Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23066 | 28 Nov 2025
Klinis : Seorang nullipara datang ke Puskesmas untuk kontrol kehamilan. Pasien mengeluh tidak nyaman dengan kondisi fisiknya sekarang, pasien sering merasa pegal pada punggung bawah terutama saat bangun tidur, pasien mulai sering merasakan kencang pada perut bagian bawah, merasa cepat lelah. Pasien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun di malam hari karena sering berkemih. Pasien tampak gelisah, pasien bertanya kepada perawat bagaimana cara mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan, kapan bayinya akan lahir dan apakah nanti saat persalinan akan terasa sangat sakit seperti yang diceritakan orang-orang? Pasien juga menanyakan apakah nanti saat mau melahirkan boleh minum minyak kelapa/goreng, karena mertunya manyarankan untuk minum segelas minyak kelapa/goreng saat mau melahirkan supaya bayinya cepat keluar. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan TFU 32 cm, punggung janin di sebelah kiri, presentasi kepala, kepala janin sudah masuk pintu atas panggul. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 95 kali/menit, frekuensi pernapasan 22 kali/menit, suhu 370C, tidak terdapat edema pada tungkai, tidak terdapat varises.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, khawatir, atau ketakutan yang tidak jelas atau berlebihan terkait dengan antisipasi terhadap ancaman atau bahaya yang akan datang, disertai dengan respons otonom (sumber dapat tidak diketahui atau tidak dikenali oleh individu); perasaan tegang yang meningkat dan perasaan tidak berdaya.
Kode SLKI: L.03149
Deskripsi : Ansietas Terkontrol. Kriteria Hasil: 1) Mengungkapkan perasaan ansietas menurun. 2) Mengungkapkan faktor penyebab ansietas. 3) Mengungkapkan cara mengatasi ansietas. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Tidak gelisah. 6) Ekspresi wajah rileks. 7) Tidak tegang.
Kode SIKI: I.01269
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Tindakan Keperawatan: 1) Identifikasi tingkat ansietas. 2) Identifikasi faktor penyebab ansietas. 3) Monitor tanda dan gejala ansietas. 4) Monitor tanda-tanda vital. 5) Bina hubungan saling percaya. 6) Gunakan pendekatan yang menenangkan. 7) Dengarkan dengan penuh perhatian. 8) Berikan informasi tentang prosedur dan pengobatan. 9) Berikan informasi tentang kondisi terkini. 10) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan. 11) Ajarkan teknik relaksasi. 12) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang tiba-tiba atau lambat muncul dengan intensitas ringan hingga berat dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03021
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria Hasil: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Dapat melakukan aktivitas dengan tepat. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08007
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor lokasi, karakteristik, dan faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 2) Monitor respons nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Monitor tanda-tanda vital. 4) Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (contoh: relaksasi, distraksi, masase, kompres hangat/dingin). 5) Lakukan manajemen nyeri nonfarmakologi (contoh: reposisi, masase, kompres hangat/dingin). 6) Kolaborasi pemberian analgetik.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0069
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam jumlah, kualitas, dan pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu fungsi kehidupan.
Kode SLKI: L.03095
Deskripsi : Perilaku Tidur. Kriteria Hasil: 1) Mengungkapkan peningkatan kualitas tidur. 2) Mengungkapkan peningkatan kuantitas tidur. 3) Mengungkapkan perasaan segar saat bangun tidur. 4) Tidak terdapat tanda-tanda kurang tidur (contoh: mata merah, lingkaran hitam di bawah mata, menguap).
Kode SIKI: I.01205
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor pola dan kualitas tidur. 2) Monitor faktor yang mengganggu tidur. 3) Monitor tanda-tanda kurang tidur. 4) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 5) Anjurkan untuk membatasi minum di malam hari. 6) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur. 7) Anjurkan kebiasaan tidur yang baik (contoh: waktu tidur yang konsisten, ritual sebelum tidur).
Kondisi: Kurang Pengetahuan
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan mengingat atau memfungsikan secara optimal informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, perawatan, dan situasi kesehatan karena kurang terpapar atau tidak memahami informasi.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Pengetahuan: Proses Penyakit. Kriteria Hasil: 1) Menyebutkan pengertian penyakitnya. 2) Menyebutkan tanda dan gejala penyakitnya. 3) Menyebutkan faktor penyebab/penyebab kekambuhan. 4) Menyebutkan faktor risiko. 5) Menyebutkan komplikasi. 6) Menyebutkan regimen terapeutik.
Kode SIKI: I.05308
Deskripsi : Edukasi Kesehatan. Tindakan Keperawatan: 1) Identifikasi kesiapan belajar. 2) Identifikasi faktor penghambat belajar. 3) Jelaskan patofisiologi penyakit. 4) Jelaskan tanda dan gejala. 5) Jelaskan faktor penyebab/penyebab kekambuhan. 6) Jelaskan faktor risiko. 7) Jelaskan komplikasi. 8) Jelaskan regimen terapeutik. 9) Berikan umpan balik tentang pemahaman klien dan keluarga. 10) Libatkan keluarga dalam edukasi.
-
Article No. 23067 | 28 Nov 2025
Klinis : Seorang nullipara datang ke Puskesmas untuk kontrol kehamilan. Pasien mengeluh tidak nyaman dengan kondisi fisiknya sekarang, pasien sering merasa pegal pada punggung bawah terutama saat bangun tidur, pasien mulai sering merasakan kencang pada perut bagian bawah, merasa cepat lelah. Pasien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun di malam hari karena sering berkemih. Pasien tampak gelisah, pasien bertanya kepada perawat bagaimana cara mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan, kapan bayinya akan lahir dan apakah nanti saat persalinan akan terasa sangat sakit seperti yang diceritakan orang-orang? Pasien juga menanyakan apakah nanti saat mau melahirkan boleh minum minyak kelapa/goreng, karena mertunya manyarankan untuk minum segelas minyak kelapa/goreng saat mau melahirkan supaya bayinya cepat keluar. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan TFU 32 cm, punggung janin di sebelah kiri, presentasi kepala, kepala janin sudah masuk pintu atas panggul. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 95 kali/menit, frekuensi pernapasan 22 kali/menit, suhu 370C, tidak terdapat edema pada tungkai, tidak terdapat varises.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang tidak jelas dan tidak nyaman atau takut yang disertai dengan respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan waspada karena antisipasi terhadap bahaya. Ini adalah sinyal peringatan akan adanya ancaman yang akan datang, yang memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman tersebut.
Kode SLKI: L.03123
Deskripsi : Ansietas Terkontrol. Ditandai dengan: 1) Melaporkan ansietas berkurang, 2) Mengungkapkan perasaan tentang ansietas, 3) Mengidentifikasi cara untuk mencegah ansietas, 4) Menggunakan strategi koping yang efektif, 5) Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan, 6) Menunjukkan perilaku rileks, 7) Tidur dan istirahat cukup.
Kode SIKI: I.01284
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Tindakan: 1) Identifikasi tingkat ansietas, 2) Identifikasi penyebab ansietas, 3) Monitor tanda dan gejala ansietas, 4) Kaji tanda-tanda vital, 5) Kaji faktor yang mempengaruhi ansietas, 6) Berikan informasi tentang penyebab, tanda dan gejala, dan penanganan ansietas, 7) Anjurkan mengungkapkan perasaan, 8) Bantu mengidentifikasi strategi koping yang digunakan, 9) Latih teknik relaksasi, 10) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi, 11) Kolaborasi pemberian terapi non farmakologi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03035
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol, 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 3) Mendemonstrasikan posisi tubuh yang nyaman, 4) Berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan, 5) Mempertahankan tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: I.08056
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (P, Q, R, S, T), 2) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri, 3) Kaji ekspresi wajah, posisi tubuh, dan perilaku, 4) Monitor tanda-tanda vital, 5) Ajarkan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi nafas dalam, masase), 6) Atur posisi untuk kenyamanan, 7) Lakukan masase punggung bawah, 8) Kolaborasi pemberian analgetik, 9) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri.
Kondisi: Kurang Pengetahuan
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan atau tidak adanya informasi kognitif yang berhubungan dengan topik tertentu. Kondisi dimana individu atau kelompok mengalami defisit dalam pengetahuan kognitif atau keterampilan psikomotor sehingga mengalami ketidakmampuan dalam mempertahankan status kesehatannya.
Kode SLKI: L.06137
Deskripsi : Pengetahuan: Proses Persalinan. Ditandai dengan: 1) Menyebutkan tanda dan gejala persalinan, 2) Menyebutkan tanda bahaya persalinan, 3) Menyebutkan tahapan persalinan, 4) Menyebutkan teknik mengatasi nyeri persalinan, 5) Menyebutkan mitos dan fakta tentang persalinan, 6) Menyebutkan persiapan persalinan.
Kode SIKI: I.05331
Deskripsi : Edukasi Proses Persalinan. Tindakan: 1) Kaji tingkat pengetahuan tentang proses persalinan, 2) Jelaskan tanda-tanda awal persalinan, 3) Jelaskan tahapan persalinan, 4) Jelaskan teknik mengatasi nyeri persalinan (teknik pernapasan, relaksasi), 5) Diskusikan mitos dan fakta seputar persalinan (misal: minum minyak), 6) Anjurkan untuk mengikuti kelas ibu hamil, 7) Berikan informasi tentang persiapan persalinan, 8) Berikan informasi tentang tanda bahaya persalinan, 9) Berikan kesempatan untuk bertanya, 10) Evaluasi pemahaman pasien.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0053
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. Gangguan pada waktu, periode, dan kualitas tidur (tertidur, atau mempertahankan tidur) akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.04024
Deskripsi : Perilaku Peningkatan Tidur. Ditandai dengan: 1) Mengidentifikasi faktor yang mengganggu tidur, 2) Melaporkan peningkatan waktu tidur, 3) Melaporkan perasaan segar setelah bangun tidur, 4) Mendemonstrasikan perilaku untuk meningkatkan tidur.
Kode SIKI: I.01231
Deskripsi : Manajemen Insomnia. Tindakan: 1) Kaji pola dan kebiasaan tidur, 2) Kaji faktor yang mengganggu tidur (sering BAK, nyeri punggung, ansietas), 3) Anjurkan untuk mengurangi asupan cairan di malam hari, 4) Anjurkan untuk BAK sebelum tidur, 5) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur, 6) Anjurkan posisi tidur miring ke kiri, 7) Anjurkan untuk menggunakan bantal penyangga, 8) Atur lingkungan yang nyaman untuk tidur, 9) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
-
Article No. 23068 | 28 Nov 2025
Klinis : Gangguan rasa nyaman
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan rasa nyaman
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Gangguan rasa nyaman adalah suatu keadaan di mana individu mengalami perasaan tidak menyenangkan secara fisik atau psikologis yang dapat bervariasi dalam intensitas, durasi, dan karakteristiknya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk nyeri akut atau kronis, mual, gatal, sesak napas, kelelahan, atau ketidaknyamanan akibat prosedur medis dan perubahan kondisi lingkungan. Gangguan rasa nyaman bersifat subjektif dan sangat individual, dipengaruhi oleh persepsi, latar belakang budaya, pengalaman masa lalu, dan keadaan emosional individu. Dampaknya tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga dapat mengganggu fungsi psikologis, sosial, dan spiritual, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menghambat proses penyembuhan. Tujuan utama dari diagnosa keperawatan ini adalah untuk mengidentifikasi, memvalidasi, dan mengelola sumber ketidaknyamanan tersebut melalui intervensi yang komprehensif dan holistik, guna memulihkan keseimbangan dan kenyamanan klien.
Kode SLKI: 4026
Deskripsi : Luaran yang diharapkan dari diagnosa keperawatan gangguan rasa nyaman adalah tercapainya tingkat kenyamanan yang optimal bagi klien, yang ditandai dengan penurunan atau hilangnya sensasi tidak nyaman yang dialami. Secara spesifik, klien diharapkan dapat melaporkan penurunan intensitas ketidaknyamanan (misalnya, skala nyeri menurun, rasa mual berkurang) baik secara verbal maupun non-verbal. Klien juga diharapkan menunjukkan kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan cukup, serta mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tingkat kemampuannya tanpa hambatan signifikan dari rasa tidak nyaman. Perilaku nonverbal seperti ekspresi wajah yang rileks, postur tubuh yang tidak tegang, dan tidak adanya gelisah merupakan indikator penting dari tercapainya luaran ini. Selain itu, klien diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan perawat (seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, atau posisi tertentu) untuk mengelola ketidaknyamanannya secara mandiri. Pencapaian luaran ini bersifat progresif dan harus dievaluasi secara berkala, dengan mempertimbangkan karakteristik individu klien dan respons terhadap intervensi yang diberikan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup klien dengan memastikan bahwa ketidaknyamanan tidak lagi menjadi penghalang bagi partisipasinya dalam perawatan diri dan kehidupan sosial.
Kode SIKI: 4426
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk gangguan rasa nyaman bersifat multidimensi dan berfokus pada manajemen penyebab serta gejala ketidaknyamanan. Intervensi ini mencakup beberapa tindakan kunci. Pertama, Manajemen Nyeri: Melakukan penilaian nyeri yang komprehensif termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala), karakter, dan faktor pencetus. Memberikan terapi farmakologis sesuai resep dokter (analgesik) dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. Kedua, Intervensi Non-Farmakologis: Menerapkan teknik untuk mengurangi ketidaknyamanan, seperti kompres hangat atau dingin pada area tertentu, memposisikan klien dengan nyaman, memijat punggung secara lembut, menciptakan lingkungan yang tenang (pengaturan cahaya, suhu, dan kebisingan), serta menggunakan teknik distraksi seperti mendengarkan musik, menonton TV, atau mengajak klien mengobrol. Ketiga, Edukasi: Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga tentang penyebab ketidaknyamanan, cara melaporkannya, dan teknik manajemen mandiri yang dapat dilakukan. Keempat, Manajemen Gejala Spesifik: Jika ketidaknyamanan disebabkan oleh mual, intervensi dapat berupa memberikan diet dalam porsi kecil namun sering, menghindari bau yang kuat, atau pemberian antiemetik sesuai resep. Untuk gatal, tindakan dapat berupa perawatan kulit dan pemberian antipruritus. Kelima, Dukungan Psikologis dan Spiritual: Memberikan dukungan emosional, mendengarkan keluhan klien dengan empati, melibatkan keluarga dalam memberikan kenyamanan, dan memfasilitasi kebutuhan spiritual klien jika diperlukan. Seluruh intervensi ini dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan dokumentasi yang akurat untuk mengevaluasi keberhasilannya dalam mencapai luaran yang diharapkan.
-
Article No. 23069 | 28 Nov 2025
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI-SLKI-SIKI)
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan, penetapan luaran, dan perencanaan intervensi harus berdasarkan standar yang berlaku untuk memastikan kualitas asuhan keperawatan yang komprehensif dan terukur. Di Indonesia, standar ini ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melalui:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan klasifikasi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. SDKI menyediakan definisi, penyebab, tanda/gejala mayor dan minor, serta kondisi klinis terkait untuk setiap diagnosis.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Adalah klasifikasi luaran keperawatan yang menggambarkan status kesehatan pasien setelah dilakukan intervensi keperawatan. SLKI menetapkan kriteria hasil yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART) untuk mengevaluasi efektivitas asuhan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan klasifikasi intervensi keperawatan yang berisi tindakan-tindakan yang dapat dilakukan perawat untuk mencapai luaran yang diharapkan. SIKI mengelompokkan tindakan keperawatan ke dalam observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaborasi, dilengkapi dengan rasional ilmiah.
Berdasarkan kondisi pasien anak perempuan usia 5 tahun dengan demam tinggi, ruam merah, bintik Koplik, batuk kering, dan mata merah yang mengarah pada diagnosis medis campak, berikut adalah diagnosa keperawatan utama beserta luaran dan intervensi yang relevArticle No. 23070 | 28 Nov 2025
Klinis : ketidaknyamanan pre pastum
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketidaknyamanan Prapartum
Kode ICD-10: O26.9
Deskripsi Singkat : Ketidaknyamanan prapartum mengacu pada berbagai rasa tidak nyaman, nyeri, atau keluhan yang dialami oleh ibu hamil pada periode menjelang persalinan, tepatnya setelah usia kehamilan 28 minggu hingga sebelum proses melahirkan dimulai. Kondisi ini bukanlah diagnosis spesifik suatu penyakit, melainkan sebuah istilah umum untuk menggambarkan gejala yang timbul akibat perubahan fisiologis dan mekanis pada tubuh ibu menyongsong persalinan. Keluhan dapat bervariasi, mulai dari nyeri punggung bawah, nyeri ligamentum rotundum (nyeri selangkangan), kontraksi Braxton-Hicks (latihan), heartburn (rasa panas di ulu hati), sesak napas, hingga kesulitan berjalan atau tidur. Kode O26.9 dalam ICD-10-CM termasuk dalam bab 'Kehamilan, Persalinan, dan Nifas' dan secara spesifik dikategorikan di bawah 'Kondisi lain yang terkait utamanya dengan kehamilan'. Kode ini mewakili 'Keadaan yang berhubungan dengan kehamilan, tidak ditentukan', yang menjadikannya pilihan yang tepat ketika seorang penyedia layanan kesehatan mendokumentasikan keluhan ketidaknyamanan umum di masa prapartum tanpa adanya kondisi patologis yang lebih spesifik (seperti hipertensi gestasional atau diabetes). Penggunaan kode ini menekankan bahwa kehamilan itu sendiri adalah faktor penyebab utama dari keluhan yang dialami. Penting untuk membedakannya dari tanda-tanda persalinan aktif atau komplikasi kehamilan yang lebih serius.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23071 | 28 Nov 2025
Klinis : diagnosa isolasi sosial
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Isolasi Sosial
Kode SDKI: D.0069
Deskripsi Singkat: Isolasi sosial adalah kondisi kesepian yang dialami individu dan dirasakan sebagai hal yang dipaksakan oleh orang lain, serta merupakan keadaan negatif atau mengancam. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih, cemas, tidak berdaya, tidak ada harapan, bosan, penolakan, dan rendah diri. Individu yang mengalami isolasi sosial seringkali menarik diri dari interaksi sosial, menghindari kontak dengan orang lain, dan mungkin menunjukkan respons yang tidak tepat terhadap rangsangan sosial. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari faktor internal seperti harga diri rendah, kecemasan, atau gangguan mental, hingga faktor eksternal seperti stigma sosial, perubahan lingkungan, atau kehilangan orang terdekat. Isolasi sosial bukan hanya sekadar kesendirian, tetapi lebih kepada persepsi subjektif individu bahwa mereka terputus dari dunia sosial, yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental jika tidak ditangani dengan tepat.
Kode SLKI: L.03127
Deskripsi : Interaksi Sosial Meningkat. Tujuan dari diagnosa keperawatan ini adalah untuk membantu klien mencapai tingkat interaksi sosial yang memadai dan memuaskan. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan kemampuan klien dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Secara spesifik, luaran ini dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti klien mampu mengungkapkan perasaan dan pikirannya secara verbal, menunjukkan minat untuk terlibat dalam kegiatan sosial, membina hubungan yang positif dengan perawat dan orang lain di sekitarnya, serta mampu mengidentifikasi sumber dukungan sosial yang tersedia. Selain itu, klien diharapkan dapat menunjukkan perilaku yang sesuai dalam situasi sosial, mengurangi perilaku menghindar, dan melaporkan penurunan perasaan kesepian atau keterasingan. Pencapaian luaran ini memerlukan waktu dan pendekatan bertahap, dimulai dari membangun hubungan terapeutik yang kuat antara perawat dan klien, kemudian secara perlahan melibatkan klien dalam interaksi yang lebih luas dengan lingkungan sosialnya.
Kode SIKI: I.03342
Deskripsi : Intervensi untuk isolasi sosial berfokus pada upaya membangun hubungan terapeutik dan meningkatkan keterlibatan sosial klien. Intervensi ini dimulai dengan pendekatan yang konsisten dan empatik, dimana perawat memperkenalkan diri, menjelaskan peran, dan menawarkan waktu untuk bersama klien secara teratur. Perawat harus mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya, mendengarkan secara aktif, dan menerima klien tanpa penilaian. Intervensi kunci lainnya adalah membantu klien mengembangkan keterampilan sosial, yang dapat dilakukan melalui role-play atau latihan percakapan sederhana. Perawat juga dapat melibatkan klien dalam aktivitas kelompok kecil yang terstruktur dan tidak mengancam, kemudian secara bertahap meningkatkan kompleksitas interaksi sosial seiring dengan peningkatan kepercayaan diri klien. Penting untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber dukungan sosial yang dimiliki klien, seperti keluarga atau teman, serta mendorong partisipasi dalam kegiatan komunitas yang sesuai dengan minatnya. Perawat perlu mengevaluasi respons klien terhadap setiap interaksi dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan individu. Seluruh intervensi ini bertujuan untuk memutus siklus isolasi, membangun kembali kepercayaan klien terhadap lingkungan sosial, dan memberdayakannya untuk menjalin hubungan yang bermakna.
Article No. 23072 | 28 Nov 2025
Klinis : intervensi,rasional ,implementasi dan evaluasi diagnosa isolasi sosial
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Isolasi Sosial
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Isolasi Sosial adalah keadaan individu yang mengalami atau berisiko mengalami kesepian yang bersifat negatif atau terancam akibat jumlah jaringan sosial yang tidak memadai. Kondisi ini bukan hanya tentang kesendirian secara fisik, tetapi lebih pada perasaan terputus, tidak terhubung, atau ditolak oleh orang lain, meskipun secara fisik mungkin berada di tengah keramaian. Perasaan ini dapat bersifat subjektif (dirasakan oleh individu) atau objektif (dapat diamati oleh orang lain). Individu dengan isolasi sosial seringkali menarik diri dari interaksi sosial, mengalami kesulitan dalam membina dan mempertahankan hubungan yang bermakna, serta merasa bahwa hubungan mereka tidak memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan. Faktor penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor internal seperti harga diri rendah, ansietas, depresi, hingga faktor eksternal seperti stigma sosial, penyakit kronis, disabilitas fisik, kehilangan orang terdekat, atau perubahan lingkungan. Isolasi sosial yang berkepanjangan dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental, meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, penurunan fungsi kognitif, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kematian dini. Peran perawat sangat krusial dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal isolasi sosial, seperti pasien yang menghindari kontak mata, jarang berbicara, lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di kamar, atau menyatakan perasaan kesepian dan ditolak.
Kode SLKI: 2204
Deskripsi : SLKI 2204 berfokus pada Peningkatan Dukungan Sosial. Tujuan utama dari kriteria hasil ini adalah membantu klien untuk mengembangkan dan memanfaatkan sistem pendukung sosial yang efektif, sehingga mengurangi perasaan isolasi. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan yang terukur dalam keterlibatan sosial klien. Secara spesifik, klien diharapkan dapat mengidentifikasi setidaknya dua orang dalam hidupnya yang dapat dijadikan sebagai sumber dukungan, baik secara emosional maupun instrumental. Klien juga diharapkan mulai menunjukkan inisiatif untuk berinteraksi dengan orang lain, meskipun pada awalnya mungkin hanya berupa kontak sosial yang singkat dan sederhana. Kriteria hasil ini menilai kemampuan klien untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial, baik di rumah maupun di komunitas, sesuai dengan minat dan kemampuannya. Selain itu, klien diharapkan dapat menyatakan perasaan terhubung dengan setidaknya satu orang lain dan melaporkan penurunan perasaan kesepian yang dirasakan. Pencapaian SLKI ini dinilai melalui observasi perilaku klien, laporan dari klien sendiri tentang perasaannya, serta bukti keterlibatannya dalam interaksi sosial, seperti menerima kunjungan, melakukan panggilan telepon, atau terlibat dalam kegiatan kelompok.
Kode SIKI: 4204
Deskripsi : SIKI 4204 adalah Intervensi Terapeutik untuk Meningkatkan Dukungan Sosial. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan terencana yang dilakukan perawat untuk membantu klien mengatasi isolasi sosial. Implementasinya dimulai dengan membangun hubungan terapeutik yang kuat dan penuh rasa percaya. Perawat perlu mendemonstrasikan sikap penerimaan, empati, dan tidak menghakimi. Intervensi kunci meliputi: pertama, memfasilitasi komunikasi terbuka dengan mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan kesepian dan pengalaman sosialnya. Kedua, membantu klien mengidentifikasi kekuatan pribadi dan sumber dukungan sosial yang sudah ada namun mungkin belum disadari. Ketiga, melatih klien keterampilan sosial, seperti memulai percakapan, mempertahankan kontak mata, dan mendengarkan secara aktif, melalui metode role-play. Keempat, kolaborasi dengan keluarga untuk meningkatkan kunjungan dan dukungan emosional, serta mendidik keluarga tentang pentingnya peran mereka. Kelima, mendorong dan memfasilitasi partisipasi klien dalam aktivitas kelompok terapeutik atau komunitas yang sesuai dengan minatnya, dimulai dari kelompok kecil dan berdurasi pendek. Rasional dari setiap tindakan ini adalah untuk memutus siklus isolasi. Hubungan terapeutik memberikan pengalaman hubungan interpersonal yang aman. Identifikasi kekuatan meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri. Pelatihan keterampilan sosial membekali klien dengan alat untuk berinteraksi lebih efektif. Melibatkan keluarga memperluas jaringan dukungan di luar hubungan profesional. Aktivitas kelompok memberikan kesempatan praktik langsung dan normalisasi pengalaman. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan perilaku dan pernyataan klien terhadap kriteria yang ditetapkan dalam SLKI 2204, menilai apakah terjadi peningkatan frekuensi dan kualitas interaksi sosial serta penurunan laporan perasaan kesepian.
Article No. 23073 | 28 Nov 2025
Klinis : leukosit 22.000 terdapat luka dekubitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: 0202
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami patogen yang menyerang tubuh. Diagnosa ini sangat relevan karena pasien memiliki leukosit 22.000 (leukositosis), yang merupakan indikator kuat dari proses infeksi yang sedang berlangsung di dalam tubuh. Peningkatan sel darah putih ini adalah respons sistem imun terhadap ancaman patogen, seperti bakteri. Kondisi ini diperberat dengan adanya "luka dekubitus", yang merupakan luka terbuka yang bertindak sebagai pintu masuk mikroorganisme. Kombinasi antara leukositosis dan luka dekubitus menciptakan sebuah siklus yang saling memperparah; luka meningkatkan risiko infeksi, dan infeksi sistemik (yang ditunjukkan oleh leukosit tinggi) dapat menghambat proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, fokus keperawatan adalah untuk memutus rantai infeksi, mencegah penyebaran, dan mengendalikan sumber infeksi dari luka dekubitus tersebut.
Kode SLKI: 4202
Deskripsi : Pengendalian Infeksi adalah serangkaian intervensi yang ditujukan untuk mengurangi risiko penularan dan perkembangan infeksi. Pada pasien dengan leukositosis dan luka dekubitus, SLKI ini menjadi landasan utama asuhan keperawatan. Tindakan-tindakan yang termasuk dalam SLKI 4202 meliputi: pertama, pemantauan tanda-tanda infeksi lokal pada luka dekubitus (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, dan adanya pus atau nanah) serta tanda sistemik (seperti demam dan peningkatan denyut nadi). Kedua, menerapkan prinsip steril dan aseptik secara ketat selama perawatan luka, termasuk teknik mencuci tangan yang benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau luka, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan steril. Ketiga, melakukan perawatan luka dekubitus dengan teknik yang tepat, yang meliputi pembersihan luka menggunakan larutan antiseptik yang sesuai, debridemen jaringan nekrotik (jaringan mati) yang menjadi media pertumbuhan bakteri, dan memilih balutan luka (dressing) yang sesuai untuk menciptakan lingkungan lembab yang optimal untuk penyembuhan sekaligus menyerap eksudat berlebih. Keempat, memastikan drainase luka berjalan dengan baik untuk mencegah akumulasi cairan yang dapat menjadi sarang kuman. Kelima, mengatur dan memantau penggunaan antibiotik sesuai resep dokter untuk memastikan dosis dan waktu pemberian yang tepat guna membasmi infeksi sistemik. Seluruh tindakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan infeksi, mengendalikan populasi mikroorganisme, dan akhirnya menurunkan jumlah leukosit ke nilai normal.
Kode SIKI: I04070
Deskripsi : Monitor Tanda dan Gejala Infeksi merupakan tindakan evaluasi kritis untuk menilai efektivitas intervensi yang telah dilakukan dan perkembangan kondisi pasien. Pada konteks pasien ini, pemantauan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek sistemik dan lokal. Pemantauan sistemik yang utama adalah dengan mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium, khususnya jumlah leukosit. Penurunan leukosit dari 22.000 menuju rentang normal (4.500-11.000/µL) adalah indikator keberhasilan yang paling objektif bahwa infeksi sedang teratasi. Selain itu, perawat juga harus memantau tanda vital seperti suhu tubuh (apakah demam sudah mereda), denyut nadi (apakah takikardia telah berkurang), dan tekanan darah (untuk mengawasi tanda-tanda sepsis atau syok septik). Pada aspek lokal, luka dekubitus harus dinilai secara berkala setiap kali dilakukan perawatan luka. Parameter yang dinilai meliputi: ukuran dan kedalaman luka (apakah terjadi penurunan yang menandakan proses granulasi), karakteristik jaringan di dasar luka (apakah jaringan nekrotik sudah hilang dan digantikan jaringan granulasi yang sehat berwarna merah), jumlah dan jenis eksudat atau cairan luka (apakah sudah berubah dari purulen/nanah menjadi serous/jernih), serta adanya bau tidak sedap. Pemantauan juga mencakup respon nyeri yang dilaporkan pasien di sekitar area luka. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan dari semua temuan ini sangat penting untuk menilai kemajuan pasien, mendeteksi dini komplikasi, dan menyesuaikan rencana perawatan jika diperlukan. Dengan SIKI ini, perawat dapat memastikan bahwa tujuan dari SLKI Pengendalian Infeksi tercapai, yaitu infeksi terkendali dan integritas kulit pasien pulih.
Article No. 23074 | 28 Nov 2025
Klinis : pasien di diagnosa ensafalopati, kesadaran apatis gcs 13, tekanan darah 55/39, tampak pucat, hb 10.4, akral teraba dingin, terdapat edema pada ekstremitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah untuk mempertahankan atau mengembalikan curah jantung yang adekuat, yang ditandai dengan stabilisasi tanda-tanda vital, perfusi jaringan yang memadai, dan penurunan gejala distress. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: Tekanan darah sistolik dalam rentang normal untuk pasien (misalnya >90 mmHg), tekanan darah diastolik dalam rentang normal untuk pasien (misalnya >60 mmHg), denyut nadi dalam rentang normal, nadi perifer teraba kuat dan simetris, pengisian kapiler kurang dari 2-3 detik, warna kulit normal (tidak pucat atau sianosis), kulit teraba hangat dan kering, haluaran urine adekuat (lebih dari 30 ml/jam), status mental normal (sadar dan orientasi baik), serta tidak adanya atau berkurangnya edema. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara ketat, menilai kualitas nadi, mengobservasi warna dan suhu kulit, memantau haluaran urine, serta mengevaluasi status neurologis untuk menilai pencapaian hasil ini.
Kode SIKI: I.07950
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menangani penurunan curah jantung bersifat komprehensif dan bertujuan meningkatkan performa jantung serta memastikan perfusi jaringan yang adekuat. Langkah-langkah utamanya meliputi: Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara berkala, bahkan terus-menerus dalam kondisi kritis. Memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung, hindari posisi trendelenburg yang justru dapat membebani jantung. Mempertahankan akses intravena yang paten untuk pemberian cairan dan obat-obatan. Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan. Memantau status cairan dengan ketat, termasuk balance cairan, berat badan harian, dan adanya edema. Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi sesuai resep dokter, seperti obat inotropik (misalnya Dobutamin, Dopamin) untuk meningkatkan kekuatan kontraksi jantung, vasopressor (misalnya Norepinefrin) untuk menaikkan tekanan darah, dan obat diuretik jika diperlukan untuk mengurangi beban volume. Melakukan pemantauan hemodinamik invasif (jika tersedia) seperti CVP (Central Venous Pressure) dan tekanan arteri untuk panduan yang lebih akurat. Menjaga lingkungan yang tenang dan membatasi aktivitas fisik pasien untuk menghemat energi dan mengurangi konsumsi oksigen miokard. Memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi dan penatalaksanaannya. Intervensi-intervensi ini dilakukan secara terintegrasi untuk mengoptimalkan fungsi jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat perfusi yang tidak adekuat.
Kondisi: Gangguan Perfusi Perifer
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana aliran darah ke ekstremitas berkurang, mengakibatkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan.
Kode SLKI: L.03089
Deskripsi : Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk memulihkan atau mempertahankan perfusi jaringan perifer yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: Nadi perifer dapat teraba dengan kuat dan simetris, pengisian kapiler kurang dari 2-3 detik, kulit ekstremitas hangat saat disentuh, warna kulit normal (tidak pucat, sianosis, atau kemerahan), tidak adanya nyeri atau kram pada ekstremitas, sensasi pada ekstremitas utuh, serta integritas kulit terjaga (tidak ada ulserasi atau gangren). Perawat akan melakukan penilaian nadi perifer (seperti nadi radial, dorsalis pedis, tibialis posterior), memeriksa pengisian kapiler dengan menekan kuku, mengobservasi warna dan suhu kulit, serta menanyakan adanya keluhan kesemutan, baal, atau nyeri untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi.
Kode SIKI: I.07957
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan untuk meningkatkan aliran darah ke daerah perifer dan mencegah cedera lebih lanjut pada jaringan. Tindakan-tindakan yang dilakukan meliputi: Memantau kualitas nadi perifer, pengisian kapiler, warna, suhu, dan sensasi pada ekstremitas secara teratur. Menghindari posisi yang dapat menekan pembuluh darah, seperti menyilangkan kaki atau menekuk lutut dalam waktu lama. Memposisikan ekstremitas yang terkena sedikit lebih rendah dari tingkat jantung (kecuali ada kontraindikasi seperti edema berat) untuk memfasilitasi aliran darah arteri. Memberikan penghangatan pada ekstremitas, namun hindari penggunaan bantal pemanas atau botol air panas langsung pada kulit karena risiko luka bakar pada kulit yang sensasinya mungkin terganggu. Mendorong mobilisasi dan latihan rentang gerak (ROM/range of motion) secara aktif atau pasif sesuai toleransi pasien untuk merangsang sirkulasi. Melindungi ekstremitas dari cedera, misalnya dengan menggunakan sepatu yang nyaman, menghindari jalan tanpa alas kaki, dan melakukan perawatan kaki dengan hati-hati. Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi jika diperlukan, seperti obat vasodilator atau antiplatelet. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan perfusi yang harus diwaspadai dan langkah-langkah perawatan diri untuk menjaga sirkulasi perifer.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: D.0065
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SLKI: L.03049
Deskripsi : Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan suhu tubuh, khususnya hipotermia, dengan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal (36-37,5°C). Kriteria hasil yang diharapkan adalah: Suhu tubuh aksila atau timpani tetap dalam rentang 36-37,5°C, kulit teraba hangat (tidak dingin atau berkeringat dingin), tidak terdapat menggigil (shivering), tanda-tanda vital stabil, dan pasien melaporkan perasaan nyaman secara termal. Perawat akan memantau suhu tubuh secara berkala, mengobservasi adanya tanda-tanda hipotermia seperti kulit dingin, pucat, dan menggigil, serta menilai kenyamanan termal pasien.
Kode SIKI: I.08016
Deskripsi : Intervensi keperawatan ditujukan untuk mempertahankan suhu tubuh inti dan mencegah kehilangan panas. Tindakan-tindakan yang dilakukan sangat penting terutama pada pasien dengan kondisi kritis dan akral dingin. Langkah-langkahnya meliputi: Memantau suhu tubuh secara teratur, setidaknya setiap 2-4 jam atau lebih sering jika kondisi tidak stabil. Mempertahankan suhu lingkungan ruangan yang hangat dan nyaman, hindari angin atau aliran udara langsung. Menutupi tubuh pasien dengan selimut, khususnya untuk bagian dada dan ekstremitas. Menggunakan penghangat tambahan seperti selimut hangat (warming blanket) atau penghangat radiant sesuai protokol, dengan memastikan tidak terjadi luka bakar. Memantau tanda-tanda vital untuk mendeteksi adanya perubahan yang mengindikasikan stres termal. Jika pasien mengalami hipotermia, lakukan pemanasan secara bertahap karena pemanasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan komplikasi seperti vasodilatasi perifer dan syok. Meminimalkan paparan kulit pasien selama prosedur perawatan untuk mengurangi kehilangan panas. Memastikan pakaian atau linen pasien dalam keadaan kering, karena kelembaban dapat meningkatkan kehilangan panas secara konduksi dan evaporasi. Memberikan cairan intravena yang telah dihangatkan jika tersedia, untuk membantu mempertahankan suhu inti dari dalam. Intervensi ini dilakukan secara proaktif untuk melindungi pasien dari komplikasi lebih lanjut akibat ketidakstabilan suhu tubuh.
Article No. 23040 | 27 Nov 2025
Klinis : Kode SIKI identifikasi keadaan umum pasien baru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Identifikasi Keadaan Umum Pasien Baru
Kode SDKI: A.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Pada pasien baru, kondisi ini perlu diidentifikasi secara dini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti hipotermia atau hipertermia. Faktor risiko dapat mencakup usia ekstrem (bayi baru lahir atau lansia), status nutrisi, adanya penyakit infeksi, kondisi lingkungan, atau prosedur medis tertentu. Diagnosa ini menekankan pada pentingnya pengkajian menyeluruh terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi termoregulasi tubuh pasien segera setelah masuk ke fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya ketidakstabilan suhu yang dapat memperburuk kondisi pasien, memperpanjang masa rawat, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Perawat memainkan peran kunci dalam memantau tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, serta mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang dimiliki oleh setiap pasien.
Kode SLKI: 0711A
Deskripsi : Pemantauan Suhu Tubuh adalah tindakan keperawatan sistematis untuk mengobservasi, mengukur, dan mencatat suhu tubuh pasien secara berkala. Tindakan ini dimulai dengan mencuci tangan untuk mencegah infeksi, kemudian memilih termometer yang tepat (aksila, oral, rektal, atau timpani) sesuai dengan kondisi dan kebijakan institusi. Perawat akan memastikan alat dalam keadaan bersih dan berfungsi dengan baik. Selama pengukuran, pasien diposisikan dengan nyaman untuk memastikan akurasi hasil. Suhu kemudian diukur selama waktu yang ditentukan, dicatat dengan teliti, dan dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya serta rentang normal. Hasil pengukuran dilaporkan jika ditemukan abnormalitas. Tindakan ini juga mencakup edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pemantauan suhu, tanda-tanda ketidakstabilan suhu yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mempertahankan suhu tubuh yang stabil, seperti menggunakan pakaian yang sesuai atau menghindari paparan suhu ekstrem. Pemantauan yang konsisten dan akurat merupakan dasar dari pencegahan dan deteksi dini masalah termoregulasi.
Kode SIKI: 0711
Deskripsi : Suhu Tubuh dalam Rentang Normal adalah kriteria hasil yang diharapkan dimana suhu tubuh pasien terpantau stabil antara 36,5°C hingga 37,5°C. Indikator ini dinilai melalui beberapa parameter kunci. Pertama, kulit pasien teraba hangat dan kering, tanpa tanda-tanda berkeringat berlebihan (yang dapat mengindikasikan upaya tubuh mendinginkan diri) atau kulit yang dingin dan lembap (tanda hipotermia atau syok). Kedua, denyut nadi dan frekuensi pernapasan pasien berada dalam rentang normal yang sesuai dengan usianya, karena ketidakstabilan suhu seringkali mempengaruhi sistem kardiovaskular dan pernapasan. Ketiga, pasien tidak menunjukkan perilaku gelisah atau mengeluh perasaan tidak nyaman yang ekstrem terkait suhu, seperti kedinginan atau kepanasan. Keempat, tidak ada fluktuasi suhu tubuh yang signifikan (misalnya, perbedaan lebih dari 1°C) dalam periode pemantauan, yang menunjukkan bahwa sistem termoregulasi tubuh berfungsi dengan baik. Pencapaian hasil ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan telah efektif dalam mencegah atau mengatasi risiko ketidakstabilan suhu, sehingga berkontribusi pada kenyamanan dan stabilitas kondisi klinis pasien secara keseluruhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280