Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23041 | 27 Nov 2025
Klinis : Kode SIKI Pemantauan tingkat kesadaran
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan ketidakmampuan mempertahankan tingkat kesadaran normal.
Kode SLKI: 3400
Deskripsi : SLKI 3400 berfokus pada upaya untuk mempertahankan dan memantau perfusi serebral. Tindakan keperawatan yang termasuk dalam SLKI ini adalah memantau status neurologis secara ketat dan berkelanjutan, termasuk tingkat kesadaran (menggunakan skala Glasgow Coma Scale/GCS), ukuran dan reaksi pupil, tanda-tanda vital (terutama tekanan darah untuk memastikan tekanan perfusi serebral yang adekuat), serta fungsi motorik dan sensorik. Perawat juga akan memposisikan kepala pasien dalam posisi netral (biasanya elevasi kepala 30 derajat) untuk memfasilitasi aliran darah vena dari otak dan mengurangi tekanan intrakranial jika diperlukan. Pemberian terapi oksigen untuk memastikan suplai oksigen yang cukup ke jaringan otak juga merupakan intervensi kunci. Selain itu, perawat akan meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologis jika diperlukan. Tujuan akhir dari seluruh rangkaian intervensi ini adalah untuk mendeteksi secara dini setiap tanda penurunan perfusi serebral dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut, sehingga kesadaran pasien dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
Kode SIKI: 4328
Deskripsi : SIKI 4328 secara khusus mendefinisikan tindakan "Pemantauan Tingkat Kesadaran". Ini adalah tindakan keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengevaluasi status kesadaran pasien sebagai indikator utama dari fungsi serebral dan perfusi otak. Pemantauan ini jauh lebih dari sekadar menanyakan nama pasien; ini adalah proses yang terstruktur. Langkah pertama adalah menggunakan alat standar yang tervalidasi, paling umum adalah Glasgow Coma Scale (GCS). GCS menilai tiga komponen: respons mata (Eye), respons verbal (Verbal), dan respons motorik (Motor). Setiap komponen diberi skor, dan total skor GCS (dari 3 hingga 15) memberikan gambaran objektif tentang tingkat kesadaran, di mana skor rendah menunjukkan penurunan kesadaran yang signifikan. Perawat akan mendokumentasikan skor GCS ini secara berkala untuk melihat tren. Selain GCS, perawat juga memantau orientasi pasien terhadap orang, tempat, dan waktu. Perubahan seperti disorientasi atau kebingungan bisa menjadi tanda awal penurunan. Perilaku pasien juga diamati, termasuk adanya agitasi, lethargi, atau perubahan pola tidur. Pemantauan tingkat kesadaran juga mencakup pengamatan terhadap tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial, seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, atau penurunan GCS yang progresif. Tindakan ini membutuhkan keterampilan observasi yang tajam, pengetahuan tentang fisiologi neurologis, dan disiplin dalam pendokumentasian yang akurat. Data dari pemantauan ini menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan dan untuk mengambil keputusan klinis yang cepat, seperti melaporkan perubahan status neurologis kepada dokter. Dengan demikian, SIKI 4328 merupakan komponen kritis dalam rantai asuhan keperawatan neurologis yang bertujuan mencegah deteriorasi kondisi pasien.
-
Article No. 23042 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien banyak bicara, sering memberi perintah, pasien menjawab kadang tidak relevan dengan pertanyaan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Resiko Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Seorang individu berisiko untuk menunjukkan perilaku yang dapat menyebabkan kerusakan fisik, emosional, dan/atau seksual pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Kode SLKI: 3456
Deskripsi : Perilaku kekerasan dapat dicegah. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: Klien dapat mengidentifikasi faktor pemicu perilaku kekerasan, Klien dapat mengungkapkan perasaan marah, jengkel, dan kesal secara verbal tanpa melukai diri sendiri, orang lain, atau lingkungan, Klien dapat menunjukkan kemampuan koping yang adaptif dan konstruktif untuk mengelola amarah dan frustrasi, Klien dapat mematuhi rencana terapi dan pengobatan yang telah ditetapkan, serta Klien dapat menggunakan sumber dukungan sosial (keluarga, teman, tenaga kesehatan) ketika merasa ingin melakukan kekerasan. Tujuan utama dari SLKI ini adalah transformasi dari potensi agresi menjadi pengendalian diri dan komunikasi yang sehat.
Kode SIKI: 4234
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan. Intervensi keperawatan ini melibatkan serangkaian tindakan yang sistematis dan terapeutik untuk mencegah atau mengendalikan perilaku agresif. Pertama, perawat harus melakukan observasi yang ketat dan terus-menerus terhadap tanda-tanda awal agitasi, seperti peningkatan volume suara, bicara yang cepat dan banyak (seperti pada kondisi pasien), gerakan tubuh yang tegang, mengepalkan tangan, dan ekspresi wajah yang marah. Kedua, penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tenang, dengan memindahkan benda-benda yang berpotensi digunakan sebagai senjata dan memastikan ruangan tidak terlalu ramai atau penuh tekanan. Ketiga, membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan yang tenang, empatik, dan tidak menghakimi adalah kunci. Berbicara dengan suara rendah dan nada yang menenangkan, mendengarkan secara aktif meskipun klien menjawab tidak relevan, dan mengakui perasaan mereka ("Saya melihat Bapak/Ibu sangat kesal") dapat membantu menurunkan ketegangan. Keempat, perawat perlu membantu klien mengenali tanda-tanda peringatan diri mereka sendiri yang mengarah pada kemarahan dan mengajarkan teknik penurunan ansietas segera, seperti latihan napas dalam, relaksasi otot progresif, atau mengalihkan perhatian ke aktivitas fisik yang aman (contohnya: berjalan di koridor). Kelima, kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi kebutuhan terapi farmakologis (obat antipsikotik atau penenang) sangat penting dalam fase akut. Keenam, setelah situasi terkendali, perawat harus melakukan debriefing dengan klien untuk merefleksikan kejadian tersebut, mengidentifikasi pemicu, dan merencanakan strategi koping yang lebih baik untuk masa depan. Intervensi ini juga mencakup edukasi kepada keluarga tentang cara merespons perilaku klien yang efektif dan kapan harus meminta bantuan.
-
Article No. 23043 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien banyak bicara, sering memberi perintah, pasien menjawab kadang tidak relevan dengan pertanyaan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gangguan Psikotik Lainnya
Kode ICD-10: F28
Deskripsi Singkat : F28 mengacu pada gangguan psikotik lainnya yang tidak memenuhi kriteria spesifik untuk gangguan seperti skizofrenia (F20), gangguan skizoafektif (F25), atau gangguan wahaman akut dan sementara (F23). Deskripsi pasien yang "banyak bicara, sering memberi perintah, dan menjawab kadang tidak relevan" menunjukkan adanya gejala psikotik positif, seperti inkoherensi (bicara kacau/tidak relevan) dan kemungkinan gejala grandiositas (sering memberi perintah). Gangguan ini ditandai dengan adanya delusi, halusinasi, pemikiran yang kacau, dan perilaku yang aneh atau tidak teratur, namun durasi atau kombinasi gejalanya tidak cukup untuk diagnosis yang lebih spesifik. Kode ini digunakan untuk mencatat kondisi psikotik atipikal atau campuran yang signifikan secara klinis dan menyebabkan distress atau gangguan dalam fungsi sosial atau pekerjaan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain. Penting untuk menilai lebih lanjut untuk menyingkirkan penyebab organik, gangguan suasana hati, atau penggunaan zat yang dapat menimbulkan gejala serupa.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23044 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien banyak bicara, sering memberi perintah, pasien menjawab kadang tidak relevan dengan pertanyaan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perilaku Kekerasan adalah keadaan di mana seorang individu menunjukkan perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan, yang dapat berupa ancaman verbal, agitasi fisik, atau destruksi properti. Pada kondisi pasien yang banyak bicara, sering memberi perintah, dan menjawab tidak relevan, hal ini dapat diidentifikasi sebagai fase verbal dari perilaku kekerasan, di mana energi agresif mulai diekspresikan melalui kata-kata dan sikap yang mendominasi.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Mengendalikan Perilaku Kekerasan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mencegah eskalasi perilaku kekerasan dari fase verbal ke fase fisik, memastikan keselamatan semua pihak, dan membantu pasien mendapatkan kembali kendali diri. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Membangun hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang dan tidak mengancam. 2) Mengidentifikasi faktor pemicu perilaku kekerasan. 3) Memvalidasi perasaan marah pasien namun menetapkan batasan yang jelas terhadap perilaku yang tidak dapat diterima. 4) Menggunakan teknik komunikasi terapeutik seperti mendengarkan aktif dan memberikan pengakuan tanpa menyetujui perilaku kekerasan. 5) Mengalihkan energi agresif pasien ke aktivitas yang aman dan konstruktif. 6) Memodifikasi lingkungan dengan mengurangi stimulus yang berpotensi memicu, seperti kebisingan atau kerumunan orang. 7) Melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan tentang perawatannya untuk meningkatkan rasa kendali. 8) Mengajarkan teknik manajemen amarah dan keterampilan koping yang adaptif. 9) Memantau tanda-tanda peningkatan agitasi secara ketat. 10) Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa dan keluarga untuk menyusun rencana penanganan yang komprehensif.
Kode SIKI: 4213
Deskripsi : Manajemen Amarah. Kriteria hasil dari intervensi ini adalah pasien dapat menunjukkan kemampuan untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan marah dengan cara yang tidak destruktif. Indikator yang dinilai meliputi: 1) Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda fisiologis dan emosional yang mendahului amarah (seperti jantung berdebar, pikiran kacau). 2) Pasien dapat menyebutkan setidaknya dua strategi koping untuk menangani amarah sebelum menjadi tidak terkendali. 3) Pasien mampu menggunakan teknik relaksasi, seperti napas dalam atau menghitung, saat merasa frustasi. 4) Frekuensi dan intensitas ledakan verbal atau ancaman menurun secara signifikan. 5) Pasien dapat berkomunikasi dengan lebih relevan dan tidak mudah tersulut untuk memberi perintah. 6) Pasien menunjukkan kemampuan untuk meminta waktu jeda (time-out) ketika merasa kewalahan. 7) Pasien mulai dapat mengungkapkan kebutuhannya secara asertif tanpa harus mendominasi percakapan atau memerintah. 8) Pasien berpartisipasi dalam aktivitas yang menyalurkan energi secara positif. 9) Pasien melaporkan perasaan yang lebih tenang dan memiliki kendali yang lebih baik atas emosinya. Evaluasi terhadap kriteria ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap interaksi pasien, wawancara, dan laporan dari pasien sendiri serta staf yang merawat.
-
Article No. 23045 | 27 Nov 2025
Klinis : DS: pasien mengatakan merasa lemas, sering pusing mempunyai riwayat keguguran sebelumnya tekanan darah rendah 90/80 mmhg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.1
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah keadaan di mana seorang individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan. Pada kondisi pasien ini, keluhan lemas, pusing, dan tekanan darah rendah (90/80 mmHg) merupakan manifestasi langsung dari ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi tuntutan energi selama melakukan aktivitas. Riwayat keguguran sebelumnya juga dapat menjadi faktor kontribusi, baik dari segi fisik (misalnya kehilangan darah) maupun psikologis (stres dan kecemasan), yang semakin menguras energi pasien. Ketidakseimbangan antara suplai oksigen (yang dibawa oleh darah) dan permintaannya untuk aktivitas otot dan otak inilah yang menyebabkan gejala lemas dan pusing, sehingga membatasi kemampuan pasien dalam beraktivitas.
Kode SLKI: 0611
Deskripsi : SLKI 0611 berfokus pada Manajemen Energi. Tujuannya adalah untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi, mengatur, dan menghemat energi yang dimilikinya agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan tanpa memperburuk gejala. Implementasinya dimulai dengan pengkajian pola aktivitas dan istirahat pasien saat ini, termasuk faktor-faktor yang memicu kelelahan. Perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya mandi atau memasak), memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola, dan menyelingi aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Perawat juga akan membantu pasien menyusun jadwal aktivitas harian yang seimbang, memprioritaskan aktivitas yang paling penting, dan mendelegasikan tugas yang terlalu berat. Dalam konteks tekanan darah rendah, perawat akan mengajarkan manuver perlahan saat perubahan posisi (dari tidur ke duduk, lalu berdiri) untuk mencegah pusing ortostatik. Monitoring respons fisiologis seperti denyut nadi dan pernapasan sebelum, selama, dan setelah aktivitas juga dilakukan untuk memastikan aktivitas yang dilakukan masih dalam batas toleransi. Dukungan emosional sangat penting mengingat riwayat keguguran, karena stres dapat memperparah intoleransi aktivitas. Dengan mengelola energi secara efektif, diharapkan pasien dapat meningkatkan tingkat partisipasinya dalam aktivitas sehari-hari secara bertahap dan aman.
Kode SIKI: 0611
Deskripsi : SIKI 0611 merupakan Intervensi Keperawatan Inti untuk Manajemen Energi, yang terdiri dari serangkaian tindakan spesifik dan terencana. Tindakan-tindakan ini meliputi: pertama, memantau tanda dan gejala kelelahan serta intoleransi aktivitas, seperti peningkatan denyut nadi yang signifikan, pucat, berkeringat, dan keluhan sesak napas atau pusing. Kedua, mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan, termasuk status nutrisi, hidrasi, kualitas tidur, dan faktor psikologis seperti duka cita pasca keguguran. Ketiga, berkolaborasi dengan pasien dan keluarga untuk mengembangkan jadwal aktivitas dan istirahat yang terencana dan realistis, memasukkan waktu untuk relaksasi. Keempat, mengajarkan teknik penghematan energi, seperti menggunakan kursi di kamar mandi, menyimpan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan mudah, dan menghindari aktivitas yang membutuhkan menunduk atau berdiri lama. Kelima, mendorong latihan rentang gerak pasif atau aktif ringan jika pasien harus bed rest untuk mempertahankan tonus otot tanpa menguras energi berlebihan. Keenam, memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya asupan nutrisi yang adekuat dan hidrasi yang cukup untuk membantu menstabilkan tekanan darah dan menyediakan bahan bakar bagi tubuh. Ketujuh, memberikan dukungan emosional dan ruang bagi pasien untuk mengekspresikan perasaannya terkait riwayat kegugurannya, karena beban emosional dapat secara signifikan menguras energi. Kedelapan, mengevaluasi efektivitas intervensi dengan menilai peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) dan penurunan frekuensi keluhan lemas serta pusing. Intervensi ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan kembali berdasarkan respons dan kemajuan kondisi pasien.
-
Article No. 23046 | 27 Nov 2025
Klinis : Px mengeluh gatal-gatal seluruh tubuh sejak 2 hari yang lalu dan terasa panas Px mengatakan sulit tidur karena sangat gatal Px terlihat gelisah dan terus menggaruk-garuk tangan dan tubuhnya tangan dan kaki px terlihat merah-merah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gatal-Gatal (Pruritus) dengan Gangguan Kualitas Tidur
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SIKI: 6500
Deskripsi : Manajemen Medikasi
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan Pola Tidur
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Peningkatan Tidur
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Manajemen Lingkungan
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SLKI: 1701
Deskripsi : Pemeliharaan Integritas Kulit
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Perawatan Luka
-
Article No. 23047 | 27 Nov 2025
Klinis : Tn R Klien mengatakan Batuk pilek sejak 3 hari yang lalu, kadang sesak nafas, mengatakan sulit, mengeluarkan sputum, tidak bisa menelan dan badan lemas. Tanda-tanda vital Tekanan darah : 130/90 mmHg Nadi : 90x/menit Suhu : 36,5 C̊ Respirasi : 31x/menit, pemeriksaan fisik paru terdengar suara ronchi. Klien tampak gelisah.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perilaku yang diharapkan untuk mencapai dan mempertahankan bersihan jalan napas. Perawat memantau dan memfasilitasi klien dalam mempertahankan kepatenan jalan napas. Tindakan ini mencakup pemantauan frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, serta adanya suara napas abnormal seperti ronchi, wheezing, atau stridor. Perawat akan memposisikan klien untuk memaksimalkan pertukaran udara, misalnya dengan posisi semi-Fowler atau Fowler. Dilakukan pula teknik batuk efektif dan latihan nafas dalam jika klien mampu. Manajemen sekresi dengan fisioterapi dada atau suctioning juga menjadi bagian penting. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan dan memastikan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekresi adalah intervensi kunci. Seluruh tindakan ini bertujuan untuk mencapai bunyi napas yang bersih, pola napas yang normal, dan tidak adanya sesak napas.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Tindakan yang dilakukan perawat untuk mengelola bersihan jalan napas. Intervensi ini dimulai dengan pengkajian yang komprehensif terhadap status pernapasan klien, termasuk evaluasi bunyi napas (seperti mengidentifikasi ronchi), pola napas, frekuensi, dan upaya pernapasan. Perawat kemudian akan melakukan manajemen jalan napas dengan memposisikan klien secara tepat, mendemonstrasikan dan membantu latihan batuk efektif serta napas dalam. Jika diperlukan, perawat akan melakukan fisioterapi dada (postural drainage dan perkusi) untuk membantu mobilisasi sekresi. Manajemen sekresi juga dapat mencakup penggunaan humidifier atau nebulizer untuk melembabkan udara dan mengencerkan sputum. Pemberian cairan yang cukup secara oral atau intravena sangat penting untuk menjaga konsistensi sekresi yang encer. Perawat juga akan memberikan edukasi kepada klien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan jalan napas dan kapan harus mencari bantuan. Pemantauan respons klien terhadap terapi dan dokumentasi yang akurat merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk memastikan efektivitas penanganan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam pola inspirasi dan/atau ekspirasi yang menyebabkan ketidakcukupan ventilasi.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Perilaku yang diharapkan untuk mencapai dan mempertahankan pola pernapasan yang efektif. Perawat berperan dalam memantau status pernapasan klien secara berkala, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya yang digunakan. Tujuan utamanya adalah menstabilkan pola pernapasan klien hingga dalam rentang normal. Perawat akan memfasilitasi klien dengan mengajarkan dan membantu teknik pernapasan dalam, pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing), serta teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas. Posisi tubuh seperti duduk tegak atau condong ke depan (tripod position) akan dibantu untuk memudahkan ekspansi paru. Lingkungan juga diatur untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Pemantauan terhadap gas darah dan saturasi oksigen dilakukan untuk mengevaluasi keefektifan pertukaran gas. Dengan intervensi ini, diharapkan frekuensi pernapasan klien kembali normal, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, serta klien melaporkan penurunan rasa sesak.
Kode SIKI: 1402
Deskripsi : Tindakan yang dilakukan perawat untuk mempertahankan pola napas yang adekuat. Intervensi diawali dengan pengkajian mendalam terhadap pola, kedalaman, dan frekuensi napas, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti kecemasan dan nyeri. Perawat kemudian akan mengajarkan dan mendampingi klien dalam melakukan latihan pernapasan, seperti napas dalam dan pernapasan bibir mengerucut, untuk meningkatkan efisiensi ventilasi dan mengurangi ruang udara sisa. Manajemen posisi sangat krusial, dimana perawat akan membantu klien menemukan posisi yang paling nyaman untuk bernapas, biasanya posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi. Teknik manajemen kecemasan seperti relaksasi dan distraksi juga diterapkan karena kecemasan erat kaitannya dengan pola napas yang tidak teratur. Perawat akan memantau dan mengatur pemberian oksigen sesuai resep dan kebutuhan klien. Selain itu, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian bronkodilator atau obat lain yang dapat memperbaiki pola napas juga dilakukan. Edukasi kepada keluarga untuk mendukung klien dalam melaksanakan teknik pernapasan dan mengenali tanda-tanda gawat napas merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Kondisi: Kecemasan
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut yang disertai respons otonom (sumber sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan waspada dan tegang yang disebabkan oleh ancaman yang diantisipasi.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Perilaku yang diharapkan untuk mengurangi dan mengelola perasaan cemas. Perawat bertujuan agar klien dapat mengidentifikasi dan menyatakan perasaan cemasnya. Klien diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan. Perawat akan memfasilitasi klien dengan mendengarkan keluhannya dengan penuh perhatian (terapeutik) dan memberikan informasi yang akurat tentang kondisinya untuk mengurangi ketidakpastian, yang merupakan sumber kecemasan. Lingkungan yang tenang dan suportif diciptakan untuk menenangkan klien. Perawat juga akan membantu klien mengidentifikasi mekanisme koping yang positif dan mendukung klien dalam melakukannya. Tujuan akhirnya adalah klien tampak lebih tenang, mampu beristirahat dengan baik, dan melaporkan penurunan perasaan cemas secara subjektif.
Kode SIKI: 2510
Deskripsi : Tindakan yang dilakukan perawat untuk meminimalkan kecemasan. Intervensi dimulai dengan membangun hubungan saling percaya dan menerima kondisi klien. Perawat akan mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan persepsinya tentang penyakitnya. Memberikan informasi yang jujur dan realistis tentang prosedur dan kondisi kesehatan adalah langkah penting untuk mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan. Perawat akan mengajarkan dan memandu klien dalam teknik relaksasi sederhana, seperti napas dalam, relaksasi otot progresif, atau imajinasi terbimbing. Mengurangi stimulus lingkungan yang tidak diperlukan dan mempertahankan ketenangan juga merupakan bagian dari intervensi. Dukungan emosional diberikan dengan terus menerus, dan keluarga dilibatkan untuk memberikan rasa aman. Perawat akan memantau respons emosional klien dan efektivitas intervensi yang diberikan, serta berkolaborasi jika diperlukan penanganan lebih lanjut untuk kecemasan berat.
-
Article No. 23048 | 27 Nov 2025
Klinis : Tn. F mengeluh sudah tiga hari yang lalu tidak bisa BAB, ada keinginan untuk BAB tetapi feses keluar lama dan sulit. Saat BAB ia juga mengeluh mengejan, perutnya terasa penuh padahal hanya makan sedikit. Tn. F mengatakan tidak pernah makan buah dan sayur, minum nya juga sedikit per hari. Tn. F mengatakan belum mengonsumsi obat apapun untuk membantu memperlancar BABnya. Pemeriksaan tanda-tanda vital yang didapatkan adalah sebagai berikut TD : 130/90 mmHg, N : 88x/menit, RR : 22x/menit, dan S : 37,5 derajat celcius
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: 0046
Deskripsi Singkat: Konstipasi didefinisikan sebagai penurunan frekuensi buang air besar dari biasanya, disertai dengan kesulitan atau rasa sakit saat mengeluarkan feses yang keras dan kering. Pada kasus Tn. F, kondisi ini dimanifestasikan dengan keluhan tidak bisa buang air besar selama tiga hari, meskipun ada keinginan untuk melakukannya. Proses defekasi berlangsung lama dan sulit, disertai dengan mengejan yang kuat. Sensasi perut terasa penuh meskipun asupan makanan sedikit juga merupakan gejala umum dari konstipasi. Faktor risiko utama yang teridentifikasi adalah pola hidup, yaitu asupan serat dari buah dan sayur yang tidak ada sama sekali serta asupan cairan harian yang sangat sedikit. Kedua faktor ini secara langsung berkontribusi pada pembentukan feses yang keras dan sulit dikeluarkan. Selain itu, tanda-tanda vital seperti tekanan darah yang sedikit meningkat (130/90 mmHg) dan frekuensi pernapasan yang meningkat (22x/menit) dapat menjadi respons tubuh terhadap ketidaknyamanan dan distensi abdomen. Suhu tubuh yang sedikit meningkat (37,5°C) juga perlu diwaspadai, meskipun kemungkinan besar terkait dengan proses penyerapan toksin dari feses yang tertahan (autointoksikasi) atau kondisi lain yang mendasari. Diagnosa ini menegaskan adanya gangguan dalam eliminasi usus yang memerlukan intervensi keperawatan untuk mengembalikan fungsi normal dan mencegah komplikasi seperti impaksi feses atau wasir.
Kode SLKI: 4078
Deskripsi : SLKI dengan kode 4078 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan eliminasi feses yang normal. Tujuan utamanya adalah agar Tn. F dapat mencapai pola buang air besar yang teratur, lunak, dan tanpa rasa sakit. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: pertama, Tn. F mampu mendemonstrasikan peningkatan frekuensi buang air besar yang sesuai dengan pola normalnya. Kedua, feses yang dikeluarkan memiliki konsistensi yang lunak dan terbentuk, bukan keras dan kering. Ketiga, proses eliminasi berlangsung tanpa disertai rasa nyeri atau keharusan untuk mengejan berlebihan. Keempat, keluhan perut terasa penuh (distensi abdomen) berkurang secara signifikan atau hilang sama sekali. Kelima, Tn. F akan menunjukkan pemahaman dan mulai menerapkan perilaku hidup yang mendukung fungsi usus sehat, seperti meningkatkan asupan cairan dan serat. Pencapaian luaran ini akan dinilai melalui laporan subjektif Tn. F tentang pengalaman BAB-nya, observasi klinis oleh perawat terhadap distensi abdomen, dan evaluasi terhadap perubahan pola hidup yang dilakukannya. SLKI ini menjadi panduan untuk mengukur keberhasilan intervensi keperawatan yang diberikan.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : SIKI 4410 mencakup serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani konstipasi pada Tn. F. Intervensi ini dimulai dengan pemantauan yang cermat, termasuk mengkaji riwayat pola eliminasi biasa, kebiasaan diet, dan tingkat aktivitas fisik. Perawat akan mendokumentasikan frekuensi, konsistensi, jumlah, dan warna feses. Intervensi utama terletak pada manajemen diet. Perawat akan mendorong dan mengajarkan Tn. F untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap hingga mencapai 25-30 gram per hari. Sumber serat yang dianjurkan termasuk buah-buahan segar (seperti pepaya dan pir), sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh (seperti oatmeal dan roti gandum). Peningkatan asupan cairan sangat penting, dimana perawat akan menganjurkan Tn. F untuk minum minimal 2-3 liter air per hari, terutama air hangat di pagi hari untuk merangsang gerak usus (refleks gastrokolik). Intervensi lainnya adalah mempromosikan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki selama 15-20 menit setelah makan, karena aktivitas dapat meningkatkan motilitas usus. Perawat juga dapat melatih Tn. F tentang teknik manajemen toileting yang baik, seperti mencoba BAB pada waktu yang sama setiap hari (misalnya setelah sarapan) untuk memanfaatkan refleks gastrokolik, dan menghindari menunda keinginan untuk BAB. Posisi duduk yang benar di toilet (misalnya dengan menempatkan kaki di atas pijakan kecil sehingga lutut lebih tinggi dari pinggul) dapat mempermudah proses defekasi. Jika intervensi non-farmakologis tidak cukup, pemberian laksatif mungkin dipertimbangkan sesuai instruksi dokter, namun edukasi tentang bahaya penggunaan laksatif jangka panjang juga harus diberikan. Seluruh intervensi ini disertai dengan edukasi kesehatan yang berkelanjutan kepada Tn. F dan keluarganya mengenai pentingnya pola makan seimbang, hidrasi yang adequate, dan gaya hidup aktif sebagai strategi pencegahan konstipasi jangka panjang.
-
Article No. 23049 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien Laki – laki, 63 tahun dengan Riwayat Stroke non hemoragik himeperesis kanan, keterbatasan mobilitas. Keluhan Nyeri perih bokong, nafsu makan menurun, adl tergantung caregiver dan Hasil lab HB: 10g/dL, Albumin: 2,8 g/dL, Dekubitus: 3cm
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ulkus Dekubitus dan Malnutrisi pada Pasien Pasca-Stroke dengan Keterbatasan Mobilitas
Kode ICD-10: L89.313 (Pressure ulcer of right buttock, stage 3), E43 (Severe protein-energy malnutrition), I69.391 (Hemiplegia and hemiparesis following cerebral infarction affecting right dominant side)
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki berusia 63 tahun ini mengalami beberapa kondisi yang saling terkait pasca mengalami stroke non-hemoragik. Riwayat stroke yang menyebabkan kelemahan pada sisi kanan tubuh (hemiparesis kanan) dan keterbatasan mobilitas merupakan faktor risiko utama untuk berkembangnya ulkus dekubitus. Luka dekubitus (luka tekan) berukuran 3 cm di bokong kanan, yang dikodekan sebagai L89.313, adalah kerusakan kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan. Tahap 3 menunjukkan bahwa luka telah meluas hingga melibatkan kerusakan atau nekrosis penuh pada ketebalan kulit hingga lapisan lemak di bawahnya. Kondisi ini diperburuk oleh status gizi pasien yang buruk, ditandai dengan penurunan nafsu makan, kadar hemoglobin (10 g/dL) yang rendah mengindikasikan anemia, dan kadar albumin (2,8 g/dL) yang rendah yang mencerminkan defisit protein yang signifikan. Hal ini diklasifikasikan sebagai malnutrisi protein-energi berat (E43), suatu kondisi serius di mana asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan tubuh, yang sangat menghambat proses penyembuhan luka dan memperburuk kelemahan otot. Kode I69.391 digunakan untuk menyandikan hemiparesis (kelemahan) sisi kanan sebagai sekuel (akibat lanjutan) dari infark serebral (stroke iskemik). Ketiga kondisi ini membentuk siklus yang saling memperberat: keterbatasan mobilitas menyebabkan dekubitus, malnutrisi memperlambat penyembuhan luka dan memperburuk fungsi otot, dan keduanya bersama-sama dapat menghambat pemulihan pasca-stroke.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23050 | 27 Nov 2025
Klinis : Pasien Laki – laki, 63 tahun dengan Riwayat Stroke non hemoragik himeperesis kanan, keterbatasan mobilitas. Keluhan Nyeri perih bokong, nafsu makan menurun, adl tergantung caregiver dan Hasil lab HB: 10g/dL, Albumin: 2,8 g/dL, Dekubitus: 3cm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigen pada tingkat kapiler, yang dapat mengganggu fungsi seluler.
Kode SLKI: L.14032
Deskripsi : SLKI L.14032 berfokus pada mempertahankan sirkulasi perifer yang adekuat. Tujuan utamanya adalah memastikan perfusi darah yang cukup ke jaringan perifer, khususnya pada area yang berisiko tinggi seperti kulit di atas tonjolan tulang (bokong, tumit, dll). Hal ini dicapai melalui pemantauan tanda-tanda vital dan status neurovaskular (seperti warna, suhu, kapilar refill, dan sensasi) secara berkala. Intervensi keperawatan mencakup perubahan posisi yang teratur dan aman (setidaknya setiap 2 jam) untuk mencegah tekanan berlebihan pada satu area, yang dapat menghambat aliran darah. Posisi yang tepat dengan bantuan bantal untuk menghindari gesekan dan tekanan langsung sangat krusial. Perawat juga akan melakukan perawatan kulit dengan lembut, menjaga kebersihan dan kekeringannya, serta menghindari massage pada area kemerahan karena dapat memperparah kerusakan jaringan. Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya mobilisasi dan perubahan posisi juga merupakan bagian integral dari luaran ini. Dalam konteks pasien dengan stroke dan dekubitus, perfusi jaringan yang buruk adalah akar masalah yang memperlambat penyembuhan luka dekubitus, sehingga luaran ini menjadi fondasi untuk mencegah perluasan kerusakan jaringan.
Kode SIKI: I.11034
Deskripsi : SIKI I.11034 adalah intervensi manajemen tekanan untuk mencegah dan menangani kerusakan integritas kulit. Intervensi ini dimulai dengan penilaian kulit yang komprehensif dan berkala, dengan fokus khusus pada area yang tertekan seperti sakrum (bokong), tumit, dan trokanter. Pada pasien ini, intervensi dimulai dengan inspeksi menyeluruh terhadap luka dekubitus yang sudah ada, termasuk pengukuran panjang, lebar, dan kedalaman, serta mencatat karakteristik jaringan (granulasi, nekrotik, slough) dan adanya drainage. Tindakan utamanya adalah melakukan reposisioning atau perubahan posisi tubuh secara teratur dan terjadwal, minimal setiap 2 jam, dengan menggunakan teknik yang aman untuk menghindari geser dan tarikan pada kulit (shear dan friction). Penggunaan permukaan tempat tidur khusus seperti bantal udara (air mattress) atau matras dekubitus sangat dianjurkan untuk mendistribusikan tekanan secara merata. Perawat akan memastikan linen tetap kering, bersih, dan bebas dari kerutan. Perawatan luka dekubitus 3 cm dilakukan dengan teknik aseptik, memilih balutan yang sesuai (misalnya hidrogel atau balutan modern lainnya) untuk memfasilitasi debridemen autolitik dan menjaga lingkungan luka yang lembab. Perawat juga akan melakukan mobilisasi sesuai toleransi dan kemampuan pasien, serta memberikan edukasi yang mendalam kepada keluarga atau caregiver tentang teknik perubahan posisi, pentingnya menjaga kebersihan kulit, dan tanda-tanda kemerahan atau kerusakan kulit yang harus diwaspadai. Intervensi ini secara langsung menangani masalah dekubitus dan mobilitas terbatas yang dialami pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0021
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03010
Deskripsi : SLKI L.03010 bertujuan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien. Luaran yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi (biasanya skala 0-3 pada skala 0-10). Pasien diharapkan mampu mendemonstrasikan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, mampu beristirahat dengan tenang, dan tidak gelisah. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan perawat untuk mengatasi nyeri. Pemantauan tanda-tanda vital yang dapat dipengaruhi oleh nyeri, seperti peningkatan denyut nadi dan tekanan darah, juga menjadi bagian dari luaran ini. Pada pasien dengan dekubitus, nyeri perih di bokong merupakan penghambat utama untuk mobilisasi dan dapat memperburuk kondisi karena pasien enggan untuk bergerak atau diubah posisinya. Oleh karena itu, mengontrol nyeri merupakan langkah kritis untuk memungkinkan intervensi keperawatan lainnya, seperti reposisioning dan perawatan luka, berjalan efektif.
Kode SIKI: I.11021
Deskripsi : SIKI I.11021 adalah intervensi manajemen nyeri yang komprehensif. Intervensi dimulai dengan melakukan penilaian nyeri yang menyeluruh menggunakan skala yang sesuai (misalnya Numeric Rating Scale/NRS atau Verbal Descriptor Scale/VDS), termasuk lokasi, karakteristik (perih), durasi, dan faktor pencetus serta peredanya. Perawat akan mengajarkan dan mendampingi pasien serta keluarga dalam teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi (misalnya mendengarkan musik, mengobrol), relaksasi napas dalam, dan teknik imajinasi terbimbing. Posisi tubuh yang nyaman yang tidak memberikan tekanan langsung pada area luka dekubitus akan diatur. Kolaborasi dengan dokter sangat penting untuk pemberian analgesia farmakologis yang tepat, baik topikal (jika memungkinkan) maupun sistemik, dengan mempertimbangkan riwayat stroke pasien. Perawat akan memantau efektivitas dan efek samping obat yang diberikan. Selama prosedur perawatan luka yang dapat menimbulkan nyeri, perawat akan memberikan penjelasan dan melakukan teknik yang paling lembut untuk meminimalkan ketidaknyamanan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya juga merupakan bagian kunci dari intervensi ini, mengingat penurunan nafsu makan pasien bisa jadi dipengaruhi oleh nyeri kronis yang dialaminya.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03042
Deskripsi : SLKI L.03042 berfokus pada perbaikan status nutrisi pasien. Luaran yang diharapkan adalah peningkatan asupan makanan dan cairan hingga memenuhi atau mendekati kebutuhan harian yang telah ditentukan. Pasien diharapkan menunjukkan peningkatan berat badan yang sesuai (jika underweight) atau mempertahankan berat badan ideal. Nilai laboratorium seperti hemoglobin (HB) dan albumin diharapkan menunjukkan tren perbaikan, yaitu HB meningkat di atas 10 g/dL dan albumin meningkat mendekati nilai normal (3,5-5 g/dL). Pasien juga diharapkan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tanda-tanda klinis seperti kulit yang lembap dan elastis, membran mukosa yang lembap, serta penyembuhan luka (dekubitus) yang progresif juga menjadi indikator luaran yang berhasil. Peningkatan nafsu makan yang dilaporkan oleh pasien atau caregiver merupakan luaran perilaku yang penting.
Kode SIKI: I.11064
Deskripsi : SIKI I.11064 adalah intervensi manajemen nutrisi yang terencana. Intervensi ini diawali dengan penilaian status nutrisi yang komprehensif, termasuk pengukuran berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan pengkajian pola makan. Mengingat hasil lab HB 10 g/dL (anemia) dan albumin 2,8 g/dL (hipoalbuminemia), kolaborasi dengan ahli gizi menjadi sangat penting untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien (terutama zat besi) yang spesifik. Perawat akan memantau asupan makan dan minum pasien setiap hari, mencatat presentase makanan yang habis. Strategi untuk meningkatkan nafsu makan termasuk menciptakan lingkungan makan yang nyaman, menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, serta menghidangkan makanan yang disukai pasien dan sesuai dengan kemampuannya mengunyah dan menelan (mengingat riwayat stroke). Suplementasi nutrisi oral (SNO) seperti susu tinggi protein dan kalori akan direncanakan. Jika asupan oral tidak mencukupi, kolaborasi untuk pemberian nutrisi enteral (melalui selang NG) dapat dipertimbangkan. Perawat juga akan memantau tanda-tanda toleransi nutrisi dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya nutrisi, khususnya protein, untuk penyembuhan luka dekubitus dan pemulihan kondisi secara keseluruhan. Pemberian suplemen zat besi dan vitamin C (untuk meningkatkan absorpsi zat besi) juga akan dikelola sesuai resep.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene dan Berpakaian/Berdandan
Kode SDKI: D.0057
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas mandi dan berpakaian sendiri.
Kode SLKI: L.03001
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280