akan berlangsung sepanjang perjalanan penyakitnya jika tidak ditangani secara terapeutik.
Kode SLKI: L.14017
Deskripsi : SLKI L.14017 bertujuan untuk meningkatkan harga diri klien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengungkapkan penerimaan terhadap diri sendiri, menyatakan aspek-aspek positif tentang diri, dan menunjukkan peningkatan partisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai perawatan dirinya. Untuk TM. Bn, target spesifiknya meliputi: pasien dapat mengungkapkan perasaan malu dan tidak berdayanya secara lebih terbuka sebagai langkah awal penerimaan; mulai mengidentifikasi kualitas, kenangan, atau peran positif dalam hidupnya di luar kondisi sakitnya (misalnya, sebagai suami atau ayah); bersedia mencoba melakukan aktivitas atau hobi yang masih mungkin dilakukan dalam keterbatasannya untuk melawan kebosanan dan membangun kembali rasa pencapaian; serta secara bertahap berpartisipasi dalam keputusan kecil mengenai perawatannya, seperti memilih makanan atau pakaian, untuk mengembalikan rasa kontrol.
Kode SIKI: I.14025
Deskripsi : Intervensi I.14025 adalah Meningkatkan Harga Diri. Intervensi ini dirancang untuk membantu TM. Bn membangun kembali persepsi positif tentang dirinya. Langkah awalnya adalah dengan menerima pasien secara tanpa syarat, menunjukkan penghargaan bahwa nilainya sebagai manusia tidak berkurang oleh penyakit atau kecacatannya. Perawat dapat membantu pasien mengeksplorasi dan mengidentifikasi kekuatan, bakat, dan pencapaian masa lalunya yang tidak terkait dengan kondisi fisiknya saat ini. Penting untuk mendorong pasien mengekspresikan perasaan, kebutuhan, dan opininya, serta memvalidasi perasaannya tersebut. Perawat dan keluarga (dalam hal ini istri) perlu melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan sebanyak mungkin, menekankan bahwa ia masih memiliki otonomi dan kontrol dalam banyak aspek kehidupannya. Membantu pasien menetapkan tujuan yang realistis, kecil, dan dapat dicapai sangat penting. Sebagai contoh, jika memungkinkan, meraih gelas sendiri atau mengucapkan satu kalimat dengan lebih jelas dapat menjadi target yang memberikan rasa keberhasilan. Pujian yang tulus dan spesifik untuk setiap usaha dan kemajuan, sekecil apa pun, harus diberikan. Perawat juga dapat membantu pasien mengembangkan keterampilan koping yang berfokus pada pemecahan masalah untuk mengatasi perasaan malu, misalnya dengan cara merespons jika ada tamu yang datang. Membantu pasien melihat situasinya dari perspektif yang berbeda, bahwa ketergantungan saat ini adalah bagian dari proses penyembuhan atau adaptasi, bukan kegagalan pribadi, juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kondisi: Ketidakefektifan Koping Individu
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Koping Individu adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan dalam menilai secara konstruktif suatu tekanan, serta ketidakmampuan dalam menggunakan sumber daya yang tersedia secara memadai untuk mengatasi stresor tersebut. TM. Bn menghadapi stresor yang sangat besar, yaitu penyakit yang mengakibatkan disabilitas fisik dan ketergantungan. Respon yang ditunjukkan, seperti perasaan tertekan, gelisah, malu, dan bosan, menunjukkan bahwa mekanisme koping yang digunakannya saat ini tidak efektif dalam mengelola stresor ini. Pasien tampak kewalahan dan tidak mampu mengelola emosi negatif yang muncul. Ketidakmampuannya untuk menemukan cara adaptif dalam menghadapi keterbatasan barunya (yang dimanifestasikan sebagai kebosanan) dan kecenderungan untuk menyimpan perasaan malu serta tidak berdaya menunjukkan kurangnya strategi koping yang sehat. Ia tidak secara konstruktif memanfaatkan sumber daya internal (seperti ketahanan mental) atau eksternal (dukungan dari istri) untuk beradaptasi dengan perubahan hidupnya.
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : SLKI L.03006 bertujuan agar klien dapat menggunakan strategi koping yang efektif. Luaran yang diharapkan untuk TM. Bn adalah ia dapat mengidentifikasi sumber stresor dan hubungannya dengan respons emosionalnya (misalnya, hubungan antara ketidakmampuan berjalan dengan perasaan malu); mendemonstrasikan penggunaan setidaknya satu teknik koping adaptif untuk mengurangi perasaan tertekan dan gelisah (seperti latihan pernapasan atau dist
Article No. 23054 | 27 Nov 2025
Klinis : risiko ketidakseimbangan elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: 00244
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit adalah keadaan dimana seorang individu rentan mengalami perubahan kadar serum elektrolit yang berbahaya, yang dapat mengganggu kesehatan. Diagnosa ini difokuskan pada identifikasi faktor-faktor risiko yang membuat seseorang lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini, seperti kehilangan cairan yang berlebihan (diare, muntah, berkeringat), asupan yang tidak adekuat (puasa, diet ketat), kondisi penyakit tertentu (gagal ginjal, diabetes, gagal jantung), atau penggunaan obat-obatan tertentu (diuretik, laksatif). Tujuannya adalah untuk melakukan intervensi preventif sebelum ketidakseimbangan benar-benar terjadi, sehingga dapat mencegah komplikasi serius seperti aritmia jantung, kelemahan otot, gangguan neurologis, dan syok. Perawat berperan krusial dalam memantau tanda-tanda awal, memberikan edukasi, dan bekerja sama dengan tim kesehatan lain untuk meminimalkan risiko tersebut.
Kode SLKI: 4215
Deskripsi : SLKI 4215 berfokus pada upaya pencegahan dan pemantauan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam batas normal. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan yang sistematis dan berkelanjutan. Pertama, perawat akan melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital, khususnya denyut nadi dan tekanan darah, karena perubahan dapat mengindikasikan gangguan elektrolit (seperti hipotensi ortostatik pada hiponatremia atau takikardia pada hiperkalemia). Kedua, pemantauan status cairan dengan mencatat balance cairan secara akurat (intake dan output) sangat penting untuk mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan cairan yang dapat mempengaruhi konsentrasi elektrolit. Ketiga, observasi tanda-tanda klinis ketidakseimbangan elektrolit dilakukan, seperti memeriksa edema (kelebihan natrium), kram otot atau kelemahan (defisit kalium, kalsium, atau magnesium), serta perubahan status mental (kebingungan pada hiponatremia atau hipernatremia). Keempat, perawat akan memfasilitasi dan memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti kadar natrium, kalium, kalsium, dan magnesium dalam darah. Kelima, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya diet seimbang, mengenali gejala, dan menghindari faktor risiko merupakan bagian integral dari luaran ini. Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini setiap penyimpangan dan mencegahnya berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kode SIKI: 4215A
Deskripsi : SIKI 4215A merupakan implementasi spesifik dari SLKI 4215, yang berisi langkah-langkah operasional yang dilakukan perawat. Tindakan dimulai dengan Pengkajian Faktor Risiko, yaitu mengidentifikasi kondisi atau perilaku yang meningkatkan risiko, seperti riwayat penyakit ginjal, penggunaan diuretik, muntah atau diare persisten, asupan nutrisi yang buruk, atau aktivitas fisik berat di lingkungan panas. Selanjutnya, perawat melakukan Pemantauan Tanda-tanda Klinis dengan cermat, termasuk mengobservasi kulit dan membran mukosa untuk turgor dan kelembaban, mengauskultasi bunyi jantung untuk mendeteksi aritmia, dan menguji kekuatan otot serta refleks. Kemudian, yang terpenting adalah Memantau Balance Cairan dengan mencatat semua asupan (oral, parenteral) dan output (urine, drainase, muntahan, feses) secara detail. Perawat juga bertanggung jawab untuk Mengkolaborasikan Pemeriksaan Laboratorium, memastikan pengambilan sampel darah dilakukan dengan benar dan tepat waktu, serta menindaklanjuti hasilnya. Tindakan preventif langsung termasuk Memberikan Edukasi Gizi, seperti menjelaskan sumber makanan kaya kalium (pisang, kentang), kalsium (susu, sayuran hijau), dan pentingnya menghindari konsumsi garam berlebihan. Selain itu, perawat akan Mengatur Pemberian Cairan Intravena sesuai resep dokter, memastikan jenis dan kecepatan infus tepat untuk mencegah kelebihan beban cairan atau ketidakseimbangan elektrolit lebih lanjut. Terakhir, perawat Mendokumentasikan semua temuan, tindakan, dan respons pasien secara akurat dan berkelanjutan untuk evaluasi dan penyesuaian rencana keperawatan. Keseluruhan tindakan ini dilakukan dengan pendekatan holistik, mempertimbangkan kondisi fisik, psikologis, dan pengetahuan pasien.
Article No. 23035 | 27 Nov 2025
Klinis : pasien mengalami ensefalitis akibat rabies dengan tanda gejala berikut: Gangguan mental dan perilaku, seperti perubahan status mental, gelisah, cemas, delirium, serta halusinasi Gejala khas rabies encephalitis, Hidrofobia → kejang otot laring saat melihat/menelan air Aerofobia → ketakutan dan spasme saat terkena tiupan udara Hipersalivasi (liur banyak akibat disfagia) Tremor, Kejang, Midriasis (pupil melebar), serta Lakrimasi berlebihan Disfungsi batang otak, yaitu disfagia, spasme inspirasi, dan gangguan otonom Manifestasi sistem saraf lain, yaitu perubahan kesadaran progresif, gangguan tidur, kejang generalisata, dan gangguan respirasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ensefalitis Rabies dengan Gangguan Neurologis dan Perilaku Kompleks
Kode SDKI: D.0336
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Perfusi Jaringan Otak dapat Dipertahankan
Kode SIKI: I.03130
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral
Kondisi: Ensefalitis Rabies dengan Gangguan Neurologis dan Perilaku Kompleks
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.0141
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: I.0140
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kondisi: Ensefalitis Rabies dengan Gangguan Neurologis dan Perilaku Kompleks
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.15031
Deskripsi : Perilaku Pencegahan Cedera
Kode SIKI: I.15030
Deskripsi : Pencegahan Cedera
Kondisi: Ensefalitis Rabies dengan Gangguan Neurologis dan Perilaku Kompleks
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04021
Deskripsi : Bersihan Jalan Napas
Kode SIKI: I.04020
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas
Kondisi: Ensefalitis Rabies dengan Gangguan Neurologis dan Perilaku Kompleks
Kode SDKI: D.0100
Deskripsi Singkat: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04031
Deskripsi : Ventilasi Spontan: Tidal Volume dan Frekuensi Napas Adekuat
Kode SIKI: I.04030
Deskripsi : Manajemen Ventilasi
Article No. 23036 | 27 Nov 2025
Klinis : Klien mengatakan bahwa setelah menjalani operasi batu ginjal, kaki dan tangannya bengkak. Klien juga menyatakan bahwa tidurnya kurang nyenyak, dan klien mengeluh adanya cantengan pada jempol kaki kanan yang membuatnya merasa kurang nyaman.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam hal cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat muncul dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diperkirakan atau diprediksi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri. Tindakan ini meliputi penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang sesuai, baik secara verbal maupun non-verbal, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Perawat akan memantau lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri serta faktor pemicu. Tindakan non-farmakologis menjadi prioritas, seperti terapi distraksi (mengalihkan perhatian) dengan mengajak klien berbicara tentang topik yang disukai, mendengarkan musik, atau melakukan relaksasi napas dalam. Terapi kompres dapat diterapkan pada area yang nyeri, seperti cantengan, dengan kompres hangat untuk mengurangi pembengkakan atau kompres dingin untuk mematikan rasa. Perawat juga akan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat klien. Dalam kolaborasi dengan dokter, perawat akan mengadministrasikan analgesik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. Edukasi kepada klien dan keluarga tentang teknik manajemen nyeri mandiri juga merupakan bagian penting dari intervensi ini untuk memberdayakan klien mengontrol nyerinya sendiri.
Kode SIKI: 4302
Deskripsi : Monitor Tingkat Nyeri. Tindakan sistematis dan berkelanjutan oleh perawat untuk mengobservasi dan mengevaluasi intensitas, karakter, dan respons klien terhadap nyeri. Perawat akan secara rutin mengevaluasi skala nyeri klien (misalnya, menggunakan skala 0-10) sebelum, selama, dan setelah intervensi. Observasi terhadap tanda-tanda non-verbal seperti ekspresi wajah (mengerut kesakitan), postur tubuh (menjaga atau melindungi bagian yang sakit seperti jempol kaki), gelisah, menangis, perubahan tanda vital (peningkatan denyut nadi dan tekanan darah), serta perilaku menolak untuk bergerak dicatat dengan cermat. Perawat juga akan memantau faktor-faktor yang memperberat atau meringankan nyeri, seperti posisi tertentu atau sentuhan pada area cantengan. Dokumentasi yang akurat dan terperinci mengenai semua temuan ini sangat penting untuk mengevaluasi perkembangan kondisi klien dan efektivitas dari rencana perawatan yang telah diberikan, memastikan bahwa nyeri klien tertangani dengan optimal.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: 0810
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi tidur yang nyenyak dan nyaman. Perawat akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur dengan mengatur pencahayaan ruangan menjadi redup, mengurangi kebisingan, dan memastikan suhu ruangan nyaman. Perawat akan mendorong klien untuk melakukan ritual atau rutinitas sebelum tidur, seperti mencuci muka dengan air hangat atau membaca bacaan ringan. Manajemen nyeri menjadi kunci, di mana perawat akan memastikan nyeri dari cantengan dan ketidaknyamanan akibat pembengkakan telah ditangani sebelum klien berusaha tidur, misalnya dengan pemberian analgesik sesuai jadwal. Teknik relaksasi seperti napas dalam atau imajinasi terbimbing dapat diajarkan kepada klien untuk menenangkan pikiran. Perawat juga akan mengatur posisi klien senyaman mungkin, mungkin dengan meninggikan kaki yang bengkak menggunakan bantal untuk mengurangi edema. Membatasi asupan kafein di sore hari dan menghindari penggunaan gawai sebelum tidur juga akan disarankan. Kolaborasi dengan tim medis mungkin diperlukan jika gangguan tidur sangat berat dan memerlukan intervensi farmakologis.
Kode SIKI: 6504
Deskripsi : Monitor Pola Tidur. Tindakan keperawatan untuk mengobservasi dan mencatat pola serta kualitas tidur klien. Perawat akan menanyakan kepada klien mengenai perasaan saat bangun tidur (apakah merasa segar atau masih lelah), kesulitan dalam memulai tidur (sleep latency), frekuensi terbangun di malam hari (termasuk apakah terbangun karena nyeri pada jempol kaki atau ketidaknyamanan akibat bengkak), dan total durasi tidur. Observasi objektif seperti gerakan mata cepat, gelisah, mendengkur, atau sering berubah posisi selama tidur juga dicatat. Pemantauan ini membantu perawat mengidentifikasi pola gangguan tidur dan faktor-faktor penyebabnya, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran dapat direncanakan dan dievaluasi keefektifannya secara berkelanjutan.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: 0810
Deskripsi : Manajemen Cairan/Elektrolit. Tindakan keperawatan untuk memantau dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Pada kasus ini, fokusnya adalah pada pengurangan kelebihan cairan yang dimanifestasikan sebagai edema pada kaki dan tangan. Perawat akan memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, mencatat setiap cairan yang masuk (minuman, infus) dan keluar (urin). Timbang berat badan klien setiap hari pada waktu yang sama dengan skala yang sama untuk mendeteksi perubahan cairan yang cepat. Pemeriksaan tanda-tanda vital, tekanan darah, nadi, dan frekuensi pernapasan dilakukan secara berkala. Perawat akan mengkolaborasikan pembatasan asupan cairan sesuai instruksi dokter. Posisi tubuh klien diatur untuk memfasilitasi peredaran cairan, seperti meninggikan ekstremitas yang edema (tangan dan kaki) di atas level jantung saat klien duduk atau berbaring. Perawat juga akan memantau kondisi kulit di area yang bengkak terhadap risiko kerusakan integritas kulit, melakukan perawatan kulit dengan lembut, dan mendokumentasikan perubahan edema. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk mengatur diet rendah garam juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Monitor Keseimbangan Cairan. Tindakan keperawatan yang berkelanjutan untuk mengobservasi dan mengevaluasi status keseimbangan cairan klien. Perawat akan mengukur dan mencatat haluaran urin setiap jam atau sesuai protokol, memeriksa berat jenis urin jika diperlukan. Edema pada kaki dan tangan dinilai secara kualitatif (misalnya, dengan menekan area edema dan mengamati kedalaman bekas tekan/pitting) dan kuantitatif (dengan mengukur lingkar lengan dan betis secara berkala). Perawat juga memantau tanda-tanda kelebihan cairan sistemik seperti bunyi napas ronki (akibat edema paru), distensi vena leher, dan peningkatan tekanan darah. Pemantauan yang ketat ini sangat penting untuk mengevaluasi respons klien terhadap terapi diuretik (jika diberikan) dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat overload cairan, terutama pada klien pasca operasi ginjal yang fungsi ginjalnya mungkin masih dalam masa pemulihan.
Article No. 23037 | 27 Nov 2025
Klinis : Resiko jatuh
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Risiko Jatuh
Kode ICD-10: R29.6
Deskripsi Singkat : Kode R29.6 dalam ICD-10-CM mengindikasikan "Kecenderungan jatuh, tidak diklasifikasikan di tempat lain". Ini bukanlah sebuah diagnosis penyakit, melainkan sebuah gejala atau faktor risiko yang memerlukan perhatian klinis. Kode ini digunakan untuk menandai pasien yang memiliki kerentanan meningkat untuk mengalami jatuh karena berbagai alasan yang mendasarinya, seperti kelemahan otot, gangguan keseimbangan, gangguan gaya berjalan (gangguan ambulasi), pusing, hipotensi ortostostatik (penurunan tekanan darah saat berdiri), gangguan penglihatan, efek samping obat, atau defisit neurologis. Penggunaan kode ini sangat penting untuk dokumentasi medis yang akurat, memicu evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari, dan mengimplementasikan rencana pencegahan jatuh untuk meningkatkan keselamatan pasien. Tindakan pencegahan dapat mencakup penilaian lingkungan, terapi fisik, review pengobatan, dan penggunaan alat bantu. Penting untuk dicatat bahwa jika jatuh sudah terjadi dan mengakibatkan cedera, kode untuk cedera tersebut (dari bab S atau T) yang harus menjadi diagnosis primer, dengan R29.6 mungkin digunakan sebagai kode sekunder tambahan untuk memberikan konteks.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23038 | 27 Nov 2025
Klinis : - pasien saya usia 52, menderita hipertensi sejak lama - tensinya 153/89 , N : 71 - -ibu pasien ada riwayat hipertensi - suami pasien meninggal karena ada benjolan di faringnya pada tahun 2016 - pasien tinggal bersama anak, menantu, dan cucu nya - pasien berjualan di toko kelontong depan rumahnya, untuk kebutuhan harian dari hasil jualan, dan kadang-kadang anak dan menantu membantu sedikit - pasien juga berjualan kerupuk pesanan kadang sering di cicipi saat menggoreng - -pasien sering makan yang asin2 - pasien tampak bingung saat ditanya apa enyebab hipertensi - tampak tidak ada upaya non farmakologi untuk mengatasi hipertensi, hanya upaya farmakologi saja - pasien mengatakan jarang periksa rutin ke dokter, dan hanya saat obat habis saja baru periksa ke dokter - hiburan pasien saat senggang menonton lewat hp buatkan dari hasil pengkajian keluarga di atas : - ds do dan diagnosa keperawatan keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah adalah keadaan dimana keluarga memiliki kerentanan terhadap ketidakmampuan dalam mempertahankan tekanan darah dalam batas normal, yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Berdasarkan data pengkajian, keluarga ini menunjukkan kerentanan yang tinggi. Faktor risiko utama yang teridentifikasi adalah riwayat hipertensi pada ibu pasien yang menunjukkan faktor genetik, pola konsumsi makanan asin yang berlebihan (seperti kebiasaan mencicipi kerupuk saat menggoreng), dan ketidaktahuan pasien mengenai penyebab hipertensi yang ditunjukkan dengan ekspresi bingung saat ditanya. Selain itu, upaya penanganan hipertensi hanya bergantung pada terapi farmakologi dan tidak disertai dengan upaya non-farmakologi, serta ketidakkonsistenan dalam pemeriksaan rutin ke dokter (hanya periksa saat obat habis). Faktor stresor psikologis, seperti meninggalnya suami karena penyakit, juga dapat menjadi kontributor, meskipun pasien tinggal dalam keluarga besar. Kurangnya pemahaman tentang manajemen penyakit kronis dan gaya hidup yang tidak mendukung menjadi dasar utama diagnosis ini.
Kode SLKI: L.03142
Deskripsi : Keluarga mengidentifikasi faktor risiko ketidakstabilan tekanan darah. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah agar keluarga secara proaktif dapat mengenali berbagai elemen yang mengancam kestabilan tekanan darah anggota keluarganya. Implementasinya meliputi: keluarga (terutama pasien dan anggota lain yang terlibat dalam perawatan) mampu menyebutkan setidaknya tiga faktor risiko hipertensi yang relevan dengan kondisi mereka, seperti faktor keturunan, konsumsi garam berlebihan, stres, dan kurangnya aktivitas fisik. Keluarga juga diharapkan dapat mengidentifikasi kebiasaan spesifik yang berisiko, seperti kebiasaan mencicipi makanan asin selama proses memasak dan jarang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain itu, keluarga harus mampu mengenali tanda-tanda awal tekanan darah tidak terkontrol, seperti pusing atau lemas, dan memahami dampak jangka panjang dari hipertensi yang tidak terkelola dengan baik, seperti risiko penyakit jantung atau stroke. Pendidikan kesehatan dari perawat sangat krusial untuk mencapai pemahaman ini, dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan contoh-contekstual dari kehidupan sehari-hari keluarga tersebut.
Kode SIKI: I.01264
Deskripsi : Intervensi yang diberikan adalah Manajemen Hipertensi. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk membantu keluarga dalam mengendalikan tekanan darah. Langkah-langkah konkretnya dimulai dengan Pendidikan Kesehatan (I.0509), dimana perawat akan memberikan penjelasan komprehensif tentang hipertensi, termasuk definisi, penyebab (dengan menekankan faktor genetik dan gaya hidup), komplikasi, dan pentingnya pengelolaan jangka panjang. Perawat akan melatih keluarga, khususnya pasien, untuk melakukan pemantauan tekanan darah mandiri secara rutin dan mencatatnya. Selanjutnya, perawat akan melakukan Modifikasi Diet (I.0220) dengan cara berdiskusi untuk menyusun rencana diet rendah garam, memberikan alternatif bumbu pengganti garam, dan strategi menghindari "cicip-cicip" makanan asin selama memasak. Perawat juga akan mendorong Manajemen Stres (I.1330) dengan memanfaatkan hiburan yang sudah ada (menonton via HP) sebagai sarana relaksasi, serta mungkin mengenalkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam. Intervensi juga mencakup memfasilitasi keluarga untuk membuat jadwal kunjungan rutin ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat (bukan hanya saat obat habis) dan memastikan kepatuhan minum obat. Kolaborasi dengan tenaga gizi untuk konsultasi diet lebih lanjut juga dapat dipertimbangkan. Evaluasi keberhasilan intervensi dilihat dari peningkatan pemahaman keluarga, perubahan perilaku diet, dan tercapainya tekanan darah yang lebih stabil.
Article No. 23039 | 27 Nov 2025
Klinis : Kode SIKI penerimaan pasien baru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Respon Penerimaan Pasien Baru
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Respon penerimaan adalah respons pasien dan/atau keluarga terhadap proses masuk ke unit pelayanan kesehatan yang ditandai dengan perasaan cemas, takut, bingung, tidak nyaman, dan/atau tidak familier dengan lingkungan baru.
Kode SLKI: L.03139
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kesiapan Meningkatkan Penerimaan". Tujuan utama dari luaran ini adalah agar pasien dan keluarga dapat menunjukkan penerimaan dan penyesuaian terhadap situasi perawatan di rumah sakit. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: pasien dan keluarga mampu mengungkapkan perasaan dan pemahaman tentang proses penerimaan, menunjukkan perilaku kooperatif selama proses penerimaan, mengungkapkan penurunan perasaan cemas, takut, dan bingung, serta mulai mengenal dan merasa nyaman dengan lingkungan, peraturan, dan tim kesehatan di unit perawatan. Luaran ini diukur berdasarkan tingkat kemandirian pasien dan keluarga dalam beradaptasi, dimulai dari tingkat ketergantungan total (memerlukan bantuan penuh) hingga sepenuhnya mandiri (tidak memerlukan bantuan sama sekali). Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan telah berhasil memfasilitasi transisi pasien dan keluarga dari keadaan penuh ketidakpastian menuju keadaan yang lebih terkendali dan dipahami, yang merupakan fondasi penting untuk kelancaran proses asuhan keperawatan selanjutnya. Keberhasilan ini juga berdampak pada pengalaman pasien secara keseluruhan dan dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap rencana perawatan.
Kode SIKI: I.05039
Deskripsi : SIKI untuk mendukung luaran ini adalah "Manajemen Penerimaan". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk memfasilitasi adaptasi pasien dan keluarga terhadap lingkungan perawatan kesehatan yang baru. Tindakan-tantangan kunci dalam intervensi ini dimulai dengan memberikan salam yang hangat dan sopan, serta memperkenalkan diri dengan jelas kepada pasien dan keluarga. Perawat kemudian melakukan orientasi lingkungan, yaitu menjelaskan dan menunjukkan fasilitas yang tersedia di sekitar kamar pasien, seperti lokasi toilet, ruang makan, pos perawat, dan area publik lainnya. Penjelasan tentang peraturan dan tata tertib unit, termasuk jam kunjungan dan kebijakan keamanan, juga merupakan bagian integral. Perawat perlu menjelaskan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim kesehatan yang akan terlibat dalam perawatan pasien. Selain aspek fisik dan prosedural, intervensi ini sangat menekankan pada pendekatan psikososial. Perawat harus mengkaji tingkat kecemasan, ketakutan, dan kebingungan yang dialami pasien serta keluarga, kemudian memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan dan pertanyaan. Perawat memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai prosedur penerimaan, rencana pemeriksaan awal, dan perkiraan jadwal aktivitas. Membangun hubungan saling percara sejak awal adalah kunci, yang dilakukan dengan komunikasi terapeutik, menunjukkan empati, dan menjaga privasi serta martabat pasien. Perawat juga memastikan bahwa pasien merasa nyaman secara fisik, misalnya dengan membantu menata barang-barang pribadi atau menyesuaikan suhu ruangan. Dokumentasi yang akurat mengenai kondisi pasien, kekhawatiran yang diungkapkan, dan semua informasi yang telah diberikan juga merupakan bagian dari intervensi ini. Secara keseluruhan, Manajemen Penerimaan bukan sekadar tugas administratif, tetapi merupakan intervensi holistik yang menggabungkan aspek teknis dan humanistik untuk menciptakan landasan kepercayaan dan kenyamanan, yang sangat penting bagi keberhasilan proses penyembuhan dan kepuasan pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281