Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23056 | 28 Nov 2025
Klinis : tersapat benjolan di dahi, membesar, dan rencana operasi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kista Sebasea pada Dahi
Kode ICD-10: L72.3
Deskripsi Singkat : Kista sebacea adalah benjolan jinak dan non-kanker yang tumbuh di bawah kulit, berasal dari kelenjar sebaceous (minyak) yang tersumbat atau rusak. Kondisi ini ditandai dengan benjolan yang biasanya teraba lunak, berisi materi keratin, dan dapat membesar secara perlahan. Rencana operasi (eksisi) umumnya direkomendasikan jika benjolan membesar, menyebabkan nyeri, terinfeksi, atau untuk alasan kosmetik. Kode ICD-10 L72.3 secara spesifik mengklasifikasikan kista epidermis dan kista sebacea sebagai bagian dari kategori 'Kista kulit dan struktur kulit subkutan lainnya'. Kode ini membantu dalam pencatatan medis, perencanaan perawatan, dan proses administratif seperti klaim asuransi terkait prosedur pengangkatan benjolan tersebut.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23057 | 28 Nov 2025
Klinis : Tn. H menyetujui untuk menjalani operasi dan kembali ke unit medis pascaoperasi. Dia memiliki infus larutan Ringer laktat IV dengan kecepatan 125 mL/jam dan Anda mencatat hal berikut: 1. Frekwensi nadi 90 x/menit, Pernapasan 20 x/menit, TD 130/76 mmHg 2. Dia waspada dan berorientasi serta kulitnya hangat dan kering 3. Selang Nasogastrik mengeluarkan cairan berwarna cokelat kemerahan (300 mL dalam 4 jam terakhir) 4. Kateter urin terpasang mengeluarkan urin berwarna kuning jernih (700 mL dalam 4 jam terakhir) Diskusikan dengan kelompok anda: 1. Berdasarkan pengkajian terkini, pilih satu diagnosis keperawatan yang menjadi prioritas saat ini 2. Berikan alasan pemilihan anda, dan 3. Buat daftar tiga intervensi keperawatan yang memenuhi kebutuhan Tn. H
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketidakseimbangan Volume Cairan, Risiko terhadap
Kode ICD-10: E86.0
Deskripsi Singkat : Kode E86.0 menggambarkan kondisi Dehidrasi, yang merupakan defisit volume cairan tubuh. Meskipun tanda-tanda vital Tn. H saat ini (nadi, TD) masih dalam rentang yang dapat ditoleransi dan kulitnya hangat serta kering, terdapat faktor risiko signifikan yang mengarah pada potensi ketidakseimbangan volume cairan. Output cairan melalui selang nasogastrik (300 mL/4 jam) dan kateter urin (700 mL/4 jam) total 1000 mL, sementara input cairan intravena hanya 500 mL (125 mL/jam x 4 jam). Hal ini menciptakan defisit bersih 500 mL dalam periode 4 jam, yang jika berlanjut dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi dan gangguan hemodinamik. Kondisi pascaoperasi dan adanya drainase nasogastrik merupakan faktor penyerta yang memperberat risiko ini. Oleh karena itu, diagnosis keperawatan prioritas adalah Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan, dengan kode ICD-10 yang mendasari untuk dehidrasi sebagai kondisi potensial yang harus dicegah. Tiga intervensi keperawatan yang memenuhi kebutuhan Tn. H adalah: 1) Memantau ketat keseimbangan cairan input dan output setiap jam, 2) Berkolaborasi dengan dokter untuk menyesuaikan kecepatan infus atau rencana rehidrasi berdasarkan defisit yang terhitung, dan 3) Memantau tanda-tanda vital dan status perfusi (seperti pengisian kapiler, membran mukosa) secara berkala untuk mendeteksi dini tanda dehidrasi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23058 | 28 Nov 2025
Klinis : Tn. H menyetujui untuk menjalani operasi dan kembali ke unit medis pascaoperasi. Dia memiliki infus larutan Ringer laktat IV dengan kecepatan 125 mL/jam dan Anda mencatat hal berikut: 1. Frekwensi nadi 90 x/menit, Pernapasan 20 x/menit, TD 130/76 mmHg 2. Dia waspada dan berorientasi serta kulitnya hangat dan kering 3. Selang Nasogastrik mengeluarkan cairan berwarna cokelat kemerahan (300 mL dalam 4 jam terakhir) 4. Kateter urin terpasang mengeluarkan urin berwarna kuning jernih (700 mL dalam 4 jam terakhir) Diskusikan dengan kelompok anda: 1. Berdasarkan pengkajian terkini, pilih satu diagnosis keperawatan yang menjadi prioritas saat ini 2. Berikan alasan pemilihan anda, dan 3. Buat daftar tiga intervensi keperawatan yang memenuhi kebutuhan Tn. H
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0202
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan didefinisikan sebagai keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Kondisi ini mengacu pada keadaan di mana terdapat kerentanan untuk mengalami kekurangan cairan dan elektrolit, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus Tn. H, risiko ini sangat nyata mengingat kondisi pascaoperasinya. Meskipun tanda-tanda vitalnya masih dalam batas normal (nadi 90x/menit, TD 130/76 mmHg) dan kulitnya hangat serta kering, terdapat dua faktor utama yang menjadi sumber kehilangan cairan potensial yang signifikan. Pertama, output dari selang nasogastrik (NGT) yang berwarna cokelat kemerahan sebanyak 300 mL dalam 4 jam merupakan kehilangan cairan aktif dari saluran cerna. Warna cokelat kemerahan dapat mengindikasikan adanya darah lama atau drainase lambung yang berlebihan. Kedua, output urin sebanyak 700 mL dalam 4 jam (setara dengan 175 mL/jam) menunjukkan diuresis yang cukup tinggi. Meskipun ini bisa menjadi tanda fungsi ginjal yang baik, dalam konteks pascaoperasi dengan kehilangan cairan dari NGT, output urin yang tinggi ini dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan antara intake dan output cairan. Asupan cairan Tn. H melalui infus Ringer Laktat adalah 125 mL/jam. Dalam 4 jam, intake-nya adalah 500 mL, sementara output totalnya (NGT + Urin) adalah 1000 mL. Hal ini menciptakan defisit bersih 500 mL dalam periode 4 jam, yang secara jelas mendukung diagnosis risiko defisit volume cairan. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi defisit volume cairan aktual yang ditandai dengan takikardia, hipotensi, penurunan turgor kulit, dan syok hipovolemik.
Kode SLKI: 2009
Deskripsi : SLKI 2009 berfokus pada Pemantauan Keseimbangan Cairan. Tujuan kriteria hasil ini adalah untuk memastikan bahwa status hidrasi dan keseimbangan cairan pasien tetap dalam batas yang diharapkan, sehingga mencegah terjadinya defisit volume cairan yang aktual. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan beberapa indikator kunci. Pertama, keseimbangan cairan (balance) harus dipantau secara ketat dengan menghitung selisih antara total intake (cairan infus, oral jika ada) dan total output (urine, drain NGT, drainase luka, dan kehilangan insensible). Pada Tn. H, pemantauan ini harus dilakukan setidaknya setiap 1-2 jam pada fase akut pascaoperasi. Kedua, tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, frekuensi napas, suhu) harus dipantau secara berkala untuk mendeteksi adanya perubahan awal yang mengarah pada hipovolemia, seperti peningkatan frekuensi nadi atau penurunan tekanan darah. Ketiga, status membran mukosa (seperti kekeringan pada mulut dan bibir) dan turgor kulit dinilai untuk mendeteksi tanda-tanda dehidrasi. Keempat, pemantauan terhadap warna, jumlah, dan konsentrasi urine sangat penting; output urine yang sangat jernih dan banyak dapat mengindikasikan upaya tubuh untuk mengatur volume, namun dalam konteks defisit, output yang menurun adalah tanda bahaya. Kelima, pemantauan terhadap drainase dari selang NGT, termasuk volume, warna, dan konsistensi, merupakan bagian integral untuk menghitung kehilangan cairan yang akurat. Dengan menerapkan SLKI 2009 secara komprehensif, perawat dapat mengambil tindakan korektif sebelum kondisi Tn. H memburuk.
Kode SIKI: 4020
Deskripsi : SIKI 4020 adalah Manajemen Cairan. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan yang terencana dan terarah untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Pada Tn. H, intervensi ini diimplementasikan melalui tiga tindakan prioritas. Pertama, Mempertahankan dan Menyesuaikan Terapi Cairan Intravena. Perawat harus memastikan kecepatan infus Ringer Laktat 125 mL/jam berjalan dengan benar dan tidak tersumbat. Namun, berdasarkan perhitungan defisit cairan (output 1000 mL vs input 500 mL dalam 4 jam), kolaborasi dengan dokter sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan kemungkinan menaikkan kecepatan infus guna menutupi defisit dan memenuhi kebutuhan cairan maintenance dan pengganti. Ringer Laktat dipilih karena komposisi elektrolitnya yang mirip dengan plasma dan dapat membantu mengoreksi keasaman metabolik ringan pascaoperasi. Kedua, Memantau dan Mencatat Keseimbangan Cairan Secara Akurat. Perawat harus mencatat semua intake (cairan IV) dan output (urine, drainase NGT) secara detail pada lembar balance cairan. Pencatatan yang akurat setiap jam atau setiap shift adalah dasar objektif untuk mengevaluasi efektivitas terapi cairan dan menentukan kebutuhan penyesuaian lebih lanjut. Ketiga, Memantau Tanda-Tanda Klinis Defisit Volume Cairan. Meskipun tanda vital Tn. H saat ini stabil, perawat harus waspada terhadap tanda-tanda awal kompensasi tubuh terhadap hipovolemia, seperti peningkatan frekuensi nadi (>100x/menit), penurunan tekanan darah sistolik (<100 mmHg), penurunan produksi urine (<30 mL/jam), kulit yang dingin atau lembap, serta rasa haus yang meningkat. Tindakan ini bersifat proaktif dan preventif, bertujuan untuk mencegah risiko berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, sehingga memastikan keselamatan dan stabilitas hemodinamik Tn. H selama masa pemulihan pascaoperasi.
-
Article No. 23059 | 28 Nov 2025
Klinis : 1. Terdapat lubang trakeostoomi, terdapat kemerahan di sekitar lubang, keluar cairan fistul, banyak, berwarna kuning 2. Leukosit : 7.2 10^3/µL 3. Terpasang infus H0 4. Terpasang NGT H1 5. Terpasang DC H1
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0072
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko patogen memasuki tubuh yang dapat menyebabkan respons merugikan.
Kode SLKI: L.03138
Deskripsi : SLKI L.03138 berfokus pada Pencegahan Infeksi. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk mencegah masuk dan berkembangnya patogen dalam tubuh pasien, sehingga menghindari terjadinya infeksi. Pada pasien dengan kondisi seperti ini, perawat akan melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, nyeri, demam, atau keluarnya drainase purulen (nanah) dari lokasi insisi atau lubang trakeostomi. Intervensi pencegahan yang spesifik akan diterapkan, termasuk mempertahankan teknik aseptik yang ketat selama perawatan luka atau manipulasi perangkat invasif seperti infus dan NGT. Perawat akan memastikan perawatan luka trakeostomi dilakukan dengan benar, membersihkan area sekitar stoma dengan larutan steril sesuai protokol, dan mengganti balutan yang basah atau kotor secara teratur. Selain itu, perawat akan memantau hasil laboratorium, khususnya hitung leukosit, meskipun dalam batas normal, tetap perlu diwaspadai karena bisa saja berada pada fase awal infeksi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan, baik dengan cuci tangan menggunakan sabun maupun handrub, menjadi komponen krusial. Keluarga juga akan diajarkan untuk mengenali tanda-tanda infeksi dini sehingga dapat segera melaporkan kepada tenaga kesehatan. Pemantauan kondisi kulit di sekitar area penempelan selang NGT dan tempat pemasangan infus juga termasuk dalam lingkup SLKI ini untuk mencegah infeksi lokal. Dengan penerapan SLKI ini, diharapkan tidak terjadi peningkatan suhu tubuh yang signifikan, tidak ada tanda-tanda sepsis, dan semua luka atau lubang invasif menunjukkan proses penyembuhan yang baik tanpa indikasi infeksi.
Kode SIKI: I.08090
Deskripsi : SIKI I.08090 adalah Pemantauan Tanda dan Gejala Infeksi. Intervensi ini merupakan tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengidentifikasi secara dini adanya indikasi infeksi pada pasien. Pada kasus pasien ini, perawat akan secara teratur dan detail menginspeksi area sekitar lubang trakeostomi. Tanda-tanda seperti kemerahan (eritema), pembengkakan (edema), peningkatan kehangatan lokal, nyeri tekan, dan karakteristik drainase (seperti banyaknya jumlah, warna kuning yang mengindikasikan kemungkinan pus/nanah, konsistensi, dan bau) akan dicatat dan didokumentasikan dengan cermat. Pengukuran tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, akan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi adanya demam atau hipotermia yang dapat menjadi pertanda respons sistemik terhadap infeksi. Meskipun nilai leukosit pasien (7.2 10^3/µL) masih dalam rentang normal, pemantauan serial (pemeriksaan berulang) sangat penting untuk melihat tren peningkatan yang mungkin terjadi. Perawat juga akan memantau kondisi di sekitar lokasi pemasangan infus dan NGT untuk melihat adanya flebitis, infiltrat, atau iritasi kulit yang dapat menjadi pintu masuk infeksi. Selain observasi fisik, perawat akan mewawancarai pasien (jika kooperatif) mengenai perasaan tidak nyaman, nyeri, atau sensasi lainnya di area-area kritis tersebut. Semua data yang dikumpulkan dari pemantauan ini akan dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dan untuk mengambil keputusan klinis lebih lanjut, seperti kebutuhan untuk kultur luka atau penyesuaian terapi antibiotik jika diperlukan. Intervensi ini bersifat proaktif dan sentral dalam mencegah komplikasi infeksi yang lebih serius seperti sepsis.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: L.03204
Deskripsi : SLKI L.03204 bertujuan untuk mencapai Penyembuhan Luka. Kriteria hasil ini diharapkan dapat mengembalikan integritas kulit dan jaringan di bawahnya yang mengalami kerusakan. Pada pasien dengan trakeostomi yang menunjukkan kemerahan dan keluarnya cairan fistel, tujuan utamanya adalah mengurangi kemerahan, menghentikan atau mengurangi signifikan keluarnya drainase, dan memulai proses granulasi jaringan yang sehat. Penyembuhan luka trakeostomi dinilai dari berkurangnya area eritema (kemerahan) di sekitar stoma, menurunnya edema, dan perubahan karakteristik drainase dari purulen (kuning, kental) menjadi serous (jernih) atau bahkan tidak ada drainase sama sekali. Kulit di sekitar stoma harus tetap utuh, tidak lecet, dan tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi lebih lanjut. Perawat juga akan memastikan bahwa tidak ada kerusakan kulit di sekitar area penempelan plester NGT atau pemasangan infus. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan epitelisasi yang progresif pada area luka, tidak adanya nekrosis jaringan, dan pengurangan nyeri atau ketidaknyamanan yang dilaporkan oleh pasien. Pemantauan terhadap kemungkinan perluasan area kerusakan jaringan juga sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan perawatan yang diberikan.
Kode SIKI: I.08040
Deskripsi : SIKI I.08040 adalah Perawatan Luka. Ini adalah intervensi langsung untuk merawat dan mengelola luka, termasuk luka insisi, luka tekan, atau luka pada stoma seperti trakeostomi. Pada pasien ini, perawat akan melakukan perawatan luka trakeostomi secara rutin dengan teknik steril. Langkah-langkahnya meliputi membersihkan area stoma dan kulit di sekitarnya dengan larutan saline steril atau antiseptik sesuai kebijakan institusi, membersihkan dari area yang paling bersih ke arah yang lebih kotor untuk mencegah kontaminasi. Kanul trakeostomi dalam (jika ada) akan dibersihkan atau diganti sesuai jadwal. Sekresi atau drainase yang berlebihan akan dibersihkan untuk menjaga kulit sekitar tetap kering dan mencegah maserasi. Perawat mungkin akan menerapkan salep atau dressing pelindung yang diresepkan oleh dokter untuk melindungi kulit dan mendukung penyembuhan. Balutan yang basah atau terkontaminasi akan segera diganti. Selain perawatan trakeostomi, perawat juga akan melakukan perawatan pada area pemasangan NGT, memastikan lubang hidung dan kulit pipi tidak mengalami iritasi atau tekanan, serta melakukan perawatan pada area pemasangan infus untuk mencegah flebitis dan infiltrasi. Dokumentasi yang akurat mengenai karakteristik luka, jenis perawatan yang diberikan, dan respons luka terhadap terapi merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cairan yang cepat dari intravaskuler ke intraseluler atau intersisial.
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : SLKI L.03015 berfokus pada Pemeliharaan Keseimbangan Cairan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan status hidrasi yang adekuat dan mencegah komplikasi akibat kelebihan atau kekurangan cairan. Pada pasien ini, keluarnya cairan fistul yang banyak dari area trakeostomi dapat menyebabkan kehilangan cairan ekstra yang signifikan, meningkatkan risiko defisit volume cairan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi tanda-tanda vital yang stabil (terutama denyut nadi dan tekanan darah), turgor kulit yang baik, membran mukosa yang lembab, dan produksi urin yang adekuat (output melalui DC sesuai dengan input cairan yang diberikan via infus). Perawat akan memastikan bahwa asupan cairan melalui infus (H0) dan NGT (H1) mencukupi untuk menggantikan cairan yang hilang melalui drainase fistul dan jalur lainnya. Tanda-tanda dehidrasi seperti peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, kulit kering, dan penurunan output urin akan dipantau secara ketat. Keseimbangan cairan (balance cairan) akan dihitung dengan cermat dengan mempertimbangkan semua input (infus, NGT) dan output (urine dari DC, drainase fistul, insensible water loss).
Kode SIKI: I.05017
Deskripsi : SIKI I.05017 adalah Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memantau, mengatur, dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh pasien. Perawat akan menghitung dan mendokumentasikan keseimbangan cairan secara ketat setiap shift atau sesuai protokol, dengan memperhitungkan cairan yang masuk (infus H0, cairan NGT H1) dan cairan yang keluar (output urin melalui DC H1, serta estimasi kehilangan cairan dari drainase fistul trakeostomi). Tanda-tanda vital akan dipantau secara berkala untuk mendeteksi early shock hipovolemik. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan cairan total pasien per 24 jam, dengan mempertimbangkan faktor kehilangan cairan yang tidak biasa dari fistul. Keakuratan dalam pemberian cairan infus dan diet melalui NGT harus dipastikan. Perawat juga akan memantau status mukosa oral, turgor kulit, dan adanya rasa haus pada pasien sebagai indikator klinis status hidrasi. Jika terdapat indikasi ketidakseimbangan, perawat akan segera melaporkannya untuk
Article No. 23060 | 28 Nov 2025
Klinis : pasien usia 60 tahun keluhan sesak nafas dan mudah lelah, riwayat hipertensi 10 tahun dan infark miokard 5 tahun. TD 160/90 mmHg, HR 98 x/menit, edema ektstremitas derajat 2, crt >3 detik, suara napas ronkhi, peningkatan JVP
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Jantung Kongestif (CHF)
Kode ICD-10: I50.9
Deskripsi Singkat : Gagal Jantung Kongestif (CHF) adalah suatu kondisi kronis dan progresif di mana otot jantung menjadi lemah atau kaku, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Deskripsi pasien menunjukkan gambaran klasik CHF. Riwayat infark miokard (serangan jantung) merusak otot jantung, mengurangi daya pompa. Hipertensi yang tidak terkontrol memberikan beban tekanan berkelanjutan pada jantung. Gejala sesak napas dan ronkhi (suara napas tambahan) disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru (edema paru). Mudah lelah terjadi karena jantung tidak dapat memompa darah kaya oksigen yang cukup ke otot dan jaringan. Edema ekstremitas derajat 2, peningkatan JVP (tekanan vena jugularis), dan waktu pengisian kapiler (crt) yang memanjang semuanya merupakan tanda-tanda gagal jantung kanan, di mana jantung gagal memompa darah balik dari vena secara efektif, menyebabkan penumpukan cairan di tubuh. Kode ICD-10 I50.9 secara spesifik mengacu pada 'Gagal Jantung, tidak ditentukan', yang mencakup gagal jantung kongestif tanpa spesifikasi lebih lanjut seperti sisi jantung yang terdampak (kiri/kanan) atau jenis disfungsi (sistolik/diastolik). Kode ini digunakan ketika gambaran klinis jelas mengarah pada CHF, seperti yang ditunjukkan oleh kombinasi gejala dan tanda fisik pada pasien ini.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23061 | 28 Nov 2025
Klinis : pasien usia 60 tahun keluhan sesak nafas dan mudah lelah, riwayat hipertensi 10 tahun dan infark miokard 5 tahun. TD 160/90 mmHg, HR 98 x/menit, edema ektstremitas derajat 2, crt >3 detik, suara napas ronkhi, peningkatan JVP
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kinerja Jantung Tertata". Tujuan dari seluruh intervensi keperawatan adalah untuk mengembalikan atau mempertahankan kinerja jantung yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: Tanda-tanda vital dalam batas yang dapat diterima atau yang ditargetkan untuk pasien (misalnya, penurunan tekanan darah sistolik dari 160 mmHg mendekati normal, penurunan denyut nadi dari 98 x/menit), tidak adanya atau berkurangnya edema perifer (edema ekstremitas derajat 2 menjadi derajat 1 atau hilang), pengisian kapiler (CRT) kembali normal (kurang dari 3 detik), bunyi jantung dan paru normal (ronkhi menghilang), tekanan vena jugularis (JVP) tidak lagi meningkat, serta pasien melaporkan penurunan keluhan sesak napas dan peningkatan toleransi terhadap aktivitas (tidak mudah lelah). Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan fungsi pompa jantung.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : SIKI untuk mendukung SLKI "Kinerja Jantung Tertata" adalah "Manajemen Curah Jantung". Ini adalah serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif dan sistematis. Pertama, perawat akan memantau status kardiovaskular dan pernapasan secara ketat, termasuk tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suara napas (mencatat adanya ronkhi), saturasi oksigen, dan pengisian kapiler. Pemantauan berat badan harian dan pengukuran edema ekstremitas juga dilakukan untuk menilai status cairan. Kedua, perawat mengatur posisi pasien untuk memfasilitasi pertukaran gas, biasanya dengan posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk mengurangi sesak napas. Pemberian oksigen sesuai program medis sangat penting untuk mengatasi hipoksia. Ketiga, manajemen beban kerja jantung dilakukan dengan membatasi aktivitas fisik, mendorong tirah baring atau aktivitas terbatas, serta membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri untuk menghemat energi dan mengurangi kelelahan. Keempat, manajemen cairan dan elektrolit dilaksanakan dengan membatasi asupan cairan dan natrium sesuai resep dokter, serta memantau keseimbangan cairan masuk dan keluar. Kelima, pemberian obat-obatan seperti diuretik (untuk mengurangi edema dan sesak), vasodilator, atau inotropik sesuai resep diawasi dengan cermat, termasuk memantau efek terapi dan efek sampingnya. Terakhir, edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi penyakit, pentingnya diet rendah garam, pembatasan cairan, pengenalan tanda-tanda memburuknya kondisi (seperti sesak bertambah atau edema meningkat), dan pentingnya kepatuhan pengobatan hipertensi dan jantung merupakan bagian integral dari SIKI ini untuk mencapai hasil yang berkelanjutan.
Article No. 23062 | 28 Nov 2025
Klinis : 4. Pengkajian: a. Anamnesis 1) Identitas: Laki-laki, 21 tahun. Dirawat di bangsal penyakit dalam. 2) Keluhan Utama: Demam 38,1°C yang dirasakan terus-menerus. 3) Keluhan Tambahan: Sakit kepala berat Nyeri otot dan pegal seluruh badan Nyeri ulu hati Mual 4) Riwayat Penyakit Sekarang: Demam sudah berlangsung ±5 hari sebelum masuk RS. Demam tidak turun dengan obat bebas (tidak disebutkan tapi lazim diasumsikan). 5) Riwayat Penyakit Dahulu: Tidak disebutkan. 6) Riwayat Alergi: Tidak disebutkan. b. Pemeriksaan Fisik 1) Tanda Vital: Suhu: 38,1°C (demam) Tekanan darah, nadi, RR: tidak dicantumkan (kosong) 2) Inspeksi Umum: Tampak lemas 3) Abdomen: Nyeri tekan ulu hati c. Pemeriksaan Penunjang (Lab) 1) Darah rutin Parameter Hasil Interpretasi: WBC 2.57 ×10³/µL ↓ Leukopenia → khas DBD PLT 24.5 ×10³/µL ↓↓↓ Trombositopenia berat HCT 42.8% (normal ke arah tinggi) Risiko hemokonsentrasi LYM 17.6% ↓ Limfositopenia MONO 23% ↑ Monositosis MCV 79.6 fL ↓ sedikit Tidak signifikan EOS 0.043% ↓ Eosinopenia → infeksi virus BASO 1.13% ↑ Tidak khas TROM 75 ×10³ µL Rendah LEU 4.5 ×10³ µL Normal rendah Irsyadiyah, P. N., & Ratnaningsih, T. (2022). Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Keperawatan Hipertermi Pada Pasien Dengue Haemoragic Fever (Dhf) Di Rsud Ra Basoeni (Doctoral dissertation, Perpustakaan Bina Sehat).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons fisiologis terhadap patogen, lingkungan, atau trauma.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk Hipertermi berfokus pada upaya menurunkan dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, serta mencegah komplikasi. Intervensi utamanya adalah pemantauan tanda-tanda vital, khususnya suhu, secara berkala untuk menilai perkembangan dan respons terhadap terapi. Tindakan utama yang dilakukan adalah memberikan terapi kompres hangat atau tepid sponge pada area tubuh dengan pembuluh darah besar (seperti aksila, lipat paha, dan dahi) untuk meningkatkan pelepasan panas melalui konduksi dan evaporasi. Selain itu, kolaborasi pemberian obat antipiretik seperti parasetamol sesuai resep dokter sangat penting untuk menurunkan titik setel suhu di hipotalamus. Pasien juga didorong untuk meningkatkan asupan cairan secara oral untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah hipertermi. Lingkungan pasien diatur agar tetap sejuk dan nyaman, misalnya dengan memastikan sirkulasi udara yang baik dan menggunakan pakaian yang tipis serta menyerap keringat. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya istirahat untuk mengurangi produksi panas metabolik dan tanda-tanda bahaya yang perlu dilaporkan.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI mengukur keberhasilan dari SLKI yang dilaksanakan. Kriteria utamanya adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C). Selain itu, kulit pasien teraba hangat tanpa disertai kemerahan yang berlebihan atau tanda iritasi lainnya. Tanda-tanda vital lain seperti denyut nadi dan laju pernapasan juga harus stabil dan dalam batas normal, menunjukkan bahwa tubuh tidak berada dalam stres fisiologis yang berat. Pasien diharapkan melaporkan penurunan perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan demam, seperti perasaan gerah atau kedinginan. Tingkat kesadaran pasien harus compos mentis (GCS 15) dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan kesadaran seperti delirium atau kejang yang dapat dipicu oleh demam tinggi. Asupan cairan pasien adekuat, yang ditandai dengan mukosa bibir yang lembab dan haluaran urine yang cukup. Pasien dan keluarga juga diharapkan dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang cara mengelola demam di rumah, seperti penggunaan kompres yang benar dan kapan harus mencari pertolongan medis lebih lanjut.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI untuk Nyeri Akut bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri serta meningkatkan kenyamanan pasien. Langkah pertama adalah melakukan penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang valid (misalnya, skala 0-10 atau wajah) untuk menentukan lokasi, karakteristik, intensitas, dan faktor yang memperingan atau memperberat nyeri (sakit kepala, nyeri otot, dan nyi ulu hati). Manajemen nyeri farmakologis dilakukan dengan mengkolaborasikan pemberian analgesik sesuai resep dokter, seperti parasetamol untuk nyeri ringan-sedang atau obat yang lebih kuat jika diperlukan, dengan mempertimbangkan kondisi trombositopenia pasien (menghindari NSAID). Terapi non-farmakologis sangat dianjurkan, termasuk teknik distraksi seperti mendengarkan musik atau relaksasi napas dalam untuk mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri. Penataan posisi tubuh yang nyaman dan dukungan dengan bantal dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Lingkungan yang tenang dan redup cahaya dapat membantu meringankan nyeri kepala. Pasien dan keluarga juga diedukasi tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini sebelum nyeri menjadi berat, serta teknik non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri.
Kode SIKI: I.07001
Deskripsi : SIKI mengevaluasi efektivitas manajemen nyeri. Kriteria utamanya adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali. Ekspresi wajah pasien tampak rileks, tidak lagi meringis atau tegang. Perilaku gelisah atau melindungi area tertentu yang nyeri (seperti memegangi kepala atau ulu hati) harus berkurang atau hilang. Tanda-tanda vital yang sebelumnya mungkin meningkat karena nyeri (seperti takikardia atau hipertensi) kembali stabil. Pasien mampu beristirahat dan tidur dengan lebih nyenyak tanpa terganggu nyeri. Pasien juga dapat berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri secara mandiri atau dengan bantuan minimal, yang menunjukkan bahwa nyeri tidak lagi membatasi mobilitas dan fungsi sehari-hari. Laporan verbal dari pasien menyatakan peningkatan kenyamanan dan kemampuan untuk mengatasi nyeri yang dialami.
Kondisi: Risiko Syok
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa, yang dapat mengakibatkan kegagalan multi-organ.
Kode SLKI: L.15005
Deskripsi : SLKI untuk Risiko Syok berfokus pada pemantauan ketat dan tindakan pencegahan untuk mendeteksi dini tanda-tanda syok, khususnya syok hipovolemik yang berisiko terjadi pada fase kritis DBD. Intervensi utamanya adalah pemantauan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara ketat dan berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada tanda-tanda hipotensi dan takikardia. Pemantauan keseimbangan cairan sangat penting, termasuk mencatat asupan dan haluaran urine; pemasangan kateter urine mungkin diperlukan untuk memantau produksi urine per jam (output minimal 0.5 mL/kgBB/jam). Tirah baring mutlak diperlukan untuk mengurangi beban kerja jantung dan mencegah perdarahan spontan akibat trombositopenia berat. Observasi ketat terhadap tanda-tanda perdarahan (petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, melena, atau hematemesis) dilakukan secara rutin. Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai protokol DBD untuk menjaga volume intravaskuler sangat krusial. Pasien dan keluarga diedukasi untuk segera melaporkan jika muncul tanda bahaya seperti perdarahan, rasa lemas yang sangat berat, pusing, atau penurunan kesadaran.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : SIKI mengukur keberhasilan dalam mencegah terjadinya syok. Kriteria utamanya adalah tanda-tanda vital pasien tetap stabil dalam rentang normal yang dapat diterima untuk kondisinya, tanpa adanya tanda-tanda hipotensi ortostatik atau takikardia yang signifikan. Keseimbangan cairan tercapai, ditandai dengan asupan dan haluaran yang seimbang, serta produksi urine yang adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam). Tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan aktif atau memburuknya perdarahan spontan. Status mental pasien tetap sadar dan responsif (compos mentis), tanpa tanda penurunan kesadaran seperti gelisah, bingung, atau apatis yang dapat menjadi pertanda awal syok. Warna kulit dan membran mukosa tetap normal, tidak pucat, sianosis, atau dingin dan lembab. Parameter laboratorium, khususnya nilai hematokrit, tidak menunjukkan peningkatan yang drastis yang mengindikasikan kebocoran plasma yang signifikan. Pasien dapat melalui fase kritis DBD tanpa mengalami episode syok.
Article No. 23063 | 28 Nov 2025
Klinis : pada seseorang yang naik gunung biasanya keinginan berkemih menjadi berkurang, tetapi ketika berhenti menjadi ingin buang air kecil. warna urine menjadi pekat selama mendaki, dan kembali jernih setelah istirahat dan rehidrasi. Data fokus apa yang harus dikaji perawat terkait pola dan karakteristik urine (frekuensi, warna, jumlah) selama aktivitas berat dan setelah istirahat? Tentukan Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Kondisi ini mengacu pada kehilangan atau kelebihan cairan, elektrolit, atau perpindahan cairan, serta risiko dehidrasi atau overhidrasi.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada pemantauan keseimbangan cairan untuk mencegah komplikasi. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup pengkajian tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi pernapasan) secara berkala untuk mengidentifikasi tanda awal syok hipovolemik atau dehidrasi, seperti takikardia dan hipotensi. Memonitor asupan dan haluaran cairan dengan ketat, termasuk mencatat frekuensi, volume, dan karakteristik urine (warna, bau, berat jenis). Pada kasus pendaki, ini berarti membandingkan volume urine yang sedikit dan pekat selama pendakian dengan volume setelah rehidrasi. Melakukan penimbangan berat badan harian jika memungkinkan, karena penurunan berat badan yang cepat dapat mengindikasikan kehilangan cairan. Memeriksa turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan adanya rasa hait sebagai indikator status hidrasi. Selain itu, perawat akan mendidik pasien tentang pentingnya rehidrasi oral yang adekuat sebelum, selama, dan setelah aktivitas berat, dengan menekankan untuk tidak hanya minum saat haus, tetapi berdasarkan jadwal yang teratur. Menganjurkan jenis cairan yang sesuai, seperti air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk menggantikan yang hilang melalui keringat. Membuat rencana hidrasi individu berdasarkan intensitas aktivitas dan kondisi lingkungan juga merupakan bagian kunci dari intervensi ini.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI I.08039 adalah Manajemen Cairan, yang merupakan serangkaian tindakan langsung untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi. Tindakan ini dimulai dengan pengkajian menyeluruh terhadap status hidrasi pasien, yang dalam konteks ini adalah pendaki. Perawat akan mengkaji pola berkemih, termasuk penurunan frekuensi (oliguria) dan perubahan warna urine menjadi pekat (konsentrasi tinggi) selama aktivitas mendaki, serta normalisasinya setelah istirahat dan minum. Data fokus yang harus dikaji perawat meliputi: 1) Frekuensi berkemih selama pendakian (biasanya berkurang) dan setelah istirahat (biasanya meningkat), 2) Warna urine (dari pekat/kuning tua selama dehidrasi menjadi jernih/kuning muda setelah hidrasi adequat), dan 3) Volume urine (jumlah output yang sedikit selama aktivitas berat dibandingkan dengan output yang lebih banyak setelah rehidrasi). Tindakan lanjutan termasuk mendokumentasikan asupan dan haluaran cairan secara akurat, memberikan cairan intravena jika dehidrasi berat dan sesuai instruksi dokter, serta memposisikan pasien untuk kenyamanan dan sirkulasi yang optimal. Perawat juga akan memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait, seperti kadar elektrolit dan berat jenis urine, jika tersedia. Yang terpenting, perawat akan memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif kepada pasien/pendaki tentang pentingnya hidrasi proaktif, mengenali tanda-tanda awal dehidrasi (seperti urine pekat, haus berlebihan, lemas, pusing), dan teknik rehidrasi yang efektif setelah aktivitas berat untuk memulihkan keseimbangan cairan tubuh secara optimal.
Article No. 23064 | 28 Nov 2025
Klinis : Pola nafas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan PPNI
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman dan penerapan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), serta Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah esensial dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis bukti. Ketiga standar ini, yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), menjadi panduan utama dalam proses keperawatan.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, SIKI
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan sistem klasifikasi diagnosis keperawatan yang distandardisasi untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. Diagnosis keperawatan berfokus pada respons manusia terhadap masalah kesehatan aktual atau potensial.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Adalah sistem klasifikasi luaran keperawatan yang distandardisasi untuk mengukur dan mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi keperawatan. Luaran ini menggambarkan kondisi, perilaku, atau persepsi pasien yang diharapkan membaik setelah diberikan asuhan keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang distandardisasi untuk merencanakan dan mendokumentasikan tindakan keperawatan yang akan dilakukan. Intervensi ini dirancang untuk mencapai luaran yang diinginkan dan mengatasi diagnosis keperawatan.
Kondisi Pasien: Pola Nafas Tidak Efektif
Berdasarkan kondisi pasien "Pola Nafas Tidak Efektif", berikut adalah diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi yang relevan sesuai standar PPNI:
1. Diagnosis Keperawatan (SDKI)
Komponen
Detail
Diagnosis Keperawatan
Pola Nafas Tidak Efektif
Kode SDKI
D.0005
Definisi
Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Penyebab (Etiologi)
- Depresi pusat pernapasan
- Hambatan upaya napas (mis. nyeri saat bernapas, kelemahan otot pernapasan)
- Deformitas dinding dada
- Gangguan neuromuskular
- Kerusakan inervasi diafragma (mis. cedera tulang belakang)
- Cedera pada medula spinalis
- Efek agen farmakologis
- Kecemasan
Gejala dan Tanda Mayor (Data Kritis)
Subjektif:
- Dispnea
Objektif:
- Takipnea
- Bradipnea
- Pernapasan cuping hidung
- Ortopnea
- Fase ekspirasi memanjang
- Pola napas abnormal (mis. Cheyne-Stokes, Kussmaul)
Gejala dan Tanda Minor (Data Pendukung)
Subjektif:
- (Tidak tersedia)
Objektif:
- Penggunaan otot bantu pernapasan
- Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
- Penurunan ventilasi semenit
- Penurunan kapasitas vital
- Retraksi dinding dada
- Sianosis
- Bunyi napas tambahan (mis. krekels, ronkhi, mengi)
- Penurunan saturasi oksigen
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Pola Nafas pasien membaik.
Komponen
Detail
Luaran Utama
Pola Nafas
Kode SLKI
L.01004
Definisi
Inspirasi dan/atau ekspirasi yang memberikan ventilasi adekuat.
Kriteria Hasil (Indikator)
Tingkat keberhasilan diukur dengan skala 1 (memburuk/menurun) hingga 5 (membaik/meningkat).
- Dispnea menurun (dari 1 ke 5)
- Penggunaan otot bantu pernapasan menurun (dari 1 ke 5)
- Fase ekspirasi memanjang menurun (dari 1 ke 5)
- Pernapasan cuping hidung menurun (dari 1 ke 5)
- Ortopnea menurun (dari 1 ke 5)
- Pola napas membaik (dari 1 ke 5)
- Frekuensi napas membaik (dari 1 ke 5)
- Kedalaman napas membaik (dari 1 ke 5)
- Saturasi oksigen meningkat (dari 1 ke 5)
- Retraksi dinding dada menurun (dari 1 ke 5)
- Bunyi napas tambahan menurun (dari 1 ke 5)
- Sianosis menurun (dari 1 ke 5)
- Takipnea menurun (dari 1 ke 5)
- Bradipnea menurun (dari 1 ke 5)
3. Intervensi Keperawatan (SIKI)
Untuk mencapai luaran Pola Nafas yang membaik, intervensi utama yang dapat dilakukan adalah Manajemen Jalan Napas, didukung oleh intervensi lain yang relevan.
Komponen Article No. 23065 | 28 Nov 2025
Klinis : _Keluhan Utama_ Nyeri kepala post KLL _RPS_ 2 jam SMRS pasien mengeluhkan nyeri kepala post KLL. Saat pasien sedang mengendarai sepeda motor, pasien kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke dalam got. Pasien tidak menggunakan helm. Setelah kejadian, pasien mengeluh nyeri kepala, gelisah, mengantuk, mual (-), muntah (-), pingsan (+). Oleh penolong, pasien dibawa ke IGD RSSP Sragen. _RPD_ Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat sistemik (-) Riwayat alergi (-) O : _Primary Survey_ A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada simetris kanan = kiri, RR: 20x/menit, C: TD 137/91 mmHg, HR: 84x/menit, SpO2: 95% on room air D: GCS E3V4M5, pupil isokor (3mm/3mm), RC (+/+), lateralisasi (-) E: T: 36,1°C _Secondary Survey_ Kepala: hematom (-) Mata: hematom periorbita (-/+), perdarahan subconjungtiva (-/+) Hidung: rhinorhea (-/-) Telinga: ottorhagia (-/-) Mulut: perdarahan (-), gigi tanggal (-) Wajah: jejas (-) Leher: jejas (-) Thorax: VE (+), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas atas: VL R. Antebrachii (D) 4x1 cm terjahit situasional Ekstremitas bawah: jejas (-), ROM bebas, akral hangat, CRT 2”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah otak yang dapat menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme otak.
Kode SLKI: L.14026
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini berfokus pada pencegahan dan pemantauan untuk mempertahankan perfusi serebral yang adekuat. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: memantau status neurologis secara ketat dan berkelanjutan (tingkat kesadaran/GCS, ukuran dan reaksi pupil, tanda-tanda vital, fungsi motorik dan sensorik) dengan frekuensi yang ditentukan sesuai kondisi kritis pasien; mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena dan mengurangi tekanan intrakranial; memastikan jalan napas tetap paten untuk menjamin suplai oksigen; menghindari maneuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti mengejan, batuk berlebihan, atau fleksi leher; memantau dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah edema serebral; serta berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi yang bertujuan mengontrol tekanan intrakranial dan meningkatkan aliran darah otak. Tujuan akhirnya adalah mencegah atau meminimalkan kerusakan neurologis sekunder akibat hipoksia atau iskemia otak.
Kode SIKI: I.11970
Deskripsi : SIKI memberikan kerangka tindakan spesifik yang harus dilakukan perawat. Pertama, lakukan pengkajian neurologis lengkap dan dokumentasikan menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS) setiap jam atau sesuai protokol, amati perubahan sekecil apapun seperti penurunan skor, munculnya sakit kepala hebat, muntah proyektil, atau kejang. Kedua, kaji fungsi pupil terhadap cahaya, catat kesimetrisan, ukuran, dan reaksinya. Ketiga, pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, SpO2) secara ketat. Perhatikan pola pernapasan (apakah ada Cheyne-Stokes atau lainnya) yang dapat mengindikasikan peningkatan TIK. Keempat, pertahankan posisi kepala pasien dalam posisi netral dan elevasi kepala tempat tidur 30 derajat, hindari rotasi atau fleksi leher yang dapat menghambat aliran darah vena. Kelima, ciptakan lingkungan yang tenang, hindari stimulasi berlebihan, dan atur suhu ruangan yang nyaman. Keenam, kelola kebutuhan oksigenasi dengan memastikan jalan napas bersih, siapkan alat suction, dan berikan oksigen sesuai order untuk mempertahankan SpO2 >95%. Ketujuh, kolaborasi dalam pemberian obat-obatan seperti osmotik diuretik (misalnya manitol) sesuai resep, dan pantau balance cairan secara akurat. Kedelapan, berikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya pembatasan visitasi dan stimulasi untuk mendukung terapi, serta jelaskan tanda-tanda perburukan neurologis yang harus segera dilaporkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (misalnya pada skala 0-10, nyeri turun ke skala ≤3), mampu menunjukkan teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengatasi nyeri (seperti relaksasi napas dalam atau distraksi), tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) kembali dalam rentang normal yang menunjukkan berkurangnya stres fisiologis akibat nyeri, ekspresi wajah pasien tampak rileks dan tidak menunjukkan perilaku guarding atau melindungi area yang sakit, serta pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup tanpa terganggu rasa nyeri. Tujuan ini dicapai melalui kombinasi manajemen farmakologis dan non-farmakologis.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : SIKI mencakup serangkaian tindakan manajemen nyeri yang komprehensif. Pertama, kaji nyeri secara komprehensif meliputi lokasi (kepala), karakteristik (tajam, tumpul, berdenyut), intensitas menggunakan skala numerik atau wajah, faktor yang memperberat dan meringankan, serta dampaknya terhadap fungsi dan tidur. Kedua, lakukan intervensi non-farmakologis seperti mengajarkan teknik relaksasi napas dalam, memberikan distraksi (misalnya mengajak bicara hal-hal yang menyenangkan), menciptakan lingkungan yang tenang, dan melakukan reposisi yang nyaman dengan tetap memperhatikan immobilisasi servikal jika diperlukan. Ketiga, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik yang sesuai (seperti parasetamol atau NSAID dengan mempertimbangkan kondisi neurologis pasien), berikan obat tepat waktu, dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya 30 menit setelah pemberian. Keempat, pantau terus respons pasien terhadap terapi nyeri, baik secara verbal maupun melalui pengamatan perilaku dan tanda fisiologis. Kelima, edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini dan penggunaan teknik non-farmakologis sebagai terapi tambahan. Hindari intervensi yang dapat memicu atau memperberat nyeri kepala, seperti kebisingan atau cahaya terang.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Kode SLKI: L.19026
Deskripsi : SLKI bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera pada pasien. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien tetap aman dan bebas dari cedera fisik tambahan. Lingkungan perawatan pasien harus bebas dari bahaya yang dapat menyebabkan jatuh atau trauma lainnya. Pasien dengan penurunan kesadaran (mengantuk) harus terlindungi dari risiko aspirasi, dekubitus, atau cedera akibat agitasi. Keluarga atau pengasuh dapat mendemonstrasikan perilaku yang mendukung keselamatan pasien. Semua peralatan keselamatan, seperti side rail tempat tidur, harus digunakan dengan tepat. Tindakan pencegahan khusus, seperti pembatasan fisik yang digunakan sesuai indikasi dan protokol, diterapkan untuk mencegah pasien menarik selang atau alat infus yang terpasang.
Kode SIKI: I.0798
Deskripsi : SIKI merinci langkah-langkah pencegahan cedera yang proaktif. Pertama, identifikasi faktor risiko pasien seperti penurunan kesadaran (GCS 12, mengantuk), disorientasi, dan kelemahan fisik pasca-trauma. Kedua, tempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi, dekat dengan pos perawat. Ketiga, pastikan side rail tempat tidur selalu terpasang dan dalam kondisi terkunci, terutama ketika pasien sendirian. Keempat, pastikan lingkungan sekitar tempat tidur bersih, tidak licin, dan bebas dari barang-barang yang dapat membahayakan. Kelima, gunakan pencahayaan yang cukup, terutama pada malam hari. Keenam, pastikan bel panggil berada dalam jangkauan pasien dan ajarkan pasien serta keluarga cara menggunakannya. Ketujuh, pertimbangkan untuk menggunakan pembatas tempat tidur yang empuk jika pasien gelisah. Kedelapan, lakukan mobilisasi bertahap dengan bantuan, jangan biarkan pasien berjalan atau ke kamar mandi sendirian. Kesembilan, pantau kondisi kulit secara teratur untuk mencegah dekubitus, terutama pada area yang tertekan. Kesepuluh, kolaborasi dengan keluarga untuk menerapkan sistem pengawasan one-on-one jika diperlukan, dan edukasi keluarga tentang pentingnya tidak meninggalkan pasien sendirian serta mengenali tanda-tanda gelisah yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Segera lakukan tindakan jika terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang dapat memperburuk kesadaran dan risiko cedera.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280